Pengembangan Kognitif Pada Anak Usia Dini by dededahlia1

VIEWS: 1,219 PAGES: 17

More Info
									                                       BAB I


                                 PENDAHULUAN




   A. LATAR BELAKANG


       Secara ilmiah seorang anak memiliki rasa ingin tahu yang tinggi terhadap

lingkungan di sekitarnya. Rasa ingin tahu yang tinggi tersebut merupakan wujud

dari kebutuhan anak untuk memperoleh pengetahuan. Menurut Piaget (1964)

seorang anak memperoleh pengetahuan dengan cara berinteraksi langsung dengan

lingkungan yang ada di sekitar anak.


       Membangun pengetahuan dalam pengembangan kognitif merupakan salah

satu dari aspek pengembangan anak usia dini. Pentingnya membangun

pengembangan kognitif ini dapat menjadi salah satu stimulasi untuk menjadi

kemampuan professional dikemudian hari.


   B. RUMUSAN MASALAH


      Pada rentang usia 3-4 tahun sampai 5-6 tahun, anak mulai memasuki masa

prasekolah yang merupakan masa persiapan untuk memasuki pendidikan Formal

yaitu di Sekolah Dasar. Pada masa- masa usia ini anak dapat lebih banyak

menyerap ilmu- ilmu pengetahuan yang tidak sengaja ditemukan dalam

keseharian aktifitasnya. Pengetahuan- pengetahuan ini yang sering kita kenal

dengan pengembangan kognitif/ intelektual, yaitu suatu proses berpikir     atau

kemampuan individu untuk menghubungkan, menilai, dan mempertimbangkan

suatu kejadian atau peristiwa.



                                                                             1
       Apabila pada masa- masa ini anak mendapat stimulasi dalam

pengembangan     kognitifnya,    maka   akan   menjadi      dasar   berkembangnya

kemampuan     intelektualnya     pada   masa   yang   akan     datang.Untuk   itu,

pengembangan kognitif itu harus benar- benar diberikan stimulasinya kepada anak

sejak usia dini. Mengingat pentingnya pengembangan kognitif ini, maka kita

harus benar- benar memahami apakah pengertian kognitif itu? Apa saja teori dasar

perkembangan kognitif? Apa sajakah factor yang mempengaruhi pengembangan

kognitif? Klasifikasi pengembangannya apa saja? Dan bagaimana manfaat/

pentingnya pengembangan kognitif bagi anak?


   C. TUJUAN


   Makalah     ini   bertujuan    memberikan    informasi     tentang   pengertian

Pengembangan Kognitif bagi anak usia dini, mengetahui teori dasar dan

pengklasifikasian pengembangan kognitif, serta factor- factor yang mempengaruhi

dan pentingnya pengembangan kognitif bagi anak usia dini, sehingga kita dapat

mempraktikan apa yang kita ketahui dalam kehidupan kita, khususnya dalam

mengasuh dan membina tumbuh kembang anak usia dini.


   D. MANFAAT


   Manfaat yang diharapkan dengan dibuatnya makalah ini,semoga dapat

bermanfaat


bagi pembacanya. dan setelah mempelajari seluruh isinya, semoga dapat menjadi

sumbangan pemikiran dan menambah informasi bagi perkembangan ilmu

pengetahuan khususnya pendidikan anak usia dini.




                                                                                2
                                     BAB II


                              TINJAUAN TEORITIS




       A. DEFINISI KOGNITIF


       Kognitif adalah suatu proses berpikir ,yaitu kemampuan individu untuk

menghubungkan      ,menilai    dan   mempertimbangkan      suatu   kejadian   atau

peristiwa.Beberapa pendapat para ahli psikologi yang berkecimpung dalam dunia

pendidikan mendefinisikan kognitif atau intelektual adalah,sebagai berikut:


   a. Terman mendefinisikan bahwa kognitif adalah kemampuan untuk berpikir

       secara abstrak.

   b. Colvin mendefinisikan bahwa kognitif adalah kemampuan untuk

       menyesuaikan diri dengan lingkungan

   c. Henan mendefinisikan kognitif adalah intelektual ditambah dengan

       pengetahuan

   d. Hunt mendefinisikan kognitif adalah teknik untuk memproses informasi

       yang disediakan oleh indra.

   e. Pamela Minet mendefinisikan bahwa perkembangan intelektual sama

       dengan perkembangan mental,sedangkan perkembangan kognirtif adlah

       perkembangan pikiran

   f. Gerdner dalam Munandar (2000) mengemukakan bahwa pengertian

       intelegensi sebagai kemampuan untuk memecahkan         masalah atau untuk

       menciptakan karya yang dihargai dalam suatu kebudayaan.




