Docstoc

HUBUNGAN GURU DENGAN SISWA

Document Sample
HUBUNGAN GURU DENGAN SISWA Powered By Docstoc
					       Datar Isi   Admin    Opini Pendidikan        Forum Konselor       Forum Pengawas Sekolah   Download   Regulasi Pendidikan   Blog dan Web Pendidikan




       ← Arti Penting Kompetensi Kepribadian Guru


       Hubungan Guru dengan Siswa
       Posted on 28 Oktober 2012


                           Salah satu ciri dari sebuah profesi adalah adanya kode etik yang                                              makalah dan artikel manajemen pendidikan


                           menjadi pedoman bersikap dan berperilaku bagi para penyandang
                                                                                                                            Artikel Pendidikan Terbaru
                           profesi yang bersangkutan. Berdasarkan Undang-Undang No. 14                                        Hubungan Guru dengan Siswa
                           Tahun 2005, secara tegas dinyatakan bahwa guru adalah tenaga                                       Arti Penting Kom petensi
                                                                                                                              Kepribadian Guru
                           profesional yang berkewajiban untuk senantiasa menjunjung
                                                                                                                              KKN Tem atik Univ ersitas
                           tinggi Kode Etik Guru, agar kehormatan dan martabat guru dalam                                     Kuningan Tahun 2 01 2
       pelaksanaan tugas keprofesionalannya dapat terpelihara. Kode Etik Guru berisi                                          Penilaian Kinerja Guru, Kepala
                                                                                                                              Sekolah dan Pengawas Sekolah
       seperangkat prinsip dan norma moral yang melandasi pelaksanaan tugas dan layanan
                                                                                                                              “TENTANG PENDIDIKAN”
       profesional guru, sesuai dengan nilai-nilai agama, pendidikan, sosial, etika dan                                       m asuk 1 5 finalis ACER
       kemanusiaan.                                                                                                           GURARU Award 2 01 2


open in browser PRO version        Are you a developer? Try out the HTML to PDF API                                                                                 pdfcrowd.com
                                                                                                        Statistik Blog
       Tugas utama guru adalah berusaha mengembangkan segenap potensi siswanya secara                     9 ,6 86 ,3 2 7
       optimal, agar mereka dapat mandiri dan berkembang menjadi manusia-manusia yang
                                                                                                                            makalah dan artikel Bimbingan Konseling

       cerdas, baik cerdas secara fisik, intelektual, sosial, emosional, moral dan spiritual. Sebagai
       konsekuensi logis dari tugas yang diembannya, guru senantiasa berinteraksi dan
       berkomunikasi dengan siswanya. Dalam konteks tugas, hubungan diantara keduanya
       adalah hubungan profesional, yang diikat oleh kode etik. Berikut ini disajikan nilai-nilai
       dasar dan operasional yang membingkai sikap dan perilaku etik guru dalam berhubungan
       dengan siswa, sebagaimana tertuang dalam rumusan Kode Etik Guru Indonesia                                           makalah dan artikel manajemen pendidikan



       (KEGI):
                                                                                                        Diskusi Pendidikan
                                                                                                          ULIL AZMI BAGINDO pada
       1. Guru berperilaku secara profesional dalam melaksanakan tugas mendidik, mengajar,                Kom ponen-
                                                                                                          Kom ponen Kurikulum
          membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi proses dan hasil
                                                                                                          Asep Awaludin pada Hubungan
          pembelajaran.                                                                                   Guru dengan Siswa
       2. Guru membimbing peserta didik untuk memahami, menghayati dan mengamalkan                        Anony m ous pada Kom ponen-
                                                                                                          Kom ponen Kurikulum
          hak-hak dan kewajiban sebagai individu, warga sekolah, dan anggota masyarakat.
                                                                                                          M. Ichsan pada Hubungan
       3. Guru mengetahui bahwa setiap peserta didik memiliki karakteristik secara individual             Guru dengan Siswa
          dan masing-masingnya berhak atas layanan pembelajaran.                                          sutrisno pada Sebuah Harapan
                                                                                                          tentang Rencana
       4. Guru menghimpun informasi tentang peserta didik dan menggunakannya untuk
                                                                                                          Pem berlakuan Kurikulum Baru
          kepentingan proses kependidikan.
       5. Guru secara perseorangan atau bersama-sama secara terus-menerus berusaha                      Ikuti Blog ini
                                                                                                        Masukkan alamat e-mail Anda
          menciptakan, memelihara, dan mengembangkan suasana sekolah yang menyenangkan                  dalam kolom di bawah ini lalu klik
                                                                                                        "DAFTAR".
          sebagai lingkungan belajar yang efektif dan efisien bagi peserta didik.
       6. Guru menjalin hubungan dengan peserta didik yang dilandasi rasa kasih sayang dan              Bergabunglah dengan 8.7 82
                                                                                                        pengikut lainny a.
          menghindarkan diri dari tindak kekerasan fisik yang di luar batas kaidah pendidikan.
       7. Guru berusaha secara manusiawi untuk mencegah setiap gangguan yang dapat
          mempengaruhi perkembangan negatif bagi peserta didik.
       8. Guru secara langsung mencurahkan usaha-usaha profesionalnya untuk membantu                     DAFTAR !
          peserta didik dalam mengembangkan keseluruhan kepribadiannya, termasuk
open in browser PRO version   Are you a developer? Try out the HTML to PDF API                                                                        pdfcrowd.com
            kemampuannya untuk berkarya.
                                                                                                          TENTANG PENDIDIKAN
       9.   Guru menjunjung tinggi harga diri, integritas, dan tidak sekali-kali merendahkan
                                                                                                               Suka
            martabat peserta didiknya.
      10.   Guru bertindak dan memandang semua tindakan peserta didiknya secara adil.            6,182 orang menyukai TENTANG PENDIDI

