PEMBELAJRAN BAHASA ARAB DENGAN MENGGUNAKAN TEKNIK MUHADATSAH

W
Description

PEMBELAJRAN BAHASA ARAB DENGAN MENGGUNAKAN TEKNIK MUHADATSAH

Shared by: rifkyrosian
-
Stats
views:
342
posted:
11/22/2012
language:
Malay
pages:
12
Document Sample
scope of work template
							                                  PEMBELAJRAN BAHASA ARAB

                    DENGAN MENGGUNAKAN TEKNIK MUHADATSAH

1. Pengertian Teknik Muhadatsah

                Menurut Ashar Arsyad (2003:68) Teknik merupakan penjabaran atau realisasi dari

   metode. Teknik bersifat heuristic dan praktis. Teknik yang umum dan layak digunakan

   dalam pembelajaran muhadatsah adalah persiapan pembelajaran, berbicara bahasa Arab

   dalam kelas, jangan pindah sebelum mantap, jangan tertipu oleh jawaban bersama, buku

   bukan guru tetapi alat pembantu, berikan banyak tamrinat, berikan semangat, ciptakan

   suasana yang menyenangkan, (Azhar Arsyad, 2003:68-71)

                Sedangkan Muhadatsah sendiri menurut bahasa adalah percakapan, dialog atau

   berbicara.1 Suatu pembicaraan yang menghadirkan dua pembicara atau lebih, maka disebut

   dialog, percakapan atau muhadatsah. Sedangkan Menurut Ahmad Izzan (2007:116) dalam

   bukunya Metodologi Pembelajaran Bahasa Arab menjelaskan bahwa muhadatsah adalah

   penyajian bahan dalam pelajaran bahasa Arab melalui percakapan, dalam percakapan itu

   dapat terjadi antara guru dan murid dan antara murid dengan murid, sambil menambah dan

   terus memperkaya perbendaharaan kata (vocubulary) yang semakin banyak.

                 Jadi dapat disimpulkan bahwa Teknik muhadatsah merupakan suatu kegiatan

   percakapan yang kegiatannya bertujuan untuk mencapai keterampilan komunikasi secara

   lisan dan mengungkapkan ide, pesan dan peranan serta menangkap pembicaraan orang.

                 Percakapan merupakan pertukaran pikiran atau pendapat mengenai suatu topic

   tertentu antara dua atau lebih pembicara. Percakapan merupakan dasar keterampilan

   berbicara baik bagi anak-anak, orang dewasa maupun orang tua. Dalam bahasa Arab,



    1
        Atabik Ali Zuhdi Muhdlor. Kamus Kontemporer Arab Indonesia,,,,,,,,,,,,hlm. 1638.
    pembelajaran Muhadatsah (berbicara) merupakan pembelajaran bahasa Arab yang pertama-

    tama diajarkan.

                Dalam setiap bahasa terdapat unsur-unsur yang dapat dilihat secara terpisah-pisah,

    meskipun satu sama lain saling berhubungan dengan erat bahkan menyatu, sehingga

    terbentuk sebuah fenomena yang bernama bahasa. Performasi dan kemampuan berbahasa

    juga bermacam-macam. Ada yang berbentuk lisan dan ada pula yang berbentuk tulisan. Ada

    yang bersifat reseptif (menyimak dan membaca) dan ada yang bersifat produktif (berbicara

    dan menulis). Dijelaskan pula bahwa pengajaran bahasa di dalamnya terdapat unsur-unsur

    seperti tata bunyi, keterampilan berbahasa yang terdiri atas: membaca (al-qiro’ah), menulis

    (al-kitabah), berbicara (al-kalam), dan menyimak (al-istima’) dalam melatih dan

    mengajarkan masing-masing unsur dan keterampilan tersebut, telah dikembangkan berbagai

    cara atau teknik.

