EKSTAKSI-MINYAK-NILAM-EDIT-DESI by xiaoyounan

VIEWS: 50 PAGES: 10

									                              EKSTRAKSI MINYAK NILAM

                                                      Renilaili
                                 Dosen Universitas Bina Darma, Palembang
                                 Jalan Jenderal Ahmad Yani No.12, Palembang
                                          Pos-el : renilaili@yahoo.com

        Abstrack: Nilam oil that the content especially Patchouli alcohol (C15H 16) often was used as the
        binder in perfume aroma and also was used in the mixture of the cosmetic product for example in
        soap, shampoo and deodorant or lotion. In this research the method that was used was the extraction
        method with normal mixed solvent heksan with benzen, in this research wanted to be seen how the
        influence of extraction time against rendemen oil that was gotten, also how the influence from the raw
        material comparison (the stick and the leaves) that was used in the production of sapphire oil against
        rendemen results that were received. From results of the research was known that the raw material
        comparison (the stick: the leaves) with the comparison (1:1) with rendemen sapphire oil that was
        gotten by 3.44% whereas the influence of optimum extraction time 150 minutes with rendemen oil
        4,07%

        Keyword: Nilam Oil, Method, Material


        Abstrak: Minyak Nilam yang kandungan utamanya Patchouli alkohol (C 15H 16) banyak digunakan
        sebagai bahan pengikat (fiksatif) dalam parfum agar aroma keharumanya tahan lama , juga dipakai
        dalam campuran produk kosmetik misalnya dalam sabun , shampo dan deodorant atau lotion.
        Dalam penelitian ini metode yang dipakai adalah metode ekstraksi dengan pelarut campuran
        normal heksan dengan benzen, dalam penelitian ini ingin dilihat bagaimana pengaruh waktu
        ekstraksi terhadap rendemen minyak yang didapat , juga bagaimana pengaruh dari perbandingan
        bahan baku (batang dan daun) yang digunakan pada pembuatan minyak nilam terhadap rendemen
        hasil yang didapat. Dari hasil penelitian diketahui bahwa perbandingan bahan baku (batang : daun)
        dengan perbandingan (1:1) dengan rendemen minyak nilam yang didapat 3,44% (15,2 ml) sedangkan
        pengaruh waktu ekstraksi yang optimum 150 menit dengan rendemen minyak 4,07% (17,2 ml)

        Kata kunci: Minyak Nilam, Metode, Bahan Baku

1.      PENDAHULUAN                                                     Tumbuhan nilam berupa semak              yang
                                                               bisa mencapai satu meter , tumbuhan ini menyukai
        Nilam       adalah    suatu   semak     tropis         suasana teduh , hangat dan lembab.
penghasil       sejenis      minyak atsiri       yang                   Mudah layu jika terkena sinar matahari
dinamakan dengan          minyak nilam.        Dalam           langsung     atau      kekurangan     air,   bunganya
perdagangan internasional , minyak nilam dikenal               menyebarkan bau wangi yang kuat , bijinya kecil ,
sebagai minyak patcholi,oma           minyak nilam             perbanyakan biasanya dilakukan secara vegetatif.
dikenal berat dan kuat dan telah berabad-abad                  Minyak nilam untuk ekspor harus memenuhi
digunakan sebagai wangi-wangian (parfum), juga                 standar mutu minyak nilam Indonesia yang
harga jual minyak nilam tergolong tinggi                       ditetapkan dalam Standar
apabila dibandingkan dengan minyak atsiri-                     Nasional Indonesia (SNI). Selain itu ada syarat

