Docstoc

contoh-jurnal-psikologi-pengenalandiri avin

Document Sample
contoh-jurnal-psikologi-pengenalandiri avin Powered By Docstoc
					JURNAL PSIKOLOGI
1998, No. 2, 47 - 55


   EFEKTIVITAS PELATIHAN PENGENALAN DIRI TERHADAP
     PENINGKATAN PENERIMAAN DIRI DAN HARGA DIRI

        Muryantinah Mulyo Handayani, Sofia Ratnawati, Avin Fadilla Helmi
                           Universitas Gadjah Mada


                                      ABSTRACT
        The present research, based on Johary window’s concept, was designed to test the
hypothesis that self-knowledge training effective to the increased self-acceptance and
self-esteem score’s subjects.

        The research design was pre-test post-test control group design. Thirty-four
subject participated and divided into two group, one experiment group and one control
group. The groups filled out 2 scales, elf-accptance and self-esteemscales before (pre-
test) and after (posy-test) training. Result showed that self-acceptance and self-esteem
scores of subjects in the experiment group are higher than the control group. The self-
knowledge training effectively increased self-acceptance and self-esteem subjects.
Keyword: self-acceptance, self-esteem


    Individu dalam rentang kehidupannya        mengahadapi masalah yang kompleks.
akan selalu berhadapan dengan berbagai         Namun demikian, tidak semua orang
masalah. Hanya saja masalah yang               dapat menilai dirinya sendiri dengan tepat
dihadapi oleh individu satu akan               dan bahkan ada kecenderungan lebih
mempunyai bentuk dan tingkat kesulitan         mudah untuk selalu menilai orang lain
yang berbeda dengan yang lainnya.              atau mengalami self-serving bias.
Masalah-masalah yang dihadapi individu             Pengenalan diri merupakan salah satu
sekarang ini begitu kompleks, yang             cara     untuk       membantu       individu
dihadapi manusia dalam waktu yang              memperoleh self-knowledge dan self-
bersamaan,     sehingga    membutuhkan         insight yang sangat berguna bagi proses
ketrampilan pemecahan masalah yang             penyesuaian        diri      yang       baik
strategis, yang dilandasi oleh tujuan          danmerupakansalah satu kriteria mental
hidup seseorang. Tanpa tujuan hidup            yang          sehat.         Self-knowledge
yang jelas, individu akan mengalami            membutuhkan suatu kemampuan untuk
kesulitan-kesulitan dalam mengarungi           menemukan aset pribadi yang dimiliki
kehidupan ini.                                 sehingga kelemahan-kelemahan yang ada
    Salah satu cara untuk mencapai             dapat dikurangi atau dihilangkan.
tujuan hidup adalah dengan cara lebih          Pengetahuan tentang diri ini akan
mengenal diri sendiri, yaitu apakah            mengarah pada self-objectivity dan self-
kekuatan-kekuatan diri dan apakah              acceptance.
kelemahan-kelemahan      diri.   Dengan            Penerimaan diri adalah sejauhmana
demikian menyadari ‘siapa saya’                seseorang dapat menyadari dan mengakui
dan’saya     ingin    menjadi     siapa’,      karakteristik           pribadi          dan
merupakan      dasar   berpijak    dalam       menggunakannya          dalam      menjalani


