PEDOMAN PENULISAN TESIS S2 IKAHA 1

Document Sample
PEDOMAN PENULISAN TESIS S2 IKAHA 1 Powered By Docstoc
					                           PEDOMAN
                PENULISAN PROPOSAL DAN TESIS
                     PASCASARJANA_IKAHA
                      TEBUIRENG JOMBANG
A. BAHASA
   1. PROPOSAL, TESIS    DITULIS DENGAN MENGGUNAKAN BAHASA
      INDONESIA, INGGRIS, ATAU ARAB YANG STANDAR DAN BENAR.
   2. PENULISAN PROPOSAL, TESIS     DALAM BAHASA ARAB ATAU
      INGGRIS HARUS MENDAPAT REKOMENDASI DARI SEKRETARIS
      PROGRAM   DAN   PERSETUJUAN  DARI   DIREKTUR   PROGRAM
      PASCASARJANA.
   3. ISTILAH ASING YANG BELUM ADA PADANANNYA DALAM BAHASA
      INDONESIA DICETAK MIRING (ITALIC) DISERTAI PENJELASAN
      SEPERLUNYA.
B. FORMAT PROPOSAL
   PROPOSAL TESIS HARUS TERDIRI DARI:
   1. LATAR BELAKANG MASALAH. BAGIAN INI           MENGUNGKAPKAN
      SEJARAH, ATAU LATAR BELAKANG DAN SEGALA SELUK BELUK
      PERSOALAN YANG BERKAITAN DENGAN MASALAH, BAIK TEORITIS
      MAUPUN GEJALA EMPIRIS YANG MENJELASKAN MENGAPA MASALAH
      ITU PERLU DITELITI.
   2. IDENTIFIKASI DAN BATASAN MASALAH. BAGIAN INI MERUPAKAN
      PENJELASAN TENTANG KEMUNGKINAN-KEMUNGKINAN CAKUPAN
      YANG DAPAT MUNCUL DALAM PENELITIAN DENGAN MELAKUKAN
      IDENTIFIKASI   DAN    INVENTARISASI     SEBANYAK-BANYAKNYA
      KEMUNGKINAN   YANG    DAPAT   DIDUGA    SEBAGAI    MASALAH.
      KEMUDIAN    DILAKUKAN      PEMBATASAN     RUANG     LINGKUP
      PERMASALAHAN   DALAM    RANGKA    MENETAPKAN   BATAS-BATAS
      MASALAH SECARA JELAS SEHINGGA MANA SAJA YANG MASUK DAN
      MANA YANG TIDAK MASUK DALAM MASALAH YANG AKAN DIDEKATI
      DAN DIBAHAS.
   3. RUMUSAN MASALAH. BERISI PERNYATAAN SECARA EKSPILISIT
      PERTANYAAN-PERTANYAAN YANG INGIN DICARI JAWABANNYA
      MELALUI PENELITIAN YANG AKAN DILAKSANAKAN. HAL INI
      DILAKUKAN   BILA    BATASAN    MASALAH       BELUM    DAPAT
      MENCAKUPNYA.
   4. TUJUAN PENELITIAN. TUJUAN DITEKANKAN PADA PENGUNGKAPAN
      MENGENAI   RUANG   LINGKUP    DAN   KEGIATAN    YANG   AKAN
      DILAKSANAKAN DAN DIRUJUKKAN KEPADA MASALAH YANG TELAH
      DIBATASI DAN/ ATAU DIRUMUSKAN.
   5. KEGUNAAN PENELITIAN. PENJELASAN MENGENAI NILAI DAN
      MANFAAT PENELITIAN, BAIK DARI SISI KEILMUAN-AKADEMIK,
      MAUPUN DARI SISI PRAKTIS DAN/ ATAU PRAGMATIS.
   6. KERANGKA TEORITIK. PENJELASAN TEORITIS SEBAGAI BASIS
      ATAU KOMPARASI ANALISIS DALAM MELAKUKAN PENELITIAN.
      BAHASAN DITEKANKAN PADA PENJABARAN DISIPLIN KEILMUAN
      TERTENTU SESUAI DENGAN BIDANG PENELITIAN YANG AKAN
      DILAKUKAN    DAN   SEDAPAT    MUNGKIN   MENCAKUP    SELURUH
      PERKEMBANGAN      TEORI    KEILMUAN     TERSEBUT     SAMPAI
      PERKEMBANGAN TERBARU, YANG DIUNGKAP SECARA AKUMULATIF
      DAN DIDEKATI SECARA ANALITIS.
   7. PENELITIAN     TERDAHULU.    BAHASAN     DITEKANKAN    PADA
      PENULUSURAN KARYA-KARYA DAN PENELITIAN DENGAN TEMA
      YANG SAMA ATAU MIRIP PADA MASA-MASA SEBELUMNYA HINGGA
      SAAT   PENULISAN     PROPOSAL.   BERDASARKAN     PENJABARAN
      TERSEBUT, POSISI PENELITIAN YANG AKAN DILAKUKAN HARUS
      DIJELASKAN.
   8. METODE   PENELITIAN.     PENJELASAN   METODE    YANG   AKAN
      DIGUNAKAN     DALAM    MELAKUKAN    PENELITIAN.     BAHASAN
      DITEKANKAN PADA METODE YANG SESUAI DAN BENAR-BENAR
      AKAN DIGUNAKAN DALAM PENELITIAN/ PEMBAHASAN.
   9. SISTEMATIKA PEMBAHASAN. PENGUNGKAPAN ALUR BAHASAN
      SEHINGGA    DAPAT   DIKETAHUI    LOGIKA    PENYUSUNAN   DAN
      KOHERENSI ANTARA SATU BAGIAN DAN BAGIAN YANG LAIN.
      KARENA ITU LEBIH DITEKANKAN PADA “MENGAPA” DITULIS DAN
      BUKAN “APA” YANG DITULIS.
   10.     DAFTAR KEPUSTAKAAN SEMENTARA. BAHAN-BAHAN YANG
      SAMPAI PENULISAN PROPOSAL DIRENCANAKAN AKAN DIJADIKAN
      RUJUKAN    UNTUK    PENELITIAN    DAN    PENULISAN    PERLU
      DISEBUTKAN DALAM PROPOSAL. MELALUI BIMBINGAN, KULIAH
      TEHNIK PENULISAN TESIS, DAN LAINNYA TIDAK MENUTUP
      KEMUNGKINAN ADA TAMBAHAN SUMBER KEPUSTAKAAN, ATAU
      BOLEH JADI PENGURANGAN SUMBER YANG TELAH TERCANTUM.
C. FORMAT TESIS
   1. TESIS TERDIRI DARI BAGIAN DEPAN, BAGIAN SUBSTANSI DAN
      BAGIAN BELAKANG;
   2. BAGIAN DEPAN TESIS TERDIRI DARI SAMPUL DEPAN, SAMPUL
      DALAM, PERNYATAAN KEASLIAN, PERSETUJUAN PEMBIMBING,
      PERSETUJUAN TIM PENGUJI, PEDOMAN TRANSLITERASI, MOTTO
      (JIKA DIANGGAP PERLU), ABSTRAK, UCAPAN TERIMA KASIH,
      DAFTAR ISI, DAN DAFTAR TABEL ATAU GAMBAR (JIKA ADA).
   3. BAGIAN SUBSTANSI TERDIRI DARI PENDAHULUAN (YANG PADA
      PRINSIPNYA SAMA DENGAN FORMAT PROPOSAL NO. 1-9), POKOK
      BAHASAN   (SESUAI   JENIS  PENELITIAN)   DAN   PENUTUP
      (KESIMPULAN, IMPLIKASI TEORITIK, KETERBATASAN STUDI,
      DAN SARAN (REKOMENDASI).
   4. BAGIAN BELAKANG TERDIRI DARI GLOSSARY (JIKA ADA),
      DAFTAR KEPUSTAKAAN, LAMPIRAN (JIKA ADA) DAN DAFTAR
      RIWAYAT HIDUP PENULIS.
D. BAGIAN DEPAN TESIS
   1. SAMPUL DEPAN TESIS BERWARNA MERAH BIRU (SESUAI DENGAN
      WARNA DASAR PANJI IKAHA), BERISI        JUDUL TESIS,
      UNGKAPAN “TESIS DIAJUKAN UNTUK MEMENUHI SEBAGIAN
      SYARAT MEMPEROLEH GELAR MAGISTER DALAM PROGRAM STUDI



