PENGARUH-PRODUK-DOMESTIK-REGIONAL-BRUTO-PDRBTINGKAT-SUKU-BUNGA-KREDIT-KREDIT-NON-LANCAR-DAN-DANA-PIHAK-KETIGA-DPK-TERHADAP-PENYALURAN-KREDIT-PADA-BANK-BANK-UMUM-DI-PROVINSI-BALI

Document Sample
PENGARUH-PRODUK-DOMESTIK-REGIONAL-BRUTO-PDRBTINGKAT-SUKU-BUNGA-KREDIT-KREDIT-NON-LANCAR-DAN-DANA-PIHAK-KETIGA-DPK-TERHADAP-PENYALURAN-KREDIT-PADA-BANK-BANK-UMUM-DI-PROVINSI-BALI Powered By Docstoc
					  PENGARUH PRODUK DOMESTIK REGIONAL BRUTO (PDRB),

TINGKAT SUKU BUNGA KREDIT, KREDIT NON LANCAR, DAN DANA

 PIHAK KETIGA (DPK) TERHADAP PENYALURAN KREDIT PADA

           BANK-BANK UMUM DI PROVINSI BALI




                        Oleh :




                  PROGRAM EKSTENSI

                  FAKULTAS EKONOMI

                 UNIVERSITAS UDAYANA

                      DENPASAR

                         2011
   PENGARUH PRODUK DOMESTIK REGIONAL BRUTO (PDRB),
TINGKAT SUKU BUNGA KREDIT, KREDIT NON LANCAR, DAN DANA
  PIHAK KETIGA (DPK) TERHADAP PENYALURAN KREDIT PADA
            BANK-BANK UMUM DI PROVINSI BALI




                               Oleh :




       Skripsi ini ditulis untuk memenuhi sebagian persyaratan

              memperoleh gelar Sarjana Ekonomi pada

                Program Ekstensi Fakultas Ekonomi

                        Universitas Udayana

                             Denpasar

                                2011




                                  i
           Skripsi ini telah diuji oleh tim penguji dan disetujui oleh Pembimbing,

serta diuji pada tanggal : 18 Juli 2011




Tim Penguji:                                                    Tanda tangan




1. Ketua        : Prof. Dr. I Wayan Sudirman,SE,SU.            ……………...




2. Sekretaris   : Luh Gede Meydianawati,SE,MSi.                ……………...




3. Anggota      : Drs. I Made Adigorim                         ……………...




Mengetahui,                                                  Pembimbing

Ketua Jurusan Ekonomi Pembangunan




Dr. I Gst. Wyn. Murjana Yasa, SE.,M.Si          Prof. Dr. I Wayan Sudirman, SE., SU.
NIP. 19570727 198403 1 005
                                                NIP. 19500510 197803 1 002




                                          ii
                            KATA PENGANTAR

        Puji syukur penulis panjatkan Kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa/Tuhan
Yang Maha Esa, karena berkat dan rahmat-Nyalah penulis dapat menyelesaikan
skripsi ini dengan judul “Pengaruh Produk Domestik Regional Bruto (PDRB),
Tingkat Suku Bunga Kredit, Kredit Non Lancar dan Dana Pihak Ketiga
(DPK) Terhadap Penyaluran Kredit Pada Bank-Bank Umum di Provinsi
Bali”.
        Penulis menyadari, bahwa skripsi ini tidak akan berhasil tanpa bimbingan
dan pengarahan dari berbagai pihak yang telah meluangkan waktunya dalam
penyusunan skripsi ini. Dalam kesempatan ini, penulis menyampaikan terima
kasih kepada.
1. Bapak Prof. Dr. I Wayan Ramantha, SE., MM., Ak., CPA, selaku Dekan
    Fakultas Ekonomi Universitas Udayana.
2. Bapak Dr. I Nyoman Mahaendra Yasa, SE.,MSi., selaku Pembantu Dekan I
    Fakultas Ekonomi Universitas Udayana sekaligus selaku dosen Pembimbing
    atas waktu, bimbingan, masukan dan saran serta motivasi kepada penulis
    sehingga dapat menyelesaikan skripsi ini.
3. Bapak Dr. I Gst. Wyn. Murjana Yasa, SE., MSi dan Drs. Made Jember, MSi.,
    masing-masing Ketua dan Sekretaris Jurusan Ekonomi Pembangunan Fakultas
    Ekonomi Universitas Udayana.
4. Bapak Drs. Ketut Mustanda, MM, selaku Ketua Program Ekstensi Fakultas
    Ekonomi Universitas Udayana.
5. Bapak Prof. Dr. I Wayan Sudirman, SE, SU. selaku Dosen Pembimbing
    Skripsi.
6. Ibu Ni Putu Wiwin Setyari, SE, MSi ., selaku Pembimbing Akademis.
7. Buat Ayah (I Gusti Putu Wirata, BA), Ibu (I G. A. M. Purnama Dewi,SH.),
    dan Adik ku (Gung Trys), yang telah memberikan doa yang tulus dan
    dukungan penuh kepada penulis, baik secara moral maupun material untuk
    memotivasi penulis dalam studi dan penyusunan skripsi ini.
8. Buat orang terdekat (Intan Maharani), sahabat terdekat (Sari, Primantari,
    Indira, Gek Ning, Ririn, Athina, Dede, Subadra) serta teman-teman KPM
    yang banyak memberikan dukungan dan motivasi penulis dalam studi serta
    memberikan masukan dalam penyusunan skripsi ini.
9. Kepada seluruh teman-teman EP angkatan 2007, 2008 dan 2009 Fakultas
    Ekonomi yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu terima kasih atas
    dukungannya.
        Penulis menyadari sepenuhnya, bahwa dalam penyusunan skripsi ini,
masih banyak terdapat kesalahan dan kekurangan yang disebabkan karena
keterbatasan kemampuan serta pengalaman penulis. Namun demikian, skripsi ini
diharapkan dapat memberikan manfaat bagi yang berkepentingan.
                                                             Denpasar, Juli 2011

                                                                 Penulis




                                      iii
Judul : Pengaruh Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), Tingkat Suku
        Bunga Kredit, Kredit Non Lancar dan Dana Pihak Ketiga (DPK)
        Terhadap Penyaluran Kredit Pada Bank-Bank Umum di Provinsi
        Bali

Nama :

NIM :

                                  ABSTRAK

        Kredit adalah penyediaan uang atau tagihan yang dapat dipersamakan
dengan itu, berdasarkan persetujuan atau kesepakatan pinjam meminjam antara
Bank dengan pihak lain yang mewajibkan pihak peminjam untuk melunasi
utangnya setelah jangka waktu tertentu dengan jumlah bunga, imbalan atau
pembagian hasil keuntungan.Untuk mencapai pengelolaan kredit yang sehat, perlu
ditetapkan prosedur pengelolaan kredit agar dapat memberikan pelayanan yang
baik kepada nasabah/masyarakat dan menjaga kredit tersebut pada risiko yang
wajar bagi bank.
        Penelitian ini membahas tentang penyaluran kredit di Provinsi Bali.
Masalah yang dibahas dalam penelitian ini adalah pengaruh simultan maupun
parsial dari Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), suku bunga kredit, kredit
non lancar, dan Dana Pihak Ketiga (DPK) terhadap penyaluran kredi di Provinsi
Bali.Teknik analisis yang digunakan untuk menjawab permasalahan adalah
dengan model analisis regresi linier berganda,Uji asumsi klasik, uji F dan uji t.

        Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa secara simultan Produk Domestik
Regional Bruto (PDRB), tingkat suku bunga kredit, kredit non lancar, dan Dana
Pihak Ketiga (DPK) berpengaruh signifikan terhadap penyaluran kredit pada
bank-bank umum di Provinsi Bali. Produk Domestik Regional Bruto, tingkat suku
bunga kredit dan kredit non lancar tidak berpengaruh signifikan secara parsial
terhadap penyaluran kredit pada bank-Bank umum di Provinsi Bali. Dana pihak
ketiga bepengaruh positif dan signifikan secara parsial terhadap penyaluran kredit
pada bank-bank umum di Provinsi Bali. Hasil ini sesuai dengan hipotesis awal
yang menyatakan dana pihak ketiga berpengaruh positif dan signifikan terhadap
penyaluran kredit pada bank-bank umum di Provinsi Bali.

        Saran yang dapat diajukan dari penelitian ini adalah Produk Domestik
Regional Bruto (PDRB), tingkat suku bunga kredit, kredit non lancar, dan Dana
Pihak Ketiga (DPK) harus diperhatikan oleh pihak perbankan agar penyaluran
kredit dapat ditingkatkan dari tahun ke tahun.




                                       iv
                                          DAFTAR ISI




                                                                                                      Halaman

JUDUL                                   ....................................................................      i

HALAMAN PENGESAHAN ....................................................................                          ii

KATA PENGANTAR                          ....................................................................    iii

ABSTRAK                                 ....................................................................    iv

DAFTAR ISI                              ....................................................................     v

DAFTAR TABEL                            ....................................................................   vii

DAFTAR GRAFIK                           ....................................................................   viii

DAFTAR GAMBAR                           ....................................................................    ix

DAFTAR LAMPIRAN                         ....................................................................     x



BAB I       PENDAHULUAN

            1.1    Latar Belakang Masalah ...........................................................            1
            1.2    Rumusan Masalah...............................................................               12
            1.3    Tujuan Penelitian ................................................................           13
            1.4    Kegunaan Penelitian............................................................              13
            1.5    Sistematika Penulisan ..........................................................             14


BAB II      KAJIAN PUSTAKA

            2.1    Tinjauan Tentang Bank ......................................................
                   2.1.1 Pengertian Bank ......................................................                 16
                   2.1.2 Fungsi Bank ............................................................               18
                   2.1.3 Jenis dan Sumber Dana Bank ..................................                          19
            2.2    Tinjauan Tentang Kredit .....................................................
                   2.2.1 Pengertian Kredit ....................................................                 23
                   2.2.2 Unsur-Unsur Kredit ................................................                    24
                   2.2.3 Penilaian Permohonan Kredit ..................................                         25
                   2.2.4 Tujuan dan Fungsi Kredit........................................                       26




                                                    v
               2.2.5 Kualitas Kredit........................................................           28
               2.2.6 Prosedur Pemberian Kredit .....................................                   29
         2.3   Pengaruh PDRB Terhadap Kredit .......................................                   32
         2.4   Pengaruh Tingkat Suku Bunga Terhadap Kredit .................                           34
         2.5   Pengaruh Kredit Non Lancar Terhadap Kredit ....................                         35
         2.6   Pengaruh DPK Terhadap Kredit .........................................                  38
         2.7   Pembahasan Hasil Penelitian Sebelumnya ..........................                       40
         2.8   Rumusan Hipotesis .............................................................         42


BAB III METODE PENELITIAN

         3.1   Lokasi Penelitian .....................................................                 43
         3.2   Objek Penelitian ......................................................                 43
         3.3   Identifikasi Variabel............................................................       43
         3.4   Definisi Operasional Variabel .............................................             44
         3.5   Jenis dan Sumber Data ........................................................          45
               3.5.1 Jenis Data Menurut Sifatnya ....................................                  45
               3.5.2 Jenis Data Menurut Sumbernya ...............................                      46

         3.6   Metode Pengumpulan Data .................................................               46
         3.7   Teknik Analisis Data...........................................................         46
               3.7.1 Regresi Linier Berganda ..........................................                47
               3.7.2 Uji Asumsi Klasik ...................................................             48
               3.7.3 Uji Signifikansi Koefisien Regresi...........................                     50


BAB IV   PEMBAHASAN

         4.1   Gambaran Umum Lokasi Penelitian ....................................
               4.4.1 Gambaran Umum Provinsi Bali ...............................                       57

               4.4.2 Pertumbuhan Ekonomi Provinsi Bali .......................                         59

               4.4.3 Pertumbuhan Sektor Perbankan Provinsi Bali ..........                             60

         4.2   Deskripsi Hasil Penelitian ...................................................          61
         4.3   Hasil Analisis Data .............................................................       62
               4.3.1 Analisis Regresi Linier Berganda ...........................                      62
               4.3.2 Uji Asumsi Klasik ...................................................             63

         4.4   Pebahasan Hasil Penelitian ..................................................           67
               4.4.1 Uji F ........................................................................    68

               4.4.2 Uji t .........................................................................   68




                                                vi
BAB V   SIMPULAN DAN SARAN

        5.1   Simpulan ............................................................................      72
        5.2   Saran ..................................................................................   73


DAFTAR RUJUKAN



LAMPIRAN




                                                vii
                                          DAFTAR TABEL




No.            Tabel                                                                              Halaman



Tabel 1.1 Perkembangan Jumlah Bank Umum di Indonesia

               Tahun 2000 - 2010.......................................................................    3



Tabel 1.2 Jumlah Kredit yang Disalurkan Perbankan Umum Provinsi Bali

               Tahun 2000 - 2010.......................................................................    5



Tabel 1.3 Perkembangan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB)
          Provinsi

               Bali Tahun 2000 - 2010 ...............................................................      7



Tabel 1.4 Perkembangan Tingkat Suku Bunga Kredit dan Ratio Kredit

             Non Lancar Tahun 2000 - 2010 .....................................................            9



Tabel 1.5 Jumlah Dana Pihak Ketiga (DPK) Perbankan Provinsi Bali

               Tahun 2000 – 2010 ......................................................................    11



Tabel 4.1 Perkembangan Pertumbuhan Ekonomi dan Pendapatan Perkapita
          Provinsi Bali ................................................................................   60



Tabel 4.2 Statistik Deskiptif Variable Penelitian..........................................                60




                                                     viii
Tabel 4.3 Penafsiran Dengan Model Regresi Linier Berganda .....................                       61



Tabel 4.4 Hasil Uji Normalitas ....................................................................   62



Tabel 4.5 Hasil Uji Autokorelasi .................................................................    60



Tabel 4.6 Hasil Uji Multikolinearitas ..........................................................      64



Tabel 4.7 Hasil Uji Heterokedastisitas .........................................................      65




                                                    ix
                                    DAFTAR GRAFIK




No.       Grafik                                                                            Halaman



Grafik 1.1 Perkembangan Jumlah Bank Umum di Indonesia

          Tahun 2000 - 2010.......................................................................   4



Grafik 1.2 Jumlah Kredit yang Disalurkan Perbankan Umum Provinsi Bali

          Tahun 2000 - 2010.......................................................................   6



Grafik 1.3 Perkembangan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB)
           Provinsi

          Bali Tahun 2000 - 2010 ...............................................................     8



Grafik 1.4 Perkembangan Tingkat Suku Bunga Kredit dan Ratio Kredit

         Non Lancar Tahun 2000 - 2010 .....................................................          10



Grafik 1.5 Jumlah Dana Pihak Ketiga (DPK) Perbankan Provinsi Bali

          Tahun 2000 – 2010 ......................................................................   12




                                                 x
                                   DAFTAR GAMBAR




No.          Gambar                                                                                  Halaman




Gambar 3.1   Daerah Pengujian Penerimaan dan Penolakan Ho dengan
             Uji F ......................................................................................     51



Gambar 3.2   Kurva Distribusi t ..................................................................                 52



Gambar 3.3   Kurva Distribusi t ..................................................................                 53

             ..............................................................................................

Gambar 3.4   Kurva Distribusi t ..................................................................                 54



Gambar 3.5   Kurva Distribusi t ..................................................................                 55




                                                   xi
                             DAFTAR LAMPIRAN




No. Lampiran



1.   Statistik Deskriptif Data Uji


2.   Uji Normalitas


3.   Uji Autokorelasi


4.   Uji Multikolinearitas


5.   Heterokedastisitas

6.   Regresi Linear Berganda


7.   Tabel Distribusi F


8.   Tabel Distribusi t




                                     xii
                                   BAB I


                             PENDAHULUAN




1.1 Latar Belakang Masalah

      Peranan industri perbankan dalam kehidupan manusia modern adalah

sangat penting, bank merupakan mitra dalam memenuhi kebutuhan yang terkait

dengan keuangan, seperti misalnya tempat menyimpang uang, pengiriman uang,

pembayaran atau melakukan penagihan maupun investasi. Bank bagi suatu negara

dikatakan darahnya perekonomian, mengingat perananya yang sangat menentukan

dalam pembangunan ekonomi, maka kemajuan industri perbankan dapat juga

dijadikan sebagai ukuran dalam menilai kemajuan pembangunan suatu negara

sudah tentu memerlukan dukungan industri perbankan yang semakin besar dan

semakin banyak.


      Fungsi utama perbankan Indonesia sesuai pasal 3 UU No. 10 tahun 1998

adalah sebagai penghimpun dan penyalur dana masyarakat. Fungsi tersebut

bertujuan untuk menunjang pelaksanaan pembangunan nasional menuju

peningkatan dan pemerataan, pertumbuhan ekonomi dan stabilitas nasional untuk

tercapainya kesejahteraan masyarakat banyak. Sebagai lembaga keuangan bank

berfungsi sebagai perantara keuangan (financial intermediary) dari pihak yang

kelebihan dana kepada pihak yang kekurangan dana. Bank menerima simpanan

uang dari masyarakat (dana pihak ketiga) dalam bentuk tabungan, giro dan

deposito. Selanjutnya uang tersebut akan dikembalikan kepada masyarakat dalam




                                     1
bentuk kredit dengan pengenaan bunga pada tingkat tertentu. Penyaluran kredit

merupakan salah satu fungsi utama bank, disamping itu juga merupakan sumber

pendapatan bagi industri perbankan. Pendapatan diperoleh dari selisih (spread)

antara suku bunga simpanan dengan suku bunga kredit yang ditetapkan oleh bank.

Umunya perbankan di Indonesia menetapkan spread sebesar 2 sampai 3 persen

sebagai harga yang layak terhadap (lending rate).


