Aspek-Aspek Studi Kelayakan Bisnis Bag.3

Document Sample
Aspek-Aspek Studi Kelayakan Bisnis Bag.3 Powered By Docstoc
					ASPEK PASAR DAN
PEMASARAN




      ASRI PARAMITA DITYA NUR
 Pengkajian aspek pasar berfungsi
 menghubungkan manajemen suatu organisasi
 dengan pasar yang bersangkutan melalui
 informasi. Informasi tersebut kemudian
 digunakan untuk mengidentifikasi peluang dan
 kendala yang berkaitan dengan pasar dan
 pemasaran. Sistematika proses pengkajian
 aspek pasar meliputi penilaian situasi,
 penyusunan strategi, pengumpulan data dan
 informasi, serta analisis dan peramalan.
 Meskipun aspek  pasar secara keseluruhan
 mencakup lingkup yang sangat luas, tetapi
 dalam studi kelayakan atas suatu usulan
 proyek yang bertujuan menghasilkan
 produk tertentu pada umumnya
 membatasi penekanan hanya pada analisis
 masalah-masalah proyeksi penawaran dan
 permintaan produk, pangsa pasar, dan
 strategi pemasaran.
   Pasar dapat diartikan sebagai tempat pertemuan
    antara penjual dan pembeli, atau tempat dimana
    kekuatan-kekuatan permintaan dan penawaran saling
    bertemu untuk membentuk suatu harga. Pendapat
    lain mengatakan bahwa pasar merupakan suatu
    kelompok orang-orang yang diorganisasikan untuk
    melakukan tawar-menawar sehingga dengan demikian
    terbentuk harga. Menurut Stanton, pasar adalah
    kumpulan orang-orang yang mempunyai keinginan
    untuk puas, uang untuk belanja dan kemauan untuk
    membelanjakannya. Jadi ada tiga faktor utama yang
    menunjang terjadinya pasar, yaitu orang dengan segala
    keinginannya, daya belinya serta tingkah laku dalam
    pembeliannya.
Permintaan dan Penawaran