                                                                       ISSN : 0215 - 8884
JURNAL PSIKOLOGI
1998, No. 2, 47 - 55


kelangsungan         hidupnya.      Sikap   tingkat individu meyakini dirinya sendiri
penerimaan diri ditunjukkan oleh            sebagai mampu, penting, berhasil dan
pengakuan seseorang terhadap kelebihan-     berharga.
kelebihannya       sekaligus    menerima        Harga diri berkembang sesuai dengan
kelemahan-kelemahannya tanpa menya-         kualitas interaksi individu dengan
lahkan orang lain dan mempunyai             lingkungannya. Subjek dapat meingkat
keinginan yang terus menerus untuk          harga dirinya setelah diberikan terror
mengembangkan diri.                         management (Baron, 1994). Harga diri
    Penerimaan diri merupakan variabel      akan      meningkat     bila    diberikan
yang penting dan telah teruji dalam         kesempatan memproleh sukses lebih
berbagai terapi Gestalt dan Rogerian.       besar (James dalam Hewitt, 1988).
Pengembangan kesadaran diri dan             Beberapa penelitian di Indonesia telah
penerimaan diri individu merupakan          menunjukkan ahwa harga diri dapat
objek utama terapi Gestalt (Carson dan      ditingkatkan melalui pelatihan asertivitas
Butcher, 1992) yang mengarah pada           (Hidayati, 1995).
aktualisasi diri (Golstein dalam Sarason,       Dalam penelitian ini, peneliti
1972). Objek utama terapi Rogerian          menyusun pelatihan pengenalan diri yang
adalah memecahkan keadaan yang tidak        didasarkan atas konsep jendela Johari
harmoni        (inconcruence)     dengan    (Helmi, 1995). Upaya pengenalan diri
membantu klien untuk dapat menerima         pada dasarnya dapat dijelaskan melalui
dan menjadi diri sendiri (Carson &          teori persepsi diri (self perception
Butcher, 1992). Penerimaan diri dapat       theory), teori perbandingan sosial (social
dicapai apabila aspek-aspek dari self       comparison theory) maupun umpan
dalam keadaan congruence, di mana           balik. Teori persepsi diri menyatakan
penerimaan diri individu sesuai dengan      bahwa seseorang memahami sikap dan
keadaan yang sebenarnya (real self) dan     emosinya sebagian melalui pengamatan
keadaan yang diinginkannya (ideal self).    yang dilakukan terhadap perilaku atau
    Penerimaan diri berkaitan dengan        lingkungan di mana perilaku itu terjadi.
konsep diri yang positif. Seseorang         Melalui metode introspeksi orang akan
dengan konsep diri yang positif dapat       mengerti apa yang dilakukan dan
memahami dan menerima fakta-fakta           bagaimana seseorang merasakan dan
yang begitu berbeda dengan dirinya,         bereaksi. Festinger (dalam Sears, 1985)
orang dapat menyesuaikan diri dengan        menyatakan teori perbandingan sosial
seluruh pengalaman mentalnya sehingga       dalam dua gagasan besar yaitu oran
evaluasi tentang dirinya juga positif       mempunyai           dorongan        untuk
(Calhoun dan Acocella, 1990).               mengevaluasi dirinya sendiri dan dalam
    Jika membicarakan evaluasi diri         ketiadaan      patokan,    orang     akan
berarti membicarakan self dari komponen     mengevaluasi melalui perbandingan
afektif yaitu harga diri. Harga diri        dengan orang lain. Orang yang dijadikan
dikatakan Coopersmith (dalam Hidayati,      perbandingan adalah orang yang dinilai
1995)     sebagai     evaluasi   individu   mempunyai kesamaan atribut dengannya
mengenai hal-hal yang berkaitan dengan      (Brigham, 1991).
dirinya, yang mengekspresikan sikap             Teknik pengenalan diri dapat
setuju atau tidak setuju dan menunjukkan    dijelaskan melalui konsep jendela Johari,




