Documents
Resources
Learning Center
Upload
Plans & pricing Sign in
Sign Out
Get this document free

Kumpulan Hewan Langka

VIEWS: 153 PAGES: 9

Artikel Tentang Hewan Langka

More Info
									                                    HEWAN LANGKA

   1. Harimau Sumatera

        Harimau Sumatera (Panthera tigris
sumatrae) adalah subspesies harimau yang
habitat aslinya di pulau Sumatera, merupakan
satu dari enam subspesies harimau yang
masih bertahan hidup hingga saat ini dan
termasuk dalam klasifikasi satwa kritis yang
terancam punah (critically endangered)
dalam daftar merah spesies terancam yang
dirilis Lembaga Konservasi Dunia IUCN.
Populasi liar diperkirakan antara 400-500
ekor, terutama hidup di taman-taman nasional
di Sumatera. Uji genetik mutakhir telah
mengungkapkan tanda-tanda genetik yang unik, yang menandakan bahwa subspesies ini
mungkin berkembang menjadi spesies terpisah, bila berhasil lestari.

   2.   Badak Bercula Satu
 Badak Bercula Satu (Rhinoceros sondaicus)
adalah anggota      famili Rhinocerotidae dan
satu dari lima badak yang masih ada. Badak
ini masuk ke genus yang sama dengan badak
india dan memiliki kulit bermosaik yang
menyerupai baju baja. Badak ini memiliki
panjang 3,1–3,2 m dan tinggi 1,4–1,7 m.
Badak ini lebih kecil daripada badak india
dan lebih dekat dalam besar tubuh
dengan badak hitam. Ukuran culanya
biasanya lebih sedikit daripada 20 cm, lebih
kecil daripada cula spesies badak lainnya. Badak ini pernah menjadi salah satu badak
di Asia yang paling banyak menyebar. Meski disebut "badak jawa", binatang ini tidak terbatas
hidup di Pulau Jawa saja, tapi di seluruh Nusantara, sepanjang Asia Tenggara dan
di India serta Tiongkok. Spesies ini kini statusnya sangat kritis, dengan hanya sedikit populasi
yang ditemukan di alam bebas, dan tidak ada di kebun binatang. Badak ini kemungkinan
adalah mamalia terlangka di bumi. Populasi 40-50 badak hidup di Taman Nasional Ujung
Kulon di pulau Jawa, Indonesia. Populasi badak Jawa di alam bebas lainnya berada di Taman
Nasional Cat Tien, Vietnam dengan perkiraan populasi tidak lebih dari delapan pada
tahun 2007. Berkurangnya populasi badak jawa diakibatkan oleh perburuan untuk diambil
culanya, yang sangat berharga pada pengobatan tradisional Tiongkok. Badak dapat hidup
selama 30-45 tahun di alam bebas. Badak ini hidup di hutan hujan dataran rendah, padang
rumput basah dan daerah daratan banjir besar. Badak jawa kebanyakan bersifat tenang,
kecuali untuk masa kenal-mengenal dan membesarkan anak, walaupun suatu kelompok
kadang-kadang dapat berkumpul di dekat kubangan dan tempat mendapatkan mineral. Badak
dewasa tidak memiliki hewan pemangsa sebagai musuh. Badak jawa biasanya menghindari
                                                  Tumbuhan Langka                             1
manusia, tetapi akan menyerang manusia jika merasa diganggu. Peneliti dan pelindung alam
jarang meneliti binatang itu secara langsung karena kelangkaan mereka dan adanya bahaya
mengganggu sebuah spesies terancam. Peneliti menggunakan kamera dan sampel kotoran
untuk mengukur kesehatan dan tingkah laku mereka. Badak Jawa lebih sedikit dipelajari
daripada spesies badak lainnya.


