Docstoc

DEMENSIA PADA GERIATRI

Document Sample
DEMENSIA PADA GERIATRI Powered By Docstoc
					DEMENSIA PADA
GERIATRI

Dr. Rose dinda Martini, SpPD
     LATAR BELAKANG

• Umur Harapan Hidup 
• Kasus geriatri 
• Kasus demensia  (tp bukan
  proses penuaan    plastisitas)
• VaD dapat dicegah
Epidemiologi Demensia




                    A.2.
 DEFINISI
DEMENSIA
• Penurunan Kemampuan Intelektual
• Akibat suatu gangguan pada otak
• Bersifat Progresif - Degeneratif
• Mempengaruhi min 3 dari 5 fungsi otak :
  Memori
  Bahasa
  Kemampuan visuospatial
  Kognisi
  Emosi dan kepribadian
DEFINISI

DEMENSIA VASKULER (VaD)

  Demensia akibat gangguan
  sirkulasi daerah otak yang
  Mengakibatkan penurunan
  fungsi memori
Vascular
Dementia
           Faktor Resiko Vaskuler Demensia

                       NON STROKE


Merokok   Peminum Alkohol   DM       Peny. Jantung Hipertensi   Obesitas




                            STROKE                                    D.2.
                             IN-ART-DWF-DC-D-04
FAKTOR RISIKO DEMENSIA VASKULER


   faktor risiko yg reversibel
    •   diabetes mellitus
    •   dislipidemia
    •   hipertensi
    •   atrial fibrilasi
    •   penyakit jantung koroner
    •   merokok
   faktor risiko non-reversible
       Faktor Risiko Demensia Vaskuler

Faktor risiko non-reversibel Faktor Risiko Reversibel

• pertambahan   umur              • hipertensi
• predisposisi genetis            • penyakit   Jantung Koroner
• asal geografis (Afrika          • fibrilasi atrium
  Amerika, Asia)                  • diabetes mellitus
• pernah stroke sebelumnya        • hiperlipidemia
  (terutama jika luas, multipel   • hiperglikemia
  atau di daerah yg peka)         • merokok
• pendidikan rendah
Progresifitas Demensia




     Reference : Mc Dowell et al, Aging, vol. 13, 2001.
                                                          A.6.
                     IN-ART-DWF-DC-D-04
          GAMBARAN KLINIS

Tampak pertama kali  Gangguan memori

Berkembang  disfungsi kognisi
• Sulit konsentrasi
• Penurunan kemampuan problem solving
• Menjadi tidak efisien dalam pengambilan
   keputusan serta tugas sehari-hari
• Emosi menjadi pendiam dan juga
• kehilangan kemampuan bersosialisasi.
• Tapi Judgement dan insight dan basic
  personality tetap utuh
                         MMSE

ORIENTASI [thn,bln,tgl,hari,musim,negara,
              propinsi,kota,RS,ruang apa] 10
REGISTRASI         [3 obyek, sebut ulang] 3
ATENSI+KALKULASI [100-7/mesra] 5
RECALL [sebut ulang 3 obyek]              3
BAHASA ; EKSEKUTIF
  Tunjuk 2 benda                          2
  ‘Tanpa, bila, dan atau tetapi’          1
  ‘Ambil kertas dgn tangan kanan,
            lipat dua, letakkan di meja.  3
Read and do it: MOHON PEJAMKAN
                 MATA IBU/BPK             1
Tulis 1 kalimat                           1
Gambar 2 buah segi-5                      1
      Severity of dementia


MMSE 27 – 30: Mild cognitive impairment.
MMSE 10 – 26: Mild to moderate dementia.
MMSE < 10 : Severe dementia
                 PENCEGAHAN

Pencegahan primer:
• Pencegahan ischemic stroke
• Pengobatan hipertensi, hyperlipidemia,    obesity,
  penyakit jantung, DM, alkohol, rokok



Pencegahan sekunder:
•   Tindakan spesifik untuk mencegah sekunder stroke
    Tindakan bedah ( carotid endarterectomy)
              Terapi

Risk management assessment
Menilai apakah ada bahaya pada penderita demensia
• Kecelakaan dirumah (kompor, perapian)
• Perilaku yang membahayakan,
• Gangguan dalam mengendarai,
• Malnutrisi
• Ancaman bunuh diri
 Memerlukan tindakan cepat
Pengobatan Spesifik
Pengobatan medis/bedah  penyakit dasar demensia
• Hypothyroidism,
• Vitamin deficiency,
• Hypercalcemia,
• Normal pressure hydrocephalus,
• Subdural haematoma
• Brain tumours.
Pengobatan perbaikan fungsi kognisi
•   AchE inhibitor 

Penanganan non-drug untuk memelihara fungsi
Rencana perawatan, konseling
• berpartisipasi dalam kegiatan intelektual.
• melakukan kegiatannya serta hobinya
Pengobatan untuk meminimalkan demensia
•   Managemen penyakit dasar
Genetic counselling
•   Khususnya anggota keluarga dengan early-onset
    dan atau familial cases.

Managing Behavioral

Non-drug management
• Social work support dan intervensi
  konseling Program aktivitas regular

Obat-obatan
• Major tranquillisers,   Neuroleptics,   anti-anxiety,
  sleeping tablet
Tindakan pencegahan dan pengobatan

1. Bila terdapat riwayat hipertensi
   ,diusahakan agar tekanan darahnya
   terkendali dalam batas normal.
2. Bila perlu berikan obat anti hipertensi.
3. Bila terdapat gangguan kejiwaan ,kognitif
   dan sebagainya , ada baiknya untuk
   dikonsultasikan dengan psikiater

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:35
posted:11/23/2012
language:Latin
pages:19