Laporan Kimia ; KOROSI by AliefianaVeronica

VIEWS: 857 PAGES: 10

									                                      Kata Pengantar

       Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan rahmat dan karunianya sehingga
penulis dapat menyelesaikan laporan praktikum kimia mengenai korosi pada besi dengan baik.
Laporan ini disusun guna melengkapi tugas mata pelajaran kimia dalam KD Korosi.
       Tak lupa kami ucapkan terimakasih kepada guru pembimbing mata pelajaran Kimia yang
telah memfasilitasi dan memberikan banyak arahan dalam terciptanya laporan ini. Rasa terimakasih
juga kami sampaikan kepada teman-teman yang telah memberi semangat dan bantuan yang
berguna.
       Dengan adanya laporan ini, penulis harap dapat membantu siswa-siswa lain dalam kegiatan
praktikum kimia. Oleh karena itu kritik dan saran kami terima dengan senang hati guna
penyempurnaan laporan yang telah kami susun ini. Akhir kata, semoga laporan ini dapat bermanfaat
bagi kita semua.


                                                                    Lumajang, 14 Oktober 2012



                                                                              Penyusun




                                                                                      1
                      Daftar Isi

Halaman cover

Kata pengantar………………………………………………………………………………………..1

Daftar Isi……………………………………………………………………………………………...2

Judul percobaan………………………………………………………………………………………3

Tujuan percobaan…………………………………………………………………………………….3

Landasan teori……………………………………………………………………………………...3-4

Alat dan bahan………………………………………………………………………………………..4

Langkah kerja………………………………………………………………………………………4-5

Hasil pengamatan…………………………………………………………………………………..5-8

Analisis……………………………………………………………………………………………..8-9

Kesimpulan…………………………………………………………………………………………...9




                                               2
A. Judul Percobaan :

    Mengamati Korosi pada Besi.

B. Tujuan Penelitian :

    Menunjukkan faktor – faktor terjadinya korosi besi.


C. Landasan Teori :
C.1 Besi
       Besi adalah logam yang berasal dari bijih besi (tambang) yang banyak digunakan untuk
       kehidupan manusia sehari-hari dari yang bermanfaat sampai dengan yang merusakkan.
       Dalam tabel periodik, besi mempunyai simbol Fe dan nomor atom 26. Besi juga mempunyai
       nilai ekonomis yang tinggi.
       Besi adalah logam yang paling banyak dan paling beragam penggunaannya. Hal itu karena
       beberapa hal, diantaranya:
       • Kelimpahan besi di kulit bumi cukup besar,
       • Pengolahannya relatif mudah dan murah, dan
       • Besi mempunyai sifat-sifat yang menguntungkan dan mudah dimodifikasi.
       Salah satu kelemahan besi adalah mudah mengalami korosi. Korosi menimbulkan banyak
       kerugian karena mengurangi umur pakai berbagai barang atau bangunan yang menggunakan
       besi atau baja. Sebenarnya korosi dapat dicegah dengan mengubah besi menjadi baja tahan
       karat (stainless steel), akan tetapi proses ini terlalu mahal untuk kebanyakan penggunaan
       besi.
       Korosi besi memerlukan oksigen dan air. Berbagai jenis logam contohnya Zink dan
       Magnesium dapat melindungi besi dari korosi.
C.2 Korosi
       Korosi adalah kerusakan atau degradasi logam akibat reaksi redoks antara suatu logam
       dengan berbagai zat di lingkungannya yang menghasilkan senyawa-senyawa yang tidak
       dikehendaki. Dalam bahasa sehari-hari, korosi disebut perkaratan. Contoh korosi yang
       paling lazim adalah perkaratan besi.
       Pada peristiwa korosi, logam mengalami oksidasi, sedangkan oksigen (udara)
       mengalami reduksi. Karat logam umumnya adalah berupa oksida atau karbonat. Rumus
       kimia karat besi adalah Fe2O3.nH2O, suatu zat padat yang berwarna coklat-merah.
       Korosi merupakan proses elektrokimia. Pada korosi besi, bagian tertentu dari besi itu
       berlaku sebagai anode, di mana besi mengalami oksidasi.
       Fe(s) --> Fe2+(aq) + 2e
       Elektron yang dibebaskan di anode mengalir ke bagian lain dari besi itu yang bertindak
       sebagaikatode, di mana oksigen tereduksi.


