Docstoc

asma abdul jabbar

Document Sample
asma abdul jabbar Powered By Docstoc
					                                                               ∩⊇∪ ÉΟŠÏm§9$# Ç≈uΗ÷q§9$# «!$# ÉΟó¡Î0
1. dengan menyebut nama Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang[1].

[1] Maksudnya: saya memulai membaca al-Fatihah ini dengan menyebut nama Allah. Setiap pekerjaan
yang baik, hendaknya dimulai dengan menyebut asma Allah, seperti makan, minum, menyembelih
hewan dan sebagainya. Allah ialah nama zat yang Maha Suci, yang berhak disembah dengan sebenar-
benarnya, yang tidak membutuhkan makhluk-Nya, tapi makhluk yang membutuhkan-Nya. Ar
Rahmaan (Maha Pemurah): salah satu nama Allah yang memberi pengertian bahwa Allah
melimpahkan karunia-Nya kepada makhluk-Nya, sedang Ar Rahiim (Maha Penyayang) memberi
pengertian bahwa Allah Senantiasa bersifat rahmah yang menyebabkan Dia selalu melimpahkan
rahmat-Nya kepada makhluk-Nya.

1. dengan menyebut nama Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang[1].

[1] Maksudnya: saya memulai membaca al-Fatihah ini dengan menyebut nama Allah. Setiap pekerjaan
yang baik, hendaknya dimulai dengan menyebut asma Allah, seperti makan, minum, menyembelih
hewan dan sebagainya. Allah ialah nama zat yang Maha Suci, yang berhak disembah dengan sebenar-
benarnya, yang tidak membutuhkan makhluk-Nya, tapi makhluk yang membutuhkan-Nya. Ar
Rahmaan (Maha Pemurah): salah satu nama Allah yang memberi pengertian bahwa Allah
melimpahkan karunia-Nya kepada makhluk-Nya, sedang Ar Rahiim (Maha Penyayang) memberi
pengertian bahwa Allah Senantiasa bersifat rahmah yang menyebabkan Dia selalu melimpahkan
rahmat-Nya kepada makhluk-Nya.




                                       PEDOMAN
                         PENGALAMAN DAN PENGAJARAN
                             ASMA ‘ABDUL JABBAR
                           KETERANGAN PEMILIK

No. Reg Buku :
Nama :
No. Anggota :
Alamat Rumah           :

Telepon      :



Tanda tangan pemilik



( ……………….. )
                          DAFTAR ISI

o Kata Pengantar
o BAB 1 Pengertian, Dasar dan Tujuan Asma ‘Abdul Jabbar
     1.     Pengertian
     2.     Tujuan dan Dasar Asma ‘Abdul Jabar
     3.     Alloh Memiliki 4.000 Nama
     4.     Zakat Pembersih Diri
o BAB II         Pengamalan
     5.     Keterangan Doa Hikam
     6.     Ayat-ayat Rangkuman
     7.     Do’a Hikam
     8.     Ayat Alat
     9.     Ayat Kebutuhan
     10.    Do’a Masalah
     11.    Ayat Penetapan
     12.    Do’a IKRAR
              a.      Wind IKRAR
              b.      Penafasan Tiga Belas Titik
     13.    Anta Muwtu Qoblal Mautu
o BAB III        Pengajaran
     14.    Taum
     15.    Zakat Kifarat Pembersihan Diri
     16.    Penambahan Ayat dan Tata Cara Do’a
     17.    Pelekotan Ayat Alat ( 15 Ayat )
     18.    Ayat Kebutuhan
     19.    Tata Cara Pelekotan Ayat
     20.    Ayat Masalah
            Tata Cara Sedekah 3 (tiga) gelas susu
     21.    Ayat Do’a Hikam
            Tata Cara Pelekotan Hikam
     22.    AYat Penatapan
     23.    Peningkatan IKRAR
o BAB IV         Keterangan Doa Hikam (Kitab Merah)
o BAB V          Pesan dan Kesan
o BAB VI         Penutup
                              KATA PENGANTAR

Assalamu’alaikum Wr. Wb.
        Alhamdulillahi Robbil ‘Alamin Washsholatu Wassalamu ‘ala Sayyidina
muhammadin Wa’ala Aalihi Washohbihi Ajma’in.
        Berkat rahmat dan pertolongan serta izin-Nya juga kami berhasil
menghadirkan rangkuman beberapa sumber risalah untuk dijaikan buku/kitab yang
diberi nama Pedoman Pengamalan dan Pengajaran Asma ‘Abdul Jabbar, yang
telah lama terkandung niat menyusun dan menerbitkan buku ini, namun karena
berrbagai kendala, baru sekaranglah niat itu terwujud.
        Pertama kali menyusun buku/kitab ini mencari berkah dan ridlo-Nya dari
Alloh SWT yang Maha Pengasih dan Pemurah di dunia kepada makhlik-Nya, serta
penyayang di akhirat kepada semua makhluk-Nya yang mu’min. Sebagaimana kita
ketahui bahwa sasaran utama ulama dalam mempelajari pengertian “Asma ‘Abdul
Jabbar” itu tidak lain untuk meningkatakan iman islam dan ketaqwaan kepada Alloh
Subhaanahu Wata’ala yang akan melahirakan akhlak dan budi pekerti yang luhur,
sesuai dengan bunyi hadistnya “Innama Bu’itsu Li Utammima Makaarimal
Akhlak”.
        Refleksi dari makin meningkatnya iman dan ketaqwaan kepada Allah SWT
antara lain adalah makin luasnya penyampain, bimbingan dan penyuluhan kepada
ummat berdasarkan Al-Qur’an dan Hadist. Maksud dari penyusunan buku/kitab ini
tidak lain untuk menyatukan kesatuan paham dalam penyampaian maupun dalam
pengamalan praktek pengajaran khususnya.
        Karena adanya usulan-usulan yang selama ini, ada sedikit perbedaan di dalam
tata cara penyampaian dan prakteknya sehingga membawa dampak yang akan
menimbulkan keraguan dan kegoncangan pada keyakinan akan kebanarn ilmu Asam
‘Abdul Jabbar yang mempunyai tujuan meningkatkan iman islam kepada Allah SWT
dan mewujudkan akhlak budi pekerti.
        Kami menyadari sepenuhnya, baha penyajian dalam buku/kitab ini belum
lengkap masih ada kekurangan dan kelebihannya. Tapi yakin sangat berguna dan
bermanfaat untuk dibaca dan dipelajari sebagai bahan acuan dan pedoman dalam
mempelajari pengertian Asma ‘Abdul Jabbar.
        Kepada penyumbang sumber ini yang telah berpartisipasi untuk suksesnya
dalam penyusunan buku/kitab ini, kami menyampaikan penghargaan dan terima kasih
yang sebesar-besarnya.
        Akhirnya kepada Allah jua-lah kami memanjatkan do’a semoga di dalam
buku/kitab ini tercatat sebagai salah satu yang berguna dan bermanfaat bagi diri,
keluarga dan orang-orang yang membutuhkan. Serta mencapai kesempurnaan dalam
meningkatkan keimanan keislaman ketaqwaan kepada Allah SWT. Amin Yaa Robbal
‘Alamiin.

Wassalam,


Sudirman S Tirtawijaya
Guru Besar Asma ‘Abdul Jabbar
                                           BAB I
                               PENGERTIAN, DASAR DAN TUJUAN
                                   ASMA ‘ABDUL JABBAR


                1.      Pengertian
                Pengertian asma berasal dari bahasa arab, yang berarti nama. Secara
                bahasa, kata tersebut merupakan kalimat jamak dari kata ismun. Jadi dlam
                pelajaran asma ini kita belajar beberapa nama atau banyak nama.
                Asma atau nama adalah ilmu pertama kali yang diajarkan oleh Allah SWT
                kepada Nabi Adam AS. Hal ini dapat kita lihat pada firman Allah dalam
                QS. Al-Baqarah ayat 31 :


Ï!$yϑó™r'Î/ ’ÎΤθä↔Î6/Ρr& tΑ$s)sù Ïπs3Íׯ≈n=yϑø9$# ’n?tã öΝåκyÎz÷tä §ΝèO $yγ¯=ä. u!$oÿôœF{$# tΠyŠ#u zΝ¯=tæuρ

                                                                  ∩⊂⊇∪ tÏ%ω≈|¹ öΝçFΖä. βÎ) ÏIωàσ¯≈yδ
                WA’ALLAMA AADAMAL ASMAA,A KULLAHAA TSUMMA ‘ARODLOHUM
                ‘ALAL MALAAIKATI FAQOOLA AMBIUNII BI ASMAA,I HAA ULAA,I
                INKUNTUM SHOODIQIIN

                Artinya :
                Dan Dia mengajarkan kepada Adam Nama-nama (benda-benda)
                seluruhnya (yang baik dan buruk), kemudian mengemukakannya kepada
                Para Malaikat lalu berfirman: "Sebutkanlah kepada-Ku nama benda-
                benda itu jika kamu memang benar orang-orang yang benar!"

                Nama terbagi menjadi dua, yaitu nama yang baik dan nama yang buruk.
                Contoh nama yang baik dapat kita jumpai dalam kehidupan kita sehari-
                hari, contohnya : adil, dermawan, jujur, dsb. Sedangkan contoh nama yang
                buruk, misalnya kikir, pendusta, pencuri, dsb. Semua nama-nama tersebut
                merupakan atas diri kita dan tentu saja atas tingkah laku yang kita
                kerjakan.
                Setiap nama ada zat dan fungsi. Contoh yang kita ambil adalah gelas.
                Namanya jelas gelas untuk sebutan orang Indonesia, zatnya jelas kelihatan,
                ada yang terbuat dari beling, plastik dan sebagainya. Kemudian apakah
                fungsinya ?. Fungsinya tergantung kepada seseorang tersebut yang
                menggunakan. Bila gelas tersebut digunakan untuk manfaat, maka
                fungsinya alat untuk minum, bila tidak digunakan untuk manfaat, maka
                dapat saja digunakan untuk mencelakakan orang lain, misalnya dapt
                dilempar ke kepala, hidung atau lain sebagainya. Begitu juga halnya
                dengan ilmu, hanya digunakan untuk manfaat dan bukan untuk
                mencelakakan orang lain.
                Begitu juga halnya dengan Allah, ada nama, ada zat dan ada fungsinya.
                Allah mempunyai nama yang banyak , hanya segelintir kita manusia yang
                baru tahu nama Allah tersebut. Bahkan di salah satu ayat menyatakan
                bahwa seandainya seluruh daun-daun yang ada di muka bumi ini dijadikan
                kertas, serta air yang di lautan dijadiakan tintanya, niscaya belumlah cukup
                untuk menulis kalimat Allah itu. Kemudian apakah zatnya Allah Ta’ala itu
?. Zat-Nya Allah Ta’ala itu terdapat pada ciptaan-Nya yang ada di langit
dan bumi serta segala isinya.
Bagaimanakah cara kita mencari zatnya Allah ?. sanggupkah kita
mempelajari segala yang ada di langit ?. berapa jenis langit, banyaknya
makhluk di langit untuk mencari zatnya Allah ?. Tentu tidak. Sanggupkah
kita pelajarai segala makhluk yang ada di atas langit dan bumi seluruhnya
dari hewan yang terlihat sampai terkecil dan beribu ribu jenis tumbuhan ?.
Tentu bisa, namun agak sulit karena memerlukan waktu yang lama.
Bagaimanakah cara yang mudah menemukan dan mengenali zatnya Allah
Ta’ala ?. Yaitu dengan mempelajari diri kita sendiri bagaimana sebagai
manusia. Dengan singkat kata adanya Allah Ta’ala adalah tempan
menyembah dan memohon pertolongan. Karena Allah Ta’ala mempunyai
janji kepada manusia bahwa barang siapa yang berbuat munkar adalah
neraka. Itulah janji Allah.
Sebagian Hukam (Ulama yang arif tentang keagungan dan kebesaran
Allah dan tahu tentang sifat-sifat yang berkaitan dengan ketuhanan)
mengatakan bahwa :




MAN TAWAHHAMA ANNA LAHU WALIYYAN AULAA MINALLAHI QOLAT
MA’RIFATUHU BILLAHI WAMAN TAWAHHAMA ANNA LAHU ‘ADUWWAN
A’DAA MINNAFSIHI QOLAT MA’RIFATUHU BINAFSIHI

Artinya :
Siapa yang mengira bahwa ia memiliki penolong lebih utama dari pada
Allah, berarti ia belum mengenal Tuhannya dengan baik. Dan
barangsiapa yang mengira ia mempunyai musuh yang lebih hebat dari
dirinya, maka berarti ia belum mengenal dirinya dengan baik.
(sumber : Terjemah Kitab Syarah Nashaihul Ibad, karya Syekh Nawawi Al
Bantani, penterjemah : H. Ahmad Abdul Majid).

Untuk mengenal diri kita sendiri, maka akan kita bahas satu persatu lebih
lanjut. Dalam diri manusia ada tiga factor yaitu nama, jasad dan
kehidupan. Ketiganya tersebut merupakan hak dari Allah Ta’ala sehingga
manusia itu disebut makhluk yang paling sempurna.
Nama dan jasad pada dasarnya merupakan pemberian dari kedua orang tua
kita. Sejak lahir nama sudah disiapkan dan akan diberikan kepada kita.
Untuk perkembangan jasad kita diberi makan, diurus dan dijaga siang
malam hingga besar dan terbentuk jasad yang baik lengkap dengan organ
tubuh yang baik. Kemudian siapakah yang memberikan kehidupan ?.
Jawabannya adalah Allah Ta’ala.
Hal ini kita mulai dengan membahas asal usul kejadian manusia. Pertama
dimulai dari perkawinan ibu bapak. Dengan terjadinya pembuahan sel telur
oleh sperma. Proses ini terkembang menjadi segumpal darah. Kemudian
berkembang lagi menjadi segumpal daging (janin). Setelah 120 hari (± 4
ulan) ditiupkan ruh atau kehidupan oleh yang maha kuasa. Setelah itu janin
berkembang di dalam rahim hingga sempurna menjadi seorang bayi
manusia selama 5 bulan, hingga proses perkembangan keseluruhan janin
tersebut menjadi 9 bulan, ini menurut ukuran normal pada umumnya.
Setelah itu lahirlah soerang manusia dalam keaadan fitrah (suci).
Ruh atau kehidupan tersebut secara fitrahnya menghendaki hal yang baik-
baik saja atau dalam segi ibadah saja. Hal ini berdasarkan firman Allah
Ta’ala dalam QS. Adz-Dzariyat ayat 56 yang berbunyi :


                    ∩∈∉∪ Èβρ߉ç7÷èu‹Ï9 āωÎ) }§ΡM}$#uρ £Ågø:$# àMø)n=yz $tΒuρ
WAMA KHOLAQTUL JINNA WAL INSA ILLA LIYA’BUDUUN

Artinya :
Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka
mengabdi kepada-Ku.

Ketiga factor tersebut di atas (nama, jasad dan kehidupan) dikatakan
bahwa manusia itu telah sempurna secara logis kita ambil contoh :
• Ada nama dan ada jasad namun tidak ada kehidupan, maka disebut
   mayat. Mayat tersebut tidak bisa berbuat apa-apa, sehingga dikatakan
   tidak sempurna.
• Ada nama dan ada kehidupan namun tidak ada jasad, maka disebut
   ghaib. Contohnya, jin, syetan dan malaikat. Dikatakan ini juga tidak
   empurna.

Pada manusia ketiga factor tersebut telah dimiliki, namun karena satu dan
lain hal mereka menambahkan factor lain dari luar, misalnya sesambatan
atau kesurupan, maka manusia tersebut menjadi tidak sempurna, karena
pada dirnya ada empat faktor atau lebih yaitu ada nama, jasad, kehidupan
dan kehidupan (misalnya jin atau syetan). Pada dasarnya mereka tidak
sadar dengan mempelajari atau mengamalkan satu ilmu yang
menggunakan syetan atau jin. Sehingga akan berpengaruh pada tingkah
laku an moral pada kehidupan sehari-hari manusia tersebut.
Pengertian secara bahasa/lughah ‘Abdul berarti makhluk atau ghaib,
sedangkan “Jabbar” adalah nama Allah termasuk dalam Asmaul Husna
yang artinya Maha Perkasa. Namun bila kata ‘Abdul dan Jabbar disatukan
mempunyai arti baru.
‘Abdul Jabbar adalah salah satu nam Allah terdapat dalam Asmaul Adzom
atau nama yang agung. Adapun pengertian ‘Abdul Jabbar kepada kadar
keimanan diri kita masing-masing. Ada yang berpendapat bahwa ‘Abdul
Jabbar nama syekh atau wali, berarti orang tersebut men-imani (percaya)
bahwa ‘Abdul Jabbar adalah syekh atau wali. Namun kita menyadari
bahwa ‘Abdul Jabbar adalah sebuah nama yang agung, maka kita akan
coba menanyakan kepada diri kita sendiri. Siapakah yang maha agung itu
?.
Tentu jawabannya adalah Allah Ta’ala. Berarti bila kita menyebut ‘Abdul
Jabbar berarti menyebut Allah.
Kalau boleh diartikan bahwa ‘Abdul Jabbar itu adalah makhluk yang
menjadikan segala makhluk atau ghaib yang hidup, yang menjadikan
segala yang hidup. Untuk meresepsi pengertian di atas, kita ulangi dengan
pertanyaan. Siapakah yang menjadikan segala makhluk ?. Siapakah yang
menjadikan segala yang hidup ?. Jawabannya adalah Allah.
Mengapa kita mesti menyebut Allah itu ‘Abdul Jabbar ?. Karena pada
dassarnya kita belajar nama atau sebutan dan pelajaran in merupakan
pelajaran pribadi. Sebutan Allah dapat dipahami dan dimengerti oleh
setiap manusia. Mulai dari anak-nak ampai yang tua. Namun pengertia
‘Abdul Jabbar jarang sekali orang yang memahami dan mengetahi
pengertian tersebut.
‘Abdul Jabbar disebut Isim Adzom Isim Sujud artinya Allah dapat
diletakkan dimana saja tergantung keimanan seseorang. Dimana seseorang
tersebut selalu mengerjakan kebaikan dalam iman dan taqwa berarti orang
tersebut meletakkan sebutan Allah itu diagungkan (Adzom). Tetapi bila
seseorang tersebut mengerjakan pekerjaan syirik, keji dan munkar berarti
seseorang tersebut telah meletakkan sebutan Allah di bawah (sujud) atau
boleh dikatakan bahwa meletakkan atau menginjak segala aturan Allah di
bawah telapak kakinya. Na’udzu Billahi min dzalik (semoga Allah
melindungi kita dari perbuatan yang demikian).

2.     Pengertian dan Dasar Asma ‘Abdul Jabbar

Tujuan dari Asma ‘Abdul Jabbar adalah meningkatkan iman islam dan
mewujudkan akhlak budi pekerti.
Kenapa dikatakan meningkatkan iman dan islam ?. Karena pada dasarnya
kita ini umumnya sudah beriman dan tahu rukun iman dan rukun islam,
hanya saja tingkat kesadaran akan keimanan dan keislaman yang perlu
ditingkatkan lagi. Kita percaya bahwa di dunia ini ada yang menciptakan
dan ada yang Maha Kuasa, dan banyak yang mengerjakan ibadah dan
berbuat kebaikan. Dalam pelajaran asma ini kita tidak lagi diajarkan tata
cara sholat, puasa dan sebagainya, sebagaimana pelajaran tersebut dapat
dojumpai pada malis’ ta’lim atau madraasah. Alasannya adalah karena
pelajaran asma ini merupakan pelajaran pribadi. Yaitu pelajaran
pengenalan diri kita sendiri dan Tuhan kita.
Kenapa mewujudkan akhlak budi pekerti ?. Karena kita adalah generasi
penerus Nabi Muhammad SAW. Dimana misinya adalah
menyempurnakan akhlak yang mulia sehingga tercipta rohmatan lil
‘alamin ata rahmat bagi seluruh alam semesta. Sebagaimana tertera dalam
hadits yang berbuny :



INNAMA BU’ITSTU LIUTAMMIMAA MAKAARIMAL AKHLAQ

Artinya :
Sesungguhnya Aku (Muhammad) diutus untuk menyempurnakan akhlak
yang mulia.