       Bank sebagai lembaga keuangan memiliki peran serta yang besar dalam
menjalankan roda perekonomian suatu negara, hal ini dapat dilihat dari fungsi
bank yaitu sebagai lembaga perantara yang sangat berperan penting bagi
kehidupan masyarakat, bank juga sebagai suatu lembaga yang menghimpun dana
dari masyarakat dan menyalurkan kembali dana tersebut kepada masyarakat
dalam bentuk kredit. Pada kenyataannya banyak masyarakat yang sangat
memerlukan dana untuk memenuhi kebutuhannya, oleh sebab itu kredit
merupakan salah satu aktivitas produktif yang memberikan sumbangan terbesar
bagi dunia perbankan karena dengan adanya kredit, bank akan memperoleh
sumber pendapatan yaitu dari bunga dan provisi kredit. Dalam suatu bank
pendapatan terbesar adalah pendapatan bunga dari penyaluran kredit. Sehingga
hal ini menyebabkan banyak bank berlomba-lomba meningkatkan penyaluran
kreditnya dan akhirnya berdampak pada perkembangan modal. Peningkatan
modal ini dapat mempertahankan keberadaan bank itu sendiri, tetapi yang dapat
mempengaruhi perkembangan modal ini bukan saja dari penyaluran kredit saja
tetapi dari beban bank yang dapat berdampak buruk terhadap perkembangan
modal (Suri, Asmira dalam Jurnal ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan).
       Sejarah perkembanagan perbankan di Indonesia mengalami perubahan yang
besar ketika pemerintah mengeluarkan paket deregulasi pada tanggal 27 Oktober
1988 yang dikenal sebagai Pakto 88. Kebijakan ini sebenarnya dimaksudkan
untuk memberikan kesempatan yang lebih luas bagi perseorangan ataupun badan
usaha untuk mendirikan bank. Berikut Tabel 1.1 ditunjukan perkembangan jumlah
bank umum di Indonesia.
        Tabel 1.1 menunjukan perkembangan bank-bank umum yang semakin

menurun dari tahun ke tahun, pada tahun 2001 jumlah bank umum secara

keseluruhan yang beroperasi mengalami penurunan dari 166 menjadi 145. Pada

periode tahun 2000 - 2010 jumlah bank umum tertinggi pada tahun 2000 yaitu

sebesar 166. Selanjutya secara terus menerus mengalami penurunan hingga




                                        2
mencapai penurunan terbesar pada tahun 2008 yaitu sebesar 4,6 persen menurun 6

unit. Penurunan jumlah bank umum di Indonesia terus menurun dari tahun 2003

hingga 2009, barulah pada tahun 2010 terjadi peningkatan yang kecil dari tahun

sebelumnya.




Tabel 1.1.Perkembangan Jumlah Bank Umum di Indonesia

          Tahun 2000 – 2010 (Unit)


           Jumlah Bank Umum                      Perkembangan
    Tahun
                   (Unit)                             (%)
   2000             166
   2001             145                                   12,6
   2002             142                                    2,1
   2003             138                                    2,8
   2004             124                                   10,1
   2005             131                                    5,6
   2006             130                                     0
   2007             130                                    0,7
   2008             124                                    4,6
   2009             121                                    2,4
   2010             122                                    0,8                   S
 Sumber : Bank Indonesia 2010
ecara lebih jelas Tabel 1.1 akan disajikan dalam bentuk grafik, berikut Grafik 1.1

dibawah ini.




                                        3
Grafik 1.1.Perkembangan Jumlah Bank Umum di Indonesia

          Tahun 2000 – 2010 (Unit)


  180
  160
  140
  120
  100                                                   Jumlah Bank Umum
   80                                                   (Di Indonesia)
   60
   40
   20
    0
         20   2   2   2   2   2   2   2   2   2   2
           00 001 002 003 004 005 006 007 008 009 010




        Untuk meningkatkan kinerja ekonomi, maka prioritas pemerintah dalam

upaya mengembangkan perekonomian masyarakat salah satunya dengan

memberikan dukungan perluasan akses terhadap kredit sebagai jawaban terhadap

kelesuan perekonomian. Oleh karena itu pemerintah melalui jasa dan peran

perbankan membantu masyarakat untuk melakukan kegiatan usaha pada

khususnya dan kegiatan ekonomi pada umumnya memberi bantuan berupa kredit

atau pinjaman modal bagi para pengusaha baik degan skala besar, menengah,

maupun kecil


        Adapun hubungan yang saling memerlukan antara pemerintah dan

masyarakat-masyarakat melalui peran perbankan sangat membantu sekali dalam

meningkakan pertumbuhan perekonomian Indonesia , hal tersebut dapat dilihat

pada Tabel 1.2 dibawah ini.




                                           4
Tabel 1.2 Jumlah Kredit yang Disalurkan Perbankan Umum

          Provinsi Bali Tahun 2000 – 2010




           Total Kredit Perkembangan
  Tahun
          (Juta Rupiah)      (%)
  2000       4.768.906         0
  2001       5.605.885       17,5
  2002       6.599.454       17,7
  2003       7.565.644       14,6
  2004       8.712.003       15,2
  2005       9.497.990        9,1
  2006      10.567.000       11,3
  2007      12.592.428       19,2
  2008      16.291.118       29,4
  2009      19.487.783       19,6
  2010      24.832.211       27,5
Sumber: Bank Indonesia 2010




       Tabel 1.2 menunjukan perkembangan kredit pada bank-bank umum di

Provinsi Bali terus mengalami peningkatan yang signifikan, dimana penyaluran

kredit dari tahun 2000 – 2010 terus meningkat. Peningkatan terbesar terjadi pada

tahun 2008 yaiu sebesar 3,698,690 juta rupiah dengan perkembangan 29,4%.

Sedangkan peningkatan yang paling rendah terjadi pada tahun 2005 yaitu sebesar

785,987 juta rupiah dengan perkembangan 9,1 %. Secara lebih jelas Tabel 1.2

akan disajikan dalam bentuk grafik, berikut Grafik 1.2 dibawah ini.




                                        5
Garfik 1.2 Jumlah Kredit yang Disalurkan Perbankan Umum

          Provinsi Bali Tahun 2000 – 2010


         30000000

         25000000

         20000000

         15000000
                                                                                Total Kredit (Juta
                                                                                Rupiah)
         10000000

          5000000

                0
                    20         20        20 20    2   2   2   2   2   2   2
                       0   0        01     02  03 004 005 006 007 008 009 010




      Terdapat banyak faktor yang mempengaruhi keputusan bank untuk

menyalurkan kreditnya baik dipengaruhi oleh faktor internal maupun faktor

eksternal dari bank tersebut. Faktor eksternal yang dimaksud adalah Produk

Domestik Regional Bruto (PDRB), Indikator yang biasa digunakan untuk

mengetahui kondisi perekonomian suatu wilayah adalah Produk Domestik

Regional Bruto (PDRB) atau pendapatan regional. Salah satu indikator yang

biasanya digunakan untuk mengetahui kondisi perekonomian suatu wilayah

adalah pertumbuhan ekonominya. Pertumbuhan ekonomi merupakan barometer

dalam meletakkan landasan kebijakan ekonomi makro secara tepat dan terpadu.

Untuk dapat mengetahui pertumbuhan ekonomi di Provinsi Bali maka berikut

disajikan data perkembangan PDRB Bali tahun 2000 - 2010 pada Tabel 1.3




                                                       6
Tabel 1.3 Perkembangan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB)

         Provinsi Bali Tahun 2000 – 2010



              Produk Dome stik
   Tahun       Re gional Bruto             (%)
               (Jutaan Rupiah)
    2000          17.293.089             3,05
    2001          17.879.875             3,39
    2002          18.432.861             3,04
    2003          19.080.896             3,57
    2004          19.963.244             4,62
    2005          21.072.445             5,56
    2006          22.181.619             0,53
    2007          23.497.047             5,93
    2008          24.900.571             5,97
    2009          25.936.648             4,12
    2010          26.228.275             1,13
  Sumber: BPS Provinsi Bali, Bali dalam angka 2010




      Dari Tabel 1.3 perkembangan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB)

Provinsi Bali tahun 2000 - 2010 mengalami peningkatan yang signifikan.

Perkembangan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) yang tertinggi terjadi

pada tahun 2010 dan yang terendah terjadi pada tahun 2000. Pertumbuhan

pendapatan regional Provinsi Bali pada tahun tersebut adalah perkembangan

pendapatan yang paling rendah dari tahun sebelumnya hingga mencapai angka

minus 4,04 persen, hal ini dikarenakan menurunya nilai mata uang rupiah

terhadap mata uang asing yang disebabkan karena krisis ekonomi yang

multidimensional dikawasan asia pada umumnya dan Indonesia pada khususnya




                                     7
sehingga Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) di Provinsi Bali juga ikut

mengalami penurunan. Secara lebih jelas Tabel 1.3 akan disajikan dalam bentuk

grafik, berikut Grafik 1.3 dibawah ini.




Grafik 1.3 Perkembangan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB)

            Provinsi Bali Tahun 2000 – 2010




          30000000

          25000000

          20000000
                                                          Produk Domestik
          15000000                                        Regional Bruto (Jutaan
                                                          Rupiah)
          10000000

           5000000

                 0
                     20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20
                       00 01 02 03 04 05 06 07 08 09 10




       Dalam memberikan kredit bank dituntut agar mendapat keuntungan yang

besar, sehingga cukup untuk menutupi biaya dana, baik dana yang ditempatkan

pada sektor yang menghasilkan dana maupun yang tidak, biaya overhead dan

biaya operasional lainya, serta target margin keutungan yang hendak dicapai.

Dengan demikian pinjaman/kredit merupakan tulang punggung sebagai mesin

pencetak uang bagi bank. Keutungan yang diperolehdari penempatan dalam




                                          8
bentuk kredi adalah besar, maka resiko yang dihadapi juga besar. Berikut ini

perkembangn suku bunga kredit periode 2000 - 2010 dapat dilihat pada Tabel 1.4




Tabel 1.4 Perkembangan Tingkat Suku Bunga Kredit dan Ratio Kredit Non
          Lancar Tahun 2000-2010 (%)



    Tahun       Suku Bunga Kredit      Rasio Kre dit Non Lancar

    2000                18,43                    27,49
    2001                19,19                    22,80
    2002                18,25                    8,35
    2003                15,07                    7,05
    2004                13,41                    5,53
    2005                15,92                    5,75
    2006                15,07                    7,19
    2007                13,00                    5,82
    2008                15,22                    3,79
    2009                14,32                    5,97
    2010                13,61                    6,47
  Sumber: Bank Indonesia 2010




       Selain tingkat suku bunga kredit, jumlah kredit yang disalurkan juga

dipengaruhi oleh perbankan adalah kredit non lancar. Pertumbuhan total kredit

yang terjadi harus diimbangi dengan membaiknya kualitas kredit. Ini ditunjukkan

oleh rasio kredit non lancar gross dan netto kredit perbankan. Resiko yang umum

dihadapi oleh suatu bank yaitu kegagalan nasabah penerima kredit dalam

mengembalikan angsuran pokok dan bunga kredit atau sering dikenal dengan

kredit macet. Karena itulah kredit non lancar menjadi pertimbangan bagi bank

untuk menyalurkan kredit pada periode berikutnya. Perkembangan suku bunga

kredit dan rasio kredit non lancar pada bank-bank umum di Bali ditunjukkan oleh




                                      9
Tabel 1.4 diatas. Pada tabel tersebut menunjukkan bahwa rasio kredit non lancar

bersifat fluktiatif tapi cenderung menunjukkan trend menurun. Terbukti bahwa

ratio kredit non lancar pada tahun 2000 sebesar 27,49 % menurun secara perlahan

menjadi 6,47 % pada tahun 2010 dan begitu juga suku bunga kredit menurun dari

18,43 % pada tahun 2000 menjadi 13,61 % pada tahun 2010. Manajemen bank

hendaknya mencermati fluktuasi rasio kredit non lancar dan suku bunga kredit

agar lebih bisa meningkatkan kemampuan analisis kreditnya dan disisi lain bisa

meningkatkan pengawasan bagi Bank Indonesia. Secara lebih jelas Tabel 1.4 akan

disajikan dalam bentuk grafik, berikut Grafik 1.4 dibawah ini.


Grafik 1.4 Perkembangan Tingkat Suku Bunga Kredit dan Ratio Kredit Non
           Lancar Tahun 2000-2010 (%)


          30,00%

          25,00%

          20,00%

                                                                 Suku Bunga Kredit
          15,00%
                                                                 Rasio NPL
          10,00%

           5,00%

           0,00%
                   20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20
                     00 01 02 03 04 05 06 07 08 09 10




       Jumlah dana yang dihimpun bank dari masyarakat sudah tentu berupa

simpanan tabungan, deposito dan giro. Dana tersebut bersal dari masyarakat yang

memiliki kelebihan dana. Semakin banyak dana yang dihimpun masyarakat maka

akan meningkatkan kemampuan bank untuk menyalurkan kredit ke masyarakat.




                                        10
Dengan meningkatnya kemampuan menyalurkan kredit maka pendapatan bank

akan meningkat. Berikut jumlah dana pihak ketiga dapa dilihat pada Tabel 1.5




Tabel 1.5 Jumlah Dana Pihak Ketiga (DPK) Perbankan

          Provinsi Bali Tahun 2000 – 2010.


                Jumlah DPK Perkembangan
    Tahun
                  (Miliar)      (%)
     2000         714.513       14,2
     2001         809.405       13,3
     2002         845.015        4,4
     2003         902.326        6,8
     2004         965.080        6,9
     2005        1.076.110      11,5
     2006        1.229.135      14,2
     2007        1.462.860      19,1
     2008        1.682.164      14,9
     2009        1.913.571      13,7
     2010        2.257.905      17,9
 Sumber: Bank Indonesia 2010




       Tabel 1.5 menunjukan jumlah Dana Pihak Ketiga (DPK) pada bank-bank

umum di Provinsi Bali terus mengalami peningkatan yang signifikan, dimana

jumlah Dana Pihak Ketiga (DPK) dari tahun 2000 – 2010 terus meningkat.

Peningkatan terbesar terjadi pada tahun 2007 yaiu sebesar 233,725 milyar rupiah

juta rupiah dengan perkembangan 19,1 %. Sedangkan peningkatan yang paling

rendah terjadi pada tahun 2002 yaitu sebesar 35,610 milyar rupiah dengan




                                       11
perkembangan 4,4 %. Secara lebih jelas Tabel 1.4 akan disajikan dalam bentuk

grafik, berikut Grafik 1.4 dibawah ini.




Grafik 1.5 Jumlah Dana Pihak Ketiga (DPK) Perbankan

            Provinsi Bali Tahun 2000 – 2010.




          2500000


          2000000


          1500000
                                                                Dana Pihak Ketiga
                                                                (Miliar)
          1000000


           500000


                0
                     20 2 0 20 2 0 20 2 0 20 20 20 20 20
                       0 0 01 0 2 03 0 4 05 0 6 07 0 8 09 1 0




1.2 Rumusan Masalah

       Berdasarkan uraian latar belakang masalah tersebut, maka yang menjadi

pokok permasalahan dalam penelitian ini adalah :


1) Apakah Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), tingkat suku bunga kredit,

    kredit non lancar, dan Dana Pihak Ketiga (DPK) secara serempak

    berpengaruh signifikan terhadap penyaluran kredit pada bank-bank umum di

    Provinsi Bali.




                                          12
2) Bagaimanakah Pengaruh Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), tingkat

    suku bunga kredit, kredit non lancar, dan Dana Pihak Ketiga (DPK) secara

    parsial terhadap penyaluran kredit pada bank-bank umum di Provinsi Bali.




1.3 Tujuan Penelitian

       Berdasarkan latar belakang masalah dan perumusan masalah, maka tujuan

yang hendak dicapai dalam penelitian ini adalah sebagai berikut.


1) Untuk mengetahui pengaruh Produk Domestik Regional Bruto (PDRB),

    tingkat suku bunga kredit, kredit non lancar, dan Dana Pihak Ketiga (DPK)

    secara simultan terhadap penyaluran kredit pada bank umum di Provinsi Bali.

2) Untuk mengetahui pengaruh Produk Domestik Regional Bruto (PDRB),

    tingkat suku bunga kredit, kredit non lancar, dan Dana Pihak Ketiga (DPK)

    secara parsial terhadap penyaluran kredit pada bank-bank umum di Provinsi

    Bali.




1.4 Kegunaan Penelitian

       Adapun keguanaan yang diperoleh dari penelitian ini dapat dibedakan

menjadi kegunaan teoritis dan praktis.


1) Kegunaan Teoritis

    Penelitian ini diharapkan mampu memberikan tambahan informasi,

pengetahuan, dan wawasan yang lebih luas mengenai pengaruh Produk Domestik

Regional Bruto (PDRB), tingkat suku bunga kredit, kredit non lancar, dan Dana




                                         13
Pihak Ketiga (DPK) terhadap penyaluran kredit pada bank-bank umum di

Provinsi Bali. Selain itu, penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi

para mahasiswa yang akan melakukan penelitian selanjutnya.




2) Kegunaan Praktis

    Penelitian ini diharapkan dapat memberikan masukan bagi bank-bank umum

di Provinsi Bali mengenai pentingnya informasi mengenai Produk Domestik

Regional Bruto (PDRB), tingkat suku bunga kredit, kredit non lancar, dan Dana

Pihak Ketiga (DPK) sehingga dapat digunakan sebagai salah satu bahan

pertimbangan dan pengambilan kebijakan yang berhubungan dengan upaya

peningkatan penyaluran kredit perbankan.




1.5 Sistematika Penulisan

         Penulisan skripsi ini menggunakan sistematika penulisan sebagai berikut:


Bab I     Pendahuluan


          Merupakan bagian yang berisikan tentang latar belakang, permasalahan,

          batasan masalah, tujuan, metodelogi dan sistematika penulisan.


Bab II    Dasar Teori


          Bagian ini memuat tentang teori-teori yang mendasari tentang skala

          ekonomis industri rumah tangga.




                                        14
Bab III Metodelogi Penelitian


        Bagian ini memuat tentang lokasi penelitian, obyek penelitian,

        indentifikasi variabel, definisi operasional variabel, jenis dan sumber

        data, responden penelitian, metode pengumpulan data, dan teknik

        analisis data.