                                                                                3
       B. TEORI PERKEMBANGAN KOGNITIF


Ada beberapa teori mengenai pengembangan kognitif yang dikemukakan para

ahli,diantaranya:


1.Teori “Two Factors” ( Charles Spearman,1904)


       Setiap individu memiliki dua kemampuan (general factor dan specific

factor) yang keduanya menentukan penampilan atau perilaku mentalnya.


2. Teori “ Primary Mental Abilities”(Thrustone


Kognitif merupakan penjelmaan dari kemampuan primer,yaitu kemampuan :


   a. Berbahasa( verbal comprehention)

   b. Mengingat (memori)

   c. Nalar atau berpikir (reasoning)

   d. Pemahaman ruang ( special factors)

   e. Bilangan (numeral ability)

   f. Menggunakan kata-kata (word fluency)

   g. Mengamati dengan cepat dan cermat (perceptual speed)


3. Teori “Mutiple Intelligence” (J.P Guilford dan Howard Gardner) Kognitif

dapat dilihat dari 3 kategori      dasar “ faces of intellect” yaitu operasi

mental,content dan produk.


4. Teori “Triahic of intellegence” (Robert Stenberg (1985,1990)


     3 bagian kemempuan mental,


     a.Proses mental (berpikir)


                                                                           4
       b. coping with news experience


       c. Adapting to environment


        C. MAKNA PENGEMBANGAN KOGNITIF BAGI ANAK USIA

DINI


         Pada hakekatnya intelegensi adalah kemampuan yang dibawa sejak lahir

yang memungkinkan seseorang berbuat sesuatu dengan cara tertentu. Individu

berpikir menggunakan pikirannya. Kemampuan ini yang menentukan cepat

tidaknya suatu masalah yang dihadapi dapat diselesaikan.Melalui kemampuan

intelegensi seorang anak dapat dikatakan bodoh, pandai, atau pandai

sekali(genius).




                                                                            5
                                  BAB III


                        PEMBAHASAN MASALAH




       A. PENGERTIAN KOGNITIF


     Kognitif atau Intelektual adalah suatu proses berpikir   atau kemampuan

individu untuk menghubungkan ,menilai, dan mempertimbangkan suatu kejadian

atau peristiwa.


       B. TEORI DASAR PERKEMBANGAN KOGNITIF


       Pada rentang usia 3-4 tahun sampai 5-6 tahun,anak mulai memasuki masa

prasekolah yang merupakan masa persiapan untuk memasuki pendidikan Formal

yang sebenarnya di sekolah dasar.Tugas perkembangan anak usia ini adalah :


   1. Memahami konsep makna berlawanan: kosong-penuh, ringan-berat.

   2. Menunjukkan pemahaman mengenai di dasar-di puncak,di belakang-di

       depan,di atas-di bawah.

   3. Mampu memadankan bentuk lingkaran atau persegi dengan obyek nyata

       atau gambar.

   4. Sengaja menumpuk kotak atau gelang sesuai ukuran.

   5. Mengelompokkan benda yang memiliki persamaan: warna,bentukatau

       ukuran.

   6. Mampu mengetahui dan menyebutkan umurnya.

   7. Memasangkan dan menyebutkan benda yang sama ,misalnya “apa

       pasangannya cangkir”.


                                                                             6
8. Mencocokkan segitiga,persegi panjang.

9. Menyebutkan lingkaran dan kotak jika diperlihatkan.

10. Memahami konsep lambat-cepat,sedikit-banyak,tipis-tebal,sempit-luas.

11. Mampu memahami apa yang dilakukan jika tali sepatu lepas,jika haus dan

   jika ke luar saat hujan..dll.

12. Mampu menerangkan ,mengapa seseorang memiliki kunci, lemari pakaian,

   mobil, dan lain-lain.

13. Menghitung 4-7 benda

14. Merangkai kegiatan sehari-hari dan menunjukkan kapan kegiatan

   dilakukan .