Dari akhlak dapat dikupas banyak hal dan mencakup pengertian yang luas.
Mulai dari akhlak sesame mnusia, sesame makhluk, dan kepada Maha
Pencipta.
Akhlak kepada manusia misalnya dengan bersikap rasa rumasa atau saling
merasakan satu dengan yang lain tanpa keluar dari jalur keimanan dan ke-
islaman. Contohnya kita akan berbuat jahat pada orang lain, maka kita
              harus merasakan bagaimana seandainya kita dijahati orang lain. Dengan
              sikap demikian maka segala tindakan akn lebih dipikir, ditimbang di hati
              sebelum dikerjakan.
              Akhlak kepada sesame makhluk misalnya, tidak berbuat aniaya terhadap
              makhluk lain yang kelihatan maupun yang tidak kelihatan, misalnya
              hewan dan jin.
              Akhlak kepada Maha Pencipta, misalnya dalam beribadah kita harus dalam
              keadan suci dan bersih baik lahir maupun batin. Karena Firman Allah
              menyatakan bahwa baik dan buruk sekecil apapun perbuatan akan ada
              balasannya. Sesuai dengan Firman-Nya dalam QS Al-Zalzalah ayat 7 – 8
              yang berbunyi :


…çνttƒ #vx© ;六sŒ tΑ$s)÷WÏΒ ö≅yϑ÷ètƒ tΒuρ ∩∠∪ …çνttƒ #\ø‹yz >六sŒ tΑ$s)÷WÏΒ ö≅yϑ÷ètƒ yϑsù

                                                                                            ∩∇∪
              FAMAN YA’MAL MITSQOOLA DZARROTIN KHOIRON YAROH {7}.
              WAMAN YA’MAL MITSQOOLA DZARROTIN SYARRON YAROH {8}

              Artinya :
              Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrahpun, niscaya Dia
              akan melihat (balasan)ny {7}.
              Dan Barangsiapa yang mengerjakan kejahatan sebesar dzarrahpun,
              niscaya Dia akan melihat (balasan)nya pula {8}.

              Dasar pelajaran Asma ‘Abdul Jabbar ini ada empat, yaitu :
              1.     Kalamullah, artinya kalam Allah dengan rupanya Al-Qur’an
              2.     Asma’ul Husna, artinya nama-nama yang halus
              3.     Asma’ul ‘Adzom, artinya nama-nama yang agung
              4.     Asma’ul Jami, artinya nama-nama yang kumpul

              3.     Allah memiliki 4.000 nama
              Allah memiliki 4.000 nama
              Di dalam kitab tafsir Yasin hal. 3 barisan ke-7 :




              Tulisan Arab




              INNALLAHA TA’ALA ARBA’ATUN AALAFI ISMI WA ALFU MINHAA LAA
              YA’RIFUHU GHOIRILLAHI WA ALFU MINHAA LAA YA’RIFUHU GHOIROL
              MALAAIKATI WA ALFU FILLAUHIL MAHFUDZ. WA TSALATSU MIATIN
              FITTAUROOTI WA TSALATSU MIATIN FIL INJIILI WA TSALATSU MIATIN
              FIZZABURO WA MIATU MINHAA FIL QU’ANI TIS’ATUN WATIS’UUNA
DZOOHIROTUN WAWAHIDUN MINHAA KHOFI WAHUWAL ISMUL
A’DZOM LAA YA’RIFUHU ILLAL ANBIYAAI WAL MURSALUUN.
Artinya :
Sesungguhnya Allah Ta’ala memiliki 4.000 nama antara lain :
Hak Allah ada 1.000 nama         __________ 1.000 nama
Hak malaikat ada 1.000 nama      __________ 1.000
Di lauhil mahfudz ada 1.000 nama __________ 1.000
Di Kitab Taurat ada 300 nama     __________ 300
Di Kitab Injil ada 300 nama      __________ 300
Di Kitab Zabur ada 300 nama      __________ 300
Di Al-Qur’an ada 100 nama        __________ 100
(termasuk 99 nama/Asma’ul husna nyata
dalam Al-Qur’an)
                                              4.000 nama
Dan 1 nama rahasia yaitu “ISMUL ‘ADZOM” yang hanya diketahui oleh
para Nabi & Rosul.

4.     Zakat Pembersih Diri

Firman Allah dalam surat At-Taubah ayat 103 :


     ( öΝÎγø‹n=tæ Èe≅|¹uρ $pκÍ5 ΝÍκŽÏj.t“è?uρ öΝèδãÎdγsÜè? Zπs%y‰|¹ öΝÏλÎ;≡uθøΒr& ôÏΒ õ‹è{

KHUDZ MIN AMWALIHIM SHODAQOTAN                                        TUTHOHHIRUHUM            WA
TUZAKKIIHIM BIHAA WA SHOLLA ‘ALAIHIM

Artinya :
Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu
membersihkan dan mensucikan mereka dan mendoalah untuk mereka.

Firman Allah dalam surat Al-A’la ayat 14 – 15 :

                                                           ∩⊇⊆∪ 4’ª1t“s? tΒ yxn=øùr& ô‰s%
QOD AFLAHA MAN TAZAKKA

Artinya :
Sesungguhnya beruntunglah (bahagia) orang yang membersihkan
(mensucikan) diri (dengan beriman),


                                                    ∩⊇∈∪ 4’©?|Ásù ϵÎn/u‘ zΟó™$# tx.sŒuρ
WADZAKAROSMA ROBBIHII FASHOLLA

Artinya :
Dan senantiasa mengingat nama Tuhannya, lalu dia mengerjakan Sholat

Keterangan Zakat Pengobatan
Nabi SAW bersabda :

Tulisan Arab


Artinya :
Peliharalah hartamu dengan mengeluarkan zakat, dan sembuhkanlah
(obatilah) para pasienmu (yang sakit dari keluargamu) dengan
bersedekah, dan atasilah, (ditolak) aneka balaak (musibah) dengan
memanjatkan do’a.
                                      BAB II
                                  PENGAMALAN
   1.      Keterangan Do’a Hikam
   Ini bacaan bagi semua yang akhirnya mendapat pangkat keluhuran dalam
   menjalankan Tauhid kepada Allah Ta’ala sampai kepada ma’rifat jadi
   likoth kepada Allah.
   Mengerjakan ini semua bacaan yang ditulis KITAB ini, jangan sampai ada
   yan dituju kepada hati, dilirik dengan mata, melainkan kepada Allah
   Ta’ala saja di tiap-tiap satu kalimat. Kalau ingat mengerjakan kepada-Nya
   saja. Kalau salah tekadnya malah sussah sendiri, maka kalau mau
   mengerjakan harus hati-hati jangan sampai salah, kalau salah mengerjakan
   tidak salah lagi di dunia dan akhiratnya mendapat penghinaan yang sehina-
   hinanya. Kalu ada maksud lagi harus memberitahukan kepada yang
   mempunyai barang pemakainya.
   Barang Allah SWT, itu ada empat :
   1.      KALAM ALLAH : rupanya Al-Qur’an
   2.      ASMA’UL HUSNA              : yaitu nama – nama yang halus
   3.      ASMA’UL ‘ADZOM             : yaitu nama – nama yang agung
   4.      ASMA’UL JAMI’ : yaitu nama – nama yang kumpul

   Yang bercampur rupa ringkasnya dua nama :
   1.     Kalimat di dalamnya HIJIBULLAH :
   Penghalangnya Allah Ta’ala
   2.     Kalimat di dalamnya SAYFULLAH :
   Pertolongan Allah Ta’ala
            a.     Kalimat di dalamnya : HIJIBULLAHI :
            Perkasanya Allah Ta’ala

            b.    Kalimat di dalamnya : SAYFULLAHI :
            Pedangnya Allah Ta’ala

   Kaliamat HIJIB dengan SAYFI dinamakan dua MAGHDUMUN,
   SARFIYYUN, MAGHDUM SARFI : samara-samar ghaib SUNNI.
   Kalimat HIJIB dengan SAYFI dinamakan dua DANUR, WAYNA SIR
   WAYUDA gambar LUFYAN jadinya kalimat ini ditulis secukupnya di
   kitab ini yaitu dua MAGHDUMUN SARFIYYUN.

   2.     Ayat-Ayat Rngkuman

                     =DO’A RANGKUMAN=


                                               ∩⊇∪ ÉΟŠÏm§9$# Ç≈uΗ÷q§9$# «!$# ÉΟó¡Î0
BISMILLAHIRROHMANIRROHIIM
dengan menyebut nama Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.


Tulisan Arab
1. Illa hadratin nabiyyil mush-thafaa shallallahu ‘alaihi wa sallama wa
   alihii wa-azwajihii wa aulaadihii wa-dzurriyyaatihii. Al-fatihah :
   Bismillahir Rohmanir Rohiim. Alhamdulillahi Rabbil’aalamiin. Ar
   Rahmaanir Rahiim. Maaliki yaumiddiin. Iyyaka na’budu wa iyyaka
   nasta’in. Ihdinash-shiraathal mustaqiim. Shiraathal ladziina an’amta
   ‘alaihim ghairil maghduubi ‘alaihum waladhdhaaliin Amiin.

1. Kepada Nabi yang terpilih (Muhammad s.a.w), keluarganya, para
   istrinya, anak-anaknya, dan kepadaa semua cucunya, Al-Fatihah :
   Dengan Nama allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Segala
   puji bagi Allah, Tuhan seru sekalian alam, yang Maha pengasih lagi
   Maha Penyayang. Yang menjadi raja di hari kiamat. Hanya kepada
   Engkaulah kami mengabdi, dan hanya kepada Engkaulah kami memoohon
   pertolongan. Tunjukkanlah kami ke jalan yang lurus, (yaitu) jalan mereka
   yang telah Engkau beri nikmat, bukan jalan mereka yang sesat. Semoga
   Allah mengabulkan.


   Tulisan Arab




2. Tsumma ilaa hadhraati ikhwaanihii mina ambiyaa-i wal mursaliina
   wal auliyaa-i wasysyuhadaa-i wash shaalihiina wash-shahaabati
   wattabi’iina wal’ulamaail ‘aamiliina wal mushannifiinal mukhlishiina
   wa jami’il malaaikatil muqarrabiina, Al-Fatihah :
   Bismillahir Rohmanir Rohiim. Alhamdulillahi Rabbil’aalamiin. Ar
   Rahmaanir Rahiim. Maaliki yaumiddiin. Iyyaka na’budu wa iyyaka
   nasta’in. Ihdinash-shiraathal mustaqiim. Shiraathal ladziina an’amta
   ‘alaihim ghairil maghduubi ‘alaihum waladhdhaaliin Amiin.

2. Kemudian kepada para handai tolannya, dari para Nabi dan Utusan, para
   Wali, para Pahlawan (Syuhada), orang-orangn yang shaleh , para
   sahabat dan tabi’in (pengikut), para ‘ulama, yang mengamalkan imunya,
   para pengarang yang ikhlash dan kepada para malaikat yang selalu
   taarrub ( mendekatkan diri kepada Allah) Al-Fatihah :
   Dengan Nama allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Segala
   puji bagi Allah, Tuhan seru sekalian alam, yang Maha pengasih lagi
   Maha Penyayang. Yang menjadi raja di hari kiamat. Hanya kepada
   Engkaulah kami mengabdi, dan hanya kepada Engkaulah kami memoohon
   pertolongan. Tunjukkanlah kami ke jalan yang lurus, (yaitu) jalan mereka
   yang telah Engkau beri nikmat, bukan jalan mereka yang sesat. Semoga
   Allah mengabulkan.
   Tulisan Arab



3. Tsumma ilaa jamii’i ahlil qubuuri minal muslimiina wal muslimaati
   wal mu-miniina wal mu-minaati mim-masyaariqiil ardhi ilaa
   magharribihaa, barrihaa wa bahrihaa khushuushan aaba anaa wa
   ummahaatinaa wa ajdaadanaa wa jaddatatinaa wa masyaayi khanaa
   wa masyaayikha masyaayikhanaa wa asaatidzatinaa wa asatidzati
   asaatidzatinaa waliman ‘ijtama’naa haa hunaa bisababihi almarhum
   H. Mama Amilin Bin h. Sarbin, Al-fatihah :
   Bismillahir Rohmanir Rohiim. Alhamdulillahi Rabbil’aalamiin. Ar
   Rahmaanir Rahiim. Maaliki yaumiddiin. Iyyaka na’budu wa iyyaka
   nasta’in. Ihdinash-shiraathal mustaqiim. Shiraathal ladziina an’amta
   ‘alaihim ghairil maghduubi ‘alaihum waladhdhaaliin Amiin.


3. Kemudian kepada semua ahli kubur dan kaum muslimin laki-laki dan
   perempuan; dan kepada kaum mukminin laki-laki dan peerempuan dari
   dunua bagian timur sampai bagian baratnya, baik yang di darat maupun
   di laut; khusushnya bapak-bapak kami dan para ibu kami, para nenek
   kami yang laki-laki dan pperempuan, para guru besar kami dan para guru
   besar mereka, kepada guru kami, para gurunya guru kami, dan lebih
   utama lagi kebada orang yang menyebabkan kami berkumpul dii sini

                                        Almarhum :
                                      H. Mama Amilin
                                            Bin
                                         H. Sarbini
   Al-Fatihah :
   Dengan Nama allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Segala
   puji bagi Allah, Tuhan seru sekalian alam, yang Maha pengasih lagi
   Maha Penyayang. Yang menjadi raja di hari kiamat. Hanya kepada
   Engkaulah kami mengabdi, dan hanya kepada Engkaulah kami memoohon
   pertolongan. Tunjukkanlah kami ke jalan yang lurus, (yaitu) jalan mereka
   yang telah Engkau beri nikmat, bukan jalan mereka yang sesat. Semoga
   Allah mengabulkan.


                                                                ∩⊇∪ ÉΟŠÏm§9$# Ç≈uΗ÷q§9$# «!$# ÉΟó¡Î0

                                                                                                     $Ο!9#

                                       zŠÉ)−Fßϑù=Ïj9 “W‰èδ ¡ ϵ‹Ïù ¡ |=÷ƒu‘ Ÿω Ü=≈tGÅ6ø9$# y7Ï9≡sŒ

              tβθà)Ï1ΖムöΝßγ≈uΖø%y—u‘ $®ÿÊΕuρ nο4θn=¢Á9$# tβθãΚ‹É)ãƒuρ Í=ø‹tóø9$$Î/ tβθãΖÏΒ÷σムtÏ%©!$#
       tβθãΖÏ%θムö/ãφ ÍοtÅzFψ$$Î/uρ y7Î=ö7s% ÏΒ tΑÌ“Ρé& !$tΒuρ y7ø‹s9Î) tΑÌ“Ρé& !$oÿÏ3 tβθãΖÏΒ÷σムtÏ%©!$#uρ

                           šχθßsÎ=ø1ßϑø9$# ãΝèδ y7Íׯ≈s9'ρé&uρ ( öΝÎγÎn/§‘ ÏiΒ “W‰èδ 4’n?tã y7Íׯ≈s9'ρé&
4. Bismillahir Rahmaanir Rahhiim. Alif Laam Miim. Dzalikak kitaabu
   laa riba fiihi hudal lilmuttaqiin. Alladziina yu’minuuna bil ghaibi wa
   yuqiimuunash shalaata wa mimma razaqnaahum yunfiquun.
   Walladziina yu-minuuna bimaa unzila ilaika wa maa unzila min
   qablik. Wa bil aakhirati hum yuuqinuun. Ulai-ika ‘alaa hudam mir
   rabbihum wa ulaa-ika humul muflihuun (Al-baqaarah :1 s/d 5)

4. Dengan Nama Allah Yang maha Pengasih lagi maha Penyayang. Alif
   laam miim (hanya Allah yang Maha mengetahui maksudnya). Inilah kitab
   (Al-Qur’an) yang tidak ragu-ragu lagi di dalamnya terdapat petunjuk bagi
   orang-orang yang bertaqwa yaitu orang-orang yang beriman dan pada
   berita ghaib, mendirikan shalat, dan mau mendermakan sebagian yang
   telah kami rezeqikan. Orang-oranng yang beriman pada kitab (Al-
   Qur’an)yang diturunkan kepadamu, pada kitab-kitab yang diturunkan
   sebelummu, dan pada hari akhirat petunjuk dari Tuhannya dan mereka
   itulah orang-orang yang berbahagia (QS Al-Baqarah : 1 s/d 5).


                   ÞΟŠÏm§9$# ß≈yϑôm§9$# uθèδ āωÎ) tµ≈s9Î) Hω ( Ó‰Ïn≡uρ ×µ≈s9Î) ö/ä3ßγ≈s9Î)uρ
5. Wa ilaahukum ilaahuw-waahidul laa ilaaha illa huwar Rahmaanur
   Rahiim (Qs Al-Baqarah : 163)

5. Tuhan mu itu Tuhan yang maha Satu. Tidak ada Tuhan melainkan Dia
   yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang (Qs Al-Baqarah : 163)


                                                                  4 ãΠθ•‹s)ø9$# ÷y∏ø9$# uθèδ āωÎ) tµ≈s9Î) Iω ª!$#

                                                                             4 ×ΠöθtΡ Ÿωuρ ×πuΖÅ™ …çνä‹è{ù's? Ÿω

                                                            3 ÇÚö‘F{$# ’Îû $tΒuρ ÏN≡uθ≈yϑ¡¡9$# ’Îû $tΒ …絩9

                                                         4 ϵÏΡøŒÎ*Î/ āωÎ) ÿ…çνy‰ΨÏã ßìx1ô±o„ “Ï%©!$# #sŒ tΒ

                                                           ( öΝßγx1ù=yz $tΒuρ óΟÎγƒÏ‰÷ƒr& š÷t/ $tΒ ãΝn=÷ètƒ

                                               4 u!$x© $yϑÎ/ āωÎ) ÿϵÏϑù=Ïã ôÏiΒ &óy´Î/ tβθäÜŠÅsムŸωuρ

                                                               ( uÚö‘F{$#uρ ÏN≡uθ≈yϑ¡¡9$# 絕‹Å™öä. yìÅ™uρ
                                                ÞΟŠÏàyèø9$# ÷’Í?yèø9$# uθèδuρ 4 $uΚßγÝàø1Ïm …çνߊθä↔tƒ Ÿωuρ
6. Allahu laa ilaaha illa huwal hayyul qayyuum, laa ta’khudzuhuu
   sinatuAllahu laa ilaaha illa huwal hayyul qayyuum, laa ta’khudzuhuu
   sinatuw wa laa naum, lahuu maa fis samawaati wa maa fil ardh, man
   dzalladzii yasyfa’u ‘indahuu illa bi-idznih, ya’lamu maa baina
   aidiihim wa maa khalfahum wa laa yuhituuna bisyai-im min ‘ilmihi
   illa bimaa syaa wasyi’a kursiyyuhus samaawati wal ardha wa laa ya-
   uuduhu hifzhumaa wa huwal ‘aliyyul ‘azdiim (Qs Al-Baqarah : 255)

6. Allah; tidak ada Tuhan melainkan Dia. Yang Maha hidup lagi Maha
   Tegak. Tidak mengantuk dan tidak tidur. Baginya segala yanng ada di
   langit dan segala yang ada di bumi. Siapakah yang akan dapat
   memberikan pertolongan di sisi-Nya, tanpa izin-Nya ? Dia Maha
   mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan apa-apa yang di
   belakang mereka, dan mereka tidak akan menjangkau ilmu-Nya
   sedikitpun, kecuali pengetahuan yang telah dikehendaki oleh-Nya.
   Singgasana-nya sangat luas, seluas semua langit dan bumi, dan tidak sulit
   bagi-Nya mengatur keduanya itu. Dia maha luhur lagi Maha Agung. (Qs.
   Al-Baqarah : 255)


                                 4 tβθãΖÏΒ÷σßϑø9$#uρ ϵÎn/§‘ ÏΒ Ïµø‹s9Î) tΑÌ“Ρé& !$yϑÎ/ ãΑθß™§9$# ztΒ#u

                                              Ï&Î#ß™â‘uρ ϵÎ7çFä.uρ ϵÏFs3Íׯ≈n=tΒuρ «!$$Î/ ztΒ#u <≅ä.

