; Akhlak, Pergaulan Seorang Muslim
Documents
Resources
Learning Center
Upload
Plans & pricing Sign in
Sign Out
Your Federal Quarterly Tax Payments are due April 15th Get Help Now >>

Akhlak, Pergaulan Seorang Muslim

VIEWS: 94 PAGES: 97

  • pg 1
									Free
   Ebook




    Lebih Memahami

              *Sikap Seorang Muslim Sejati*
                              Daftar Isi
Kata Pengantar                                                    4

*Pembahasan Ilmu Hadits*
Sistem Penyusun Hadits Dalam Menyebutkan Nama Rawi                5
Pengertian Hadits hasan                                           6
Pengertian hadits Qudsiy                                          8


*Sikap-sikap Seorang Muslim Sejati*
1.Tentang Sikap Berhati-hati Dalam Menerima Ilmu
       (Al Qur’an Maupun Hadits)                                  9
2. Tentang Akhlak Dan Budi Pekerti Yang Baik                      10
3. Tentang Adab Wanita dan Lainnya.
       * Lari Dari Berbagai Macam Fitnah
        Dan Menghindari Diri Dari Berbagai Bentuk Zina            15
       * Sebaik-sebaik Wanita Dan Saat Berkeperluan Dengannya     18
       * Di Larangnya Bersalaman Dengan Wanita Yang Bukan Muhrim 19
4. Memiliki Ilmu                                                  20
5. Mendakwahkan Kebesaran Allah                                   25
6. Tidak Menyombongkan Diri (Ujub)                                29
7. Meng-Ikhlaskan Hati                                            32
8. Bersikap Seakan Ia Hanya Orang Asing Dengan Mengikuti Sunnah   35
9. Bersikap Tawadu’ dan Qana’ah (Bersyukur)                       36
10. Menghubungkan Silaturahmi Dan Membela Kaum Muslimin           40
11. Tidak berbuat zhalim                                          43
12. Meyakini Takdir Allah Adalah Haq                              46
13. Meninggalkan Keburukan (hijrah)                               50
14. Bersabar Dalam Menghadapi Cobaan Dari Allah                   56
15. Senantiasa Ber Dzikir Mengingat Allah Swt                     60
16. Senantiasa Menjauhi Perbuatan Yang Meresahkan                 63
17. Sederhana Dalam Berbagai Hal                                  64
18. Senantiasa bersedekah                                         66
19. Tidak Suka Meng-Ghibah dan mengumpat                          67
20. Tidak Suka Memaki Dan Melaknat Sesama Muslim                  69
21. Seorang Muslim Jangan Bertindak Seperti Orang Kafir           70
22. Larangan Memuji-muji Orang Lain                       71
23. Mengutamakan Kecintaan Dan Keridhaan Allah Ta’ala     71
24. Senantiasa Menjaga Shalat                             74
25. Mau Menaikkan Kain Bagi Kaum Laki-laki                78
26. Tidak Kikir dan Tamak Terhadap Dunia                  79
27. Tidak Fanatis Terhadap Suatu Kaum                     82
28. Tidak Mendengki Dan Menjauhilah Prasangka             83
29. Menyebarkan Salam                                     84
30. Tanda-tanda Orang Yang Munafik                        85
31. Menjaga Pandangan Mata                                86
32. Keutamaan Berjabat Tangan Kepada Sesama Muslim        88
33. Hukum Menguap dan Bersin                              88
34. Hal-Hal Pribadi
       * Doa                                              89
       * Puasa (Shaum)                                    90
       * Bab Makan dan Minum                              91
       * Tidur                                            92
       * Tidak Berputus Asa                               92
       * Yang Lain Dalam Keseharian                       93


Penutup
1. Perintah Al-Qur`an agar berhukum dengan As-Sunnah      95
2. Hadits-hadits yang memerintahkan agar mengikuti nabi
       dalam berbagai hal.                                96
       Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.


       Maha Suci Allah dan segala puji bagi-Nya. Saya bersaksi bahwa tiada Tuhan selain
Allah dan Nabi Muhammad adalah utusan Allah. Shalawat serta salam kepada Nabi
Muhammad Saw, beserta para keluarga, sahabat serta para pengikutnya hingga akhir
zaman.

       Alhamdulillah, Penyusun berhasil menghimpun dalil-dalil pilihan yang bersumber
dari Al-Qur’an dan Sunnah Nabi saw. Agar kiranya kita mengetahui dan lebih bersemangat
untuk menjalankan kehidupan kita sehari-hari dengan tuntunan yang islami.


       Allah Swt Berfirman:

#ZŽÏVx. ©!$# tx.sŒuρ tÅzFψ$# tΠöθu‹ø9$#uρ ©!$# (#θã_ötƒ tβ%x. yϑÏj9 ×πuΖ|¡ym îοuθó™é& «!$# ÉΑθß™u‘ ’Îû öΝä3s9 tβ%x. ô‰s)©9
       21. Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu)
bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan Dia banyak
menyebut Allah. (Qs. Al-Ahzab)


       Rasulullah saw bersabda :
       “Berhati-hatilah kalian (dalam meriwayatkan) hadits dariku kecuali yang telah
kalian ketahui (dengan pasti bahwa itu berasal dariku), karena barangsiapa yang berdusta
atas (namaku) dengan sengaja, maka hendaklah ia menyediakan tempat tinggalnya di
dalam neraka (As-Shahihain)

       Disini kita juga akan sedikit membahas tentang ilmu - ilmu Hadits. Agar kita lebih
mengetahui apa yang dimaksud dengan hadits Qudsiy, Hasan, dan lainnya.

       Semoga Free Ebook yang telah disusun ini dapat menjadi berkah dan rahmat dari
Allah swt. bagi penyusun, para pembaca, terlebih bagi yang mau menyebarkannya.
        “Amin Ya Rabbal Alamin”


                                                    Wassalaamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
                           *Pembahasan Ilmu Hadits*


             Sistem Penyusun Hadits Dalam Menyebutkan Nama Rawi
              As Sab'ah berarti diriwayatkan oleh tujuh perawi, yaitu :


       1. Bukhari (Shahih Bukhari)
       2. Muslim (Shahih Muslim)
       3. Abu Dawud (Sunan Abu Dawud)
       4. Nasa'i (Sunan An-Nasa’i)
       5. Ahmad (Musnad Ahmad Bin Hanbal)
       6. Tirmidzi (Sunan At-Tirmidzi)
       7. Ibnu Majah (Sunan Ibnu Majah)

As Sittah berarti diriwayatkan oleh enam perawi yaitu : Semua nama yang tersebut diatas
   (As Sab'ah) selain Ahmad

Al Khomsah berarti diriwayatkan oleh lima perawi yaitu : Semua nama yang tersebut
   diatas (As Sab'ah) selain Bukhari dan Muslim

Al Arba'ah berarti diriwayatkan oleh empat perawi yaitu : Semua nama yang tersebut
   diatas (As Sab'a) selain Ahmad, Bukhari dan Muslim.

Ats Tsalasah berarti diriwayatkan oleh tiga perawi yaitu : Semua nama yang tersebut
   diatas (As Sab'ah) selain Ahmad, Bukhari, Muslim dan Ibnu Majah.

Asy Syaikhan (Muttafaq’Alaih) berarti diriwayatkan oleh dua orang perawi yaitu :
   Bukhari dan Muslim

Al Jama'ah berarti diriwayatkan oleh para perawi yang banyak sekali jumlahnya (lebih
   dari tujuh perawi / As Sab'ah).


       Perawi Terpercaya Lainnya :

* Imam Malik (Mahdzab Maliki pengarang Kitab Al-Muwaththa’)
* Asy Syafi’i (Mahdzab Syafi’I pengarang Kitab al-Umm)
* Ibnu Hibban (pengarang Kitab Shahih Ibnu Hibban)
* Al-Baihaqi (pengarang Kitab Syu’Abul Iimaan)
* Thabrani (salah satu murid Imam An-Nasa’i dan pengarang tiga kitab Mu’jam)
* Al-Hakim (pengarang Kitab Mustadarak) , dan lainnya.
                          Pengertian Istilah Hadits Hasan


      Secara bahasa (etimologi)
Kata Hasan (     ) merupakan Shifah Musyabbahah dari kata al-Husn (ُ ْ ُ ْ‫ )ا‬yang
bermakna al-Jamâl (‫ :)ا ل‬kecantikan, keindahan.

       Secara Istilah (teriminologi)
Sedangkan secara istilah, terdapat perbedaan pendapat di kalangan para ulama hadits
mengingat pretensinya berada di tengah-tengah antara Shahîh dan Dla’îf. Juga,
dikarenakan sebagian mereka ada yang hanya mendefinisikan salah satu dari dua
bagiannya saja.

        Imam Tirmidzi berkata, “setiap hadits yang diriwayatkan, pada sanadnya tidak ada
periwayat yang tertuduh sebagai pendusta, hadits tersebut tidak Syâdzdz
(janggal/bertentangan dengan riwayat yang kuat) dan diriwayatkan lebih dari satu jalur
seperti itu. Ia-lah yang menurut kami dinamakan dengan Hadîts Hasan.” (Jâmi’ at-
Turmudzy beserta Syarah-nya, [Tuhfah al-Ahwadzy], kitab al-‘Ilal di akhirnya: X/519)

       Contohnya

       Hadits yang dikeluarkan oleh at-Turmudzy, dia berkata, “Qutaibah menceritakan
kepada kami, dia berkata, Ja’far bin Sulaiman adl-Dluba’iy menceritakan kepada kami,
dari Abu ‘Imrân al-Jawny, dari Abu Bakar bin Abu Musa al-Asy’ariy, dia berkata, “Aku
telah mendengar ayahku saat berada di dekat musuh berkata, ‘Rasulullah SAW., bersabda,
“Sesungguhnya pintu-pintu surga itu berada di bawah naungan pedang-pedang…”
(Sunan at-Turmudzy, bab keutamaan jihad:V/300)

       Hadits ini adalah Hasan karena empat orang periwayat dalam sanadnya tersebut
adalah orang-orang yang dapat dipercaya (Tsiqât) kecuali Ja’far bin Sulaiman adl-Dlub’iy
yang merupakan periwayat hadits Hasan –sebagaimana yang dinukil oleh Ibn Hajar di
dalam kitab Tahdzîb at-Tahdzîb-. Oleh karena itu, derajat/kualitasnya turun dari Shahîh ke
Hasan.
                     Tingkatan Ucapan Ulama Hadits, “Hadits yang
                       shahîh sanadnya” atau “Hasan sanadnya”


1. Ucapan para ulama hadits, “Ini adalah hadits yang shahih sanadnya” adalah di bawah
kualitas ucapan mereka, “Ini adalah hadits Shahih.”

2. Demikian juga ucapan mereka, “Ini adalah hadits yang Hasan sanadnya” adalah di
bawah kualitas ucapan mereka, “Ini adalah hadits Hasan” karena bisa jadi ia Shahih atau
Hasan sanadnya tanpa matan (redaksi/teks)nya akibat adanya Syudzûdz atau ‘Illat.

        Seorang ahli hadits bila berkata, “Ini adalah hadits Shahih,” maka berarti dia telah
memberikan jaminan kepada kita bahwa ke-lima syarat keshahihan telah terpenuhi pada
hadits ini. Sedangkan bila dia mengatakan, “Ini adalah hadits yang shahih sanadnya,” maka
artinya dia telah memberi jaminan kepada kita akan terpenuhinya tiga syarat keshahihan,
yaitu: sanad bersambung, keadilan si periwayat dan kekuatan daya ingat/hafalan (Dlabth)-
nya, sedangkan ketiadaan Syudzûdz atau ‘Illat pada hadits itu, dia tidak bisa menjaminnya
karena belum mengecek kedua hal ini lebih lanjut.

       Akan tetapi, bila seorang Hâfizh (penghafal banyak hadits) yang dipegang
ucapannya hanya sebatas mengatakan, “Ini adalah hadits yang shahih sanadnya,” tanpa
menyebutkan ‘illat (penyakit/alasan yang mencederai bobot suatu hadits); maka pendapat
yang nampak (secara lahiriah) adalah matannya juga Shahîh sebab asal ucapannya adalah
bahwa tidak ada ‘Illat di situ dan juga tidak ada Syudzûdz.


                       Makna Ucapan Imam Tirmidzi Dan Ulama
                          Selainnya, “Hadits Hasan Shahîh”


       Secara implisit, bahwa ungkapan seperti ini agak membingungkan sebab hadits
Hasan kurang derajatnya dari hadits Shahîh, jadi bagaimana bisa digabung antara keduanya
padahal derajatnya berbeda?. Untuk menjawab pertanyaan ini, para ulama memberikan
jawaban yang beraneka ragam atas maksud dari ucapan at-Turmudzy tersebut. Jawaban
yang paling bagus adalah yang dikemukakan oleh Ibn Hajar dan disetujui oleh as-Suyûthy,
ringkasannya adalah:

1. Jika suatu hadits itu memiliki dua sanad (jalur transmisi/mata rantai periwayatan) atau
lebih; maka maknanya adalah “Ia adalah Hasan bila ditinjau dari sisi satu sanad dan Shahîh
bila ditinjau dari sisi sanad yang lain.”

2. Bila ia hanya memiliki satu sanad saja, maka maknanya adalah “Hasan menurut
sekelompok ulama dan Shahîh menurut sekelompok ulama yang lain.”
                             Pengertian Hadits Qudsiy

Secara bahasa (Etimologis), kata           ‫ا‬dinisbahkan kepada kata ‫(ا س‬suci). Artinya,
hadits yang dinisbahkan kepada Dzat yang Maha suci, yaitu Allah Ta'ala.
Dan secara istilah (terminologis) definisinya adalah

                   ‫و‬     ‫ر‬   ‫إ‬   ‫د إ‬    ‫إ‬         ‫و‬          ‫ا‬             ‫ا‬         ‫إ‬

Sesuatu (hadits) yang dinukil kepada kita dari Nabi Shallallâhu 'alaihi Wa Sallam yang
disandarkan beliau kepada Rabb-nya.

Perbedaan Antara Hadîts Qudsiy Dan al-Qur`an

Terdapat perbedaan yang banyak sekali antara keduanya, diantaranya adalah:

*Bahwa lafazh dan makna al-Qur`an berasal dari Allah Ta'ala sedangkan Hadîts Qudsiy
   tidak demikian, alias maknanya berasal dari Allah Ta'ala namun lafazhnya berasal dari
   Nabi Shallallâhu 'alaihi Wa Sallam.

*Bahwa membaca al-Qur`an merupakan ibadah sedangkan Hadîts Qudsiy tidak demikian.
   Syarat validitas al-Qur'an adalah at-Tawâtur (bersifat mutawatir) sedangkan Hadîts
   Qudsiy tidak demikian.

Contoh

Hadits yang diriwayatkan Imam Muslim di dalam kitab Shahîh-nya dari Abu Dzar
radliyallâhu 'anhu dari Nabi Shallallâhu 'alaihi Wa Sallam pada apa yang diriwayatkan
beliau dari Allah Ta'ala bahwasanya Dia berfirman,

                                       ‫َ ْ ُ ا ْ َ ََ َ ْ ِ وَ َ َ ْ ُ ُ َ ْ َ ُ ْ ُ َ ً َ َ َ َ َ ُ ْا‬   ِ ‫د‬
                                                                                                          ‫َ ِ َ ِي إ‬

"Wahai para hamba-Ku, sesungguhnya Aku telah mengharamkan perbuatan zhalim atas
diri-Ku dan menjadikannya diantara kamu diharamkan, maka janganlah kamu saling
menzhalimi (satu sama lain)." (HR.Muslim)

Lafazh-Lafazh Periwayatannya

Bagi orang yang meriwayatkan Hadîts Qudsiy, maka dia dapat menggunakan salah satu
dari dua lafazh-lafazh periwayatannya:

                                              ‫و‬         ‫ر‬         ‫و‬             ‫و‬          ‫ا‬          ‫1. ل ر ل ا‬

Rasulullah Shallallâhu 'alaihi Wa Sallam pada apa yang diriwayatkannya dari Rabb-nya
'Azza Wa Jalla
                                             ‫و‬      ‫ا‬      ‫ر لا‬     ‫روا‬     ،     ‫2. ل ا‬

Allah Ta'ala berfirman, pada apa yang diriwayatkan Rasulullah Shallallâhu 'alaihi Wa
Sallam dari-Nya
                     *Sikap-Sikap Seorang Muslim Sejati*


                         1.Tentang Sikap Berhati-hati Dalam
                       Menerima Ilmu (Al Qur’an Maupun Hadits)

*Rasulullah saw bersabda, “Sesungguhnya Allah menyukai sikap hati-hati dalam semua
   perkara.” (Hr.Bukhari)

*Rasulullah saw bersabda, “Apabila amanat disia-siakan, maka tunggulah saat
   kehancurannya. Salah seorang sahabat bertanya, ‘Bagaimana menyia-nyiakannya,
   wahai Rasulullah?’ Rasulullah saw menjawab, ‘Apabila perkara itu diserahkan kepada
   orang yang bukan ahlinya, maka tunggulah saat kehancurannya.” (Hr.Bukhari)

*Dari Jundub r.a. berkata, Rasulullah saw bersabda, “Barangsiapa menafsirkan Al-Qur’an
   dengan pendapatnya, lalu pendapatnya itu benar, maka sungguh ia telah melakukan
   dosa (meskipun pendapatnya itu benar).” (Hr. Abu dawud, no. 3652)

*Dari Aisyah ra. Dari Urwah ia berkata: Abu Hurairah ra. pernah meriwayatkan suatu
   hadits dengan berkata: Wahai pemilik kamar, dengarkanlah! Wahai pemilik kamar,
   dengarkanlah! Ketika itu Aisyah sedang salat lalu setelah menyelesaikan salatnya, ia
   berkata kepada Urwah: Apakah kamu tidak mendengar ucapan orang ini tadi? Karena
   sesungguhnya Nabi saw. jika mengucapkan suatu hadits, jika ada yang menghitungnya,
   maka ia pasti dapat menghitungnya. (Shahih Muslim No.5325)

*Dari Mughirah ra. Rasulullah saw bersabda, “Sesungguhnya berdusta terhadapku tidaklah
   sama dengan berdusta terhadap orang lain. Siapa saja yang berdusta terhadapku dengan
   sengaja, bersiap-siaplah untuk menetap di neraka.” (Muttafaq’Alaih)

*Dari Samurah dan al-Mughirah bin Syu’bah Rasulullah saw., bersabda, “Barangsiapa
   yang membicarakan suatu pembicaraan mengenaiku (membacakan satu hadits
   mengenaiku) di mana ia terlihat berdusta, maka ia adalah salah seorang dari para
   pendusta.” (Hr. Muslim)

*Dari Ibnu Abbas r.huma, dari Nabi saw, beliau bersabda, “Berhati-hatilah kalian (dalam
   meriwayatkan) hadits dariku kecuali yang telah kalian ketahui (dengan pasti bahwa itu
   berasal dariku), karena barangsiapa yang berdusta atas (namaku) dengan sengaja, maka
   hendaklah ia menyediakan tempat tinggalnya di dalam neraka (Hr. Tirmidzi, katanya,
   “ini hadits Hasan.” No.2951)

*Rasulullah saw bersabda, “Barangsiapa berdusta kepadaku dengan sengaja, hendaknya
   bersiap-siap menduduki tempatnya dalam neraka.” (Hr. Bukhari)
*Rasulullah saw bersabda, “Sesungguhnya ucapan yang paling baik adalah Kitabullah (Al-
   Qur’an), dan petunjuk yang paling baik adalah petunujk Nabi Muhammad Saw
   (Sunnah) dan seburuk-buruk perkara adalah perkara yang dibuat-buat (Bidah).
   Sesungguhnya apa yang diancamkan kepada kalian benar-benar akan datang dan tidak
   akan dapat menolaknya.” (Hr.Bukhari)
                                 2. Tentang Akhlak Dan Budi Pekerti Yang Baik


                                     ∩∉∪ tÏΖÅ¡ósßϑø9$# yìyϑs9 ©!$# ¨βÎ)uρ 4 $uΖn=ç7ß™ öΝåκ¨]tƒÏ‰öκs]s9 $uΖŠÏù (#ρ߉yγ≈y_ zƒÏ%©!$#uρ
69. dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridhaan) Kami, benar- benar akan Kami
     tunjukkan kepada mereka jalan-jalan kami. dan Sesungguhnya Allah benar-benar beserta
     orang-orang yang berbuat baik. (Qs. Al-Ankabut)


øŒÎ) ö/ä3Î/ ÞΟn=÷ær& uθèδ 4 ÍοtÏ øóyϑø9$# ßìÅ™≡uρ y7−/u‘ ¨βÎ) 4 zΝuΗ©>9$# āωÎ) |·Ïm≡uθx ø9$#uρ ÉΟøOM}$# uŽÈ∝‾≈t6x. tβθç7Ï⊥tGøgs† tÏ%©!$#

ÞΟn=÷ær& uθèδ ( öΝä3|¡à Ρr& (#þθ’.t“è? Ÿξsù ( öΝä3ÏG≈yγ¨Βé& ÈβθäÜç/ ’Îû ×π¨ΖÅ_r& óΟçFΡr& øŒÎ)uρ ÇÚö‘F{$# š∅ÏiΒ /ä.r't±Σr&

                                                                                                               ∩⊂⊄∪ #’s+¨?$# ÇyϑÎ/
32. (yaitu) orang-orang yang menjauhi dosa-dosa besar dan perbuatan keji yang selain dari
    kesalahan-kesalahan kecil. Sesungguhnya Tuhanmu Maha Luas ampunanNya. dan Dia lebih
    mengetahui (tentang keadaan)mu ketika Dia menjadikan kamu dari tanah dan ketika kamu
    masih janin dalam perut ibumu; Maka janganlah kamu mengatakan dirimu suci. Dialah yang
    paling mengetahui tentang orang yang bertakwa. (Qs. Najm)


                                            ∩⊄∈∪ ¥βθãΨôϑtΒ çŽöxî íô_r& öΝçλm; ÏM≈ysÎ=≈¢Á9$# (#θè=Ïϑtãuρ (#θãΖtΒ#u tÏ%©!$# āωÎ)
25. tetapi orang-orang yang beriman dan beramal saleh, bagi mereka pahala yang tidak putus-
    putusnya. (Qs. Al-Insyiqaq)


                                       ∩⊂⊂∪ $\/#tø?r& |=Ïã#uθx.uρ ∩⊂⊄∪ $Y6≈uΖôãr&uρ t,Í←!#y‰tn ∩⊂⊇∪ #——$x tΒ tÉ)−Fßϑù=Ï9 ¨βÎ)
31. Sesungguhnya orang-orang yang bertaqwa mendapat kemenangan,
32. (yaitu) kebun-kebun dan buah anggur,
33. dan gadis-gadis (dari bidadari) remaja yang sebaya (seusia), (Qs. An-Naba’)


玍Î6s3ø9$# ã—öθx ø9$# y7Ï9≡sŒ 4 ã≈pκ÷ΞF{$# $pκÉJøtrB ÏΒ “̍øgrB ×M≈¨Ζy_ öΝçλm; ÏM≈ysÎ=≈¢Á9$# (#θè=ÏΗxåuρ (#θãΖtΒ#u tÏ%©!$# ¨βÎ)

                                                                                                                                      ∩⊇⊇∪
11. Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal yang saleh bagi mereka
surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; Itulah keberuntungan yang besar. (Qs. Al-Buruuj)


                                                                                                     ∩⊇⊂∪ 5ΟŠÏètΡ ’Å∀s9 u‘#tö/F{$# ¨βÎ)
13. Sesungguhnya orang-orang yang banyak berbakti benar-benar berada dalam syurga yang penuh
kenikmatan, (Qs. Al-Infhitar)
.ÏΒ y7−/u‘ ¨βÎ) (#þθßsn=ô¹r&uρ y7Ï9≡sŒ ω÷èt/ .ÏΒ (#θç/$s? §ΝèO 7's#≈yγpg¿2 uþθ¡9$# (#θè=Ïϑtã šÏ%©#Ï9 š−/u‘ ¨βÎ) ¢ΟèO

                                                                                             ∩⊇⊇∪ îΛÏm§‘ Ö‘θà tós9 $yδω÷èt/
119. Kemudian, Sesungguhnya Tuhanmu (mengampuni) bagi orang-orang yang mengerjakan
kesalahan karena kebodohannya, kemudian mereka bertaubat sesudah itu dan memperbaiki
(dirinya), Sesungguhnya Tuhanmu sesudah itu benar-benar Maha Pengampun lagi Maha
Penyayang. (Qs. An-Nahl)


uθßγsù «!$# ’n?tã ö≅©.uθtGtƒ tΒuρ 4 Ü=Å¡tFøts† Ÿω ß]ø‹ym ôÏΒ çµø%ã—ötƒuρ ∩⊄∪ %[`tøƒxΧ …ã&©! ≅yèøgs† ©!$# È,−Gtƒ tΒuρ

                                         ∩⊂∪ #Y‘ô‰s% &óx« Èe≅ä3Ï9 ª!$# Ÿ≅yèy_ ô‰s% 4 Íν̍øΒr& à Î=≈t/ ©!$# ¨βÎ) 4 ÿ…çµç7ó¡ym
2. Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan Mengadakan baginya jalan keluar.
3. dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. dan Barangsiapa yang
bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah
melaksanakan urusan yang (dikehendaki)Nya. Sesungguhnya Allah telah Mengadakan ketentuan
bagi tiap-tiap sesuatu. (Qs. At-Thalaq)

*Dari Umar bin Khathab berkata, “Aku mendengar Rasulullah saw. Bersabda,
   “Sesungguhnya semua amal itu tergantung niat, dan sesungguhnya seseorang itu hanya
   menerima balasan sesuai dengan yang diniatkannya. Barangsiapa yang (niat) hijrahnya
   karena Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya akan diterima oleh Allah dan Rasul-Nya
   (ia akan memperoleh keridhaan Allah dan Rasul-Nya). Dan barangsiapa (Niat)
   hijrahnya karena dunia yang ingin ia perolehnya atau karena wanita yang ingin
   dikawininya, maka (balasan) hijrahnya itu sesuai dengan yang di niatkannya.”
   (Hr. Bukhari, Bab Niat dalam Iman, hadits no. 6689,Muslim,Abu Dawud dan lainnya)

*Dari Abu Darda ra. Rasulullah saw bersabda, “Tiada sesuatu pun yang lebih berat
   timbangan amal daripada akhlak yang baik.” (Hr.Ahmad)

*Rasulullah saw bersabda, “Taat ialah berakhlak baik, dan dosa ialah hal-hal yang terbetik
   di dalam hatimu tetapi engkau tidak senang bila hal itu ditampakkan kepada orang
   lain.” (Hr.Muslim)
*Dari Abu Hurairah r.a., ditanyakan kepada Rasulullah saw, “Wahai Rasulullah, siapakah
   manusia yang paling mulia?” Rasulullah saw menjawab, “Orang yang paling takwa di
   antara kalian. (Syaikhan)

*Rasulullah saw bersabda, “Janganlah kalian membenci orang-orang tua kalian.
   Barangsiapa benci kepada kedua orang tuanya, maka sesungguhnya ia telah kafir.”
   (Hr. Bukhari)

*Rasulullah saw. Bersabda, “Orang-orang yang terpilih di antara kalian adalah orang yang
   paling baik akhlaknya.” (Syaikhan)

*Dari Ibnu Umar ra. Rasulullah saw. Bersabda, “Orang-orang yang terpilih di antara kalian
   adalah seseorang yang dapat mengingatkan kalian kepada Allah bila melihatnya, dan
   menambah ilmu agamamu serta amal perbuatannya dapat memberi semangat kepada
   kalian untuk beramal demi akhirat kalian.” (Hr.Al-Hakim)

*Rasulullah saw bersabda, “Diharamkan neraka bagi setiap orang yang berwatak lembut,
   mudah, dan akrab dengan manusia.” (Hr.Ahmad)

*Rasulullah saw bersabda, “Tenang merupakan sifat Allah, sedangkan tergesa-gesa
   merupakan sifat setan.” (Hr.Baihaqi)

*Dari Abu Hurairah ra. Rasulullah saw bersabda, “Peliharalah dirimu dari hal-hal yang
   diharamkan, niscaya kamu menjadi orang yang paling beribadah, dan relalah dengan
   apa yang diberikan Allah kepadamu, niscaya kamu menjadi orang yang paling kaya.
   Berbuat baiklah terhadap tetanggamu, nicaya kamu menjadi orang mukmin. Cintailah
   orang lain seperti kamu mencintai dirimu sendiri, niscaya kamu menjadi orang muslim.
   Dan janganlah sering tertawa, karena banyak tertawa itu dapat mematikan hati.”
   (Hr.Ahmad dan Tirmidzi)

*Dari Ibnu Umar ra. Rasulullah saw. Bersabda, “Sebaik-baik manusia adalah orang yang
   paling baik akhlaknya.” (Hr.Thabrani)

*Dari Jabir ra. Rasulullah saw. Bersabda, “Sebaik-baik umatku adalah orang-orang yang
   bilamana berbuat dosa segera bertaubat dan bilamana berbuat baik merasa gembira.”
   (Hr.Thabrani)

*Dari Abu Hurairah ra, Rasulullah saw bersabda, “Sesungguhnya Allah swt tidak
   memandang kepada rupa dan penampilan kalian, tetapi Dia memandang kepada hati
   dan amal perbuatan kalian.” (Hr. Muslim)

*Dari Abu Dzar Jundub bin Junadah dan Abu Abdirrahman Mu’adz bin Jabal rodhiallahu
   ‘anhu, bahwa Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda, “Bertakwalah
   kamu kepada Allah di mana pun kamu berada, iringilah kesalahanmu dengan
   kebaikan, niscaya ia dapat menghapuskannya dan pergaulilah semua manusia dengan
   budi pekerti yang baik.” (HR Tirmidzi. Ia berkata, “Hadits ini hasan. Dalam naskah
   lainnya dikatakan, hadits ini “hasan shahih”)

*Rasulullah saw bersabda, “Orang-orang yang penyayang akan dikasihi oleh Tuhan Yang
   Maha Pengasih. Allah Berfirman, ‘Berbelas kasihanlah kalian terhadap makhluk yang
   ada di bumi, niscaya makhluk yang ada di langit akan menyayangi kalian.”
   (Hr.Ahmad)

*Nabi saw melarang seseorang duduk di antara kedua orang lelaki kecuali atas seizin
   keduanya.” (Hr. Baihaqi)


*Dari Abu Hurairah ra bahwa Rasulullah sallallahu alaihi wasalam bersabda: Ada tujuh
   golongan yang akan mendapat perlindungan Allah pada hari yang tiada perlindungan
   kecuali perlindunganNya:
   1.Imam (pemimpin) yang adil.
   2.Pemuda yang taat kepada Allah sejak kecil.
   3.Lelaki yang terpaut hatinya dengan masjid
   4.Dua orang yang saling kasih-mengasihi karena Allah, keduanya berkumpul karena
   Allah dan berpisah karena Allah pula,.
   5.Lelaki yang diajak oleh wanita yang mempunyai kedudukan dan cantik, lalu ia
   berkata: “Aku takut kepada Allah Tuhan semesta alam”.
   6.Orang yang bersedekah secara sembunyi-sembunyi sehingga tangan kirinya tidak
   mengetahui apa yang diberi oleh tangan kanannya. (tidak diketahui orang lain)
   7.Orang yang bermunajat (berdzikir dengan menyendiri) kepada Allah sambil
   menggelinangkan airmatanya.” (Muttafaq’Alaih)

*Dari Ibnu Umar ra. Rasululah Saw bersabda “Tunduk dan taat merupakan kewajiban bagi
   seorang muslim dalam hal yang ia sukai atau dalam hal yang ia benci, selagi ia tidak
   diperintah untuk maksiat. Apabila ia diperintahkan untuk maksiat, maka ia tidak boleh
   tunduk dan tidak boleh taat.” (Muttafaq’Alaih)

*Dari Abu Hurairah ra. Rasulullah saw bersabda, “Allah swt berfirman, “Aku telah
   menyediakan untuk Hamba-hamba-Ku yang saleh pahala yang belum pernah dilihat
   oleh mata, belu pernah terdengar oleh telinga, dan belum pernah terbertik dalam hati
   seorangpun.” (Hr.Ibnu Majah)

*Dari Anas r.a, Rasulullah saw bersabda, “mayat itu diikuti oleh tiga perkara: keluarga,
   harta, dan amal perbuatannya. Sedangkan yang dua perkara kembali (sesudah
   mengantarkannya), dan satu tetap mengikutinya. Keluarga dan hartanya kembali,
   sedangkan yang tetap bersamanya adalah amal perbuatannya.” (Syaikhan)

*Rasulullah saw bersabda, “Surga di bawah telapak kaki ibu.” (Hr.Ahmad)

*Dari Anas bin Malik ra., ia berkata, Rasulullah saw. Pernah bersabda, “Permudahlah dan
   jangan mempersulit dan jadikan suasana yang tenteram jangan menakut-nakuti.”
   (Shahih Muslim No.3264)

*Rasulullah saw bersabda, “taat kepada orang tua berarti taat kepada Allah, dan durhaka
   kepada orang tua berarti mendurhakai Allah.” (Hr.Thabrani)

*Rasulullah saw bersabda, “Apa yang aku larang jauhilah dan apa yang aku perintahkan
   kerjakanlah sampai batas kemampuanmu. Sesungguhnya Allah telah membinasakan
   orang-orang sebelum kamu disebabkan (mereka) terlalu banyak menuntut dan
   menentang nabi-nabinya.” (HR. Bukhari)

*Rasulullah saw bersabda, “Kemuliaan seseorang adalah agamanya, harga dirinya
   (kehormatannya) adalah akalnya, sedangkan ketinggian kedudukannya adalah
   akhlaknya.” (HR. Ahmad dan Al Hakim)

*Rasulullah saw bersabda, “Bukan akhlak seorang mukmin berbicara dengan lidah yang
   tidak sesuai (dengan) kandungan hatinya. Ketenangan (sabar dan berhati-hati) adalah
   dari Allah dan tergesa-gesa (terburu-buru) adalah dari setan.” (HR. Asy Syihaab)

*Rasulullah bersabda, “Alangkah baiknya orang-orang yang sibuk meneliti aib diri mereka
   sendiri dengan tidak mengurusi (membicarakan) aib-aib orang lain.” (HR. Ad-Dailami)
*Rasulullah saw bersabda, “Sifat malu adalah dari iman dan keimanan itu di surga,”
   (Hr.Bukhari, Tirmidzi –Penggalan hadits-)

*Rasulullah saw bersabda, “Tidak ada kemelaratan yang lebih parah dari kebodohan dan
   tidak ada harta (kekayaan) yang lebih bermanfaat dari kesempurnaan akal. Tidak ada
   kesendirian yang lebih terisolir dari ujub (rasa angkuh) dan tidak ada tolong-menolong
   yang lebih kokoh dari musyawarah. Tidak ada kesempurnaan akal melebihi
   perencanaan (yang baik dan matang) dan tidak ada kedudukan yang lebih tinggi dari
   akhlak yang luhur. Tidak ada wara’ yang lebih baik dari menjaga diri (memelihara
   harga dan kehormatan diri), dan tidak ada ibadah yang lebih mengesankan dari tafakur
   (berpikir), serta tidak ada iman yang lebih sempurna dari sifat malu dan sabar.”
   (HR. Ibnu Majah dan Ath-Thabrani)

*Dari Ibnu Umar ra. Rasululah Saw bersabda “Kali tertentu ada seorang lelaki berjalan di
   tengah jalan, lalu ia menemukan tangkai yang berduri di sekitar jalan yang dilaluinya,
   lalu ia menyingkirkan tangkai yang berduri itu, Allah menyukai perbuatannya itu dan
   Dia memberi ampunan kepadaNya.” (Muttafaq’Alaih)

*Dari Anas ra, Rasulullah saw bersabda, “Tidak akan masuk surga kecuali orang-orang
   yang penyayang.” (Hr. Baihaqi)

*Dari Abu Hurairah ra. Rasulullah saw bersabda, “Dan muliakanlah orang tua kalian,
   niscaya anak-anak kalian akan memuliakan kamu sekalian.” (Hr.Hakim)
*Dari Shuhaib ra., Rasulullah saw bersabda, “Sungguh menakjubkan urusan orang
   mukmin (Orang beriman). Seluruh perkara (keadaan) yang di hadapinya menjadi
   kebaikan baginya. Sedangkan hal itu tidak berlaku bagi siapapun kecuali bagi orang
   mukmin, Jika ia mendapat kesenangan, ia bersyukur (kepada Allah), maka hal itu baik
   baginya. Dan jika ia ditimpa musibah, ia bersabar, maka kesabarannya itu menjadi baik
   baginya.” (Hr. Muslim)

*Rasulullah saw bersabda, “Barangsiapa memohonkan ampunan buat mukminin dan
   mukminat, niscaya Allah mencatat satu kebaikan baginya kepada setiap mukmin laki-
   laki dan mukmin perempuan yang di doakannya.” (Hr. Thabrani)

*Rasulullah saw bersabda, “Beruntunglah orang yang menemukan di dalam catatan
   amalnya Istighfar yang banyak.” (Hr.Ibnu Majah)

*Rasulullah saw bersabda, “seseorang lelaki menemukan ranting yang berduri di tengah
   jalan, lalu ia berkata kepada dirinya sendiri, “Demi Allah, aku akan benar-benar
   menjauhkan (membuang) duri ini agar tidak mengganggu orang-orang muslim,
   “Karena itu ia dimasukkan ke surga” (Hr. Muslim)

*Rasulullah saw bersabda, “Tiada seorang Hamba muslim pun mendoakan saudaranya
   tanpa sepengetahuannya kecuali malaikat mengatakan, “Dan bagimu hal yang serupa.”
   (Hr.Muslim dan abu Dawud)

*Dari Tsauban ra. Rasulullah saw bersabda, “Beruntunglah orang yang dapat menguasai
   mulutnya (tidak berbicara hal yang buruk atau sia-sia), menjadikan rumahnya sebagai
   surganya dan menangis atas dosa-dosanya.” (Hr. Thabrani)
*Dari Wa-ilah, Rasululah Saw bersabda “Seburuk-buruk majlis adalah pasar dan jalan, dan
   sebaik-baik majlis adalah masjid. Apabila engkau tidak duduk di masjid, maka diamlah
   di dalam rumahmu.” (Hr.Thabrani)

*Dari Abu Musa ra. Rasululah Saw bersabda “keselamatan seseorang dari fitnah ialah
   hendaknya ia mendiami rumahnya.” (Hr. Dailami)

*Rasulullah saw bersabda, “Bertanyalah kepada para ulama, dan bergaullah dengan orang-
   orang yang bijak.” (Hr.Thabrani)

*Rasulullah saw bersabda, “Tidak tergesa-gesa dalam segala sesuatu adalah hal yang baik
   terkecuali dalam amal akhirat.” (Hr.Abu Dawud)

*Rasulullah saw bersabda, “Sesungguhnya Allah menyukai apabila diantara kalian
   melakukan pekerjaan lalu menyelesaikannya dengan baik.” (Hr.Thabrani)
*Dari Ibnu Umar ra. Rasulullah saw bersabda, “Sesungguhnya orang yang dapat masuk
   surga itu hanyalah orang yang mengharapkannya, dan sesungguhnya orang yang
   menjauhi neraka itu hanyalah orang-orang yang takut akan keganasannya, dan
   sesungguhnya Allah Swt. Hanya merahmati orang yang berbelas kasihan.”
   (Hr.Baihaqi)

*Hadis riwayat Abu Hurairah ra.: Dari Nabi saw., beliau bersabda: Seorang mukmin tidak
   boleh dua kali jatuh dalam lubang yang sama. (Shahih Muslim No.5317)


                               ∩⊇⊇∈∪ tβθãèy_öè? Ÿω $uΖøŠs9Î) öΝä3‾Ρr&uρ $ZWt7tã öΝä3≈oΨø)n=yz $yϑ‾Ρr& óΟçFö7Å¡yssùr&

115. Maka Apakah kamu mengira, bahwa Sesungguhnya Kami menciptakan kamu secara main-
    main (saja), dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada kami? (Qs. Al-Mu’Minun,115)

*Dari Abu Hurairah ra. Rasululah Saw bersabda “Manusia yang mati syahid itu ada lima
   macam, yaitu: orang yang mati karena penyakit tha’un (penyakit menular), orang yang
   mati karena penyakit perut, orang yang mati karena tenggelam, orang yang mati karena
   tertimpa barang berat, dan orang yang mati syahid di jalan Allah.”
   (Bukhari dan Muslim)



                          3. Tentang Adab Wanita dan Lainnya.



                          *Lari Dari Berbagai Macam Fitnah
                    Dan Menghindari Diri Dari Berbagai Bentuk Zina

*Dari Imran bin hushain ra. Rasulullah saw bersabda, “Malu mendatangkan semua
   kebaikan.” (Hr.Muslim)

*Rasulullah saw bersabda, “Wanita itu Aurat.” (Hr.Tirmidzi katanya “Hasan Shahih”)
*Dari Usamah bin Zaid ra., ia berkata: Rasulullah saw. bersabda: Aku tidak meninggalkan
   satu fitnah pun setelahku yang lebih membahayakan kaum lelaki daripada kaum
   wanita. (Shahih Muslim No.4923)

*Dai Abu Bakrah ra. Rasulullah saw bersabda, “Kaum lelaki akan binasa manakala mereka
   taat kepada kaum wanita.” (Hr.Imam Ahmad Bin Hanbal)

*Rasulullah saw bersabda, “Allah melaknat kaum wanita yang menyerupai kaum lelaki,
   dan kaum lelaki menyerupai kaum wanita.” (Hr. Tirmidzi)

*Rasululah Saw bersabda “Berhati-hatilah duduk-duduk di pinggir jalan. Para sahabat
   bertanya, "Ya Rasulullah, bagi kami sesuatu yang tidak dapat kami tinggalkan. Dalam
   berkumpul (majelis) itu kami berbincang-bincang." Nabi Saw menjawab, "Kalau
   memang suatu keharusan maka berilah jalanan itu haknya." Mereka bertanya lagi, "Apa
   yang dimaksud haknya itu, ya Rasulullah?" Nabi Saw menjawab, "Palingkan
   pandanganmu (dari memandang kaum wanita) dan jangan menimbulkan gangguan
   (terhadap yang lain). Jawablah tiap ucapan salam dan beramar ma'ruf nahi mungkar."
   (Muttafaq’Alaih)
*Dari Abu Hurairah ra. Rasululah Saw bersabda “Dua golongan termasuk ahli neraka,
   keduanya belum pernah kulihat sebelumnya, yaitu: segolongan kaum yang memiliki
   cemeti seperti ekor sapi untuk memukul orang-orang, dan kaum wanita yang memakai
   berbagai macam perhiasan tetapi tidak memakai pakaian takwa barang sedikitpun,
   mereka tidak taat kepada Allah dan rupa mereka menawan hati, kepala mereka mirip
   dengan punuk unta yang miring, mereka tidak dapat masuk surga dan tidak pula
   mencium baunya, padahal bau surga dapat tercium dari jarak perjalan sekian (dengan
   isyarat bahwa perjalanan yang sangat jauh).” (Hr.Ahmad)

*Rasulullah saw bersabda, “Dunia ini cantik dan hijau. Sesungguhnya Allah menjadikan
   kamu khalifah dan Allah mengamati apa yang kamu lakukan, karena itu jauhilah
   godaan wanita dan dunia. Sesungguhnya fitnah pertama yang menimpa bani Israil
   adalah godaan kaum wanita.” (HR. Imam Ahmad, Tirmidzi)