Bab IV Pembahasan Hasil Penelitian


        Bagian ini memuat tentang gambaran umum daerah penelitian dan

        deskripsi hasil penelitian serta pembahasan dari hasil penelitian.


Bab V   Simpulan dan Saran


        Bagian ini berisikan tentang kesimpulan dari hasil penelitian dan saran-

        saran penelitian.




                                       15
                                     BAB II


                             KAJIAN PUSTAKA




2.1 Tinjauan Tentang Bank


2.1.1 Pengertian Bank


       Bank diartikan sebagai lembaga yang usaha pokoknya memberikan kredit

dan jasa-jasa dalam lalu lintas pembayaran serta dalam peredaran uang (Undang-

undang Nomor 14, tahun 1967). Undang- Undang Nomor 7 Tahun 1992 tentang

perbankan yang disempurnakan dengan Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1998,

bank diartikan sebagai badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat

dalam bentuk simpanan dan menyalurkan kembali dana yang terkumpul tersebut

ke   masyarakat     dalam   rangka   meningkatkan    taraf   hidup   masyarakat

(Rindjin,2001:13)


       Usaha keuangan yang dilakukan oleh bank disamping melakukan usaha
penghimpunan dana dari masyarakat luas dalam bentuk simpanan, juga
menyalurkan dana atau memberikan pinjaman (kredit) kepada masyarakat.
Berdasarkan pengertian tersebut dapat disimpulkan bank adalah lembaga
keuangan yang menghimpun dana dari pihak yang kelebihan dana dan
menyalurkan kembali pada pihak yang kekurangan dana untuk meningkatkan taraf
hidup serta memperlancar lalu lintas pembayaran (Aryaningsih, Ni Nyoman
dalam Jurnal Penelitian dan Pengembangan Sains Humaniora)



                Bank sebagai lembaga perantara keuangan, dalam kegiatannya
sehari-hari tentu tidak dapat dipisahkan dari bidang keuangan. Dengan demikian,
kegiatan bank di Indonesia terutama kegiatan bank umum (Djumhana,2006:24)
adalah sebagai berikut.




                                       16
1) Menghimpun dana dari masyarakat.

       Menghimpun dana berarti mengumpulkan atau mencari dana dengan
   cara membeli dari masyarakat luas dalam bentuk simpanan giro maupun
   tabungan deposito. Alternatif simpanan yang bisa dilakukan oleh
   masyarakat adalah simpanan dalam bentuk giro, tabungan, sertifikat dan
   deposito
2) Menyalurkan dana ke masyarakat.

       Menyalurkan dana berarti memberikan kembali dana yang telah
   dihimpun melalui simpanan giro, tabungan dan deposito kepada
   masyarakat dalam bentuk pinjaman bagi bank konvensional, disamping
   dikenakan bunga, debitur juga dikenakan jasa pinjaman berupa biaya
   administrasi.
3) Memberikan jasa-jasa bank lainnya.

       Jasa-jasa bank lainnya merupakan jasa pendukung kegiatan bank.jasa-
   jasa ini diberikan terutama untuk mendukung kelancaran kegiatan
   menghimpun dan menyalurkan dana, baik yang berhubungan langsung
   maupun tidak langsung terhadap kegiatan penyimpanan dana dan
   penyaluran kredit. Adapun jenis produk jasa perbankan lainnya adalah
   sebagai berikut.
   a. Jasa setoran seperti setoran telepon, listrik, air, atau uang kuliah.

   b. Jasa pembayaran seperti pembayaran gaji, pensiun atau hadiah.

   c. Jasa pengiriman uang

   d. Jasa penagihan

   e. Jasa kliring

   f. Jasa penjualan mata uang asing

   g. Jasa penyimpanan dokumen

   h. Jasa cek wisata

   i. Jasa kartu kredit

   j. Jasa letter of credit




                                  17
2.1.2 Fungsi Bank


        Fungsi bank pada umumnya menurut (Rindjin, 2001 : 13) adalah:


     1. menerima berbagai bentuk simpanan dari masyarakat,

     2. memberikan kredit baik bersumber dari dana yang diterima dari

        masyarakat maupun berdasarkan atas kemampuanya mencipakan tenaga

        beli baru,

     3. memberikan jasa-jasa dalam lalu linas pembayaran dan peredaran uang.

        Menurut Rindjin (2001 : 14) fungsi bank sebagaimana disebutkan diatas

dapat dikatagorikan menjadi dua yaitu.


1)   Fungsi perantara (intermediary role)

        Penyediaan kemudahan untuk aliran dana dari mereka yang mempunyai

dana menganggur atau kelebihan dana selaku penabung atau pemberi pinjaman

kepada mereka yang memerlukan dana atau kekurangan dana unuk memenuhi

berbagai kepentingan selaku peminjam.


2)   Fungsi transmisi (transmision role)

        Berkaitan dengan peranan bank dalam lalu lintas pembayaran dan

peredaran uang dengan mencipakan instrumen keuangan, seperti penciptaan uang

kartal oleh bank sentral, uang giral yang dapat diambil atau dipindahtangankan/

dipindahbukukan dengan menggunakan cek atau bilyet giro, yang dilakukan oleh

bank umum, dan juga alat-alat yang menyerupai uang seperti kartu bank (bank

card) dalam berbagai bentuk.




                                           18
2.1.3 Jenis dan Sumber Dana Bank


       Menurut Kasmir (2003 : 32) jenis perbankan dapat ditinjau dari berbagai

segi, adalah sebagai berikut.


   1) Dilihat dari Segi Fungsinya

       Menurut Undang-Undang RI Nomor 10 Tahun 1998 tanggal 10 Novenber

       1998 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1992

       enteng Perbankan, maka jenis bank terdiri dari.


        a. Bank Umum

           Bank umum adalah bank yang melaksanakan kegiatan usaha secara

            konvensioanal dan atau berdasarkan prinsip syriah yang ada dalam

            kegiatannya memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran.




        b. Bank Perkreditan Rakyat

            Bank Perkreditan Rakyat adalah bank yang melaksanakan kegiatan

            usaha secara konvisional dan atau berdasarkan prinsip syariah yang

            dalam kegiatanya tidak memberikan jasa dalam lalu lintas

            pembayaran.


   2) Dilihat dari Segi Kepemilikanya

       a. Bank Milik Pemerintah




                                        19
     Dimana baik akta pendirian maupuuun modalnya dimiliki oleh

     pemerintah, sehingga seluruh keuntungan bank ini dimiliki oleh

     pemerintah.


     Contoh: Bank Negara Indonesia dan Bank Rakyat Indonesia


b. Bank Milik Swasta Nasional

     Bank jenis ini seluruh atau sebagian besar sahamnya dimiliki oleh

     swasta nasional serta akta pendirianya didirikan oleh swasta, begitu

     pula pembagian keuntungan untuk keutungan swasta pula.


     Contoh: Bank Danamon, Bank Cetral Asia (BCA), dan Bank Niaga


c.   Bank Milik Koperasi

     Kepemilikan saham-saham bank ini dimiliki oleh perusahaan yang

     berbadab hukum koperasi.


     Contoh: Bank Umum Koperasi Indonesia


d.    Bank Milik Asing

      Bank jenis ini merupakan cabang dari bank yang berada diluar

      negeri, baik milik swasta asing maupun pemerintah asing


      Contoh: ABN AMRO Bank, City Bank, dan Amerika Express Bank




                                20
    3) Dilihat dari Segi Status

       a.    Bank Devisa

              Merupakan bank yang dapat melaksanakan transaksi ke luar negeri

              atau yang ada hubunganya dengan mata uang asing secara

              keseluruhan, misalnya transfer luar negeri, inkaso ke luar negeri,

              pembukaan dan pembayaran letter of credit.


       b.     Bank Non Devisa

              Merupakan bank yang belum mempunyai ijin untuk melakukan

              transaksi sebagai Bank Devisa sehingga tidak dapat melaksanakan

              transaksi seperti halnya Bank Devisa, dimana transaksi masih dalam

              batas-batas Negara.


       Bank sebagai lembaga keuangan tidak terlepas dari masalah memperoleh

dana. Perolehan dana tersebut nantinyaakan digunakan untuk membiayai

operasinya serta menjalankan kegiatan usahanya dalam rangka memperoleh

peningkatan profibalitas serta meningkatkan taraf hidup masyarakat. Adapun

sumber-sumber dana bank tersebut adalah sebagai berikut:


   1) dana yang bersumber dari bank itu sendiri

              Sumber dana ini merupakan dana dari modal sendiri. Dana yang
   bersumber dari dana itu sendiri yang berbentuk modal setor yang berasal dari
   pemegang saham dan cadangan-cadangan serta keuntungan bank yang belum
   dibagikan kepada pemegang saham. Secara garis besar dapat disimpulkan
   pencairan dana sendiri terdiri dari :
       a. setoran modal dari pemegang saham.

       b. cadangan-cadangan bank, yaitu cadangan laba pada tahun lalu yang

            tidak dibagikan kepada para pemegang saham.




                                       21
   c. laba bank yang belum dibagi, merupakan laba yang memang belum

       dibagikan pada ahun yang bersangkutan sehingga dapat dimanfaatkan

       sebagai modal untuk sementara waktu

2) dana yang berasal dari masyarakat luas

       Sumber dana ini merupakan sumber dana terpenting bagi kegiatan

   operasi bank dan merupakan ukuran keberhasilan bank jika mampu

   membiayai operasinya dari sumber dana ini. Adapun sumber dana dari

   masyaraka luas dapat dilakukan dalam bentuk:


   a. simpanan giro

   b. simpanan tabungan

   c. simpanan deposito

3) dana yang bersal dari lembaga lainnya

       Sumber dana ketiga ini merupakan tambahan jika bank mengalami

   kesulitan dalam pencairan sumber dana pertama dan kedua. Pencairan dari

   sumber dana ini relative lebih mahal dan sifatnya hanya sementara waktu

   saja. Perolehan dana ini dapat diperoleh dari:


   a. kredit likuiditas dari Bank Indonesia

   b. pinjaman antar bank (call money)

   c. pinjaman dari bank-bank luar negeri

   d. Surat Berharga Pasar Uang (SBPU)




                                    22
2.2 Tinjauan Tentang Kredit


2.2.1 Pengertian Kredit


        Istilah kredit berasal dari bahasa Yunani yaitu Credere yang berarti

kepercayaan atau dalam bahasa latin Creditum yang berarti kepercayaan akan

kebenaran. Oleh karena dasar itu dasar dari kredit adalah kepercayaan. Seseorang

atau suatu badan yang yang memberikan kredit (kreditum) percaya bahwa

penerima kredit (debitur) dimasa mendatang akan sanggup memenuhi segala

sesuatu yang elah dijanjikan baik itu berupa uang, barang ataupun jasa

(Dahlan,2001:151). Kredit adalah penyediaan uang atau tagihan yang dapat

dipersamakan dengan itu, berdasarkan persetujuan atau kesepakatan pinjam

meminjam antara Bank dengan pihak lain yang mewajibkan pihak peminjam

untuk melunasi utangnya setelah jangka waktu tertentu dengan jumlah bunga,

imbalan atau pembagian hasil keuntungan (Dwipayana, Wahyu dalam Jurnal

Ekonomi Pembangunan).


        Untuk mencapai pengelolaan kredit yang sehat, perlu ditetapkan prosedur

pengelolaan kredit agar dapat memberikan pelayanan yang baik kepada

nasabah/masyarakat dan menjaga kredit tersebut pada risiko yang wajar bagi

bank.


Kesimpulan yang dapat ditarik dari perumusan kredit diatas adalah.


   1. Adanya suatu penyerahan uang atau tagihan dapat juga barang yang

        menimbulkan tagihan tersebut pada pihak lain, dengan harapan member

        pinjaman ini bank akan memperoleh suatu tambahan nilai dari pokok




                                       23
        pinjaman tersebut yang berupa bunga sebagai pendapatan bagi bank yang

        bersangkutan.

   2. Dari proses kredit itu tekad didasarkan pada suatu perjanjian yang saling

        mempercayai kedua belah pihakakan memenuhi kewajiban masing-

        masing.

   3. Dalam pemberian kredit terdapat kesepakatan pelunasan utang dan bunga

        yang akan diselesaikan dalam jangka waktu tertentu seperti yang telah

        disepakai bersama.




2.2.2   Unsur – Unsur Kredit

      Unsur-unsur yang terkandung dalam pemberian kredit (Kasmir, 2003 : 94)
   adalah sebagai berikut.
   1) Kepercayaan

              Merupakan suatu keyakinan pemeberi kredit bahwa kredit yang
   diberikan akan benar-benar diterima kembali di masa yang akan datang.
   Kesepakatan ini dituangkan dalam suatu perjanjian dimana masing-masing
   pihak menandatangani hak dan kewajibannya masing-masing.



   2) Kesepakatan

              Kredit mengandung unsur kesepakatan antara kreditur dengan
   debitur. Kesepakatan ini dituangkan dalam suatu perjanjian dimana masing-
   masing pihak menandatangani hak dan kewajibannya masing-masing.
   3) Jangka waktu

             Kredit mengandung unsur jangka waktu. Jangka waktu mencakup
   masa pengembalian kredit yang telah disepakati. Jangka waktu meliputi
   jangka pendek, jangka menengah, atau jangka panjang.
   4) Risiko




                                      24
                Adanya tenggang waktu pengembalian akan menyebabkan risiko
    tidak tertagihnya kredit yang diberikan. Semakin panjang jangka waktu kredit
    akan menyebabkan risiko kredit semakin besar. Begitupula sebaliknya.
    5) Balas jasa

               Merupakan keuntungan atas pemberian kredit atau jasa yang
    dikenal dengan nama bunga. Balas jasa dalam bentuk bunga dan biaya
    administrasi kredit merupakan keuntungan bank.

2.2.3 Penilaian Permohonan Kredit
       Prinsip dalam melakukan penilaian atas permohonan kredit menurut

Firdaus (1993:31).

Prinsip 5C, terdiri dari.

a. Character, memperlihatkan karakter pemohon kredit.

b. Capacity, memperlihatkan kemampuan membayar debitur.

c. Capital, menyelidiki besar kecilnya modal dan distribusi modal.

d. Collateral, memperhitungkan besar kecilnya nilai kredit dan jaminan.

e. Condition of economic, memperhatikan kondisi perekonomian.



Prinsip 7P, terdiri dari.

1) Personality, yaitu kepribadian debitur.

2) Purpose, tentang tujuan atau keperluan pengguna kredit.

3) Prospect, tentang harapan masa depan dari usaha atau kegiatan usaha

    peminjam.

4) Payment, mengetahui bagaimana pembayaran kembali pinjaman yang

    diberikan.

5) Party, mengklasifikasikan nasabah kedalam klasifikasi atau golongan tertentu

    berdasarkan modal, loyalitas, dan karakternya.




                                        25
6) Profitability, untuk menganalisa bagaimana kemampuan nasabah dalam

    mencari laba.

7) Protection, untuk mengetahui bagaimana menjaga agar usaha dan jaminan

    mendapatkan perlindungan.




2.2.4 Tujuan dan Fungsi Kredit


    Menurut Kasmir (2003:96) beberapa tujuan utama pemberian suatu kredit

antara lain.




    1) Mencari keuntungan

        Hasil dari pemberian kredit yaitu dalam bentuk bunga yang diterima oleh

        bank sebagai balas jasa dan biaya administrasi kredit yang dibebankan

        kepada nasabah.

    2) Membantu usaha nasabah

        Tujuan lainnya adalah membantu usaha nasabah yang memerlukan dana,

        bank dana investasi maupun dana modal kerja. Sehingga dengan dana

        maka debitur akan dapat mengembangkan dan memperluas usahanya.

    3) Membantu pemerintah

        Beberapa keuntungan dengan menyebarnya pemberian kredit adalah :

        1) Penerimaan pajak

        2) Membuka kesempatan kerja,




                                       26
       3) Kredit yang disalurkan akan dapat meningkatkan jumlah barang dan

          jasa yang beredar di masyrakat.

       Beberapa fungsi dari kredit yang diberikan yaitu :

   a. meningkatkan peredaran uang

   b. meningkatan kegairahan berusaha bagi debitur, karena harus melunasi

       kewajibannya

   c. meningkatkan daya guna uang

   d. meningkatkan peredaran dan lalu lintas uang

   e. meningkatkan daya guna barang

   f. meningkatkan kegairahan berusaha

   g. alat stabilitas ekonomi

   h. meningkatkan pemerataan pendapatan



2.2.5 Kualitas Kredit

   Kualitas kredit adalah keadaan pembayaran pokok atau angsuran pokok dan

bunga serta tingkat kemungkinan diterimanya kembali dana yang ditanamkan.

Dahlan Siamat (2001:136) menyebutkan bahwa ketentuan kualitas kredit menurut

Bank Indonesia ditetapkan sebagai berikut.

1) Lancar (Pass), apabila memenuhi kriteria sebagai berikut.

   a. Pembayaran angsuran pokok atau bunga tepat waktu

   b. Memiliki mutasi rekening yang aktif

   c. Bagian kredit yang dijamin dengan agunan tunai (cash collateral)

2) Dalam perhatian khusus (special mention), apabila memenuhi kriteria.




                                       27
   a. Terdapat tunggakan angsuran pokok atau bunga yang belum melampaui 90

      hari.

   b. Mutasi rekening aktif.

   c. Jarang terjadi pelanggaran terhadap kontrak yang diperjanjikan

   d. Didukung oleh pinjaman baru.

3) Kurang lancar (substandard), apabila memenuhi kriteria sebagai berikut.

   a. Terdapat tunggakan angsuran pokok atau bunga yang telah melampaui 90

       hari.

   b. Frekuensi mutasi rekening relatif rendah

   c. Terjadi pelanggaran terhadap kontrak yang diperjanjikan lebih 90 hari.

   d. Terdapat indikasi masalah keuangan yang dihadapi debitur

   e. Dokumentasi pinjaman yang lemah.