                                2
      ILMU   .....   KONSENTRASI  ….  (SESUAI   DENGAN  YANG
      DIAMBIL)“, NAMA PENULIS DENGAN MENYEBUT NPM / NIRM,
      LOGO IKAHA, DI BAWAHNYA TERTULIS “PROGRAM PASCASARJANA
      IKAHA”, TEMPAT DAN TAHUN PENGAJUAN DENGAN MENULIS
      ANGKA TAHUN.
   2. SAMPUL DALAM SAMA DENGAN UNSUR YANG ADA DALAM SAMPUL
      DEPAN.
   3. HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING, YANG DIMULAI DENGAN
      KALIMAT: TESIS INI TELAH DISETUJUI, DITULIS TANGGAL
      DAN TAHUN DENGAN MENULIS ANGKANYA, NAMA MAHASISWA, DAN
      NAMA    PEMBIMBING YANG DITULIS NAMA DI BAWAH NAMA
      MAHASISWA.
   4. HALAMAN PERSETUJUAN TIM PENGUJI. TESIS YANG TELAH
      DIUJIKAN   HARUS   DIBERI  LEMBAR   PERSETUJUAN  UNTUK
      DITANDATANGANI OLEH SEMUA TIM PENGUJI.
   5. HALAMAN UCAPAN TERIMAKASIH. BERISI UCAPAN TERIMAKASIH
      ATAS SELESAINYA PENULISAN TESIS KEPADA INDIVIDU MAUPUN
      LEMBAGA.
E. ABSTRAK TESIS
   ABSTRAK TESIS DITULIS DALAM BAHASA INDONESIA (DIANJURKAN
   JUGA DALAM BAHASA ARAB DAN INGGRIS) BERISI PERSOALAN
   YANG MENJADI FOKUS PENELITIAN, PENDEKATAN/ METODE YANG
   DIGUNAKAN, DAN HASIL PENELITIAN. ABSTRAK TIDAK BOLEH
   LEBIH DARI 250 KATA, DALAM SATU HALAMAN DENGAN SATU
   SPASI (UNTUK ABSTRAK BAHASA INDONESIA DAN INGGRIS,
   SEDANG UNTUK BAHASA ARAB MENYESUAIKAN).
F. PERNYATAAN KEASLIAN TESIS
   PERNYATAAN KEASLIAN BERISI TENTANG PERNYATAAN PENULIS
   BAHWA TESIS ADALAH HASIL PENELITIAN PENULIS SENDIRI.
G. VOLUME PROPOSAL, TESIS
   1. VOLUME/ KETEBALAN PROPOSAL TESIS SEKURANG-KURANGNYA 15
      HALAMAN DAN PALING BANYAK 20 HALAMAN.
   2. VOLUME/ KETEBALAN SUBSTANSI TESIS SEKURANG-KURANGNYA
      80 HALAMAN KERTAS HVS A4 (21 X 29,7 CM) 80 GRAM, WARNA
      PUTIH, MENGGUNAKAN FONT TIMES NEW ROMAN 12.
H. NOMOR HALAMAN
   1. HALAMAN BAGIAN DEPAN TESIS    MENGGUNAKAN HURUF ROMAWI
      KECIL (I, II, III, IV, DST.)
   2. PENGHITUNGAN DIMULAI DARI HALAMAN SAMPUL DALAM TETAPI
      TIDAK DIBERI NOMOR.
   3. HALAMAN BAB PENDAHULUAN DAN SETERUSNYA DIBERI NOMOR
      DENGAN ANGKA ARAB (1, 2, 3, DST.).
   4. PADA   HALAMAN   JUDUL   BAB,   NOMOR   HALAMAN  TIDAK
      DICANTUMKAN TETAPI TETAP DIHITUNG.
   5. NOMOR HALAMAN DITULIS DI BAGIAN KANAN ATAS (1,5 CM
      DARI TEKS).



