Perbandingan antara OODBMS dan ORDBMS
Document Sample


Teknik Komputer dan Jaringan
BAB 12 PERANCANGAN CONTENT SERVER
Tujuan : Pokok Bahasan
Dalam pembahasan ini meliputi :
Pembahasan ini bertujuan : 1. Pengertian Basisdata
1. Mengenalkan pengertian 2. Tingkat Arsitektur Basisdata.
Basisdata 3. Menentukan Kebutuhan Sistem
2. Memahami Arsitektur Basis Basisdata.
data 4. Menentukan Prosedur Recovery
3. Memahami Kebutuhan Sistem 5. Penggunaaan Basisdata
Basisdata
4. Memahami Prosedur
Recovery
5. Memahami Penggunaan
Basisdata
12.1. Pengantar menjadikan alasan dari
Basisdata penggunaan teknologi basis data
pada saat sekarang
Basis data menyediakan fasilitas (dunia bisnis). Berikut ini contoh
atau mempermudah dalam penggunaan Aplikasi basis data
menghasilkan informasi yang dalam dunia bisnis
digunakan oleh pemakai untuk Bank : Pengelolaan data
mendukung pengambilan nasabah, akunting, semua
keputusan. Hal inilah yang transaksi perbankan
Bandara : Pengelolaan data
reservasi, penjadualan
Universitas : Pengelolaan
pendaftaran, alumni
Penjualan : Pengelolaan data
customer, produk, penjualan
Pabrik : Pengelolaan data
produksi, persediaan barang,
pemesanan, agen
Kepegawaian: Pengelolaan
data karyawan, gaji, pajak
Telekomunikasi : Pengelolaan
data tagihan, jumlah pulsa
12.1.1 Sistem Pemrosesan File
Sebelumnya, sistem yang file-file yang terpisah, yang disebut
digunakan untuk mengatasi juga sistem pemrosesan file.
semua permasalahan bisnis, Dimana masing-masing file
menggunakan pengelolaan data diperuntukkan hanya untuk satu
secara tradisional dengan cara program aplikasi saja.
menyimpan record- record pada
436 IT DEPARTMENT SMKN 1 PANJI SITUBONDO
Teknik Komputer dan Jaringan
Perhatikan gambar 12-1-1 sistem yang memproses data
mengenai suatu sekolah yang mahasiswa dan sistem yang
mempunyai dua sistem yakni mengelola data mata kuliah.
Program Aplikasi
File siswa
Siswa
siswa
Program Aplikasi
File Nilai
Nilai
nilai
Gambar 12-1-1. Sistem pemrosesan file untuk suatu Sekolah
Keterangan :
File siswa : siswa (nis,nama_siswa,alamat,tgl_lahir)
Nilai (kd_mp,nama_mp,nilai)
File Nilai : Nilai (kd_mp,nama,nilai)
Kelemahannya dari sistem pemborosan tempat
pemrosesan file ini antara lain : penyimpanan dan biaya akses
Timbulnya data rangkap yang bertambah. Disamping itu
(redundancy data) dan dapat terjadi inkonsistensi data.
Ketidakkonsistensi data Misalnya, apabila terjadi
(Inconsistency data) perubahan jumlah nilai mata
Karena file-file dan program pelajaran, sedangkan perubahan
aplikasi disusun oleh hanya diperbaiki pada file nilai
programmer yang berbeda, dan tidak diperbaiki pada file
sejumlah informasi mungkin siswa. Hal ini dapat
memiliki duplikasi dalam mengakibatkan kesalahan dalam
beberapa file. Sebagai contoh laporan nilai siswa.
nama mata pelajaran dan nilai Kesukaran dalam Mengakses
dari siswa dapat muncul pada Data
suatu file memiliki record-record Munculnya permintaan-
siswa dan juga pada suatu file permintaan baru yang tidak
yang terdiri dari record-record diantisipasikan sewaktu
nilai. Kerangkapan data seperti membuat program aplikasi,
ini dapat menyebabkan sehingga tidak memungkinkan
IT DEPARTMENT SMKN 1 PANJI SITUBONDO 476
Teknik Komputer dan Jaringan
untuk pengambilan data. siswa. Bagian Nilai hanya boleh
Data terisolir (Isolation Data) mengakses file nilai, tidak boleh
Karena data tersebar dalam mengakses file siswa. Tetapi
berbagai file, dan file-file sejak program-program aplikasi
mungkin dalam format – format ditambahkan secara ad-hoc
yang berbeda, akan sulit
menuliskan program aplikasi maka sulit melaksanakan
baru untuk mengambil data yang pengamanan seperti yang
sesuai. diharapkan.
Masalah Pengamanan ( Security Data Dependence
Problem ) Apabila terjadi perubahan atau
Tidak semua pemakai kesalahan pada program
diperbolehkan mengakses aplikasi maka pemakai tidak
seluruh data. Bagian siswa dapat mengakses data.
hanya boleh mengakses file
12.1.2. Sistem Basis data
Seiring dengan berjalannya waktu, lambat laun sistem pemrosesan file
mulai ditinggalkan karena masih bersifat manual, yang kemudian
dikembangkanlah sistem pemrosesan dengan pendekatan basis data.
Program Aplikasi
Siswa
siswa DBMS Basisdata
Sekolah
Program Aplikasi
Nilai
nilai
Gambar 10-1-2a Sistem basis data untuk suatu sekolah
Keterangan :
Mhs ( Npm, nama, alamat, tgl_lahir )
Mt_kul ( kd_mk, nama_mk,sks )
Perhatikan gambar 10-1-2 di atas. Pada sistem ini record-record data
disimpan pada satu tempat yakni basis data dan diantara program
aplikasi maupun pemakai terdapat DBMS (Database Management
System).
476 IT DEPARTMENT SMKN 1 PANJI SITUBONDO
Teknik Komputer dan Jaringan
Konsep Dasar Basis Data
Data adalah representasi fakta program yang berbeda – beda
dunia nyata yang mewakili suatu mengakses file data yang
objek seperti manusia (pegawai, berbeda – beda. Basis data diatur
mahasiswa, pembeli), barang, sedemikian rupa sehingga satu
hewan, peristiwa, konsep, atau sekelompok program
keadaan, dan sebagainya yang menyediakan akses terhadap
direkam dalam bentu angka, semua data. Sehingga
huruf, simbol, teks, gambar, bunyi permasalahan duplikasi data
atau kombinasinya. (redundancy), data yang terisolasi
Basisdata merupakan gabungan (isolation), dan data yang tidak
dari beberapa file yang saling konsisten (inconsistency) dapat
berhubungan dan dapat dikurangi, dan data dapat dibagi–
mengeliminasi permasalahan bagikan di antara semua
yang timbul dari pendekatan pengguna (users). Di samping itu,
tradisional yaitu file. Dengan keamanan dan integritas data
pendekatan modern semua data meningkat, dan aplikasi serta data
diletakkan di tempat penyimpanan tidak bergantung satu dengan
yang sama. Tidak seperti yang lainnya.
pendekatan tradisional di mana
Sistem Basis Data terdiri dari basis data dan DBMS.
Database
DBMS Database
Application
user
Gambar 12-1-2b Komponen Sistem basis data
Istilah-Istilah Dasar Basis Data
DBMS (Database Management pasien
System) adalah Perangkat Lunak
yang menangani semua Entitas
pengaksesan ke basis data. Suatu obyek yang dapat
dibedakan dari lainnya yang dapat
Enterprise diwujudkan dalam basis data.
Suatu bentuk organisasi seperti : Contoh Entitas dalam lingkungan
bank, universitas, rumah sakit, bank terdiri dari : Nasabah,
pabrik, dsb. Data yang disimpan Simpanan, Hipotik
dalam basis data merupakan data Contoh Entitas dalam lingkungan
operasional dari suatu enterprise. universitas terdiri dari :
Contoh data operasional : data Mahasiswa, mata kuliah Kumpulan
keuangan, data mahasiswa, data dari entitas disebut Himpunan
IT DEPARTMENT SMKN 1 PANJI SITUBONDO 476
Teknik Komputer dan Jaringan
Entitas mengidentifikasikan entitas dari
Contoh : semua nasabah, semua suatu kumpulan entitas.
mahasiswa Contoh Entitas Mahasiswa yang
mempunyai atribut-atribut npm,
Atribut (Elemen Data)
Karakteristik dari suatu entitas.
Contoh : Entitas Mahasiswa nama, alamat, tanggal lahir
atributnya terdiri dari Npm, Nama, menggunakan Kunci Elemen Data
Alamat, Tanggal lahir. npm.
Nilai Data (Data Value) Record Data
Isi data / informasi yang tercakup Kumpulan Isi Elemen data yang
dalam setiap elemen data. saling berhubungan.
Contoh Atribut Nama Mahasiswa Contoh : kumpulan atribut npm,
dapat berisi Nilai Data : Diana, nama, alamat, tanggal lahir dari
Sulaeman, Lina Entitas Mahasiswa berisikan :
"10200123", "Sulaeman", "Jl.
Kunci Elemen Data (Key Data Sirsak 28 Jakarta", "8 Maret
Element) 1983".
Tanda pengenal yang secara unik
Keuntungan Sistem Basis Data
Terkontrolnya kerangkapan data memudahkan pemakaian,
Dalam basis data hanya pengiriman maupun pertukaran
mencantumkan satu kali saja data.
field yang sama yang dapat
dipakai oleh semua aplikasi
yang memerlukannya. Keamanan data terjamin
Terpeliharanya keselarasan DBA dapat memberikan
(kekonsistenan) data batasan-batasan pengaksesan
Apabila ada perubahan data data, misalnya dengan
pada aplikasi yang berbeda memberikan password dan
maka secara otomatis pemberian hak akses bagi
perubahan itu berlaku untuk pemakai (misal : modify, delete,
keseluruhan insert, retrieve)
Data dapat dipakai secara Terpeliharanya integritas data
bersama (shared) Jika kerangkapan data dikontrol
Data dapat dipakai secara dan kekonsistenan data dapat
bersama-sama oleh beberapa dijaga maka data menjadi
program aplikasi (secara batch akurat
maupun on-line) pada saat Terpeliharanya keseimbangan
bersamaan. (keselarasan) antara kebutuhan
Dapat diterapkan standarisasi data yang berbeda dalam setiap
Dengan adanya pengontrolan aplikasi
yang terpusat maka DBA dapat Struktur basis data diatur
menerapkan standarisasi data sedemikian rupa sehingga dapat
yang disimpan sehingga melayani pengaksesan data
476 IT DEPARTMENT SMKN 1 PANJI SITUBONDO
Teknik Komputer dan Jaringan
dengan cepat aplikasi tanpa harus merubah
Data independence format data yang sudah ada
(kemandirian data)
Dapat digunakan untuk
bermacam-macam program
Pengguna Basis Data
System Engineer - Statistical Analysis Routines
Tenaga ahli yang bertanggung Membantu memonitor
jawab atas pemasangan Sistem kehandalan system
Basis Data, dan juga End User (Pemakai Akhir)
mengadakan peningkatan dan Ada beberapa jenis (tipe)
melaporkan kesalahan dari pemakai terhadap suatu sistem
sistem tersebut kepada pihak basis data yang dapat
penjual dibedakan berdasarkan cara
Database Administrator (DBA) mereka berinteraksi terhadap
Tenaga ahli yang mempunyai sistem :
tugas untuk mengontrol sistem - Programmer aplikasi
basis data secara keseluruhan, Pemakai yang berinteraksi
meramalkan kebutuhan akan dengan basis data melalui
sistem basis data, Data Manipulation Language
merencanakannya dan (DML), yang disertakan
mengaturnya. (embedded) dalam program
Tugas DBA : yang ditulis pada bahasa
- Mengontrol DBMS dan pemrograman induk (seperti
software-software : Memonitor C, pascal, cobol, dll)
siapa yang mengakses basis - Pemakai Mahir (Casual User)
data; Mengatur pemakaian Pemakai yang berinteraksi
basis data dengan sistem tanpa menulis
- Memeriksa security, integrity, modul program. Mereka
recovery dan concurrency menyatakan query (untuk
Program Utilitas yang akses data) dengan bahasa
digunakan oleh DBA : query yang telah disediakan
- Loading Routines oleh suatu DBMS
Membangun versi utama dari - Pemakai Umum (End User /
basis data Naïve User)
- Reorganization Routines Pemakai yang berinteraksi
Mengatur / dengan sistem basis data
mengorganisasikan kembali melalui pemanggilan satu
basis data program aplikasi permanen
- Journaling Routines (executable program) yang
Mencatat semua operasi telah ditulis (disediakan)
pemakaian basis data sebelumnya
- Recovery Routines - Pemakai Khusus
Menempatkan kembali data, (Specialized/Sophisticated
sebelum terjadinya User)
kerusakan Pemakai yang menulis aplikasi
IT DEPARTMENT SMKN 1 PANJI SITUBONDO 476
Teknik Komputer dan Jaringan
basis data non konvensional, Pengolahan Citra, dll, yang
tetapi untuk keperluan- bisa saja mengakses basis
keperluan khusus seperti data dengan atau tanpa DBMS
aplikasi AI, Sistem Pakar, yang bersangkutan.