*Rasulullah saw Bersabda, “Tiap menjelang pagi hari dua malaikat berseru: "Celaka laki-
   laki dari godaan wanita dan celaka wanita dari godaan laki-laki." (HR. Ibnu Majah, Al-
   Hakim)

*Rasulullah saw bersabda dengan membawakan firman Allah dalam hadits Qudsi:
   "Pandangan mata adalah panah beracun dari antara panah-panah Iblis. Barangsiapa
   meninggalkannya karena takut kepada-Ku maka Aku ganti dengan keimanan yang
   dirasakan manis dalam hatinya." (HR. Al Hakim)

*Rasulullah saw bersabda, “Palingkanlah pandanganmu (dari memandang yang tidak
   halal), sebab pandangan pertama dimaafkan, namun pandangan berikutnya membawa
   dosa." (HR. Muslim dalam Kitabul Isti'dzan, Abu Dawud dan At-Tirmidzi)

*Rasulullah saw bersabda, “Akan tiba satu Zaman atas manusia dimana perhatian mereka
   hanya tertuju pada urusan perut dan kehormatan mereka hanya benda (dunia) semata-
   mata. Kiblat mereka hanya urusan wanita (seks) dan agama mereka adalah harta mas
   dan perak. Mereka adalah makhluk Allah yang terburuk dan tidak akan memperoleh
   bagian yang menyenangkan di sisi Allah.” (HR. Ad-Dailami)
*Dari Uqbah bin Amir ra.: Bahwa Rasulullah saw. Bersabda, “Hindarkanlah diri kalian
   masuk menemui wanita.” ( -Penggalan Hadits- Shahih Muslim no.4037)

*Rasulullah saw bersabda, “Hindarilah berkhalwat (berduan) dengan kaum wanita!”
   (Hr.Imam Ahmad dan Imam At-Tirmidzi –Penggalan hadits-)

*Rasulullah saw bersabda, “Janganlah sekali-kali seorang (diantara kalian) berduaan
   dengan wanita, kecuali dengan mahramnya (sehubungan dengan hal ini banci yang
   cantik, dengan wanita yang bukan muhrim)” (Muttafaq’Alaih)


$yϑÎ/ 7ŽÎ7yz ©!$# ¨βÎ) 3 öΝçλm; 4’s1ø—r& y7Ï9≡sŒ 4 óΟßγy_ρãèù (#θÝàx øts†uρ ôΜÏδ̍≈|Áö/r& ôÏΒ (#θ‘Òäótƒ šÏΖÏΒ÷σßϑù=Ïj9 ≅è%

                                                                                                        ∩⊂⊃∪ tβθãèoΨóÁtƒ
30.Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: "Hendaklah mereka menahan
    pandanganya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi
    mereka, Sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang mereka perbuat". (Qs. An-Nur)


$tΒ āωÎ) £ßγtFt⊥ƒÎ— šωö7ムŸωuρ £ßγy_ρãèù zôàx øts†uρ £Ïδ̍≈|Áö/r& ôÏΒ zôÒàÒøótƒ ÏM≈uΖÏΒ÷σßϑù=Ïj9 ≅è%uρ

÷ρr& €∅ÎγÏFs9θãèç7Ï9 āωÎ) £ßγtFt⊥ƒÎ— šωö7ムŸωuρ ( £ÍκÍ5θãŠã_ 4’n?tã £Ïδ̍ßϑ胿2 tø⌠ΎôØu‹ø9uρ ( $yγ÷ΨÏΒ tyγsß

ûÍ_t/ ÷ρr& £ÎγÏΡ≡uθ÷zÎ) ÷ρr& €∅ÎγÏGs9θãèç/ Ï!$oΨö/r& ÷ρr& €∅ÎγÍ←!$oΨö/r& ÷ρr& €∅ÎγÏGs9θãèç/ Ï!$t/#u ÷ρr& €∅ÎγÍ←!$t/#u

’Í<'ρé& Ύöxî šÏèÎ7≈−F9$# Íρr& £ßγãΖ≈yϑ÷ƒr& ôMs3n=tΒ $tΒ ÷ρr& £ÎγÍ←!$|¡ÎΣ ÷ρr& £ÎγÏ?≡uθyzr& ûÍ_t/ ÷ρr& €∅ÎγÏΡ≡uθ÷zÎ)

tø⌠ΎôØo„ Ÿωuρ ( Ï!$|¡ÏiΨ9$# ÏN≡u‘öθtã 4’n?tã (#ρãyγôàtƒ óΟs9 šÏ%©!$# È≅ø ÏeÜ9$# Íρr& ÉΑ%y`Ìh9$# zÏΒ Ïπt/ö‘M}$#

÷/ä3ª=yès9 šχθãΖÏΒ÷σßϑø9$# tµ•ƒr& $—èŠÏΗsd «!$# ’n<Î) (#þθç/θè?uρ 4 £ÎγÏFt⊥ƒÎ— ÏΒ tÏ øƒä† $tΒ zΝn=÷èã‹Ï9 £ÎγÎ=ã_ö‘r'Î/

                                                                                                    ∩⊂⊇∪ šχθßsÎ=ø è?
31.Katakanlah kepada wanita yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangannya,
   dan kemaluannya, dan janganlah mereka Menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa)
   nampak dari padanya. dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya, dan
   janganlah Menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau
   ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-
   saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara
   perempuan mereka, atau wanita-wanita Islam, atau budak- budak yang mereka miliki, atau
   pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak
   yang belum mengerti tentang aurat wanita. dan janganlah mereka memukulkan kaki nya agar
   diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. dan bertaubatlah kamu sekalian kepada
   Allah, Hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung. (Qs. An-Nur)

                                                                   ∩⊇∪ â‘ρ߉÷Á9$# ‘Ï øƒéB $tΒuρ ÈãôãF{$# sπuΖÍ←!%s{ ãΝn=÷ètƒ
19. Dia mengetahui (pandangan) mata yang khianat[1] dan apa yang disembunyikan oleh hati.
          [1] Yang dimaksud dengan pandangan mata yang khianat adalah pandangan yang
          dilarang, seperti memandang kepada wanita yang bukan muhrimnya. (Qs. Al Mu’min)



                                 *Sebaik-sebaik Wanita dan
                                Saat Berkeperluan Dengannya

*Dari Abu Hurairah ra. Rasulullah saw bersabda, “Berwasiat baiklah kalian terhadap kaum
   wanita. Sesungguhnya wanita itu tercipta dari tulang rusuk yang bengkok. Tulang
   rusuk yang paling bengkok adalah yang paling atas. Apabila engkau luruskan, niscaya
   ia patah, dan apabila engkau biarkan niscaya ia tetap bengkok, karena itu berwasiat
   baiklah di dalam menghadapi wanita.” (Syaikhan)

*Dari Aisyah rha bahwa Asma’ binti Abu Bakar ra menemui Rasulullah Saw. sedang dia
   mengenakan pakaian yang tipis. Maka Rasululllah berpaling daripadanya dan berkata
   “Wahai Asma” Sesungguhny Wanita itu apabila telah mencapai usia haid, maka tidak
   layak untuk dilihat darinya kecuali ini” Beliau mengisyaratkan ke wajah dan kedua
   telapak tangan beliau. (Hr.Abu Dawud no.3458)

*Dari Abu Hurairah ra. Rasulullah saw bersabda, “Wanita dinikahi karena empat perkara.
   Karena harta bendanya, kedudukannya, kecantikannya dan karena agamanya. Maka
   pilihlah wanita yang kuat agamanya, niscaya kamu beruntung.” (Muttafaq’Alaih)

*Rasulullah saw. Bersabda, “Dunia semuanya merupakan perhiasan, dan sebaik-baik
   perhiasan dunia adalah wanita yang shaleh.” (Hr.Nasa’i)

*Dari Anas ra. Rasulullah saw. Bersabda, “Sebaik-baik wanita adalah yang memelihara
   kehormatannya lagi penurut. Dia memelihara kehormatannya dan penurut terhadap
   suaminya.” (Hr.Dailami)

*Rasulullah saw bersabda, “Tiada yang lebih baik manfaatnya bagi seorang mukmin
   sesudah takwa kepada Allah daripada istri yang shaleh, apabila suaminya
   memerintahnya niscaya ia mentaati perintahnya, apabila suaminya memandang
   kepadanya niscaya ia menampakkan wajahnya yang berseri, dan apabila suaminya
   pergi, maka ia memelihara kehormatannya dan harta suaminya.” (Hr. Ibnu Majah)

*Rasulullah saw bersabda, “Ghirah (cemburu) merupakan sebagian dari iman.
   Mempermainkan wanita merupakan sebagian dari nifak (Munafik)” (Hr. Dailami)

*Dari Siti Aisyah r.ha. Rasulullah saw bersabda, “taat kepada wanita adalah penyesalan.”
   (Hr. Ibnu Asakir)

*Rasulullah saw bersabda, “Sekiranya aku diperkenankan untuk menyuruh seseorang
   bersujud kepada orang lain, niscaya aku perintahkan kaum wanita untuk bersujud
   kepada suami-suami mereka, karena besarnya kewajiban yang di bebankan atas para
   istri terhadap suami-suaminya.” (Hr. Abu Dawud)

*Rasulullah saw bersabda, “Seorang wanita tidak boleh melakukan perjalanan sejauh
   perjalanan dua hari tanpa ditemani oleh suami atau muhrimnya.” (Hr. Bukhari)
*Dari Abu Hurairah ra. Rasulullah saw bersabda, “Peliharalah kehormatan kalian dari
   wanita-wanita orang lain, niscaya istri-istri kalian menjadi terhormat.” (Hr.Al-Hakim)

*Dari Abu Hurairah r.a. Rasulullah Saw Bersabda “Sebaik-baiknya wanita adalah yang
   paling sayang terhadap anak yatim yang masih kecil dan paling perhatian terhadap
   suami.” (Hr.Muslim)

*Rasulullah Saw bersabda, “Diperlihatkan kepadaku neraka kebanyakan penghuninya
   kaum wanita karena kekufuran mereka. Para sahabat bertanya, "Apakah mereka kufur
   kepada Allah?" Nabi Saw menjawab, "Mereka mengkufuri pergaulan dan kebajikan
   (kebaikan). Apabila kamu berbuat ihsan kepada seorang dari mereka sepanjang umur
   lalu dia mengalami sesuatu yang tidak menyenangkannya dia akan berkata, "Kamu
   belum pernah berbuat baik kepadaku." (HR. Bukhari)

*Rasulullah saw bersabda, “Wahai kaum wanita, aku tidak melihat dari suatu kaum (orang-
   orang) yang lemah akal (pemikiran) dan lemah agama lebih menghilangkan hati orang-
   orang yang sehat akal dan benaknya dari pada kamu (kaum wanita). Aku telah
   menyaksikan neraka yang penghuninya paling banyak kaum wanita. Maka dekatkanlah
   dirimu kepada Allah sedapat mungkin. (HR. Bukhari)

*Rasulullah saw bersabda, “Janganlah seorang laki-laki berduaan dengan perempuan
   (bukan mahram) karena yang ketiganya adalah syetan.” (HR. Abu Dawud)

*Rasulullah saw bersabda, “Laki-laki memberi salam kepada wantia dan wanita jangan
   memberi salam kepada laki-laki. (HR. Ad-Dainuri)

*Rasulullah saw bersabda, “Wanita mana pun yang menambahkan pada kepalanya sehelai
   rambut yang bukan berasal dari kepalanya, maka hal itu merupakan dosa yang
   ditambahkan kepada dirinya (sendiri)” (Hr. Nasa’i)

*Rasululah Saw bersabda “Lesbian yang dilakukan oleh sesama wanita sama dengan zina.”
   (Hr.Thabrani)

  Allah Berfirman “Apabila kamu meminta sesuatu (keperluan) kepada mereka, maka
  mintalah dari belakang tabir (Hijab/ Pembatas). Cara yang demikian itu lebih suci bagi
                        hatimu dan hati mereka. (Al-Ahzab ; 53)



                              *Di Larangnya Bersalaman
                          Dengan Wanita Yang Bukan Muhrim

*Nabi saw bersabda: “Sesungguhnya aku tidak berjabat tangan dengan wanita (yang bukan
   muhrim), ucapanku untuk seratus wanita itu sebagaimana ucapanku untuk satu wanita.”
   (HR. Ahmad 6/357 & disahihkan Syaikh Al Albani dalam As Shahihah, 2/64)

*Rasulullah saw. bersabda:"Saya tidak pernah berjabat tangan dengan seorang wanita
   (yang bukan muhrim)." (Hadits Shahih, Sunan at-Tirmidzi, hadits no.1957, Sunan an-
   Nasa'i 7/149, Sunan Ibnu Majah 2874.)
*Aisyah ra. berkata:"Demi Allah, tangan Rasulullah tidak pernah menyentuh tangan
   wanita manapun (yang bukan muhrimnya) dalam berbai'at (menyambung silaturahmi),
   dan ketika membai'at mereka pun, Rasulullah saw hanya menggunakan lisan
   saja".(Shahih Bukhari, hadits no. 4891)

*Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi saw bersabda:“Ditetapkan (ditakdirkan) bagi
   setiap anak Adam bagian dari perbuatan zina. Pasti dia alami dan tidak bisa mengelak.
   Dua mata zinanya melihat, dua telinga zinanya mendengar, lidah zinanya berbicara,
   tangan zinanya menyentuh, kaki zinanya melangkah, hati zinanya berangan-angan, dan
   kemaluan yang akan membenarkan atau mendustakan itu semua.” (Muttafaq’Alaih)
       Keterangan :
             Imam An Nawawi mengatakan: “Bahwa setiap anak Adam ditakdirkan untuk
         melakukan perbuatan zina. Di antara mereka ada yang melakukan zina
         sesungguhnya, yaitu memasukkan kemaluan ke dalam kemaluan. Di antara
         mereka ada yang zinanya tidak sungguhan, dengan melihat hal-hal yang haram,
         atau mendengarkan sesuatu yang mengarahkan pada perzinaan dan usaha-usaha
            untuk mewujudkan zina, atau dengan bersentuhan tangan, atau menyentuh wanita
            asing dengan tangannya, atau menciumnya…” (Syarh Shahih Muslim, 8/457)


                                                    ∩⊂⊄∪ Wξ‹Î6y™ u!$y™uρ Zπt±Ås≈sù tβ%x. …çµ‾ΡÎ) ( #’oΤÌh“9$# (#θç/tø)s? Ÿωuρ
32. dan janganlah kamu mendekati zina; Sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang
keji. dan suatu jalan yang buruk. (Qs. Al-Israa’)


                                            Å∃ρã÷èyϑø9$$Î/ £èδρçŽÅ°$tãuρ
19. dan bergaullah dengan mereka secara patut. (Qs. An-Nisa’)




                                                 4. Memiliki Ilmu


|=≈tGÅ3ø9$# ãΝà6ßϑÏk=yèãƒuρ öΝà6ŠÏj.t“ãƒuρ $oΨÏG≈tƒ#u öΝä3ø‹n=tæ (#θè=÷Gtƒ öΝà6ΖÏiΒ Zωθß™u‘ öΝà6‹Ïù $uΖù=y™ö‘r& !$yϑx.

                                                        ∩⊇∈⊇∪ tβθßϑn=÷ès? (#θçΡθä3s? öΝs9 $¨Β Νä3ßϑÏk=yèãƒuρ sπyϑò6Ïtø:$#uρ
151. sebagaimana (kami telah menyempurnakan nikmat Kami kepadamu) Kami telah mengutus
kepadamu Rasul diantara kamu yang membacakan ayat-ayat Kami kepada kamu dan mensucikan
kamu dan mengajarkan kepadamu Al kitab (al Qur’an) dan Al-Hikmah (as Sunnah), serta
mengajarkan kepada kamu apa yang belum kamu ketahui. (Qs. Al Baqarah)


              ∩⊇⊂⊂∪ #\ƒÏ‰s% y7Ï9≡sŒ 4’n?tã ª!$# tβ%x.uρ 4 šÍ÷t}$t↔Î/ ÏNù'tƒuρ â¨$¨Ζ9$# $pκš‰r& öΝà6ö7Ïδõ‹ãƒ ù't±o„ βÎ)
133. jika Allah menghendaki, niscaya Dia musnahkan kamu Wahai manusia, dan Dia datangkan
umat yang lain (sebagai penggantimu). dan adalah Allah Maha Kuasa berbuat demikian. (Qs. An-
Nisa)
“ÈθtGó¡o„ ö≅yδ ö≅è% 3 ϵÎn/u‘ sπuΗ÷qu‘ (#θã_ötƒuρ nοtÅzFψ$# â‘x‹øts† $VϑÍ←!$s%uρ #Y‰É`$y™ È≅ø‹©9$# u!$tΡ#u ìMÏΖ≈s% uθèδ ô¨Βr&

                                        ∩∪ É=≈t7ø9F{$# (#θä9'ρé& ㍩.x‹tGtƒ $yϑ‾ΡÎ) 3 tβθßϑn=ôètƒ Ÿω tÏ%©!$#uρ tβθçΗs>ôètƒ tÏ%©!$#
9. (apakah kamu Hai orang musyrik yang lebih beruntung) ataukah orang yang beribadat di waktu-
waktu malam dengan sujud dan berdiri, sedang ia takut kepada (azab) akhirat dan mengharapkan
rahmat Tuhannya? Katakanlah: "Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-
orang yang tidak mengetahui?" Sesungguhnya orang yang berakallah yang dapat menerima
pelajaran. (Qs. az Zumar)

                                        ∩⊆⊄∪ tβθçΗs>÷ès? öΝçFΡr&uρ ¨,ysø9$# (#θãΚçGõ3s?uρ È≅ÏÜ≈t7ø9$$Î/ €Yysø9$# (#θÝ¡Î6ù=s? Ÿωuρ
42. dan janganlah kamu campur adukkan yang hak dengan yang bathil dan janganlah kamu
sembunyikan yang hak itu, sedang kamu mengetahui. (Qs. al Baqarah)


               ∩⊆⊆∪ tβθè=É)÷ès? Ÿξsùr& 4 |=≈tGÅ3ø9$# tβθè=÷Gs? öΝçFΡr&uρ öΝä3|¡à Ρr& tβöθ|¡Ψs?uρ ÎhŽÉ9ø9$$Î/ }¨$¨Ψ9$# tβρâ÷ß∆ù's?r& *
44. mengapa kamu suruh orang lain (mengerjakan) kebaikan, sedang kamu melupakan diri
(kewajiban) mu sendiri, Padahal kamu membaca Al kitab (Taurat)? Maka tidaklah kamu berpikir?
(Qs. Al Baqarah)


Ÿω $tΒ (#θä9θà)s? βr& «!$# y‰ΨÏã $ºFø)tΒ uŽã9Ÿ2 ∩⊄∪ tβθè=yèø s? Ÿω $tΒ šχθä9θà)s? zΝÏ9 (#θãΖtΒ#u tÏ%©!$# $pκš‰r'‾≈tƒ

                                                                                                                ∩⊂∪ šχθè=yèø s?
2. Wahai orang-orang yang beriman, kenapakah kamu mengatakan sesuatu yang tidak kamu
kerjakan?
3. Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan.
(Qs. as-Shaaf)


’Í< (#θç6‹ÉftGó¡uŠù=sù ( Èβ$tãyŠ #sŒÎ) Æí#¤$!$# nοuθôãyŠ Ü=‹Å_é& ( ë=ƒÌs% ’ÎoΤÎ*sù Íh_tã “ÏŠ$t6Ïã y7s9r'y™ #sŒÎ)uρ

                                                                                ∩⊇∇∉∪ šχρ߉ä©ötƒ öΝßγ‾=yès9 ’Î1 (#θãΖÏΒ÷σã‹ø9uρ

186. dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, Maka (jawablah),
bahwasanya aku adalah dekat. aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia
memohon kepada-Ku, Maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah
mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran. (Qs. Al-Baqarah)


öθs9uρ Ï&Î#÷WÏϑÎ/ tβθè?ù'tƒ Ÿω Èβ#uöà)ø9$# #x‹≈yδ È≅÷VÏϑÎ/ (#θè?ù'tƒ βr& #’n?tã ÷Éfø9$#uρ ߧΡM}$# ÏMyèyϑtGô_$# ÈÈ⌡©9 ≅è%

                                                                                    ∩∇∇∪ #ZŽÎγsß <Ù÷èt7Ï9 öΝåκÝÕ÷èt/ šχ%x.
88. Katakanlah: "Sesungguhnya jika manusia dan jin berkumpul untuk membuat yang serupa Al
Quran ini, niscaya mereka tidak akan dapat membuat yang serupa dengan Dia, Sekalipun sebagian
mereka menjadi pembantu bagi sebagian yang lain". (Qs. Al-Israa’)
      ∩⊇⊇∪ ׎Î7yz tβθè=yϑ÷ès? $yϑÎ/ ª!$#uρ 4 ;M≈y_u‘yŠ zΟù=Ïèø9$# (#θè?ρé& tÏ%©!$#uρ öΝä3ΖÏΒ (#θãΖtΒ#u tÏ%©!$# ª!$# Æìsùötƒ
11. niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang
diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. dan Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan.
(Qs. Mujadilah)

*Dari Muawiyah Radliyallaahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam
   bersabda: “Barangsiapa yang dikehendaki kebaikan oleh Allah, maka ia akan diberi
   pemahaman tentang agama, aku hanyalah pembagi dan Allahlah yang memberi.”
   (Muttafaq’Alaih)

*Rasulullah saw bersabda, “Barangsiapa menempuh suatu jalan dalam rangka mencari
   ilmu, niscaya Allah memudahkan baginya jalan menuju surga.” (Hr. Muslim, dalam
   Riwayat Thabrani dikatakan “Tiada seseorang pun yang keluar dari rumahnya dalam
   rangka mencari ilmu,..”)

*Rasulullah saw bersabda, “Apabila manusia mati, maka semua amalnya terputus, kecuali
   tiga perkara, yaitu: amal jariyyah, ilmu yang bermanfaat (yang telah disebarkannya
   kepada orang lain), anak yang shaleh yang mendoakan kedua orang tuanya.”
   (Hr.Muslim)

*Dari Jabir ra berkata Rasulullah saw bersabda, “Ilmu itu ada dua macam, yaitu 1. ilmu
   yang meresap kedalam hati, maka inilah ilmu yang bermanfaat. 2.ilmu yang hanya ada
   di lidah, maka inilah hujjah (tunuttan) Allah atas bani Adam' (Hr.Al-Khatib dengan
   sanad Hasan)

*Dari Ibnu Abbas rhuma Rasulullah saw bersabda, “Ajarilah (manusia tentang agama),
   permudahlah (mereka) dan jangan kamu persulit (Hr.Ahmad I/283)

*Dari Abu Darda ra Rasulullah saw bersabda, “Sesungguhnya keutamaan seorang alim
   (orang yang berilmu) atas seorang abid (ahli ibadah) adalah seperti kelebihan bulan
   purnama terhadap seluruh bintang, -barangsiapa yang mengambil ilmu, maka
   sesungguhnya ia telah mengambil bagian (kebaikan) yang banyak.” (Hr.Abu Dawud)

*Dari Watsih bin al Asqa ra berkata Rasulullah saw bersabda, “Barangsiapa menuntut ilmu
   dan mendapatkannya, maka Allah mencatat baginya pahala dua bagian, dan
   barangsiapa menuntut ilmu tetapi tidak mendapatkannya, maka Allah mencatat baginya
   pahala satu bagian” (Hr.Thabrani)

*Dari Shafwan bin Assal al Muradi ra Rasulullah saw bersabda, “Sesungguhnya orang
   yang menuntut ilmu itu dikerumuni oleh para malaikat dengan sayap-sayapnya,
   kemudian mereka bertumpuk satu sama lain sehingga tersusun sampai ke langit dunia
   (Hr.Thabrani, para perawinya Shahih)

*Rasulullah saw bersabda, “Bukanlah orang yang mengamalkan ilmunya seseorang yang
   tidak mempergauli dengan baik orang-orang yang harus ia pergauli hingga Allah
   menjadikan untuknya jalan keluar dari hal tersebut.” (Hr.Baihaqi)

*Rasulullah saw bersabda, “Keutamaan orang berilmu atas orang ahli ibadah sama dengan
   keutamaan diriku atas orang yang paling rendah di antara kalian. Sesungguhnya Allah
   Swt. Para malaikat, penghuni langit dan bumi hingga semut yang berada di lubangnya
   serta ikan yang ada di laut, semua mendoakan orang yang mengajarkan kebaikan
   kepada manusia.” (Hr. Tirmidzi)

*Rasulullah saw bersabda, “jadilah kamu seorang pengajar (alim), atau pelajar
   (muta’alim), atau yang mendengarkan (mustami’), atau yang mencintai ilmu (muhibb).
   Dan janganlah kamu menjadi yang kelima, maka kamu akan binasa. Yang kelima yaitu
   kamu benci kepada ilmu (agama) dan ahli ilmu (ulama).” (penggalan hadits-
   Hr.Baihaqi, Thabrani, Al-Bazzar)

*Dari Ibnu Abbas rhuma berkata Rasulullah saw bersabda, “Satu orang faqih (alim) lebih
   ditakuti syetan daripada seribu abid (ahli ibadah)” (Hr.Tirmidzi, “Hadits Gharib” 2681)

*Rasulullah Saw, beliau bersabda, “Beruntunglah orang yang mengamalkan ilmunya,
   menginfakkan sebagian hartanya, dan menahan mulutnya.” (Hr.Bukhari)

*Rasulullah saw bersabda, “Bencana ilmu adalah lupa. Dan termasuk menyia-nyiakan ilmu
   ialah bila engkau membicarakannya dengan orang yang bukan ahlinya.” (Hr.Abi-
   Syaibah)

*Rasulullah saw bersabda, “Orang alim mengamalkan ilmunya lebih baik daripada seribu
   orang ahli ibadah (yang tidak alim.)” (Hr.Ad-Dailami)
*Rasulullah saw bersabda, “Ada empat perkara yang tidak pernah kenyang dari empat
   perkara lainnya, yaitu: bumi dari hujan, wanita dari laki-laki, mata dari memandang,
   dan orang alim dari ilmu.” (Hr.Al-Hakim)

*Dari Jundub ra. Rasulullah saw bersabda, “Sungguh termasuk akhlak orang muslim, yaitu
   kuat dalam beragama, tegas disertai sikap lembut, iman dengan penuh keyakinan, haus
   akan ilmu, penyayang dengan segala konsekwensinya, penyabar disertai dengan
   pengetahuan, dermawan dalam keadaan berkecukupan. taat dan bersikap lurus,
   bersemangat mencari petunjuk, berbelas kasihan terhadap orang-orang susah. – dia
   bergaul dengan orang-orang untuk memperoleh pengetahuan dan berbicara dengan
   mereka supaya dapat memahami.” (Hr.Al-Hakim)

*Rasulullah saw bersabda, “Tidak boleh hasud (iri) kecuali dalam dua hal, yaitu: seseorang
   yang di beri Allah harta, lalu ia menginfakkannya di jalan yang hak, dan seseorang
   yang diberi oleh Allah Hikmah (Ilmu), lalu ia mengamalkannya dan mengajarkannya
   kepada orang lain.” (Syaikhan)

*Rasulullah saw bersabda, “Ambillah Hikmah, tidak membahayakan dirirmu dari tempat
   mana ia dikeluarkan.” (Hr.Al-Hakim)

*Rasulullah saw bersabda, “Sebaik-baik kalian adalah orang-orang yang belajar Al-Qur’an
   lalu mengajarkannya kepada orang lain.” (Hr. Bukhari)

*Rasulullah saw bersabda, “Celakalah orang yang tidak memiliki pengetahuan tentang
   agama, dan celaka pulalah orang yang mengetahui tetapi tidak mengamalkannya.”
   (Hr.Abu Nu’aim)
*Dari Anas ra. Rasululah Saw bersabda “Celakalah umatku disebabkan ulama yang
   buruk.” (Hr.Al-Hakim)

*Rasulullah saw. Bersabda, “Nabi Sulaiman a.s disuruh memilih antara harta benda,
   kerajaan, dan ilmu. Dia memilih ilmu, akhirnya dia diberi pula kerajaan dan harta
   benda.” (Hr.Ad-Dailami)

*Rasulullah saw bersabda, “Barangsiapa keluar mencari ilmu agama, berarti ia di jalan
   Allah hingga kembali.” (Hr. Tirmidzi)

*Dari Mu’adz ra. Rasulullah saw bersabda, “Sikap menjilat dan iri hati bukanlah akhlak
   seorang mukmin, kecuali dalam mencari ilmu.” (Hr.Baihaqi)

*Rasulullah saw bersabda, “Al-Qur’an itu petunjuk yang jelas, peringatan yang bijak dan
   jalan yang lurus.” (Hr. Baihaqi)

*Dari Ibnu Umar ra. Rasulullah saw bersabda, “ Sedikit pengetahuan tentang ilmu fiqih itu
   lebih baik daripada banyak ibadah, dan cukuplah ilmu fiqih bagi seseorang bila (ilmu
   itu) dapat menuntunnya untuk beribadah kepada Allah, dan cukuplah kebodohan
   seseorang bila ia merasa kagum dengan pendapatnya sendiri.” (Hr.Thabrani)
*Dari Anas ra. Rasulullah saw bersabda, “Orang alim apabila menginginkan keridhaan
   Allah melalui ilmunya, segala sesuatu akan takut kepadanya. Apabila ia menghendaki
   menambah kekayaan harta benda melalui ilmunya, keadaannya berbalik, ia akan takut
   kepada segala sesuatu.” (Hr. Dailami)

*Rasulullah saw bersabda, “Lelaki manapun yang Allah telah memberikan suatu ilmu
   kepadanya lalu ia menyembunyikannya, maka di hari kiamat Allah akan melucutinya
   dengan cambuk.” (Hr.Thabrani)

*Dari Abu Hurairah ra berkata Rasulullah saw bersabda, “Barangsiapa ditanya tentang
   ilmu, lalu ia menyembunyikannya (tidak memberitahukannya), maka Allah akan
   mengekangnya dengan tali kekang (kendali) dari api neraka pada hari kiamat.”
   (Hr.Abu Dawud no.3658)

*Dari Abu Hurairah ra Rasulullah saw bersabda, “Perumpamaan orang yang menuntut
   ilmu tetapi tidak menyampaikannya (pada orang lain) adalah seperti orang yang
   mengumpulkan harta, tetapi tidak menginfakkannya.” (Hr.Thabrani)

*Dari Mu’adz bin Jabal ra, dia berkata : sabda Rasulullah saw.“Takkan bergeser kedua
   telapak kaki seseorang pada hari kiamat, sebelum dia ditanya tentang empat perkara :
   tentang umurnya, untuk apa dia habiskan; tentang masa mudanya, untuk apa dia
   pergunakan; tentang hartanya, dari mana dia peroleh, dan untuk apa dia nafkahkan; dan
   tentang ilmunya, amal apa yang dia lakukan dengannya?” (Hr.Tirmidzi)

*Dari Abu Barzah Al-Aslami ra, dia berkata : sabda Rasulullah saw, ‘Takkan bergeser
   kedua telapak kaki seseorang pada hari kiamat sebelum dia ditanya tentang empat
   perkara : tentang umurnya, untuk apa dia habiskan; tentang tubuhnya, untuk apa dia
   letihkan ; tentang ilmunya, amal apa yang dia lakukan dengannya; dan tentang
   hartanya, dari mana dia peroleh dan untuk apa dia belanjakan.” (Hr.Tirmidizi)
€ É=≈tGÅ3ø9$# ’Îû Ĩ$¨Ζ=Ï9 çµ≈¨Ψ¨t/ $tΒ Ï‰÷èt/ .ÏΒ 3“y‰çλù;$#uρ ÏM≈uΖÉit7ø9$# zÏΒ $uΖø9t“Ρr& !$tΒ tβθßϑçFõ3tƒ tÏ%©!$# ¨βÎ)

šÍ×‾≈s9'ρé'sù (#θãΖ¨t/uρ (#θßsn=ô¹r&uρ (#θç/$s? tÏ%©!$# āωÎ) ∩⊇∈∪ šχθãΖÏè≈‾=9$# ãΝåκß]yèù=tƒuρ ª!$# ãΝåκß]yèù=tƒ y7Í×‾≈s9'ρé&

                                                                          ∩⊇∉⊃∪ ÞΟŠÏm§9$# Ü>#§θ−G9$# $tΡr&uρ 4 öΝÍκöŽn=tæ ÛUθè?r&
159. Sesungguhnya orang-orang yang Menyembunyikan apa yang telah Kami turunkan berupa
keterangan-keterangan (yang jelas) dan petunjuk, setelah Kami menerangkannya kepada manusia
dalam Al Kitab, mereka itu dila'nati Allah dan dila'nati (pula) oleh semua (mahluk) yang dapat
mela'nati,
160. kecuali mereka yang telah taubat dan Mengadakan perbaikan[1] dan menerangkan
(kebenaran), Maka terhadap mereka Itulah aku menerima taubatnya dan Akulah yang Maha
menerima taubat lagi Maha Penyayang. (Qs. Al-Baqarah)
           [1] Mengadakan perbaikan berarti melakukan pekerjaan-pekerjaan yang baik untuk
           menghilangkan akibat-akibat yang jelek dari kesalahan-kesalahan yang dilakukan.



                                        5. Mendakwahkan Kebesaran Allah



                                       ∩∠∪ ö/ä3tΒ#y‰ø%r& ôMÎm6s[ãƒuρ öΝä.÷ŽÝÇΖtƒ ©!$# (#ρçŽÝÇΖs? βÎ) (#þθãΖtΒ#u zƒÏ%©!$# $pκš‰r'‾≈tƒ
7. Hai orang-orang mukmin, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan
menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu. (Qs. Muhammad)


                                                     ∩⊇∪ šÎ=Îγ≈pgø:$# Çtã óÚ̍ôãr&uρ Å∃óãèø9$$Î/ ó÷ß∆ù&uρ uθø yèø9$# É‹è{
199. jadilah Engkau Pema'af dan suruhlah orang mengerjakan yang ma'ruf, serta berpalinglah
dari pada orang-orang yang bodoh. (Qs. Al-A’raf)


                ∩⊂⊂∪ tÏϑÎ=ó¡ßϑø9$# zÏΒ Í_‾ΡÎ) tΑ$s%uρ $[sÎ=≈|¹ Ÿ≅Ïϑtãuρ «!$# ’n<Î) !%tæyŠ £ϑÏiΒ Zωöθs% ß|¡ômr& ôtΒuρ
33. siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah,
mengerjakan amal yang saleh, dan berkata: "Sesungguhnya aku Termasuk orang-orang yang
menyerah diri?" (Qs.Al-Fushilat)

uθèδ y7−/u‘ ¨βÎ) 4 ß|¡ômr& }‘Ïδ ÉL©9$$Î/ Οßγø9ω≈y_uρ ( ÏπuΖ|¡ptø:$# ÏπsàÏãöθyϑø9$#uρ Ïπyϑõ3Ïtø:$$Î/ y7În/u‘ È≅‹Î6y™ 4’n<Î) äí÷Š$#

                                                  ∩⊇⊄∈∪ tωtGôγßϑø9$$Î/ ÞΟn=ôãr& uθèδuρ ( Ï&Î#‹Î6y™ tã ¨≅|Ê yϑÎ/ ÞΟn=ôãr&
125. serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah[1] dan pelajaran yang baik dan
bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui
tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang
mendapat petunjuk. (Qs. An-Nahl)
        [1] Hikmah: ialah Perkataan yang tegas dan benar yang dapat membedakan antara yang
        hak dengan yang bathil.
3 «!$$Î/ tβθãΖÏΒ÷σè?uρ ̍x6Ζßϑø9$# Çtã šχöθyγ÷Ψs?uρ Å∃ρã÷èyϑø9$$Î/ tβρâ÷ß∆ù's? Ĩ$¨Ψ=Ï9 ôMy_̍÷zé& >π¨Βé& uŽöyz öΝçGΖä.

tβθà)Å¡≈x ø9$# ãΝèδçŽsYò2r&uρ šχθãΨÏΒ÷σßϑø9$# ãΝßγ÷ΖÏiΒ 4 Νßγ©9 #ZŽöyz tβ%s3s9 É=≈tGÅ6ø9$# ã≅÷δr& š∅tΒ#u öθs9uρ

                                                                                                                                ∩⊇⊇⊃∪
110. kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang
ma'ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya ahli kitab beriman,
tentulah itu lebih baik bagi mereka, di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka
adalah orang-orang yang fasik. (Qs.Ali-Imran)



߉ƒÏ‰x© ©!$# ¨βÎ) ( ©!$# (#θà)¨?$#uρ 4 Èβ≡uρô‰ãèø9$#uρ ÉΟøOM}$# ’n?tã (#θçΡuρ$yès? Ÿωuρ ( 3“uθø)−G9$#uρ ÎhŽÉ9ø9$# ’n?tã (#θçΡuρ$yès?uρ

                                                                                                                    ∩⊄∪ É>$s)Ïèø9$#
2.. dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-
menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. dan bertakwalah kamu kepada Allah,
Sesungguhnya Allah Amat berat siksa-Nya. (Qs.Al Maidah)


Çtã (#öθyγtΡuρ Å∃ρã÷èyϑø9$$Î/ (#ρãtΒr&uρ nο4θŸ2¨“9$# (#âθs?#uuρ nο4θn=¢Á9$# (#θãΒ$s%r& ÇÚö‘F{$# ’Îû öΝßγ≈¨Ψ©3¨Β βÎ) tÏ%©!$#

                                                                                        ∩⊆⊇∪ Í‘θãΒW{$# èπt6É)≈tã ¬!uρ 3 ̍s3Ζßϑø9$#
41. (yaitu) orang-orang yang jika Kami teguhkan kedudukan mereka di muka bumi niscaya mereka
mendirikan sembahyang, menunaikan zakat, menyuruh berbuat ma'ruf dan mencegah dari
perbuatan yang mungkar; dan kepada Allah-lah kembali segala urusan. (Qs.Al Hajj)


uθèδ y7−/u‘ ¨βÎ) 4 ß|¡ômr& }‘Ïδ ÉL©9$$Î/ Οßγø9ω≈y_uρ ( ÏπuΖ|¡ptø:$# ÏπsàÏãöθyϑø9$#uρ Ïπyϑõ3Ïtø:$$Î/ y7În/u‘ È≅‹Î6y™ 4’n<Î) äí÷Š$#

                                                   ∩⊇⊄∈∪ tωtGôγßϑø9$$Î/ ÞΟn=ôãr& uθèδuρ ( Ï&Î#‹Î6y™ tã ¨≅|Ê yϑÎ/ ÞΟn=ôãr&
125. serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah[1] dan pelajaran yang baik dan
bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui
tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang
mendapat petunjuk. (Qs. an-Nahl)
            [1] Hikmah: ialah Perkataan yang tegas dan benar yang dapat membedakan antara yang
            hak dengan yang bathil.


ãΝèδ y7Í×‾≈s9'ρé&uρ 4 ̍s3Ψßϑø9$# Çtã tβöθyγ÷Ζtƒuρ Å∃ρã÷èpRùQ$$Î/ tβρããΒù'tƒuρ Ύösƒø:$# ’n<Î) tβθããô‰tƒ ×π¨Βé& öΝä3ΨÏiΒ ä3tFø9uρ

                                                                                                          ∩⊇⊃⊆∪ šχθßsÎ=ø ßϑø9$#
104. dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan,
menyuruh kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang munkar[1]; merekalah orang-orang yang
beruntung. (Qs. Ali Imran)
          [1] Ma'ruf: segala perbuatan yang mendekatkan kita kepada Allah; sedangkan Munkar
          ialah segala perbuatan yang menjauhkan kita dari pada-Nya.