                                                           4 Ï&Î#ß™•‘ ÏiΒ 7‰ymr& š÷t/ ä−Ìhx1çΡ Ÿω

                            玍ÅÁyϑø9$# šø‹s9Î)uρ $oΨ−/u‘ y7tΡ#tø1äî ( $oΨ÷èsÛr&uρ $uΖ÷èÏϑy™ (#θä9$s%uρ

                                                              4 $yγyèó™ãρ āωÎ) $²¡ø1tΡ ª!$# ß#Ïk=s3ムŸω

                                                          3 ôMt6|¡tFø.$# $tΒ $pκöŽn=tãuρ ôMt6|¡x. $tΒ $yγs9

                                                    4 $tΡù'sÜ÷zr& ÷ρr& !$uΖŠÅ¡®Σ βÎ) !$tΡõ‹Ï{#xσè? Ÿω $oΨ−/u‘

             4 $uΖÎ=ö6s% ÏΒ šÏ%©!$# ’n?tã …çµtFù=yϑym $yϑx. #\ô¹Î) !$uΖøŠn=tã ö≅Ïϑóss? Ÿωuρ $oΨ−/u‘

                                                     ( ϵÎ/ $oΨs9 sπs%$sÛ Ÿω $tΒ $oΨù=Ïdϑysè? Ÿωuρ $uΖ−/u‘

                                                  ( V X) !$uΖôϑymö‘$#uρ $oΨs9 öÏ1øî$#uρ $¨Ψtã ß#ôã$#uρ

                                    š͍Ï1≈x6ø9$# ÏΘöθs)ø9$# ’n?tã $tΡöÝÁΡ$$sù $uΖ9s9öθtΒ |MΡr&
7. Amanar Rasuulu bimaa unzila ilaihi mir Rabbihi wal mu’minuun,
   kullun aama billahi wa malaaikatihi wa kutubihii wa rusulihii laa
   nufarriku baina ahaddin mir rusulihii wa qaaluu sami’naa wa
   atha’naa ghufranaka rabbanaa wa ilaikal mashiir. Laa yukallifullahu
   nafsan illa wus’ahaa, lahaa maa kasabat wa ‘alaiha maktasabat,
   rabbana laa tuakhiznaa in nasii-naa au akhtha’naa, rabbanaa wa laa
   tahmil ‘a ‘alainaa ishran kamaa hamaltaahuu ‘alal ladziina min
   qablinaa, rabbanaa waa laa tuham-milnaa maa laa thaqata lanaa bihii
   (wa’fu annaa, waghfir lanaa warhamnaa) 7X; anta maulanaa
   fanshurnaa ‘alal kaumil kaafiriin (Qs. Al-Baqarah : 285-286)

7. Rasulullah telah beriman kepada apa saja yang diturunkan kepadanya,
   dari Rabb_Nya dan orang-orang yang beriman semuuanya telah beriman
   kepada Allah. Para malaikat_Nya, Kitab-kitab_Nya, dan kepada para
   Utusan-Nya. Kami tidak membeda-bedakan diantara satu Utusan dengan
   utusan-utusan lainnya. Mereka berkata : Kami mendengar dan kami
   mnaati ampunan Engkau yang kami harapkan. Tuhan kami, dan hanya
   kepada Engkau tempat kembali. Allah tidak (membebani) seseorang,
   kecuali sesuai dengan kesanggupannya. Baginya balasan apa yang dia
   perbuat dan bainya pula siksa dari apa yang dia lakukan. Tuhan kami,
   janganlah kiranya Engkau memberi beban kepada kami sebagaimana
   Engkau bebankan kepada mereka sebelum kami dan janganlah pula
   Engkau bebankan kepada kami sesuatu yang kami tidak mampu (maafkan
   kami, ampunilah kami, maka tolonglah kami menghadapi golongan kafir)
   (Qs. Al-Baqarah : 285-386

Tulisan Arab

                                                 ÉΟŠÏm§9$# Ç≈uΗ÷q§9$# «!$# ÉΟó¡Î0

                                                             î‰ymr& ª!$# uθèδ ö≅è%

                                                                   ߉yϑ¢Á9$# ª!$#

                                                            ô‰s9θムöΝs9uρ ô$Î#tƒ öΝs9

                                                7‰ymr& #·θà1à2 …ã&©! ä3tƒ öΝs9uρ
8. Laa ilaaha illallah huwallahu akbar. Bismillahir Rahmaanir Rahiim.
   Qul huwallahu ahad. Allahush shamad. Lam yalid wa lam yuulad.
   Walam yakul lahu kufuwan ahad. (3 X)

8. Tiada Tuhan selain Allah, Dialah yang Maha Besar. Dengan menyebut
   nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Katakanlah (hai
   Muhammad) Dia Allah Maha Satu. Allah tempat tumpuan hajjat. Tidak
   melahirkan dan tidak dilahirkan. Tidak ada sesuatupun yang menyerupai-
   Nya. (3 X).
Tulisan Arab

                                                          ÉΟŠÏm§9$# Ç≈uΗ÷q§9$# «!$# ÉΟó¡Î0

                                                                È,n=x1ø9$# Éb>tÎ/ èŒθããr& ö≅è%

                                                                        t,n=y{ $tΒ ÎhŽŸ° ÏΒ

                                                            |=s%uρ #sŒÎ) @,Å™%yñ ÎhŽŸ° ÏΒuρ

                                                    ωs)ãèø9$# †Îû ÏM≈sV≈¤1¨Ζ9$# Ìhx© ÏΒuρ

                                                         y‰|¡ym #sŒÎ) >‰Å™%tn Ìhx© ÏΒuρ

      9. Laa ilaaha illallah huwallahu akbar. Bismillahir Rahmaanir Rahiim.
         Qul ‘audzubirzbbil falaq, min syarri maa khalaq, waimn syarri
         ghaasiqin idzaa waqab, wamin syarrin naffatsati fil ‘uqad, wa min
         syarri haasidin idzaa hasad.

      9. Tiada Tuhan selain Allah, Dialah yang Maha Besar. Dengan menyebut
         nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Katakanlah (hai
         Muhammad) aku berlindung diri kepada Tuhan yang (memelihara)
         shubuh. Dari kejahatan makhluq-Nya. Dari kejahatan malam apabila
         telah gelap. Dari kejahatan perempuan-perempuan tukang sihir yang
         meniup buhul (ikatan) tali. Dan dari kejahatan orang yang dengki bila ia
         mendengki.

      Tulisan arab

                                                          ÉΟŠÏm§9$# Ç≈uΗ÷q§9$# «!$# ÉΟó¡Î0

                                                               Ĩ$¨Ψ9$# Éb>tÎ/ èŒθããr& ö≅è%

                                                                            Ĩ$¨Ψ9$# Å7Î=tΒ

                                                                              Ĩ$¨Ψ9$# ϵ≈s9Î)

                                                         Ĩ$¨Ψsƒø:$# Ĩ#uθó™uθø9$# Ìhx© ÏΒ

                                            ÄZ$¨Ψ9$# Í‘ρ߉߹ †Îû â¨Èθó™uθム“Ï%©!$#

                                                                   Ĩ$¨Ψ9$#uρ Ïπ¨ΨÉfø9$# zÏΒ
10. Laa ilaaha illallah huwallahu akbar. Bismillahir Rahmaanir Rahiim.
    Qul a’udzu bi rabbin naas. Malikin naas. Ilaahin naas. Min syarril
    waswaasil khan naas. Al ladzii yuwaswisu fii shuduurin naas. Minal
    jinnati wan naas.

11. Tiada Tuhan selain Allah, Dialah yang Maha Besar. Dengan menyebut
    nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Katakanlah (hai
    Muhammad). Aku berlindung kepada Tuhan (pemelihara) manusia. Raja
    (baggi) manusia. Tuhan (sembahan) manusia. Dari kejahatan (bisikan)
    syaithan yan maju mundur. Yang membisikkan (kejahatan0 di dalam hati
    manusia. dari bangsa jin dan manusia.
     3.      Do’a Hikam

                            = DO’A HIKAM =



                                                                   Tulisan Arab
1. BISMILLAAHIR RAHMATI LILLADZIINA

  Dengan Nama Allah, kasih saying-Nya untuk . . . . . . (tak terbatas)


                                                Tulisan Arab
2. BISMILLAAHIS SAMII’IL ‘ALIIMI MINASY SYAITHAANIR
   RAJIIMI

  Dengan nama Allah yang maha mendengar lag maha mengetahui dari godaan
  syaithan yang terkutuk


                                             Tulisan Arab
3. BISMILLAAHI WA BILLAAHI WA MINALLAHI WA ‘ALALLAHI
   WA FIL LAAHI

  Dengan nama Allah, dan Demi Allah dari Allah dan attas Allah dan dalam
  lindungan allah


                                                Tulisan Arab
4. SUBHANALLOHI WALHAMDULILLAAHI WA LAA ILAAHA
   ILLALLOHU WALLOHU AKBAR LA HAWLA WA LAA QUWWATA
   ILLA BILLAHIL ‘ALIYYIL ADZIIM KAAF HAA YAA AIN SHAAD

  Maha suci Allah, segala puji bagi Allah, tiada Tuhan selain Allah dan Allah
  maha besar, tiada daya upaya kekuatan kecuali dengan izin Allah yang maha
  tinggi lagi maha agung, kaaf haa, yaa, ‘ain shad


                                                Tulisan Arab
5. BISMILLAAHI WA BILLAAHI WA MINALLAHI WA ‘ALALLAHI
   ‘ALIYYIL ‘ADZIIM WA HUWAS SAMII’UL ‘ALIIM KAAF HAA
   YAA ‘AIN SHAAD

  Dengan nama Allah, dan demi Allah dan dari Allah, dan atas Allah tiada daya
  upaya kekuatan kecuali dengan izian Allah yang maha tinggi lagi mahha
  agung, dan dia maha mendengar lagi maha mengetahui, kaaf haa, yaa, ‘ain,
  shad.


                                                                   Tulisan Arab
6. BISMILLAAHI SYAAFI (3 X)
   BISMILLAAHI KAAFI (3 X)
   BISMILLAHI MU’AAFI (3 X)
   BISMILLAHIL LADZII LAA YADHURRU MA’ASMIHI SYAI-UN FIL
   ARDHI WA LAA FIS SAMAA-I WA HUWAS SAMII’UL ‘ALIIM

  Dengan nama Allah yang maha menyembuhkan (3 X)
  Dengan nama Allah yang maha mencukupi (3X)
  Dengan nama Allah yang maha memaafkan (3X)
  Dengan nama Allah yang tidak berbahaya, dengan nama-Nya segala sesuatu
  di bumi dan tidak pula di langit. Dan dia maha mendengar lagi maha
  mengetahui.


                                                Tulisan Arab
7. BISMILLAHIS SAMII’IL LADZII LAISAKMITSLIHI SYAI-UN WA
   HUWAS SAMII’UL ALIIM, KAAF HAA YAA ‘AIN SHAAD

  Dengan nama Allah yang maha mendengar , yang tidak ada sesuatu yang
  menyerupai-Nya, dan dia maha mendengar lagi maha mengetahui, kaaf, haa,
  yaa, ‘ain, shad


                                               Tulisan Arab
8. BISMILLAHI KHOIRIL ASMAA-I, BISMILLAHIL LADZII LA
   YADURRU MA ‘ASSMIHII DAA-UN, BISMILLAHI IFTATAHTU WA
   ‘ALALLAHI TAWAKKALTU ‘ALALLAHU RABBIL ‘ARSYIL
   ‘ADZIIM

  Dengan nama Allah yang sebaik-baiknya nama, dengan nama Allah Tuhan
  bumi dan langit, dengan nama Allah yang tidak berbahaya dengan nama-Nya
  seegala penyakit, dengan nama Allah akau membuka dan kepada Allah aku
  berserah diri, Allah, Tuhanku yang tidak aku mensekutukan-Nya dengan
  sesuatu apapun.

                                                ِ ْ ِِ ‫ْ َ ِا‬     ‫ِ ِا‬      ‫)١( ا‬

  1. dengan menyebut nama Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang[1].

  [1] Maksudnya: saya memulai membaca al-Fatihah ini dengan menyebut nama Allah. Setiap
  pekerjaan yang baik, hendaknya dimulai dengan menyebut asma Allah, seperti makan,
  minum, menyembelih hewan dan sebagainya. Allah ialah nama zat yang Maha Suci, yang
  berhak disembah dengan sebenar-benarnya, yang tidak membutuhkan makhluk-Nya, tapi
  makhluk yang membutuhkan-Nya. Ar Rahmaan (Maha Pemurah): salah satu nama Allah yang
  memberi pengertian bahwa Allah melimpahkan karunia-Nya kepada makhluk-Nya, sedang Ar
  Rahiim (Maha Penyayang) memberi pengertian bahwa Allah Senantiasa bersifat rahmah
  yang menyebabkan Dia selalu melimpahkan rahmat-Nya kepada makhluk-Nya.


                                               Tulisan Arab
9. BISMILLAAHI JABBARUL ASMAA-I, BISMILLAHIJADDIIRUL
   ARDHI WAS SAMAA-I, BISMILLAHIL LADZI LA YADHURRU
  MA’ASMIHI SYAI-UN FIL ARDHI WA LAA FIS SAMAA-I, WA
  HUWAS SAMII’UL ‘ALIIM.

  Dengan nama Alllah, nama yang maha perkasa, dengan nama Allah yang
  maha pasti keputusan-Nya, di bumi maupun di langit, dengan nama Allah
  yang tidak berbahaya, dengan nama-Nya segala sesuatu baik di bumi dan
  tidak pula di langit, dan dia maha mendengar lagi maha mengetahui.


                                               Tulisan Arab
10. BISMILLAHI ‘ALAA QALBI HATTA YURWAA, BISMILLAHI
    ‘ALAA RUKKABI HATTA TAQWA, BISMILLAHI ‘ALLAL ARDHI
    HATTA TUTHWA, KASADDIL KAAFI WA JADDIL KAAFI, YAA
    KAAFI YAA MU;AAFI

  Dengan nama Allah, atas hatiku sampai diceritakan, dengan nama allah atas
  kendaraanku sampai muat, dengan nama Allah atas bumi sampai dilewatkan,
  wahai Zat yang merahaisiakan kecukupan, wahai Zat yang menemukan
  kecukupan, wahai Zat yang maha mencukupi, wahai Zat yang maha
  memaafkan segala kesalahan.


                                               Tulisan Arab
11. ALLAHUMMMA HASHANTU NAFSI BIL HAYYIL QOYYUMIL
    LADZII LA YAMUUTU ABADA WA DAFA’TU ‘ANIS SUU-A BI ALFI
    ALFI ALFI LAA HAULA WA LAA KUWWATA ILLA BILLAHIL
    ‘ALIYYIL ‘ADZIIM

  Ya Allah, bentengilah diriku dengan zat yang maha hidup lagi maha berdiri
  sendiri yang tidak mati selama-lamana dan cegahlah diriku dari segala
  kejahatan yang tak terhitung nilainya, tiada daya upaya kekuatan kecuali
  dengan izin allah yang maha tinggi (kedudukannya) lagi maha agung


                                               Tulisan Arab
12. A’UUDZU BIWAJHIKAL KARIIMIL LAADZII LAA YAMUUTU
    ABADA YAA HAYYU YAA QOYYUMU BIRAHMATIKA
    ASTHAGITSU BIRAHMATIKA YAA ARHAMAR RAAHIMIIN

  Aku berlindung dengan Zat yang maha mulia yang tidak mati selama-
  lamanya, wahai Zat yang maha hidup agi maha berdiri sendiridengan kasih
  sayang-Mu, aku mohon pertolongan, dengan kasih saying-Mu, wahai Zat yang
  maha mengasihi.


                                               Tulisan Arab
13. ALLAHU HAFIIDZUN, ALLAHU LATHIIFUN, QODIIMUN
    AZALIYYUN HAYYUN QOYYUUMUN LAA YANAAMU
  Allah itu maha menjaga, Allah itu maha halus (lembut), Zat yang terdahulu,
  yang tidak ada mulanya, hidup, berdiri sendiri, tidak pernah tidur.


                                          Tulisan Arab
14. YAA MUHAMMADU FALAA TABLUGHUL AW HAAMU KULLA
    KUNHI TSANAA IHI MA MAJDIHI

  Wahai Muhammad tidak akan sampai kepadamu kebingungan yang besar,
  semuanya akan memuji dan mengagungkan-Mu

                                              Tulisan Arab
15. YA MUNTQIIMU YAA BAA’ITSU SHOLLALLAHU ‘ALAA
    MUHAMMAD ASTAGHFIRULLAH

  Wahai Zat yang maha benar, wahai Zat yang maha membangkitkan. Allah
  senantiasa membrikan rahmat-Nya atas Nabi Muhammad, aku mohon ampun
  kepada Allah.


                                                                Tulisan Arab
16. YAA MAN TAQAMNAA YAA SYADIIDAL BATHSYI

  Wahai Zat yang membalas kebaikan kami, wahai Zat yang amat dahsyat
  amukan-Nya


                                               Tulisan Arab
17. YAA BARIIUN NUFUUSI BILAA MATSAALIN MIN GHAIRIHI

  Wahai yangn membebaskan jiwa-jiwa tanpa perumpamaan (contoh) dari
  yang lainnya


                                                Tulisan Arab
18. BIHAQQI KAAF HAA YAA ‘AIIN SHOOD, WA BIHAAKI HAA MIIM
    ‘AIIN QOOF THOO HAA YAA SIIN WAA SHOOD AKFINAA
    SYARRODZ DZAA LIMIINA WAL HAASIDIIN.

  Dengan kebenaran kaaf haa yaa ‘aiin shood dengan kebennaran haa miim
  ‘aiin siin qoof thoo haa dan yaa siin dan shood. Cegahlah kami dari
  kejahatan orang-orang yang ingin berbuat zalim dan orang-orang yang ingin
  berbuat dengki.


                                             Tulisan Arab
19. YAA JABBARU YAA QOHHAARU YAA DZAL BATHSYIS SYADIIDI
    KHUDZLII BIHAQQII MAN DZOLAMANII
  Wahai Dzat yang maha perkasa, Wahai Dzat yang maha mengalahkan, Wahai
  Dzat yang maha dahsyat amukannya, berilah aku dengan kebenaran-Mu,
  tehadap orang yang menganiyayaku.


                                              Tulisan Arab
20. ASHSHOLAATU WAS SALAAMU ‘ALAIKA YAA SAYYIDI YAA
    ROSUULALLAH KHUDZ BIYADI QOLLT HILLATI ADRIKNII

  Sholawat serta salam semoga untukmu wahai bagindaku, waha utusan Allah,
  ambillah kekuasaanku, teteap sedikit rahasiaku yang akan kau temukan.


                                             Tulisan Arab
21. ALLOHUMMA SHOLLI ‘ALAA SAYYIDINA MUHAMMAD
    SHOLATUN TAKUUNU LANAA ‘ALALLAHI BAA BAN
    MASYHUUDAN WA’AN A’DAAIHII HIJAABAN MASDUUDAN
    WA’ALAA AALIHI WASOHBIHI WASALLAM.

  Yaa Allah semoga sholawat tercurah kepada baginda kami nabi Muhammad,
  satu do’a yang menjadikan untuk kami atas Allah pintu yang menjadi saksi-
  saksi, dan penghalang-Nya menutupi musuh-musuh, dan atas keluarganya
  dan sahabat keselamatan.


                                                Tulisan Arab
22. YAA ALLAHU YAA SAMII’U YAA QORIIBU YAA MUJIIBU YAA
    SARII’U YAA MUNTAQIIMU YAA SYADIIDAL BATSYI

  Wahai Allah, Wahai Dzat yang maha mendengar, Wahai yang maha dekat,
  Wahai Dzat yang maha mengabulkran, Wahai Dzat yang maha cepat
  penghitungannya, Wahai Dzat yang maha membalas, Wahai Dzat yang maha
  dahsyat amukannya.


                                              Tulisan Arab
23. YAA HAYYU YAA ‘ALIYYU YAA MALIYYU YAA WAFIYYU YYAA
    QOWIYYU YAA WAA QIYYU YAA GHONIYYU YAA BAQIYYU
    WASHOLLALLAHU ‘ALAA MUHAMMAD ASTAGHFIRULLAH

  Wahai Dzat yang maha hidup, Wahai Dzat yang maha tinggi, Wahai Dzat
  yang maha memenuhi janji-janjinya, Whai Dzat yang maha kuat, Wahai Dzat
  yang maha memelihara, Wahai Dzat yang maha kaya, Wahai Dzat yang maha
  kekal, dan Allah senantiasa memberikan Rahmat-Nya kepada baginda kami
  Nabi Muhammad aku mohon ampun kepada Allah


                                                Tulisan Arab
24. YAA KAAFI YAA WAAFI YAA SYAFII YAA MU’AAFII YAA
    ILAAHI YAA ASAFI
  Wahai Dzat yang maha mencukupi, Wahai Dzat yang maha menyempurnakan
  janji-janji-Nya, Wahai Dzat yang maha menyembuhkan, Wahai Dzat yang
  maha memaafkan kesalahan, Yaa Tuhanku, Wahai Dzat yangn maha
  menyayangi.


                                               Tulisan Arab
25. YAA KAAFII YAA WAAFII YAA SYAAFII YAA MU’AAFII YAA
    MUJIIBA DA’WATAL MUDDHTHORRIINA YAA HAADII YAA
    GHIYAATSAL MUSTAGHIITSIINA AGHITSNAA AGHITSNAA
    AGHITSNAA

  Wahai Dzat yang maha mencukupi, Wahai Dzat yang maha menyempurnakan
  janji-janji-Nya, Wahai Dzat yang maha menyembuhkan, Wahai Dzat yang
  maha memaafkan, Wahai Dzat yang maha mengabulkan do’a orang-orang
  yang terdesak, Wahai Dzat yang maha memberi petunjuk, Wahai Dzat yang
  maha menolong orang yang membutuhkan pertolongan, tolonglah kami,
  tolonglah kami, tolonglah kami


                                               Tulisan Arab
26. KAAF HAA YAA ‘AIIN SHOOD KIFAA YATUNAA HAA MIIM ‘AIIN
    SIIN QOOF HIMAA YATUNAA YAA BUNAA TABAAROKA
    HITHOONUNAA YAA SIIN SAKFUNAA WALLAHU MIN
    WARAAIHIM MUHIITH BAL HUWA QUR’AANUM MAJIID FII
    LAUHIMM MAHFUUDZ

  Kaaf haa yaa ‘aiin shood yang mencukupi kami, haa miim ‘ain siin qoof
  pelindung kami, pintu kami berkahkanlah perjalanan kami, yaa siin atap kami
  dan Allah mengawasi dari belakan mereka, yang maha adil, yang mempunyai
  Qur’an yang mulian di lauhim mahfudz.



