Docstoc

stress dan kesehatan

Document Sample
stress dan kesehatan Powered By Docstoc
					stress dan kesehatan


                             Bahan Pelajaran Kelas XII



SAKIT, STRESS DAN PENINGKATAN GULA DARAH


Bagi anda yang punya diabetes, pengontrolan gula darah merupakan sesuatu yang sangat
penting untuk menurunkan gejala dan komplikasi jangka panjang dibates. Sakit dan stress
ternyata punya pengaruh cukup besar terhadap kadar gula darah anda, hal ini dikarenakan
hormon yang digunakan untuk melawan penyakit dan stress tersebut juga bisa
meningkatkan kadar gula darah.




Mereka yang tidak mengalami diabetes sanggup memproduksi insulin secara ekstra untuk
mempertahankan kadar gula darahnya. Berbeda dengan anda yang menderita diabetes,
peningkatan kadar gula darah ini merupakan masalah tersendiri
Kadang kala anda harus menjadi dokter bagi diri sendiri, dibawah ini merupakan
beberapa hal yang sanggup meningkatkan kadar gula darah
Makan atau minum yang banyak mengandung karbohidrat dan glukosa.
Kurang aktifitas atau olahraga dari biasanya.
Sakit dan infeksi (flu, batuk, pilek dan teman-temannya)
Positif stress (pernikahan, traveling)
Negatif Stress (patah hati, gak punya duit)
Tidak cukup insulin atau obat diabetes.

Jadi bila gula darah anda meningkat, jangan keburu ditanggepin yang aneh-aneh dulu,
mungkin peningkatan gula darah anda disebabkan oleh hal-hal diatas
Sumbatan pembuluh darah atau di sebut Aterosklerosis adalah penyakit pembunuh nomer


Sumbatan Pembuluh Darah, Aterosklerosis
Penyakit yang disebabkan oleh tersumbatnya pembuluh darah di sebut penyakit:
Hipertensi, aterosklerosis, filiriasis, thrombosis, avitaminosis

Sumbatan pembuluh darah atau di sebut Aterosklerosis adalah penyakit pembunuh nomer
1 di negeri obama, penyakit sumbatan pembuluh darah ini bertanggung jawab atas
seperempat dari seluruh kematian yang terjadi di amerika serikat, entah kalo di indonesia,
lha wong datanya aja masih amburadul

Penyakit ini terjadi di arteri, suatu jenis pembuluh darah yang menyalurkan oksigen dan
nutrisi ke seluruh organ dan jaringan (termasuk otot jantung). Aterosklerosis diartikan
sebagai kekakuan arteri karena plak yang berakibat gangguan peredaran darah. Fatalnya,
aterosklerosis merupakan ‘silent disease’ karena terjadi dibagian dalam tubuh dan tidak
mudah terdeteksi .


Bagaimana Aterosklerosis Berkembang ?
Secara normal arteri seperti pipa karet yang elastis, kuat dan fleksibel.
Diawali dari daerah pencetus yang belum diketahui secara pasti, tapi peneliti yakin
bahwa proses sumbatan dimulai dari kerusakan dinding bagian dalam arteri yang
disebabkan oleh kolesterol tinggi, merokok, hipertensi dan lain-lain.
Dalam jangka waktu tertentu, kolesterol, kalsium dan berbagai zat lainnya terakumulasi
di daerah tersebut sehingga membentuk plak.
Plak ini bisa menumpuk sehingga terjadi sumbatan pembuluh darah. (gambar dibawah)
Apa yang terjadi jika terdapat sumbatan pembuluh darah ?
Jika sumbatan tersebut terjadi di arteri sekitar jantung dan menghambat aliran darah ke
otot jantung maka akan terjadi nyeri dada dan bahkan serangan jantung. Kejadian ini
disebut sebagai Coronary Arteries Disease.
Stroke. Stroke karena aterosklerosis terjadi jika sumbatan tersebut terjadi di pembuluh
darah dekat otak. Karena aliran darah ke otak terhambat, maka suplai nutrisi dan oksigen
ke otak terhambat sehingga terjadi kematian jaringan otak. Stroke dah..
Nyeri Tungkai. Jika sumbatan tersebut terjadi daerah kaki bawah, maka sampean
mengalami gangguan yang disebut sebagai peripheral arterial disease dengan gejala nyeri
di beberapa bagian tungkai dan kesulitan berjalan. Pada beberapa kasus kondisi ini
menyebabkan kematian jaringan di kaki dan diharuskan untuk di amputasi .