atsiri lainnya.                                                lain sebagai rekomendasi tambahan, yaitu, analisis
dengan Kromatografi Gas untuk menentukan                  sepanjang tahun (2.000 – 3.500 mm per tahun),
kandungan alkoholnya.                                     dan tanah yang mengandung banyak humus.
       Kandungan minyak atsiri pada tanaman
nilam yang tertinggi terdapat pada daun. Batang,          Tujuan      dalam   penelitian   ini   adalah   untuk
akar dan cabang juga mengandung minyak atsiri,            mengekstraksi       batang dan daun nilam       untuk
walaupun     kadarnya     lebih    rendah.    Informasi   dijadikan minyak nilam.
Teknologi    Pengolahan      Minyak     Nilam     yang
disusun oleh peneliti Nanan Nurjanah beserta              Manfaat Penelitian ini adalah minyak nilam yang
timnya ini     menjabarkan dari mulai panen,              didapat, bisa    digunakan untuk campuran dalam
penanganan bahan sampai dengan penyulingan.               pembuatan       parfum, lotion, dan juga campuran
Ada tiga cara penyulingan untuk mendapatkan               dalam pembuatan obat-obatan.
minyak nilam, yaitu dengan cara direbus, dikukus,
dan cara uap langsung.            Mutu minyak nilam
ditentukan oleh beberapa faktor, menyangkut pra
panen maupun pascapanen. Faktor pra panen yang
mencakup bahan tanaman, teknik budidaya, cara
dan waktu panen maupun faktor lingkungan sangat
berpengaruh terhadap produktivitas dan mutu
bahan olah yang akhirnya akan berpengaruh
terhadap mutu hasil olahannya. Sedangkan faktor
                                                                   Gbr1. 1. Pembibitan Nilam
pascapanen mencakup penanganan bahan olah,
cara pengolahan termasuk alatnya, pengemasan
                                                          2 . METODOLOGI PENELITIAN
dan   penyimpanan       sangat     berpengaruh     pula
terhadap mutu produk akhir.
                                                          Minyak Nilam
       Pembudidayaan nilam tergolong tidak
                                                                   Minyak nilam berwarna kuning jernih dan
sulit, namun tetap membutuhkan ketelatenan.
                                                          berbau khas, mengandung senyawa patchouli
Tahapan pembudidayaan yang perlu diperhatikan
                                                          alcohol yang merupakan penyusun utama dalam
meliputi    pembibitan,    penanaman,        perawatan,
                                                          minyak nilam, dan kadarnya mencapai 50-60%.
pemanenan, dan penyulingan minyak nilam.
                                                          Patchouli       alcohol     merupakan       senyawa
Pohon Nilam (Pogostemon cablin Benth) dapat
                                                          seskuiterpen alkohol tersier trisiklik, tidak larut
tumbuh di mana saja, baik di dataran rendah
                                                          dalam air, larut dalam alkohol, eter atau pelarut
maupun dataran tinggi (0 – 1.200 m dpi). Nilam
                                                          organik yang lain, mempunyai titik didih 280,37oC
akan tumbuh baik pada ketinggian 10m- 400 m
                                                          dan kristal yang terbentuk memiliki titik leleh
dpi. Nilam tidak memerlukan banyak air, tapi juga
                                                          56oC. Minyak nilam selain mengandung senyawa
tidak tahan kering. Menghendaki suhu 24 – 28°C,
                                                          Patchouli     Alkohol     (komponen    utama)    juga
tapi lembab (lebih dari 75%), curah hujan merata
                                                          mengandung komponen minor lainnya, pada
umumnya       senyawa        penyusun    minyak    atsiri   •     Tersusun oleh bermacam-macam komponen
bersifat asam dan netral, begitu pula dengan                      senyawa.
minyak nilam, tersusun atas senyawa-senyawa                 •     Memiliki bau khas. Umumnya bau ini
yang bersifat asam dan netral misalnya senyawa                    mewakili bau tanaman asalnya. Bau minyak
asam.                                                             atsiri satu dengan yang lain berbeda-beda,
Manfaat Dan Kegunaan Minyak Nilam                                 sangat tergantung dari macam dan intensitas
          Fungsi utama minyak nilam sebagai bahan                 bau           dari masing-masing komponen
baku pengikat (fiksatif) dari kandungan utamanya                  penyusun.
patchouli alcohol (C15H26) dan sebagai bahan                •     Mempunyai       rasa   getir,    kadang-kadang
pengendali penerbang (eteris) untuk wewangian                     berasa tajam, menggigit, memberi kesan
(Parfum) agar aroma keharumannya bertahan lebih                   hangat        sampai panas, atau justru dingin
lama. Selain itu, minyak nilam digunakan sebagai                  ketika sampai dikulit, tergantung dari jenis
