hidup sehat tanpa rokok

					Hidup Sehat Tanpa Rokok

Meningkatnya prevalensi merokok di negara-negara berkembang termasuk Indonesia, terutama
dikalangan wanita dan remaja, menyebabkan masalah merokok menjadi semakin serius. Apalagi
dampak rokok itu sendiri juga meningkat justru pada perokok pasif, yaitu orang yang tidak
merokok tetapi terkena akibat buruk dari merokok.

Data terakhir menunjukkan bahwa total perokok aktif di Indonesia sudah mencapai 70 persen
dari total penduduk Indonesia, atau sebesar 141,44 juta orang. Sementara kecenderungan
perokok dikalangan wanita dan remaja pada usia 15-18 tahun juga menunjukkan peningkatan.

Masalah merokok juga menjadi persoalan sosial ekonomi karena ternyata 60 persen dari perokok
aktif, atau sebesar 84,84 juta orang, adalah mereka yang berasal dari kalangan penduduk miskin
atau ekonomi lemah yang sehari-harinya kesulitan memenuhi kebutuhan pokoknya.

Prihatin akan masalah tersebut, Koalisi Untuk Indonesia Sehat melaksanakan kampanye Anti
Rokok selama bulan Mei sampai Agustus 2001. Program ini dimulai dari perayaan hari tanpa
tembakau sedunia (World No Tobacco Day) yang jatuh pada tanggal 31 Mei 2001 yang diawali
dengan press conference dan program TV Telethon. Program kampanye lainnya juga dilakukan
melalui program radio, road show ke sekolah-sekolah disertai dengan perlombaan olah raga
basket, seminar, pemasangan spanduk dan pembagian brosur.

Kampanye ini didukung oleh Departemen Kesehatan RI, Yayasan Jantung Indonesia (YJI),
Lembaga Menanggulangi Masalah Merokok (LM3), dan Yayasan Kanker Indonesia. Dalam
setiap kampanye, diserukan terus tentang "Hidup Sehat Tanpa Rokok."

Dalam setiap kesempatan road show di sekolah-sekolah (seperti di SLTP 5 Bandung dan SLITP
1 Tangerang), senantiasa diinformasikan tentang bahaya merokok. Dimana dalam setiap batang
rokok terkandung 4000 bahan kimia, yang 40 diantaranya sangat berbahaya seperti: Hidrogen
Sianida (racun untuk hukuman mati), Amoniak (bahan pembersih lantai), Arsen (racun Tikus),
Polonium (bahan radioaktif), Karbon Monoksida (gas beracun knalpot), serta nikotin yang
membuat efek ketagihan.

Kampanye anti rokok ini berhasil mengajak sejumlah pihak untuk membuat komitmen berhenti
merokok atau tidak mencoba untuk merokok sama sekali karena akan meningkatkan resiko
penyakit stroke, serangan jantung, sakit paru-paru, kanker, gangguan pencernaan, impotensi dan
berbagai macam penyakit lainnya.
[SW]

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Stats:
views:26
posted:11/15/2012
language:
pages:1
Description: Rokok dapat menyebabkan kanker,serangan jantung,impotensi dan gangguan kehamilan dan janin.