                                                                    ISSN : 0215 - 8884
JURNAL PSIKOLOGI
1998, No. 2, 47 - 55


yang melukiskan hubungan interpersonal          diungkapkan        dengan       Skala
sebagai 4 jendela. Masing-masing sel            Penerimaan Diri.
menunjukkan daerah self yaitu daerah         2. Harga diri adalah evaluasi yang
publik, buta, tersembunyi, dan tidak            dibuat oleh individu mengenai hal-hal
disadari (helmi, 1995). Masing-masing           yang berkaitan dengan dirinya, yang
individu mempunyai pola matrik sel yang         mengekspresikan suatu sikap setuju
berbeda tetapi tujuan dari pelatihan            atau tidak setuju dan menunjukkan
pengenalan diri memperluas daerah               tingkat di mana individu itu meyakini
publik. Adapun tekniknya adalah                 dirinya sendiri sebagai mampu,
pengngkapan diri memperluas daerah              penting, berhasil, dan berharga.
publik dengan cara mempersempit daerah          Variabel ini akan diungkap dengan
tersembunyi dan teknik menerima umpan           Skala Harga Diri.
balik yaitu memperluas daerah publik         3. Pelatihan pengenalan diri merupakan
dengan mempersempit daerah buta.                bentuk pelatihan yang disusun untuk
Dengan semakin meluasnya daerah                 membantu individu dalam mengenali
publik maka diharapkan orang akan lebih         dirinya melalui proses pengungkapan
tepat memandang dan menilai apa yang            diri dan umpan balik. Metode yang
dirasakan, difikirkan, dan apa yang akan        digunakan        adalah      ceramah,
dilakukan dan dalam penelitian ini akan         permainan, diskusi, dan introspeksi.
difokuskan pada penerimaan diri dan
harga diri, semakin meningkat.               C. Subjek Penelitian
                                                 Subjek dalam penelitian ini adalah
Hipotesis                                    mahasiswa         Fakultas       Psikologi
    Setelah   mendapatkan      pelatihan     Universitas Islam Indonesia Yogyakarta.
pengenalan diri, penerimaan diri dan         Dari 70 yang mendaftarkan diri, jumlah
harga diri subjek kelompok eksperimen        yang hadir dalam acara briefing sebanyak
lebih tinggi dibandingkan dengan             34 orang dan terbagi dalam dua
sebelum mendapatkan pelatihan.               kelompok. Pada awalnya peneliti
                                             menetapkan kategori harga diri rendah
METODE PENELITIAN                            yang sebagai subjek penelitian, tetapi
A. Identifikasi Variabel                     karena kekurangan subjek maka subjek
    Variabel-variabel dalam penelitian ini   penelitian adalah yang mempunyai
adalah:                                      kategori harga diri rendah dan sedang.
1. Variabel bebas : pelatihan pengenalan
                    diri                     D. Alat Pengumpul Data
2. Variabel tergantung : penerimaan diri     1. Skala Penerimaan Diri
                          dan harga diri         Skala penerimaan diri merupakan
                                             gabungan dari Expressed Acceptance on
B. Definisi Operasional                      Scale Test dari Berger (1952) sebanyak
1. Penerimaan diriadalah sejauh mana         36 butir dan Self Acceptance Scale dari
   seseorang menerima karakteristik          Phillips (1951) sebanyak 25 butir.
   personalnya dan menggunakannya            Adapun aspek-aspek penerimaan adalah
   untuk     menjalani   kelangsungan        (1)    mempunyai     keyakinan    akan
   hidupnya.    Variabel   ini   akan        kemampuan        dalam     menghadapi
                                             kehidupan, (2) sikap dan perilakunya