4) Diragukan (doubtful), apabila memenuhi kriteria sebagai berikut.

   a. Terdapat tunggakan angsuran pokok atau bunga yang telah melampaui 180

       hari

   b. Terjadi cerukan yang bersifat permanen

   c. Terjadi wanprestasi lebih dari 180 hari

   d. Terjadi kapitalisasi bunga

   e. Dokumentasi hukum yang lemah baik untuk perjanjian kredit maupun

       pengikatan jaminan.

5) Macet (loss), apabila memenuhi kriteria.

   a. Terdapat tunggakan angsuran pokok atau bunga yang telah melampaui 270

       hari




                                       28
   b. Kerugian operasional ditutup dengan pinjaman baru

   c. Dari segi hukum maupun kondisi pasar, jaminan tidak dapat dicairkan

        pada nilai wajar.

2.2.6 Prosedur Pemberian Kredit

        Menurut Mulyadi (1993:6) prosedur adalah suatu urutan kegiatan klerikel,

biasanya melibatkan beberapa orang dalam satu departemen atau lebih yang

dibuat untu menjamin penanganan secara seragam transaksi perusahaan yang

terjadi berulang-ulang.


       Menurut Kasmir (2003:26) prosedur pemberian kredit oleh badan hukum
adalah sebagai berikut.
1) Pengajuan berkas-berkas

    Yaitu permohonan kredit yang dituangkan dalam suatu proposal yang
    kemudian dilampiri dengan berkas-berkas lainnya yang dibutuhkan secara
    rinci. Prosedur pengajuan kredit akan dijabarkan sebagai berikut.
a. Dalam pengajuan proposal hendaknya berisi :

  (a) latar belakang perusahaan seperti riwayat hidup perusahaan, jenis bidang

        usaha, identitas perusahaan dan pendidikannya, perkembangan perusahaan

        serta realisasi dengan pemerintah dan swasta termasuk pengalaman dalam

        dunia usaha.

  (b)   maksud dan tujuan permohonan kredit tersebut.

  (c) besarnya kredit dan jangka waktu, maksudnya dalam hal ini pemohon

        menentukan besarnya jumlah kredit yang akan diperoleh dan jangka waktu

        kreditnya. Permohonan tersebut akan dianalisis lebih lanjut oleh pihak

        bank. Jika analisis tidak sesuai dengan permohonan maka pihak bank




                                       29
       berpedoman pada hasil analisis mereka dalam menentukan jumlah kredit

       dan jangka waktu yang layak diberikan kepada si peminjam.

  (d) cara pemohon mengembalikan kredit, maksudnya dijelaskan secara rinci

       cara-cara nasabah dalam mengembalikan kreditnya apakah dari hasil

       penjualan atau yang lainnya.

  (e) jaminan kredit, maksudnya jaminan untuk menutupi segala resiko terhadap

       kemungkinan terjadinya kredit macet.

b. Melampirkan dokumen-dokumen yang meliputi foto copy Akte notaris, TDP

  (Tanda Daftar Perusahaan). NPWP, Neraca dan Laporan Laba Rugi 3 tahun

  terakhir, bukti diri fari pimpinan perusahaan serta foto copy sertifikat jaminan.

c. Penilaian sementara yang dapat dilakukan adalah dari neraca dan laporan laba

  rugi yang ada

2) Penyelidikan berkas pinjaman

   Tujuannya adalah untuk mengetahui apakah berkas yang diajukan sudah
   lengkap sesuai persyaratan dan sudah benar, termasuk menyelidiki keabsahan
   berkas.
3) Wawancara awal

   Tujuannya adalah untuk meyakinkan bank apakah berkas-berkas tersebut
   sesuai dan lengkap. Wawancara ini juga untuk mengetahui keinginan dan
   kebutuhan nasabah yang sebenarnya.
4) On the spot

   Merupakan kegiatan pemeriksaan dilapangan tanpa sepengetahuan nasabah
   yaitu meninjau berbagai objek yang dijadikan usaha atau jaminan.
5) Wawancara II

   Merupakan kegiatan perbaikan berkas apabila ada kekurangan pada saat
   setelah dilakukan on the spot.


6) Keputusan kredit




                                        30
   Keputusan ini menentukan apakah kredit yang akan diberikan atau ditolak,
   biasanya keputusan kredit yang akan diumumkan mencakup jumlah yang
   diterima, jangka waktu kredit, biaya-biaya yang harus dibayarkan dan waktu
   realisasi kredit.
7) Penandatanganan perjanjian kredit

   Perjanjian kredit dimana mengikat jaminan dengan surat perjanjian atau
   pernyataan yang dianggap perlu.
8) Realisasi kredit

   Realisasi kredit diberikan setelah penandatanganan surat perjanjian dan surat-
   surat yang diperlukan dengan membuka rekening tabungan di bank yang
   bersangkutan.
9) Penyaluran/penarikan dana

   Penyaluran/penarikan dana adalah pencairan atau pengambilan uang dari
   rekening sebagai realisasi dari pemberian kredit dan dapat diambil sesuai
   ketentuan dan tujuan kredit baik secara bertahap atau sekaligus.

2.3 Pengaruh Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Terhadap Kredit


       Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) pada dasarnya merupakan total

nilai barang dan jasa akhir yang dihasilkan oleh seluruh unit usaha di suatu region

dalam periode waktu tertentu (Rendra, 2007). Untuk menghitung PDRB, ada tiga

metode penghitungan yang bisa digunakan, yaitu:


1) dari segi produksi, PDRB merupakan jumlah nilai produk barang-barang jasa

    akhir yang dihasilkan oleh unit-unit produksi di suatu daerah dalam jangka

    waktu tertentu.

2) dari segi pendapatan, PDRB adalah jumlah balas jasa yang diterima oleh

    faktor-faktor produksi yang ikut serta dalam proses produksi di suatu daerah

    dalam jangka waktu tertentu.

3) dari segi pengeluaran, PDRB merupakan jumlah pengeluaran yang dilakukan

    untuk konsumsi rumah tangga, lembaga sosial swasta yang tidak mencari




                                        31
    keuntungan, konsumsi pemerintah, pembentukan moda tetap domestik bruto,

    perubahan stok dan ekspor neto merupakan ekspor dikurangi impor

    Y = Ch + Cg + I + X – M


    Keterangan:


    Ch      : Konsumsi Rumah Tangga

    Cg      : Konsumsi pemerintah dan Pertahanan

    I       : Investasi

    X       : Ekspor

    M       : Impor

    Y       : Produk Domestik Regional Bruto (PDRB)

         Secara konsep ketiga metode penghitungan tersebut di atas memberikan

jumlah yang sama antara jumlah pengeluaran dengan jumlah barang dan jasa akhir

yang dihasilkan dan harus sampai pula dengan jumlah pendapatan faktor-faktor

produksinya. Namun demikian, karena keterbatasan sumber daya data,

penghitungan PDRB yang disajikan baru terbatas pada PDRB menurut produksi

dan menurut pengeluaran.


         Hubungan antara PDRB dengan penyaluran kredit memiliki tingkat

hubungan yang sangat tinggi yaitu pada sektor primer dan tersier, hal itu terjadi

karena pada sektor primer terdapat kebijakan pemeintah dengan mengimpor

barang dengan harga yang cenderung lebih murah. Untuk mengimbangi

persaingan harga para sektor pertanian membutuhkan dana agar dapat

meningkatkan kualitas dan kuantitas pertanian melalui penyaluran kredit.




                                       32
Sedangkan pada sektor tersier terjadi karena biaya produksi sektor tersier sangat

besar, sehingga jika terjadi penambahan dalam jumlah besar pada jumlah

produksinya maka akan dibutuhkan dana yang sangat besar, dan unuk membiayai

dibutuhkan penambahan dana yang sangat besar melalui penyaluran kredit bank

(Sukarti, Ketut dalam Jurnal Ekonomi Pembangunan).




2.4 Pengaruh Tingkat Suku Bunga Kredit Terhadap Kredit


       Tingkat suku bunga kredit adalah biaya yang harus dibayarkan oleh

peminjam atas pinjamanya yang diterima dan merupakan imbalan bagi pemberi

pinjaman atas investasinya. Suku bunga kredit mempengaruhi keputusan individu

terhadap pilihan membelanjakan uang lebih banyak atau menyimpan uangnya

dalam bentuk tabungan. Suku bunga kredit juga merupakan sebuah harga yang

menghubungkan masa kini dengan masa depan, sebagaimana harga lainya maka

tingkat suku bunga ditentukan oleh interaksi antara permintaan dan penawaran

(Suhaedi, 2000)


Suku bunga kredit dibedakan menjadi dua, yaitu:


   1. suku bunga nominal, merupakan rate yang dapa diamati dipasar

   2. suku bunga riil, merupakan konsep yang mengukur tingkat bunga yang

       sesungguhnya setelah suku bunga nominal dikurangi dengan laju inflasi

       yang diharapkan.

       Suku bunga kredit mempunyai pengaruh besar terhadap perkembangan

kredit. Semakin tinggi suku bunga kredit maka akan menyebabkan beban




                                       33
masyarakat dalam melunasi pinjaman kreditnya semakin berat, dan akan

mengurangi minat masyarakat untuk melakukan pinjaman kredit yang berakibat

menurunya kredit yang disalurkan. Sebaliknya semakin rendah         tingkat suku

bunga kredit yang ditawarkan maka beban masyarakat akan lebih ringan yang

berdampak meningkatnya jumlah kredit yang disalurkan ke masyarakat (Wardoyo

dalam Jurnal Ekonomi dan Bisnis).




2.5 Pengaruh Kredit Non Lancar Terhadap Kredit


    Menurut (Arthesa, 2009) Kredit non lancar adalah kredit yang tidak bisa
menepati jadwal angsuran sehingga terjadi tunggakan. Ini berarti suatu kredit
dikatagorikan sebagai kredit bermasalah (kredit non lancar) bila tidak dapat
kembali sesuai dengan jangka waktu yang telah disepakati. Untuk mengetahui
besarnya tingkat kredit non lancar suatu bank maka diperlukan suatu ukuran.
Bank Indonesia mengintruksikan perhitungan kredit non lancar dalam laporan
tahunan perbankan nasional sesuai SE BI No.3/33/DPNP tanggal 14 Desember
2001 tentang perhitungan rasio keuangan yang dirumuskan sebagai berikut.
    Rasio kredit non lancar = (Total kredit non lancar / Total Kredit ) x 100%
    Misalnya suatu bank mengalami kredit bermasalah sebesar 50 dengan total
    kredit sebesar 1000, sehingga rasio kredit non lancar bank tersebut adalah 5%
    (50 / 1000 = 0.05).
        Kredit bermasalah atau kredit non lancar jika tidak ditangani dengan baik
akan menjadi sumber kerugian potensial bagi bank. Dalam menjalankan fungsinya
sebagai penyalur dana kepada masyarakat, maka bank sebagai lembaga
perkreditan harus melakukan analisis prinsip 5C guna meminimalisasi resiko
kredit non lancar atau tidak kembalinya kredit. Menurut (Dahlan, 2001) dari sisi
persfektif bank terjadi kredit bermasalah disebabkan oleh berbagai faktor yang
dibedakan sebagai berikut.
  1) Faktor internal.

        Faktor internal kredit bermasalah berhubungan dengan kebijakan dan
     strategi yang ditempuh oleh pihak bank, antara lain.
     a. Kebijakan perkreditan yang ekspansif.

        Bank memiliki dana sering menetapkan kebijakan perkreditan ekspansif
        yang melebihi pertumbuhan kredit secara wajar, yaitu menetapkan
        sejumlah target kredit dalam waktu tertentu.




                                       34
   b. Penyimpangan dalam pelaksanaan prosedur perkreditan.

      Pejabat bank sering tidak mengikuti dan kurang disiplin dalam
      menetapkan prosedur kredit sesuai dengan pedoman dan tata cara
      pemberi kredit dalam suatu bank. Penyimpangan tersebut bisa disebabkan
      karena jumlah dan kualitas SDM, khususnya mengenai masalah
      perkreditan belum memadai. Disamping itu, adanya pihak dalam bank
      yang sangat dominan pemutus kredit.
   c.     Lemahnya sistem administrasi dan pengurusan kredit.

   d. Lemahnya informasi kredit

   e.       Itikad kurang baik dari pihak bank.

     Pemilik atau pengurus bank seringkali memanfaatkan keberadaan
     banknya untuk kepetingan kelompok bisnisnya dengan sengaja melanggar
     ketentuan kehati-hatian bank.
2) Faktor Eksternal

   a. Penurunan kegiatan ekonomi dan tingginya tingkat bunga kredit.

   b. Pemanfaatan iklim persaingan perbankan yang tidak sehat oleh debiur.

   c. Kegagalan usaha debitur.

   d. Debitur mengalami masalah.

     Menurut (Nopirin, 2000) dampak dari keberadaan kredit non lancar dalam
jumlah uang besar tidak hanya berdampak pada bank yang bersangkutan, tetapi
dapat meluas cakupan nasioanl apabilan tidak ditangani dengan cepat. Dampak
keberadaan kredit non lancar yang tidak wajar adalah sebagai berikut:
   a. hilangnya kesempatan memperoleh pendapatan dari kredit yang

        diberikan, sehingga mengurangi perolehan laba dan berpengaruh buruk

        bagi profitabilitas bank.

   b. bank harus memperbesar penyisihan untuk cadangan akifa produktif yang

        diklasifikasikan berdasarkan ketentuan yang berlaku. Hal ini pada

        akhirnya akan mempengaruhi modal bank.

   c. menurunnya nilai tingkat kesehatan bank berdasarkan perhitungan

        kesehatan bank dengan analisis CAMEL.




                                       35
    Perilaku penawaran kredit perbankan juga dipengaruhi oleh persepsi bank

terhadap prospek usaha debitur dan kondisi perbankan itu sendiri seperti

permodalan (CAR), Jumlah Kredit Macet (NPL), dan Loan to Deposit Ratio

(LDR), sehingga dapat dinyatakan dalam suatu bentuk hubungan fungsi :

Penawaran Kredit = f (DPK,Prospek usaha debitur, CAR,NPL,LDR). Jadi kredit

dalam suatu periode memberikan efek yang besar kepada rasio kredit non lancar

pada bank, maka penyaluran kredit pada periode berikutnya akan berkurang. Jadi

variabel kredit non lancar akan berdampak pada sikap bank dalam menyalurkan

kembali dana bank dalam bentuk kredit, dimana veriabel kredit non lancar diduga

akan berpengaruh negatif terhadap jumhlah kredit yang disalurkan bank, karena

semakin besar kredit non lancar akan menyebabkan kredit yang disalurkan akan

berkurang (Meydianawati dalam Buletin Studi Ekonomi)




2.6 Pengaruh Dana Pihak Ketiga (DPK) Terhadap Kredit


       Kegiatan utama bank adalah penghimpunan dana dan pneyaluran dana.

Penghimpunan dana dari masyaraka perlu dilakukan dengan efisiensi dan dapat

disesuaikan dengan rencana penggunaan dana tersebut (Djumhana, 2006). Dana

pihak ketiga merupakan sumber dana bank yang berasal dari masyarakat dalam

bentuk simpanan giro, tabungan dan deposito. Dana yang dihimpun dari

masyarakat ini akan digunakan untuk pendanaan sektor riil melalui penyaluran

kredit. Dana pihak ketiga yang berupa giro, tabungan dan deposito ini dihimpun

oleh bank melalui berbagai macam produk dana yang ditawarkan pada masyarakat




                                      36
luas, yang menaruh kepercayaan terhadap bank yang bersangkutan untuk

menyimpan uangnya kemudian ditarik kembali pada saat jatuh tempo dengan

imbalan bunga maupun capital gain dari bank tersebut.


       Dana pihak ketiga berasal dari deposan, dana deposan ini terdiri atas:


   1) deman deposit adalah simpanan yang penarikanya dapat dilakukan setiap

       saat dengan menggunakan cek untuk penarikan tunai serta dapat

       digunakan    sebagai    alat   pembayaran      atau   bilyet   giro      unuk

       memindahbukukan.

   2) deposio berjangka (time deposit) merupakan simpanan pihak ketiga pada

       bank yang penariknya dapa dilakukan pada waktu tertentu sesuai dengan

       tanggal perjanjian antara deposan dengan bank.

   3) tabungan (saving deposit) merupakan simpanan pihak ketiga yang

       penariknya hanya dapat dilakukan menurut syarat tertentu yang disepakati,

       tetapi tida dapa ditarik dengan cek, bilyet giro, dan/atau alat lain yang

       dipersamakan dengan itu.

       Bank adalah lembaga keuangan yang berfungsi untuk menghimpun dana

dari masyarakat dan menyalurkan kembali ke masyarakat berupa kredit. Jumlah

dana yang dihimpun bank dari masyarakat sudah tentu berupa simpanan tabungan,

deposito dan giro. Semakin besar dana yang dihimpun bank dari masyarakat maka

jumlah dana yang terhimpun akan semakin besar dan meningkat. Seiring dengan

itu jumlah kredit yang nantinya disalurkan kepada masyarakat akan semakin

besar, ini artiya dana pihak ketiga dan kredit memiliki hubungan yang positif

(Cydy, Adelya dalam Jurnal Akuntansi).




                                        37
2.7 Pembahasan Hasil Penelitian Sebelumnya


       Penelitian yang dilakukan oleh Ni Ketut Sukarti (2007) dengan judul

pengaruh modal, DPK, BI rate dan inflasi terhadap jumlah kredit yang disalurkan

PT. Bank BPD Bali. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh

DPK, BI rate, modal dan inflasi terhadap jumlah kredit yang disalurkan oleh PT.

Bank BPD Bali, dan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh DPK, BI rate,

modal dan inflasi terhadap jumlah kredit yang disalurkan PT. Bank BPD Bali.

Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi

linier berganda dan periode penelitian ini adalah tahun 1998 sampai dengan

triwulan II 2007. Adapun hasil dari penelitian ini adalah bahwa DPK, BI rate,

modal dan inflasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap jumlah kredit yang

disalurkan PT. Bank BPD Bali, sedangkan BI rate memiliki pengaruh yang

negatif dan signifikan terhadap jumlah kredit yang disalurkan PT. Bank BPD Bali.