                Berbahasa itu adalah berbicara, dengan kata lain berbicara merupakan fungsi

    pokok dalam bahasa. Sehingga fungsi utama belajar bahasa itu adalah kemampuan berbahasa

    aktif berkomunikasi lisan dan bercakap-cakap.2 Berbicara disini merupakan kemampuan

    pengucapan bunyi-bunyi artikulasi atau kata-kata untuk mengekspresikan, menyatakan serta

    menyampaikan pikiran gagasan dan perasaan. Berbicara juga suatu alat untuk

    mengkomunikasikan gagasan-gagasan yang disusun serta dikembangkan sesuai dengan

    kebutuhan-kebutuhan sang pendengar atau penyimak.3

                Dalam muhadatsah perlu adanya kerjasama antara dua orang atau lebih untuk

    menciptakan interaksi positif dan komunikasi yang aktif yaitu berbahasa lisan dengan


      2
         . Tayar Yusuf, Syaiful Anwar, Metode Pengajaran Agama dan Bahsa Arab,( Jakarta : Raja Grafindo
Persada, 1997), hlm. 158
      3
        Henri Guntur Taringan. Berbicara Sebagai Suatu Keterampilan Berbahasa,(Bandung : Angkasa, 2008), hlm
15.
  mengungkapkan dan mendengarkan ungkapan ide atau pendapat antara satu dengan yang

  lainnya.

2. Tujuan Pembelajaran Muhadatsah

                        Pada proses kegiatan pembelajaran, tujuan merupakan hal pokok yang

   tidak boleh diabaikan oleh setiap lembaga pendidikan. Karena dengan adanya tujuan dalam

   proses pembelajaran, menandakan bahwa proses pembelajaran tersebut mempunyai arah dan

   target yang jelas tentang apa yang telah menjadi cita-cita yang hendak dicapai. Untuk

   mencapai suatu tujuan tentunya dibutuhkan adanya hubungan yang harmaonis antara

   komponen-komponen yang terlibat di dalam pembelajaran tersebut seperti tujuan, metode,

   media pembelajaran, siswa dan guru.

                Begitu juga dengan pembelajaran muhadatsah, tujuan merupakan satu hal yang

   menjadi prioritas utama yang harus dicapai. Adapun tujuan yang perlu untuk dicapai adalah

   agar siswa mampu bercakap-cakap (berbicara) dalam pembicaraan sehari-hari dengan

   menggunakan bahasa Arab, dalam shalat, ataupun dalam membaca Al-Qur’an. Berbicara

   dengan bahasa asing merupakan keterampilan dasar yang menjadi tujuan dari beberapa

   tujuan pengajaran bahasa, sebagaimana berbicara adalah sarana untuk berkomunikasi

   dengan orang lain.4 Pengajaran berbicara bahasa asing bukanlah hal yang mudah, apalagi

   bahasa Arab. Maka belajar bahasa sangat perlu sekali digunakan metode pengajaran yang

   baik, terutama pengajaran berbicara bahasa Arab yang mengucapkan bahasa banyak

   mempunyai perbedaan dengan bahasa Indonesia.

                      Pembelajaran muhadatsah merupakan proses yang dilakukan oleh seorang

   guru dalam memberikan pelajaran agar para peserta didik dapat melakukan komunikasi lisan



    4
        H. M. Abdul Hamid, dkk. Pembelajaran Bahasa Arab….. hlm. 42.
dengan menggunakan bahasa Arab. Adapun itu bentuknya, yang penting tujuan

pembelajaran dapat tercapai.

                    Tujuan Pembelajaran Muhadatsah menurut Ahmad Izzan (2009:116-117)

adalah:

a. Melatih lidah anak didik agar terbiasa dan fasih bercakap-cakap (berbicara) dalam bahasa

     Arab.

b. Terampil berbicara dalam bahasa Arab mengenai kejadian apa saja di dalam masyarakat

     dan dunia internasional yang diketahui.

c. Mampu menejermahkan percakapan orang lain lewat telepon, radio, TV, tape rekorder

     dan lain-lain.

d. Menumbuhkan rasa cinta dan menyenangi bahasa Arab sebagai bahasa al-Qur’an,

     sehingga timbul kemauan untuk belajar dan mendalaminya.

                Sedangkan tujuan pembelajaran muhadatsah menurut Ahmad Fuad Effendy

(2003:114) adalah apabila dilihat secara umum tujuan latihan berbicara untuk tingkat

pemula dan menengah ialah agar siswa dapat berkomunikasi lisan secara sederhana dalam

berbahasa Arab. Sedangkan tujuan akhir latihan pengucapan adalah pengucapan ekspresi

(ta’bir) yaitu mengemukakan ide/ pikiran/ pesan kepada orang lain.