12.2. Arsitektur Basis data
Tujuan utama dari sistem basis pandang yang berbeda dari
data adalah menyediakan sebuah basis data. Masing-masing
pemakai melalui suatu pandangan pemakai merepresentasikan
abstrak mengenai data, dengan dalam bentuk yang sudah
menyembunyikan detail dari dikenalnya. Cara pandang secara
bagaimana data disimpan dan eksternal hanya terbatas pada
dimanipulasikan. Oleh karena itu, entitas, atribut dan hubungan
titik awal untuk perancangan antar entitas (relationship) yang
sebuah basis data haruslah diperlukan saja.
abstrak dan deskripsi umum dari Tingkat Konseptual
kebutuhan-kebutuhan informasi (Conseptual Level). Tingkat
suatu organisasi harus konseptual merupakan kumpulan
digambarkan di dalam basis data. cara pandang terhadap basis
Lebih jauh lagi, jika sebuah basis data. Pada tingkat ini
data merupakan suatu sumber menggambarkan data yang
yang bisa digunakan bersama disimpan dalam basis data dan
maka setiap pemakai hubungan antar datanya. Hal-hal
membutuhkan pandangan yang yang digambarkan dalam tingkat
berbeda- beda terhadap data di konseptual adalah :
dalam basis data. Untuk - semua entitas beserta atribut
memenuhi kebutuhan ini, dan hubungannya
arsitektur komersial basis data - batasan data
yang banyak digunakan telah - informasi semantik tentang data
tersedia saat ini dan telah - keamanan dan integritas
mengalami perluasan yaitu informasi
arsitektur ANSI-SPARC. Semua cara pandang pada tingkat
Ada 3 tingkat dalam arsitektur eksternal berupa data yang
basis data yang bertujuan dibutuhkan oleh pemakai harus
membedakan cara pandang sudah tercakup di dalam tingkat
pemakai terhadap basis data dan konseptual atau dapat diturunkan
cara pembuatan basis data secara dari data yang ada. Deskripsi data
fisik. 3 tingkatan arsitektur basis dari entitas pada tingkat ini hanya
data : terdiri dari jenis data dan besarnya
Tingkat Eksternal (External atribut tanpa memperhatikan
Level). Tingkat eksternal besarnya penyimpanan dalam
merupakan cara pandang pemakai ukuran byte.
terhadap basis data. Pada tingkat Tingkat Internal (Internal
ini menggambarkan bagian basis Level). Tingkat internal
data yang relevan bagi seorang merupakan perwujudan basis data
pemakai tertentu. Tingkat dalam komputer. Pada tingkat ini
eksternal terdiri dari sejumlah cara menggambarkan bagaimana basis
476 IT DEPARTMENT SMKN 1 PANJI SITUBONDO
Teknik Komputer dan Jaringan
data disimpan secara fisik di - deskripsi record untuk
dalam peralatan storage yang penyimpanan (dengan ukuran
berkaitan erat dengan tempat penyimpanan untuk data elemen
penyimpanan / physical storage. - penempatan record
Tingkat internal memperhatikan pemampatan data dan teknik
hal-hal berikut ini : encryption
- alokasi ruang penyimpanan data
dan indeks
VIEW 1 VIEW 1 VIEW 1 External Level
Conseptual Level
Internal Level
Gambar 12-2. Tingkatan Arsitektur Basis data
Contoh : sebuah file Pegawai yang akan didefinisikan :
Tingkat Eksternal : Tingkat Konseptual :
Cobol PEGAWAI
01 PEG_REC. NOMOR_PEGAWAI CHARACTER 6
02 PEG_NO PIC X(6). NOMOR_DEPT CHARACTER 4
02 DEPT_NO PIC X(4). GAJI NUMERIC 6
02 GAJI PIC 9(6).
Tingkati Internal :
FILE_PEGAWAI LENGTH = 22
PREFIK TYPE = BYTE (6), OFFSET = 0
EMP# TYPE = BYTE (6), OFFSET = 6, INDEX = EMPX
DEPT# TYPE = BYTE (4), OFFSET = 12
PAY TYPE = FULLWORD, OFFSET = 16
IT DEPARTMENT SMKN 1 PANJI SITUBONDO 476
Teknik Komputer dan Jaringan
12.3. Data Independence
Tujuan utama dari 3 tingkat arsitektur adalah memelihara kemandirian
data (data independence) yang berarti perubahan yang terjadi pada
tingkat yang lebih rendah tidak mempengaruhi tingkat yang lebih tinggi.
External Schema External Schema External Schema
External / Logical data
conceptual mapping independence
Conseptual Schema
External / Logical data
conceptual mapping independence
Internal Schema
Gambar 12.3. Skema Kemandirian Data
Ada 2 jenis data independence, independence menunjukkan
yaitu : kekebalan external schema
Physical Data Independence, terhadap perubahan conceptual
bahwa internal schema dapat schema.
diubah oleh DBA tanpa Prinsip data independence adalah
menggangu conceptual schema. salah satu hal yang harus
Dengan kata lain physical data diterapkan di dalam pengelolaan
independence menunjukkan sistem basis data dengan alasan-
kekebalan conceptual schema alasan sbb :
terhadap perubahan internal DBA dapat mengubah isi, lokasi,
schema. perwujudan dalam organisasi
Logical Data Independence, basis data tanpa mengganggu
bahwa conceptual schema program-program aplikasi yang
dapat diubah oleh DBA tanpa sudah ada.
menggangu external schema. Pabrik / agen peralatan /
Dengan kata lain logical data software pengolahan data dapat
476 IT DEPARTMENT SMKN 1 PANJI SITUBONDO
Teknik Komputer dan Jaringan
memperkenalkan produk-produk Memberikan fasilitas pengontrolan
baru tanpa mengganggu terpusat oleh DBA demi
program-program aplikasi yang keamanan dan integritas data
sudah ada. dengan memperhatikan
Untuk memindahkan perubahan-perubahan kebutuhan
perkembangan program- pengguna.
program aplikasi
12.4. Database Management System (DBMS)
Pengelolaan basisdata dapat Dengan adanya berbagai
dilakukan secara manual ataupun tingkatan pandangan dalam suatu
dengan computer. Basisdata basis data maka untuk
berbasis computer dapat dikelola mengakomodasikan masing-
dengan baik oleh sekumpulan masing pengguna dalam piranti
program aplikasi untuk suatu lunak manajemen basis data
kepentingan atau oleh Sistem biasanya terdapat bahasa-bahasa
Manajemen Basisdata (Database tertentu yang disebut Data Sub
Management System). language. Dalam basis data
Database Management System secara umum dikenal 2 data sub
(DBMS) adalah kumpulan program language :
yang digunakan untuk membuat Data Definition Language (DDL)
dan mengelola basisdata. Suatu Bahasa yang digunakan dalam
DBMS merupakan system mendefinisikan struktur atau
perangkat lunak yang secara kerangka dari basis data, di
umum dapat digunakan untuk dalamnya termasuk record,
melakukan pemrosesan dalam hal elemen data, kunci elemen, dan
pendefinisian, penyusunan dan relasinya.
manipulasi basisdata untuk Data Manipulation Language
berbagai aplikasi. (DML)
Pendefinisan (define) basisdata, Bahasa yang digunakan untuk
meliputi spesifikasi tipe data, menjabarkan pemrosesan dari
struktur dan pembatasan basis data, fasilitas ini diperlukan
(constraint) dari data yang akan untuk memasukkan, mengambil,
disimpan dalam basisdata. mengubah data. DML dipakai
Penyusunan (construc) basisdata, untuk operasi terhadap isi basis
meliputi proses memasukkan data data.
dalam media penyimpanan data Ada 2 jenis DML :
yang harus dikontrol oleh DBMS. - Procedural DML : Digunakan
Manipulasi (manipulate) untuk mendefinisikan data
basisdata, meliputi fungsi seperti yang diolah dan perintah yang
query dari basisdata untuk akan dilaksanakan.
mendapatkan informasi tertentu, - Non Procedural : Digunakan
melakukan pembaharuan untuk menjabarkan data yang
(updating) data, dan pembuatan diinginkan tanpa menyebutkan
laporan (report generation) dari bagaimana cara
basisdata. pengambilannya.
IT DEPARTMENT SMKN 1 PANJI SITUBONDO 476
Teknik Komputer dan Jaringan
Secara khusus pengguna Pengguna menyatakan
menggunakan berbagai bahasa : permintaan akses menggunakan
Programmer aplikasi DBMS
menggunakan bahasa-bahasa DBMS menangkap dan
seperti Cobol, Informix, dll (host menginterpretasikan
language) yang ditempelkan DBMS mencari :
dengan bahasa yang dipakai eksternal / conceptual
dalam DBMS. Pemakai terminal mapping
menggunakan bahasa Query conceptual schema
(misal SQL) atau menggunakan konseptual / internal mapping
program aplikasi (yang dirancang internal schema
oleh programmer). Sedangkan DBMS melaksanakan operasi
DBA lebih banyak menggunakan yang diminta terhadap basis
bahasa DDL dan DML yang data tersimpan.
tersedia dalam DBMS. Proses 1 s/d 4 dapat dilakukan
DBMS mempunyai tugas untuk secara interactive atau dicompile
menangani semua bentuk akses dulu.
ke basis data, secara konsep :
biosiswa
Nis Nama_siswa Prg_ahli
070803001 M. Fadgham Hafizh RPL
070803032 Ashha Hasna Latifah TKJ
070803065 Syech Pujianto EIN
nilai
Nis Kdmp Nilai
070803001 A 80
070803065 A 87
070803065 C 95
070803001 B 80
r_matapel
Kdmkp Mata_pel
A Agama
B PPKN
C Matematika
D Bahasa Inggris
Gambar 12-4 Basisdata Siswa SMK
476 IT DEPARTMENT SMKN 1 PANJI SITUBONDO
Teknik Komputer dan Jaringan
Contoh kasus (Gambar 10-4 Basisdata Siswa SMK):
Pada basisdata suatu sekolah untuk mengelola
informasi tentang biodata siswa, nilai dan referensi mata
pelajaran. Gambar 10-4 merupakan susunan dan contoh
data dari basisdata tersebut. Table biosiswa menyimpan
data tiap siswa; Table nilai menyimpan nilai mata
pelajaran yang telah ditempuh setiap siswa; Table mata
pelajaran menyimpan data referensi mata pelajaran.
Pendefinisian basisdata antara berkas yang satu dengan
mencakup pembuatan spesifikasi yang lain. Sebagai contoh,
dari struktur data yang disimpan rekaman “M. Fadgham Hafizh”
dalam record untuk tiap berkas pada table biosiswa berhubungan
data. Dalam gambar 10-2 untuk dengan table nilai yang
tiap rekaman data biosiswa diidentifikasikan dengan nis.
menyimpan data tentang nomor Demikian pula tiap rekaman data
induk siswa, nama siswa dan pada table nilai selalu
program keahlian; tiap rekaman berhubungan dengan rekaman
nilai menyimpan data tentang pada table r_matapel.
nomor induk siswa, kode mata Manipulasi data meliputi
pelajaran dan nilai dari tiap mata pembuatan pertanyaan (query)
pelajaran sedangan tiap rekaman dan pembaharuan data. Misal
r_matapel menyimpan kode mata pembuatan pertanyaan untuk
pelajaran dan nama mata memperoleh laporan transcript
pelajaran. nilai siswa yang bernama “M.
Penyusunan basisdata Siswa Fadgham Hafizh”. Dalam
SMK dilakukan dengan pembaharuan data, misalnya
menyimpan data tentang biodata terjadi pembatalan nilai ujian yang
siswa, nilai dan referensi mata telah diikuti oleh siswa,
pelajaran. Dalam hal ini rekaman pemasukan nilai ujian yang
data mungkin saja berhubungan diulang dan sebagainya.
