hakikat biologi sebagai ilmu

Document Sample
hakikat biologi sebagai ilmu Powered By Docstoc
					                            BIOLOGI SEBAGAI ILMU

      Biologi adalah ilmu yang mempelajari makluk hidup berasal dari kata Bios yang
berarti hidup dan logos yang berarti ilmu.

Untuk mempermudah dalam mengenali dan mempelajari mahluk hidup, cukup
dikenalkan ciri-ciri mahluk hidup. Ciri-ciri tersebut berupa gejala-gejala hidup yang
meliputi : susunan tubuh, kemampuan beradaptasi, melakukan metabolism, nutrisi,
transportasi, gerak, iritabilitas, reproduksi. tumbuh dan berkembang, memiliki gen
dan mengalami evolusi

A. Tingkat Organisasi kehidupan
   Molekul adalah partikel yang tersusun atas atom-atom
   Sel adalah unit terkecildari mahluk hidup
   Jaringan adalah sekumpulan sel yang mempunyai bentuk dan fungsi yang sama
   Organ adalah kumpulan jaringan berbeda yang menjalani fungsi tertentu
   Sistem organ adalah perangkat bagian tubuh yang berfungsi untuk
     melaksanakan fungsi umum di dalam tubuh
   Individu adalah kumpulan berbagai system organ yang bekerja bersama-sama
     melakukan kegiatan kehidupan
   Populasi adalah kumpulan individu dari suatu spesies terntentu yang hidup
     dalam suatu wilayah
   Komunitas adalah kumpulan dari berbagai populasi
   Ekosistem adalah interaksi antara organisme dengan lingkungan
   Bioma adalah sekelompok hewan dan tumbuhan yang tinggal di suatu lokasi
     geografis tertentu

B. Keuntungan belajar Biologi
  1. Memahami diri kita dan kehidupan di sekitar kita
  2. Meningkatkan kwalitas hidup
  3. Meningkatkan pengaruh positif terhadap lingkungan

C. Ruang Lingkup Biologi
   1. Berdasarkan Tingkat Organisasi Kehidupan
       Tingkat molekul
            Biomolekuler : mengkaji kehidupan pada tingkat molekul
            Biokimia : mengkaji proses-proses kimia dalam system kehidupan
            Genetika :mengkaji tentang cara pewarisan sifat
       Tingkat Sel
            Sitologi : mengkaji tentang sel
       Tingkat Jaringan
            Histologi : mengkaji tentang Jaringan
       Tingkat Organ dan Sistem Organ
            Anatomi : mengkaji tentang bagian tubuh
         Fisiologi :mengkaji tentang faal/fungsi kerja tubuh
     Tingkat Individu
         Biologi perkembangan : mengkaji kehidupan pada tingkat individu
     Tingkat Populasi
         Biologi populasi : Membahas tentang parameter populasi, teknik
           demografi, pertumbuhan populasi, interaksi spesies, pengaturan
           populasi dan penerapannya dalam bidang pemanenan hasil,
           pengendalian hama dan konservasi biologi
         Biogeografi : mengkaji tentang penyebaran mahluk hidup
         Genetika popular : membahas transmisi bahan genetik pada ranah
           populasi
     Tingkat Ekosistem
         Ekologi : mempelajari hubungan timbale balik antara mahluk hidup
           dengan lingkungan
         Limnologi : mempelajari tentang rawa
         Biologi tropis : mempelajari tentang kehidupan tropis

2, Berdasarkan kehidupan kelompok organisma
    Taksonomi : Mempelajari tentang sistimatika mahluk hidup
    Virologi : mempelajari tentang virus
    Mikrobiologi : mempelajari tentang mikroorganisme
    Mikologi : mempelajari tentang Jamur/fungi/kapang
    Botani : mempelajari tentang tumbuhan
        Preridologi : mempelajari tentang tumbuhan paku
        Byiologi : mempelajari tentang tumbuhan lumut
    Zoologi
        Entomologi : mempelajari tentang serangga
        Iktiologi : mempelajari tentang ikan
        Herpetologi : mempelajari tentang reptil
        Ornitologi : mempelajari tentang burung
        Mamologi mempelajari tentang mammalian

3. Berdasarkan aspek kehidupan
    Biologi perkembangan : mengkaji kehidupan pada tingkat individu
    Embriologi : mengkaji tentang perkembangan embrio
    Anatomi : mempelajari tentang bagian-bagian tubuh
    Fisiologi : mempelajari tentang faal/fungsi kerja tubuh

4, Berdasarkan kelompok ilmu campuran dan terapan
    Biokimia :mengkaji tentang senyawa-senyawa kimia dan reaksinya dalam
      mahluk hidup
    Biofisika : mengkaji proses fisika dalam kehidupan
    Bioteknologi : mengkaji teknologi yang memanfaatkan organism
        Paleontologi : mengkaji perkembangan sejarah kehidupan berdasarkan
         catatan fosil

D. Obyek dan Permasalahan Biologi
   Oyek dan Permasalahan Biologi Pada tingkat molekul
     Cabang : biokomia, biologi molukuler. genetika
     Contoh : kebutuhan tanaman dengan kwalitas unggul. banyak dan cepat
   Obyek dan Permaslahn Biologi pada tingkat sel
     Cabang : Sitologi
     Contoh : penanggulangan penyakit kanker
   Obyek dan Permasalahan biologi pada tingkat jaringan
     Cabang : Histologi
     Contoh :diagnosis dan penanggulangan berbagat penyakit pada tanaman dan
     hewan
   Obyek dan Permasalahan Biologi pada tingkat organ dan sistim organ
     Cabang : anatomi dan fisiologi
     Contoh : berbagai penyakit yang menyerang organ dan pengobatannya
   Obyek dan Permasalahan Biologi pada tingkat Individu
     Cabang : Biologi perkembangan
     Contoh : kelainan dan perkembangan embrio
   Obyek dan Permasalahan Biologi pada tingkat Populasi
     Cabang Biogeografi, Genetika populasi
     Contoh : lepadatan penduduk dan kelangkaan spesies
   Obyek dan permasalahan biologi pada tingkat Ekosistem
     Cabang : Ekologi, Limnologi, Toksikologi
     Contoh : pengaruh pencemaran organism dan karakteristik lingkungan yang
     tercemar

E. Manfaat Ilmu Biologi
   1, Dalam Bidang Pertanian
       Meningkatkan produksi pertanian melalui teknologi
       Ditemukannya produk tanaman budidaya dengan banyak keunggulan
       Perbanyakan tanaman budidaya dengan cepat
   2. Dalam Bidang Industri
       Pembuatan produk nata de coco, kecap, yoghurt,tempe,keju dan miniman
         fermentasi
       Pembuatan obat-obatan
   3. Dalam bidang Kedokteran
       Tranplantasi ( pencangkokan organ )
       Penemuan Vaksin
       Teknik Bayi tabung
       Penemuan antibiotic
F. Kerja Ilmiah
   Kerja ilmiah adalah cara kerja ilmuwan dengan menerapkan langkah-langkah
   metoda ilmiah
   Metoda ilmiah adalah cara atau tahapan tertentu yang harus dikerjakan oleh
   seorang ilmuwan dalam melakukan suatu penelitian
   Tahapan Metoda Ilmiah
   Menemukan masalah
         Diawali dengan suatu pertanyaan
         Pertanyaan timbul dari gejala-gejala alam
            Contoh :
            Gejala alam : Orang Eropa lebih tinggi disbanding orang Indonesia
            Pertanyaan : Mengapa orang Indonesia lebih pendek dari orang Eropa ?
   Mengajukan Hipotesis
     Hipotesis adalah Jawaban sementara atas rumusan masalah
     Hipotesis diperoleh dari penelitian sebelumnya atau teori yang sudah ada
     Contoh :
     Hipotesis untruk rumusan permasalahan di atas adalah asupan gizi
     mempengaruhi pertumbuhan manusia
   Melakukan Percobaan
         Sebelum melakukan percobaan perlu ditentukan alat dan bahan serta
            variable penelitian
         Penggunaan alat dan bhan mempengaruhi hasil penelitian
            Contoh :
            Untuk mengukur berat porsi makanan digunakan timbangan elektronik

     Variabel Penelitian : Faktor yang berpengaruh yang memiliki nilai dan dapat
     diubah
          Variabel bebas adalah faktor yang dibuat bervariasi
          Variabel terikat adalah faktor yang muncul akibat variable bebas
          Variabel terikat adalah faktor lain yang ikut berpengaruh yang dibuat
           sama dan terkendali
        Contoh :
                 Pengaruh gizi terhadap postur tubuh Manusia

          Variabel bebas : Asupan gizi
          Variabel terikat : Postur tubuh
          Variabel control : Istirahat, olah raga,aktivitas dll ( perlakuan yang
          sama )
   Menarik kesimpulan
        Kesimpulan berisi hasil percobaan yang dilakukan
        Kesimpulan dapat mendukung/tidak mendukung hipotesis
    Contoh :
       Jika kesimpulan percobaan adalah “ gizi berpengaruh terhadap postur
       tubuh manusia berarti mendukung hipotesis dan sebaliknya
G. Sikap Ilmiah
    Dapat membedakan fakta dan opini
    Berani dan Santun
    Mengembangkan keingintahuan
    Kepedulian terhadap lingkungan
    Berpendapat secara ilmiah dan kritis
    Jujur terhadap fakta
    Disiplin dan tekun
    Bekerjasama

H. Menyusun Proposal Penelitian
     I.  Pendahuluan
          a. Latar Belakang Masalah
          b. Tujuan Penelitian
          c. Rumusan Masalah
          d. Hipotesis
    II.  Kajian Teoritik
   III. Metoda Penelitian
         Di dalam metode penelitian berisi :
          a. Obyek penelitian,
          b. Populasi dan sampel penelitian
          c. Lokasi penelitian
          d. Waktu penelitian
          e. Alat dan Bahan
          f. Table data hasil penelitian
    IV.  Daftar Pustaka

I.Laporan Ilmiah
    a. Proposal penelitian +
    b. Hasil penelitian (data kwalitatif dan data kwantitatif )
    c. Analisis data hasil penelitian
    d. Pembahasan
    e. Kesimpulan

   Menyajikan data
    Data kwantitatif ( berupa angka )
     Dalam bentuk diagram, table atau grafik
    Data kwantitatif
     Dalam bentuk skema atau uraian data
                           KLASIFIKASI MAHLUK HIDUP



Apakah klasifikasi itu ?

   •   Pengelompokan mahluk hidup secara sistematis dan bertahap
   •   Ilmu yang mempelajarinya disebut taksonomi
   •   Di pelopori oleh Carolus Linnaeus


A. Proses Klasifikasi

   •   Dasar klasifikasi adalah persamaan dan perbedaan ciri MH
   •   Beberapa sistem klasifikasi
          a. Klasim alami berdasarkan morfologi, anatomi dan fisiologi
          b. Klasim filogeni berdasarkan sejarah evolusi
          c. Klasim buatan berdasarkan persamaan ciri morfologi yang mudah di
             lihat.


B. Jenjang Takson

   Kingdom/Regnum          : dunia/kerajaan

   Filum/Divisio           : bagian/keluarga besar

   Klassis                 : kelas

   Ordo                    : bangsa

   Familia                 : suku

   Genus                   : marga

   Species                 : jenis

   Phylum untuk dunia hewan, sedang Divisio untuk dunia tumbuhan

   Semakin ke bawah semakin banyak persamaan dan sebaliknya.