salah satu bahan campuran produk kosmetik (di                     komponen penyusunnya.
antaranya untuk pembuatan sabun, pasta gigi,                •     Dalam keadaan murni (belum tercemar oleh
sampo, lotion dan deodorant), kebutuhan industri                  senyawa-senyawa lain) mudah menguap
makanan (di antaranya untuk essence atau                          pada suhu kamar sehingga bila diteteskan
penambah       rasa),    kebutuhan      farmasi   (untuk          pada selembar kertas maka ketika dibiarkan
pembuatan       obat        anti    radang,    antifungi,         menguap, tidak meninggalkan bekas noda
antiserangga, serta dekongestan), kebutuhan aroma                 pada kertas yang ditempel.
terapi, bahan baku compound dan pengawet                    •     Bersifat tidak bisa disabunkan dengan alkali
barang, serta berbagai kebutuhan industri lainnya.                dan tidak bisa berubah menjadi tengik
          Minyak        nilam      mempunyai      banyak          (rancid). Ini berbeda dengan minyak lemak
keunggulan. Selain bermanfaat bagi berbagai                       yang tersusun oleh asam-asam lemak.
ragam kebutuhan industri, masa panen tanaman
                                                            Parameter Minyak Atsiri
nilam relaif singkat dan pengendalian tanaman
                                                                   Beberapa       parameter       yang   biasanya
relative mudah dan potensi pasarnya sudah jelas.
                                                            dijadikan standar untuk mengenali kualitas minyak
Pola perdagangan minyak nilam tidak terkena
                                                            atsiri meliputi :
kuota ekspor dan sampai saat ini belum ditemukan
bahan sintetis atau bahan pengganti yang dapat
                                                            Berat Jenis
menyamai manfaat minyak nilam ini. Oleh
                                                                     Berat jenis merupakan salah satu kriteria
sebab itu, kondisi dan potensi minyak nilam
                                                            penting dalam menentukan mutu dan kemurnian
tersebut merupakan basic power.
                                                            minyak atsiri. Nilai berat jenis minyak atsiri
Sifat-Sifat Minyak Atsiri
                                                            didefinisikan sebagai perbandingan antara berat
•       Adapun sifat-sifat minyak atsiri diterangkan
                                                            minyak dengan berat air pada volume air yang
        sebagai berikut :
                                                            sama dengan volume minyak pada yang sama
pula. Berat jenis sering dihubungkan dengan fraksi                Distilasi   merupakan    suatu     perubahan
berat    komponen-komponen        yang     terkandung   cairan menjadi uap dan uap tersebut didinginkan
didalamnya. Semakin besar fraksi berat yang             kembali menjadi cairan. Unit operasi distilasi
terkandung dalam minyak, maka semakin besar             merupakan        metode   yang    digunakan       untuk
pula nilai Universitas Sumatera Utara densitasnya.      memisahkan komponen-komponen yang terdapat
Biasanya      berat      jenis   komponen      terpen   dalam suatu larutan atau campuran. pada distribusi
teroksigenasi lebih besar dibandingkan dengan           komponen-komponen tersebut antara fasa uap dan
terpen tak teroksigenasi.                               fasa air. Semua komponen tersebut terdapat dalam
                                                        fasa cairan dan uap. Fasa uap terbentuk dari fasa
Indeks Bias
                                                        cair melalui penguapan (evaporasi) pada titik
         Indeks   bias     merupakan     perbandingan
                                                        didihnya. Syarat utama dalam operasi pemisahan
antara kecepatan cahaya di dalam udara dengan
                                                        komponen-komponen dengan cara distilasi adalah
kecepatan cahaya didalam zat tersebut pada suhu
                                                        komposisi uap harus berbeda dari komposisi
tertentu. Indeks bias minyak atsiri berhubungan
                                                        cairan dengan terjadi keseimbangan larutan-
erat dengan komponen-komponen yang tersusun
                                                        larutan, dengan komponen- komponennya cukup
dalam minyak atsiri yang dihasilkan. Sama halnya
                                                        dapat menguap. Suhu cairan yang mendidih,
dengan berat jenis dimana komponen penyusun
                                                        merupakan titik didih cairan tersebut pada tekanan
minyak atsiri dapat mempengaruhi nilai indeks
                                                        atmosfer yang digunakan. Distilasi dilakukan
biasnya. Semakin banyak komponen berantai