12.5. Fungsi DBMS
Layanan-layanan yang sebaiknya menyediakan sebuah katalog
disediakan oleh database yang berisi deskripsi item data
management system adalah : yang disimpan dan diakses oleh
Penyimpanan, pengambilan dan pemakai.
perubahan data Mendukung Transaksi
Sebuah DBMS harus Menyediakan mekanisme yang
menyediakan kemampuan akan menjamin semua
menyimpan, mengambil dan perubahan yang berhubungan
merubah data dalam basis data. dengan transaksi yang sudah
Katalog yang dapat diakses ada atau yang akan dibuat.
pemakai Melayani kontrol concurrency
IT DEPARTMENT SMKN 1 PANJI SITUBONDO 476
Teknik Komputer dan Jaringan
Sebuah DBMS harus Sebuah DBMS harus mampu
menyediakan mekanisme yang terintegrasi dengan software
menjamin basis data ter- update komunikasi.
secara benar pada saat Melayani integrity
beberapa pemakai melakukan Sebuah DBMS bertujuan untuk
perubahan terhadap basis data menjamin semua data dalam
yang sama secara bersamaan. basis data dan setiap terjadi
Melayani recovery perubahan data harus sesuai
Menyediakan mekanisme untuk dengan aturan yang berlaku.
mengembalikan basis data ke Melayani data independence
keadaan sebelum terjadinya Sebuah DBMS harus mencakup
kerusakan pada basis data fasilitas untuk mendukung
tersebut. kemandirian program dari
Melayani autorisasi struktur basis data yang
Sebuah DBMS harus sesungguhnya.
menyediakan mekanisme untuk Melayani utility
menjamin bahwa hanya pemakai Sebuah DBMS sebaiknya
yang berwenang saja yang menyediakan kumpulan layanan
dapat mengakses basis data. utility.
Mendukung komunikasi data
12.6. Komponen DBMS
Komponen-komponen dalam Database Management System (DBMS)
adalah sebagai berikut :
Query Processsor DML Preprocessor
Komponen yang merubah Modul yang merubah perintah
bentuk query ke dalam instruksi DML embedded ke dalam
tingkat rendah ke database program aplikasi dalam bentuk
manager fungsi-fungsi yang memanggil
Database Manager dalam host language.
Database manager menerima DDL Compiler
query dan menguji skema Merubah perintah DDL menjadi
eksternal dan konseptual untuk kumpulan tabel yang berisi
menentukan apakah record- metadata.
record dibutuhkan untuk Dictionary Manager
memenuhi permintaan. Mengatur akses dan memelihara
Kemudian DM memanggil file data dictionary. Data dictionary
manager untuk menyelesaikan diakses oleh komponen DBMS
permintaan yang lain.
File Manager
Memanipulasi penyimpanan file
dan mengatur alokasi ruang
penyimpanan pada disk
476 IT DEPARTMENT SMKN 1 PANJI SITUBONDO
Teknik Komputer dan Jaringan
Programmers Users DBA
Application Database
Queries Schema
Programs
DBMS (Database Management System)
DML Query DDL
Preprocessor Processor Compiler
Programs Database Dictionary
Object Code Manager Manager
Access File
Method Manager
System Database dan Data
Buffer
Dictionary
Gambar 12-6a Komponen DBMS
IT DEPARTMENT SMKN 1 PANJI SITUBONDO 476
Teknik Komputer dan Jaringan
Programs Database Dictionary
Object Code Manager Manager
Database Manager
Authorization
Control
Integrity Command Query
Checker Processor Optimizer
Transaction
Scheduler
Manager
Data Manager
Buffer Recovery
Manager Manager
Access File
Method Manager
System Database dan Data
Buffer Dictionary
Gambar 12-6b Komponen Software Utama Database Manager
Komponen software utama Authorization Control
database manager adalah : Modul yang memeriksa apakah
476 IT DEPARTMENT SMKN 1 PANJI SITUBONDO
Teknik Komputer dan Jaringan
pemakai mempunyai wewenang proses yang dibutuhkan operasi
untuk menyelesaikan operasi yang diterima transaksi
Command Processor Scheduler
Memeriksa apakah pemakai Modul ini bertanggung jawab
mempunyai wewenang untuk untuk menjamin operasi secara
menyelesaikan operasi bersamaan terhadap basis data
Integrity Checker sehingga berjalan tanpa ada
Untuk semua operasi yang masalah antara yang satu
merubah basis data, integrity dengan yang lain.
checker memeriksa operasi Recovery Manager
yang diminta memerlukan Modul ini menjamin basis data
batasan integritas. tetap konsisten walaupun terjadi
Query Optimizer kerusakan.
Modul ini menentukan strategi Buffer Manager
yang optimal untuk eksekusi Modul ini bertanggung jawab
query terhadap pemindahan data
antara main memory dan
Transaction Manager secondary storage, seperti disk
Modul ini mengerjakan proses- dan tape.
12.7. Arsitektur DBMS Multi User
12.7.1. Teleprocessing
Arsitektur tradisional untuk sistem multi user adalah teleprocessing,
dimana satu komputer dengan sebuah CPU dan sejumlah terminal
seperti pada gambar di bawah ini.
Gambar 12-7-1 Arsitektur Teleprocessing
12.7.2. File-Server
Proses didistribusikan ke dalam mengendalikan file yang
jaringan sejenis LAN (Local Area diperlukan oleh aplikasi dan
Network). File server DBMS. Meskipun aplikasi dan
IT DEPARTMENT SMKN 1 PANJI SITUBONDO 476
Teknik Komputer dan Jaringan
DBMS dijalankan pada masing- adalah :
masing workstation tetapi tetap Terdapat lalulintas jaringan yang
meminta file dari file server jika besar
diperlukan (perhatikan gambar di Masing-masing workstation
halaman berikut ini). membutuhkan copy DBMS
Dengan cara ini, file server Kontrol terhadap concurrency,
berfungsi sebagai sebuah hard recovery dan integrity menjadi
lebih kompleks karena sejumlah
disk yang digunakan secara DBMS mengakses file secara
bersamaan. bersamaan
Kerugian arsitektur file-server
Workstation2
Workstation1 Workstation3
LAN
Request for data File returned
Basis Data
File Server
Gambar 12-7-2 Arsitektur File Server
12.7.3. Client Server
Untuk mengatasi kelemahan arsitektur-arsitektur di atas maka
dikembangkan arsitektur client-server. Client-server menunjukkan cara
komponen software berinteraksi dalam bentuk sistem.
476 IT DEPARTMENT SMKN 1 PANJI SITUBONDO
Teknik Komputer dan Jaringan
Client 2
Client 1 Client 3
LAN
Request for data Selected data returned
Server with DBMS
Basis Data
Gambar 12-7-3 Arsitektur Client Server
Sesuai dengan namanya, ada server, menunggu response dan
sebuah pemroses client yang bentuk response untuk pemakai
membutuhkan sumber dan sebuah akhir. Server menerima dan
server yang menyediakan memproses permintaan basis data
sumbernya. Tidak ada kebutuhan kemudian mengembalikan hasil ke
client dan server yang harus client.
diletakkan pada mesin yang sama. Proses-proses ini melibatkan
Secara ringkas, umumnya server pemeriksaan autorisasi, jaminan
diletakkan pada satu sisi dalam integritas, pemeliharaan data
LAN dan client pada sisi yang lain. dictionary dan mengerjakan query
Dalam konteks basis data, client serta proses update. Selain itu
mengatur interface berfungsi juga menyediakan kontrol
sebagai workstation tempat terhadap concurrency dan
menjalankan aplikasi basis data. recovery.
Client menerima permintaan Ada beberapa keuntungan jenis
pemakai, memeriksa sintaks dan arsitektur ini adalah :
generate kebutuhan basis data Memungkinkan akses basis data
dalam SQL atau bahasa yang lain. yang besar
Kemudian meneruskan pesan ke Menaikkan kinerja
IT DEPARTMENT SMKN 1 PANJI SITUBONDO 476
Teknik Komputer dan Jaringan
Jika client dan server diletakkan operasi pada client dan
pada komputer yang berbeda mengirimkan hanya bagian yang
kemudian CPU yang berbeda dibutuhkan untuk akses basis
dapat memproses aplikasi data melewati jaringan,
secara paralel. Hal ini menghasilkan data yang sedikit
mempermudah merubah mesin yang akan dikirim melewati
server jika hanya memproses jaringan
basis data. Meningkatkan kekonsistenan
Biaya untuk hardware dapat Server dapat menangani
dikurangi pemeriksaan integrity sehingga
Hanya server yang batasan perlu didefinisikan dan
membutuhkan storage dan validasi hanya di satu tempat,
kekuatan proses yang cukup aplikasi program mengerjakan
untuk menyimpan dan pemeriksaan sendiri
mengatur basis data Map ke arsitektur open-system
Biaya komunikasi berkurang dengan sangat alami
Aplikasi menyelesaikan bagian
Berikut ini adalah ringkasan fungsi client-server :
Client Server
Mengatur user interface Menerima dan
memproses basis data
Menerima dan memeriksa sintaks input
dari pemakai yang diminta dari client
Memproses aplikasi Memeriksa autorisasi
Generate permintaan Menjamin tidak terjadi
basis data dan pelanggaran terhadap
memindahkannya ke integrity constraint
server Melakukan
Memberikan response query/pemrosesan update
balik kepada pemakai dan memindahkan
response ke client
Memelihara data
dictionary
Menyediakan akses basis
data secara bersamaan
Menyediakan kontrol
recovery
12.8. Data Dictionary
Data dictionary adalah tempat mengenai data. Modul pengontrol
penyimpanan informasi yang otorisasi menggunakan data
menggambarkan data dalam basis dictionary untuk memeriksa
data. Data dictionary biasa disebut apakah seorang pemakai perlu
juga dengan metadata atau data mempunyai wewenang.
476 IT DEPARTMENT SMKN 1 PANJI SITUBONDO
Teknik Komputer dan Jaringan
Untuk mengerjakan pemeriksaan nama-nama data item dalam
tersebut data dictionary basis data
menyimpan : jenis dan ukuran data item
nama-nama pemakai yang batasan untuk masing-masing
mempunyai wewenang untuk data item
menggunakan DBMS Sistem data dictionary dapat
nama-nama data item yang ada dibedakan atas sistem aktif dan
dalam basis data pasif. Sistem aktif selalu konsisten
data item yang dapat diakses dengan struktur basis data karena
oleh pemakai dan jenis akses secara otomatis dikerjakan oleh
yang diijinkan, misalnya: insert, sistem. Sebaliknya, sistem pasif
update, delete atau read tidak konsisten terhadap
Sedangkan untuk memeriksa perubahan basis data yang
integritas data, data dictionary dilakukan oleh pemakai.
menyimpan :
12.9. Model Data
Model data dikelompokkan Dalam model data konseptual
berdasar konsep pembuatan digunakan konsep entitas (entity),
deskripsi struktur basisdata, yaitu atribut (attribut) dan hubungan
model data konseptual atau (relationship).
tingkat tinggi (high-level) dan Model data implementasi
model data fisik atau tingkat merupakan konsep model data
rendah (low-level). yang digunakan oleh DBMS
Model data konseptual menyajikan komersial, yaitu model data
konsep tentang bagaimana hirarkhi, jaringan atau relasional
pemakai basisdata memandang (lihat gambar xxx). Pada
atau memperlakukan data, perkembangan terkahir digunakan
sedangkan model data fisik model orientasi object.
merupakan konsep bagaimana Dalam model data fisik
deskripsi detail data disimpan dideskripsikan bagaimana data
dalam computer. disimpan dalam computer dengan
Diantara kedua model di atas menyajikan informasi tentang
terdapat model data implementasi format rekaman, urutan rekaman
(representational) yang
merupakan konsep deskripsi data dan jalur pengaksesan data.
disimpan dalam computer dengan Informasi jalur pengaksesan data
menyembunyikan sebagian detail merupakan struktur yang dapat
deskripsi data sehingga para membuat pencarian rekaman data
pemakai data mendapat lebih efisien.
gambaran global bagaimana data
disimpan dalam computer.
IT DEPARTMENT SMKN 1 PANJI SITUBONDO 476
Teknik Komputer dan Jaringan
Entity (entitias), merupakan penyajian object, kejadian atau konsep
dari dunia nyata yang keberadaannya secara eksplisit didefinisikan dan
disimpan dalam basisdata, seperti BIOSISWA, NILAI, R_MATAPEL
dalam contoh kasus Gambar 10-4.
Attribut (atibut), merupakan keterangan-keterangan yang dimiliki oleh
suatu entitas, seperti nis, nama_siswa, alamat dan sebagainya pada
entitas BIOSISWA.
Relationship (relasi/hubungan), merupakan interaksi antar entity satu
dengan lainnya, misalnya MENGIKUTI menyatakan hubungan antara
entitas BIOSISWA dan NILAI.
12.9.1. Model Data Jaringan
Pada model data ini, data di deskripsikan sebagai kumpulan dari record,
dan relasi di deskripsikan dengan set. Di bandingkan dengan model data
relasional, relasi lebih terlihat sebagai model dari suatu set yang
digunakan sebagai penunjuk atau pointer di dalam implementasinya.
