50 Jenis Tari Tradisional Indonesia by dededahlia1

VIEWS: 3,292 PAGES: 12

More Info
									                                     JENIS TARI

   1. Tari Bali

       Tari Bali adalah tarian yang berasal
dari Bali. Tari Bali tidak selalu bergantung pada
alur cerita. Tujuan utama penari Bali adalah untuk
menarikan tiap tahap gerakan dan rangkaian dengan
ekspresi penuh. Kecantikan tari Bali tampak pada
gerakan-gerakan yang abstrak dan indah.



   2. Tari Babad Bali/Cendrawasih

       Kisah yang digambarkan di dalam tarian adalah kehidupan burung Cendrawasih di
pegunungan Irian Jaya pada masa birahi. Tarian ini di ciptakan oleh N.L.N. Swasthi Wijaya
Bandem (yang juga sebagai penata busana dari pada tarian ini) dalam rangka mengikuti
Festival Yayasan Walter Spies. penata tabuh pengiring adalah I Wayan Beratha dan I
Nyoman Widha pada tahun 1988.

   3. Tari Barong

                                           Tari Barong merupakan tarian yang ditarikan
                                    oleh dua orang penari laki-laki, seorang memainkan
                                    bagian kepala barong serta kaki depan, dan seorang
                                    lagi memainkan bagian kaki belakang dan ekor.
                                    Barong yang berbentuk binatang mytologi ini banyak
                                    sekali macamnya, ada yang kepalanya berbentuk
                                    kepala singa, harimau, babi hutan jantan (bangkal),
                                    gajah, lembu atau keket. Keket oleh orang Bali
                                    dianggap sebagai raja hutan yang disebut pula dengan
nama Banaspati Raja.

   4. Tari Golek Menak

        Tari Golek Menak merupakan salah satu jenis tari klasik gaya Yogyakarta yang
diciptakan oleh Sri Sultan Hamengku Buwono IX. Penciptaan tari Golek Menak berawal
dari ide sultan setelah menyaksikan pertunjukkan Wayang Golek Menak yang dipentaskan
oleh seorang dalang dari daerah Kedu pada tahun 1941. Disebut juga Beksa Golek Menak,
atau Beksan Menak. Mengandung arti menarikan wayang Golek Menak.

   5. Tari Cakalele

       Cakalele adalah tarian perang tradisional
 Maluku yang digunakan untuk menyambut tamu
ataupun dalam perayaan adat. Biasanya, tarian ini
dibawakan oleh 30 pria dan wanita. Tarian ini

                                           1
dilakukan secara berpasangan dengan iringan musik drum, flute, bia (sejenis musik tiup).

   6. Tari Cokek

        Tari Cokek merupakan tarian yang berasal dari budaya Betawi tempo dulu. Dewasa
ini orkes gambang kromong biasa digunakan untuk mengiringi tari pertunjukan kreasi
baru, seperti tari Sembah Nyai, Sirih Kuning dan sebagainya, di samping sebagai pengiring
tari pergaulan yang disebut tari cokek. Tari cokek ditarikan berpasangan antara laki-laki
dan perempuan. Tarian khasTangerang ini diwarnai budaya etnik Cina. Penarinya
mengenakan kebaya yang disebut cokek. Tarian cokek mirip sintren dari Cirebon atau
sejenis ronggeng di Jawa Tengah. Tarian ini kerap identik dengan keerotisan penarinya,
yang dianggap tabu oleh sebagian masyarakat.

   7. Tari Saman

       Tari Saman adalah sebuah tarian suku
Gayo (Gayo Lues) yang biasa ditampilkan
untuk merayakan peristiwa-peristiwa penting
dalam adat. Syair dalam tarian Saman
mempergunakan bahasa        Arab dan bahasa
Gayo. Selain itu biasanya tarian ini juga
ditampilkan untuk merayakan kelahiran Nabi
Muhammad SAW.

 Dalam beberapa literatur menyebutkan tari Saman di Aceh didirikan dan dikembangkan
oleh Syekh Saman, seorang ulama yang berasal dari Gayo di Aceh Tenggara. Tari Saman
ditetapkan UNESCO sebagai Daftar     Representatif   Budaya     Takbenda    Warisan
Manusia dalam Sidang ke-6 Komite Antar-Pemerintah untuk Pelindungan Warisan Budaya
Tak benda UNESCO di Bali, 24 November 2011.