   3. Merak Biru

        Merak Biru yang dalam nama
ilmiahnya Pavo cristatus adalah salah
satu burung dari         tiga     spesies
burung merak. Merak Biru mempunyai
bulu berwarna biru gelap mengilap.
Burung jantan dewasa berukuran besar,
panjangnya dapat mencapai 230cm,
dengan penutup ekor yang sangat
panjang berwarna hijau metalik. Di atas
kepalanya terdapat jambul tegak biru
membentuk kipas. Burung betina
berukuran lebih kecil dari burung jantan. Bulu-bulunya tidak mengilap, berwarna coklat
kehijauan dengan garis-garis hitam dan tanpa dihiasi bulu penutup ekor. Burung muda seperti
betina.Populasi Merak Biru tersebar di hutan terbuka dengan padang rumput
di India, Pakistan, Sri Lanka, Nepal dan Bhutan. Sebelumnya spesies ini ditemukan juga
di Bangladesh. Pakan burung Merak Biru terdiri dari aneka biji-bijian, pucuk rumput dan
dedaunan, aneka serangga, serta berbagai jenis hewan kecil seperti cacing, laba-
laba dan kadal kecil. Merak Biru adalah burung nasional negara India. Spesies ini juga
memegang peranan penting dalam mitologi Buddha, Hindu dan kebudayaan-kebudayaan
lainnya. Burung Merak Biru dievaluasikan sebagai beresiko rendah di dalam IUCN Red List.


   4. Orang Utan
Orang Utan Orang utan (atau orangutan,
nama lainnya adalah mawas) adalah
sejenis kera besar dengan lengan panjang
dan berbulu kemerah an atau cokelat, yang
hidup di hutan tropika Indonesia dan
Malaysia khususnya di Pulau Kalimantan
dan Sumatera.
Istilah "orang utan" diambil dari kata
dalam bahasa Indonesia, yaitu 'orang' yang
berarti manusia dan 'utan' yang berarti
hutan. Orang utan mencakup duaspesies, yaitu orang utan sumatera (Pongo abelii) dan orang
utan kalimantan (borneo) (Pongo pygmaeus). Mereka memiliki tubuh yang gemuk dan besar,
berleher besar, lengan yang panjang dan kuat, kaki yang pendek dan tertunduk, dan tidak
                                               Tumbuhan Langka                           2
mempunyai ekor. Orangutan memiliki tinggi sekitar 1.25-1.5 meter, tubuh orangutan
diselimuti rambut merah kecoklatan. Mereka mempunyai kepala yang besar dengan posisi
mulut yang tinggi. Saat mencapai tingkat kematangan seksual, orangutan jantan
memiliki pelipis yang gemuk pada kedua sisi, ubun-ubun yang besar, rambut menjadi panjang
dan tumbuh janggut disekitar wajah. Mereka mempunyai indera yang sama seperti manusia,
yaitu pendengaran, penglihatan, penciuman, pengecap, dan peraba. Berat orangutan jantan
sekitar 50-90 kg, sedangkan orangutan betina beratnya sekitar 30-50 kg. Telapak tangan
mereka mempunyai 4 jari-jari panjang ditambah 1 ibu jari. Telapak kaki mereka juga
memiliki susunan jari-jemari yang sangat mirip dengan manusia. Orangutan masih termasuk
dalam spesies kera besar seperti gorila dan simpanse.
Golongan kera besar masuk dalam klasifikasi mammalia, memiliki ukuran otak yang besar,
mata yang mengarah kedepan, dan tangan yang dapat melakukan genggaman. Orangutan
termasuk hewan vertebrata, yang berarti bahwa mereka memiliki tulang belakang.


   5. Kijang

        Kijang atau muncak adalah
kerabat rusa yang tergabung dalam
genus Muntiacus. Kijang berasal dari
Dunia Lama dan dianggap sebagai
jenis rusatertua, telah ada sejak 15-35
juta tahun yang lalu, dengan sisa-sisa
dari masa Miosen ditemukan di Perancis
dan Jerman. Pada masa sekarang,
muncak hanya dapat ditemui di Asia
Selatan dan Asia      Tenggara,   mulai
dari India, Srilangka, Indocina, hingga
kepulauanNusantara. Beberapa jenis diintroduksi di Inggris dan sekarang banyak dijumpai di
sana. Kijang tidak mengenal musim kawin dan dapat kawin kapan saja, namun perilaku
musim kawin muncul bila kijang dibawa ke daerah beriklim sedang. Jantannya
memiliki tanduk pendek yang dapat tumbuh bila patah. Hewan ini sekarang menarik perhatian
penelitian evolusi molekular karena memiliki variasi jumlah kromosom yang dramatis dan
ditemukannya beberapa jenis baru (terutama di Indocina).