0938 ANNA DEPOK KK045210 Animasi 2 3
KK045104 Jaringan 1 1
0523 RICKY DEPOK KK045305 HTML 3 5
Gambar 10-9-1 Model Data Jaringan
12.9.2. Model Data Hierarkhi
Pada model data ini, berasal dari model data jaringan dimana data di
deskripsikan sebagai kumpulan dari record, dan relasi di deskripsikan
dengan set. Tetapi pada model hirarki ini hanya mempunyai satu parent .
Model Hirarki dapat digambarkan seperti graph pohon, record muncul
sebagai nodes disebut segment dan sets disebut dengan edges.
476 IT DEPARTMENT SMKN 1 PANJI SITUBONDO
1 Anna Depok 2 Ricky Depok
KK045305 HTML 3 3
KK045104 Jaringan 1 1
KK045210 Animasi 2 3
Gambar 12-9-2 Model Data Hierarkhi
12.9.3. Model Data Relasional
Pada model relasional, basis data akan “disebar” atau dipilah-pilah ke
dalam berbagai tabel dua dimensi. Setiap tabel selalu terdiri atas lajur
mendatar yang disebut baris data (row / record) dan lajur vertikal yang
biasa disebut dengan kolom (column / field).
Contoh Tabel dan keterhubungannya :
Table siswa
NIS Nama Alamat
10296832 Nurhayati Jakarta
10296126 Astuti Jakarta
31296500 Budi Depok
41296525 Prananingrum Bogor
50096487 Pipit Bekasi
21196353 Quraish Bogor
Table MataPelajaran
KDMP MTPELAJARAN
KK021 Bahasa Indonesia
KD132 Bahasa Inggris
KU122 Matematika
Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan
Teknik Komputer dan Jaringan
Table Nilai
NIS KDMP MID FINAL
10296832 KK021 60 75
10296126 KD132 70 90
31296500 KK021 55 40
41296525 KU122 90 80
21196353 KU122 75 75
50095487 KD132 80 0
10296832 KD132 40 30
Keuntungan Basis Data dan beberapa baris. Relasi
Relasional menunjukkan adanya hubungan
Bentuknya sederhana diantara sejumlah entitas yang
Mudah melakukan berbagai berasal dari himpunan entitas
operasi data yang berbeda. Entitas
merupakan individu yang
Istilah dalam Basis Data mewakili sesuatu yang nyata
Relasional : dan dapat dibedakan dengan
Relasi yang lainnya.
Relasi merupakan sebuah tabel
yang terdiri dari beberapa kolom
Atribut
Table siswa
NIS Nama Alamat
10296832 Nurhayati Jakarta Baris
10296126 Astuti Jakarta
31296500 Budi Depok
Relasi
41296525 Prananingrum Bogor
50096487 Pipit Bekasi
21196353 Quraish Bogor
Domain
Derajat/degree
476 IT DEPARTMENT SMKN 1 PANJI SITUBONDO
Teknik Komputer dan Jaringan
Atribut tentang suatu entitas secara
Atribut merupakan kolom pada lengkap. Satu record mewakili
sebuah relasi. Setiap entitas satu data atau informasi tentang
pasti memiliki aribut yang seseorang, misalnya : NPM,
mendeskripsikan karakter dari nama mahasiswa, alamat, kota,
entitas tersebut. Penentuan atau dan lain-lain.
pemilihan atribut-atribut yang Domain :
relevan bagi sebuah entitas Kumpulan nilai yang valid untuk
merupakan hal penting dalam satu atau lebih atribut
pembentukan model data. Derajat (degree) :
Tuple Jumlah atribut dalam sebuah
Tuple merupakan baris pada relasi
sebuah relasi atau kumpulan Cardinality :
elemen-elemen yang saling Jumlah tupel dalam sebuah
berkaitan menginformasikan relasi
Relational Key
Super key setiap kejadian dari suatu
Satu atribut / kumpulan atribut entitas. Candidate key yang
yang secara unik dipilih untuk mengidentifikasikan
mengidentifikasi sebuah tuple di tuple secara unik dalam relasi.
dalam relasi Setiap kunci candidate key
Candidate key punya peluang menjadi primary
Suatu atribut atau satu set key, tetapi sebaiknya dipilih satu
minimal atribut yang saja yang dapat mewakili secara
mengidentifikasikan secara unik menyeluruh terhadap entitas
suatu kejadian spesifik dari yang ada.
entitas. Atribut di dalam relasi Alternate key
yang biasanya mempunyai nilai Merupakan candidate key yang
unik. Satu set minimal dari tidak dipakai sebagai primary
atribut menyatakan secara tak key atau Candidate key yang
langsung dimana kita tidak dapat tidak dipilih sebagai primary key.
membuang beberapa atribut Foreign key (Kunci Tamu)
dalam set tanpa merusak Atribut dengan domain yang
kepemilikan yang unik. sama yang menjadi kunci utama
Primary key pada sebuah relasi tetapi pada
Merupakan satu atribut atau satu relasi lain atribut tersebut hanya
set minimal atribut yang tidak sebagai atribut biasa. Kunci
hanya mengidentifikasikan tamu ditempatkan pada entitas
secara unik suatu kejadian anak dan sama dengan primary
spesifik, tapi juga dapat mewakili key induk direlasikan.
IT DEPARTMENT SMKN 1 PANJI SITUBONDO 476
Teknik Komputer dan Jaringan
Alternate Key Candidate Key
Primary Key
Table siswa
NIS Nama Alamat
10296832 Nurhayati Jakarta
10296126 Astuti Jakarta
31296500 Budi Depok
41296525 Prananingrum Bogor
50096487 Pipit Bekasi
21196353 Quraish Bogor
Relational Integrity Rules
Null ditekankan pada aspek pencarian
Nilai suatu atribut yang tidak data dari dalam tabel. Aspek
diketahui dan tidak cocok untuk pencarian ini sedemikian penting
baris (tuple) tersebut. karena merupakan inti dari upaya
Nilai (konstanta) Null digunakan untuk pengelolaan data
untuk menyatakan / mengisi
atribut-atribut yang nilainya Bahasa query terbagi 2 :
memang belum siap/tidak ada. Bahasa Formal
Entity Integrity Bahasa query yang
Tidak ada satu komponen diterjemahkan menggunakan
primary key yang bernilai null. simbol-simbol matematis.
Referential Integrity Contoh :
Suatu domain dapat dipakai Aljabar Relasional
sebagai kunci primer bila Bahasa query prosedural :
merupakan atribut tunggal pada pemakai menspesifikasikan data
domain yang bersangkutan. apa yang dibutuhkan dan
bagaimana untuk
Bahasa Pada Basis data mendapatkannya.
Relational Kalkulus Relasional
Bahasa query non-prosedural :
pernyataan yang diajukan untuk pemakai menspesifikasikan data
mengambil informasi. Bahasa apa yang dibutuhkan tanpa
Query (Query Language) lebih menspesifikasikan bagaimana
476 IT DEPARTMENT SMKN 1 PANJI SITUBONDO
Teknik Komputer dan Jaringan
untuk mendapatkannya. Berbasis pada bahasa
Terbagi 2 :Kalkulus Relasional kalkulus relasional
Tupel, Kalkulus Relasional - SQL
Domain Berbasis pada bahasa
kalkulus relasional dan
Bahasa Komersial aljabar relasional
Bahasa Query yang dirancang
sendiri oleh programmer menjadi Contoh-contoh Basis Data
suatu program aplikasi agar Relasional :
pemakai lebih mudah DB2 IBM
menggunakannya (user friendly). ORACLE Oracle
Contoh : SYBASE Powersoft
- QUEL INFORMIX Informix
Berbasis pada bahasa Microsoft Access Microsoft
kalkulus relasional MySQL
- QBE
12.10. Menentukan Kebutuhan System
Dalam menentukan kebutuhan biasanya disebut sebagai
system suatu basisdata tidak feedback loop. Sebagai contoh :
terlepas dari bagaimana masalah-masalah yang ditemui
sebenarnya basisdata itu selama perancangan database
dirancang. Pada database yang mungkin harus mengumpulkan
digunakan oleh single user atau dan menganalisis kebutuhan-
hanya beberapa user saja, kebutuhan tambahan. Seperti
perancangan database tidak sulit. yang digambarkan terdapat
Tetapi jika ukuran database yang feedback loop diantara langkah-
sedang atau besar (25 - ratusan langkah yang sering terjadi
user yang berisikan jutaan bytes
informasi dan melibatkan ratusan
query dan program-program
aplikasi, contoh : industri-industri,
asuransi, hotel, travel, dll yang
seluruhnya tergantung pada
kesuksesan dari operasi-operasi
databasenya), perancangan
database menjadi sangat
kompleks.
Hal yang penting adalah
mengetahui bahwa langkah-
langkah siklus hidup aplikasi
database dapat tidak berurutan,
tetapi melibatkan beberapa
langkah pengulangan yang
IT DEPARTMENT SMKN 1 PANJI SITUBONDO 476
Teknik Komputer dan Jaringan
Database
Systems Definition
Requirements
Collection And Analysis
Database Design
Conceptual
DBMS Selection
Logical Design
Application Design
Physical Design
Implementation
Prototyping
Data Loading
And Convertion
Testing
Operational
Maintenance
Gambar 12-10 Siklus Hidup Sistem Basisdata
Perancangan Database
Tujuan perancangan database :
untuk memenuhi informasi yang berisikan kebutuhan-
kebutuhan user secara khusus dan aplikasi-aplikasinya.
memudahkan pengertian struktur informasi
mendukung kebutuhan-kebutuhan pemrosesan dan
beberapa obyek penampilan (response time,
processing time, dan storage space)
476 IT DEPARTMENT SMKN 1 PANJI SITUBONDO
Teknik Komputer dan Jaringan
Siklus kehidupan sistem informasi yang baru.
sering disebut macro life cycle, Testing dan Validation
dimana siklus kehidupan basis Sistem yang baru ditest dan diuji
data merupakan micro life cycle kebenarannya.
(gambar 10-10). Operation
Aktifitas-aktifitas yang Operasi-operasi pada sistem
berhubungan dengan database database dan aplikasinya.
sebagai micro life cycle dan Monitoring dan Maintenance
termasuk fase-fasenya sebagai Selama fase operasi, sistem
berikut : secara konstan memonitor dan
Database planning memelihara database.
Di aktifitas ini akan disusun Pertambahan dan pengembangan
bagaimana langkah-langkah data dan aplikasi-aplikasi software
siklus hidup dapat direalisasikan dapat terjadi. Modifikasi dan
secara lebih efisien dan efektif. pengaturan kembali database
System definition mungkin diperlukan dari waktu ke
Definisi ruang lingkup database waktu.
(misal : para pemakai, aplikasi- Langkah ke-3 disebut juga
aplikasinya, dsb.) perancangan database. Langkah
Design 3,4, dan 5 merupakan bagian dari
Pada bagian dari fase ini, fase design dan implementation
perancangan sistem database pada siklus kehidupan sistem
secara konseptual, logikal dan informasi yang besar. Pada
fisik dilaksanakan umumnya database pada
Implementation organisasi menjalani seluruh
Pemrosesan dari penulisan aktifitas- aktifitas siklus kehidupan
definisi database secara di atas. Langkah 5 dan 6 tidak
konseptual, eksternal, dan berlaku jika database dan aplikasi-
internal, pembuatan file-file aplikasinya baru.
database yang kosong, dan
implementasi aplikasi- aplikasi Proses Perancangan Database
software. 6 Fase proses perancangan
Loading atau Data Conversion database :
Database ditempatkan baik Pengumpulan data dan analisis
secara memanggil data secara Perancangan database secara
langsung ataupun merubah file- konseptual
file yang ada ke dalam format Pemilihan DBMS
sistem database dan Perancangan database secara
memangggilnya kembali. logika (data model mapping)
Application Conversion Perancangan database secara
Beberapa aplikasi software dari fisik
suatu sistem sebelumnya Implementasi Sistem database.
dikonversikan ke suatu sistem
IT DEPARTMENT SMKN 1 PANJI SITUBONDO 476
Teknik Komputer dan Jaringan
Phase 1: requirements Data requirements Processing requirements
Collection and analysis
Phase 2: Conceptual Conceptual & external Transaction design
Design Schema design (DBMS-independent)
(DBMS-Independent
Phase 3: Choice of
DBMS
Phase 4: Data Model Conceptual & external Frequencies,
Mapping (logical design) Schema design performance
(DBMS-dependent constraint
Phase 5: Physical Design Internal Schema design
(DBMS-dependent
Phase 6: Implementation DDL-statements Transaction
SQL-statements Implementation
Gambar 12-10-1 fase-fase perancangan database
(untuk database yang besar)
Secara khusus proses kita memilih struktur penyimpanan
perancangan berisikan 2 aktifitas dan jalur-jalur akses dari file-file
paralel. Aktifitas yang pertama database yang tergantung pada
melibatkan perancangan dari isi aplikasi-aplikasi yang akan
data dan struktur database, menggunakan file-file tersebut.
sedangkan aktifitas kedua Di lain pihak, kita biasanya
mengenai perancangan menentukan perancangan
pemrosesan database dan aplikasi-aplikasi database dengan
aplikasi-aplikasi perangkat lunak. mengarah kepada konstruksi
Dua aktifitas ini saling menjalin, skema database yang telah
misalnya : kita dapat ditentukan selama aktifitas yang
mengidentifikasikan data item pertama.
yang akan disimpan dalam 6 fase di atas tidak harus diproses
database dengan menganalisa berurutan. Pada beberapa hal,
aplikasi-aplikasi database. rancangan tsb dapat dimodifikasi
Dua aktifitas ini juga saling dari yang pertama dan sementara
mempengaruhi satu sama lain. itu mengerjakan fase yang terakhir
Contohnya : fase perancangan (feedback loop antara fase) dan
database secara fisik, pada saat feedback loop dalam fase sering
476 IT DEPARTMENT SMKN 1 PANJI SITUBONDO
Teknik Komputer dan Jaringan
terjadi selama proses kadang-kadang bukan merupakan
perancangan. bagian dari perancangan
Fase 1 merupakan kumpulan database, tetapi merupakan
informasi yang berhubungan bagian dari siklus kehidupan
dengan penggunaan database. sistem informasi secara umum. Inti
Fase 6 merupakan implementasi dari proses perancangan database
databasenya. Fase 1 dan 6 adalah fase 2,4,5.
