Perbandingan antara OODBMS dan ORDBMS

Document Sample
Perbandingan antara OODBMS dan ORDBMS Powered By Docstoc
					                                                 Teknik Komputer dan Jaringan
  BAB 12               PERANCANGAN CONTENT SERVER

Tujuan :                            Pokok Bahasan
                                    Dalam pembahasan ini meliputi :
Pembahasan ini bertujuan :          1. Pengertian Basisdata
1. Mengenalkan pengertian           2. Tingkat Arsitektur Basisdata.
   Basisdata                        3. Menentukan Kebutuhan Sistem
2. Memahami Arsitektur Basis           Basisdata.
   data                             4. Menentukan Prosedur Recovery
3. Memahami Kebutuhan Sistem        5. Penggunaaan Basisdata
   Basisdata
4. Memahami Prosedur
   Recovery
5. Memahami Penggunaan
   Basisdata

12.1.           Pengantar           menjadikan          alasan       dari
Basisdata                           penggunaan teknologi basis data
                                    pada saat sekarang
Basis data menyediakan fasilitas    (dunia bisnis). Berikut ini contoh
atau    mempermudah        dalam    penggunaan Aplikasi basis data
menghasilkan     informasi  yang    dalam dunia bisnis
digunakan oleh pemakai untuk         Bank     :   Pengelolaan      data
mendukung pengambilan                 nasabah,      akunting,     semua
keputusan. Hal inilah yang            transaksi perbankan
                                     Bandara : Pengelolaan data
                                      reservasi, penjadualan
                                     Universitas     :     Pengelolaan
                                      pendaftaran, alumni
                                     Penjualan : Pengelolaan data
                                      customer, produk, penjualan
                                     Pabrik : Pengelolaan data
                                      produksi, persediaan barang,
                                      pemesanan, agen
                                     Kepegawaian:          Pengelolaan
                                      data karyawan, gaji, pajak
                                     Telekomunikasi : Pengelolaan
                                      data tagihan, jumlah pulsa



12.1.1 Sistem Pemrosesan File
Sebelumnya,      sistem    yang     file-file yang terpisah, yang disebut
digunakan     untuk    mengatasi    juga sistem pemrosesan file.
semua     permasalahan    bisnis,   Dimana        masing-masing       file
menggunakan pengelolaan data        diperuntukkan hanya untuk satu
secara tradisional dengan cara      program aplikasi saja.
menyimpan record- record pada

436   IT DEPARTMENT                             SMKN 1 PANJI SITUBONDO
                                                    Teknik Komputer dan Jaringan



Perhatikan  gambar    12-1-1            sistem yang memproses data
mengenai suatu sekolah yang             mahasiswa dan sistem yang
mempunyai dua sistem yakni              mengelola data mata kuliah.




                             Program Aplikasi
                                                                  File siswa
                                  Siswa

    siswa

                             Program Aplikasi
                                                                   File Nilai
                                   Nilai

    nilai

     Gambar 12-1-1. Sistem pemrosesan file untuk suatu Sekolah

Keterangan :
File siswa   : siswa (nis,nama_siswa,alamat,tgl_lahir)
               Nilai (kd_mp,nama_mp,nilai)
File Nilai   : Nilai (kd_mp,nama,nilai)

Kelemahannya         dari     sistem      pemborosan                tempat
pemrosesan file ini antara lain :         penyimpanan dan biaya akses
 Timbulnya       data      rangkap       yang bertambah. Disamping itu
  (redundancy        data)       dan      dapat terjadi inkonsistensi data.
  Ketidakkonsistensi            data      Misalnya,       apabila    terjadi
  (Inconsistency data)                    perubahan jumlah nilai mata
  Karena file-file dan program            pelajaran, sedangkan perubahan
  aplikasi       disusun         oleh     hanya diperbaiki pada file nilai
  programmer      yang     berbeda,       dan tidak diperbaiki pada file
  sejumlah informasi mungkin              siswa.      Hal      ini    dapat
  memiliki      duplikasi     dalam       mengakibatkan kesalahan dalam
  beberapa file. Sebagai contoh           laporan nilai siswa.
  nama mata pelajaran dan nilai          Kesukaran dalam Mengakses
  dari siswa dapat muncul pada            Data
  suatu file memiliki record-record       Munculnya             permintaan-
  siswa dan juga pada suatu file          permintaan baru yang tidak
  yang terdiri dari record-record         diantisipasikan          sewaktu
  nilai. Kerangkapan data seperti         membuat       program    aplikasi,
  ini      dapat      menyebabkan         sehingga tidak memungkinkan

    IT DEPARTMENT                                   SMKN 1 PANJI SITUBONDO      476
                                                       Teknik Komputer dan Jaringan



  untuk pengambilan data.                   siswa. Bagian Nilai hanya boleh
 Data terisolir (Isolation Data)           mengakses file nilai, tidak boleh
  Karena data tersebar dalam                mengakses file siswa. Tetapi
  berbagai     file,    dan    file-file    sejak program-program aplikasi
  mungkin dalam format – format             ditambahkan secara ad-hoc
  yang     berbeda,       akan     sulit
  menuliskan program aplikasi                maka     sulit    melaksanakan
  baru untuk mengambil data yang             pengamanan       seperti    yang
  sesuai.                                    diharapkan.
 Masalah Pengamanan ( Security             Data Dependence
  Problem )                                  Apabila terjadi perubahan atau
  Tidak       semua          pemakai         kesalahan      pada      program
  diperbolehkan            mengakses         aplikasi maka pemakai tidak
  seluruh data. Bagian siswa                 dapat     mengakses         data.
  hanya boleh mengakses file

12.1.2. Sistem Basis data
Seiring dengan berjalannya waktu, lambat laun sistem pemrosesan file
mulai ditinggalkan karena masih bersifat manual, yang kemudian
dikembangkanlah sistem pemrosesan dengan pendekatan basis data.



                      Program Aplikasi
                           Siswa

 siswa                                        DBMS              Basisdata
                                                                 Sekolah
                      Program Aplikasi
                            Nilai

 nilai

          Gambar 10-1-2a Sistem basis data untuk suatu sekolah

Keterangan :
Mhs ( Npm, nama, alamat, tgl_lahir )
Mt_kul ( kd_mk, nama_mk,sks )

Perhatikan gambar 10-1-2 di atas. Pada sistem ini record-record data
disimpan pada satu tempat yakni basis data dan diantara program
aplikasi maupun pemakai terdapat DBMS (Database Management
System).




476   IT DEPARTMENT                                   SMKN 1 PANJI SITUBONDO
                                                  Teknik Komputer dan Jaringan



Konsep Dasar Basis Data
Data adalah representasi fakta       program yang berbeda – beda
dunia nyata yang mewakili suatu      mengakses       file   data     yang
objek seperti manusia (pegawai,      berbeda – beda. Basis data diatur
mahasiswa, pembeli), barang,         sedemikian rupa sehingga satu
hewan,      peristiwa,    konsep,    atau      sekelompok        program
keadaan, dan sebagainya yang         menyediakan akses terhadap
direkam dalam bentu angka,           semua          data.       Sehingga
huruf, simbol, teks, gambar, bunyi   permasalahan        duplikasi   data
atau kombinasinya.                   (redundancy), data yang terisolasi
Basisdata merupakan gabungan         (isolation), dan data yang tidak
dari beberapa file yang saling       konsisten (inconsistency) dapat
berhubungan         dan      dapat   dikurangi, dan data dapat dibagi–
mengeliminasi        permasalahan    bagikan      di    antara     semua
yang timbul dari pendekatan          pengguna (users). Di samping itu,
tradisional yaitu file. Dengan       keamanan dan integritas data
pendekatan modern semua data         meningkat, dan aplikasi serta data
diletakkan di tempat penyimpanan     tidak bergantung satu dengan
yang     sama.     Tidak   seperti   yang lainnya.
pendekatan tradisional di mana

Sistem Basis Data terdiri dari basis data dan DBMS.


                     Database
                                           DBMS                 Database
                    Application

    user
            Gambar 12-1-2b Komponen Sistem basis data

Istilah-Istilah Dasar Basis Data

DBMS (Database Management            pasien
System) adalah Perangkat Lunak
yang     menangani       semua       Entitas
pengaksesan ke basis data.           Suatu     obyek     yang    dapat
                                     dibedakan dari lainnya yang dapat
Enterprise                           diwujudkan dalam basis data.
Suatu bentuk organisasi seperti :    Contoh Entitas dalam lingkungan
bank, universitas, rumah sakit,      bank terdiri dari : Nasabah,
pabrik, dsb. Data yang disimpan      Simpanan, Hipotik
dalam basis data merupakan data      Contoh Entitas dalam lingkungan
operasional dari suatu enterprise.   universitas    terdiri   dari   :
Contoh data operasional : data       Mahasiswa, mata kuliah Kumpulan
keuangan, data mahasiswa, data       dari entitas disebut Himpunan

    IT DEPARTMENT                                SMKN 1 PANJI SITUBONDO      476
                                                  Teknik Komputer dan Jaringan



Entitas                               mengidentifikasikan entitas dari
Contoh : semua nasabah, semua         suatu kumpulan entitas.
mahasiswa                             Contoh Entitas Mahasiswa yang
                                      mempunyai atribut-atribut npm,
Atribut (Elemen Data)
Karakteristik dari suatu entitas.
Contoh : Entitas Mahasiswa            nama, alamat, tanggal lahir
atributnya terdiri dari Npm, Nama,    menggunakan Kunci Elemen Data
Alamat, Tanggal lahir.                npm.

Nilai Data (Data Value)               Record Data
Isi data / informasi yang tercakup    Kumpulan Isi Elemen data yang
dalam setiap elemen data.             saling berhubungan.
Contoh Atribut Nama Mahasiswa         Contoh : kumpulan atribut npm,
dapat berisi Nilai Data : Diana,      nama, alamat, tanggal lahir dari
Sulaeman, Lina                        Entitas Mahasiswa berisikan :
                                      "10200123", "Sulaeman", "Jl.
Kunci Elemen Data (Key Data           Sirsak 28 Jakarta", "8 Maret
Element)                              1983".
Tanda pengenal yang secara unik
Keuntungan Sistem Basis Data
 Terkontrolnya kerangkapan data       memudahkan       pemakaian,
  Dalam     basis    data    hanya     pengiriman maupun pertukaran
  mencantumkan satu kali saja          data.
  field yang sama yang dapat
  dipakai oleh semua aplikasi
  yang memerlukannya.                  Keamanan data terjamin
 Terpeliharanya       keselarasan      DBA        dapat      memberikan
  (kekonsistenan) data                  batasan-batasan pengaksesan
  Apabila ada perubahan data            data,        misalnya     dengan
  pada aplikasi yang berbeda            memberikan        password   dan
  maka        secara       otomatis     pemberian hak akses bagi
  perubahan itu berlaku untuk           pemakai (misal : modify, delete,
  keseluruhan                           insert, retrieve)
 Data dapat dipakai secara            Terpeliharanya integritas data
  bersama (shared)                      Jika kerangkapan data dikontrol
  Data dapat dipakai secara             dan kekonsistenan data dapat
  bersama-sama oleh beberapa            dijaga maka data menjadi
  program aplikasi (secara batch        akurat
  maupun on-line) pada saat            Terpeliharanya keseimbangan
  bersamaan.                            (keselarasan) antara kebutuhan
 Dapat diterapkan standarisasi         data yang berbeda dalam setiap
  Dengan adanya pengontrolan            aplikasi
  yang terpusat maka DBA dapat          Struktur basis data diatur
  menerapkan standarisasi data          sedemikian rupa sehingga dapat
  yang      disimpan      sehingga      melayani pengaksesan data

476   IT DEPARTMENT                              SMKN 1 PANJI SITUBONDO
                                                       Teknik Komputer dan Jaringan



  dengan cepat                             aplikasi tanpa harus merubah
 Data                independence         format data yang sudah ada
  (kemandirian data)
  Dapat      digunakan          untuk
  bermacam-macam             program
Pengguna Basis Data
 System Engineer                             - Statistical Analysis Routines
  Tenaga ahli yang bertanggung                  Membantu memonitor
  jawab atas pemasangan Sistem                  kehandalan system
  Basis     Data,        dan      juga     End User (Pemakai Akhir)
  mengadakan peningkatan dan                Ada beberapa jenis (tipe)
  melaporkan      kesalahan        dari     pemakai terhadap suatu sistem
  sistem tersebut kepada pihak              basis     data      yang      dapat
  penjual                                   dibedakan berdasarkan cara
 Database Administrator (DBA)              mereka berinteraksi terhadap
  Tenaga ahli yang mempunyai                sistem :
  tugas untuk mengontrol sistem             - Programmer aplikasi
  basis data secara keseluruhan,              Pemakai yang berinteraksi
  meramalkan kebutuhan akan                   dengan basis data melalui
  sistem         basis           data,        Data Manipulation Language
  merencanakannya                  dan        (DML),       yang      disertakan
  mengaturnya.                                (embedded) dalam program
  Tugas DBA :                                 yang ditulis pada bahasa
  - Mengontrol      DBMS          dan         pemrograman induk (seperti
    software-software : Memonitor             C, pascal, cobol, dll)
    siapa yang mengakses basis              - Pemakai Mahir (Casual User)
    data; Mengatur pemakaian                  Pemakai yang berinteraksi
    basis data                                dengan sistem tanpa menulis
  - Memeriksa security, integrity,            modul       program.      Mereka
    recovery dan concurrency                  menyatakan        query    (untuk
    Program        Utilitas      yang         akses data) dengan bahasa
    digunakan oleh DBA :                      query yang telah disediakan
    - Loading Routines                        oleh suatu DBMS
      Membangun versi utama dari            - Pemakai Umum (End User /
      basis data                              Naïve User)
    - Reorganization Routines                 Pemakai yang berinteraksi
      Mengatur                        /       dengan sistem basis data
      mengorganisasikan kembali               melalui pemanggilan satu
      basis data                              program aplikasi permanen
    - Journaling Routines                     (executable program) yang
      Mencatat semua operasi                  telah     ditulis   (disediakan)
      pemakaian basis data                    sebelumnya
    - Recovery Routines                     - Pemakai                   Khusus
      Menempatkan kembali data,               (Specialized/Sophisticated
      sebelum terjadinya                      User)
      kerusakan                               Pemakai yang menulis aplikasi