                             3
   6. POLA PENOMORAN; NOMOR BAB DENGAN ANGKA ROMAWI, SUB BAB
      DENGAN HURUF BESAR, ANAK SUB BAB DENGAN ANGKA ARAB,
      BAGIAN ANAK SUB BAB DENGAN HURUF KECIL. UNTUK BAGIAN
      SELANJUTNYA DENGAN ANGKA ARAB YANG DIIKUTI TUTUP
      KURUNG, BERIKUTNYA DENGAN HURUF KECIL YANG DIIKUTI
      KURUNG TUTUP. CONTOH:
      BAB: I, II, III, DAN SETERUSNYA
      SUB BAB: A, B, C, DAN SETERUSNYA
      KEMUDIAN: 1, 2, 3, DAN SETERUSNYA
      SELANJUTNYA: A, B, C, DAN SETERUSNYA
      BERIKUTNYA: 1), 2), 3), DAN SETERUSNYA
      KEMUDIAN: A), B), C), DAN SETERUSNYA.
   7. PENOMORAN TABEL/GAMBAR DISESUAIKAN DENGAN NOMOR BAB,
      DIIKUTI DENGAN NOMOR URUT TABEL/GAMBAR, DAN DITULIS
      DENGAN ANGKA ARAB. CONTOH: TABEL/GAMBAR 2.1 (2 ADALAH
      NOMOR BAB, SEDANG 1 ADALAH NOMOR URUT TABEL/GAMBAR).
   8. TABEL DIBERI JUDUL YANG TERLETAK DI ATASNYA DENGAN
      JARAK 1 SPASI.
   9. GAMBAR DIBERI JUDUL YANG TERELETAK DI BAWAHNYA DENGAN
      JARAK 1 SPASI.
   10.       TABEL/GAMBAR YANG LEMBARNYA LEBIH LUAS BISA
      DILIPAT SESUAI DENGAN LUAS HALAMAN NASKAH.
I. DAFTAR KEPUSTAKAAN
   1. SEMUA SUMBER YANG DIGUNAKAN SEBAGAI RUJUKAN DALAM
      PENULISAN TESIS (TERMASUK MAKALAH) HARUS DICANTUMKAN
      DALAM DAFTAR KEPUSTAKAAN (BIBLIOGRAFI)
   2. PENULISAN DAFTAR KEPUSTAKAAN DIMULAI DARI MARGIN KIRI
      DENGAN NAMA PENGARANG, JUDUL BUKU YANG DICETAK MIRING;
      TEMPAT PENERBIT, NAMA PENERBIT, DAN DIAKHIRI DENGAN
      TAHUN PENERBITAN. JIKA LEBIH DARI SATU BARIS, MAKA
      BARIS KEDUA DAN SETERUSNYA DITULIS MASUK TUJUH KETUKAN
      DARI MARGIN;
   3. NAMA PENGARANG DIAWALI DENGAN NAMA YANG PALING POPULER
      DARI PENGARANG YANG BERSANGKUTAN.
   4. DAFTAR PUSTAKA DIURUT BERDASARKAN HURUF PERTAMA DARI
      NAMA POPULER PENGARANG (JIKA ADA).
J. LAMPIRAN
   BAHAN YANG DAPAT DIPERTIMBANGKAN UNTUK DIMASUKKAN DALAM
   LAMPIRAN ADALAH SEMISAL TEKS YANG DIANGGAP PENTING, TAPI
   CUKUP PANJANG, ATAU TEKS YANG DIPEROLEH DARI SUMBER
   LISAN.
K. DAFTAR RIWAYAT HIDUP
   1. RIWAYAT HIDUP PENULIS HARUS DICANTUMKAN PADA HALAMAN
      TERAKHIR TANPA DIBERI NOMOR HALAMAN.
   2. ISI RIWAYAT HIDUP DITEKANKAN PADA LATAR BELAKANG
      PENDIDIKAN DAN PEKERJAAN YANG MEMILIKI HUBUNGAN DENGAN
      PENULISAN TESIS.