                                                        melalui tiga tahap : evaporasi yaitu memindahkan
panjang seperti sesquiterpen atau komponen
                                                        pelarut sebagai uap dari cairan; pemisahan uap-
bergugus oksigen ikut tersuling, maka kerapatan
                                                        cairan di dalam kolom, untuk memisahkan
medium minyak atsiri akan bertambah sehingga
                                                        komponen dengan titik didih lebih rendah yang
cahaya yang datang akan lebih sukar untuk
                                                        lebih volatile dari komponen lain yang kurang
dibiaskan. Hal ini menyebabkan indeks bias
                                                        volatil    dan    kondenasasi     dari     uap,   untuk
minyak lebih besar. Menurut Guenther, nilai
                                                        mendapatkan fraksi pelarut yang lebih volatil.
indeks juga dipengaruhi salah satunya dengan
                                                                  Teori Dasar Distilasi Perpindahan panas
adanya air dalam kandungan minyak nilam
                                                        ke cairan yang sedang mendidih memegang
tersebut. Semakin banyak kandungan airnya, maka
                                                        peranan yang penting pada proses evaporasi dan
semakin kecil nilai indek biasnya. Ini karena sifat
                                                        distilasi atau juga pada proses biologi dan proses
dari air yang mudah untuk membiaskan cahaya
                                                        kimia lain seperti proses petroleum, pengendalian
yang datang. Jadi minyak atsiri dengan nilai
                                                        temperatur suatu reaksi kimia, evaporasi suatu
indeks bias yang besar lebih bagus dibandingkan
                                                        bahan pangan dan sebagainya. Cairan yang sedang
engan minyak atsiri dengan nilai indeks bias yang
                                                        dididihnya biasanya ditampung dalam bejana
kecil.
                                                        dengan panas yang berasal dari pipa-pipa pemanas
                                                        yang horizontal atau vertikal. Pipa dan plat-plat
Distilasi
                                                        tersebut dipanaskan dengan listrik, dengan cairan
panas atau uap panas pada sisi yang lain .             cairan tersebut sama dengan tekanan gas atau uap
Perbedaan sifat campuran suatu fase dengan             yang berada disekitarnya. Jika dilakukan proses
campuran dua fase dapat dibedakan secara jelas         penyulingan pada tekanan atmosfer maka tekanan
jika suatu cairan menguap, terutama dalam              uap tersebut akan sama dengan tekanan air raksa
keadaan mendidih. Sebagai contoh adalah cairan         dalam kolom setinggi 760 mmHg. Berkurangnya
murnii didalam suatu tempat yang tertutup. Pada        tekanan pada ruangan di atas cairan akan
suhu tertentu molekul-molekul cairan tersebut          menurunkan       titik    didih,   dan   sebaliknya
memiliki energi tertentu dan bergerak bebas secara     peningkatan tekanan di atas permukaan cairan
tetap    dengan kecepatan tertentu. Tetapi setiap      akan menaikkan titik didih cairan tersebut .
molekul dalam cairan hanya bergerak pada jarak                  Beberapa bahan organik tidak dapat
pendek    sebelum    dipengaruhi   oleh   molekul-     didistilasi   secara     memuaskan   pada      tekanan
molekul lain, sehingga arah geraknya diubah.           atmosfer, sebab akan mengalami penguraian atau
Namun setiap molekul pada lapisan permukaan            dekomposisi sempurna sebelum titik didih nirmal
yang bergerak ke arah atas akan meninggalkan           tercapai. Dengan menurangi tekanan eksternal 0,1-
permukaan cairan dan akan menjadi molekul uap.         30 mmHg, titik didih dapat diturunkan dan
Molekul-molekul uap tersebut akan tetap berada         distilasi dapat berlangsung tanpa mengakibatkan
dalam gerakan yang konstan, dan kecepatan              terjadinya dekomposisi.jika cairan yang disuling
molekulmolekul dipengaruhi oleh suhu pada saat         tidak stabil pada kisaran suhu tertentu, atau jika
itu (Guenther, 1987).Zat cair yang mudah larut         titik didihnya pada kondisi normal terlalu tinggi,
kepada suatu cairan dalam keadaan suhu konstan,        maka destilasi dapat dilakukan pada suhu yang
maka cairan tersebut akan larut sempurna pada          direndahkan dengan menurunkan tekanan atmosfer
larutan yang pertama. Kedua larutan tersebut           distilasi. Teknik distilasi ini disebut distilasi
terbentuk fase tunggal dimana bagian permukaan         vakum.
dari campuran lauratn tersebut terutama terdiri dari
molekul-molekul cairan jenis pertama. Jumlah           Ekstraksi
molekul cairan jenis pertama yang lolos ke dalam                Ekstraksi adalah suatu proses pemisahan