*Dari Ali bin Abi Thalib r.a. , Rasulullah saw bersabda, “Ketaatan itu hanyalah pada
   hal-hal yang makruf (menyuruh kepada kebaikan)” (Muttafaq’Alaih)

*Dari Abu Musa Al Asya’ri ra. Rasulullah saw bersabda, “Barangsiapa berperang demi
   menegakkan Kalimatullah, berarti ia berjuang di jalan Allah.” (Muttafaq’Alaih)

*Rasulullah saw bersabda, “Mudahkanlah! Jangan mempersulit, gembirakanlah, dan
   jangan kamu membuat mereka tidak suka (dengan agama).” (Hr.Bukhari)

*Dari Ibnu Abbas rhuma Rasulullah saw bersabda, “Ajarilah (manusia tentang agama),
   permudahlah (mereka) dan jangan kamu persulit (Hr.Ahmad I/283)

*Dari Anas ra berkata, Nabi Saw bersabda “Berbuatlah yang mudah, jangan menyulitkan
   umat. Berilah kabar gembira dan jangan membikin orang-orang lari” (Hr.Bukhari)

*Sesungguhnya Abu Hurairah ra berkata Nabi Saw bersabda kepada mereka
   “Sesungguhnya kamu diutus untuk mempermudah orang lain, bukan membikin sulit
   mereka.” (Hr.Bukhari)

*Dari Aisyah rha berkata “Rasulullah saw memerintahkan kami agar memperlakukan
   manusia menurut kedudukannya.” (Hr.Muslim)

*Dari Ibnu Mas'ud Radliyallaahu 'anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam
   bersabda: "Barangsiapa menunjukkan kepada kebaikan, (maka) ia memperoleh pahala
   seperti pahala orang yang mengamalkannya (Tanpa mengurangi Pahala orang yang
   mengamalkan itu sedikitpun) " (Hr.Muslim , Abu Dawud)

*Dari Abi Thalib ra. Rasulullah saw bersabda, “Ya Allah, kasihanilah para khalifah yang
   datang sesudahku, yaitu orang-orang yang meriwayatkan hadits-hadits dan sunnahku
   lalu mereka mengajarkannya kepada manusia.” (Hr.Thabrani)

*Dari Ibnu Abbas ra. Rasulullah saw bersabda, “orang yang menunjukkan kepada
   kebaikan memperoleh pahala seperti orang yang mengerjakannya.” (Hr.Baihaqi)

*Rasulullah saw bersabda, “Rasa takut (segan) terhadap manusia jangan sampai
   menghalangi kamu untuk menyatakan apa yang sebenarnya jika memang benar kamu
   melihatnya, menyaksikan atau mendengarnya” (HR. Ahmad)

*Diantara wasiat-wasiat (pesan-pesan) Rasulullah Saw adalah: "Jangan takut berada di
   jalan Allah terhadap celaan orang yang suka mencela." Aku berkata, "Tambah lagi ya
   Rasulullah." Beliau melanjutkan pesannya: "Katakanlah apa yang hak meskipun
   akibatnya terasa pahit."( HR. Ibnu Hibban)

*Rasulullah saw bersabda, “Masih tetap ada dari segolongan umatku yang menegakkan
   perintah Allah. Tidak menghambat dan tidak mengecewakan mereka orang-orang yang
   menentangnya sampai tiba keputusan Allah. Mereka masih tetap konsisten (mantap /
   teguh) baik dalam sikap maupun pendiriannya.” (Muttafaq’Alaih)
*Pada suatu hari Rasulullah Saw bersabda kepada para sahabatnya: "Kamu kini jelas atas
   petunjuk dari Robbmu, menyuruh kepada yang ma'ruf, mencegah dari yang mungkar
   dan berjihad di jalan Allah. Kemudian muncul di kalangan kamu dua hal yang
   memabukkan, yaitu kemewahan hidup (lupa diri) dan kebodohan. Kamu beralih kesitu
   dan berjangkit di kalangan kamu cinta dunia. Kalau terjadi yang demikian kamu tidak
   akan lagi beramar ma'ruf nahi mungkar dan berjihad di jalan Allah. Di kala itu yang
   menegakkan Al Qur'an dan sunnah, baik dengan sembunyi maupun terang-terangan
   (mereka akan) tergolong orang-orang terdahulu dan yang pertama-tama masuk Islam.
   (HR. Al Hakim dan Tirmidzi)

*Rasulullah saw bersabda, “Rasa takut (segan) kepada manusia jangan sampai mencegah
   seorang apabila mengetahui suatu yang hak untuk menegakkannya.” (HR. Ahmad)

*Dari Abu Hurairah ra. Rasulullah saw bersabda, “Apabila manusia mati, terputus amal
   perbuatannya kecuali tiga perkara, yaitu : Sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, anak
   saleh yang mendoakannya.” (Hr. Muslim)


(#öθ|¹#uθs?uρ Èd,ysø9$$Î/ (#öθ|¹#uθs?uρ ÏM≈ysÎ=≈¢Á9$# (#θè=Ïϑtãuρ (#θãΖtΒ#u tÏ%©!$# āωÎ) ∩⊄∪ AŽô£äz ’Å∀s9 z≈|¡ΣM}$# ¨βÎ) Î

                                                                                                                ∩⊂∪ Ύö9¢Á9$$Î/
2. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian,
3. kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya
mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran. (Qs.Al-Ashr)


                                                                    ∩∈∈∪ šÏΖÏΒ÷σßϑø9$# ßìx Ζs? 3“tø.Ïe%!$# ¨βÎ*sù öÏj.sŒuρ
55. dan tetaplah memberi peringatan, karena Sesungguhnya peringatan itu bermanfaat bagi orang-
orang yang beriman. (Qs. Adz Dzariyat)


zÏΒ O$tΡr& !$tΒuρ «!$# z≈ysö6ß™uρ ( Í_yèt6¨?$# ÇtΒuρ O$tΡr& >οuŽÅÁt/ 4’n?tã 4 «!$# ’n<Î) (#þθãã÷Šr& þ’Í?ŠÎ6y™ ÍνÉ‹≈yδ ö≅è%

                                                                                                      ∩⊇⊃∇∪ šÏ.Ύô³ßϑø9$#
108. Katakanlah: "Inilah jalan (agama) ku, aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak
(kamu) kepada Allah dengan hujjah yang nyata, Maha suci Allah, dan aku tiada Termasuk orang-
orang yang musyrik". (Qs. Yusuf)

                                                                 ∩⊄⊇∪ tβρ߉tGôγ•Β Νèδuρ #\ô_r& ö/ä3é=t↔ó¡o„ āω tΒ (#θãèÎ7®?$#
21. ikutilah orang yang tiada minta Balasan kepadamu; dan mereka adalah orang-orang yang
mendapat petunjuk. (Qs. Yaasin)

*Dari Ibnu mas’ud ra. Rasulullah saw bersabda, “Semoga Allah merahmati seseorang yang
   mendengar sesuatu dari kami lalu ia menyampaikan kepada orang lain persis seperti
   apa yang ia dengar, karena banyak orang yang menerima penyampaian lebih mengerti
   daripada orang yang mendengarkan.” (Hr. Imam Ahmad)
*Rasulullah saw bersabda, “Sesungguhnya Hamba Allah yang paling dicintai oleh-Nya
   adalah orang yang paling banyak nasihatnya terhadap Hamba-hamba Allah yang
   lainnya.” (Hr.Ahmad)

*Rasulullah saw bersabda, “Apabila di antara kalian melihat perkara mungkar, maka
   cegahlah dengan tangannya, apabila tidak mampu, cegahlah dengan lisannya, dan
   apabila tidak mampu juga, cegahlah dengan hati (membenci perkara tersebut), yang
   demikian itu (adalah) selemah-lemahnya iman.” (Hr. Muslim)

*Dari Jundub ra. Rasulullah saw bersabda, “perumpamaan orang alim yang mengerjakan
   kebaikan kepada orang lain, sedangkan dia melupakan dirinya sendiri, sama dengan
   pelita yang menerangi orang banyak tetapi ia membakar dirinya sendiri.” (Hr.Thabrani)
*Dari Ibnu Umar ra. Rasulullah saw bersabda, “Tiada suatu hadiah pun yang diberikan
   oleh seorang muslim kepada saudaranya lebih baik dari kalimat yang mengandung
   hikmah yang menambah kepadaya hidayah Allah, atau menyelamatkannya dari
   kebinasaan.” (Hr.Baihaqi)

*Rasulullah saw bersabda, “Merasa berdosalah seseorang bila ia menjadi subjek dari
   telunjuk orang banyak, apabila ia seorang yang baik, maka hal tersebut dapat
   menggelincirkannya, kecuali orang yang dirahmati Allah. Dan apabila ia orang yang
   buruk, maka bertambahlah keburukannya.” (Hr. Baihaqi)

*Dari Ummu salamah ra. Rasululah Saw bersabda “Perbuatan-perbuatan makruf dapat
   memelihara diri dari keburukan yang membinasakan, bersedekah secara sembunyi-
   sembunyi dapat memadamkan kemurkaan Allah, dan bersilaturahmi dapat
   memanjangkan umur. Setiap perkara yang makruf adalah sedekah.”- (Hr.Thabrani)

*Dari Hakim bin Umair ra. Rasululah Saw bersabda “Siapapun yang datang kepada kalian
   dengan membawa perkara yang baik, maka berilah ia imbalan. Apabila kalian tidak
   menemukan apa yang akan kalian berikan kepadanya, maka berdoalah untuk
   kebaikannya.” (Hr.Thabrani)

*Rasululah Saw bersabda “Sedekah yang paling utama adalah seorang muslim belajar
   suatu ilmu, kemudian mengajarkannya kepada muslim lainnya.” (Hr. Ibnu Majah)



                                         6. Tidak Menyombongkan Diri (Ujub)


øŒÎ) ö/ä3Î/ ÞΟn=÷ær& uθèδ 4 ÍοtÏ øóyϑø9$# ßìÅ™≡uρ y7−/u‘ ¨βÎ) 4 zΝuΗ©>9$# āωÎ) |·Ïm≡uθx ø9$#uρ ÉΟøOM}$# uŽÈ∝‾≈t6x. tβθç7Ï⊥tGøgs† tÏ%©!$#

ÞΟn=÷ær& uθèδ ( öΝä3|¡à Ρr& (#þθ’.t“è? Ÿξsù ( öΝä3ÏG≈yγ¨Βé& ÈβθäÜç/ ’Îû ×π¨ΖÅ_r& óΟçFΡr& øŒÎ)uρ ÇÚö‘F{$# š∅ÏiΒ /ä.r't±Σr&

                                                                                                               ∩⊂⊄∪ #’s+¨?$# ÇyϑÎ/
32. (yaitu) orang-orang yang menjauhi dosa-dosa besar dan perbuatan keji yang selain dari
    kesalahan-kesalahan kecil. Sesungguhnya Tuhanmu Maha Luas ampunanNya. dan Dia lebih
    mengetahui (tentang keadaan)mu ketika Dia menjadikan kamu dari tanah dan ketika kamu
     masih janin dalam perut ibumu; Maka janganlah kamu mengatakan dirimu suci. Dialah
     yang paling mengetahui tentang orang yang bertakwa. (Qs. Najm)


4’yϑ≈tGuŠø9$#uρ 4’n1öà)ø9$# “É‹Î/uρ $YΖ≈|¡ômÎ) Èøt$Î!≡uθø9$$Î/uρ ( $\↔ø‹x© ϵÎ/ (#θä.Ύô³è@ Ÿωuρ ©!$# (#ρ߉ç6ôã$#uρ *

$tΒuρ È≅‹Î6¡¡9$# Èø⌠$#uρ É=/Ζyfø9$$Î/ É=Ïm$¢Á9$#uρ É=ãΨàfø9$# Í‘$pgø:$#uρ 4’n1öà)ø9$# “ÏŒ Í‘$pgø:$#uρ ÈÅ3≈|¡yϑø9$#uρ

                                     ∩⊂∉∪ #—‘θã‚sù Zω$tFøƒèΧ tβ%Ÿ2 tΒ =Ïtä† Ÿω ©!$# ¨βÎ) 3 öΝä3ãΖ≈yϑ÷ƒr& ôMs3n=tΒ
36. sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun. dan berbuat
    baiklah kepada dua orang ibu-bapa, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin,
    tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh[1], dan teman sejawat, Ibnu sabil[2] dan hamba
    sahayamu. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan
    membangga-banggakan diri, (Qs.an-Nisa)
            [1] Dekat dan jauh di sini ada yang mengartikan dengan tempat, hubungan
            kekeluargaan, dan ada pula antara yang Muslim dan yang bukan Muslim.
            [2] Ibnus sabil ialah orang yang dalam perjalanan yang bukan ma'shiat yang kehabisan
            bekal. Termasuk juga anak yang tidak diketahui ibu bapaknya.


       ∩∇∉∪ $—7ŠÅ¡ym >óx« Èe≅ä. 4’n?tã tβ%x. ©!$# ¨βÎ) 3 !$yδρ–Šâ‘ ÷ρr& !$pκ÷]ÏΒ z|¡ômr'Î/ (#θ–Šyssù 7π¨ŠÅstFÎ/ ΛäŠÍh‹ãm #sŒÎ)uρ
86. apabila kamu diberi penghormatan dengan sesuatu penghormatan, Maka balaslah penghormatan
     itu dengan yang lebih baik dari padanya, atau balaslah penghormatan itu (dengan yang serupa).
     Sesungguhnya Allah memperhitungankan segala sesuatu. (Qs. An-nisaa’)

*Rasulullah saw bersabda dalam sebuah hadits Qudsi, Allah Swt Berfirman “Keagungan
   adalah sarungKu dan kesombongan adalah pakaianKu. Barangsiapa merebutnya
   (dari Aku) maka Aku menyiksanya.” (HR. Muslim -Penggalan Hadits-)

*Rasulullah saw, bersabda, “Orang yang jahat akan melihat dosa-dosanya seperti lalat
   yang hinggap di hidungnya, dengan santai dapat diusirnya hanya dengan mengibaskan
   tangan. Adapun seorang mukmin (beriman) melihat dosa-dosanya bagaikan duduk di
   bawah kaki gunung yang siap menimpanya. (Hr. Bukhari)

*Dari Abdullah bin Mas'ud r.a., Rasulullah saw bersabda, "Tidak akan masuk Surga orang
   yang di dalam hatinya terdapat kesombongan walau sebesar biji zarrah.” (Hr. Muslim)

*Dari Abu sa’id Al-Khudri ra. Rasulullah saw bersabda, “Aku adalah penghulu anak Adam
   di hari kiamat, tanpa membanggakan diri, dan ditanganku terletak panji pujian, tanpa
   membanggakan diri. Tiada seorang nabi pun di hari kiamat mulai dari nabi Adam
   hingga nabi-nabi lainnya kecuali berada di bawah panjiku. Aku adalah orang pertama
   yang bumi terbelah karena aku keluar di dalamnya, tanpa membanggakan diri. Aku
   adalah orang pertama yang dapat memberi syafaat, dan aku adalah orang pertama yang
   diperbolehkan memberi syafaat, tanpa membanggakan diri.” (Hr.Ahmad)

*Rasulullah saw bersabda, “Sesungguhnya Allah Swt. Masih mau memandang kepada
   orang kafir, tetapi tidak mau memandang kepada orang yang bangga akan dirinya.
   Sesungguhnya Nabi Sulaiman bin Daud menaiki angin seraya bersandar, lalu merasa
   ujub dan sombong dalam hatinya, maka ia dicampakkan hingga jatuh ketanah.”
   (Hr.Thabrani)

*Dari Amr Ibnul Ash ra. Rasulullah saw bersabda, “Seorang laki-laki dari kalangan umat
   terdahulu sebelum kalian keluar dengan memakai perhiasan, ia berjalan penuh dengan
   kesombongan. Lalu Allah memerintahkan kepada bumi untuk menghukumnya, ia pun
   ditelan hingga hari kiamat nanti.” (Hr.Tirmidzi)

*Rasulullah saw bersabda, “Tiada seorangpun dari kalian yang diselamatkan (oleh)
   amalnya, Para sahabat bertanya, ‘Dan juga engkau wahai Rasulullah?’ Rasul
   menjawab, ‘Termasuk aku, kecuali Tuhanku melimpahkan rahmat-Nya kepadaku.
   Karena itu, luruslah kalian, dan dekatkan diri kalian kepada-Nya. Janganlah seseorang
   diantara kalian mengharapkan mati. Apabila ia seseorang yang berbuat baik, mudah-
   mudahan kebaikannya makin bertambah. Dan bilamana is seseorang yang berbuat
   keburukan, mudah-mudahan ia bertaubat.” (Syaikhan)

*Rasulullah saw bersabda, “Ketika seorang lelaki berjalan dengan mengenakan pakaian
   yang necis, rambut tersisir rapi sehingga ia takjub pada dirinya sendiri, seketika Allah
   membenamkannya hingga ia terpuruk ke dasar bumi sampai hari Kiamat.”
   (Hr.Bukhari)

*Dari Iyadl Ibnu Himar Radliyallaahu 'anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa
   Sallam bersabda: "Sesungguhnya Allah telah mewahyukan kepadaku agar kalian
   merendahkan diri (tawadu’), sehingga tidak ada seorang pun menganiaya orang lain
   dan tidak ada yang bersikap sombong terhadap orang lain." (Hr.Muslim)

*Rasulullah saw bersabda, “Sesungguhnya seluruh orang yang sombong akan
   dikumpulkan pada hari Kiamat bagaikan semut yang diinjak-injak manusia." Ada
   seseorang yang bertanya: "Wahai Rasulullah, bukankah seseorang itu ingin agar baju
   yang dikenakannya bagus, sandal yang dipakainya juga bagus?" Rasulullah menjawab:
   "Sesungguhnya Allah itu Maha Indah, dan menyukai keindahan, hakikat sombong itu
   ialah menolak kebenaran dan merendahkan orang lain." (HR. Muslim)

*Rasulullah saw bersabda, “Orang yang bijaksana adalah yang mengoreksi dirinya dan
   segera beramal sebagai bekal untuk hari Akhirat. Dan orang yang lemah adalah yang
   selalu memperturutkan hawa nafsu, di samping itu ia mengharapkan berbagai angan-
   angan kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala.” (Hr. At-Tirmidzi, Ibnu Majah dan Ahmad)

*Dari Haritsah Bin Wahab r.a. berkata, “Aku mendengar Rasulullah saw bersabda,
   “Maukah aku tunjukkan pada kalian tentang ahli surga? Yaitu setiap orang yang lemah
   (tidak kasar dalam pergaulan dan akhlaknya, sederhana dan lemah lembut) juga
   menganggap dirinya lemah, (tetapi ia sangat dekat kepada Allah) jika ia bersumpah
   atas nama Allah (mengadu kepada Alah), niscaya Allah akan memperkenankannya.
   Sedang ahli neraka yaitu setiap orang yang bakhil (suka menumpuk-numpuk harta),
   kasar (dalam tingkah laku), dan sombong.” (Hr. Bukhari, Bab Friman Allah… Hadits
   no.6657)

                                                                  ( $—mttΒ ÇÚö‘F{$# ’Îû Ä·ôϑs? Ÿωuρ
37. dan janganlah kamu berjalan di muka bumi ini dengan sombong, (Qs. Al-Israa’)
tÉ)−Fßϑù=Ï9 èπt7É)≈yèø9$#uρ 4 #YŠ$|¡sù Ÿωuρ ÇÚö‘F{$# ’Îû #vθè=ãæ tβρ߉ƒÌãƒ Ÿω tÏ%©#Ï9 $yγè=yèøgwΥ äοtÅzFψ$# â‘#¤$!$# y7ù=Ï?

                                                                                                                              ∩∇⊂∪
83. negeri akhirat[1] itu, Kami jadikan untuk orang-orang yang tidak ingin menyombongkan diri
dan berbuat kerusakan di (muka) bumi. dan kesudahan (yang baik)[2] itu adalah bagi orang-orang
yang bertakwa. (Qs. Al –Qhashas)
            [1] Yang dimaksud kampung akhirat di sini ialah kebahagiaan dan kenikmatan di
            akhirat.
            [2] Maksudnya: syurga.

*Rasulullah saw bersabda, “Allah tidak akan memandang kepada orang yang menyeret
   pakaian (celana / sarung) nya karena sombong.” (Jamaah)

*Dari Umar r.a, Rasulullah saw bersabda, “Dan Barangsiapa berlagak sombong, maka
   Allah akan merendahkannya, sehinga di mata orang–orang ia kecil (rendah), sedang
   dalam pandangan dirinya ia merasa besar.” (Hr Baihaqi –Penggalan Hadits-)

*Dari Mu’awiyah ra. Rasulullah saw bersabda, “Barangsiapa menginginkan agar orang-
   orang berdiri menghormatiya, maka hendaknya ia bersiap-siap untuk menyambut
   tempatnya di neraka.” (Hr. Ahmad)



                                               7. Meng-Ikhlaskan Hati


ϵÏ?÷σçΡ $u‹÷Ρ‘‰9$# z>#uθrO ÷ŠÌãƒ ∅tΒuρ 3 Wξ§_xσ•Β $Y7≈tFÏ. «!$# ÈβøŒÎ*Î/ āωÎ) |Nθßϑs? βr& C§ø uΖÏ9 tβ$Ÿ2 $tΒuρ

                                     ∩⊇⊆∈∪ t̍Å3≈¤±9$# “Ì“ôfuΖy™uρ 4 $pκ÷]ÏΒ ϵÏ?÷σçΡ ÍοtÅzFψ$# z>#uθrO ÷ŠÌãƒ tΒuρ $pκ÷]ÏΒ
145. sesuatu yang bernyawa tidak akan mati melainkan dengan izin Allah, sebagai ketetapan yang
telah ditentukan waktunya. barang siapa menghendaki pahala dunia, niscaya Kami berikan
kepadanya pahala dunia itu, dan barang siapa menghendaki pahala akhirat, Kami berikan (pula)
kepadanya pahala akhirat itu. dan Kami akan memberi Balasan kepada orang-orang yang
bersyukur. (Qs. Ali Imran)

                                      ∩⊇⊆∈∪ tÏϑn=≈yèø9$# Éb>u‘ 4’n?tã āωÎ) y“̍ô_r& ÷βÎ) ( @ô_r& ôÏΒ Ïµø‹n=tã öΝä3è=t↔ó™r& !$tΒuρ
145. dan aku sekali-kali tidak minta upah kepadamu atas ajakan itu, Upahku tidak lain
hanyalah dari Tuhan semesta alam. (Qs. asy-Syu’ara)


                                                     ∩⊄∪ tβρߊθãès? öΝä.r&y‰t/ $yϑx. 4 tÏe$!$# ã&s! šÅÁÎ=øƒèΧ çνθãã÷Š$#uρ
29. dan sembahlah Allah dengan mengikhlaskan ketaatanmu kepada-Nya. Sebagaimana Dia
telah menciptakan kamu pada permulaan (demikian pulalah kamu akan kembali kepadaNya)”. (Qs.
Al-A’raf)

*Dari Umar bin Khathab berkata, “Aku mendengar Rasulullah saw. Bersabda,
   “Sesungguhnya semua amal itu tergantung niat” (Muttafaq’Alaih)
*Rasulullah saw bersabda, “Agama itu mudah, tiada seseorang pun yang berupaya untuk
   memperkerasnya kecuali agama dapat mengalahkannya. Karena itu, pertengahkanlah
   sikap kalian, dekatkanlah diri kalian dan bergembiralah, serta minta pertolongan
   kepada-Nya dengan melalui shalat di pagi hari, di sore hari, dan sedikit waktu di akhir
   malam.” (Hr.Bukhari)

*Dari Abu Hurairah ra.a, Rasulullah saw bersabda, “Apa yang aku larang kepada kalian
   dari sesuatu, jauhilah ia, dan apa yang aku perintahkan kepada kalian untuk
   mengerjakan suatu perkara, kerjakanlah semampu kalian.” (Muttafaq’Alaih)

*Dari Aisyah r.ha, Rasulullah saw bersabda, “Kalian harus mengerjakan apa yang kalian
   mampu. Demi Allah, Allah tidak akan merasa bosan sehingga kalian sendirilah yang
   merasa bosan.” (Syaikhan)

*Dari Abu Hurairah ra. Rasulullah saw. Bersabda, “Agama itu mudah. Siapa yang
   mencoba-coba untuk mengalahkannya, pasti agama dapat mengalahkannya.”
   (Hr.Bukhari)

*Rasulullah saw bersabda, “Tiada seorangpun dari kalian yang diselamatkan (oleh)
   amalnya, Para sahabat bertanya, ‘Dan juga engkau wahai Rasulullah?’ Rasul
   menjawab, ‘Termasuk aku, kecuali Tuhanku melimpahkan rahmat-Nya kepadaku.
   Karena itu, luruslah kalian (dalam menjalani hidup),dan dekatkan diri kalian kepada-
   Nya. Dan Sesungguhnya amal yang disukai Allah adalah amal yang dilakukan secara
   terus-menerus sekalipun kecil.” (Syaikhan dan Nasa’i)

*Dari Sufyan bin Abdullah r.a., ia bertanya kepada Rasulullah saw. “Wahai Rasulullah,
   jelaskan kepadaku tentang islam dengan sesuatu penjelasan yang sesudah itu aku tidak
   memerlukan lagi untuk bertanya kepada selainmu.” Rasulullah saw menjawab,
   “Katakanlah, Amantu Billah (Aku beriman kepada Allah), lalu ber istiqamahlah.”
   (Hr.Muslim)

*Dari Sa’ad r.a. dari Nabi saw, beliau bersabda, “Sesungguhnya Allah hanya akan
   menolong umat ini dengan sebab adanya orang-orang lemah di antara mereka, melalui
   Doa, Sholat, dan Keikhlasan Mereka.” (Hr. Nasa’i, no.3180)

*Dari Zaid bin Tsabit r.a. berkata, “Aku mendengar Rasulullah saw. Bersabda,
   “Barangsiapa yang menjadikan dunia sebagai tujuannya, maka Allah akan
   memberikan kekhawatiran (kecemasan) padanya dalam segala urusannya, dan Allah
   meletakkan (rasa takut akan) kefakiran (kemiskinan) di hadapan matanya, padahal ia
   tidak menerima keduniaan ini kecuali apa yang telah di tetapkan baginya. Dan barang
   siapa menjadikan Akhirat sebagai niatnya (Tujuannya), maka Allah akan
   menjadikan kemudahan dalam segala urusannya, Allah akan meletakkan rasa kaya
   (kepuasan) dalam hatinya, dan dunia datang padanya dengan kehinaan.” (Hr. Ibnu
   Majah, Bab Cita-Cita Dunia, hadits no.4105)

*Dari Tsauban r.a. berkata, “Aku mendengar Rasulullah saw. Bersabda, “Beruntunglah
   Orang-orang yang ikhlas. Mereka adalah pelita-pelita dalam kegelapan malam, dan
   segala fitnah yang gelap tampak jelas bagi mereka.”
   (Hr. Baihaqi dalam Syu’Abul Imaaan V/343)
*Dari Sa’ad r.a. berkata, “Aku mendengar Rasulullah saw. Bersabda, “Sesungguhnya
   Allah menyukai orang yang takut (kepada-Nya), orang yang kaya (jiwanya), dan orang
   yang tersembunyi (tidak dikenal orang).” (Hr. Muslim, Bab Dunia itu Penjara Bagi
   Orang Mukmin…, hadits ni.4723)

*Dari Umar bin Khaththab r.a. meriwayatkan bahwasanya suatu hari ia pergi ke Masjid
   Nabawi dan Mu’adz bin Jabal r.a sedang duduk di dekat kuburan Rasulullah saw.
   Sambil menangis. Mu’adz r.a. berkata, “Aku menangis karena sesuatu yang telah
   kudengar dari Rasulullah saw. Beliau bersabda, “Sesungguhnya seringan-ringan riya
   adalah syirik, Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang suka berbuat amal
   shalih, yang selalu takut (kepada-Nya), dan yang tidak terkenal. Apabila mereka tidak
   hadir, mereka tidak pernah dicari, dan apabila mereka hadir, mereka tidak pernah
   dipanggil dan tidak dikenal. Hati mereka laksana pelita-pelita hidayah, mereka keluar
   dari setiap debu-debu kegelapan.” –Penggalan Hadits- (Hr. Ibnu Majah, Bab Yang
   diharapkan Akan Selamat Dari Fitnah-Fitnah, hadits no.3989)

*Dari Abdullah bin Amr rhuma Rasulullah saw. pernah ditanya oleh seseorang ‘Siapakah
   orang yang paling mulia?’ Beliau Bersabda, “Setiap orang yang (memilki sifat)
   Makhmuumul qalbi dan Shaduuqul lisaani (lidah yang jujur). Orang itu berkata ‘–apa
   yang dimaksud Makhmuumul qalbi?’ Beliau menjawab “Yaitu orang yang (hatinya)
   takut (kepada Allah), (hatinya) bersih, tidak ada dosa, tidak ada kesombongan, tidak
   ada kedengkian, dan tidak ada iri hati.” (Hr.Ibnu Majah no.4216)

*Dari Abu Musa al Asy’ari r.a. menceritakan, “Pada suatu hari Rasulullah saw.
   Menyampaikan Khotbah kepada kami, Beliau bersabda, “Wahai manusia! Waspadalah
   terhadap syirik (yang tersembunyi) ini, karena ia lebih halus daripada langkah-langkah
   kaki seekor semut (yang merayap). Lalu ditanyakan pada beliau oleh seseorang yang
   dikehendaki Allah, ia bertanya, “Wahai Rasulullah ! Bagaimana kami menyelamatkan
   diri dari syirik tersebut, sedangkan ia lebih halus daripada langkah kaki seekor semut
   (yang merayap)?” Rasulullah saw bersabda, “Ucapkanlah oleh kalian do’a ini:

   “Allahumma inna na’u dzubika min an nusyrika syai’an na’lamuhu wanastagh
                                firuka lima laa na’lamu”
  (Ya Allah, kami berlindung kepada-Mu dari syirik yang kami ketahui dan kami mohon
                  ampun kepada-Mu dari syirik yang tidak kami ketahui)”
                                 (Hr. Ahmad IV/403)

*Dari Abu Umamah r.a., dari Nabi saw, beliau bersabda, “Sesungguhnya yang paling
   dicemburui disisiku di antara sahabat-sahabatku adalah orang mukmin yang ringan
   bebannya (masalah keduniaanya), memiliki bagian dari shalat, yang paling baik
   ibadahnya kepada Allah, selalu taat kepada Allah sekalipun di saat tersembunyi
   (seorang diri), tidak di kenal dikalangan orang banyak sehingga ia tidak di tujuk oleh
   mereka (tidak di perhitungkan oleh manusia), rizkinya sekedar cukup namun ia
   bersabar atas rezekinya itu.” Kemudian Rasulullah meletakkan kelingking tangannya
   ke kelingking yang lain di atas tanah seraya bersabda, “kematiaanya dimudahkan,
   sedikit orang yang menangisinya, dan sedikit harta warisnya.” (Hr. Tirmidzi, katanya
   “ini hadits hasan”, hadits tentang merasa cukup..no.2348)
               8. Bersikap Seakan Ia Hanya Orang Asing Dengan Mengikuti Sunnah


#ZŽÏVx. ©!$# tx.sŒuρ tÅzFψ$# tΠöθu‹ø9$#uρ ©!$# (#θã_ötƒ tβ%x. yϑÏj9 ×πuΖ|¡ym îοuθó™é& «!$# ÉΑθß™u‘ ’Îû öΝä3s9 tβ%x. ô‰s)©9

                                                                                                                         ∩⊄⊇∪
21. Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu)
bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan Dia banyak
menyebut Allah. (Qs. Al-Ahzab)

*Dari Ibnu Umar radhiallahu ‘anhu berkata: Rasulullah sholallahu ‘alaihi wa sallam
   memegang pundakku dan bersabda, “Jadilah engkau di dunia ini seperti orang asing
   atau orang yang sedang lewat.” (Hr. Bukhari)

*Rasulullah saw bersabda, “Sesungguhnya bermula datangnya Islam dianggap asing (aneh)
   dan akan datang kembali asing. Namun ber-bahagialah orang-orang asing itu. Para
   sahabat bertanya kepada Rasulullah Saw, "Ya Rasulullah, apa yang dimaksud orang
   asing (aneh) itu?" Lalu Rasulullah menjawab, "Orang yang melakukan kebaikan-
   kebaikan di saat orang-orang melakukan pengrusakan (terhadap Sunnahku)."
   (Hr.Muslim)

*Dari Amr bin ‘Auf r.a. Meriwayatkan Bahwasanya Rasulullah Saw. Bersabda,
   “Sesungguhnya Agama ini bermula dalam keadaan asing , dan dia akan kembali
   menjadi asing lagi. Maka Beruntunglah bagi orang-orang (Muslim yang di anggap)
   Asing. Yaitu orang–orang yang memperbaiki (memegang teguh) Sunnahku yang telah
   dirusak (ditinggalkan) oleh manusia.” (Bagian Dari Hadits Yang Panjang. Hr. Tirmidzi.
   Katanya, “Ini Hadits Hasan Shahih,” Bab Sesungguhnya Islam Bermula Dalam
   Keadaan Asing…, hadits no.2630)

*Rasululah Saw bersabda “Masih tetap ada dari segolongan umatku yang menegakkan
   perintah Allah. Tidak menghambat dan tidak mengecewakan mereka orang-orang yang
   menentangnya sampai tiba keputusan Allah. Mereka masih tetap konsisten (mantap /
   teguh) baik dalam sikap maupun pendiriannya. (Muttafaq’Alaih)

*Dari Anas ra. Rasulullah saw bersabda, “Barangsiapa mengamalkan sunnahku sungguh
   dia cinta kepadaku, dan barangsiapa mencintaiku, akan bersamaku dalam surga.”
   (Hr.Tirmidzi, As-Sajri)

*Dari Abu Umamar ra. Rasulullah saw bersabda, “Berpendirian teguhlah kalian, sebaik-
   baik upaya adalah dengan berpendirian teguh.-” (Hr.Ibnu Majah)

*Dari Hudzaifah ra. Rasululah Saw bersabda “Kelak akan kalian temukan suatu zaman
   dimana pada zaman tersebut tiada sesuatu pun yang lebih sulit dari tiga perkara: uang
   dirham yang halal, atau saudara yang setia, atau sunnah yang di amalkan.”
   (Hr.Thabrani)

*Rasululah Saw bersabda “Orang-orang yang berpegang teguh kepada sunnahku di kala
   rusaknya umatku, (maka) ia memperoleh pahala seratus orang mati syahid.”
   (Hr.Thabrani)
*Dari Sayyidah Aisyah rha Rasululah Saw bersabda “Barangsiapa berpegang teguh
   terhadap sunnah niscaya masuk surga.” (Hr.Ad Daruquthni)

*Dari Jabir ra. Rasulullah saw bersabda, “Malu merupakan perhiasan, takwa merupakan
   kemuliaan, sebaik-baik kendaraan adalah sabar, dan menanti jalan keluar dari Allah
   Swt. Merupakan ibadah.” (Hr.Al-Hakim)

*Dari Anas bin Malik ra Rasulullah saw bersabda, “Berbahagialah orang yang beriman
   kepadaku sedang ia melihatku, dan berbahagialah orang yang beriman kepadaku
   sedang ia belum melihatku (beliau sampaikan hal itu) tujuh kali.” (Hr.Ahmad III/155)

*Dari Abu Dzar ra. Rasulullah Saw, Beliau Bersabda “Umatku yang paling mencintaiku
   adalah kaum yang datang sesudahku. Seseorang dari mereka rela kehilangan keluarga
   dan hartanya asal dapat bersua denganku.” (Hr.Ahmad)


  ∩⊂⊇∪ ÒΟ‹Ïm§‘ Ö‘θà xî ª!$#uρ 3 ö/ä3t/θçΡèŒ ö/ä3s9 öÏ øótƒuρ ª!$# ãΝä3ö7Î6ósム‘ÏΡθãèÎ7¨?$$sù ©!$# tβθ™7Åsè? óΟçFΖä. βÎ) ö≅è%
31. Katakanlah: "Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah Aku, niscaya Allah mengasihi
dan mengampuni dosa-dosamu." Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (Qs. Ali Imran)


(#θçΡt“øtrB Ÿωuρ (#θèù$sƒrB āωr& èπx6Í×‾≈n=yϑø9$# ÞΟÎγøŠn=tæ ãΑ¨”t∴tGs? (#θßϑ≈s)tFó™$# §ΝèO ª!$# $oΨš/u‘ (#θä9$s% šÏ%©!$# ¨βÎ)

                                                                     ∩⊂⊃∪ šχρ߉tãθè? óΟçFΖä. ÉL©9$# Ïπ¨Ψpgø:$$Î/ (#ρãÏ±÷0r&uρ
30. Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: "Tuhan Kami ialah Allah" kemudian mereka
meneguhkan pendirian mereka, Maka Malaikat akan turun kepada mereka dengan mengatakan:
"Janganlah kamu takut dan janganlah merasa sedih; dan gembirakanlah mereka dengan
jannah yang telah dijanjikan Allah kepadamu". (Qs. Fusshilat)



                               9. Bersikap Tawadu’ dan Qana’ah (Bersyukur)


y7yn$uΖy_ ôÙÏ ÷z$#uρ öΝÍκöŽn=tã ÷βt“øtrB Ÿωuρ óΟßγ÷ΨÏiΒ $[_≡uρø—r& ÿϵÎ/ $uΖ÷è−GtΒ $tΒ 4’n<Î) y7ø‹t⊥ø‹tã ¨β£‰ßϑs? Ÿω

                                                                                                           ∩∇∇∪ tÏΖÏΒ÷σßϑù=Ï9
88. janganlah sekali-kali kamu menunjukkan pandanganmu kepada kenikmatan hidup yang telah
Kami berikan kepada beberapa golongan di antara mereka (orang-orang kafir itu), dan janganlah
kamu bersedih hati terhadap mereka dan berendah dirilah kamu terhadap orang-orang yang
beriman. (Qs. Al- Hijr)


(#θä9$s% šχθè=Îγ≈yfø9$# ãΝßγt6sÛ%s{ #sŒÎ)uρ $ZΡöθyδ ÇÚö‘F{$# ’n?tã tβθà±ôϑtƒ šÏ%©!$# Ç≈uΗ÷q§9$# ߊ$t7Ïãuρ

                                                                                                                ∩∉⊂∪ $Vϑ≈n=y™
63. dan hamba-hamba Tuhan yang Maha Penyayang itu (ialah) orang-orang yang berjalan di atas
bumi dengan rendah hati dan apabila orang-orang jahil menyapa mereka, mereka mengucapkan
kata-kata (yang mengandung) keselamatan. (Qs. Al_Furqan)


                                ∩∈∈∪ šωtF÷èßϑø9$# =Ïtä† Ÿω …çµ‾ΡÎ) 4 ºπuŠø äzuρ %Y敎|Øn@ öΝä3−/u‘ (#θãã÷Š$#
55. Berdoalah kepada Tuhanmu dengan berendah diri dan suara yang lembut. Sesungguhnya Allah
tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas[1]. (Qs. Al-A’Raaf)
           [1] Maksudnya: melampaui batas tentang yang diminta dan cara meminta.

*Dari Muawiyah Radliyallaahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam
   bersabda: “Barangsiapa yang dikehendaki kebaikan oleh Allah, maka ia akan diberi
   pemahaman tentang agama, aku hanyalah pembagi dan Allahlah yang memberi.”
   (Muttafaq’Alaih)

*Dari Abu Hurairah ra. Rasulullah saw bersabda, “... dan relalah dengan apa yang
   diberikan Allah kepadamu, niscaya kamu menjadi orang yang paling kaya.”
   (Hr.Ahmad)

*Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda, “Beruntunglah orang yang
   merendahkan dirinya, baik mata pencahariannya, baik hati dan sikapnya, serta
   menjauhi manusia dari kejahatannya.” (Hr.Bukhari)

*Dari Anas ra. Rasulullah saw bersabda, “Ada empat perkara yang pemiliknya tidak akan
   ditimpa oleh keburukan kecuali dengan cara yang mengherankan, yaitu: Diam, hal ini
   merupakan permulaan ibadah, Thawadu’, berdzikir kepada Allah, dan sedikit
   sesuatunya.” (Hr.Thabrani)
*Dari Jabir ra. Rasulullah saw bersabda, “tiada sekali-kali Allah Ta’ala menganugerahkan
   nikmat kepada seseorang Hamba, lalu Hamba itu berkata, ‘Alhamdulillah’ (segala puji
   bagi Allah), kecuali dianggap sebagai orang yang mensyukuri nikmat itu. Dan apabila
   ia mengucapkan lagi untuk kedua kalinya, niscaya Allah memperbaharui pahala
   nikmatnya, dan apabila ia mengucapkan-nya untuk ketiga kalinya, niscaya Allah
   mengampuni dosa-dosanya.” (Hr.Baihaqi)

*Rasulullah saw bersabda, “Beruntunglah orang yang merendahkan diri tanpa mengurangi
   harga dirinya, ia hidup sederhana tanpa membuat dirinya hina, ia menafkahkan
   sebagian dari harta yang dikumpulkannya bukan untuk kemaksiatan.” (Hr.Bukhari)

*Dari Abu Hurairah Radliyallaahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam
   bersabda: “Suatu sedekah tidak akan mengurangi harta, Allah tidak akan menambah
   kepada seorang hamba yang suka memberi maaf kecuali kemuliaan, dan seseorang
   tidak merendahkan diri karena Allah kecuali Allah mengangkat (derajat) orang
   tersebut.” (Hr.Muslim, dalam Riwayat Imam Baihaqi ditambahkan “Sehingga di mata
   dirinya ia merasa kecil (rendah), namun di mata orang-orang ia (adalah) orang yang
   besar (mulia))

*Rasulullah saw bersabda, “Tidak dianggap orang yang bersyukur kepada Allah seseorang
   yang tidak berterima kasih kepada orang lain.” (Hr.Ahmad, Baihaqi)
*Dari Ibnu Umar ra. Rasulullah saw bersabda, “Dua watak (yang) bilamana keduanya
   disandang oleh seseorang, maka ia dicatat oleh Allah sebagai orang yang bersyukur
   dan bersabar. Apabila kedua watak tersebut tidak terdapat dalam diri seseorang, maka
   Dia tidak mencatatnya sebagai orang yang bersyukur dan bersabar. Siapa yang melihat
   orang yang lebih atasnya dalam masalah agama, lalu ia mengikutinya, dan dalam
   masalah duniawi ia melihat orang yang lebih rendah darinya, lalu ia memuji kepada
   Allah atas karunia yang telah dilimpahkan-Nya kepada dirinya, maka orang tersebut
   dicatat oleh Allah sebagai orang yang bersyukur dan bersbar. Siapa yang melihat orang
   yang lebih rendah darinya dalam masalah agama, dan dalam masalah duniawi ia
   melihat orang yang lebih atas darinya, lalu ia menyesali nasib dirinya, maka Allah
   tidak mencatatnya sebagai orang yang tidak bersyukur dan tidak pula sebagai orang
   yang bersabar.” (Hr.Tirmidzi)

*Rasulullah saw bersabda, “Bersikap Qana’ah-lah (merasa berkecukupan) kalian,
   sesungguhnya sikap tersebut merupakan harta yang tak pernah habis.” (Hr.Thabrani)

*Rasulullah saw bersabda, “Pandanglah orang yang di bawah kamu dan janganlah
   memandang kepada yang di atasmu, karena itu akan lebih layak bagimu untuk tidak
   menghina (mengkufuri) kenikmatan Allah untukmu. (Hr.Muslim, Ibnu Majah)

*Rasulullah saw bersabda, “Siapa saja yang tidak mensyukuri nikmat yang sedikit,
   mustahil ia akan mensyukuri nikmat yang banyak.” (Hr.Baihaqi)


                                                                         ∩⊇⊂∪ Èβ$t/Éj‹s3è? $yϑä3În/u‘ ÏIω#u Äd“r'Î6sù
13. Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan? (Qs. Ar-Rahmaan)



                                                  ∩⊇∈⊄∪ Èβρãà õ3s? Ÿωuρ ’Í< (#ρãà6ô©$#uρ öΝä.öä.øŒr& þ’ÎΤρãä.øŒ$$sù
152. karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya aku ingat (pula) kepadamu, dan bersyukurlah
kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari (nikmat)-Ku.
  (Qs. Al Baqarah)
           [1] Maksudnya: aku limpahkan rahmat dan ampunan-Ku kepadamu.


         ∩∠∪ Ó‰ƒÏ‰t±s9 ’Î1#x‹tã ¨βÎ) ÷Λänöx Ÿ2 È⌡s9uρ ( öΝä3‾Ρy‰ƒÎ—V{ óΟè?öx6x© È⌡s9 öΝä3š/u‘ šχ©Œr's? øŒÎ)uρ
7. dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; "Sesungguhnya jika kamu bersyukur,
pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku),
Maka Sesungguhnya azab-Ku sangat pedih". (Qs. Ibrahim)

*Dari Abu Hurairah ra., ia berkata, Bahwa Rasulullah bersabda: “Ketika seorang dari
   kalian memandang orang yang melebihi dirinya dalam harta dan anak, maka
   hendaklah ia juga memandang orang yang lebih rendah darinya, yaitu dari apa
   yang telah dilebihkan kepadanya.” (Shahih Muslim No.5263)

*Dari Abu Hurairah ra Rasulullah saw bersabda, “Apabila seseorang dari kalian melihat
   orang lain memiliki keutamaan dalam hal harta benda dan rupa lebih darinya, maka
   lihatlah orang yang lebih rendah darinya.” (Muttafaq’Alaih)
                                                     ∩⊇⊆⊆∪ t̍Å3≈¤±9$# š∅ÏiΒ ä.uρ y7çG÷s?#u !$tΒ õ‹ä⇐sù
144. “sebab itu berpegang teguhlah kepada apa yang aku berikan kepadamu dan hendaklah kamu
    Termasuk orang-orang yang bersyukur." (Qs.Al-A’raaf)

*Rasulullah saw bersabda, “Kelak akan menimpa umatku penyakit umat-umat terdahulu
   yaitu penyakit sombong, kufur nikmat dan lupa daratan dalam memperoleh
   kenikmatan. Mereka berlomba mengumpulkan harta dan bermegah-megahan
   dengan harta. Mereka terjerumus dalam jurang kesenangan dunia (Hr.Al-Hakim)


                                  ∩⊄∪ …çνyŠ£‰tãuρ Zω$tΒ yìuΗsd “Ï%©!$# ∩⊇∪ >οt“yϑ—9 ;οt“yϑèδ Èe≅à6Ïj9 ×≅÷ƒuρ
1. kecelakaanlah bagi Setiap pengumpat lagi pencela,
2. yang mengumpulkan harta dan menghitung-hitungnya, (Qs. al-Humazah)
      [1] Maksudnya mengumpulkan dan menghitung-hitung harta yang karenanya Dia menjadi
      kikir dan tidak mau menafkahkannya di jalan Allah.

