Docstoc

Dinamika Kelompok Kecil

Document Sample
Dinamika Kelompok Kecil Powered By Docstoc
					Dinamika Kelompok Kecil

Kelompok 3
Membuat Kelompok Produktif

       Secara garis besar tidak ada yang ajaib dalam pembentukan kelompok, beberapa
kelompok dapat menjadi sangat efektif dan mencapai tujuannya, sementara kelompok lainnya
menjadi tidak efektif dan hanya membuang waktu. Penulis telah mempelajari variasi bentuk
dari kelompok lebih dari 30 tahun dan telah mewawancari ribuan anggota dari berbagai jenis
organisasi di banyak negara untuk mencari jenis kelompok yang digunakan dan mana jenis
kelompok yang ideal, peneliti juga telah berhasil mengembangkan kurva performances
kelompok yang mana dapat mengklarifikasi grup yang efektif dan tidak efektif, kurva
tersebut menunjukan empat tipe kelompok berdasarkan performances yaitu pseudogroups,
traditional work-groups, effective groups dan high performance groups. Performance dari
kelompok dimulai dengan anggota kelompok dan kinerja mereka yang mana sifatnya relatif
di setiap kelompok. Tujuan dari kurva ini adalah untuk menggambarkan bahwa produktifitas
dari kelompok kecil bergantung pada bagaimana kelompok itu distrukturisasi.

       Dari penjelasan sebelumnya dapat dijelaskan        dari empat macam kelompok
berdasarkan kinerja , proses pembuatan kelompok dalam berbagai cara dan berbagai banyak
alasan dibentuknya kelompok tersebut . Serta mecari tahu alasan mengapa satu kelompok
yang produktif dan kelompok lain tidak. Perhatian kita harus difokuskan kepada alasan
keberadaan kelompok, struktur dan motivasinya kelompok tersebut.



        Pseudogroup adalah kelompok yang anggotanya telah ditugaskan untuk bekerja
bersama-sama tetapi yang tidak adanya ketertarikan dalam melakukannya tugas itu . Para
anggota menilai pengevaluasian kerja mereka sangat penting karena menentukan posisi para
anggota sendiri sehingga ada yang menjadi peringkat tertinggi sampai terendah kinerjanya.
Meskipun anggota tetap menjalin komunikasi satu sama lain, namun sesungguhnya mereka
sedang bersaing. Mereka melihat satu sama lain sebagai saingan yang harus dikalahkan,
memblokir atau mengganggu kinerja satu sama lain , menyembunyikan informasi, upaya
untuk menyesatkan dan membingungkan, dan timbul sifat ketidakpercayaan satu sama lain.
Akibatnya, kinerja kelompok kurang dibandingkan dari jumlah potensi kinerja anggota
individu. Dengan kata lain, anggota akan lebih produktif jika mereka bekerja sendiri.
Selanjutnya, kelompok tidak dewasa karena anggota tidak memiliki kepentingan dalam atau
komitmen untuk masa depan kelompoknya . Sebuah contoh pseudogroup ketika menjadi tim
penjualan suatu daerah yang diperintahkan untuk bekerja sama untuk meningkatkan
keuntungan, hanya untuk mengetahui penjual yang mendapatkan pernjualan yang paling
besar agar mendapat keuntungan atau bonus.



Kelompok tradisonal adalah sebuah kelompok yang anggotanya ditugaskan untuk bekerja
sama dan menerima bahwa mereka harus melakukannya. Anggota percaya bahwa mereka
akan dievaluasi dan dihargai sebagai individu, bukan sebagai anggota kelompok. Pekerjaan
telah terstruktur sehingga bekerja bersama hanya sedikit diperlukan. Anggota berinteraksi
terutama untuk menjelaskan bagaimana pekerjaan yang harus dilakukan. Mereka mencari
informasi satu sama lain, tetapi tidak memiliki motivasi untuk menginformasikan ke anggota
kelompok lain.

Tahap dalam Membentuk Kelompok Efektif

       Untuk menyusun sebuah kelompok efektif, maka yang harus dilakukan pada tahap
pertama yaitu: tujuan harus terselesaikan sehingga seluruh anggota memahami tujuan awal
dari kelompok ini, tujuan harus operasional sehingga anggotanya dapat memahami
bagaimana cara mendapatkan tujuan, dan tujuan harus membentuk interdependensi
positif di antara anggotanya.