                                                                                          3
       O2(g) + 4H+(aq) + 4e --> 2H2O(l)
       atau
       O2(g) + 2H2O(l) + 4e --> 4OH-(aq)
       Ion besi(II) yang terbentuk pada anode selanjutnya teroksidasi membentuk ion besi(III) yang
       kemudian membentuk senyawa oksida terhidrasi, yaitu karat besi. Mengenai bagian mana
       dari besi itu yang bertindak sebagai anode dan bagian mana yang bertindak sebagai katode,
       bergantung pada berbagai faktor, misalnya zat pengotor, atau perbedaan rapatan logam itu.
       Korosi dapat juga diartikan sebagai serangan yang merusak logam karena logam bereaksi
       secarakimia atau elektrokimia dengan lingkungan. Ada definisi lain yang mengatakan
       bahwa korosi adalah kebalikan dari proses ekstraksi logam dari bijihmineralnya. Contohnya,
       bijih mineral logam besi di alam bebas ada dalam bentuk senyawa besi oksidaatau besi
       sulfida, setelah diekstraksi dan diolah, akan dihasilkan besi yang digunakan untuk
       pembuatan baja atau baja paduan. Selama pemakaian, baja tersebut akan bereaksi dengan
       lingkungan yang menyebabkan korosi (kembali menjadi senyawa besi oksida).
       Deret Volta dan hukum Nernst akan membantu untuk dapat mengetahui kemungkinan
       terjadinya korosi. Kecepatan korosi sangat tergantung pada banyak faktor, seperti ada atau
       tidaknya lapisan oksida, karena lapisan oksida dapat menghalangi
       beda potensial terhadap elektroda lainnya yang akan sangat berbeda bila masih bersih dari
       oksida.


D Alat dan Bahan :
D.1 Alat :
    1. Gelas Plastik                                               : 8 buah
    2. Paku (bersih dan tidak berkarat)                            : 8 buah
    3. Plastik bening                                              : 4 potong
    4. Karet Gelang                                                : 4 buah
D.2 Bahan :
    1. Larutan HCl 0,1 M
    2. Air (H2O)


E. Langkah Kerja :
    1. Siapkan seluruh alat dan bahan!
    2. Susun alat dan bahan seperti petunjuk dibawah ini :
      Gelas                                          Perlakuan
 Gelas 1           Masukan paku ke dalam gelas plastik.
                   Masukan paku dan air ke dalam gelas plastik. Pastikan semua bagian paku
 Gelas 2
                   terkena air.




                                                                                            4
                 Masukan paku dan air ke dalam gelas, namun posisikan paku dalam keadaan
Gelas 3
                 berdiri/tegak, sehingga tidak semua bagian paku terkena air.
                 Masukan paku dan HCl ke dalam gelas plastik dengan posisi paku
Gelas 4
                 terpelungkup, sehingga semua bagian terkena air.
                 Masukan paku ke dalam gelas lalu tutup dengan plastik hingga tidak ada udara
Gelas 5
                 yang dapat masuk.
                 Masukan paku dan air ke dalam gelas dan kondisikan semua bagian paku
Gelas 6          terkena air. Lalu tutup dengan plastik hingga tidak ada udara yang bisa masuk
                 ke dalam gelas.
                 Masukan paku dan air ke dalam gelas namun posisi paku berdiri sehingga tidak
Gelas 7
                 semua bagian paku terkena air, kemudian tutup gelas plastik tersebut
                 Masukan paku dan HCl ke dalam gelas lalu tutup dengan plastic hingga tidak
Gelas 8
                 ada udara yang bisa masuk ke dalam gelas.
   3. Amatilah setiap perubahan yang terjadi selama 2 minggu (14 hari)!
   4. Catatlah hasil pengamatan!


F. Hasil Pengamatan

 Gelas ke-   Hari ke-                                   Kondisi

                 1      Belum terjadi korosi
                 2      Belum terjadi korosi
                 3      Belum terjadi korosi
                 4      Belum terjadi korosi
                 5      Belum terjadi korosi
                 6      Belum terjadi korosi
                 7      Belum terjadi korosi
    1
                 8      Mulai mengalami korosi
                 9      Korosi semakin tampak
                10      Timbul penampakan berupa bintik korosi
                11      Bintik korosi bertambah banyak
                12      Bintik korosi bertambah banyak
                13      Bintik korosi bertambah banyak
                14      Bintik korosi bertambah banyak
                 1      Belum terjadi korosi
                 2      Belum terjadi korosi
    2
                 3      Belum terjadi korosi
                 4      Gejala korosi mulai muncul