   8. Tari Galombang Pasambahan

      Merupakan tarian masyarakat Minangkabau yang berfungsi sebagai pembuka acara
dan upacara seremonial. Tari ini melambangkan penghormatan, penghargaan dan
penyambutan terhadap pemuka masyarakat, niniak mamak, tamu dan undangan.

   9. Tari Gambyong

        Tari gambyong adalah tari yang muncul di
ranah pinggiran masyarakat Jawa tetapi istimewanya
ia mampu menembus wilayah sentral kerajaan Jawa.
Ia merupakan produk kebudayaan wong cilik yang
diangkat menjadi kebudayaannya para bangsawan
Jawa. Sehingga tari Ganbyong, yang awal mulanya
berstatus sebagai tradisi kecil, maka pada
perkembangannya menjadi bagian tradisi besar.


                                            2
   10. Tari Giring-Giring

        Tari giring-giring adalah tarian khas Ma'anyan yang mendiami daerah Kabupaten
Barito Timur dan Kabupaten Barito Selatan provinsi Kalimantan Tengah.Tari giring-giring
atau juga disebut Gangereng biasanya ditampilkan untuk menyambut tamu.Giring-giring
terbuat dari bambu tipis (telang) yg diisi dengan biji "piding" sehingga menghasilkan suara
yg ritmis dengan alunan kangkanong (gamelan) oleh penarinya.
   11. Tari Jaipongan

        Jaipongan adalah sebuah jenis tari pergaulan
 tradisional masyarakat Sunda, Jawa Barat, yang
cukup populer di Indonesia. Tari ini diciptakan oleh
seorang seniman asal Bandung, Gugum Gumbira,
sekitar tahun 1960-an, dengan tujuan untuk
menciptakan suatu jenis musik dan tarian pergaulan
yang digali dari kekayaan seni tradisi rakyat
Nusantara, khususnya Jawa Barat.

   12. Tari Kecak

       Tari Kecak adalah pertunjukan seni khas Bali yang diciptakan pada tahun 1930-
an dan dimainkan terutama oleh laki-laki. Tarian ini dipertunjukkan oleh banyak (puluhan
atau lebih) penari laki-laki yang duduk berbaris melingkar dan dengan irama tertentu
menyerukan "cak" dan mengangkat kedua lengan, menggambarkan kisah Ramayana saat
barisan kera membantu Rama melawan Rahwana.

   13. Tari Ketuk Tilu

        Istilah ketuk tilu diambil dari alat musik
pengiringnya, yaitu 3 buah ketuk (bonang) yang
memberi pola irama rebab, kendang (gendang)
indung(besar) dan kulanter(kecil) untur mengatur
dinamika tari/kendang yang diiringi kecrek dan
goong. Dahulu, ketuk tilu adalah upacara
menyambut panen padi sebagai rasa terima kasih
kepada Dewi Sri. Upacara ini dilakukan pada
waktu malam hari, dengan mengarak seorang
gadis diiringi bunyi-bunyian yang berhenti di tempat luas. Sekarang, ketuk tilu menjadi
tarian pergaulan dan hiburan, biasanya diselenggarakan pada pesta perkawinan, hiburan
penutup suatu kegiatan, atau digelar pada acara-acara khusus. Di desa-desa tertentu,
pertunjukan tari ketuk tilu sering dilakukan semalaman suntuk. Kostum yang dipakai
penari wanita ketuk tilu adalah kebaya, sinjang (celana panjang) sabuk, dan beragam
aksesoris, seperti gelang dan kalung. Sedangkan untuk penari pria, mengenakan baju
kampret warna gelap, celana pangsi, ikat kepala, dan sabuk kulit.



                                            3
   14. Tari Legong

        Legong merupakan sekelompok tarian klasik Bali yang memiliki pembendaharaan
gerak yang sangat kompleks yang terikat dengan struktur tabuh pengiring yang konon
merupakan pengaruh dari gambuh. Kata Legong berasal dari kata "leg" yang artinya gerak
tari yang luwes atau lentur dan "gong" yang artinya gamelan. "Legong" dengan demikian
mengandung arti gerak tari yang terikat (terutama aksentuasinya) oleh gamelan yang
mengiringinya. Gamelan yang dipakai mengiringi tari legong dinamakan Gamelan Semar
Pagulingan.