                                                                     ISSN : 0215 - 8884
JURNAL PSIKOLOGI
1998, No. 2, 47 - 55


lebih berdasarkan nilai-nilai dan standar   individual. Masing-masing pernyataan
yang ada pada dirinya daripada didasari     terdiri atas 2 pilihan jawaban yaitu
oleh tekanan-tekanan dari luar dirinya,     mendapatkan sekor 1 dan tidak setuju
(3) menganggap dirinya berharga sebagai     mendapatkan sekor 0 untuk aitem yang
manusia yang sederajad dengan orang         bersifat favorable. Skala ini telah sering
lain, (4) berani memikul tanggungjawab      digunakan dan menunjukkan kualitas
terhadap perilakunya , (5) menerima         internal    konsistensi    yang     cukup
pujian dan celaan secara objektif, (6)      meyakinkan, oleh karenanya Skala ini
                                            langsung digunakan saja tanpa terlebih
tidak     menyalahkan     dirinya    akan
                                            dahulu diujicobakan.
keterbatasan yang dimiliki ataupun
mengingkari kelebihannya, (7) dan tidak     E. Modul Pelatihan Pengenalan Diri
merasa ditolak orang lain, tidak pemalu,        Pelatihan pengenalan diri disusun
serta menganggap dirinya berbeda dari       menggunakan konsep dasar dari Jendela
orang lain.                                 Johari yang terdiri atas dua langkah besar
    Skala ini terdiri atas 5 alternatif     yaitu pembukaan diri (self-disclousure)
jawaban dari SS (sangat sesuai), S          dan menerima umpan balik. Metode yang
(sesuai), TT (tidak tahu), TS (tidak        digunakan adalah ceramah, diskusi,
sesuai), dan STS (sangat tidak sesuai).     introspeksi, dan permainan. Sebelum
Sekornya bergerak dari 1 sampai dengan      digunakan,     modul       pelatihan   ini
5 untuk aitem yang bersifat favorable.      diujicobakan pada mahasiswa Fakultas
Jumlah item keseluruhan 61 aitem, yang      Psikologi, Sastra, Teknik UGM sebanyak
dinyatakan gugur sebanyak 19 aitem.         12 orang. Berdasarkan hasil uji diperoleh
Korelasi aitem total bergerak dari 0,2770   masukan bahwa secara garis besar modul
sampai dengan 0,6290. Koefisien             tersebut telah cukup baik hanya saja
reliabilitas dengan menggunakan alpha       beberapa masukan yang berkaitan dengan
Cronbach sebesar 0,9091.                    masalah teknik pelaksanaan pelatihan
                                            misalnya mengenai alokasi waktu yang
2. Skala Harga Diri                         terlalu padat, pengaturan ruangan yang
    Skala Harga Diri yang digunakan         agak kurang nyaman, dan penjadwalan
adalah Skala Harga Diri yang diadaptasi     ulang seluruh agenda kegiatan.
oleh Lestari dari Self Esteem Inventory         Berdasarkan masukan-masukan terse-
(dalam Hidayati, 1991). Skala ini terdiri   but maka modul pelatihan tersusun dalam
atas 23 butir yang berisi pernyataan        jadwal pelatihan yang terlihat dalam tabel
positif dan negatif yang berhubugan         berikut ini.
dengan masalah pergaulan, sekolah,
hubungan dengan orang tua dan minat




                                                                    ISSN : 0215 - 8884
JURNAL PSIKOLOGI
1998, No. 2, 47 - 55


                Tabel 1. Jadwal dan Kegiatan Pelatihan Pengenalan Diri

  Pertemuan                   Materi                       Metode              Waktu
  Pertama      Perkenalan                             Permainan               60 menit
               Membangun Harapan                      Diskusi                 15 menit
               Membangun Kemitraan                    Diskusi dan tugas       15 menit
  Kedua        Insight kenal diri                     Introspeksi             30 menit
               Konsep dan teknik pengenalan diri      Ceramah Diskusi         70 menit
  Ketiga       Praktek pengenalan diri                Permainan               45 menit
               Simbolisasi diri                       Permainan               60 menit
               Membuka diri
  Keempat      Praktek pengenalan diri
               Membuka diri dan sadar diri            Permainan               75 menit
               Simbolisasi orang lain                 Permainan               45 menit
  Kelima       Siapa saya                             Introspeksi             60 menit
                                                      Diskusi
               Saya ingin menjadi siapa               Introspeksi             30 menit
                                                      Diskusi
               Hand in hand                           Janji diri              30 menit
                                 Jumlah                                      540 menit