      11.   Guru berperilaku taat asas kepada hukum dan menjunjung tinggi kebutuhan dan hak-
            hak peserta didiknya.
      12.   Guru terpanggil hati nurani dan moralnya untuk secara tekun dan penuh perhatian        T eh      Saiiya        Siti


            bagi pertumbuhan dan perkembangan peserta didiknya.
      13.   Guru membuat usaha-usaha yang rasional untuk melindungi peserta didiknya dari
            kondisi-kondisi yang menghambat proses belajar, menimbulkan gangguan kesehatan,        N ur

            dan keamanan.
      14.   Guru tidak boleh membuka rahasia pribadi peserta didiknya untuk alasan-alasan yang
                                                                                                   P lugin s os ial Fac ebook
            tidak ada kaitannya dengan kepentingan pendidikan, hukum, kesehatan, dan
            kemanusiaan.
      15.   Guru tidak boleh menggunakan hubungan dan tindakan profesionalnya kepada peserta
            didik dengan cara-cara yang melanggar norma sosial, kebudayaan, moral, dan agama.
      16.   Guru tidak boleh menggunakan hubungan dan tindakan profesional dengan peserta
            didiknya untuk memperoleh keuntungan-keuntungan pribadi.


       Dalam kultur Indonesia, hubungan guru dengan siswa sesungguhnya tidak hanya
       terjadi pada saat sedang melaksanakan tugas atau selama berlangsungnya pemberian
       pelayanan pendidikan. Meski seorang guru sedang dalam keadaan tidak menjalankan
       tugas, atau sudah lama meninggalkan tugas (purna bhakti), hubungan dengan siswanya
       (mantan siswa) relatif masih terjaga. Bahkan di kalangan masyarakat tertentu masih
       terbangun “sikap patuh pada guru” (dalam bahasa psikologi, guru hadir sebagai
       “reference group”). Meski secara formal,        tidak lagi    menjalankan tugas-tugas
       keguruannya, tetapi hubungan batiniah antara guru dengan siswanya masih relatif kuat,
       dan sang siswa pun tetap berusaha menjalankan segala sesuatu yang diajarkan gurunya.

open in browser PRO version   Are you a developer? Try out the HTML to PDF API                                                    pdfcrowd.com
       Dalam keseharian kita melihat kecenderungan seorang guru ketika bertemu dengan
       siswanya yang sudah sekian lama tidak bertemu. Pada umumnya, sang guru akan tetap
       menampilkan sikap dan perilaku keguruannya, meski dalam wujud yang berbeda dengan
       semasa masih dalam asuhannya. Dukungan dan kasih sayang akan dia tunjukkan. Aneka
       nasihat, petatah-petitih akan meluncur dari mulutnya.


       Begitu juga dengan sang siswa, sekalipun dia sudah meraih kesuksesan hidup yang jauh
       melampaui dari gurunya, baik dalam jabatan, kekayaan atau ilmu pengetahuan, dalam hati
       kecilnya akan terselip rasa hormat, yang diekspresikan dalam berbagai bentuk, misalnya:
       senyuman, sapaan, cium tangan, menganggukkan kepala, hingga memberi kado tertentu
       yang sudah pasti bukan dihitung dari nilai uangnya. Inilah salah satu kebahagian seorang
       guru, ketika masih bisa sempat menyaksikan putera-puteri didiknya meraih kesuksesan
       hidup. Rasa hormat dari para siswanya itu bukan muncul secara otomatis tetapi justru
       terbangun dari sikap dan perilaku profesional yang ditampilkan sang guru ketika masih
       bertugas memberikan pelayanan pendidikan kepada putera-puteri didiknya.


