Documents
Resources
Learning Center
Upload
Plans & pricing Sign in
Sign Out

Memaknai Hari Sumpah Pemuda

VIEWS: 27 PAGES: 1

									Hari ini 28 Oktober 2012, hari yang bersejarah bagi para pemuda di negeri ini. Masih ingatkah atau sudah
lupa? Peristiwa 84 tahun silam, dimana pemuda di negeri ini, kala itu bersatu dan berikrar "Kami poetera
dan poeteri Indonesia, mengakoe bertoempah darah jang satoe, tanah Indonesia." "Kami poetera dan
poeteri Indonesia, mengakoe berbangsa jang satoe, bangsa Indonesia". "Kami poetera dan poeteri
Indonesia, mendjoendjoeng bahasa persatoean, bahasa Indonesia." Ya, sejak SD kita sudah mengenal
dan diajarkan tentang "Sumpah Pemuda" oleh guru-guru kita ketika itu. Namun apakah itu semua hanya
sebagai bentuk pelajaran sejarah semata? Atau sebagai simbolis saja bagi para generasi muda untuk
mengerti akan peristiwa itu pernah terjadi di negeri ini? Memang tak dapat kita pungkiri, "Sumpah
Pemuda" dulu yang menjadi pemersatu bagi pemuda di negeri ini, yang terdiri dari organisasi-organisasi
pemuda di seluruh tanah air, Jong Java, Jong Ambon, Jong Celebes, Jong Batak, Jong Sumatranen
Bond, Jong Islamieten Bond, Sekar Rukun, PPPI, Pemuda Kaum Betawi, dan lain sebagainya, kini itu
semua memudar dan manjadi simbolis semata yang diajarkan di sekolah-sekolah maupun
diperdengarkan ketika upacara bendera. Sebenarnya, Sumpah pemuda bukanlah hanya berfungsi
sebagai pengingat atau simbolis semata seperti yang terjadi pada saat ini, bahkan banyak diantara kita,
"LUPA" bahkan menganggap "TAK PENTING" akan Sumpah Pemuda itu sendiri. Yang terjadi saat ini
justru, banyak pemuda yang lebih hafal dan mengingat tentang "KOREA" ntah artisnya, group bandnya,
ataupun berbagai drama film yang disiarkan oleh negeri gingseng ini. Inilah dampak yang sangat besar
ketika gelombang globalisasi menyerang negeri ini di berbagai sektor, baik ekonomi, sosial, budaya,
politik dan pendidikan. Lantas salah siapakah ini semua? Tidak ada yang salah juga tidak ada yang
benar, sekarang yang terpenting semua elemen di negeri ini baik Pemerintah, Media massa, Masyrakat,
Generasi Muda harus bersatu seperti halnya ketika peristiwa Sumpah Pemuda diikrarkan dan menjadi
pemersatu bagi semua organisasi pemuda kala itu. Bersatu bukanlah hanya sebagai wujud simbolis
semata, namun sebagai bentuk usaha bersama, dalam menghadapi terpaan globalisasi saat ini. Dengan
saling mendukung dan melengkapi dari berbagai lapisan elemen yang ada di negeri ini, tak mustahil jika
kita mampu bangkit dan mengalahkan terpaan globalisasi itu sendiri. Sumpah Pemuda pun akan lebih
berarti jika diterapkan nilai-nilainya dalam keseharian kita, dalam hal yang paling kecil dulu, semisal rasa
suka akan negeri KOREA jangalah melebihi akan kecintaan kita kepada bumi pertiwi ini, ntah tentang
bahasa, budaya, ataupun berbagai nyayian yang sering kita dengarkan. Memang itu adalah hak tiap
individu, untuk menentukan apa yang dia sukai, namun dalam hal ini, bukanlah hanya tentang "rasa
suka" dan "idola", namun ini semua tentang "Nasionalisme" dan "Persatuan Bangsa" yang tak akan
mungkin bisa terwujud jika kita masih menyukai dan mengidolakan negeri lain bukan negeri kita sendiri.
Memang tak dapat kita pungkiri, apa yang terjadi di negeri kita ini, pemerintahan yang tercemar oleh
kelakuan korupsi, pendidikan yang menjadi komerialisasi, budaya yang menjadi simbolik semata dan
hanya untuk pariwisata, sejarah yang ditutup-tutupi hingga dilupakan keasliannya, rakyat miskin dan
banyak anak putus sekolah, inilah permasalahan negeri ini, yang terkadang membuat kita malu dan
berpaling ke negeri lain. Namun betapapun terpuruk kondisi negeri ini, jangalah pernah untuk berpaling
dan meninggalkannya, karena "KITA" yang mampu untuk merubahnya menjadi lebih baik dari
sebelumnya. Sumpah pemuda mengajarkan kita, tentang kebanggaan dan kecintaan akan berbangsa
Indonesia, berbahasa Indonesia, bertanah air Indonesia. Jika momentum Hari Sumpah Pemuda ini,
mampu kita resapi bersama dan menjadi kebangkitan bersama untuk berjuang bersama sesuai dengan
kemampuan dan bidang kita, baik sebagai rakyat biasa, pelajar/mahasiswa, pendidik/guru, media massa,
maupun pemerintah. Sekali lagi, kita pasti bisa jika kita bersatu dan bangkit bersama! Selamat Hari
Sumpah Pemuda! Gelorakan jiwa mudamu untuk membangun negeri ini!

								
To top