                                                                                        5
    5    Gejala korosi tampak semakin jelas
    6    Bagian yang terkena korosi bertambah
    7    Bagian yang terkena korosi bertambah
    8    Seluruh bagian paku mengalami korosi
    9    Korosi bertambah mengakibatkan air menjadi keruh
    10   Korosi bertambah mengakibatkan air menjadi berwarna kekuningan
    11   Korosi bertambah mengakibatkan air menjadi berwarna kuning pekat
         Korosi bertambah mengakibatkan air menjadi berwarna kuning
    12
         kemerahan
    13   Korosi bertambah mengakibatkan air menjadi berwarna oranye
    14   Korosi bertambah mengakibatkan air menjadi keruh dan oranye
    1    Belum terjadi korosi
    2    Pada bagian yang terkena air korosi mulai tampak
    3    Korosi makin menjalar
    4    korosi makin menjalar
    5    korosi makin menjalar
    6    korosi makin menjalar
    7    Korosi menyebabkan air berwarna kuning keruh
3   8    Warna kuning pada air semakin keruh
    9    Warna kuning pada air menjadi labih pekat
    10   Korosi terus menjalar seiring warna air yang tetap kuning keruh pekat
    11   Korosi terus menjalar seiring warna air yang tetap kuning keruh pekat
         Terjadi korosi pada hampir seluruh bagian paku dan warna air menjadi
    12
         oranye
    13   Terjadi korosi pada seluruh bagian paku dan warna air menjadi oranye
    14   Terjadi korosi pada seluruh bagian paku dan warna air menjadi oranye
    1    Belum terjadi korosi
         Muncul gelembung dan paku berwarna hitam tetapi airnya tetap
    2
         jernih
         Paku mulai mengalami korosi, dalam gelas terbentuk gelembung dan
    3
         paku berwarna hitam tetapi airnya tetap bening
         Mulai terjadi korosi dan paku berwarna hitam tetapi airnya tetap
4   4
         berwarna bening
         Terjadi korosi sedikit dan paku berwarna hitam dan warna air menjadi
    5
         kekuningan
    6    Gelembung hilang , korosi bertambah dan warna air kekuningan
    7    Terjadi korosi lebih banyak
    8    Terjadi korosi pada semua bagian paku


                                                                       6
    9    Terjadi korosi, warna air menjadi kuning pekat
    10   Terjadi korosi, warna air menjadi kuning pekat
    11   Terjadi korosi, warna air menjadi orange
         Terjadi korosi, warna air menjadi orange, air sedikit berkurang dan
    12
         mulai muncul endapan
         Terjadi korosi, warna air menjadi orange, air sedikit berkurang dan
    13
         endapan bertambah
         Terjadi korosi, warna air menjadi orange, air sedikit berkurang dan
    14
         endapan bertambah banyak
    1    Belum terjadi korosi
    2    Belum terjadi korosi
    3    Belum terjadi korosi
    4    Belum terjadi korosi
    5    Belum terjadi korosi
    6    Belum terjadi korosi
5   7    Belum terjadi korosi
    8    Belum terjadi korosi
    9    Belum terjadi korosi
    10   Belum terjadi korosi
    11   Belum terjadi korosi
    12   Belum terjadi korosi
    13   Belum terjadi korosi
    14   Tidak terjadi korosi
    1    Belum terjadi korosi
    2    Belum terjadi korosi
    3    Belum terjadi korosi
    4    Mulai mengalami korosi
    5    Mulai mengalami korosi
    6    Permukaan korosi meluas
    7    Permukaan korosi meluas
6
         Terjadi korosi pada seluruh bagian paku , air menjadi keruh dan
    8
         berwarna kekuningan
         Terjadi korosi pada seluruh bagian paku , air menjadi keruh dan
    9
         berwarna kuningan
         Terjadi korosi pada seluruh bagian paku , air menjadi keruh dan
    10
         berwarna kuning pekat
         Terjadi korosi pada seluruh bagian paku , air menjadi keruh dan
    11
         berwarna kuning pekat


                                                                       7
         Terjadi korosi pada seluruh bagian paku , air menjadi keruh dan
    12
         berwarna oranye
         Terjadi korosi pada seluruh bagian paku , air menjadi keruh dan
    13
         berwarna orange
         Terjadi korosi pada seluruh bagian paku , air menjadi keruh dan
    14
         berwarna orange
    1    Belum terjadi korosi
    2    Belum terjadi korosi
    3    Paku mulai mengalami korosi
    4    Paku mulai mengalami korosi pada bagian yang terkena air
    5    Paku mulai mengalami korosi pada bagian yang terkena air
    6    Korosi bertambah banyak
    7    Korosi bertambah dan air menjadi agak keruh
7   8    Korosi bertambah dan air menjadi keruh kekuningan
    9    Korosi bertambah dan air menjadi keruh kekuningan
    10   Korosi bertambah dan air menjadi kuning pekat
    11   Korosi bertambah dan air menjadi kuning pekat
         Terjadi korosi pada seluruh bagian paku dan warna air menjadi kuning
    12
         pekat
    13   Terjadi korosi pada seluruh bagian paku dan warna air menjadi orange
         Terjadi korosi pada seluruh bagian paku dan warna air menjadi
    14
         orange
    1    Belum terjadi korosi
    2    Terbentuk gelembung
    3    Terbentuk gelembung, paku berwarna hitam dan air tetap bening
    4    Mulai terjadi korosi, paku berwarna hitam dan air tetap bening
         Terjadi korosi sedikit ,paku berwarna hitam dan air tetap berwarna
    5
         putih
         Terjadi korosi sedikit ,paku berwarna hitam dan air berwarna
    6
         kekuningan
8
    7    Terjadi korosi ,paku berwarna hitam dan air berwarna kekuningan
    8    Terjadi korosi banyak dan air berwarna kekuningan
    9    Terjadi korosi banyak lebih banyak dan air berwarna kekuningan
    10   Tejadi korosi pada semua bagian paku dan warna air menjadi kuning
    11   Terjadi korosi pada semua bagian paku dan warna air menjadi kuning
    12   Terjadi korosi dan air berwarna orange
    13   Terjadi korosi dan air berwarna orange
    14   Terjadi korosi dan air berwarna orange