       Allah berfirman tentang Nabi Sulaiman, ia berkata:

"Ini Termasuk kurnia Tuhanku untuk mencoba aku Apakah aku bersyukur atau mengingkari
  (akan nikmat-Nya). dan Barangsiapa yang bersyukur Maka Sesungguhnya Dia bersyukur
untuk (kebaikan) dirinya sendiri dan Barangsiapa yang ingkar, Maka Sesungguhnya Tuhanku
                      Maha Kaya lagi Maha Mulia". (Qs.An-Nalm ; 40)

*Rasulullah saw bersabda, “Seandainya engkau mengetahui ajal dan kelanjutannya,
   niscaya engkau akan membenci cita-cita dan tipu dayanya.” (Hr. Baihaqi)

*Dari Sahal Ibnu Sa’ad Radliyallaahu ‘anhu berkata: Ada seseorang menghadap Nabi saw.
   Dan berkata: Tunjukkan kepadaku suatu perbuatan yang bila aku melakukannya, aku
   disukai Allah dan manusia. Beliau bersabda: “Zuhudlah dari dunia,(maka) Allah akan
   mencintaimu dan Zuhudlah dari apa yang dimiliki orang, (maka) mereka akan
   mencintaimu.” (Hr. Ibnu Majah, Al-Hakim)

*Dari Ubaid bin Umair secara mursal, Rasulullah saw bersabda, “Tidaklah seseorang
   semakin dekat kepada penguasa melainkan ia semakin jauh dari Allah, dan tidak
   sekali-kali ia makin bertambah pengikutnya melainkan semakin bertambah pula
   setannya, serta tidak sekali-kali ia semakin bertambah hartanya melainkan semakin
   bertambah ketat pula perhitungan hisabnya.” (Hr. Hannad)

*Rasulullah saw bersabda, “Janganlah kalian menuntut ilmu untuk
   membanggakannya terhadap para ulama dan untuk diperdebatkan di kalangan
   orang-orang bodoh dan buruk perangainya. Jangan pula menuntut ilmu untuk
   penampilkan dalam majelis (pertemuan atau rapat) dan untuk menarik perhatian orang-
   orang kepadamu. Barangsiapa seperti itu maka baginya neraka ... neraka. (HR.
   Tirmidzi dan Ibnu Majah)

*Dari Ibnu Umar ra. Rasulullah saw bersabda, “Cukuplah kebodohan seseorang bila ia
   merasa kagum dengan pendapatnya sendiri. Sesungguhnya manusia itu ada dua
   macam. orang mukmin dan orang jahil. Karena itu, janganlah engkau menyakiti orang
   mukmin dan jangan pula engkau berdebat dengan orang jahil.” (Hr.Thabrani)
$tΒ #sŒÎ) !$¨Βr&uρ ∩⊇∈∪ ÇtΒtø.r& ú†În1u‘ ãΑθà)uŠsù …çµyϑ¨ètΡuρ …çµtΒtø.r'sù …絚/u‘ çµ9n=tGö/$# $tΒ #sŒÎ) ß≈|¡ΡM}$# $¨Βr'sù

                ∩⊇∠∪ zΟ‹ÏKu‹ø9$# tβθãΒ̍õ3è? āω ≅t/ ( āξx. ∩⊇∉∪ ÇoΨ≈yδr& þ’În1u‘ ãΑθà)uŠsù …çµs%ø—Í‘ ϵø‹n=tã u‘y‰s)sù çµ9n=tGö/$#
15. Adapun manusia apabila Tuhannya mengujinya lalu Dia dimuliakan-Nya dan diberi-Nya
kesenangan, Maka Dia akan berkata: "Tuhanku telah memuliakanku".
16. Adapun bila Tuhannya mengujinya lalu membatasi rizkinya Maka Dia berkata: "Tuhanku
menghinakanku"[1].
17. sekali-kali tidak (demikian), sebenarnya kamu tidak memuliakan anak yatim[2],
     (Qs.Al-Fajr)
             [1] Maksudnya: ialah Allah menyalahkan orang-orang yang mengatakan bahwa
             kekayaan itu adalah suatu kemuliaan dan kemiskinan adalah suatu kehinaan seperti
             yang tersebut pada ayat 15 dan 16. tetapi sebenarnya kekayaan dan kemiskinan adalah
             ujian Tuhan bagi hamba-hamba-Nya.
             [2] Yang dimaksud dengan tidak memuliakan anak yatim ialah tidak memberikan hak-
             haknya dan tidak berbuat baik kepadanya.



                                      10. Menghubungkan Silaturahmi dan
                                           Membela Kaum Muslimin


̍x6Ψßϑø9$#uρ Ï!$t±ósx ø9$# Çtã 4‘sS÷Ζtƒuρ 4†n1öà)ø9$# “ÏŒ Ç›!$tGƒÎ)uρ Ç≈|¡ômM}$#uρ ÉΑô‰yèø9$$Î/ ããΒù'tƒ ©!$# ¨βÎ) *

                                                                        ∩⊃∪ šχρ㍩.x‹s? öΝà6‾=yès9 öΝä3ÝàÏètƒ 4 Äøöt7ø9$#uρ
90. Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) Berlaku adil dan berbuat kebajikan, memberi kepada
kaum kerabat, dan Allah melarang dari perbuatan keji, kemungkaran dan permusuhan. Dia
memberi pengajaran kepadamu agar kamu dapat mengambil pelajaran. (Qs. An Nahl)


                      ∩⊇⊃∪ tβθçΗxqöè? ÷/ä3ª=yès9 ©!$# (#θà)¨?$#uρ 4 ö/ä3÷ƒuθyzr& t÷t/ (#θßsÎ=ô¹r'sù ×οuθ÷zÎ) tβθãΖÏΒ÷σßϑø9$# $yϑ‾ΡÎ)
10. orang-orang beriman itu Sesungguhnya bersaudara. sebab itu damaikanlah (perbaikilah
hubungan) antara kedua saudaramu itu dan takutlah terhadap Allah, supaya kamu mendapat
rahmat. (Qs. Al-hujurat)

                                   (#θßϑÅÁtGôã$#uρ È≅ö7pt¿2 «!$# $Yè‹Ïϑy_ Ÿωuρ (#θè%§x s? 4
103.dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu
bercerai berai, (Qs. ali Imran)


=Ïtä† ª!$#uρ 3 Ĩ$¨Ψ9$# Çtã tÏù$yèø9$#uρ xáø‹tóø9$# tÏϑÏà≈x6ø9$#uρ Ï!#§ŽœØ9$#uρ Ï!#§Žœ£9$# ’Îû tβθà)Ï ΖムtÏ%©!$#

                                                                                                         ∩⊇⊂⊆∪ šÏΖÅ¡ósßϑø9$#
134. (yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan
orang-orang yang menahan amarahnya dan mema'afkan (kesalahan) orang. Allah menyukai
orang-orang yang berbuat kebajikan. (Qs. Ali Imran)
*Dari Abu Hurairah r.a., Dari Rasulullah saw bersabda, “Hak seorang muslim terhadap
   muslim lainnya ada lima: 1.menjawab salamnya 2.menjenguknya (bila) sakit
   3.mengantar jenazahnya 4.memenuhi Undangannya 5.menjawab bersinnya (dengan
   ucapan “Yarhamukallah” (semoga Allah merahmatimu), jika ia bersin dengan
   membaca (Alhamdulillah),” (Hr. Bukhari, Bab perintah… no.1240)

*Rasulullah saw bersabda, “Diharamkan neraka bagi setiap orang yang berwatak lembut,
   mudah, dan akrab dengan manusia.” (Hr.Ahmad)

*Dari Ibnu Umar r.a berkata bahwa Rasulullah saw bersabda, “Orang yang menyambung
   tali silaturahmi bukanlah orang yang bersilaturahmi kepada orang yang berbuat baik
   kepadanya. Akan tetapi, orang yang menyambung silaturahmi adalah orang yang jika
   tali silaturahminya diputus, ia menyambungnya.” (Hr.Bukhari)

*Rasulullah saw bersabda, “Kunjungilah orang yang tidak mengunjungimu dan berilah
   hadiah kepada orang yang tidak memberimu hadiah.” (Hr.Bukhari)
*Dari Umar ra. Rasulullah saw bersabda, “Tiga hal yang dapat menjernihkan kecintaan
   suadaramu, yaitu: hendaknya engkau mengucapkan salam kepadanya bila bersua,
   meluaskan tempat duduk baginya dalam majelismu, dan panggillah dia dengan nama
   yang paling disukainya.” (Hr.Baihaqi)

*Rasulullah saw bersabda, “Sesungguhnya lafal rahim itu berakar dari lafal Ar-Rahmaan,
   maka Allah swt berfirman, ‘Siapa yang menghubungkanmu, Aku menghubungkan Diri
   pula dengannya.” (Hr.Bukhari)

*Rasulullah saw bersabda, “Apabila seorang di antara kalian diundang untuk suatu
   walimah (undangan), hendaklah ia memenuhinya.” (Muttafaq’Alaih)

*Dari Abu Hurairah ra. Rasulullah saw bersabda, “Allah Swt. Mewahyukan kepada Nabi
   Ibrahim, “Hai kekasih-Ku, berakhlak baiklah sekalipun terhadap orang-orang kafir,
   niscaya engkau akan masuk dalam golongan orang-orang yang berbakti kepada Allah.”
   (Hr.Al-Hakim)

*Rasulullah saw bersabda, “Barangsiapa menghendaki di luaskan rezekinya dan di
   perpanjang umurnya, maka hendaknya ia menghubungkan silaturahmi.” (Hr. Bukhari)

*Dari Jabir ra. Rasululah Saw bersabda “Siapa saja yang dimintai maaf tetapi ia tidak
   menerimanya, niscaya ia tidak akan merasakan telaga (ku).” (Hr.Al-Hakim)

*Rasulullah saw bersabda, “Hubungilah orang yang memutus hubungannya dengan kamu
   dan berilah (sesuatu hadiah) kepada orang yang enggan memberimu. Hindarkan dirimu
   dari orang yang menzalimi kamu (jangan menghiraukan orang yang menzalimi
   kamu).” (HR. Ahmad)

*Rasulullah saw bersabda, “Pokok kebijaksanaan setelah iman kepada Allah adalah cinta
   sesama manusia dan berbuat baik kepada orang yang bertakwa maupun orang yang
   durhaka.” (Hr.Baihaqi)
*Rasulullah saw bersabda, “Kebaikan yang paling cepat mendapat ganjaran ialah
   kebajikan dan menyambung hubungan kekeluargaan, dan kejahatan yang paling cepat
   mendapat hukuman ialah kezaliman dan pemutusan hubungan kekeluargaan.”
  (Hr.Ibnu Majah)

*Rasulullah saw bersabda, “Tidak dihalalkan bagi seseorang mendiamkan saudaranya
   lebih dari tiga hari, keduanya bertemu tetapi ia berpaling darinya dan saudaranya pun
   berpaling pula darinya, sebaik-baik orang di antara keduanya adalah yang terlebih
   dahulu mengucapkan salam.” (Hr.Abu Dawud)

*Dari Jubair Ibnu Muth’im Radliyallaahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa
   Sallam bersabda: “Tidak akan masuk surga seorang pemutus, yaitu pemutus tali
   kekerabatan.” (Muttafaq’Alaih)
*Dari Ibnu Umar ra. Rasulullah saw bersabda, “Tiada suatu hadiah pun yang diberikan
   oleh seorang muslim kepada saudaranya lebih baik dari kalimat yang mengandung
   hikmah yang menambah kepadaya hidayah Allah, atau menyelamatkannya dari
   kebinasaan.” (Hr.Baihaqi)

*Rasulullah saw bersabda, “Tolonglah kawanmu, baik dia zalim maupun dizalimi. Ada
   yang bertanya ‘bagaimana aku menolongnya bila ia berbuat zhalim?’ Rasul menjawab,
   “Apabila dia zalim, cegahlah dia dari perbuatan (zhalim)nya dan bila dia dizalimi
   upayakanlah agar dia dibela.” (Hr. Bukhari)

*Dari Abu bakrah ra. Rasulullah saw bersabda, “Tidak bisa disebut sebagai orang yang
   menetapi perbuatan dosa, yaitu sesorang yang beristighfar, sekalipun ia kembali
   mengerjakan perbuatan dosa sebanyak tujuh puluh kali dalam sehari.” (Hr.Tirmidzi)

*Dari Hudzaifah bin al Yaman r.a., Rasululllah saw bersabda, “Barangsiapa tidak
   memperhatikan (mempedulikan) urusan kaum muslimin maka dia bukan termasuk dari
   mereka” (HR. Abu Dawud, Thabrani)

*Rasulullah saw bersabda, “Allah selalu menolong seorang (Hamba) selama orang itu
   selalu menolong saudaranya (semuslim)” (HR. Ahmad)

*Dari Mughirah ra. Rasulullah saw bersabda, “termasuk bakti yang paling baik, yaitu
   seseorang yang menghubungkan silaturahmi dengan teman sejawat ayahnya setelah
   ayahnya tiada.” (Muttafaq’Alaih)

*Dari Abu Hurairah ra. Rasulullah saw bersabda, “Barangsiapa memudahkan orang yang
   kesulitan, niscaya Allah akan memberinya kemudahan di dunia dan akhirat.”
   (Hr.Ibnu Majah)

*Dari Anas ra. Rasulullah saw bersabda, “Siapa yang menolong saudaranya tanpa
   sepengetahuannya, niscaya Allah akan menolongnya di dunia dan akhirat.”
   (Hr.Baihaqi)

*Rasulullah saw bersabda, “Barangsiapa yang di datangi saudaranya yang hendak meminta
   maaf, hendaknya (engkau) memaafkannya, apakah ia berada dalam pihak yang benar
   atau yang salah, apabila ia tidak melakukan hal tersebut, niscaya ia tidak akan
   mendatangi telagaku.” (Hr.Hakim)
                                                      ∩⊇∪ šÎ=Îγ≈pgø:$# Çtã óÚ̍ôãr&uρ Å∃óãèø9$$Î/ ó÷ß∆ù&uρ uθø yèø9$# É‹è{
199. jadilah Engkau Pema’af dan suruhlah orang mengerjakan yang ma’ruf, serta berpalinglah
    dari pada orang-orang yang bodoh. (Qs. Al-A’Raaf)


׎öyz y7Ï9≡sŒ 4 ̍ÅzFψ$# ÏΘöθu‹ø9$#uρ «!$$Î/ tβθãΖÏΒ÷σè? ÷ΛäΨä. βÎ) ÉΑθß™§9$#uρ «!$# ’n<Î) çνρ–Šãsù &óx« ’Îû ÷Λäôãt“≈uΖs? βÎ*sù

                                                                                                         ∩∈∪ ¸ξƒÍρù's? ß|¡ômr&uρ
59. kemudian jika kamu berlainan Pendapat tentang sesuatu, Maka kembalikanlah ia
kepada Allah (Al Quran) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah
dan hari kemudian. yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.
(Qs. An-Nisaa’)



                                               11. Tidak Berbuat Zhalim



ϵŠÏù ßÈy‚ô±n@ 5ΘöθuŠÏ9 öΝèδ㍽jzxσム$yϑ‾ΡÎ) 4 šχθßϑÎ=≈©à9$# ã≅yϑ÷ètƒ $£ϑtã ¸ξÏ ≈xî ©!$# āt|¡óss? Ÿωuρ

          Ö!#uθyδ öΝåκèEy‰Ï↔øùr&uρ ( óΟßγèùösÛ öΝÍκöŽs9Î) ‘‰s?ötƒ Ÿω öΝÎηÅ™ρââ‘ ÉëÏΨø)ãΒ šÏèÏÜôγãΒ ∩⊆⊄∪ ã≈|Áö/F{$#

42. dan janganlah sekali-kali kamu (Muhammad) mengira, bahwa Allah lalai dari apa yang
    diperbuat oleh orang-orang yang zalim. Sesungguhnya Allah memberi tangguh kepada
    mereka sampai hari yang pada waktu itu mata (mereka) terbelalak,
43. mereka datang bergegas-gegas memenuhi panggilan dengan mangangkat kepalanya, sedang
    mata mereka tidak berkedip-kedip dan hati mereka kosong. (Qs.Ibrahim)


                             ß© ( y7Ï9öθym ôÏΒ (#θ‘Òx Ρ]ω É=ù=s)ø9$# xá‹Î=xî $ˆàsù |MΨä. öθs9uρ (
159. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari
    sekelilingmu. (Qs. Ali Imran)



…çµãΖƒÎ—≡uθtΒ ôMn=à)rO yϑsù 4 ‘,ysø9$# >‹Í×tΒöθtƒ ãβø—uθø9$#uρ ∩∠∪ šÎ7Í←!$xî $¨Ζä. $tΒuρ ( 5Οù=ÏèÎ/ ΝÍκöŽn=tã £¢Áà)uΖn=sù

Νåκ|¦à Ρr& (#ÿρãÅ¡yz tÏ%©!$# y7Í×‾≈s9'ρé'sù …çµãΨƒÎ—≡uθtΒ ôM¤ yz ôtΒuρ ∩∇∪ tβθßsÎ=ø ßϑø9$# ãΝèδ šÍ×‾≈s9'ρé'sù

                                                                                   ∩∪ tβθßϑÎ=ôàtƒ $uΖÏG≈tƒ$t↔Î/ (#θçΡ%x. $yϑÎ/
7. Maka Sesungguhnya akan Kami kabarkan kepada mereka (apa-apa yang telah mereka perbuat),
    sedang (Kami) mengetahui (keadaan mereka), dan Kami sekali-kali tidak jauh (dari mereka).
8. timbangan pada hari itu ialah kebenaran (keadilan), Maka Barangsiapa berat timbangan
    kebaikannya, Maka mereka Itulah orang-orang yang beruntung.
9. dan siapa yang ringan timbangan kebaikannya, Maka Itulah orang-orang yang merugikan dirinya
    sendiri, disebabkan mereka selalu mengingkari ayat-ayat kami. (Qs.Al A’Raf)

*Rasulullah saw bersabda, “Sesungguhnya Allah membenci orang yang berhati kasar
   (kejam dan keras), sombong, angkuh, bersuara keras di pasar-pasar (tempat umum)
   pada malam hari serupa bangkai dan pada siang hari serupa keledai, mengetahui
   urusan-urusan dunia tetapi jahil (bodoh dan tidak mengetahui) urusan akhirat.”
   (HR.Ahmad)

*Dari Aisyah rha. Rasulullah saw bersabda, “Sesungguhnya manusia yang paling buruk
   kedudukannya di sisi Allah kelak di hari kiamat, adalah seseorang yang tidak digauli
   orang lain karena takut kejahatannya.” (Muttafaq’Alaih)

*Dari Ibnu Umar ra. Rasulullah saw bersabda, “Perbuatan aniaya merupakan kegelapan di
   hari kiamat.” (Muttafaq’Alaih)

*Dari ibnu Umar ra. Rasulullah saw bersabda, “Sesudahku benar-benar umatku akan
   diselimuti oleh fitnah-fitnah yang seakan-akan gelapnya malam. Di Zaman itu banyak
   kaum yang menjual agamanya dengan harta duniawi yang sedikit.” (Hr.A-Hakim
   penggalan Hadits-)

*Dari Khalid bin Walid ra. Rasulullah Saw, Beliau Bersabda “Orang yang paling kejam
   terhadap sesamanya ketika di dunia, kelak di hari kiamat ia akan mendapat siksa yang
   paling pedih di sisi Allah.” (Hr.Ahmad)

*Rasulullah saw bersabda, “Sesungguhnya Allah Swt. Mencatat perbuatan orang yang
   aniaya sehingga ketika Dia menghukumnya maka ia tidak dapat meloloskan diri.”
   (Hr.Bukhari)

*Rasulullah saw bersabda, “Tahukah kamu siapa orang yang bangkrut? Para sahabat
   menjawab, “Allah dan rasul-Nya lebih mengetahui.” Nabi Saw lalu berkata, “
   Sesungguhnya orang yang bangkrut dari umatku ialah (orang) yang datang pada hari
   kiamat dengan membawa amalan puasa, shalat dan zakat. ia datang di hari kiamat
   sedangkan ia pernah mencaci-maki orang ini dan menuduh orang lain berbuat zina. Dia
   pernah memakan harta orang lain, dan telah ,mengalirkan darah orang lain, dan telah
   memukul orang lain. Maka kebaikannya diberikan kepada orang-orang yang telah
   dianiaya olehnya.. apabila pahala-pahalanya habis sebelum selesai tuntutan dan ganti
   tebusan atas dosa-dosanya maka dosa orang-orang yang menuntut itu diletakkan di atas
   bahunya lalu dia dihempaskan ke api neraka.” (HR. Muslim)

*Rasulullah saw bersabda, “Neraka dikelilingi (oleh) nafsu syahwat, sedangkan surga
   dikelilingi (oleh) hal-hal yang tidak disukai.” (Riwayat Abu Hurairah ra.)

*Rasulullah saw bersabda, “Tidak dapat masuk surga orang yang suka mengadu domba.”
   (Syaikhan)
*Rasulullah saw bersabda, “Kelak akan menimpa umatku penyakit umat-umat terdahulu
   yaitu penyakit sombong, kufur nikmat dan lupa daratan dalam memperoleh
   kenikmatan. Mereka berlomba mengumpulkan harta dan bermegah-megahan dengan
   harta. Mereka terjerumus dalam jurang kesenangan dunia, saling bermusuhan
    dan saling iri, dengki, dan dendam sehingga mereka melakukan kezaliman
    (melampaui batas).” (Hr.Al-Hakim)

*Rasulullah saw bersabda, “Janganlah kamu menampakkan rasa senang karena musibah
   yang menimpa saudaramu, karena hal itu menyebabkan Allah mengasihinya dan
   menimpakan musibah terhadap dirimu.” (Hr. Tirmidzi)

*Rasulullah saw bersabda, “Janganlah engkau berdebat dengan saudaramu dan
   janganlah pula bergurau yang menyakitkannya, jangan pula engkau menjanjikan
   kepadanya suatu janji lalu engkau mengingkarinya.” (Hr. Tirmidzi)


óΟßγs9 šÍ×‾≈s9'ρé& 4 Èd,ysø9$# ΎötóÎ/ ÇÚö‘F{$# ’Îû tβθäóö7tƒuρ }¨$¨Ζ9$# tβθßϑÎ=ôàtƒ tÏ%©!$# ’n?tã ã≅ŠÎ6¡¡9$# $yϑ‾ΡÎ)

                                                                                                    ∩⊆⊄∪ ÒΟŠÏ9r& ë>#x‹tã
42. Sesungguhnya dosa itu atas orang-orang yang berbuat zalim kepada manusia dan melampaui
batas di muka bumi tanpa hak. mereka itu mendapat azab yang pedih. (Qs. Asy Syura)


                                                                ∩⊇∇∪ äí$sÜム8ì‹Ï x© Ÿωuρ 5ΟŠÏΗxq ôÏΒ tÏϑÎ=≈©à=Ï9 $tΒ
18. orang-orang yang zalim tidak mempunyai teman setia seorangpun dan tidak (pula) mempunyai
seorang pemberi syafa'at yang diterima syafa'atnya. (Qs. Al-Mu’min)


                                                                     ∩∇∪ AŽÅÁtΡ Ÿωuρ <c’Í<uρ ÏiΒ Μçλm; $tΒ tβθçΗÍ>≈©à9$#uρ
8. dan kalau Allah menghendaki niscaya Allah menjadikan mereka satu umat (saja), tetapi Dia
memasukkan orang-orang yang dikehendaki-Nya ke dalam rahmat-Nya. dan orang-orang yang
zalim tidak ada bagi mereka seorang pelindungpun dan tidak pula seorang penolong. (Qs. Asy
Syuura)

                  ∩⊇⊇⊃∪ $VϑŠÏm§‘ #Y‘θà xî ©!$# ωÉftƒ ©!$# ÌÏ øótGó¡o„ ¢ΟèO …çµ|¡ø tΡ öΝÎ=ôàtƒ ÷ρr& #¹þθß™ ö≅yϑ÷ètƒ tΒuρ
110. dan Barangsiapa yang mengerjakan kejahatan dan Menganiaya dirinya, kemudian ia mohon
ampun kepada Allah, niscaya ia mendapati Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (Qs.
An- Nisaa’)

*Dari Abu bakrah ra. Rasulullah saw bersabda, “Tidak bisa disebut sebagai orang yang
   menetapi perbuatan dosa, yaitu sesorang yang beristighfar, sekalipun ia kembali
   mangerjakan perbuatan dosa sebanyak tujuh puluh kali dalam sehari.” (Hr.Tirmidzi)

*Nabi saw melarang seseorang mengusapkan tangannya ke baju yang tidak ia sandangi.”
   (Hr. Abu Dawud)
*Dari Ammar ra. Rasulullah saw bersabda, “Barangsiapa ketika di dunia bermuka dua
   (orang munafik), kelak di hari kiamat ia akan memiliki dua lisan (lidah) dari api
   (Neraka).” (Hr. Abu Dawud)

*Rasulullah saw bersabda, “Barangsiapa membuat mudharat (keburukan) kepada seorang
   muslim, niscaya Allah akan membuat mudharat kepadanya, dan barangsiapa
   menyusahkan seorang muslim, niscaya Allah akan menyusahkannya.” (Hr. Tirmidzi)
*Dari Abu Hurairah ra. Rasulullah saw. Bersabda, “Seorang wanita masuk neraka
   disebabkan seekor kucing yang diikat dan tidak di beri makan, serta dicegah untuk
   memakan serangga tanah sehingga (kucing itu) mati.” (Muttafaq’Alaih)

*Dari Ibnu Umar ra. Rasulullah saw. Bersabda, “Khamer (minuman keras) adalah biang
   segala perbuatan keji dan dosa yang paling besar. Siapa yang meminum khamer,
   niscaya dia meninggalkan sholat dan menyetubuhi ibunya, bibi ayahnya dan bibi
   ibunya.” (Hr.Thabrani)

*Rasulullah saw bersabda, “Barangsiapa men-cap saudaranya dengan satu dosa (yang
   pernah diakukan saudaranya kepadanya), niscaya dia akan mati sebelum melakukan
   dosa tersebut.” (Hr. Tirmidzi)

*Rasululah Saw bersabda “Di antara seorang hamba dan surga terdapat tujuh hambatan,
   yang paling rinngan adalah mati, dan hambatan yang paling berat ialah berdiri di
   hadapan Allah swt (saat pertanggungan amal perbuatan), yaitu apabila orang-orang
   yang dianiaya menuntut terhadap orang yang menganiaya.” (Hr.Bukhari)

*Dari Ibnu Abbas ra. Rasulullah saw bersabda, “janganlah kalian berbuat zina, karena zina
   itu mengandung empat perkara, yaitu: dapat melenyapkan wibawa penampilan, dapat
   memutuskan rezeki, dapat membuat murka Tuhan Yang Maha Pemurah, dan
   mengharuskan menetap di neraka.” (Hr.Thabrani)

*Dari Tsauban ra, Rasulullah saw bersabda, “sesungguhnya seseorang benar-benar
   dihambat rezekinya disebabkan dosa yang dikerjakannya.” (Hr. Ibnu Hibban)

*Rasulullah saw bersabda, “Orang yang menarik kembali pemberiannya sama dengan
   orang yang menelan muntahnya.” (Syaikhan)

*Rasulullah saw bersabda, “Penyuap dan orang yang disuap (sama-sama) dimasukkan ke
   dalam neraka.” (Hr.Thabrani)

*Rasulullah saw bersabda, “Siapa saja yang melebihkan atau meminta kelebihan berarti ia
   telah melakukan praktik riba, dalam hal ini orang yang menerima dan orang yang
   memberi sama saja.” (Hr.Muslim)

*Rasulullah saw bersabda, “Sesungguhnya laki-laki yang dimurkai Allah adalah yang
   gemar bermusuhan.” (Hr.Muslim)



                                12. Meyakini Takdir Allah Adalah Haq


¨βÎ) 4 !$yδr&uŽö9‾Ρ βr& È≅ö6s% ÏiΒ 5=≈tGÅ2 ’Îû āωÎ) öΝä3Å¡à Ρr& þ’Îû Ÿωuρ ÇÚö‘F{$# ’Îû 7πt6ŠÅÁ•Β ÏΒ z>$|¹r& !$tΒ

                                                                                  ∩⊄⊄∪ ׎Å¡o„ «!$# ’n?tã šÏ9≡sŒ
22. tiada suatu bencanapun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan
telah tertulis dalam kitab (Lauhul Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang
demikian itu adalah mudah bagi Allah. (Qs. Al-Hadiid)


    ∩∈⊇∪ šχθãΖÏΒ÷σßϑø9$# È≅ā2uθtGuŠù=sù «!$# ’n?tãuρ 4 $uΖ9s9öθtΒ uθèδ $uΖs9 ª!$# |=tFŸ2 $tΒ āωÎ) !$uΖu;‹ÅÁム©9 ≅è%
51. Katakanlah: "Sekali-kali tidak akan menimpa Kami melainkan apa yang telah ditetapkan Allah
untuk kami. Dialah pelindung Kami, dan hanya kepada Allah orang-orang yang beriman harus
bertawakal." (Qs. At-Taubah)


3 ϵÎ/ Νä3‹Ï?ù'tƒ «!$# çŽöxî îµ≈s9Î) ô¨Β Νä3Î/θè=è% 4’n?tã tΛsyzuρ öΝä.t≈|Áö/r&uρ öΝä3yèøÿxœ ª!$# x‹s{r& ÷βÎ) óΟçF÷ƒuu‘r& ö≅è%

                                                          ∩⊆∉∪ tβθèùωóÁtƒ öΝèδ ¢ΟèO ÏM≈tƒFψ$# ß∃ÎhŽ|ÇçΡ y#ø‹Ÿ2 öÝàΡ$#
46. Katakanlah: "Terangkanlah kepadaku jika Allah mencabut pendengaran dan penglihatan serta
menutup hatimu, siapakah Tuhan selain Allah yang Kuasa mengembalikannya kepadamu?"
perhatikanlah bagaimana Kami berkali-kali memperlihatkan tanda-tanda kebesaran (Kami),
kemudian mereka tetap berpaling (juga). (Qs. Al-An’am)


ÏN≡uθ≈yϑ¡¡9$# ’Îû â!$tƒÎŽö9Å3ø9$# ã&s!uρ ∩⊂∉∪ tÏΗs>≈yèø9$# Å_Uu‘ ÇÚö‘F{$# Éb>u‘uρ ÏN≡uθ≈yϑ¡¡9$# Éb>u‘ ߉÷Κptø:$# ¬Tsù

                                                                                    ∩⊂∠∪ ÞΟŠÅ3ptø:$# Ⓝ͓yèø9$# uθèδuρ ( ÇÚö‘F{$#uρ
36. Maka bagi Allah-lah segala puji, Tuhan langit dan Tuhan bumi, Tuhan semesta alam.
37. dan bagi-Nyalah keagungan di langit dan bumi, Dialah yang Maha Perkasa lagi Maha
Bijaksana. (Qs. Al-Jatsiah)


ãÎn/y‰ãƒ ( ĸöyèø9$# ’n?tã 3“uθtGó™$# §ΝèO 5Θ$−ƒr& Ïπ−GÅ™ ’Îû uÚö‘F{$#uρ ÏN≡uθ≈yϑ¡¡9$# t,n=y{ “Ï%©!$# ª!$# ÞΟä3−/u‘ ¨βÎ)

∩⊂∪ šχρ㍩.x‹s? Ÿξsùr& 4 çνρ߉ç6ôã$$sù öΝà6š/u‘ ª!$# ãΝà6Ï9≡sŒ 4 ϵÏΡøŒÎ) ω÷èt/ .ÏΒ āωÎ) ?ì‹Ï x© ÏΒ $tΒ ( tøΒF{$#
3. Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa,
kemudian Dia bersemayam di atas 'Arsy untuk mengatur segala urusan. tiada seorangpun yang
akan memberi syafa'at kecuali sesudah ada izin-Nya. (Dzat) yang demikian Itulah Allah, Tuhan
kamu, Maka sembahlah Dia. Maka Apakah kamu tidak mengambil pelajaran? (Qs. Yunus)


>πs%u‘uρ ÏΒ äÝà)ó¡n@ $tΒuρ 4 ̍óst7ø9$#uρ ÎhŽy9ø9$# †Îû $tΒ ÞΟn=÷ètƒuρ 4 uθèδ āωÎ) !$yγßϑn=÷ètƒ Ÿω É=ø‹tóø9$# ßxÏ?$x tΒ …çνy‰ΨÏãuρ *

uθèδuρ ∩∈∪ &Î7•Β 5=≈tGÏ. ’Îû āωÎ) C§Î/$tƒ Ÿωuρ 5=ôÛu‘ Ÿωuρ ÇÚö‘F{$# ÏM≈yϑè=àß ’Îû 7π¬6ym Ÿωuρ $yγßϑn=÷ètƒ āωÎ)

( ‘wΚ|¡•Β ×≅y_r& #|Óø)ã‹Ï9 ϵŠÏù öΝà6èWyèö7tƒ §ΝèO Í‘$pκ¨]9$$Î/ ΟçFômty_ $tΒ ãΝn=÷ètƒuρ È≅ø‹©9$$Î/ Νà69©ùuθtGtƒ “Ï%©!$#

                                                           ∩∉⊃∪ tβθè=yϑ÷ès? ÷ΛäΖä. $yϑÎ/ Νä3ã⁄Îm;oΨム§ΝèO öΝä3ãèÅ_ótΒ Ïµø‹s9Î) ¢ΟèO
59. dan pada sisi Allah-lah kunci-kunci semua yang ghaib; tidak ada yang mengetahuinya kecuali
Dia sendiri, dan Dia mengetahui apa yang di daratan dan di lautan, dan tiada sehelai daun pun yang
gugur melainkan Dia mengetahuinya (pula), dan tidak jatuh sebutir biji-pun dalam kegelapan bumi,
dan tidak sesuatu yang basah atau yang kering, melainkan tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh
Mahfudz)"
60. dan Dialah yang menidurkan kamu di malam hari dan Dia mengetahui apa yang kamu kerjakan
di siang hari, kemudian Dia membangunkan kamu pada siang hari untuk disempurnakan umur(mu)
yang telah ditentukan[1], kemudian kepada Allah-lah kamu kembali, lalu Dia memberitahukan
kepadamu apa yang dahulu kamu kerjakan. (Qs. al An’am)
             [1] Kamu ditidurkan di malam hari dan dibangunkan di siang hari, supaya dengan
             perputaran waktu itu habislah umurmu yang telah ditentukan.

*Rasulullah saw bersabda, Sewaktu Allah menciptakan makhluk, Dia menulis di sisi-Nya
   di atas Arsy, “Sesungguhnya rahmat-Ku mendahului (mengalahkan) murka-Ku.”
   (Syaikhan)

*Dari Sa’ad bin Abi Waqqash ra. Rasulullah saw bersabda, “Aku meminta 3 perkara
   kepada Tuhanku, tapi Dia hanya memberiku 2 perkara dan yang 1 perkara lagi tidak
   Dia berikan. Aku memeinta kepada Tuhanku hendaknya Dia tidak membinasakan
   umatku dengan paceklik, maka Dia memenuhi permintaanku, dan aku meminta
   kepada-Nya untuk tidak membinasakan umatku dengan tenggelam (banjir), maka Dia
   memenuhi permintaanku, dan aku meminta kepada-Nya hendaknya Dia tidak
   menjadikan perselisihan (peperangan) di antara sesama umatku, namun Dia menolak
   permintaanku itu.” (Muttafaq’Alaih)

*Rasulullah saw bersabda, “Sesungguhnya seseorang di antara kalian benar-benar
   mengerjakan perbuatan ahli surga hingga tiada jarak antara dirinya dan surga kecuali
   hanya sejengkal, tetapi takdir (ketetapan) telah mendahuluinya, lalu ia mengerjakan
   perbuatan ahli neraka, akhirnya ia masuk neraka. Dan sesungguhnya seseorang
   mengerjakan perbuatan ahli neraka, hingga tiada jarak antara dia dan neraka kecuali
   hanya sejengkal, tetapi catatan takdir telah mendahuluinya, lalu ia mengerjakan
   perbuatan ahli surga, akhirnya ia masuk surga.” (Muttafaq’Alaih)

*Dari Ali ra Rasulullah saw bersabda, “Tiadalah seseorang diantaramu yang telah
   diciptakan (oleh Allah) kecuali tempatnya di surga atau dineraka telah ditulis atau
   kecuali dia telah ditulis (disisi Allah) sebagai orang yang celaka atau bahagia. Ali
   berkata ‘Wahai Rasulullah! Apakah kita tidak bertawakkal (menyerah) kepada
   buku tulisan kita (takdir kita) dan kita tidak usah bekerja. Barangsiapa di antara
   kita yang tercatat sebagai orang yang akan memperoleh kebahagiaan, dia akan ditarik
   oleh takdir untuk melakukan amal perbuatan orang yang tercatat (disisi Allah) sebagai
   orang yang berbahagia. Adapun orang yang celaka, maka takdir akan menyeretnya
   untuk melakukan perbuatan orang celaka (dia tidak bisa menghindarinya). Nabi Saw
   bersabda “Untuk orang yang tercatat (disisi Allah) sebagai orang yang akan
   memperoleh kebahagiaan, akan dipermudah menjalankan perbuatan orang yang akan
   memperoleh kebahagiaan. Untuk orang yang celaka, akan dipermudah melakukan
   perbuatan orang yang celaka. (Maksud Hadits ini, tidak boleh bertwakkal dan
   meninggalkan usaha). Kemudia Nabi Saw membaca ayat sbb : Fa amma man a’tha wa
   shddaq bil husna…….Adapun orang yang memberikan hartanya (di jalan Allah) dan
   bertakwa, dan membenarkan pahala yang terbaik. Kelak kami akan menyiapkan
   baginya jalan yang mudah. Adapun orang yang baik dan merasa cukup (tida
   memerlukan rahmat dan pertolongan Allah) dan mendustakan pahala yang terbaik,
   kelak akan Kami persiapkan baginya jalan yang sukar.” (Hr.Bukhari dalam Kitab yang
   telah di Ringkas no.885)
*Dari Abdullah bin Amr bin Ash r.huma berkata, “Aku mendengar Rasululah saw.
   Bersabda, “Allah telah menuliskan takdir bagi seluruh makhluk-Nya 50.000 tahun
   sebelum Dia menciptakan Langit dan Bumi.” Beliau saw juga bersabda, “Dan ‘Arsy
   Allah itu berada di atas air.” (Hr.Muslim, Bab perdebatan Adam dan..., Hadits no.6748.
   Tirmidzi, Ahmad)
*Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda, “Allah menciptakan bumi pada
   hari sabtu, lalu Dia menciptakan gunung-gunung pada hari Ahad. dan Dia menciptakan
   pepohonan pada hari senin. Dia menciptakan hal yang tidak disukai pada hari
   selasa. Dia menciptakan cahaya pada hari rabu. Dia menciptakan segala macam hewan
   di bumi pada hari kamis. dan Dia menciptakan Adam sesudah waktu ashar, yaitu selagi
   ciptaan terakhir dilakukan pada saat-saat akhir hari jumat, yaitu antara waktu ashar dan
   malam hari.” (Hr.Ahmad)

*Dari Abu Hurairah ra. Rasulullah saw bersabda, “Allah swt berfirman, “Aku telah
   menyediakan untuk Hamba-hamba-Ku yang saleh pahala yang belum pernah dilihat
   oleh mata, belum pernah terdengar oleh telinga, dan belum pernah terbertik dalam hati
   seorangpun.” (Hr. Ibnu Majah)

*Dari Umar r.a. Rasulullah saw bersabda, “Iman ialah, hendaknya engkau percaya kepada
   Allah, para malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, Rasul-rasul-Nya, hari kiamat, dan percaya
   pada takdir yang baik dan yang buruk.” (Hr. Muslim)

*Dari Usamah bin Za’id ra. Rasulullah saw bersabda, “Sesungguhnya Allah Swt. berhak
   untuk mengambil dan berhak pula memberi, segala sesuatu mempunyai ketetapan yang
   telah ditentukan di sisi-Nya.” (Syaikhan, dalam Ibnu Majah ditambahkan ‘Maka
   bersabarlah dan harapkanlah pahala-Nya’)

*Rasulullah saw bersabda, “Tiada sesuatu yang dapat menolak takdir kecuali doa, dan
   tiada yang dapat menambah umur kecuali amal kebajikan. Sesungguhnya seorang
   diharamkan rezeki baginya disebabkan dosa yang diperbuatnya.” (Hr. Tirmidzi dan Al
   Hakim)

*Dari ibnu Abbas r.huma, beliau berkata : Suatu saat saya berada dibelakang nabi saw,
   maka beliau bersabda : Wahai ananda, saya akan mengajarkan kepadamu beberapa
   perkara: Jagalah Allah, niscaya dia akan menjagamu, Jagalah Allah, niscaya Dia akan
   selalu berada dihadapanmu. Jika kamu meminta, mintalah kepada Allah, jika kamu
   memohon pertolongan, mohonlah pertolongan kepada Allah. Ketahuilah sesungguhnya
   jika sebuah umat berkumpul untuk mendatangkan manfaat kepadamu atas sesuatu,
   mereka tidak akan dapat memberikan manfaat sedikitpun kecuali apa yang telah Allah
   tetapkan bagimu, dan jika mereka berkumpul untuk mencelakakanmu atas sesuatu ,
   niscaya mereka tidak akan mencelakakanmu kecuali kecelakaan yang telah Allah
   tetapkan bagimu. Pena telah diangkat dan lembaran telah kering. (Hr. Tirmidzi dan dia
   berkata : Haditsnya hasan shahih. Bab Hanzhalah...., Hadits no.2561)

*Rasulullah saw bersabda, “Allah itu ada, dan tiada sesuatu pun selain-Nya, Arasy-Nya
   berada di atas air. Allah telah memastikan segala sesuatu di dalam Lauh Mahfuzh, lalu
   Dia menciptakan langit dan bumi.” (Muttafaq’Alaih)

*Dari abu Darda ra. Rasulullah saw bersabda, “Sesungguhnya setiap sesuatu memiliki
   hakikat, dan seseorang Hamba masih belum mencapai hakikat iman sebelum (ia
    meyakini) hal yang menimpa dirirnya bukanlah suatu kekeliruan, dan hal yang meleset
    darinya bukanlah hal yang seharusnya menimpa dirinya.” (Hr.Ahmad)
*Dari Abu Hafshah rahimahullah berkata, Ubadah bin Shamit r.a. menasehati puteranya,
   “Wahai Anakku! Sesungguhnya engkau tidak akan pernah merasakan manisnya
   hakikat iman, sehingga engkau mengetahui (meyakini dengan sempurna) bahwa
   apapun yang menimpamu, pasti tidak akan terlepas darimu dan apa pun yang akan
   terlepas darimu, pasti tidak akan menimpamu.” Aku mendengar Rasulullah saw
   bersabda, “sesungguhnya (makhluk) pertama yang Allah swt. ciptakan adalah Qalam,
   kemudian Dia berfirman kepadanya, ‘Tulislah!’ maka Qalam itu bertanya, ‘Wahai
   Rabb-Ku, apa yang harus hamba tulis?’ allah Swt berfirman, ‘Tulislah tentang takdir
   (ketentuan) bagi setiap sesuatu hingga hari kiamat!’ Wahai Anakku! Sesungguhnya aku
   mendengar RAsulullah saw bersabda, ‘Barangsiapa mati atas keyakinan selain ini,
   maka ia bukanlah dari golonganku (maka ia masuk neraka).’” (Hr. Abu dawud,
   Imam Tirmidzi, Imam Baihaqi, Ibnu Abi Ashim)

*Dari Anas ra. Rasulullah saw bersabda, “Allah Swt, berfirman, “Siapa yang tidak rela
   kepada keputusan dan takdirKu, maka hendaknya ia mencari Tuhan selain Aku.”
   (Hr.Baihaqi)