 Permintaan dapat diartikan sebagai suatu
 jumlah barang yang dibutuhkan konsumen
 yang mempunyai kemampuan untuk
 membeli pada berbagai tingkat harga.
 Dalam teori permintaan ada yang disebut
 sebagai permintaan efektif, yaitu
 permintaan yang didukung oleh kekuatan
 daya beli, dan permintaan potensial,
 yaitu permintaan yang didasarkan pada
 kebutuhan saja.
Permintaan dapat dibagi menjadi:
◦ Permintaan Konsumen
   Permintaan konsumen akan barang dan jasa yang akan
    menentukan macam serta jumlah barang dan jasa yang
    harus dihasilkan, berapa biaya yang diperlukan serta
    berapa harga barang tersebut.
◦ Permintaan Pasar
   Permintaan perseorangan tidak akan mampu
    mempengaruhi harga dan sediaan barang, akan tetapi jika
    bersama-sama akan membentuk sisi permintaan dalam
    pasar. Dalam analisis perlu dicari fungsi permintaan yang
    menunjukkan hubungan antara jumlah barang yang
    diminta dan semua variabel yang mempengaruhinya
    untuk dapat dipakai dalam pengambilan keputusan
    manajemen
fungsi permintaan:
X = f (Px, Pa-z, Y, S)
 Px: harga  barang X,
 Pa-z: harga barang lain dari A sampai Z,
 Y: tingkat pendapatan konsumen, dan
 S: selera konsumen.
  Kesemuanya merupakan variabel-variabel
  bebasnya, kecuali X yang merupakan
  variabel tidak bebas.
 Beberapa variabel bebas diatas ada yang dapat
 dikontrol atau dikuasai oleh perusahaan,
 seperti biaya promosi, distribusi dan kualitas
 produk; tetapi ada pula yang tidak dapat
 dikontrol atau dikuasai perusahaan, seperti
 harga-harga barang lain dan pendapatan
 konsumen. Karena itu, kita perlu menganalisis
 permintaan terhadap barang yang dihasilkan
 perusahaan sejauh dipengaruhi oleh faktor-
 faktor tersebut, agar dapat dibuat reaksi yang
 tepat terhadap keadaan itu.
   Penawaran dapat diartikan sebagai berbagai
    kuantitas barang yang ditawarkan di pasar pada
    berbagai tingkat harga. Dalam fungsi ini, bila harga
    suatu barang meningkat, produsen akan berusaha
    meningkatkan jumlah barang yang dijualnya.
   Beberapa faktor yang menyebabkan perubahan
    harga barang:
-   Harga barang-barang lain
-   Biaya faktor-faktor produksi
-   Tujuan perusahaan
-   Tingkat teknologi
 Stanton mengatakan        bahwa pemasaran
  meliputi keseluruhan yang berhubungan
  dengan kegiatan-kegiatan usaha, yang bertujuan
  merencanakan, menentukan harga hingga
  mempromosikan dan mendistribusikan barang-
  barang atau jasa yang akan memuaskan
  kebutuhan pembeli, baik yang aktual maupun
  yang potensial.
 4P dalam pemasaran terdiri dari 4 (empat)
  komponen, yaitu produk (product), harga
  (price), distribusi (place), dan promosi
  (promotion).
 Suatu keputusan tentang aspek pasar harus didasari
  dengan pengertian dan pemahaman mengenai situasi
  dan perkembangan dunia usaha pada umumnya dan
  aspek pasar yang bersangkutan khususnya. Situasi
  tersebut mencakup sifat pasar, perilaku konsumen,
  dan market environment.
 Pengkajian sifat pasar berkaitan dengan tingkat
  persaingan, apakah pasar termasuk dalam persaingan
  monopoli, setengah monopoli, bebas dan sebagainya,
  serta identifikasi jumlah produsen/perusahaan pesaing
  yang telah ada dan perkiraan penambahan, berapa
  besarnya (size), bagaimana kinerja pesaing dan
  strateginya, produk yang dihasilkan serta
  kualifikasinya, dan kemungkinan adanya substitusi
  produk.
 Dalam kajian tentang aspek pasar perlu juga diketahui
  besarnya permintaan pasar (terhadap produk sejenis)
  saat ini dan potensi pertumbuhan; di samping pangsa
  pasar, potensi dan pertumbuhannya. Pengkajian
  segmen pangsa pasar meliputi penentuan segmen
  pasar yang akan dijadikan sasaran dan
  pengidentifikasian manfaat segmen pangsa pasar
  bersangkutan.
 Strategi pemasaran adalah berbagai usaha yang perlu
  dilakukan oleh calon investor dalam mempengaruhi
  keputusan konsumen untuk melakukan pembelian
  hasil produksinya.
Jenis dan Sumber Data

 Data kualitatif, yang mencakup perilaku,
  kebiasaan, preferensi konsumen dan sebagainya
  dalam rangka untuk mengkonsumsi suatu
  produk.
 Data kuantitatif, yang mencakup kecenderungan
  permintaan masa lalu,
  perkembangan/pertumbuhan penduduk,
  pendapatan per kapita penduduk dan
  sebagainya.
Untuk menggali data tersebut dapat bersumber
  dari eksternal dalam bentuk data sekunder
  maupun primer.
Peramalan Permintaan
       Pengukuran pasar potensial saat sekarang dan peramalan
        pasar potensial di masa yang akan datang     keseluruhan
        jumlah produk atau sekelompok produk yang mungkin
        dapat dijual dalam pasar tertentu dalam satu perioda
        tertentu di bawah pengaruh satu set kondisi tertentu.

       Pengukuran dari sebagian pasar potensial tersebut yang
        dapat diraih oleh proyek yang bersangkutan saat sekarang
        dan pada masa yang akan datang
              proporsi (sebagian) dari keseluruhan pasar potensial
        yang diharapkan dapat diraih oleh proyek yang
        bersangkutan.
Teknik Pengukuran Produk dan Peramalan
    Permintaan
Ada 3 metoda pengukuran permintaan:
a. Pengunaan data impor produk yang bersangkutan, jika
    selama ini sebelum proyek yang bersangkutan ada belum
    pernah dihasilkan di dalam negeri, dan produk yang
    bersangkutan merupakan produk subtitusi impor. Hal yang
    perlu diingat adalah bahwa produk yang diharapkan
    sebagai produk pengganti ini tidak secara otomatis
    mampu memerankan dirinya sebagai produk subtitusi
    impor, namun perlu ada beberapa pertimbangan lain yang
    hendaknya diperhatikan, antara lain kualitas produk yang
    direncanakan sebagai produk pengganti, harga, dan
    mungkin juga preferensi konsumen terhadap produk
    tersebut.
b.Penggunaan data impor, ekspor, dan produksi
  dalam negeri, jika produk yang diusulkan dalam
  studi kelayakan sebelumnya telah diproduksi
  dalam negeri dan juga telah diekspor, di
  samping masih ada impor yang dilakukan untuk
  pemenuhan kebutuhan dalam negeri.

