Docstoc

Membangun Wilayah Administrasi Terkecil

Document Sample
Membangun Wilayah Administrasi Terkecil Powered By Docstoc
					                       Membangun Wilayah Administrasi Terkecil

                          Udin Suchaini / suchaini@gmail.com

Pemerataan pembangunan nasional sampai dengan wilayah administrasi terkecil jenjang
perdesaan, tidak seperti memikirkan berbagai hal makro yang teoritis dan bisa di atas
meja. Banyak masalah yang muncul, bahkan belum diperkirakan sebelumnya. Tanggung
jawab pengambil kebijakan dalam merencanakan pembangunan yang matang, terutama
wilayah yang memerlukan perlakuan khusus sangat penting, supaya pembangunan yang
terencana dapat terwujud dengan tepat.

Selama ini, wilayah yang memerlukan kebijakan dan penanganan khusus biasanya
memiliki kualitas infrastruktur yang belum memadai, seperti akses jalan yang belum aspal,
kurangnya sarana pendidikan dan kesehatan dasar, dll. Berbagai hal yang berhubungan
langsung dengan aktifitas kehidupan individu, belum teridentifikasi secara optimal.
Sehingga banyak yang mengatakan pembangunan di Indonesia belum merata, terutama
masyarakat yang tidak terkena dampak langsung dalam pembangunan daerah.

Infrastruktur yang kurang memadai hanya gambaran awal dari anggapan bahwa suatu
wilayah dapat dikatakan tertinggal. Dampak dari itu, pola kehidupan masyarakat sehari-
hari dapat dilihat dari berbagai sisi, baik sisi lingkungan maupun pola kehidupan
masyarakat. Sisi lingkungan memperlihatkan jauh dan atau sulitnya akses yang dihadapi
oleh masyarakat menuju kebutuhan dasar, misalnya jauh atau sulitnya akses ke sekolah,
tidak ada tenaga kesehatan desa, dsb. Sisi lain, sulitnya akses ekonomi, yang
memperlihatkan jauhnya penduduk berbelanja untuk mencukupi kehidupan sehari-hari.

Sedangkan pola kehidupan sehari-hari dapat dilihat dari fungsi kehidupan rumah tangga
dalam pemenuhan kebutuhan hidup (pekerjaan, memasak, makan, minum, dsb.).

Akses terhadap layanan dasar menjadi tolak ukur keterlayanan kebutuhan masyarakat
oleh pemerintah, baik berbagai fasilitas yang dilayani oleh swasta atau masyarakat sendiri
maupun pelayanan yang diciptakan langsung oleh pemerintah. Akses pendidikan misalnya,
di Jawa mungkin tidak akan menjadi masalah, karena banyak LSM dan individu-individu di
setiap wilayah        pendidikan dan mau berusaha membangun fasilitas pendidikannya
sendiri. Madrasah Diniyah, Pesantren atau sekolah sekolah swasta lain akan bermunculan.

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:25
posted:11/30/2012
language:
pages:1