     ∩⊇⊇∪ ÒΟŠÎ=tæ >óx« Èe≅ä3Î/ ª!$#uρ 4 …çµt6ù=s% ωöκu‰ «!$$Î/ .ÏΒ÷σムtΒuρ 3 «!$# ÈβøŒÎ*Î/ āωÎ) >πt6ŠÅÁ•Β ÏΒ z>$|¹r& !$tΒ
11. tidak ada suatu musibah pun yang menimpa seseorang kecuali dengan ijin Allah; dan
Barangsiapa yang beriman kepada Allah niscaya Dia akan memberi petunjuk kepada hatinya. dan
Allah Maha mengetahui segala sesuatu. (Qs. At-Thagabun)


4 Ï&Î#ôÒx Ï9 ¨Š!#u‘ Ÿξsù 9Žösƒ¿2 x8÷ŠÌãƒ χÎ)uρ ( uθèδ āωÎ) ÿ…ã&s! y#Ï©%Ÿ2 Ÿξsù 9hŽÛØÎ/ ª!$# y7ó¡|¡ôϑtƒ βÎ)uρ

                                            ∩⊇⊃∠∪ ÞΟŠÏm§9$# â‘θà tóø9$# uθèδuρ 4 ÍνÏŠ$t6Ïã ôÏΒ â!$t±o„ tΒ ϵÎ/ Ü=ŠÅÁãƒ
107. jika Allah menimpakan sesuatu kemudharatan kepadamu, Maka tidak ada yang dapat
menghilangkannya kecuali Dia. dan jika Allah menghendaki kebaikan bagi kamu, Maka tak ada
yang dapat menolak kurniaNya. Dia memberikan kebaikan itu kepada siapa yang dikehendaki-Nya
di antara hamba-hamba-Nya dan Dia-lah yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
(Qs.Yunus)



                                    13. Meninggalkan Keburukan (Hijrah)


                                        ∩⊇⊇∪ šÏ%ω≈¢Á9$# yìtΒ (#θçΡθä.uρ ©!$# (#θà)®?$# (#θãΖtΒ#u šÏ%©!$# $pκš‰r'‾≈tƒ
119. Hai orang-orang yang beriman bertakwalah kepada Allah, dan hendaklah kamu bersama
    orang-orang yang benar. (Qs. At-Taubah)

                                                 ∩⊆⊃∪ 3“uθoλù;$# Çtã }§ø ¨Ζ9$# ‘yγtΡuρ ϵÎn/u‘ tΠ$s)tΒ t∃%s{ ôtΒ $¨Βr&uρ
40. dan Adapun orang-orang yang takut kepada kebesaran Tuhannya dan menahan diri dari
    keinginan hawa nafsunya, (Qs. An- Nazi’at)
4 «!$# y‰ΨÏã ºπy_u‘yŠ ãΝsàôãr& öΝÍκŦà Ρr&uρ ôΜÏλÎ;≡uθøΒr'Î/ «!$# È≅‹Î6y™ ’Îû (#ρ߉yγ≈y_uρ (#ρãy_$yδuρ (#θãΖtΒ#u tÏ%©!$#

                                                                                        ∩⊄⊃∪ tβρâ“Í←!$x ø9$# ç/èφ y7Í×‾≈s9'ρé&uρ
20. orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad di jalan Allah dengan harta, benda dan
    diri mereka, adalah lebih Tinggi derajatnya di sisi Allah; dan Itulah orang-orang yang
    mendapat kemenangan. (Qs.At Taubah)


    ∩⊇⊆∇∪ ֍ƒÏ‰s% &óx« Èe≅ä. 4’n?tã ©!$# ¨βÎ) 4 $—èŠÏϑy_ ª!$# ãΝä3Î/ ÏNù'tƒ (#θçΡθä3s? $tΒ tør& 4 ÏN≡uŽöy‚ø9$# (#θà)Î7tFó™$$sù
148. Maka berlomba-lombalah (dalam membuat) kebaikan. di mana saja kamu berada pasti Allah
    akan mengumpulkan kamu sekalian (pada hari kiamat). Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas
    segala sesuatu. (qs. Al Baqarah)


ãΝèδ šÍ×‾≈s9'ρé& (#ÿρçŽ|ÇtΡ¨ρ (#ρuρ#u tÉ‹©9$#uρ «!$# È≅‹Î6y™ ’Îû (#ρ߉yγ≈y_uρ (#ρãy_$yδuρ (#θãΖtΒ#u šÏ%©!$#uρ

                                                               ∩∠⊆∪ ×Λq̍x. ×−ø—Í‘uρ ×οtÏ øó¨Β Νçλ°; 4 $y)ym tβθãΖÏΒ÷σßϑø9$#
74. dan orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad pada jalan Allah, dan orang-orang
    yang memberi tempat kediaman dan memberi pertolongan (kepada orang-orang muhajirin),
    mereka Itulah orang-orang yang benar-benar beriman. mereka memperoleh ampunan dan rezki
    (nikmat) yang mulia.(Qs. Al-Anfal)

*Dari Abu Hurairah ra Rasulullah saw bersabda. “Sebagian dari bagusnya (sempurnanya)
   ke-Islaman seseorang yaitu meninggalkan sesuatu (ucapan dan perbuatan) yang tidak
   berguna.” (Hr.Tirmidzi no.2317)

*Dari Abu Hurairah ra. Rasulullah saw bersabda, “Dan orang yang berhijrah itu adalah
   orang yang menjauhi hal-hal yang dilarang Allah.” (Hr.Ahmad)

*Rasulullah saw bersabda, “Manusia yang paling mulia adalah orang yang paling
   bertakwa.” (Muttafaq’Alaih)

*Dari Abdullah bin Umar, Rasulullah saw bersabda, “ orang yang berhijrah adalah orang
   yang menjauhi hal-hal yang di larang Allah.” (Syaikhan)

*Dari Abu Sa’id ra. Rasulullah saw bersabda, “Sesungguhnya setan telah mengatakan,
   ‘Demi keagungan-Mu, wahai Tuhanku, aku tidak akan pernah berhenti untuk
   menyesatkan Hamba-hambaMu selagi roh mereka berada dalam jasadnya.’ Maka
   Tuhan menjawab, ‘Demi keagungan dan kebesaran-Ku, akupun tidak akan berhenti
   mengampuni mereka selagi mereka meminta ampun kepada-Ku.’” (Hr.Ahmad)

*Rasulullah saw bersabda, “Kawan pendamping yang shaleh ibarat penjual minyak wangi.
   Bila dia tidak memberimu minyak wangi, kamu akan mencium keharumannya.
   Sedangkan kawan pendamping yang buruk ibarat tukang pandai besi. Bila kamu tidak
   terjilat apinya, kamu akan terkena asapnya. (Hr.Bukhari)
*Rasulullah saw bersabda, “Seseorang berdasarkan pada arahan teman sejawatnya. Karena
   itu, hendaknya seseorang di antara kalian terlebih dahulu memilih siapa yang akan
   dijadikan temannya.” (Hr.Abu Dawud)

*Dari Abu Hurairah r.a. berkata, Rasulullah saw bersabda, “Barangsiapa beriman kepada
   Allah dan hari Akhir, maka hendaklah ia berbicara yang baik atau hendaklah ia diam.”
   (Hr. Bukhari, Bab Menjaga Lidah No.6475)

*Dari Bilal bin Haris al Muzani ra Rasulullah saw bersabda. “Sesungguhnya ada seseorang
   di antara kalian yang mengucapkan suatu perkataan yang diridhai Allah, padahal ia
   sendiri menganggapnya tidak begitu penting, tetapi karena ucapannya itu Allah
   mencatat keridhaan baginya sampai hari ia menjumpai Allah (hari kiamat). Dan ada
   seseorang di antara kalian yang mengatakan suatu perkataan yang di benci Allah,
   padahal ia sendiri menganggapnya tidak begitu penting, tetapi karena perkataanya itu
   Allah mencatat kemurkaan atasnya sampai hari di mana ia menjumpai Allah (hari
   Kiamat)” (Hr.Tirmidzi “Hasan Shahih” no.2319)

*Rasulullah saw bersabda, “Belum sempurna iman seseorang Hamba sehingga ia
   meninggalkan dusta sekalipun dalam bergurau, dan meninggalkan perdebatan
   sekalipun ia benar.” (Hr.Ahmad)

*Rasulullah saw bersabda, “Janganlah engkau berdebat dengan saudaramu dan
   janganlah pula bergurau yang menyakitkannya, jangan pula engkau menjanjikan
   kepadanya suatu janji lalu engkau mengingkarinya.” (Hr. Tirmidzi)

*Rasulullah saw bersabda. “Ucapan anak Adam itu bisa jadi dosa baginya bukan menjadi
   pahala, kecuali (perkataan yang isinya) menyuruh kepada kebaikan, melarang
   kemungkaran, atau mengingat Allah” (Hr.Tirmidzi “Hasan gharib” no.2412)

*Dari Abdullah ra berkata Rasulullah saw bersabda. “Kebanyakan kesalahan anak Adam
   adalah karena lidahnya” (Hr.Thabrani. sanad-sanadnya shahih)

*Dari Abdullah bin Umar rhuma Rasulullah saw bersabda. “Janganlah banyak berbicara
   selain Dzikrullah (menyebut nama Allah), karena banyak bicara selain Dzikrullah
   dapat mengeraskan hati. Dan sesungguhnya ,manusia yang paling jauh dari Allah ialah
   orang yang keras hatinya.” (Hr.Tirmidzi “Hasan gharib” no.2411)

*Dari Adi bin Hatim ra berkata Rasulullah saw bersabda. “Baik dan buruknya seseorang
   terletak antara kedua rahangnya (mulut)” (Hr.Thabrani. sanad-sandanya Shahih)

*Dari Abu Hurairah ra berkata Rasulullah saw bersabda. “Barangsiapa yang dilindungi
   Allah dari kejahatan (anggota badan) yang ada di antara dua rahang dan dua kakinya
   (yakni lidah dan kemaluan), niscaya akan masuk surga” (Hr.Tirmidzi “Hasan Shahih”)

*Dari Sahal bin Sa’ad r.a., dari Rasulullah saw., beliau bersabda, “Barang siapa yang
   menjamin bagiku (Bahwa ia dapat menjaga) apa yang ada di antara dua tulang
   rahangnya (Lidah) dan apa yang ada di antara kedua kaki (Kemaluan), maka aku
   menjamin baginya Surga,” (Hr. Bukhari, Bab Menjaga Lidah, hadits no. 6474)
*Dari Abu Hurairah ra. Rasulullah saw bersabda, “Peliharalah dirimu dari hal-hal yang
   diharamkan, niscaya kamu menjadi orang yang paling beribadah, ... Dan janganlah
   sering tertawa, karena banyak tertawa itu dapat mematikan hati.” (Hr.Ahmad)

*Dari Mu’awiyah bin Hidah ra Rasulullah saw bersabda. “Celakalah bagi orang yang
   mengucapkan suatu perkataan agar ditertawakan orang-orang, hingga ia berkata
   bohong! Celakalah ia, Celakalah ia!” (Hr.Tirmidzi “Hasan” no.2315)

*Dari Abu Sa’id al Khudri r.a. meriwayatkan secara marfu’ katanya, Rasulullah saw
   bersabda “Sesungguhnya ada seseorang yang mengucapkan suatu perkataan sepele
   yang mana ia tidak bermaksud buruk, melainkan hanya supaya orang-orang tertawa
   karenanya, tetapi sesungguhnya karena ucapannya itu ia akan jatuh (ke dalam neraka)
   yang jaraknya lebih jauh dari pada langit dan bumi.” (Hr. Ahmad III/38)

*Rasulullah saw bersabda, “Janganlah kalian berdusta (bohong), Karena sesungguhnya
   perbuatan dusta itu berlawanan dengan Iman.” (Hr.Ahmad)

*Dari Abi Bakrah ra. Rasulullah saw bersabda, “Ingatlah, akan kubertahukan kepada
   kalian tentang dosa yang paling besar, yaitu: menyekutukan Allah, menyakiti kedua
   orang tua, dan perkataan dusta.” (Muttafaq’Alaih)

*Dari Abu Hurairah ra Rasulullah saw ditanya tentang yang lebih banyak membawa
   manusia ke dalam surga. Beliau bersabda. “Takwa (takut kepada Allah) dan akhlak
   yang baik. Lalu Rasulullah saw ditanya tentang sesuatu yang paling banyak
   menjerumuskan manusia ke dalam neraka. Maka beliau bersabda. “Mulut dan
   Kemaluan.” (Hr.Tirmidzi “Shahih gharib” no 2004)
*Rasulullah saw bersabda, “Barangsiapa meninggalkan maksiat terhadap Allah karena
   takut kepada Allah maka ia akan memperoleh keridhaan Allah.” (HR. Abu Ya'la)

*Dari Abdullah bin Umar ra. Rasulullah saw bersabda, “Celaka bagi ucapan yang
   menindas, celaka bagi orang-orang yang terus melakukan perbuatan kejinya sedangkan
   mereka mengetahuinya.” (Hr.Ahmad)

*Dari Uqbah bin Amir ra Rasulullah saw bersabda. “Cukuplah seseorang untuk tidak
   menjadikan dirinya orang yang suka berbuat keji, bicara cabul, kikir, dan penakut.”
   (Hr.Ahmad IV/145)

*Dari Mughirah bin Syu’bah ra. Rasulullah saw bersabda, “Sesungguhnya Allah tidak
   menyukai kalian (terhadap 3 hal) banyak bercerita tentang suatu hal yang tidak penting,
   banyak bertanya (tentang sesuatu yang tidak penting) serta menghambur-hamburkan
   harta.” (Muttafaq’Alaih)

*Rasulullah saw bersabda, “Merasa berdosalah seseorang bila ia menjadi subjek dari
   telunjuk orang banyak, apabila ia seorang yang baik, maka hal tersebut dapat
   menggelincirkannya, kecuali orang yang dirahmati Allah. Dan apabila ia orang yang
   buruk, maka bertambahlah keburukannya.” (Hr. Baihaqi)


                                       ∩⊇⊇∪ ÒΟŠÎ=tæ >óx« Èe≅ä3Î/ ª!$#uρ 4 …çµt6ù=s% ωöκu‰ «!$$Î/ .ÏΒ÷σムtΒuρ 3
11. dan Barangsiapa yang beriman kepada Allah niscaya Dia akan memberi petunjuk kepada
hatinya. dan Allah Maha mengetahui segala sesuatu. (Qs. At-Thagabun)

*Dari Abu Hurairah ra., Bahwa ia mendengar Rasulullah saw. Bersabda, “Sungguh ada
   seorang hamba yang mengucapkan satu kata (buruk) sehingga ia terjerumus ke dalam
   neraka lebih dalam dari jarak antara timur dan barat. (Shahih Muslim No.5303)

*Rasulullah saw bersabda, “Setiap yang memabukkan itu haram. Sesungguhnya Allah
   telah berjanji terhadap orang yang meminum minuman yang memabukkan bahwa Dia
   akan memberinya minuman perasan keringat penduduk neraka.” (Hr.Muslim)

*Dari Abdullah bin Umar r.huma meriwayatkan dari Nabi saw. Bahwa beliau bersabda,
   “Apabila seseorang berkata bohong, maka malaikat lari menjauh darinya sejauh satu
   mil, hal itu di karenakan bau busuk dari perkataan dusta yang ia ucapkan.” (Hr.
   Tirmidzi. Katanya, “Ini Hadits Hasan jayyid gharib.”)

*Dari Imran bin Haththan rahimahullaah menceritakan, “Aku pergi untuk menemui abu
   Dzar r.a dan aku dapati ia sedang duduk di masjid seorang diri sambil menyelimuti
   dirinya dengan sebuah mantel berwarna hitam. Aku bertanya kepadanya, “Wahai Abu
   Dzar! Mengapa engkau menyendiri seperti ini?” Ia menjawab “Aku telah mendengar
   Rasulullah saw. Bersabda, “Mengasingkan diri itu lebih baik daripada berteman
   dengan orang yang buruk, sedangkan berteman dengan orang yang baik itu lebih
   baik daripada menyendiri. Berkata perkataan yang baik itu lebih baik daripada diam,
   sedangkan diam itu lebih baik daripada berbicara hal-hal yang buruk.” (Hr. Baihaqi
   dalam syu’abul Iimaan IV/265)

*Dari Hafs bin ‘Ashim r.a. berkata, Rasulullah saw bersabda, “Cukuplah esesorang
   (Disebut) sebagai Pendusta apabila ia menceritakan apa saja yang ia dengar (Tanpa
   memeriksa dulu kebenarannya).” (Hr. Muslim, dan dalam Abu Dawud. dikatakan
   “Cukuplah seseorang (dianggap) berdosa….., 4992)

*Dari Anas bin Malik r.a. meriwayatkan dari Nabi saw. Bahwa beliau bersabda, “Berilah
   aku Enam jaminan, niscaya aku akan menjamin surga bagi kalian!” Para sahabat
   bertanya, “apakah yang Enam itu?” Beliau bersabda, “(Enam perkara yaitu): (1)
   apabila seseorang di antara kalian berbicara, maka janganlah ia berbohong (2) apabila
   ia berjanji, jangan mengingkarinya (3) apabila ia diberi amanat, jangan mengkhianati
   (4) tundukkanlah pandangan kalian (5) tahanlah kedua tangan kalian (dari perbuatan
   haram) (6) jagalah kemaluan kalian.” (Hr. Abu Ya’la, dan sanad2 nya shahih kecuali
   Sa’ad atau Sa’id bin Sinan, ia haditsnya Hasan – Majmauz Zawaa’id X / 541)

*Dari sufyan bin Asid Hadhrami r.a. berkata, “Aku mendengar Rasulullah saw bersabda.
   “Besar sekali penghianatannya apabila kamu mengatakan kepada saudaramu suatu
   perkataan yang ia sendiri membenarkannya (mempercayainya), sementara kamu
   sendiri berdusta kepadanya dengan perkataanmu itu.” (Hr. Abu Dawud, No.4971)

*Dari Abu Umamah ra berkata Rasulullah saw bersabda. “Seorang mukmin (beriman) itu
   diciptakan atas tabiat yang sama, kecuali khianat dan dusta.” (Hr.Ahmad V/252)

*Dari Amr bin Ash r.huma berkata, “Aku mendengar Rasulullah saw, bersabda
   “Sesungguhnya aku telah diperintahkan untuk berbicara ringkas, karena ringkas itu
   lebih baik.” (Hr. Abu Dawud, Bab Tentang Berbicara Panjang Lebar, No.5008)
*Dari Abu Dzar r.a. menceritakan, “Aku telah pergi menemui Rasulullah saw. Dan
   berkata, “Wahai Rasulullah! Berilah Saya nasihat!” Maka Rasulullah saw
   menyampaikan hadits yang panjang (yang berisi nasihat kepada Abu Dzar di
   antaranya): “Hendaklah engkau banyak diam, karena sesungguhnya banyak diam itu
   akan mengusir syetan dan akan membantumu dalam amal-amal agamamu. Abu Dzar
   r.a. berkata, berilah saya nasihat lagi!” Rasulullah saw bersabda “ Hindarilah banyak
   tertawa, karena banyak tertawa dapat mematikan hati, dan menghilangkan nur (cahaya)
   wajah.” (Hr. Baihaqi dalam Syu’abul Iimaan IV/242)

*Dari Abu Hurairah r.a. Dari Rasulullah Saw, Beliau bersabda “Apabila seseorang berkata:
   “Manusia Telah Rusak, Maka Dialah Manusia Yang Paling Rusak.” (Hr.Muslim)
       Keterangan:
          Celaan ini berlaku bagi orang yang mengatakannya dengan maksud menghina
          atau merendahkan orang lain, menganggap bahwa dirinya lebih baik. Serta
          menganggap jelek yang lain, karena sesungguhnya ia tidak mengetahui rahasia
          Allah tentang makhluk-Nya. Adapun orang yang mengatakannya karena merasa
          sedih terhadap apa yang ia lihat pada dirinya sendiri dan pada kebanyakan
          manusia dalam masalah agama, maka itu tidaklah mengapa. (Syarah Muslim,
          An Nawawi)

                                                                                 ∩⊂∪ šχθàÊ̍÷èãΒ Èθøó‾=9$# Çtã öΝèδ tÏ%©!$#uρ
3. dan orang-orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan) yang tiada berguna,
   (Qs.Al-Mukminun)

                                      ∩∠⊄∪ $YΒ#tÅ2 (#ρ“÷s∆ Èθøó‾=9$$Î/ (#ρ“÷s∆ #sŒÎ)uρ u‘ρ–“9$# šχρ߉yγô±o„ Ÿω šÏ%©!$#uρ
72. dan orang-orang yang tidak memberikan persaksian palsu, dan apabila mereka bertemu dengan
(orang-orang) yang mengerjakan perbuatan-perbuatan yang tidak berfaedah, mereka lalui (saja)
dengan menjaga kehormatan dirinya.(Qs.Al-Furqan)

                                                                         ∩⊇∇∪ Ó‰ŠÏGtã ë=‹Ï%u‘ ϵ÷ƒy‰s9 āωÎ) @Αöθs% ÏΒ àáÏ ù=tƒ $¨Β
18. tiada suatu ucapanpun yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya Malaikat Pengawas yang
selalu hadir. (Qs. Qaaf)


ÈötFö;tΡ Ÿω öΝä3ø‹n=tæ íΝ≈n=y™ ö/ä3è=≈uΗùår& öΝä3s9uρ $oΨè=≈uΗùår& !$uΖs9 (#θä9$s%uρ çµ÷Ζtã (#θàÊtôãr& uθøó‾=9$# (#θãèÏϑy™ #sŒÎ)uρ

                                                                                                                        ∩∈∈∪ tÎ=Îγ≈pgø:$#
55. dan apabila mereka mendengar Perkataan yang tidak bermanfaat, mereka berpaling
daripadanya dan mereka berkata: "Bagi Kami amal-amal Kami dan bagimu amal-amalmu,
Kesejahteraan atas dirimu, Kami tidak ingin bergaul dengan orang-orang jahil". (Al-Qhasasah)


$tΒ 4’n?tã (#θßsÎ6óÁçGsù 7's#≈yγpg¿2 $JΒöθs% (#θç7ŠÅÁè? βr& (#þθãΨ¨t6tGsù :*t6t⊥Î/ 7,Å™$sù óΟä.u!%y` βÎ) (#þθãΖtΒ#u tÏ%©!$# $pκš‰r'‾≈tƒ

                                                                                                                ∩∉∪ tÏΒω≈tΡ óΟçFù=yèsù
6. Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang Fasik membawa suatu berita, Maka
periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa
mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu. (Qs.Al-Hujarat)
šχ%x. z≈sÜø‹¤±9$# ¨βÎ) 4 öΝæηuΖ÷t/ éøu”∴tƒ z≈sÜø‹¤±9$# ¨βÎ) 4 ß|¡ômr& }‘Ïδ ÉL©9$# (#θä9θà)tƒ “ÏŠ$t7ÏèÏj9 ≅è%uρ

                                                                                              ∩∈⊂∪ $YƏÎ7•Β #xρ߉tã Ç≈|¡ΣM∼Ï9
53. dan Katakanlah kepada hamha-hamba-Ku: "Hendaklah mereka mengucapkan Perkataan yang
lebih baik (benar). Sesungguhnya syaitan itu menimbulkan perselisihan di antara mereka.
Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagi manusia. (Qs.Al-Isra’)


öΝä3s9 öÏ øótƒuρ ö/ä3n=≈yϑôãr& öΝä3s9 ôxÎ=óÁム∩∠⊃∪ #Y‰ƒÏ‰y™ Zωöθs% (#θä9θè%uρ ©!$# (#θà)®?$# (#θãΖtΒ#u tÏ%©!$# $pκš‰r'‾≈tƒ

                                               ∩∠⊇∪ $¸ϑŠÏàtã #——öθsù y—$sù ô‰s)sù …ã&s!θß™u‘uρ ©!$# ÆìÏÜムtΒuρ 3 öΝä3t/θçΡèŒ
70. Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kamu kepada Allah dan Katakanlah Perkataan
yang benar,
71. niscaya Allah memperbaiki bagimu amalan-amalanmu dan mengampuni bagimu dosa-dosamu.
dan Barangsiapa mentaati Allah dan Rasul-Nya, Maka Sesungguhnya ia telah mendapat
kemenangan yang besar. (Qs. Al-Ahzab)



                         14. Bersabar Dalam Menghadapi Cobaan Dari Allah Swt


yìtΒ ©!$# ¨βÎ) 4 (#ÿρçŽÉ9ô¹$#uρ ( ö/ä3çt†Í‘ |=yδõ‹s?uρ (#θè=t±ø tGsù (#θããt“≈uΖs? Ÿωuρ …ã&s!θß™u‘uρ ©!$# (#θãè‹ÏÛr&uρ

                                                                                                         ∩⊆∉∪ šΎÉ9≈¢Á9$#
46. dan taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya dan janganlah kamu berbantah-bantahan, yang
    menyebabkan kamu menjadi gentar dan hilang kekuatanmu dan bersabarlah. Sesungguhnya Allah
    beserta orang-orang yang sabar. (Qs. Al-Anfaal)


$²¡ø tΡ ª!$# ß#Ïk=s3ムŸω 4 ª!$# çµ9s?#u !$£ϑÏΒ ÷,Ï Ψã‹ù=sù …çµè%ø—Í‘ ϵø‹n=tã u‘ωè% tΒuρ ( ϵÏFyèy™ ÏiΒ 7πyèy™ ρèŒ ÷,Ï Ψã‹Ï9

                                                                 ∩∠∪ #ZŽô£ç„ 9Žô£ãã y‰÷èt/ ª!$# ã≅yèôfuŠy™ 4 $yγ8s?#u !$tΒ āωÎ)
7. hendaklah orang yang mampu memberi nafkah menurut kemampuannya. dan orang yang
disempitkan rezkinya hendaklah memberi nafkah dari harta yang diberikan Allah kepadanya. Allah
tidak memikulkan beban kepada seseorang melainkan sekedar apa yang Allah berikan
kepadanya. Allah kelak akan memberikan kelapangan sesudah kesempitan. (Qs. At-Thalaq)


(                                                   Íο4θn=¢Á9$#uρ Žö9¢Á9$$Î/#θãΖŠÏètFó™$#uρ
45. Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu.(Qs. Al Baqarah)


                                              ∩⊄∪ tβθä3ysôÒtƒ (#θãΖtΒ#u tÏ%©!$# zÏΒ (#θçΡ%x. (#θãΒtô_r& šÏ%©!$# ¨βÎ)
29. Sesungguhnya orang-orang yang berdosa, adalah mereka yang menertawakan orang-orang yang
beriman. (Qs. Al-Muthaffifin)

                                                           ∩⊇⊃∪ WξŠÏΗsd #\ôfyδ öΝèδöàf÷δ$#uρ tβθä9θà)tƒ $tΒ 4’n?tã ÷ŽÉ9ô¹$#uρ
10. dan bersabarlah terhadap apa yang mereka ucapkan dan jauhilah mereka dengan cara yang baik.
(Qs. Al Muzzammil)

                                          ∩⊂∈∪ 5ΟŠÏàtã >eáym ρèŒ āωÎ) !$yγ8¤)n=ム$tΒuρ (#ρçŽy9|¹ tÏ%©!$# āωÎ) !$yγ9¤)n=ム$tΒuρ
35. sifat-sifat yang baik itu tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang sabar dan
tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang mempunyai Keuntungan yang besar. (Qs.
Al-Fushilat)

ôÏΒ y7Ï9≡sŒ ¨βÎ) ( y7t/$|¹r& !$tΒ 4’n?tã ÷ŽÉ9ô¹$#uρ ̍s3Ζßϑø9$# Çtã tµ÷Ρ$#uρ Å∃ρã÷èyϑø9$$Î/ öãΒù&uρ nο4θn=¢Á9$# ÉΟÏ%r& ¢o_ç6≈tƒ

                                                                                                            ∩⊇∠∪ Í‘θãΒW{$# ÇΠ÷“tã
17. Hai anakku, dirikanlah shalat dan suruhlah (manusia) mengerjakan yang baik dan cegahlah
(mereka) dari perbuatan yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu.
Sesungguhnya yang demikian itu Termasuk hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah). (Qs. Luqman)


                      ∩⊄∇∪ Ü>θè=à)ø9$# ’È⌡yϑôÜs? «!$# ̍ò2É‹Î/ Ÿωr& 3 «!$# ̍ø.É‹Î/ Οßγç/θè=è% ’È⌡uΚôÜs?uρ (#θãΖtΒ#u tÏ%©!$#
28. (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah.
Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram. (Qs. ar Ra’d)


ÏiΒ ÔN≡uθn=|¹ öΝÍκöŽn=tæ y7Í×‾≈s9'ρé& ∩⊇∈∉∪ tβθãèÅ_≡u‘ ϵø‹s9Î) !$‾ΡÎ)uρ ¬! $‾ΡÎ) (#þθä9$s% ×πt7ŠÅÁ•Β Νßγ÷Fu;≈|¹r& !#sŒÎ) tÏ%©!$#

                                                                  ∩⊇∈∠∪ tβρ߉tGôγßϑø9$# ãΝèδ šÍ×‾≈s9'ρé&uρ ( ×πyϑômu‘uρ öΝÎγÎn/§‘
156. (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: "Inna lillaahi wa
innaa ilaihi raaji'uun"[1].
157. mereka Itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka dan
mereka Itulah orang-orang yang mendapat petunjuk. (Qs. Al-Baqarah)

[1] Artinya: Sesungguhnya Kami adalah milik Allah dan kepada-Nya-lah Kami kembali. kalimat
ini dinamakan kalimat istirjaa (pernyataan kembali kepada Allah). Disunatkan menyebutnya waktu
ditimpa marabahaya baik besar maupun kecil.


ÏΘöθu‹ø9$#uρ «!$$Î/ ztΒ#u ôtΒ §ŽÉ9ø9$# £Å3≈s9uρ É>̍øóyϑø9$#uρ É−Ύô³yϑø9$# Ÿ≅t6Ï% öΝä3yδθã_ãρ (#θ—9uθè? βr& §ŽÉ9ø9$# }§øŠ©9 *

4’yϑ≈tGuŠø9$#uρ 4†n1öà)ø9$# “ÍρsŒ ϵÎm6ãm 4’n?tã tΑ$yϑø9$# ’tA#uuρ z↵Íh‹Î;¨Ζ9$#uρ É=≈tGÅ3ø9$#uρ Ïπx6Í×‾≈n=yϑø9$#uρ ̍ÅzFψ$#

nο4θŸ2¨“9$# ’tA#uuρ nο4θn=¢Á9$# uΘ$s%r&uρ ÅU$s%Ìh9$# ’Îûuρ t,Î#Í←!$¡¡9$#uρ È≅‹Î6¡¡9$# tø⌠$#uρ tÅ3≈|¡yϑø9$#uρ
y7Í×‾≈s9'ρé& 3 Ĩù't7ø9$# tÏnuρ Ï!#§ŽœØ9$#uρ Ï!$y™ù't7ø9$# ’Îû tΎÉ9≈¢Á9$#uρ ( (#ρ߉yγ≈tã #sŒÎ) öΝÏδωôγyèÎ/ šχθèùθßϑø9$#uρ

                                                                     ∩⊇∠∠∪ tβθà)−Gßϑø9$# ãΝèδ y7Í×‾≈s9'ρé&uρ ( (#θè%y‰|¹ tÏ%©!$#
177. bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat itu suatu kebajikan, akan tetapi
Sesungguhnya kebajikan itu ialah beriman kepada Allah, hari Kemudian, malaikat-malaikat, kitab-
kitab, nabi-nabi dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabatnya, anak-anak yatim,
orang-orang miskin, musafir (yang memerlukan pertolongan) dan orang-orang yang meminta-
minta; dan (memerdekakan) hamba sahaya, mendirikan shalat, dan menunaikan zakat; dan orang-
orang yang menepati janjinya apabila ia berjanji, dan orang-orang yang sabar dalam
kesempitan, penderitaan dan dalam peperangan. mereka Itulah orang-orang yang benar (imannya);
dan mereka Itulah orang-orang yang bertakwa.
(Qs. Al Baqarah)


«!$# ÞÚö‘r&uρ 3 ×πuΖ|¡ym $u‹÷Ρ‘‰9$# ÍνÉ‹≈yδ ’Îû (#θãΖ|¡ômr& tÏ%©#Ï9 4 öΝä3−/u‘ (#θà)®?$# (#θãΖtΒ#u zƒÏ%©!$# ÏŠ$t7Ïè≈tƒ ö≅è%

                                                      ∩⊇⊃∪ 5>$|¡Ïm ΎötóÎ/ Νèδtô_r& tβρçŽÉ9≈¢Á9$# ’®ûuθム$yϑ‾ΡÎ) 3 îπyèÅ™≡uρ
10. Katakanlah: "Hai hamba-hamba-Ku yang beriman. bertakwalah kepada Tuhanmu". orang-
orang yang berbuat baik di dunia ini memperoleh kebaikan. dan bumi Allah itu adalah luas.
Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa
batas. (Qs. Az-Zumar)

*Dari Anas ra. Rasulullah saw bersabda, “Sabar adalah pada awal kedatangan musibah.”
   (Muttafaq’Alaih)

*Rasulullah saw bersabda, “sungguh menakjubkan urusan orang mukmin (Orang beriman).
   Seluruh perkara (keadaan) yang di hadapinya menjadi kebaikan baginya. Sedangkan
   hal itu tidak berlaku bagi siapapun kecuali bagi orang mukmin, Jika ia mendapat
   kesenangan, ia bersyukur (kepada Allah), maka hal itu baik baginya. Dan jika ia
   ditimpa musibah, ia bersabar, maka kesabarannya itu menjadi baik baginya.”
   (Hr.Muslim, Ahmad)

*Dari Sa’ad ra. Rasulullah saw bersabda, “Orang yang paling berat cobannya adalah para
   Nabi, kemudian yang semisal dengannya dan seterusnya. Seseorang dicoba sesuai
   dengan kadar agamanya. Apabila agamanya kuat, maka cobaannya keras, dan apabila
   agamanya lemah, maka ia akan mendapat cobaan sesuai dengan kadar agamanya.
   Cobaan terus-menerus menimpa hamba Allah tak pernah lepas darinya sebelum ia
   berjalan di muka bumi tanpa mempunyai dosa lagi.” (Hr. Bukhari)

*Dari Anas ra. Rasulullah saw bersabda, “Yang paling sering timbul perasaan susahnya
   adalah orang mukmin, dia memiliki perkara dunia sekaligus pula memikirkan perkara
   akhirat.” (Hr.Ibnu Majah)

*Rasulullah saw bersabda, “Apabila dosa seorang hamba semakin banyak, padahal ia tidak
   mempunyai amal perbuatan yang dapat meleburkannya, maka Allah mencobanya
   dengan kesedihan, agar kesedihan dapat menjadi tebusan baginya.” (Hr.Ahmad)
*Dari Sahal bin Hunaif ra, Bahwa Rasulullah saw. Bersabda, “Janganlah salah seorang di
   antara kalian mengatakan: Sial sekali aku! Akan tetapi sebaiknya dia mengatakan:
   Diriku tidak mampu lagi menanggung derita ini.” (Hr. Muslim)

*Dari Abu Hurairah ra. Rasulullah saw bersabda, “Bukan dinamakan kuat orang yang kuat
   dalam bergulat, tetapi orang kuat yaitu orang yang mampu menahan dirinya di kala
   sedang marah.” (Muttafaq’Alaih)

*Musa as. Bertanya, “Wahai Tuhanku, menurut-MU, siapakah Hamba-Mu yang paling
  kuat?” Allah menjawab, “Seseorang apabila ia mampu membalas lalu ia memaafkan.”
  (Hr.Baihaqi)

*Rasululah Saw bersabda “Barangsiapa memaafkan dalam keadaan mampu (untuk
   membalas), niscaya Allah akan memaafkannya pada hari yang sulit.” (Hr.Thabrani)

*Dari Jundub ra. Rasulullah saw bersabda, “Sesungguhnya hamba Allah yang benar-benar
   beriman adalah orang yang tidak pernah berbuat aniaya terhadap orang yang ia benci. -
   tidak pernah mendengki, tidak pernah menuduh, dan tidak pernah melaknat. – apabila
   dianiaya dan dizhalimi, ia tetap bersikap sabar hingga Tuhan yang Maha Pemurah yang
   menjadi penolongnya.” (Hr.Al-Hakim)

*Rasulullah saw bersabda, “ingatlah Allah di waktu engkau dalam keadaan sejahtera,
   niscaya Dia akan mengingatmu di waktu engkau mengalami kesusahan. Dan
   ketahuilah, sesungguhnya sesuatu yang (tidak) ditakdirkan untukmu tidak akan
   mengenai dirimu, dan sesuatu yang ditakdirkan bagi dirimu pasti akan engkau alami.
   Sesungguhnya pertolongan itu datangnya beserta kesabaran, dan jalan keluar itu
   datangnya bersama dengan musibah. Percayalah, setiap kesulitan pasti diberikan
   kemudahan.” (Muttafaq’Alaih)

*Dari Ibnu Abbas ra. Rasulullah saw bersabda, “Ada tiga perkara, bila ketiganya itu berada
   dalam dirinya niscaya Allah menempatkannya di bawah naungan-Nya. Dia
   mencurahkan rahmat kepadanya, dan memasukkannya de dalam surga-Nya, yaitu:
   seseorang yang apabila diberi, ia bersyukur. Apabila mampu membalas, memaafkan.
   Dan apabila marah sanggup menahan diri.” (Hr.Baihaqi)

*Dari Abu Hurairah ra. Rasulullah saw bersabda, “Mintalah kalian perlindungan kepada
   Allah dari cobaan yang memayahkan, kecelakaan yang menghinakan, kepastian yang
   buruk, dan hinaan musuh.” (Syaikhan)

*Dari Ibnu Abbas ra. Rasulullah saw bersabda, “bukanlah orang mukmin yang sempurna
   imannya, yaitu seseorang yang tidak menganggap musibah itu sebagai nikmat dan
   kemakmuran sebagai musibah.” (Hr.Thabrani)

*Dari Abu said Al Khudri ra. Berkata Rasulullah saw bersabda, “Barangsiapa yang
   memelihara kehormatannya (tidak meminta-minta) niscaya Allah akan membuatnya
   berkecukupan, dan barangsiapa bersabar niscaya Allah akan membuatnya bersabar.
   Tiada suatu pemberian pun kepada seseorang yang lebih baik dan lebih luas dari
   sabar.” (Syaikhan)
*Rasulullah saw bersabda, “Barangsiapa ber-Istighfar, niscaya Allah akan memberikan
   jalan keluar bagi setiap kesulitannya, dan dari setiap kesempitan penyesalannya, serta
   Allah akan memberinya rezeki dari arah yang tak pernah di duga-duga.” (Hr. Ahmad)

*Rasulullah saw bersabda, “Barangsiapa tertimpa suatu musibah pada harta atau tubuhnya,
   lalu ia menyembunyikan hal tersebut dan tidak mengadukan kepada orang lain, maka
   suatu keharusan Allah untuk mengampuninya.” (Hr. Thabrani)

*Dari Sakhirah ra. Rasulullah saw bersabda, “Barangsiapa tertimpa cobaan lalu bersabar,
   diberi lalu bersyukur, dianiaya lalu memaafkan, berbuat aniaya lalu bertaubat, mereka
   adalah orang-orang yang memperoleh keamanan dan mendapat petunjuk.” (Hr.Baihaqi)

*Dari Aisyah ra. Rasulullah saw bersabda, “Tiada suatu musibah pun yang menimpa
   seorang muslim kecuali Allah menjadikan musibah tersebut sebagai kafarat (tebusan)
   bagi dosanya, sekalipun musibah itu berbentuk duri (tertusuk duri).” (Muttafaq’Alaih)

*Dari Abdullah bin Mas’ud ra. Rasulullah saw bersabda, “Tiadalah seorang muslim
   terkena gangguan berupa penyakit dan lainnya, kecuali Allah menggugurkan dosa-
   dosanya sebagaimana suatu pohon menggugurkan daun-daun (kering) nya.
   (Muttafaq’Alaih)

*Rasulullah saw bersabda, “Yang disebut orang kuat adalah orang yang dapat
   mengalahkan nafsunya dan beramal untuk bekal sesudah mati, dan termasuk orang
   lemah adalah orang yang selalu memperturutkan hawa nafsunya serta mengharapkan
   berbagai (karunia) Allah dengan Angan-angan belaka.” (Hr.Tirmidzi,Ibnu Majah)

*Dari Jabir ra. Rasulullah saw bersabda, “Malu merupakan perhiasan, takwa merupakan
   kemuliaan, sebaik-baik kendaraan adalah sabar, dan menanti jalan keluar dari Allah
   Swt. Merupakan ibadah.” (Hr.Al-hakim)
*Dari Ibnu Umar Radliyallaahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam
   bersabda: “Orang mukmin yang bergaul dengan manusia dan bersabar dengan
   gangguan mereka lebih baik (mendapatkan pahala lebih) daripada yang tidak bergaul
   dengan mereka dan tidak sabar dengan gangguan mereka.” (Hr.Ibnu Majah, Tirmidzi)

*Rasulullah saw bersabda, “Tunaikanlah amanat terhadap orang yang mengamanatimu dan
   janganlah berkhianat terhadap orang yang mengkhianatimu.” (HR.Abu Dawud dan
   Ahmad)

*Rasulullah saw bersabda, “sesungguhnya marah itu termasuk perbuatan setan, dan setan
   itu diciptakan dari api, sedangkan api hanya dapat dipadamkan dengan air. Oleh karena
   itu, apabila seseorang di antara kalian marah, hendaknya berwhudu.” (Hr.Abu Dawud)



                            15. Senantiasa Ber Dzikir Mengingat Allah Swt


      ∩∇⊄∪ #Y‘$|¡yz āωÎ) tÏϑÎ=≈©à9$# ߉ƒÌ“tƒ Ÿωuρ € tÏΖÏΒ÷σßϑù=Ïj9 ×πuΗ÷qu‘uρ Ö!$x Ï© uθèδ $tΒ Èβ#uöà)ø9$# zÏΒ ãΑÍi”t∴çΡuρ
82. dan Kami turunkan dari Al Quran suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang
yang beriman dan Al Quran itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang zalim selain
kerugian. (Qs. Al Isra’)


ÇÚö‘F{$#uρ ÏN≡uθ≈uΚ¡¡9$# È,ù=yz ’Îû tβρ㍤6x tGtƒuρ öΝÎγÎ/θãΖã_ 4’n?tãuρ #YŠθãèè%uρ $Vϑ≈uŠÏ% ©!$# tβρãä.õ‹tƒ tÏ%©!$#

                                         ∩⊇⊇∪ Í‘$¨Ζ9$# z>#x‹tã $oΨÉ)sù y7oΨ≈ysö6ß™ WξÏÜ≈t/ #x‹≈yδ |Mø)n=yz $tΒ $uΖ−/u‘
191. (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan
berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): "Ya Tuhan
Kami, Tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha suci Engkau, Maka peliharalah
Kami dari siksa neraka. (Qs. Ali-Imran)


                   ∩⊄∇∪ Ü>θè=à)ø9$# ’È⌡yϑôÜs? «!$# ̍ò2É‹Î/ Ÿωr& 3 «!$# ̍ø.É‹Î/ Οßγç/θè=è% ’È⌡uΚôÜs?uρ (#θãΖtΒ#u tÏ%©!$#
28. (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah.
Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram. (Qs. ar Ra’d)


ÏiΒ ×≅ƒÍ”∴s? ∩∠∪ tβρ㍣γsÜßϑø9$# āωÎ) ÿ…絏¡yϑtƒ āω ∩∠∇∪ 5βθãΖõ3¨Β 5=≈tGÏ. ’Îû ∩∠∠∪ ×Λq̍x. ×β#uöà)s9 …çµ‾ΡÎ)

                                                    ∩∇⊇∪ tβθãΨÏδô‰•Β ΛäΡr& Ï]ƒÏ‰ptø:$# #x‹≈pκÈ:sùr& ∩∇⊃∪ tÏΗs>≈yèø9$# Éb>§‘
77. Sesungguhnya Al-Quran ini adalah bacaan yang sangat mulia,
78. pada kitab yang terpelihara (Lauhul Mahfuzh),
79. tidak menyentuhnya kecuali orang-orang yang disucikan.
80. diturunkan dari Rabbil 'alamiin.
81. Maka Apakah kamu menganggap remeh saja Al-Quran ini? (Qs. Al-Waqiah)


                                                        ∩⊇∈⊄∪ Èβρãà õ3s? Ÿωuρ ’Í< (#ρãà6ô©$#uρ öΝä.öä.øŒr& þ’ÎΤρãä.øŒ$$sù
152. karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya aku ingat (pula) kepadamu[1], dan bersyukurlah
kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari (nikmat)-Ku. (Qs. Al Baqarah)
            [1] Maksudnya: aku limpahkan rahmat dan ampunan-Ku kepadamu.