   Sistem tata nama Mahluk Hidup

   •   Sifat Universal
   •   Menggunakan bahasa latin
   •   Menggunakan sistem tata nama ganda (binomial nomenclature)
                 Terdiri dari 2 kata
                 Kata 1 merupakan nama genus, kata 2 nama spesies. Dicetak
                  miring atau bergaris bawah terpisah
                 Kata 1 diawali huruf besar, kata ke 2 huruf kecil semua.


Tingkatan            Anjing             Belalang                Manusia

Kingdom              Hewan              Hewan                   Hewan

Divisio atau filum Chordata             Arthropoda              Chordata

Subfilum             Vertebrata         Invertebrata            Vertebrata

Kelas                Mamalia            Insecta                 Mamalia

Ordo                 Carnivora          Orthoptera              Primata

Famili               Canidae            Locustidae              Hominidae

Genus                Canis              Schistocerca            Homo

Spesies              Canis familiaris   Schistocerca americana Homo sapiens




Tingkatan            Kacang Hijau       Kacang Buncis           Putri Malu

Kingdom              Plantae            Plantae (tumbuhan)      Plantae (tumbuhan)

Divisio              Spermatophyta      Spermatophyta           Spermatophyta

Kelas                Angiospermae       Angiospermae            Angiospermae

Ordo                 Leguminoceae       Leguminoceae            Leguminoceae

Famili               Papilionaceae      Papilionaceae           Mimosaceae

Genus                Phaseolus          Phaseolus               Mimosa

Spesies              Phaseolus radiatus Phaseolus vulgaris      Mimosa pudica



     a. Pada hewan

     Nama famili berasal dari nama genus ditambah idae. Contoh: Ranidae berasal
     dari Rana (katak). Nama subfamili berasal dari nama genus, ditambah inae.
     Contoh: Fasciolinae berasal dari Fasciola (cacing pita).
    b. Pada tumbuhan

   Nama famili diberi akhiran aceae atau ae. Contoh: Ranunculaceae berasal dari
   Ranunculus. Leguminoceae berasal dari Leguminose. Nama ordo diberi akhiran
   ales. Contoh: Filiales (paku-pakuan). Nama divisio diberi akhiran phyta. Contoh:
   Spermatophyta.



C. Manfaat Klasifikasi

        mempermudah mempelajari MH
        mengenal berbagai species MH
        mengetahui keanekaragaman hayati
        mempermudah cara pelestarian MH


D. Beberapa Sistem Klasifikasi

  1. Sistem Klasifikasi Sederhana
           Manfaat ( obat, pangan, hias,….. )
           Tempat hidup ( air, darat, lembab,… )
           Ukuran ( herba, semak, perdu, pohon, semak )
           Alat gerak ( sirip, sayap, kaki )
  2. Sistem Dua Kingdom
           Plantae bersifat autotrof
            Animalia bersifat Heterotrof
  3. Sistem Tiga Kingdom
     Berkembang setelah adanya mikroskop

           Plantae
           Animalia
           Protista
     Mahluk hidup mikroskopis di golongkan dalam kingdom protista

  4. Sistem Empat Kingdom
           Plantae
           Animalia
           Protista
           Monera
     Monera dipisahkan dari protista karena sifatnya yang prokariot.

  5. Sistem Lima Kingdom
           Monera
           Protista
           Plantae
            Animalia
            Fungi
     Dipelopori oleh R.H. Whittaker. Fungi dipisahkan dari plantae karena sifatnya
     yang heterotrof.

  6. Sistem Enam Kingdom
            Animalia
            Plantae
            Fungi
            Protista
            Eubacteria
            Archaebacteria
     Dipelopori oleh Carl Woese. Monera dibagi 2 kingdom. Archaebacteria lebih
     mirip MH eukariot.

    a. Kingdom Monera, meliputi semua makhluk hidup atau organisme yang
         prokariotik, bersel satu, dan mikroskopis. Contohnya, semua bakteri dan
         ganggang hijau biru (Cyanobakteri), misalnya Escherichia coli, Anabaena
         sp., dan Nostoc sp.

    b. Kingdom Protista, sebagian besar terdiri atas organisme yang bersel satu,
         eukariotik, umumnya sudah memiliki ciri-ciri seperti tumbuhan dan hewan.
         Contohnya: Euglena, Paramecium, dan Amoeba.

    c. Kingdom Fungi, memiliki ciri-ciri eukariotik, tidak berklorofil sehingga tidak
         berfotosintesis. Contohnya: Mucor, Saccharomyces, Pleurotus (jamur
         tiram), Agaricus, dan lain-lain.

    d. Kingdom Plantae, terdiri atas semua organisme eukariotik, bersel banyak,
         berdinding sel yang mengandung selulosa, berklorofil, berfotosintesis,
         autotrof. Kerajaan tumbuhan dibagi menjadi tumbuhan berspora (lumut,
         paku) dan berbiji. Contohnya: padi, mawar, lumut hati, dan paku ekor kuda.

    e. Kingdom Animalia: memiliki ciri-ciri eukariotik, bersel banyak, tidak
         berklorofil sehingga tidak berfotosintesis, tidak berdinding sel,
         heterotrof. Contohnya: burung, gajah, ular, ayam, dan sebagainya.



E. Identifikasi atau Determinasi

   Ciri-ciri khas MH menentukan nama MH dengan benar dan menempatkannya
   dalam sistem klasifikasi. Untuk mengidentifikasi makhluk hidup yang baru kita
   kenal dibutuhkan suatu alat pembanding yang dapat berupa gambar, spesimen
(awetan tumbuhan atau hewan), atau tumbuhan dan hewan yang sudah diketahui
namanya yang disebut kunci identifikasi/kunci determinasi.

Langkah-langkah

         mengenali ciri MH
         membandingkan/ menyamakan dengan MH yang sudah di kenal
        identitasnya.
         Dasarnya dapat berupa : Ingatan, bantuan orang lain, specimen acuan,
        pustaka, komputer.
                                       VIRUS


Standar Kompetensi
       Memahami prinsip-prinsip pengelompokan makhluk hidup
Kompetensi Dasar
       Mendeskripsikan ciri-ciri, replikasi dan peran virus dalam kehidupan.
Mendeskripsikan ciri-ciri, replikasi dan peran virus dalam kehidupan


Ia memiliki sifat mahluk hidup namun ia pun dapat dikristalkan     ( dimatikan
sementara ), sedang tidak ada satu sel pun yang dapat dikristalkan tanpa mengalami
kerusakan. Dia adalah virus yang lebih kecil dari semua sel yang ada di bumi ini,
namun memberi dampak besar bagi kehidupan.


A. Sejarah Penemuan Virus
   •   Oleh A.Mayer ( ilmuan German, 1883 )
       Penelian Mayer :
       Daun tembakau berpenyakit – ditumbuk – disaring biasa – disemprot pada
       daun tembakau sehat – daun yang sehat menjadi berpenyakit.
       Kesimpulan : Penyakit pada tembakau disebabkan oleh bakteri
   •   Oleh Dmitri Iwanowski ( Rusia, 1892 )
       Penelitian Iwanowski
       Daun tembakau berpenyakit – ditumbuk – disaring dengan saringan bakteri –
       disemprot pada daun tembakau sehat – daun yang sehat menjadi berpenyakit.
       Kesimpulan : Penyakit pada tembakau disebabkan bakteri yang sangat kecil
   •   Oleh Wendell Meredith Stanley            ( AS, 1935 )
       Penelitian Stanley :
       Mengisolasi dan mengkristalkan virus mosaik tembakau.
       Kesimpulannya :
       Virus berbeda dari bakteri karena virus dapat dikristalkan dan hanya
       berkembang pada sel hidup.


B. Ciri-ciri Virus
   •   Virus hanya dapat hidup pada sel hidup atau bersifat parasit intraselluler
       obligat.
   •   Virus memiliki ukuran yang paling kecil dibandingkan kelompok taksonomi
       lainnya.
   •   Nama virus tergantung dari asam nukleat yang menyusun genomnya (materi
       atau partikel genetik) sehingga terdapat virus DNA dan juga virus RNA
  •   Virus tidak memiliki enzim metabolisme dan tidak memiliki ribosom ataupun
      perangkat/ organel sel lainnya, namun beberapa virus memiliki enzim untuk
      proses replikasi dan transkripsi dengan melakukan kombinasi dengan enzim
      sel inang
  •   Setiap tipe virus hanya dapat menginfeksi beberapa jenis inang tertentu.
  •   Virus tidak dikategorikan sel karena hanya berisi partikel penginfeksi yang
      terdiri dari asam nukleat yang terbungkus di dalam lapisan pelindung
  •   Genom virus lebih beragam dari genom konvensional.


C. Struktur Virus
  •   Kapsid
      Kapsid merupakan lapisan pembungkus DNA atau RNA, kapsid dapat
      berbentuk heliks (batang), misalnya pada virus mozaik, ada yang berbentuk
      polihedral pada virus adenovirus, ataupun bentuk yang lebih kompleks lainnya.
  •   Kapsomer
      Kapsomer adalah subunit-subunit protein dengan jumlah jenis protein yang
      biasanya sedikit, kapsomer akan bergabung membentuk kapsid
  •   Struktur Tambahan
      yaitu selubung virus yang menyelubungi kapsid dan berfungsi untuk
      menginfeksi inangnya.
D. Perkembangbiakan Virus
  •   Siklus Litik / Lisis
      adalah siklus reproduksi atau replikasi genom virus yang pada akhirnya
      menyebabkan kematian sel inang
  •   Siklus Lisogenik
      Siklus lisogenik merupakan siklus replikasi genom virus tanpa meng-hancurkan
      sel inang


      Tahapan siklus litik/lisis
         •   Tahap Adsorbsi
         •   Tahap injeksi
         •   Tahap sintesis ( Pembentukan )
         •   Tahap perakitan
         •   Tahap Litik / Lisis
         •
      Tahapan Siklus Lisogenik
         •   Tahap adsorbsi
         •   Tahap injeksi
         •   Tahap penggabungan
         •   Tahap pembelahan
             Masuk ke siklus lisis
         •   Tahap sintesis
         •   Tahap perakitan
         •   Tahap Litik / Lisis


E. Klasifikasi Virus
  •   Berdasarkan tempat hidupnya
      a. Virus bakteri ( Bakteriofage )
      b. Virus Mikroba Eukariotik
      c. Virus Tumbuhan
      d. Virus Hewan
  •   Berdasarkan molekul yang menyusun asam nukleat.
      a. Virus DNA
      b. Virus RNA
  •   Berdasarkan ada tidaknya selubung virus.
      a. Virus telanjang
      b. Virus berselubung
F. Taksonomi Virus
  •   Hanya mengenal 3 taxa ( spesies, genus dan famili )
  •   Mengikuti sistem ICTV ( International Committee on Taxonomi of Viruses )
  •   Contoh :
      Family: Retroviridae
      Genus           : Lentivirus
      Spesies         : Human Imunodefificiency Virus


  Ada tiga proses yang membuat virus berbahaya :
  o   Mutasi dari virus-virus yang telah ada
  o   Penyebaran virus-virus yang sudah ada dari satu spesies inang ke spesies
      inang lainnya
  o   Penyebaran atau diseminasi penyakit virus dari satu populasi terisolasi yang
      berukuran kecil dapat menyebabkan epidemik yang luas


G. Peranan Virus
  1. Yang Menguntungkan
      Virus dapat dimanfaatkan sebagai :
       Anti bakterial
       Pembuatan insulin
       Pembuatan vaksin
  2. Yang Merugikan
      •   Pada tanaman
              a. Mozaik
              b. Burik kuning
              c. Kerdil
      •   Pada hewan
              a. Tumor
              b. NCD
              c. Rabies
              d. Tetelo
      •   Pada Manusia
              a. AIDS
              b. Hepatitis A,B, C
              c. DBD
              d. Influenza
              e. SARS
              f. Cacar
       g. Polio
       h. Herpes
       i. Rabies
       j. Gondong
       k. Mata belek
       l. Ebola
       m. kanker
       n. Flu burung


a. AIDS
  AIDS ( Acquired Immuno Deficiency Syndrome )
  Penyebab : HIV ( Human Immunodeficiency Virus )
  Menyerang limfosit T4 yang mengatur kekebalan tubuh.
  HIV terdapat pada darah, ludah cairan vagina/ sperma.