Selanjutnya modal, DPK, BI rate, dan inflasi secara bersama-sama berpengaruh

signifikan terhadap jumlah kredit yang disalurkan PT. Bank BPD Bali.


       Perbedaan penelitian ini dengan penelitian sebelumnya adalah pada

variabel bebas dan objek penelitian yang digunakan. Dalam penelitian ini

menggunakan variabel PDRB, tingkat suku bunga kredit, dan kredit non lancar,

sedangkan pada penelitian sebelumnya tidak terdapat PDRB dan tingkat suku

bunga kredit melainkan BI Rate, modal, dan inflasi. Perbedaan lainya adalah

objek penetian ini adalah seluruh bank umum di Provinsi Bali sedangkan pada

penelitian sebelumnya adalah salah satu bank yaitu Bank BPD. Persamaan

penelitian ini dengan penelitian sebelumnya adalah sama-sama menggunakan




                                      38
Dana Pihak Ketiga (DPK) sebagai variabel bebasnya dan sama-sama mengunakan

teknik analisis linear berganda.


       Penelitian yang dilakukan oleh I Wayan Wahyu Dwipayana (2007) dengan

judul pengaruh suku bunga kredit, DPK, tingkat inflasi dan kurs terhadap jumlah

kredit pada bank pemerintah di Indonesia 1996 – 2005. Tujuan penelitian ini

adalah untuk mengetahui pengaruh keempat variabe bebas tersebut terhadap kredit

pada bank pemerintah baik secara simultan maupun parsial. Dengan

menggunakan teknik analisis regresi linier berganda diperoleh hasil bahwa secara

simultan keempat variabel bebas tersebut memberikan pengaruh yang signifikan

terhadap kredit pada bank pemerintah. Nilai koefisien determinasi diperoleh

sebesar 83,8 persen. Pengujian secara parsial memberikan hasil bahwa dari

keempat variabael bebas yang masuk dalam model, hanya dana pihak ketiga yang

memberikan pengaruh yang signifikan. Tidak berpengaruhnya inflasi dan kurs

terhadap kredit mencerminkan tidak responsifnya masyarakat terhadap perubahan

perekonomian sehingga permintaan kredit cenderung stagnan.


       Perbedaan penelitian ini dengan penelitian sebelumnya adalah pada

variabel bebas dan objek penelitian yang digunakan. Dalam penelitian ini

menggunakan variabel PDRB, tingkat suku bunga kredit, dan kredit non lancar,

sedangkan pada penelitian sebelumnya tidak terdapat PDRB dan tingkat suku

bunga kredit melainkan, inflasi, dan kurs. Persamaan penelitian ini dengan

penelitian sebelumnya adalah sama-sama menggunakan Dana Pihak Ketiga

(DPK) sebagai variabel bebasnya dan sama-sama mengunakan eknik analisis

linear berganda.




                                      39
2.8 Rumusan Hipotesis


       Berdasarkan pokok permasalahan, tujuan penelitian dan kajian pustaka

maka dapat diajukan hipotesis penelitian sebagai berikut.


   1. Bahwa Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), tingkat suku bunga

       kredit, kredit non lancar, dan Dana Pihak Ketiga (DPK) secara serempak

       berpengaruh signifikan terhadap penyaluran kredit pada bank-bank umum

       di Provinsi Bali.

   2. Bahwa Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) dan Dana Pihak Ketiga

       (DPK) secara parsial berpengaruh positif dan signifikan, sedangkan

       tingkat suku bunga kredit dan kredit non lancar secara parsial berpengaruh

       negatif dan signifikan terhadap penyaluran kredit pada bank-bank umum

       di Provinsi Bali.




                                        40
                                     BAB III


                        METODELOGI PENELITIAN




3.1 Lokasi Penelitian


       Penelitian ini dilaksanakan pada bank-bank umum yang terdapat di

Provinsi Bali yang menjadi sampel dalam penelitian ini berdasarkan data di Bank

Indonesia dan BPS.




3.2 Objek Penelitian


       Objek penelitian ini adalah perkembangan kredit pada bank-bank umum di

Provinsi Bali dilihat dari Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), tingkat suku

bunga kredit, kredit non lancar, dan Dana Pihak Ketiga (DPK).




3.3 Indentifikasi Variabel


       Untuk mengetahui pengaruh Produk Domestik Regional Bruto (PDRB),

tingkat suku bunga kredit, kredit non lancar, dan Dana Pihak Ketiga (DPK)

terhadap penyaluran kredit pada bank-bank umum di Provinsi Bali, maka

variabel-variabel yang akan dianalisis dapat diuraikan sebagai berikut.




                                        41
   1) Variabel terikat atau dependent variabel (Y) adalah variabel yang

       dipengaruhi oleh variabel bebas. Variabel terikat dalam penelitian ini

       adalah penyaluran kredit.

   2) Variabel bebas atau          independent variabel adalah variabel yang

       mempengaruhi variabel lainya. Adapun variabel bebas dalam penelitian ini

       antara lain:

       a. PDRB yang dinotasikan dengan (X1)

       b. Tingkat suku bunga kredit yang dinotasikan dengan (X2)

       c. Kredit non lancar yang dinotasikan dengan (X3)

       d. DPK yang dinotasikan dengan (X4)




3.4 Definisi Operasional Variabel


Pengertian dan batasan dari variabel-variabel yang digunakan ini adalah sebagai

berikut.


   1) Penyaluran kredit yang dinotasikan dengan (Y) adalah jumlah kredit yang

       disalurkan oleh bank-bank umum di Propinsi Bali kepada masyarakat yang

       kekurangan dana tahun 2000 – 2010. Penyaluran kredit dinyatakan dalam

       satuan juta rupiah.

   2) Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) yang dinotasikan dengan (X1)

       adalah merupakan total nilai barang dan jasa akhir yang dihasilkan oleh

       seluruh unit usaha di suatu region dalam periode waktu tertentu. PDRB

       dinyatakan dalam satuan juta rupiah.




                                        42
   3) Tingkat suku bunga kredit yang dinotasikan dengan (X2) adalah bunga

       yang ditetapkan oleh bank umum yang memberikan sejumlah kredit

       kepada masyarakat yang membutuhkan dana. Tingkat suku bunga kredit

       dinyatakan dalam persen.

   4) Kredit non lancar yang dinotasikan dengan (X1) adalah kredit yang tidak

       bisa menepati jadwal angsuran sehingga terjadi tunggakan. Kredit non

       lancar dinyatakan dalam persen.

   5) Dana Pihak Ketiga (DPK) yang dinotasikan dengan (X3) merupakan

       jumlah dana yang dihimpun bank dari masyarakat dalam bentuk tabungan

       atau deposito. Dana Pihak Ketiga (DPK) dinyatakan dalam satuan miliar

       rupiah.




3.5 Jenis dan Sumber Data


3.5.1 Jenis Data


       Jenis data berdasrkan atas sifatnya yang digunakan dalam penelitian ini

ada dua yaitu menurut sifat dan menurut sumbernya yang mana sebagai berikut.


A. Menurut Sifatnya

1) Data Kualitatif

       Data kualitatif adalah data yang berbentuk kata, kalimat, meliputi definisi

teori yang ada. Data kualitatif dalam penelitian ini adalah gambaran umum

mengenai penyaluran kredit pada bank-bank umum di Provinsi Bali.




                                         43
2) Data Kuantitatif

       Data Kuantitatif adalah data dalam bentuk angka-angka yang dapat diukur

dengan satuan hitung. Data kuantitatif yang dipergunakan dalam penelitian ini

berupa data-data yang tersaji dalam bentuk table dan grafik.




B. Menurut Sumbernya.

       Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yaitu data

yang diperoleh dari pihak lain yang berkaitan dengan penelitian. Data tersebut

berupa data penyaluran kredit pada bank-bank umum di Provinsi Bali, Produk

Domestik Regional Bruto (PDRB), tingkat suku bunga kredit, kredit non lancar

dan Dana Pihak Ketiga (DPK) yang diterbitkan oleh Bank Indonesia dan BPS

Provinsi Bali




3.6 Metode Pengumpulan Data


       Metode pengumpulan data yang dipakai dalam penelitian ini adalah

metode dokumentasi atau studi kepustakaan yaitu metode pengumpulan data yang

dilakukan dengan melihat dan mempelajari catatan-catatan serta dokumen-

dokumen yang diperoleh dari instansi terkait seperti Bank Indonesia dan BPS

Provinsi Bali dan buku-buku literature.




                                          44
3.7 Teknik Analisis Data


        Teknik analisis dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan

statistic yaitu pendekatan regresi. Untuk independent variabel lebih dari satu

digunakan regresi linear berganda.Proses analisisnya dilakukan dengan program

SPSS.




3.7.1 Regresi Linear Berganda


        Merupakan teknik analisis yang digunakan untuk mengetahui PDRB,

tingkat suku bunga kredit, kredit non lancar dan DPK terhadap penyaluran kredit

pada bank-bank umum di Provinsi Bali.


        Menurut Gujarati (1999 : 9) persamaan regresi linear berganda secara

umum dapat dinyatakan sebagai berikut:


        Y = ß0 + ß1 X1 + ß2 X2 + ß3 X3 + ei........................................................ (1)


Dalam penelitian ini menggunkan model logaritma natural yang dapat dinyatakan

sebagai berikut:


                                                                   
        Ln(Y)=  0+  1Ln(X1)+  2Ln(X2) +  3Ln(X3)+  4Ln(X4) + µ ………….

        (2)


        Keterangan:


        Y                    = penyaluran kredit




                                                 45
       Ln(X1)            = Produk Domestik Regional Bruto (PDRB)


       Ln(X2)            = tingkat suku bunga kredit


       Ln(X3)            = kredit non lancar


       Ln(X4)            = Dana Pihak Ketiga (DPK)


       µ                 = tingkat kesalahan/ tingkat gangguan

        
        0               = intersep


                  
         1,  2,  3,  4 = koefisien regresi


       Ln                = Logaritma natural


       Sebelum menguji dan menganalisis data, dengan bantuan SPSS (Statistical

       Program for Social Science) menurut Gujarati (1999:112) maka perlu

       dilakukan aji asumsi klasik.




3.7.2 Uji Asumsi Klasik


       Pengujian asumsi klasik diperlukan untuk mengetahui apakah hasil

estimasi regresi yang dilakukan benar-benar bebas dari adanya gejala

heteroskedastisitas, gejala multikolinearitas, dan gejala autokorelasi. Pengujian

asumsi klasik terdiri.




                                            46
a) Normalitas

     Uji normalitas dilakukan untuk menguji apakah dalam sebuah model regresi,

residu dari persamaan regresi mempunyai distribusi normal atau tidak. Model

regresi yang baik adalah yang memiliki distribusi normal atau mendekati normal.

Metode yang digunakan adalah dengan menggunakan statistik Kolgomorov-

Smirnov. Alat uji ini biasa disebut dengan K-S yang tersedia dalam program SPSS

11.00 For Windows. Kriteria yang digunakan dalam tes ini adalah dengan

membandingkan antara tingkat signifikansi yang didapat dengan tingkat alpha

yang digunakan, dimana data tersebut dikatakan berdistribusi normal bila sig >

alpha (Ghozali, 2006:115).


b) Autokorelasi

     Uji Autokorelasi dilakukan untuk melacak adanya autokorelasi atau

pengaruh data dari pengamatan sebelumnya dalam model regresi. Jika suatu

model regresi mengandung gejala autokorelasi, maka prediksi yang dilakukan

dengan model regresi tersebut akan tidak baik atau dapat memberikan hasil

prediksi yang menyimpang. Uji autokorelasi dilakukan untuk mendeteksi adanya

korelasi antara data pada masa sebelumnya (t-1) dengan data sesudahnya (t1).

Model uji yang baik adalah terbebas autokorelasi. Deteksi autokorelasi digunakan

uji Run Test. Deteksi autokorelasi dilihat dari nilai Asymp. Sig yang dihasilkan.

Jika nilai Asymp. Sig lebih besar dari alpha ( = 0,05) maka model uji terbebas

dari autokorelasi (Ghozali, 2006: 104)




                                         47
c)     Multikolinieritas

           Uji Multikolenieritas bertujuan untuk menguji apakah pada model

regresi ditemukan adanya korelasi antara variabel bebas, (Ghozali, 2002: 57).

Model regresi yang baik seharusnya tidak terjadi korelasi diantara variabel bebas.

Model regresi yang baik adalah model yang bebas dari gejala multikolenier. Jika

suatu digunakan model regresi yang mengandung gejala multikolinier dipaksakan

untuk digunakan, maka akan menghasilkan hasil prediksi yang menyimpang.

Untuk mngetahui ada tidaknya korelasi antar sesama variabel bebas dapat dilihat

dari nilai tolerance dan nilai variance inflation factor (VIF). Jika nilai tolerance

lebih dari 10 persen atau VIF kurang dari 10, maka dikatakan tidak

Multikolinieritas.


d) Heteroskedastisitas

         Uji ini bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi terjadi

ketidaksamaan varians dari residual satu pengamatan ke pengamatan yang lain.

Model regresi yang baik adalah yang tidak mengandung gejala heteroskedastisitas

atau     mempunyai        varians      yang      homogen.        Untuk      mendeteksi        gejala

heteroskedastisitas, dapat dilakukan dengan Metode Glejser sebagai berikut.


         Metode ini adalah meregres variabel bebas terhadap absolut residual

dengan formula : ei    1 X 1  .............. k X k  ui .............................. (1.2)


Jika variabel bebas yang diteliti tidak mempunyai pengaruh signifikan terhadap

residual absolut  e1 , berarti model regresi yang dilibatkan tidak mengandung

gejala heteroskedastisitas.




                                                 48
3.7.3 Uji Signifikansi Koefisien Regresi


a) Uji Simultan (F.Test)


         Bertujuan untuk menguji signifikansi pengaruh variabel bebas (X1),

(X2), (X3), dan (X4) terhadap perkembangan kredit (Y) secara simultan.


Langkah-langkah.


a. Rumusan Hipotesis


       Ho     : β1 = β2 = β3 = β4 = 0 artinya tidak ada pengaruh signifikan secara

              simultan antara PDRB, tingkat suku bunga kredit, kredit non

              lancar, dan DPK terhadap penyaluran kredit pada bank-bank umum

              di Provinsi Bali.


       H1     : Paling sedikit salah satu βi ≠ 0 ( i = 1, 2, 3 dan 4 ) artinya ada

              pengaruh signifikan secara simultan antara PDRB, tingkat suku

              bunga kredit, kredit non lancar, dan DPK terhadap penyaluran

              kredit pada bank-bank umum di Provinsi Bali.




b. Kriteria


       Perhitungan F tabel dengan penentuan taraf nyata 5 % (α = 5 %) dan df =

       (k-1)(n-k):


       Dengan demikian F tabel adalah sebesar F a (k-1)(n-k)




                                       49
c.   Menghitung F hitung


       Secara matematis F hitung dapat diperoleh rumus:


                         R2 / k 1
       F hitung =                         …………………….....           (1.4)
                     (1  R 2 )(n  k )


       Dengan R2 = Koefisien Determinasi.


d. Kesimpulan


       Jika F hitung ≤ F tabel atau signifikasi ≥ α (0,05), maka Ho diterima dan

       H1 ditolak.


       Jika F hitung > F tabel atau signifikan < α (0,05), maka H0 ditolak dan

       diterima H1 dierima


       Gambar 3.1            Daerah Pengujian Penerimaan dan Penolakan Ho

                             Dengan Uji F
                      f(F)




                              Daerah penerimaan   Daerah Penolakan H0

                              H
                      0                                Fα= 0,05 (n-k);(k-1)




              Sumber :Wirawan (2002;23;238)




                                            50
b) Uji Parsial (t-test)


         Digunakan untuk mengetahui signifikasi pengaruh variabel bebas PDRB

(X1), tingkat suku bunga kredit (X2), kredit non lancar (X3) dan DPK (X4)

terhadap variabel terikat penyaluran kredit bank-bank umum (Y).


Rumusan hipotesisnya adalah sebagai berikut.


1.   Pengaruh Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) terhadap terhadap

     penyaluran kredit pada bank-bank umum di Provinsi Bali.

a. Merumuskan hipotesis

       Ho    : β1 = 0 artinya tidak ada pengaruh positif antara Produk Domestik

                      Regional Bruto (PDRB) secara parsial terhadap penyaluran

                      kredit pada bank-bank umum di Provinsi Bali.


       H1    : β1 > 0 artinya ada pengaruh positif antara Produk Domestik

                      Regional Bruto (PDRB) secara parsial terhadap penyaluran

                      kredit pada bank-bank umum di Provinsi Bali.


b. Taraf Nyata

       Dengan taraf nyata (α) = 5 % atau tingkat keyakinan 95 % derajat

       kebebasan (n-k) maka t tabel = t -( n-k)


c. Kriteria Pengujian

       Jika T hitung ≤ t tabel, maka Ho diterima dan diterima H1 ditolak


       Jika T hitung > t tabel, maka Ho ditolak dan diterima H1 diterima.




                                        51
       Gambar 3.2       Daerah Pengujian Penerimaan dan Penolakan Ho

                        Dengan Uji t




                                                                  Daerah penolakan H0

                                 Daerah penerimaan H0




                                                0          tα= 0,05(n-k);(k-1)


     Sumber:Nata Wirawan (2002: 215)




2.   Pengaruh tingkat suku bunga kredit terhadap terhadap penyaluran kredit

     pada bank-bank umum di Provinsi Bali.

a. Merumuskan hipotesis

       Ho   : β2 = 0 artinya tidak ada pengaruh positif antara tingkat suku bunga

                     kredit secara parsial terhadap penyaluran kredit pada bank-

                     bank umum di Provinsi Bali.


       H1   : β2 < 0 artinya ada pengaruh positif antara tingkat suku bunga kredit

                    secara parsial terhadap penyaluran kredit pada bank-bank

                    umum di Provinsi Bali.


b. Taraf Nyata

       Dengan taraf nyata (α) = 5 % atau tingkat keyakinan 95 % derajat

       kebebasan (n-k) maka t tabel = t -( n-k)




                                         52
c. Kriteria Pengujian

       Jika T hitung ≥ t tabel, maka Ho diterima dan diterima H1 ditolak


       Jika T hitung < t tabel, maka Ho ditolak dan diterima H1 diterima.