Formula:
 PE = P + (I – E) + C atau
 PE = (Saldo Awal + Produksi + Impor) -
  (Ekspor + Saldo Akhir)
Keterangan:
 PE = Permintaan efektif yang dicari
 P = Produksi dalam negeri selama masa yang
  bersangkutan
 I   = Impor yang dilakukan
 E = Ekspor yang dilakukan
 Jumlah perubahan cadangan produk, yaitu selisih
  sediaan awal dan akhir masa
Penggunaan formula tersebut diatas dapat digunakan
  baik pada tingkat nasional maupun lokal/regional.
  Untuk perdagangan regional angka impor diganti
  dengan impor dan atau perdagangan interinsuler,
  angka ekspor demikian juga, dan produksi dalam
  negeri diganti dengan produksi regional.
c.  Metoda Rasio Rantai, yaitu metoda yang
    menghitung permintaan efektif dengan cara
    membagi dalam komponen-komponen yang lebih
    kecil dari suatu mata rantai urutan dari variabel
    yang berpengaruh terhadap permintaan produk
    yang bersangkutan.
Contoh: Permintaan produk makanan kecil
PE = Jp x X1 x X2 x X3 x Ip
Karena faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan
    produk makanan kecil, misalnya:
   Jp = Jumlah penduduk suatu wilayah
   X1 = Penghasilan per kapita untuk konsumsi
   X2 = Rerata konsumsi produk makanan kecil
   X3 = Rerata konsumsi untuk kacang-kacangan
   Ip = Income per capita
     Konsumsi Berdasarkan Ratio
     Rantai
Pendapatan per kapita    Rp 20.000,-
penduduk
Total pendapatan dari    Rp 20.000.000.000,-
1.000.000 orang
Untuk konsumsi (50%)     Rp 10.000.000.000,-

Untuk konsumsi makanan   Rp 1.000.000.000,-
kecil (10%)
Untuk konsumsi kacang-   Rp     50.000.000,-
kacangan (5%)
 Peramalan permintaan          adalah untuk
  mengetahui jumlah produk atau kelompok
  produk di masa yang akan datang.
 Ada dua pendekatan untuk peramalan yaitu:
 (1) Time series: data masa lalu yang meliputi
  linier, data kuadratik, dan logaritma.
(2) Cause Effect: sebab akibat, meliputi regresi
  dan korelasi.
Prosedur Peramalan Permintaan
 Analisis ekonomi, yaitu dengan mengadakan proyeksi terhadap aspek-aspek makro,
  terutama aspek kependudukan dan pendapatan.Tidak boleh melupakan juga analisis
  pengaruh dari kebijaksanaan pemerintah yang akan berlaku dan berpengaruh pada
  usulan proyek.
 Analisis industri, yaitu analisis terhadap permintaan pasar dari seluruh perusahaan
  yang menghasilkan produk sejenis, dari produk yang diusulkan dalam studi
  kelayakan proyek. Analisis ini mencakup peramalan permintaan potensial, yaitu
  merupakan kebutuhan konsumen terhadap produk tersebut dan analisis
  permintaan industri, yaitu jumlah permintaan riel yang sudah dapat dipenuhi oleh
  perusahaan yang sudah ada. Pada tahapan analisis ini telah dapat diketahui peluang
  pasar yang tersedia untuk usulan proyek yang diajukan. Untuk tahapan a dan b,
  penggunaan data sekunder nampak demikian dominan.
 Analisis Penjualan masa lalu, hal ini dilakukan untuk melihat “market positioning”
  produk dalam struktur persaingan dan daripadanya dapat diketahui “market share”
  produk tersebut. Jika proyek yang ada merupakan proyek baru bagi investor
  potensial, maka tahapan ini tidak dapat dilakukan. Pada keadaan demikian dilakukan
  dengan menggunakan analogi penjualan perusahaan lain yang telah memproduksi
  produk sejenis atau dengan mengambil analogi dengan produk yang mendekati
  kesamaan atau dapat pula dengan produk pengganti. Untuk jelasnya pembahasan ini
  dapat dilihat kemudian pada pembahasan peramalan permintaan produk baru.
 Pengawasan hasil peramalan, yaitu usaha melakukan minimisasi kesalahan hasil
  peramalan dari berbagai teknik peramalan yang digunakan, dan daripadanya dapat
  ditentukan hasil peramalan yang memadai.
  Pada tahapan analisis industri, baik untuk
   pengukuran permintaan masa lalu maupun
   peramalan permintaannya dapat dilakukan dengan 2
   (dua) cara:
1. Melakukan analisis untuk masing-masing perusahaan
   pesaing dan kemudian merangkum keseluruhan
   sehingga dapat diketahui analisis industri.
2. Melakukan analisis industri secara keseluruhan.
   Dengan demikian terbuka kemungkinan untuk tidak
   melakukan analisis terhadap masing-masing
   perusahaan pesaing.
Pada cara pertama, hasil yang didapat lebih baik
   dibanding dengan cara kedua, namun di sisi lain
   diperlukan data yang cukup banyak dan akurat dan
   memerlukan sarana lain yang cukup besar pula.
    Pada tahapan analisis permintaan produk dari perusahaan
     yang diusulkan, baik untuk analisis masa lalu maupun masa
     yang akan datang, dapat juga digunakan dua cara:
1.   Melakukan analisis permintaan per segmen pasar yang dituju
     dan kemudian dengan merangkum secara keseluruhan dapat
     diketahui analisis permintaan perusahaan/proyek.
2.   Melakukan analisis proyek secara langsung dan terbuka
     kemungkinan untuk tidak melakukan analisis masing-masing
     segmen pasar.

