Perbedaan Pendidikan Jasmani dan Pendidikan Olahraga by susnadi

VIEWS: 1,896 PAGES: 5

									Perbedaan Pendidikan Jasmani dan Pendidikan Olahraga

Sebelum kita jauh membahas tentang pendidikan Jasmani atau Pendidikan Olahraga alangkah
baiknya kita bahas dulu tentang pengertian pendidikan dan tujuan pendidikan. Kata yang paling
pertama kali kita pertanyakan adalah arti dari pendidikan sendiri karena Pendidikan Jasmani
maupun Olahraga tersebut memilki kata yang sama yaitu pendidikan. Materi siaran Selasa 10
April 2012

1. PENDIDIKAN

berikut Pengertian Pendidikan menurut Para Ahli :

   1. Ki Hajar Dewantara Pendidikan adalah daya upaya untuk memajukan budi pekerti,
      pikiran, serta jasmani anak, agar dapat memajukan kesempurnaan hidup yaitu hidup dan
      menghidupkan anak yang selaras dengan alam dan masyarakatnya.
   2. UU No. 2 tahun 1989 Pendidikan adalah usaha sadar untuk menyiapkan peserta didik
      melalui kegiatan bimbingan, pengajaran, dan pelatihan bagi peranannya di masa yang
      akan datang.
   3. UU No. 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan nasional Pendidikan adalah usaha
      sadar terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta
      didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual
      keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan
      yang diperlukan darinya, masyarakat, bangsa, dan negara.

Dari beberapa pendapat para ahli dan UU diatas saya dapat menyimpulkan bahwa

Pendidikan adalah proses pembelajaran yang didapat oleh setiap manusia untuk dapat membuat
manusia itu mengerti, paham, dan lebih dewasa serta mampu membuat manusia lebih kritis
dalam berpikir dengan apa yang didapat melalui pembelajaran



TUJUAN PENDIDIKAN

1. Pendidikan sebagai Proses Transformasi Budaya

Sebagai proses transformasi budaya, pendidikan diartikan sebagai kegiatan pewarisan budaya
dari suatu generasi ke generasi lainnya. Nilai-nilai kebudayaan tersebut mengalami proses
transformasi dari generasi tua ke generasi muda. Ada 3 bentuk transformasi yaitu nilai-nilai yang
masih cocok diteruskan misalnya nilai-nilai kejujuran, rasa tanggung jawab dan lain-lain, yang
kurang cocok diperbaiki misalnya tata cara perkawinan, dan tidak cocok diganti misalnya
pendidikan seks yang dahulu ditabukan diganti dengan pendidikan seks melalui pendidikan
formal.

Disini tampak bahwa,proses pewarisan budaya tidak semata-mata mengekalkan budaya secara
estafet. Pendidikan justru mempunyai tugas kenyiapkan peserta didik untuk hari esok.
2. sebagai Proses Pembentukan Pribadi

Sebagai proses pembentukan pribadi, pendidikan diartikan sebagai sutu kegiatan yang sistematis
dan sitemik dan terarah kepada terbentuknya kepribadian peserta didik.Proses pembentukan
pribadi meliputi dua sasaran yaitu pembentukan pribadi bagi mereka yang belum dewasa oleh
mereka yang belum dewasa, dan bagi mereka yang sudah dewasa atas usaha sendiri. Yang
terkhir disebut pendidikan diri sendiri.

3. Pendidikan sebagai Proses Penyiapan warga Negara

Pendidikan sebagai penyiapan warga negara diartikan sebagai suatu kegiatan yang terencana
untuk membekali peserta didik agar menjadi warga negara yang baik.

4. Pendidikan sebagai Penyiapan Tenaga Kerja

Pendidkan sebagai penyiapan tenaga kerja diartikan sebagai kegiatan membimbing peserta didik
sehingga memilki bekal dasar untuk bekerja. Pembekalan dasar berupa pembentukan sikap,
pengetahuan, dan keterampilan kerja pada calon luaran.

2. PENDIDIKAN JASMANI

Definisi tentang Pendidikan Jasmani menurut para ahli yaitu sebagai berikut :

Barrow (1971, 1983) menyatakan Pendidikan Jasmani dalam konteks ‘pengalaman pendidikan
menyeluruh’ dan berkait dengan hal seumur hidup setiap individu.

Baley & Field (1976), satu proses pengubahsuaian dan pembelajaran berkenaan organik,
neuromaskular, intelektual, sosial, budaya, emosional dan estetik, hasil melalui aktiviti-aktiviti
fizikal yang terpilih dan agak rancak,

Freeman (1977, 1992) menegaskan bahasa Pendidikan Jasmani meliputi pembangunan fizikal
dan mental dan menumpu pada tiga domain pendidikan, ia itu psikomotor, kognitif dan afektif.