   15. Tari Lilin

        Tari Lilin merupakan sebuah tarian yang
dipersembahkan oleh sekumpulan penari dengan
diiringi sekumpulan pemuzik. Para penari ini akan
membawa lilin yang dinyalakan pada piring yang
dipegang pada setiap belah tangan mereka. Penari ini
akan menarikan tarian secara berkumpulan dengan
memusingkan piring yang mempunyai lilin yang
menyala secara berhati-hati agar piring tersebut
sentiasa mendatar, dan lilin tidak terpadam.



   16. Tari Merak

    Tari Merak merupakan salah satu ragam tarian kreasi baru yang mengekspresikan
kehidupan binatang, yaitu burung merak. Tata cara dan geraknya diambil
dari kehidupan merak yang diangkat ke pentas oleh Seniman Sunda Raden Tjetje
Somantri.

   17. Tari Margapati

       Tari Margapati ini berasal dari kata
"Marga". Di Bali, kata marga adalah sebutan
dari kata "jalan" atau "margi" seperti "Marga
Tiga" yaitu jalan simpang tiga dan "pati"
merupakan kematian atau meninggal dunia
sehingga tari ini mungkin berarti jalan menuju
kematian atau tarian yang menggambarkan
kesalahan jalan seorang wanita, karena tari ini
biasanya ditarikan oleh seorang penari wanita
dengan gerakan - gerakan yang menyerupai seorang laki - laki.




                                           4
   18. Tari Nelayan

       Tari ini menggambarkan kehidupan para nelayan di laut yang hidup dari hasil
menangkap ikan.Tari ini banyak menampilkan gerak-gerak seperti mendayung, melempar
jala, tertusuk duri ikan dan lain sebagainya.Tari ini adalah ciptaan I Ketut
Merdana dari Buleleng sekitar tahun 1960.

   19. Tari Ngremo

        Tari Ngremo merupakan bagian utama dalam sebuah pementasan ludruk. Tari
Ngremo dijadikan sebagai pembuka dalam pementasan seni pertunjukan tradisional ludruk,
pertunjukan seni kuda lumping dan pagelaran seni wayang kulit.

   20. Tari Nandak Ganjen

        Tari Nandak Ganjen adalah tari kreasi baru dengan referensi budaya Betawi. Tari
ini diciptakan oleh Atin Kisam, salah satu putra Bapak Kisam Jiun, pimpinan kelompok
topeng Betawi Ratna Timur di Jakarta Timur. Tari ini adalah bentuk ungkapan sukacita
dan kebebasan oleh kaum muda. Tarian ini dibawakan oleh remaja putri Betawi yang
beranjak dewasa.

   21. Tari Maengket

       Maengket adalah tarian tradisional
orang Minahasa. Tarian ini telah ada sejak
zaman dahulu kala. Sampai saat ini tarian ini
masih terus berkembang dan dilestarikan.
Tarian ini sudah ada di tanah minahasa sejak
orang minahasa mengenal pertanian terutama
padi di ladang.Jika dulu nenek moyang
minahasa, tarian maengket hanya dimainkan
pada waktu panen padi dengan gerakan-
gerakan yang hanya sederhana, maka saat ini tarian ini telah berkembang teristemewa
bentuk tarinya tanpa meninggalkan keasliannya terutama syair atau sastra lagunnya. Tarian
maengket ini terdiri dari tiga babak, yaitu maowey kamberu, marambak dan lalayaan.
Maowey kamberu adalah suatu tarian yang dibawakan sebagai bentuk pengucapan syukur
kepada Tuhan yang maha esa, karena hasil panen diladang/ di kebun yang berlimpah.
Marambak adalah tarian dengan semangat mapalus (gotong royong), dalam hal ini orang
mihanasa jika akan membangun rumah selalu bekeraja sama. dan setelah rumahnya selesai
di bangun maka akan diadakan “rumambak” atau pesta naik rumah baru. dan semua
penduduk di desa di undang untuk naik kerumah untuk menguji kekuatan rumah tersebut.
Lalayaan adalah sebuah tari pergaulan pemuda dan pemudi minahasa yang pada zaman
dahulu digunakan untuk mencari jodoh.