       Belakangan ini muncul keluhan dari beberapa teman yang menyatakan bahwa anak-anak
       sekarang kurang menunjukkan rasa hormatnya terhadap guru. Jangankan setelah mereka
       lulus, semasa dalam pengasuhan pun mereka kadang bersikap kurang ajar. Jika memang
       benar adanya, tentu hal ini sangat memprihatinkan. Adalah hal yang kurang bijak jika kita
       hanya bisa menyalahkan mereka, tetapi mari kita berusaha merefleksi kembali hubungan
       kita dengan putera-puteri didik kita, sejauhmana kita telah menjalin hubungan dengan
       putera-puteri didik kita, dengan didasari nilai-nilai sebagaimana diisyaratkan dalam kode
       etik di atas. Jangan-jangan itulah faktor penyebab sesungguhnya.


       Berdasarkan uraian di atas tampak bahwa hubungan guru dengan siswa tidak hanya
       dikemas dalam bahasa profesional tetapi juga dalam konteks kultural. Oleh karena itu,
       mari kita (saya dan Anda semua) terus belajar untuk sedapat mungkin berusaha menjaga
open in browser PRO version   Are you a developer? Try out the HTML to PDF API                     pdfcrowd.com
       kode etik guru, kita jaga hubungan dengan putera-puteri didik kita secara profesional dan
       kultural, agar kita tetap menjadi guru yang sejatinya.
       =========


       Materi Terkait:


       1. Profesionalisme Guru
       2. Menjadi Guru Profesional
       3. Peran Guru Sebagai Pembimbing
       4. Pemberdayaan Guru
       5. Guru yang Selalu Dikagumi dan Dikenang Muridnya


       =========


                    Ayo Bergabung dengan Gerakan Indonesia Berkibar! >>>




       Bagikan dan beri     Facebook 40        LinkedIn 1        Twitter 2       Tumblr   Digg   Google +1
       umpan balik!

       Like this:         ★Suka   One blogger likes this.




                          T entang AKHMAD SUDRAJAT



open in browser PRO version   Are you a developer? Try out the HTML to PDF API                               pdfcrowd.com
                             T entang AKHMAD SUDRAJAT
                             ==Ω== seorang praktisi pendidikan di Kabupaten Kuningan ==Ω==
                             Lihat semua tulisan dari AKHMAD SUDRAJAT →




       Catatan ini telah ditulis dalam Pendidikan Indonesia dan di-tag dengan Artikel, Kompetensi Guru, Pendidikan,
       Refleksi. Penunjuk permalink.

       ← Arti Penting Kompetensi Kepribadian Guru



       22 Respon untuk Hubungan Guru dengan Siswa

                 Asep Awaludin berkata:
                 2 November 2012 pada 09:17


                 Alhamdulillah, ada pencerahan bagi kita semua. Terima Kasih.


                         Sama-sama, semoga bermanfaat




                 M. Ichsan berkata:
                 1 November 2012 pada 20:29


                 Postingan yg bagus dan ispirasi buat saya. Ijin share ya. Makasih …!


                         Terima kasih, silahkan dan selamat berbagi!




open in browser PRO version        Are you a developer? Try out the HTML to PDF API                                   pdfcrowd.com
               Anonymous berkata:
               1 November 2012 pada 12:21


               begitu mulia guru,….namun kini,…banyak jalan untuk menhempaskan guru, yang
               buta hukum dan peradilan



               Anonymous berkata:
               1 November 2012 pada 12:19


               Begitu mulia,…………namun kini begitu rawan….cacian dan sasaran cemoohan n
               kesalahan,…..maka hati-hatilah menjaga martabat itu


                      Saya melihat fenomena ini muncul sangat kuat justru setelah
                      adanya upaya profesionalisasi guru, yang dikukuhkan melalui UU
                      No. 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, dan diembel-embeli
                      dengan sertifikat sebagai guru profesional beserta tunjangan
                      profesinya. Di sisi lain, harapan masyarakat terhadap guru juga
                      semakin tinggi.