  Penularan AIDS tidak dapat melalui hal-hal sebagai berikut
  1) Gigitan nyamuk atau serangga
  2) Berjabat tangan
  3) Berangkulan
  4) Bersin
  5) Batuk
  6) Air kolam renang


  Masa Inkubasi
  •     Sebelum 3-6 bulan belum terdeteksi
  •     Setelah 3-6 bulan, HIV positif ( pengidap )
  •     Lebih kurang 5-10 tahun, timbul gejala letih, lesu, lemah dan berat
        badan menurun drastis. Demam lama, diare lama, batuk kering,
        pembesaran kelenjar getah bening dan sariawan terus menerus.
        Diikuti berbagai penyakit kulit dan akhirnya          meninggal karena
        kompleknya penyakit.


  Pencegahan HIV
  1. Dari segi hubungan seksual
      a) hanya berhubungan seksual dengan suami atau istri;
      b) hindari perilaku seks bebas;
      c) kelompok dengan resiko tinggi (wanita tunasusila) perlu melindungi
        diri dengan alat kontrasepsi.
  2. Dari segi sanitasi
       a) pemeriksaan darah dengan teliti;
       b) jarum dan alat tusuk kulit yang lain harus steril dan sekali pakai;
       c) pecandu obat bius harus menghentikan kebiasaannya;
       d) mensterilkan alat yang tercemar dengan cara dimusnahkan;
       e) membakar semua alat yang telah dipakai oleh penderita.
  3. Cara melalui ibu
       Dengan mengimbau agar ibu yang terinfeksi          AIDS untuk tidak hamil.


b. HEPATITIS
   •    Lebih sering disebut sebagai sebagai penyakit liver atau penyakit
        kuning.
   •    Menyerang organ hati dengan merusak sel-sel hati.
   •    Pada keadaan kronis nafsu makan berkurang, mual, lesu, muntah dan
        demam, nyeri sendi. Setelah 3-10 hari air seni berwarna gelap ( coklat )
        seperti the, kulit dan bagian putih mata berwarna kuning.
   Pencegahan
   •    Vaksinasi
   •    Pola hidup sehat
   •    Menghindari alkohol
   •    Mengkonsumsi vitamin atau obat yang berfungsi memperbaiki sel-sel
        hati.
  Macam hepatitis
   •    Hepatitis A.
        Penularannya melalui mulut, makanan, dan minuman. Hepatitis A
        merupakan infeksi kronis yang dapat disembuhkan dengan pemberian
        antibodi dan vaksin.
   •    Hepatitis B.
        Penularannya melalui cairan tubuh, transfusi darah, dan bawaan lahir
        yang diturunkan oleh ibunya. Penyakit ini ada yang dapat disembuhkan
        dengan    pemberian    antibodi   dan   vaksin,   tetapi   ada   juga   yang
        berkembang menjadi sirosis dan kanker hati.
   •    Hepatitis C.
        Tidak terdapat gejala pada penyakit ini, tetapi setelah beberapa puluh
        tahun, baru terditeksi sehingga biasanya kondisi penderita sudah
        parah. Belum ada vaksin yang dapat menyembuhkannya.Pemberian
        interferon hanya dapat menghambat perkembangbiakan virus.
  c.Demam Berdarah Dengue
      Ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti
      Gejala panas tinggi mendadak dan terus menerus selama 2-7 hari, nafsu
      makan dan minum turun, lemah, mual, muntah, sakit kepala, sakit perut,
      nyeri ulu hati, bintik merah di kulit, pendarahan di gusi dan hidung, berak
      darah, muntah darah.
      Pencegahan
      Dilakukan dengan cara pemberantasan nyamuk.
           Menguras
           Mengubur
           Menutup
           Memberi obat
           Membunuh nyamuk dewasa


c. Influenza
  •     Disebabkan oleh virus Orthoneovirus
  •     Gejalanya adalah demam, sakit kepala, nafsu makan menurun, nyeri otot,
        biasanya akan sembuh sendiri dalam 3-7 hari.
  •     Pencegahan dengan jalan menjaga daya tahan tubuh serta menghindari
        interaksi dengan penderita.
  •     Ada sekitar 190 macam virus penyebab influenza


d. SARS
  •     SARS (Severe Acute Respiratory Syndrome) atau sindrom pernafasan
        akut.
  •     Disebabkan oleh virus baru yang bermutasi dari virus Corona. Virus ini
        menyerang sistem pernafasan.
  •     Gejala – gejala
          1) Gejala awal demam lebih dari 38 derajat, demam
          2) Masa inkubasi 2 sampai 10 hari.
          3) Lemah, letih dan lesu.
          4) Batuk kering dan sesak nafas karena kekurangan oksigen.
      Pencegahan
   1) Hindari berkunjung ke daerah yang terkena wabah.
   2) Hindari penderita dengan gejala pneumonia.
   3)Hindari menyentuh organ mulut, mata dan hidung.
   4) Petugas medis diharap menggunakan masker.
e. POLIO
  •   Manusia merupakan satu-satunya inang alami virus polio.
  •   Virus ini menyerang sel-sel yang membatasi saluran pencernaan dan
      selsel susunan saraf pusat, masuk ke dalam tubuh melalui makanan,
      minuman atau pernafasan.
  •   Gejala     klinik   infeksi   virus     polio   adalah   demam,    malaise,   sakit
      tenggorokan, sakit kepala, meningitis aseptic, poliomyelitis paralitik
      (lumpuh).
  •   Pencegahannya dilakukan dengan vaksinasi secara oral.


f. Smallfox ( cacar )
  •   Virus cacar (virus variola, smallpox virus) merupakan virus DNA dengan
      ukuran 250 ラ 400 nm.
  •   Manusia merupakan satusatunya inang alami virus ini, meskipun dapat
      pula menyerang kera
  •   Infeksi awal virus variola pada manusia terjadi pada membran mukosa
      saluran pernafasan bagian atas.
  •   Virus ini memperbanyak diri dalam mukosa dan jaringan limfa sehingga
      terjadi verimia pertama.
  •   Veremia sekunder terjadi setelah perkembangbiakan virus dalam organ-
      organ yang mengakibatkan erupsi pada kulit dan membran mukosa.


g. Herpes Zoster
  •   Disebabkan oleh serangan virus Varisela yang menyerang saraf sensoris.
  •   Gejala yang ditimbulkan oleh serangan virus ini adalah demam dan timbul
      gelembung kulit yang datar.
  •   Varisela     menginfeksi      saluran     pernapasan     bagian   atas,   kemudian
      menyebar melalui darah dan berhenti di dalam kulit.
  •   Masa inkubasinya adalah 14 – 16 hari.
  •   Agar tidak terinfeksi virus ini lagi, kita harus menjaga tubuh agar tetap
      fit. Virus ini akan aktif kembali jika daya tahan tubuh kita menurun.


h. Rabies
  •   Rabies atau penyakit anjing gila disebabkan oleh virus rabies yang
      menyerang sistem saraf pusat penderita.
  •   Penularannya dapat melalui gigitan dari hewan yang telah terinfeksi.
  •   Masa inkubasinya adalah 10 – 14 hari. Virus rabies juga dapat
      menginfeksi manusia.
  •   Gejala yang ditimbulkan adalah hirdopobia (takut air), sakit kepala,
      tertawa tanpa sebab, lesu, demam, gugup, dan lumpuh.
  •   Pengobatan penyakit rabies dapat dilakukan dengan pemberian vaksin
      rabies.


i. Gondong
  •   Penyebab gondong adalah serangan virus RNA yang menginfeksi otak,
      kelenjar parotid, pankreas, dan jantung.
  •   Biasanya, infeksi pada kelenjar parotid menyebabkan bengkak di
      belakang telinga.
  •   Orang yang pernah terserang virus ini akan memiliki kekebalan terhadap
      gondong.


j. Mata Belek
   Virus belek menyerang mata.
   Virus belek mengakibatkan rasa sakit, mata merah, bengkak, mengeluarkan
   air mata, dan mengeluarkan kotoran mata yang banyak.


k. Ebola
  •   Virus ebola hanya menyerang manusia dan kera.
  •   Awalnya virus ebola menyerang sel darah putih makrofag dan fibroblas.
      Setelah itu, virus menyebar ke seluruh jaringan tubuh dan jaringan ikat
      di bawahnya. Setelah 7 hari, penderita akan mengalami pendarahan di
      dalam tubuh dan menderita kerusakan ginjal dan hati.
  •   Keadaan ini menimbulkan demam, sakit kepala, dan lelah sekali.
      Selanjutnya, penderita ebola akan mengalami penggumpalan darah dan
      pendarahan, baik di dalam maupun di luar tubuh.
  •   Jika sudah terjadi demikian, kemungkinan hidup tidak ada


l. Kanker
  •   Virus yang menginfeksi akan mengalami pembelahan sel yang tidak ada
      hentinya sehingga dapat memicu timbulnya kanker.


m. Flu Burung
  •   gejala flu burung pada manusia mirip dengan gejala flu biasa, hanya
      kenaikan suhu tubuh relatif lebih tinggi dibanding flu biasa.
 •   Gejala awalnya adalah terjadi kenaikan suhu tubuh yang tinggi hingga
     39°C, tubuh panas, sakit tenggorokan, keluar lendir bening dari hidung,
     sesak napas, dan batuk.
 •   Jika tidak ditangani segera, maka akan mengalami penurunan kondisi
     tubuh    sehingga   menyebabkan     radang   paru-paru (pneumonia)     dan
     kekebalan tubuh turun drastis.
 •   Bila kondisi tubuh sudah demikian, maka akan terjadi kematian.
 •   Penyebab flu burung adalah virus influenza tipe A yang berdiameter 90
     – 120 nanometer.
 •   Virus ini termasuk dalam famili Orthomyxoviridae, genus influenza virus.
 •   Pada bagian luar virus terdapat tonjolan-tonjolan menyerupai jarum.
 •   Tonjolan     Haemaglutinin   (H)   membuat   virus   memiliki   kemampuan
     mengaglutinasi      (menggumpalkan)   eritrosit.     Tonjolan   yang   lain
     mengandung enzim Nevtamidase (N) yang berhubungan dengan sistem
     saraf sehingga membuat virus memiliki kemampuan menyerang sistem
     saraf.
 •   Virus flu burung hidup dalam saluran pencernaan unggas, kemudian dapat
     menyerang berbagai sistem dalam tubuh unggas.
 •   Virus ini menyebar dalam tubuh melalui peredaran darah.
 •   Virus Avian influenza umumnya menyerang unggas, tetapi dapat pula
     menyerang burung-burung lain bahkan ke hewan lain seperti babi, kucing,
     harimau, kuda, dan anjing laut.
Pencegahan
 •   tindakan pemusnahan (depopulasi) terhadap unggas yang terinfeksi virus
     flu burung.
 •   Dari segi pengobatan, sementara orangorang sering menggunakan
     “Tamiflu” obat untuk mengobati flu burung.
 •   Sebenarnya flu burung ini belum ada obatnya, dalam arti tidak ada obat
     yang secara aktif dapat langsung menghancurkan virusnya.
 •   Cara yang paling efektif adalah pencegahan dengan jalan pemberian
     vaksin atau imunisasi.