                                                                       ∩∇∪ Wξ‹ÏFö;s? ϵø‹s9Î) ö≅−Gu;s?uρ y7În/u‘ zΝó™$# ̍ä.øŒ$#uρ
8. sebutlah nama Tuhanmu, dan beribadatlah kepada-Nya dengan penuh ketekunan.
  (al Muzammil)

                                                              ∩⊆∈∪ tβθãèoΨóÁs? $tΒ ÞΟn=÷ètƒ ª!$#uρ 3 çŽt9ò2r& «!$# ãø.Ï%s!uρ
45. dan Sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadat-
ibadat yang lain). dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan. (Qs. al ankabut)


                                                     ∩⊇∠∪ tβθßsÎ6óÁè? tÏnuρ šχθÝ¡ôϑè? tÏm «!$# z≈ysö6Ý¡sù
17. Maka bertasbihlah kepada Allah di waktu kamu berada di petang hari dan waktu kamu berada
di waktu subuh, (Qs. Ar-rum)
                        ∩⊆⊄∪ ¸ξ‹Ï¹r&uρ Zοtõ3ç/ çνθßsÎm7y™uρ ∩⊆⊇∪ #ZŽÏVx. #[ø.ÏŒ ©!$# (#ρâ÷è0øŒ$# (#θãΖtΒ#u tÏ%©!$# $pκš‰r'‾≈tƒ
41. Hai orang-orang yang beriman, berzdikirlah (dengan menyebut nama) Allah, zikir yang
sebanyak-banyaknya.
42. dan bertasbihlah kepada-Nya diwaktu pagi dan petang. (Qs. Al Ahzab)


öΝà6‾=yès9 ©!$# šχρãÏ øótFó¡n@ Ÿωöθs9 ( ÏπuΖ|¡ysø9$# Ÿ≅ö6s% Ïπy∞ÍhŠ¡¡9$$Î/ tβθè=Éf÷ètGó¡n@ zΟÏ9 ÉΘöθs)≈tƒ tΑ$s%

                                                                                                           ∩⊆∉∪ šχθßϑymöè?
46. Dia berkata: "Hai kaumku mengapa kamu minta disegerakan keburukan sebelum (kamu minta)
kebaikan? hendaklah kamu meminta ampun kepada Allah, agar kamu mendapat rahmat". (Qs. An
Nalm)


§ΝèO öΝåκ®5u‘ šχöθt±øƒs† tÏ%©!$# ߊθè=ã_ çµ÷ΖÏΒ ”Ïèt±ø)s? u’ÎΤ$sW¨Β $YγÎ6≈t±tF•Β $Y6≈tGÏ. Ï]ƒÏ‰ptø:$# z|¡ômr& tΑ¨“tΡ ª!$#

ª!$# È≅Î=ôÒムtΒuρ 4 â!$t±o„ tΒ ϵÎ/ “ωöκu‰ «!$# “y‰èδ y7Ï9≡sŒ 4 «!$# ̍ø.ÏŒ 4’n<Î) öΝßγç/θè=è%uρ öΝèδߊθè=ã_ ß,Î#s?

                                                                                                     ∩⊄⊂∪ >Š$yδ ôÏΒ …çµs9 $yϑsù
23. Allah telah menurunkan Perkataan yang paling baik (yaitu) Al Quran yang serupa (mutu ayat-
ayatnya) lagi berulang-ulang [1], gemetar karenanya kulit orang-orang yang takut kepada
Tuhannya, kemudian menjadi tenang kulit dan hati mereka di waktu mengingat Allah. Itulah
petunjuk Allah, dengan kitab itu Dia menunjuki siapa yang dikehendaki-Nya. dan Barangsiapa
yang disesatkan Allah, niscaya tak ada baginya seorang pemimpinpun. (Qs. Az zumar)
            [1] Maksud berulang-ulang di sini ialah hukum-hukum, pelajaran dan kisah-kisah itu
            diulang-ulang menyebutnya dalam Al Quran supaya lebih kuat pengaruhnya dan lebih
            meresap. sebahagian ahli tafsir mengatakan bahwa Maksudnya itu ialah bahwa ayat-
            ayat Al Quran itu diulang-ulang membacanya seperti tersebut dalam mukaddimah surat
            Al Faatihah.

*Dari Abu Hurairah r.a, dari Nabi saw, Beliau bersabda, “ (dalam hadits Qudsiy) bahwa
   Allah swt berfirman, “Aku mengikuti sangkaan hamba-Ku kepada-Ku, dan Aku
   bersamanya apabila ia mengingat-Ku, Jika ia mengingat-Ku dalam hatinya, maka Aku
   mengingat ia dalam hati-Ku, dan jika ia menyebut Aku dalam Majlis, maka Aku
   menyebut ia dalam majlis yang lebih baik daripada majlis mereka (yaitu majlis para
   malaikat) –Penggalan Hadits- (Hr. Bukhari)

*Dari Abu Hurairah ra. Rasulullah saw bersabda, “Sesungguhnya Allah telah berfirman,
   ‘Aku beserta Hamba-Ku selagi ia mengingat-Ku dan kedua bibirnya bergerak
   menyebut-Ku.” (Hr.Ahmad)

*Dari Abu Musa ra. Rasulullah saw bersabda, “Perumpamaan orang yang mengingat Allah
   dengan orang yang tidak mengingat-Nya adalah seperti perumpamaan orang yang
   hidup dengan orang yang mati.” (Hr. Bukhari)

*Rasulullah saw bersabda, “Perbaharuilah iman kalian dengan memperbanyak bacaan ‘Laa
   ilaha illallah (tiada Tuhan selain Allah).” (Hr.Ahmad)
*Dari Anas ra. Rasulullah saw bersabda, “Selalulah kalian bershalawat untukku pada hari
   jumat dan malam harinya. Siapa yang mengerjakan hal tersebut niscaya aku menjadi
   saksi dan memberi syafaat baginya di hari kiamat.” (Hr.Baihaqi)

*Dari Abu Hurairah ra. Rasulullah saw bersabda, “Barangsiapa mengucapkan
   “Subhanallah wa Bihamdihi (Maha Suci Allah dengan segala puji bagi-Nya) sebanyak
   seratus kali setiap harinya, niscaya semua dosa-dosanya digugurkan sekalipun
   banyaknya seperti buih di laut.” (Muttafaq’Alaih)

*Dari Anas ra. Rasulullah saw bersabda, “Allah swt Berfirman, ‘Hai Hamba-hamba-Ku,
   Aku bergantung prasangkamu terhadap-Ku, bila engkau selalu mengingat-Ku, maka
   Aku selalu bersamamu.’ (Hr.Al-Hakim)

*Dari Anas ra. Rasulullah saw bersabda, “Apabila hamba-Ku mendekatkan dirinya
   sejengkal kepada-Ku, nicaya Aku mendekat kepadanya sehasta. Apabila ia
   mendekatkan dirinya sehasta kepada-Ku, niscaya Aku mendekat kepadanya sedepa.
   Dan apabila ia datang kepada-Ku dengan berjalan kaki, Aku akan mendatanginya
   dengan berlari-lari kecil.” (Hr. Bukhari)

*Dari Anas ra. Rasulullah saw bersabda, “Berdzikir kepada Allah adalah penyembuh hati.”
   (Hr.Dailami)

*Rasulullah saw bersabda, “Sudah sepantasnya bagi seorang muslim untuk memiliki
   majlis-majlis tempat ia menyendiri dan mengingat semua dosa-dosanya, lalu ia
   memohon ampun kepada Allah dari dosa-dosa tersebut.” (Hr.Baihaqi)



                  16. Senantiasa Menjauhi Perbuatan Yang Meresahkan

*Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda, “Sesungguhnya yang halal itu
   jelas dan yang haram itu jelas. Diantara keduanya terdapat perkara-perkara yang
   syubhat (samar-samar) yang tidak diketahui oleh orang banyak. Maka siapa yang takut
   terhadap syubhat berarti dia telah menyelamatkan agama dan kehormatannya. Dan
   siapa yang terjerumus dalam perkara syubhat, maka akan terjerumus dalam perkara
   yang diharamkan. Sebagaimana penggembala yang menggembalakan hewan
   gembalaannya disekitar (ladang) yang dilarang untuk memasukinya, maka lambat laun
   dia akan memasukinya. Ketahuilah bahwa setiap kerajaan itu memiliki larangan dan
   larangan Allah adalah apa yang Dia haramkan. Ketahuilah bahwa dalam diri ini
   terdapat segumpal daging, jika dia baik maka baiklah seluruh tubuh ini dan jika dia
   buruk, maka buruklah seluruh tubuh; ketahuilah bahwa dia adalah hati.”
   (Muttafaq’Alaih)
*Dari Wabishah bin Ma’bad r.a. dia berkata: Aku datang kepada Rasulullah shalallahu
   ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda, “Apakah engkau datang untuk bertanya tentang
   kebajikan?” Aku berkata,” Ya.” Beliau bersabda, “Bertanyalah kepada hatimu.
   Kebajikan adalah apa yang menjadikan tenang jiwa dan hati, sedangkan dosa adalah
   apa yang menggelisahkan jiwa dan menimbulkan keraguan dalam hati, meskipun
   orang-orang terus membenarkanmu.” (Hadits hasan dari Musnad Imam Ahmad bin
   Hanbal dan Musnad Imam Ad-Darimi dengan sanad hasan)
*Dari Abu Muhammad Al Hasan bin Ali bin Abu Thalib, cucu Rasulullah shalallahu
   ‘alaihi wa sallam dan kesayangan beliau radhiallahu ‘anhuma, dia berkata: ”Aku telah
   hafal (sabda) dari Rasululloh shalallahu ‘alaihi wa sallam: “Tinggalkanlah sesuatu yang
   meragukanmu kepada sesuatu yang tidak meragukanmu.” (HR. Tirmidzi dan Nasa’i.
   Tirmidzi berkata: Ini adalah Hadits Hasan Shahih)

*Dari Nawas bin Sam’an r.a. bahwa Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
   “Kebajikan itu adalah budi pekerti yang baik, dan dosa itu adalah segala sesuatu yang
   menggelisahkan perasaanmu dan yang engkau tidak suka bila dilihat orang lain.”
   (Hr.Muslim)

*Rasulullah saw. Bersabda, “Tiggalkanlah hal yang meragukanmu untuk mengerjakan hal
   yang tidak meragukanmu. Sesungguhnya jujur itu menimbulkan ketenangan dan dusta
   itu mendatangkan kebimbangan.” (Hr.Ahmad, Nasa’i, dan lainnya)

*Dari Ibnu Abbas ra Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda, “Ketegangan
   akan menimpa orang-orang yang terpilih dari umatku.” (Hr.Thabrani)

*Dari Anas ra. Rasulullah saw bersabda, “Pikirkanlah dahulu sebelum kalian mengerjakan
   suatu perkara, apabila engkau melihat akibat baiknya, maka kerjakanlah. Dan apabila
   engkau khawatir tersesat, maka tahanlah dirimu.” (Hr. Abdur Razzaq)

* Rasulullah saw bersabda, “Apabila hendak melakukan suatu perkara, maka engkau harus
   bersikap tenang sehingga Allah menunjukkan kepadamu jalan keluar.” (Hr.Bukhari)



                                17. Sederhana Dalam Berbagai Hal


                  ∩∉∠∪ $YΒ#uθs% šÏ9≡sŒ š÷t/ tβ%Ÿ2uρ (#ρçŽäIø)tƒ öΝs9uρ (#θèù̍ó¡ç„ öΝs9 (#θà)x Ρr& !#sŒÎ) tÏ%©!$#uρ
67. dan orang-orang yang apabila membelanjakan (harta), mereka tidak berlebihan, dan
tidak (pula) kikir, dan adalah (pembelanjaan itu) di tengah-tengah antara yang demikian. (Qs.
Al-Furqan)

                                                            ∩⊇⊆⊆∪ t̍Å3≈¤±9$# š∅ÏiΒ ä.uρ y7çG÷s?#u !$tΒ õ‹ä⇐sù
144. “sebab itu berpegang teguhlah kepada apa yang aku berikan kepadamu dan hendaklah kamu
    Termasuk orang-orang yang bersyukur." (Qs.Al-A’raaf)

*Dari Abu Hurairah ra. Rasulullah saw bersabda, “Kaya yang sesungguhnya bukan karena
   kebanyakan harta, tetapi kaya yang sesungguhnya adalah kaya jiwa.” (Muttafaq’Alaih)

*Rasulullah saw bersabda, “Orang yang benar-benar berkecukupan adalah orang yang
   kaya hatinya.” (Syaikhan)

*Dari Abu Umamah ra berkata ‘Pada suatu hari para sahabat membicarakan (kemewahan)
   dunia di hadapan beliau Saw, maka Rasulullah saw bersabda, “Apakah kalian belum
   mendengar? Apakah kalian belum mendengar? Apakah kalian belum mendengar?
   Sesungguhnya ‘al Badzadzah’ adalah bagian dari iman, Sesungguhnya ‘al Badzadzah’
   adalah bagian dari iman, yakni kesederhanaan.” (Hr.Abu Dawud)
*Rasulullah saw bersabda, “Cintailah kekasihmu sedang-sedang saja, siapa tahu di suatu
   hari dia akan menjadi musuhmu, dan bencilah orang yang membencimu biasa-biasa
   saja, siapa tahu suatu hari dia akan menjadi kecintaanmu.” (Hr.Tirmidzi)

*Rasulullah saw bersabda, “Berzuhud terhadap masalah duniawi bukanlah dengan
   mengharamkan yang halal, dan bukan pula menyia-nyiakan harta benda, tetapi
   berzuhud dalam masalah duniawi adalah hendaknya engkau lebih erat memegang apa
   yang ada di sisi Allah Swt. Daripada apa yang ada di tanganmu, dan hendaknya engkau
   lebih menyukai pahala musibah yang menimpamu seandainya musibah itu menimpa
   dirimu selama-lamanya.” (Hr.Tirmidzi)

*Rasulullah saw bersabda, “Beruntunglah orang yang merendahkan diri tanpa
   mengurangi harga dirinya, ia hidup sederhana tanpa membuat dirinya hina, ia
   menafkahkan sebagian dari harta yang dikumpulkannya bukan untuk kemaksiatan, ia
   bergaul dengan ahli fiqih dan ahli hikmah, dan ia mencurahkan kasih sayangnya
   kepada orang-orang yang miskin. Beruntunglah orang yang merendahkan dirinya, baik
   mata pencahariannya, baik hati dan sikapnya, serta ia menjauhi manusia dari
   kejahatannya. Beruntunglah orang yang mengamalkan ilmunya, menginfakkan
   sebagian hartanya, dan menahan mulutnya.” (Hr.Bukhari)

*Rasulullah saw bersabda, “Tenang merupakan sifat Allah, sedangkan tergesa-gesa
   merupakan sifat setan.” (Hr.Baihaqi)

*Rasulullah saw bersabda, Allah berfirman, “Dan Engkau tidak dicela karena hidup
   sederhana, mulailah (dalam berinfak) dengan orang yang menjadi tanggunganmu;
   tangan yang diatas lebih baik daripada tangan yang di bawah.” –Penggalan Hadits-
   (Hr. Muslim)

*Rasulullah saw bersabda, “Tiada wadah yang dipenuhi oleh anak Adam lebih buruk dari
   pada perutnya sendiri, cukuplah bagi anak Adam beberapa suap makanan untuk
   menegakkan tulang sulbinya. Apabila terpaksa ia harus memenuhinya, maka
   sepertiganya untuk makanan, sepertiganya lagi minuman, sepertiga lainnya untuk
   nafas.” (Hr.Tirmidzi)

*Rasulullah saw bersabda, “Berhematlah terhadap makanan kalian, niscaya makanan
   kalian akan diberkahi.” (Hr. Muslim)

*Rasulullah saw bersabda, “Janganlah sekali-kali kalian makan dan minum terlalu banyak,
   karena hal tersebut dapat merusak tubuh, dan dapat menyebabkan malas mengerjakan
   shalat, dan sedang-sedang saja kalian dalam kedua hal tersebut, Karena sesungguhnya
   hal ini lebih baik bagi tubuh, dan menjauhkan diri dari berlebih-lebihan.” (Hr.Bukhari)

*Rasulullah saw bersabda, “Makan, minum, berpakaian dan bersedekahlah tanpa berlebih-
   lebihan dan tanpa kesombongan.” (Hr. Imam Ahmad Bin Hanbal)

*Nabi saw melarang dua hal yang mencolok, “yaitu pakaian yang terlalu tipis dan yang
   terlalu tebal; pakaian yang terlalu halus dan terlalu kasar, yang terlalu panjang dan
   terlalu pendek, akan tetapi harus pertengahan di antara keduanya dan tidak berlebih-
   lebihan.” (Hr. Baihaqi)
*Rasulullah saw bersabda, “Barangsiapa rela dengan rezeki yang sedikit yang diberikan
   oleh Allah, maka Allah pun akan rela dengan amal sedikit yang di kerjakannya.”
   (Hr. Baihaqi)
*Dari Abu Sa’id al Khudri ra. Rasulullah Saw bersabda, “Barangsiapa merasa
   berkecukupan, niscaya Allah akan mencukupinya.” (Muttafaq’Alaih)

*Rasulullah saw bersabda, “Tiada seorang Hamba pun di dunia ini menghendaki agar
   kedudukannya diangkat satu derajat, kecuali Allah Swt. Akan merendahkannya kelak
   di hari akhirat dalam kadar yang lebih rendah dan lebih hina daripada sekarang.”
   (Hr.Thabrani)

*Dari Anas ra. Rasulullah saw bersabda, “Dan tidak akan melarat orang yang hidup
   sederhana.” (Hr.Thabrani)

*Rasulullah saw bersabda, “Allah menjadikan kotoran anak Adam sebagai perumpamaan
   duniawi.” (Hr.Ahmad)

*Rasulullah saw bersabda, “Hemat dalam berbelanja merupakan sebagian penghidupan,
   bersikap kasih sayang terhadap orang lain merupakan sebagian dari akal.”
   (Hr.Thabrani)

*Dari Ibnu Umar ra. Rasulullah saw bersabda, “Sesungguhnya orang yang memakai sutera
   di dunia itu tidaklah memperoleh kebaikan di akhirat.” (Syaikhan)



                                           18. Senantiasa Bersedekah


=Ïtä† ª!$#uρ 3 Ĩ$¨Ψ9$# Çtã tÏù$yèø9$#uρ xáø‹tóø9$# tÏϑÏà≈x6ø9$#uρ Ï!#§ŽœØ9$#uρ Ï!#§Žœ£9$# ’Îû tβθà)Ï ΖムtÏ%©!$#

                                                                                                ∩⊇⊂⊆∪ šÏΖÅ¡ósßϑø9$#
134. (yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun
sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan mema'afkan (kesalahan) orang. Allah
menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan. (Qs. Ali Imran)


                         ∩∠∪ 3“uŽô£ãù=Ï9 …çνçŽÅc£uãΨ|¡sù ∩∉∪ 4o_ó¡çtø:$$Î/ s−£‰|¹uρ ∩∈∪ 4’s+¨?$#uρ 4‘sÜôãr& ôtΒ $¨Βr'sù
5. Adapun orang yang memberikan (hartanya di jalan Allah) dan bertakwa,
6. dan membenarkan adanya pahala yang terbaik (syurga),
7. Maka Kami kelak akan menyiapkan baginya jalan yang mudah. (Qs. Al-Lail)

*Rasululah Saw bersabda “Orang dermawan dekat dengan Allah, dekat dengan manusia,
   dekat dengan syurga, dan jauh dari api neraka. Sedangkan orang kikir jauh dari Allah,
   jauh dari manusia, jauh dari syurga dan dekat dengan neraka. Orang jahil yang
   dermawan lebih disukai Allah daripada ahli ibadah yang kikir.” (Hr.Tirmidzi)
*Rasululah Saw bersabda “Sebaik-baik sedekah adalah yang diberikan dalam keadaan
   berkecukupan, dan dahulukanlah orang yang menjadi tanggunganmu.” (Hr.Bukhari)

*Rasululah Saw bersabda “Senyummu di hadapan saudaramu adalah sedekah, perintahmu
   kepada perkara yang makruf dan laranganmu terhadap perkara yang munkar
   merupakan sedekah, memberi petunjuk kepada orang yang tersesat di jalan termasuk
   sedekah, dan engkau menyingkirkan batu, duri, dan tulang di jalan juga merupakan
   sedekah bagimu.” (Hr.Bukhari)

*Dari Anas ra. Rasululah Saw bersabda “Sedekah yang paling utama adalah kamu
   memberi makan hati yang lapar.” (Hr.baihaqi)

*Rasululah Saw bersabda “Sedekah yang paling utama adalah seorang muslim belajar
   suatu ilmu, kemudian mengajarkannya kepada muslim lainnya.” (Hr. Ibnu Majah)



                                19. Tidak Suka Meng-Ghibah dan Mengumpat


                                                                                           ∩⊇∪ >οt“yϑ—9 ;οt“yϑèδ Èe≅à6Ïj9 ×≅÷ƒuρ
1. kecelakaanlah bagi Setiap pengumpat lagi pencela, (Qs. al-Humazah)


=tGøótƒ Ÿωuρ (#θÝ¡¡¡pgrB Ÿωuρ ( ÒΟøOÎ) Çd©à9$# uÙ÷èt/ āχÎ) Çd©à9$# zÏiΒ #ZŽÏWx. (#θç7Ï⊥tGô_$# (#θãΖtΒ#u tÏ%©!$# $pκš‰r'‾≈tƒ

¨βÎ) 4 ©!$# (#θà)¨?$#uρ 4 çνθßϑçF÷δ̍s3sù $\GøŠtΒ ÏµŠÅzr& zΝóss9 Ÿ≅à2ù'tƒ βr& óΟà2߉tnr& =Ïtä†r& 4 $³Ò÷èt/ Νä3àÒ÷è−/

                                                                                                      ∩⊇⊄∪ ×ΛÏm§‘ Ò>#§θs? ©!$#
12. Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan purba-sangka (kecurigaan), karena
sebagian dari purba-sangka itu dosa. dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan
janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang diantara kamu yang suka
memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya.
dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang.
(Qs. Al-Hujarat)

*Rasulullah saw bersabda, “Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir,
   hendaklah ia berkata baik atau diam.” (Hr.Bukhari)

*Dari Ibnu Umar ra. Rasulullah saw bersabda, “Ingatlah selalu amal baik orang yang mati
   di antara kalian. Dan jangan kalian menyebut-nyebut keburukannya.” (Hr.Tirmidzi)

*Dari Anas ra. Rasulullah saw bersabda, “Beruntunglah orang yang hanya disebabkan
   dengan aib-aibnya sendiri, ia tidak mempedulikan aib-aib orang lain, lalu ia
   menafkahkan kelebihan hartanya dan menahan mulutnya (dari berbicara buruk), dan ia
   rajin mengamalkan sunnah serta tidak mau mengerjakan hal yang bid’ah.”
   (Hr.Dailami)
*Dari Abu Hurairah Radliyallaahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam
   bersabda: “Tahukah kalian, apa itu ghibah.” Mereka menjawab: Allah dan Rasul-Nya
   lebih mengetahui. Beliau bersabda: “Yaitu, engkau menceritakan saudaramu apa yang
   tidak ia suka.” Ada yang bertanya: Bagaimana jika apa yang aku katakan benar-benar
   ada pada saudaraku?. Beliau menjawab: “Jika padanya memang ada apa yang engkau
   katakan, maka engkau telah mengumpatnya dan jika tidak ada, maka engkau telah
   membuat kebohongan atasnya.” (Hr.Muslim, Ahmad)

*Rasulullah saw. Bersabda, “Tinggalkanlah kebiasaan mengatakan, ‘dikatakan oleh fulan
   dan fulan pernah berkata, banyak bertanya, dan menghambur-hamburkan harta.”
   (Hr.Thabrani)

*Dari Tsauban ra. Rasulullah saw bersabda, “Beruntunglah orang yang dapat menguasai
   mulutnya (tidak berbicara hal yang buruk / sia-sia), menjadikan rumahnya sebagai
   surganya dan menangis atas dosa-dosanya.” (Hr. Thabrani)

*Dari Ibnu Abbas Radliyallaahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam
   bersabda: “Barangsiapa mendengarkan pembicaraan suatu kaum, padahal mereka tidak
   suka hal itu didengar, pada hari kiamat kedua telinganya akan dituangi anuk – yakni
   timah.” (Hr.Bukhari)

*Rasulullah saw bersabda, “Sewaktu Tuhanku membawaku naik (mi’raj), aku bertemu
   dengan suatu kaum yang kuku mereka seperti tembaga, dengan kuku tersebut mereka
   mencakari muka dan dada mereka sendiri. Lalu aku bertanya, ‘ Hai Jibril, siapakah
   mereka?’ Malaikat jibril menjawab, ‘Mereka adalah orang-orang yang memakan
   daging manusia dan menjatuhkan kehormatan mereka (mengumpat)” (Hr.Abu Dawud)

*Dari Abu Hurairah Radliyallaahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam
   bersabda: “Janganlah kalian saling hasut, saling najsy (memuji barang dagangan secara
   berlebihan), saling benci, saling berpaling (saling mengintai), dan janganlah sebagian
   di antara kalian berjual beli kepada orang yang sedang berjual beli dengan sebagian
   yang lain, dan jadilah kalian hamba-hamba Allah yang bersaudara. Muslim adalah
   saudara muslim lainnya, ia tidak menganiaya, tidak mengecewakannya, dan tidak
   menghinanya. Takwa itu ada disini –beliau menunjuk ke dadanya tiga kali- Sudah
   termasuk kejahatan seseorang bila ia menghina saudaranya yang muslim. Setiap
   muslim bagi muslim lainnya adalah haram baik darahnya, hartanya dan
   kehormatannya.” (Hr. Muslim)

*Dari Abu Juray Jabir bin Sulaim Rasulullah saw bersabda, “Apabila ada seseorang
   memaki dan mencela kamu dengan apa yang ia ketahui tentang dirimu, maka janganlah
   kamu mencelanya dengan apa yang kamu ketahui tentang dirinya, karena
   sesungguhnya akibat dari caci-maki itu akan kembali kepadanya. (Hr. Tirmidzi, dengan
   isnad hasan sahih –Penggalan Hadits-)

*Rasulullah saw bersabda, “tidak akan masuk surga orang yang suka mencuri berita (suka
   mendengar-dengar berita rahasia orang lain). (HR. Bukhari)

*Rasulullah saw bersabda, “Hendaklah kamu bertakwa kepada Allah. Jika seseorang
   membongkar keburukan yang diketahuinya pada dirimu janganlah kamu membongkar
   keburukan yang kamu ketahui ada pada dirinya.” (HR. Ahmad dan Tirmidzi)
*Rasulullah saw bersabda, “Apabila kawan muslim seseorang digunjing dan dia tidak
   menyanggah (membelanya) padahal sebenarnya dia mampu membelanya maka Allah
   akan merendahkannya di dunia dan di akhirat” (HR. Al Baghawi dan Ibnu Babawih)

*Rasulullah saw bersabda, “Dan barangsiapa menutupi aib seorang muslim, maka niscaya
   Allah akan menutupinya kelak pada hari kiamat.” (Muttafaq’Alaih)

*Rasulullah saw bersabda, “Dan waspadalah (kalian) terhadap dusta, sebab dusta itu
   termasuk durhaka, sedangkan durhaka itu mengantarkan kalian ke neraka. Seseorang
   senantiasa berdusta dan mencari-cari kedustaan niscaya akan dicatat di sisi Allah
   sebagai seorang pendusta.” (Hr.Bukhari)

>!$|¡ÎpΣ ÏiΒ Ö!$|¡ÎΣ Ÿωuρ öΝåκ÷]ÏiΒ #ZŽöyz (#θçΡθä3tƒ βr& #|¤tã BΘöθs% ÏiΒ ×Πöθs% öy‚ó¡o„ Ÿω (#θãΖtΒ#u tÏ%©!$# $pκš‰r'‾≈tƒ

ä−θÝ¡à ø9$# ãΛôœeω$# }§ø♥Î/ ( É=≈s)ø9F{$$Î/ (#ρâ“t/$uΖs? Ÿωuρ ö/ä3|¡à Ρr& (#ÿρâ“Ïϑù=s? Ÿωuρ ( £åκ÷]ÏiΒ #ZŽöyz £ä3tƒ βr& #|¤tã

                                                       ∩⊇⊇∪ tβθçΗÍ>≈©à9$# ãΝèδ y7Í×‾≈s9'ρé'sù ó=çGtƒ öΝ©9 tΒuρ 4 Ç≈yϑƒM}$# y‰÷èt/
11. Hai orang-orang yang beriman, janganlah sekumpulan orang laki-laki merendahkan
kumpulan yang lain, boleh Jadi yang ditertawakan itu lebih baik dari mereka. Dan jangan
pula sekumpulan perempuan merendahkan kumpulan lainnya, boleh Jadi yang direndahkan
itu lebih baik. Dan janganlah suka mencela dirimu sendiri[1] dan jangan memanggil dengan
gelaran yang mengandung ejekan. Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk
sesudah iman[2] dan Barangsiapa yang tidak bertobat, Maka mereka Itulah orang-orang yang
zalim. (Qs. Al-Hujarat)


ö/ä3tΒtò2r& ¨βÎ) 4 (#þθèùu‘$yètGÏ9 Ÿ≅Í←!$t7s%uρ $\/θãèä© öΝä3≈oΨù=yèy_uρ 4s\Ρé&uρ 9x.sŒ ÏiΒ /ä3≈oΨø)n=yz $‾ΡÎ) â¨$¨Ζ9$# $pκš‰r'‾≈tƒ

                                                                             ∩⊇⊂∪ ׎Î7yz îΛÎ=tã ©!$# ¨βÎ) 4 öΝä39s)ø?r& «!$# y‰ΨÏã
13. Hai manusia, Sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang
perempuan dan menjadikan kamu berbangsa – bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-
mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang
paling taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui lagi Maha Mengenal. (Qs.Al-
Hujurat)
           [1] Jangan mencela dirimu sendiri Maksudnya ialah mencela antara sesama mukmin
           karena orang-orang mukmin seperti satu tubuh.
           [2] Panggilan yang buruk ialah gelar yang tidak disukai oleh orang yang digelari,
           seperti panggilan kepada orang yang sudah beriman, dengan panggilan seperti: Hai
           fasik, Hai kafir dan sebagainya.



                                              20. Tidak Suka Memaki dan
                                               Melaknat Sesama Muslim

*Dari Abdullah Ibnu Amar Ibnu al-‘Ash Radliyallaahu ‘anhu bahwa Rasulullah
   Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: “Termasuk dosa besar ialah seseorang
   memaki orang tuanya.” Ada seseorang bertanya: Adakah seseorang akan memaki
   orang tuanya. Beliau bersabda: “Ya, ia memaki ayah orang lain, lalu orang lain itu
   memaki ayahnya dan ia memaki ibu orang lain, lalu orang itu memaki ibunya.”
   (Muttafaq’Alaih)

*Dari ibnu Mas’ud ra. Rasulullah saw bersabda, “Mencaci orang muslim merupakan
   perbuatan fasik dan memeranginya merupakan kekufuran.” (Syaikhan)

*Dari Ibnu Mas’ud Radliyallaahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam
   bersabda: “Memaki orang muslim adalah kedurhakaan dan membunuhnya adalah
   kekufuran.” (Muttafaq’Alaih)
*Dari Abu Hurairah Radliyallaahu 'anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam
   bersabda: "Dua orang yang saling memaki itu seperti apa yang mereka katakan, namun
   kesalahan ada pada orang yang memulai, selama orang yang mendapat makian tidak
   melewati batas (dalam membalas makiannya)." (Hr.Muslim)

*Dari ‘Aisyah Radliyallaahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam
   bersabda: “Janganlah mencaci maki orang yang telah meninggal dunia, sebab mereka
   telah menerima balasan terhadap apa yang mereka perbuat.” (Hr.Bukhari)

*Dari Ibnu Abbas Radliyallaahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam
   bersabda: “Janganlah membantah (mendebat) saudaramu, jangan bergurau dengannya
   (dengan gurauan yang merendahkan dirinya), dan jangan pula engkau menjanjikannya
   suatu janji, lalu engkau mengingkarinya.” (Hr. Tirmidzi)



                              21. Seorang Muslim Jangan Bertindak
                                       Seperti Orang Kafir


            ∩⊇∪ šχθà)Å¡≈x ø9$# ãΝèδ šÍ×‾≈s9'ρé& 4 öΝåκ|¦à Ρr& öΝßγ9|¡Σr'sù ©!$# (#θÝ¡nΣ tÏ%©!$%x. (#θçΡθä3s? Ÿωuρ
19. dan janganlah kamu seperti orang-orang yang lupa kepada Allah, lalu Allah menjadikan
mereka lupa kepada mereka sendiri. mereka Itulah orang-orang yang fasik. (Qs. Al-Hasyr)

*Dari Ibnu Umar r.a. bahwa Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda:
   "Barangsiapa menyerupai suatu kaum, maka ia termasuk (ke dalam golongan) mereka."
   (Hr.Abu Dawud. Ahmad, Hadits shahih menurut Ibnu Hibban)

*Dari Ibnu Umar ra Rasulullah saw bersabda, “Bedakanlah diri kalian dari orang-orang
   musyrik, yaitu: cukurlah kumis kalian dan lebatkanlah janggut kalian.”
   (Muttafaq’Alaih)

*Rasululllah saw bersabda, “Janganlah kamu menjadi orang yang "ikut-ikutan" dengan
   mengatakan "Kalau orang lain berbuat kebaikan, kami pun akan berbuat baik dan kalau
   mereka berbuat zalim kami pun akan berbuat zalim". Tetapi teguhkanlah dirimu
   dengan berprinsip, "Kalau orang lain berbuat kebaikan kami berbuat kebaikan pula dan
   kalau orang lain berbuat kejahatan kami tidak akan melakukannya". (HR. Tirmidzi)
*Rasulullah saw bersabda, “Seorang mukmin bukanlah pengumpat, pengutuk, berkata keji
   atau berkata busuk (Buruk).” (HR. Bukhari dan Hakim)

*Dari Jabir ra Rasululah Saw bersabda “Jangnlah kalian bersalaman seperti orang Yahudi
   dan Nasrani, sesungguhnya cara bersalam mereka dengan mengangkat telapak tangan
   dan alis.” (Hr.Baihaqi)

                                                     ∩⊇∇∪ tβ…âθtFó¡o„ āω 4 $Z)Å™$sù šχ%x. yϑx. $YΖÏΒ÷σãΒ tβ%x. yϑsùr&
18. Apakah orang-orang beriman itu sama dengan orang-orang yang fasik? mereka tidak
sama. (Qs. as Sajdah)



                                    22. Larangan Memuji-Muji Orang Lain

*Dari Abu Musa ra., ia berkata: Nabi saw. Mendengar seorang memuji orang lain secara
   berlebih-lebihan, maka beliau bersabda: Sungguh kamu telah membinasakannya atau
   telah memotong punggung orang itu. (Shahih Muslim No.5321)

*Dari Abu Bakrah ra., ia berkata: Seorang lelaki memuji orang lain di hadapan Nabi saw.
   Maka beliau bersabda: Celaka kamu! Kamu telah memenggal leher temanmu, kamu
   telah memenggal leher temanmu! Beliau mengucapkannya berulang-ulang. Apabila
   seorang di antara kamu terpaksa harus memuji temannya, hendaklah ia berkata: Aku
   mengetahui kebaikan si Fulan namun Allah lebih mengetahui keadaannya, dan aku
   tidak memberikan kesaksian kepada siapa pun yang aku ketahui di hadapan Allah
   karena Allah lebih mengetahui keadaannya yang sebenarnya. (Muttafaq’Alaih)

*Rasulullah saw bersabda, “Berhati-hatilah dalam memuji (menyanjung-nyanjung),
   sesungguhnya itu adalah penyembelihan.” (HR. Bukhari)

*Rasulullah saw bersabda, “Taburkanlah pasir ke wajah orang-orang yang suka memuji
   dan menyanjung-nyanjung.” (HR. Muslim)

*Rasulullah saw bersabda, “Janganlah kalian kagum terhadap amal perbuatan seseorang
   sebelum kalian melihat akhir dari amalnya.” (Hr. Thabrani)

*Dari Abu Hurairah ra. Rasulullah saw bersabda, “Sesungguhnya seseorang mengerjakan
   perbuatan ahli surga seperti tampak di mata orang-orang sedangkan hakikatnya dia
   termasuk ahli neraka. Dan sesungguhnya seseorang mengerjakan perbuatan ahli neraka
   seperti yang tampak di mata orang-orang sedangkan kenyataannya dia termasuk ahli
   surga.” (Muttafaq’Alaih)


                        23. Mengutamakan Kecintaan dan Keridhaan Allah SWT


tβθçΡt“øts† öΝèδ Ÿωuρ öΝÎγøŠn=tæ ì∃öθyz Ÿωuρ ϵÎn/u‘ y‰ΨÏã …çνãô_r& ÿ…ã&s#sù ÖÅ¡øtèΧ uθèδuρ ¬! …çµyγô_uρ zΝn=ó™r& ôtΒ 4’n?t/

                                                                                                                          ∩⊇⊇⊄∪
112. (tidak demikian) bahkan Barangsiapa yang menyerahkan diri kepada Allah, sedang ia berbuat
kebajikan, Maka baginya pahala pada sisi Tuhannya dan tidak ada kekhawatiran terhadap mereka
dan tidak (pula) mereka bersedih hati. (Qs. Al-Baqarah)


                     3 ÞΟyèôÜムŸωuρ ãΝÏèôÜムuθèδuρ ÇÚö‘F{$#uρ ÏN≡uθ≈yϑ¡¡9$# ̍ÏÛ$sù $|‹Ï9uρ ä‹ÏƒªBr& «!$# uŽöxîr& ö≅è%

14. Katakanlah: "Apakah akan aku jadikan pelindung selain dari Allah yang menjadikan langit dan
bumi, Padahal Dia memberi Makan dan tidak memberi makan? (Qs. al An’am)

*Dari Anas ra. Rasulullah saw bersabda, “Ada tiga perkara, bila ketiganya berada dalam
   dirinya berarti ia telah merasakan manisnya iman, yaitu: hendaknya Allah dan rasul-
   Nya lebih dicintainya daripada selain keduanya. Hendaknya ia mencintai seseorang
   hanyalah karena Allah semata. Dan hendaklah ia benci kembali kepada kekufuran
   seakan-akan tidak mau dirinya dilemparkan ke dalam api.” (Muttafaq’Alaih)

*Dari Abu Umamah ra Rasulullah saw bersabda, “Apabila amal baikmu membuat kamu
   gembira dan amal burukmu membuatmu susah (sedih), berarti engkau adalah seorang
   mukmin.” (Hr.Hakim dan ia men Shahihkannya)

*Rasulullah saw bersabda, “Neraka dikelilingi (oleh) nafsu syahwat, sedangkan surga
   dikelilingi (oleh) hal-hal yang tidak disukai.” (Dari Abu Hurairah ra.)