Fase 1 : Pengumpulan data dan analisa
Proses identifikasi dan analisa berhubungan dengan aplikasi-
kebutuhan-kebutuhan data disebut aplikasi dipelajari dan dianalisa.
pengumpulan data dan analisa. Dokumen-dokumen lainnya
Untuk menentukan kebutuhan- (seperti : kebijaksanaan-
kebutuhan suatu sistem database, kebijaksanaan, form, report, dan
pertama- tama harus mengenal bagan organisasi) diuji dan
bagian-bagian lain dari sistem ditinjau kembali untuk menguji
informasi yang akan berinteraksi apakah dokumen-dokumen tsb
dengan sistem database, berpengaruh terhadap kumpulan
termasuk para pemakai yang ada data dan proses spesifikasi.
dan para pemakai yang baru serta Analisa lingkungan operasi dan
aplikasi-aplikasinya. Kebutuhan- pemrosesan data
kebutuhan dari para pemakai dan Informasi yang sekarang dan
aplikasi- aplikasi inilah yang yang akan datang dipelajari.
kemudian dikumpulkan dan Termasuk juga analisa jenis-
dianalisa.
jenis transaksi dan frekuensi-
Aktifitas-aktifitas pengumpulan frekuensi transaksinya dan juga
data dan analisa : arus informasi dalam sistem.
Menentukan kelompok pemakai Input-output data untuk
dan bidang-bidang aplikasinya. transaksi-transaksi tsb diperinci.
Menentukan aplikasi utama dan Daftar pertanyaan dan
kelompok user yang akan wawancara
menggunakan database. Tuliskan tanggapan -tanggapan
Individu utama pada tiap-tiap dari pertanyaan-pertanyaan
kelompok pemakai dan bidang yang telah dikumpulkan dari
aplikasi yang telah dipilih para pemakai database yang
merupakan peserta utama pada berpotensi. Ketua kelompok
langkah-langkah berikutnya dari (individu utama) dapat
pengumpulan dan spesifikasi diwawancarai sehingga input
data. yang banyak dapat diterima dari
Peninjauan dokumentasi yang mereka dengan memperhatikan
ada informasi yang berharga dan
Dokumen yang ada yang mengadakan prioritas
Fase 2 : Perancangan database secara konseptual
Tujuan dari fase ini adalah menghasilkan conceptual schema
IT DEPARTMENT SMKN 1 PANJI SITUBONDO 476
Teknik Komputer dan Jaringan
untuk database yang tergantung kebutuhan tiap-tiap user dan
pada sebuah DBMS yang spesifik. kemudian menggabungkan
Sering menggunakan sebuah skema-skema tsb. Model data
high-level data model seperti yang digunakan pada
ER/EER model selama fase ini. perancangan skema konseptual
Dalam conceptual schema, kita adalah DBMS-independent, dan
harus memerinci aplikasi-aplikasi langkah selanjutnya adalah
database yang diketahui dan memilih sebuah DBMS untuk
transaksi-transaksi yang mungkin. melaksanakan rancangan tsb.
Fase perancangan database Perancangan transaksi :
secara konseptual mempunyai 2 menguji aplikasi-aplikasi
aktifitas paralel : database dimana kebutuhan-
Perancangan skema konseptual: kebutuhannya telah dianalisa
menguji kebutuhan-kebutuhan pada fase 1, dan menghasilkan
data dari suatu database yang perincian transaksi-transaksi ini.
merupakan hasil dari fase 1, dan Kegunaan fase ini yang diproses
menghasilkan sebuah secara paralel bersama fase
conceptual database schema perancangan skema konseptual
pada DBMS- independent model adalah untuk merancang
data tingkat tinggi seperti EER karakteristik dari transaksi-
(enhanced entity relationship) transaksi database yang telah
model. diketahui pada suatu DBMS-
Skema ini dapat dihasilkan independent. Transaksi-
dengan menggabungkan transaksi ini akan digunakan
bermacam-macam kebutuhan untuk memproses dan
user dan secara langsung memanipulasi database suatu
membuat skema database atau saat dimana database tsb
dengan merancang skema- dilaksanakan.
skema yang terpisah dari
Fase 3 : Pemilihan DBMS
Pemilihan database di tentukan DBMS :
oleh beberapa faktor, diantaranya Struktur data
: faktor teknik, ekonomi, dan politik Jika data yang disimpan dalam
organisasi. database mengikuti struktur
Contoh faktor teknik : hirarki, maka suatu jenis hirarki
keberadaan DBMS dalam dari DBMS harus dipikirkan.
menjalankan tugasnya seperti Personal yang telah terbiasa
jenis-jenis DBMS (relational, dengan suatu sistem
network, hierarchical, dll), struktur Jika staf programmer dalam
penyimpanan, dan jalur akses suatu organisasi sudah terbiasa
yang mendukung DBMS, pemakai, dengan suatu DBMS, maka hal
dan lain-lain. ini dapat mengurangi biaya
Faktor-faktor ekonomi dan latihan dan waktu belajar.
organisasi yang mempengaruhi Tersedianya layanan penjual
satu sama lain dalam pemilihan Keberadaan fasilitas pelayanan
476 IT DEPARTMENT SMKN 1 PANJI SITUBONDO
Teknik Komputer dan Jaringan
penjual sangat dibutuhkan untuk beberapa masalah sistem.
membantu memecahkan
Fase 4 : Perancangan database secara logika
(pemetaan model data)
Fase selanjutnya dari datang dari suatu model data
perancangan database adalah yang digunakan pada DBMS
membuat sebuah skema yang dipilih.
konseptual dan skema eksternal Hasil dari fase ni memakai
pada model data dari DBMS yang perintah-perintah DDL dalam
terpilih. Fase ini dilakukan oleh bahasa DBMS yang dipilih yang
pemetaan skema konseptual dan menentukan tingkat skema
skema eksternal yang dihasilkan konseptual dan eksternal dari
pada fase 2. Pada fase ini, skema sistem database. Tetapi dalam
konseptual ditransformasikan dari beberapa hal, perintah-perintah
model data tingkat tinggi yang DDL memasukkan parameter-
digunakan pada fase 2 ke dalam parameter rancangan fisik
model data dari DBMS yang dipilih sehingga DDL yang lengkap harus
pada fase 3. menunggu sampai fase
Pemetaannya dapat diproses perancangan database secara
dalam 2 tingkat : fisik telah lengkap.
Pemetaan system-independent : Fase ini dapat dimulai setelah
pemetaan ke dalam model data pemilihan sebuah implementasi
DBMS dengan tidak model data sambil menunggu
mempertimbangkan karakteristik DBMS yang spesifik yang akan
atau hal-hal yang khusus yang dipilih. Contoh: jika memutuskan
berlaku pada implementasi untuk menggunakan beberapa
DBMS dari model data tsb. relational DBMS tetapi belum
Penyesuaian skema ke DBMS memutuskan suatu relasi yang
yang spesifik : utama. Rancangan dari skema
mengatur skema yang dihasilkan eksternal untuk aplikasi-aplikasi
pada langkah 1 untuk yang spesifik seringkali sudah
disesuaikan pada implementasi selesai selama proses ini.
yang khusus di masa yang akan
Fase 5 : Perancangan database secara fisik
Perancangan database secara berhubungan dengan struktur-
fisik merupakan proses pemilihan struktur penyimpanan fisik,
struktur-struktur penyimpanan dan penempatan record dan jalur
jalur-jalur akses pada file-file akses. Berhubungan dengan
database untuk mencapai internal schema (pada istilah 3
penampilan yang terbaik pada level arsitektur DBMS).
bermacam-macam aplikasi. Beberapa petunjuk dalam
Selama fase ini, dirancang pemilihan perancangan database
spesifikasi-spesifikasi untuk secara fisik :
database yang disimpan yang Response time :
IT DEPARTMENT SMKN 1 PANJI SITUBONDO 476
Teknik Komputer dan Jaringan
waktu yang telah berlalu dari jumlah ruang penyimpanan yang
suatu transaksi database yang digunakan oleh file-file database
diajukan untuk menjalankan dan struktur- struktur jalur akses.
suatu tanggapan. Pengaruh Transaction throughput :
utama pada response time rata-rata jumlah transaksi yang
adalah di bawah pengawasan dapat diproses per menit oleh
DBMS yaitu : waktu akses sistem database, dan
database untuk data item yang merupakan parameter kritis dari
ditunjuk oleh suatu transaksi. sistem transaksi (misal :
Response time juga dipengaruhi digunakan pada pemesanan
oleh beberapa faktor yang tidak tempat di pesawat, bank, dll).
berada di bawah pengawasan Hasil dari fase ini adalah
DBMS, seperti penjadwalan penentual awal dari struktur
sistem operasi atau penundaan penyimpanan dan jalur akses
komunikasi. untuk file-file database.
Space utility :
Fase 6 : Implementasi sistem database
Setelah perancangan secara baru. Transaksi-transaksi
logika dan secara fisik lengkap, database sekarang harus
kita dapat melaksanakan sistem dilaksanakan oleh para
database. Perintah-perintah dalam programmmer aplikasi.
DDL dan SDL(storage definition Spesifikasi secara konseptual diuji
language) dari DBMS yang dipilih, dan dihubungkan dengan kode
dihimpun dan digunakan untuk program dengan perintah-perintah
membuat skema database dan dari embedded DML yang telah
file-file database (yang kosong). ditulis dan diuji. Suatu saat
Sekarang database tsb dimuat transaksi- transaksi tsb telah siap
(disatukan) dengan datanya. dan data telah dimasukkan ke
Jika data harus dirubah dari dalam database, maka fase
sistem komputer sebelumnya, perancangan dan implementasi
perubahan-perubahan yang rutin telah selesai, dan kemudian fase
mungkin diperlukan untuk format operasional dari sistem database
ulang datanya yang kemudian dimulai.
dimasukkan ke database yang
12.11. Menentukan Prosedur Recovery
12.11.1 Pengenalan Transaksi dan Pemrosesannya
Konsep transaksi menyediakan yang mengeksekusi transaksi
suatu mekanisme untuk database.
menggambarkan unit logika dari
proses database. Sistem Sistem Single-user VS Multiuser
pemrosesan transaksi merupakan Satu kriteria untuk
sistem dengan database yang mengklasifikasikan suatu sistem
besar dan ribuan concurrent user database berdasarkan jumlah user
yang menggunakan sistem secara
476 IT DEPARTMENT SMKN 1 PANJI SITUBONDO
Teknik Komputer dan Jaringan
konkuren – yaitu pada saat yang diteruskan dari tempat proses tsb
bersamaan. ditahan pada saat gilirannya.