ruang penguapan dalam waktu tertentu tergantung        dari bahan padat maupun cair dengan bantuan
dari jumlah molekul yang berada di lapisan             pelarut. Pelarut yang digunakan harus dapat
permukaan cairan. Jumlah ini lebih sedikit             mengekstrak substansi yang diinginkan tanpa
dibanding dengan larutan murni semula.                 melarutkan material lainnya. Ekstraksi padat-cair
                                                       atau leaching adalah transfer difusi komponen
Distilasi Vakum
                                                       terlarut dari padatan inert kedalam pelarutnya.
         Titik didih dapat didefinisikan sebagai
                                                       Proses ini merupakan proses yang bersifat fisik
suhu pada tekanan atmosfer atau pada atekanan
                                                       karena komponen terlarut kemudian dikembalikan
tertentu lainnya, dimana cairan akan berubah
                                                       lagi keadaan semula tanpa mengalami perubahan
menjadi uap atau suhu pada saat tekanan uap dari
                                                       kimiawi. Ekstrak dari bahan padat dapat dilakukan
jika bahan yang diinginkan dapat larut dalam                   dapat bercampur seluas mungkin dengan bahan
pelarut pengekstraksi .                                        yang    diekstraksi,   bahan    yang     diekstraksi
         Ekstraksi tergantung dari beberapa faktor             dihaluskan atau dipotong lebih     dahulu dengan
antara lain yaitu :                                            jalan digiling atau dirajang. Di samping itu dengan
                 1. Ukuran partikel                            dihaluskannya bahan yang akan diekstrasi, sel-sel
                 2. Jenis zat pelarut                          bahan akan pecah
                 3. Suhu                                       hingga keluarnya cairan ekstraksi dari bahan akan
                 4. Pengadukan                                 lebih mudah.
         Ekstraksi termasuk proses pemisahan
melalui dasar operasi difusi. Secara difusi, proses            Bahan Pelarut
pemisahan terjadi karena adanya perpindahan                            Pelarut adalah benda cair atau gas yang
solute, searah dari fasa diluen ke fasa solven,                melarutkan benda padat, cair atau gas, yang
sebagai akibat adanya beda potensial diantara dua              menghasilkan sebuah larutan. Pelarut paling
fasa yang saling kontak sedemikian,hingga pada                 umum digunakan dalam kehidupan sehari-hari
suatu saat, sistem berada dalam keseimbangan.                  adalah air. Pelarut lain yang juga umum digunakan
Secara garis besar, proses pemisahan secara                    adalah pelarut organik (mengandung karbon).
ekstraksi terdiri dari tiga langkah dasar di bidang            Pelarut biasanya memiliki titik didih rendah dan
industri, ekstraksi sangat luas penggunaannya,                 lebih mudah menguap, meninggalkan substansi
terutama jika larutan yang akan dipisahkan.                    terlarut yang didapatkan. Untuk membedakan
         Alat Ekstraksi         berupa sebuah tangki           antara pelarut dengan zat yang dilarutkan, pelarut
berpengaduk     berbentuk       silinder    tegak     yang     biasanya terdapat dalam jumlah yang lebih besar
dilengkapi dengan baffle (Brown, 1984). Di dalam               (Guenther, 1987).
ekstraktor digunakan bahan pelarut menguap
(solvent) yang berfungsi sebagai bahan ekstraktor.             Pemilihan Pelarut
Pada dasarnya bahan yang akan diekstraksi                              Pelarut yang digunakan dalam proses
dicampur     dengan     bahan      pelarut     menguap,        pengambilan    minyak secara      ekstraksi   harus
sehingga cairan bahan akan terdifusi ke luar dari              memenuhi syarat syarat tertentu yaitu:
dalam sel melalui dinding sel dan bercampur                    1. Bersifat selektif Pelarut harus dapat melarutkan
dengan     bahan      pelarut     menguap          tersebut.      semua zat wangi dengan cepat dan       sempurna
Campuran antara cairan ekstraksi dengan bahan                     serta sesedikit mungkin melarutkan bahan
pelarut menguap disebut “micelle” selanjutnya                     seperti lilin, pigmen dan senyawa albumin.
cairan ekstraksi dipisahkan dari bahan pelarut                 2. Mempunyai titik didih yang cukup rendah hal
menguapnya. Bahan pelarut menguap tersebut                        ini supaya pelarut mudah dapat diuapkan tanpa
dapat    dipergunakan      kembali         untuk     proses       menggunakan suhu tinggi, namun titik didih
ekstraksi selanjutnya. Agar supaya bahan pelarut                  pelarut tidak boleh terlalu rendah karena akan
menguap yang digunakan sebagai bahan ekstraktor                   mengakibatkan kehillangan akibat penguapan.
3. Bersifat inert.                                                    Cairan tidak berwarna, bau sedap, tak larut