F. Jalannya Pelatihan                         Hasilnya menunjukkan bahwa tidak ada
    Setelah didapatkan 37 subjek secara       perbedaan rerata sekor penerimaan diri
sukarela, subjek diminta untuk mengisi        dan harga diri antara kelompok perlakuan
lembar persetujuan dan mengerjakan            dan kontrol pada pre-test (U Mann
Skala Harga Diri dan Penerimaan Diri          Whitney = p < 0,5). Dapat dikatakan
sebagai pre test. Dalam pertemuan             bahwa ke dua kelompok subjek
pertama,     ada    3    subjek    yang       mempunyai sekor basal yang sama.
mengundurkan diri sehingga jumlah
subjek yang terlibat 34 orang, yang           Tabel 2. Rerata penerimaan diri dan harga
terbagi dalam 2 kelompok.                                 diri pada pre-test
    Penempatan subjek dalam kelompok
pada mulanya direncanakan dengan cara          Kelompok       Rerata            Rerata
random, tetapi mengingat keterbatasan                       penerimaan         harga diri
waktu dari subjek akhirnya diperoleh                            diri
kesepakatan dilakukan matching.               Perlakuan     107,143          12,071
    Dari 17 subjek yang ikut dalam            Kontrol       109,700          12,50
kelompok perlakuan, terdapat 3 subjek
yang tidak dapat mengikuti seluruh               Setelah mendapatkan bukti empiris
kegiatan pelatihan ini, sehingga jumlah       bahwa kedua kelompok dalam kondisi
subjek pada akhirnya tinggal 14 orang         yang tidak berbeda, kemudian baru
untuk kelompok perlakuan.                     diberikan pelatihan pengenalan diri.
    Sebelum mengikuti pelatihan, subjek       Trainer dan co-trainer adalah mahasiswa
kedua kelompok di uji terlebih dahulu         yang aktif di Biro Konsultasi Fakultas
apakah mempunyai keadaan yang sama.


                                                                         ISSN : 0215 - 8884
JURNAL PSIKOLOGI
1998, No. 2, 47 - 55

Psikologi UGM, Yogyakarta dan disertai            X       : pelatihan pengenalan diri
dua orang pengamat.                               -X      : tanpa pelatihan pengenalan diri

G. Rancangan Penelitian                           H. Teknik Analisis Data
   Rancangan penelitian        ini    adalah          Teknik analisis data yang digunakan
sebagai berikut:                                  dalam penelitian ini adalah analisis
                                                  statistika non-parametrik dengan teknik U
    Kelompok Pre-test         Perla    Post-      Mann Whitney.
M                             kuan      test
    Perlakuan       Y1         X        Y2        HASIL PENELITIAN DAN DISKUSI
    Kotrol          Y1         -X       Y2
                                                      Hasil analisis statistika rerata post-test
Keterangan:                                       pada variabel penerimaan diri dan harga
M      : Matching                                 diri terlihat pada tebel berikut ini.
Y1     : sekor pre-test
Y2     : sekor post-test

          Tabel 3. Rerata penerimaan diri dan harga diri pada pre-test dan post-test

  Pertemuan                   Materi                   Metode                Waktu
Perlakuan         Pre-test                             107,143               12,071
                  Post-test                            139,429               17,071
Kontrol           Pre-test                             109,700                12,50
                  Post-test                            111,400                12,20


    Dari tabel di atas terlihat bahwa             kelompok kontrol pada kondisi post-test.
terjadi peningkatan rerata penerimaan diri        Rerata penerimaan diri kelompok
bila dibandingkan antara pre-test (X =            perlakuan (X=139, 429) lebih tinggi
107,143) dengan post-test (X = 139, 429).         dibandingkan dengan rerata penerimaan
    Demikian halnya dengan harga diri,            diri kelompok kontrol (X=111,400).
terjadi peningkatan rerata antara pre-test        Demikian halnya yag terjadi dengan harga
(X=12,071) dengan post-test (X=17,071).           diri (U=29; p < 0,05), artinya ada
    Hasil uji U Mann Whitney                      perbedaan harga diri antara kelompok
mempertegas         adanya      perbedaan         perlakuan dan kelompok kontrol pada
penerimaan diri (U=23; p < 0,05) dan              kondisi post-test. Rerata harga diri
harga diri (U= 34,5; p< 0,05) pada                kelompok perlakuan (X=17,071) lebih
kelompok perlakuan antara kondisi pre-            tinggi dibandingkan dengan rerata harga
test dan post-test.                               diri kelompok kontrol (X=12,20).
    Untuk lebih meyakinkan kembali,                   Bagaimana efektivitas dari pelatihan
peneliti mencoba membandingkan dengan             ini? Untuk melihat efektivitas peneliti
sekor post-test antara kelompok perlakuan         mencoba melakukan uji U Mann Whitney
dengan kelompok kontrol. Hasil uji U              terhadap perubahan peningkatan sekor
Mann Whitney membuktikan adanya                   pre-test – post-test (gain skor)
perbedaan penerimaan diri (U=19; p <              dibandingkan antara kelompok perlakuan
0,05) antara kelompok perlakuan dan               dan kontrol terhadap variabel penerimaan


