Docstoc

Tokoh-Tokoh Pendidikan

Document Sample
Tokoh-Tokoh Pendidikan Powered By Docstoc
					Fatah Ahmadi

09004212                                                               Pengantar Pendidikan



                Tokoh-Tokoh Pendidikan dengan Segala Pendapatnya


1.     Ki Hajar Dewantara

       Tokoh ini sangat identik dengan pendidikan di Indonesia. Dia dikenal sebagai Bapak
Pendidikan Nasional. Hari lahirnya diperingati sebagai Hari Pendidikan Nasional. Ajarannya pun
dipakai oleh Departemen Pendidikan RI sebagai jargon, yaitu tut wuri handayani, ing madya
mangun karsa, ing ngarsa sungtulada (di belakang memberi dorongan, di tengah menciptakan
peluang untuk berprakarsa, di depan memberi teladan).

       Beliau mendirikan Perguruan Tamansiswa.Sambil mengelola Tamansiswa, RM Soewardi
Soeryaningrat tetap rajin menulis. Namun bukan lagi soal politik, melainkan soal pendidikan dan
kebudayaan berwawasan kebangsaan. Melalui tulisan-tulisan itulah dia berhasil meletakkan
dasar-dasar pendidikan nasional bagi bangsa Indonesia.



2.     R.A. Kartini

       Jejak perjuangan Kartini adalah perjuangan agar perempuan Indonesia bisa mendapatkan
pendidikan yang layak. Bukan perjuangan untuk emansipasi di segala bidang. Kartini menyadari,
perempuan memiliki peran penting dalam kehidupan. Agar dapat menjalankan perannya dengan
baik, perempuan harus mendapat pendidikan yang baik pula.

       Dalam sebuah suratnya, kepada Prof. Anton dan Nyonya pada 4 Oktober 1902 Kartini
menulis, ‘Kami di sini memohon diusahakan pengajaran dan pendidikan anak perempuan,
bukan sekali-kali karena kami menginginkan anak-anak perempuan itu menjadi saingan laki-laki
dalam perjuangan hidupnya. Tapi karena kami yakin akan pengaruhnya yang besar sekali bagi
kaum wanita, agar wanita lebih cakap melakukan kewajibannya, kewajiban yang diserahkan
alam sendiri ke dalam tangannya: menjadi ibu, pendidik manusia yang pertama-tama”.

       Bukunya yang berjudul Habis Gelap Terbitlah Terangmina dulumati ila nuur. Kartini
menyadari bahwa sumber pendidikan terbaik justru ada di dekatnya, yaitu Al-Quran, bukan di
Eropa. pun terinspirasi dari Surat Al-Baqarah ayat 193.
3.     Harun Nasution

       Diakui dalam diskursus wacana cendekiawan muslim bahwa pada ranah pemikiran
pendidikan ada hubungan keterkaitan yang sangat erat antara pendidikan agama dan moral.
Pendidikan Islam misalnya tidak terlepas dari upaya penanaman nilai-nilai serta unsur-unsur
agama pada jiwa seseorang, yang diantaranya adalah nilai-nilai moral atau yang biasa disebut
dengan Akhlaq.Nilai-nilai moral yang dimaksudpun tidak terlepas dari ajaran-ajaran normativitas
agama Islam seperti yang telah dicontohkan oleh Rasul. Tentang eratnya hubungan agama
dengan moral ini kita dapat menganalisa dari keseluruhan ajaran agama Islam itu sendiri, bahwa
akhirnya akan berujung pada pembentukan moral.


       Tujuan pendidikan Islam menurut Harun Nasution adalah untuk membentuk manusia
yang bertaqwa, yang mengikuti segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya.

       Dari konsep tersebut akan dapat kita tangkap bahwa tujuan pendidikan Islam
mengindikasikan kearah dua kutub yang berbeda namun saling berkaitan yaitu, di samping
mengutamakan ketauhidan dengan segala persoalannya (teosentris), tetapi juga mengakomodasi
pentingnya peran moral manusia dalam berinteraksi dengan jenisnya (humanis).


       Tentang dua indikasi ini Harun Nasution berpendapat bahwa pendidikan Islam sebaiknya
memiliki bahan/materi pendidikan yang secara umum didasarkan pada tujuan spiritual, moral
dan intelektual, yang kemudian oleh pakar pendidikan disebut dengan istilah Kecerdasan
Spiritual, Intelektual, dan Emosional.


       Meski begitu, Harun Nasution melihat lebih pentingnya penekanan terhadap aspek
pendidikan moral. Pendapat tersebut mengisyaratkan beberapa kemungkinan bahwa pendidikan
moral akan dengan sendirinya mengarahkan manusia kepada konsep tauhid dalam Islam. Bahwa
dengan aturan moral dapat ditarik hikmah akan adanya pencipta yang mengatur segalanya di
bawah satu Pengatur yaitu Tuhan. Dan juga bahwa pendidikan moral merupakan bentuk lain dari
pendidikan tauhid. Sampai di sini kiranya apa yang ingin ditafsirkan oleh Harun Nasution
tentang hadits “Bu’itstu li utammima makaarimal akhlaaq”.


       Sampai di sini Harun Nasution kemudian menekankan pentingnya penekanan terhadap
terminologi pendidikan itu sendiri dari sekedar pengajaran moral Islam. Hal tersebut penting
karena di masyarakat telah terjadi salah kaprah tentang pendidikan itu sendiri. Titik tekan
pendidikan moral diletakkan pada bagaimana si anak terdidik berpengetahuan moral, bukan
bertujuan bagaimana mereka memiliki jiwa yang sangat bermoral secara Islami.

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Stats:
views:124
posted:10/28/2012
language:Unknown
pages:2
Description: Tokoh-Tokoh Pendidikan dan pendapatnya
Fatah Ahmadi Fatah Ahmadi Design Grafis www.manfaatmadu-acclimate.blogspot.com
About someone who wants to be success in his life.