    IT DEPARTMENT                                     SMKN 1 PANJI SITUBONDO      476
                                                           Teknik Komputer dan Jaringan



     basis data non konvensional,                Pengolahan Citra, dll, yang
     tetapi      untuk      keperluan-           bisa saja mengakses basis
     keperluan       khusus      seperti         data dengan atau tanpa DBMS
     aplikasi AI, Sistem Pakar,                  yang bersangkutan.
12.2. Arsitektur Basis data
Tujuan utama dari sistem basis               pandang yang berbeda dari
data        adalah       menyediakan         sebuah basis data. Masing-masing
pemakai melalui suatu pandangan              pemakai           merepresentasikan
abstrak mengenai data, dengan                dalam      bentuk      yang      sudah
menyembunyikan            detail     dari    dikenalnya. Cara pandang secara
bagaimana data disimpan dan                  eksternal hanya terbatas pada
dimanipulasikan. Oleh karena itu,            entitas, atribut dan hubungan
titik awal untuk perancangan                 antar entitas (relationship) yang
sebuah basis data haruslah                   diperlukan saja.
abstrak dan deskripsi umum dari               Tingkat                 Konseptual
kebutuhan-kebutuhan           informasi      (Conseptual        Level).     Tingkat
suatu          organisasi          harus     konseptual merupakan kumpulan
digambarkan di dalam basis data.             cara pandang terhadap basis
Lebih jauh lagi, jika sebuah basis           data.       Pada       tingkat       ini
data merupakan suatu sumber                  menggambarkan           data      yang
yang bisa digunakan bersama                  disimpan dalam basis data dan
maka            setiap         pemakai       hubungan antar datanya. Hal-hal
membutuhkan pandangan yang                   yang digambarkan dalam tingkat
berbeda- beda terhadap data di               konseptual adalah :
dalam        basis      data.     Untuk      - semua entitas beserta atribut
memenuhi           kebutuhan          ini,   dan hubungannya
arsitektur komersial basis data              - batasan data
yang banyak digunakan telah                  - informasi semantik tentang data
tersedia saat ini dan telah                  - keamanan          dan      integritas
mengalami          perluasan        yaitu    informasi
arsitektur ANSI-SPARC.                       Semua cara pandang pada tingkat
Ada 3 tingkat dalam arsitektur               eksternal berupa data yang
basis     data       yang     bertujuan      dibutuhkan oleh pemakai harus
membedakan            cara     pandang       sudah tercakup di dalam tingkat
pemakai terhadap basis data dan              konseptual atau dapat diturunkan
cara pembuatan basis data secara             dari data yang ada. Deskripsi data
fisik. 3 tingkatan arsitektur basis          dari entitas pada tingkat ini hanya
data :                                       terdiri dari jenis data dan besarnya
 Tingkat Eksternal (External                atribut     tanpa     memperhatikan
Level).        Tingkat        eksternal      besarnya penyimpanan dalam
merupakan cara pandang pemakai               ukuran byte.
terhadap basis data. Pada tingkat             Tingkat       Internal     (Internal
ini menggambarkan bagian basis               Level).         Tingkat        internal
data yang relevan bagi seorang               merupakan perwujudan basis data
pemakai          tertentu.       Tingkat     dalam komputer. Pada tingkat ini
eksternal terdiri dari sejumlah cara         menggambarkan bagaimana basis

476   IT DEPARTMENT                                       SMKN 1 PANJI SITUBONDO
                                                    Teknik Komputer dan Jaringan



data disimpan secara fisik di           - deskripsi    record      untuk
dalam peralatan storage yang            penyimpanan (dengan ukuran
berkaitan erat dengan tempat            penyimpanan untuk data elemen
penyimpanan / physical storage.         - penempatan record
Tingkat internal memperhatikan              pemampatan data dan teknik
hal-hal berikut ini :                       encryption
- alokasi ruang penyimpanan data
dan indeks


  VIEW 1                VIEW 1          VIEW 1               External Level




              Conseptual Level




                Internal Level

              Gambar 12-2. Tingkatan Arsitektur Basis data


Contoh : sebuah file Pegawai yang akan didefinisikan :

  Tingkat Eksternal :                 Tingkat Konseptual :
  Cobol                               PEGAWAI
  01 PEG_REC.                         NOMOR_PEGAWAI CHARACTER 6
     02 PEG_NO           PIC X(6).    NOMOR_DEPT    CHARACTER 4
     02 DEPT_NO          PIC X(4).    GAJI          NUMERIC   6
     02 GAJI             PIC 9(6).


  Tingkati Internal :
  FILE_PEGAWAI          LENGTH = 22
  PREFIK                TYPE = BYTE (6), OFFSET = 0
  EMP#                  TYPE = BYTE (6), OFFSET = 6, INDEX = EMPX
  DEPT#                 TYPE = BYTE (4), OFFSET = 12
  PAY                   TYPE = FULLWORD, OFFSET = 16




    IT DEPARTMENT                                   SMKN 1 PANJI SITUBONDO     476
                                                  Teknik Komputer dan Jaringan




12.3. Data Independence
Tujuan utama dari 3 tingkat arsitektur adalah memelihara kemandirian
data (data independence) yang berarti perubahan yang terjadi pada
tingkat yang lebih rendah tidak mempengaruhi tingkat yang lebih tinggi.


       External Schema       External Schema      External Schema



    External /                                              Logical data
conceptual mapping                                         independence




                            Conseptual Schema



    External /                                              Logical data
conceptual mapping                                         independence


                              Internal Schema


                      Gambar 12.3. Skema Kemandirian Data

Ada 2 jenis data independence,           independence      menunjukkan
yaitu :                                  kekebalan external schema
 Physical Data Independence,            terhadap perubahan conceptual
  bahwa internal schema dapat            schema.
  diubah     oleh    DBA    tanpa      Prinsip data independence adalah
  menggangu conceptual schema.         salah satu hal yang harus
  Dengan kata lain physical data       diterapkan di dalam pengelolaan
  independence       menunjukkan       sistem basis data dengan alasan-
  kekebalan conceptual schema          alasan sbb :
  terhadap perubahan internal           DBA dapat mengubah isi, lokasi,
  schema.                                perwujudan dalam organisasi
 Logical Data Independence,             basis data tanpa mengganggu
  bahwa     conceptual   schema          program-program aplikasi yang
  dapat diubah oleh DBA tanpa            sudah ada.
  menggangu external schema.            Pabrik / agen peralatan /
  Dengan kata lain logical data          software pengolahan data dapat


476   IT DEPARTMENT                               SMKN 1 PANJI SITUBONDO
                                                   Teknik Komputer dan Jaringan



  memperkenalkan produk-produk        Memberikan fasilitas pengontrolan
  baru    tanpa     mengganggu        terpusat oleh DBA demi
  program-program aplikasi yang       keamanan dan integritas data
  sudah ada.                          dengan             memperhatikan
 Untuk            memindahkan        perubahan-perubahan kebutuhan
  perkembangan         program-       pengguna.
  program aplikasi

12.4. Database Management System (DBMS)
Pengelolaan basisdata dapat        Dengan         adanya         berbagai
dilakukan secara manual ataupun    tingkatan pandangan dalam suatu
dengan      computer.    Basisdata basis       data      maka       untuk
berbasis computer dapat dikelola   mengakomodasikan               masing-
dengan baik oleh sekumpulan        masing pengguna dalam piranti
program aplikasi untuk suatu       lunak manajemen basis data
kepentingan atau oleh Sistem       biasanya terdapat bahasa-bahasa
Manajemen Basisdata (Database      tertentu yang disebut Data Sub
Management System).                language. Dalam basis data
Database Management System         secara umum dikenal 2 data sub
(DBMS) adalah kumpulan program     language :
yang digunakan untuk membuat        Data Definition Language (DDL)
dan mengelola basisdata. Suatu        Bahasa yang digunakan dalam
DBMS        merupakan      system     mendefinisikan struktur atau
perangkat lunak yang secara           kerangka dari basis data, di
umum dapat digunakan untuk            dalamnya      termasuk       record,
melakukan pemrosesan dalam hal        elemen data, kunci elemen, dan
pendefinisian, penyusunan dan         relasinya.
manipulasi      basisdata    untuk  Data Manipulation Language
berbagai aplikasi.                    (DML)
Pendefinisan (define) basisdata,      Bahasa yang digunakan untuk
meliputi spesifikasi tipe data,       menjabarkan pemrosesan dari
struktur      dan      pembatasan     basis data, fasilitas ini diperlukan
(constraint) dari data yang akan      untuk memasukkan, mengambil,
disimpan dalam basisdata.             mengubah data. DML dipakai
Penyusunan (construc) basisdata,      untuk operasi terhadap isi basis
meliputi proses memasukkan data       data.
dalam media penyimpanan data          Ada 2 jenis DML :
yang harus dikontrol oleh DBMS.      - Procedural DML : Digunakan
Manipulasi            (manipulate)      untuk mendefinisikan data
basisdata, meliputi fungsi seperti      yang diolah dan perintah yang
query dari basisdata untuk              akan dilaksanakan.
mendapatkan informasi tertentu,      - Non Procedural : Digunakan
melakukan            pembaharuan        untuk menjabarkan data yang
(updating) data, dan pembuatan          diinginkan tanpa menyebutkan
laporan (report generation) dari        bagaimana                     cara
basisdata.                              pengambilannya.

    IT DEPARTMENT                                 SMKN 1 PANJI SITUBONDO      476
                                                       Teknik Komputer dan Jaringan



Secara       khusus       pengguna       Pengguna             menyatakan
menggunakan berbagai bahasa :             permintaan akses menggunakan
Programmer                  aplikasi      DBMS
menggunakan        bahasa-bahasa         DBMS         menangkap       dan
seperti Cobol, Informix, dll (host        menginterpretasikan
language)     yang     ditempelkan       DBMS mencari :
dengan bahasa yang dipakai                 eksternal      /     conceptual
dalam DBMS. Pemakai terminal                mapping
menggunakan       bahasa     Query         conceptual schema
(misal SQL) atau menggunakan               konseptual / internal mapping
program aplikasi (yang dirancang           internal schema
oleh programmer). Sedangkan              DBMS melaksanakan operasi
DBA lebih banyak menggunakan              yang diminta terhadap basis
bahasa DDL dan DML yang                   data tersimpan.
tersedia dalam DBMS.                    Proses 1 s/d 4 dapat dilakukan
DBMS mempunyai tugas untuk              secara interactive atau dicompile
menangani semua bentuk akses            dulu.
ke basis data, secara konsep :

           biosiswa
            Nis            Nama_siswa                  Prg_ahli
            070803001      M. Fadgham Hafizh           RPL
            070803032      Ashha Hasna Latifah         TKJ
            070803065      Syech Pujianto              EIN

                  nilai
                   Nis              Kdmp       Nilai
                   070803001        A          80
                   070803065        A          87
                   070803065        C          95
                   070803001        B          80

                        r_matapel
                          Kdmkp     Mata_pel
                          A         Agama
                          B         PPKN
                          C         Matematika
                          D         Bahasa Inggris

                      Gambar 12-4 Basisdata Siswa SMK




476   IT DEPARTMENT                                  SMKN 1 PANJI SITUBONDO
                                                    Teknik Komputer dan Jaringan




       Contoh kasus (Gambar 10-4 Basisdata Siswa SMK):
       Pada basisdata suatu sekolah untuk mengelola
       informasi tentang biodata siswa, nilai dan referensi mata
       pelajaran. Gambar 10-4 merupakan susunan dan contoh
       data dari basisdata tersebut. Table biosiswa menyimpan
       data tiap siswa; Table nilai menyimpan nilai mata
       pelajaran yang telah ditempuh setiap siswa; Table mata
       pelajaran menyimpan data referensi mata pelajaran.


Pendefinisian            basisdata    antara berkas yang satu dengan
mencakup pembuatan spesifikasi        yang lain. Sebagai contoh,
dari struktur data yang disimpan      rekaman “M. Fadgham Hafizh”
dalam record untuk tiap berkas        pada table biosiswa berhubungan
data. Dalam gambar 10-2 untuk         dengan        table     nilai    yang
tiap rekaman data biosiswa            diidentifikasikan      dengan      nis.
menyimpan data tentang nomor          Demikian pula tiap rekaman data
induk siswa, nama siswa dan           pada       table      nilai     selalu
program keahlian; tiap rekaman        berhubungan dengan rekaman
nilai menyimpan data tentang          pada table r_matapel.
nomor induk siswa, kode mata          Manipulasi         data        meliputi
pelajaran dan nilai dari tiap mata    pembuatan pertanyaan (query)
pelajaran sedangan tiap rekaman       dan pembaharuan data. Misal
r_matapel menyimpan kode mata         pembuatan pertanyaan untuk
pelajaran    dan    nama      mata    memperoleh laporan transcript
pelajaran.                            nilai siswa yang bernama “M.
Penyusunan basisdata Siswa            Fadgham           Hafizh”.      Dalam
SMK        dilakukan        dengan    pembaharuan         data,     misalnya
menyimpan data tentang biodata        terjadi pembatalan nilai ujian yang
siswa, nilai dan referensi mata       telah      diikuti     oleh     siswa,
pelajaran. Dalam hal ini rekaman      pemasukan nilai ujian yang
data mungkin saja berhubungan         diulang dan sebagainya.

