ISU LEGAL DAN ETIK DALAM KEPERAWATAN JIWA by V12Fz38

VIEWS: 730 PAGES: 23

									ISU ETIK DAN
LEGAL DALAM
KEPERAWATAN
JIWA


MARET 2009
  ETIK KEPERAWATAN
• Sudut pandang pd apa yg baik
  dan benar untuk kesehatan dan
  kehidupan manusia.

• Mengarahkan bagaimana seorang
  perawat harus bertindak dan
  berinteraksi dengan orang lain
  BERSUMBER DR PERNYATAAN
  FLORENCE NIGHTINGALE
  = IKRAR PROFESI

 1.Membantu yg sakit     2.Membantu yg sehat
   Untuk mencapai          Mempertahankan
    keadaan sehat           kesehatannya




4. Membantu seseorang
    Yg menghadapi       3. Membantu mereka yg
 Kematian untuk hidup     tdk dpt disembuhkan
   seoptimal mungkin        Untuk menyadari
   Sampai menjelang            potenasinya
          ajal
UU No.29/2004 tentang Praktek Kedokteran

Pasal 52
  Pasien dalam menerima pelayanan pada praktek
  kedokteran, mempunyai hak :

   - Mendapatkan penjelasan secara lengkap tentang
   tindakan medis
  - meminta pendapat dokter atau dokter gigi lain
  - mendapatkan pelayanan sesuai dengan kebutuhan
   medis
 - menolak tindakan dan
 - mendapatkan isi rekaman medis
Hak pasien Jiwa secara umum
(Stuart & Laraia, 2001)
• Hak untuk berkomunikasi dengan orang lain di
  luar RS dengan berkorespondensi, telepon dan
  mendapatkan kunjungan
• Hak untuk berpakaian
• Hak untuk beribadah
• Hak untuk dipekerjakan apabila memungkinkan
• Hak untuk menyimpan dan membuang barang
• Hak untuk melaksanakan keinginannya
• Hak untuk memiliki hubungan kontraktual
•   Hak untuk membeli barang
•   Hak untuk pendidikan
•   Hak untuk habeas corpus
•   Hak untuk pemeriksaan jiwa atas inisiatif pasien
•   Hak pelayanan sipil
•   Hak mempertahankan lisensi hukum; supir, lisensi
    profesi
•   Hak untuk memuntut dan dituntut
•   Hak untuk menikah dan bercerai
•   Hak untuk tidak mendapatkan restrain mekanik yang
    tidak perlu
•   Hak untuk review status secara periodik
•   Hak untuk perwalian hukum
•   Hak untuk privasi
•   Hak untuk informend consent
•   Hak untuk menolak perawatan
Alasan masuk RS Jiwa
• Berbahaya untuk diri sendiri dan orang
  lain
• Membutuhkan perawatan
• Tidak dapat memenuhi kebutuhan dasar
  secara mandiri
Istilah
• Restrains adalah aplikasi langsung kekuatan
  fisik pada seseorang, tanpa atau dengan izin,
  untuk membatasi kebebasan bergerak.
• Seclusion (pengasingan) adalah pengurungan
  seseorang bukan keinginan sendiri dalam
  konstruksi khusus, ruangan terkunci dengan
  sebuah jendela keamanan atau kamera untuk
  monitoring visual langsung (JCAHO,2000).
HIRARKI DALAM MEMBATASI PASIEN JIWA
(Stuart & Laraian, 2001, p. 174)
Pembatasan bisa dalam makna dibatasi secara fisik atau
   dibatasi pilihannya. Hirarki dari yang paling restriktif ke
   yang kurang restriktif.

•   Ekstrimitas tubuh
•   Batasan ruang gerak ( kamar isolasi)
•   Batasan dalam aktivitas sehari-hari, misal acara TV,
    waktu merokok, komunikasi
•   Aktivitas yang bermakna, misal akses untuk ikut
    rekreasi
•   Pilihan perawatan
•   Kontrol sumber keuangan
•   Ekspresi verbal dan emosional
  PRINSIP MORAL DALAM
 PRAKTEK KEPERAWATAN
1. Autonomi
2. Beneficience
3. Nonmaleficience
4. Justice
5. Kejujuran, Kesetiaan dan Kerahasiaan
1. Autonomi
• Setiap orang mempunyai kebebasan untuk memilih
  rencana kehidupan dan cara mengatur dirinya

• Menghargai harkat dan martabat manusia sbg
  individu yg dapat memutuskan yg terbaik untuk
  dirinya.

