Docstoc

teori belajar kognitiv

Document Sample
teori belajar kognitiv Powered By Docstoc
					                                  MAKALAH

          TEORI KOGNITIF DALAM DUNIA PENDIDIKAN


                      Makalah ini disusun guna memenuhi tugas
                       Mata Kuliah Belajar dan Pembelajaran




                         DISUSUN KELOMPOK 2:

1. Dianita Prastiwi               (10105244027)

2. Muhammad Arif                  (10105244028)

3. Arjuna Putra Aldino            (10105244029)

4. Pambajeng Nur Anis             (10105244031)

5. Cinta Elastria                 (10105244036)


                    PRODI TEKNOLOGI PENDIDIKAN

                      FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN

               UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA


                                        1
                                        2010



                                KATA PENGANTAR



Puji syukur kehadirat Allah Yang Maha Esa, yang telah memberikan rahmat serta
hidayah-Nya kepada penulis sehingga makalah yang berjudul “Teori Kognitif Dalam
Dunia Pendidikan,” dapat selesai sesuai waktu yang direncanakan

Tujuan penulisan makalah ini untuk Presentasi tentang Teori Belajar dan Pembelajaran.
Makalah ini memberikan gambaran tentang salah satu Teori Belajar dan Pembelajaran ,
yaitu Teori Belajar Kognitif.


Dalam penyelesaian makalah, penulis mendapat bantuan dari berbagai pihak. Untuk itu
penulis ucapkan terima kasih kepada:
1) Ibu Sisca Rahmadonna selaku Dosen Mata Kuliah Belajar dan Pembelajaran, yang
   memberikan bimbingan dalam penulisan makalah.
2) Teman-teman Prodi Teknologi Pendidikan yang memberikan saran dan sumber
   referensi dalam penulisan makalah.
3) Seluruh anggota kelompok 2 yang bekerja sama dalam penyelesaian makalah.


Dalam penulisan makalah ini, penulis menyadari masih jauh dari kesempurnaan, untuk
itu penulis mengharapkan kritik dan saran untuk perbaikan di waktu mendatang.
Semoga penulisan makalah ini bermanfaat bagi mahasiswa pada umumnya dan
khususnya bagi mahasiswa Fakultas Ilmu Pendidikan




                                                          Yogyakarta, 3 Oktober 2010


                                                                                Penulis




                                          2
                                 DAFTAR ISI


LEMBAR SAMPUL        ……………………………………………………                          i
LEMBAR JUDUL         …………………………………………………...                        ii
KATA PENGANTAR       ..………………………………………………….                        iii
DAFTAR ISI           …………………………………………………...                        iv


BAB 1 PENDAHULUAN
    A. Latar Belakang Masalah …………………………………………...                  1
    B. Rumusan Masalah ………………………………………………….                        2
    C. Tujuan Penulisan ……………………………………………………                       2


BAB II PEMBAHASAN
    A. Teori Belajar Kognitif ………………………………………………                   3
    B. Teori Belajar Kognitif Menurut Para Ahli…………………………...       4
       1. Teori Kognitif Jean Piaget……………………………………….               4
       2. Teori Kognitif Jerome Bruner ……………………………………              5
       3. Teori Kognitif David Ausubel …………………………………..             6
    C. Aplikasi Teori Kognitif dalam Kegiatan Pembelajaran ……………   7
    D. Kelebihan dan Kekurangan dalam Teori Kognitif …………………..     8


BAB III PENUTUP
    A. Kesimpulan …………………………………………………………                           9
    B. Saran ………………………………………………………………..                            9