                                                                          8
G. Analisis
     Pertanyaan
       1. Paku pada gelas manakah yang menjadi berkarat?
       2. Samakah kecepatan terjadinya karat pada setiap paku? Jika berbeda, urutkan paku
           berdasarkan kecepatan terjadinya karat!
       3. Faktor – faktor apa saja yang menyebabkan besi berkarat?
       4. Jika besi diganti logam lain misalnya Aluminium, apa yang terjadi?
       5. Tuliskan proses terjadinya korosi dengan persamaan reaksi yang disertai dengan bagan
           terjadinya korosi!


     Jawaban
       1. Paku pada gelas 1, gelas 2, gelas 3, gelas 4, gelas 6, gelas 7, dan gelas 8.
           (Pada semua gelas kecuali gelas 5)
       2. Tidak sama, (urutan paku dari yang tercepat terjadi perkaratan: gelas 2; gelas 6; gelas 3;
           gelas 7; gelas 4; gelas 8; gelas 1; gelas 5 )
       3. Faktor yang dapat mempengaruhi suatu logam (besi) mengalami korosi antara lain :
             Udara – O2 : Korosi terjadi lebih mudah jika suatu logam berekasi - dengan udara
               disekitarnya, jadi korosi akan lebih cepat terjadi jika oksigen bereaksi dengan
               mengoksidasi logam tertentu yang cukup reaktif, seperti besi (Fe).
             Air – H2O : Korosi juga akan terjadi jika pereduksinya adalah air (H2O) , sehingga
               jika lebih mudah suatu logam cukup reaktif jika telah berinteraksi dengan air,
             Jenis Pereduksi : tidak semua pereduksi mampu menyebabkan korosi, contohnya
               HCl, dan larutan lainya dari asam halida.
             Jenis Logam : Logam yang sangat reaktif dapat mencegah logam lain untuk
               bereduksi sehingga kejadian korosi dapat dicegah.

       4. Yang terjadi jika besi diganti aluminium, maka aluminium tidak akan berkarat, karena
           aluminium jenis logam yang reaktif (mudahnya mendapatkan lapisan oksida) sehingga
           tidak akan beroksidasi walaupun terkena air dan tidak akan bereduksi terhadap
           pengaruh lingkungan.
       5. 1) persamaan reaksi perkaratan besi oleh Oksigen
           2Fe2+ + O2 ------ 2FeO
           2) persamaan reaksi perkaratan oleh larutan HCl
           Fe2+ + 2HCl ------ FeCl2 + H2
           3) persaman reaksi perkaratan besi oleh air
           Fe2+ + H2O ------ FeO + H2
H. Kesimpulan
       Korosi merupakan proses oksidasi reduksi dari logam, dimana logam yang mengalami
korosi akan bertindak sebagai anoda, sedangkan zat yang bereaksi dengan logam mengalami
reduksi. Faktor yang dapat memengaruhi laju korosi adalah faktor lingkungan (korosif atau tidak).



                                                                                           9
Tingkat kelembapan udara, tingkat keasaman serta kadar oksigen yang ada. Korosi akan lebih cepat
terjadi pada logam yang berada di kondisi terbuka, karena ia akan terus menerus di oksidasi oleh
oksigen bebas yang ada di lingkungan sekitarnya. Selain itu, setiap larutan memiliki sifat oksidasi
yang berbeda-beda sehingga mampu membuat karat pada paku dengan jumlah endapan karat yang
berbeda-beda. Adanya kontak terhadap oksigen juga sangat penting, sebab ada beberapa unsur yang
membutuhkan oksigen yang diambilnya dari lingkungan sekitarnya untuk beroksidasi. Maka dari
itu, langkah yang paling awal untuk dapat mencegah terjadinya korosi adalah menghindari logam
berkontak langsung dengan lingkungan yang korosif seperti air, asam, udara yang lembab, dsb.
Selain itu, pelapisan logam dengan campuran alloy seperti stainless steel atau chrom dapat
mencegah terjadinya korosi.




                                                                                        10

								
To top