15. Mengenal hurup kecil dan hurup besar.

16. Mengenali dan membaca tulisan yang sering dilihat di sekolah dan rumah.

17. Mampu menerangkan fungsi profesi-profesi yang ada di masyarakat,

   seperti : dokter, perawat, petugas pemadam kebakaran, dan lain-lain.

18. Mengenali dan menghitung angka sampai 20.

19. Mengetahui letak jarum jam untuk kegiatan sehari-hari.

20. Mengetahui 4 analogi yang berlawanan: es itu dingin, api itu panas.

21. Memperkirakan hasil yang realistis untuk setiap cerita.

22. Menceritakan kembali 3 gagasan utama dari suatu cerita.

23. Paham menegenai konsep arah: di tengah, di pojok, di kiri, kanan.

24. Mengklasifikasi angka, tulisan, buah dan sayur.

25. Menceritakan kembali buku cerita bergambar dengan menceritakan

   kembali secara memadai.




                                                                           7
       C.    FAKTOR        YANG       MEMPENGARUHI              PERKEMBANGAN

            KOGNITIF


       Ada      beberapa     faktor    yang     mempengaruhi        pengembangan

kognitif/intelektual pada anak, beberapa diantaranya adalah :


a.Faktor Heriditas/Keturunan


Teori heriditas atau nativisme (Schopenhauer): Berpendapat bahwa manusia lahir

sudah membawa          potensi-potensi tertentu yang tidak dapat dipengaruhi

lingkungan (75-80%) adalah merupakan warisan atau keturunan.


b. Faktor Lingkungan


 Teori Lingkungan atau empiris        menurut John Locke        berpendapat bahwa

manusia dilahirkan sebenarnya suci atau tabularasa. Perkembangan manusia

sangatlah ditentukan oleh pengalaman dan pengetahuan yang diperolehnya dari

lingkungan hidupnya.


c. Kematangan


 Tiap organ dapat dikatakan telah matang jika telah mencapai kesanggupan

menjalankan fungsinya masing-masing. Kematangan berhubungan erat dengan

usia kronologis ( usia kalender).


d. Pembentukan


       Pembentukan adalah segala keadaan diluar diri seseorang yang

mempengaruhi perkembangan intelegensi.Pembentukan dapat dibedakan menjadi




                                                                                8
pembentukan sengaja (sekolah/formal) dan pembentukan tidak sengaja (pengaruh

dari alam sekitar/informal).


e. Minat dan Bakat


        Minat mengarahkan perbuatan kepada suatu tujuan dan merupakan

dorongan bagi perbuatan itu. Apa yang menarik minat seseorang mendorongnya

untuk berbuat lebih giat dan lebih baik lagi.Sedangkan bakat diartikan sebagai

kemampuan bawaan,sebagai potensi yang masih dikembangkan dan dilatih agar

dapat terwujud.


f . Kebebasan


       Kebebasan yaitu,kebebasan manusia berpikir divergen ( menyebar ) yang

berarti bahwa manusia itu dapat memilih metode-metode yang tertentu dalam

memecahkan masalah-masalah,juga bebas dalam memilih madsalah sesuai dengan

kebutuhannya.


       D. KLASIFIKASI PENGEMBANGAN KOGNITIF


       Pengembangan       kognitif   pada   anak   usia   dini   diarahkan   pada

pengembangan kemampuan, auditory, visual, taktil, kinestetik, aritmatik, geometri

dan sains permulaan.Berikut ini akan kami uraikan masing –masing bidang

pengembangan:




                                                                                9
   1. Pengembangan Auditory (PA)


         Kemampuan ini berhubungan dengan bunyi atau indera pendengaran

anak.Adapun kemampuan yang akan dikembangkan, antaralain :


   a) Mendengarkan atau menirukan bunyi yang didengar sehari-hari.

   b) Mendengarkan nyanyian atau syair dengan baik.

   c) Mengikuti perintah sederhana.

   d) Mendengarkan cerita dengan baik.

   e) Mengungkapkan kembali cerita sederhana.

   f) Menebak lagu atau apresiasi musik.

   g) Mengikuti ritmik dengan tepuk.

   h) Menyebutkan nama-nama hari dan bulan.

   i) Mengetahui asal suara.

   j) Mengetahui nama benda yang dibunyikan.