DAFTAR PUSTAKA ……………………………………………………….                              10




                                    3
                                        BAB I
                                 PENDAHULUAN



A. Latar Belakang Masalah
   Pembelajaran ialah perubahan tingkah laku yang disebabkan oleh pendidikan yang
berasal dari interaksi sosial individu dengan masyarakat secara luas. Pembelajaran
dimulai dari latihan secara kontinyu dan juga bisa berasal dari pengalaman yang diterima.
Pembelajaran bermula apabila seorang menerima sesuatu rangsangan pembelajaran dan
mengolahnya mnggunakan pikiran (www.wikipedia.com//pengertian-belajar.html).
   Berbagai macam teori pembelajaran diperlukan, terutama dalam melaksanakan proses
pembelajaran, salah satunya teori kognitif. Teori ini memberikan banyak konsep dalam
psikologi perkembangan dan berpengaruh pula pada perkembangan kecerdasan.
   Teori ini membahas bagaimana seseorang tidak sekedar melibatkan hubungan
stimulus dengan respon, tetapi juga memperhatikan pemahaman presepsi tentang situasi
yang berhubungan dengan tujuan belajar, mengartikan interaksinya dengan tahapan
perkembangan, saat seseorang memperoleh cara baru dalam mempresentasikan informasi
secara langsung.
   Bagi para penganut teori kognitif , teori ini mengedepankan upaya memberikan
pemahaman kepada siswa dalam mendapat informasi melalui proses internal yang
mencakup ingatan, potensi, pengolahan, emosi, dan aspek-apsek kejiwaan lainnya.
   Teori ini menerapkan modifikasi antara situasi baru dengan struktur kognitif yang
dimiliki oleh seseorang karena proses belajar akan berkesan dengan baik jika materi
pelajaran atau informasi beradaptasi dengan struktur kognitif yang dimiliki seseorang
   Menurut Psikologi Kognitif, pengertian pembelajaran adalah usaha membantu siswa
atau anak didik mencapai struktur kognitif melalui pemahaman, sedangkan pengertian
belajar adalah perubahan pemahaman yang tidak selalu dapat dilihat selama dia
beraktivitas. Tokoh aliran ini adalah Piaget, David Ausubel, dan Jerome Brunner.




                                            4
B. Rumusan Masalah
  1. Apa yang dimaksud dengan pembelajaran menurut teori kognitif?
  2. Siapa saja tokoh aliran teori belajar kognitif?
  3. Mengapa teori belajar kognitif dipakai dalam mengatasi masalah belajar?
  4. Bagaimana penerapan teori belajar kognitif dalam kegiatan pembelajaran?


C. Tujuan Penulisan
  1. Mengetahui pengertian teori belajar kogntif.
  2. Mengklasifikasi perbedaan pendapat teori belajar kognitif menurut para ahli.
  3. Mengaplikasikan teori kognitif dalam kegiatan pembelajaran.




                                           5
                                        BAB II
                                      PEMBAHASAN


A. Teori Belajar Kognitif
       Belajar menurut teori kognitif, suatu aktivitas pembelajaran yang berkaitan
dengan penerimaan informasi,      re-organisasi perseptual    dan proses internal. Teori
belajar kognitif   sudah banyak digunakan pada kegiatan pembelajaran yaitu         dalam
merumuskan tujuan pembelajaran, dan mengembangkan strategi. Kebebasan, keaktifan,
kemandirian,dan keterlibatan siswa secara aktif dalam proses pembelajaran amat
diperhitungkan, agar belajar lebih bermakna bagi siswa.
       Menurut C. Asri Budiningsih (Belajar dan Pembelajaran:48-49) kegiatan belajar
mengikuti prinsip-prinsip berikut :
1. Siswa bukan sebagai orang dewasa yang mudah dalam proses berpikirnya. Mereka
   mengalami perkembangan kognitif melalui tahap tertentu.
2. Anak usia playgroup dan awal sekolah dasar akan belajar dengan baik, terutama jika
   menggunakan benda yang nyata
3. Keaktifan siswa dalam proses belajar amat penting, karena hanya dengan keaktifan
   siswa maka proses asimilasi dan akomodasi pengetahuan dan pengalaman dapat
   terjadi dengan baik.
4. Agar dapat menarik minat dan meningkatkan prestasi belajar perlu mengaitkan
   pengalaman/ masa lalu, informasi baru dengan struktur kognitif yang dimiliki.
5. Pemahaman akan meningkat jika materi pembelajaran disusun dengan menggunakan
   pola atau logika tertentu dari sederhana menuju komplek.
6. Perbedaan individu pada diri siswa perlu diperhatikan, karena faktor ini sangat
   mempengaruhi keberhasilan belajar siswa. Perbedaan tersebut contohnya motivasi,
   persepsi, kemampuan berpikir, pengetahuan awal, dsb.