Virus penyebab penyakit pada tumbuhan.
a. Mozaik
 •   Disebut mozaik karena pada tanaman yang terinfeksi (tomat, labu dan
     tembakau) menunjukkan bercak-bercak pada daunnya atau buahnya.
b. Burik Kuning
 •    Burik   kuning     menyerang   pada   tanaman   padi   dan   aster   melalui
      plasmodesmata sehingga menyebar ke seluruh tubuh tanaman.
 •    Ini disebabkan plasmodesmata berfungsi untuk menghubungkan ruang-
      ruang antar sel.
c. Kerdil
 •    Tanaman yang terserang virus tungro, pertumbuhannya akan terhambat
      sehingga tampak kerdil, penyebarannya oleh perantara serangga wereng
      coklat dan wereng hijau berpindah dari tanaman satu ke tanaman lainnya
      .
 •    Untuk mengatasi virus tungro ini pemerintah telah menggalakan
      penanaman padi VUTW (varietas unggul tahan wereng)


Virus penyebab penyakit pada hewan
a. Tumor
     Disebabkan oleh polyoma
b. NCD ( New castle Disease )
     menyerang sistem saraf pada ternak unggas, misal ayam. NCD umumnya
     disebut dengan tetelo
c. Rabies
     menyerang pada anjing, kucing, serta monyet.
                          Eubacteria dan Archaebakteria



A. Eubacteria
    Eu ( sejati ) Bacteria ( bakteri ) = bakteri sejati. Bakteria = bakterion =
      batang kecil.
    Penemu : Anthony Van Leuwenhook
    Jenis : ratusan ribu spesies
    Ciri sel bacteria:
       Ukuran 0,12 – 200 mikrometer
       Bentuk :
         o Basil ( batang )
            Monobasil, Diplobasil, streptobasil.

         o Kokus ( bulat )
           Monokokus, diplokokus, tetrakokus, sarkina, streptokokus,
             stafilokokus.

         o Spirilia ( spiral )
           Spiral, spiroceta, vibrio

         o Kokobasil ( antara kokus dan basil )

   Struktur dan fungsi sel

      Struktur Utama

      a) Dinding sel
         Fungsi : pelindung dan pembentuk bakteri. Tersusun dari peptidoglikan (
         protein dan polisakarida ). Berdasarkan ketebalan peptidoglikan maka
         bakteri dibagi menjadi 2 :

          Bakteri gram positif.
           Peptidoglikan tebal, berwarna ungu pada pewarnaan gram.

          Bakteri gram negative.
           Peptidoglikan tipis, berwarna merah atau merah muda pada pewarnaan
             gram.

      b) Membran plasma
         Tersusun dari ( fosfolipid dan protein ). Fungsi : mengatur pertukaran zat.

      c) Sitoplasma
         Cairan sel yang tidak banyak organel. Mengandung : ribosom, DNA, dan
         granula penyimpanan.
     d) Ribosom
        Fungsi sintesis protein.

     e) DNA
        Fungsi pembawa informasi genetik

     f) Granula penyimpanan
        Untuk penyimpanan cadangan makanan.

     Struktur Tambahan

     a) Kapsul atau lapisan lendir
        Jika laipsan tebal disebut kapsul. Jika tipis disebut lapisan lendir.

        Tersusun dari : polisakarida dan air

        Fungsi :

         Untuk melekat pada permukaan
         Mempertahankan diri dari sel fagosit
         Melindungi sel bakteri saat mengalami kekeringan.
     b) Flagelum
        Flagela ( bulu cambuk ) tersusun dari protein. Berdasarkan jumlah dan
        letak flagel, bakteri dibagi beberapa jenis.

         Monotrik
         Lofotrik
         Amfitrik
         Peritrik
        Fungsi flagel sebagai alat gerak.

     c) Pilus dan fimbria.
        Lebih pendek dari flagellum. Fungsi penghubung saat konjugasi. Struktur
        ini hanya ada pada gram negative. Fimbria lebih pendek dari pilus.

     d) Klorosom
        Struktur yang mengandung klorofil

     e) Vakuola gas
        Terdapat pada bakteri yang hidup diair dan melakukan fotosintesis.

     f) Endospora
        Bentuk istirahat dari bakteriu gram positif, jika lingkungan tidak
        menguntungkan.

Cara Hidup
Berdasarkan cara bakteri memperoleh makanan bakteri dikelompokkan menjadi :

 Bakteri heterotrof
  Makannanya berupa senyawa organic dari organisme lain.

    Bakteri saprofit.
     Mengambil sisa makanan dari sisa organisme atau produk organisme.

    Bakteri parasit
     Memperoleh makanan dari inangnya.

 Bakteri autotrof
  Bisa membuat makanan sendiri.

    Bakteri fotoautotrof
     Mengguinakan cahaya untuk mengsintesis makanan. Punya pigmen klorofil dan
      karoten.

    Bakteri kemoautotrof
     Menggunakan energi kimiauntuk mengsintesis makanan melalui proses
      oksidasi.

Berdasarkan kebutuhan akan oksigen bakteri dibedakan menjadi :

 Bakteri Aerob
  Bakteri yang butuh oksigen

 Bakteri Anaerob
  Tidak butuh oksigen. Prosenya bernama fermentasi.



    Bakteri anaerob obligat
     Tidak butuh oksigen sama sekali

    Bakteri anaerob fakultatif
     Hidup tanpa atau ada oksigen.

Reproduksi

 Aseksual dengan pembelahan biner
 Seksual dengan rekombinasi genetic. Rekombinasi genetic dilakukan dengan 3
  cara, yaitu ;
   Transformasi
     DNA tambahan dari DNA bebas

    Transduksi
      DNA tambahan dari DNA yang dibawa organisme lain

    Konjugasi
     DNA tambahan dari bakteri lain.

Habitat

Lembab dan agak basah ( 25 -37 ) celcius

Klasifikasi Eubacteria

Dibagi dalam 5 Phylum

 Proteobacteria
  Kelompok terbesar bakteri. Terbagi dalam 3 kelompok ; Bakteri ungu,
   Proteobacteria kemoautotrof, proteobakteria kemoheterotrof.

 Cyanobacteria
  Berklorofil. Cyanobacteria dalam bentuk benang punya 3 bagian :

   Heterokista : diding tebal untuk mengikat oksigen.

   Akinet : Sel dinding tebal untuk mempertahankan diri.

   Baeosit : sel bulat kecil hasil reproduksi

 Spirochetes
  Bentuk spiral. Punya struktur filament aksial, fungsi untuk membuat gerakan
   memutar.

 Chlamydias
  Hanya bersifat parasit

 Bakteri gram positif
  Bisa membentuk endospora.



B. Archaebacteria
   Tidak punya peptidoglikan. Mampu hidup dilingkungan yang ekstrim.

    Bakteri Metanogen
     Baktrei yang manghasilkan metana dari gas hydrogen dan karbon dioksida.

    Bakteri halofil
     Hidup pada lingkungan dengan kadar garam tinggi.

    Bakteri termoasidofil
     Hidup dilingkungan yang panas dan asam.



C. Bakteri dalam Kehidupan Manusia
  Bakteri yang menguntungkan

  Eubacteria

   Pembusukan atau penguraian
   Pembuatan makanan dan minuman hasil fermentasi.
    Acetobacter ( asam cuka ) Lactobacillus bulgaricus ( Yoghurt ), Acetobacter
     xilinum ( nata de coco ) Lactobacillus casei ( keju dan yoghurt )

   Pengikat nitrogen dalam siklus nitrogen
   Penyubur tanah ( Nitrosococus dan Nitrosomonas )
   Pengasil antibiotic
   Penelitian rekayasa genetika
   Pembuatan zat kimia
  Archaebakteria

  Berperan dalam proses pembusukan sampah dan kotoran sehingga menghasilkan
  zat metana.

  Bakteri yang merugikan

  Eubacteria

   Pembusukan makanan ( Clostridium botulinum )
   Penyebab penyakit pada manusia
    Mycobakterium tuberculosis ( TBC ), Vibrio Cholerae ( Kolera / muntaber ),
     Clostridium tetani ( Tetanus ) Mycobakterum leprae ( Lepra )

   Penyebab penyakit pada hewan
    Bacillus anthracis ( Antraks )

   Penyebab penyakit pada tanaman budidaya
    Pseudomonas solanacearum ( penyebab penyakit pada tanaman tomat, cabe,
     terung dan tembakau ) Agrobacterium tumafaciens ( tumor )

  Archaebakteria

  Penyebab kerusakan makanan yang diawetkan dengan garam.



  Penanggulangan terhadap bakteri yang merugikan
   Pengawetan dan pengolahan makanan.

   Dengan cara pemanisan, pengeringan, pengasapan, pengasaman, pengasinan dan
   pendinginan.

   Pasteurisasi adalah pemanasan dengan suhu 63 – 70 C selama 15-30 menit.

   Sterilisasi adalah pemanasan dengan menggunakan udara panas atau uap air
   bertekanan tinggi.

   Kebersihan dan Kesehatan diri serta lingkungan

   Selalu menjaga kebersihan diri dan lingkungan adalah cara terbaik menghindari
   bakteri jahat.

   Imunisasi / Vaksinasi

   Vaksin kolera, vaksin tifus, Vaksin BCG, Vaksin DPT ( Diphteria, Pertusiss,
   Tetanus )




Lepra

DEFINISI
Lepra (penyakit Hansen) adalah infeksi menahun yang terutama ditandai oleh
adanya kerusakan saraf perifer (saraf diluar otak dan medulla spinalis), kulit,
selaput lendir hidung, buah zakar (testis) dan mata.

PENYEBAB
Bakteri Mycobacterium leprae.


Cara penularan lepra belum diketahui secara pasti.
Jika seorang penderita lepra berat dan tidak diobati bersin, maka bakteri akan
menyebar ke udara. Sekitar 50% penderita kemungkinan tertular karena
berhubungan dekat dengan seseorang yang terinfeksi.
Infeksi juga mungkin ditularkan melalui tanah, armadillo, kutu busuk dan nyamuk.


Sekitar 95% orang yang terpapar oleh bakteri lepra tidak menderita lepra karena
sistem kekebalannya berhasil melawan infeksi.
Penyakit yang terjadi bisa ringan (lepra tuberkuloid) atau berat (lepra
lepromatosa). Penderita lepra ringan tidak dapat menularkan penyakitnya kepada
orang lain.


Lebih dari 5 juta penduduk dunia yang terinfeksi oleh kuman ini.
Lepra paling banyak terdapat di Asia, Afrika, Amerika Latin dan kepulauan Samudra
Pasifik.
Infeksi dapat terjadi pada semua umur, paling sering mulai dari usia 20an dan 30an.
Bentuk lepromatosa 2 kali lebih sering ditemukan pada pria.

GEJALA
Bakteri penyebab lepra berkembangbiak sangat lambat, sehingga gejalanya baru
muncul minimal 1 tahun setelah terinfeksi (rata-rata muncul pada tahun ke-5-7).
Gejala dan tanda yang muncul tergantung kepada respon kekebalan penderita.


Jenis lepra menentukan prognosis jangka panjang, komplikasi yang mungkin terjadi
dan kebutuhan akan antibiotik.


Lepra tuberkuloid ditandai dengan ruam kulit berupa 1 atau beberapa daerah putih
yang datar.
Daerah tersebut bebal terhadap sentuhan karena mikobakteri telah merusak saraf-
sarafnya.