                                               Tumbuhan Langka                          3
   6. Babirusa

Babirusa (Babyrousa     babirussa)   hanya
terdapat di sekitar Sulawesi, Pulau Togian,
Malenge, Sula Buru dan Maluku.
Habitat babirusa banyak ditemukan di hutan
hujan tropis. Hewan ini gemar melahap buah-
buahan dan tumbuhan, seperti mangga, jamur
dan dedaunan. Mereka hanya berburu makanan
pada malam hari untuk menghindari beberapa
binatang buas yang sering menyerang. Panjang
tubuh      babirusa   sekitar    87     sampai
106 sentimeter. Tinggi babirusa berkisar pada
65-80 sentimeter dan berat tubuhnya bisa
mencapai 90 kilogram. Meskipun bersifat
penyendiri, pada umumnya mereka hidup berkelompok dengan seekor pejantan yang paling
kuat sebagai pemimpinnya. Binatang yang pemalu ini bisa menjadi buas jika diganggu.
Taringnya panjang mencuat ke atas, berguna melindungi matanya dari duri rotan. Babirusa
betina melahirkan satu sampai dua ekor satu kali melahirkan. Masa kehamilannya berkisar
antara 125 hingga 150 hari. Bayi babirusa itu akan disusui selama satu bulan, setelah itu akan
mencari makanan sendiri di hutan bebas. Selama setahun babirusa betina hanya melahirkan
satu kali. Usia dewasa seekor babirusa lima hingga 10 bulan, dan dapat bertahan hingga usia
24 tahun. Mereka sering diburu penduduk setempat untuk dimangsa atau sengaja dibunuh
karena merusak lahanpertanian dan perkebunan. Populasi hewan yang juga memangsa larva
ini kian sedikit hingga termasuk dalam daftar hewan yang dilindungi. Jumlah mereka
diperkirakan tinggal 4000 ekor dan hanya terdapat di Indonesia. Sejak tahun 1996 hewan ini
telah masuk dalam kategori langka dan dilindungi oleh IUCN dan CITES. Namun masih
sering dijumpai perdagangan daging babirusa di daerah Sulawesi Utara. Karena itu, pusat
penelitian dan pengembangan biologi LIPI bekerja sama dengan pemerintah daerahsetempat
beserta Departemen Kehutanan dan Universitas Sam Ratulangi mengadakan program
perlindungan terhadap hewan langka ini. Perlindungan tersebut meliputi pengawasan habitat
babirusa dan membuat taman perlindungan babirusa di atas tanah seluas 800 hektar


   7. Penyu
    Penyu adalah kura-kura laut. Penyu
ditemukan di semua samudra di dunia.
Menurut data para ilmuwan, penyu sudah ada
sejak akhir zaman Jura(145 - 208 juta tahun
yang lalu) atau seusia dengan dinosaurus.
Pada masa itu Archelon, yang berukuran
panjang    badan    enam   meter,   dan
Cimochelys telah berenang di laut purba
seperti penyu masa kini. Penyu memiliki