       Teori belajar kognitif dianggap teori yang paling baik untuk mengembangkan
potensi belajar anak, hal ini disebabkan teori ini menekankan keaktifan anak. Teori ini
merubah pandangan anak yang dulu hanya berpandangan subyektif terhadap apa yang



                                           6
diamatinya akan berubah menjadi pandangan objektif melalui pertukaran ide-ide dengan
orang lain, karena anak diberikan kebebasan dalam berpikir dan mengutamakan
perkembangan kognitif melalui tahapan-tahapan tertentu


B. TEORI BELAJAR KOGNITIF MENURUT PARA AHLI
   1. Teori Kognitif Jean Piaget (1896-1980)
              Perkembangan kognitif merupakan suatu proses genetik, yaitu proses yang
   didasari mekanisme biologis perkembangan sistem syaraf. Piaget mengembangkan
   teori perkembangan kognitif yang cukup dominan selama beberapa abad. Dalam
   teorinya, Piaget membahas tentang bagaimana anak belajar,        menurutnya dasar
   belajar adalah aktivitas anak bila ia berinteraksi dengan lingkungan sosial dan
   lingkungan fisik. Anak tidak berinteraksi dengan lingkungan fisiknya sebagai suatu
   individu terikat, tetapi sebagai bagian dari kelompok sosial. Interaksi anak dengan
   masyarakat merupakan peran penting         dalam mengembangkan pandangannya
   terhadap alam. Semakin bertambahnya usia seseorang maka susunan sel syaraf
   mereka akan semakin kompleks dan kemampuannya akan meningkat
   Menurut Piaget, masyarakat menyesuaikan diri dengan tiga cara:
   a. Asimilasi
       Asimilasi terjadi ketika individu menggabungkan informasi baru ke dalam
       pengetahuan mereka yang sudah ada.
   b. Akomodasi
       Akomodasi terjadi ketika individu menyesuaikan diri dengan informasi baru.
    c. Disequilibrium dan Equilibrium
       Penyesuaian berkesinambungan antara asimilasi dan akomodasi. Disequilibrium
       terjadi apabila proses akomodasi dimulai ketika pengetahuan baru yang
       dikenalkan tidak cocok dengan struktur kognitif ada. Sedangkan equilibrium
       terjadi apabila struktur kognitif ditata kembali dan disesuaikan dengan
       pengetahuan baru. Sehingga pengetahuan baru dapat diakomodasi dan selanjutnya
       diasimilasi menjadi urutan dari umum ke rinci dalam bentuk baru.




                                          7
   Menurut Piaget, anak secara aktif membangun pengetahuan dengan cara
berinteraksi dengan lingkungan sekitar. Berdasarkan hasil interaksi anak, Piaget
mengembangkan empat skema yaitu:
a. Sensory Motor Stage (0-2 tahun)
   Pada tahap ini, perkembangan mental ditandai dengan kemajuan besar dalam
   kemampuan bayi untuk mengatur ekspresi (melihat dan mendengar) dan
   memanipulasi serta memindahkan objek pada tempat yang ia kehendaki melalui
   gerakan dan tindakan fisik.
b. Pra-Operational Stage (2-7 tahun)
   Pada tahap ini anak mulai melukiskan dunia dengan kata-kata dan gambar. Pada
   tahap ini anak sudah mampu mengetahui objek beserta isinya, akan tetapi anak
   lebih cenderung memusatkan perhatiannya melalui objek tersebut.
c. Concrete Operational Stage (7-11 tahun)
   Pada tahap ini anak melakukan penalaran logika menggantikan pemikiran intuisi
   sejauh pemikiran yang dapat diterapkan ke dalam contoh-contohnya yang spesifik
   dan nyata. Anak sudah menggunakan konsep kemungkinan
d. Formal Operational Stage (11-15 tahun)
   Pada tahap ini individu melampui dunia nyata, pengalaman-pengalaman nyata dan
   berpikir secara abstrak dan logis.
Perlu diingat selalu bahwa setiap tahap tidak bisa berpindah ke tahap berikutnya
apabila tahap sebelumnya belum bisa diselesaikan, di setiap selesainya tahapan,
umur tidak bisa menjadi patokan utama seseorang berada pada tahap tertentu, hal ini
disebabkan perbedaan perkembangan individu satu dengan yang lain.
www.blogcatalog.com/.../5a711cb251d6876313127e3461f500a6 - Tembolok

2. Teori Kognitif Jerome Bruner (1966)
   Bruner melihat perkembangan kognitif manusia berkaitan dengan kebudayaan,
terutama bahasa. Dalam bukunya Toward Theory of Instruction, menyatakan anak
belajar melalui tiga tahap:




                                        8
 a. Enactive
    Tahap dimana individu melakukan aktivitas yang berhubungan dengan usahanya
    memahami lingkungan dengan menggunakan pengetahuan motorik atau gerak
 b. Iconic
    Tahap dimana individu memahami lingkungannya melalui gambar dan visualisasi
    verbal atau berbicara.
 c. Symbolic
    Tahap individu memahami lingkungannya melalui gagasan abstrak yang banyak
    dipengaruhi bahasa dan logika.
 Dalam konteks lain Teori Burner juga menyatakan bahwa anak harus berperan aktif
 dalam belajar. Menurut “Discovery Learning” yaitu siswa mengorganisasi metode
 penyajian bahwa dengan cara dimana anak dapat mempelajari bahan, sesuai tingkat
 kemampuan anak.
 The Act of Discovery (Bruner)
 a. Adanya suatu kenaikan dari dalam potensi intelektual
 b. Ganjaran intrinsik lebih ditekankan daripada ekstrensik
 c. Murid mempelajari ‘Bagaiman menemukan sistem belajar baru?”
 d. Murid lebih senang mengingat informasi


 3. Teori Kognitif David Ausubel
    Teori belajar dari David Ausubel dikenal dengan “Belajar Bermakna” atau
Meaningfull Learning, Artinya, bahwa yang dipelajari anak memiliki fungsi bagi
kehidupannya. Menurut Ausubell, seseorang belajar dengan mengasosiasikan
fenomena baru ke dalam bayangan yang telah dimiliki. Dalam proses itu seseorang
dapat mengembangkan bayangannya yang ada atau mengubahnya. Dalam proses
belajar, siswa membangun apa yang dia pelajari sendiri
(www.blogcatalog.com/.../5a711cb251d6876313127e3461f500a6 - Tembolok)

  a. Langkah – langkah pembelajaran menurut Ausubel:
      1) Menentukan tujuan pembelajaran
      2) Melakukan indentifikasi karakteristik siswa (kemampuan awal, motivasi,
          gaya belajar)


                                        9
         3) Memilih materi pelajaran yang sesuia dengan karateristik siswa dan
             mengaturnya dalam bentuk konsep
         4) Menentukan topic-topik dan menampilkannya dalam bentuk Advance
             Organizer yang akan dipelajari siswa
         5) Melakukan penilaian proses dan hasil belajar siswa
     b. Dua hal yang perlu diperhatikan agar belajar menjadi lebih bermakna:
         1) Materi yang dipelajari haruslah merupakan materi yang bermakna, sesuai
             dengan struktur kognitif siswa
         2) Aktivitas belajar semestinya berlangsung dalam kondisi belajar yang
             bermakna
     Dalam konteks demikian aspek motivasional menjadi sangat penting, sebab tidak
     akan terjadi asimilasi pengetahuan baru jika siswa tidak memiliki pengetahuan
     bagaimana melakukannya? Meskipun kedua syarat tersebut telah terpenuhi, namun
     dalam belajar belum bermakna, karena masih diperlukan adanya advance orginizer,
     yaitu kerangka abstraksi atau ringkasan konseptual dari apa yang dipelajari.
     Bagi Ausubel advance organizer dapat memberikan tiga manfaat penting:
     a. Dapat menyediakan suatu kerangka konsep untuk materi yang akan dipelajari
     b. Berfungsi sebagai mnemonic (jembatan penghubung) anatara apa yang sedang
         dipelajari saat ini dengan apa yang akan dipelajari siswa
     c. Mampu membahas siswa untuk memahami bahan belajar secara lebih mudah


C. Aplikasi Teori Kognitif dalam Kegiatan Pembelajaran
Metode belajar yang dapat digunakan dalam kegiatan pembelajaran yaitu SQ3R, rumus
ini bersifat praktis dan dapat diaplikasikan dalam berbagai pendekatan belajar referensi:
http://indramunawar.blogspot.com/2009/06/teori-belajar-psikologi-kognitif.html          .
SQ3R diartikan sebagai berikut:
1. Survey diartikan meneliti atau mengidentifikasi seluruh teks
2. Question diartikan menyusun daftar pertanyaan
3. Read diartikan membaca berbagai referensi untuk mencari jawaban
4. Recite diartikan menghafal setiap jawaban
5. Review diarikan sebagai mengulang kembali seluruh jawaban