                             4
L. TEKNIS PENJILIDAN
   1. PROPOSAL TESIS YANG SIAP DIUJIKAN HARUS DISERAHKAN KE
      PPS SEBANYAK 2 EKSEMPLAR, CUKUP DISTEPLERS.
   2. TESIS YANG SIAP DIUJIKAN DISERAHKAN KE PPS SEBANYAK 4
      EKSEMPLAR CUKUP DIJEPIT DALAM SCHNELL HELTER MAP.
   3. TESIS YANG SUDAH DIUJIKAN DAN SUDAH DIPERBAIKI
      DISERAHKAN KE PPS SEBANYAK 3 EKSEMPLAR DAN DIJILID
      PERMANEN DENGAN HARD COVER WARNA BIRU SESUAI DENGAN
      WARNA DASAR PANJI IKAHA.
M. KUTIPAN
   1. PENGUTIPAN ADA DUA, KUTIPAN LANGSUNG DAN TIDAK
      LANGSUNG.
   2. KUTIPAN LANGSUNG ADALAH PENUKILAN DENGAN MENGGUNAKAN
      KATA DAN KALIMAT YANG SAMA PERSIS SEPERTI DALAM SUMBER
      YANG DIKUTIP.
   3. KUTIPAN TIDAK LANGSUNG ADALAH PENUKILAN GAGASAN DARI
      SUMBER RUJUKAN DENGAN MENGGUNAKAN KATA DAN/ATAU
      KALIMAT DARI PENGUTIP SENDIRI.
   4. KUTIPAN LANGSUNG YANG KURANG DARI ENAM BARIS DITULIS
      SAMA DENGAN TEKS YANG LAIN DAN DILETAKKAN DI ANTARA
      DUA TANDA KUTIP.
   5. KUTIPAN LANGSUNG YANG TERDIRI DARI ENAM BARIS ATAU
      LEBIH DITULIS DENGAN SPASI 1 DAN MARJIN KIRI MASUK KE
      KANAN EMPAT KETUKAN, SERTA DITULIS TANPA MENGGUNAKAN
      TANDA KUTIP.
   6. KUTIPAN TIDAK LANGSUNG DITULIS SAMA DENGAN NASKAH YANG
      LAIN.
N. KETENTUAN PENGUTIPAN UNTUK BUKU, JURNAL, ENSIKLOPEDIA,
   TESIS, DAN DISERTASI, HARUS MENGUNAKAN IN NOTE.
   1. PENULISAN IN NOTE YANG MERUJUK KEPADA BUKU, JURNAL,
      ENSIKLOPEDIA, TESIS, DAN DISERTASI, DIMULAI DENGAN
      NAMA BELAKANG PENGARANG TANPA GELAR KEMUDIAN BUKA
      KURUNG, KEMUDIAN TAHUN TERBIT, TITIK DUA, NOMOR
      HALAMAN, DAN DIAKHIRI KURUNG PENUTUP ATAU BUKA KURUNG
      KEMUDIAN NAMA BELAKANG PENGARANG TANPA GELAR, DIIKUTI
      KOMA, TAHUN TERBIT, TITIK DUA, NOMOR HALAMAN, DAN
      DIAKHIRI DENGAN KURUNG PENUTUP.
    CONTOH :
    PENGERTIAN PESANTREN MENURUT DHOFIER (1985:18) ADALAH
    BERASAL DARI KATA SANTRI YANG DIAWALI DENGAN KATA PE
    DAN DIAKHIRI DENGAN KATA AN, YANG BERARTI TEMPAT
    TINGGAL SANTRI.
    DITINJAU DARI SATU SISI, PESANTREN SEBAGAI LEMBAGA
    PENDIDIKAN TRADISIONAL YANG TUMBUH DAN BERKEMBANG
    TERGANTUNG SEPENUHNYA PADA PENGELOLAAN MASYARAKAT,




                             5
 MAKA WAJAR SAJA JIKA SEJAK AWAL PERTUMBUHAN PESANTREN
 MEMILIKI   BENTUK    BERAGAM  DAN   TAK   ADA   SUATU
 STANDARDISASI YANG BERLAKU BAGI SEMUA PESANTREN
 (RAHARDJO, 1974:13).
2. JIKA MENGUTIP PENDAPAT SESEORANG YANG TERCANTUM DALAM
   BUKU, JURNAL, ENSIKLOPEDIA, TESIS, DAN DISERTASI, MAKA
   DITULIS DENGAN BUKA KURUNG, NAMA BELAKANG ORANG YANG
   BERPENDAPAT DIIKUTI DENGAN KATA DALAM KEMUDIAN NAMA
   BELAKANG PENGARANG BUKU, KOMA, TAHUN TERBIT, TITIK
   DUA, HALAMAN, KEMUDIAN KURUNG TUTUP.
 CONTOH :
 ISTILAH SANTRI MENURUT C.C. BERG (DALAM ARIFIN,
 1992:25) BERASAL DARI ISTILAH SHASTRI YANG DIAMBIL
 DARI KATA BAHASA INDIA YANG BERMAKNA ORANG-ORANG YANG
 MENGETAHUI KITAB SUCI AGAMA HINDU ATAU SEORANG SARJANA
 AHLI KITAB-KITAB SUCI HINDU.
 WALAUPUN SEBAGIAN PONDOK PESANTREN BERASAL DARI
 MANDALA HINDU-BUDDHA, NAMUN DEMIKIAN DALAM BEBERAPA
 HAL MESKI PONDOK PESANTREN MENGINGATKAN ORANG PADA
 SUATU BIARA HINDU BUDDHA, TETAPI SANTRI BUKANLAH PARA
 PENDETA (GEERTZ DALAM ARIFIN, 1992:27).
3. UNTUK SUMBER YANG BERASAL DARI SURAT KABAR DAN
   SEJENISNYA, PENULISAN IN NOTE ADALAH BUKA KURUNG, NAMA
   SURAT KABAR, KOMA, TANGGAL TERBIT, TITIK DUA, NOMOR
   HALAMAN, KEMUDIAN KURUNG TUTUP.
 CONTOH :
 MENURUT SYAKIR (JAWA POS, 23 OKTOBER 2006:5) YANG
 DIMAKSUD DENGAN REFORMASI ADALAH ..............DST.