                                              Tulisan Arab
27. YAA HANAANU YA MANAANU YAA DAYYANU YAA BURHAANU
    YAA BADII’AS SAMAAWAATI WAL ARDHI YAA HAYYU YAA
    QOYYUUMU YAA ARHAAMAR ROOHIMIIN

  Wahai Dzat yang maha mengasihani, Wahai Dzat yang memberi kurnia,
  Wahai Dzat yang maha melunasi hutang, Wahai Dzat yang maha membri alas
  an, Wahai Dzat pencipta langit dan bumi, Wahai Dzzt yang maha hidup,
  Wahai Dzat yang maha berdiri sendiri, Wahai Dzat yang maha mengasihi
  orng-orang yang dikasihi


                                                               Tulisan Arab
28. ALMUHIITHUL ‘ALIIMUR ROBBUSY SYAHIIDUL HASIIBUL
    FA’AALUL KHOLLAAQUL KHAALIQUL BAARI-UL
    MUSHOWWIRU

  Wahai dzat yang maha mengawasi lagi maha mengetahui, Tuhan yang
  menyaksikan serta menghitung lagi melakukan, yang maha mebuat serta
  menciptakan, yang maha membentuk serta membebaskan


                                                Tulisan Arab
29. ALLAHUMMA ANTA ROBBUL ‘ARSYIL ‘ADZIIM MAA SYAA
    ALLAHU KAANA WAMAA LAM YASYA LAM YAKUN LAA HAULA
    WALAA QUWWATA ILLAA BILLAHIL ‘ALIYYIL ‘ADZIIM
    INNALLAHA ‘ALAA KULLI SYAI-IN QODIIR WA INNALLAHA
    TA’AALA QOD AHAATHO BIKULLI SYA-IN ‘ALIIMA

  Ya Allah, Engkau Tuhan ‘arasy yang agung, apa-apa yang Allah kehendaki
  pasti terjadi dan ap-pa yang idak dikehendaki-Nya tidak akan terjadi, tiada
  daya upaya kekuatan kecuali dengan izin Allah yang maha tinggi lagi maha
  agung, sesungguh-Nya Allah maha kuasa atas segala sesuatu dan sesungguh-
  Nya pula Allah telah mengelilingi sesuatu dengan ilmu pengetahuan.


                                              Tulisan Arab
30. YAA NUURON NUURI YAA NUURO KULLAN NUURI YAA
    KHOOLIQON NUURI YAA MAN LAIA KAMISLIHI NUURU
    SUBHAANAKA LAA ILAAHA ILLA ANTAL GHOUTSUL GHOUTSU
    KHOLLISHNAA MINAN NAAR

  Wahai cahaya di atas cahaya, wahai cahaya untuk semua cahaya, wahai
  pencipta cahaya, wahai Dzat yang tidak ada sesuatu cahaya apaun
  menyerupai-Nya, maha suci Engkau, tidak ada Tuhan kecuali Engkau, yang
  menolong melepaskan kami dari api neraka


                                                 Tulisan Arab
31. YAA ALLAHU NI’MAL QORIIBU MUNIIBUS SARIII’U AJIBNAA

  Wahai allah sebaik-baiknya Dzat yang sangat dekat, yang menngabulkan
  do’a, yang maha cepat hitungan_Nya, kabulkanlah do’a kami



                                             Tulisan Arab
32. YAA ROBBANAA YAA ILAAHANAA YAA SAYYIDANAA YAA
    MAULANAA YAA NAASHIRONAA YAA HAFIIDZONAA YAA
    QODIIRONAA YAA DALIILANAA YAA MUGHIITSANAA YAA
    HABIIBANAA SHUBHAANAKA LAA ILAAHA ILLA ANTAL
    GHOUTSUL GHOUTSU KHOLLISHNAA MINAN NAAR
  Wahai tuhan kami, wahai Tuhan kami, wahai baginda kami, wahai raja kami,
  wahai penolong kami, wahai pelindung kami, wahai yang menguasai kami,
  wahai yang memberi petunjuk kami, wahai penolong kami, wahai kekasih
  kami, maha suci Engkau, tiada Tuhan yang patut disembah kecuali Engkau,
  yang menolong kami melepaskan dari api neraka.


                                              Tulisan Arab
33. WA AS-ALUKA BI ASMAAIKA YAA JABBAARU YAA GHOFFARU
    YAA QOHHARU YAA ROZZAAQU YAA ‘ALLAAMU YAA ‘ALIIMU
    SHUBHAANAKA LAA ILAAHA ILLA ANTAL GHOUTSUL
    GHOUTSU KHOLLISHNAA MINAN NAAR

  Aku mohon kepada Mu dengan nama-nama_Mu, waqhai Dzat yang maha
  perkasa,wahai Dzat yang maha pengampun, wahai Dzat yang maha
  mengalahkan, wahai Dzat yang maha memberi rezeqi, wahai Dzat yang maha
  mengetahui, maha suci Engkau, tiada Tuhan selain Engkau, lepaskanlah kami
  dari api neraka


                                               Tulisan Arab
34. MAN YAQUULU ILAIHI SYAIUN KUN FAYAKUUN IF ALLIF YAA
    KADZAA WA KADZAA

  Dzat berfirman kepada sesuatu, jadi maka jadilah, lembutkanlah yang itu dan
  yang itu


                                             Tulisan Arab
35. ALLAHU JABBAARU ALLAHU JADDIIRU JABBAARULLAHU
    JADDIIRULLAHU YAA MU’IIZU YAA ‘AZIIZU

  Allah itu Dzat yang maha perkasa, Allah itu Dzat yabg maha layak, Allah itu
  Dzat yang maha layak, Wahai Dzat yang maha menolong, Wahai Dzat yang
  maha mulia


                                                Tulisan Arab
36. ILAAHI LAYYIN QOLBA MAN RO-AANII WARHAM QOLBA MAN
    ROO-AANII WARZUQNII MAA FII QOLBII WA NAJJINII MIN
    HAADZAL GHOMMI BIROHMTIKA YAA ARHAMAR ROOHIMIIN

  Yaa Tuhanku, lembutkanlah hati orang-orang yang melihatku, kasihanilah
  hati orang-orang yang melihatku dan berilah aku rizqi apa yang ada di hatiku
  sekamatkanlah aku dari kebingungan ini dengan kasih sayan_Mu, Wahai Dzat
  yang sangat mengasihi


                                                                Tulisan Arab
37. YA ALLAH (3 X), HUWAL JALIILUL AKBARI WAL MUHIBBATU
    ‘ALAL MAKHLUUQI BIL AJHAARI WAKFINAA SYARRODZI
    KULLI SYARRI BIHAULIKA WA QUWWATIKA FIL AKBAARI
    BIHAQQI ISMIL ‘ADZOMIL AKBARI LAA HAULA WALAA
    QUWWATA ILLA BILLAHIL ALIYYIL ‘ADZIIM

  Yaa Allah, Yaa Allah, Yaa allah, Allah yang maha besar dan cinta kepada
  makhluk_Nya yang amat jelas, cegahlah kami akan kejahatn dari tiap-tiap
  orang yang berbuat jahat kepada kami, dengan daya upaya_Mu dan
  kekuatan_Mu yang amat besar, dang dengan hak kebesaran nama_Mu yang
  amata agung lagi maha besar, tiada daya upaya kekuatan kecuali dengan izin
  allah yang maha tinggi lagi maha agung.


                                                               Tulisan Arab
38. YAA LATHIIFU (3 X) ULTHUF BINA FII KULLI MAA
    QODDARTAHU

  Wahai Dzat yang maha lembut (3 X), lembutkanlah untuk kami pada tiap-tiap
  apa yang Engkau kegendaki


                                               Tulisan Arab
39. A’UUDZU BINNUURI WAJHIKAL KARIIMIL LADZII ADHOO-AN
    LAHUS SAMAAWAATI WAL ARDHI WA ASROQOT LAHUDZ
    DZULUMAATU WASHOLUHA ILAIHI AMRUD DUNYAA WAL
    AAKHIROTI

  Aku berlindunng dengan cahaya kekuasaan_Mu yang mulia yang menerangi
  langit-langit dan bumi, dan menghilangkan pada_Nya kegelapan dan
  memperbaiki pada_Nya segala urusan dunia dan akhirat


                                                     Tulisan Arab
40. ALLAHUMMA INNII ASALUKA BIHAQQI LUTHFIKA WA
    BILUTHFI SHON’ILLAHI WA BILJAMIILI SYARRILLAHI WA
    DAKHOLTU MAA FII KUN FILLAHI WA SYAAFA’ATU
    ROSUULILLAHI SHOLLALLAHU ‘ALAIHI WASALLAM
    BIYAAHIM (2 X) AHILIN (2 X) AHYASIN (2 X) HUJJIBAT NAFSI
    BIHIJAABILLAHI WA NA’TUHAA BIAAYATILLAHI WABIL
    AYAATIL BAYYINATI WA BIHAQQI MAN YUHYIIL ‘IDZOOMI
    WAHIA ROMIIM

  Yaa Allah, aku mohon pada_Mu dengan kebenaran
  kelembutan/kehalusan_Mu dan kehalusan ciptaan Allah, dari kebagusan
  rahasia Allah, Allah telah masuk pada semua yang ada pada Allah dan
  Rosulullah, Sholawat Allah atas_Nya (pada Beliau) dan salam sejahtera
  biyahin (2 X), ahilin (2 X), ahyasin (2 X) , halangilah diriku dengan
  penghalang Allah dan cegahlah diriku dengan ayat-ayat Allah, dan dengan
  ayat yang jelas den dengan kebenrana Dzat yang menghidupka tulang-tulang
  yang telah hancur


                                               Tulisan Arab
41. ALLAHUMMADFA’ ‘ANNAL GHOLAA-A WAL WABAA-A WA
    KAIDAL KHOOSIRIINA WAL HAASIDIINA WAHJIBNA MAN
    GHOLABANAA MINAL JINNI WAL INSI WAS SULTHOONI WASY
    SYAYAATHIINI WAHFINAA ‘AN A’YUUNIN NAADZIRIINA KAMA
    AHFAITA RUUHA FII JASADINAA WAHFADZNAA FII LIAANIHIM
    WA QUWWATIHIM KAMAA AHFADZTA WA MUHAMMADAN
    SHOLLALLAHU ‘ALAIHI WASALLAM MIN JAMII’IL KAAFIRIINA
    WALHAASIDIINA

  Yaa Allah, cegahlah kami dari berlebih-lebihan dan penyakit menular dan
  dari tipu daya orang yang merugi dan dengki. Dan menangkanlah dari orang-
  orang yang mau mengalahkan kami, dari sebangsa jinm manusia, raja, serta
  setan-setan. Dan sembunyikanlah kami dari pandangan orang yang melihat,
  seperti Engkau menyembunyikan ruh pada tubuh kami, dan jagalah kami pada
  lidah-lidah mereka dan kekuatan meereka , seperti Engkau telah menjaga
  Nabi Muhammad SAW, dari sejumlah orang-orang kafir dan orang-orang
  yang dengki


                                                   Tulisan Arab
42. ALLAHUMMA INNII AS-ALUKA BI ’ADAADI KHOLKIKA BI
    ’IZZATI ‘ARSYIKA BI RIDHAA-I NAFSIKA BI NUURI WAJHIKA BI
    MABLAGHI ‘ILMIKA BI GHOOYATI QUDROTIKA BI BASTHI
    QUDROTIKA BI HAQQI HAQIIQOTI SYUKRIKA BI MUNTAHAA
    ROHMATIKA BI IDROOKI MASYII-ATIKA BI KULLIYATI
    DZAATIKA BI KULLI SIFAATIKA BI ITMAAMI WASFIKA BI
    NIHAAYATI ASMAAIKA BI MAKNUUNI SIRRIKA BI JAMIILI
    SIRRIKA BI JAZIILI SIRRIKA BI KAMAALI MINKA BI GHOIDI
    JUUDIKA BI SYADIIDI ‘ADHBIKA BI SAABIQI ROHMATIKA BI
    A’DAADI KALIMAATIKA BI GHOOYATI BULUUGHIKA BI
    TAFRIIDHI FARDAN NIYYAATIKA BI TAUHIIDI WAAHIDAN
    NIYYATIKA BI BIQAA-I BAQAAIKA BI SARMADIYYATI AU
    QOOTIKA BI ’IZZATI RUBUU BIYYATIKA BI ’UDZMATI
    KIBRIIYATIKA BI JAAHILIKA BI JAALIKA BI AF’AALIKA BI
    AN’AAMIKA BI SIYAADATIKA BI MALKUU NIYYATIKA BI
    JABBARIYYATIKA BIMANNAA NIYYATIKA BI ‘UTHFIKA BI
    LUTHFIKA BI BARRIKA BI IHSAANIKA BI HAQQIKA WA
    BIHAQQI HAQQIKA AN TAJ’AL LANA FARJAN WA MAHROJAN
    WA SYIFAA-AN MINAL HUMUUMI WAL GHUMUUMI WAL
    WABAA-I WAL BALAA-I WAL ‘ANAA-I WA JAMII’AL AAFAATI
    WAL ‘AAHAATI FIDDUNYA WAL AAKHIROTI BIHAQQI KAAF
    HAA YAA ‘AIIN SHOOD WABIHAQQI THOO HAA WA YAA
    SIINWA SHOO WA BIHAQQI HAA MIIM ‘AIIN SIIN QOOF WA
    BIHAQQI INNA FATAHNA LAKA FATHAM MUBIINA
    BIROHMATIKA YAA ARHAMAR RAAHIMIIN
  Yaa Allah, sesungguhnya saya mohon pada_Mu pertolongan sejumlah
  ciptaan_Mu, dengan kemulyaan Arsy_Mu, dengan keridhoan_Mu, dengan
  cahaya Dzat_mu, dengan keinggian ilmu_Mu yang tak terbatas, dengan
  kekuasaan_Mu yang luas, denngan kebenaran_Mu aku besyukur kepada_Mu,
  dengan kemurahan rahmat_Mu dengan memperolehkehendak_Mu, dengan
  semua Dzat_Mu, dengan semua sifat_Mu, dengan kesempurnaan sifat_Mu,
  dengan ketinggian nama_Mu, dengan segala rahasia_Mu, dengan tutupan
  rahasia_Mu, denngan kebagusan rahasia_Mu, dengan banyak rahasia_Mu,
  dengan kesempurnaan diri_Mu, dengan sedikit kebagusan dari pada_Mu,
  denngan dahsyat angkara murka_Mu (kebencian_Mu), denngan limpahan
  kemurahan kasih syang_Mu, dengan sejumlah firman-firman_Mu, dengan
  ketinggia_Mu yang tak terbatas, dengan keputusan_Mu, dengan ke-
  Esaan_Mu, dengan kekkekalan sifat_Mu, dengan tidak terbattas waktu-
  waktu_Mu, dengan kemulyaan sifat ke-Tuhanan_Mu dengan kebesaran sifat
  kesombongan_Mu, dengan pangkat_Mu, dengan ketinggian_Mu, dengan
  perbuatan_Mu, dengan nikmat-nikmat_Mu, dengan keagunagan_Mu, dengan
  kepemimpinan_Mu, dengan kerajaan_Mu, dengan pembinaan_Mu, dengan
  kemurahan_Mu, dengan kelembutan/kehalusan_Mu, dengan kebaikan_Mu,
  dengan kebenaran_Mu agar Engkau jadikan kepada kami sebagai
  kelapangan, dan mempunyai jalan keluar sebagai penawar/obat dari
  kessahan, kebingungan, bala dan semua bahaya di dunia maupun di akhirat,
  dengan kebenaran kaaf haa yaa ‘aiin shood dan dengan kebenaran thoohaa
  dan yaasiin dan shood dan dengan kebenaran inna fatahna laka fathum
  mubiina dengan kasih saying_Mu, wahai Dzat yang maha menyayangi.


                                                 Tulisan Arab
43. ALLAHUMMA BITALA’ LUU-I NUURI BIHAA-I HUJUUBI
    ‘ARSYIKA MIN A’DAA-I IHTAJABTU WA BISYATHWAATIL
    JABBARU MIMMAN YAKIIDUUNII ISTATARTU WA BITHOULISY
    SYADIIDI QUWWATIKA MIN KULLI SULTHOONI
    TAHOSKHSHONTU WA BISAIMUUMI QOYYUMI DAWAAMI
    ABADIYYATIKA MIN KULLI SYAITHOONII ISTA’ADTU WA
    BIMAKNUUNI SIRRI MIN SIRRIKA MIN KULLI HAMMIN WA
    GHOMMA TAKHOLLASHTU YAA HAMALATAL ‘ARSYI ‘AN
    HAMALATAL ‘ALRSYI YAA SYADIIDAL BATHSYI YAA HABISAL
    WAHSI IHBIS ‘ANNI MAN DZOLAMANII WAGHLIB MAN
    GHOLABANII KATABALLAHU LAA AGHLIBANAA ANAA WA
    ROSULII INNALLAHA QOWIYYUN ‘AZIIZ. ALLAHUMMA INNII
    AS-ALUKA BISYIRRI DZAATI WA BIDZAATIS SIRRI HUWA ANTA
    ANATA HUWA LAA ILAAHA ILLA ANTA IHTAJABTU
    BINUURILLAHI WA BINUURI ‘ARSYILLAHI WA BIKULLI
    ASMILLAHI MIN ‘ADUWWI WA ‘ADUWWILLAHI WA MIN KULLI
    SYARRI KHOLKQILLAHI BIMAA-ATI ALFI ALFI ALFI LAA
    HAULA WALAA QUWWATA ILLA BILLAHI KHOTAMTU ‘ALAA
    NAFSI WALLADZIINA WA AHLII WAWAA LIDII WA JAMII’I MAA
    A’THONII ROBBI BIKHOTAMILLAHI ‘AN KUDDUUSIL MAANI’IL
    LADZII KHOTAMA BIHII AFTHOOROS SAMAAWAATI WAL
  ARDHI HASBUNALLAHU WA NIMAL WAKIIL LAA HAULA
  WALAA QUWWATA ILLAA BILLAHIL ‘ALIYYIL ‘ADZIIM

  Yaa Allah, dengan sinar chaya_Mu dan dinding arsy_Mu yang tetap untuk
  musuh-musuh_Mu, aku mohon pelindung dan dengan keperkasaan_Mu dari
  orang-orang yang ingin menipuku, aku mohon kepada_Mu tutupan yang kuat
  dengan kekuatan_Mu, dari semua raja-raja yang dzolim, aku bentengi diriku
  dengan sifat_Mu yang terus menerus dan berdiri selama-lamanya dari pada
  syaithan, aku mohon bantuan-Mu dengan tutupan rahasia dari pada
  rahasia_Mu, dari segala kesedihan dan kebingungan, aku ikhlashkan diriku,
  wahai penjaga arsy, wahai pemukul yang keras, wahai yang memenjarakan
  makhluk yang jahat, tolonglah aku dari orang-prang yang mendzolimi aku,
  dan kalahkanlah orang yang mengalahkan aku. Allah teleh menetapkan
  dengan pasti orang-orang yang aku dengan rosulku telah kalahkan.
  Sesungguhnya Allah maha kuat lagi maha perkasa. Yaa Allah, sesungguhnya
  aku memohon pada_Mu dengan rahasia Dzat_Mu, dan dengan asma-
  asma_Mu (asma Allah) dari semua musuh-musuhku, dari semua musuh-
  musuh Allah dan dari segala keburukan/kejahatan makhluk-makhluk_Mu
  dengan 1.000.000.000 tiada daya dan upaya kecualli dengan kekuatan_Mu
  Yaa Allah. Aku tutup atas diriku, anak-anakku, para ahli-ahliku, dan orang
  tuaku dan para kepada semua orang yang Engkau berikan kepadaku. Tuhanku
  dengan tutupan_Mu tentang larangan kesucian-Mu yang akhir padanya
  memerintah langit dan bumi, cukup kepada_Mu Yaa Allah, aku berserah diri
  dan Engkaulah sebaik-baiknya tempat berserah. Tiada daya dan upaya
  kekuatan melainkan dengan izin Allah yang maha tinggi dan maha agung.