12.5. Fungsi DBMS
Layanan-layanan yang sebaiknya         menyediakan sebuah katalog
disediakan oleh database                yang berisi deskripsi item data
management system adalah :              yang disimpan dan diakses oleh
 Penyimpanan, pengambilan dan          pemakai.
  perubahan data                       Mendukung Transaksi
 Sebuah        DBMS       harus       Menyediakan mekanisme yang
  menyediakan        kemampuan          akan      menjamin       semua
  menyimpan, mengambil dan              perubahan yang berhubungan
  merubah data dalam basis data.        dengan transaksi yang sudah
 Katalog yang dapat diakses            ada atau yang akan dibuat.
  pemakai                              Melayani kontrol concurrency

    IT DEPARTMENT                                  SMKN 1 PANJI SITUBONDO      476
                                                Teknik Komputer dan Jaringan



 Sebuah       DBMS         harus    Sebuah DBMS harus mampu
  menyediakan mekanisme yang          terintegrasi dengan software
  menjamin basis data ter- update     komunikasi.
  secara    benar     pada   saat    Melayani integrity
  beberapa pemakai melakukan         Sebuah DBMS bertujuan untuk
  perubahan terhadap basis data       menjamin semua data dalam
  yang sama secara bersamaan.         basis data dan setiap terjadi
 Melayani recovery                   perubahan data harus sesuai
 Menyediakan mekanisme untuk         dengan aturan yang berlaku.
  mengembalikan basis data ke        Melayani data independence
  keadaan sebelum terjadinya         Sebuah DBMS harus mencakup
  kerusakan pada basis data           fasilitas   untuk     mendukung
  tersebut.                           kemandirian       program     dari
 Melayani autorisasi                 struktur    basis    data    yang
 Sebuah       DBMS         harus     sesungguhnya.
  menyediakan mekanisme untuk        Melayani utility
  menjamin bahwa hanya pemakai       Sebuah       DBMS       sebaiknya
  yang berwenang saja yang            menyediakan kumpulan layanan
  dapat mengakses basis data.         utility.
 Mendukung komunikasi data

12.6. Komponen DBMS
Komponen-komponen dalam Database Management System (DBMS)
adalah sebagai berikut :
 Query Processsor                 DML Preprocessor
  Komponen      yang     merubah    Modul yang merubah perintah
  bentuk query ke dalam instruksi   DML embedded ke dalam
  tingkat rendah ke database        program aplikasi dalam bentuk
  manager                           fungsi-fungsi yang memanggil
 Database Manager                  dalam host language.
  Database manager menerima        DDL Compiler
  query dan menguji skema           Merubah perintah DDL menjadi
  eksternal dan konseptual untuk    kumpulan tabel yang berisi
  menentukan apakah record-         metadata.
  record     dibutuhkan     untuk  Dictionary Manager
  memenuhi            permintaan. Mengatur akses dan memelihara
  Kemudian DM memanggil file      data dictionary. Data dictionary
  manager untuk menyelesaikan     diakses oleh komponen DBMS
  permintaan                      yang lain.
 File Manager
  Memanipulasi penyimpanan file
  dan mengatur alokasi ruang
  penyimpanan pada disk




476   IT DEPARTMENT                             SMKN 1 PANJI SITUBONDO
                                             Teknik Komputer dan Jaringan



Programmers                  Users                   DBA

   Application                                     Database
                            Queries                Schema
    Programs




DBMS (Database Management System)
      DML                    Query                   DDL
  Preprocessor             Processor               Compiler




    Programs               Database               Dictionary
   Object Code             Manager                 Manager




     Access                  File
     Method                Manager




     System              Database dan Data
     Buffer
                             Dictionary


                  Gambar 12-6a Komponen DBMS




  IT DEPARTMENT                              SMKN 1 PANJI SITUBONDO     476
                                                 Teknik Komputer dan Jaringan




           Programs            Database                Dictionary
          Object Code          Manager                  Manager




       Database Manager
                             Authorization
                               Control




            Integrity         Command                   Query
            Checker           Processor                Optimizer




                             Transaction
                                                       Scheduler
                              Manager



                          Data Manager
                                Buffer                 Recovery
                               Manager                 Manager




            Access               File
            Method             Manager




            System           Database dan Data
            Buffer               Dictionary



       Gambar 12-6b Komponen Software Utama Database Manager




Komponen     software     utama     Authorization Control
database manager adalah :            Modul yang memeriksa apakah

476   IT DEPARTMENT                              SMKN 1 PANJI SITUBONDO
                                                Teknik Komputer dan Jaringan



  pemakai mempunyai wewenang          proses yang dibutuhkan operasi
  untuk menyelesaikan operasi         yang diterima transaksi
 Command Processor                  Scheduler
  Memeriksa apakah pemakai            Modul ini bertanggung jawab
  mempunyai wewenang untuk            untuk menjamin operasi secara
  menyelesaikan operasi               bersamaan terhadap basis data
 Integrity Checker                   sehingga berjalan tanpa ada
  Untuk semua operasi yang            masalah antara yang satu
  merubah basis data, integrity       dengan yang lain.
  checker memeriksa operasi          Recovery Manager
  yang      diminta   memerlukan      Modul ini menjamin basis data
  batasan integritas.                 tetap konsisten walaupun terjadi
 Query Optimizer                     kerusakan.
  Modul ini menentukan strategi      Buffer Manager
  yang optimal untuk eksekusi         Modul ini bertanggung jawab
  query                               terhadap    pemindahan     data
                                      antara main memory dan
 Transaction Manager                 secondary storage, seperti disk
  Modul ini mengerjakan proses-       dan tape.

12.7. Arsitektur DBMS Multi User
12.7.1. Teleprocessing
Arsitektur tradisional untuk sistem multi user adalah teleprocessing,
dimana satu komputer dengan sebuah CPU dan sejumlah terminal
seperti pada gambar di bawah ini.




               Gambar 12-7-1 Arsitektur Teleprocessing

12.7.2. File-Server
Proses didistribusikan ke dalam     mengendalikan   file     yang
jaringan sejenis LAN (Local Area    diperlukan oleh aplikasi dan
Network).        File     server    DBMS. Meskipun aplikasi dan

   IT DEPARTMENT                               SMKN 1 PANJI SITUBONDO      476
                                                          Teknik Komputer dan Jaringan



DBMS dijalankan pada masing-               adalah :
masing workstation tetapi tetap             Terdapat lalulintas jaringan yang
meminta file dari file server jika           besar
diperlukan (perhatikan gambar di            Masing-masing          workstation
halaman berikut ini).                        membutuhkan copy DBMS
Dengan cara ini, file server               Kontrol terhadap concurrency,
berfungsi sebagai sebuah hard              recovery dan integrity menjadi
                                           lebih kompleks karena sejumlah
disk yang digunakan secara                 DBMS mengakses file secara
bersamaan.                                 bersamaan
Kerugian arsitektur file-server

                                  Workstation2



        Workstation1                                      Workstation3




                                     LAN



                      Request for data    File returned
                                                                Basis Data
                                  File Server




                      Gambar 12-7-2 Arsitektur File Server



12.7.3. Client Server
Untuk mengatasi kelemahan arsitektur-arsitektur di atas maka
dikembangkan arsitektur client-server. Client-server menunjukkan cara
komponen software berinteraksi dalam bentuk sistem.


476   IT DEPARTMENT                                       SMKN 1 PANJI SITUBONDO
                                                       Teknik Komputer dan Jaringan




                                    Client 2



         Client 1                                        Client 3




                                    LAN



                     Request for data    Selected data returned

                              Server with DBMS
                                                             Basis Data




                    Gambar 12-7-3 Arsitektur Client Server

Sesuai dengan namanya, ada                server, menunggu response dan
sebuah pemroses client yang               bentuk response untuk pemakai
membutuhkan sumber dan sebuah             akhir. Server menerima dan
server     yang       menyediakan         memproses permintaan basis data
sumbernya. Tidak ada kebutuhan            kemudian mengembalikan hasil ke
client dan server yang harus              client.
diletakkan pada mesin yang sama.          Proses-proses       ini  melibatkan
Secara ringkas, umumnya server            pemeriksaan autorisasi, jaminan
diletakkan pada satu sisi dalam           integritas,    pemeliharaan    data
LAN dan client pada sisi yang lain.       dictionary dan mengerjakan query
Dalam konteks basis data, client          serta proses update. Selain itu
mengatur     interface    berfungsi       juga       menyediakan       kontrol
sebagai     workstation     tempat        terhadap        concurrency     dan
menjalankan aplikasi basis data.          recovery.
Client    menerima     permintaan         Ada beberapa keuntungan jenis
pemakai, memeriksa sintaks dan            arsitektur ini adalah :
generate kebutuhan basis data              Memungkinkan akses basis data
dalam SQL atau bahasa yang lain.            yang besar
Kemudian meneruskan pesan ke               Menaikkan kinerja

    IT DEPARTMENT                                     SMKN 1 PANJI SITUBONDO      476
                                                      Teknik Komputer dan Jaringan



 Jika client dan server diletakkan       operasi    pada     client     dan
  pada komputer yang berbeda              mengirimkan hanya bagian yang
  kemudian CPU yang berbeda               dibutuhkan untuk akses basis
  dapat     memproses       aplikasi      data      melewati       jaringan,
  secara      paralel.   Hal      ini     menghasilkan data yang sedikit
  mempermudah merubah mesin               yang akan dikirim melewati
  server jika hanya memproses             jaringan
  basis data.                            Meningkatkan kekonsistenan
 Biaya untuk hardware dapat             Server     dapat      menangani
  dikurangi                               pemeriksaan integrity sehingga
 Hanya         server        yang        batasan perlu didefinisikan dan
  membutuhkan storage dan                 validasi hanya di satu tempat,
  kekuatan proses yang cukup              aplikasi program mengerjakan
  untuk       menyimpan        dan        pemeriksaan sendiri
  mengatur basis data                    Map ke arsitektur open-system
 Biaya komunikasi berkurang              dengan sangat alami
 Aplikasi menyelesaikan bagian

Berikut ini adalah ringkasan fungsi client-server :

      Client                           Server
       Mengatur user interface         Menerima dan
                                         memproses basis data
       Menerima dan memeriksa sintaks input
       dari pemakai                      yang diminta dari client
       Memproses aplikasi              Memeriksa autorisasi
       Generate permintaan             Menjamin tidak terjadi
        basis data dan                   pelanggaran terhadap
        memindahkannya ke                integrity constraint
        server                          Melakukan
       Memberikan response              query/pemrosesan update
        balik kepada pemakai             dan memindahkan
                                         response ke client
                                        Memelihara data
                                         dictionary
                                        Menyediakan akses basis
                                         data secara bersamaan
                                        Menyediakan kontrol
                                         recovery

12.8. Data Dictionary
Data dictionary adalah tempat           mengenai data. Modul pengontrol
penyimpanan       informasi    yang     otorisasi  menggunakan    data
menggambarkan data dalam basis          dictionary  untuk    memeriksa
data. Data dictionary biasa disebut     apakah seorang pemakai perlu
juga dengan metadata atau data          mempunyai wewenang.

476   IT DEPARTMENT                                   SMKN 1 PANJI SITUBONDO
                                                   Teknik Komputer dan Jaringan



Untuk mengerjakan pemeriksaan           nama-nama data item dalam
tersebut       data      dictionary       basis data
menyimpan :                             jenis dan ukuran data item
 nama-nama       pemakai      yang     batasan untuk masing-masing
  mempunyai wewenang untuk                data item
  menggunakan DBMS                     Sistem data dictionary dapat
 nama-nama data item yang ada         dibedakan atas sistem aktif dan
  dalam basis data                     pasif. Sistem aktif selalu konsisten
 data item yang dapat diakses         dengan struktur basis data karena
  oleh pemakai dan jenis akses         secara otomatis dikerjakan oleh
   yang diijinkan, misalnya: insert,   sistem. Sebaliknya, sistem pasif
  update, delete atau read             tidak       konsisten       terhadap
Sedangkan       untuk   memeriksa      perubahan basis data yang
integritas data, data dictionary       dilakukan oleh pemakai.
menyimpan :

12.9. Model Data
Model      data     dikelompokkan      Dalam model data konseptual
berdasar     konsep     pembuatan      digunakan konsep entitas (entity),
deskripsi struktur basisdata, yaitu    atribut (attribut) dan hubungan
model data konseptual atau             (relationship).
tingkat tinggi (high-level) dan        Model       data     implementasi
model data fisik atau tingkat          merupakan konsep model data
rendah (low-level).                    yang digunakan oleh DBMS
Model data konseptual menyajikan       komersial, yaitu model data
konsep      tentang     bagaimana      hirarkhi, jaringan atau relasional
pemakai basisdata memandang            (lihat    gambar    xxx).    Pada
atau     memperlakukan        data,    perkembangan terkahir digunakan
sedangkan model data fisik             model orientasi object.
merupakan konsep bagaimana             Dalam       model     data    fisik
deskripsi detail data disimpan         dideskripsikan bagaimana data
dalam computer.                        disimpan dalam computer dengan
Diantara kedua model di atas           menyajikan informasi tentang
terdapat model data implementasi       format rekaman, urutan rekaman
(representational)            yang
merupakan konsep deskripsi data        dan jalur pengaksesan data.
disimpan dalam computer dengan         Informasi jalur pengaksesan data
menyembunyikan sebagian detail         merupakan struktur yang dapat
deskripsi data sehingga para           membuat pencarian rekaman data
pemakai        data      mendapat      lebih efisien.
gambaran global bagaimana data
disimpan dalam computer.




    IT DEPARTMENT                                  SMKN 1 PANJI SITUBONDO     476
                                                        Teknik Komputer dan Jaringan




      Entity (entitias), merupakan penyajian object, kejadian atau konsep
      dari dunia nyata yang keberadaannya secara eksplisit didefinisikan dan
      disimpan dalam basisdata, seperti BIOSISWA, NILAI, R_MATAPEL
      dalam contoh kasus Gambar 10-4.
      Attribut (atibut), merupakan keterangan-keterangan yang dimiliki oleh
      suatu entitas, seperti nis, nama_siswa, alamat dan sebagainya pada
      entitas BIOSISWA.
      Relationship (relasi/hubungan), merupakan interaksi antar entity satu
      dengan lainnya, misalnya MENGIKUTI menyatakan hubungan antara
      entitas BIOSISWA dan NILAI.