Pada cara pertama diperlukan data, waktu, dan sarana lain yang
    cukup besar dan mungkin pula tingkat kepelikan yang lebih
    besar walaupun terdapat kemungkinan hasil yang diperoleh
    lebih akurat.
Kendala Pemilihan Teknik Peramalan
   Waktu yang hendak diliput, yaitu rentangan waktu masa datang dari
    jangkauan peramalan. Pada umumnya peramalan kualitatif memiliki
    rentangan waktu yang lebih panjang dibanding dengan peramalan
    kuantitatif. Dalam pembahasan ini tentu saja jangka waktu peramalan
    yang diperlukan adalah jangka waktu panjang paling tidak sesuai dengan
    usia proyek.
   Pola perilaku data, meliputi jumlah, ketepatan dan tingkah laku data masa
    lalu yang tersedia.Apakah pola perilaku data menunjukkan hubungan
    persamaan linier, kuadratik logaritma dan/atau yang lain akan
    mempengaruhi teknik peramalan yang digunakan.
   Tipe model, yaitu apakah model yang digunakan merupakan model time
    series, kausalitas ataukah model lain yang lebih komplek dan canggih
    akan mempengaruhi pemilihan teknik peramalan.
   Biaya yang tersedia, untuk maksud peramalan ini dan lebih luas biaya yang
    tersedia untuk penyusunan studi kelayakan proyek.
   Tingkat ketepatan yang diinginkan, hal ini berkaitan dengan kebutuhan
    manajemen dalam tingkat kecermatan, ketelitian yang diharapkan
    mungkin memerlukan penggunaan teknik peramalan yang lebih komplek,
    demikian pula biaya yang perlu disediakan.
   Kemudahan penerapan, dalam hal ini berkaitan dengan kemampuan
    manajemen, data, dan biaya yang tersedia.
Metoda Peramalan Permintaan
  Metoda Time Series
  Metoda Regresi Korelasi

Metoda time series mendasarkan pada data dan
   keadaan masa lampau. Jika keadaan di masa
   yang akan datang cukup stabil, dalam arti
   tidak banyak berbeda dengan masa lampau,
   metoda ini dapat memberikan hasil
   peramalan yang cukup akurat. Dalam
   keadaan masa yang akan datang terjadi
   banyak perubahan, dengan kata lain kondisi
   yang melengkapi terjadinya permintaan
   pasar berbeda dengan masa lampau dari
   data yang tersedia, maka metoda ini
   mungkin menghasilkan hasil peramalan yang
   kurang akurat.
Dalam SKB, teknik peramalan dengan metoda
 time series yang dibahas khusus untuk metoda
 trend, karena pada umumnya metoda trend
 dapat digunakan untuk jangka waktu menengah
 dan panjang. Metoda trend yang dibahas
 mencakup metoda trend dengan persamaan
 linier, kuadrat dan logaritma linear (simple
 exponential) dan hanya menggunakan
 pendekatan kuadrat terkecil (least squared).
a. Metoda Trend Linear
Metoda ini digunakan jika scatter diagram dari data masa lalu yang
     tersedia cenderung merupakan garis lurus. Fungsi persamaan
     dari metoda ini adalah:
               Y = a + bx
Koefisien a dan b dapat diperoleh dengan:
  a  Y : n