4. IN NOTE YANG MERUJUK KEPADA AL-QURAN, CARANYA ADALAH
   KURUNG BUKA, KEMUDIAN Q.S., KOMA, NOMOR SURAT, TITIK
   DUA, NOMOR AYAT, DIAKHIRI DENGAN KURUNG TUTUP.
 CONTOH :

 DALAM AL-QUR'AN SURAT AL-BAQARAH AYAT 2 (Q.S., 2:2)
 DIJELASKAN BAHWA TIDAK ADA KERAGUAN DALAM AL-QUR'AN.

 YANG MENYEBABKAN AHLI WARIS TIDAK BISA MEMPEROLEH HAK
 WARISNYA DIANTARANYA ADALAH HAMBA SAHAYA, SEBAGAIMANA
 YANG DISINGGUNG DALAM AL-QUR'AN SURAT AN-NAHL AYAT 75
 (QS., 16:75).

5. PENULISAN IN NOTE DARI HASIL WAWANCARA ADALAH BUKA
   KURUNG, TULIS WWANCARA, KOMA, TANGGAL, BULAN DAN TAHUN
   WAWANCARA, DAN TUTUP KURUNG.




                          6
    CONTOH :
    MENURUT   SURIPNO   (WAWANCARA,  15   PEBRUARI   2008)
    PENGELOLAAN LEMBAGA PENDIDIKAN ISLAM SAAT INI BARU
    PADA   TAHAP  TRANSISI   BELUM  MENGARAH   PADA  TAHAP
    MODERNISASI. HAL INI DISEBABKAN OLEH FAKTOR LEMAHNYA
    SDM DAN SDA YANG DIMILIKI. SEIRING DENGAN LAHIRNYA UU
    GURU DAN DOSEN, LEMBAGA PENDIDIKAN ISLAM BERLOMBA-
    LOMBA MEMBERI PERHATIAN TERHADAP PENINGKATAN STUDI
    PARA GURUNYA UNTUK MENGIKUTI PENDIDIKAN JENJANG S1.
O. GELAR, NAMA PENGARANG, DAN NAMA TEMPAT
   1. SEGALA MACAM GELAR YANG DIMILIKI SESORANG PENGARANG
      TIDAK PERLU DISEBUTKAN DALAM PENULISAN IN NOTE.
   2. NAMA ORANG YANG BERASAL DARI KATA ASING, KHUSUSNYA
      BAHASA ARAB, DAN SUDAH MENGALAMI INDONESIANISASI DAN
      STANDARISASI, DITULIS BERDASARKAN TULISAN INDONESIA.
   3. NAMA ORANG YANG BERASAL DARI KATA ASING, KHUSUSNYA
      BAHASA ARAB, DAN BELUM MENGALAMI INDONESIANISASI,
      DITULIS MENGGUNAKAN TRANSLITERASI BERDASARKAN PEDOMAN
      TRANSLITERASI PROGRAM PASCASARJANA IKAHA TEBUIRENG
      JOMBANG.
   4. NAMA TEMPAT YANG SUDAH TERSTANDARISASI DITULIS SESUAI
      EJAAN BAHASA INDONESIA.
P. TRANSLITERASI
  TRANSLITERASI ARAB-INDONESIA PROGRAM PASCASARJANA IKAHA
  TEBUIRENG JOMBANG ADALAH SEBAGAI BERIKUT:
    ARAB        INDONESIA       ARAB        INDONESIA
      ‫ا‬             `             ‫ط‬               T
      ‫ب‬             B             ‫ظ‬               Z
      ‫ت‬             T             ‫ع‬               ‘
      ‫ث‬            TH             ‫غ‬              GH
      ‫ج‬             J             ‫ف‬               F
      ‫ح‬             H             ‫ق‬               Q
      ‫خ‬            KH             ‫ك‬               K
      ‫د‬             D             ‫ل‬               L
      ‫ذ‬            DH             ‫م‬               M
      ‫ر‬             R             ‫ن‬               N
      ‫ز‬             Z             ‫و‬               W
      ‫س‬             S             ‫ه‬               H
      ‫ش‬            SH             ‫ء‬               ’
      ‫ص‬             S             ‫ى‬               Y
      ‫ض‬             D




                             7
                         LAMPIRAN

CONTOH PENULISAN KUTIPAN
A. KUTIPAN LANGSUNG KURANG DARI ENAM BARIS.
        ISTILAH SANTRI MENURUT C.C. BERG (DALAM ARIFIN,
   1992:25) BERASAL DARI ISTILAH SHASTRI YANG DIAMBIL DARI
   KATA BAHASA INDIA YANG BERMAKNA ORANG-ORANG YANG
   MENGETAHUI KITAB SUCI AGAMA HINDU ATAU SEORANG SARJANA
   AHLI KITAB-KITAB SUCI HINDU.
B. KUTIPAN LANGSUNG ENAM BARIS ATAU LEBIH.
        SEMENTARA GEERTZ (DALAM ARIFIN,1992:25) MENGARTIKAN
   SHASTRI (BAHASA SANSEKERTA) DENGAN MAKNA ILMUWAN HINDU
   YANG PANDAI MENULIS, YANG TELAH DIADAPTASI MENJADI KATA
   SANTRI DAN DAPAT DIGAMBARKAN DALAM MAKNA YANG SEMPIT
   MAUPUN MAKNA YANG LUAS :
        DALAM ARTI YANG SEMPIT SANTRI BERMAKNA, SEORANG
        PELAJAR SEKOLAH AGAMA YANG BERMUKIM DISUATU TEMPAT
        YANG DISEBUT PONDOKATAU PESANTREN. SEDANG DALAM
        ARTI YANG LUAS DAN LEBIH UMUM KATA SANTRI MENGACU
        PADA IDENTITAS SESEORANG SEBAGAI BAGIAN DARI VARIAN
        KOMUNITAS PENDUDUK JAWA YANG MENGANUT ISLAM SECARA
        KONSEKUEN, YANG SEMBAHYANG DAN PERGI KE MASJID JIKA
        HARI JUM'AT DAN SEBAGAINYA.