   2. Pengembangan Visual (PV)


   Kemampuan ini berhubungan dengan penglihatan, pengamatan, perhatian,

tanggapan dan persepsi anak terhadap lingkungan sekitarnya. Adapun kemampuan

yang akan dikembangkan adalah :


   a) Mengenali benda-benda sehari-hari.


   b) Membandingkan benda-benda dari yang sederhana menuju ke yang lebih

      kompleks.


    c). Mengetahui benda dari ukuran,bentuk atau dari warnanya.




                                                                         10
   d). Mengetahui adanya benda yang hilang apabila ditunjukkan sebuah gambar

yang belum     sempurna atau janggal.

    e).Menjawab pertanyaan tentang sebuah gambar seri .

   f). Menyusun potongan teka-teki mulai dari yang sederhana sampai ke yang

lebih rumit.

   g). Mengenali namanya sendiri bila ditulis.

   h). Mengenal huruf atau angka.


       3. Pengembangan Taktil


         Kemampuan ini berhubungan dengan pengembangan tekstur (indera

peraba).Adapun kemampuan yang dikembangkan antaralain :


   a) Mengembangkan kesadaran akan indera sentuhan.

   b) Mengembangkan kesadaran akan berbagai tekstur

   c) Mengenbangkan kosa kata untuk menggambarkan berbagai tekstur seperti

       tebal- tipis, halus- kasar, panas-dingin, dan tekstur kontras lainnya.

   d) Bermain di bak pasir

   e) Bermain air

   f) Bermain dengan plastisin

   g) Menebak dengan meraba tubuh teman

   h) Meraba dengan kertas amplas.

   i) Meremas kertas koran

   j) Meraup biji-bijian




                                                                                11
      4. Kinestetik


        Kemampuan         ini   berhubungan     dengan   kelancaran    gerak

tangan/keterampilan tangan atau motorik halus yang mempengaruhi perkenbangan

kognitif.Permainan-permainan yang dapat dikembangkan antaralain:


   a) Finger painting dengan tepung kanji.

   b) Menjiplak hurup-hurup geometri.

   c) Melukis dengan cat air

   d) Mewarnai dengan sederhana

   e) Menjahit dengan sederhana.

   f) Merobek kertas koran.

   g) Menciptakan bentuk-bentuk dengan balok.

   h) Mewarnai gambar.

   i) Membuat gambar sendiri dengan berbagai media.

   j) Menjiplak bentuk lingkaran, bujur sangkar, segitiga, segiempat, persegi

      panjang.

   k) Memegang dan menguasai sebatang pensil.

   l) Menyusun dan menggabungkan potongan gambar atau teka teki dalam

      bentuk sederhana.

   m) Mampu menggunakan gunting dengan baik.

   n) Mampu menulis.


        5. Pengembangan Aritmatika (Par)


           Kemampuan ini diarahkan untuk kemampuan berhitung atau konsep

berhitung permulaan, kemampuan yang akan dikembangkan adalah:


                                                                          12
   a) Mengenali atau membilang angka.

   b) Menyebut urutan bilangan.

   c) Menghitung benda.

   d) Mengenali himpunan dengan bilangan berbeda.

   e) Mengenali nilai bilangan pada himpunan berbeda.

   f) Menyelesaikan operasi penjumlahan,pengurangan,perkalian,pembagian

       dengan konsep dari    konkret ke abstrak.

   g) Menghubungkan konsep bilangan dengan lambang bilangan.

   h) Menciptakan bentuk benda sesuai dengan konsep bilangan.

   i) Menggunakan konsep waktu.

   j) Mencetak waktu dengan jam.

   k) Mengurutkan 5-10 benda berdasarkan urutan tinggi-besar.

   l) Mengenal penambahan dan pengurangan.

       6. Pengembangan Geometri(PG)


      Kemampuan ini berhubungan dengan konsep bentuk dan ukuran.Yang

dikembangkan antara lain :


   a) Mencocokkan benda menurut warna, bentuk dan ukurannya.

   b) Membandingkan benda menurut ukurannya, besar, kecil, panjang, lebar,

       tinggi, rendah.

   c) Mengukur benda secara sederhana .

   d) Mengerti dan menggunakan bahasa         ukuran seperti,besar-kecil,tinggi-

       rendah.

   e) Menciptakan bentuk dari kepingan geometri.

   f) Menyebut benda yang ada dikelas sesuai dengan bentuk geometri.