12.9.1. Model Data Jaringan
Pada model data ini, data di deskripsikan sebagai kumpulan dari record,
dan relasi di deskripsikan dengan set. Di bandingkan dengan model data
relasional, relasi lebih terlihat sebagai model dari suatu set yang
digunakan sebagai penunjuk atau pointer di dalam implementasinya.

 0938       ANNA      DEPOK                 KK045210     Animasi        2       3


                                            KK045104     Jaringan       1       1


 0523       RICKY     DEPOK                 KK045305      HTML          3       5

                      Gambar 10-9-1 Model Data Jaringan


12.9.2. Model Data Hierarkhi
Pada model data ini, berasal dari model data jaringan dimana data di
deskripsikan sebagai kumpulan dari record, dan relasi di deskripsikan
dengan set. Tetapi pada model hirarki ini hanya mempunyai satu parent .
Model Hirarki dapat digambarkan seperti graph pohon, record muncul
sebagai nodes disebut segment dan sets disebut dengan edges.




476   IT DEPARTMENT                                    SMKN 1 PANJI SITUBONDO
    1     Anna        Depok                         2    Ricky    Depok




                                              KK045305     HTML       3   3


                                   KK045104 Jaringan        1     1


   KK045210     Animasi       2      3

                    Gambar 12-9-2 Model Data Hierarkhi


12.9.3. Model Data Relasional
Pada model relasional, basis data akan “disebar” atau dipilah-pilah ke
dalam berbagai tabel dua dimensi. Setiap tabel selalu terdiri atas lajur
mendatar yang disebut baris data (row / record) dan lajur vertikal yang
biasa disebut dengan kolom (column / field).

Contoh Tabel dan keterhubungannya :
Table siswa
NIS          Nama            Alamat
10296832     Nurhayati       Jakarta
10296126     Astuti          Jakarta
31296500     Budi            Depok
41296525     Prananingrum    Bogor
50096487     Pipit           Bekasi
21196353     Quraish         Bogor

Table MataPelajaran
KDMP       MTPELAJARAN
KK021      Bahasa Indonesia
KD132      Bahasa Inggris
KU122      Matematika


   Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan
                                                        Teknik Komputer dan Jaringan




Table Nilai
NIS              KDMP       MID          FINAL
10296832         KK021      60           75
10296126         KD132      70           90
31296500         KK021      55           40
41296525         KU122      90           80
21196353         KU122      75           75
50095487         KD132      80           0
10296832         KD132      40           30


Keuntungan       Basis Data                   dan beberapa baris. Relasi
Relasional                                    menunjukkan adanya hubungan
 Bentuknya sederhana                         diantara sejumlah entitas yang
 Mudah melakukan berbagai                    berasal dari himpunan entitas
  operasi data                                yang       berbeda.      Entitas
                                              merupakan      individu   yang
Istilah   dalam      Basis    Data            mewakili sesuatu yang nyata
Relasional :                                  dan dapat dibedakan dengan
 Relasi                                      yang lainnya.
  Relasi merupakan sebuah tabel
  yang terdiri dari beberapa kolom


                                    Atribut


              Table siswa
               NIS          Nama                    Alamat
               10296832     Nurhayati               Jakarta                  Baris
               10296126     Astuti                  Jakarta
               31296500     Budi                    Depok
 Relasi
               41296525     Prananingrum            Bogor
               50096487     Pipit                   Bekasi
               21196353     Quraish                 Bogor



                                     Domain
                              Derajat/degree




476   IT DEPARTMENT                                    SMKN 1 PANJI SITUBONDO
                                                    Teknik Komputer dan Jaringan




 Atribut                                tentang suatu entitas secara
  Atribut merupakan kolom pada           lengkap. Satu record mewakili
  sebuah relasi. Setiap entitas          satu data atau informasi tentang
  pasti memiliki aribut yang             seseorang, misalnya : NPM,
  mendeskripsikan karakter dari          nama mahasiswa, alamat, kota,
  entitas tersebut. Penentuan atau       dan lain-lain.
  pemilihan atribut-atribut yang        Domain :
  relevan bagi sebuah entitas            Kumpulan nilai yang valid untuk
  merupakan hal penting dalam            satu atau lebih atribut
  pembentukan model data.               Derajat (degree) :
 Tuple                                  Jumlah atribut dalam sebuah
  Tuple merupakan baris pada             relasi
  sebuah relasi atau kumpulan           Cardinality :
  elemen-elemen yang saling              Jumlah tupel dalam sebuah
  berkaitan menginformasikan             relasi

Relational Key
 Super key                              setiap kejadian dari suatu
 Satu atribut / kumpulan atribut        entitas. Candidate key yang
  yang            secara        unik     dipilih untuk mengidentifikasikan
  mengidentifikasi sebuah tuple di       tuple secara unik dalam relasi.
  dalam relasi                           Setiap kunci candidate key
 Candidate key                          punya peluang menjadi primary
  Suatu atribut atau satu set            key, tetapi sebaiknya dipilih satu
  minimal          atribut     yang      saja yang dapat mewakili secara
  mengidentifikasikan secara unik        menyeluruh terhadap entitas
  suatu kejadian spesifik dari           yang ada.
  entitas. Atribut di dalam relasi      Alternate key
  yang biasanya mempunyai nilai          Merupakan candidate key yang
  unik. Satu set minimal dari            tidak dipakai sebagai primary
  atribut menyatakan secara tak          key atau Candidate key yang
  langsung dimana kita tidak dapat       tidak dipilih sebagai primary key.
  membuang beberapa atribut             Foreign key (Kunci Tamu)
  dalam set tanpa merusak                Atribut dengan domain yang
  kepemilikan yang unik.                 sama yang menjadi kunci utama
 Primary key                            pada sebuah relasi tetapi pada
  Merupakan satu atribut atau satu       relasi lain atribut tersebut hanya
  set minimal atribut yang tidak         sebagai atribut biasa. Kunci
  hanya          mengidentifikasikan     tamu ditempatkan pada entitas
  secara unik suatu kejadian             anak dan sama dengan primary
  spesifik, tapi juga dapat mewakili     key         induk       direlasikan.




    IT DEPARTMENT                                  SMKN 1 PANJI SITUBONDO      476
                                                      Teknik Komputer dan Jaringan




                           Alternate Key          Candidate Key
            Primary Key


            Table siswa
             NIS              Nama                Alamat
              10296832        Nurhayati           Jakarta
              10296126        Astuti              Jakarta
              31296500        Budi                Depok
              41296525        Prananingrum        Bogor
              50096487        Pipit               Bekasi
              21196353        Quraish             Bogor



Relational Integrity Rules
 Null                                    ditekankan pada aspek pencarian
  Nilai suatu atribut yang tidak          data dari dalam tabel. Aspek
  diketahui dan tidak cocok untuk         pencarian ini sedemikian penting
  baris (tuple) tersebut.                 karena merupakan inti dari upaya
  Nilai (konstanta) Null digunakan        untuk pengelolaan data
  untuk menyatakan / mengisi
  atribut-atribut   yang    nilainya      Bahasa query terbagi 2 :
  memang belum siap/tidak ada.             Bahasa Formal
 Entity Integrity                          Bahasa         query       yang
  Tidak ada satu komponen                   diterjemahkan     menggunakan
  primary key yang bernilai null.           simbol-simbol matematis.
 Referential Integrity                     Contoh :
  Suatu domain dapat dipakai                 Aljabar Relasional
  sebagai kunci primer bila                 Bahasa query prosedural :
  merupakan atribut tunggal pada            pemakai menspesifikasikan data
  domain yang bersangkutan.                 apa yang dibutuhkan dan
                                            bagaimana                  untuk
Bahasa     Pada       Basis     data        mendapatkannya.
Relational                                   Kalkulus Relasional
                                            Bahasa query non-prosedural :
pernyataan yang diajukan untuk              pemakai menspesifikasikan data
mengambil informasi. Bahasa                 apa yang dibutuhkan tanpa
Query (Query Language) lebih                menspesifikasikan     bagaimana


476   IT DEPARTMENT                                  SMKN 1 PANJI SITUBONDO
                                                  Teknik Komputer dan Jaringan



 untuk mendapatkannya.                    Berbasis       pada      bahasa
 Terbagi 2 :Kalkulus Relasional           kalkulus relasional
 Tupel, Kalkulus Relasional             - SQL
 Domain                                   Berbasis       pada      bahasa
                                          kalkulus      relasional    dan
 Bahasa Komersial                        aljabar relasional
  Bahasa Query yang dirancang
  sendiri oleh programmer menjadi     Contoh-contoh      Basis    Data
  suatu program aplikasi agar         Relasional :
  pemakai         lebih    mudah       DB2  IBM
  menggunakannya (user friendly).      ORACLE  Oracle
  Contoh :                             SYBASE  Powersoft
  - QUEL                               INFORMIX  Informix
    Berbasis       pada   bahasa       Microsoft Access  Microsoft
    kalkulus relasional                MySQL
  - QBE


12.10. Menentukan Kebutuhan System
Dalam menentukan kebutuhan            biasanya     disebut        sebagai
system suatu basisdata tidak          feedback loop. Sebagai contoh :
terlepas      dari      bagaimana     masalah-masalah yang ditemui
sebenarnya        basisdata      itu  selama perancangan database
dirancang. Pada database yang         mungkin harus mengumpulkan
digunakan oleh single user atau       dan menganalisis kebutuhan-
hanya beberapa user saja,             kebutuhan tambahan. Seperti
perancangan database tidak sulit.     yang     digambarkan      terdapat
Tetapi jika ukuran database yang      feedback loop diantara langkah-
sedang atau besar (25 - ratusan       langkah yang sering terjadi
user yang berisikan jutaan bytes
informasi dan melibatkan ratusan
query     dan     program-program
aplikasi, contoh : industri-industri,
asuransi, hotel, travel, dll yang
seluruhnya     tergantung      pada
kesuksesan dari operasi-operasi
databasenya), perancangan

database      menjadi      sangat
kompleks.
Hal    yang     penting    adalah
mengetahui     bahwa     langkah-
langkah siklus hidup aplikasi
database dapat tidak berurutan,
tetapi   melibatkan     beberapa
langkah     pengulangan      yang

    IT DEPARTMENT                                SMKN 1 PANJI SITUBONDO      476
                                                     Teknik Komputer dan Jaringan




                                  Database


                             Systems Definition


                                Requirements
                           Collection And Analysis


                           Database Design
                                 Conceptual

 DBMS Selection
                               Logical Design
                                                                Application Design

                               Physical Design



                                              Implementation
           Prototyping
                                               Data Loading
                                              And Convertion

                                                   Testing


                                                 Operational
                                                 Maintenance


               Gambar 12-10 Siklus Hidup Sistem Basisdata

Perancangan Database


        Tujuan perancangan database :
         untuk memenuhi informasi yang berisikan kebutuhan-
          kebutuhan user secara khusus dan aplikasi-aplikasinya.
         memudahkan pengertian struktur informasi
         mendukung kebutuhan-kebutuhan pemrosesan dan
          beberapa      obyek      penampilan (response time,
          processing time, dan storage space)


476   IT DEPARTMENT                                SMKN 1 PANJI SITUBONDO
                                                         Teknik Komputer dan Jaringan




Siklus kehidupan sistem informasi             yang baru.
sering disebut macro life cycle,             Testing dan Validation
dimana siklus kehidupan basis                 Sistem yang baru ditest dan diuji
data merupakan micro life cycle               kebenarannya.
(gambar 10-10).                              Operation
Aktifitas-aktifitas                yang       Operasi-operasi pada sistem
berhubungan dengan database                   database dan aplikasinya.
sebagai micro life cycle dan                 Monitoring dan Maintenance
termasuk fase-fasenya sebagai                 Selama fase operasi, sistem
berikut :                                     secara konstan memonitor dan
 Database planning                           memelihara database.
  Di aktifitas ini akan disusun             Pertambahan dan pengembangan
  bagaimana langkah-langkah                 data dan aplikasi-aplikasi software
  siklus hidup dapat direalisasikan         dapat terjadi. Modifikasi dan
  secara lebih efisien dan efektif.         pengaturan kembali database
 System definition                         mungkin diperlukan dari waktu ke
  Definisi ruang lingkup database           waktu.
  (misal : para pemakai, aplikasi-          Langkah ke-3           disebut    juga
  aplikasinya, dsb.)                        perancangan database. Langkah
 Design                                    3,4, dan 5 merupakan bagian dari
  Pada bagian dari fase ini,                fase design dan implementation
  perancangan sistem database               pada siklus kehidupan sistem
  secara konseptual, logikal dan            informasi yang besar. Pada
  fisik dilaksanakan                        umumnya            database      pada
 Implementation                            organisasi       menjalani     seluruh
  Pemrosesan          dari   penulisan      aktifitas- aktifitas siklus kehidupan
  definisi       database       secara      di atas. Langkah 5 dan 6 tidak
  konseptual,        eksternal,     dan     berlaku jika database dan aplikasi-
  internal,     pembuatan       file-file   aplikasinya baru.
  database yang kosong, dan
  implementasi aplikasi- aplikasi           Proses Perancangan Database
  software.                                 6 Fase proses perancangan
 Loading atau Data Conversion              database :
  Database        ditempatkan       baik     Pengumpulan data dan analisis
  secara memanggil data secara               Perancangan database secara
  langsung ataupun merubah file-              konseptual
  file yang ada ke dalam format              Pemilihan DBMS
  sistem          database          dan      Perancangan database secara
  memangggilnya kembali.                      logika (data model mapping)
 Application Conversion                     Perancangan database secara
  Beberapa aplikasi software dari             fisik
  suatu       sistem       sebelumnya        Implementasi Sistem database.
  dikonversikan ke suatu sistem


    IT DEPARTMENT                                       SMKN 1 PANJI SITUBONDO      476
                                                      Teknik Komputer dan Jaringan




 Phase 1: requirements         Data requirements        Processing requirements
 Collection and analysis