Lumpkin (1990) berpendapat Pendidikan Jasmani merupakan suatu proses yang membolehkan
individu mempelajari kemahiran-kemahiran fizikal, mental dan sosial serta tahap kecergasan
yang tinggi.

Dauer (1995) berpendapat Pendidikan Jasmani ialah sebahagian daripada program pendidikan
yang menyeluruh, yang memberi sumbangan pada asasnya melalui pengalaman-pengalaman
pergerakan kepada perkembangan dan pembangunan keseluruhan kanak-kanak.

Setelah kita membaca definisi diatas kita dapat menyimpulkan bahwa :

Pendidikan jasmani merupakan suatu proses seseorang sebagai individu maupun anggota
masyarakat yang dilakukan secara sadar dan sistematik melalui berbagai kegiatan dalam rangka
memperoleh kemampuan dan keterampilan jasmani, pertumbuhan, kecerdasan, dan pembentukan
watak

Pendidikan jasmani pada hakikatnya adalah proses pendidikan yang memanfaatkan aktivitas fisik
untuk menghasilkan perubahan holistik dalam kualitas individu, baik dalam hal fisik, mental,
serta emosional.

a. Tujuan Pendidikan Jasmani

Mengembangkan keterampilan pengelolaan diri dalam upaya pengembangan dan pemeliharaan
kebugaran jasmani serta pola hidup sehat melalui berbagai aktivitas jasmani dan olahraga yang
terpilih

Meningkatkan pertumbuhan fisik dan pengembangan psikis yang lebih baik

Meningkatkan kemampuan dan keterampilan gerak dasar

Meletakkan landasan karakter moral yang kuat melalui internalisasi nilai-nilai yang terkandung
di dalam pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan

Mengembangkan sikap sportif, jujur, disiplin, bertanggungjawab, kerjasama, percaya diri dan
demokratis. Mengembangkan keterampilan untuk menjaga keselamatan diri sendiri, orang lain
dan lingkungan. Memahami konsep aktivitas jasmani dan olahraga di lingkungan yang bersih
sebagai informasi untuk mencapai pertumbuhan fisik yang sempurna, pola hidup sehat dan
kebugaran, terampil, serta memiliki sikap yang positif.

b. Ruang Lingkup Pendidikan Jasmani

Permainan dan olahraga meliputi: olahraga tradisional, permainan. eksplorasi gerak,
keterampilan lokomotor non-lokomotor,dan manipulatif, atletik, kasti, rounders, kippers, sepak
bola, bola basket, bola voli, tenis meja, tenis lapangan, bulu tangkis, dan beladiri, serta aktivitas
lainnya

Aktivitas pengembangan meliputi: mekanika sikap tubuh, komponen kebugaran jasmani, dan
bentuk postur tubuh serta aktivitas lainnya

Aktivitas senam meliputi: ketangkasan sederhana, ketangkasan tanpa alat, ketangkasan dengan
alat, dan senam lantai, serta aktivitas lainnya

Aktivitas ritmik meliputi: gerak bebas, senam pagi, SKJ, dan senam aerobic serta aktivitas
lainnya

Aktivitas air meliputi: permainan di air, keselamatan air, keterampilan bergerak di air, dan
renang serta aktivitas lainnya. Pendidikan luar kelas, meliputi: piknik/karyawisata, pengenalan
lingkungan, berkemah, menjelajah, dan mendaki gunung
Kesehatan, meliputi penanaman budaya hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari, khususnya
yang terkait dengan perawatan tubuh agar tetap sehat, merawat lingkungan yang sehat, memilih
makanan dan minuman yang sehat, mencegah dan merawat cidera, mengatur waktu istirahat
yang tepat dan berperan aktif dalam kegiatan P3K dan UKS. Aspek kesehatan merupakan aspek
tersendiri, dan secara implisit masuk ke dalam semua aspek.

3. PENDIDIKAN OLAHRAGA

       Pendidikan Olahraga dapat didefinisikan sebagai berikut :

Menurut saya Pendidikan Olahraga adalah proses pembelajaran yang dilakukan dengan cara
aktivitas gerak manusia menurut teknik tertentu dalam pelaksanaannya ada unsur bermain : Ada
rasa senang, Dilakukan waktu luang, Aktivitas dipilih (sukarela), Kepuasan dalam proses, Jika
tidak dilaksanakan ada sanksi dan Nilai positif.

Tujuan dari Pendidikan Olahraga bisa kita ketahui dari tujuan olahraga itu sendiri yaitu :

*Peningkatan

Meskipun orang itu bebas penyakit belum tentu orang iti sehat,dengan mengukur beban latihan
yang di berikan pada seseorang,maka kebugaran dapat di klasifikasi menjadi sangat
kurang,latihan fisik yang teratur dan terukur di sertai gizi yang cukup akan meningkatkan
kebugaran seseorang.kebugaran ini di tandai olah daya tahan jantung,otot,kelenturan
tubuh,komposisi tubuh, kecepatan gerak, kelincahan, denyut nadi. latihan slalu di monetor
[periksa] agar tidak melebihi denyut yang di perbolehkan antara 72-87% dari denyut yang
maksimal.