                    Dalam latihan berbicara mempunyai tahap-tahapan yang harus diperhatikan

supaya dalam berbicara lebih fasih, tahapan-tahapan tersebut yaitu:5

a. Latihan asosiasi dan identifikasi

     Latihan ini dimaksudkan terutama untuk melatih spontanitas siswa dan kecepatannya

     dalam mengidentifikasi dan mengasosiasikan makna ujaran yang didengarkan.

b. Latihan pola kalimat (pattern praktis)
 5
     Ahmad Fuad Effendi, Metodologi Bahasa Arab,,,,,,,Hlm, 114-122
  Mengenai teknik pengajaran qawa’id struktur telah diuraikan berbagai macam model

  latihan yang secara garis besar dapat dibedakan menjadi tiga jenis yaitu:

  1) Latihan mekanis

  2) Latihan bermakna

  3) Latihan komunikatif

  4) Latihan percakapan

c. Percakapan

                Latihan percakapan ini mengambil topik terutama tentang kehidupan sehari-

  hari atau kegiatan yang dekat dengan siswa. Diantara model-model percakapan itu ialah

  sebagai berikut:

  1) Tanya jawab

  2) Menghafal model dialog

  3) Percakapan terpimpin

  4) Percakapan bebas

d. Bercerita

  Bercerita mungkin salah satu kegiatan yang menyenangkan, tetapi bagi yang mendapat

  tugas bercerita kadang kala merupakan siksaan karena tidak mempunyai gambaran apa

  yang akan diceritakan. Oleh karena itu guru hendaknya membantu siswa dalam

  menunjukkan objek cerita.

e. Diskusi

                Ada beberapa model diskusi yang biasa digunakan dalam latihan berbicara,

  antara lain guru membagi siswa dalam dua kelompok, kelompok A bersikap mendukung

  pertanyaan dan kelompok B bersikap penentang pertanyaan. Kemudian guru atau salah
satu dari siswa ada yang menjadi moderator dan mengalirkan waktu pada masing-masing

kelompok untuk mengemukakan alasan atau argumentnya.

1) Diskusi kelas dua kelompok berhadapan

  Misalnya guru menciptakan suatu masalah katakanlah dalam bentuk pertanyaan atau

  pernyataan, kemudian guru membagi siswa dalam dua kelonpok, kelompok A bersikap

  mendukung pertanyaan dan kelompok B bersikap penentang pertanyaan. Kemudian

  guru atau salah satu dari siswa ada yang menjadi moderator dan mengalirkan waktu

  masing-masing kelompok untuk mengemukakan alasan atau argumennya.

2) Diskusi kelas bebas

  Maksudnya adalah guru menetapkan topik, siswa diberi kesempatan untuk

  mengemukakan pendapatnya tentang masalah yang menjadi topik pembicaraan

  tersebut secara bebas.

3) Diskusi kelompok

  Guru membagi siswa dalam beberapa kelompok, masing-masing terdiri dari 6 sampai

  10 siswa. Dalam setiap kelompok ditentukan seorang ketua, penulis dan pelapor.

  Masing-masing kelompok mendiskusikan topik yang berbeda-beda, kemudian setelah

  semua selesai pada masing-masing kelompok ada yang melaporkan hasil diskusinya di

  depan kelas dan siap menerima sanggahan atau pertanyaan dari kelompok lain.

4) Diskusi panel

  Maksud dari diskusi panel adalah guru menetapkan topik, menunjukkan beberapa

  siswa, sebagai penulis dan moderator. Kepada petugas diberi kesempatan satu minggu

  untuk mempersiapkan bahan pembicaraannya, dan siswa lain mempersiapkan
     sanggahan-sanggahan. Dalam pelaksanaan ini guru bertindak sebagai partisipan pasif.

     Pada akhir diskusi guru memberi komentar dan evaluasi.

f. Wawancara

  Wawancara merupakan suatu kegiatan dalam pelajaran berbicara. Adapun yang perlu

  dilakukan dalam metode ini adalah:

  1) Persiapan wawancara

  2) Bentuk wawancara

g. Drama

  Drama merupakan kegiatan yang mengandung unsur kreatif, karena dianggap

  menyenangkan. Tahapan-tahapan yang perlu dilakukan untuk melakukan metode

  ini adalah:

  1) Memilih naskah

     Naskah dapat berupa dialog sederhana dalam suatu adegan yang sesuai dengan tujuan

     pelajaran.

  2) Latihan

     Siswa diberi kesempatan untuk melakukan latihan beberapa hari sebelum penampilan.

h. Berpidato

           Kegiatan ini biasanya dilakukan setelah siswa mempunyai cukup pengalamn

  dalam berbagai kegiatan berbicara yang lain seperti percakapan, bercerita, wawancara,

  diskusi dan lain-lain.