                             8
       CONTOH HALAMAN DEPAN DAN DALAM TESIS
         PROGRAM MAGISTER PENDIDIKAN ISLAM




              KEPEMIMPINAN KYAI
 DALAM PERUBAHAN MANAJEMEN PONDOK PESANTREN
 (STUDI KASUS PONDOK PESANTREN TEBUIRENG JOMBANG)

                     TESIS
 DIAJUKAN UNTUK MEMENUHI SEBAGIAN SYARAT MEMPEROLEH
GELAR MAGISTER DALAM PROGRAM STUDI PENDIDIKAN ISLAM
       KONSENTRASI MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM




                       OLEH




                      OLEH :

                   MOH. SLAMET
     NPM / NIRM : 03.02.0078 / 005.04.10.0853

                   PEMBIMBING :
          DR. H. IMRON ARIFIN, M.PD.



             PROGRAM PASCASARJANA
      INSTITUT KEISLAMAN HASYIM ASY’ARI
               TEBUIRENG JOMBANG
                      2007




                         9
           CONTOH HALAMAN PENGESAHAN PEMBIMBING
             PROGRAM MAGISTER PENDIDIKAN ISLAM


                    PENGESAHAN PEMBIMBING


NAMA                  :MOH. SLAMET
NPM / NIRM            :03.02.0078 / 005.04.10.0853
PROGRAM STUDI         :PENDIDIKAN ISLAM
KONSENTRASI STUDI     :MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM
JUDUL TESIS           :KEPEMIMPINAN KYAI DALAM PERUBAHAN
                      :MANAJEMEN PONDOK PESANTREN : STUDI
                      :KASUS PONDOK PESANTREN TEBUIRENG
                      :JOMBANG.


       PEMBIMBING             TANGGAL        TANDA TANGAN


 DR. H.   IMRON     ARIFIN,
 M.PD.




                              10
   CONTOH NOTA PEMBIMBING TENTANG PERSETUJUAN MUNAQASYAH
             PROGRAM MAGISTER PENDIDIKAN ISLAM

NOTA PEMBIMBING

LAMP : 4 (EMPAT) EXEMPLAR
HAL : PERSETUJUAN MUNAQASYAH TESIS



      KEPADA
      YTH. DIREKTUR PROGRAM PASCASARJANA
      INSTITUT KEISLAMAN HASYIM ASY’ARI
      DI,-
          TEBUIRENG JOMBANG


      ASSALAMU’ALAIKUM WR. WB.

      SETELAH KAMI BACA DAN TELITI KEMBALI, DAN TELAH
      DILAKUKAN PERBAIKAN/PENYEMPURNAAN SESUAI PETUNJUK
      DAN ARAHAN KAMI, MAKA KAMI BERPENDAPAT TESIS SAUDARA
      :
      NAMA               :KHOIRUL UMAM
      NPM / NIRM         :03.02.0079 / 005.04.10.0854
      PROGRAM STUDI      :PENDIDIKAN ISLAM
      KONSENTRASI STUDI :MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM
      JUDUL TESIS        :KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH
                         :DALAM PENERAPAN INOVASI
                         :PEMBELAJARAN PAKEM (STUDI KASUS
                         :SD ISLAM AR-RAHMAN JOMBANG).
      TELAH MEMENUHI SYARAT UNTUK DIAJUKAN DALAM SIDANG
      MUNAQASYAH TESIS PROGRAM PASCASARJANA IKAHA. UNTUK
      ITU,   KAMI   IKUT   MENGHARAP   AGAR  DAPAT    SEGERA
      DIMUNAQASYAHKAN.

      DEMIKIAN ATAS PERHATIAN BAPAK, KAMI SAMPAIKAN TERIMA
      KASIH.

      WASSALAMU’ALAIKUM WR. WB.
                                     TEBUIRENG, _____________
                                     2007

                                     PEMBIMBING,

                                     DR. H.   IMRON   ARIFIN,
                                     M.PD.




                            11
       CONTOH NOTA PEMBIMBING TENTANG PERBAIKAN TESIS
              PROGRAM MAGISTER PENDIDIKAN ISLAM

NOTA PEMBIMBING

HAL   : PERBAIKAN TESIS



       KEPADA
       YTH. DIREKTUR PROGRAM PASCASARJANA
       INSTITUT KEISLAMAN HASYIM ASY’ARI
       DI,-
           TEBUIRENG JOMBANG


       ASSALAMU’ALAIKUM WR. WB.

       SETELAH KAMI BACA DAN TELITI KEMBALI NASKAH TESIS
       SAUDARA :
       NAMA          : KHOIRUL UMAM
       NPM / NIRM    : 03.02.0079 / 005.04.10.0854
       PROGRAM STUDI : PENDIDIKAN ISLAM
       KONSENTRASI STUDI : MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM
       JUDUL TESIS   : KEPEMIMPINAN   KEPALA   SEKOLAH   DALAM
                       PENERAPAN INOVASI PEMBELAJARAN PAKEM
                       (STUDI   KASUS   SD   ISLAM   AR-RAHMAN
                       JOMBANG).
       TERNYATA TELAH DIPERBAIKI DAN DISEMPURNAKAN SESUAI
       DENGAN     KEPUTUSAN     SIDING     MUNAQASYAH     YANG
       DISELENGGARAKAN PADA TANGGAL 8 NOVEMBER 2008.