                                                Tulisan Arab
44. YAA DAA FI’U YAA MAANI’U YAA HAAFIIDZU YAA KAIIMU

  Wahai Dzat yang maha menolak, wahai Dzat yang maha mencegah, wahai
  Dzat yang maha menjaga, wahai Dzat yang maha mulia


                                                Tulisan Arab
45. ALLAHUMMA YAA ‘ALIYYU YAA ‘ADZIIMU YAA HALIIMU YAA
    ‘ALIIMU ANTA ROBBII WA ‘ILMUKA HASBII FANI’MAR ROBBU
    ROBBI WA NI’MAL HASBU HASBII TANSURU MAN TASYAA-U
    WA ANTAL ‘AZIIZUL ROHIIM

  Yaa Allah Dzat yang maha tinggi, wahai Dzat yang maha agung, wahai Dzat
  yang maha shabar lagi maha mengetahui Engkau Tuhanku, ilmuku tempat
  berserahku dan sebaik-baiknya Tuhan, Tuhanku dan sebaik-baiknya tempat
  berserah, berserahku. Engkau menolong orang-oraang yang Engkau
  kehendaki, dan Engkau yang maha mulia lagi mha penyayang.


                                             Tulisan Arab
46. ALLAHUMMA AHRUSNAA BIAINIKAL LATII LAA TANAAMU WA
    AKNUFNAA BIKANAFIKAL LADZII LAA YUROOMU
  WARHAMNAA BIKUDROTIKA INNAKA ‘ALAA KULLI SYAI-IN
  QODIIR

  Yaa allah, jagalah kami dengan Dzat_Mu yang tidak tudur dan peliharalah
  kami dengan pemeliharaan_Mu yang tidak pernah meleset dan kasihanilah
  kami dengan kekuasaan_Mu. Sesungguhnya engkau maha kuasa ataas segala
  sesuatu


                                                Tulisan Arab
47. YAA SYADIIDAL BATHSYI YAA JABBARU YAA QOHHARU YAA
    SAIFAL HAIBATI WAS SIDATI W WAAL QUWWATI WAL
    ‘ANAMATI MIN BA-SI JABBAARUUTI ‘IJJATI WWA MAN
    NASHRU ILLAA MIN INDILLAH

  Wahai Dzat pemukul yang palling keras, wahai Dzat yang paling kuat, wahai
  Dzat yang maha perkasa, wahai pedang kewibawaan senjata yang paling
  hebat, dan mencegah dari kerusakan denngan kekuasaan-Nya yang paling
  mulia, dan tidak ada ppertolongan kecuali dari Allah


                                                  Tulisan Arab
48. LAA TUDRIKUHUL ABSHOORU WAHUA YUDRIKUL ABSHOORU
    WAHUAL LATHIIFUL KHOBIIRU ALIF LAAM ROO KAAF HAA
    YAA ‘AIIN SHOOD HAA MIIM ‘AIIN SIIN QOOF ROBBIHKUM BIL
    HAQQI WA ROBBUNAAR ROHMAANUL MUSTA’AANU ‘ALAA
    MAA TASIFUUN

  Dan tidak dapatt dicapai dengan penglihatan, sedangkan Dia dapat mencapai
  segala penglihatan, karena Dia-lah yang maha halus lagi maha mengetahui,
  Alif Laam Roo Kaaf Haa Yaa ‘Aiin Shood Haa Miim ‘Aiin Siin Qoof. Tuhanku
  , adillah dengnan benar, dan Tuhan kami maha penyayang lagi maha
  penolong atas apa-apa yang kamu gariskan


                                              Tulisan Arab
49. YAA HAYYU YAA QOYYUMU TAKHOSSUNAA BIKA FAA
    HAMNAA BIHIMAA YATIKA YAA HALIIMU YAA SATTARU
    WADKHILNAA YAA AWWALU YAA AAKHIRU MAKNUUNI
    GHOBIS SIRRI MAA SYAA ALLAHU LAA HAULA WALAA
    QUWWATA ILLAA BILLAHIL ‘ALIYYIL ‘ADZIIM

  Wahai Dzat yang maha hidup, wahai Dzat yang maha berdiri sendiri, kami
  mohon penjagaan dari-Mu, tetapkanlah kami dengan perlindungan_Mu.
  Wahai Dzat yang maha shabar, wahai Dzat yang maha menutupi dan
  memasukkan kami, wahai Dzat yang maha awal, wahai Dzat yang maha
  akhir, pada tutupan rahasia ghaib_Mu, apa-apa yang Allah kehendaki tidak
  ada daya dan upaya kecuali dengan izin Allah yang maha tinggi lagi maha
  agung
                                               Tulisan Arab
50. YAA HAYYU YAA QOYYUMU YAA DZAL JALAALI WAL
    IKROOMI YAA NUUROS SAMAAWAATI WAL ARDHI YAA
    ZAINAS SAMAAWAATI WAL ARDHI YAA JABBAROS
    SAMAAWAATI WALARDHI YAA ‘AMIIDAS SAMAAWAATI
    WALARDHI YAA BADII’AS SAMAAWAATUI WAL ARDHI YAA
    QOYYAMAS SAMAAWAATI WAL ARDHI YAA DZAL JALAALI
    WAL IKROOMI YAA SARIIKHOL MUSTASHRI KHIINA
    WAMUNTAHAL ‘AA-IDIINA WAL MUFARRIJA ‘ANIL
    MAKRUUBIINA WAL MUROWWIHA ‘ANIL MAHMUUMIINA WA
    YAA KAASIFAL KURBI YAA ILAAHAL ‘AALAMIINA WA YAA
    ARHAMARROOHIMIIN

  Wahai Dzat yang maha hidup, wahai Dzat yang maha berdiri sendiri, wahai
  Dzat yang maha mulia, wahai Dzat cahaya langit dan bumi, wahai Dzat yang
  maha perkasa atas langit dan bumi, wahai Dzat sebagai sandaran langit dan
  bumi, wahai Dzati pembagus langit dan bumi, wahai Dzat yang mulia, wahai
  Dzat yang maha mendengar terhadap teriakan orang yang meminta
  pertolongan, dan sebagai akhir tempat kembalinya orang-orang, wahai Dzat
  yang membebaskan orang-orang yang dalam kesusahan, dan yang
  menggembirakan orang-orang yang dalam ke-adaan sedih/bingung, wahai
  penerima do’a orang-oraang yang dalam ke-adaan bahaya, wahai pembuka
  kesukaranku, wahai Tuhan semesta alam, wahai Dzat yang maha pengasih


                                               Tulisan Arab
  BISMILLAHIR ROHMAANIR ROHIIM
  ASYHADU ALLAA ILAAHA ILLALLAH
  WA ASYHADU ANNA MUHAMMADAR ROSUULULLAH
  INNA LILLAHI WA INNA ILAIHI ROOJI’UUN ‘ABDUL JABBAR
     4.   Ayat Alat
          Setelah selesai membaca do’a hikam dilanjutkan dengan do’a alat
          sambil mengangkat tangan

                                                             Tulisan Arab
1. A’UDZU BILLAHI MINASY SYAITHOONIR ROJIIM

                                                             Tulisan Arab
2. BISMILLAHIR ROHMAANIR ROHIIM (3 X)

                                            Tulisan Arab
3. ASYHADU ALLAA ILAAHA ILLALLAH WA ASYHADU ANNA
   MUHAMMADAR ROSUULULLOH

                                                             Tulisan Arab
4. INNA LILLAHI WA INNA ILAIHI ROOJI’UUN

                                                             Tulisan Arab
5. YAA MU’IZZU YAA ‘AZIIZU

                                                             Tulisan Arab
6. YAA JABBARU YAA QOHHARU

                                                             Tulisan Arab
7. YAA JABBARU YAA JADDIRU

                                                             Tulisan Arab
8. ALLAHU JABBARU ALLAHU JADDIIR

                                                             Tulisan Arab
9. YAA HANNANU YAA MANNANU YAA BURHAAM

                                              Tulisan Arab
10. YAA KAAFI YAA WAAFI YAA MU’AAFI ALLAHU KAAFI ALLAHU
    WAAFI

                                                             Tulisan Arab
11. YAA MAN TAQOMNAA YAA SYADIIDAL BATHSYI

                                              Tulisan Arab
12. YAA MUNTAQIIMU YAA BA’IITSU ASTAGHFIRULLAH

                                          Tulisan Arab
13. YAA MUHAMMAD FALAA TABLUGHUL AUHAAMU KULLA
    KUNHI TSANAA IHI WA MAJDIH

                                               Tulisan Arab
14. BISMILLAHI ALLAHUMMA YAA ALLAH (4 X) YAA MUHAMAD (4
    X)
                                              Tulisan Arab
   15. YAA ALLAH YAA ROSUULALLAH YAA MUHAMMAD (47 X)

                                                                       Tulisan Arab
       LAA ILAAHA ILLALLAH (3X)

                                                                       Tulisan Arab
       ‘ABDUL JABBAR

Do’anya :
Mohon Rahmat dan pertolongan atas diri saya . . . saya mohon hijib Allah, saifullah,
hijbullah, saifullah, mohon syafa’at dan manfa’at dari nabi – nabi dan rosul – rosul,
dari Nabi Muhammad SAW dan para sahabat –sahabatnya, Sayyidina Abu Bakkar,
Sayyidina ‘Ummar, Sayyidina Utsman, dan Sayyidina ‘Ali, mohon karomahnya
daripada guru – guru saya, ibu bapak saya serta leluhur – leluhur saya melalui Asma
‘Abdul Jabbar, supaya nyata buktui atas diri saya karena ‘Abdul Jabbar (sedot melalui
mulut tahan di dada sejenak turunkan ke perut dan dilepas perlahan-lahan)
           5.      Ayat Kebutuhan

                                          Tulisan Arab
YAA MUHAMMADU FALAA TABLUGHUL AUHAAMU KULLA KUNHI
TSANAA IHI QA MAJDIH
BISMILLAHI ALLAHUMMA YAA ALLAH (4 X)
YAA MUHAMMAD (3 X)

Dibaca sebanyak 101 kali yaitu denggan cara diwirid biasa dan 11 kali dengan angkat
tanggan (do’a)

Do’anya :
Mohon Rahmat dan pertolongan atas diri saya . . . mohon . . . (niat/hajat kita supaya
nyata bukti atas diri saya melalui asma ini )

                                              Tulisan Arab
YAA ALLAH YAA ROSUULALLAH YAA MUHAMMAD (47 X 7)

Di baca sebanyak 47 kali X 7 kali dengan cara di wirid biasa sebanyak 47 kali X 6
dan 47 kali X 1 dengan angkat tangan (do’a). *do’anya sama yang di atas


           6.      Do’a Masalah

Posisi tangan tapak jala

                                              Tulisan Arab
YAA JABBARU YAA QOHHARULLAHU JADDIIRU YAA ‘ABDUL JABBAR
(3 X)

Di baca 3 kali, sebut maslah . . . sedot dari mulut, tahan sambil niat. Mohon . . .
(niat/hajat kita) supaya nyata bukti atas diri saya melalui asma ‘Abdul Jabbar. LAA
ILAAHA ILLALLAH . . . 3 X (kepalan tangan dikuatkan), lepas perlahan (kepalan
tangan dibuka) sambil membaca LAA ILAAHA ILLALLAH . . . (baca dalam hati,
supaya nyata bukti atas diri saya*) dilakukan terus berulang-ulang sampai merasa
cukup/puas. Sedot . . . tahan (posisi tangan mengepal). “supaya nyata buktu atas diri
saya” . . . ‘ABDUL JABBAR 3 X (kepalan dikuatkan), lalu lepas perlahan-lahan
dengan dikasih hawa, setelah selesai langsung membaca ALHAMDULILLAHI
ROBBIL ‘AALAMIIN, ARROHMAANIR ROHIIM, MAALIKI YAU
MIDDIIN, IYYAAKA NA’’BUDU WA IYYAKA NASTA’IIN, angkat
tangan/baca diteruskan . . . IHDINASH SHIROOTHOL MUSTAQIIM,
SHIROOTHOL LADZIINA AN’AMTA ‘ALAIHIM GHOIRIL
MAGHDHUUBI ‘ALAIHIM WALLADH DHOOOLLLIIN. ALIF LAAM
MIIM tangan lebih dikencangkan, rasakan getarannya . . . sedot dari hidung . . . tahan
(posisi tangan diletakkan di atas dada) baca DZAALIKAL KITAABU LAA RIBA
FIIHI HUDAL LIL MUTTAQIIN. ALLADZIINA YU-MINUUNA BIL GHOIBI
WA YUQIIMUUNASH SHOLAATA WA MIMMAA ROZAQNAAHUM
YUNFIQUUN. WALLADZIINA YU-MINUUNA BIMAA UNZILA ILAIKA
WAMAA UNZILA MIN QOBLIK. WA BIL AAKHIROTI HUM
YUUQINUUN. ULAA IKA ‘ALAA HUDAMMIR ROBBIHIM WA ULAA-IKA
HUMUL MUFLIHUUN . . . napas ke perut . . . lepas perlahan-lahan.

Catatan : Do’a/niat maslah sebaiknya pada 4 waktu sholat diperuntukkan untuk
kebutuhan orang lain atau keluarga serta orang-orang yang membutuhkan. Satu
waktu lagi untuk kebutuhan pribadi.


           7.      Ayat Penetapan

                                               Tulisan Arab
ASH SHOLAATU WASSALAAMU ‘ALAIKA YAA SAYYIDI YAA
ROSUULALLAH KHUD BIYADII QOLLAT HILLATII ADRIKNII

Caranya :
Diwirid sebanyak 13 kali, kemudian dibaca kembali sebanyak 3 kali sambil angkat
tangan/do’a. Tahan . . . dan rasakan gerakannya . . . sedot melalui mulut . . . tahan . . .
sambil membaca ayat penetapan sekali lagi . . . kemudian tekan.

                                                 Tulisan Arab
MAN YAQUULU ILAIHI SYAI-IN KUN FAYAKUUN IF ALLIU YAA
KADZAA WA KADZAA

Caranya :
Diwirid sebanayk 13 kali, kemudian dibaca kembali sebanyak 3 kali, sambil angkat
tangan/do’a. Tahan . . . dan rasakan getarannya. Sedot melalui mulut . . . tahan . . .
baca MAN YAQUULU ILAIHI SYAI-IN KUN FAYAKUUNU . . . tekan/pompa.
Tahan . . . IF ALIF . . . kepalan tangan sambil nafas dibuka perlahan . . . baca YAA
KADZAA WA KADZAA

           8.      Do’a IKRAR

Posisi jari tangan menyatu

                                                                            Tulisan Arab
A’UUDZU BILLAHI MINASY SYAITHOONIR ROJIIM

                                                                            Tulisan Arab
BISMILLAHIR ROHMAANIR ROHIIM (3 X)

                                                                            Tulisan Arab
ASYHADU ALLAA ILAAHA ILLALLAH WA ASYHADU ANNA
MUHAMMADAR ROSUULULLAH

                                                                            Tulisan Arab
INNAA LILLAHI WA INNAA ILAIHI ROOJI’UUN

                                                                            Tulisan Arab
                                                                            Tulisan Arab
YAA JABBAARU YAA QOHHARULLAHU JABBAARULLAHU JADDIIRU
(3 X)

                                                                            Tulisan Arab
YAA ‘ABDUL JABBAAR (3 X)

                                                                            Tulisan Arab
LAA ILAAHA ILLALLAH (3 X)

Caranya :
                   a.       Wirid Ikrar (selama 7 hari)
Diwirid sebanyak 13 kali, caranya setiap awal hitungan sebut “IKRAR” kemudian
baca yat IKRAR. Setelah selesai, baca kembali sebanyak 3 kali dengan menyebut
IKRAR pada setiap awal hitungan dibaca sambil angkat tangan/do’a.

Do’anya :
Mohon Rahmat dan pertolongan atas diri saya, saya mohon kekuatan, keimanan,
perezeqian, hokum-hukum atau hikmah, janji-janji allah atas diri saya.
Tahan . . . ikuti gerakan tangan, kemudian disedot melalui mulut. Tahan, baca
kembali permohonan di atas dallam hati (mengharap janji-janji allah Ta’ala kepada
diri kita) tahan sekuatnya. Hisap melalui hidung, tahan nafas (niat dalam hati untuk
hasil, setelah Allah penuhi janji-janji kita pada diri sendiri, keluarga dan orang yang
membutuhkan), lepas perlahan-lahan.

                     b.       Penafasan Tiga Belas Titik (selama 40 hari tanpa putus)
Bacaan IKRAR di atas diwirid 13 kali, caranya sama dengan di atas dengan menyebut
“IKRAR” setiap awal hitungan wirid. Kemudian baca 3 kali lagi sambil angkat
tangan/do’a, MOHON RAHMAT DAN PERTOLONGAN ATAS DIRI SAYA,
mohon :
    1. KEKUATAN
       Tahan . . . ikuti gerakan tangan . . . sedot/hisap melalui mulut . . . tahan nafas .
       . . salurkan ke 13 titik pernafasan yang mulai dari : KEPALA/OTAK,
       TELINGA, MATA, HIDUNG, MULUT, TENGGOROKAN, TANGAN
       (s/d lengan), DADA, HATI, PERUT, PAHA, (s/d lutut), KAKI (dari lutut
       s/d jari jempol), sedot/hisap kembali melalui hidung, tahan dan slurkan
       kembali ke 13 titik pernafasan mulai dari UJUNG JARI JEMPOL sampai
       dengan ke KEPALA/OTAK, kemudian lepas perlahan-lahan.

   2. KEIMANAN

   3. PEREZEKIAN


   4. HUKUM-HUKUM dan HIKMAH

   KETERANGAN :
   Untuk permohonan/do’a berikutnya, dilakukan satu persatu dengan cara yang
   sama dengan permohonan pertama (KEKUATAN).

            9.     ANTA MUWTU QOBLAL MAUTU (AMQM)
         Posisi jjari tangan menyatu.
         Bacaan ayat alat :
         1. A’UUDZU BILLAHI MINASY SYAITHAANIR ROJIIM
         2. BISMILLAHIR ROHMAANIR ROHIIM
         3. ASYHADU AN LAA ILAAHA ILLALLAH WA SYHADU ANNA
             MUHAMMADAR ROSUULULLAH
         4. INNA LILLAHI WA INNA ILAIHI ROOJI’UUN
         5. YAA MU’IZZU YAA ‘AZIIZU
         6. YAA JABBARU YAA QOHHAARU
         7. YAA JABBARU YAA JADDIIRU
         8. ALLAHU JABBARU ALLAHU JADDIIR
         9. YAA HANNANU YAA MANNAANU YAA BURHAAMU
         10. YAA KAAFI YAA WAAFI YAA MU’AAFI ALLAHU KAAFI
             ALLAHU WAAFI
         11. YAA MANTAQOMNA YAA SYADIIDAL BATHSI
         12. YAA MUNTAQIIMU YAA BA’ITSU ASTAGHFIRULLAH
         13. YAA MUHAMMADU FALAA TABLUGHUL AUHAAMU
             KULLA KUNHI TSANAA-IHI WA MAJDIIHI
         14. BISMILLAHI ALLAHUMMA YAA ALLAH (4 X), YAA
             MUHAMMAD (3 X)
         15. YAA ALLAH YAA MUHAMMAD YAA ROSUULALLAH (47 X)

  o Dzikir 5 x nafas
           Sedot malalui hidung, lepas melalui mulut sambil mengucap LAA
           ILAAHA ILLALLAH, sedot melalui hidung, lepas melalui mulut
           sambil mengucap          LAA ILAAHA ILLALLAH. Ulangi sampai 5
           kali, setelah selesai, pada hitungan ke-5, sedot/hisap kembali melalui
           mulut (sambil membaca LAA ILAAHA ILLALLAH di dalam hati
           sebanyak 5 kali), tahan nafas (tidak boleh bocor), baca ayat no
           3,5,7,9,11,13,15

         •   ASYHADU AN LAA ILAAHA ILLALLAH WA ASYHADU
             ANNA MUHAMMADAR ROSUULULLAH
         •   YAA MU’IZZU YAA ‘AZIIZU
         •   YAA JABBARU YAA JADDIIR
         •   YAA HANNANU YAA MANNANU YAA BURHAAMU
         •   YAA MANTAQOMNA YAA SYADIIDAL BATHSYI
         •   YAA MUHAMMADU FALAA TABLUGHUL AUHAAMU
             KULLA KUNHI TSANAA IHI WA MAJDIHI
         •   YAA ALLAH YAA ROSUULALLAH YAA MUHAMMAD 47 X

  o Dzikir 10 x nafas
    Sama seperti cara 5 x nafas (di ulang 10 x)
  o Dzikir 15 x nafas
    Sama seperti cara 5 x nafas (di ulang 15 x)

Kemudian membaca do’a di bawah ini :
  • BISMILLAHIR ROHMAANIR ROHIIM -> 1 kali
  • YAA MU’IZZU YAA AZIIZ            -> 2 kali
   •   YAA JABBAAR YAA QOHHAR -> 2 kali
   •   YAA JABBAAR YAA JADDIR -> 2 kali
   •   ANTAL MUUTU QOBLAL MAUTU

Tahan, ikuti gerakan tangan, sedot pakai mulut (posisi tangan mengepal di atas dada,
sambil niat ANTA MUUTU QOBLAL MAUTU ‘MATI SEBELUM MATI
HARUS MI’RAJ DULU’. Tahan, baca ALLAHU JABBAARU ALLAHU
JADDIRU (3 X), sedot pakai mulut sambil baca ‘LAA ILAAHA ILLALLAH’.
Kemudian sedot/hisap lagi melalui hidung, tahan dan dzikir LAA ILAAHA
ILLALLAH (50 X), (nafas jangan sampai bocor).
Nafas perlahan-lahan.
Jika kurang puas ulangi kembali dari atas hingga 13 x.
                               BAB III
                            PENGAJARAN

1. Ta’uth
   Setelah disampaikan mengenai dasar, tujuan dan pengertian Asma ‘Abdul
   Jabbar, calon murid yang ingin belajar siap untuk di “Ta’uth”


   Niat
   Untuk petunjuk, membaca do’a maslah.
   YAA JABBARU YAA QOHHAARU ALLAHU JABBAR ALLAHU
   JADDIIR YAA ABDUL JABBAAR, YAA ‘ABDUL JABBAR, YAA
   ‘ABDUL JABBAAR. Di ulang 3 x
   Masah. Sedot tangan mengepal.
   Laporan maslah si A bi si dalam tekad niatnya mempelajari Asma ‘Abdul
   Jabbar, mohon diturunkan dn dinyatakan besar kecilnya zakat kifarat
   pembersihan dirinya si A bin si B (tahan sejenak/konsentrasi), kepalan
   dikuatkan.
   Mohon kekuatan, ke-imanan, perezekian dan hokum-hukum/hikmah pada
   dirinya.
   Mohon izinnya kepada yang mempunyai H. Mama Amilin bin H. Sarbini,
   Sukirman bin Suta Tirta Wijaya (sebut silsilah guru masing-masing).
   AL FATIHAH
   LAA ILAAHA ILLALLAH (3 X), sambil kepalan dilepas, kasih hawa. ASH
   SHOLAATU WASSALAMU ‘ALAIKA YAA SAYYIDI . . .ADRIKNI.
   MAN YAKUULU ILAIHI SYAI-UN KUN FAYAKUN . . . tiup. IF ALIF
   sedot tangan mengepal, lepas kasih hawa, YAA KADZA WA KADZA.