           Diantara beberapa teknik-teknik dalam latihan berbicara di atas juga telah

  dijelaskan mengenai teknik latihan percakapan, di sini lebih mengedepankan topik
          tentang percakapan yang diambil dalam kehidupan sehari-hari, atau kegiatan yang dekat

          dengan siswa. Di antara model-model percakapan ini ialah sebagai berikut:

          1) Tanya jawab

          2) Menghafal model dialog

          3) Percakapan terpimpin

          4) Percakapan bebas

          Metode muhadatsah juga merupakan salah satu metode dalam pembelajaran bahasa Arab,

          metode lain merupakan bagian dari pada tahap-tahap latihan berbicara. Agar guru dapat

          mengajar muhadatsah dengan baik, guru harus mengikuti metode berikut: 6

          1) Guru memilih topik yang sesuai dengan tingkat pemikiran peserta didik atau cocok

             dengan tingkat umur mereka.

          2) Guru memilih kata-kata dan kalimat yang sesuai dengan pengetahuan murid dan

              perbendaharaan bahasa mereka, kemudian menemukan kata-kata sulit dan menulis

              kata-kata tersebut di papan tulis.

          3) Guru menyiapkan semua alat peraga yang dapat membantu kesuksesan proses

              pembelajaran tersebut. Hendaklah dia mahir mempergunakan alat-alat tersebut dan

              mahir memberikan pengertian dengan alat peraga itu.

          4) Bila murid itu masih tingkat dasar, maka guru harus menyertai ucapannya dengan

              isyarat dan praktek, agar dapat menggambarkan pengertian kemudian menyuruh

              siswa menggambarkannya.

          5) Apabila murid mempunyai kemungkinan menyusun bahasa yang bagus, maka guru

              memperagakannya dihadapan mereka tentang pengertian kalimat itu dengan isyarat


      6
          Abubakar Muhammad, Metode Khusus pengajaran bahasa arab, (Surabaya: Usaha Nasional, 1981), hlm.
59.
               dan praktek, kemudian memanggil mereka untuk mengungkapkannya dengan

               ungkapan yang menunjuk kepada apa yang dikerjakan.

          6) Apabila kemampuan murid sudah maju maka guru harus membawakan sesuatu

               dihadapan mereka dan memamerkan dihadapan mereka agar mereka dapat

               memegangnya dengan tanganya dan mencoba dengan panca indra mereka. Kemudian

               guru meminta kepada peserta didik untuk menyebutkan sifat-sifatnya yang nyata

               terlebih dahulu, dan setahap demi setahap, meminta mereka untuk menyebutkan

               sifat-sifat/ ciri-ciri dari alat peraga tersebut, sambil mengajukan beberapa pertanyaan

               yang mengasah otak mereka dan membuka pikirannya sehingga mereka

               mengucapkannya dengan bahasa mereka sendiri.

          7) Pada setiap akhir pelajaran guru harus mengajukan beberapa pertanyaan sebagai

               evaluasi dari apa yang telah dijelaskan sebelumnya dan meminta jawaban kepada

               peserta didik dalam kalimat yang sempurna.

          8) Kemudian guru menyuruh peserta didik mengeluarkan buku latihannya dan menulis

               apa yang tertulis di papan tulis berupa kata-kata dan istilah-istilah yang baru agar

               peserta didik dapat mengulanginya di rumah. Guru hendaklah menguji mereka pada

               pelajaran muhadatsah berikutnya atau pada waktu mana saja yang sesuai.

3.   Langkah-langkah Pembelajaran Muhadatasah

     Dalam pembelajaran muhadatsah ini terdapat beberapa langkah-langkah yang harus

     diperhatikan agar pembelajaran muhadatsah ini berjalan dengan baik. Adapun langkah-

     langkah tersebut sebagaimana dibawaini: 7

     a. Siswa dapat mempersiapkan acara atau meteri muhadatsah dengan matang.