Pada lepra lepromatosa muncul benjolan kecil atau ruam menonjol yang lebih besar
dengan berbagai ukuran dan bentuk.
Terjadi kerontokan rambut tubuh, termasuk alis dan bulu mata.


Lepra perbatasan merupakan suatu keadaan yang tidak stabil, yang memiliki
gambaran kedua bentuk lepra.
Jika keadaannya membaik, maka akan menyerupai lepra tuberkuloid; jika
kaeadaannya memburuk, maka akan menyerupai lepra lepromatosa.


Selama perjalanan penyakitnya, baik diobati maupun tidak diobati, bisa terjadi
reaksi kekebalan tertentu, yang kadang timbul sebagai demam dan peradangan kulit,
saraf tepi dan kelenjar getah bening, sendi, buah zakar, ginjal, hati dan mata.
Pengobatan yang diberikan tergantung kepada jenis dan beratnya reaksi, bisa
diberikan kortikosteroid atau talidomid.


Mycobacterium leprae adalah satu-satunya bakteri yang menginfeksi saraf tepi dan
hampir semua komplikasinya merupakan akibat langsung dari masuknya bakteri ke
dalam saraf tepi. Bakteri ini tidak menyerang otak dan medulla spinalis.
Kemampuan untuk merasakan sentuhan, nyeri, panas dan dingin menurun, sehingga
penderita yang mengalami kerusakan saraf tepi tidak menyadari adanya luka bakar,
luka sayat atau mereka melukai dirinya sendiri. Kerusakan saraf tepi juga
menyebabkan kelemahan otot yang menyebabkan jari-jari tangan seperti sedang
mencakar dan kaki terkulai. Karena itu penderita lepra menjadi tampak mengerikan.


Penderita juga memiliki luka di telapak kakinya.
Kerusakan pada saluran udara di hidung bisa menyebabkan hidung tersumbat.
Kerusakan mata dapat menyebabkan kebutaan.
Penderita lepra lepromatosa dapat menjadi impoten dan mandul, karena infeksi ini
dapat menurunkan kadar testosteron dan jumlah sperma yang dihasilkan oleh testis.

DIAGNOSA
Diagnosisi ditegakkan berdasarkan gejala-gejalanya.


Untuk memperkuat diagnosis bisa dilakukan pemeriksaan mikroskopik terhadap
contoh jaringan kulit yang terinfeksi.

PENGOBATAN
Antibiotik dapat menahan perkembangan penyakit atau bahkan menyembuhkannya.
Beberapa mikobakterium mungkin resisten terhadap obat tertentu, karena itu
sebaiknya diberikan lebih dari 1 macam obat, terutama pada penderita lepra
lepromatosa.


Antibiotik yang paling banyak digunakan untuk mengobati lepra adalah dapson,
relatif tidak mahal dan biasanya aman.
Kadang obat ini menyebabkan reaksi alergi berupa ruam kulit dan anemia.


Rifampicin adalah obat yang lebih mahal dan lebih kuat daripada dapson.
Efek samping yang paling serius adalah kerusakan hati dan gejala-gejala yang
menyerupai flu.


Antibiotik lainnya yang bisa diberikan adalah klofazimin, etionamid, misiklin,
klaritromisin dan ofloksasin<.


Terapi antibiotik harus dilanjutkan selama beberapa waktu karena bakteri
penyebab lepra sulit dilenyapkan.
Pengobatan bisa dilanjutkan sampai 6 bulan atau lebih, tergantung kepada beratnya
infeksi dan penilaian dokter.
Banyak penderita lepra lepromatosi yang mengkonsumsi dapson seumur hidupnya.

PENCEGAHAN
Dulu perubahan bentuk anggota tubuh akibat lepra menyebabkan penderitanya
diasingkan dan diisolasi.
Pengobatan dini bisa mencegah atau memperbaiki kelainan bentuk, tetapi penderita
cenderung mengalami masalah psikis dan sosial.


Tidak perlu dilakukan isolasi. Lepra hanya menular jika terdapat dalam bentuk
lepromatosa yang tidak diobati dan itupun tidak mudah ditularkan kepada orang lain.
Selain itu, sebagian besar secara alami memiliki kekebalan terhadap lepra dan hanya
orang yang tinggal serumah dalam jangka waktu yang lama yang memiliki resiko
tertular.
Dokter dan perawat yang mengobati penderita lepra tampaknya tidak memiliki
resiko tertular.




Kolera

DEFINISI
Kolera adalah suatu infeksi usus kecil karena bakteri Vibrio cholerae.


Bakteri kolera menghasilkan racun yang menyebabkan usus halus melepaskan
sejumlah besar cairan yang banyak mengandung garam dan mineral.
Karena bakteri sensitif terhadap asam lambung, maka penderita kekurangan asam
lambung cenderung menderita penyakit ini.


Kolera menyebar melalui air yang diminum, makanan laut atau makanan lainnya yang
tercemar oleh kotoran orang yang terinfeksi.
Kolera ditemukan di Asia, Timur Tengah, Afrika dan Amerika Latin. Di daerah-
daerah tersebut, wabah biasanya terjadi selama musim panas dan banyak
menyerang anak-anak. Di daerah lain, wabah bisa terjadi pada musim apapun dan
semua usia bisa terkena.

PENYEBAB
Bakteri Vibrio cholerae.

GEJALA
Gejala dimulai dalam 1-3 hari setelah terinfeksi bakteri, bervariasi mulai dari diare
ringan-tanpa komplikasi sampai diare berat-yang bisa berakibat fatal.
Beberapa orang yang terinfeksi, tidak menunjukkan gejala.


Penyakit biasanya dimulai dengan diare encer seperti air yang terjadi secara tiba-
tiba, tanpa rasa sakit dan muntah-muntah.
Pada kasus yang berat, diare menyebabkan kehilangan cairan sampai 1 liter dalam 1
jam. Kehilangan cairan dan garam yang berlebihan menyebabkan dehidrasi disertai
rasa haus yang hebat, kram otot, lemah dan penurunan produksi air kemih.


Banyaknya cairan yang hilang dari jaringan menyebabkan mata menjadi cekung dan
kulit jari-jari tangan menjadi keriput.
Jika tidak diobati, ketidakseimbangan volume darah dan peningkatan konsentrasi
garam bisa menyebabkan gagal ginjal, syok dan koma.


Gejala biasanya menghilang dalam 3-6 hari.
Kebanyakan penderita akan terbebas dari organisme ini dalam waktu 2 minggu,
tetapi beberapa diantara penderita menjadi pembawa dari bakteri ini.

DIAGNOSA
Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala-gejalanya.
Untuk memperkuat diagnosis, dilakukan pemeriksaan terhadap apusan rektum atau
contoh tinja segar.

PENGOBATAN
Yang sangat penting adalah segera mengganti kehilangan cairan, garam dan mineral
dari tubuh.
Untuk penderita yang mengalami dehidrasi berat, cairan diberikan melalui infus.
Di daerah wabah, kadang-kadang cairan diberikan melalui selang yang dimasukkan
lewat hidung menuju ke lambung.


Bila dehidrasi sudah diatasi, tujuan pengobatan selanjutnya adalah menggantikan
jumlah cairan yang hilang karena diare dan muntah.
Makanan padat bisa diberikan setelah muntah-muntah berhenti dan nafsu makan
sudah kembali.
Pengobatan awal dengan tetrasiklin atau antibiotik lainnya bisa membunuh bakteri
dan biasanya akan menghentikan diare dalam 48 jam.


Lebih dari 50% penderita kolera berat yang tidak diobati meninggal dunia.
Kurang dari 1% penderita yang mendapat penggantian cairan yang adekuat,
meninggal dunia.

PENCEGAHAN
Penjernihan cadangan air dan pembuangan tinja yang memenuhi standar sangat
penting dalam mencegah terjadinya kolera.
Usaha lainnya adalah meminum air yang sudah terlebih dahulu dimasak dan
menghindari sayuran mentah atau ikan dan kerang yang dimasak tidak sampai
matang.


Vaksin kolera hanya memberikan perlindungan parsial dan secara umum tidak
dianjurkan.


Pemberian antibiotik tetrasiklin bisa membantu mencegah penyakit pada orang-
orang yang sama-sama menggunakan perabotan rumah dengan orang yang terinfeksi
kolera.




Penyakit Antraks termasuk kelompok
penyakit yang dapat menular dari hewan ke manusia (Zoonosis).

Penyakit ini
paling sering menyerang ternak herbivora terutama sapi, domba, kambing dan
selalu berakhir pada kematian. Sasaran berikutnya kuda dan babi. Hewan kelompok
omnivora ini bisa lebih bertahan sehingga sebagian penderita selamat dari maut.
Serangan pada ayam, belum pernah ada laporan. Berdasar penelitan yang selama
ini telah dilakukan, pada manusia, dilaporkan tingkat kematian mencapai 18
persen (dari 100 kasus, 18 penderita meninggal).

Penyebab            antraks           adalah          bakteri          Bacillus
anthracis. Bakteri ini bersifat aerob, memerlukan oksigen untuk hidup. Di alam
bebas bakteri ini membentuk spora yang tahan puluhan tahun dalam tanah dan bisa
menjadi sumber penularan pada hewan dan manusia. Hewan tertular akibat memakan
spora yang menempel pada tanaman yang dimakan. Hewan yang mati akibat antraks
harus langsung dikubur atau dibakar, tidak boleh dilukai supaya bakteri tidak
menyebar.
Penularan           pada        manusia         bisa         lewat          kontak
langsung spora yang ada di tanah, tanaman, maupun bahan dari hewan sakit
(kulit, daging, tulang atau darah); mengonsumsi produk hewan yang kena antraks:
atau melalui udara yang mengandung spora, misalnya, pada pekerja di pabrik wool
atau kulit binatang. Karenanya ada empat tipe antraks yaitu antraks kulit, antraks
usus (pencernaan), antraks paru (pernapasan) dan antraks otak. Antraks otak
terjadi                    jika                 bakteri                   terbawa
darah masuk ke otak.



Masa inkubasi antraks kulit sekitar dua sampai lima hari. Mula-mula kulit gatal,
kemudian                   melepuh                    yang                  jika
pecah membentuk keropeng hitam di tengahnya. Di sekitar keropeng bengkak dan
nyeri. Pada antraks yang masuk tubuh dalam 24 jam sudah tampak tanda demam.
Mual, muntah darah pada antraks usus, batuk, sesak napas pada antraks paru,
sakit kepala dan kejang pada antraks otak. Jika tak segera diobati bisa
meninggal dalam waktu satu atau dua hari. Karena setiap petugas kesehatan sudah
dilatih untuk menangani, sebaiknya penderita segera dibawa ke Puskesmas atau
rumah sakit agar penderita segera mendapat pengobatan yang tepat.



Untuk mencegah tertular antraks dianjurkan untuk membeli daging dari tempat
pemotongan
resmi, memasak daging secara matang untuk mematikan kuman, serta mencuci
tangan
sebelum makan.



Tetanus

DEFINISI
Tetanus (lockjaw) adalah suatu penyakit yang disebabkan oleh racun yang dihasilkan
oleh bakteri Clostridium tetani.


Disebut juga lockjaw karena terjadi kejang pada otot rahang.
Tetanus banyak ditemukan di negara-negara berkembang.

PENYEBAB
Bakteri an-aerob Clostridium tetani.
Spora dari Clostridium tetani dapat hidup selama bertahun-tahun di dalam tanah
dan kotoran hewan.
Jika bakteri tetanus masuk ke dalam tubuh manusia, bisa terjadi infeksi baik pada
luka yang dalam maupun luka yang dangkal.
Setelah proses persalinan, bisa terjadi infeksi pada rahim ibu dan pusar bayi yang
baru lahir (tetanus neonatorum).