                                           5
   22. Tari Oleg Tamulingan

       Oleg dapat berarti gerakan yang lemah
gemulai, sedangkan tambulilingan berarti
kumbang pengisap madu bunga. Tari Oleg
Tambulilingan melukiskan gerak-gerik seekor
kumbang, yang sedang bermain-main dan
bermesra-mesraan dengan sekuntum bunga di
sebuah taman. Tarian ini sangat indah. Tari Oleg
Tambulilingan,    yang     semula    dinamakan
Tambulilingan Mangisep Sari, merupakan
ciptaan I Ketut Mario dari Tabanan pada tahun 1952 atas permintaan John Coast (dari
Amerika).

   23. Tari Orek-Orek

        Orek-orek adalah kesenian tradisional berupa tarian pergaulan yang merupakan
perpaduan antara gerak tari dan nyanyian yang diiringi tetabuhan yang cara memukulnya
salah satunya dengan dikorek.

   24. Tari Pajoge

        Pajoge adalah      sejenis
tarian yang berasal dari Sulawesi
Selatan, baik Bugis maupun
Makassar. Tari Pajoge biasanya
ditampilkan dalam istana atau
kediaman kalangan ningrat oleh
gadis yang berasal dari kalangan
rakyat biasa. Pada mulanya tarian ini hanya merupakan hiburan bagi kaum lelaki. Para
penonton, biasanya dari kalangan ningrat, duduk dalam lingkaran. Para penari menari
melingkar. Setiap penari menari seorang diri sambil menyanyi dan mencari pasangannya di
antara penonton. Lalu dia akan memberi daun sirih kepada lelaki yang sudah dipilihnya.
Lelaki tersebut akan menari dengan sang gadis.
   25. Tari Payung

Tari Payung adalah salah satu tari klasik dari Minang, Sumatera Barat .Tarian yang
menggambarkan kasih sayang seorang kekasih. Tarian ini merupakan tari pergaulan muda-
mudi yang dilambangkan dengan payung sebagai pelindung. Makanya, tarian ini
dibawakan secara berpasangan.Selain menggunakan payung sebagai alat bantu yang
dimainkan oleh penari pria, penari wanita juga menggunakan selendang sebagai
pelengkapnya.Musiknya cukup variatif, mulai dari agak pelan, lalu agak cepat dan cepat,
sangat dinamis.




                                          6
   26. Tari Piring

    Tari Piring merupakan sebuah seni tarian
milik orang Minangkabau yang berasal
dari Sumatra Barat. Ia merupakan salah satu
seni tarian Minangkabau yang masih
diamalkan      penduduk Negeri     Sembilan
 keturunan      Minangkabau.Tarian        ini
merupakan tarian gerak cepat dengan para
penari memegang piring di tapak tangan
mereka, diiringi dengan lagu yang
dimainkan oleh talempong dan saluang. Kadangkala, piring-piring itu akan dilontar ke
udara atau pun dihempas ke tanah dan dipijak oleh penari-penari tersebut. Bagi menambah
unsur-unsur estetika , magis dan kejutan dalam tarian ini, penari lelaki dan perempuan
akan memijak piring-piring pecah tanpa rasa takut dan tidak pula luka. Penonton tentu
akan berasa ngeri apabila kaca-kaca pecah dan tajam itu dipijak sambil menarik.
   27. Tari Rejang

       Tari Rejang adalah sebuah tarian kesenian rakyat Bali yang ditampilkan secara
khusus untuk perempuan. Gerak-gerik tarinya sangat sederhana, dan biasanya
diselenggarakan di pura pada waktu berlangsungnya suatu upacara. Tarian ini dilakukan
dengan penuh rasa hidrat, penuh rasa pengabdian kepada Dewa-Dewi Hindu. Para
penarinya mengenakan pakaian upacara, menari dengan berbaris melingkari halaman pura
atau pelinggih yang kadang kala dilakukan dengan berpegangan tangan. Tari Rejang di
beberapa tempat juga disebut dengan ngeremas atau sutri.