*Pencegahan

Olahraga dapat mencegah dampak negatif dari hopokenisia[kurang gerak], memperlambat proses
penuaan, memperlancar proses kelahiran pada wanita kehamilan.

*Pengobatan

Membantu proses penyambuhan pada penyakit jantung,kencing manis, rematik, asma, kropos
tulang, dll. peredaran darah orang yang berolahraga lebih lancar, sehingga racun yang
menumpuk di tubuh cepat di keluarkan.

*Pemulihan

Penyandang cacat,kerusakan otak,tuna rungu,epilepsi dll membutuhkan olahraga yang sesuai
dengan keadaan yang di penderita,apabila penyandang cacat ini tidak melakukan olahraga maka
cacatnya akan bertambah karena terjadi kekurangan gerak,otak menjadi lemah sehingga mudah
timbul penyakit-penyakit,jantung,ginjal,saluran darah,dll selain itu olahraga bagi penyandang
cacat juga sangat di perlukan untuk menghilangkan anggapan masyarakat bahwa mereka tidak
mampu berbuat apa-apa.
4. PERBEDAAN PENDIDIKAN OLAHRAGA DAN PENDIDIKAN JASMANI

Salah satu pertanyaan yang sering diajukan oleh guru-guru penjas belakangan ini adalah :
“Apakah pendidikan jasmani?” Pertanyaan yang cukup aneh ini justru dikemukakan oleh yang
paling berhak menjawab pertanyaan tersebut.

Hal tersebut mungkin terjadi karena pada waktu sebelumnya guru itu merasa dirinya bukan
sebagai guru penjas, melainkan guru pendidikan olahraga. Perubahan pandangan itu terjadi
menyusul perubahan nama mata pelajaran wajib dalam kurikulum pendidikan di Indonesia, dari
mata pelajaran pendidikan olahraga dan kesehatan (orkes) dalam kurikulum 1984, menjadi
pelajaran “pendidikan jasmani dan kesehatan” (penjaskes) dalam kurikulum1994.

Perubahan nama tersebut tidak dilengkapi dengan sumber belajar yang menjelaskan makna dan
tujuan kedua istilah tersebut. Akibatnya sebagian besar guru menganggap bahwa perubahan
nama itu tidak memiliki perbedaan, dan pelaksanaannya dianggap sama. Padahal muatan
filosofis dari kedua istilah di atas sungguh berbeda, sehingga tujuannya pun berbeda pula.
Pertanyaannya, apa bedanya pendidikan olahraga dengan pendidikan jasmani ?

Pendidikan jasmani berarti program pendidikan lewat gerak atau permainan dan olahraga. Di
dalamnya terkandung arti bahwa gerakan, permainan, atau cabang olahraga tertentu yang dipilih
hanyalah alat untuk mendidik. Paling tidak fokusnya pada keterampilan anak. Hal ini dapat
berupa keterampilan fisik dan motorik, keterampilan berpikir dan keterampilan memecahkan
masalah, dan bisa juga keterampilan emosional dan sosial.

Karena itu, seluruh adegan pembelajaran dalam mempelajari gerak dan olahraga tadi lebih
penting dari pada hasilnya. Dengan demikian, bagaimana guru memilih metode, melibatkan
anak, berinteraksi dengan murid serta merangsang interaksi murid dengan murid lainnya, harus
menjadi pertimbangan utama

Menurut UU No 3 tahun 2005 tentang SKN dijelaskan bahwa

ruang lingkup olahraga dibagi dalam tiga bagian yaitu:

   1. Olahraga pendidikan adalah pendidikan jasmani dan olahraga yang dilaksanakan sebagai
      bagian proses pendidikan yang teratur dan berkelanjutan untuk memperoleh pengetahuan,
      kepribadian, keterampilan, kesehatan, dan kebugaran jasmani.
   2. Olahraga rekreasi adalah olahraga yang dilakukan oleh masyarakat dengan kegemaran
      dan kemampuan yang tumbuh dan berkembang sesuai dengan kondisi dan nilai budaya
      masyarakat setempat untuk kesehatan, kebugaran, dan kegembiraan.
   3. Olahraga prestasi adalah olahraga yang membina dan mengembangkan olahragawan
      secara terencana, berjenjang, dan berkelanjutan melalui kompetisi untuk mencapai
      prestasi dengan dukungan ilmu pengetahuan dan teknologi keolahragaan. selain itu dalam
      pengembangan olahraga perlu dilakukan sebuah pendekatan keilmuan yang menyeluruh
      dengan jalan pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi.

								
To top