     Artinya    pelarut   tidak    bereaksi       dengan    dalam air tetapi larut dalam pelarut organik.,
     komponen minyak.                                       Mudah terbakar, berjelaga karena kadar karbon
4. Murah dan mudah didapatkan (Guenther,1987).              tinggi.
       Pelarut yang baik untuk ekstraksi adalah                       Sifat fisik dan kimia, Rumus molekul
pelarut yang memenuhi syarat-syarat diatas.                 C6H6 Massa molar 78,1121 g/mol Penampilan
Namun tidak ada pelarut yang benar-benar ideal.             Cairan tak berwarna, Densitas 0,8786 g/mL, zat
Jenis-jenis bahan pelarut yang banyak dipakai               cair, Titik leleh 5,5 °C (278,6 K) ,Titik didih 80,1
antara lain :                                               °C (353,2 K), Kelarutan dalam air 0,8 g/L (25 °C)
a.     Petroleum eter                                       Viskositas 0,652 cP pada 20 °C ,Momen dipol 0 D
       Merupakan      minyak      hasil       penyulingan   ( HSDB. 1999)
dengan titik didih 30-70oC, bersifat stabil dan             d.        Heksana
mudah menguap maka sangat baiku ntuk proses                           Adalah senyawa hidrokarbon golongan
ekstraksi. Penggunaan petroleum eter sangat                 alkana dengan rumus C6H14 merupakan fraksi
menguntungkan karena bersifat selektif dalam                petroleum eter dengan kisaran titik didih 65-70oC.
melarutkan zat, tapi mempunyai kelemahan yaitu              Keuntungan pelarut ini yaitu bersifat selektif
kehilangan pelarut cukup besar selama proses                dalam melarutkan zat, menghasilkan jumlah 19
berlangsung.                                                kecil lilin, albumin, dan zat warna, namun dapat
b.     Alkohol                                              mengekstrak zat pewangi dalam jumlah besar
                                          o
       Mempunyai titik didih 78 C. Alkohol                  (Guenther, 1987).
merupakan pelarut yang cukup baik digunakan                           Sifat fisik dan kimia Deskripsi cairan tak
untuk mengekstraksi bahan kering daun-daunan,               berwarna Rumus C6H14 kadar 97,7 %              Berat
batang, akar dan biji.                                      Jenis 0,660 g/ml (20oC) , Berat molekul 86,10
c. Benzena                                                  Titik didih 68,95 oC , Titik lebur - 95,3 oC
     Adalah     senyawa    aromatik       yang     paling   Kekentalan 0,294 CP (25 oC) , Kelarutan tidak
sederhana dengan rumus C6H6. Merupakan                      larut dalam air, larut dalam pelarut organik, sangat
pelarut yang baik setelah eter. Benzena tidak               larut dalam alcohol Sumber : (HSDB, 1999).
hanya melarutkan minyak hasil ekstraksi tapi juga
melarutkan lilin, albumin, dan zat warna sehingga           Sparator
minyak hasil ekstraksi dengan benzene berwarna                        Alat   yang mempunyai       fungsi   untuk
gelap, lebih kental. Biasanya digunakan untuk               memisahkan campuran air dengan minyak atsiri
mengekstraksi minyak yang mempunyai titik didih             nilam. Alat ini bekerja berdasarkan perbedaan
lebih rendah, misalnya minyak gandum. Benzena               density dari dari kedua cairan tersebut. Produk
memiliki titik didih yang tinggi yaitu 80,1oC               akhirdari proses penyulingan sistem distilasi uap
(Guenther.1987)                                             ini adalah minyak atsiri ringan, minyak atsiri berat
Sifat-Sifat Benzena adalah :                                serta air suling.
 BATANG DAN DAUN          ALAT PEMOTONG                                                       Berat           Volume
                                                                                                                            Rendemen
                                                                        No.                 ( batang :        Minyak
 HEKSAN BENZENA            EKSTRAKTOR               PELARUT
                                                                                                                              (%)
                                                                                              daun )           Nilam
                                                         AMPAS           1.                    1:1              15,2          3,44
                           SEPARATOR                      DAUN
                                                         BATANG
                                                                         2.                    2:1                 15         3,43
                           DESTILATOR
                                                                         3.                    3:1              14,8          3,23
                           MINYAK NILAM                                  4.                    4:1              14,6          3,26
                                                                         5.                    5:1              13,4           2,7
                               ANALISIS