Penyebab dan Pencegahan




Perkembangan aterosklerosis di pengaruhi oleh beberapa faktor seperti kolesterol tinggi,
alkohol, merokok, obesitas dan gaya hidup yang buruk. Pencegahan merupakan kunci
untuk melawan penyakit ini, sampean harus menurunkan berat badan jika emang
overweight, berhenti merokok, olahraga teratur dan memperbaiki gaya hidup seperti pola
makan yang sehat dan pola tidur yang bagus, udah bukan rahasia lagi kalo kurang atau
kebanyakan tidur ternyata berhubungan dengan hipertensi.
Stress ? Hadapi saja dengan Cara yang Sehat.




Saya kemarin sempat stress, Lha gimana mao gak stress lha wong saya harus ngurusin
orang-orang dengan gangguan jiwa di RSJ Lawang yang jaraknya + 40 km dari rumah
dengan jadwal yang padat, belum lagi dalam perjalanan pulang pergi harus menghadapi
macetnya kota malang, udah gitu karena jaraknya lebih jauh dari biasanya saya harus
menyisihkan jatah budget lebih buat beli solar yang seharusnya jatah buat kencan ama
anaknya calon mertua, yaaah itu adalah salah satu contoh kecil stress yang saya hadapi.
Salah satu cara saya untuk menenangkan diri setelah stress kayak gitu adalah
blogwalking ke blog rekan-rekan blogger lainnya, suatu obat tersendiri bagi saya jika
menemukan tulisan blogger yang menenangkan, ato malah saya sering ketawa-ketawa
sendiri sambil tercerahkan ketika membaca tulisan mas endar ato mas wahyu nurdiyanto
dengan bahasanya yang khas.

Anda sering stress juga kan? saya yakin setiap individu pernah menghadapi stress,
makanya kita sekarang ngobrolin masalah stress aja deh, sekalian belajar bareng gimana
cara menghadapi stress yang baik dan sehat, karena gak jarang ada orang yang
menghadapi stress dengan cara yang salah, khawatirnya kalo stress dihadapi dengan cara
yang salah secara berkepanjangan bisa menjadi penyebab terjadinya gangguan
jiwa..gyahahahaaaa..

Kenapa Sih Koq Bisa Stress?

Secara mendasar manusia mempunyai dua kebutuhan dasar, yaitu :

1.Kebutuhan Somatis : yang meliputi makanan, minuman, tempat tinggal dan sex.

2.Kebutuhan Psikologis : yang meliputi keamanan, kasih sayang, harga diri, mendapat
pengakuan, diterima di lingkungan sosial.
Kebutuhan-kebutuhan tersebut ada karena manusia merupakan makhluk somato-psiko-
sosial. coba bayangain gimana jadinya kalo kita punya banyak temen tapi gak bisa
makan? ato malah bisa makan tapi gak punya teman? wuuih,,gak enak banget kan! Jika
salah satu atau kedua kebutuhan tersebut tidak terpenuhi akan muncul berbagai dorongan,
misal kebutuhan somatis tidak terpenuhi maka akan muncul dorongan berupa rasa lapar,
haus, nyeri, lemah. mungkin kalo kebutuhan psikologis yang tidak terpenuhi akan muncul
dorongan berupa rasa tegang, emosi, cemas. Tapi bila kebutuhan psikologis terpenuhi
yang muncul mungkin rasa puas, senang dan tenang. Rasa yang dihasilkan oleh dorongan
ini akan mendorong kita untuk berusaha memenuhi kebutuhan-kebutuhan diatas, kalo
kebutuhan selalu terpenuhi sih gak masalah, lha kalo enggak? ini salah satu pemicu
stress, hal lain yang bisa menyebabkan stress adalah menghadapi pilihan yang sulit, kalo
peribahasanya tuh bagaikan makan buah si malakama. Namun tiap individu mempunyai
daya tahan stress (stress tolerance) yang berbeda-beda, hal ini tergantung pada kondisi
somato-psiko-sosial individu tersebut. Ada orang yang peka terhadap stress tertentu yang
dinamakan stress spesifik, biasanya karena pengalaman terdahulu yang menyakitkan dan
tidak dapat diatasinya dengan baik. Misalnya seorang istri yang setiap kali berselisih
dengan suaminya selalu lari dari rumah, dia tidak mampu menghadapi kondisi ini karena
sewaktu masih anak-anak ia sering melihat ibunya dipukuli ayahnya, dan ini
menimbulkan stress padanya yang belum dapat diatasinya dengan baik. wah bapak-bapak
yang udah jadi ayah harus lebih hati-hati ne..