Yang menyebabkan timbulnya gejala-gejala infeksi adalah racun yang dihasilkan oleh
bakteri, bukan bakterinya.

GEJALA
Gejala-gejala biasanya muncul dalam waktu 5-10 hari setelah terinfeksi, tetapi bisa
juga timbul dalam waktu 2 hari atau 50 hari setelah terinfeksi.


Gejala yang paling sering ditemukan adalah kekakuan rahang.
Gejala lainnya berupa gelisah, gangguan menelan, sakit kepala, demam, nyeri
tenggorokan, menggigil, kejang otot dan kaku kuduk, lengan serta tungkai.


Penderita bisa mengalami kesulitan dalam membuka rahangnya (trismus).
Kejang pada otot-otot wajah menyebabkan ekspresi penderita seperti menyeringai
dengan kedua alis yang terangkat.


Kekakuan atau kejang otot-otot perut, leher dan punggung bisa menyebabkan kepala
dan tumit penderita tertarik ke belakang sedangkan badannya melengkung ke depan.
Kejang pada otot sfingter perut bagian bawah bisa menyebabkan sembelit dan
tertahannya air kemih.


Gangguan-gangguan yang ringan, seperti suara berisik, aliran angin atau goncangan,
bisa memicu kekejangan otot yang disertai nyeri dan keringat yang berlebihan.
Selama kejang seluruh tubuh terjadi, penderita tidak dapat berbicara karena otot
dadanya kaku atau terjadi kejang tenggorokan. Hal tersebut juga menyebabkan
gangguan pernafasan sehingga terjadi kekurangan oksigen.


Biasanya tidak terjadi demam.
Laju pernafaan dan denyut jantung serta refleks-refleks biasanya meningkat.


Tetanus juga bisa terbatas pada sekelompok otot di sekitar luka. Kejang di sekitar
luka ini bisa menetap selama beberapa minggu.

DIAGNOSA
Diduga suatu tetanus jika terjadi kekakuan otot atau kejang pada seseorang yang
memiliki luka.


Untuk memperkuat diagnosis bisa dilakukan pembiakan bakteri dari apusan luka.

PENGOBATAN
Untuk menetralisir racun, diberikan immunoglobulin tetanus.
Antibiotik tetrasiklin dan penisilin diberikan untuk mencegah pembentukan racun
lebih lanjut.


Obat lainnya bisa diberikan untuk menenangkan penderita, mengendalikan kejang
dan mengendurkan otot-otot.


Penderita biasanya dirawat di rumah sakit dan ditempatkan dalam ruangan yang
tenang.
Untuk infeksi menengah sampai berat, mungkin perlu dipasang ventilator untuk
membantu pernafasan.
Makanan diberikan melalui infus atau selang nasogastrik.
Untuk membuang kotoran, dipasang kateter.
Penderita sebaiknya berbaring bergantian miring ke kiri atau ke kanan dan dipaksa
untuk batuk guna mencegah terjadinya pneumonia.


Untuk mengurangi nyeri diberikan kodein.
Obat lainnya bisa diberikan untuk mengendalikan tekanan darah dan denyut jantung.


Setelah sembuh, harus diberikan vaksinasi lengkap karena infeksi tetanus tidak
memberikan kekebalan terhadap infeksi berikutnya.



PROGNOSIS


Tetanus memiliki angka kematian sampai 50%.
Kematian biaanya terjadi pada penderita yang sangat muda, sangat tua dan pemakai
obat suntik.
Jika gejalanya memburuk dengan segera atau jika pengobatan tertunda, maka
prognosisnya buruk.

PENCEGAHAN
Mencegah tetanus melalui vaksinasi adalah jauh lebih baik daripada mengobatinya.
Pada anak-anak, vaksin tetanus diberikan sebagai bagian dari vaksin DPT (difteri,
pertusis, tetanus).
Dewasa sebaiknya menerima booster


Pada seseorang yang memiliki luka, jika:


menjalani vaksinasi lebih lanjut


vaksinasi


suntikan immunoglobulin tetanus dan suntikan pertama dari vaksinasi 3 bulanan.


Setiap luka (terutama luka tusukan yang dalam) harus dibersihkan secara seksama
karena kotoran dan jaringan mati akan mempermudah pertumbuhan bakteri
Clostridium tetani.



                                   Penyakit TBC

Penyakit TBC dapat menyerang siapa saja (tua, muda, laki-laki, perempuan, miskin,
atau kaya) dan dimana saja. Setiap tahunnya, Indonesia bertambah dengan
seperempat juta kasus baru TBC dan sekitar 140.000 kematian terjadi setiap
tahunnya disebabkan oleh TBC. Bahkan, Indonesia adalah negara ketiga terbesar
dengan masalah TBC di dunia.

Survei prevalensi TBC yang dilakukan di enam propinsi pada tahun 1983-1993
menunjukkan bahwa prevalensi TBC di Indonesia berkisar antara 0,2 – 0,65%.
Sedangkan menurut laporan Penanggulangan TBC Global yang dikeluarkan oleh WHO
pada tahun 2004, angka insidensi TBC pada tahun 2002 mencapai 555.000 kasus
(256 kasus/100.000 penduduk), dan 46% diantaranya diperkirakan merupakan kasus
baru.
Penyebab Penyakit TBC

Penyakit TBC adalah suatu penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri
Mikobakterium tuberkulosa. Bakteri ini berbentuk batang dan bersifat tahan asam
sehingga dikenal juga sebagai Batang Tahan Asam (BTA). Bakteri ini pertama kali
ditemukan oleh Robert Koch pada tanggal 24 Maret 1882, sehingga untuk
mengenang jasanya bakteri tersebut diberi nama baksil Koch. Bahkan, penyakit TBC
pada paru-paru kadang disebut sebagai Koch Pulmonum (KP).




                         Bakteri Mikobakterium tuberkulosa

Cara Penularan Penyakit TBC

Penyakit TBC biasanya menular melalui udara yang tercemar dengan bakteri
Mikobakterium tuberkulosa yang dilepaskan pada saat penderita TBC batuk, dan
pada anak-anak sumber infeksi umumnya berasal dari penderita TBC dewasa.
Bakteri ini bila sering masuk dan terkumpul di dalam paru-paru akan berkembang
biak menjadi banyak (terutama pada orang dengan daya tahan tubuh yang rendah),
dan dapat menyebar melalui pembuluh darah atau kelenjar getah bening. Oleh sebab
itulah infeksi TBC dapat menginfeksi hampir seluruh organ tubuh seperti: paru-
paru, otak, ginjal, saluran pencernaan, tulang, kelenjar getah bening, dan lain-lain,
meskipun demikian organ tubuh yang paling sering terkena yaitu paru-paru.
Saat Mikobakterium tuberkulosa berhasil menginfeksi paru-paru, maka dengan
segera akan tumbuh koloni bakteri yang berbentuk globular (bulat). Biasanya melalui
serangkaian reaksi imunologis bakteri TBC ini akan berusaha dihambat melalui
pembentukan dinding di sekeliling bakteri itu oleh sel-sel paru. Mekanisme
pembentukan dinding itu membuat jaringan di sekitarnya menjadi jaringan parut dan
bakteri TBC akan menjadi dormant (istirahat). Bentuk-bentuk dormant inilah yang
sebenarnya terlihat sebagai tuberkel pada pemeriksaan foto rontgen.

Pada sebagian orang dengan sistem imun yang baik, bentuk ini akan tetap dormant
sepanjang hidupnya. Sedangkan pada orang-orang dengan sistem kekebalan tubuh
yang kurang, bakteri ini akan mengalami perkembangbiakan sehingga tuberkel
bertambah banyak. Tuberkel yang banyak ini membentuk sebuah ruang di dalam
paru-paru. Ruang inilah yang nantinya menjadi sumber produksi sputum (dahak).
Seseorang yang telah memproduksi sputum dapat diperkirakan sedang mengalami
pertumbuhan tuberkel berlebih dan positif terinfeksi TBC.

Meningkatnya penularan infeksi yang telah dilaporkan saat ini, banyak dihubungkan
dengan beberapa keadaan, antara lain memburuknya kondisi sosial ekonomi, belum
optimalnya fasilitas pelayanan kesehatan masyarakat, meningkatnya jumlah
penduduk yang tidak mempunyai tempat tinggal dan adanya epidemi dari infeksi
HIV. Disamping itu daya tahan tubuh yang lemah/menurun, virulensi dan jumlah
kuman merupakan faktor yang memegang peranan penting dalam terjadinya infeksi
TBC.

Gejala Penyakit TBC

Gejala penyakit TBC dapat dibagi menjadi gejala umum dan gejala khusus yang
timbul sesuai dengan organ yang terlibat. Gambaran secara klinis tidak terlalu khas
terutama pada kasus baru, sehingga cukup sulit untuk menegakkan diagnosa secara
klinik.

Gejala sistemik/umum

         Demam tidak terlalu tinggi yang berlangsung lama, biasanya dirasakan malam
          hari disertai keringat malam. Kadang-kadang serangan demam seperti
          influenza dan bersifat hilang timbul.
         Penurunan nafsu makan dan berat badan.
         Batuk-batuk selama lebih dari 3 minggu (dapat disertai dengan darah).
         Perasaan tidak enak (malaise), lemah.

Gejala khusus

         Tergantung dari organ tubuh mana yang terkena, bila terjadi sumbatan
          sebagian bronkus (saluran yang menuju ke paru-paru) akibat penekanan
          kelenjar getah bening yang membesar, akan menimbulkan suara "mengi",
          suara nafas melemah yang disertai sesak.
         Kalau ada cairan dirongga pleura (pembungkus paru-paru), dapat disertai
          dengan keluhan sakit dada.
         Bila mengenai tulang, maka akan terjadi gejala seperti infeksi tulang yang
          pada suatu saat dapat membentuk saluran dan bermuara pada kulit di
          atasnya, pada muara ini akan keluar cairan nanah.
         Pada anak-anak dapat mengenai otak (lapisan pembungkus otak) dan disebut
          sebagai meningitis (radang selaput otak), gejalanya adalah demam tinggi,
          adanya penurunan kesadaran dan kejang-kejang.

Pada pasien anak yang tidak menimbulkan gejala, TBC dapat terdeteksi kalau
diketahui adanya kontak dengan pasien TBC dewasa. Kira-kira 30-50% anak yang
kontak dengan penderita TBC paru dewasa memberikan hasil uji tuberkulin positif.
Pada anak usia 3 bulan – 5 tahun yang tinggal serumah dengan penderita TBC paru
dewasa dengan BTA positif, dilaporkan 30% terinfeksi berdasarkan pemeriksaan
serologi/darah.

Penegakan Diagnosis

Apabila dicurigai seseorang tertular penyakit TBC, maka beberapa hal yang perlu
dilakukan untuk menegakkan diagnosis adalah:

   o   Anamnesa baik terhadap pasien maupun keluarganya.
   o   Pemeriksaan fisik.
   o   Pemeriksaan laboratorium (darah, dahak, cairan otak).
   o   Pemeriksaan patologi anatomi (PA).
   o   Rontgen dada (thorax photo).
   o   Uji tuberkulin.