                                                                       Sumber : Lab Teknik Industri 2011


           Gbr 2.1 Skema Prosedur penelitian                                            Grafik perbandingan Bahan Baku
                                                                                          VS Rendemen Minyak Nilam
                                                                                        4




                                                                         Rendemen (%)
3.        HASIL DAN PEMBAHASAN                                                          3
                                                                                        2
                                                                                        1                                     Rendemen
Tabel        3.1 Spesifikasi Persyaratan                      Mutu                      0
                                                                                                   2     3     4        5
Minyak Nilam ( SNI 1998 )
                                                                                                Perbandingan Bahan Baku
 No.               Jenis Uji                  Persyaratan


          Bobot jenis pada                                             Gbr 3.1 Grafik perbandingan bahan baku
     1.                                   0,943-0,983
          20oC                                                                               Vs Rendemen minyak nilam.
     2.                                   1,504-1,520
          Indeks bias pada
     3.                                   -47 s/d -66
          25oC                                                                              kandungan minyaknya sangat berlainan.
     4.                                   Maksimal 5
          Putaran Optik                                                Kandungan minyak tertinggi terdapat pada daun,
     5.                                   Maksimal 10
          Bilangan asam                                                tetapi kualitas minyak terbaik ada pada batang
     6.                                   Larut jernih dalam
          Bilangan ester                                               sebab pada batang terkandung senyawa atom
                                          segala perbandingan          karbon asimetris yang memutar bidang polarisasi
          Kelarutan dalam
     7.                                   Negatif                      kekiri
          alkohol 90%
     8.                                   Negatif tidak nyata          Perbandingan banyaknya batang dan daun nilam
          Minyak /lemak
     9.                                   Kuning muda sampai           yang diekstrak mempengaruhi rendemen minyak
          Minyak keruing
                                          coklat tua                   nilam yang dihasilkan, dari tabel diketahui bahwa
          Warna
Standart Nasional Indonesia (1998)                                     rendemen minyak nilam meningkat sejalan dengan
                                                                       peningkatan jumlah daun nilam pada bahan baku,

Tabel 3.2           Pengaruh Perbandingan                     (Berat   semakin banyak daun nilam dalam bahan baku

Batang        dan      Daun)         Terhadap          Rendemen        rendemen minyak akan mengalami peningkatan.