   A. ANGAT TANGAN KE 1 (IKRAR)
      Posisi guru berhadapan denngan murid denngan posisi tangan berbentuk
      TAPAK JALA (memencar).
      Murid mengikuti ucapan guru :
      Dengan ridho ikhlash penuh ketekatan saya niat mempelajari ASMA
      ‘ABDUL JABBAR pada diri saya, saya mohon apa yang menjadi
      halangan, hambatan dan gangguan pada diri saya da’jal – da’jal dunia,
      saya mohon dibersihkan sebersih-bersihnya dan apa tekad niat saya
      dallam permohonan saya supaya nyata bukti atas diri saya melalui
      ASMA ‘ABDUL JABBAR.

       Guru :
       Baca maslah 1 X
       Maslah. Tangan mengepal, mohon apa yang menjadi halangan, hambatan
       dan ganggguan atas diri saya A bin si B dari da’jal-da’jal dunia dalam
       tekad niatnya mempelajari ASMA ‘ABDUL JABBAR, mohon
       dibersihkan dengan sebersih-bersihnya, dan apa tekad niatnya dalam
       permohonannya supaya nyata bukti atas ddirinya melalui ASMA
       ‘ABDUL JABBAR. LAA ILAAHA ILLALLAH (3 X) lepas kasih
       hawa, baca ASH SHOLAATU . . . MAN YAKUULU ILAIHI SYAI-
       UN KUN FAYAKUN, tiup . . .IF ALIF, sedot tangan mengepal. Lepas
       YAA KADZA WA KADZA.
B. ANGKAT TANGAN KE 2 (TA’UTH)
   A’UDZU BILLAHI MINASY SYAITHAANIR ROJIIM
   BISMILLAHIR ROHMAANIR ROHIIM
   ASYHADU AN LAA ILAAHA ILLALLAH, WA ASYHADU ANNA
   MUHAMMADAR ROSUULULLAH
   INNA LILLAHI WA INNA ILAIHI ROOJI’UUN
   YAA JABBAR, YAA QOHHAR, ALLAHU JABBAR
   ALLAHU JADDIR (3 X)
   YAA ‘ABDUL JABBAR (3 X)

    Do’anya :
    Saya mohon rahmat dan pertolongan ataas diri saya. Saya mohon apa
    yang menjadi halangan, hambatan dan gangguan dari da’jal-da’jal dunia.
    Saya mohon dibersihkan dengan sebersih-bersihnya dan apa segala dosa-
    dosa saya senngaja atau tidak sengaja mohon diampunkan karena
    ‘ABDUL JABBAR. Sedot.

    Guru :
    Baca maslah 1 X. Niat sama dengan yang di atas.
    Caranya sama dengan angkat tangan ke 1.

 C. ANGKAT TANGAN KE 3 (TA’UTH II)
A’UDZU BILLAHI MINASY SYAITHAANIR ROJIIM
BISMILLAHIR ROHMAANIR ROHIIM
ASYHADU AN LAA ILAAHA ILLALLAH, WA ASYHADU ANNA
MUHAMMADAR ROSUULULLAH
INNA LILLAHI WA INNA ILAIHI ROOJI’UUN
YAA MUHAMMADU FALAA TABLUGHUL AUHAAMU KULLA
KUNHI TSANAA IHI WA MAJDIHI
BISMILLAHI ALLAHUMMA, YAA ALLAH, (4 X), YAA
MUHAMMAD (3 X)
YAA ‘ABDUL JABBAR (3 X)

Do’anya :
Saya mohon rahmat dan pertolongan ataas diri saya. Mohon dijembarkan dan
diluaskan pikiran saya, dilapangkan hati saya, dan saya mohon dimudahkan,
ditingkatkan dan dilimpahkan upaya perizqian saya dalam limpahan
Rahmat_Mu. Saya mohon diselamatkan dari dunia sampai akhirat serta kedua
orang tua saya, karena ‘ABDUL JABBAR. Sedot.

Guru :
Baca maslah 1 X. Niat diulangi kembali seperti di atas, caranya sama dengan
ta’uth ke I.

D. ANGKAT TANGAN KE 4 (TA’UTH III)
A’UDZU BILLAHI MINASY SYAITHAANIR ROJIIM
BISMILLAHIR ROHMAANIR ROHIIM
ASYHADU AN LAA ILAAHA ILLALLAH, WA ASYHADU ANNA
MUHAMMADAR ROSUULULLAH
   INNA LILLAHI WA INNA ILAIHI ROOJI’UUN
   YAA ALLAH YAA ROSUULALLAH YAA MUHAMMADU (3 X)
   YAA ‘ABDUL JABBAR (3 X)

   Do’anya :
   Saya mohon rahnat pertolongan atas diri saya, saya mohon diselamatkan ibu
   bapak saya, ahli-ahlli saya serta sudara-saudara saya dari dunia sampai akhirat
   karena ‘ABDUL JABBAR *) sedot. (khusus bila murid masih bujanngan dan
   orang tua lengkap).

   Guru :
   Baca maslah 1 X. Niat diulangi kembali seperti di atas.
   Caranya sama dengan ta;uth I.
   AL FATIHAH (untuk murid) Guru : (sedot) berdo’a untuk si murid lepas
   baca :

                                                                       Tulisan Arab
   LAA FATAA ILLAA ‘ALAA WALAA SAIFA ILLAA DZULFAQQOR
   *) bila si murid telah berkeluarga do’anya sebagai berikut :
   Saya mohon rahmat dan pertolongan atas diri saya, saya mohon diselamatkan
   ibu bapak saya, anak serta istri saya, ahli-ahli saya serta saudara-saudara saya
   dari dunia sampai akhirat karena ‘ABDUL JABBAR.

   *) bila si murid yatim (orang tuanya telah almarhum), do’anya sebagia berikut
   :
   Saya mohon rahmat dan pertolongan atas diri saya , saya mohon diampuni
   dosa-dosa kedua ibi bapak saya dan angkat derajat mereka setinggi-tingginya,
   diselamatkan anak istri saya, saudara-saudara saya serta ahli-ahli saya dari
   dunia sampai akhirat karena ‘ABDUL JABBAR.

2. Zakat Kifarat Pembersihan Diri
   Zakat kifarat bukan merupakan suatu syarat dalam mempelajari ASMA
   ‘ABDUL JABBAR, tetapi merupakan suatu kesadaran akan kewajiban antara
   si murid dengan guru. Zakat kifarat disampaikan besar kecilnya dan
   berdasarkan kesanggupan murid atau tekadnya.

   Do’a menerima zakat :
   Posisi uang dipegang pada kedua ujungnya.
   Baca do’a maslah 1 X, niatnya :
   ‘Saya terima denngan ridho ikhlash zakat kifarat pembersihan diri si A
   bin si B sebesar . . . sebagai . . . (tanda sanggup atau pelunasan), supaya
   nyata bukti atas diri saya melalui ASMA ‘ABDUL JABBAR. LAA
   ILAAHA ILLALLAH (3 X), lepas kasih nyawa, ASH SHOLAATU
   WASSALAAMU . . . MAN YAQUULU.

   Angkat tangan.
   Dengan ridho ikhlash penuh ketekatan, saya niat mengeluarkan zakat kifarat
   pembersihan diri saya sebesar . . . sebagai tanda sanggup saya mempelajari
   ASMA ‘ABDUL JABBAR kepada diri saya supaya nyata bukti dalam tekad
   saya dan permohonan saya melalui ASMA ‘ABDUL JABBAR.
   Guru :
   Baca maslah 1 X, niatnya sama dengan di atas. Saya terima.

3. Penambahan Ayat dan Tata Cara Do’a
   Setelah selesai di ta’uth, diberikan ayat ‘alat. Caranya sebagia berikut :
   A. Pemberian ayat alat secara bertahap (dua ayat atau sesuai kebutuhan)
       dalam satu minggu (7 hari), didzikir 13 X setiap satu ayat. Setelah selesai
       didzikir, angkat tanngan seperti posisi orang berdo’a dan membaca
       kembali ayat yang telah diberikan.
   B. Untuk pertama kali diberikan empat ayat dari ayat ‘alat (ayat ta’uth) yaitu :
       a.      A’UDZU BILLAHI MINASY SYAITHOONOR ROJIIM
       b.      BISMILLLAHIR ROHMAANIR ROHIIM (3 X)
      c.       ASYHADU AN LAA ILAAHA ILLALLAH WA ASYHADU
               ANNA MUHAMMADAR ROSUULULLAH
      d.       INNA LILLAHI WA INNA ILAIHI ROOJI’UUN YAA
               ‘ABDUL JABBAR (3 X).

   Diwirid 13 X 7 hari.
   Penambahan ayat selanjutnya sebanyak dua ayat.
   1. YAA MU’IZZU YAA ‘AZIIZU
   2. YAA JABBARU YAA QOHHAARU

   Diwirid 13 X, kemudian dibaca kembali dari ayat ke 1 sambil angkat
   tangan/do’a. Ditutp dengan YAA ‘ABDUL JABBAR (3 X).

   Contoh :
   a. A’UDZU BILLAHI MINASY SYAITHOONOR ROJIIM
   b. BISMILLLAHIR ROHMAANIR ROHIIM
   c. ASYHADU AN LAA ILAAHA ILLALLAH WA ASYHADU ANNA
      MUHAMMADAR ROSUULULLAH
   d. INNA LILLAHI WA INNA ILAIHI ROOJI’UUN
   e. YAA MU’IZZU YAA ‘AZIIZU
   f. YAA JABBARU YAA QOHHARU YAA ‘ABDUL JABBAR (3 X).

   Do’anya :
   Mohon rahmat dan pertolongan atas diri saya, saya mohon . . . (sebut niat/hajat
   kita) supaya nyata bukti atas diri saya karena ‘ABDUL JABBAR, sedot
   melalui mulut lwpas kasih hawa.

   Menambahkan ayat selanjutnya sama dengan di atas, ayat kewajiban dulu,
   kemudian dibaca 1 kali lagi dimulai dari ayat ke 1 ditutup dengan YAA
   ‘ABDUL JABBAR (3 X).

   C. Do’a Untuk Ayat Alat (15 Ayat)
      Mohon rahmat dan pertolongan atas diri saya, mohon . . . (niat kita) supaya
      nyata bukti pada diri saya karena ‘ABDUL JABBAR.

   D. Gabungan Ayat Alat (15 Ayat)
      1. Di-dzikir dari ayat prtama sampai terakhir (15 ayat) satu persatu
         sebanyakk 13 kali selama satu minggu (7 hari)
      2. Diwaktu angkat tangan (permohonan) ditambah LAA ILAAHA
         ILLALLAH (dibaca 3 X) dan ditutup dengan ‘ABDUL JABBAR (3
         X).
      3. Diperagakan gerakannya setiap satu ayat, satu persatu (1-15)
      4. Peragaan tersebut dilaporkan dan diperagkan ke petunjuk.

4. Pelekotan Ayat Alat (15 ayat)
   1. Tujuannya, melekotkan atau menyatukan uyat-ayat yang telah diamalkan
      supaya menjadi satu pada diri si murid untuk dipunyai sendiri, dan
      bertanggung jawab dari dunia sampai akhirat atau dari yaqin menjadi
      ‘ainal yaqin.
   2. Laporkan maslah (tata cara pelekotan)
   3. Ssanggup mengeluarkan zakat pelekotan pembersihan dirinya antara si
      murid dengan si guru, dipegang tanda sanggupnya.
   4. Mengikuti tata cara pelekotan tersebut.

5. Ayat Kebutuhan
   a. Bacaannya
      i. Yaa Muhammad falaa tablughul auhaamu kulla kunhi tsanaa ihi wa
             majdihi bismillahi Allahumma Yaa Allah (4 X), Yaa Muhammad
             (1 X) dengan cara 90 X diwirid, 11 X angkat tangan dan ditutup
             do’a.
      ii. Yaa Allah Yaa Rosuulullah Yaa Muhammad dengan cara 47 X 6
             diwirid, 47 X 1 sambil angkat tangan dan ditutup do’a.

             Do’anya :
             Mohon rahmat pertolongan atas diri saya, mohon . . . (niat/hajat
             kita) supaya nyata bukti atas diri saya, melalui asma ini.
      iii. Mengerjakan amalan dianjurkan di satu waktu saja. Waktu yang paling
             baik dikerjakkan pada waktu ashar, selama satu minggu tidak boleh
             putus.
   b. Tujuannya
      i. Untuk meningkatkan apa segala niat hajat dalam mempelajari ASMA
             ‘ABDUL JABBAR meningkat dalam bidang yang diinginkan
             (kebutuhan untuk keluarga, pribadi umum, dll)
      ii. Untuk diberikan orang diluar yang mempelajari ASMA ‘ABDUL
             JABBAR (contoh : unruk orang yang berobat, baru ingin belajar,
             dll).

                  TATA CARA PELEKOTAN ALAT

   Membaca maslah
   Sebut maslah. Laporan maslah tekad niatnya si A bin si B melekotkan
   menyatukan ayat-ayat yang telah diamalkan melalui ASMA ‘ABDUL
   JABBAR, supaya nyata dapat menjadi satu bias menyelamatkan dari dunia
   sampai akhirat, saya mohon diturunkan zakat kifarat pelekotannya (tahan),
   supaya nyata bukti dalam hidupnya. Mohon diturunkan, ditingkatkan
   kekuatan, keimanannya, mohon rahmat dan pertolongan, syafa’at, manfa’at,
   karomah dan mu’jizat atas dirinya dan mohon izin kepada yang mempunyai
   Mama H. Amilin bin H. Sarbini (al fatihah), terus baca LAA ILAAHA
   ILLALLAH 3 X, lepas kasih hawa.

   Angkat tangan (si A bin si B)
   Dengan ridho ikhlash penuh ketekatan saya niat melekotkan dan menyatukan
   daripada ayat-ayat yang telah saya amalkan melalui ASMA ‘ABDUL
   JABBAR supaya lekot menjadi satu, bias menyelamatkan dari dunia sampai
   akhirat. Apa tekad dan permohonan saya, supaya nyata bukti dalam hidup saya
   melalui ASMA ‘ABDUL JABBAR, sedot . . . .

   Untuk Guru :
   Baca maslah 1 X dibarengi niat di atas, kirim LAA ILAAHA ILLALLAH 1
   X, baca ASH SOLAATU . . .s/d selesai, lepas kasih hawa. Dilanjutkan, baca
   MAN YAQUULU ILAIHI SYAI-UN KUN FAYAKUN IF ALIF (sedot,
   tahan) kemudian lepas YAA KADZA WA KADZA.

   Angkat tangan (si A bin si B)
   Baca ayat satu persatu dari ayat alat 1 s/d 15/ masing-masing tiga kali di akhiri
   ucapan mohon masuk likot atas diri saya, tangan ditegakkan, rasakan
   getarannya, sedot melalui mulut, tekan.

   Untuk Guru ;
   Baca lagi ayat yang disebut 1 X. Lalu baca LAA ILAAHA ILLALLAH 1 X.
   Niat di atas, baca maslah 1X, baca ASH SHOLAATU WASSALAAMU . . .
   ADRIKNI (tiup, gentak), lepas baca MAN YAQUULU ILIHI SYAI-UN
   KUN FAYAKUN, IF SLIF (sedot, tahan), YAA KADZA WA KADZA
   (tiup, gentak).
   Baca : LAA ILAAHA ILLALLAH 3 X, mohon masuk, selanjutnya ASH
   SHOLAATU . . . (tiup, gentk), MAN YAUULU ILAIHI SYAI-UN KUN
   FAYAKUN IF ALIF (sedot, tahan) YAA KADZA WA KADZA (tiup,
   gentak). Al fatihah untuk murid, guru membaca maslah 1 X niatkan, lalu tiup
   lepas kasih hawa.

   •   Penyampaian zakat kifarat pelekotan alat kepada si murid berdasarkan
       kesanggupannya. Adapun do’anya sama dengan do’a menerima zakat
       kifarat pembersihan diri.

6. Ayat Masalah
   Diberikan kepada murid yang telah selesai ayat alat dan memang sasuai atau
   pantas unttuk menerima ayat maslah.

   Posisi tangan seperti tapak jala.
   YAA JABBARU YAA QOHHARU, ALLAHU JABBAR, ALLAHU
   JADDIIR, YAA ‘ABDUL JABBAR (3 X).

   Caranya :
   • Diwirid sebanyak 13x6, padda sat do’a dibaca 13x1 dengan focus yang
      berbeda setiap satu minggu.
•     Lama pengamalan selama 21 hari, tidak boleh putus, dibagi dengan tiga
      fokus untuk tiap minggunya.
•     Fokus-1, fokus-2 dan fokus-3. Dua fokus dengan niat bebas sesuai dengan
      kebutuhan/maslah yang dihadapi. Salah satu fokus dari tiga fokus harus
      diniatkan untuk KESELAMATAN DUNIA AKHIRAT.
•     Setiap minggunya diadakan selamatan/sedekah.
•     Fokus-1, sedekahnya tiga gelas susu putih, dilakukan sehabis sholat
      maghrib.
•     Fokus-2, sedekahnya 13 (tiga belas) gelas susu, dilakukan sehabis sholat
      maghrib.
•     Fokus-3, sedekahnya tumpengan terbuat dari beras ketan dilakukan
      sehabis sholat asshar.

      Cara do’anya :
      Maslah . . . mohon . . . (fokus ke . . . ) supaya nyyata bukti atas diri saya
      dalam hidup saya melalui ASMA ‘ABDUL JABBAR.


                   Tata Cara Sedekah 3 (tiga) gelas susu
I.        Tiga gelas susu telah ada/siap di hadapan
II.       Posisi tangan disatukan, kemudian membaca rangkuman, dan alat.

Do’a ini dibaca setelah kita sholat, membaca rangkuman dan membaca alat.

Do’anya :
Mohon rahmat dan pertolongan atas diri saya mohon syafa’at, mana’at dari
nabi-nabi dan rosul-rosul, dari nabi Muhammad dan para sahabt-sahabatnya,
sayyidina Abu Bakkar, Umar, Usman dan Ali.
Mohon karomahnya dari para guru-guru saya, ibu bapak saya serta leluhur-
leluhur saya, supaya dinyatakan kemu’jizatan atas diri saya melalui ASMA
‘ABDUL JABBAR, supaya nyata bukti pada diri saya karena ‘ABDUL
JABBAR. Sedot melalui mulut dalam-dalam dibarengi niat/do’a di atas,
tahan, sedot lagi melalui hidung dibarengi dengan niat tersebut di atas, lallu
dilepas perlahan-lahan.

Posisi tangan membentuk tapak jala.