       Gambar 3.3             Daerah Pengujian Penerimaan dan Penolakan Ho

                              Dengan Uji t




     Daerah penolakan H0
                                             Daerah penerimaan H0




             t:α=0,05(n-k);(k-1)


             Sumber: Wirawan (2002: 215)



3.   Pengaruh kredit non lancar terhadap terhadap penyaluran kredit pada bank-

     bank umum di Provinsi Bali.

a. Merumuskan hipotesis

       Ho     : β2 = 0 artinya tidak ada pengaruh positif antara kredit non lancar

                           secara parsial terhadap penyaluran kredit pada bank-bank

                           umum di Provinsi Bali.


       H1     : β2 < 0 artinya ada pengaruh positif antara kredit non lancar secara

                           parsial terhadap penyaluran kredit pada bank-bank umum di

                           Provinsi Bali.




                                               53
b. Taraf Nyata

          Dengan taraf nyata (α) = 5 % atau tingkat keyakinan 95 % derajat

          kebebasan (n-k) maka t tabel = t -( n-k)


c. Kriteria Pengujian

          Jika T hitung ≥ t tabel, maka Ho diterima dan diterima H1 ditolak


          Jika T hitung < t tabel, maka Ho ditolak dan diterima H1 diterima.


          Gambar 3.4               Daerah Pengujian Penerimaan dan Penolakan Ho

                                   Dengan Uji t




     Daerah penolakan H0
                                            Daerah penerimaan H0




             t:α=0,05(n-k);(k-1)

           Sumber: Wirawan (2002: 215)




4.     Pengaruh Dana Pihak Ketiga (DPK) terhadap terhadap penyaluran kredit

       pada bank-bank umum di Provinsi Bali.

a. Merumuskan hipotesis

          Ho     : β4 = 0 artinya tidak ada pengaruh positif antara Dana Pihak Ketiga

                             (DPK) secara parsial terhadap penyaluran kredit pada bank-

                             bank umum di Provinsi Bali.




                                                  54
       H1   : β4 > 0 artinya ada pengaruh positif antara Dana Pihak Ketiga (DPK)

                     secara parsial terhadap penyaluran kredit pada bank-bank

                     umum di Provinsi Bali.


b. Taraf Nyata

       Dengan taraf nyata (α) = 5 % atau tingkat keyakinan 95 % derajat

       kebebasan (n-k) maka t tabel = t -( n-k )


c. Kriteria Pengujian

       Jika T hitung ≤ t tabel, maka Ho diterima dan diterima H1 ditolak


       Jika T hitung > t tabel, maka Ho ditolak dan diterima H1 diterima.


       Gambar 3.5       Daerah Pengujian Penerimaan dan Penolakan Ho

                        Dengan Uji t




                                                                    Daerah penolakan H0

                                 Daerah penerimaan H0




                                                           tα= 0,05(n-k);(k-1)




       Sumber: Wirawan (2002: 215)




                                         55
                                   BAB IV


                    PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN




4.1 Gambaran Umum Lokasi Penelitian


4.1.1 Gambaran Umum Provinsi Bali


       Provinsi Bali terdiri dari beberapa pulau, yaitu bali merupakan pulau

terbesar, sedangkan pulau-pulau kecil lainnya adalah Pulau Nusa Penida, Pulau

Nusa Ceningan, Pulau Nusa Lembongan, Pulau Serangan dan Pulau Menjangan.

Secara geografis, Provinsi Bali terletak pada posisi titik koordinat 8 003’40”-

8050’48” LS (Lintang Selatan) dan 114042’40” BT (Bujur Timur) dengan batas-

batas sebagai berikut:


        a. Sebelah utara adalah Laut Bali

        b. Sebelah selatan dengan Samudra Indonesia

        c. Sebelah barat dengan Selat Bali

        d. Sebelah timur dengan Selat Lombok

       Provinsi Bali secara keseluruhan mempunyai luas wilayah 5.636,66 km2

yang dihuni sebanyak 3.891.428 jiwa, dengan rata-rata tingkat kepadatan

penduduknya 690 jiwa per km2. Capaian tingkat kepadatan penduduk tertinggi

doperoleh Kota Denpasar sebanyak 6.170 per km2. Sebalikny, Kabupaten

Jembrana memiliki tingkat kepadatan penduduk terendah sebanyak 311 jiwa per

km2.




                                      56
       Berdasarkan angka sementara hasil pendataan sensus penduduk (SP2010),

jumlah penduduk Provinsi Bali tercatat 3.891.428 jiwa, terdiri dari 1.961.170 jiwa

laki-laki dan 1.930.258 jiwa perempuan. Sebaran penduduk bali masih

terkonsentrasi di Denpasar yakni sebesar 20,26 persen, dan Kabupaten Buleleng

sebesar 16,04 persen sementara kabupaten lainnya hanya sekitar 4 persen hingga

14 persen.


       Ada tiga kabupaten/kota di Bali yang memiliki jumlah penduduk

terbanyak, yakni Kota Denpasar (788.445 jiwa), Kabupaten Buleleng (624.079

jiwa), dan Kabupaten Badung (543.682 jiwa). Sebaliknya Klungkung merupakan

kabupaten yang memiliki jumlah penduduk terkecil, hanya 170.6559 jiwa.


             Provinsi Bali juga dapat digolongkan menjadi tiga bagian yang
membujur dari daerah barat ke daerah timur, yaitu:
  1) bagian pesisir selatan, merupakan daerah dataran rendah yang sebagian

       besar persawahan dan perkebunan rakyat dengan hasil-hasil antara lain:

       padi, kelapa dan tanaman lainnya. Daerah pesisir selatan meliputi

       Kabupaten Jembrana, Tabanan, Badung, Gianyar dan sebagian kecil

       daerah Karangasem.

   2) bagian tengah, terdiri dari daerah dataran tinggi yang meliputi Kabupaten

       Karangasem, Bangli, Buleleng, Gianyar dan Jembrana. Hasil-hasil dari

       dataran tinggi tersebut antara lain: kelapa, jeruk, padi, sayur-sayuran dan

       buah-buahan. Selain itu, banyak tersebat obyek wisata seperti Bedugul,

       Sangeh, Kintamani, Pura Besakih dan Istana Taampak Siring.

   3) Bagian pesisir utara boleh dikatakan hanya memiliki Buleleng yang

       merupakan daerah rendah dengan perkebunan rakyat dan persawahan yang




                                       57
          menghasilkan antara lain: kelapa, padi, tembakau, kapuk, dan buah-

          buahan.




4.1.2 Pertumbuhan Ekonomi Provinsi Bali


          Pertumbuhan ekonomi merupakan salah satu indikator untuk melihat

keberhasilan pembangunan nasional maupun daerah. Dalam proses pembangunan

selalu diupayakan pertumbuhan ekonomi adalah setinggi mungkin, yang identik

dengan pendapatan perkapita yang tinggi pula. PDRB sebagai cermin total nilai

tambah yang tercipta akibat proses produksi suatu wilayah dalam jangka waktu

terentu    memegang    peranan   penting   dalam   perencanaan   dan   evaluasi

pembangunan.




Tabel 4.1 Perkembangan Pertumbuhan Ekonomi dan Pendapatan Perkapita
         Provinsi Bali, (menurut harga konstan 2000)



                    Pertumbuhan ekonomi       Pendapatan per kapita
            Tahun
                            (%)                   (Rp jutaan)
            2006            5,56                     6,14
            2007            5,28                     6,46
            2008            5,92                     6,75
            2009            5,97                     7,08
            2010            5,33                     7,39
          Sumber: BPS Provinsi Bali 2011




                                      58
       Dalam kurun waktu 2006-2010 pertumbuhan Provinsi Bali bervariasi

antara 5,28-597 persen (rata-rata 5,61 persen pertahun) dengan kecendrungan

menurun. Selama periode 2000-2010 rata-rata pertumbuhan penduduknya 2,15

persen per tahun. Ini berarti kesejahteraan ekonomi penduduk Provinsi Bali

meningkat sekitar 3,46 persen.


       Secara makro angka-angka diatas baik, karena pendapatan perkapita terus

meningkat dibawah kondisi pertumbuhan ekonomi yang cenderung menurun.

Pariwisata sebagai motor penggrak perekonomian Provinsi Bali sangat tergantung

pada ekonomi dunia terutama negara-negara pemasok wisman. Sementara pada

tahun bersangkuan dapat dikatakan sebagai puncak dari krisis finansial yang

melanda sebagian besar negara di dunia. Masih beruntung daya beli domestik

menunjukan peningkaan berarti, seiring dengan terjaganya inflasi serta tingginya

permintaan akan barang dan jasa akibat diselenggarakanya beberapa perhelatan

akbar seperti pemilu legislatif dan pemilu presiden sehingga kinerja ekonomi

Provinsi Bali tumbuh positif.




4.1.3 Pertumbuhan Sektor Perbankan Provinsi Bali


       Dalam ekonomi modern, peranan perbankan untuk menunjang kinerja

sangatlah vital. Kemajuan pembangunan suatu daerah sudah pasti di dukung oleh

pembiayaan baik itu dari pemerintah (APBN dan APBD) serta dana masyarakat/

swasta. Perbankan mempunyai peran sebagai intermediasi untuk mengumpulkan

dan menyalurkan kembali dana tersebut, terutama dana masyarakat dan swasta.




                                      59
          Pada perkembanganya jumlah bank-bank umum dari tahun ke tahun

cenderung menurun, namun demikian jumlah kantor bank ternyata mengalami

peningkatan. Hal ini sejalan dengan kinerja perbankan yang juga menunjukan

peningkatan yang cukup berarti. Dana yang dikumpulkan dari masyarakat terus

mengalami peningkaan dari tahun ke tahun, sehingga berdampak positif bagi

penyaluran kredit kepada masyarakat yang membutuhkan dana. Dilihat dari

penggunaanya, kredit yang disalurkan oleh perbankan ternyata tidak lagi

didominasi oleh kredit konsumsi. Walaupun dari tiga jenis penggunaan kredit

(kredi konsumsi, modal kerja dan investasi), kredit konsumsi masih tercatat paling

besar, namun peranannya tidak terlalu dominan (hampir sebanding dengan kredit

unuk modal kerja).




4.2 Deskripsi Hasil Penelitian


          Penelitian ini menggunakan lima variabel sebagai alat ukur. Kelima

variabel tersebut adalah penyaluran kredit dinotasikan dengan (Y), Produk

Domestik Regional Bruto (PDRB) dinotasikan dengan (X1), suku bunga kredit

dinotasikan dengan (X2), kredit non lancar dinotasikan dengan (X3), dan Dana

Pihak Ketiga (DPK) dinotasikan dengan (X4). Deskripsi data dari ketiga variabel

tersebut disajikan pada Tabel 4.4 di bawah ini.


                 Tabel 4.2 Statistik Deskriptif Variabel Penelitian
                                       Descriptive Statistics

                           N          Minimum          Maximum              Mean        Std. Deviation
 PDRB                          11   17.293.089,00    26.228.275,00      21.496.960,91    3.265.949,26
 Suku Bunga Kredit             11           13,00               19,19          15,59             2,14
 NPL                           11            3,79               27,49            9,66            7,81
 Dana Pihak Ketiga             11     714.513,00      2.257.905,00       1.259.825,82      506.441,00
 Kredit                        11    4.768.906,00    24.832.211,00      11.501.856,55    6.307.890,98
Sumber : Lampiran 1
 Ln(PDRB)                      11           -2,04                 ,37            -,38              ,79
 Ln(Suku Bunga Kredit)         11            60
                                            -1,87                 ,52            -,53              ,91
 Ln(NPL)                       11           -1,79                 ,83            -,61              ,74
 Ln(Dana Pihak Ketiga)         11           -2,80                 ,68            -,46              ,92
 Ln(Kredit)                    11           -1,91                 ,75            -,51              ,82
       Tabel 4.1 menunjukkan bahwa dilihat dari penyaluran kredit dari tahun

2000 sampai dengan tahun 2010 penyaluran kredit terendah sebesar 4.768.906

juta rupiah sedangkan yang tertinggi adalah sebesar 24.832.211 juta rupiah,

dengan rata-rata kredit yang mampu disalurkan sebesar 11.501.856,55 juta rupiah.

Dilihat dari Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) yang terendah sebesar

17.293.089 triliyun sedangkan yang tertinggi sebesar 26.288.275 triliyun, dan

rata-rata sebesar 21.496.690,91 triliyun. Tingkat suku bunga kredit terendah

sebesar 13% sedangkan yang tertinggi sebesar 19,19% dengan rata-rata 15,59%.

Untuk kredit non lancar yang terendah sebesar 3,79% sedangkan yang tertinggi

sebesar 27,49% dengan rata-rata 9,66%. Jumlah Dana Pihak Ketiga (DPK) yang

mampu diserap oleh bank-bank umum di Provinsi Bali terendah sebesar 714.513

miliar sendangkan yang tertinggi sebesar 2.257.905 miliar dengan rata-rata

sebesar 1.259.825,82 miliar.




4.3 Hasil Analisis Data


4.3.1 Analisis Regresi Linier Berganda


       Penelitian ini menggunakan model regresi linier berganda unuk

mendapatkan taksiran regresi yang terbaik. Adapun tahapan analisis data adalah

data-data dalam penelitian ini diregres dengan regresi linier berganda kemudian

dilakukan uji asumsi klasik. Berikut ini pada Table 4.2 disajikan hasil regresi

dengan model regresi linier berganda.




                                         61
        Tabel 4.3 Hasil Penafsiran Dengan Model Regresi Linier Berganda

                                             Coefficients a

                                            Unstandardized     Standardized
                                             Coefficients      Coefficients
                                                      Std.
     Model                                  B         Error       Beta            t      Sig.
     1           (Constant)                 -,156       ,179                     -,868     ,419
                 Ln(PDRB)                    ,304       ,316             ,292     ,963    ,373
                 Ln(Suku Bunga Kredit)      -,139       ,183             -,153   -,763    ,474
                 Ln(NPL)                     ,023       ,194             ,021     ,121    ,908
                 Ln(Dana Pihak Ketiga)       ,651       ,250             ,723    2,601    ,041
        a. Dependent Variable: Ln(Kredit)



 Constant =            -0,156

 R               =       0,915

 R Square =              0,838

 Fhitung         =       7,760

 Sig.             =        0,015



 Sumber : Lampiran 6



             Berdasarkan rangkuman hasil analisis data yang terdapat pada Table 4.2,

maka dapat diperoleh persamaan regresi sebagai berikut:


Ln(Y) = β0 + β1Ln(X1) + β2Ln(X2) + β3Ln(X3) + β4Ln(X4)

           = -0,156 + 0,304 Ln(X1) – 0,139 Ln(X2) + 0,023 Ln(X3) + 0,651 Ln(X4)




                                              62
4.3.2 Uji Asumsi Klasik

1) Uji Normalitas

       Uji normalitas dilakukan untuk menguji apakah dalam sebuah model

regresi, residu dari persamaan regresi mempunyai distribusi normal atau tidak.

Model regresi yang baik adalah yang memiliki distribusi normal atau mendekati

normal. Metode yang digunakan adalah dengan menggunakan statistik

Kolgomorov-Smirnov.


                                   Tabel 4.4 Uji Normalitas
                                          One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test

                                                                               Unstandardized
                                                                                  Residual
                 N                                                                           11
                 Normal Parameters        a,b     Mean                                ,0000000
                                                  Std. Deviation                     ,33178697
                 Most Extreme                     Absolute                                 ,191
                 Differences                      Positive                                 ,128
                                                  Negative                                -,191
                 Kolmogorov-Smirnov Z                                                      ,633
                 Asymp. Sig. (2-tailed)                                                    ,818
                     a. Test distribution is Normal.
                     b. Calculated from data.




                Sumber : Lampiran 2


     Tabel 4.3 menunjukan bahwa residual model berdistribusi normal. Hal ini

dapat ditunjukkan oleh nilai Asymp. Sig. (0,818) yang lebih besar dari 0,05. Oleh

karena itu model yang dibuat pantas digunakan untuk analisis lebih lanjut.




                                                       63
2) Uji Autokorelasi


      Uji Autokorelasi dilakukan untuk melacak adanya autokorelasi atau

pengaruh data dari pengamatan sebelumnya dalam model regresi. Jika suatu

model regresi mengandung gejala autokorelasi, maka prediksi yang dilakukan

dengan model regresi tersebut akan tidak baik atau dapat memberikan hasil

prediksi yang menyimpang.


                   Tabel 4.5 Uji Autokorelasi dengan Runs Test
                                        Runs Test

                                                       Unstandardized
                                                          Residual
               Test Value      a                                   ,07661
               Cases < Test Value                                      5
               Cases >= Test Value                                     6
               Total Cases                                            11
               Number of Runs                                          5
               Z                                                    -,612
               Asymp. Sig. (2-tailed)                                ,540
                    a. Median



      Tabel 4.4 menunjukan bahwa nilai Asymp. Sig. (0,540) yang lebih besar dari

0,05. Hal ini berarti model regresi ini tidak mengandung gejala autokorelasi, oleh
             Sumber : Lampiran 3
karena itu model yang dibuat pantas digunakan untuk analisis lebih lanju.




3) Uji Multikolinearitas


       Terjadinya multikolenieritas dapat diketahui dari besarnya VIF (Varian

Inflantion Factor) yang disajikan pada Tabel 4.6. Jika nilai VIF lebih kecil dari 10,




                                         64
maka tidak ada gejala multikolinieritas. Sebaliknya, apabila memiliki nilai VIF

lebih besar dari 10 maka ada gejala multikolinieritas.