• Setiap tindakan keperawatan harus melibatkan pasien
  dan berpartisipasi dalam membuat keputusan yang
  berhubungan dg asuhan keperawatan
2. Beneficience
• Merupakan prinsip untuk melakukan
  yang baik dan tidak merugikan orang
  lain.
• Tidak menimbulkan bahaya bagi orang
  lain,
• Perawat scr moral berkewajiban
  membantu orang lain melakukan
  sesuatu yg menguntungkan dan
  mencegah timbulnya bahaya
  3. Non Maleficience dan Kemaslahatan

• Prinsip Non Maleficience dan
  Kemaslahatan dapat dilihat kontinum
  rentang dari bahaya yg tidak berarti (non
  maleficience) sampai menguntungkan
  orang lain dg melakukan yg baik
  (kemaslht).
• Menuntut perawat menghindari yg
  membahayakan pasien selama pemberian
  asuhan keperawatan
• Bekerja dg konsep dalin di RS.
4. Keadilan
• Merupakan suatu prinsip moral untuk
  berlaku adil terhadap semua pasien
  sesuai dengan kebutuhan .
• Setiap individumendapat tindakan yg
  sama berarti mempunyai kontribusi yg
  relatif sama untuk kebaikan kehidupan
  seseorang.
5. Kejujuran, Kerahasiaan dan
    Kesetiaan

• Kejujuran adalah kewajiban untuk
  mengungkapkan yg sebenarnya atau tdk
  membohongi pasien didasarkan pd hub
  saling percaya.
• Kerahasiaan adalah kewajiban untuk
  melindungi informasi rahasia.
• Kesetiaan adalah kewajiban untuk
  menepati janji
     METODE DALAM PENGAMBILAN
          KEPUTUSAN ETIS

1. Menunjukan maksud baik.
2. Mengidentifikasi semua orang penting.
3. Mengumpulkan informasi yg relevan.
4. Mengidentifikasi prinsip etis yang
   penting
5. Mengusulkan tindakan alternatif.
6. Melakukan tindakan.
PENGARUH HUKUM DALAM PRAKTEK KEP. JIWA


                Perawat sebagai
                warga negara




                Perawat sebagai
               pemberi pelayanan
     Perawat
     sebagai                       Hak-hak
     pegawai                       pasien
    MASALAH LEGAL DALAM
    PRAKTEK KEPERAWATAN

•   Dapat terjadi bila tidak tersedia tenaga keperawatan
    yg memadai tidak tersedia standar praktek dan tidak
    ada kontrak kerja.
•   Perawat profesional perlu memahami aspek legal
    untuk melindungi diri dan melindungi hak-hak pasien
    danmemahami batasa legal yg mempengaruhi praktek
    keprwt.
•   Pedoman legal Undang-undang praktek, peraturan
    Kep Men Kes No 1239 dan Hukum adat.
           LIABILITAS DALAM
          KEPERAWATAN JIWA
1.   Pasien bunuh diri
2.   Gagal mendiagnosa
3.   Masalah terkait dengan ECT
4.   Penyalahgunaan obat-obat Psikoaktif
5.   Melanggar kerahasiaan
6.   Gagal merujuk pasien
7.   Gagal untuk melaporkan penganiyaan
8.   Tidak adanya informed consent
Pertanggungjawaban Pidana terkait dengan
         kondisi jiwa seseorang

•  Tindakan kriminal yang dilakukan oleh seseorang yang
  diduga memiliki kelainan jiwa perlu mendapatkan
  penyelididkan dari seorang ahli kesehatan jiwa ( Visum
  et repertum psikiatrikum; VER)
• Argumen yang menyebutkan bahwa seseorang yang
  didakwa melakukan tindakan kriminal dianggap tidak
  bersalah karena orang tersebut tidak bisa mengontrol
  perbuatannya atau tidak mengerti perbedaan antara
  benar dan salah yang dikenal sebagai Peraturan
  M’Naghten.
• Saat orang tersebut memenuhi kriteria, dia dapat
  dinyatakan tidak bersalah karena mengalami gangguan
  jiwa.
    MINIMALKAN LIABILITAS


1. Ikuti Standar.
2. Berikan Pel. Kep yg kompeten
3. Hubungan empaty, hormat dan bela
    rasa
4. Dokumentasi lengkap dan objektif dan
    tepat waktu dan tepat waktu.
5. Perawat menolong di tempat umum
STANDAR KEPERAWATAN
• Pedoman praktek kep yang aman dan
  tepat.
• Menekakankan tanggung gugat
• Tanggung jawab :
  Mengacu pd pelaksanaan tugas yg
  dikaitkan dg peran perawat.
• Tanggung gugat:
  Dapat memberikan alasan atas tindakan
  kep yg diberikan atas diri, pasien,
  profesi, atasan dan masyarakat
Don’t take it seriously ….

								
To top