TANGGUHNYA EKONOMI KERAKYATAN BERBASIS IKM

Document Sample
TANGGUHNYA EKONOMI KERAKYATAN BERBASIS IKM Powered By Docstoc
					                        Udin Suchaini / suchaini@gmail.com


         Perekonomian masyarakat lokal banyak ditopang oleh Industri Kecil dan Mikro

(IKM). Pembangunan industri-industri besar, membuat masyarakat menjadi buruh dan

pekerja kasar. Dibukanya kesempatan agen penyalur tenaga kerja, menjadikan Negeri

ini pengekspor TKI. Pendapatan pemerintah daerah dari investasi industri, memang

sangat besar. Keuangan yang masuk ke dalam negeri dari TKI memang menambah

perputaran uang. Akan tetapi, mampukah pemerintah menjadikan industri rumah

tangga, kecil dan sedang, menjadi penopang perekonomian masyarakat lokal?

         Rencana strategis Direktorat Jenderal IKM yang berjalan sampai dengan tahun

2014, salah satunya adalah ”One Village One Product” dalam rangka melipat gandakan

nilai tambah IKM yang bersumber dari pemanfaatan sumberdaya lokal. Hal ini sangat

penting demi bertahan dan tumbuhnya industri kecil.

         Kenyataannya, industri kecil banyak yang menggunakan baku impor.

Pemenuhan bahan baku hanyalah salah satu dari banyak faktor yang mempengaruhi

tumbuh kembangnya IKM. Pengetahuan investor dan SDM lokal, modal sosial

masyarakat,    pangsa    pasar   serta   lembaga   keuangan   pendukung modal juga

mempengaruhi.

         Pengetahuan masyarakat lokal sebagai investor utama IKM, terbatas pada

informasi lingkungan sekitarnya. Tidak ada penelitian yang dilakukan oleh pengusaha

lokal dalam membuka industri baru. Kendala pengetahuan, modal dan waktu menjadi

rintangan tersendiri. Hal ini membuat industri baru, sulit bertahan diantara persaingan

pasar.
       Pemerintah memang harus selalu proaktif dalam menyampaikan informasi

apapapun yang relevan untuk pertumbuhan IKM. Masyarakat awam yang baru

berkecimpung dalam bidang IKM, banyak yang tidak mencari informasi pada sumber

yang relevan.

       Kendala pengetahuan masyarakat lokal sebagai investor, tidak jauh berbeda dari

SDM pekerjanya. Pendidikan rendah serta keterampilan yang terbatas, hanya

menjadikannya seseorang buruh. Merantau atau menjadi TKI menjadi alternatif

memperoleh penghasilan yang cukup untuk kehidupan yang lebih baik. Pemikiran

masyarakat seperti ini dianggap wajar, bukan berarti pemerintah melakukan pembiaran.

Banyak usaha dilakukan pemerintah, termasuk seruan balik kampung bangun kampung.

       Paradigma merantau untuk bekerja demi kehidupan yang lebih baik, harus

dirubah. Pemerintah secara bertahap selalu sosialisasi dan memfasilitasi masyarakat,

supaya mampu mengembangkan daerahnya sendiri dan memperoleh kehidupan yang

lebih baik di daerah sendiri. Salah satunya dengan memanfaatkan IKM.

       Peran masyarakat memajukan perekonomian lokal, dipengaruhi lingkungan

sekitar. Kebiasaan lingkungan industri kecil yang tumbuh berkembang secara alami,

dipengaruhi oleh pertemanan dan kekerabatan. Kekerabatan terbangun akibat pola

modal sosial masyarakat setempat yang kuat.

       Pekerja lokal yang sudah lama membantu, biasanya keluar dan mendirikan usaha

sejenis. Sikap toleransi ini diberikan oleh industri tempat bekerja sebelumnya, maka

secara alami mampu menghidupkan industri kecil baru yang sejenis.

       Berawal dari hubungan pemilik industri dan buruh, berubah menjadi pesaing,

tidak serta merta menjadi musuh. Masing-masing pemilik industri tetap menjaga
komunikasi, bahkan ketika kehabisan bahan baku, biasanya pinjam dulu pada

pesaingnya dan diganti setelah bahan baku tersedia.

       Pemilik industri kecil juga melakukan pemberdayaan masyarakat, mulai dari

keluarga atau tetangga terdekat. Keeratan sosial seperti ini seharusnya ditangkap oleh

pemerintah sebagai cerminan masyarakat dalam membangun perekonomian lokal.

       Industri kecil yang baru terkendala masalah pemasaran. Beberapa tidak dapat

bertahan akibat tidak mampu memasarkan produknya. Peran pemerintah dalam

memberi informasi atau membantu memasarkan produk sangat penting. Masalahnya,

informasi industri kecil yang baru dibangun, belum terdata di pemerintah. Pemerintah

daerah sebagai pelayan masyarakat ternyata harus lebih proaktif dalam memotret

pertumbuhan industri kecil di wilayahnya.

       Pembangunan baru industri kecil memiliki kendala pendanaan. Sumber dana

yang digunakan untuk membangun industri kecil biasanya milik pribadi, pinjaman

keluarga atau perkumpulan. Masyarakat baru memulai bisnis cenderung takut

meminjam uang di lembaga keuangan, karena rasa takut tidak sanggup membayar.

       Sebagian pemilik usaha akan meminjam uang, setelah industrinya berjalan.

Meski pemerintah sudah berusaha keras promosi Kredit Usaha Rakyat (KUR), tetapi

dana tersebut banyak dinikmati oleh pengusaha yang sudah berdiri. Pemerintah masih

perlu kerja ekstra dalam mendorong masyarakat untuk berdikari.

       Belum dikelolanya dengan baik informasi karakteristik lokasi industri kecil dan

rumah tangga secara berkala, membuat sebagian kebijakan pemerintah tidak memiliki

keberhasilan yang signifikan, karena tidak dirasakan pelaku baru industri kecil. Begitu

juga kebiasaan menunggu oleh pelaku industri, menjadikan mereka semakin sulit
berkembang. Meskipun demikian, pemerintah mungkin memiliki alternatif lain untuk

melakukan pendekatan yang lebih proaktif.

      Setiap wilayah memiliki kebutuhan berbeda dan harus dapat diidentifikasi dalam

skala tertentu (kabupaten atau kecamatan). Informasi inilah yang harus dicari dan

dijadikan driver oleh pemerintah dalam rangka meningkatkan produktifitas industri

kecil dan mikro. Setiap wilayah memiliki karakteristik berbeda dan membutuhkan

perlakuan berbeda. Kebijakan terarah di wilayah yang tepat, mampu menjadikan IKM

sebagai ujung tombak perekonomian lokal dalam pertumbuhan ekonomi kerakyatan

yang tangguh.

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Stats:
views:11
posted:11/30/2012
language:
pages:4