   28. Tari Remo

        Tari Remo adalah salah satu tarian untuk
penyambutan tamu agung, yang ditampilkan baik
oleh satu atau banyak penari. Tarian ini berasal dari
Provinsi Jawa Timur. Tarian ini sebenarnya
menceritakan tentang perjuangan seorang pangeran
dalam     medan    laga.   Akan      tetapi   dalam
perkembangannya tarian ini menjadi lebih sering
ditarikan oleh perempuan, sehingga memunculkan
gaya tarian yang lain: Remo Putri atau Tari
Remo gaya perempuan.

   29. Tari Sajojo

       Tari Sajojo, populer sejak 1990-an. Mulanya di kalangan militer yang pernah tugas
di Timor, Maluku dan Irian.Sajojo, khas gerakannya loncat-bongkok-loncat-bongkok, dan
dimulai dari kaki kiri. Musik Sajojo, biasanya dengan irama Cha Cha Cha Ambon medly.


                                            7
   30. Tari Kebyar Duduk

       Tari ini merupakan ciptaan I
Mario dari Tabanan yang menciptakan
tarian ini pada tahun 1925. Tari ini
disebut Kebyar    Duduk oleh    karena
sebagian besar gerak-gerakan tarinya
dilakukan dalam posisi duduk dengan
kedua kaki menyilang (bersila). Tari
Kebyar Duduk menggambarkan kemahiran
seorang pemuda yang menari dengan
lincahnya dengan posisi duduk mengikuti irama gamelan. Apabila tarian ini ditarikan
dengan memainkan instrumen trompong, maka tarian Kebyar Duduk disebut tari Kebyar
Trompong.

   31. Tari Serimpi

        Tarian Serimpi merupakan tarian bernuansa mistik. Menurut sejarah nya Tari
serimpi berasal dari daerah Yogyakarta/jogja. Tari serimpi diiringi oleh gamelan Jawa.
Tarian ini dimainkan oleh dua orang penari wanita. Gerakan tangan yang lambat dan
gemulai, merupakan ciri khas dari tarian Serimpi. Tarian srimpi sangopati karya
Pakubuwono IX ini, sebenarnya merupakan tarian karya Pakubuwono IV yang memerintah
Kraton Surakarta Hadiningrat pada tahun 1788-1820 dengan nama Srimpi sangopati kata
sangapati itu sendiri berasal dari kata “sang apati” sebuah sebutan bagi calon pengganti
raja. Tarian ini melambangkan bekal untuk kematian (dari arti Sangopati) diperuntukan
kepada Belanda.

   32. Tari Andun

        Tari Andun adalah salah satu
tarian      rakyat     yang      berasal
dari Bengkulu dan dilakukan pada saat
pesta perkawinan. Biasanya dilakukan
oleh para bujang dan gadis secara
berpasangan pada malam hari dengan
diringi musik kolintang. Pada zaman
dahulu, tari ini biasanya digunakan
sebagai sarana mencari jodoh setelah
selesai panen padi. Sebagai bentuk
pelestariannya saat ini dilakukan sebagai salah satu sarana hiburan bagi masyarakat,
khususnya bujang gadis.

   33. Tari Campak

       Tari Campak merupakan tarian dari daerah Bangka-Belitung yang menggambarkan
keceriaan bujang dan dayang di Kepulauan Bangka Belitung. Tarian ini biasanya

                                           8
dibawakan setelah panen padi atau sepulang dari ume (kebun).Tari ini digunakan juga
sebagai hiburan dalam berbagai kegiatan seperti penyambutan tamu atau pada pesta
pernikahan di Bangka Belitung. Tarian ini berkembang pada masa pendudukan
bangsaPortugis di Bangka Belitung. Hal ini bisa dilihat dari beberapa ragam pada tari
Campak antara lain akordion dan pakaian pada penari perempuan yang sangat kental
dengan gaya Eropa.
   34. Tari Seudati

    Tari Seudati adalah nama tarian yang
berasal dari provinsi Aceh. Seudati berasal
dari kata Syahadat, yang berarti saksi /
bersaksi / pengakuan terhadap Tiada
Tuhan selain Allah, dan Nabi Muhammad
utusan Allah.Tarian ini juga termasuk
kategori Tribal War Dance atau Tari
Perang, yang mana syairnya selalu
membangkitkan semangat pemuda Aceh
untuk bangkit dan melawan penjajahan.
Oleh sebab itu tarian ini sempat dilarang pada zaman penjajahan Belanda, tetapi sekarang
tarian ini diperbolehkan kembali dan menjadi Kesenian Nasional Indonesia.
   35. Tari Angguk