 Phase 2: Conceptual         Conceptual & external         Transaction design
 Design                        Schema design              (DBMS-independent)
                             (DBMS-Independent



 Phase 3: Choice of
 DBMS

 Phase 4: Data Model         Conceptual & external     Frequencies,
 Mapping (logical design)       Schema design          performance
                              (DBMS-dependent          constraint


 Phase 5: Physical Design    Internal Schema design
                                (DBMS-dependent


 Phase 6: Implementation        DDL-statements                 Transaction
                                SQL-statements               Implementation

             Gambar 12-10-1 fase-fase perancangan database
                            (untuk database yang besar)

Secara         khusus         proses   kita memilih struktur penyimpanan
perancangan berisikan 2 aktifitas      dan jalur-jalur akses dari file-file
paralel. Aktifitas yang pertama        database yang tergantung pada
melibatkan perancangan dari isi        aplikasi-aplikasi    yang      akan
data dan struktur database,            menggunakan file-file tersebut.
sedangkan        aktifitas    kedua    Di lain pihak, kita biasanya
mengenai                perancangan    menentukan            perancangan
pemrosesan         database      dan   aplikasi-aplikasi database dengan
aplikasi-aplikasi perangkat lunak.     mengarah       kepada    konstruksi
Dua aktifitas ini saling menjalin,     skema database yang telah
misalnya       :      kita     dapat   ditentukan selama aktifitas yang
mengidentifikasikan data item          pertama.
yang akan disimpan dalam               6 fase di atas tidak harus diproses
database dengan menganalisa            berurutan. Pada beberapa hal,
aplikasi-aplikasi database.            rancangan tsb dapat dimodifikasi
Dua aktifitas ini juga saling          dari yang pertama dan sementara
mempengaruhi satu sama lain.           itu mengerjakan fase yang terakhir
Contohnya : fase perancangan           (feedback loop antara fase) dan
database secara fisik, pada saat       feedback loop dalam fase sering

476   IT DEPARTMENT                                  SMKN 1 PANJI SITUBONDO
                                                   Teknik Komputer dan Jaringan



terjadi     selama       proses       kadang-kadang bukan merupakan
perancangan.                          bagian      dari     perancangan
Fase 1 merupakan kumpulan             database,     tetapi   merupakan
informasi  yang    berhubungan        bagian dari siklus kehidupan
dengan penggunaan database.           sistem informasi secara umum. Inti
Fase 6 merupakan implementasi         dari proses perancangan database
databasenya. Fase 1 dan 6             adalah fase 2,4,5.

Fase 1 : Pengumpulan data dan analisa
Proses identifikasi dan analisa        berhubungan dengan aplikasi-
kebutuhan-kebutuhan data disebut       aplikasi dipelajari dan dianalisa.
pengumpulan data dan analisa.          Dokumen-dokumen            lainnya
Untuk menentukan kebutuhan-            (seperti     :     kebijaksanaan-
kebutuhan suatu sistem database,       kebijaksanaan, form, report, dan
pertama- tama harus mengenal           bagan organisasi) diuji dan
bagian-bagian lain dari sistem         ditinjau kembali untuk menguji
informasi yang akan berinteraksi       apakah dokumen-dokumen tsb
dengan         sistem      database,   berpengaruh terhadap kumpulan
termasuk para pemakai yang ada         data dan proses spesifikasi.
dan para pemakai yang baru serta      Analisa lingkungan operasi dan
aplikasi-aplikasinya. Kebutuhan-       pemrosesan data
kebutuhan dari para pemakai dan        Informasi yang sekarang dan
aplikasi- aplikasi inilah yang         yang akan datang dipelajari.
kemudian         dikumpulkan    dan    Termasuk juga analisa jenis-
dianalisa.
                                       jenis transaksi dan frekuensi-
Aktifitas-aktifitas    pengumpulan     frekuensi transaksinya dan juga
data dan analisa :                     arus informasi dalam sistem.
 Menentukan kelompok pemakai          Input-output       data      untuk
  dan bidang-bidang aplikasinya.       transaksi-transaksi tsb diperinci.
  Menentukan aplikasi utama dan       Daftar       pertanyaan        dan
  kelompok user yang akan              wawancara
  menggunakan              database.   Tuliskan tanggapan -tanggapan
  Individu utama pada tiap-tiap        dari      pertanyaan-pertanyaan
  kelompok pemakai dan bidang          yang telah dikumpulkan dari
  aplikasi yang telah dipilih          para pemakai database yang
  merupakan peserta utama pada         berpotensi. Ketua kelompok
  langkah-langkah berikutnya dari      (individu      utama)        dapat
  pengumpulan dan spesifikasi          diwawancarai sehingga input
  data.                                yang banyak dapat diterima dari
 Peninjauan dokumentasi yang          mereka dengan memperhatikan
  ada                                  informasi yang berharga dan
  Dokumen yang ada yang                mengadakan                prioritas

Fase 2 : Perancangan database secara konseptual
Tujuan dari fase ini adalah      menghasilkan conceptual schema

    IT DEPARTMENT                                 SMKN 1 PANJI SITUBONDO      476
                                                      Teknik Komputer dan Jaringan



untuk database yang tergantung             kebutuhan tiap-tiap user dan
pada sebuah DBMS yang spesifik.            kemudian         menggabungkan
Sering menggunakan sebuah                  skema-skema tsb. Model data
high-level data model seperti              yang        digunakan         pada
ER/EER model selama fase ini.              perancangan skema konseptual
Dalam conceptual schema, kita              adalah DBMS-independent, dan
harus memerinci aplikasi-aplikasi          langkah     selanjutnya      adalah
database yang diketahui dan                memilih sebuah DBMS untuk
transaksi-transaksi yang mungkin.          melaksanakan rancangan tsb.
Fase      perancangan    database         Perancangan transaksi :
secara konseptual mempunyai 2              menguji            aplikasi-aplikasi
aktifitas paralel :                        database dimana kebutuhan-
 Perancangan skema konseptual:            kebutuhannya telah dianalisa
  menguji kebutuhan-kebutuhan              pada fase 1, dan menghasilkan
  data dari suatu database yang            perincian transaksi-transaksi ini.
  merupakan hasil dari fase 1, dan         Kegunaan fase ini yang diproses
  menghasilkan             sebuah          secara paralel bersama fase
  conceptual database schema               perancangan skema konseptual
  pada DBMS- independent model             adalah       untuk      merancang
  data tingkat tinggi seperti EER          karakteristik    dari    transaksi-
  (enhanced entity relationship)           transaksi database yang telah
  model.                                   diketahui pada suatu DBMS-
  Skema ini dapat dihasilkan               independent.            Transaksi-
  dengan            menggabungkan          transaksi ini akan digunakan
  bermacam-macam        kebutuhan          untuk        memproses          dan
  user dan secara langsung                 memanipulasi database suatu
  membuat skema database atau              saat dimana database tsb
  dengan merancang         skema-          dilaksanakan.
  skema yang terpisah dari

Fase 3 : Pemilihan DBMS
Pemilihan database di tentukan           DBMS :
oleh beberapa faktor, diantaranya         Struktur data
: faktor teknik, ekonomi, dan politik      Jika data yang disimpan dalam
organisasi.                                database mengikuti struktur
Contoh faktor teknik :                     hirarki, maka suatu jenis hirarki
keberadaan         DBMS        dalam       dari DBMS harus dipikirkan.
menjalankan tugasnya seperti              Personal yang telah terbiasa
jenis-jenis     DBMS      (relational,     dengan suatu sistem
network, hierarchical, dll), struktur      Jika staf programmer dalam
penyimpanan, dan jalur akses               suatu organisasi sudah terbiasa
yang mendukung DBMS, pemakai,              dengan suatu DBMS, maka hal
dan lain-lain.                             ini dapat mengurangi biaya
Faktor-faktor      ekonomi        dan      latihan dan waktu belajar.
organisasi yang mempengaruhi              Tersedianya layanan penjual
satu sama lain dalam pemilihan             Keberadaan fasilitas pelayanan

476   IT DEPARTMENT                                  SMKN 1 PANJI SITUBONDO
                                                    Teknik Komputer dan Jaringan



 penjual sangat dibutuhkan untuk         beberapa      masalah         sistem.
 membantu           memecahkan

Fase 4 : Perancangan database secara logika
          (pemetaan model data)
Fase         selanjutnya        dari    datang dari suatu model data
perancangan database adalah             yang digunakan pada DBMS
membuat         sebuah      skema       yang dipilih.
konseptual dan skema eksternal       Hasil dari fase ni memakai
pada model data dari DBMS yang       perintah-perintah      DDL     dalam
terpilih. Fase ini dilakukan oleh    bahasa DBMS yang dipilih yang
pemetaan skema konseptual dan        menentukan         tingkat    skema
skema eksternal yang dihasilkan      konseptual dan eksternal dari
pada fase 2. Pada fase ini, skema    sistem database. Tetapi dalam
konseptual ditransformasikan dari    beberapa hal, perintah-perintah
model data tingkat tinggi yang       DDL memasukkan parameter-
digunakan pada fase 2 ke dalam       parameter        rancangan       fisik
model data dari DBMS yang dipilih    sehingga DDL yang lengkap harus
pada fase 3.                         menunggu           sampai       fase
Pemetaannya dapat diproses           perancangan database secara
dalam 2 tingkat :                    fisik telah lengkap.
 Pemetaan system-independent :      Fase ini dapat dimulai setelah
  pemetaan ke dalam model data       pemilihan sebuah implementasi
  DBMS          dengan        tidak  model data sambil menunggu
  mempertimbangkan karakteristik     DBMS yang spesifik yang akan
  atau hal-hal yang khusus yang      dipilih. Contoh: jika memutuskan
  berlaku     pada    implementasi   untuk menggunakan beberapa
  DBMS dari model data tsb.          relational DBMS tetapi belum
 Penyesuaian skema ke DBMS          memutuskan suatu relasi yang
  yang spesifik :                    utama. Rancangan dari skema
  mengatur skema yang dihasilkan     eksternal untuk aplikasi-aplikasi
  pada      langkah     1    untuk   yang spesifik seringkali sudah
  disesuaikan pada implementasi      selesai      selama     proses     ini.
  yang khusus di masa yang akan

Fase 5 : Perancangan database secara fisik
Perancangan database secara       berhubungan dengan struktur-
fisik merupakan proses pemilihan  struktur     penyimpanan    fisik,
struktur-struktur penyimpanan dan penempatan record dan jalur
jalur-jalur akses pada file-file  akses.      Berhubungan   dengan
database        untuk    mencapai internal schema (pada istilah 3
penampilan yang terbaik pada      level arsitektur DBMS).
bermacam-macam aplikasi.          Beberapa         petunjuk  dalam
Selama fase ini, dirancang        pemilihan perancangan database
spesifikasi-spesifikasi     untuk secara fisik :
database yang disimpan yang        Response time :

    IT DEPARTMENT                                   SMKN 1 PANJI SITUBONDO     476
                                                 Teknik Komputer dan Jaringan



  waktu yang telah berlalu dari       jumlah ruang penyimpanan yang
  suatu transaksi database yang       digunakan oleh file-file database
  diajukan untuk menjalankan          dan struktur- struktur jalur akses.
  suatu tanggapan. Pengaruh          Transaction throughput :
  utama pada response time            rata-rata jumlah transaksi yang
  adalah di bawah pengawasan          dapat diproses per menit oleh
  DBMS yaitu : waktu akses            sistem         database,        dan
  database untuk data item yang       merupakan parameter kritis dari
  ditunjuk oleh suatu transaksi.      sistem     transaksi     (misal   :
  Response time juga dipengaruhi      digunakan pada pemesanan
  oleh beberapa faktor yang tidak     tempat di pesawat, bank, dll).
  berada di bawah pengawasan          Hasil dari fase ini adalah
  DBMS, seperti penjadwalan           penentual awal dari struktur
  sistem operasi atau penundaan       penyimpanan dan jalur akses
  komunikasi.                         untuk       file-file    database.
 Space utility :

Fase 6 : Implementasi sistem database
Setelah      perancangan   secara baru.           Transaksi-transaksi
logika dan secara fisik lengkap,  database       sekarang       harus
kita dapat melaksanakan sistem    dilaksanakan        oleh       para
database. Perintah-perintah dalam programmmer aplikasi.
DDL dan SDL(storage definition    Spesifikasi secara konseptual diuji
language) dari DBMS yang dipilih, dan dihubungkan dengan kode
dihimpun dan digunakan untuk      program dengan perintah-perintah
membuat skema database dan        dari embedded DML yang telah
file-file database (yang kosong). ditulis dan diuji. Suatu saat
Sekarang database tsb dimuat      transaksi- transaksi tsb telah siap
(disatukan) dengan datanya.       dan data telah dimasukkan ke
Jika data harus dirubah dari      dalam database, maka fase
sistem komputer sebelumnya,       perancangan dan implementasi
perubahan-perubahan yang rutin    telah selesai, dan kemudian fase
mungkin diperlukan untuk format   operasional dari sistem database
ulang datanya yang kemudian       dimulai.
dimasukkan ke database yang

12.11. Menentukan Prosedur Recovery
12.11.1 Pengenalan Transaksi dan Pemrosesannya
Konsep transaksi menyediakan      yang mengeksekusi transaksi
suatu      mekanisme       untuk  database.
menggambarkan unit logika dari
proses     database.     Sistem   Sistem Single-user VS Multiuser
pemrosesan transaksi merupakan    Satu         kriteria      untuk
sistem dengan database yang       mengklasifikasikan suatu sistem
besar dan ribuan concurrent user  database berdasarkan jumlah user
                                  yang menggunakan sistem secara

476   IT DEPARTMENT                             SMKN 1 PANJI SITUBONDO
                                                   Teknik Komputer dan Jaringan



konkuren – yaitu pada saat yang        diteruskan dari tempat proses tsb
bersamaan.                             ditahan pada saat gilirannya.
DBMS adalah single-user jika
paling banyak satu user yang           2 buah proses A dan B
dapat menggunakan sistem satu          tereksekusi secara bergantian.
saat, dan multiuser jika banyak        Proses bergantian ini (interleaved)
user dapat menggunakan sistem,         menyebabkan CPU tetap sibuk
dan      kemudian      mengakses       ketika        sebuah         proses
database – bersamaan. Single-          membutuhkan         operasi     I/O
user DBMS kebanyakan terbatas          misalnya baca blok dari disket.
pada beberapa sistem mikro             CPU diubah untuk mengeksekusi
komputer, selain itu multiuser.        proses lainnya daripada berada
Multiple user dapat mengakses          dalam keadaan idle selama waktu
database     dan     menggunakan       I/O.     proses     inteleave    ini
sistem komputer secara simultan        menghindari proses yang lama
karena       adanya         konsep     dari penundaan proses lain.
multiprogramming,           dimana     Jika sistem komputer memiliki
komputer dapat mengeksekusi            prosesor hardware yang banyak,
multiple program – atau proses –       proses paralel dari proses yang
pada saat yang bersamaan. Jika         multiple mungkin, seperti proses C
hanya ada sebuah CPU, berarti          dan D., istilah ini disebut dengan
hanya dapat mengeksekusi satu          interleaved concurrency. Di DBMS
proses satu saat. Sistem operasi       yang multiuser, item data yang
multiprogramming mengeksekusi          disimpan     merupakan      sumber
beberapa perintah dari satu            utama yang dapat diakses secara
proses kemudian menahan proses         konkuren oleh user yang interaktif
tsb dan mengeksekusi beberapa          atau program aplikasi, yang
perintah dari proses selanjutnya,      secara      konstan      mengambil
dst. Suatu proses dilanjutkan atau     informasi dari database dan
                                       memodifikasi DB.