Baca ayat maslah 3x, sebut maslah, sedot dalam-dalam melelui mulut
dibarengi tangan kanan mengepal, ditahan dan baca niat “saya niat sedekah
tiga gelas susu putih dalam hal . . . .(niat fokus-1), supaya nyata bukti atas diri
saya melalui ASMA ‘ABDUL JABBAR (kepalan diikutkan) baca LAA
ILAAHA ILLALLAH 3x, lalu lepas perlahan dibarengi denngan kepalan
terbuka sambil membaca LAA ILAAHA ILLALLAH 3x dibarengi niat
“saya niat sedekah tiga gelas susu putih dalam hal . . . (fokus-1) LAA
ILAAHA ILLALLAH, supaya nyata bukti atas diri saya, (dilakukan terus
berulang-ulang sampai puas), kemudian sedot sambil mengepal dan
dikeraskan “supaya nyata bukti atas diri saya ‘’ABDUL JABBAR 3x, lepas
kasih hawa kemudian membaca surat al fatihah, ALHAMDULILLAHI . . .
WA IYYAKA NASTA’IIN, angkat tangan/do’a . . . IHDINASH
SHIROOTHOL MUSTAQIIM WALADH DHOOOLLLIIN . . . ALIF
     LAAM MIIM (tangan lebih dikeraskan) ikuti geraknya, sedot melalui hidung
     kepalan tangan diletakkan di dada, lalu membaca DZAALIKAL KITAABU
     LAA ROIBA FIIHI HUDAL LIL MUTTAQIIN s/d HUMUL
     MUFLIHUUN.

     Tata cara sedekah 13 (tiga belas) susu dan nasi tumpeng sama dengan tata cara
     sedekah tiga gelas susu, hanya fokusnya yyang diganti/beda.
     Pada sedekah tumpeng, pada niat sedekahnya, niat fokus-1, fokus-2 dan fokus-
     3 dibaca kembali.


7.    Ayat Do’a Hikam (50 ayat)
     I.     Tujuannya
            Untuk meningkatkan dan menyempurnakan pelajaran supaya mencapai
            apa yang dicita-citakan dan memperoleh pangkat keluhuran dalam
            ketauhdian kepada Allah SWT.

     II.    Pemberian Ayat
            Pemberian Ayat Hikam sebanyak 5 ayat setiap satu minggu sekali atau
            setiap menambah ayat ini disesuaikan dengan kemampuan murid dan
            panjang pendeknya ayat hingga ayat 50.

     III.   Pengamalan
            Ayat hikam diamalkan sebanyak 13x balik. Kemudian diulang satu kali
            lagi dari awal, lalu do’a angkat tangan dengan membaca ayat 15 setiap
            pengamalan ayat hikam atau kewajiban selama satu minggu. Caranya
            adalah membaca rangkuman, kemudian kewajiban hikam dulu lalu
            alat, ayat kebutuhan, dan masalah (lihat BAB PENGAMALAN).
            Bila telah sampai pengamalan ke ayat 50, digerakkan ayat hikam satu
            per satu setiap habis wirid. Untuk kemudian dilikhot hikam.

     IV.    Pelikhotan ayat hikam
            Tujuan :
            Untuk melikhotkan/menyatukan ayat hikam di dalam dirinya, bisa
            menyelamatkan dari dunia sampai akhirat kepada dirinya, keluarganya
            dan orang yang membutuhkannya.

                         Tata Cara Pelekotan Hikam

I. Baca maslah (3x). Sebut maslah si A bin si B sedot dalam-dalam. Tekad
   niatnya si A bin si B melekotkan menyatukan do’a hikam yang telah
   diamalkannya melalui ASMA ‘ABDUL JABBAR supaya nyata likhot
   menjadi satu, bias menyelamatkan dari dunia sampai akhirat, mohon
   diturunkan zakat perizqiannya (tahan), supaya nyata bukti dalam hidupnya
   mohon diturunkan, ditingkatkan kekuatannya, keimanannya, perizqiannya,
   hokum-hukum dan hikmah-hikmahnya. Mohon rahmat pertolongan, syafa’at,
   manfa’at, karomah dan kemukjizatannya, mohon hizbullah, mohon syaifullah,
   mohon izik kepada yang mempunyai para rasul-rasul, nabi-nabi, nabi
   Muhammad dan para sahabatnya dan Mama Amilin bin H. Sarbini, baca Al-
   Fatihah lalu baca LAA ILAAHA ILLALLAH 3x, kasih hawa.
II. Angkat tangan ikut membaca :
    Dengan ridho ikhlash penuh ketekadan saya niat melekotkan menyatukan dari
    pada do’a hikam yang telah saya amalkan melalui ASMA ‘ABDUL JABBAR
    supaya mohon masuk menjadi satu, bias menyelamatkan dari dunia sampai
    akhirat, apa tekad niat saya dalam permohonan saya supaya nyata bukti dalam
    hidup saya, keluarga saya, orang yang membutuhkan pada diri saya, mohon
    hizbullah, syaifullah, hizbullahi, syaifullahi.

III. Angkat tangan (si A bin si B) ikut baca :
     Baca ayat satu per satu dari ayat 1 sampai ayat 50 sebanyak satu kali, diakhiri
     dengan baca mohon masuk, sedot.
     Baca ayat tersebut satu kali lagi dibarengi baca LAA ILAAHA ILLALLAH
     1x, niat diturunkan hizbullah, syaifullah, hizbullahi, syaifullahi, kalamullah,
     asma’ul husna, asma’ul adzom, asma’ul jammi, sedot.
     Baca maslah 1x lanjut baca ASH SHOLAATU s/d selesai (tiup, gentak).
     MAN YAQUULU ILAIHI SYAI-UN KUN FAYAKUUN IF ALIF (sedot,
     tahan) YAA KADZAA WA KADZA (tiup, gentak) seterusnya sampai 50
     ayat sama dengan di atas

IV. Angkat tangan (si A bin si B) ikut baca :
    Baca alat, mohon hizbullah, syaifullah, hizbullahi, syaifullahi turun zat dua
    danur weinda sir weinda pada dirinya, sedot, baca LAA ILAAHA
    ILLALLAH 3 kali, tiup sambil sebut nama si A bin si B, niatkan hizbullah,
    syaifullah, hizzbullahi, syaifullahi, (baca al-fatihah si A bin si B) baca maslah
    1 kali dan diniatkan. Tiup, lepas pelan-pelan.

   Setelah selasai 50 ayat, wajib pula disampaikan zakat perizqian atas diri si
   murid.
   Penyerahan zaqat perizqian bias untuk siapa saja namun terlebih dahulu
   melapor kepada guru.

8. Ayat Penetapan
   Bacaannya :
   1. ASH SHOLAATU WAS SALAAMU ‘ALAIKA YAA SAYYIDI YAA
      RASUULULLAH KHUDZ BIYADI QOLLAT HILLATI ADRIKNI
      Diwirid 13 kali, 3 kali dibaca sambil angkat tangan/do’a selama satu
      minggu.
   2. MAN YAKUULU ILAIHI SYAI-UN KUN FAYAKUUN IF ALIF
      YAA KADZA WA KADZA.
      Diwirid 13 kali, 3 kali dibaca sambil angkat tangan/do’a selama satu
      minggu.

9. Peningkatan IKRAR
   • DO’A IKRAR
      Pengamalan ini dilakukan selama satu minggu berturut-turut tidak boleh
      putus.
      Tata cara pengamalan lihat BAB II.8.a
   • DO’A IKRAR dengan pernafasan titik 13
      Pengamalan dilakukan selama 40 hari berturut-turut tidak boleh putus.
           Tata cara pengamalan lihat BAB II.8.b
       •   Peningkatan akhir, anta muwtu qoblal mautu
           Tata cara pengamalan lihat BAB II.9.

Bila telah selesai pada ini murid atau penuntut diperbolehkan untuk mengjar.
                             BAB IV
               KETERANGAN DO’A HIKAM (KITAB MERAH)

       Do’a kesemuanya yang mau mempelajari hal ini KITAB HIKAM,
sebenarnya kitab ini dipakai lahir dan bathin, untuk keterangan yang sebagian saja.
Tambahan kata-kata ini bukan ilmu jin atau syetan, padahal memang yang dipakai
Nabi, kalau memang ada maksud lagi bias mi’raj sesudah Nabi Muhammad SAW.

       Dalilnya juga sabda Nabi Muhammad SAW.
       AGAMA HADI HADALLAHU WA ISMUHU ISLAMUHU
       Artinya : Memang kamu sudah tahu kepada kebaikan harus menurut kepada
petunjuk dan lagi harus saling menyelamatkan sesama hidupnya dan kawan-kawan,
kepada Allah diberikan ke islaman.

        Umpama kamu belum islam, baru pada mengaku saja. Siapa saja yang bias
mi’raj, terus alasannya baru Firman Allah kamu bias islam namanya. Maka kita harus
mengerti semua kebenarannya Firman Allah yaitu ilmu dunia akhirat samppai lahir
dan bathin. Seandainya kita kurang faham mesti yakin dan shabar mengerjakannya,
andai kata kita kurang teliti, misalnya kurang mengertinya sebab kurang shabar dalam
prakteknya.

        Tanyakan terus nasihat dari bapak, mudah-mudahan selamat dunia dan
akhirat. Apabila menanyakan kepada orang lain akan menghabiskan ongkos.
Bagaimana umpamanya kalau menanyakan kepada Allah atau Nabi yang diper-Agung
oleh kita semua.

       1.   Allah    = No. 1 yang islam
       2.   Arham
       3.   Musarrof
       4.   Jibril
       5.   Aksara
       6.   Kalimah
       7.   Ayat
       8.   Jud

       1.   Nabi      = No. 2 yang islam
       2.   Sayyid
       3.   Babaib
       4.   Sahabat

       1.   Wali      = No. 3 yang islam
       2.   Kiyai
       3.   Santri
       4.   Ummat

       1.   QUR’AN NUL HAKIM Hak ALLAH
       2.   QUR’AN NUL ADZIM Hak NABI
       3.   QUR’AN NUL MAJID Hak MAHDI
       4.   QUR’AN NUL KARIM Hak KAIRO
1.   Hijib BANTEN
2.   Hijib BETAWI
3.   Hijib CIREBON
4.   Hijib HUFRONI

1.   INJIL  = Pikiran
2.   TAURAT = Tulisan
3.   ZABUR = Omongan
4.   QUR’AN = Tutup

1.   Ilmu       = Pengetahuan
2.   Hayat      = Hidup
3.   Bassar     = Awas benar
4.   Kallam     = Omongan

1.   Jibril
2.   Izrail
3.   Mikail
4.   Isrofil

1.   Mu’min     = Orang mengerti
2.   Muslimin   = Orang pandai
3.   Muslim     = Orang punya pengetahuan tidak tua tidak muda
4.   Taslim     = Orang mati, tidak tua tidak muda

1.   Iman       = Sebenarnya
2.   Tauhid     = Jujur
3.   Ma’rifat   = Awas
4.   Islam      = Bagus

1.   Guru    = yang memberi petunjuk
2.   Ratu    = yang wajib disembah
3.   Orang Tua      = Ibu dan bapak
4.   Karo

1.   Dzat       = ada
2.   Sifat      = bukti
3.   Asma       = nama
4.   Af’al      = pekerjaan

1.   Badan      = yang kasar
2.   Nyawa      = yang kasar
3.   Raga       = yang kasar
4.   Sukma      = yang kasar

1.   Rohmat     = dari Allah
2.   Manfa’at   = dari Nabi
3.   Karomah    = dari yang mati
4.   Mu’jizat   = dari pada kita
1.   Fatabirul li ulil abshor = awas dari dunia sampai akhirat
2.   Dassar     = awas benar
3.   Ma’rifat = awas segala rupa
4.   Abshoruhum         = was umum

1.   Mim        = untuk manusia
2.   Nun        = di huruf
3.   Sin = yang empat
4.   Ha

1.   Rukun    = akur
2.   Rukun Sujud
3.   Rukun Iman
4.   Rukun Islam

1.   Benar
2.   Baik
3.   Sehat
4.   Napas

1. Munmadhorroh = periksa ayat ‘Ainal Yaqin
2. Munatoqoh    = benar-benar yaqin
3. Munnadhoqqoh = tidak salah,, haqqul yakin

1. Hidup       = tidak benar salah
2. Benar       = tidak benar tidak cukup salah
3. Cukup       = baru bener tiga bagian

1. Tanda
2. Bukti
3. Saksi

•    QUR’AN NUL HAKIM tidak adanya dari ± tahun 1265 = Hak Allah.
•    QUR’AN NUL ADZIM tidak adanya dari ± tahun 1265 = Hak Nabi.
•    QUR’AN NUL MAJID mendapat MERJA GULAM AHMAD
     = Hak Mahdi Imam Mahdi adanya Qur’an Nul Majid orang kelinng 1-1-
     1265
•    QUR’AN NUL KARIM adanya dari tahun 2-2-1842 = Hak Kairo.

QUR’AN yang benar tidak adanya sudah ± 637 tahun sampai sekarang sudah
9 turunan.

Sekiranya semua sudah faham hokum islam hak dari Allah, kepada ummat
islam yang harus dipegang kepada semuanya, kata-katanya sama buktinya
lahir bathin. Lahir susah maka tidak ada ketentuannya. Memang umat islam
tidak cina, tidak belanda yaitu sama saja, memang islam tidak ada tandanya.
TUNGGAL seadonan dan yang ada di dunia dua rupa.
        1. Islam
        2. Kafir
Di antara se-dunia dua rupa, manusia ada empat bagian :
       1. Mu’min
       2. Muslimin
       3. Muslim
       4. Taslim

Kalau memang ini kitab bukan campuran kata-katanya kita sudah mengerti
semuanya, sudah mempelajari kepada kebathinan haka dari Allah yaitu Allah,
kalau Allah pujian nama_Nya, Muhammad pekerjaan kita yang benar, kalau
‘abdul mahluq, memang jabbar – Allah maka kita harus menyebut kepada
Allah ‘ABDUL JABBAR memang Allah makhluq yaitu ISIM ADZOM
ISIM SUJUD. Allah adzom jadi kita harus sujud kepada allah yang
menjembarkan kita.

1. BISMILLAHIR ROHMANIR ROHIIM
   Artinya : Ingatan Allah saying dari dunia, ingatan allah kasih di bathin

2. sabda Nabi Muhammad kepada shabatnya ;
   INNAMA BU’ITSU LI UTAMMIMA MAKAARIMAL AKHLAQ
   Artinya : Saya diutus kepada Allah, tandanya Qur’an. Yaitu supaya
   Saya bisa menyempurnakan Qur’an, akhlaq budi pekerti kepada keadaan
   Qur’an bisa membedakan akhwal manusia dengan sato/hewan.

3. Firman Allah, kalau pekerti kurang halus budi bahasanya.
   FABIMAA ROHMATI MINALLAHI LINTA LAHUM
   Artinya : kalau dari allah petunjuk itu halus, memangny juga
   Muhammad harus lemah lembut budi kamu, supaya mengurus manusia
   semuanya.

4. Firman Allah kepada Nabi Muhammad.
   LAU KUNTA FADZDZON GHALIDZOL QOLBI LAN
   FADHDHUU MIN HAULIKA
   Artinya : kalu Kamu Muhammad keadaan menjalankan keras, paksa,
   harus tentu tidak mungkin mau menurut kepadamu Muhammad.

5. Firman Allah di surat Kaaf
   WA MAA ANTA ‘ALAIHIM BI JABBARIN
   Artinya : seandainya kamu Muhammad bukan harus memaksa kepada
   manusia untuk iman islam, semua makhluq tidak boleh dipaksa.

6. Firman Allah kepada nabi Muhammad.
   FADZAKKIR BIL QUR’ANI YAHFADZUN NAAS
   Artinya : yaitu kamu harus sebenarnya Muhammad mmengingatkan
   saja kepada keadaan Qur’an kepada semua manusia.

7. Firman allah di dalam surat adz-dzariyat ayat 55
   FADZAKKIR FAINNADZ DZIKO TANFA’UL MU’MINIIN
   Artinya : kalau kamu Muhammad memberitahukan kepada manusia
   yang sebenarnya pemberitahuan kamu, yang harus ada manfa’at kepada
   semua manusia yang percaya kepada kamu.
8. Firman Allah kepada nabi Muhammad.
   INNAMAA ANTA MUDZAKKIR
   Artinya : seharusnya kamu Muhammad itu hanya mengingatkan saja
   kepada manusia.

9. Firaman Allah kepada Nabi Muhammad
   TU’MINU AULA TU’MINU
   Artinya : merekanya ber-iman atau tidak, kalau tidak iman tegasnya
   tidak percaya kepada nasehat kamu

10. Firman Allah kepada Nabi Muhammad
    WAMAA ‘ALAIKA ILLAL BALAGHUL MUBIINN
    Artinya : tidak jadi berat kepada kamu Muhammad dan tidak percaya,
    kepada merekanya.

11. Firman Allah kepada Nabi Muhammad
    WAMAA ‘ALAIKA ‘ALAIHIM BI HAAFIDZIIN
    Artinya : tidak diwajibkan kapada kamu Muhammad, tidak jadi berat
    kepada kamu kepada keterangan Qur’an maka jagalah akhwal kamu
    sendiri.

12. Firman Allah kepda Nabi Muhammad
    ‘ALAIKUM ANFUSUKUM
    Artinya : wajib kamu Muhammad yang dijaga badan kamu sendiri

13. Firman Allah kepada Nabi Muhammad
    KUU ANFUSAKUM WAHLIKUM NAAROO
    Artinya : sebenarnya kamu Muhammad merasa kepada diri kamu
    sendiri dan lagi rasa ahli-ahli kamu, yaitu anak dengan istri disegala
    kelakuan yang bisa menjengkelkan.

14. Firman Allah kepada Nabi Muhammad
    FASDA’ BIMAA TU-MARUUN
    Artinyy : kamu Muhammad wajib mengabarkan kepada semua manusia
    sebagaimana yang diperintahkan kepada kamu, yaitu menyebarkan
    keterangan Qur’an.

15. Firman Allah kepada Nabi Muhammad
    WA AN LAISA LI INSAANI ILLA MASYAA
    Artinya : seandainya tidak bisa memilih semua menusia kepegang
    memilihnya kepada tingkah lakunya di dunia dan akhirat

16. Firman Allah kepada Nabi Muhammad
    SUMMA YUDROKU ADROKA LAKA
    Artinya : terus dibalas usahanya merekanya kepada pembelasannya
    yang sempurna yang seimbang dengan dosanya.

17. Firman Allah kepada Nabi Muhammad
    WAKULLU SHOFIRIN WA KABIIRIN MUSTADIRUN
   Artinya : semua amal-amal manusia semua sudh ditulis di
   LOHMAHFUDNA yang di siksa.

18. Firman Allah kepada Nabi Muhammad
    WA ANNAHHU HUWA ASMAKA WA ABKA
    Artinya : yaitu rahasianya Allah itu yang membahagiakan dan lagi yang
    melaratkan jadi sensing dengan susahnya manusia kepadanya sendiri,
    maka harus merasa rumasa.

19. Firman Allah kepada Nabi Muhammad
    WA ANNAHU HUWA AMATA AHYA
    Artinya : seandainya Allah yang mematikan dan menghidupkan semua
    makhluk

20. Firman Allah kepada Nabi Muhammad
    WA BATSUL WAJHI WA THOYYIBUL KALAAMI YAZIIDU FIR
    RIZQI
    Artinya : kalau kamu berbudi kepda semua makhluk dan lagi halus
    bahasa kepada semua manusia maka ditambah rezeqinya

21. Firman Allah kepada Nabi Muhammad
    AL HAQQU MIR-ROBBIKA FALA TAKUU NANNA MINAL
    MUMTARIIN
    Artinya : kalau kebenaran itu dari Allah kamu ingat, kamu jangan
    menggerutu

22. Firman Allah kepada Nabi Muhammad
    WAL HAQQU AHAQQU YU’TABBA WALAW MIN KILAABIN
    Artinya : kalau kebenaran itu lebih haq dituruti biarpun kebenaran itu
    keluarnya dari anjing (misalnya)

23. Firman Allah kepada Nabi Muhammad
    KHAIRIHI WA SYARRIHI MINALLAHI
    Artinya : perkara yang bagus dan yang jelek tetap dari Allah

24. Firman Allah kepada Nabi Muhammad
    WA MAY YAT TAKILLAHA YAJ ‘ALLAHUMMAAKHROJA
    Artinya : siapa-siapa yang menurut sebagaimana Firman Allah harus
    rapih, bersih, yang sedang mengerjakan di tempat yang leluasa yang tidak
    ada gangguannya.

25. Firman Allah kepada Nabi Muhammad
    WAYARZUQHU MIN HAYTSU LAA YAHTASIB
    Artinya : serta allah memberi perezeqian kepada mereka tempat rezeqi
    yang tidak disangka-sangka datangnya.

26. Firman Allah kepada Nabi Muhammad
    FALAA TAF’AL AMMAN SIYATUKA BIYADIHI
   Artinya : ingat kamu jangan lupa, jangan berhenti mengingatkan kepada
   yang mempunyai kepada diri kamu, sedang jiwa raga kamu ada dalam
   pengawasan Allah.