       Tari Angguk adalah tarian tradisional yang menceritakan kisah Umarmoyo-
Umarmadi dan Wong Agung Jayengrono dalam Serat Ambiyo. Tarian ini dimainkan
secara berkelompok oleh 15 penari wanita yang berkostum menyerupai serdadu Belanda
dan dihiasi gombyok barang emas, sampang, sampur, topi pet warna hitam, dan kaos kaki
warna merah atau kuning dan mengenakan kacamata hitam. Tarian ini dimainkan selama 3
hingga 7 jam.

   36. Tari Bambang Cekil

       Tari Bambangan Cakil merupakan salah satu tari klasik yang ada
di Jawa khususnya Jawa Tengah. Tari ini sebenarnya diadopsi dari salah satu adegan yang
ada dalam pementasan Wayang Kulit yaitu adegan Perang Kembang. Tari ini menceritakan
perang antara ksatria melawan raksasa. Ksatria adalah tokoh yang bersifat halus dan lemah
lembut, sedangkan Raksasa menggambarkan tokoh yang kasar dan bringas. Didalam
pementasan wayang Kulit, adegan perang kembang ini biasanya keluar tengah-tengah atau
di Pathet Sanga. Perang antara Ksatria (Bambangan) melawan raksasa ini sangat atraktif,
dalam adegan ini juga bisa digunakan sebagai tempat penilaian seorang dalang dalam
menggerakkan wayang.




                                           9
   37. Tari Topeng

        Tari Topeng merupakan tarian atau
cerita tradisional dari kota Cirebon. Konon
tarian ini sudah populer sejak zaman
Majapahit antara tahun 1300 sampai 1400
tarikh Masehi. Tarian ini sangat unik dan
memiliki khas tersendiri, dengan diiringi
oleh alunan gamelan, para penari
melakukan tarian dengan memakai kedok
atau topeng yang terbuat dari kayu. Kisah
atau cerita dari tari topeng, menggambarkan
perwatakan kehidupan manusia.

   38. Tari Bogam

       Bogam adalah rangkaian bunga mawar dan melati. Tarian ini merupakan tari
selamat datang dengan mempersembahkan kembang bogam kepada para tamu.
   39. Japin Bujang Marindu
       Merupakan jenis tari berpasangan yang diambil dari gerak tari zafin yang
bernafaskan Islam dan Melayu. Tari mengambarkan kerinduan seorang kekasih setelah
lama pergi merantau kemudian kembali ke kampung halaman.
   40. Tari Bines

        Tari Bines merupakan tari yang ditarikan oleh para wanita dengan cara duduk
berjajar sambil menyanyikan syair yang berisikan dakwah atau informasi pembangunan.
Para penari melakukan gerakan dg perlahan kemudian berangsur-angsur menjadi cepat dan
akhirnya berhenti seketika secara serentak.

   41. Tari Tayub

       Tari Tayub atau acara Tayuban.
merupakan salah satu kesenian Jawa yang
mengandung unsur keindahan dan keserasian
gerak. Tarian ini mirip dengan tari Jaipong
dari Jawa Barat. Unsur keindahan diiikuti
dengan             kemampuan penari dalam
melakonkan tari yang dibawakan. Tari tayub
mirip dengan tari Gambyong yang lebih
populer dari Jawa Tengah. Tarian ini biasa
digelar pada acara pernikahan, khitan serta
acara kebesaran misalnya hari kemerdekaan Republik Indonesia.




                                              10
   42. Tari Didong

       Sebuah kesenian rakyat Gayo yang dikenal dengan nama Didong, yaitu suatu
kesenian yang memadukan unsur tari, vokal, dan sastra. Didong dimulai sejak zaman Reje
Linge XIII. Kesenian ini diperkenalkan pertama kali oleh Abdul Kadir To`et. Kesenian
didong lebih digemari oleh masyarakat Takengon dan Bener Meriah

   43. Tari Ula-ula Lembing

       Tari Yla-Ula Lembing merupakan tarian daerah Aceh Tamiang. Tarian ini ditarikan
oleh 12 orang atau lebih berputar-butar ke sekeliling panggung bagai ular. Tarian ini harus
dibawakan dengan penjiwaan yang lincah dan ceria.