                        A
      A




                              B
             B
                                                    C            CPU1
                                                                 CPU2
                                                    D
                                                                 waktu
 t1                               t2         t3             t4

                      Gambar 12-11-1a Proses Transaksi

      IT DEPARTMENT                                SMKN 1 PANJI SITUBONDO     476
                                                         Teknik Komputer dan Jaringan




Transaksi merupakan unit logika            database atau dapat merupakan
dari proses database yang                  unit yang lebih besar seperti
mencakup satu atau lebih operasi           record atau bahkan seluruh blok
akses database – meliputi insert,          disk.
delete, modifikasi atau operasi
retrieve. Operasi database ini             Status Transaksi dan Operasi
dapat diembed dalam suatu                  Tambahan
program aplikasi atau dapat                Suatu transaksi adalah unit
langsung dibuat interaktif dengan          terkecil dari kerja yang dapat
bahasa query level tinggi misal            diselesaikan atau tidak dapat
SQL.       Satu       cara       untuk     diselesaikan.
menspesifikasikan             batasan      Beberapa operasinya dengan
transaksi adalah dengan membuat            diagram transisinya :
statemen begin transaction dan              BEGIN_TRANSACTION :
end transaction dalam program                 memulai transaksi
aplikasi; dalam kasus ini semua             READ or WRITE :
operasi akses database diantara               operasi baca atau tulis dari item
statemen begin-end dianggap                   database     yang      dieksekusi
sebagai sebuah transaksi. Sebuah              sebagai bagian dari transaksi
program aplikasi dapat berisi lebih         COMMIT_TRANSACTION :
dari sastu transaksi jika berisi               transaksi   berakhir     sukses
beberapa batasan transaksi.                   sehingga semua perubahan
Jika operasi database dalam suatu             (update) yang dilakukan melalui
transaksi      tidak    meng-update           transaksi dapat dimasukkan ke
database tetapi hanya mengambil               database dan akan diselesaikan
(retrieve)     data,     transaksinya       ROLLBACK (or ABORT) :
disebut       dengan        read-only      transaksi berakhir dengan tidak
transaction.                               sukses        sehingga        semua
Database           direpresentasikan       perubahan atau efek transaksi
sebagai kumpulan dari item data            yang diaplikasikan ke database
yang dinamakan. Ukuran dari                tidak dapat diselesaikan.
suatu      item      data      disebut
granularity, dan dapat berupa
field dari beberapa record dalam
                   Read,
                Write
   Begin                  End
   Transactio             Trancactio                   Commit
                                          Partially
   n          Activ       n                                     Commited
                                         Committed
              e

                       Abort                   Abort

                                            Failed                 Terminate
                                                                       d
                      Gambar 12-11-1b Proses Transaksi

476   IT DEPARTMENT                                     SMKN 1 PANJI SITUBONDO
                                                    Teknik Komputer dan Jaringan




12.11.2 Konsep Recovery
Recovery dari suatu kegagalan            sudah diback-up ke storage
transaksi     biasanya       berarti     khusus (tape) dan membangun
database direstore ke status yang        kembali       status       dengan
konsisten ke waktu sebelum               mengaplikasikan kembali atau
terjadi kegagalan.                       redo operasi dari transaksi yang
Untuk mengcover kesalahan atau           commit dari log back-up sampai
                                         waktu dimana terjadi kegagalan
kegagalan dari transaksi, sistem
                                        Ketika database tidak secara
memaintain sebuah log untuk
                                         fisik rusak tetapi hanya menjadi
menjaga jalannya semua operasi
                                         tidak konsisten karena adanya
yang mempengaruhi nilai dari item
                                         kesalahan       (system      crash,
database. Informasi ini mungkin
                                         system     error,    local    error,
akan dibutuhkan untuk mengcover
                                         concurrency control), strategi
adanya kegagalan. LOG disimpan
                                         adalah      membalik        semua
di storage, dan secara berkala
                                         perubahan yang menyebabkan
diback-up ke storage lainnya untuk
                                         ketidak     konsistenan       yaitu
menjaga dari kerusakan yang
                                         dengan meng-undo beberapa
fatal.
                                         operasi.    Kemungkinan        juga
Beberapa strategi recovery :
                                         dengan       melakukan         redo
 Jika terjadi kerusakan ke
                                         beberapa operasi supaya dapat
  sebagian     besar     database,
                                         merestore status database yang
  misalnya disk crash, metode
  recovery      merestore      kopi      konsisten.
  sebelumnya dari database yang


                Ada 2 teknik utama dalam melakukan
                recovery kesalahan transaksi :
                 Deferred update
                 Immediate update

Deferred update (update yang           log dan ditulis ke database. Jika
ditunda)                               transaksi gagal sebelum mencapai
Update tidak dilakukan secara          titik commit, database tidak akan
langsung pada database tetapi          berubah        hingga        UNDO
update dilakukan setelah transaksi     dibutuhkan.
mencapai titik commit. Sebelum         Ide dari protocol update yang
mencapai      commit,       semua      tertunda :
transaksi yang diupdate disimpan        Sebuah transaksi tidak dapat
di buffer local. Selama commit,           merubah database pada disk
update pertama disimpan dalam             hingga mencapai titik point


    IT DEPARTMENT                                  SMKN 1 PANJI SITUBONDO      476
                                                   Teknik Komputer dan Jaringan



 Sebuah transaksi tidak dapat         Recovery using Deferred Update
   mencapai titik point hingga         in a Single-user environment =
   semua operasi update disimpan       RDU_S
   dalam log dan ditulis ke disk
Karena database tidak pernah ter-      Prosedur REDO
update pada disk hingga transaksi      REDO(WRITE_OP) : redoing a
mencapai commit, operasi UNDO          write_item operation WRITE_OP
tidak diperlukan.
                                      consists of examining its log entry
Operasi ini dikenal dengan             [write_item,T,X,new_value]     and
algoritma recovery NO UNDO/            setting the value of item X in the
REDO. REDO dibutuhkan saat             database to new_value, which is
sistem gagal setelah transaksi         the after image (AFIM).
mencapai commit tetapi sebelum
perubahan       disimpan        pada   Operasi REDO mempunyai sifat
database di disk.                      idempoten, yaitu eksekusi yang
                                       terjadi berulang- ulang sama
Recovery dengan update tertunda        dengan sekali eksekusi saja. Ini
pada single-user                       disebabkan karena jika sistem
PROCEDURE RDU_S : use 2 lists          gagal selama proses recovery,
of transactions; the committed         recovery     selanjutnya    adalah
transactions      since      the   lastmencoba melakukan prosedur
checkpoint,     and       the    activeREDO write_item yang sudah
transactions       (at      most     ofdilakukan selama proses recovery
transaction will fall in this category,awal. Hasil sistem crash selama
because the system is in single-       recovery      seharusnya     sama
user). Apply the REDO                  dengan hasil recovery dari ketika
operation to all the write_item        tidak ada crash selama recovery.
operations of the committed
transactions from
the log in the order in which they
were written to the log. Restart the
active transactions.
Contoh :
    (a) operasi read dan write dari 2 buah transaksi
                         T1                 T2
                read_item(A)            read_item(B)
                read_item(D)            write_item(B)
                write_item(D)           read_item(D)
                                        write_item(D)
    (b) log sistem saat terjadi crash
                [start_transaction,T1]
                [write_item,T1,D,20]
                [commit,T1]
                [start_transaction,T2]


476   IT DEPARTMENT                               SMKN 1 PANJI SITUBONDO
                                                      Teknik Komputer dan Jaringan



               [write_item,T2,B,10]
               [write_item,T2,D,25] system crash

     The [write_item,…] operations of T1 are redone.
     T2 log entries are ignored by the recovery process.

Kegagalan pertama terjadi pada            banyak waktu untuk recovery.
eksekusi transaksi T2 (gambar b).
Proses recovery akan redo                 PROCEDURE RDU_M (WITH
[write_item,T1,D,20]   pada    log        CHECKPOINT) : use 2 lists of
dengan me-reset nilai dari item D         transactions maintained by the
menjadi 20 (nilai barunya). Entri         system;        the      committed
[write_item,T2,…] pada log akan           transactions T since the last
ditiadakan oleh proses recovery           checkpoint (commit list), and the
karena T2 tidak commit. Jika              active transactions T’ (active
kegagalan kedua terjadi selama            list).   REDO all the WRITE
recovery dari kegagalan pertama,          operations of the committed
proses recovery yang sama                 transactions from the log, in the
diulang dari awal hingga akhir            order in which they were written
dengan hasil yang sama.                   into the log. The transactions that
                                          are active and did not commit are
Recovery update tertunda dengan           effectively canceled and must be
eksekusi konkuren pada multi-user         resubmitted.
Kontrol konkurensi dan proses             Recovery using Deferred Update
recovery berhubungan. Secara              in a Multi-user environment =
umum, semakin besar tingkat               RDU_M
konkurensi   dicapai,   semakin


Contoh :

T1
                            T2

       T3
               T4

                                     T5



                       t1                                             t2 waktu
               checkpoint                                     system crash



     IT DEPARTMENT                                   SMKN 1 PANJI SITUBONDO      476
                                                    Teknik Komputer dan Jaringan




Transaksi T1 mencapai commit            algoritma        NO-UNDO/REDO
saat t1, dimana T3 dan T4 belum.        adalah operasi transaksi tidak
Sebelum terjadi sistem crash pada       pernah dibutuhkan untuk tidak jadi
t2 , T3 dan T2 commit tetapi tidak      dilaksanakan, karena :
untuk T4 dan T5. Berdasarkan             Transaksi tidak mencatat setiap
prosedur       RDU_M,          tidak      perubahan     dalam   database
dibutuhkan       operasi     REDO         pada disk sampai mencapai
write_item dari transaksi T1 – atau       point commit, yaitu sampai
transaksi commit lainnya sebelum          menyelesaikan eksekusi secara
waktu checkpoint yang terakhir            lengkap. Sehingga transaksi
dari t1.                                  tidak pernah dirolled back
Operasi write_item dari T2 dan T3         karena     kesalahan    selama
harus diulang karena kedua                eksekusi transaksi.
transaksi mencapai titik commit          Transaksi tidak akan pernah
setelah checkpoint yang terakhir.         membaca nilai yang ditulis oleh
Log bersifat force-written sebelum        transaksi yang belum commit
suatu transaksi commit.                   karena item tetap terkunci
Transaksi T4 dan T5 diabaikan,            sampai transaksi mencapai titik
secara efektif ditunda atau rolled        commit.
back karena operasi write_item
disimpan dalam database karena
deferred update.
Keuntungan dari metode atau

Contoh :
(c) read dan write dari 4 buah transaksi

     T1                    T2              T3                 T4
read_item(A)          read_item(B)     read_item(A)       read_item(B)
read_item(D)          write_item(B)    write_item(A)      write_item(B)
write_item(D)         read_item(D)     read_item(C)       read_item(A)
                      write_item(D)    write_item(C)      write_item(A)

(d) log sistem saat terjadi crash

      [start_transaction,T1]
      [write_item,T1,D,20]
      [commit,T1]
      [checkpoint]
      [start_transaction,T4]
      [write_item,T4,B,15]
      [write_item,T4,A,20]
      [commit,T4]
      [start_transaction,T2]
      [write_item,T2,B,12]
      [start_transaction,T3]


476   IT DEPARTMENT                                SMKN 1 PANJI SITUBONDO
                                                   Teknik Komputer dan Jaringan



   [write_item,T3,A,30]
   [write_item,T2,D,25] system crash

   T2 dan T3 are ignored because they did not reach their
   commit points.
   T4 is redone because its commit point is after the last
   system checkpoint.