       DENGAN DEMIKIAN KAMI HARAP TESIS INI DAPAT DISAHKAN
       SEBAGAIMANA MESTINYA. ATAS PERHATIAN BAPAK KAMI
       SAMPAIKAN TERIMA KASIH.

       WASSALAMU’ALAIKUM WR. WB.


                                    TEBUIRENG,___________
                                    2007

                                    PEMBIMBING,

                                    DR.  H.   IMRON   ARIFIN,
                                    M.PD




                              12
         CONTOH HALAMAN PENGESAHAN TIM PENGUJI
           PROGRAM MAGISTER PENDIDIKAN ISLAM


                 HALAMAN PENGESAHAN



      TESIS MAGISTER SAUDARA : KHOIRUL UMAM
    DISETUJUI PADA TANGGAL : 12 NOVEMBER 2007
                OLEH TIM PENGUJI :




1. PROF. DR. H. ZAINUL ARIFIN, MA.    (KETUA)
     : ________________
2. PROF. DR. H. IMAM BAWANI, MA. (PENGUJI)           :
    ________________
3. DR. H. IMRON ARIFIN, M.PD. (PEMBIMBING)       :
    ________________
4. DRS. DARADJAT KADARISMAN, MA. (SEKRETARIS)        :
    ________________



              MENGETAHUI/MENGESAHKAN
          DIREKTUR PROGRAM PASCASARJANA
    INSTITUT KEISLAMAN HASYIM ASY'ARI (IKAHA)
                 TEBUIRENG JOMBANG




            DR. H. IMRON ARIFIN, M.PD.




                          13
              CONTOH PERNYATAAN KEASLIAN TESIS
             PROGRAM MAGISTER PENDIDIKAN ISLAM


                     PERNYATAAN KEASLIAN

YANG BERTANDA TANGAN DI BAWAH INI SAYA:
     NAMA           :
........................................................
     NPM / NIRM     :
........................................................
     PROGRAM        :MAGISTER PENDIDIKAN ISLAM
     INSTITUSI      :PROGRAM PASCASARJANA IKAHA TEBUIRENG
                    :JOMBANG
DENGAN SUNGGUH-SUNGGUH MENYATAKAN BAHWA TESIS INI SECARA
KESELURUHAN ADALAH HASIL PENELITIAN/ KARYA SAYA SENDIRI,
KECUALI PADA BAGIAN-BAGIAN YANG TELAH MENDAPAT IJIN DARI
PENULIS SEBELUMNYA DAN PADA BAGIAN-BAGIAN YANG DIRUJUK
SUMBERNYA.

                                    TEBUIRENG,
__________________
                                    SAYA YANG MENYATAKAN
                     METERAI 6000
                                    ________________________
                                    ___DITULIS NAMA LENGKAP SESUAI
                                    DENGAN NAMA YANG    TERCANTUM   DALAM
                                    IJAZAH SEBELUMNYA




                             14
           CONTOH HALAMAN DEPAN DAN DALAM TESIS
               PROGRAM MAGISTER HUKUM ISLAM



    KONTRADIKSI ULAMA KLASIK DAN ULAMA MODERN
            DALAM HAL WARIS PENGGANTI
STUDI PERBANDINGAN KARYA FIKIH ULAMA KLASIK DAN KOMPILASI
                       HUKUM ISLAM


                        TESIS
   DIAJUKAN UNTUK MEMENUHI SEBAGIAN SYARAT MEMPEROLEH
     GELAR MAGISTER DALAM PROGRAM STUDI HUKUM ISLAM
            KONSENTRASI PEMIKIRAN HUKUM ISLAM




                          OLEH




                         OLEH :

                    ACH. DZAKY GF.
        NPM / NIRM : 02.01.0027 / 005.04.10.0853

                      PEMBIMBING :
  PROF. DR. KH. SJECHUL HADI PERMONO, SH., MA.



                PROGRAM PASCASARJANA
         INSTITUT KEISLAMAN HASYIM ASY’ARI
                  TEBUIRENG JOMBANG
                         2006




                           15
           CONTOH HALAMAN PENGESAHAN PEMBIMBING
               PROGRAM MAGISTER HUKUM ISLAM


                    PENGESAHAN PEMBIMBING


NAMA                  :   TOUFIK HIDAYAT R. I. A
NPM / NIRM            :   04.01.0123 / 006.04.05.0490
PROGRAM STUDI         :   HUKUM ISLAM
KONSENTRASI STUDI     :   PEMIKIRAN HUKUM ISLAM
JUDUL TESIS           :   NALAR FIKIH DAN IMPLIKASI ETIS.


      PEMBIMBING               TANGGAL       TANDA TANGAN


 PROF. DR. H. AHMAD
 ZAHRO, MA.




                               16
   CONTOH NOTA PEMBIMBING TENTANG PERSETUJUAN MUNAQASYAH
                PROGRAM MAGISTER HUKUM ISLAM

NOTA PEMBIMBING

LAMP : 4 (EMPAT) EXEMPLAR
HAL : PERSETUJUAN MUNAQASYAH TESIS



      KEPADA
      YTH. DIREKTUR PROGRAM PASCASARJANA
      INSTITUT KEISLAMAN HASYIM ASY’ARI
      DI,-
          TEBUIRENG JOMBANG


      ASSALAMU’ALAIKUM WR. WB.