   44. Tari Pukat

        Tari pukat adalah tari tradisional
Indonesia yang berasal dari provinsi
 Nanggroe Aceh Darussalam. Makna dari
tarian ini adalah, kebersamaan dan saling
tolong menolong dari seluruh negara untuk
Aceh dan Nias. Sehingga, Aceh dan Nias
kembali tersenyum, Setiap wanita dalam
tarian ini memegang tali yang satu sama
saling sambung menyambung,              dan
kemudian terbentuk jaring seperti laba-laba.

   45. Tari Pinggan

      Tari Pinggan adalah sebuah tarian tunggal tradisional Dayak yang di sajikan untuk
menghibur masyarakat dalam setiap acara tradisional. Misalnya: Gawai Dayak ( pesta
Panen padi ), Gawai Belaki Bini ( pesta pernikahan ) dll. Tari Pinggan Terbagi menjadi
dua, yakni : Tari Pinggan Laki dan Tari Pinggan Indu' yang masing -masing ada kesamaan
dan pebedaan. Tari ini lebih menekankan pada gerakan – gerakan atraktif yang diadopsi
dari gerakan silat tradisional. Dalam melakukan gerakan tari, penari membawa dua buah
Pinggan (di zaman dahulu menggunakan piring batu, kini di ganti piring beling
berwarna putih), dan sepasang cincin yang terbuat dari timah ataupun tembaga seukuran
Cincin jari tengah penari.

   46. Tari Pedang

       Tari Pedang Mualang suku Dayak Mualang Kalimantan Barat adalah
sebuah tarian tunggal tradisional yang di sajikan pada masa kini untuk
menghibur masyarakat dalam setiap acara tradisional. misalnya: Gawai Dayak ( pesta
panen padi ), Gawai Belaki Bini ( pesta pernikahan ) dll.




                                               11
   47. Tari Mung Dhe

        Tari Mung Dhe adalah tari tradisional
 yang berasal dari Desa Garu, kecamatan
Baron, Nganjuk. Dalam tari ini bertemakan
kepahlawanan dan cinta tanah air, heroik,
 patriotisme. Selain itu tari ini berkaitan erat
dengan kalahnya prajurit Diponegoro yang
dipimpin oleh Sentot Prawirodirdjo).




   48. Tari Kridhajati

        Tari Kridhajati merupakan tarian khas asal kota ukir Jepara. Tarian yang bisa
dipraktikkan satu orang, berkelompok maupun secara massal ini menggambarkan
masyarakat Jepara yang adiluhung dalam berkarya seni.

   49. Tari Laweut

       Tari Laweut adalah tari yang berasal dari Aceh. Laweut berasal dari kata Selawat,
sanjungan yang ditujukan kepada junjungan Nabi Muhammad SAW. Sebelum sebutan
laweut dipakai, pertama sekali disebut Akoon (Seudati Inong). Laweut ditetapkan namanya
pada Pekan Kebudayaan Aceh II (PKA II). Tarian ini berasal dari Pidie dan telah
berkembang di seluruh Aceh.

   50. Tari Pakarena

        Tari Pakerna adalah tarian tradisional
dari Sulawesi Selatan yang diiringi oleh 2
(dua) kepala drum (gandrang) dan sepasang
instrument alat semacam suling (puik-puik)[1].
Selain tari pakarena yang selama ini
dimainkan oleh maestro tari pakarena
Maccoppong Daeng Rannu (alm) dikabupaten
Gowa, juga ada jenis tari pakarena lain yang
berasal       dari Kabupaten       Kepulauan
Selayar yaitu “Tari Pakarena Gantarang”.
Disebut sebagai Tari Pakarena Gantarang karena tarian ini berasal dari sebuah
perkampungan yang merupakan pusat kerajaan di Pulau Selayar pada masa lalu yaitu
Gantarang Lalang Bata. Tarian yang dimainkan oleh empat orang penari perempuan ini
pertama kali ditampilkan pada abad ke 17 tepatnya tahun 1903 saat Pangali Patta Raja
dinobatkan sebagai Raja di Gantarang Lalang Bata.




                                              12

								
To top