Immediate update (update yang            maintained by the system : the
segera)                                  committed transactions since the
Di teknik ini, database akan             last checkpoint and the active
diupdate oleh beberapa transaksi         transactions (at most one
sebelum transaksi mencapai titik         transaction will fall in this
point. Operasi secara khusus             category, because the system is
disimpan di log pada disk dengan         single-user)
force-writing               sebelum     Undo      all   the    write_item
diaplikasikan ke database. Jika          operations     of   the     active
transaksi        gagal       setelah     transaction from the log, using
menyimpan beberapa perubahan             the UNDO procedure described
pada database tetapi mencapai            below.
titik commit, efek dari operasi pada    Redo the write_item operations
database harus undone (lepas/            of the committed transactions
buka); harus rolled back. Jika           from the log, in the order in
transaksi      mencapai      commit      which they were written in the
sebelum semua perubahan ditulis          log, using REDO procedure
ke database dikenal dengan               describe earlier.
algoritma UNDO/ REDO. Variasi
dari algoritma ini adalah semua
update disimpan dalam database
sebelum        sebuah      transaksi   UNDO(WRITE_OP) : Undoing a
mencapai commit (membutuhkan           write_item operation write_op
hanya UNDO), dikenal dengan            consists of examining its log entry
algoritma UNDO/NO-REDO.
                                       [write_item,T,X,old_value,new_val
UNDO/ REDO Recovery based on           ue] and setting the value of X in
immediate update in a single-user      the database to old_value which is
Jika kegagalan terjadi, transaksi      the before imaging (BFIM).
yang aktif pada saat terjadi           Undoing a number of write_item
kegagalan menyimpan beberapa           operations from one or more
perubahan pada database. Efek          transactions from the log must
dari semua operasi ini harus           proceed in the reverse order from
dibuka (UNDONE).                       the order in which the operations
Prosedur RIU_S (Recovery using
                                       were written in the log.
Immediate Update in a Single-user
environment) :
 Use 2 lists of transactions          UNDO/ REDO Recovery based on


    IT DEPARTMENT                                  SMKN 1 PANJI SITUBONDO     476
                                                     Teknik Komputer dan Jaringan



immediate update with concurrent           using the UNDO procedure. The
execution Prosedur RIU_M :                 operations should be undone in
 Use 2 lists of transactions              the reverse of the order in which
  maintained by the system : the           they were written into the log.
  committed transactions since the        Redo      all   the     write_item
  last checkpoint and the active           operations of the committed
  transactions.                            transactions from the log, in the
 Undo      all  the    write_item         order in which they were written
  operations    of   the     active        in the log.
  (uncommitted)      transactions,

12.11.3 Shadow Paging
Skema       recovery     ini     tidak   dikopikan ke directori shadow.
membutuhkan penggunaan log               Direktori shadow ini kemudian
pada single-user. Pada multiuser,        disimpan pada disk ketika directori
sebuah log mungkin dibutuhkan            current digunakan untuk transaksi.
untuk metode kontrol konkurensi.         Selama       eksekusi     transaksi,
Shadow                         paging    directori shadow tidak pernah
mempertimbangkan           database      dimodifikasi.     Ketika     operasi
yang berasal dari sejumlah               write_item dilaksanakan, kopi baru
halaman disk berukuran tetap             dari halaman database yang
(fixed-size disk) atau blok disk,        dimodifikasi dibuat, tetapi kopian
misalnya sebanyak n. sebuah              lama dari halaman tersebut tidak
direktori dengan n entri dibuat,         ditumpangi (overwritten). Selain
dimana entri yang ke i menunjuk          itu, halaman baru ditulis di lain
halaman database yang ke i pada          tempat – di beberapa blok disk
disk. Direktori disimpan di memori       yang tidak digunakan sebelumnya.
utama jika tidak terlalu besar, dan      Entri directori current dimodifikasi
semua referensi – baca atau tulis        untuk menunjuk ke blok disk baru,
– ke halaman database pada disk.         dimana directori shadow tidak
Ketika       transaksi       memulai     dimodifikasi      dan      berlanjut
mengeksekusi, directori current –        menunjuk ke blok disk lama yang
yang      entrinya   ke      halaman     tidak dimodifikasi.
database yang paling baru –




476   IT DEPARTMENT                                  SMKN 1 PANJI SITUBONDO
                                                     Teknik Komputer dan Jaringan



Contoh :
                                Page 5 (old)
 1                             Page 1                                   1
                                Page 4
 2                                                                      2
                                Page 2 (old)
 3                                                                      3
                                Page 3
 4                                                                      4
                                Page 6
 5                                                                      5
                                Page 2 (new)
 6                                                                      6
                                Page 5 (new)


Current directory (after     Database disk blocks      shadow directory
updating page 2, 5)                (pages)             (not updated)

ada 2 versi. Versi yang lama             berhubungan                 dengan
direferensi oleh directori shadow,       penghapusan direktori shadow
versi yang baru oleh directori           sebelumnya. Teknik ini disebut
current.                                 dengan NO-UNDO/ NO-REDO.
Untuk      mengcover       kegagalan     Pada multiuser dengan transaksi
selama eksekusi transaksi, cukup         yang      concurrent,   log    dan
dengan membebaskan halaman               checkpoint dihubungkan dengan
database yang dimodifikasi dan           teknik shadow paging. Satu
menghapus        directori    current.   keuntungan dari shadow paging
Keadaan       database       sebelum     adalah halaman database yang
eksekusi transaksi berada pada           diupdate mengubah lokasi pada
direktori shadow dan keadaan itu         disk. Ini yang menyulitkan untuk
direcover dengan mengembalikan           menyimpan halaman database
kembali       direktori      shadow.     yang berhubungan dalam disk
Database kemudian dikembalikan           tanpa       strategi   manajemen
ke keadaan sebelumnya bagi               penyimpanan yang kompleks. Jika
transaksi yang dieksekusi ketika         direktori    besar,   penambahan
terjadi crash, dan semua halaman         penulisan direktori shadow ke disk
yang       dimodifikasi      dihapus.    sebagai transaksi yang commit
Transaksi         yang        commit     menjadi berarti.

12.12 Pengunaan Basisdata
Sejak tahun 1960-an penggunaan basis data sudah digunakan untuk
bidang komersial, dimana pemrosesan file-nya masih berbasis
manajemen file tradisional. Perkembangan komputer yang semakin
pesat diikuti dengan perkembangan perangkat lunak untuk aplikasi
bisnis, sejak tahun 1970-an sampai awal tahun 1980 manajemen
berbasis file tradisional berkembang menjadi manajemen basis data



     IT DEPARTMENT                                  SMKN 1 PANJI SITUBONDO      476
                                                 Teknik Komputer dan Jaringan



12.12.1 Perkembangan Basisdata
Di dalam manajemen basis data        terhubung dengan suatu jaringan .
dikenal berbagai model data yang     Perkembangan        dunia    usaha
dapat       digunakan       untuk    semakin      meningkat    ditunjang
mendeskripsikan sebuah data          dengan              perkembangan
dalam merancang suatu basis          komunikasi yang mempermudah
data.        Manajemen         ini   organisasi atau perusahaan untuk
memungkinkan banyak user untuk       mengakses        data,    sehingga
mengakses        data      secara    mengubah manajemen basis data
bersamaan sehingga fasilitas yang    menjadi manajemen basis data
dimiliki oleh manajemen sudah        tingkat lanjut didukung dengan
semakin banyak yaitu fasilitas       fasilitas data warehousing dan
pemanipulasian    data,    kontrol   fasilitas basis data berbasis web
konkurensi data, recovery data,      sebagai salah satu strategi
keamanan data dan didukung           organisasi dalam meningkatkan
dengan fasilitas komunikasi data     kinerja       dan      keuntungan
karena manajemen ini sudah           organisasi.




476   IT DEPARTMENT                             SMKN 1 PANJI SITUBONDO
                                                    Teknik Komputer dan Jaringan




                 Data Collection and Database Creation
                           (1960s and earlier)



         Database Management Systems (1970s – early 1980s)
          Hierarchical and Network Database Systems
          Relational Database Systems
          Data modeling tools : entity relationship model, etc
          Indexing and data organization techniques : b+ tree,
           hashing, etc
          Query language : SQL, etc
          User interface, forms, and reports
          Query processing and query optimizaztion




  Advance Database Systems                    Web-Based Database
  (mid-1980s-present)                         Systems
   Advance data models :                     (1990s – present)
    extended relational, object                XML-based       database
    oriented, object relational,                systems
    deductive                                  Web mining
   Application oriented :
    spatial, temporal,
    multimedia, active,
    scientific, knowledge bases



              Data Warehouse and Data Mining (late 1980s – present)
               Data warehouse and OLAP technology
               Data mining and knowledge discovery)



            New Generation of Integrated Information Systems (2000 - …)

           Gambar 12-12-1 Evolution of Database Technologi




12.12.2 ORDBMS (Object Relational Database Management System)
teknologi RDBMS pada awalnya      dikarenakan fasilitas–fasilitas yang
sangat      dominan,    tetapi    ada pada RDBMS tidak lagi sesuai

   IT DEPARTMENT                                   SMKN 1 PANJI SITUBONDO      476
                                                          Teknik Komputer dan Jaringan



dengan aplikasi tingkat lanjut,               Inti dari kinerja RDBMS yaitu ada
maka RDBMS digantikan dengan                  pada optimasi queri-nya dan juga
OODBMS.         Pada     OODBMS               pengetahuan                mengenai
terdapat banyak sekali bentuk-                bagaimana mengeksekusi fungsi
bentuk object oriented seperti                dari user-define secara efisien,
metode               encapsulation,           mengambil        keuntungan     dari
inheritance, polymorphism, dll.               pengindeksan pada struktur yang
Model data relasional lanjutan                baru, memetakan queri dengan
tidak hanya ada satu , tetapi                 cara baru, dan menavigasi antara
terdapat berbagai macam model                 data menggunakan referensi data.
data, dimana karakteristik dan                Penggunaan OODBMS untuk
tingkat kebutuhan data yang telah             suatu organisasi yang sangat
dibuat. Bagaimanapun semua                    besar dan universal tidak lagi
model data yang akan digunakan                sesuai sehingga untuk mendukung
mengacu pada konsep objek dan                 kinerja dari organisasi tersebut
mempunyai kemampuan untuk                     dibutuhkan       suatu     ORDBMS
menyimpan       data   di   dalam             (Objeck      Relational    Database
database.                                     Management System).
Berbagai macam terminologi yang               ORDBMS memiliki fasilitas untuk
digunakan untuk sistem model                  mendefinisikan        data     yang
relasional tingkat lanjut yaitu               kompleks,        menspesialisasikan
ERDBMS. Tapi sekarang ini untuk               struktur indeks dibutuhkan untuk
sistem berbasis objek dapat                   mengefisienkan          pengambilan
digunakan OODBMS.                             data. ORDBMS digunakan untuk
                                              dua sampai tiga dimensional data.


Perbandingan antara OODBMS dan ORDBMS
                        PEMODELAN
 Model                OODBMS                     ORDBMS
 Identitas Objek      ada                        Ada dengan tipe REF (Refferensi
 Pengkapsulan         Ada, tapi tidak dapat      Ada dengan UDT (User Defined
                      digunakan untuk queri      Types)
 Penurunan            Ada                        Ada (dipisahkan antara UDT dan
                                                 table)
 Polymorphism         Ada, sebagai object        Ada
                      oriented pada model
                      bahasa pemrograman
 Objek                Ada                        Ada dengan UDT
 kompleks
 Relasi               Ada                        Sangat mendukung untuk
                                                 mendefinisikan batasan
                                                 referensial integritas
12.12.3. Lingkup Penerapan Basisdata
Pembangunan Model Basisdata       pengelolaan file. Jika Sistem
bertitik   tolak  dari  system    operasi lebih melihat file secara


476   IT DEPARTMENT                                       SMKN 1 PANJI SITUBONDO
                                                       Teknik Komputer dan Jaringan



utuh yang merupakan objek yang            komponen       dengan       berbagai
tidak bias dibagi lagi, maka DBMS         property     dan     relasi    antar
melihat file sebagai objek yang           komponen serta versi-versi lama
berisi banyak data yang disusun           dari desain. Penyimpanan data
secara sistematis yang masing-            yang berbentuk grafis, disamping
masing dapat dikenai berbagai             berukuran besar juga sangat
oprasi secara individual. Sistem          bervariasi ukurannya.
pengelolaan file yang lebih kaya           Computer-Aided           Software
semacam ini direlasikan dalam             Engineering (CASE). Basisdata
model jaringan, model hrarkis dan         untuk      CASE     harus      dapat
kemudian         model      relasional.   menampung data yang dibutuhkan
Model-model basisdata tersebut            untuk membantu para pembangun
memiliki sejumlah karakteristik           aplikasi. Data semacam ini
seperti :                                 meliputi       kode          sumber,
 Keseragaman            (uniformity),    ketergantungan      antar     modul-
sekian banyak data dikelola               modul aplikasi, definisi dan
dengan struktur dan ukuran (byte)         pemakaian variable dan histori
yang sama.                                pembangunan aplikasi.
 Berorientasi Record (Record              Basisdata             Multimedia.
Orientation), satuan-satuan data          Basisdata multimedia harus dapat
utama terdiri atas record-record          mengelola gambar, data spasial
yang sama panjangnya                      (ruang), audio (suara dan music),
 Satuan Data Kecil (Small Data           video dan sejenisnya. Basisdata
Items), ukuran setiap record              semacam ini dibutuhkan untuk
relative      pendek        (umumnya      menyimpan        foto-foto,     data
berukuran hingga beberapa ratus           geografis (pemetaan), system
byte).                                    voice-mail, aplikasi-aplikasi grafis,
 Field-Field Atomik (Atomic              system video-on-demands dan
Fields), field-field dalam record         lain-lain.
relative     pendek      dan     sama      Office Information System
ukurannya. Field tidak mungkin            (OIS). Otomatisasi perkantoran
terbentuk dari struktur yang lebih        mencakup pemakaian aplikasi
kecil lagi (jadi sifatnya atomic).        yang berbasis work-station untuk
Dalam beberapa tahun terakhir,            pembuatan      dan     pengambilan
teknologi       basisdata      dengan     dokumen, untuk surat-menyurat
karakteristik semacam itu sudah           elektronik, untuk mengatur jadwal
tidak     memadai        lagi    untuk    pertemuan      dan      sebagainya.
diterapkan pada sejumlah aplikasi         Sebuah basisdata OIS harus
terbaru. Aplikasi-aplikasi seperti itu    dapat mengakomodasi kebutuhan
diantaranya adalah :                      untuk mencari jadwal yang
 Computer-Aided               Design     berhubungan       atau       mencari
(CAD). Basisdata untuk CAD                dokumen baik berdasarkan judul
harus dapat menampung data                maupun isi dokumen.
yang berkaitan dengan desain               Basisdata Hypertext. Hypertext
perekayasaan (yang berbentuk              adalah teks yang diperkaya
grafis),      seperti      komponen-      dengan link yang menunjuuk ke