      SETELAH KAMI BACA DAN TELITI KEMBALI, DAN TELAH
      DILAKUKAN PERBAIKAN/PENYEMPURNAAN SESUAI PETUNJUK
      DAN ARAHAN KAMI, MAKA KAMI BERPENDAPAT TESIS SAUDARA
      :
      NAMA               :TOUFIK HIDAYAT R. I. A
      NPM / NIRM         :04.01.0123 / 006.04.05.0490
      PROGRAM STUDI      :HUKUM ISLAM
      KONSENTRASI STUDI :PEMIKIRAN HUKUM ISLAM
      JUDUL TESIS        :NALAR FIKIH DAN IMPLIKASI ETIS
      TELAH MEMENUHI SYARAT UNTUK DIAJUKAN DALAM SIDANG
      MUNAQASYAH TESIS PROGRAM PASCASARJANA IKAHA. UNTUK
      ITU,   KAMI   IKUT   MENGHARAP  AGAR   DAPAT    SEGERA
      DIMUNAQASYAHKAN.

      DEMIKIAN ATAS PERHATIAN BAPAK, KAMI SAMPAIKAN TERIMA
      KASIH.

      WASSALAMU’ALAIKUM WR. WB.


                                  TEBUIRENG, ______________
                                  2007

                                  PEMBIMBING,

                                  PROF. DR. H. AHMAD ZAHRO,
                                  MA.




                            17
       CONTOH NOTA PEMBIMBING TENTANG PERBAIKAN TESIS
                PROGRAM MAGISTER HUKUM ISLAM


NOTA PEMBIMBING

HAL   : PERBAIKAN TESIS



       KEPADA
       YTH. DIREKTUR PROGRAM PASCASARJANA
       INSTITUT KEISLAMAN HASYIM ASY’ARI
       DI,-
           TEBUIRENG JOMBANG


       ASSALAMU’ALAIKUM WR. WB.

       SETELAH KAMI BACA   DAN TELITI KEMBALI NASKAH TESIS
       SAUDARA :
       NAMA                :TOUFIK HIDAYAT R. I. A
       NPM / NIRM          :04.01.0123 / 006.04.05.0490
       PROGRAM STUDI       :HUKUM ISLAM
       KONSENTRASI STUDI   :PEMIKIRAN HUKUM ISLAM
       JUDUL TESIS         :NALAR FIKIH DAN IMPLIKASI ETIS

       TERNYATA TELAH DIPERBAIKI DAN DISEMPURNAKAN SESUAI
       DENGAN    KEPUTUSAN     SIDING    MUNAQASYAH   YANG
       DISELENGGARAKAN PADA TANGGAL 12 NOVEMBER 2007.

       DENGAN DEMIKIAN KAMI HARAP TESIS INI DAPAT DISAHKAN
       SEBAGAIMANA MESTINYA. ATAS PERHATIAN BAPAK KAMI
       SAMPAIKAN TERIMA KASIH.

       WASSALAMU’ALAIKUM WR. WB.


                                   TEBUIRENG, ______________
                                   2007

                                   PEMBIMBING,



                                   PROF. DR. H. AHMAD ZAHRO,
                                   MA.




                              18
           CONTOH HALAMAN PENGESAHAN TIM PENGUJI
                PROGRAM MAGISTER HUKUM ISLAM



                   HALAMAN PENGESAHAN



  TESIS MAGISTER SAUDARA : TOUFIK HIDAYAT RAHMAT
                     ILAHI A.
    DISETUJUI PADA TANGGAL : 12 NOVEMBER 2007
                OLEH TIM PENGUJI :



1. PROF. DR. H. IMAM BAWANI, MA. (KETUA)           :
________________

2. PROF. DR. H. ZAINUL ARIFIN, MA. (PENGUJI)       :
________________

3. PROF. DR. H. AHMAD ZAHRO, MA. (PEMBIMBING) :
    ________________

4. DRS. DARADJAT KADARISMAN, MA. (SEKRETARIS) :
    ________________




               MENGETAHUI/MENGESAHKAN
           DIREKTUR PROGRAM PASCASARJANA
     INSTITUT KEISLAMAN HASYIM ASY'ARI (IKAHA)
                  TEBUIRENG JOMBANG



              DR. H. IMRON ARIFIN, M.PD.




                             19
             CONTOH PERNYATAAN KEASLIAN TESIS
               PROGRAM MAGISTER HUKUM ISLAM


                     PERNYATAAN KEASLIAN

YANG BERTANDA TANGAN DI BAWAH INI SAYA:
     NAMA           :
........................................................
     NPM / NIRM     :
........................................................
     PROGRAM        : MAGISTER HUKUM ISLAM
     INSTITUSI      : PROGRAM PASCASARJANA IKAHA TEBUIRENG
                      :JOMBANG
DENGAN SUNGGUH-SUNGGUH MENYATAKAN BAHWA TESIS INI SECARA
KESELURUHAN ADALAH HASIL PENELITIAN/ KARYA SAYA SENDIRI,
KECUALI PADA BAGIAN-BAGIAN YANG TELAH MENDAPAT IJIN DARI
PENULIS SEBELUMNYA DAN PADA BAGIAN-BAGIAN YANG DIRUJUK
SUMBERNYA.

                                    TEBUIRENG,
__________________
                                    SAYA YANG MENYATAKAN
                     METERAI 6000
                                    ________________________
                                    ___DITULIS NAMA LENGKAP SESUAI
                                    DENGAN NAMA YANG    TERCANTUM   DALAM
                                    IJAZAH SEBELUMNYA




                             20

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:153
posted:11/8/2012
language:Unknown
pages:20