                      Y = Variabel permintaan
                  2
  b  XY : X
  Jika X  0         n = Jumlah data
                      X = Variabel tahun
Dalam hal ini:
a = rata-rata permintaan masa lalu
b = koefisien yang menunjukkan perubahan setiap tahun
Y = nilai data hasil ramalan permintaan
n = jumlah data runtut waktu
x = waktu tertentu yang telah diubah menjadi bentuk kode
  Metoda Trend Kuadratik
Metoda ini digunakan jika scatter diagram dari
   data masa lalu yang tersedia cenderung
   berbentuk parabola.
Fungsi persamaan dari metoda ini adalah:
   Y = a + bX1 + cX2
Koefisien a, b, dan c diperoleh dengan:


    a  Y  cX 2  : n
                   2
    b  XY : X
    c   X Y  X
         n    2        2
                           Y :  X 4  X  
                                     n          2 2


    Jika X  0
Metoda Trend Simple Exponential
Metoda ini digunakan jika data yang tersedia
   cenderung naik turun dengan perbedaan
   yang tidak terlalu banyak, tetapi secara
   keseluruhan cenderung naik.
Fungsi persamaan dari metoda ini adalah:

         Y    1
                   ab          x

Yang dapat diubah dalam fungsi logaritma:

 log Y  log a  log b  X
          1
Jika X  0, maka koefisien a dan b dapat dicari
  dengan:


log a   log Y  : n
log b   Xlog Y  : X
                                              2



Sedang hasil peramalannya dilakukan dengan
 mencari arti logaritma dari hasil peramalan
 dengan fungsi logaritma tersebut.
Metoda Regresi Korelasi mendasarkan pada hubungan
 sebab akibat atas terjadinya variasi dari suatu variabel,
 dan hubungan sebab akibat tersebut nampak dalam
 fungsi persamaan regresi. Sedangkan korelasi
 merupakan alat pembantu yang berguna untuk
 mengetahui sejauhmana intensitas hubungan yang
 terjadi antara variabel-variabel yang bersangkutan.
Dalam SKB, hanya dibahas secara sepintas dari regresi
 dari regresi linear sederhana dan uji kemaknaan yang
 diperlukan termasuk di dalamnya korelasi sederhana.
 Juga regresi linear berganda dan perhitungan korelasi
 yang diperlukan. Sedangkan pembahasan yang agak
 detail dan disertai contoh dilakukan pada analisis
 regresi nonlinier, dalam hal ini antara lain adalah
 transformasi.
  ◦     Regresi Linear Sederhana
Pada hubungan ini hanya satu variabel yang
   dianggap berpengaruh atas terjadinya variabel
   yang lain dan fungsi persamaan linearnya
   adalah:

       Y = a + bx

      X = Variabel bebas/independen
      Y = Variabel terikat/dependen
      a, b = koefisien regresi
Dengan menggunakan metoda least squared nilai
 koefisien a dan b dapat diperoleh dengan:


    nXY  XY
b
     nX  X 
        2       2


    Y    X
a     b
     n     n
Dari persamaan regresi Y=a + bX yang telah diperoleh,
 terdapat berbagai kemungkinan grafik yang terjadi.
 Jika misalnya nilai b yang diperoleh sama dengan nol,
 maka persamaan regresi akan menjadi Y= a dan grafik
 yang terjadi adalah garis horisontal. Dalam keadaan
 yang demikian maka persamaan regresi yang ada
 tidak signifikan.
Kemungkinan lain adalah nilai b diperoleh angka
 tertentu namun tidak dapat diduga dengan pasti
 apakah persamaan regresi yang diperoleh signifikan
 atau tidak. Kemungkinan terakhir adalah diperoleh
 angka b tertentu dan yang dihasilkan menunjukkan
 tingkat signifikan yang memadai.
Untuk keperluan tersebut perlu dilakukan uji
 signifikan persamaan regresi yang diperoleh
 dengan menggunakan alat uji Ftest, dengan
 menghitung variasi yang dapat dijelaskan dan
 variasi yang tidak dapat dijelaskan. Hal ini
 terjadi karena kita memiliki asumsi seperti
 telah disebut di depan bahwa hubungan yang
 ada adalah stokastik.
             Explained var iation
Fhitung              k 1
            Un exp lained var iation
                     nk
                                  2
                      ^
                            _
                    Y Y 
                          