*Dari Al-Abbas bin Abdul Muthalib ra. Rasulullah saw. Bersabda, “Orang yang telah
   merasakan manisnnya iman adalah orang yang rela Allah sebagai Tuhannya, Islam
   sebagai agamanya, dan Muhammad sebagai Rasul-Nya.” (Hr.Tirmidzi)

*Rasulullah saw bersabda, “Ada tiga kalimat, siapa yang telah mengucapkan ketiganya,
   niscaya ia masuk surga, yaitu: seseorang yang mengatakan ‘Aku rela Allah sebagai
   Tuhanku, Islam sebagai Agamaku, dan Nabi Muhammad sebagai Rasulullah.’ Yang
   keempat adalah memiliki keutamaan seperti antara langit dan bumi. Yaitu: berjihad di
   jalan Allah.” (Hr.Ahmad)

*Dari Umar bin Khattab ra Rasulullah saw bersabda, “Seandainya kalian tawakkal kepada
   Allah dengan sebenar-benarnya, niscaya kalian akan diberi rezeki sebagaimana burung-
   burung di beri rezeki. Pagi hari mereka berangkat dengan perut kosong dan kembali di
   petang hari dengan perut kenyang.” (Hr.Tirmidzi “Hasan Shahih” no.2344)

*Dari Ibnu mas’ud ra. Rasulullah saw bersabda, “seseorang akan bersama orang yang
   dicintai.” (Syaikhan)

*Rasulullah saw. Bersabda, “Cintailah Allah dengan mencintai hamba-hamba-Nya,
   niscaya Allah akan mencintai kalian.” (Hr.Thabrani)

*Rasulullah saw. Bersabda, “Siapa yang ingin mengetahui kedudukannya di sisi Allah
   hendaklah dia mengamati bagaimana kedudukan Allah dalam dirinya. Sesungguhnya
   Allah menempatkan hambaNya dalam kedudukan sebagaimana dia menempatkan
   kedudukan Allah pada dirinya.” (Hr. Al-Hakim)
*Rasulullah saw. Bersabda, “Barangsiapa mengutamakan kecintaan Allah atas kecintaan
   manusia maka Allah akan melindunginya dari beban gangguan manusia.” (Hr.Dailami)

*Rasulullah saw bersabda, “Barangsiapa yang mencari ridha Allah Subhanahu wa Ta'ala,
   meskipun menimbulkan kemarahan manusia, niscaya Allah Subhanahu wa Ta'ala akan
   meridhainya dan akan membuat manusia ridha terhadapnya. Sehingga Allah
   memperindah dirinya dan memperindah ucapannya juga amalnya dalam pandangan
   manusia. Dan barangsiapa yang mencari kesenangan manusia, hingga membuat Allah
   murka, maka Allah murka kepadanya dan membuat manusia murka terhadapnya." (Hr.
   Ath-Tirmidzi, Thabrani. Lafadz di atas dari thabrani)

*Dari Ibnu Abbas R.a. berkata: Aku pernah di belakang Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa
   Sallam pada suatu hari dan beliau bersabda: "Wahai anak muda, peliharalah (ajaran)
   Allah, niscaya Dia akan memelihara engkau dan peliharalah (ajaran) Allah, niscaya
   engkau akan mendapatkan-Nya di hadapanmu. Jika engkau meminta sesuatu, mintalah
   kepada Allah dan jika engkau meminta pertolongan, mintalah pertolongan kepada
   Allah.” (Hr. Tirmidzi)

*Rasululllah saw bersabda, “Barangsiapa memperbaiki hubungannya dengan Allah maka
   Allah akan menyempurnakan hubungannya dengan manusia. Barangsiapa memperbaiki
   apa yang dirahasiakannya maka Allah akan memperbaiki apa yang dilahirkannya
   (terang-terangan)”. (HR.Al-Hakim)

*Dari Ibnu Umar ra. Rasulullah saw bersabda, “Barangsiapa mengerjakan dengan baik
   kewajiban-kewajiban yang harus ia laksanakan terhadap Allah, niscaya Allah
   memberinya kecukupan dari kewajiban-kewajiban yang harus ia tunaikan terhadap
   manusia, dan barangsiapa memperbaiki batiniyahnya, niscaya Allah memperbaiki
   lahiriahnya.” (Hr.Al-Hakim)

*Dari Sahal Ibnu Sa’ad Radliyallaahu ‘anhu berkata: Ada seseorang menghadap Nabi Saw.
   Dan berkata: Tunjukkan kepadaku suatu perbuatan yang bila aku melakukannya, aku
   disukai Allah beserta manusia. Beliau bersabda: “Zuhudlah dari dunia,(maka) Allah
   akan mencintaimu dan Zuhudlah dari apa yang dimiliki orang, (maka) mereka akan
   mencintaimu.” (Hr. Ibnu Majah, Al-Hakim)

*Dari Ibnu Mas’ud ra Rasulullah saw bersabda, “Ada tiga orang yang dicintai Allah.
   Yaitu: seseorang yang bangun tengah malam lalu membaca Kitabullah, seseorang yang
   bersedekah dengan tangan kanannya sedangkan tangan kirinya tidak mngetahui, dan
   seseorang yang berada dalam barisan perang, lalu teman-temannya melarikan diri
   sedangkan ia terus maju menghadapi musuh.” (Hr.Tirmidzi)

*Dari Abu Darda ra. Rasulullah saw bersabda, “Dan siapa saja yang menjadikan perkara
   akhirat merupakan tujuan utamanya, niscaya Allah Swt menghimpun (mengumpulkan)
   semua urusannya, dan niscaya Dia menjadikan kalbunya merasa cukup terhadap apa
   yang diperolehnya. Tiada sekali-kali seorang Hamba menghadap dengan sepenuh
   hatinya kepada Allah kecuali Dia menjadikan hati orang-orang mukmin cenderung
   untuk mencintai dan mengasihinya. Dan Allah adalah yang paling cepat memberikan
   semua kebaikan kepadanya.” (Hr.Thabrani)
*Dari Zaid bin Tsabit r.a. berkata, “Aku mendengar Rasulullah saw. Bersabda,
   “Barangsiapa yang menjadikan dunia sebagai tujuannya, maka Allah akan memberikan
   kekhawatiran (kecemasan) padanya dalam segala urusannya, dan Allah meletakkan
   (rasa takut akan) kefakiran (kemiskinan) di hadapan matanya, padahal ia tidak
   menerima keduniaan ini kecuali apa yang telah di tetapkan baginya. Dan barang siapa
   menjadikan Akhirat sebagai niatnya (Tujuannya), maka Allah akan menjadikan
   kemudahan dalam segala urusannya, Allah akan meletakkan rasa kaya (kepuasan)
   dalam hatinya, dan dunia datang padanya dengan kehinaan.” (Hr. Ibnu Majah, Bab
   Cita-Cita Dunia, hadits no.4105)

*Rasulullah saw bersabda, “apabila kalian ingin disayangi Allah dan Rasul-Nya, maka
   sampaikanlah amanat, jujurlah dalam berbicara, dan berbuat baiklah kepada tetangga.”
   (Hr.Thabrani)

*Dari Abu Hurairah ra. Rasulullah saw bersabda, “Dan sesungguhnya seseorang
   mengerjakan perbuatan ahli neraka seperti yang tampak di mata orang-orang
   sedangkan kenyataannya dia termasuk ahli surga.” (Muttafaq’Alaih)


$yϑÎ/ 7ŽÎ7yz ©!$# ¨βÎ) 4 ©!$# (#θà)¨?$#uρ ( 7‰tóÏ9 ôMtΒ£‰s% $¨Β Ó§ø tΡ öÝàΖtFø9uρ ©!$# (#θà)®?$# (#θãΖtΒ#u šÏ%©!$# $pκš‰r'‾≈tƒ

                                                                                                                 ∩⊇∇∪ tβθè=yϑ÷ès?
18. Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah Setiap diri
memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan bertakwalah kepada
Allah, Sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan. (Qs. Al-Hasyr)



                                           24. Senantiasa Menjaga Shalat



Ï!$t±ósx ø9$# Ç∅tã 4‘sS÷Ζs? nο4θn=¢Á9$# āχÎ) ( nο4θn=¢Á9$# ÉΟÏ%r&uρ É=≈tGÅ3ø9$# š∅ÏΒ y7ø‹s9Î) zÇrρé& !$tΒ ã≅ø?$#

                                                    ∩⊆∈∪ tβθãèoΨóÁs? $tΒ ÞΟn=÷ètƒ ª!$#uρ 3 çŽt9ò2r& «!$# ãø.Ï%s!uρ 3 ̍s3Ζßϑø9$#uρ
45. bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, Yaitu Al kitab (Al Quran) dan dirikanlah shalat.
Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan- perbuatan) keji dan mungkar. dan
Sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadat-ibadat yang
lain). dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.(Qs. al Ankabut)


y‰ΖÏã öΝèδãô_r& óΟßγs9 nο4θŸ2¨“9$# (#âθs?#uuρ nο4θn=¢Á9$# (#θãΒ$s%r&uρ ÏM≈ysÎ=≈¢Á9$# (#θè=Ïϑtãuρ (#θãΖtΒ#u šÏ%©!$# ¨βÎ)

                                                             ∩⊄∠∠∪ šχθçΡt“óstƒ öΝèδ Ÿωuρ öΝÎγøŠn=tæ ì∃öθyz Ÿωuρ öΝÎγÎn/u‘
277. Sesungguhnya orang-orang yang beriman, mengerjakan amal saleh, mendirikan shalat dan
menunaikan zakat, mereka mendapat pahala di sisi Tuhannya. tidak ada kekhawatiran terhadap
mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati. (Qs. Al Baqarah)
šχ%x. ̍ôfx ø9$# tβ#uöè% ¨βÎ) ( ̍ôfx ø9$# tβ#uöè%uρ È≅ø‹©9$# È,|¡xî 4’n<Î) ħôϑ¤±9$# Ï8θä9à$Î! nο4θn=¢Á9$# ÉΟÏ%r&

                                                                                                                      ∩∠∇∪ #YŠθåκô¶tΒ
78. dirikanlah shalat dari sesudah matahari tergelincir sampai gelap malam dan (dirikanlah pula
shalat) subuh[1]. Sesungguhnya shalat subuh itu disaksikan (oleh malaikat).
            [1] Ayat ini menerangkan waktu-waktu shalat yang lima. tergelincir matahari untuk
            waktu shalat Zhuhur dan Ashar, gelap malam untuk waktu Magrib dan Isya. (Qs. Al
            Israa’)

                                                                                 ∩∪ tβθÝàÏù$ptä† öΝÍκÌE≡uθn=|¹ 4’n?tã ö/ãφ tÏ%©!$#uρ
9. dan orang-orang yang memelihara shalatnya. (Qs. Al Mu’minun)


4 yìø‹t7ø9$# (#ρâ‘sŒuρ «!$# ̍ø.ÏŒ 4’n<Î) (#öθyèó™$$sù Ïπyèßϑàfø9$# ÏΘöθtƒ ÏΒ Íο4θn=¢Á=Ï9 š”ÏŠθçΡ #sŒÎ) (#þθãΖtΒ#u tÏ%©!$# $pκš‰r'‾≈tƒ

                                                                                 ∩∪ tβθßϑn=÷ès? óΟçGΨä. βÎ) öΝä3©9 ׎öyz öΝä3Ï9≡sŒ
9. Hai orang-orang beriman, apabila diseru untuk menunaikan shalat Jum'at, Maka bersegeralah
kamu kepada mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli[1]. yang demikian itu lebih baik bagimu
jika kamu mengetahui. (Qs. al Jumu’ah)
           [1] Maksudnya: apabila imam telah naik mimbar dan muazzin telah azan di hari
           Jum'at, Maka kaum muslimin wajib bersegera memenuhi panggilan muazzin itu dan
           meninggalakan semua pekerjaannya.

*Rasulullah saw bersabda, “Apabila kalian mendengar adzan, maka ucapkanlah seperti apa
   yang di ucapkan muadzin.” (Syaikhan)

*Dari Abu Hurairah ra. Bahwa ia mendengar Rasulullah saw. bersabda: Apa pendapat
   kalian bila ada sungai di depan pintu rumah seseorang di antara kalian dan ia mandi
   setiap hari di sana sebanyak lima kali. Apakah masih ada kotoran tersisa? Para sahabat
   menjawab: Tidak akan tersisa sedikit pun. Beliau bersabda: Begitulah perumpamaan
   shalat lima waktu, dengan shalat Allah akan menghapus segala kesalahan (dosa-dosa
   kecil).” (Muttafaq’Alaih)

*Dari Ibnu Mas'ud r.a. mengatakan bahwa seorang laki-laki mencium seorang wanita.
   Kemudian ia datang kepada Nabi saw. lalu ia memberitakannya. Kemudian Allah azza
   wa jalla menurunkan ayat, 'Aqimish Shalaata Tharafayin nahaari wazulafan minallaili
   innalhasanaati yudzhibnas sayyiaati, (dzaalika dzikraa lidzdzaakiriin [5/255]
   'Dirikanlah shalat itu pada kedua tepi siang (pagi dan petang) dan pada bagian pada
   permulaan dari malam. Sesungguhnya perbuatan-perbuatan yang baik itu
   menghapuskan (dosa) perbuatan-perbuatan yang buruk. (Yang demikian itu adalah
   peringatan bagi orang-orang yang mau ingat [5/255]." Laki-laki itu berkata, 'Wahai
   Rasulullah, apakah ini untuk saya?" Beliau bersabda, "Untuk seluruh umatku." (Dan
   dalam satu riwayat, "Untuk orang yang mengamalkannya dari umatku.") (Hr. Bukhari,
   Bab Shalat Adalah kafarat..Hadits no.293)

*Rasulullah saw bersabda, “Apabila shalat (telah) didirikan, maka janganlah kalian
   mendatanginya sambil berlari-lari kecil, tetapi datangilah dengan berjalan biasa. Kalian
   harus bersikap tenang. Rakaat yang kalian jumpai, kerjakanlah. Sedangkan rakaat yang
   kalian lewatkan, sempurnakanlah.” (Muttafaq’Alaih)

*Rasulullah saw bersabda, “Seandainya orang yang sedang berjalan di hadapan orang yang
   sedang shalat mengetahui dosa perbuatannya, niscaya ia lebih senang untuk berdiri
   berhenti selama empat puluh tahun dari pada lewat di hadapan orang yang sedang
   shalat.” (Muttafaq’Alaih)

*Dari Rasulullah saw bersabda, “Apabila kalian mendatangi shalat (berjamaah) berjalanlah
   dengan tenang. Rakaat yang kalian jumpai lakukanlah hal itu, dan rakaat yang kalian
   lewati sempurnakanlah.” (Syaikhan)

*Dari Abu Hurairah ra., Rasulullah saw melarang mengerjakan shalat dalam keadaan
   menahan sesuatu. Untuk itu beliau bersabda, “Tidak ada shalat di hadapan makanan,
   dan tidak ada pula shalat sedangkan orang yang bersangkutan menahan dua hajatnya
   (kencing dan buang air besar).” (Hr. Muslim)

*Rasulullah saw bersabda, “Apabila shalat (telah) didirikan, sedangkan makan malam telah
   di hidangkan, maka makan malamlah terlebih dahulu.” (Muttafaq’Alaih)

*Rasulullah saw bersabda, “Apabila seseorang di antara kalian hendak mendatangi shalat
   Jumat, hendaknya ia mandi terlebih dahulu.” (Muttafaq’Alaih)

*Rasulullah saw bersabda, “Barangsiapa berwhudu lalu menyempurnakan whudunya,
   kemudian ia mendatangi shalat Jumat dan mendengarkan serta memperhatikan
   pembicaraan khatib, niscaya dosa antara Jumat itu dengan Jumat berikutnya di ampuni
   dan ditambah tiga hari. Barangsiapa memegang batu kerikil berarti ia telah membuat
   lagha (Kelalaian yang menyebabkan pahala Jumat lenyap). Hendaknya kaum-kaum
   menghentikan perbuatan meninggalkan shalat Jumat, atau Allah aka menutup hati
   mereka yang akibatnya mereka akan menjadi orang-orang yang benar-benar lalai
   (kepada-Nya).” (Hr. Muslim)

*Rasulullah saw bersabda, “Barangsiapa shalat Subuh, maka ia berada dalam tanggungan
   Allah. Karena itu perhatikanlah shalat Subuh tersebut, Hai anak Adam Allah sekali-kali
   tidak akan meminta darimu sesuatu yang telah berada dalam tanggungan-Nya.”
   (Hr.Muslim)

*Rasulullah saw bersabda, “Barangsiapa mengerjakan shalat bardain (shalat isya dan
   shubuh secara berjamaah) niscaya masuk surga.” (Muttafaq’Alaih)

*Rasulullah saw bersabda, “Tidak akan masuk neraka seseorang yang mengerjakan shalat
   sebelum matahari terbit dan sebelum tenggelam (Yakni shalat Subuh dan shalat Asar).”
   (Hr. Muslim)

*Rasulullah saw bersabda, “Sebaik-baik shaf lelaki adalah yang pertama, dan seburuk-
   buruknya adalah shaf yang terakhir sedangkan sebaik-baik shaf bagi wanita adalah
   yang terakhir, sedangkan seburuk-buruknya yang pertama. (Hr. Muslim, Imam Ahmad)
*Dari Abu Hurairah ra, Rasulullah saw bersabda, “Seandainya manusia mengetahui pahala
   yang terdapat pada adzan dan shaf (barisan) pertama, lalu mereka tidak menemukan
   jalan lain untuk mendapatkannya selain dari undian. Niscaya mereka mau mengadakan
   undian untuknya (mendapatkan keduanya).” (Muttafaq’Alaih)

*Dari Abu Hurairah ra, Rasulullah saw bersabda, “Seandainya mereka mengetahui pahala
   yang terdapat pada shalat tahjir (shalat Dzuhur) niscaya mereka berlomba untuk
   mendapatkannya, dan seandainya mereka mengetahui pahala shalat atamah (ahkir)
   serta shalat Subuh, niscaya mereka akan mendatanginya sekalipun harus dengan
   merangkak. (Syaikhan)

*Rasulullah saw bersabda, “Luruslah kalian dalam bersujud, dan janganlah salah seorang
   dari kamu membentangkan kedua hastanya (menempelkan lengan ke tanah) seperti
   anjing membentangkan kaki mukanya.” (Hr.Bukhari)

*Rasulullah saw bersabda, “Barangsiapa shalat isya secara berjamaah, maka seakan-akan
   ia mengerjakan shalat separoh malam dan barangsiapa mengerjakan shalat subuh secra
   berjamaah, maka seakan-akan ia mengerjakan shalat semalam penuh.” (Hr. Muslim)

*Dari Abu Hurairah ra. Rasulullah saw bersabda, “tidak sekali-kali seseorang Hamba
   berpaling dari shalatnya kecuali Allah berfirman, “Kemanakah engkau berpaling, hai
   anak Adam? Aku lebih baik dari hal yang engkau berpaling kepadanya.” (Hr.Baihaqi)

*Dari Abu Hurairah Rasulullah saw bersabda, “Hai manusia, sesungguhnya kalian
   membuat orang-orang tidak senang. Siapa yang menjadi Imam shalat, hendaknya ia
   meringankan shalatnya, karena sesungguhnya di antara mereka (makmum) terdapat
   orang sakit, orang yang lemah, orang yang sudah tua, dan orang-orang yang
   mempunyai keperluan penting.” (Hr.Bukhari, Tirmidzi)
*Dari Abu Hurairah ra. Rasulullah saw bersabda, “Di dalam surga terdapat suatu pintu
   yang dinamakan ‘Adh Dhuha’. Apabila hari kiamat tiba, maka dia memanggil, ‘Mana
   orang-orang yang dahulu selalu menjalankan shalat dhuha secara rutin? Inilah pintu
   masuk kalian, maka masuklah dengan rahmat Allah.’” (Hr.Thabrani)

*Dari Abu Darda’ ra. Rasulullah Saw, Beliau Bersabda “Sembahlah Allah seakan-akan
   engkau melihat-Nya, dan anggaplah engkau akan mati esok. – Peliharalah Shalat subuh
   dan isya (berjamaah), jika kalian mengetahui pahala yang terdapat pada kedua shalat
   itu, niscaya kalian akan mendatanginya sekalipun dengan merangkak.” (Hr.Thabrani)

*Rasulullah saw bersabda, “Apabila engkau mengatakan kepada temanmu ‘Diamlah’ pada
   hari jumat, padahal saat itu Imam sedang khutbah, berarti engkau telah melakukan
   perbuatan yang melenyapkan pahala shalat jumat (mu).” (Hr.Bukhari)

*Rasulullah saw bersabda, “Apabila seorang anak telah mengetahui bagian kanan atau
   kirinya maka perintahkanlah ia untuk mengerjakan shalat.” (Hr.Abu Dawud)

*Rasulullah saw bersabda, “Kerjakanlah sebagian shalat (sunah) kalian dirumah, dan
   janganlah menjadikan rumah kalian seperti kuburan.” (Hr.Bukhari)
                     25. Mau Menaikkan Kain Bagi Kaum Laki-laki

*Rasulullah saw bersabda dalam sebuah hadits Qudsi, Allah Swt Berfirman “Keagungan
   adalah sarung-Ku dan kesombongan adalah pakaian-Ku. Barangsiapa merebutnya
   (dari Aku) maka Aku menyiksanya”. (HR. Muslim -Penggalan Hadits-)

*Dari Abu Juray Jabir bin Sulaim, Dari Rasulullah Saw, Beliau Bersabda “Dan
   tinggikanlah kainmu sampai pada pertengahan betis dan kalau kamu enggan
   (keberatan) maka boleh sampai pada kedua mata kaki. Janganlah kamu menurunkan
   kain itu melebihi mata kaki (Isbal) karena itu termasuk sombong, dan
   sesungguhnya Allah tidak menyukai kesombongan. (Penggalan_Hadits, Hr. Abu
   Dawud, Tirmidzi dengan Isnad Hasan Shahih.)

*Dari Abu Hurairah berkata: “Suatu ketika ada seseorang shalat dengan kain yang sampai
   di bawah mata kaki, maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda
   kepadanya: “Pergilah dan berwudhu”. Ia pun pergi dan berwudhu, kemudian ketika
   datang dia datang, beliau bersabda lagi: “Pergilah dan berwudu”. Maka ada seseorang
   bertanya: “Wahai Rasulullah, kenapa tuan menyuruh orang itu berwudhu kemudian
   tuan diamkan?”Beliau bersabda: “Karena ia shalat dengan memakai kain sampai di
   bawah mata kaki, sesungguhnya ALLAH tidak akan menerima shalat seseorang
   yang memakai kain sampai di bawah mata kaki. (Hr.Abu Dawud, dengan isnad
   sahih sebagaimana syarat hadits Muslim)

*Dari Ibnu Umar berkata: “Saya berjalan di depan Rasulullah SAW sedangkan kain saya
   terlalu rendah, kemudian beliau bersabda, “Wahai Abdullah (Umar), naikkan kainmu
   itu”. Maka saya menaikkannya. Beliau bersabda lagi, “Tambah lagi (dinaikkan)”. Maka
   saya pun menambahinya. Setelah itu saya selalu menaikkan kai saya sesuai petunjuk
   itu. Ada orang yang bertanya: Sampai di mana kamu menaikkan? Abdullah (Umar)
   menjawab: Sampai pertengahan betis”. (H.R.Muslim)

*Dari Abu Hurairah bahwasanya Rasulullah SAW bersabda: “Pada hari kiamat nanti Allah
   tidak akan melihat orang yang menurunkan kainnya di bawah mata kaki karena
   sombong.” (Muttafaq’Alaih)

*Dari Abu Hurairah dari Nabi SAW, beliau bersabda: “Kain yang di bawah mata kaki itu
   berada dalam neraka.” (HR.Bukhari)

*Dari Abu Dzar dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam beliau bersabda: “Ada tiga
   kelompok manusia yang mana pada hari kiamat nanti ALLAH tidak akan berbicara
   dengan mereka, ALLAH tidak akan melihat kepada mereka, dan ALLAH tidak akan
   mengampuni dosa mereka, serta bagi mereka siksaan yang amat pedih.” Rasulullah
   shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan kalimat itu tiga kali. Kemudian Abu Dzar
   berkata: “Sangatlah kecewa dan rugi mereka itu. Siapakah mereka itu wahai
   Rasulullah?” Beliau menjawab: “Yaitu orang yang menurunkan kain sarungnya
   melebihi mata kaki, orang yang suka menyebut-nyebut pemberiannya (dengan lagak
   sombong), dan orang yang menjual barang dagangannya dengan menggunakan sumpah
   palsu. (Hr.Muslim)

*Dari Ibnu Umar dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam beliau bersabda: “Orang yang
   menurunkan kain, kemeja dan sorbannya, barangsiapa yang memanjangkan sesuatu
     karena sombong, maka nanti pada hari kiamat ALLAH tidak akan melihat kepadanya.”
     (Hr.Abu Dawud dan Al Nasai, dengan isnad sahih)

*Rasulullah saw bersabda, “Allah tidak akan memandang kepada orang yang menyeret
   pakaiannya karena sombong.” (Jamaah)



                               26. Tidak Kikir dan Tamak Terhadap Dunia


                                    ∩⊇∈∪ ߉‹Ïϑysø9$# ÷Í_tóø9$# uθèδ ª!$#uρ ( «!$# ’n<Î) â!#ts)à ø9$# ÞΟçFΡr& â¨$¨Ζ9$# $pκš‰r'‾≈tƒ *
15. Hai manusia, kamulah yang berkehendak kepada Allah; dan Allah Dialah yang Maha Kaya
(tidak memerlukan sesuatu) lagi Maha Terpuji. (Qs.Fathir)


       ∩⊄∪ ÒΟŠÎ=tæ ϵÎ/ ©!$# ¨βÎ*sù &óx« ÏΒ (#θà)Ï Ζè? $tΒuρ 4 šχθ™6ÏtéB $£ϑÏΒ (#θà)Ï Ζè? 4®Lym §ŽÉ9ø9$# (#θä9$oΨs? s9
92. kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan (yang sempurna), sebelum kamu menafkahkan
sehahagian harta yang kamu cintai. dan apa saja yang kamu nafkahkan Maka Sesungguhnya Allah
mengetahuinya. (Qs. Ali Imran)


uθßγsù &óx« ÏiΒ ΟçFø)x Ρr& !$tΒuρ 4 …çµs9 â‘ωø)tƒuρ ÍνÏŠ$t7Ïã ôÏΒ â!$t±o„ yϑÏ9 s−ø—Îh9$# äÝÝ¡ö6tƒ ’În1u‘ ¨βÎ) ö≅è%

                                                                                   ∩⊂∪ šÏ%Η≡§9$# çŽöyz uθèδuρ ( …çµà Î=øƒä†
39. Katakanlah: "Sesungguhnya Tuhanku melapangkan rezki bagi siapa yang dikehendaki-Nya di
antara hamba-hamba-Nya dan menyempitkan bagi (siapa yang dikehendaki-Nya)". dan barang
apa saja yang kamu nafkahkan, Maka Allah akan menggantinya dan Dia-lah pemberi rezki
yang sebaik-baiknya. (Qs. Saba’)

                                              ∩⊄∪ …çνyŠ£‰tãuρ Zω$tΒ yìuΗsd “Ï%©!$# ∩⊇∪ >οt“yϑ—9 ;οt“yϑèδ Èe≅à6Ïj9 ×≅÷ƒuρ
1. kecelakaanlah bagi Setiap pengumpat lagi pencela,
2. yang mengumpulkan harta dan menghitung-hitung(nya)[1], (Qs. Humazah)
           [1] Maksudnya mengumpulkan dan menghitung-hitung harta yang karenanya Dia
           menjadi kikir dan tidak mau menafkahkannya di jalan Allah.

 20. "Kamu telah menghabiskan rezkimu yang baik dalam kehidupan duniawimu (saja) dan kamu
     telah bersenang-senang dengannya; Maka pada hari ini kamu dibalasi dengan azab yang
 menghinakan karena kamu telah menyombongkan diri di muka bumi tanpa hak dan karena kamu
                                 telah fasik". (Qs.Al-Ahqaaf)

*Dari Abu Hurairah ra. Rasulullah saw bersabda, “Tiada suatu haripun yang di dalamnya
   hamba-hamba Allah berpagi hari kecuali ada dua malaikat yang turun dari langit; salah
   satu di antaranya mengucapkan, “Ya Allah, berikanlah ganti kepada orang yang
   memberi infak.” Sedangkan yang lain mengucapkan, “Ya Allah, binasakanlah orang-
   orang yang bakhil.” (Syaikhan)
*Rasulullah saw bersabda, “Hati-hatilah kalian terhadap sifat tamak (Selalu merasa
   kekurangan), Karena sifat tamak itu merupakan kemiskinan yang datang.”
   (Hr.Thabrani)

*Rasulullah saw bersabda, “Orang-orang yang disebut kikir adalah yang apabila namaku
   disebut di hadapannya tetapi dia tidak mau membaca shalawat kepadaku.” (Hr.Ahmad)

*Rasulullah saw bersabda, “Allah Swt. Berfirman, “Hai anak Adam, berinfaklah, niscaya
   Aku memberi nafkah kepada kalian.” (Syaikhan)

*Rasulullah saw bersabda, “Dua watak yang keduanya tidak boleh berkumpul di dalam diri
   seorang mukmin, yaitu : Kikir dan Akhlak yang buruk.” (Muttafaq’Alaih, Tirmidzi)

*Dari Abu Bakar Shiddiq ra berkata Rasulullah saw bersabda, “Seorang penipu tidak akan
   masuk surga, demikian pula orang yang kikir dan orang yang mengungkit-ungkit
   pemberian.” (Hr.Tirmidzi)

*Dari Abu Hurairah ra berkata Rasulullah saw bersabda, “Orang yang dermawan dekat
   dengan Allah, dekat dengan surga, dekat dengan manusia, dan jauh dari neraka. Dan
   orang yang kikir jauh dari Allah, jauh dari surga, jauh dari manusia, dan dekat dengan
   neraka. Sesungguhnya seorang bodoh yang dermawan lebih dicintai Allah daripada
   seorang ahli ibadah yang kikir.” (Hr.Tirmidzi)

*Dari Abu Hurairah ra Rasulullah saw bersabda, “….Dan Bakhil adalah satu pohon di
   neraka. Barangsiapa berbuat kikir, ia telah memegang satu ranting darinya. Dan ranting
   itu tidak akan meniggalkannya hingga memasukkannya ke dalam neraka.” (Hr.Baihaqi
   dalam Syu’abul Iman)

*Dari Abu Hurairah ra Rasulullah saw bersabda, “kebiasaan terburuk yang ada dalam diri
   seseorang adalah kebakhilan yang menjadikannya berkeluh kesah dan ketakutan, yang
   menyebabkan timbulnya perasaan seakan-akan mau mati.” (Hr.Abu Dawud)

*Dari Uqbah bin Amir ra Rasulullah saw bersabda. “Cukuplah seseorang untuk tidak
   menjadikan dirinya orang yang suka berbuat keji, bicara cabul, kikir, dan penakut.”
   (Hr.Ahmad IV/145)


āωÎ) ∩⊄⊇∪ $¸ãθãΖtΒ çŽösƒø:$# 絡¡tΒ #sŒÎ)uρ ∩⊄⊃∪ $Yãρâ“y_ •Ž¤³9$# 絡¡tΒ #sŒÎ) ∩⊇∪ %—æθè=yδ t,Î=äz z≈|¡ΣM}$# ¨βÎ) *

×Πθè=÷è¨Β A,ym öΝÏλÎ;≡uθøΒr& þ’Îû šÉ‹©9$#uρ ∩⊄⊂∪ tβθßϑÍ←!#yŠ öΝÍκÍEŸξ|¹ 4’n?tã öΝèδ tÏ%©!$# ∩⊄⊄∪ t,Íj#|Áßϑø9$#

ôÏiΒ Νèδ tÏ%©!$#uρ   ∩⊄∉∪ ÈÏd‰9$# ÏΘöθu‹Î/ tβθè%Ïd‰|ÁムtÏ%©!$#uρ   ∩⊄∈∪ ÏΘρãósyϑø9$#uρ È≅Í←!$¡¡=Ïj9   ∩⊄⊆∪

öΝÎγÅ_ρãà Ï9 ö/ãφ tÏ%©!$#uρ ∩⊄∇∪ 5βθãΒù'tΒ çŽöxî öΝÍκÍh5u‘ z>#x‹tã ¨βÎ) ∩⊄∠∪ tβθà)Ï ô±•Β ΝÍκÍh5u‘ É>#x‹tã

Çyϑsù ∩⊂⊃∪ tÏΒθè=tΒ çŽöxî öΝåκ¨ΞÎ*sù öΝåκß]≈yϑ÷ƒr& ôMs3n=tΒ $tΒ ÷ρr& óΟÎγÅ_≡uρø—r& #’n?tã āωÎ) ∩⊄∪ tβθÝàÏ ≈ym
∩⊂⊄∪ tβθãã≡u‘ ôΜÏδωôγtãuρ öΝÍκÉJ≈oΨ≈tΒL{ öΛèε tÏ%©!$#uρ ∩⊂⊇∪ tβρߊ$yèø9$# ç/èφ y7Í×‾≈s9'ρé'sù y7Ï9≡sŒ u!#u‘uρ 4xötGö/$#

’Îû y7Í×‾≈s9'ρé& ∩⊂⊆∪ tβθÝàÏù$ptä† öΝÍκÍEŸξ|¹ 4’n?tã öΛèε tÏ%©!$#uρ ∩⊂⊂∪ tβθßϑÍ←!$s% öΝÍκÌE≡y‰≈pκy¶Î/ Νèδ tÏ%©!$#uρ

                                                                                              ∩⊂∈∪ tβθãΒtõ3•Β ;M≈¨Ζy_
19. Sesungguhnya manusia diciptakan bersifat keluh kesah lagi kikir.
20. apabila ia ditimpa kesusahan ia berkeluh kesah,
21. dan apabila ia mendapat kebaikan ia Amat kikir,
22. kecuali orang-orang yang mengerjakan shalat,
23. yang mereka itu tetap mengerjakan shalatnya,
24. dan orang-orang yang dalam hartanya tersedia bagian tertentu,
25. bagi orang (miskin) yang meminta dan orang yang tidak mempunyai apa-apa (yang tidak mau
    meminta),
26. dan orang-orang yang mempercayai hari pembalasan,
27. dan orang-orang yang takut terhadap azab Tuhannya.
28. karena Sesungguhnya azab Tuhan mereka tidak dapat orang merasa aman (dari
    kedatangannya).
29. dan orang-orang yang memelihara kemaluannya,
30. kecuali terhadap isteri-isteri mereka atau budak-budak yang mereka miliki[1], Maka
    Sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada tercela.
31. Barangsiapa mencari yang di balik itu[2], Maka mereka Itulah orang-orang yang melampaui
    batas.
32. dan orang-orang yang memelihara amanat-amanat (yang dipikulnya) dan janjinya.
33. dan orang-orang yang memberikan kesaksiannya.
34. dan orang-orang yang memelihara shalatnya.
35. mereka itu (kekal) di syurga lagi dimuliakan. (Qs.Al-Ma’arij)
             [1] Maksudnya: budak-budak belian yang didapat dalam peperangan dengan orang
             kafir, bukan budak belian yang didapat di luar peperangan. dalam peperangan dengan
             orang-orang kafir itu, wanita-wanita yang ditawan biasanya dibagi-bagikan kepada
             kaum muslimin yang ikut dalam peperangan itu, dan kebiasan ini bukanlah suatu yang
             diwajibkan. imam boleh melarang kebiasaan ini. Maksudnya: budak-budak yang
             dimiliki yang suaminya tidak ikut tertawan bersama-samanya.
             [2] Maksudnya: zina, homoseksual, dan sebagainya.

*Rasulullah saw bersabda, “…Dan takutlah terhadap sifat kikir, karena sesungguhnya kikir
   itu telah membinasakan orang-orang sebelum kalian, mendorong mereka untuk
   mengalirkan darah mereka sendiri dan menghalalkan kehormatan mereka.”
   (Hr.Muslim)

*Dari Umar ra berkata Rasulullah saw bersabda, “Barangsiapa yang menahan (pemberian
   rezeki)nya, ia akan dilaknat.” (Hr.Ibnu Majah, Ad-Daramy)

*Dari Kaab bin Iyadh ra berkata Rasulullah saw bersabda, “Sesungguhnya bagi setiap
   umat itu ada fitnahnya, dan fitnah umatku adalah harta.” (Hr.Tirmidzi)

*Dari Abu Hurairah ra. Seseorang bertanya kepada Rasulullah saw, ‘sedekah yang
   bagaimankah yang paling besar pahalanya?’ Nabi Saw bersabda “bersedekah pada
   waktu sehat, (pada waktu) tamak kepada harta, (pada waktu) takut miskin, dan (pada
   waktu) sedang berangan-angan menjadi orang kaya.” (Hr.Bukhari, Muslim)
                                     27. Tidak Fanatis Terhadap Suatu Kaum


ö/ä3tΒtò2r& ¨βÎ) 4 (#þθèùu‘$yètGÏ9 Ÿ≅Í←!$t7s%uρ $\/θãèä© öΝä3≈oΨù=yèy_uρ 4s\Ρé&uρ 9x.sŒ ÏiΒ /ä3≈oΨø)n=yz $‾ΡÎ) â¨$¨Ζ9$# $pκš‰r'‾≈tƒ

                                                                             ∩⊇⊂∪ ׎Î7yz îΛÎ=tã ©!$# ¨βÎ) 4 öΝä39s)ø?r& «!$# y‰ΨÏã
13. Hai manusia, Sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang
perempuan dan menjadikan kamu berbangsa - bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-
mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang
paling taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui lagi Maha Mengenal.
(Qs.Hujarat)


BΘöθs% ãβ$t↔oΨx© öΝà6¨ΖtΒ̍ôftƒ Ÿωuρ ( ÅÝó¡É)ø9$$Î/ u!#y‰pκà− ¬! šÏΒ≡§θs% (#θçΡθä. (#θãΨtΒ#u šÏ%©!$# $pκš‰r'‾≈tƒ

∩∇∪ šχθè=yϑ÷ès? $yϑÎ/ 7ŽÎ6yz ©!$# āχÎ) 4 ©!$# (#θà)¨?$#uρ ( 3“uθø)−G=Ï9 Ü>tø%r& uθèδ (#θä9ωôã$# 4 (#θä9ω÷ès? āωr& #’n?tã
8. Hai orang-orang yang beriman hendaklah kamu Jadi orang-orang yang selalu menegakkan
(kebenaran) karena Allah, menjadi saksi dengan adil. dan janganlah sekali-kali kebencianmu
terhadap sesuatu kaum, mendorong kamu untuk Berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu
lebih dekat kepada takwa. dan bertakwalah kepada Allah, Sesungguhnya Allah Maha mengetahui
apa yang kamu kerjakan. (Qs. Al-Maidah)

*Dari Amr bin Ash ra. Rasulullah saw bersabda, “Sesungguhnya keluarga abu fulan
   bukanlah wali kekerabatan bagiku, sesungguhnya wali kekerabatan bagiku adalah
   Allah dan orang-orang yang bertakwa.” (Muttafaq’Alaih)

*Dari Abdullah bin Mas’ud ra meriwayatkan dari rasulullah saw. Bersabda, “Barangsiapa
   menolong kaumnya dengan jalan yang tidak benar, maka keadaannya seperti seekor
   unta yang terperosok ke dalam sumur, lalu ditarik keluar dengan ekornya.” (Hr.Abu
   Dawud, Bab Fanatisme. Hadits no 5117)
        Keterangan:
             Msengeluarkan unta yang jatuh ke sumur dengan ditarik ekornya adalah
             suatu usaha yang sia-sia. Begitu juga membantu orang lain dengan cara
             yang tidak adil adalah sia-sia, karena ia tidak bias ditempatkan pada
             kedudukan yang benar. (Badzul Majhuud)

*Dari Jabir bin Muth’im ra Rasulullah saw bersabda “Bukan termasuk golongan kami
   orang yang mengajak kepada ‘ashhabiyah (fanatisme suku, bangsa, ras, dan
   sebagainya), bukan termasuk golongan kami orang yang berjuang karena ‘Ashabiyah,
   dan bukan termasuk golongan kami orang yang mati dalam keadaan (memegang teguh)
   ‘Ashabiyah.” (Hr.Abu Dawud, hadits no.5121)

*Dari Fusailah rahimahullah bahwasanya ia mendengar ayahnya bercerita, “Aku pernah
   bertanya kepada Rasululllah saw., ‘Wahai Rasulullah! Apakah termasuk ‘ashabiyah
   seseorang yang mencintai kaumnya?’ Rasulullah saw menjawab, “Tidak, tetapi yang
   termasuk ‘Ashabiyah adalah seseorang yang membela kaumnya atas kazhaliman.” (Hr.
   Ahmad IV/107)

*Rasulullah saw bersabda, “Bersatu adalah rahmat, bercerai adalah adzab.” (Hr.Baihaqi)
øŒÎ) ö/ä3Î/ ÞΟn=÷ær& uθèδ 4 ÍοtÏ øóyϑø9$# ßìÅ™≡uρ y7−/u‘ ¨βÎ) 4 zΝuΗ©>9$# āωÎ) |·Ïm≡uθx ø9$#uρ ÉΟøOM}$# uŽÈ∝‾≈t6x. tβθç7Ï⊥tGøgs† tÏ%©!$#

ÇyϑÎ/ ÞΟn=÷ær& uθèδ ( öΝä3|¡à Ρr& (#þθ’.t“è? Ÿξsù ( öΝä3ÏG≈yγ¨Βé& ÈβθäÜç/ ’Îû ×π¨ΖÅ_r& óΟçFΡr& øŒÎ)uρ ÇÚö‘F{$# š∅ÏiΒ /ä.r't±Σr&

                                                                                                                             ∩⊂⊄∪ #’s+¨?$#
32. (yaitu) orang-orang yang menjauhi dosa-dosa besar dan perbuatan keji yang selain dari
kesalahan-kesalahan kecil. Sesungguhnya Tuhanmu Maha Luas ampunanNya. dan Dia lebih
mengetahui (tentang keadaan)mu ketika Dia menjadikan kamu dari tanah dan ketika kamu masih
janin dalam perut ibumu; Maka janganlah kamu mengatakan dirimu suci. Dialah yang paling
mengetahui tentang orang yang bertakwa. (Qs.An-Najm)



                               28. Tidak Mendengki dan Menjauhilah Prasangka


=tGøótƒ Ÿωuρ (#θÝ¡¡¡pgrB Ÿωuρ ( ÒΟøOÎ) Çd©à9$# uÙ÷èt/ āχÎ) Çd©à9$# zÏiΒ #ZŽÏWx. (#θç7Ï⊥tGô_$# (#θãΖtΒ#u tÏ%©!$# $pκš‰r'‾≈tƒ

¨βÎ) 4 ©!$# (#θà)¨?$#uρ 4 çνθßϑçF÷δ̍s3sù $\GøŠtΒ ÏµŠÅzr& zΝóss9 Ÿ≅à2ù'tƒ βr& óΟà2߉tnr& =Ïtä†r& 4 $³Ò÷èt/ Νä3àÒ÷è−/

                                                                                                             ∩⊇⊄∪ ×ΛÏm§‘ Ò>#§θs? ©!$#
12. Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan prasangka (kecurigaan), karena
sebagian dari pra-sangka itu dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah
menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging
saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah
kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang. (Qs. Hujarat)

*Dari Abu Hurairah Radliyallaahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam
   bersabda: “Jauhkanlah dirimu dari prasangka buruk, sebab prasangka buruk adalah
   ucapan yang paling bohong, jangan saling mengintai, jangan saling berprasangka,
   jangan saling bersaing, jangan pulalah mendengki, dan janganlah kalian saling
   membenci, serta janganlah kalian saling menjerumuskan, dan jadilah kalian sebagai
   hamba-hamba Allah yang bersaudara.” (Muttafaq’Alaih)

*Rasulullah saw bersabda, “Waspadalah terhadap hasud (iri dan dengki), sesungguhnya
   hasud mengikis pahala-pahala sebagaimana api memakan kayu.” (HR. Abu Dawud)

*Dari Abu Hurairah ra. Rasulullah saw bersabda, “Golongan pertama masuk surga bentuk
   atau rupa mereka seperti bulan di malam bulan purnama, sedangkan orang-orang yang
   berada di belakang mereka, rupa mereka seperti bintang yang cahayanya berkilauan,
   hati mereka seakan-akan seperti satu orang. Yakni, tidak ada perselisihan di antara
   mereka, tidak ada permusuhan dan tidak pula saling mendengki.” (Syaikhan)

*Rasulullah saw, bersabda “Janganlah kalian saling dengki, jangan saling menipu, jangan
   saling membenci, jangan saling membelakangi, dan jangan kalian membeli suatu
   barang yang (akan) dibeli orang. Jadilah kamu sekalian hamba-hamba Allah yang
   bersaudara. Seorang muslim adalah saudara bagi muslim yang lainnya, tidak layak
   untuk saling menzhalimi, berbohong kepadanya dan acuh kepadanya. Taqwa itu ada
   disini (beliau sambil menunjuk dadanya 3 kali). Cukuplah seseorang dikatakan jahat
   jika ia menghina saudaranya yang muslim. Haram bagi seorang muslim dari muslim
   yang lainnya, darahnya, hartanya, dan harga dirinya” (HR. Muslim)

*Dari ‘Aisyah Radliyallaahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam
   bersabda: “Orang yang paling dibenci Allah ialah pembantah yang mencari-cari alasan
   untuk memenangkan pendapatnya.” (Hr.Muslim)

*Dari Sa’ad Ibnu Abu Waqqash berkata: Aku mendengar Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi
   wa Sallam bersabda: “Sesungguhnya Allah mencintai hamba yang bertaqwa, yang
   kaya, dan yang tersembunyi.” (Hr. Muslim)

*Dari Abu Hurairah Radliyallaahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa
   Sallam bersabda: “Jauhilah sifat hasad (dengki), karena hasad itu memakan (pahala)
   kebaikan sebagaimana api memakan kayu bakar, sedekah dapat memadamkan dosa
   seperti air memadamkan api, shalat adalah cahaya orang mukmin, sedangkan puasa
   adalah benteng api neraka.” (Hr.Abu Dawud., Ibnu Majah Lafadz ini dari Ibnu Majah)

*Rasulullah saw bersabda, “Hendaknya kamu saling memberi hadiah. Sesungguhnya
   pemberian hadiah itu dapat melenyapkan kedengkian.” (HR. Tirmidzi dan dan Ahmad)

*Rasulullah saw bersabda, “Janganlah seseorang diantara kalian mati kecuali dalam
   keadaan baik prasangka kepada Allah Swt.” (Hr. Ahmad)

*Dari Abdullah bin Busrin ra. Rasulullah saw bersabda, “Bukan termasuk umatku orang
   pendengki, pengumpat, dan peramal. Aku pun bukan termasuk golongan mereka.”
   (Hr.Thabrani)



                                29. Menyebarkan Salam

*Dari Umar ra. “seorang lelaki bertanya kepada Rasulullah saw., “Amalan islam manakah
   yang lebih baik?” Nabi saw. Menjawab “Memberi makan orang yang miskin dan
   mengucapkan salam kepada orang yang engkau kenal maupun orang yang tidak engkau
   kenal.” (Syaikhan)

*Dari Ibnu Mas’ud ra. Rasululah Saw bersabda “Salam merupakan satu asma Allah yang
   diletakkan di bumi ini, maka sebarkanlah dalam di antara kalian. Karena sesungguhnya
   seorang muslim yang memulai salam kepada sekelompok orang yang ia lewati, lalu
   mereka menjawab salamnya, maka baginya keutamaan satu derajat di atas mereka.
   Karena dialah yang mengingatkan kepada mereka dengan salamnya. Apabila mereka
   tidak menjawab salamnya, maka ada yang lebih baik dari mereka (malaikat) menjawab
   salamnya.” (Hr.Baihaqi)

*Dari Abdullah Ibnu Salam bahwa Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda:
   "Wahai manusia, sebarkanlah ucapan salam, hubungkanlah tali kekerabatan, berilah
   makanan, dan sholatlah pada waktu malam ketika orang-orang tengah tertidur, engkau
   akan masuk surga dengan selamat." (Hr. Tirmidzi, “hadits ini shahih”)
*Dari Abu Hurairah Radliyallaahu 'anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam
   bersabda: "Hendaklah salam itu diucapkan yang muda kepada yang tua, yang berjalan
   kepada yang duduk, dan yang sedikit kepada yang banyak." (Muttafaq’Alaih) Menurut
   riwayat Muslim: "Dan yang menaiki kendaraan kepada yang berjalan."