                                                 Tumbuhan Langka                            4
sepasang tungkai depan yang berupa kaki pendayung yang memberinya ketangkasan
berenang di dalam air. Walaupun seumur hidupnya berkelana di dalam air, sesekali hewan
kelompok vertebrata, kelas reptilia itu tetap harus sesekali naik ke permukaan air untuk
mengambil napas. Itu karena penyu bernapas dengan paru-paru. Penyu pada umumnya
bermigrasi dengan jarak yang cukup jauh dengan waktu yang tidak terlalu lama. Jarak
3.000 kilometer dapat ditempuh 58 - 73 hari. Penyu mengalami siklus bertelur yang beragam,
dari 2 - 8 tahun sekali. Sementara penyu jantan menghabiskan seluruh hidupnya di laut, betina
sesekali mampir ke daratan untuk bertelur. Penyu betina menyukai pantai berpasir yang sepi
dari manusia dan sumber bising dan cahaya sebagai tempat bertelur yang berjumlah ratusan
itu, dalam lubang yang digali dengan sepasang tungkai belakangnya. Pada saat mendarat
untuk bertelur, gangguan berupa cahaya ataupun suara dapat membuat penyu mengurungkan
niatnya dan kembali ke laut. Penyu yang menetas di perairan pantai Indonesia ada yang
ditemukan di sekitar kepulauan Hawaii. Penyu diketahui tidak setia pada tempat kelahirannya.


   8. Komodo
    Komodo, atau yang selengkapnya
disebut biawak komodo (Varanus
komodoensis) adalah spesies kadal
terbesar di dunia yang hidup di
pulau Komodo, Rinca, Flores, Gili
Motang, dan Gili Dasami di Nusa
Tenggara.[2] Biawak     ini     oleh
penduduk asli pulau Komodo juga
disebut dengan nama setempat ora.

    Termasuk anggota famili biawak
Varanidae,       dan klad Toxicofera,
komodo merupakan kadal terbesar di
dunia, dengan rata-rata panjang 2-3 m. Ukurannya yang besar ini berhubungan dengan
gejala gigantisme pulau, yakni kecenderungan meraksasanya tubuh hewan-hewan tertentu
yang hidup di pulau kecil terkait dengan tidak adanya mamalia karnivora di pulau tempat
hidup komodo, dan laju metabolisme komodo yang kecil.[4][5]Karena besar tubuhnya, kadal ini
menduduki posisi predator puncak yang mendominasi ekosistem tempatnya hidup. Komodo
ditemukan oleh peneliti barat tahun 1910. Tubuhnya yang besar dan reputasinya yang
mengerikan membuat mereka populer di kebun binatang. Habitat komodo di alam bebas telah
menyusut akibat aktivitas manusia dan karenanya IUCN memasukkan komodo sebagai
spesies yang rentan terhadap kepunahan. Biawak besar ini kini dilindungi di bawah peraturan
pemerintah Indonesia dan sebuah taman nasional, yaitu Taman Nasional Komodo, didirikan
untuk melindungi mereka.




                                                 Tumbuhan Langka                           5
                                TUMBUHAN LANGKA



   1.   Bantal sulam (palaquium walsurifolium)

       Diameter pohon sekitar 45cm dan dapat
tumbuh hingga tingginya mencapai 45m.
Biasanya tumbuh di rawa gambut atau kawasan
dengan ketinggian sekitar 1000m diatas
permukaan laut. Penyebarannya di semenanjung
Malaysia, Sumatera, dan Kalimantan Timur. Di
Kalimantan dikenal dengan nama Beitis,
Margetahan, Nyato, Nyatoh, Nyatoh Jangkar.




   2. bayur (pterosperium Javanicum Jungh)

    Diameter batang mencapai 54 cm dengan
tinggi pohon sampai 59 m. Tumbuh pada
ketinggian 600 m di atas permukaan laut di
daerah pegunungan, kadang ditemukan juga di
daerah berbatu gamping. Biasanya dipakai
untuk konstruksi bangunan rumah ataupun
furniture. Tersebar di Kalimantan Timur, Sabah,
Serawak dan India.




                                             3. Bulian (Eusderoxylon Zwageri)
                                         Diameter batang mencapai 95 cm dengan tinggi
                                         pohon sampai dengan 36 m. Tumbuh pada
                                         ketinggian 600 m di atas permukaan laut. Biasanya
                                         tumbuh di daerah lereng perbukitan dengan tanah
                                         berpasir. Biasanya dipakai untuk konstruksi berat
                                         karena sifatnya yang kuat dan tahan lama. Tersebar
                                         di Kalimantan, Maluku, Sumatera dan Malaysia.