Lalu Gimana Cara Menghadapi Stress ?

Bila kita mendapat stress, maka secara normal akan ada usaha untuk menghadapinya.
Namun seperti apakah usaha yang baik untuk menghadapi stress?

Secara garis besar terdapat dua cara untuk menghadapi stress, yaitu task oriented dan ego
defense. Dari dua cara ini yang paling baik dan sehat adalah task oriented, lho koq bisa?
kita bahas satu-satu aja ya..

Cara Adaptasi Berorientasi Tugas (task oriented)

Cara adaptasi terhadap stress berupa task oriented ini bertujuan untuk menghadapi
tuntutan atau stressor secara sadar, realistik dan rasional. Cara ini mungkin terbuka
ataupun mungkin terselubung dan dapat berupa :

1. Serangan atau menghadapi stressor secara frontal (terang-terangan).

2. Penarikan diri atau gak mau tau lagi tentang masalah yang dihadapi.

3. Kompromi.

Misalkan ada seorang siswa yang dihina oleh temannya, “heh kamu goblok banget sih?
soal kayak gini aja gak bisa!!“. Jika dia menghadapi secara frontal mungkin dia akan
menjawab “OK skr km boleh bilang aq emg goblok, tp liat aja ujian selanjutnya, kita liat
siapa yg goblok dan siap yg pinter!!”, lalu siswa yang dihina ini belajar lebih keras dan
memperoleh hasil yg lebih baik. Jika dia menghadapi dengan cara penarikan diri
mungkin dia akan menjawab “Aq emg goblok, trus km mao ngapain kalo aq goblok?
bapakku aja gak protes, ngapain km protes?, lalu dia sante aja sambil nyelonong pergi.
jika dia menghadapi dengan cara kompromi, mungkin dia akan menjawab ” aq emg
goblok, terus gmn? km mau ngajarin gak ngajarin aq biar bisa pinter?”, heheheeee…

Menghadapi stress dengan cara task oriented emg membutuhkan banyak energi, namun
cara ini sangat baik dan bisa mematangkan pola berpikir kita. Namun pada kondisi
tertentu secara gak sadar kita tidak menggunakan cara ini untuk menghadapi stress.
Makanya kesadaran dan kontrol diri merupakan kunci dalam menghadapi stress.

Cara Adaptasi Pertahanan Ego (ego defense)

Ego (pribadi) merupakan inti kesatuan manusia, maka ancaman terhadap ego merupakan
ancaman terhadap eksistensi manusia itu sendiri. Secara perlahan-lahan manusia telah
belajar berbagai mekanisme pembelaan egonya bila menghadapi ancaman terhadap
integritas pibadinya. Mekanisme ini penting karena dapat memperlunak kegagalan,
menghilangkan kecemasan dan mempertahankan rasa layak atau harga diri. Sebenarnya
cara ini normal, kecuali jika sudah berlebihan, karena bila berlebihan yang terjadi
bukannya membantu, malah mengganggu integritas kepribadian kita. Apa aja sih ego
defense ini?
Fantasy : Keinginan yang tak tercapai lalu dikabulkan dalam imajinasinya. Seperti siswa
yang dihina temannya tadi berkhayal mendapat nilai terbaik di sekolah dan mendapat
penghargaan dari gurunya.
Denial (penyangkalan) : Tidak berani melihat dan mengakui kenyataan yang
menakutkan. Misalnya seorang ibu yang memejamkan matanya ketika melihat anak
kesayangannya disunat (khitan).
Rasionalisasi : Merasionalkan kenyataan yang sebenarnya salah. Misalkan seorang
pejabat yang ketauan korupsi ketika ditanya alasannya korupsi malah menjawab “lha
gimana saya bisa hidup dengan gaji seperti sekarang ini? ” ato “Istri dan anak saya
sedang sakit, makanya saya butuh dana lebih.”

Jika orang menghadapi stress dengan dengan ego defense secara berlebihan akan terjadi
gangguan, misalkan fantasi berlebihan akan menjadikan orang tersebut hidup dalam
khayalan atau angan-angan tanpa usaha untuk mencapainya. Kondisi seperti ini sudah
bisa disebut gangguan jiwa.whuuuaaaa….

Anda mau menggunakan cara yang mana untuk menghadapi stress? mao task oriented
atau ego defense? terserah anda.. namun saran saya adalah menggunakan lebih banyak
task oriented dengan sedikit bumbu ego defense biar kita bisa menghadapi masalah
secara realistik namun juga tidak terlalu sakit rasanya…

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:10
posted:11/20/2012
language:Malay
pages:7