                                           10
   Proses belajar akan berjalan baik bila materi – materi belajar yang baru beradaptasi
secara klop dengan struktur kognitif yang dimiliki oleh siswa. Materi pembelajaran
sangat penting dan harus dipersiapkan agar pelakasanaan pembelajaran saat mencapai
sasaran. Mulai dari materi fakta, konsep, prinsip, prosedur dan sikap.
   Komponen yang diperlukan yakni sumber belajar yang dapat dimanfaatkan oleh guru
maupun murid dalam mempelajari materi pelajaran sehingga memudahkan murid dalam
memahami materi.
   Secara umum sumber belajar dapat berupa media cetak berupa buku, majalah, koran
yang sesuai dengan materi yang sedang dibahas di kelas. Media elektronik seperti
komputer, TV, radio yang berhubungan dengan dunia pendidikan. Prakteknya adalah
sebagai berikut
a) Guru menyusun materi dengan menggunakan pola dn logika tertentu dari sederhana ke
  kompleks
b) Belajar dengan memahami akan jauh lebih baik daripada hanya sekadar menghafal.
c) Memperhatikan perbedaan individual siswa untuk mencapai keberhasilan siswa


D. Kelebihan dan Kekurangan Teori Belajar Kognitif
   1. Kelebihan Teori Kognitif :
       a. Dapat meningkatkan kemampuan siswa untuk memecahkan masalah (problem
           solving).
       b. Dapat meningkatkan motivasi
       c. Melatih kemandirian anak dalam menambah ilmu di sekolah
   2.. Kekurangan Teori Kognitif:
     Karena guru bukan sumber belajar utama dan bukan kepatuhan siswa yang dituntut
     dalam refleksi atas apa yang telah di perintahkan dan dilakukan oleh guru. Maka
     dalam hal ini kewibawaan guru akan berkurang yang berdampak pada
     penghormatan seorang siswa kepada seorang guru juga akan berkurang.




                                            11
                                      BAB III
                                    PENUTUP


A. KESIMPULAN
           Teori kognitif adalah teori belajar yang lebih mementingkan proses belajar
  daripada hasil belajarnya. Pada teori kognitif, belajar diartikan sebagai perubahan
  pemahaman dan persepsi yang tidak selalu berbentuk tingkah laku manusia yang
  nampak. Teori kognitif juga lebih menekakan model belajar yang perseptual (Teori
  Belajar dan Pembelajaran: C. Asri Budiningsih).


B. SARAN
           Aplikasi   teori   kognitif dalam kegiatan pembelajaran     membutuhkan
  keterlibatan siswa secara aktif dalam belajar dengan memperhatikan seorang siswa
  berada pada tahap apa atau memperhatikan perkembangan struktur kognitif siswa.
           Teori kognitif juga dapat diterapkan dengan baik jika meteri belajar atau
  pengetahuan baru dapat beradaptasi dengan struktur kognitif yang telah dimiliki
  siswa.




                                         12
                              DAFTAR PUSTAKA


Budiningsih, C.A. (2008). Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: Rineka Cipta

H, Djali. 2007. Psikologi Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara

M, Dalyono. 1997. Psikologi Pendidikan. Jakarta: Rineka Cipta

Muhibin, Syah. 2002. Psikologi Pendidikan dengan Pendekatan Baru. Bandung: PT

Remaja Rosdakarya.

Sumanto, Wasty. 2006. Psikologi Pendidikan Landasan Kerja Pemimpin Pendidikan.

Jakarta: Rineka Cipta

Indramunawar,________,http://indramunawar.blogspot.com/2009/06/teori-belajar-

psikologi-kognitif.html, 22 September 2010, Pk 09.10

http: //neozonk.blogspot.com/2008/02/teori belajar.html, 22 September 2010, Pk 07.00

http: //wikipedia.com, 22 September 2010, Pk 07.30

valmband.multiply.com/journal/item/11 - Tembolok - Mirip, 22 September 2010, Pk

08.30

www.blogcatalog.com/.../5a711cb251d6876313127e3461f500a6          -   Tembolok,        22

September 2010, Pk 07.00




                                          13

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:46
posted:11/3/2012
language:Indonesian
pages:13