                                                                             13
   g) Mencontoh bentuk-bentuk geometri.

   h) Menyebut,menunjukkan dan mengelompokkan segiempat.

   i) Menyusun menara dari delapan kubus.

   j) Mengenal ukuran panjang,berat dan isi.

   k) Meniru pola dengan empat kubus.


      7. Pengembangan Sains Sederhana


              Kemampuan ini berhubungan dengan berbagai percobaan atau

demonstrasi sebagai suatu pendekatan secara saintific atau logis,tapi tetap dengan

mempertimbangkan tahapan berpikir anak.Kemampuan yang dapat dikembangkan

adalah:


   a) Mengeksplorasi berbagai benda yang ada disekitar.

   b) Mengadakan percobaan sederhana.

   c) Mengkomunikasikan apa yang diamati dan diteliti.

          Contoh-contoh kegiatan yang dapat dikembangkan adalah:

              Proses merebus jagung

              Membuat jus.

              Warna dicampur.

              Mengenal asal mula sesuatu.

              Balon ditiup.

              Benda kecil dilihat dengan kaca pembesar.

              Besi berani didekatkan dengan macam benda.

              Biji ditanam.

              Benda-benda dumasukkan kedalam air.



                                                                               14
             Mengenal sebab akibat,mengapa sakit gigi,mengapa lapar.


       E.    PENTINGNYA PENGEMBANGAN KOGNITIF BAGI ANAK

            USIA DINI


     Pengembangan kognitif dimaksudkan agar anak mampu melakukan

eksplorasi terhadap dunia sekitar melalui pancaindera. Proses kognisi meliputi

berbagai aspek, seperti, persepsi ingatan, pikiran,simbol, penalaran dan

pemecahan      masalah.   Menurut     pendapat   “Piaget”   pentingnya    guru

mengembangkan kognitif adalah:


       Agar anak mampu mengembangkan daya persepsinya berdasarkan apa

yang ia lihat, dengar dan rasakan sehingga anak akan memiliki pemahaman yang

utuh atau komprehensif.


    Agar anak mampu melatih ingatan terhadap semua peristiwa atau kejadian

       yang pernah dialaminya.

    Agar anak memahami berbagai simbol –simbol yang tersebar didunia

       sekitarnya.

    Agar anak mampu melakukan penalaran-penalaran baik yang             terjadi

       secara alamiah atau proses ilmiah.

    Agar anak mampu memecahkan             persoalan hidup yang dihadapinya

       sehingga ia akan menjadi individu yang mampu menolong dirinya sendiri.

    Agar anak mampu mengembangkan pemikiran-pemikirannya dalam

       rangka menghubungkan satu peristiwa dengan peristiwa lainnya.




                                                                             15
                                   BAB IV


                               KESIMPULAN


       Masa kanak-anak yang di identikkan dengan usia prasekolah adalah masa

keemasan bagi anak, saat ini adalah munculnya masa peka terhadap sejumlah

aspek perkembangan yang ditandai oleh berbagai kreatifitas dalam bermain yang

muncul dari daya imajinasi anak.


       Kognitif atau juga disebut sebagai intelegensi adalah kemampuan yang

dibawa sejak lahir yang memungkinkan seseorang berbuat sesuatu dengan cara

tertentu. Individu berpikir dengan menggunakan pikirannya. Kemampuan ini

yang menentukan cepat tidaknya masalah yang dihadapi dapat diselesaikan. Maka

atas dasar inilah pengembangan kognitif bagi anak usia dini sangat penting

dilakukan.


       Dengan memperhatikan tahapan usia dan tugas perkembangan anak, maka

berbagai perkembangan kognitif     dapat dilakukan   dan di terapkan   dengan

harapan pengembangan kognitif pada anak akan berkembang dengan baik dan

dikemudian hari anak –anak kita akan berkembang menjadi anak yang cerdas,

kreatif dan berbudi luhur.




                                                                           16
                                 BAB V


                         DAFATAR PUSTAKA


Metode Pengembangan Kognitif. Himpaudi Kabupaten Ciamis.

Modul BKB




                                                           17

								
To top