DBMS adalah single-user jika
paling banyak satu user yang 2 buah proses A dan B
dapat menggunakan sistem satu tereksekusi secara bergantian.
saat, dan multiuser jika banyak Proses bergantian ini (interleaved)
user dapat menggunakan sistem, menyebabkan CPU tetap sibuk
dan kemudian mengakses ketika sebuah proses
database – bersamaan. Single- membutuhkan operasi I/O
user DBMS kebanyakan terbatas misalnya baca blok dari disket.
pada beberapa sistem mikro CPU diubah untuk mengeksekusi
komputer, selain itu multiuser. proses lainnya daripada berada
Multiple user dapat mengakses dalam keadaan idle selama waktu
database dan menggunakan I/O. proses inteleave ini
sistem komputer secara simultan menghindari proses yang lama
karena adanya konsep dari penundaan proses lain.
multiprogramming, dimana Jika sistem komputer memiliki
komputer dapat mengeksekusi prosesor hardware yang banyak,
multiple program – atau proses – proses paralel dari proses yang
pada saat yang bersamaan. Jika multiple mungkin, seperti proses C
hanya ada sebuah CPU, berarti dan D., istilah ini disebut dengan
hanya dapat mengeksekusi satu interleaved concurrency. Di DBMS
proses satu saat. Sistem operasi yang multiuser, item data yang
multiprogramming mengeksekusi disimpan merupakan sumber
beberapa perintah dari satu utama yang dapat diakses secara
proses kemudian menahan proses konkuren oleh user yang interaktif
tsb dan mengeksekusi beberapa atau program aplikasi, yang
perintah dari proses selanjutnya, secara konstan mengambil
dst. Suatu proses dilanjutkan atau informasi dari database dan
memodifikasi DB.
A
A
B
B
C CPU1
CPU2
D
waktu
t1 t2 t3 t4
Gambar 12-11-1a Proses Transaksi
IT DEPARTMENT SMKN 1 PANJI SITUBONDO 476
Teknik Komputer dan Jaringan
Transaksi merupakan unit logika database atau dapat merupakan
dari proses database yang unit yang lebih besar seperti
mencakup satu atau lebih operasi record atau bahkan seluruh blok
akses database – meliputi insert, disk.
delete, modifikasi atau operasi
retrieve. Operasi database ini Status Transaksi dan Operasi
dapat diembed dalam suatu Tambahan
program aplikasi atau dapat Suatu transaksi adalah unit
langsung dibuat interaktif dengan terkecil dari kerja yang dapat
bahasa query level tinggi misal diselesaikan atau tidak dapat
SQL. Satu cara untuk diselesaikan.
menspesifikasikan batasan Beberapa operasinya dengan
transaksi adalah dengan membuat diagram transisinya :
statemen begin transaction dan BEGIN_TRANSACTION :
end transaction dalam program memulai transaksi
aplikasi; dalam kasus ini semua READ or WRITE :
operasi akses database diantara operasi baca atau tulis dari item
statemen begin-end dianggap database yang dieksekusi
sebagai sebuah transaksi. Sebuah sebagai bagian dari transaksi
program aplikasi dapat berisi lebih COMMIT_TRANSACTION :
dari sastu transaksi jika berisi transaksi berakhir sukses
beberapa batasan transaksi. sehingga semua perubahan
Jika operasi database dalam suatu (update) yang dilakukan melalui
transaksi tidak meng-update transaksi dapat dimasukkan ke
database tetapi hanya mengambil database dan akan diselesaikan
(retrieve) data, transaksinya ROLLBACK (or ABORT) :
disebut dengan read-only transaksi berakhir dengan tidak
transaction. sukses sehingga semua
Database direpresentasikan perubahan atau efek transaksi
sebagai kumpulan dari item data yang diaplikasikan ke database
yang dinamakan. Ukuran dari tidak dapat diselesaikan.
suatu item data disebut
granularity, dan dapat berupa
field dari beberapa record dalam
Read,
Write
Begin End
Transactio Trancactio Commit
Partially
n Activ n Commited
Committed
e
Abort Abort
Failed Terminate
d
Gambar 12-11-1b Proses Transaksi
476 IT DEPARTMENT SMKN 1 PANJI SITUBONDO
Teknik Komputer dan Jaringan
12.11.2 Konsep Recovery
Recovery dari suatu kegagalan sudah diback-up ke storage
transaksi biasanya berarti khusus (tape) dan membangun
database direstore ke status yang kembali status dengan
konsisten ke waktu sebelum mengaplikasikan kembali atau
terjadi kegagalan. redo operasi dari transaksi yang
Untuk mengcover kesalahan atau commit dari log back-up sampai
waktu dimana terjadi kegagalan
kegagalan dari transaksi, sistem
Ketika database tidak secara
memaintain sebuah log untuk
fisik rusak tetapi hanya menjadi
menjaga jalannya semua operasi
tidak konsisten karena adanya
yang mempengaruhi nilai dari item
kesalahan (system crash,
database. Informasi ini mungkin
system error, local error,
akan dibutuhkan untuk mengcover
concurrency control), strategi
adanya kegagalan. LOG disimpan
adalah membalik semua
di storage, dan secara berkala
perubahan yang menyebabkan
diback-up ke storage lainnya untuk
ketidak konsistenan yaitu
menjaga dari kerusakan yang
dengan meng-undo beberapa
fatal.
operasi. Kemungkinan juga
Beberapa strategi recovery :
dengan melakukan redo
Jika terjadi kerusakan ke
beberapa operasi supaya dapat
sebagian besar database,
merestore status database yang
misalnya disk crash, metode
recovery merestore kopi konsisten.
sebelumnya dari database yang
Ada 2 teknik utama dalam melakukan
recovery kesalahan transaksi :
Deferred update
Immediate update
Deferred update (update yang log dan ditulis ke database. Jika
ditunda) transaksi gagal sebelum mencapai
Update tidak dilakukan secara titik commit, database tidak akan
langsung pada database tetapi berubah hingga UNDO
update dilakukan setelah transaksi dibutuhkan.
mencapai titik commit. Sebelum Ide dari protocol update yang
mencapai commit, semua tertunda :
transaksi yang diupdate disimpan Sebuah transaksi tidak dapat
di buffer local. Selama commit, merubah database pada disk
update pertama disimpan dalam hingga mencapai titik point
IT DEPARTMENT SMKN 1 PANJI SITUBONDO 476
Teknik Komputer dan Jaringan
Sebuah transaksi tidak dapat Recovery using Deferred Update
mencapai titik point hingga in a Single-user environment =
semua operasi update disimpan RDU_S
dalam log dan ditulis ke disk
Karena database tidak pernah ter- Prosedur REDO
update pada disk hingga transaksi REDO(WRITE_OP) : redoing a
mencapai commit, operasi UNDO write_item operation WRITE_OP
tidak diperlukan.
consists of examining its log entry
Operasi ini dikenal dengan [write_item,T,X,new_value] and
algoritma recovery NO UNDO/ setting the value of item X in the
REDO. REDO dibutuhkan saat database to new_value, which is
sistem gagal setelah transaksi the after image (AFIM).
mencapai commit tetapi sebelum
perubahan disimpan pada Operasi REDO mempunyai sifat
database di disk. idempoten, yaitu eksekusi yang
terjadi berulang- ulang sama
Recovery dengan update tertunda dengan sekali eksekusi saja. Ini
pada single-user disebabkan karena jika sistem
PROCEDURE RDU_S : use 2 lists gagal selama proses recovery,
of transactions; the committed recovery selanjutnya adalah
transactions since the lastmencoba melakukan prosedur
checkpoint, and the activeREDO write_item yang sudah
transactions (at most ofdilakukan selama proses recovery
transaction will fall in this category,awal. Hasil sistem crash selama
because the system is in single- recovery seharusnya sama
user). Apply the REDO dengan hasil recovery dari ketika
operation to all the write_item tidak ada crash selama recovery.
operations of the committed
transactions from
the log in the order in which they
were written to the log. Restart the
active transactions.
Contoh :
(a) operasi read dan write dari 2 buah transaksi
T1 T2
read_item(A) read_item(B)
read_item(D) write_item(B)
write_item(D) read_item(D)
write_item(D)
(b) log sistem saat terjadi crash
[start_transaction,T1]
[write_item,T1,D,20]
[commit,T1]
[start_transaction,T2]
476 IT DEPARTMENT SMKN 1 PANJI SITUBONDO
Teknik Komputer dan Jaringan
[write_item,T2,B,10]
[write_item,T2,D,25] system crash
The [write_item,…] operations of T1 are redone.
T2 log entries are ignored by the recovery process.
Kegagalan pertama terjadi pada banyak waktu untuk recovery.
eksekusi transaksi T2 (gambar b).
Proses recovery akan redo PROCEDURE RDU_M (WITH
[write_item,T1,D,20] pada log CHECKPOINT) : use 2 lists of
dengan me-reset nilai dari item D transactions maintained by the
menjadi 20 (nilai barunya). Entri system; the committed
[write_item,T2,…] pada log akan transactions T since the last
ditiadakan oleh proses recovery checkpoint (commit list), and the
karena T2 tidak commit. Jika active transactions T’ (active
kegagalan kedua terjadi selama list). REDO all the WRITE
recovery dari kegagalan pertama, operations of the committed
proses recovery yang sama transactions from the log, in the
diulang dari awal hingga akhir order in which they were written
dengan hasil yang sama. into the log. The transactions that
are active and did not commit are
Recovery update tertunda dengan effectively canceled and must be
eksekusi konkuren pada multi-user resubmitted.
Kontrol konkurensi dan proses Recovery using Deferred Update
recovery berhubungan. Secara in a Multi-user environment =
umum, semakin besar tingkat RDU_M
konkurensi dicapai, semakin
Contoh :
T1
T2
T3
T4
T5
t1 t2 waktu
checkpoint system crash
IT DEPARTMENT SMKN 1 PANJI SITUBONDO 476
Teknik Komputer dan Jaringan
Transaksi T1 mencapai commit algoritma NO-UNDO/REDO
saat t1, dimana T3 dan T4 belum. adalah operasi transaksi tidak
Sebelum terjadi sistem crash pada pernah dibutuhkan untuk tidak jadi
t2 , T3 dan T2 commit tetapi tidak dilaksanakan, karena :
untuk T4 dan T5. Berdasarkan Transaksi tidak mencatat setiap
prosedur RDU_M, tidak perubahan dalam database
dibutuhkan operasi REDO pada disk sampai mencapai
write_item dari transaksi T1 – atau point commit, yaitu sampai
transaksi commit lainnya sebelum menyelesaikan eksekusi secara
waktu checkpoint yang terakhir lengkap. Sehingga transaksi
dari t1. tidak pernah dirolled back
Operasi write_item dari T2 dan T3 karena kesalahan selama
harus diulang karena kedua eksekusi transaksi.
transaksi mencapai titik commit Transaksi tidak akan pernah
setelah checkpoint yang terakhir. membaca nilai yang ditulis oleh
Log bersifat force-written sebelum transaksi yang belum commit
suatu transaksi commit. karena item tetap terkunci
Transaksi T4 dan T5 diabaikan, sampai transaksi mencapai titik
secara efektif ditunda atau rolled commit.
back karena operasi write_item
disimpan dalam database karena
deferred update.
Keuntungan dari metode atau
Contoh :
(c) read dan write dari 4 buah transaksi
T1 T2 T3 T4
read_item(A) read_item(B) read_item(A) read_item(B)
read_item(D) write_item(B) write_item(A) write_item(B)
write_item(D) read_item(D) read_item(C) read_item(A)
write_item(D) write_item(C) write_item(A)
(d) log sistem saat terjadi crash
[start_transaction,T1]
[write_item,T1,D,20]
[commit,T1]
[checkpoint]
[start_transaction,T4]
[write_item,T4,B,15]
[write_item,T4,A,20]
[commit,T4]
[start_transaction,T2]
[write_item,T2,B,12]
[start_transaction,T3]
476 IT DEPARTMENT SMKN 1 PANJI SITUBONDO
Teknik Komputer dan Jaringan
[write_item,T3,A,30]
[write_item,T2,D,25] system crash
T2 dan T3 are ignored because they did not reach their
commit points.
T4 is redone because its commit point is after the last
system checkpoint.
Immediate update (update yang maintained by the system : the
segera) committed transactions since the
Di teknik ini, database akan last checkpoint and the active
diupdate oleh beberapa transaksi transactions (at most one
sebelum transaksi mencapai titik transaction will fall in this
point. Operasi secara khusus category, because the system is
disimpan di log pada disk dengan single-user)
force-writing sebelum Undo all the write_item
diaplikasikan ke database. Jika operations of the active
transaksi gagal setelah transaction from the log, using
menyimpan beberapa perubahan the UNDO procedure described
pada database tetapi mencapai below.
titik commit, efek dari operasi pada Redo the write_item operations
database harus undone (lepas/ of the committed transactions
buka); harus rolled back. Jika from the log, in the order in
transaksi mencapai commit which they were written in the
sebelum semua perubahan ditulis log, using REDO procedure
ke database dikenal dengan describe earlier.
algoritma UNDO/ REDO. Variasi
dari algoritma ini adalah semua
update disimpan dalam database
sebelum sebuah transaksi UNDO(WRITE_OP) : Undoing a
mencapai commit (membutuhkan write_item operation write_op
hanya UNDO), dikenal dengan consists of examining its log entry
algoritma UNDO/NO-REDO.