27. Firman Allah kepada Nabi Muhammad
    ANNIS KURLI WALI WALIDAYKA
    Artinya : mereka semuanya harus bersyukur kepada Allah dan
    bersyukur kepada Ibu Bapak yaitu yang mengurusnya

28. Firman Allah kepada Nabi Muhammad
    LAA YASYKURULLAHA MAN LAA YASYKURUN NAAAS
    Artinya : tidak disebut syukur orang yang tidak bersyukur pada manusia
    sebab merekanya tidak rumasa jadi manusia

29. Firman Allah kepada Nabi Muhammad
    WA TA’AMANU ‘ALAL BIRRI WATTAQWA
    Artinya : mereka semua harus bertolongan dengan sesama hidupnya
    kepada kawan-kawan kepada kebagusan dan lagi harus taqwa kepada
    Allah yaitu menurut petunjuk_Nya.

30. Firman Allah kepada Nabi Muhammad
    WALAA TA’AWANU ‘ALAL ISMI ‘UDWAN
    Artinya : mereka semua jangan saling bertolongab kepada kedurhakaan
    dan lagi kepada kekeliruan atau musuh.

31. Firman Allah kepada Nabi Muhammad
    ISTAWADHDHU ‘ALAIHI MUSYSYAIYTHOONU
    FA’ANSAAKUM DZIKRULLAH
    Artinya : syetan itu melupakan kamu supaya mereka jangan sampai
    ingat Allah, begitu yang dimaksud.

32. Firman Allah kepada Nabi Muhammad
    INNAL LADZIINA YUHAADUUNA WARROSUULAHU ULAAIKA
    FIL ADHOLLIINA
    Artinya : seandainya semua orang yang ingkar sebagaimana firman
    Allah dan lagi sebagaimana sabda Nabi (Rosul) disebut orang yang sehina-
    hinanya.

33. Firman Allah kepada Nabi Muhammad
    IRHAMU MAN FIL ARDDHI YARHMUKUM MAN FISSAMAA-I
    Artinya : mereka semua haarus berbaik budi kepada orang yang ada di
    bumi, nanti mendapat balasan kebaikan kepada mereka semua kepada
    orang yang ada di langit bangsa Jibril.

34. Firman Allah kepada Nabi Muhammad
    AFDHOLUL ‘ILMU ‘ILMULLAHI
    Artinya : kalau yang pertamanya ilmu yaitu pengetahuan kepada
    kenyataaan bukan cerita saja.

35. Firman Allah kepada Nabi Muhammad
   WATAWA SAUBIL HAQQI WATAWA SAUBISH SHOBRI
   Artinya : mereka semua harus saling nasehat kepada kebenaran dan lagi
   harus memberi kepada kesabaran.

36. Firman Allah kepada Nabi Muhammad
    YAA AYYUHAL LADZIINA AAMANU DZA NADAYTUMUR
    ROSUULA FAQODDIMU BAINA YADAINA WAKUNTUM
    SHODAQTUM
    Artinya : kalau semua orang yang beriman kepada Allah waktunya ada
    maksud mereka apa saja, harus dibarengi dengan keselamatan diwaktunya
    ada maksud.

37. Firman Allah kepada Nabi Muhammad
    DZALIKA KHOIRUL LAKUM WA ATH-HAR
    Artinya : nah kalau begitu lebih baik dan lagi bersih untuk mereka
    semua di masyarakat dunia.

38. Firman Allah kepada Nabi Muhammad
    A’ASFAKTU MAN RUQODDIMU BAINA YADAIKUM
    SHODAQTUM
    Artinya : bagaimana kamu tidak takut kepada kemelaratan harusnya
    harus selamatan dulu, sebab dimana kita punya maksud haruss dibarengi
    dengan hajjat kepada apa saja sekiranya pantasnya.

39. Firman Allah kepada Nabi Muhammad
    MA ADHOLLA SHOHHIBUKUM WAMA GHOWA
    Artinya : kawan-kawan kamu semua tidak sembarangan dan juga Nabi
    Muhammad juga tidak sembarangan lagi tidak bodoh.

40. Firman Allah kepada Nabi Muhammad
    WAMA YANTIQU ‘ANIL HAWAA
    Artinya : dan nabi Muhammad belum pernah menurutkan hawa nafsu.

41. Firman Allah kepada Nabi Muhammad
    INNA HUWA ILLA WAHYUY YUUHA
    Artinya : tiada lain Nabi Muhammad hanya bisa menceritakan wahyu
    yang diwahyukan kepadanya saja, belum pernah menceritakan di agama.

42. Firman Allah kepada Nabi Muhammad
    KULLUM RI-IN BIMAA KASABA ROHINUN
    Artinya : semua manusia itu bermacam-macam kemauannya, kalau
    pekerjaannya bagus tentu harus bagus, kalau pekerjaannya jelek tentu
    jelek.

43. Firman Allah kepada Nabi Muhammad
    WALA TUJ’AUNA ‘ALAA MAA KUNTUM TA’MALUUN
    Artinya : tidak dibalas kepada kebagusan atau kepada kejelekan kalau
    memang dengan amalnya sendiri.

44. Firman Allah kepada Nabi Muhammad
   WAA JAAHILUN SAHIYYUN AHABBA ILALLAHI MIN
   ‘AABIDIN BAAKHILIN
   Artinya : kalau yang bodoh mempunyai kebaikan itu lebih disenangi
   kepada Allah kalau memang orang yang ibadah kepada Allah tidak tahu
   caranya, maka jadi susah dan pelit kepada rezqi.

45. Firman Allah kepada Nabi Muhammad
    AKSARUN NAASI DZUNUBAN YAUMAL QIYAAMATI
    AKTSARUHUM KALAAMAN FILHAYAATIHI
    Artinya : orang-orang sebanyak-banyaknya dosa dihari kiamat itu orang
    yang suka menambahkan omongan tiada faedahnya, bohong banyak
    omong kosong.

46. Firman Allah kepada Nabi Muhammad
    WAL ARDHO MADAD NAHAA WAL QOINAA FIIHAA ROWAA
    SIYA
    Artinya : Firman Allah, kami sudah menghamparkan bumi untuk diam
    kemu semua makhluk, terus kami tancapkan sebanyak banyaknya gunung
    serta tanah yang subur.

47. Firman Allah kepada Nabi Muhammad
    WAL ARDHO FARASY NAA HAA FANI’MAL MAA HIDUUN
    Artinya : kami sudah hamparkan bumi yang sangat indah hamparannya.

48. Firman Allah kepada Nabi Muhammad
    WAL ARDHO WAJA’ALNAAHAA FIROOSYA
    Artinya : kami adakan bumi ini untuk hamparkan makhluk semua.

49. Firman Allah kepada Nabi Muhammad
    FAHKUM BIDHOWAHHIM WALAATAHKUM BISOR’IN
    Artinya : seharusnya menghukum manusia yang bukti, jangan
    menghukum yang samar yaitu omongan yang tidak benar, yang diam
    disebut jalan, yang jalan disebut diam, rasakan ke hati piker ke hati.

50. Firman Allah kepada Nabi Muhammad
    WA KUNTUM AZWAA JAN TSALAA TSATA
    Artinya : keadaan kamu manusia, firman Allah itu tiga bagian untuk :
    undang-undang, kenegaraan.

51. Firman Allah kepada Nabi Muhammad
    WAL ‘ALALLAHU TSALAA TSATA AQSAAMIN
    Artinya : Allah sudah membuat hal tiga bagian seperti Negara dibagi
    tiga.

52. Yang dipegang undang-undang :
    • Negara
    • Yang tengah pegang keuangan
    • Yang akhir pegang logam
53. Yang pertama arhumsi : Program pemerintah, pegang undang-undang
    Negara, pekerjaannya impor dan ekspor.
    Yang tengah urhumsi     : Program tambang dengan keuangan.
    Yang akhir urhumsi      :
    1. Tani dengan produksi :
       Hutan dengan kontraakan
    2. Logam
    3. Arang batu
    4. Garam
    5. Tani sampai kepada produksi yang ada selainnya tanah yang akan
       ditambang.

54. Firman Allah
    ATII’ULLAHA WA ATHUR-RUULA WA ULIL AMRI MINKUM
    Artinya : kamu semuanya harus menurut sebagaimana Firman Allah
    harus tauhid dan lagi harus menurut kamu semua kepada semua Rosul
    utusan Allah dan lagi harus menurut kamu semua kepada Negara yang
    pegang pemerintahan banggsa kamu semua yang sedang kuasa di
    masyarakat dunia.

55. Firman Allah
    WAMAA DZOLAMNAA HUMULLAHU SYAI-A
    Artinya : Allah tidak menganiaya kepada kamu semua sedikitpun juga
    tidak membalas baik kepada yang jelak dan tidak membalas jelek kepada
    yang bagus.

56. Firman Allah
    ASH SODAQOTU TADHFA’UL BALAA
    Artinya : memang sedekah itu mungkin bisa menunjang bala dunia.

57. Firman Allah
    WALLAHU MUKHRIJUN BIMAA KUNTUM TAKTUMUUN
    Artinya : kalau sudah dari Allah, itu yang mengeluarkan atau
    memperlihatkan kepada segala macam perkara keadaan kamu yang
    meniadakan atau menyembunyikan.

58. Firman Allah
    WA MALLAHU BIGHAFILIN ‘AMMA TA’MALUUN
    Artinya : subhana wata’ala yang tidak mungkin kehilangan disegala
    rupa perkara yang diperbuat kepada kamu semua.

59. Firman Allah
    WALTAKUM MINKUM UMMATUY YAD’UUNA ILAL KHOIRI
    Artinya : wajib semua manusia harus mengajak-ajak kebagusan, yaitu
    kepada oraqngn yang rusak.

60. Firman Allah
    WAYAN BIFIFIL KALAAMI TA AMULU BIQOLBI QOLBI WAIN
    JALAKAT LISANUHU FALA DAWAKA
    Artinya : wajib diceritakan, harus di angan-angan dulu, piker di hati
    kalau salah lisan lebih tambahnya anggur menambahkan pati makanya
    harus piker di dalam hati.

61. Firman Allah
    INNA KULLA SYAI-IN KHOLAQNAAHU BI QODIRIN
    Artinya : seandainya kami menjadikan kepada kamu semua perkara
    sama kepada ketentuannya dengan pasti.

62. Firman Allah
    WA KULLU SYAI-IN FA’AALAHU FIL ZUBURI
    Artinya : dan semua perkara yang dikerjakan kepada kamu semua juga
    dicatat ditempat kitab yang diraksa kepada kami.

63. Sabda Nabi di akhir zaman tandanya masjid
    MASA IIDUHUM AMIRROTUN KHOLIJATUN ANNIL HUDA
    Artinya : isinya masjid semua kaum yang pegang agama yang ngajinya
    diukir-ukir dibagus-bagus, robohnya petunjuk islam jadinya.

64. Firman Allah kepada Nabi Muhammad
    ‘ULAMA UHUM SYARRU MAN TAHTA ADIMIL
    ADIMILSAMA’I MINHUM TAHUJUL FITNATTUM
    Artinya : kalau ulama merekanya itu penjahat-penjahat orang yang ada
    dibawah langit ini, mereka yaitu ulama pekerjaannya membohongkan,
    fitnah saja.

65. Firman Allah kepada Nabi Muhammad
    WALAA MINAL QUR’AANU ILLA ROHMAN
    Artinya : kalau di Qur’an sama sekali hokum-hukumnya mereka tidak
    diturut, tidak diatur hanya yang diatur barisnya saja dan membaca saja
    dibagus-baguskan.

66. Firman Allah kepada Nabi Muhammad
    WAYAKSIRUL NISAU HATTA YAKUNALIH LIHAMSINA
    ROATAN ALQOYYUMUL WAHIDI
    Artinya : nanti berbaris banyak benar perempuan sampai sebanyak
    lima puluh perempuan yang sebaris memegang satu laki-laki sambil
    menginjak-injak merekanya.

ALHAMDU ............................................... alam itu
LILLAHI       ............................................... yang tetap
ROBBI         ............................................... yang bersih dalam dirinya
‘ALAMIN       ............................................... yang akan mengalaminya
ARROHMAN ............................................... bagian dunia
ARROHIM ............................................... bagian akhirat
MALIKI YAUMIDDI                       ............................................... harus tahu
kebalikannya
IYYAKA NA’BUDU ............................................... puguh lahi diam (tetap
pendiriannya)
WAIYYAKA NASTA’IN ............................................... dan lagi harus tahu
batas
IHDINASH SHIROTHOL MUSTAQIM                                         ...............................................
        harus tahu hukumnyaa surat-surat
SHIROTHOL LADZIINA ............................................... kamu harus tahu
suratnya
AN’AMTTA ‘ALAIHIM                           ............................................... itu orangg, kamu
orang
GHAIRIL MAGHDHUBI ............................................... yang akan
dihukum
‘ALAIHIM ............................................... orang
WALADH DHOLLIN                              ............................................... yang nyasar/sesat
ALIF LAAM MIIM ............................................... alam ini
DZALIKAL ............................................... yang ada
KITAABU LAA RIBAFIHI ............................................... di dalamnya kitab
HUDAN               ............................................... ditunjukkan
LIL MUTTAQIIN                   ............................................... diketemukan
ALLADZIINA YU-MINUUNA                                   ............................................... orang yang
halus budi
BIL GHOIBI WA YUQIIMUUNASH SHOLAATA
        ............................................... sebab di kamu ada ghaib yang sholat,
makanya orang harus membersihkan diri
WAL LADZIINA YU-MINUUNA ............................................... dan lagi
kalau orang harus mengerti
BIMAA UNZILA ILAIKA ............................................... orang yang bisa
bolak balik
WA BIL AKHIROTIHUM YUUQINUUN ............................................... dan
lagi akhirat puguh rupanya



                       TAMAT
BILA SUDAH MENGERTI TINGGAL MENGERJAKAN YANG NYATA
                DAN BUKTI HASILNYA.
                               BAB V
                          PESAN DAN KESAN

                                  PESAN
1. Apa yang didapat dari guru/petunjuk agar dipatuhi, karena guru/petunjuk tidak
   mungkin mencelakakan kepada murid, sebaliknya ingin supaya lebih baik baik
   dari pada gurunya.
2. Jangan pernah berhenti mambaca apa yang selama ini diamalkna walaupun
   sudah selesai atau sudah berhaasil dalam bidang masing-masing, bila mungkin
   ditingkatkan lebih banyak bilangannya, sehingga selalu mensyukuri yang
   Allah berikan kepada kita “enak tidak enaknya” menjadi nikmat yang
   dirasakan dan bila Allah sudah mengabulkan do’a kita dan kita sudah
   meningkatkan kadar iman, terasa untuk diri kita manfa’at yang besar sekali
   untuk ahli keluarga, maupun orang lain yang disebabkan hasil pelajaran,
   pengamalan, sholat dan dzikir kita.
3. Walau sudah ucapan kita diturutui atau dipatuhi/dilaksanakan oleh mereka
   yang membutuhkan khususnya, namun demikian isnya Allah kadar iman dan
   ikhlas kita maksimal.
4. Mudah-mudahan kita termasuk orang yang patuh, taqwa, ikhas dan bersih hati
   sehingga nanti Allah memberi kehendak_Nya kepada kita, apa-apa yang Allah
   kehendaki, siapapun tidak ada yang bisa menghalangi_Nya.
5. Jangan memutuskan hubungan silaturrahmi di dalam kemanfa’atan dan
   kebaikan
6. Kalau ada niat hajjat (kebutuhan) harus disertakan dengan zakat besar atau
   kecilnya.
                                   KESAN
                  “SATU HILANG DUA TERBILANG”
1. Dan Allah akan menggantikan yang lebih baik lagi, mennambahkan
   pengetahuan yang lebih luas lagi dan bertambah kesabaran di dalam
   menghadapi masalah-masalah senag maupun susah, terus dan terus lagi tiada
   batas seperti matahari tiada hentinya tetap besar menjadi kecil dan kecil
   menjadi besar. Itulah yang dirasakan kepada orang yang mengerti. Tiada hari,
   detak jam, tanpa kesan innngat Allah, lalu ucap selalu baik dan manfaat bagi
   pribadi, keluarga dan masyarakat sekitar kita dan berdo’a untuk norang lain
   dan keselamatan orang banyak
2. Bersyukur bagi orang yang masih mengamalkan dan mengingat bacaannya
   walaupun tidak pernah bertemu karena keberhasilannya, itu semacam
   kehendak Allah SWT dan usaha yang diberikan ikhlash dan kesadaran yang
   tinggi dan tanggung jawab ada. Mudah-mudahan kita semua termasuk orang-
   orang yan mendapat ke-ridhoan dari Allah SWT.
                                      BAB VI
                                     PENUTUP

                      KODE ETIK DEWAN GURU IKRAR

Kode etik adalah segala tingkah laku yang berpengaruh terhadap kesopanan/adab
pada umumnya.

Kode etik dewan guru sebagai berikut :
   1. Seorang murid boleh meminta bantuan kepada dewan guru yang lain selai
      gurunya/petunjuknya dalam hal masalah. Namun, dewan guru yang diminta
      tolong tidak boleh memberikan satu ayatpun kepada yangn meminta tolong,
      hanya arahan-arahan saja untuk lebih meningkatkan apa=apa yang telah
      diajarkan si murid oleh gurunya masing-masing. Murid diperbolehkan
      mengeluarkan zakat kebutuhan/karena ada masalah kepada dewan guru yang
      lain dan dewan guru yang diminta tolong diperbolehkan menerima zakat
      urusan tersebut.
   2. Seorang murid boleh pindah belajar/menuntut ilmu kepada guru/petunjuk yang
      lain dengan alasan-alasan yang tepat dan masuk akal. Contohnya : karena
      jarak yang terlalu jauh dsb. Dengan catatan harus dengan persetujuan si dewan
      guru/petunjuk itu sendiri . bila alas an tidak tepat dan tidak msuk akal, pindah
      guru/petunjuk dapat ditolak.
   3. Seorang murid boleh menanyakan sesuatu masalah dalam hal pengamalan dan
      pengajaran kepada dewan guru yang lain yang dipercaya, yang tetap
      berpedoman pada buku biru.
   4. Seseorang dewan guru tidak boleh mempengaruhi atau memberikan tanggapan
      yang negative atas penagajaran dan pengamalan anggota dewan guru yang lain
      di depan murid-muridnya atau di depan murid orang lain. Bila terjadi
      perbedaan pendapat dalam hal pengamalan dan pengajaran dikembalikan
      kepada buku pedoman atau forum komunikasi dewan guru (majlis ta’lim, dsb).
   5. Pihak dewan guru boleh menegur langsung atau meluruskan murid dewan
      guru yang lain apabila terdapat penyimpangan atau salah penggertian
      mengenai sejarah, pengamalan dan pengajaran ASMA ‘ABDUL JABBAR
      yang kemudian diteruskan informasinya kepada guru yang bersangkutan.
   6. Seseorang murid dewan guru boleh mengeluarkan zakat perezekian kepada
      siapapun, kecuali zakat kifarat pembersihan diri hanya kepada
      guru/petunjuknya saja.
   7. Yang disebut dewan guru telah terdaftar di puusat dan telah menebus dan
      membeli buku biru “Pedoman Pengamalan dan Pengajaran Asma ‘Abdul
      Jabbar”.


                                    = SANGSI =
           Bila terjadi pelanggaran, dewan guru akan mendapatkan sangsi
           Berupa teguran, peringatan atau dibawa ke siding dewan guru.

                  TUGAS DAN KEWAJIBAN DEWAN GURU

   1. Dewan guru wajib memberi contoh perilaku yang baik terhadap muridnya dan
      anggota IKRAR pada umumnya.
   2. Berpegang teguh kepada buku biru “Pedoman dan Pengajaran Asma
      ‘Abdul Jabbar” dalam hal pengajaran dan penyebaran Asma ‘Abdul
      Jabbar.
   3. Mendukung, mengawasi dan berpartisipasi dalam program kerja IKRAR
      sebagai wadah/organisasi Asma ‘Abdul Jabbar.
   4. bertanggung jawab terhadap Pengamalan dan Pengajaran Asma ‘Abdul
      Jabbar terhadap diri sendiri, keluarga dan muridnya dari dunia sampai akhirat
      sesuai dengan buku pedoman.
   5. Sanggup mengatasi dan membantu penyelesaian segala permasalahan yang
      terjadi dalam dewan guru itu sendiri, IKRAR dan kondisi masyarakat social
      di lingkungan sekitarnya.
   6. Dewan guru wajib menyampaikan dan memotivasi anggota-anggotanya untuk
      membuat Kartu Tanda Anggota (KTA) serta membantu dalam penyebaran
      atribut-atribut pengajaran dan pengurus pusat IKRAR.
   7. Mambayar setiap bulannya iuran atau angket yang telah disepakati bersama
      pada musyawarah dewan guru IKRAR.


                             HAK DEWAN GURU

Berhak memberikan saran, koreksi serta kritik yang sifatnya membangun terhadap
jalannya kegiatan dalam kepengurusan dewan guru IKRAR untuk kemajuan kita
bersama.

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:486
posted:11/29/2012
language:Unknown
pages:66