                   Tabel 4.6 Uji Mulitikolinearitas dengan VIF

                                      Coefficientsa




                                                    Collinearity Statistics
                  Model                           Tolerance         VIF
                  1       Ln(PDRB)                     ,294          3,400
                          Ln(Suku Bunga Kredit)          ,670        1,493
                          Ln(NPL)                        ,892        1,121
                          Ln(Dana Pihak Ketiga)          ,349        2,865
                    a. Dependent Variable: Ln(Kredit)




               Sumber : Lampiran 4


       Tabel 4.5 menunjukkan          bahwa nilai dari keempat variabel bebas

Tolerance lebih besar dari 0,1 dan VIF bernilai lebih kecil dari 10, sehingga tidak

ditemukan gejala multikolinieritas pada model yang digunakan.




4) Uji Heterokedasisitas


       Untuk mendeteksi ada tidaknya gejala heterokedastisitas pada model

regresi dalam penelitian ini, digunakan uji Glejser. Hasil Uji Glejser dutunjukan

pada Tabel 4.6’




                                         65
                 Tabel 4.7 Uji Heterokedastisitas dengan Uji Glejser


                                        Coefficientsa

                                       Unstandardized   Standardized
                                        Coefficients    Coefficients
                                                Std.
   Model                                 B      Error      Beta          t      Sig.
   1           (Constant)               ,213     ,104                  2,053    ,086
               Ln(PDRB)                 ,146     ,182          ,522     ,803    ,453
               Ln(Suku Bunga Kredit)    ,054     ,105          ,220     ,510    ,628
               Ln(NPL)                  -,035    ,112         -,116     -,310   ,767
               Ln(Dana Pihak Ketiga)    -,183    ,145         -,756    -1,268   ,252
      a. Dependent Variable: ABSRES2




 Sumber : Lampiran 5


        Tabel 4.6 menunjukkan bahwa nilai koefisien regresi keempat valiabel

lebih bsar dari 0,05, sehingga tidak terjadi gejala heterokedastisitas pada model

regresi ini.




4.4 Pembahasan Hasil Penelitian


4.4.1 Pengaruh Simultan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), Tingkat
      Suku Bunga Kredit, Kredit Non Lancar, dan Dana Pihak Ketiga (DPK)
      Terhadap Penyaluran Kredit Pada Bank-Bank Umum di Provinsi Bali




      Jumlah Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), tingkat suku bunga

kredit, kredit non lancar, dan Dana Pihak Ketiga (DPK) secara simultan

berpengaruh signifikan terhadap penyaluran kredit pada bank-bank umum di




                                           66
Provinsi Bali. Hasil uji statistik menunjukkan signifikan pada taraf nyata 5 persen

yang dapat ditunjukkan dengan nilai signifikansi sebesar 0,015. Hasil penelitian

ini sesuai dengan hipotesis yang diajukan sebelumnya. Hasil penelitian ini

menunjukkan bahwa variabel-variabel yang dimasukan dalam model secara

simultan memberikan pengaruh yang signifikan terhadap penyaluran kredit pada

bank-bank umum di Provinsi Bali tahun 2000 – 2010.


       Nilai koefisien determinasi (R2) sebesar 0,838 yang menunjukkan bahwa

83,8 persen variasi jumlah kredit yang disalurkan oleh bank-bank umum di

Provinsi Bali dijelaskan oleh Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), tingkat

suku bunga kredit, kredit non lancar, dan Dana Pihak Ketiga (DPK), sedangkan

16,7 persen dijelaskan oleh variabel lain yang tidak dimasukkan ke dalam model.




4.4.2 Pengaruh Secara Parsial Produk Domestik Regional Bruto (PDRB),
      Tingkat Suku Bunga Kredit, Kredit Non Lancar, dan Dana Pihak
      Ketiga (DPK) Terhadap Penyaluran Kredit Pada Bank-Bank Umum di
      Provinsi Bali




       Hasil uji t terhadap variabel PDRB menghasilkan nilai thitung sebesar 0,963

dengan signifikansi 0,373. Nilai thitung ini lebih kecil dari nilai ttabel yaitu 1,895.

Jadi dapat disimpulkan bahwa PDRB berpengaruh positif dan tidak signifikan

secara parsial terhadap penyaluran kredit pada bank-bank umum di Provinsi Bali.

Nilai estimasi koefisien PDRB β1 = 0,304 memiliki arti jika Produk Domestik

Regional Bruto (PDRB) meningkat sebesar satu persen maka penyaluran kredit




                                          67
oleh bank-bank umum di Provinsi Bali mengalami peningkaan sebesar 0,304

persen dengan asumsi tingkat suku bunga, kredit non lancar, dan Dana Pihak

Ketiga (DPK) konstan. Hasil penelitian ini berbeda dengan hipotesis awal yang

menyatakan bahwa PDRB berpengaruh positif dan signifikan terhadap penyaluran

kredit pada bank-bank umum di Provinsi Bali. Hal ini disebabkan peningkatan

PDRB yang terjadi pada periode 2000 – 2010 akan berdampak pendapatan

masyarakat akan meningkat dan tabungan (saving) pun meningkat. Yang menjadi

permasalahan adalah dana yang di tabung itu tidak hanya disimpam pada bank-

bank umum yang ada ada, akan tetapi belakangan ini banyak masyarakat

(umumnya pedesaan) lebih memilih lembaga keuangan lainya seperti Koperasi,

LPD, maupun BPR yang tersebar dimana-mana. Kecenderungan masyarakat

memilih lembaga keuangan lain daripada bank umum disebabkan oleh prosedur

yang     lebih mudah dibandingkan pada bank-bank umum. Inilah yang

menyebabkan variabel PDRB pada penelitian ini tidak berpengaruh singnifikan

terhadap penyaluran kredit pada bank-bank umum Provinsi Bali Tahun 2000 –

2010.


        Hasil uji t terhadap variabel tingkat suku bunga kredit menghasilkan nilai

thitung sebesar -0,763 dengan signifikansi 0,474. Nilai t hitung ini lebih kecil dari nilai

ttabel yaitu 1,895. Jadi dapat disimpulkan bahwa tingkat suku bunga kredit

berpengaruh negatif dan tidak signifikan secara parsial terhadap penyaluran kredit

pada bank-bank umum di Provinsi Bali. Nilai estimasi koefisien tingkat suku

bunga kredit β2 = -0,139 memiliki arti jika tingkat suku bunga kredit meningkat

sebesar satu persen maka penyaluran kredit oleh bank-bank umum di Provinsi




                                            68
Bali mengalami penurunan sebesar 0,139 persen dengan asumsi PDRB, kredit non

lancar, dan Dana Pihak Ketiga (DPK) konstan. Hasil penelitian ini berbeda

dengan hipotesis awal yang menyatakan bahwa tingkat suku bunga kredit

berpengaruh negatif dan signifikan terhadap penyaluran kredit pada bank-bank

umum di Provinsi Bali. Hal ini disebabkan kondisi perekonomian Provinsi Bali

pada periode 2000 – 2010 berda pada kondisi yang kurang stabil dan

mendapatkan berbagai peristiwa yang berdampak buruk pada perekonomian

Indonesia, dimana pada awal tahun 2000 perekonomian Indonesia baru saja

bangkit dari krisis moneter yang melanda Indonesia. Pada tahun 2002 terjadi

peristiwa bom Bali yang berakibat fatal bagi perekonomian Indonesia khususnya

Bali, dan sekarang ini terjadi krisis ekonomi global yang melanda perekonomian

dunia. Peristiwa - peristiwa inilah yang menyebabkan kondisi perekonomian

menjadi tidak stabil sehingga masyarakat berfikir untuk mencari kredit. Inilah

yang menyebabkan variabel tingkat suku bunga kredit pada penetilitian ini tidak

berpengaruh signifikan terhadap penyaluran kredit pada bank-bank umum di

Provinsi Bali tahun 2000-2010.


      Hasil uji t terhadap variabel kredit non lancar menghasilkan nilai thitung

sebesar 0,121 dengan signifikansi 0,908. Nilai thitung ini lebih besar dari nilai ttabel

yaitu -1,985. Jadi dapat disimpulkan bahwa kredit non lancar berpengaruh positif

dan tidak signifikan secara parsial terhadap penyaluran kredit pada bank-bank

umum di Provinsi Bali. Hasil ini berbeda dengan hipotesis awal yang menyatakan

bahwa kredit non lancar berpengaruh negatif terhadap penyaluran kredit. Nilai

estimasi koefisien kredit non lancar β3 = 0,023 memiliki arti jika kredit non lancar




                                          69
meningkat sebesar satu persen maka penyaluran kredit oleh bank-bank umum di

Provinsi Bali mengalami peningkatan sebesar 0,023 persen dengan asumsi Produk

Domestik Regional Bruto (PDRB), tingkat suku bunga kredit, dan Dana Pihak

ketiga (DPK) konstan. Meskipun jumlah kredit macet tetap ada dari tahun ke

tahun akan tetapi tidak mempengaruhi atau mengurangi penyaluran kredit di tahun

berikutnya. Hal ini dikarenakan pihak bank telah mengupayakan untuk mengatasi

jumlah kredit non lancar tersebut. Misalnya dengan melakukan perpanjangan

kredit ataupun memberikan kompensasi terhadap kreditur yang tidak mampu

melunasi kredit pada saat masa kontrak kredit berakhir, sehingga bank tetap akan

mendapatkan keuntungan dan kredit non lancar tersebut dapat diatasi. Inilah yang

menyebabkan variabel tingkat kredit non lancar pada penetilitian ini tidak

berpengaruh signifikan terhadap penyaluran kredit pada bank-bank umum di

Provinsi Bali tahun 2000-2010.


      Hasil uji t terhadap variabel DPK menghasilkan nilai thitung sebesar 2,601

dengan signifikansi 0,041. Nilai thitung ini lebih besar dari nilai ttabel yaitu 1,895.

Jadi dapat disimpulkan bahwa DPK bepengaruh positif dan signifikan secara

parsial terhadap penyaluran kredit pada bank-bank umum di Provinsi Bali. Hasil

ini sesuai dengan hipotesis awal yang menyatakan dana pihak ketiga berpengaruh

positif dan signifikan terhadap penyaluran kredit pada bank-bank umum di

Provinsi Bali. Hasil penelitian ini juga sesuai dengan hasil penelitian sebelumnya

yang dilakukan oleh Wahyu Dwipayana (2007) dan Sukarti (2007). Nilai estimasi

koefisien Dana pihak ketiga (DPK) β4 = 0,651 memiliki arti jika Dana Pihak

Ketiga (DPK) meningkat sebesar 1 persen maka penyaluran kredit kepada




                                          70
masyarakat akan meningkat sebesar 0,651 persen dengan asumsi Produk

Domestik Regional Bruto (PDRB), tingkat suku bunga kredit, dan kredit non

lancar konstan.




                                   71
                                   BAB V


                          SIMPULAN DAN SARAN




5.1 Simpulan

   Berdasarkan pembahasan yang telah diuraikan pada bab IV maka dapat dibuat

kesimpulan sebagai berikut.


1) Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), tingkat suku bunga kredit, kredit

   non lancar, dan Dana Pihak Ketiga (DPK) secara simultan berpengaruh

   signifikan terhadap penyaluran kredit pada bank-bank umum di Provinsi Bali

   tahun 2000 – 2010. Nilai koefisien determinasi (R2) sebesar 0,838 yang

   menunjukkan bahwa 83,8 persen variasi jumlah kredi yang disalurkan oleh

   bank-bank umum di Provinsi Bali dijelaskan oleh Produk Domestik Regional

   Bruto (PDRB), tingkat suku bunga kredit, kredit non lancar, dan Dana Pihak

   Ketiga (DPK), sedangkan 16,7 persen dijelaskan oleh variabel lain yang tidak

   dimasukkan ke dalam model.


2) Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) PDRB berpengaruh positif dan

   tidak signifikan secara parsial terhadap penyaluran kredit pada bank-bank

   umum di Provinsi Bali, hasil penelitian ini berbeda dengan hipotesis awal

   yang menyatakan bahwa PDRB berpengaruh positif dan signifikan terhadap

   penyaluran kredit pada bank-bank umum di Provinsi Bali. Tingkat suku bunga

   kredit dan kredit non lancar berpengaruh negatif dan tidak signifikan secara

   parsial terhadap penyaluran kredit pada bank-bank umum di Provinsi Bali.




                                      72
   Hasil ini berbeda dengan hipotesis awal yang menyatakan bahwa tingkat suku

   bunga kredit dan kredit non lancar berpengaruh negatif terhadap penyaluran

   kredit. Sedangkan Dana Pihak Ketiga (DPK) berpengaruh positif dan

   signifikan secara parsial terhadap penyaluran kredit pada bank-bank umum di

   Provinsi Bali. Hasil ini sesuai dengan hipotesis awal yang menyatakan Dana

   Pihak Ketiga (DPK) berpengaruh positif dan signifikan terhadap penyaluran

   kredit pada bank-bank umum di Provinsi Bali. Hasil penelitian ini juga sesuai

   dengan hasil penelitian sebelumnya.




5.2 Saran

   Berdasarkan kesimpulan yang telah diuraikan, maka dapat diajukan saran

sebagai berikut.


1) Oleh karena Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), tingkat suku bunga

   kredit, kredit non lancar, dan Dana Pihak Ketiga (DPK) secara simultan

   berpengaruh signifikan terhadap penyaluran kredit, maka diharapkan bank-

   bank umum khususnya di Provinsi Bali harus memperhatikan keempat

   komponen tersebut.


2) Untuk meningkatkan penyaluran kredit ke masyarakat, pihak perbakan harus

   memperhatikan tingkat suku bunga kredit yang akan diberikan, meningkatkan

   pelayanan dan mampu bersaing secara kompetitif sesuai dengan ketetapan

   yang telah dibuat oleh Bank Indonesia. Apabila pihak perbankan mampu

   memberikan suku bunga kredit yang lebih rendah tanpa merugikan pihak bank




                                         73
   itu sendiri, maka kredit yang disalurkan tiap tahunnya akan terus meningkat

   sehingga dapat membantu meningkatkan taraf hidup masyarakat dan memacu

   pertumbuhan perekonomian di Provinsi Bali kearah yang positif.


3) Pihak perbankan dituntut agar mampu memiliki inovasi-inovasi dan kreatif

   dalam menciptakan produk-produk baru yang akan dijual ke masarakat, agar

   masyarakat tertarik untuk meyimpan dananya di bank. Produk tersebut berupa

   tabungan, giro dan deposito yang di keluarkan oleh masing-masing bank yang

   bersaing secara kompetitif. Hal ini harus dilakukan agar tidak kalah bersaing

   dengan lembaga keuangan lain seperti Koperasi, LPD, dan BPR yang

   memiliki prosedur kredit yang lebih mudah daripada bank umum. Apabila

   bank umum dapat menjaga kecercayaan dari masyarakat akan berdampak

   meningkatnya Dana Pihak Ketiga (DPK) yang akan berpengaruh positif dan

   signifikan terhadap penyaluran kredit pada bank-bank umum di Provinsi Bali.




                                      74
                                   DAFTAR RUJUKAN




Alamsyah, Halim, Doddy Zulverdy, Iman Gunadi, Rendra Z Idris, Bambang Promono,
         2005. banking disintermediation and its Implication for Monitary Policy : The
         Case of Indonesis Buletin Ekonomi Moneter dan Perbankan.Maret 2005: 499-
         521.

Ancok, Djamaludin. Social environment and Business Paper. General Business
       Environment.

Arthesa, Ade. 2009. Bank dan lembaga Keuangan Bukan Bank. Jakarta : PT Indeks.

Aryaningsih. 2008. Pengaruh Tingkat Suku Bunga Terhadap Kredit: Pengaruh Suku
       Bunga, Inflasi, dan Jumlah Penghasilan Terhadap Permintaan Kredit di PT. Bank
       BPD Cabang Pembantu Kediri. Dalam Jurnal Penelitian dan Pengembangan Sains
       & Humaniora, 2(1), 56-67

Badan Pusat Statistik. 2009. Bali Dalam Angka. Denpasar

Badan Pusat Statistik. Data Strategis. sumber : www.bps.go.id di akses : 28 juni 2010.

Bank Indonesia. Data Statistik dan Indikator Moneter Indonesia. Berbagai edisi.BI.Jakara

Chaikal Nuryakin dan Perry Warjiyo, 2006. Perilaku Penawaran Kredit Bank di Indonesia :
         kasus Psar Oligopoli Periode Januari 2001-2005. Buletin Ekonomi Moneter dan
         Perbankan. Oktober 2006. www.google.com.

Cyndy Adelya dan Flotral Jafar.,2008. Pengaruh DPK terhadap penyaluan Kredit Pada
        Perusahaan Perbankan Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia. Jurnal
        Akuntansi 22.

Darasana, Bagus. 2009. Pasar Keuangan dan Lembaga Keuangan. Denpasar: Fakultas
       Ekonomi Universitas Udayana.

Djoko,Retnadi. People based small-business loan. Economic Review, 212(3).

Djumhana, Muhamad. 2006. Hukum Perbankan Indonesia.Bandung: PT. Citra Aditya
      Bakti.



Duffee, Gregory R. and Chunsheng Zhou. 2001. “Credit Derivatives in Banking: Journal of
        Monetary Economics. 48: 25-54.
Dwipayana, Wahyu. 2007. pengaruh suku bunga kredit, DPK, tingkat inflasi dan kurs
       terhadap jumlah kredit pada bank pemerintah di Indonesia 1996 – 2005. Dalam
       Jurnal Ekonomi Pembangunan.

Erh. Lai. How to Gauge the Credit Risk of Bank Loans. Journal Review, 312(6).

Fabio Mewrio and QFR, Bloonberg. 2009. Interest Rates And The Credit Crunch: New
       Formulas and Maarket Models. Electronic copy available at:
       http://ssrn.com/abstract=1332205.

Fakultas Ekonomi Universitas Udayana. 2005. Buku Pedoman Penulisan Usulan
        Penelitian, Skipsi dan Mekanisme Pengujian. Denpasar: Fakultas Ekonomi
        Universitas Udayana.