    IT DEPARTMENT                                     SMKN 1 PANJI SITUBONDO      476
dokumen yang lain. Basisdata di              hypertext      harus      mampu
dunia      internet      merupakan           melakukan pengambilan dokumen
basisdata      hypertext    bahkan           berdasarkan link dan melakukan
sekaligus termasuk basisdata dan             query     terhadap       dokumen
multimedia (sehingga lebih tepat             berdasarkan strukturnya.
disebut hypermedia). Basisdata

12.12.4. Basisdata untuk Multimedia
Akhir-akhir ini, basis data banyak     penyimpanan hingga beberapa
diarahkan untuk juga dapat             gigabyte.
menampung data multimedia,           Adanya         fasilitas      untuk
seperti gambar, suara, music dan       pengambilan data berdasarkan
video. Karena itu perlu adanya         kemiripan        (similarity-based
DBMS yang dapat mengelola data         retrieval) yang diperlukan oleh
multimedia di dalam basisdata.         banyak      aplikasi    basisdata
Didalam basisdata berarti bahwa        multimedia. Contohnya, pada
data multimedia tersebut sama          basisdata yang menyimpan data
kedudukannya sebagaimana field-        sidik jari.
field data sederhana tetapi dengan  Pengambilan data-data dengan
perlakuan yang sedikit berbeda,     tipe tertentu, seperti music dan
karena ada sejumlah isu yang juga   video, juga mensyaratkan adanya
harus      terpenuhi    jika   data kecepatan pengambilan yang
multimedia tersimpan di dalam       tetap dan tertentu (continous-
basisdata, yaitu :                  media data). Pengambilan data
 Basisdata        harus      dapat yang lebih cepat atau lebih lambat
   mengakomodasi        objek-objek dari yang        seharusnya atau
   yang     besar,   karena    data kecepatan yang berubah-ubah
   multimedia seperti video dapat   akan mengganggu kualitas hasil
   membutuhkan ruang                yang diterima oleh pemakai.
12.12.5. Basisdata untuk Internet (Web Technology)
World      Wide    Web      (WWW)   instruksi format lainya atau ke
merupakan       system    informasi halaman lain pada dokumen yang
terdistribusi    yang      berbasis sama. Gambar dan suara juga
hypertext.      Dokumen-dokumen     diakses dengan menggunakan
yang menjadi unsure utama di        link.
dalam web dapat dinyatakan          Para pemakai (user) system web
dalam beberapa tipe. Tipe yang      akan melihat tampilan teks yang
paling popular adalah dokumen       telah terformat bersama dengan
hypertext yang disusun menurut      gambar, bukanya teks awal (yang
bahasa khusus, seperti HTML         masih polos) bersama sejumlah
(hypertext markup language).        instruksi    pemberian    format.
Dokumen HTML terdiri atas teks,     Secara visual tentu saja teks
spesifikasi jenis huruf (font) dan  terformat dan bergambar akan

   Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan
                                                   Teknik Komputer dan Jaringan



lebih menarik perhatian user.         instruksi-instruksi format , teks dan
Lebih jauh lagi, dokumen yang         gambar yang hasilnya kemudian
terlihat user merupakan dokumen       disajikan pada user. Program
hypertext; yang dengan program        browser        yang       digunakan
browser tertentu. Program browser     diantaranya Netscape Navigator,
merupakan program khusus untuk        Mozilla Firework, Opera, Microsof
menterjemahkan/mengerjakan            Internet Ekplorer.

Universal Resource Locator (URL)
Sistem hypertext mengandung           dokumen HTML. Bagian kedua
konsekuensi    tentang     adanya     (www.smkn1cmi.sch.id)
penyimpanan pointer (penunjuk         menunjukkan nama unik dari
lokasi) ke tempat dokumen-            sebuah mesin dalam internet. Lalu
dokumen berada. Dalam web,            sisa pada URL merupakan nama
fungsi pointer ini diberikan oleh     path yang menunjukkan lokasi file
Universal    Resource      Locator    pada mesin tersebut.
(URL). Berikut adalah contoh          Dengan        demikian       URL
sebuah URL :                          memberikan nama unik secara
                                      global untuk setiap dokumen yang
http://www.smkn1cmi.sch.id/jur/tkj    dapat diakses oleh system web.
                                      Karena URL mudah dibaca dan
Bagian     pertama    dari   URL      terbuka untuk diakses, maka
menunjukkan            bagaimana      setiap        orang        dapat
dokumen harus diakses. HTTP           menggunakannya            secara
menunjukkan bahwa dokumen             langsung     untuk     mengakses
harus        diakses       dengan     dokumen tetentu dan berpindah-
menggunakan Hypertext Transfer        pindah dari satu dokumen ke
Protokol, yang berupa sebuah          dokumen lain bahkan dari satu
protocol untuk pentransferan          mesin ke mesin yang lain.
Server untuk Web (Web Server)
HTTP menyediakan fasilitas yang       dokumen HTML yang dihasilkan
bagus,     dismaping       transfer   program tersebut. Lebih jauh lagi,
dokumen yang mudah, juga              client web dapat mengirimkan
melakukan enkripsi pada dokumen       argument-argumen        tambahan
demi alasan keamanan. Bagian          yang akan digunakan program
nama dokumen dalam URL dapat          pada saat eksekusi. Dengan
mengidentifikasikan        sebuah     begitu, pembentukan dokumen
executable, yang ketika dijalankan    dapat menjadi bervariasi karena
akan menghasilkan dokumen             ditentukan     oleh    argument-
HTML. Ketika sebuah server            argumen yang disertakan ke
HTTP menerima permintaan untuk        server tersebut. Sebagai hasil dari
pengambilan dokumen tertentu,         feature demikian, sebuah Web
server mengeksekusi program           Server dapat dengan mudah
tersebut     dan     mengirimkan      melayani     berbagai     macam

    IT DEPARTMENT                                 SMKN 1 PANJI SITUBONDO      476
                                                  Teknik Komputer dan Jaringan



layanan informasi.

Bahasa Web (Web Display Language)
Ada sejumlah bahasa yang dapat      terhadap sebuah dokumen yang
digunakan untuk menayangkan isi     sedang aktif. Jika kemudian
dokumen pada para pemakai.Ada       semua masukan/interaksi pemakai
sejumlah bahasa yang dapat          tersebut dikirimkan kembali dari
digunakan untuk menayangkan isi     lokasi pemakai ke Server Web,
dokumen pada para pemakai.          maka semua masukan tersebut
Berkat bahasa yang digunakan,       akan        dinyatakan      sebagai
teks adan dapat ditampilkan         argument yang selanjutnya dalam
dengan format, warna dan ukuran     mengeksekusi program di Server
tertentu. Bahasa untuk me-mark      Web.      Seperti      yang    telah
up teks (teks markup language),     disebutkan sebelumnya, program
seperti Standard Generalized        ini akan menghasilkan dokumen
Markup        Language     (SGML),  HTML yang kembali dikirimkan
dibangun         untuk      mengisi pada user.
kekosongan diantara teks polos      Bahasa Java merupakan bahasa
dan deskripsi halaman dengan        pemrograman           web      yang
perintah pem-format-an teks.        memungkinkan adanya animasi
HTML         (Hypertext     Markup  dengan menjalankan program di
Language) merupakan bahasa          lokasi user. Dokumen yang
penayangan hypertext serba guna,    dihasilkan juga dapat diupayakan
yang merupakan pengembangan         untuk bersifat aktif. Bahasa java
dari SGML. Disamping pemakaian      telah ditulis untuk semua platform
perintah      pem-format-an   teks, dan praktis semua program dalam
dengan HTML kita juga dapat         bahasa java dapat dieksekusi di
mendefinisikan perintah hypertext-  semua platform. Sebagai hasil dari
link dan perintah penayangan        keseragaman tersebut, program-
gambar. HTML juga menyediakan       program java dapat disimpan di
fasilitas penerimaan data masukan   mesin       server     sebagaimana
(data input), yang memungkinkan
                                    dokumen HTML, yang kemudian
pemakai meng-entri-kan data
                                    dapat di-download dan dieksekusi
melalui dokumen yang sedang
                                    oleh semua jenis client. Dengan
ditayangkan. Menun dan berbagai
                                    demikian,       sebenarnya      java
fasilitas masukan grafis lainnya
juga       disediakan,    sehingga  menyediakan        sarana   penting
memungkinkan pemakai untuk          untuk mendistribusikan program
berinteraksi denganberbagai cara    melalui internet.

Antar Muka Web dengan Basisdata
Adanya konektivitas (antar muka)     Pertama, bersamaan dengan
antara Web dan Basisdata             tumbuhnya             perdagangan
menjadi penting karena dua alas      elektronis (electronic commerce /
an.                                  e-commerce)        melalui    web,
                                     basisdata     untuk     pengolahan

476   IT DEPARTMENT                              SMKN 1 PANJI SITUBONDO
                                                       Teknik Komputer dan Jaringan



transaksi        harus          dapat      dokumen web yang melibatkan
dihubungkan dengan web. Para               data     yang    sama       menjadi
pemakai      berinteraksi     dengan       kadaluarsa jika tidak segera
basisdata secara tidak langsung            disesuaikan (update). Hal ini
melalui   serangkaian        interaksi     akan semakin merepotkan jika
dengan dokumen HTML yang                   dokumen-dokumen             tersebut
kemudian        dikirim       sebagai      tersebar di sejumlah lokasi.
argument      ke       server     dan    Kita        dapat         mengatasi
selanjutnya digunakan sebagai            keterbatasan-keterbatasan
parameter oleh program pada              tersebut      dengan       membuat
server       untuk        melakukan      dokumen-dokumen web secara
pengolahan transaksi tertentu            dinamis, dengan lebih dahulu
pada basisdata. Pada gilirannya,         membentuk konektivitas web dan
hasil pengolahan itu dengan cara         basisdata. Pada saat sebuah
sebaliknya dapat dikembalikan            dokumen        diminta      pemakai,
dan ditayangkan kepada user.             sebuah program di Server Web
Kedua, karena dokumen HTML               akan dieksekusi, yang kemudian
yang relative tetap memiliki             menjalankan proses query ke
keterbatasan seperti :                   basisdata, dan membuat dokumen
 Pemakaian dokumen web yang             berdasarkan hasil query tersebut.
  tetap    tidak      memungkinkan       Dengan mekanisme ini maka
  penayangan             disesuaikan     sejain informasi dapat disesuaikan
  dengan       keinginan         user.   dengan keinginan user. Begitu
  Misalnya, sebuah perusahaan            juga, perubahan-perubahan yang
  barangkali ingin menampilkan           terjadi    di    basisdata       dapat
  materi promosi barang yang             tereflesikan dengan baik pada
  disesuaikan dengan keinginan           dokumen       yang     berisi     hasil
  user.                                  pengolahan di basisdata tersebut.
 Ketika data dalam basisdata
  diubah,      maka        dokumen-

Soal latihan

1. Sekumpulan      data    yang               serta memperbaiki) data
   terdiri atas satu atau lebih               dalam table-table tersebut
   table yang terintegrasi satu               disebut ……………
   sama lain dan disimpan                  2. Apa yang dimaksud dengan
   dengan      beberapa    cara               system basisdata ?
   pengorganisasian,    dimana             3. Menyimpan atau merekam
                                              serta    memelihara    data
   setiap pemakai (user) diberi
                                              operasional lengkap sebuah
   wewenang (otorisasi) untuk                 organisasi/perusahaan,
   dapat            mengakses                 sehingga            mampu
   (mengubah,       menghapus,                menyediakan informasi yang
   menganalisis,    menambah,                 optimal yang diperlukan


    IT DEPARTMENT                                     SMKN 1 PANJI SITUBONDO      476
    pemakai untuk kepentingan                        dapat               dibedakan
    proses           pengambilan                     berdasarkan cara mereka
    keputusan.                                       berinteraksi         terhadap
4. Prinsip dari penggunaan
                                                     system, sebutkan !
    basisdata adalah ……
                                                 15. Ada     3    tingkat     dalam
5. Tujuan dari penggunaan
                                                     arsitektur basis data yang
    basisdata adalah …………
                                                     bertujuan membedakan cara
6. Apa yang dimaksud dengan
                                                     pandang pemakai terhadap
    DBMS(Database
                                                     basis     data    dan     cara
    Management System) ?
                                                     pembuatan       basis     data
7. Sebutkan 2 (dua) contoh
                                                     secara fisik. Sebutkan dan
    DBMS !
                                                     gambarkan            tingkatan
8. Sebutkan        sifat      –sifat
                                                     arsitektur basis data tersebut
    penyimpanan data secara
                                                     !
    tradisional            (system
    pemrosesan file)!
9. Sebutkan           keuntungan              VIEW 1             VIEW 1               VIEW 1
    penyimpanan data dengan
    system basisdata!
10. Fungsi dari DDL adalah
    ……………………….
11. Fungsi dari DML adalah
    ……………………………                                           Conseptual Level
User/pengguna             basisdata
merupakan         salah        satu
komponen yang terlibat dalam
sebuah       system      basisdata,
dimana user tersebut         dibagi                         Internal Level
menjadi 3 kelompok yaitu
system      engineer,     database
administrator (dba), dan end
                                                 16. Apa yang anda ketahui
user.
                                                     tentang external level ?
12. Apa yang anda ketahui
    tentang system engineer ?
13. Sebutkan tugas-tugas yang
    harus      dilakukan    oleh
    seorang             database
    administrator !
14. Ada beberapa jenis (tipe)
    pemakai/end user terhadap
    suatu sistem basisdata yang
    Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:410
posted:11/5/2012
language:Malay
pages:51