                                                  Tumbuhan Langka                        6
    4. Jelutung (Dyera Sp)

         Diameter batang mencapai 159 cm
dengan tinggi pohon sampai dengan 75 m.
Tumbuh pada daerah dengan ketinggian 400 m.
Biasanya tumbuh di daerah hutan dengan tanah
berpasir. Biasanya dipakai untuk membuat
perabot, dan getahnya sebagai bahan permen
karet.   Tersebar   di   Kalimantan,   Sumatera,
Thailand dan Semenanjung Malaysia.




                                                       5. Akar Karak
                                                   (ficus uniglandulosa wall)
                                                            Diameter batang mencapai 15 cm
                                                   dengan tinggi pohon sampai dengan 14 m.
                                                   Tumbuh pada daerah dengan ketinggian
                                                   1700 m. Biasanya tumbuh di lereng bukit
                                                   maupun sepanjang aliran sungai. Tumbuhan
                                                   langka ini juga bisa ditemukan di daerah
                                                   dengan tanah liat, tanah berpasir maupun
                                                   daerah    berbatu   kapur.   Tersebar   di
                                                   Kalimantan, Sumatera, Sumatera, Filipina,
                                                   Thailand dan Semenanjung Malaysia.




                                                   Tumbuhan Langka                         7
    6.   Kantong Semar (Nepenthes Sp)

         Tumbuh          merambat        dengan    tinggi
mencapai 12 kaki atau sekitar 4 m. Perangkap
pasif    yang         dihasilkan    di    ujung     daun
memerangkap dan mencerna serangga kecil.
Warna hijau terang, sering dengan bintik-
bintik terang atau merah gelap atau ungu.
Tergantung pada tempatnya tinggal banyak
kebutuhan Nepenthes dapat dipenuhi dengan
cara beradaptasi dengan lingkungan tempatnya
tumbuh. Nepenthes sangat fleksibel dan mudah
beradaptasi           dengan       berbagai       kondisi
pertumbuhan yang berbeda.



    7. Mangga Kasturi (Mangifera casturi)

    Mangifera casturi (juga disebut Mangga
Kalimantan atau Mangga Kasturi) adalah jenis
tanaman       dalam       keluarga       Anacardiaceae.
Tumbuhan langka ini endemik atau hanya ada
di Indonesia, tetapi sekarang dianggap punah
di alam liar.




    8. Tengkawang atau Meranti Merah
       (Shorea singkawang)

         Tengkawang juga disebut Dark Red
Meranti atau Meranti Merah adalah jenis
tumbuhan dalam keluarga Dipterocarpaceae.
Tanaman         ini     ditemukan        di   Indonesia,
Malaysia, dan Thailand. Tanaman ini terancam
oleh hilangnya habitat.


                                                            Tumbuhan Langka   8
9. Kapur Barus (Dryobalanops camphora)
   Kapur Barus (Dryobalanops camphora) adalah jenis tanaman dalam keluarga
   Dipterocarpaceae. Spesies ini adalah salah satu sumber utama dari kapur barus dan
   menarik pedagang Arab awal ke Kalimantan, pada saat ini senilai lebih dari emas, dan
   digunakan untuk dupa dan parfum.
   Tumbuhan langka ini ditemukan di Sumatra, Semenanjung Malaysia dan Kalimantan.
   Tanaman ini adalah pohon besar, tinggi hingga 65 m atau bahkan 75 m, ditemukan di
   hutan campuran pada tanah yang dalam humat berpasir kuning. Tanaman ini adalah
   kayu keras berat yang dijual di bawah nama dagang dari “Kapur”. Hal ini dicatat dari
   setidaknya dua daerah yang dilindungi (Lambir dan Gunung Mulu National Parks).




                                            Tumbuhan Langka                          9

								
To top