Tanpa pernah kita sadari, hidup kita sehari-hari tidak pernah luput dari incaran
mikroorganisme yang tidak terlihat oleh mata telanjang. Mikroorganisme tersebut
berseliweran di dekat kita. Beberapa jenis tidak berbahaya, namun beberapa jenis
yang lain dapat mengancam kesehatan jika masuk ke dalam tubuh kita. Berikut
adalah macam-macam bakteri yang dapat menimbulkan penyakit, antara lain:
Pseudomonas aeruginosa (Pseudomonas pyocyaneus)
Bakteri ini dapat masuk ke jaringan tubuh dan menimbulkan gejala penyakit, seperti
infeksi traktus urinarius, infeksi jaringan paru, infeksi kornea. Biasanya infeksi
tersebut menimpa penderita diabetes mellitus atau pecandu narkoba. Upaya
pencegahan yang paling baik adalah menjaga daya tahan tubuh tetap tinggi dan pada
penularan pasien yang dirawat di rumah sakit dapat dilakukan dengan cara kerja
yang steril.

Vibrio cholerae
Bakteri ini menyebabkan penyakit cholera asiatica. Gejala penyakit yang ditimbulkan
ini berupa nausea, muntah, diare, dan kejang perut. Keadaan ini dapat menyebabkan
kejang kematian dalam beberapa jam sampai beberapa hari dari permulaan sakit.
Cara penularan melalui makanan dan minuman yang terkontaminasi bakteri ini.
Pengobatan dapat dilakukan dengan mengganti cairan dan elektrolit yang hilang,
sedangkan pencegahan dapat dilakukan dengan menjaga kebersihan makanan dan
minuman serta perbaikan sanitasi lingkungan.

Vibrio El Tor
Sifat bakteri ini sama dengan Vibrio cholera.
Spirillium minus (Treponema sodoku)
Bakteri ini menyebabkan penyakit rat-bite-fever (demam karena gigitan tikus),
dengan gejala berupa demam yang mendadak, sakit otot, ruam kemerahan pada
kulit, sakit kepala, nausea, dan radang kelenjar getah bening regional. pencegahan
dilakukan dengan peningkatan sanitasi lingkungan terutama kebersihan rumah
sehingga tidak ada tikus.

Escherichia coli
Bakteri ini dapat menyebabkan terjadinya epidemic penyakit-penyakit saluran
pencernaan makanan, seperti kolera, tipus, disentri, diare, dan penyakit cacing. bibit
penyakit ini berasal dari feses manusia yang menderita penyakit-penyakit tersebut.
indicator yang menunjukkan bahwa air rumah tangga sudah dikotori feses adalah
dengan adanya E.coli dalam air tersebut, karena dalam feses manusia baik sakit
maupun sehat terdapat bakteri ini.




                                    bakteri E.coli

E.coli dapat menimbulkan pneumonia, endokarditis, infeksi pada luka dan abses pada
berbagai organ. bakteri ini juga merupakan penyebab utama meningitis pada bayi
yang baru lahir dan penyebab infeksi tractor urinarius (pyelonephritis cysticis)
pada manusia yang dirawat di rumah sakit (nosocomial infection). pencegahan infeksi
bakteri ini dilakukan dengan perawatan yang sebaik-baiknya di rumah sakit, antara
lain: pemakaian antibiotic secara tepat, tindakan antiseptic secara benar.

Klebsiella pneumonia
Bakteri ini sering menimbulkan pada tractus urinarius karena nosocomial infection,
meningitis, dan pneumonia pada penderita diabetes mellitus atau pecandu alcohol.
gejala pneumonia yang disebabkan oleh bakteri ini berupa gejala demam akut,
malaise (lesu), dan batuk kering, kemudian batuknya menjadi produktif dan
menghasilkan sputum berdarah dan purulent (nanah). bila penyakitnya berlanjut,
akan terjadi abses, nekrosis jaringan paru, bronchiectasi dan vibrosis paru-paru.
Pencegahan dilakukan dengan peningkatan derajat kesehatan dan daya tahan tubuh.
pencegahan nosocomial infection dilakukan dengan cara kerja yang aseptik pada
perawatan pasien di rumah sakit.

Proteus vulgaris
Penyakit yang ditimbulkan berupa infeksi tractus urinarius pada nosocomial
infection. pencegahan nosocomial infection dilakukan dengan menggunakan kateter
dalam keadaan steril.

Salmonella typhi
Penyakit yang ditimbulkan yaitu penyakit typhus abdominalis. gejalanya berupa
demam dengan suhu tinggi (400C), seringkali meracau dan gelisah (delirium), lemah,
apatis, anoreksia, dan sakit kepala, ada yang mengalami diare tetapi umumnya
mengalami konstipasi. pencegahan dilakukan dengan menjaga kebersihan makanan
dan minuman, peningkatan higien pribadi, perbaikan sumber air untuk keperluan
rumah tangga, peningkatan sanitasi lingkungan khususnya perbaikan cara
pembuanagn feses manusia serta pemberantasan tikus dan lalat.

Shigella dysenteriae
Penyakit yang ditimbulkan yaitu disentri basiler dengan gejala yang biasanya dating
mendadak berupa demam, sakit perut bagian bawah, diare, fesenya cair, bercampur
lendir dan darah. Pada penyakit yang berat dapat disertai muntah, dehidrasi, kolaps,
bahkan menyebabkan kematian. Penularan adalah lewat feses penderita. Pencegahan
dilakukan dengan mencaga kebersihan makanan dan minuman, peningkatan sanitasi
lingkungan dan hygene pribadi.

Pasteurella pestis (Yersenia pestis)
Penyakit pes adalah penyakit yang menyerang binatang pengerat, tetapi dapat
menular pada manusia dengan perantaraan gigitan kutu tikus yang disebut
Xenopsylla cheopis. Gejalanya adalah demam dan menggigil. Bakteri akan ikut
dengan aliran limfa sementara tubuh mengerahkan leukosit sehinggA kelenjar limfa
regional akan membengkak dan sakit. Pembengkakan ini disebut bubo yang sering
kali pecah dan mengeluarkan nanah. Pencegahan dilakukan dengan mengisolasi pasien
dalam kamar tersendiri agar tidak menulari orang yang sehat, peningkatan sanitasi
dan untuk memberantas kutu-kutunya, serta vaksinasi.

Haemophilus influenza
Bakteri ini menimbulkan penyakit tractus respiratorius, system saraf dan system
skelet. Pencegahan dengan vaksinasi dan menghindari penularan.

Haemophilus ducrey
Menimbulkan penyakit chancroid, menular lewat hubungan kelamin.

Bordetella pertussis
Bakteri ini menyebabkan batuk rejan. Pencegahan dengan vaksinasi.

Staphylococcus aureus
Bakteri ini dapat menyebabkan infeksi bernanah dan abses, infeksi pada folikel
rambut dan kelenjar keringat, bisul, infeksi pada luka, meningitis, endokarditis,
pneumonia, pyelonephritis, osteomyelitis. pencegahan dilakukan dengan
meningkatkan daya tahan tubuh, hygene pribadi, dan sanitasi lingkungan.

Neisseria gonorrhoea
Gejala penyakitnya adalah kencing bernanah. pada wanita penderita yang kronis
dapat menyebabkan tertutpnya saluran telur. Bayi yang dilahirkan oleh ibu
penderita penyakit ini matanya menjadi bengkak, bernanah yang dan dapat
menyebabkan kebutaan. Untuk mencegah neonatal gonorrhoea ophtalmia pada mata
bayi yang baru lahir adalah dengan diteteskan larutan penicillin 10.000 unit dalam
aqua atau larutan perak nitrat 1% atau erythromycin 0,5% atau tetracycline 1%.

Neisseria meningitides
Bakteri ini menyebabkan penyakit meningitis (radang selaput otak). bila daya tahan
tubuh menurun, bakteri ini dapat menyebabkan pharyngitis bahkan pneumonia.
Gejala meningitis awalnya mirip flu, demam tidak begitu tinggi, sakit kepala,
tenggorokan kering, kaku kuduk, dan lesu.

Streptococcus pneumonia
Merupakan bakteri penyebab penyakit pneumonias, sinusitis, otitis media,
mastoiditis, conjuctivis, meningitis, endocarditis. Sebenarnya merupakan flora
normal oropharinx, tetapi dapat menjadi berbahaya pada manusia yang daya tahan
tubuhnya menurun.

Corynebacterium diphtheriae
Menimbulkan penyakit dipteri pada anak-anak, dengan gejala demam yang tidak
begitu tinggi dan tenggorokan kering, diikuti dengan pseudomemran yang pada
akhirnya dapat menyebabkan aspiksia (tercekik) sehingga penderita dapat
mengalami kematian. Pencegahan dalat dilakukan dengan vaksinasi DPT berulang
mulai bayi hingga dewasa.

Bacillus anthracis
Merupakan bakteri penyebab penyakit antrax, yang biasanya menyerang hewan
ternak. Namun pada perkembangannya penyakit tersebut dapat menular ke manusia
melalui luka, inhalasi dan juga makanan.

Pencegahan terhadap penularan penyakit ini dapat dilakukan dengan berbagai
cara, yaitu:
a. pendidikan kesehatan agar pekerja di peternakan berhati-hati untuk menghindari
terjadinya luka atau lecet dan menghindari kontaminasi luka/ lecet tersebut dengan
bakteri.
b. Meningkatkan hygiene pribadi
c. Penggunaan masker dan alat-alat pengaman yang lain bagi pekerja yang bekerja di
peternakan.
d. Vaksinasi
e. Meningkatkan daya tahan tubuh.

Clostridium tetani
Penyakit yang ditimbulkan adalah tetanus, dengan infeksi melalui berbagai cara,
yaitu: luka tusuk, patah tulang terbuka, luka bakar, pembedahan, penyuntikan,
gigitan binatang, aborsi, melahirkan atau luka pemotongan umbilicus. Gejalanya
berupa kaku dank ram pada otot sekitar luka, hypereflexi pada tendon extremitas
yang dekat dengan luka, kaku pada leher, rahang dan muka, dan gangguan menelan.

Pencegahan yang dapat dilakukan adalah
f. perawatan luka yang baik sehingga luka tidka terkontaminasi
g. pemberian antitetanus serum pada penderita
h. imunisasi aktif
i. vaksinasi tetanus toxoid pada ibu-ibu.

Clostridium botulinum
Bakteri ini sering menimbulkan keracunan makanan, hal ini karena bakteri tersebut
tumbuh dalam makanan dan menghasilkan toxin yang berbahaya bagi manusia. Gejala
penyakitnya berupa tenggorokan terasa kering, penglihatan menjadi kabur,
gangguan akomodasi, gangguan suara, kelumpuhan otot, gangguan jantung.
Pencegahan dengan menjaga kebersihan makanan dan memasaknya sampai matang.

Mycobacterium tuberculosis
Pada manusia bakteri ini dapat menyebabkan penyakit tuberculosa yang menyerang
paru-paru, tulang, kelenjar lympha, ginjal, otak bahkan kulit. Gejala yang umum
dijumpai adalah batuk yang tidak kunjung sembuh. Pencegahan dapat dilakukan
dengan vaksinasi BCG dan mencegah penularan.

Mycobacterium leprae
Merupakan bakteri penyebab penyakit lepra, dengan gejala pertama berupa
penebalan pada kulit yang berubah warna, berupa bercak keputih-putihan, hilang
perasaannya. Bakteri ini dapat pula menyerang mata, paru-paru, ginjal dan
sebagainya. Pencegahan dilakukan dengan mencegah kontak langsung dengan
penderita dan meningkatkan daya tahan tubuh.

Treponema pallida
Merupakan bakteri penyebab penyakit siphilis

Treponema pertenue
Merupakan bakteri penyebab Framboeisa (Yaws, patek)
Leptospira interrogans/Leptospira icterohaemorrhagica
Bakteri ini sebenarnya merupakan penyebab penyakit pada tikus, namun dapat
menular pada manusia melalui makanan dan minuman yang terkontaminasi. Gejalanya
berupa demam, sakit kepala, sakit otot, betis, paha, punggung, conjuctivis, diare,
konstipasi, anemiadan gangguan fungsi ginjal. Pencegahan dilakukan dengan menjaga
kebersihan makanan, minuman, meningkatkan sanitasi lingkungan.