               Marwandi Ateuk berkata:
               1 November 2012 pada 11:43


               mari kita melihat kembali pesan orang tua : Kalau guru kencing sambil berdiri,
               maka siswa akan kencing sambil berlari. Kalau kita tidak pernah menghargai
               (menghormati) orang lain jangan mimpi kita akan dihargai (dihormati) oleh orang
               lain
open in browser PRO version    Are you a developer? Try out the HTML to PDF API                  pdfcrowd.com
                       Ini adalah salah satu nilai tentang guru yang berkembang di
                       masyarakat, yang tampaknya masih tetap relevan hingga saat ini
                       dan mungkin tidak akan pernah lekang dimakan jaman




               siscaamellya berkata:
               31 Oktober 2012 pada 14:47


               Have a good day yah …


                       Keep spirit and always be happy




               Juliyono berkata:
               31 Oktober 2012 pada 14:40


               Ya memang begitulah idealnya seorang pendidik dan penransfer ilmu ke generus
               kita…..
               Jayalah wahai para guru…
               Jayalah kita…..
               Namun di lapangan kadang kita beda dengan idealis yang demikian…..
               Emosional guru kadang ikut berbicara manakala menghadapi siswa-siswi yang
               sudah terkontaminasi budaya yang tidak adi luhung lagi… bahkan dengan gurunya
               sudah tidak hormat lagi alias penghinaan…. lantas apa yang harus kita benahi di
               sini……????

open in browser PRO version    Are you a developer? Try out the HTML to PDF API                  pdfcrowd.com
                       Tugas guru adalah berusaha membimbing untuk meluruskan apa
                       yang bengkok pada diri anak, sehingga mereka bisa tetap
                       menyesuaikan diri secara sehat dan positif well adjusment dengan
                       lingkungan kehidupannya yang semrawut dan tak menentu




               yusefendi berkata:
               31 Oktober 2012 pada 11:22


               Pak tulisannya bagus saya mohon ijin untuk mempublikasikannya di website
               sekolah, semoga kita menjadi guru yang sejati, saat ini banyak guru yang tidak
               mampu memberikan tauladan kepada siswa. sehingga terkadang guru kehilangan
               harga diri

                       Terima kasih, Pak, silahkan saja dan semoga bermanfaat




               Aplikasi Try Out Plus berkata:
               31 Oktober 2012 pada 10:29


               guru adalah pencerah jalan bagi penerus bangsa kita…jadi hidup terus guru-guru
               indonesia…semoga ilmu yang engkau berikan bermanfaat di dunia dan adkhirat….
               amiiin….


               sekalian numpang promosi Aplikasi saya…Try Out Plus….

                       Mari kita bangun martabat profesi kita dengan selalu berpegang
open in browser PRO version    Are you a developer? Try out the HTML to PDF API                 pdfcrowd.com
                       Mari kita bangun martabat profesi kita dengan selalu berpegang
                       diri pada kode etik, dan menjaga hubungan profesional dan kultural
                       dengan putera-puteri didik kita




               suaidinmath berkata:
               30 Oktober 2012 pada 18:33


               Reblogged this on SUAIDINMATH'S BLOG and commented:
               salut

                       Terima kasih, Pak




               suaidinmath berkata:
               30 Oktober 2012 pada 17:42


               kembali ke KODE ETIK GURU INDONESIA

                       Benar, Pak! Jangan sekali-kali melupakannya, agar kita tidak
                       kehilangan jati diri kita sendiri sebagaiseorang guru




               Sawali Tuhusetya berkata:
               30 Oktober 2012 pada 17:32


               tulisan yang mencerahkan, pak. Saya sepakat kalau hubungan guru-murid
open in browser PRO version    Are you a developer? Try out the HTML to PDF API             pdfcrowd.com
               idealnya tidak sebatas karena profesi semata, tetapi juga karena faktor budaya,
               sehingga kebekuan hubungan yang selama ini muncul bisa cair. salam edukasi.

                       Terima kasih, Pak,
                       Saya ingin menepis pemikiran bahwa profesional itu sering
                       dikaitkan dengan “upah”. Semakin tinggi tingkat profesionalitas
                       sseorang, semakin tinggi pula bayarannya.
                       Dengan bingkai kultur, tugas guru barangkali tidak harus
                       selamanya seperti itu




               minto tulus berkata:
               30 Oktober 2012 pada 07:54


               Guru kembali menjadi suri tauladan yang baik, biar anak ddik kita tidak
               kehilangan figur ketauladanan di sekolah.