       Dalam menyusun sebuah kelompok efektif maka yang dibutuhkan dalam tahap kedua
ini yaitu dengan melakukan komunikasi dua arah di antara anggota, dimana komunikasi di
antara anggota tersebut dapat membentuk ide dan perasaan dengan akurat dan terselesaikan.

       Tahap ketiga yaitu memastikan pemimpin dan mengikutsertakan anggota-anggotanya
dalam kelompok tersebut, seperti melibatkan anggota-anggota dalam kerja kelompok, dapat
berkomitmen dengan pembagian kerja, dan bangga akan kelompok mereka.

       Tahap     keempat   yaitu   menyusun   fungsi   kekuasaan    yang   mana    mampu
mendistribusikan anggota-anggota dalam kelompok tersebut dan memberikan pengaruh
keteladanan kepada kelompok tersebut dimana fungsi ini dapat membantu anggota-
anggotanya untuk mendapatkan tujuan utama mereka.

       Tahap kelima yaitu prosedur pengambilan keputusan yang membutuhkan manajerial
waktu dan sumber daya seperti kemampuan dalam kelompok dan penggunaan metode dalam
pengambilan keputusan tersebut. Pengambilan keputusan yang efektif yaitu dengan cara
melakukan musyawarah. Dimana fungsi dari musyawarah ini dapat menaikkan partisipasi
dalam kelompok, persamaan kekuasaan, tingkat kohesi dan komitmen dalam anggota
kelompok.

       Tahap keenam adalah pengambilan keputusan dan pemecahan masalah secara kreatif.
Untuk mengurangi suatu kontroversi dalam kelompok              yang disebabkan adanya
ketidaksetujuan satu sama lain dapat diatasi dengan cara mencari solusi dan memaparkan
alasan-alasan. Kontroversi berupa konflik yang menentang ide dan solusi dapat memajukkan
keterlibatan antara kerja kelompok, kualitas dan kreativitas dalam pengambilan keputusan
dan komitmen terhadap implementasi keputusan kelompok tersebut.

       Tahap ketujuh yaitu mampu melihat konflik kepentingan seperti konflik yang
bertentangan dengan tujuan, kelangkaan sumber daya dan daya saing dalam kelompok.
Terdapat lima (5) cara dalam memanajemen konflik kepentingan yaitu menarik diri,
memaksa, memperlancar, kompromi dan memecahkan masalah.

Bagaimana menciptakan kelompok efektif

       Untuk menjadi efektif secara keseluruhan, sebuah kelompok harus melakukan tiga
hal: mencap aitujuan; mencapai hubungan kerja yang baik antar anggota; dan beradaptasi
tehadap kondisi yang berubah-ubah dalam suatu organisasi, keadaan social maupun dunia.
Untuk menciptakan sebuah kelompok, dapat digunakan beberapa set panduan. Panduan ini
berfugsi untuk mengarahkan bagaimana membangun sebuah kelompok yang efektif,
konsensus untuk mendiagnos seberapa baik kelompok berfungsi, dan maksud dari
memotivasi anggota untuk terus berkembang.

Panduan untuk Menciptakan Kelompok yang Efektif :

   1. Menegakan secara jelas dan operasional, tujuan grup yang relevan untuk menciptakan
       ketergantungan yang positif dan mengingatkan akan komitmen yang tinggi antar tiap
       anggota.
   2. Menegakan komunikasi dua arah yang efektif antara anggota kelompok dalam
       mendiskusikan ide serta pemikiran dengan jelas dan akurat.
   3. Menjamin distribusi kepemimpinan dan partisipasi diantara semua anggota kelompok.
   4. Menjamin penggunaan kekuasaan tersebar diantara semua anggota kelompok dan
       sangat tergantung pada kebutuhan anggota sebagai kelompok guna mencapai tujuan
       kelompok tersebut.
      5. Menyesuaikan metode pengambilan keputusan dengan waktu dan sumberdaya,
            ukuran dan tingkat keseriusan keputusan, serta jumlah komitmen anggota yang
            mempengaruhi keputusan. Cara yang paling efektif dalam mengambil keputusan
            adalah dengan kesepakatan.
      6. Menelaah masalah dalam struktur dimana tiap anggota kelompok mendukung opini
            mereka, masalah dalam perbedaan pendapat, serta bagaimana mereka bertarung satu
            sama lain dalam hal berpendapat dan memberikan argument guna mencapai
            keputusan yang berkualitas dan kreatif.
      7. Menjamin bahwa seluruh anggota menghadapi ketertarikan konflik dan menggunakan
            negosiasi yang terintegrasi serta mediasi untuk menyelesaikan konflik tersebut.