      7
          Ahmad Izzan. Metodologi Pembelajaran Bahsa Arab,,,,,,hlm, 117
b. Materi muhadatsah hendaknya disusun dengan tara perkembangan dan kemampuan

   anak didik.

c. Siswa hendaknya mengunakan alat bantu yang mendorong metode ini.

d. Guru hendaknya terlebih dahulu menjelaskan arti setiap kata-kata yang diajarkan, baik

   dengan menuliskan di papan tulis atau juga menyebutkan melalui metode dikte.

e. Untuk pembelajaran muhadatsah bagi usia dewasa, maka diharapkan peserta didik yang

   lebih aktif daripada guru.

f. Setelah pembelajaran muhadatsah ini telah dipraktekan, guru kemudian membuka

   season Tanya jawab atau yang berhubungan dengan keaktifan siswa.

g. Pengusaan bahasa secara aktif, itulah yang banyak dan berhasil bukan hanya pengusaan

   yang pasif.

h. Guru selalu memining lawan bicara peserta didik satu dengan yang lain secara

   bergantian guna menghilangkan rasa malu kepada yang lain.

i. Di dalam kelas harus diciptakan suasana wajib berbahsa Arab, begitu juga guru harus

   menggunakan bahasa Arab ketika memulai pelajaran sebagai prolog, dengan pelan dan

   fasih. Agar anak didik juga tergugah untuk menggunakan bahasa Arab dalam kelas.

j. Jika pembelajaran muhadatsah akan dilakukan kembali pada pertemuan berikutnya,

   sebaiknya seorang guru terlebih dahulu menetapkan batas materi pelajaran yang akan

   disampaikan, agar siswa juga mempersiapkan diri untuk menyiapkan materi itu.

k. Mengakhiri pertemuan pembelajaran dengan memberi suport dan motipasi agar anak

   didik giat dalam belajar.
4. Faedah-faedah Pembelajaran Muhadatsah

         Dalam muhadatsah ada dua faedah yang perlu diperhatikan yaitu faedah praktis dan

   faedah bersifat teoritis:

   Adapun faedah-faedah praktis adalah sebagai berikut: .8

   a. Membiasakan murid bercakap-cakap dengan bahasa yang fasih.

   b. Membiasakan murid menyusun kalimat yang baik yang timbul dari dalam hatinya dan

         perasaannya dengan kalimat yang benar dan jelas.

   c. Membiasakan murid memillih kata dan kalimat dan menyusunnya dalam susunan bahasa

         yang indah serta memperhatikan penggunaan kata pada tempatnya.

                 Sedangkan faedah-faedah yang bersifat teoritis ialah mendidik panca indra yang

   lima kemampuan perhatikan, kemampuan berpikir.

                 Banyak teknik dan model latihan percakapan yang telah dikembangkan oleh para

   pengajar bahasa. Setiap pendekatan atau metode memberikan penekanan kepada model atau

   teknik tertentu. Metode Audio-lingual misalnya, menekan perlunya pembelajaran “

   menghafal model dialog” sebelum masuk ke dialog bebas.

5. Saran-saran dalam Pembelajaran Muhadatsah

         Dalam pembelajaran muhadatsah terdapat saran-saran yang harus diperhatikan agar

   peserta didik dapat trampil berbicara bahasa Arab dengan baik, adapun saran-saran yang

   harus diperhatikan sebagai berik:9

     a. Berani melakukan atau mempraktikkan percakapan, dengan menghilangkan perasaan

          malu dan takut salah

     b. Rajin memperbanyak pembendaharaan kata-kata dan kalimat secara kontinu


     8
         Abu Bakar Muhammad, Metode Khusus Pengajaran Bahasa Arab,.,,,,,,,, Hlm, 58
     9
         Ahmad Izzan. Metodologi Pembelajaran Bahsa Arab,,,,,,hlm, 118-119
c. Selalu melatih alat pendengaran dan pengucapan, agar menjadi fasih dan lancer

d. Terus menerus rajin membeca buku-buku dalam bahasa Arab

e. Menciptakan lingkungan dalam suasana berbahasa Arab

f. Mencintai guru dan teman yang pandai berbahasa Arab, jadikan mereka teman setia

g. Ajarkan bahasa Arab terhadap anak-anak

						
Related docs
Other docs by rifkyrosian
MANAJEMEN BERBASIS SEKOLAH
Views: 1217  |  Downloads: 18
MOTIVASI DALAM PEMBELAJARAN
Views: 208  |  Downloads: 2
MAKALAH TAFSIR AL-FATIHAH
Views: 3589  |  Downloads: 107
OPTIMALISASI PEMBELAJARAN BAHASA ARAB
Views: 328  |  Downloads: 3