*Dari Ali Radliyallaahu 'anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda:
   "Janganlah mendahului orang Yahudi dan Nasrani dengan ucapan salam, bila bertemu
   dengan mereka di sebuah jalan usahakanlah mereka mendapat jalan yang paling
   sempit." (Hr.Muslim, Dalam Sebuah riwayat juga disebutkan bahwa bila Orang kafir
   mengucapkan salam kepada kita, kita membalasnya cukup dengan “Wa’alaikum”)

*Dari Abu Hurairah Radliyallaahu 'anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam
   bersabda: "Barangsiapa ingin dilapangkan rizqinya dan dipanjangkan umurnya,
   hendaknya ia menghubungkan tali kekerabatan." (Hr.Bukhari)

*Dari Jubair Ibnu Muth'im Radliyallaahu 'anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa
   Sallam bersabda: "Tidak akan masuk surga seorang pemutus, yaitu pemutus tali
   kekerabatan." (Muttafaq’Alaih)

*Dari Abu Hurairah r.a., Dari Rasulullah saw bersabda, “Hak seorang muslim terhadap
   muslim lainnya ada lima: 1.menjawab salamnya 2.menjenguknya (bila) sakit
   3.mengantar jenazahnya 4.memenuhi Undangannya 5.menjawab bersinnya (dengan
   ucapan “Yarhamukallah” , jika ia bersin dengan membaca Al hamdu lillah),”
   (Hr.Bukhari, Bab perintah… no.1240)

*Dari Abu Dzar Radliyallaahu 'anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam
   bersabda: "Janganlah engkau memandang rendah bentuk apapun dari kebaikan,
   walaupun engkau hanya bertemu dengan saudaramu dengan muka manis."(Hr.Muslim)

*Dari Jabir ra. Rasulullah saw bersabda, “Janganlah kalian bersalam seperti orang yahudi
   dan nasrani, sesungguhnya cara bersalaman mereka dengan mengangkat telapak tangan
   dan alis.” (Hr. Baihaqi)



                                    30. Tanda-Tanda Orang Yang Munafik


×οuρ≡y‰tã …çµuΖ÷t/uρ y7uΖ÷t/ “Ï%©!$# #sŒÎ*sù ß|¡ômr& }‘Ïδ ÉL©9$$Î/ ôìsù÷Š$# 4 èπy∞ÍhŠ¡¡9$# Ÿωuρ èπoΨ|¡ptø:$# “ÈθtGó¡n@ Ÿωuρ

                                                                                                 ∩⊂⊆∪ ÒΟŠÏϑym ;’Í<uρ …çµ‾Ρr(x.
34. dan tidaklah sama kebaikan dan kejahatan. Tolaklah (kejahatan itu) dengan cara yang lebih
baik, Maka tiba-tiba orang yang antaramu dan antara Dia ada permusuhan seolah-olah telah
menjadi teman yang sangat setia. (Qs.Al-Fuhsilat)
šχ%x. z≈sÜø‹¤±9$# ¨βÎ) 4 öΝæηuΖ÷t/ éøu”∴tƒ z≈sÜø‹¤±9$# ¨βÎ) 4 ß|¡ômr& }‘Ïδ ÉL©9$# (#θä9θà)tƒ “ÏŠ$t7ÏèÏj9 ≅è%uρ

                                                                                               ∩∈⊂∪ $YƏÎ7•Β #xρ߉tã Ç≈|¡ΣM∼Ï9
53. dan Katakanlah kepada hamha-hamba-Ku: "Hendaklah mereka mengucapkan Perkataan yang
lebih baik (benar). Sesungguhnya syaitan itu menimbulkan perselisihan di antara mereka.
Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagi manusia. (Qs.Al-Isra’)

*Abu Hurairah r.a. mengatakan bahwa Nabi saw bersabda, 'Tanda tanda orang munafik itu
   ada tiga, yaitu apabila berbicara dia berdusta, apabila berjanji dia ingkar, dan apabila
   dipercaya dia berkhianat."(Hr.Bukhari)

*Dari Abdullah bin Amar ra berkata, Sesungguhnya Nabi Saw bersabda “Barangsiapa
   yang mengerjakan perkara empat ini maka akan menjadi orang munafik sejati. Dan
   barang siapa yang memiliki salah satunya, maka dia mempunyai salah satu cirri
   kepribadian munafik. Kecali bila mau meninggalkannya:
               1.Bila dipercaya, cidera
               2.Bila berbicara, bohong
               3.Bila berjanji, khianat
               4.Bila berbantahan, menyimpang dari kebenaran. (Hr.Bukhari)

*Rasulullah saw bersabda, “Ghirah (cemburu) merupakan sebagian dari iman.
   Mempermainkan wanita merupakan sebagian dari nifak (Munafik) (Hr. Dailami)

*Dari Ammar ra. Rasulullah saw bersabda, “Barangsiapa ketika di dunia bermuka dua
   (orang munafik), kelak di hari kiamat ia akan memiliki dua lisan (lidah) dari api
   (Neraka)” (Hr. Abu Dawud)

                                                                 ∩⊂⊆∪ Zωθä↔ó¡tΒ šχ%x. y‰ôγyèø9$# ¨βÎ) ( ωôγyèø9$$Î/ (#θèù÷ρr&uρ
34. dan janganlah kamu mendekati harta anak yatim, kecuali dengan cara yang lebih baik
    (bermanfaat) sampai ia dewasa dan penuhilah janji; Sesungguhnya janji itu pasti diminta
    pertanggungan jawabnya. (Qs. Al-Israa’)



                                            31. Menjaga Pandangan Mata


4 $yγÎ=÷δr& #’n?tã (#θßϑÏk=|¡è@uρ (#θÝ¡ÎΣù'tGó¡n@ 4_®Lym öΝà6Ï?θã‹ç/ uŽöxî $—?θã‹ç/ (#θè=äzô‰s? Ÿω (#θãΖtΒ#u tÏ%©!$# $pκš‰r'‾≈tƒ

                                                                           ∩⊄∠∪ šχρ㍩.x‹s? öΝä3ª=yès9 öΝä3©9 ׎öyz öΝä3Ï9≡sŒ
27. Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memasuki rumah yang bukan rumahmu
sebelum meminta izin dan memberi salam kepada penghuninya. yang demikian itu lebih baik
bagimu, agar kamu (selalu) ingat. (Qs. An Nur)

*Dari Imran bin hushain ra. Rasulullah saw bersabda, “Malu mendatangkan semua
   kebaikan.” (Hr.Muslim)
*Dari Abu Sa’id ra. Rasulullah saw bersabda, “berilah matamu bagian dari iabadah, yaitu
   melihat mushaf Al-Qur’an (membaca Al-Qur’an) dan memahami isinya serta
   mengambil pelajaran dari keajaiban-keajaibannya.” (Hr.Al-Hakim)

*Dari Sahal bin Saad As-Saidi ra, Bahwa seorang lelaki mengintip pada lubang pintu
   Rasulullah saw. Ketika itu Rasulullah saw. membawa sisir yang beliau gunakan untuk
   menggaruk kepala. Pada waktu Rasulullah saw. melihat orang itu, beliau bersabda:
   Seandainya aku tahu engkau memandangku tentu aku tusukkan sisir ini ke matamu.
   Rasulullah saw. juga bersabda: Sesungguhnya disyariatkan minta izin itu (memasuki
   rumah) hanyalah untuk menghindari penglihatan. (Shahih Muslim No.4013)

*Dari Anas bin Malik ra.Bahwa seseorang melongok dari salah satu bilik Nabi saw.
   kemudian Nabi saw. beranjak menghampirinya dengan membawa anak panah bermata
   lebar. Aku seakan-akan melihat Rasulullah saw. mengintai hendak menikamnya.
   (Shahih Muslim No.4015)

*Dari Abu Hurairah ra.Dari Nabi saw., beliau bersabda: Barangsiapa melongok ke dalam
   rumah suatu kaum tanpa izin mereka, maka mereka boleh mencungkil matanya.
   (Shahih Muslim No.4016)

*Rasulullah saw bersabda, “Tiada seorang muslim pun yang melihat seorang wanita pada
   pandangan pertamanya, lalu ia menundukkan pandangan matanya, kecuali Allah
   menciptakan satu amal ibadah baginya, yang kemanisannya dapat dirasakan di dalam
   kalbunya.” (Hr. Ahmad)

*Rasulullah saw bersabda, “Sesungguhnya wanita itu menghadap dalam bentuk setan dan
   membelakang dalam bentuk setan pula. Karena itu, apabila seseorang diantara kalian
   melihat wanita lalu ia kagum dengan kecantikannya, maka hendaknyalah ia
   mendatangi istrinya, karena sesungguhnya hal tersebut dapat menolak apa yang
   bergejolak dalam hatinya.” (Hr.Muslim)

*Rasululah Saw bersabda “Berhati-hatilah duduk-duduk di pinggir jalan. Para sahabat
   bertanya, "Ya Rasulullah, bagi kami sesuatu yang tidak dapat kami tinggalkan. Dalam
   berkumpul (majelis) itu kami berbincang-bincang." Nabi Saw menjawab, "Kalau
   memang suatu keharusan maka berilah jalanan itu haknya." Mereka bertanya lagi, "Apa
   yang dimaksud haknya itu, ya Rasulullah?" Nabi Saw menjawab, "Palingkan
   pandanganmu (dari memandang kaum wanita) dan jangan menimbulkan gangguan
   (terhadap yang lain). Jawablah tiap ucapan salam dan beramar ma'ruf nahi mungkar."
   (Muttafaq’Alaih)

*Rasulullah saw bersabda dengan membawakan firman Allah dalam hadits Qudsi:
   "Pandangan mata adalah panah beracun dari antara panah-panah Iblis. Barangsiapa
   meninggalkannya karena takut kepada-Ku maka Aku ganti dengan keimanan yang
   dirasakan manis dalam hatinya." (HR. Al Hakim)

*Rasulullah saw bersabda, “Palingkanlah pandanganmu (dari memandang yang tidak
   halal), sebab pandangan pertama dimaafkan, namun pandangan berikutnya membawa
   dosa." (HR. Muslim dalam Kitabul Isti'dzan, Abu Dawud dan At-Tirmidzi)
                32. Keutamaan Berjabat Tangan Kepada Sesama Muslim

*Dari Bara r.a. berkata, Rasulullah saw bersabda, “Tiadalah dua orang muslim yang
   bertemu lalu keduanya berjabat tangan, kecuali diampuni dosa-dosa keduanya sebelum
   keduanya berpisah.” (Hr. Abu Dawud, no.5212)

*Abu Dzar berkata dalam sebuah hadits “Tidaklah aku bertemu beliau (Rasulullah saw)
   satu kalipun kecuali beliau menjabat tanganku.” (Hr. Abu Dawud –Penggalan Hadits-)

*Dari Salman al Farisi r.a. bahwa Rasulullah saw bersabda, “Sesungguhnya seorang
   muslim apabila bertemu dengan saudara muslim lainnya, lalu menjabat tangannya,
   maka gugurlah dosa-dosa keduanya seperti gugurnya daun-daun dari pohon yang
   kering pada hari bertiupnya angin kencang. Jika tidak, maka diampuni dosa-dosa
   keduanya, walaupun sebanyak buih di lautan (Hr. Thabrani, dan kebanyakan para
   perawinya Shahih)



                            33. Hukum Menguap dan Bersin


*Dari Abu Hurairah r.a., Dari Rasulullah saw bersabda, “Hak seorang muslim terhadap
   muslim lainnya ada lima: 1.menjawab salamnya 2.menjenguknya (bila) sakit
   3.mengantar jenazahnya 4.memenuhi Undangannya 5.menjawab bersinnya (dengan
   ucapan “Yarhamukallah” (semoga Allah merahmatimu) , jika ia bersin dengan
   membaca Alhamdulillah),” (Hr. Bukhari, Bab perintah… no.1240)

*Rasulullah saw bersabda, “Sesungguhnya Allah menyukai bersin dan tidak menyukai
   menguap.” (Hr.Bukhari)

*Dari Abu Hurairah ra. Bahwa Rasulullah saw. Bersabda, “Bersin itu datangnya dari Allah
   (maka jika bersin ucapkanlah Al Hamdu lillah) dan Menguap itu termasuk dari
   (gangguan) setan, maka jika seorang dari kamu menguap, hendaklah ia menahan
   semampunya. Karena sesungguhnya bilamana seseorang diantara kalian menguap dan
   di biarkan maka setan senang dengan perbuatannya itu.” (Muttafaq’Alaih)

*Rasulullah saw bersabda, “Menguap itu dari setan. Apabila seseorang di antara kalian
   menguap, hendaknya menahan semampu mungkin. Karena sesungguhnya apabila
   seseorang di antara kalian mengeluarkan suara ‘hah’ sewaktu menguap, setan amat
   senang dengan perbuatannya itu.” (Syaikhan)

*Rasulullah saw bersabda, “Apabila seseorang di antara kalian bersin, hendaknya
   mengucapkan ‘Alhamdulillahi Rabbil’Alamin’ (segala puji bagi Allah, Tuhan semesta
   ALam), dan hendaknya saudara atau temannya menjawab ‘Yarhamukallah’ (semoga
   Allah membelas-kasihanimu). Hendaknya dijawab ‘Yahdikumullah Wayushlihu
   Balakum’ (semoga Allah memberi petunjuk kepadamu dan memperbaiki keadaanmu)”
   (Hr.Abu Dawud, dan Nasa’i)

*Dari Abdullah bin ja’far berkata, Apabila Nabi saw. Bersin, beliau selalu mengucapkan
   ‘Alhamdulillah’ (segala puji bagi Allah), jika ada yang menjawab dengan
   mengucapkan ‘Yarhamukallah’ (Semoga Allah merahmatimu), maka Nabi saw
   menjawabnya, ‘Yahdiikumullah wa yuslihu balakum’ (Semoga Allah memberi
   petunjuk kepada kalian dan memperbaiki keadaan kalian). (Hr. Thabrani)

*Dari Abu Hurairah ra. Rasulullah saw bersabda, “Apabila seseorang di antara kalian
   menguap, hendaknya meletakkan tangan pada mulutnya, dan janganlah mengeluarkan
   suara, karena sesungguhnya setan senang melihat hal tersebut.” (Hr.Ibnu Majah)



                                  34. Hal-Hal Pribadi

*Dari Hudzaifah ra. Rasulullah saw bersabda, “Fitnah seorang lelaki dalam keluarganya,
   harta benda, diri, anak, dan tetangganya , dosanya (atas mereka) dapat dilebur dengan
   cara melakukan shalat, puasa, sedekah, amar makruf dan nahi munkar.”
   (Hr.Bukhari,Muslim,Tirmidzi, dan Ibnu Majah)

*Dari Abu Hurairah ra. Rasulullah saw. Bersabda, “Lima perkara yang merupakan
   kesucian agama islam, yaitu: Khitan, mencukur bulu kemaluan, mencukur kumis,
   menggunting kuku dan mencabut bulu ketiak.” (Syaikhan)

*Rasulullah saw bersabda, “Hai Hamba-hamba Allah, berbuatlah kalian, karena Allah swt.
   Tidak sekali-kali membuat penyakit melainkan ada obatnya, kecuali satu penyakit,
   yaitu penyakit ketuaan.” (Hr.Ahmad)

*Dari Abu Rafi; ra Rasulullah saw bersabda, “Apabila telinga seseorang di antara kalian
   mengiang (berdenging), hendaknya mengingatku, dan bacalah shalawat unutkku, serta
   ucapkanlah ‘Semoga Allah mengingat (memelihara) orang yang menyebut-nyebut
   diriku dengan baik.” (Hr.Ibnu’Addi)



                                         *Doa

*Dari Ibnu Umar ra. Rasulullah saw. Bersabda, “Doa bermanfaat untuk melenyapkan
   musibah yang sedang menimpa dan untuk menolak musibah yang akan datang. Karena
   itu, kalian, hai Hamba-hamba Allah, berdoalah.” (Hr.Al-Hakim)

*Dari Tsauban ra, Rasulullah saw bersabda, “Sesungguhnya seseorang benar-benar
   dihambat rezekinya disebabkan dosa yang dikerjakannya. Tidak ada yang dapat
   menolak takdir kecuali doa, dan tidak ada yang dapat menambah umur kecuali amal
   kebaikan.” (Hr. Ibnu Hibban)

*Rasulullah saw bersabda, “Apabila meminta kepada Allah Swt,. Mintalah kepada-Nya
   dengan membuka bagian telapak tangan kalian, dan janganlah kalian meminta kepada-
   Nya dengan bagian luarnya. Jangan sekali-kali kalian mengembaikan telapak tangan
   sebelum diusapkan ke wajah kalian. Sesungguhnya Allah meletakkan keberkahan
   padanya.” (Hr.Abu Dawud)
*Dari Ibnu Abbas ra Rasulullah saw bersabda, “Apabila malapetaka, kepayahan, atau
   cobaan menimpa kalian, maka ucapkanlah ‘Allahu Rabbuna La Syarikalahu’ (Allahlah
   Tuhan kami, tiada sekutu bagi-Nya).” (Syaikhan)

*Dari Abu Hurairah ra, Rasulullah saw. bersabda: Akan dikabulkan doa seseorang di
   antara kamu sekalian selama dia tidak terburu-buru berkata: ‘Aku sudah berdoa, tetapi
   aku tidak atau belum dikabulkan.’” (Muttafaq’Alaih)

*Dari Abu darda ra. Rasulullah saw. Bersabda, “Doa seorang muslim untuk saudaranya
   tanpa sepengetahuannya dikabulkan. Di atas kepalanya terdapat malaikat yang
   ditugaskan untuk meng-amininya. Apabila seseorang berdoa untuk kebaikan
   saudaranya, malaikat akan mengatakan ‘Semoga Allah mengabulkan doamu, dan
   bagimu hal yang sama.’” (Hr.Ahmad)

*Dari Abu Ayyub al-Anshory Radliyallaahu 'anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu 'alaihi
   wa Sallam bersabda: "Barangsiapa membaca (artinya = Tidak ada Tuhan Selain Allah,
   yang Maha Esa tiada sekutu bagi-Nya, segala kerajaan dan puji hanya milik-Nya dan
   Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu) sepuluh kali, ia seperti orang yang
   memerdekakan empat belas orang dari anak Ismail." (Muttafaq’Alaih).

*Dari sa’id ra. Rasulullah saw. Bersabda, “Doa ‘Laa ilaaha illaa anta subahaa naka innii
   kuntu minazzhalimiin.’ Jika seseorang membaca doa ini untuk suatu keperluan, maka
   Allah Swt pasti mengabulkannya.” (Hr. Al-Hakim)

*Apabila kalian meminta kepada allah, maka mintalah surga Firdaus kepada-Nya.”
   (Hr.Ahmad)

*Dari Abu Hurairah ra. Rasulullah saw bersabda, “Barangsiapa doanya ingin di kabulkan
   oleh Allah di saat sulit dan sedang mengalami musibah, maka hendaknya ia
   memperbanyak berdoa di saat sedang makmur dan senang.” (Hr.Tirmidzi)

*Rasulullah saw bersabda, “Tiada seseorang pun meminta sesuatu kepada Allah melainkan
   Allah akan mengabulkan permintaannya, atau mencegah darinya keburukan yang
   semisal dengan permintaannya, selagi ia tidak meminta suatu perbuatan dosa atau
   memutuskan silaturahmi.” (Hr.Ahmad)

*Dari Aisyah rha. Rasulullah saw bersabda, “Ya Allah, jadikanlah diriku termasuk orang-
   orang yang apabila berbuat kebaikan bergembira, dan apabila berbuat keburukan
   meminta ampunan.” (Hr.Ibnu Majah)



                                    *Puasa (Shaum)

*Rasululah saw bersabda, “Wahai kaum pemuda! Barang siapa di antara kamu sekalian
   yang sudah mampu memberi nafkah, maka hendaklah ia menikah, karena
   sesungguhnya menikah itu lebih dapat menahan pandangan mata dan melindungi
   kemaluan (alat kelamin). Dan barang siapa yang belum mampu, maka hendaklah ia
   berpuasa, karena puasa itu dapat menjadi penawar bagi nafsu.” (Jamaah)
   “Dan orang-orang yang tidak mampu kawin hendaklah menjaga kesucian (diri)nya,
     sehingga Allah memampukan mereka dengan karuniaNya.” (QS. an-Nur: 33).

*Rasulullah saw bersabda, “Barangsiapa mengerjakan puasa selama tiga hari untuk setiap
   bulannya, berarti ia berpuasa setahun penuh.” (Hr. Ahmad)

*Rasulullah saw bersabda, “Tidak ada puasa bagi orang yang tidak berniat di malam hari
   sebelum fajar.” (Jamaah)

*Rasulullah saw bersabda, “Tiada puasa bagi orang yang berpuasa selama-lamanya. Dalam
   riwayat lain “Tiada puasa dan tidak berbuka.” (Muttafaq’Alaih)

*Rasulullah saw bersabda, “Barangsiapa mati dan masih mempunyai utang puasa, maka
   yang meng-qhada adalah walinya.” (Hr.Abu Dawud)

*Dari Abu Huraiah ra Rasulullah saw bersabda, “Barangsiapa yang bershaum lalu lupa
   sehingga makan atau minum, maka hendaknya ia menyempurnakan shaumnya,
   sesungguhnya Allah-lah yang memberinya makan dan minum.” (Syaikhan)

*Rasulullah saw bersabda, “Barangsiapa berpuasa pada bulan ramadhan dan dilanjutkan
   dengan dengan puasa enam hari di bulan Syawal, berarti ia sama dengan menjalankan
   puasa setahun penuh.” (Hr.Muslim)



                               *Bab Makan dan Minum

*Berwhudu sebelum makan dan sesudahnya dapat meniadakan kefakiran, dan hal ini
   merupakan sunnah Rasul.” (Hr. Thabrani)

*Nabi saw melarang meminum dengan sekali teguk, lalu beliau menjelaskan bahwa cara
   minum seperti itu adalah cara minum syetan. (Hr. Baihaqi)

*Nabi saw melarang seseorang minum dan makan dengan memakai wadah yag terbuat dari
   emas dan perak, duduk pada tempat yang terbuat dari keduanya. Beliau juga melarang
   memakai pakaian yang terbuat dari sutera tebal dan tipis. (Hr. Bukhari)

*Nabi saw melarang seseorang minum sambil berdiri.” (Hr.Tirmidzi)

*Rasulullah saw bersabda, “Janganlah kalian makan dengan tangan kiri, karena
   sesungguhnya syetan makan dengan tangan kiri.” (Hr.Ibnu Majah)

*Rasulullah saw bersabda, “Aku tidak pernah makan sambil bersandar.” (Hr.Bukhari)

*Dari Abu Hurairah ra. Rasulullah saw bersabda, “Barangsiapa meminum madu di pagi
   hari selama tiga hari setiap bulannya, niscaya ia tidak akan terkena penyakit yang
   berat.” (Hr.Ibnu Majah)

*Rasulullah saw bersabda, “Makanlah secara berkelompok dan janganlah bercerai-berai
   karena sesungguhnya keberkahan itu selalu bersama kelompok.” (Hr.IbnuMajah)
*Rasulullah saw bersabda, “Tutupilah wadah dan tempat minum kalian, karena satu tahun
   terdapat satu malam yang merupakan saat turun dan menyebarnya wabah penyakit. Jika
   terdapat suatu wadah atau tempat minum yang tidak di tutupi, niscaya sebagian dari
   wabah itu masuk ke dalamnya.” (Hr. Ahmad, Muslim)

*Rasulullah saw bersabda, “apabila seseorang di antara kalian memakan makanan,
   hendaknya dia menyebut asma Allah. Apabila lupa menyebut asma Allah di
   permulaannya, hendaknya ia mengucapkan, ‘Bismillah’Ala awwalihi wa akhirihi.’
   (dengan menyebut nama Allah pada permulaan makn dan pada akhirnya)”
   (Hr.Tirmidzi)



                                        *Tidur

*Rasulullah saw bersabda, “Barangsiapa melihatku dalam mimpinya, kelak ia pasti akan
   melihatku dalam masa jaganya (atau seakan-akan melihatku dalam jaganya), setan
   tidak dapat menyerupakan dirinya seperti diriku.” (Syaikhan)

*Dari Abu Musa ra. Rasulullah saw bersabda, “Sesungguhnya api merupakan musuh
   kalian. Oleh karenanya apabila tidur, padamkanlah (berwhudu).” (Muttafaq’Alaih)

*Rasulullah saw bersabda, “Apabila di antara kalian mengalami mimpi yang disukainya,
   maka sesungguhnya hal itu hanyalah dari Allah belaka. Karena itu hendaknya ia
   memuji kepada Allah atas mimpinya itu dan janganlah iamenceritakannya kecuali
   hanya kepada orang yang ia sukai. Apabila ia melihat kebalikannya, yaitu mimpi yang
   tidak ia sukai, maka hal itu tiada lain dari setan. Karena itu, hendaknya ia maminta
   perlindungan kepada Allah dari kejahatannya, dan janganlah ia menceritakan kepada
   seorangpun, niscaya mimpi buruk itu tidak akan membehayakan dirinya.” (Syaikhan)

*Rasulullah saw bersabda, “ Mimpi yang paling benar ialah (yang terjadi) menjelang
   waktu sahur (sebelum fajar)”. (HR. Hakim dan Tirmidzi)

*Apabila Rasulullah saw beristirahat di tempat tidurnya, ia selalu berdoa, Bismikka
   Allahumma ahya wa amutu (Ya Allah, dengan menyebut nama-Mu aku hidup dan
   mati.” (Hr.Bukhari)

*Rasulullah saw bersabda, “Janganlah menceritakan mimpimu kecuali kepada orang-orang
   alim atau orang-orang yang sayang kepadamu.” (Hr. Tirmidzi)



                                 *Tidak Berputus Asa

*Dari Abu Hurairah ra. Rasulullah saw bersabda, “Barangsiapa menjatuhkan dirinya dari
   atas bukit lalu mati, maka ia masuk ke dalam neraka Jahannam dan diperosokkan ke
   dasarnya, ia kekal di dalamnya. Barangsiapa meneguk racun lalu mati, ia di masukkan
   ke dalam neraka Jahannam sambil memegang racun di tangannya alau ia meminumnya
   secara terus-menerus, dan dia kekal di dalamnya. Barangsiapa membunuh dirinya
   dengan besi, ia dimasukkan ke dalam neraka Jahannam seraya menusuk-nusuk
   perutnya dengan besi yang ada di tangannya, dan dia kekal di dalamnya.” (Hr. Bukhari)

*Rasulullah saw bersabda, “Janganlah seseorang diantara kalian mengharapkan mati.
   Apabila ia seseorang yang berbuat baik, mudah-mudahan kebaikan makin bertambah.
   Dan bilamana ia seseorang yang berbuat keburukan, mudah-mudahan ia bertaubat.”
   (Syaikhan)

*Rasulullah saw bersabda, “Janganlah seseorang di antara kalian mengharapkan mati
   karena musibah yang menimpa dirinya. Apabila tidak ada jalan lain beginya kecuali
   mengharapkan mati, maka hendaklah ia berdoa. Allahumma ahyani ma kanatil hayatu
   khairan li wa tawaffani ma kanatil wafatu khairan li (Ya Allah, hidupkanlah aku jika
   hidup lebih baik bagi diriku, dan wafatkanlah aku jika wafat labih baik bagi diriku)
   (Jamaah)

*Dari Abu Hurairah ra. Rasulullah saw bersabda, “Seseorang yang membunuh diri dengan
   mencekik dirinya, kelak ia akan mencekik dirinya pula di dalam neraka dan orang yang
   bunuh diri dengan menusuk dirinya, kelak dia akan menusuk dirinya pula dalam
   neraka.” (Hr. Bukhari)



                             *Yang Lain Dalam Keseharian

*Apabila Rasulullah saw. Hendak tertawa, maka terlebih dahulu meletakkan tangan pada
   mulutnya. (Hr. Al Baghawi)

*Rasulullah saw melarang memakai cincin dan emas dari emas. (Hr. Tirmidzi)

*Dari Abu Darda’ ra. Rasulullah saw bersabda, “Barangsiapa mengandalkan jimat, maka
   sesunggunya ia telah musyrik.” (Hr. Ahmad)

*Rasulullah saw bersabda, “Barangsiapa bersumpah untuk tidak mengerjakan sesuatu, lalu
   ia melihat yang lebih baik dari hal tersebut, hendaknya ia membayar kifarat
   sumpahnya, lalu mengerjakan hal yang lebih baik.” (Hr. Ahmad)

*Rasulullah saw bersabda, “Barangsiapa mewarnai kukunya, rambutnya dengan warna
   hitam, niscaya pada hari kiamat Allah akan menghitamkan mukanya.” (Hr. Thabrani)

*Dari Anas ra. Rasulullah saw bersabda, “Barangsiapa membuat rela kedua orang tuanya,
   berarti ia telah membuat Allah rela kepadanya, dan barangsiapa membuat kedua orang
   tuanya murka, berarti ia telah membuat Allah murka kepadanya.” (Hr. Bukhari)

*Dari Abid Darda ra. Rasulullah saw bersabda, “Barangsiapa menanam suatu tanaman,
   lalu tiada sesuatupun dari hasilnya dimakan oleh manusia atau makhluk lainnya,
   kecuali hal itu merupakan sedekah baginya.” (Hr. Ahmad, diriwayat yang lain Dari
   Anas)

*Rasulullah saw bersabda, “Barangsiapa memelihara Anjing untuk menjaga hewan ternak,
   anjing berburu, atau anjing untuk menjaga ladang, niscaya setiap hari pahalanya
   dikurangi satu Qirath (Muttafaq’Alaih, dalam riwayat lain juga disebutkan bahwa
   malaikat tidak mau memasuki rumah yang di dalamnya terdapat anjing dan gambar-
   gambar (patung))

*Dari Miqdam ra. Rasulullah saw bersabda, “Tiada suatu makanan pun yang dimakan oleh
   seseorang lebih baik daripada makanan hasil tangannya sendiri. Dan sesungguhnya
   Nabi Daud as. Adalah orang yang makan dari hasil tangannya sendiri.” (Hr. Bukhari)

*Rasulullah saw bersabda, “Seandainya seseorang beristirahat pada suatu tempat, seraya
   mengucapkan ‘A’udzu bikalimatillahittammati min syarri ma khalaq’ (Aku
   berlindung kepada Allah dengan kalimat-kalimat-Nya yang sempurna dari kejahatan
   makhluk yang diciptakan-Nya), niscaya tiada sesuatupun di tempat tersebut dapat
   membahayakannya hingga ia pergi dari tempat tersebut.” (Hr.Ibnu Majah, Muslim)

*Rasulullah saw bersabda, “Allah melaknat kaum wanita yang menyerupai kaum lelaki,
   dan kaum lelaki menyerupai kaum wanita.” (Hr. Tirmidzi)

*Rasulullah saw bersabda, “Setiap manusia dimudahkan menurut bakatnya masing-
   masing.” (Muttafaq’Alaih)

*Rasulullah saw bersabda, “jarang berkunjung akan menambah cinta kasih.” (Hr.Thabrani)

*Dari Ibnu Abbas ra Rasulullah saw bersabda, “Setiap pembuat patung itu masuk neraka,
   dan tiap-tiap patung yang di buatnya dijadikan seperti sosok yang digambarnya, lalu
   menyiksa pembuatnya di dalam neraka Jahannam.” (Hr.Muslim)

*Rasulullah saw bersabda, “Manusia yang paling pedih siksanya di hari kiamat ialah yang
   meniru ciptaan Allah, sedangkan para pelukis dan penggambar adalah orang-orang
   yang meniru ciptaan Allah.” (Muttafaq’Alaih)

*Dari Ibnu Abbas ra Rasulullah saw bersabda, “Bila engkau harus menggambar atau
   membuat patung, maka buatlah (gambar) pohon dan apa-apa yang tidak mempunyai
   ruh.” (Hr.Bukhari)
                                                         Penutup


                        1. Perintah Al-Qur`An Agar Berhukum Dengan As-Sunnah


tΒuρ 3 öΝÏδ̍øΒr& ôÏΒ äοuŽzÏƒø:$# ãΝßγs9 tβθä3tƒ βr& #—øΒr& ÿ…ã&è!θß™u‘uρ ª!$# |Ós% #sŒÎ) >πuΖÏΒ÷σãΒ Ÿωuρ 9ÏΒ÷σßϑÏ9 tβ%x. $tΒuρ

                                                                 ∩⊂∉∪ $YƏÎ7•Β Wξ≈n=|Ê ¨≅|Ê ô‰s)sù …ã&s!θß™u‘uρ ©!$# ÄÈ÷ètƒ
36. dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mukmin dan tidak (pula) bagi perempuan yang mukmin,
apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan
(yang lain) tentang urusan mereka. dan Barangsiapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya Maka
sungguhlah Dia telah sesat, sesat yang nyata. (Qs. Al-Ahzab)


                                 ∩⊂⊄∪ tÍÏ ≈s3ø9$# =Ïtä† Ÿω ©!$# ¨βÎ*sù (#öθ©9uθs? βÎ*sù ( š^θß™§9$#uρ ©!$# (#θãè‹ÏÛr& ö≅è%
32. Katakanlah: "Ta'atilah Allah dan Rasul-Nya; jika kamu berpaling, Maka Sesungguhnya Allah
tidak menyukai orang-orang kafir". (Qs. Ali Imran)

yìtΒ ©!$# ¨βÎ) 4 (#ÿρçŽÉ9ô¹$#uρ ( ö/ä3çt†Í‘ |=yδõ‹s?uρ (#θè=t±ø tGsù (#θããt“≈uΖs? Ÿωuρ …ã&s!θß™u‘uρ ©!$# (#θãè‹ÏÛr&uρ

                                                                                                            ∩⊆∉∪ šΎÉ9≈¢Á9$#
46. dan taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya dan janganlah kamu berbantah-bantahan, yang
menyebabkan kamu menjadi gentar dan hilang kekuatanmu dan bersabarlah. Sesungguhnya Allah
beserta orang-orang yang sabar. (Qs. Al-Anfaal)


ã≈yγ÷ΡF{$# $yγÏFóss? ÏΒ ”̍ôfs? ;M≈¨Ζy_ ã&ù#Åzô‰ãƒ …ã&s!θß™u‘uρ ©!$# ÆìÏÜム∅tΒuρ 4 «!$# ߊρ߉ãm šù=Ï?

…çνyŠρ߉ãn £‰yètGtƒuρ …ã&s!θß™u‘uρ ©!$# ÄÈ÷ètƒ ∅tΒuρ ∩⊇⊂∪ ÞΟŠÏàyèø9$# ã—öθx ø9$# šÏ9≡sŒuρ 4 $yγŠÏù šÏ$Î#≈yz

                                                          ∩⊇⊆∪ ÑÎγ•Β ÑU#x‹tã …ã&s!uρ $yγ‹Ïù #V$Î#≈yz #—‘$tΡ ã&ù#Åzô‰ãƒ
13. (Hukum-hukum tersebut) itu adalah ketentuan-ketentuan dari Allah. Barangsiapa taat kepada
Allah dan Rasul-Nya, niscaya Allah memasukkannya kedalam syurga yang mengalir didalamnya
sungai-sungai, sedang mereka kekal di dalamnya; dan Itulah kemenangan yang besar.
14. dan Barangsiapa yang mendurhakai Allah dan Rasul-Nya dan melanggar ketentuan-ketentuan-
Nya, niscaya Allah memasukkannya ke dalam api neraka sedang ia kekal di dalamnya; dan baginya
siksa yang menghinakan. (Qs. An-Nisa’)


#ZŽÏVx. ©!$# tx.sŒuρ tÅzFψ$# tΠöθu‹ø9$#uρ ©!$# (#θã_ötƒ tβ%x. yϑÏj9 ×πuΖ|¡ym îοuθó™é& «!$# ÉΑθß™u‘ ’Îû öΝä3s9 tβ%x. ô‰s)©9

                                                                                                                               ∩⊄⊇∪
21. Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi
orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan Dia banyak menyebut
Allah. (Qs. Al-Ahzab)

*Rasulullah saw bersabda, “Al-Qur’an itu petunjuk yang jelas, peringatan yang bijak dan
   jalan yang lurus.” (Hr. Baihaqi)



     2. Hadits-Hadits Yang Memerintahkan Agar Mengikuti Nabi Dalam Berbagai Hal

1. Abu Hurairah mengatakan bahwa Rasulullah bersabda:“Setiap umatku akan masuk
   Surga, kecuali orang yang engan,” Para sahabat bertanya, ‘Ya Rasulallah, siapakah
   orang yang enggan itu?’ Rasulullah menjawab, “Barangsiapa mentaatiku akan masuk
   Surga dan barangsiapa yang mendurhakaiku dialah yang enggan (membangkang)”.
   (HR.Bukhari dalam kitab al-I’tisham.Hadits no. 6851).

2. Abu Rafi’ mengatakan bahwa Rasulullah saw bersabda, “Sungguh, akan aku dapati
   salah seorang dari kalian bertelekan di atas sofanya, yang apabila sampai kepadanya
   hal-hal yang aku perintahkan atau aku larang dia berkata, ‘Saya tidak tahu. Apa yang
   ada dalam Al-Qur`an itulah yang akan kami ikuti”, (HR Imam Ahmad VI/8 , Abu
   Dawud (no. 4605), Tirmidzi (no. 2663), Ibnu Majah (no. 12), At-Thahawi IV/209)

3. Abu Hurairah r.a. mengatakan bahwa Rasulullah saw bersabda: “Aku tinggalkan dua
   perkara untuk kalian. Selama kalian berpegang teguh dengan keduanya tidak akan
   tersesat selama-lamanya, yaitu Kitabullah dan Sunnahku. Dan tidak akan terpisah
   keduanya sampai keduanya mendatangiku di haudh (Sebuah telaga di surga, Pen.).”
   (HR. Imam Malik secara mursal (Tidak menyebutkan perawi sahabat dalam sanad) Al-
   Hakim secara musnad (Sanadnya bersambung dan sampai kepada Rasulullah ) – dan ia
   menshahihkannya-) Imam Malik dalam al-Muwaththa’ (no. 1594), dan Al-Hakim
   dalam al-Mustadrak (I/172).

4. Dari Abdullah bin Umar ra Rasulullah Saw bersabda, “Sesungguhnya aku telah
   meninggalkan ditengah-tengah kalian sesuatu yang menjadikan kalian tidak akan
   tersesat selamanya jika kalian berpegang teguh dengannya, yaitu Kitabullah dan
   Sunnah RasulNya.” (Hr.Al-Bukhari)


                                 ∩⊄∇∪ tΛÉ)tGó¡o„ βr& öΝä3ΖÏΒ u!$x© yϑÏ9 ∩⊄∠∪ tÏΗs>≈yèù=Ïj9 ֍ø.ÏŒ āωÎ) uθèδ ÷βÎ)
27. Al Qur'an itu tiada lain hanyalah peringatan bagi semesta alam,
28. (yaitu) bagi siapa di antara kamu yang mau menempuh jalan yang lurus.(Qs. At Takwir)


u                         θèδ öΝä38u;tFô_$# $tΒuρ Ÿ≅yèy_ ö/ä3ø‹n=tæ ’Îû ÈÏd‰9$# ôÏΒ 8ltym
78. Dia telah memilih kamu dan Dia sekali-kali tidak menjadikan untuk kamu dalam agama suatu
kesempitan (Qs. Al Hajj)
                                                 ∩∇∪ 3“uŽô£ãù=Ï9 x8çŽÅc£uŠçΡuρ
8. dan Kami akan mudahkan bagimu jalan yang mudah[1], (Qs. Al-A’laa)
        [1] Maksudnya: jalan yang membawa kepada kebahagiaan dunia dan akhirat.


∩∠∪ É>$s)Ïèø9$# ߉ƒÏ‰x© ©!$# ¨βÎ) ( ©!$# (#θà)¨?$#uρ 4 (#θßγtFΡ$$sù çµ÷Ψtã öΝä39pκtΞ $tΒuρ çνρä‹ã‚sù ãΑθß™§9$# ãΝä39s?#u !$tΒuρ
7 apa yang diberikan Rasul kepadamu, Maka terimalah. dan apa yang dilarangnya bagimu,
Maka tinggalkanlah. dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Amat keras hukumannya.
(Qs. al Hasyr)

                                                    ∩∉∪ ϵŠÉ)≈n=ßϑsù %[nô‰x. y7În/u‘ 4’n<Î) îyÏŠ%x. y7¨ΡÎ) ß≈|¡ΡM}$# $y㕃r'‾≈tƒ
6. Wahai manusia, Sesungguhnya kamu bekerja keras dengan benar-benar untuk (menuju) kepada
Tuhanmu, Maka pasti kamu akan menemui-Nya (Qs. Al-Insyiqaq)


                                                                  ∩⊂⊃∪ ÉL¨Ζy_ ’Í?ä{÷Š$#uρ ∩⊄∪ “ω≈t6Ïã ’Îû ’Í?ä{÷Š$$sù
29. Maka masuklah ke dalam golongan hamba-hamba-Ku,
30. dan masuklah dalam syurga-Ku. (Qs. Al-Fajr)




                                             Rasulullah saw bersabda,
“Ya Allah, Kasihanilah Para Khalifah Yang Datang Sesudahku, Yaitu Orang-Orang Yang
       Meriwayatkan Hadits-Hadits Dan Sunnahku Lalu Mereka Mengajarkannya Kepada
                                                 Manusia.” (Hr.Thabrani)
                                                            maka
              “Sampaikanlah Dariku Walaupun Hanya Satu Ayat” (Hr.Bukhari)




                                              “Jaza Kallahu Khairan”

								
To top