  Perbedaan terperinci antara grup efektif maupun non efektif

GROUP EFEKTIF                                          GROUP NON EFEKTIF

Tujuan      kelompok      dimodifikasi     berdasaran Tujuan        kelompok    berasal   dari   kekuatan
kesepakatan antar anggota (comittmen)                  structural    bukan     pada   kekuatan    anggota
                                                       kelompok
Komunikasi yang digunakan adalah komunikasi Kelompok menggunakan komunikasi satu
dua jalan, ide dan feeling adalah bentuk jalan, ide merupakan kebutuhan utama yang
kombinasi yang ideal                                   terkadang menekan perasaan“in group”
Hubungan dan bentuk partisipasi ditunjukkkan Hubungan yang ditonjolkan adalah “dominasi”
oleh semua anggota kelompok karena adanya serta penekanan yang berlebihan terhadap
tujuan maupun internal maintenance                     tujuan
Kekuatan kelompok terletak pada informasi yang Power adalah bagian kerja sistem
dibutuhkan maupun kegiatan saling share
Konsensus merupakan prosedur yang digunakan Diskusi yang digunakan selalu membentuk
kelompok untuk mediasi diskusi antar anggota           sifat grup yang terkesan minimal
Struktur adalah kunci utama melihat perubahan, Groupthink is prevalent
informasi       dan       kualitas       menunjukkan
kekreatifitasan anggota
Konflik selalu diselesaikan dengan mediasi dan Konflik              membuat     anggota   unhappy dan
negoisasi sehingga mencapai hasil maksimal             merasa tertekan
Hubungan personal dan interpersonal membuat Selalu ada penekanan
support yang menjaga tingkat leadership level
kelompok ini



  Petunjuk ke empat : “Power adalah distribusi dari anggota grup dan yang berpartisipasi
  sesuai tujuan dan kebutuhannya” .Setiap aggota memilki tingkat mutu yang influence serta
  interindependent, artinya setiap pekerjaan yang dilakukan sewajibnya dikatakan sebagai
  perjuangan karena memikirkan tujuan bersama kelompok sejak awalnya (lihat pada Chapter
  6) Petunjuk kelima dengan cara “membuat prosedur dan decision dengan menyeimbangkan
  situasi”. Setiap anggota mungkin memilki kepentingan yang subjektif sama seperti
  kepentingan anggota yang lainnya. Namun pada kelompok ini penyelesaian yang secara
  consensus bisa mengatasi masalah tanpa harus menghilangkan komitmen bersama. Petunjuk
  ke lima “menyelesaikan masalah, ketidaaksetujuan bahkan alasan yang lain dengan cara
  promoting creative dan berdikiasi dengan masalah”. Semua anggota kelompok punya tingkat
  kreatifitas yang berbeda, untuk menjauhkannya dari masalah maka kelompok membuat
  komitmen terlebih dahulu untuk mempromosikan kerja yang berposisi pada ke idealan dan
  tujuan yang dibutuhkan oleh anggota kelompok lain/kelompok.

  Petunjuk ketujuh “ Bertatapan langsung dengan masalah dan membuat jalan konstruktif”
  yang artinya bahwa negoisasi kelompok sangat penting, selain membuat kelompok terlihat
  bersinar dan berkualitas lebih tinggi dari kelompok lain, petunjuk ini mengarahkan lebih
  kepada bagaimana anggota mewujudkan integrasi yang handal dalam mengatasi aspek negatif
  di lingkungan eksternal kelompok dengan cara, contohnya mediasi (Chapter 9)

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:61
posted:11/21/2012
language:
pages:6