[write_item,T,X,old_value,new_val
UNDO/ REDO Recovery based on ue] and setting the value of X in
immediate update in a single-user the database to old_value which is
Jika kegagalan terjadi, transaksi the before imaging (BFIM).
yang aktif pada saat terjadi Undoing a number of write_item
kegagalan menyimpan beberapa operations from one or more
perubahan pada database. Efek transactions from the log must
dari semua operasi ini harus proceed in the reverse order from
dibuka (UNDONE). the order in which the operations
Prosedur RIU_S (Recovery using
were written in the log.
Immediate Update in a Single-user
environment) :
Use 2 lists of transactions UNDO/ REDO Recovery based on
IT DEPARTMENT SMKN 1 PANJI SITUBONDO 476
Teknik Komputer dan Jaringan
immediate update with concurrent using the UNDO procedure. The
execution Prosedur RIU_M : operations should be undone in
Use 2 lists of transactions the reverse of the order in which
maintained by the system : the they were written into the log.
committed transactions since the Redo all the write_item
last checkpoint and the active operations of the committed
transactions. transactions from the log, in the
Undo all the write_item order in which they were written
operations of the active in the log.
(uncommitted) transactions,
12.11.3 Shadow Paging
Skema recovery ini tidak dikopikan ke directori shadow.
membutuhkan penggunaan log Direktori shadow ini kemudian
pada single-user. Pada multiuser, disimpan pada disk ketika directori
sebuah log mungkin dibutuhkan current digunakan untuk transaksi.
untuk metode kontrol konkurensi. Selama eksekusi transaksi,
Shadow paging directori shadow tidak pernah
mempertimbangkan database dimodifikasi. Ketika operasi
yang berasal dari sejumlah write_item dilaksanakan, kopi baru
halaman disk berukuran tetap dari halaman database yang
(fixed-size disk) atau blok disk, dimodifikasi dibuat, tetapi kopian
misalnya sebanyak n. sebuah lama dari halaman tersebut tidak
direktori dengan n entri dibuat, ditumpangi (overwritten). Selain
dimana entri yang ke i menunjuk itu, halaman baru ditulis di lain
halaman database yang ke i pada tempat – di beberapa blok disk
disk. Direktori disimpan di memori yang tidak digunakan sebelumnya.
utama jika tidak terlalu besar, dan Entri directori current dimodifikasi
semua referensi – baca atau tulis untuk menunjuk ke blok disk baru,
– ke halaman database pada disk. dimana directori shadow tidak
Ketika transaksi memulai dimodifikasi dan berlanjut
mengeksekusi, directori current – menunjuk ke blok disk lama yang
yang entrinya ke halaman tidak dimodifikasi.
database yang paling baru –
476 IT DEPARTMENT SMKN 1 PANJI SITUBONDO
Teknik Komputer dan Jaringan
Contoh :
Page 5 (old)
1 Page 1 1
Page 4
2 2
Page 2 (old)
3 3
Page 3
4 4
Page 6
5 5
Page 2 (new)
6 6
Page 5 (new)
Current directory (after Database disk blocks shadow directory
updating page 2, 5) (pages) (not updated)
ada 2 versi. Versi yang lama berhubungan dengan
direferensi oleh directori shadow, penghapusan direktori shadow
versi yang baru oleh directori sebelumnya. Teknik ini disebut
current. dengan NO-UNDO/ NO-REDO.
Untuk mengcover kegagalan Pada multiuser dengan transaksi
selama eksekusi transaksi, cukup yang concurrent, log dan
dengan membebaskan halaman checkpoint dihubungkan dengan
database yang dimodifikasi dan teknik shadow paging. Satu
menghapus directori current. keuntungan dari shadow paging
Keadaan database sebelum adalah halaman database yang
eksekusi transaksi berada pada diupdate mengubah lokasi pada
direktori shadow dan keadaan itu disk. Ini yang menyulitkan untuk
direcover dengan mengembalikan menyimpan halaman database
kembali direktori shadow. yang berhubungan dalam disk
Database kemudian dikembalikan tanpa strategi manajemen
ke keadaan sebelumnya bagi penyimpanan yang kompleks. Jika
transaksi yang dieksekusi ketika direktori besar, penambahan
terjadi crash, dan semua halaman penulisan direktori shadow ke disk
yang dimodifikasi dihapus. sebagai transaksi yang commit
Transaksi yang commit menjadi berarti.
12.12 Pengunaan Basisdata
Sejak tahun 1960-an penggunaan basis data sudah digunakan untuk
bidang komersial, dimana pemrosesan file-nya masih berbasis
manajemen file tradisional. Perkembangan komputer yang semakin
pesat diikuti dengan perkembangan perangkat lunak untuk aplikasi
bisnis, sejak tahun 1970-an sampai awal tahun 1980 manajemen
berbasis file tradisional berkembang menjadi manajemen basis data
IT DEPARTMENT SMKN 1 PANJI SITUBONDO 476
Teknik Komputer dan Jaringan
12.12.1 Perkembangan Basisdata
Di dalam manajemen basis data terhubung dengan suatu jaringan .
dikenal berbagai model data yang Perkembangan dunia usaha
dapat digunakan untuk semakin meningkat ditunjang
mendeskripsikan sebuah data dengan perkembangan
dalam merancang suatu basis komunikasi yang mempermudah
data. Manajemen ini organisasi atau perusahaan untuk
memungkinkan banyak user untuk mengakses data, sehingga
mengakses data secara mengubah manajemen basis data
bersamaan sehingga fasilitas yang menjadi manajemen basis data
dimiliki oleh manajemen sudah tingkat lanjut didukung dengan
semakin banyak yaitu fasilitas fasilitas data warehousing dan
pemanipulasian data, kontrol fasilitas basis data berbasis web
konkurensi data, recovery data, sebagai salah satu strategi
keamanan data dan didukung organisasi dalam meningkatkan
dengan fasilitas komunikasi data kinerja dan keuntungan
karena manajemen ini sudah organisasi.
476 IT DEPARTMENT SMKN 1 PANJI SITUBONDO
Teknik Komputer dan Jaringan
Data Collection and Database Creation
(1960s and earlier)
Database Management Systems (1970s – early 1980s)
Hierarchical and Network Database Systems
Relational Database Systems
Data modeling tools : entity relationship model, etc
Indexing and data organization techniques : b+ tree,
hashing, etc
Query language : SQL, etc
User interface, forms, and reports
Query processing and query optimizaztion
Advance Database Systems Web-Based Database
(mid-1980s-present) Systems
Advance data models : (1990s – present)
extended relational, object XML-based database
oriented, object relational, systems
deductive Web mining
Application oriented :
spatial, temporal,
multimedia, active,
scientific, knowledge bases
Data Warehouse and Data Mining (late 1980s – present)
Data warehouse and OLAP technology
Data mining and knowledge discovery)
New Generation of Integrated Information Systems (2000 - …)
Gambar 12-12-1 Evolution of Database Technologi
12.12.2 ORDBMS (Object Relational Database Management System)
teknologi RDBMS pada awalnya dikarenakan fasilitas–fasilitas yang
sangat dominan, tetapi ada pada RDBMS tidak lagi sesuai
IT DEPARTMENT SMKN 1 PANJI SITUBONDO 476
Teknik Komputer dan Jaringan
dengan aplikasi tingkat lanjut, Inti dari kinerja RDBMS yaitu ada
maka RDBMS digantikan dengan pada optimasi queri-nya dan juga
OODBMS. Pada OODBMS pengetahuan mengenai
terdapat banyak sekali bentuk- bagaimana mengeksekusi fungsi
bentuk object oriented seperti dari user-define secara efisien,
metode encapsulation, mengambil keuntungan dari
inheritance, polymorphism, dll. pengindeksan pada struktur yang
Model data relasional lanjutan baru, memetakan queri dengan
tidak hanya ada satu , tetapi cara baru, dan menavigasi antara
terdapat berbagai macam model data menggunakan referensi data.
data, dimana karakteristik dan Penggunaan OODBMS untuk
tingkat kebutuhan data yang telah suatu organisasi yang sangat
dibuat. Bagaimanapun semua besar dan universal tidak lagi
model data yang akan digunakan sesuai sehingga untuk mendukung
mengacu pada konsep objek dan kinerja dari organisasi tersebut
mempunyai kemampuan untuk dibutuhkan suatu ORDBMS
menyimpan data di dalam (Objeck Relational Database
database. Management System).
Berbagai macam terminologi yang ORDBMS memiliki fasilitas untuk
digunakan untuk sistem model mendefinisikan data yang
relasional tingkat lanjut yaitu kompleks, menspesialisasikan
ERDBMS. Tapi sekarang ini untuk struktur indeks dibutuhkan untuk
sistem berbasis objek dapat mengefisienkan pengambilan
digunakan OODBMS. data. ORDBMS digunakan untuk
dua sampai tiga dimensional data.
Perbandingan antara OODBMS dan ORDBMS
PEMODELAN
Model OODBMS ORDBMS
Identitas Objek ada Ada dengan tipe REF (Refferensi
Pengkapsulan Ada, tapi tidak dapat Ada dengan UDT (User Defined
digunakan untuk queri Types)
Penurunan Ada Ada (dipisahkan antara UDT dan
table)
Polymorphism Ada, sebagai object Ada
oriented pada model
bahasa pemrograman
Objek Ada Ada dengan UDT
kompleks
Relasi Ada Sangat mendukung untuk
mendefinisikan batasan
referensial integritas
12.12.3. Lingkup Penerapan Basisdata
Pembangunan Model Basisdata pengelolaan file. Jika Sistem
bertitik tolak dari system operasi lebih melihat file secara
476 IT DEPARTMENT SMKN 1 PANJI SITUBONDO
Teknik Komputer dan Jaringan
utuh yang merupakan objek yang komponen dengan berbagai
tidak bias dibagi lagi, maka DBMS property dan relasi antar
melihat file sebagai objek yang komponen serta versi-versi lama
berisi banyak data yang disusun dari desain. Penyimpanan data
secara sistematis yang masing- yang berbentuk grafis, disamping
masing dapat dikenai berbagai berukuran besar juga sangat
oprasi secara individual. Sistem bervariasi ukurannya.
pengelolaan file yang lebih kaya Computer-Aided Software
semacam ini direlasikan dalam Engineering (CASE). Basisdata
model jaringan, model hrarkis dan untuk CASE harus dapat
kemudian model relasional. menampung data yang dibutuhkan
Model-model basisdata tersebut untuk membantu para pembangun
memiliki sejumlah karakteristik aplikasi. Data semacam ini
seperti : meliputi kode sumber,
Keseragaman (uniformity), ketergantungan antar modul-
sekian banyak data dikelola modul aplikasi, definisi dan
dengan struktur dan ukuran (byte) pemakaian variable dan histori
yang sama. pembangunan aplikasi.
Berorientasi Record (Record Basisdata Multimedia.