Brucella sp.
Bakteri ini terdapat pada hewan ternak. Jika memasuki tubuh manusia dapat
menyebabkan demam yang terus menerus, menggigil, lesu, berkeringat, sakit kepala,
sakit otot, nafsu makan berkurang, berat badan menurun, sakit sendi, pneumonia,
meningitis, epistaxis, pembengkakan kelenjar lympha, spleen dan liver. Pencegahan
dilakukan dengan melakukan vaksinasi pada hewan ternak, memasak makanan atau
minuman yang berasal dari hewan ternak sampai benar-benar matang.




                                     PROTISTA

Mengenal cirri-ciri Protista

Protista adalah kelompok organisme yng memiliki struktur sel eukariotik, uniseluler
maupun multiseluler dan tidak memiliki jaringan yang sebenarnya.

 a. Protista yang menyerupai jamur
        Meliputi kelompok protista jamur air dan protista jamur lender
        Kesamaan dengan jamur adalah memiliki struktur yang menghasilkan
          spora, heterotrof, parasit atau pengurai.
    1) Jamur air ( Oomycota )
        Kebanyakan hidup bebas dan mendapatkan nutrisi dari sisa-sisa
          tumbuhan di kolam, danau atau aliran air.
        Beberapa jenis juga parasit pada organisme akuatik, missal Saprolegnia.
        Ada yang pathogen pada tanaman, missal Plasmopora viticola,
           Phytophthora infestans.
       Reproduksi seksual dengan cara penyatuan gamet jantan dan betina.
        Gamet jantan dihasilkan oleh anteredium, gamet betina oleh Oogonium.
       Reproduksi aseksual dengan cara menghasilkan sporangium di ujung hifa.
        Sporangium menghasilkan zoospore.
   2) Jamur lendir ( Myxomycota )
       Merupakan predator fagosit
       Contohnya Dictyostelium discoideum.




       Siklus hidup Dictyostelium discoideum sbb.
b. Protista yang menyerupai hewan
       Kesamaan dengan hewan karena uniseluler, heterotrofik dan cikal bakal
          hewan yang lebih kompleks.
       Ciri tubuh : ukuran 10-200 mikron, bentuk ada tetap dan ada yang
          berubah.
       Strukter tubuh punya membrane sel, sitoplasma, vakuola makanan,
          vakuola berdenyut dan inti sel.
       Cara hidup heterotrof dengan memangsa bakteri dan protista lain
       Habitat di laut, air tawar, tanah atau bersimbiosis dengan makhluk lain.
       Reproduksi sebagian besar dengan cara pembelahan biner. Ada juga
          dengan cara konjugasi
       Dalam siklus hidupnya dapat membentuk kista.
       Klasifikasi terdiri dari 4 kelas yaitu Rhizopoda, Ciliata, Flagellata dan
          Sporozoa.
   1) Rhizopoda
       Bergerak dengan pseudopodia
       Contoh : Globigerina ( bercangkang ), Amoeba proteus.
       Berkembang biak dengan pembelahan biner
       Habitatnya tanah yang lembab ( contoh Amoeba ) dan lingkungan air
          tawar ( contoh Difflugia ) dilingkungan air laut ( Globigerina ). Rhizopada
          parasit contohnya Entamoeba gingivalis, Entamoeba histolytica (
          penyebab desentri )
   2) Ciliata
       Bergerak menggunakan cilia
       Memiliki 2 inti makro ( fungsi vegetatif ) dan mikro ( fungsi generatif )
        Memiliki trikokis untuk pertahanan diri.
        Habitat hidup bebas dilingkungan berair ( Paramecium caudatum,
         Didinium, Stentor, Balantidium, dan Vorticella ). Bersimbiosis dan
         parasit ( Balantidium coli ) penyebab diare.
       Reproduksi seksual dan aseksual
   3) Flagelata
       Bergerak dengan menggunakan bulu cambuk ( flagellum)
       Reproduksi secara aseksual/ pembelahan biner
       Habitat di lingkungan berair, bersimbiosis ( Trichonympha campanula ),
         parasit ( Trypanosoma brucei, penyakit tidur ;Trypanosoma evansi,
         penyakit surra pada ternak; Trichomonas vaginalis; Leishmania, peny kala
         azar pada darah )
   4) Sporozoa
       Hidup parasit
       Tidak punya alat gerak
       Dalam siklus hidupnya membentuk spora.
       Reproduksi secara seksual dan aseksual
       Contoh : Toxoplasma gpondii, Plasmodium vivax, Plasmodium ovale, dsb
   Peran sporozoa yang positif dan negative.

c. Protista yang menyerupai tumbuhan
       Ukuran dari mikroskopik sampai makroskopik.
       Cara hidup koloni dan ada yang soliter
       Kesamaan dengan tumbuhan adalah memiliki kloroplas
       Merupakan organisme fotoautotrof
       Habitat tempat berair atau lembab
       Reproduksi seksual dan aseksual ( pembelahan biner, fragmentasi,
         pembentukan spora )
       Klasifikasi ganggang : Euglenophyta, Chrysophyta, Pyrrophyta,
         Chlorophyta, Phaeophyta dan Rhodophyta.
   1) Euglenophyta
       Punya fotoreceptor yang ditutupi pigmen merah ( fikobilin )
       Contoh Euglena
   2) Chrysophyta ( ganggang keemasan )
       Pigmen dominan berupa santofil
       Habitat air tawar ( sebagian besar ) dan air laut
       Contoh Navicula, Synura, Mischococcus
   3) Pyrrophyta ( ganggang api )
       Beberapa spesies mampu berpendar ( flouresen )
       Pada musim tertentu, jumlahnya sangat banyak hingga warna laut
         menjadi merah.
       Dapat menghasilkan toksin
       Contoh : Gymnodium breve, Gambierdiscus toxicus, Gonyaulax, Noctiluca
          scintillans.
       4) Chlorophyta ( ganggang hijau )
           Pigmen dominan klorofil
           Habitat air tawar, lembab ( sebagian besar ) dan laut dangkal.
           Contoh : Chlorella, Volvox, Ulva, Halimeda, Acetabularia, Spirogyra,
             Oedogonium, Chlamydomonas, Gonium.
       5) Phaeophyta ( ganggang coklat )
           Pigmen dominant fukosantin
           Habitat di air laut, menempel pada karang
           Contoh : Sargassum, Laminaria, Turbinaria, Fucus vesiculosus.
       6) Rhodophyta. ( ganggang merah )
           Pigmen dominan fikoeritrin
           Habitat air laut
           Contoh : Eucheuma spinosum, Gigartina mammilosa, Palmaria palmate,
               Chondrus Crispus.
       Manfaat ganggang bagi manusia :

           Chlorella, sumber makanan bergisi tinggi
           Ulva, caulerpa, Enteromorpha, makanan berupa sayur.
           Ganggang merah untuk pembuatan agar-agar dan campuran kue kering
           Ganggang keemasan , tanah diatomnya digunakan untuk bahan peledak,
            campuran semen, bahan penggosok dan bahan isolasi.
           Ganggang cokelat untuk pupuk pertanian
           Laminaria digitalis untuk penghasil yodium
           Macrosistis, Laminaria, penghasil asam alginate (bahan pengental )




                                     JAMUR ( FUNGI )


Ciri jamur :
   •    Eukariotik
   •    Uniseluler ( khamir ) dan multiseluler
   •    Bentuk benang, payung, kuping, bulat, setengah lingkaran.
   •    Dinding selnya tersusun atas zat kitin
   •    Jamur mutiseluler mempunyai sel-sel memanjang berupa benang-benang yang
        disebut hifa.
        Hifa ada yang bersekat ( septum ) dan ada yang tidak bersekat ( hifa
        senositik )
        Hifa bercabang-cabang dan berjalinan membentuk miselium
        Miselium ada 2 macam ( miselium vegetatif dan generatif )
   •    Cara Hidup
    Saprofit ( memperoleh zat organik dari sisa organisme mati dan bahan tak
    hidup )
    Parasit ( memperoleh zat organik dari organisme hidup lain )
    Mutual ( hidup saling menguntungkan dengan organisme lain )
    Contoh : Lumut kerak dan mikoriza
•   Contoh mutualisme jamur
    Lumut kerak ( lichen )
           Simbiosis antara jamur dan ganggang. Jamur menyediakan air dan
           mineral untuk ganggang. Ganggang menyediakan zat organik dari hasil
           fotosintesis.
    Mikoriza
           Simbiosis jamur dengan akar tanaman tingkat tinggi. Jamur membantu
           penyerapan air sedang akar menyediakan bahan organik untuk jamur.
•   Reproduksi
    Reproduksi aseksual :
            Bertunas, fragmentasi benang hifa, dan pembentukan spora vegetatif.
    Reproduksi seksual :
            Dengan spora seksual ( zigospora, askospora dan basidiospora )
•   Klasifikasi
   Zygomycota
           Spora seksualnya zigospora
           Reproduksi aseksual dengan fragmentasi miselium atau spora aseksual
           Reproduksi seksual dengan perkawinan ( fusi ) hifa + dengan hifa – yang
            menhasilkan zigospora.
           Peran menguntungkan: Rhizopus oryzae ( pembuatan tempe ), Mucor
            javanicus ( pembuatan tape ),
    Ascomycota
           Spora seksualnya askospora
           Reproduksi aseksual dengan konidiospora yang tumbuh menjadi tunas.
           Alat reproduksinya berupa askus yang menghasilkan askospora.
           Peran : Sacharomyces cerevisae ( pembuatan roti dan alkohol ),
            Sacharomyces ellipsoideus ( pembuatan wine ), Sacharomyces tuac (
            pembuatan tuak ), Neurospora crassa ( pembuatan oncom ), Morchella
            esculenta dan Sarcoscypha coccinea ( dapat dikonsumsi )
           Peran yang merugikan : Venturia purpurea ( merusak buah apel ),
            Claviceps purpurea ( penyebab penyakit ergotisma )
   Basidiomycota
           Spora seksualnya basidiospora
              Reproduksi aseksual dengan membentuk spora konidia
              Reproduksi seksual dengan perkawinan hifa beda jenis.
              Peran : Auricularia polytricha, Volvariella volvacea dan jamur Shintake
               dapat dimakan.
              Peran merugikan : Puccinia graminis ( parasit pada tanaman padi dan
               jagung ), Puchinia arachidis ( parasit pada tanaman kacang tanah ),
               Ustilago maydis ( parasit pada jagung ), Amanita ocreata dan Amanita
               phalloides ( beracun jika dimakan ), Amanita muscaria ( memnyebabkan
               halusinasi jika dimakan )
    •   Deuteromycetes
        Kelompok jamur yang cara reproduksi seksualnya belum diketahui.
        Jika sudah diketahui maka di masukkan dalam salah satu jenis jamur diatas.


.
    •   Evaluasi
    1. Ada suatu jamur mikroskopis yang hifanya bersekat melintang, intinya dua,
        menghasilkan konidia, tetapi belum diketahui reproduksi seksualnya. Jamur
        tersebut digolongkan ....
2. Reproduksi seksual pada jamur Zygomycota dilakukan dengan cara ....
           –   fusi hifa jantan dan betina
           –   fusi stolon jantan dan betina
           –   fusi spora + dan spora –
           –   fusi ovum dan spermatozoid
           –   fusi hifa + dan -

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:319
posted:11/8/2012
language:Indonesian
pages:50