Firdaus, Rahmat. 1993. Teori dan Analisa Kredit. Bandung : Purna Sarana Lingga Utama.
Francisca. 2007. Pengaruh Faktor Internal Bank Terhadap Volume Kredit Pada Bank Yang
         Go Publik Di Indonesia. Jurnal Akuntansi 6.

Gujarati, Damonar. 1999. Ekonometrika Dasar. Jakarta: Erlangga

Kasmir. 2003. Bank dan Lembaga Keuangan Lainya.Jakarta: PT. Raja Gratindo Persada.

Lubis, Nurbaity. 2008. Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Keputusan Permintaan
        Kredit pada PT Bank Tabungan Negara: Dalam Jurnal Manajemen Bisnis,1(2):hal:
        48-58.

Megawati, Alberta. 2010. Pengaruh Penghimpun Dana Bank, tingkat suku bunga kredit,
      dan tingkat lajun inflasi terhadap jumlah alokasi kredit modal kerja pada bank-
      bank umum di Indonesia. Dalam Jurnal Ekonnomi Pembangunan.

Meydianawati.2007. Analisis Perilaku Penawaran Kredit perbankan Kepada Sektor
      UMKM di Indonesia (2002-2006). Buletin Studi Ekonomi, 12(2): ha: 134-137.

Mulyadi. 1993. Sistem Akuntansi. Yogyakarta STIE YKPN.

Nandadipa, Seandy. 2010. Analisis Pengaruh CAR, NPL, Inflasi, Pertumbuhan DPK, dan
        Exchange     Rate   Terhadap     LDR.    (Online)     Repository.ipb.ac.id/bit
        stream/hanle/123456789/18437/h0855a.pdf.

Nopirin. 2000. Ekonomi Moneter Buku ii. Edisi Keempat. BPFE. Yogyakarta.

Rahardja,Prathama dan Mandala Manurung.2004.Uang,Perbankan, dan Ekonomi
       Moneter (Kajian Konstekstual Indonesia).Jakarta:Fakultas Ekonomi Universitas
       Indonesia.

         2008.Teori Ekonomi Makro Suatu Pengantar .Edisi ke 4.Jakarta:Lembaga
        Penerbit Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia.
Rendra. 2007. Analisis hubungan antara penyaluran kredit dengan Produk Domestik
       Regional Bruto (PDRB). Malang: Universitas Muhammadiyah.

Rindjin. 2001. Bank dan Lembaga Keuangan Lain, Edisi Kedua. Jakarta: Salemba Empat

Siamat, Dahlan. 2004. Manajemen Lembaga Keuangan. Jakarta: Lembaga Penerbit
       Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia.

Soebagio, Hermawan, 2005. Analisi Faktor-Faktor yang Mempengaruhi non Performing
         Loans (NPL) Bank Umum Komersial ( Studi Empiris pada Sektor Perbankkan
         Indonesia). Tesis Sarjana S2 Fakultas Ekonomi Universitas Diponegoro.
         Semarang.

Subagyo, Algifari, 1997. Bank dan Lembaga Keuangan Lainnya, Yogyakarta, BPTP STIE-
         YKPN .

Suhaedi. 1998. Ekonomi Moneter. Yogyakarta: Erlangga.

Suhardi, Gunarto. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kepercayaan dan Loyalitas
        Nasabah Perbankan di Surabaya. Kinerja,10(1): ha:50-56.

Sukarti, Ketut. 2007. pengaruh modal, DPK, BI rate dan inflasi terhadap jumlah kredit
         yang disalurkan PT. Bank BPD Bali. Dalam Jurnal Ekonnomi Pembangunan.

Sukirno,Sadono.1994.Pengantar Teori Makroekonomi.Edisi ke 2.Jakarta:PT RajaGrafindo
        Persada.

       .2004.Makroekonomi Teori PengantarEdisi ke 3. Jakarta:PT RajaGrafindo
       Persada.

       2006.Ekonomi Pembangunan Proses Masalah dan Dasar Kebijakan Edisi Ke
       2.Jakarta: Kencana Prenada Media Group.

Suri, Asmira.2007.Pengaruh Penyaluran Kredit Terhadap Modal Bank:Perkembangan
        Kredit.Dalam Jurnal Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan, 1(4):ha:54-67.

Suyatno, Thomas dkk. 1990. Kelembagaan perbankan. Jakarta : STIE Perbanas-
       Gramedia .

Torado, Michael P. Pembangunan Ekonomi 1. Edisi ke lima, Bumi Aksara, Jakarta.

Walsh, Corl E. 2003. The Zero Interest Rate Found And The Role of The Exchange Rate
         For Monetary Polycy In Japan. Journal of Monitory Economics.

Wardoyo. 2003. Kredit Mikro: Model Pengelolaan dan Pengembangan Usaha Kredit
      Mikro Koperasi Warga Kusuma Tiara Jakarta: Dalam Jurnal Ekonomi dan
      Bisnis,1(8):hal: 29-33.

Williamson,John.Exchange Rates Economics. Commision On Growth and Development.
       Working paper (2)1-42.
Winarni, Sri. Faktor yang Mendukung Penjaminan Kredit: Strategi Pengembangan Usaha
       Kecil Melalui Peningkatan Aksesibilitas Kredit Perbankan. Dalam
       Infokop,29(2006).

Wirawan, Nata. 2002. Statistik 2 (Statistik Inferensia) edisi kedua. Denpasar : Keraras
      Emas.
Lampiran 1


Statistik Deskriptif Data Uji


                                      Descriptive Statistics

                          N          Minimum             Maximum          Mean         Std. Deviation
  PDRB                        11   17.293.089,00       26.228.275,00   21.496.960,91     3.265.949,26
  Suku Bunga Kredit           11           13,00               19,19          15,59             2,14
  NPL                         11            3,79               27,49            9,66            7,81
  Dana Pihak Ketiga           11     714.513,00         2.257.905,00    1.259.825,82      506.441,00
  Kredit                      11    4.768.906,00       24.832.211,00   11.501.856,55    6.307.890,98
  Ln(PDRB)                    11           -2,04                 ,37            -,38              ,79
  Ln(Suku Bunga Kredit)       11           -1,87                 ,52            -,53              ,91
  Ln(NPL)                     11           -1,79                 ,83            -,61              ,74
  Ln(Dana Pihak Ketiga)       11           -2,80                 ,68            -,46              ,92
  Ln(Kredit)                  11           -1,91                 ,75            -,51              ,82
  Valid N (listwise)          11




                                                   1
Lampiran 2


Uji Normalitas

                    One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test

                                                         Unstandardized
                                                            Residual
  N                                                                   11
  Normal Parameters a,b          Mean                          ,0000000
                                 Std. Deviation               ,33178697
  Most Extreme                   Absolute                          ,191
  Differences                    Positive                          ,128
                                 Negative                          -,191
  Kolmogorov-Smirnov Z                                             ,633
  Asymp. Sig. (2-tailed)                                           ,818
      a. Test distribution is Normal.
      b. Calculated from data.




                                                  2
Lampiran 3


Uji Autokorelasi

                   Runs Test

                               Unstandardized
                                  Residual
  Test Value a                         ,07661
  Cases < Test Value                       5
  Cases >= Test Value                      6
  Total Cases                             11
  Number of Runs                           5
  Z                                     -,612
  Asymp. Sig. (2-tailed)                 ,540
      a. Median




                                                3
Lampiran 4


Uji Multikolinearitas

                      Variables Entered/Removed b

                                                   Variables
  Model            Variables Entered               Removed          Method
  1         Ln(Dana Pihak Ketiga),
            Ln(NPL), Ln(Suku Bunga                             .   Enter
                               a
            Kredit), Ln(PDRB)
     a. All requested variables entered.
     b. Dependent Variable: Ln(Kredit)




                              Coefficients a


                                                 Collinearity Statistics
  Model                                        Tolerance           VIF
  1         Ln(PDRB)                                 ,294            3,400
            Ln(Suku Bunga Kredit)                      ,670          1,493
            Ln(NPL)                                    ,892          1,121
            Ln(Dana Pihak Ketiga)                      ,349          2,865
     a. Dependent Variable: Ln(Kredit)




                                               Collinearity Diagnostics a


                                                                              Variance Proportions
                                                                                  Ln(Suku                   Ln(Dana
                              Eigen        Condition     (Cons                     Bunga                     Pihak
  Model     Dimension         value         Index         tant)    Ln(PDRB)        Kredit)     Ln(NPL)       Ketiga)
  1         1                 3,268           1,000        ,027         ,016          ,030         ,028          ,018
            2                   ,803          2,017       ,209             ,064        ,003          ,169       ,064
            3                   ,442          2,720       ,012             ,007        ,828          ,062       ,105
            4                   ,347          3,067       ,724             ,000        ,005          ,740       ,007
            5                   ,140          4,839       ,028             ,912        ,134          ,000       ,806
     a. Dependent Variable: Ln(Kredit)




                                                         4
Lampiran 5


Uji Heterokedastisitas



                      Variables Entered/Removed b

                                           Variables
  Model         Variables Entered          Removed                Method
  1         Ln(Dana Pihak Ketiga),
            Ln(NPL), Ln(Suku Bunga                     .     Enter
                              a
            Kredit), Ln(PDRB)
     a. All requested variables entered.
     b. Dependent Variable: ABSRES2




                                            Coefficients a

                                           Unstandardized            Standardized
                                            Coefficients             Coefficients
                                                       Std.
  Model                                     B          Error               Beta           t       Sig.
  1         (Constant)                      ,213        ,104                             2,053     ,086
            Ln(PDRB)                        ,146           ,182                   ,522    ,803     ,453
            Ln(Suku Bunga Kredit)           ,054           ,105                   ,220    ,510     ,628
            Ln(NPL)                        -,035           ,112               -,116       -,310    ,767
            Ln(Dana Pihak Ketiga)          -,183           ,145               -,756      -1,268    ,252
     a. Dependent Variable: ABSRES2




Lampiran 6




                                                    5
Regresi Linear Berganda

                              Variables Entered/Removed        b


                                                       Variables
  Model                Variables Entered               Removed              Method
  1           Ln(Dana Pihak Ketiga),
              Ln(NPL), Ln(Suku Bunga                                .     Enter
                                    a
              Kredit), Ln(PDRB)
     a. All requested variables entered.
     b. Dependent Variable: Ln(Kredit)




                                   Model Summary

                                                    Adjusted R           Std. Error of
  Model               R           R Square           Square              the Estimate
  1                       ,915a         ,838                ,730                 ,42834
     a. Predictors: (Constant), Ln(Dana Pihak Ketiga), Ln(NPL),
        Ln(Suku Bunga Kredit), Ln(PDRB)




                                                   ANOVA b

                                      Sum of                             Mean
  Model                               Squares            df             Square            F          Sig.
  1           Regression                  5,695                4           1,424          7,760        ,015a
              Residual                     1,101               6            ,183
              Total                        6,796              10
     a. Predictors: (Constant), Ln(Dana Pihak Ketiga), Ln(NPL), Ln(Suku Bunga
        Kredit), Ln(PDRB)
     b. Dependent Variable: Ln(Kredit)




                                                      Coefficients a

                                                    Unstandardized                Standardized
                                                     Coefficients                  Coefficients
                                                                   Std.
  Model                                              B             Error              Beta             t       Sig.
  1           (Constant)                             -,156           ,179                             -,868      ,419
              Ln(PDRB)                                ,304          ,316                     ,292      ,963     ,373
              Ln(Suku Bunga Kredit)                  -,139          ,183                     -,153    -,763     ,474
              Ln(NPL)                                 ,023          ,194                     ,021      ,121     ,908
              Ln(Dana Pihak Ketiga)                   ,651          ,250                     ,723     2,601     ,041
     a. Dependent Variable: Ln(Kredit)




                                                               6
Lampiran 7

                          Tabel Distribusi F ;    = 0,05

                                             V1
  V2       1       2         3        4       5       6       7       8       9
    1     161     200       216      225     230     234     237     237     241
    2     18,50   19,00     19,20    19,20   19,30   19,30   19,40   19,40   19,40
    3     10,10    9,55      9,28     9,12    9,01    8,94    8,89    8,85    8,81
    4      7,71    6,94      6,59     6,39    6,26    6,16    6,09    6,04    6,00
    5      6,61    5,79      5,41     5,19    5,05    4,95    4,88    4,82    4,77
    6      5,99    5,14      4,76     4,53    4,39    4,28    4,21    4,15    4,10
    7      5,59    4,74      4,35     4,12    3,97    3,87    3,79    3,73    3,68
    8      5,32    4,46      4,07     3,84    3,69    3,58    3,50    3,44    3,39
    9      5,12    4,26      3,86     3,63    3,48    3,37    3,29    3,23    3,18
   10      4,96    4,10      3,71     3,48    3,33    3,22    3,14    3,07    3,02
   11      4,84    3,98      3,59     3,36    3,20    3,09    3,01    2,95    2,90
   12      4,75    3,89      3,49     3,26    3,11    3,00    2,91    2,85    2,80
   13      4,67    3,81      3,41     3,18    3,03    2,92    2,83    2,77    2,71
   14      4,60    3,74      3,34     3,11    2,96    2,85    2,76    2,70    2,65
   15      4,54    3,68      3,29     3,06    2,90    2,79    2,71    2,64    2,59
   16      4,49    3,63      3,24     3,01    2,85    2,74    2,66    2,59    2,54
   17      4,45    3,59      3,20     2,96    2,81    2,70    2,61    2,55    2,49
   18      4,41    3,55      3,16     2,93    2,77    2,66    2,58    2,51    2,46
   19      4,38    3,52      3,13     2,90    2,74    2,63    2,54    2,48    2,42
   20      4,35    3,49      3,10     2,87    2,71    2,60    2,51    2,45    2,39
   21      4,32    3,47      3,07     2,84    2,68    2,57    2,49    2,42    2,37
   22      4,30    3,44      3,05     2,82    2,66    2,55    2,46    2,40    2,34
   23      4,28    3,42      3,03     2,80    2,64    2,53    2,44    2,37    2,32
   24      4,26    3,40      3,01     2,78    2,62    2,51    2,42    2,36    2,30
   25      4,24    3,39      2,99     2,76    2,60    2,49    2,40    2,34    2,28
   30      4,17    3,32      2,92     2,69    2,53    2,42    2,33    2,27    2,21
   40      4,06    3,23      2,84     2,61    2,45    2,34    2,25    2,18    2,12
   60      4,00    3,15      2,76     2,53    2,37    2,25    2,17    2,10    2,04
   65      3,99    3,14      2,75     2,51    2,36    2,24    2,15    2,08    2,02
   70      3,98    3,13      2,74     2,50    2,35    2,23    2,14    2,07    2,01
   80      3,96    3,11      2,72     2,48    2,33    2,21    2,12    2,05    1,99
  100      3,94    3,09      2,70     2,46    2,30    2,19    2,10    2,03    1,97
  120      3,92    3,07      2,68     2,45    2,29    2,18    2,09    2,02    1,96
          3,84    3,00      2,60     2,37    2,21    2,10    2,01    1,94    1,88
Sumber : Gujarati, 2008




                                             7
Lampiran 8



                           Tabel Distribusi t

 df=v
        0.25     0.2     0.15    0.1        0.05     0.025     0.01    0.005
   1      1     1.376   1.963   3.078       6.314   12.706   31.812   63.657
   2    0.816   1.061   1.386   1.886       2.92     4.303    6.965    9.925
   3    0.765   0.978    1.25   1.638       2.353    3.812    4.542    5.841
   4    0.741   0.941    1.19   1.533       2.132    2.776    3.747    4.604
   5    0.727   0.92    1.156   1.476       2.015    2.571    3.365    4.032
   6    0.718   0.906   1.134   1.44        1.943    2.447    3.143    3.707
   7    0.711   0.896   1.119   1.415       1.895    2.365    2.998    3.499
   8    0.706   0.889   1.108   1.397       1.86     2.306    2.896    3.355
   9    0.705   0.883     1.1   1.383       1.833    2.262    2.821    3.25
  10     0.7    0.879   1.093   1.372       1.812    2.228    2.764    3.169
  11    0.697   0.876   1.088   1.363       1.796    2.201    2.718    3.106
  12    0.695   0.875   1.083   1.356       1.782    2.179    2.681    3.055
  13    0.694   0.87    1.079   1.35        1.771    2.16      2.65    3.012
  14    0.692   0.868   1.076   1.345       1.761    2.145    2.624    2.977
  15    0.691   0.866   1.074   1.341       1.753    2.131    2.602    2.947
  16    0.69    0.865   1.071   1.337       1.746    2.12     2.583    2.921
  17    0.689   0.863   1.069   1.333       1.74     2.11     2.567    2.898
  18    0.688   0.862   1.067   1.33        1.734    2.101    2.552    2.878
  19    0.688   0.861   1.066   1.328       1.729    2.093    2.539    2.861
  20    0.687   0.86    1.064   1.325       1.725    2.086    2.528    2.845
  21    0.686   0.859   1.063   1.323       1.721    2.08     2.518    2.831
  22    0.686   0.858   1.061   1.321       1.717    2.074    2.508    2.819
  23    0.685   0.858    1.06   1.319       1.714    2.069      2.5    2.807
  24    0.685   0.857   1.059   1.318       1.711    2.064    2.492    2.797
  25    0.684   0.856   1.058   1.316       1.708    2.06     2.485    2.787
  26    0.684   0.856   1.058   1.315       1.706    2.056    2.479    2.779
  27    0.684   0.855   1.057   1.414       1.703    2.052    2.473    2.771
  28    0.683   0.855   1.056   1.313       1.701    2.081    2.467    2.763
  29    0.683   0.854   1.055   1.311       1.699    2.045    2.462    2.756
  30    0.683   0.854   1.055   1.31        1.697    2.042    2.457    2.75
  40    0.681   0.851    1.05   1.303       1.684    2.021    2.423    2.704
  60    0.679   0.848   1.046   1.296       1.671    2.000     2.39    2.66
 120    0.677   0.845   1.041   1.289       1.658    1.98     2.358    2.617
        0.674   0.842   1.036   1.282       1.645    1.96     2.326    2.576




                                        8

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Tags:
Stats:
views:27
posted:11/8/2012
language:
pages:99