                       Di tenah-tengah suasana ambigu nilai seperti sekarang ini, anak-
                       anak mengalami kesulitan menemukan tokoh panutan, jika
                       keteladanan itu tersedia dalam guru tentu akan sangat membantu
                       siswa dalam mengembangkan karakternya




               joko utomo guru sma negeri 99 jakarta berkata:
               30 Oktober 2012 pada 00:53


               Betul pak semoga banyak menyampaikan pesan dari tulisan ini sehingga KITA
open in browser PRO version    Are you a developer? Try out the HTML to PDF API                  pdfcrowd.com
               SEBAGAI GURU KEMBALI PADA FALSAFAH TUT WURI HANDAYANI


                       Sekaligus juga bisa tampil sebagai sosok ING NGARSO SING
                       TULODO




               ahmad hamid berkata:
               29 Oktober 2012 pada 20:38


               okey,untuk itu seorang guru harus tahu dirinya sebagai orang yang digugu dan
               ditiru, jangan sampai anak kita salah tiru, contoh yang tidak baik yang ditiru anak
               kita, wassalam

                       Dengan tampil sebagai sosok yang layak digugu dan ditiru, semoga
                       anak-anak kita tidak kehilangan model




               hanna berkata:
               29 Oktober 2012 pada 10:09


               Ini sudah saya sadari beberapa tahun yg lalu saat masih mengajar di sekolah. …
               Permasalahannya adalah perubahan kultur secara global tidak segera diantisipasi
               oleh pihak para pendidik (termasuk orangtua) yg cenderung memprioritaskan
               nilai2 materialis. .. Sehingga menggerus keluhuran budipekerti… Tapi secara positif
               thingking,insya Allah sejalan dengan berkembangnya pemikiran pendidikan
               karakter akan mengangkat kembali nilai2 kualitas hubungan guru dan siswa dari
               berbagai sudut pandang. Amiin
open in browser PRO version    Are you a developer? Try out the HTML to PDF API                      pdfcrowd.com
                       Seorang pendidik seyogyanya bergerak atas dasar nilai dan motif
                       altruistik,– keinginan untuk melayani dan membahagiakan orang
                       lain, bukan individual-materialistik.




               Anonymous berkata:
               29 Oktober 2012 pada 09:55


               Oke, terima kasih sharenya! Kami akan berusaha menyampaikan apa yang terbaik
               buat peserta didik kita!


                       Selamat berkarya untuk putera puteri didik kita, think the best and
                       do the best!




               Anonymous berkata:
               29 Oktober 2012 pada 09:46


               Jadilah guru yang selalu dirindukan, gitu ya pak!

                       Bisa juga seperti itu




               Tetik Firawati berkata:
               29 Oktober 2012 pada 00:08
open in browser PRO version    Are you a developer? Try out the HTML to PDF API               pdfcrowd.com
               semangat mengajar            saya juga ingin menjadi seorang guru..

                       Amin, semoga kita dapat menjadi guru yang sejatinya




               Amer Dat berkata:
               28 Oktober 2012 pada 22:59


               saya kepingin mendapatkan buku2 karangan as, bagaimana caranya

               ________________________________


                       Saya baru sempat menulis tiga buku, dan dua diantaranya saya
                       publish di blog ini. Terima kasih




               Esti berkata:
               28 Oktober 2012 pada 21:10


               Intinya jika para guru konsisten dengan perilaku, sikap dan keteladanan
               sebagaimana seharusnya dilakukan seorang guru maka hubungan dengan siswa
               akan tetap terjaga sebagaimana yang dipaparkan bapak Sudrajat bahwa
               senyuman, sapaan, cium tangan, dan menganggukkan kepala menjadi sesuatu yang
               luar biasa.


                       Benar sekali Bu… kebahagiaan yang tidak bisa diukur dengan
open in browser PRO version    Are you a developer? Try out the HTML to PDF API               pdfcrowd.com
                       materi




               nurul aini berkata:
               28 Oktober 2012 pada 19:18


               betul pak, semua kembali pada diri kita sendiri

                       Itulah pentingnya kemampuan determinasi diri




       Silahkan beri umpan balik untuk pendalaman materi ini...

        Enter your comment here...




    AKHMAD SUDRAJAT: TENTANG PENDIDIKAN                                            Tema: Twenty Ten   Blog pada WordPress.com.




open in browser PRO version     Are you a developer? Try out the HTML to PDF API                                     pdfcrowd.com

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Stats:
views:177
posted:11/2/2012
language:Malay
pages:15
Description: Sebagai konsekuensi logis dari tugas yang diembannya, guru senantiasa berinteraksi dan berkomunikasi dengan siswanya. Dalam konteks tugas, hubungan diantara keduanya adalah hubungan profesional, yang diikat oleh kode etik.