Orientation), satuan-satuan data Basisdata multimedia harus dapat
utama terdiri atas record-record mengelola gambar, data spasial
yang sama panjangnya (ruang), audio (suara dan music),
Satuan Data Kecil (Small Data video dan sejenisnya. Basisdata
Items), ukuran setiap record semacam ini dibutuhkan untuk
relative pendek (umumnya menyimpan foto-foto, data
berukuran hingga beberapa ratus geografis (pemetaan), system
byte). voice-mail, aplikasi-aplikasi grafis,
Field-Field Atomik (Atomic system video-on-demands dan
Fields), field-field dalam record lain-lain.
relative pendek dan sama Office Information System
ukurannya. Field tidak mungkin (OIS). Otomatisasi perkantoran
terbentuk dari struktur yang lebih mencakup pemakaian aplikasi
kecil lagi (jadi sifatnya atomic). yang berbasis work-station untuk
Dalam beberapa tahun terakhir, pembuatan dan pengambilan
teknologi basisdata dengan dokumen, untuk surat-menyurat
karakteristik semacam itu sudah elektronik, untuk mengatur jadwal
tidak memadai lagi untuk pertemuan dan sebagainya.
diterapkan pada sejumlah aplikasi Sebuah basisdata OIS harus
terbaru. Aplikasi-aplikasi seperti itu dapat mengakomodasi kebutuhan
diantaranya adalah : untuk mencari jadwal yang
Computer-Aided Design berhubungan atau mencari
(CAD). Basisdata untuk CAD dokumen baik berdasarkan judul
harus dapat menampung data maupun isi dokumen.
yang berkaitan dengan desain Basisdata Hypertext. Hypertext
perekayasaan (yang berbentuk adalah teks yang diperkaya
grafis), seperti komponen- dengan link yang menunjuuk ke
IT DEPARTMENT SMKN 1 PANJI SITUBONDO 476
dokumen yang lain. Basisdata di hypertext harus mampu
dunia internet merupakan melakukan pengambilan dokumen
basisdata hypertext bahkan berdasarkan link dan melakukan
sekaligus termasuk basisdata dan query terhadap dokumen
multimedia (sehingga lebih tepat berdasarkan strukturnya.
disebut hypermedia). Basisdata
12.12.4. Basisdata untuk Multimedia
Akhir-akhir ini, basis data banyak penyimpanan hingga beberapa
diarahkan untuk juga dapat gigabyte.
menampung data multimedia, Adanya fasilitas untuk
seperti gambar, suara, music dan pengambilan data berdasarkan
video. Karena itu perlu adanya kemiripan (similarity-based
DBMS yang dapat mengelola data retrieval) yang diperlukan oleh
multimedia di dalam basisdata. banyak aplikasi basisdata
Didalam basisdata berarti bahwa multimedia. Contohnya, pada
data multimedia tersebut sama basisdata yang menyimpan data
kedudukannya sebagaimana field- sidik jari.
field data sederhana tetapi dengan Pengambilan data-data dengan
perlakuan yang sedikit berbeda, tipe tertentu, seperti music dan
karena ada sejumlah isu yang juga video, juga mensyaratkan adanya
harus terpenuhi jika data kecepatan pengambilan yang
multimedia tersimpan di dalam tetap dan tertentu (continous-
basisdata, yaitu : media data). Pengambilan data
Basisdata harus dapat yang lebih cepat atau lebih lambat
mengakomodasi objek-objek dari yang seharusnya atau
yang besar, karena data kecepatan yang berubah-ubah
multimedia seperti video dapat akan mengganggu kualitas hasil
membutuhkan ruang yang diterima oleh pemakai.
12.12.5. Basisdata untuk Internet (Web Technology)
World Wide Web (WWW) instruksi format lainya atau ke
merupakan system informasi halaman lain pada dokumen yang
terdistribusi yang berbasis sama. Gambar dan suara juga
hypertext. Dokumen-dokumen diakses dengan menggunakan
yang menjadi unsure utama di link.
dalam web dapat dinyatakan Para pemakai (user) system web
dalam beberapa tipe. Tipe yang akan melihat tampilan teks yang
paling popular adalah dokumen telah terformat bersama dengan
hypertext yang disusun menurut gambar, bukanya teks awal (yang
bahasa khusus, seperti HTML masih polos) bersama sejumlah
(hypertext markup language). instruksi pemberian format.
Dokumen HTML terdiri atas teks, Secara visual tentu saja teks
spesifikasi jenis huruf (font) dan terformat dan bergambar akan
Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan
Teknik Komputer dan Jaringan
lebih menarik perhatian user. instruksi-instruksi format , teks dan
Lebih jauh lagi, dokumen yang gambar yang hasilnya kemudian
terlihat user merupakan dokumen disajikan pada user. Program
hypertext; yang dengan program browser yang digunakan
browser tertentu. Program browser diantaranya Netscape Navigator,
merupakan program khusus untuk Mozilla Firework, Opera, Microsof
menterjemahkan/mengerjakan Internet Ekplorer.
Universal Resource Locator (URL)
Sistem hypertext mengandung dokumen HTML. Bagian kedua
konsekuensi tentang adanya (www.smkn1cmi.sch.id)
penyimpanan pointer (penunjuk menunjukkan nama unik dari
lokasi) ke tempat dokumen- sebuah mesin dalam internet. Lalu
dokumen berada. Dalam web, sisa pada URL merupakan nama
fungsi pointer ini diberikan oleh path yang menunjukkan lokasi file
Universal Resource Locator pada mesin tersebut.
(URL). Berikut adalah contoh Dengan demikian URL
sebuah URL : memberikan nama unik secara
global untuk setiap dokumen yang
http://www.smkn1cmi.sch.id/jur/tkj dapat diakses oleh system web.
Karena URL mudah dibaca dan
Bagian pertama dari URL terbuka untuk diakses, maka
menunjukkan bagaimana setiap orang dapat
dokumen harus diakses. HTTP menggunakannya secara
menunjukkan bahwa dokumen langsung untuk mengakses
harus diakses dengan dokumen tetentu dan berpindah-
menggunakan Hypertext Transfer pindah dari satu dokumen ke
Protokol, yang berupa sebuah dokumen lain bahkan dari satu
protocol untuk pentransferan mesin ke mesin yang lain.
Server untuk Web (Web Server)
HTTP menyediakan fasilitas yang dokumen HTML yang dihasilkan
bagus, dismaping transfer program tersebut. Lebih jauh lagi,
dokumen yang mudah, juga client web dapat mengirimkan
melakukan enkripsi pada dokumen argument-argumen tambahan
demi alasan keamanan. Bagian yang akan digunakan program
nama dokumen dalam URL dapat pada saat eksekusi. Dengan
mengidentifikasikan sebuah begitu, pembentukan dokumen
executable, yang ketika dijalankan dapat menjadi bervariasi karena
akan menghasilkan dokumen ditentukan oleh argument-
HTML. Ketika sebuah server argumen yang disertakan ke
HTTP menerima permintaan untuk server tersebut. Sebagai hasil dari
pengambilan dokumen tertentu, feature demikian, sebuah Web
server mengeksekusi program Server dapat dengan mudah
tersebut dan mengirimkan melayani berbagai macam
IT DEPARTMENT SMKN 1 PANJI SITUBONDO 476
Teknik Komputer dan Jaringan
layanan informasi.
Bahasa Web (Web Display Language)
Ada sejumlah bahasa yang dapat terhadap sebuah dokumen yang
digunakan untuk menayangkan isi sedang aktif. Jika kemudian
dokumen pada para pemakai.Ada semua masukan/interaksi pemakai
sejumlah bahasa yang dapat tersebut dikirimkan kembali dari
digunakan untuk menayangkan isi lokasi pemakai ke Server Web,
dokumen pada para pemakai. maka semua masukan tersebut
Berkat bahasa yang digunakan, akan dinyatakan sebagai
teks adan dapat ditampilkan argument yang selanjutnya dalam
dengan format, warna dan ukuran mengeksekusi program di Server
tertentu. Bahasa untuk me-mark Web. Seperti yang telah
up teks (teks markup language), disebutkan sebelumnya, program
seperti Standard Generalized ini akan menghasilkan dokumen
Markup Language (SGML), HTML yang kembali dikirimkan
dibangun untuk mengisi pada user.
kekosongan diantara teks polos Bahasa Java merupakan bahasa
dan deskripsi halaman dengan pemrograman web yang
perintah pem-format-an teks. memungkinkan adanya animasi
HTML (Hypertext Markup dengan menjalankan program di
Language) merupakan bahasa lokasi user. Dokumen yang
penayangan hypertext serba guna, dihasilkan juga dapat diupayakan
yang merupakan pengembangan untuk bersifat aktif. Bahasa java
dari SGML. Disamping pemakaian telah ditulis untuk semua platform
perintah pem-format-an teks, dan praktis semua program dalam
dengan HTML kita juga dapat bahasa java dapat dieksekusi di
mendefinisikan perintah hypertext- semua platform. Sebagai hasil dari
link dan perintah penayangan keseragaman tersebut, program-
gambar. HTML juga menyediakan program java dapat disimpan di
fasilitas penerimaan data masukan mesin server sebagaimana
(data input), yang memungkinkan
dokumen HTML, yang kemudian
pemakai meng-entri-kan data
dapat di-download dan dieksekusi
melalui dokumen yang sedang
oleh semua jenis client. Dengan
ditayangkan. Menun dan berbagai
demikian, sebenarnya java
fasilitas masukan grafis lainnya
juga disediakan, sehingga menyediakan sarana penting
memungkinkan pemakai untuk untuk mendistribusikan program
berinteraksi denganberbagai cara melalui internet.
Antar Muka Web dengan Basisdata
Adanya konektivitas (antar muka) Pertama, bersamaan dengan
antara Web dan Basisdata tumbuhnya perdagangan
menjadi penting karena dua alas elektronis (electronic commerce /
an. e-commerce) melalui web,
basisdata untuk pengolahan
476 IT DEPARTMENT SMKN 1 PANJI SITUBONDO
Teknik Komputer dan Jaringan
transaksi harus dapat dokumen web yang melibatkan
dihubungkan dengan web. Para data yang sama menjadi
pemakai berinteraksi dengan kadaluarsa jika tidak segera
basisdata secara tidak langsung disesuaikan (update). Hal ini
melalui serangkaian interaksi akan semakin merepotkan jika
dengan dokumen HTML yang dokumen-dokumen tersebut
kemudian dikirim sebagai tersebar di sejumlah lokasi.
argument ke server dan Kita dapat mengatasi
selanjutnya digunakan sebagai keterbatasan-keterbatasan
parameter oleh program pada tersebut dengan membuat
server untuk melakukan dokumen-dokumen web secara
pengolahan transaksi tertentu dinamis, dengan lebih dahulu
pada basisdata. Pada gilirannya, membentuk konektivitas web dan
hasil pengolahan itu dengan cara basisdata. Pada saat sebuah
sebaliknya dapat dikembalikan dokumen diminta pemakai,
dan ditayangkan kepada user. sebuah program di Server Web
Kedua, karena dokumen HTML akan dieksekusi, yang kemudian
yang relative tetap memiliki menjalankan proses query ke
keterbatasan seperti : basisdata, dan membuat dokumen
Pemakaian dokumen web yang berdasarkan hasil query tersebut.
tetap tidak memungkinkan Dengan mekanisme ini maka
penayangan disesuaikan sejain informasi dapat disesuaikan
dengan keinginan user. dengan keinginan user. Begitu
Misalnya, sebuah perusahaan juga, perubahan-perubahan yang
barangkali ingin menampilkan terjadi di basisdata dapat
materi promosi barang yang tereflesikan dengan baik pada
disesuaikan dengan keinginan dokumen yang berisi hasil
user. pengolahan di basisdata tersebut.
Ketika data dalam basisdata
diubah, maka dokumen-
Soal latihan
1. Sekumpulan data yang serta memperbaiki) data
terdiri atas satu atau lebih dalam table-table tersebut
table yang terintegrasi satu disebut ……………
sama lain dan disimpan 2. Apa yang dimaksud dengan
dengan beberapa cara system basisdata ?
pengorganisasian, dimana 3. Menyimpan atau merekam
serta memelihara data
setiap pemakai (user) diberi
operasional lengkap sebuah
wewenang (otorisasi) untuk organisasi/perusahaan,
dapat mengakses sehingga mampu
(mengubah, menghapus, menyediakan informasi yang
menganalisis, menambah, optimal yang diperlukan
IT DEPARTMENT SMKN 1 PANJI SITUBONDO 476
pemakai untuk kepentingan dapat dibedakan
proses pengambilan berdasarkan cara mereka
keputusan. berinteraksi terhadap
4. Prinsip dari penggunaan
system, sebutkan !
basisdata adalah ……
15. Ada 3 tingkat dalam
5. Tujuan dari penggunaan
arsitektur basis data yang
basisdata adalah …………
bertujuan membedakan cara
6. Apa yang dimaksud dengan
pandang pemakai terhadap
DBMS(Database
basis data dan cara
Management System) ?
pembuatan basis data
7. Sebutkan 2 (dua) contoh
secara fisik. Sebutkan dan
DBMS !
gambarkan tingkatan
8. Sebutkan sifat –sifat
arsitektur basis data tersebut
penyimpanan data secara
!
tradisional (system
pemrosesan file)!
9. Sebutkan keuntungan VIEW 1 VIEW 1 VIEW 1
penyimpanan data dengan
system basisdata!
10. Fungsi dari DDL adalah
……………………….
11. Fungsi dari DML adalah
…………………………… Conseptual Level
User/pengguna basisdata
merupakan salah satu
komponen yang terlibat dalam
sebuah system basisdata,
dimana user tersebut dibagi Internal Level
menjadi 3 kelompok yaitu
system engineer, database
administrator (dba), dan end
16. Apa yang anda ketahui
user.
tentang external level ?
12. Apa yang anda ketahui
tentang system engineer ?
13. Sebutkan tugas-tugas yang
harus dilakukan oleh
seorang database
administrator !
14. Ada beberapa jenis (tipe)
pemakai/end user terhadap
suatu sistem basisdata yang
Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan
Get documents about "