F                    k 1
 hitung                       2
                         ^
                            
                  Y  Y 
                           
                     n  k
Fhitung > Ftabel =     Signifikan
Fhitung < Ftabel = Tidak signifikan
Keterangan:
^
Y = Hasil persamaan regresi
_
Y = Y rerata
k = Variabel/parameter dalam persamaan regresi
n = Jumlah data/observasi
k-1 = Numerator
n-k = Denumerator
  Derajat signifikansi atau probability of confidence
  interval dalam menghitung Ftabel yang sering digunakan
  adalah 95%, tentu dengan tidak menutup
  kemungkinan penggunaan derajat signifikansi yang
  lain.
Langkah yang perlu dilakukan setelah persamaan
 regresi diperoleh dan persamaan tersebut
 signifikan, maka langkah berikutnya adalah
 menentukan sejauhmana derajat hubungan
 antar variabel tersebut dan ini dilakukan
 dengan perhitungan koefisien korelasi.
Banyak model perhitungan koefisien korelasi
 yang dalam penerapannya memerlukan syarat-
 syarat tertentu dari data yang tersedia,
 diantaranya adalah koefisien korelasi Pearson
 Product’s Moment, Spearman, Kendall, Person dan
 Cramer, dan sebagainya.
      satu formula yang digunakan adalah
 Salah
 sebagai berikut:
                    nXY  YX
  r
          nX  X nY  Y 
                2           2           2      2


 Dan uji kemaknaan dilakukan dengan t test,
 yaitu:
            r                   r
  t                                       n2
           1 r     2
                            1 r    2


           n2
 Dengan menggunakan tabel          student’s t
  distribution serta derajat kemaknaan lazim,
  yaitu 95% dan derajat kebebasan n-k dapat
  dibandingkan
     thitung < ttabel = Tidak signifikan
     thitung> ttabel = Signifikan
 Keuntungan dari penggunaan formula diatas
  adalah bahwa dengan menghitung r2 kita akan
  tahu perbandingan antara variasi yang
  terjelaskan dari persamaam regresi dan total
  variasi dari persamaan regresi yang
  bersangkutan.
         Sum of exp lained var iation
     r 
      2

           Sum of total var iation
                          2
                 ^   
                       
               Y  Y 
                     
                      2
                     
                Y  Y
                     
Demikian pula kita akan dapat menggunakan hasil
perhitungan r ini untuk salah satu alat uji kemaknaan
persamaan regresi yaitu t test, sebagai berikut:

                           r    nk 2
                       t     
                          k 1 1 r 2
Peramalan ini baru dapat dilakukan jika dipenuhi
   dua syarat, yaitu:
 Hubungan antara variabel X dan Y stabil,
   artinya nilai a dan b serta tidak berubah-
                                 ²

   ubah.
 Nilai variabel X dapat diketahui lebih dahulu,
   sehingga peramalan bersyarat, artinya dapat
   diketahui jika X dapat diketahui lebih dahulu.
Langkah-langkah dalam melakukan peramalan ini
   pertama adalah menghitung standar deviasi Y,
   dan baru kemudian menentukan batas bawah
   dan batas atas nilai peramalannya.
   Regresi Linear Berganda
Persamaan dari analisis regresi berganda ini
    adalah:
       Y = a + b1X1 + b2X2 +…..+ bkXk
   Transformasi Logaritama
Salah satu asumsi dari beberapa asumsi dalam
    analisis regresi yang kita kenal adalah bahwa
    hubungan variabel yang dapat diselesaikan
    hanya hubungan yang bersifat linear atau
    yang secara inheren linear. Dengan kata lain,
    jika terdapat hubungan variabel yang tidak
    linear, misalnya hubungan variabel kuadratik,
    maka jika kita hendak menyelesaikan analisis
    tersebut dengan metoda regresi, langkah
    pertama yang dilakukan adalah
    mentransformasikan hubungan kuadratik
    tersebut ke dalam hubungan linear.
  Namun demikian ada beberapa hubungan yang tidak
   dapat ditransformasikan ke dalam hubungan linear.
   Dengan demikian, jenis hubungan ini tidak dapat
   dianalisis dengan metoda regresi.