Minyak Nilam                                                           Hal ini disebabkan pada tanaman nilam, akar,
                                                                       batang dan daun mengandung minyak, namun
(Sulaswati dkk, 2001). Kecenderungan minyak                                     perubahan waktu. Kenaikan waktu proses yang
nilam                     memutar          bidang       polarisasi     kekiri   digunakan menghasilkan kenaikan rendemen pada
disebabkan oleh komponen Patchouli Alkohol                                      minyak yang dihasilkan. Lamanya waktu akan
yang memiliki daya aktif kekiri lebih besar                                     mempermudah penetrasi pelarut kedalam bahan
(Guenther, 1987). Penggunaan daun yang lebih                                    baku, kelarutan komponen-komponen minyak
banyak dari batang nilam tidak ekonomis sebab                                   nilam berjalan dengan perlahan sebanding dengan
tanaman nilam jumlah berat batang lebih banyak                                  kenaikan waktu, akan tetapi setelah mencapai
dari daun, sehingga akan banyak batang yang                                     waktu optimal jumlah minyak yang terambil akan
terbuang.                                                                       mengalami      penurunan.     Hal      ini    disebabkan
                                                                                komponen minyak pada bahan baku jumlahnya
Tabel 3.3 Pengaruh Waktu Ekstraksi Terhadap                                     terbatas dan pelarut yang digunakan mempunyai
Rendemen Minyak Nilam                                                           batas kemampuan untuk melarutkan bahan yang
                                                                                ada,   sehingga      walaupun       waktu       ekstraksi
                                                                                diperpanjang solute yang ada pada bahan sudah
                                                                                tidak ada. Di samping itu dengan penambahan
                                                                                waktu akan terjadi dekomposisi dari komponen-
                                                                                komponen selain minyak termasuk didalamnya
                                                                                impuritas    yang menyebabkan perubahan sifat
                                                                                komponen tersebut misalnya titik didih komponen
Sumber : Lab Teknik Industri 2011                                               baru lebih rendah dari titik didih komponen
                                                                                sebelumnya sehingga menjadi lebih menguap dan

                          Pengaruh Waktu Ekstraksi Terhadap                     akhirnya    ikut   terkondensasi (Guenther,1987).
                               Rendemen Minyak Nilam                            Waktu terbaik untuk perbandingan berat batang
                                                                                dan daun 2:1 tercapai pada 150 menit.
                   4.2
 Rendemen minyak




                     4                                                     y
    Nilam (ml)




                   3.8
                   3.6                                                          4.     KESIMPULAN DAN SARAN
                   3.4
                   3.2                                                          Kesimpulan
                     3
                           60    90      120   150   180                                  Pemrosesan   batang       dan      daun   nilam
                                      Waktu Ekstraksi (menit)
                                                                                menjadi minyak nilam dengan cara ekstraksi dan
                         Gbr 3.2 Pengaruh waktu Ekstraksi                       distilasi menggunakan pelarut campuran (normal
                         terhadap rendemen minyak nilam                         heksana     dan    benzena)    dapat      meningkatkan
                                                                                kualitas minyak nilam pada kondisi operasi
                         Lamanya waktu proses ekstraksi sangat                  dengan Waktu ekstraksi optimum 150 menit ,
berpengaruh terhadap minyak yang dihasilkan.                                    Perbandingan berat batang dan daun 1 : 1 ,
Dari Tabel                      diketahui bahwa rendemen minyak                 Perbandingan       volume     normal      heksana    dan
yang                     dihasilkan        berbeda         dalam     berbagai   benzena       3 : 1 , Perbandingan umpan dengan
solvent 0,067 gr/ml Menghasilkan minyak nilam
dengan kualitas yang sesuai dengan Standard
Nasional Indonesia (SNI) dengan berat jenis
sebesar 0,98 dan indek bias 1,6 serta kandungan
patchouli alcohol 32 % dan rendemen 4,07%.


Saran
          Sebaiknya dilakukan lagi percobaan –
percobaan berikutnya dengan          variabel -
variabel ya2ng lain    agar kita mendapatkan
informasi sebanyak-banyaknya dan dengan
kondisi operasi yang berbeda pula agar kita
bisa menyimpulkan hasil penelitian yang lebih
akurat.


              DAFTAR RUJUKAN


Brown, GG, 1984, Unit Operation Modern Asia.
      Edition. John Wiley and Son,Inc, New
      York.

Guenther, E, 1987. Minyak Atsiri. Diterjemahkan
      oleh R.S. Ketaren dan R. Mulyono. Jakarta,
      UI Press.

Guenther, E., 1987, Minyak Atsiri Jilid I,
      Penerjemah      S.    Ketaren,     Penerbit
      Universitas Indonesia, Jakarta Indonesia.

HSDB, 1999, Bank Data Hazardous Substances
     National Library of Medicine,

Standar Nasional Indonesia, SNI 06-2385-1998,
      1998. Minyak Nilam. BSN, Jakarta.

Sulaswati, Anny, 2003. Proses Ekstraksi dan
      Pemurnian Bahan Pewangi dari Tanaman
      Indonesia. Puslit Kimia-LIPI, Serpong.

								
To top