                                                                            ISSN : 0215 - 8884
JURNAL PSIKOLOGI
1998, No. 2, 47 - 55

diri dan harga diri. Ada perubahan                Artinya, setelah menyadari kelemahan
penerimaan diri (U=17,5; p < 0,05) dan        dan kekuatan, maka seseorang dibimbing
harga diri (U=18,5; p < 0,01) antara          untuk       menentukan        tujuan-tujuan
kelompok perlakuan dan kelompok               hidupnya.
kontrol. Berdasarkan hasil uji perubahan          Melalui pengungkapan diri juga
ini, dapat dikatakan bahwa pelatihan          memberikan kesempatan pada naggota
pengenalan        diri    efektif    untuk    kelompok         yang      lain       untuk
meningkatkan penerimaan diri dan harga        mengungkapkan apa yang sebaiknya atau
diri. Dengan demikian, hipotesis yang         tidak sebaiknya dilakukan oleh anggota
diajukan teruji.                              kelompok lainnya. Artinya, melalui
    Dengan terujinya hipotesis maka           proses pengungkapan diri sekaligus
sebenarnya membuktikan secara empiris         menstimulasi adanya proses umpan balik.
bahwa modul pelatihan pengenalan diri         Umpan balik tersebut dapat digunakan
efektif untuk meningkatkan penerimaan         untuk menyesuaikan antara penilaian
diri dan harga diri. Materi dalam pelatihan   orang lain dengan penilaian diri sendiri,
ini bertujuan untuk membantu subjek           sehingga seseorang dapat melihat dirinya
lebih mengenali diri sendiri danmenjadi       dengan cara yang mungkin berbeda. Hal
semakin paham akan proses-proses              ini berarti menjadi individu yang lebih
psikologis yang terjadi pada dirinya yang     dapat mengenal diri lebih objektif.
disusun secara bertahap intensitas dan            Berikut ini ungkapan beberapa subjek
kualitasnya. Melalui pelatihan ini juga       selama mengikuti proses pelatihan ini.
merupakan media alternatif yang efektif       Salah satu subjek dalam proses pelatihan
dalam membantu individu untuk lebih           mengungkapkan sebagai berikut:
terbuka       terhadap       kemungkinan-         ‘Saya mengalami kesulitan dalam
kemungkinan kelemahan-kelemahan yang          berinteraksi dengan oran lain, sulit bagi
ada pada dirinya. Proses self-disclosure      saya untuk mengatakan ’tidak’ pada
sengaja diciptakan dalam suasana yang         orang lain-lain. Saya merasa saya itu
tidak mengancam, menyenangkan, dan            plin-plan, tidak punya pendirian tetap dan
tidak menimbulkan rasa tertekan. Dengan       mudah       dipengaruhi     orang      lain.
demikian setahap demi setahap individu        Normalkah saya?
akan mulai mengungkapkan kesulitan-               Hal ini adalah salah satu ungkapan
kesulitan        dirinya.      Memberikan     subjek pada waktu membangun harapan,
kesempatan        pada    idividu    untuk    bahwa mereka mengalami kesulitan untuk
mengungkapkan diri berarti mendorong          bersikap asertif. Melalui proses-proses
individu untuk mulai menyadari siapa          umpan balik dalam kelompok, maka pada
saya dan seperti apa dirinya, sebagaimana     sesi terakhir yaitu hand in hand subjek
diungkapkan oleh Higgins (1993) bahwa         mengatakan bahwa ‘Saya akan lebih
kesadaran diri merupakan langkah              tegas, asertif, dan lebih memperhatikan
pertama untuk memahami diri dan               suara hati saya’.
menentukan pilihan apakah seseorang               Subjek berikut ini mengalami keadaan
perlu mengubah pola perilaku yang sudah       yang sebaliknya dengansubjek yang
ada agar lebih efektif. Pengungkapan diri     pertama. Saya lebih suka bicara to the
di samping membantu individu untuk            point dan akan merasa lucu ketika
mengenali dirinya sendiri juga sekaligus      mencoba untuk berbasa-basi. Sikap yang
membimbing ke arah tujuan hidup yaitu         dingin dan keras kepala juga dirasakan
saya ingin menjadi siapa.                     oleh peserta lain selama mengikuti