Beberapa hubungan tidak linear yang dapat
ditransformasikan ke dalam hubungan linear atau secara
inheren hubungan tersebut linear, adalah:
    •Bentuk semilog
    •Bentuk logaritma
    •Bentuk polynomial
    •Bentuk reciprocal
    •Bentuk double/S Curve (reciprocal dan logaritma)
Penjualan Industri dan Penjualan Perusahaan
 (Market Share)
  Penjualan industri merupakan permintaan
 konsumen yang dapat dipenuhi oleh pihak
 kelompok industri (permintaan efektif).
 Penjualan perusahaan adalah bagian dari
 potensi pasar yang dapat diraih oleh salah satu
 perusahaan dalam kelompok industri. Dalam
 kategori pasar monopoli penjualan perusahaan
 sama dengan perusahaan industri. Untuk
 mengetahui bagaimana kecenderungan
 penjualan produksi dan penjualan perusahaan di
 masa yang akan datang berbagai data harus
 dikumpulkan dan dianalisis.
1.   Jenis dan Sumber Data
    Jenis data meliputi data kualitatif dan data
     kuantitatif. Data kualitatif mencakup struktur
     persaingan dalam kelompok industri,
     pemilihan strategi bersaing, kemungkinan
     ekspansi dan sebagainya. Sedangkan data
     kuantitatif meliputi kecenderungan
     penawaran produk di masa lalu, saat ini dan
     di masa yang akan datang.
    Sumber data baik untuk data kualitatif
     maupun kuantitatif dapat diperoleh dari
     sumber primer/sekunder.
2.Teknik Pengumpulan dan Analisis Data
  Untuk menggali data yang telah ditentukan
  dapat dilakukan dengan teknik survai,
  dokumentasi, maupun observasi.
Berdasarkan data historis yang dikumpulkan,
  dengan asumsi kondisi mendatang tidak jauh
  berbeda dengan kondisi di masa yang lampau,
  sementara itu kapasitas produksi masing-
  masing perusahaan dalam kelompok industri
  tersebut masih dalam kapasitas normal, maka
  metoda trend dapat digunakan untuk meramal
  penjualan produksi maupun penjualan
  perusahaan.
Peramalan Penjualan Produk
 Untuk meramal penjualan produk dapat
  dilaksanakan dengan cara sebagai berikut:
 Menentukan fungsi persamaan :           Y=a
  + bx
 Menghitung nilai a dan b
a = ∑Υ

    n
b = ∑XΥ
   ∑X2
Penjualan Perusahaan (Market Share)
Masalah berikutnya adalah bagaimana menentukan
  market share perusahaan? Bagi perusahaan yang sudah
  eksis untuk menentukan market sharenya, tentunya
  tidak mengalami kesulitan, yaitu dengan teknis
  peramalan mengenai data penjualan masa lalu.
  Untuk kategori perusahaan yang masih berencana
  memasuki pasar, penentuan market share dapat
  dilakukan dengan cara mengadopsi penentuan market
  share dari perusahaan lain dalam kelompok industri
  sejenis.Tentu saja adopsi itu dengan membandingkan
  sumber daya yang dimiliki.
            Faktor-Faktor Persaingan (Model lima
            kekuatan Porter)


                                Threat of new entrants




                                  Industry competitors
Bargaining power of Suppliers        Rivalry among       Bargaining power of Buyers
                                      Existing firms




                                      Subtitutes

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Stats:
views:259
posted:11/10/2012
language:Indonesian
pages:50
Description: Aspek Pasar dan Pemasaran dalam Studi Kelayakan Bisnis
Asri Paramita Ditya Nur Asri Paramita Ditya Nur http://
About I'm 24th years old, College Student Of Accounting, Interesting about writing, Music (I'm a Singer...haha), and Cat Lovers,,, Love Family and My husband King Ozie... I'll Try Make Them HAppy... ;)