                                                                       ISSN : 0215 - 8884
JURNAL PSIKOLOGI
1998, No. 2, 47 - 55

pelatihan ini. Hal ini tampak saat
simbolisasi, lebih dari lima peserta lain     DAFTAR PUSTAKA
memberikan simbol ‘batu’ kepada subjek        Baron, R. A. dan Byrne, B. 1994. Sosial
tersebut sebagai simbul karakteristik            Psychology. New York: John Willey
subjek.                                          & Sons, Inc.
    Menurut subjek sikap seperti ini
memang sudah terbentuk sejak kecil dari       Brigham, J. C. 1991. Sosial Psychology.
keluarganya dan sekarang ini dirasakan           New York: Harper Collins Publisher.
subjek sebagai suatu masalah. Berawal
dari keinginan untuk berubah dabbelajar       Calhoun, J. F., dan Acocella, J. R., 1990.
cara berbasa-basi inilah subjek berniat          Psychology of Adhustment and
mengikuti pelatihan ini. Selama proses           Human Relationship. New York: Mc
pelatihan subjek diajak membiasakan diri         GrawHill Publishing Company.
mengungkapkan secara verbal apa yang
diperoleh, mendengarkan secara aktif, dan     Carson, C. R dan Butcher, N. J., 1992.
diberikan kesempata untuk memberikan             Abnormal Psychology and Modern
umpan balik. Dalam sesi hand in hand             Life. New York: Harper Collins
subjek menyatakan ‘Saya akan mencoba             Publisher.
tersenym, bicara tidak to the point,
memperhatikan      orang     lain,    dan     Helmi, A. F. 1995. Konsep dan Teknik
melunakkan pola pikir saya yang kaku.            Pengenalan Diri. Buletin Psikologi.
Hal ini salah satu bukti adanya self-            Yogyakarta: Fakultas Psikologi UGM.
knowledge, self-insight yang sangat              Nomor 2, Desember 1995.
berguna dalam membangun diri dan harga
diri subjek.                                  Hidayati, N. I. L., 1985. Pengaruh
                                                 Asertivitas terhadap Peningkatan
KESIMPULAN DAN IMPLIKASI                         Harga Diri. Tesis. (tidak diterbitkan).
                                                 Yogyakarta : Program Pasca Sarjana
     Berdasarkan hasil uji statistika dan        UGM.
hasil ungkapan subjek selama proses
pelatihan ini maka pelatihan pengenalan       Sarason dan Irwin G, 1972. Personality:
diri    efektif   untuk      meningkatkan        An Objective Approach. 2 nd ed. New
penerimaan diri dan harga diri.                  York: John Willey & Sons, Inc.
     Berdasarkan hasil penelitian ini, maka
modul pelatihan pengenalan diri ini dapat     Sears, D. O., Freedman, J. L., Peplau, L.
digunakan untuk meningkatkan harga diri          A.     1991.      Psikologi    Sosial.
dan penerimaan diri bagi masyarakat              Penterjemah: Michael Adryanto.
terutama mereka yang berusia remaja,             Jakarta: Erlangga.
yang mempunyai harga diri rendah atau
pun kurang mampu menerima diri.




                                                                      ISSN : 0215 - 8884

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Stats:
views:255
posted:11/1/2012
language:Tagalog
pages:8
Description: Dalam contoh jurnal ii berisi tentang Psikologi Pengendalian Diri