Docstoc

LAPORAN PENELITIAN TINDAKAN KELAS BIOLOGI

Document Sample
LAPORAN PENELITIAN TINDAKAN KELAS BIOLOGI Powered By Docstoc
					LAPORAN PENELITIAN TINDAKAN KELAS BIOLOGI

PEMANFAATAN MEDIA BERBASIS TEKNOLOGI INFORMASI DAN
KOMUNIKASI UNTUK PEMBELAJARAN SISTEM PENCERNAAN MAKANAN
MANUSIA PADA SISWA KELAS XI SMA NEGERI 1

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Permasalahan utama pendidikan adalah disparitas mutu pendidikan khususnya yang
berkaitan dengan (1) ketersediaan pendidik dan tenaga kependidikan yang belum
memadai baik secara kuantitas dan kualitas, maupun kesejahteraannya, (2) prasarana
sarana belajar yang belum tersedia, dan bilapun tersedia belum didayagunakan secara
optimal, (3) pendanaan pendidikan yang belum memadai untuk menunjang mutu
pembelajaran, (4) proses pembelajaran yang belum efisien dan efektif; dan penyebaran
sekolah yang belum merata, ditandai dengan belum meratanya partisipasi pendidikan
antara kelompok masyarakat, seperti masih terdapatnya kesenjangan antara penduduk
kaya dan miskin, kota dan desa, laki-laki dan perempuan, antar wilayah. Dua
permasalahan tersebut di atas menjadi bertambah parah karena tidak didukung dengan
komponen-komponen utama pendidikan seperti kurikulum, sumberdaya manusia
pendidikan yang berkualitas, sarana dan prasarana, serta pembiayaan.
Pemerintah bertekad untuk meningkatkan kualitas pendidikan mulai dari pendidikan
dasar sampai pendidikan tinggi. Salah satu komponen yang penting yang menentukan
kualitas pendidikan dasar dan menengah adalah guru, karena peran guru dalam proses
pembelajaran adalah sangat sentral.
Salah satu masalah utama yang dihadapi dunia pendidikan di Indonesia pada saat ini
adalah peningkatan kualitas guru, kualitas guru salah satunya ditentukan oleh
kemampuan mereka didalam mengajar. Kemampuan mengajar merupakan pekerjaan
profesional yang membutuhkan pendidikan dan pelatihan. Oleh karena itu, seorang guru
perlu menguasai berbagai kemampuan mengajar. Semua kemampuan tersebut perlu
diintegrasikan menjadi satu wawasan yang utuh ketika seorang guru mengajar di kelas.
Pada umumnya guru sudah cukup mempunyai bekal penguasaan terhadap bidang
ilmunya, tetapi masih kurang terampil dalam menyampaikan materi bidang tersebut
kepada siswa. Ketrampilan Dasar Mengajar (Generic Teaching Skills), yaitu ketrampilan
yang bersifat generic yang harus dikuasai oleh seorang guru, terlepas dari tingkat kelas
dan bidang studi yang diajarkan.
Ketrampilan dasar mengajar merupakan ketrampilan yang komplek pula, yang pada
dasarnya merupakan pengintegrasian utuh dari berbagai ketrampilan yang jumlahnya
sangat banyak. Diantara ketrampilan yang sangat banyak tersebut, menurut Dr. I.G.A.K.
Wardani, M.Sc.Ed. dalam bukunya PEKERTI tentang teori Belajar, Motivasi dan
Ketrampilan Mengajar (PAU untuk peningkatan dan pengembangan Instruksional
DIKTI, 79) terdapat 8 (delapan) Ketrampilan Dasar Mengajar yang dianggap sangat
berperan dalam keberhasilan kegiatan belajar mengajar.
Kedelapan ketrampilan mengajar itu ialah : Ketrampilan Membuka Pelajaran;
Ketrampilan Bertanya; Ketrampilan Memberikan Penguatan; Ketrampilan Mengadakan
Variasi; Ketrampilan Menjelaskan; Ketrampilan Membimbing Diskusi Kelompok Kecil;
Ketrampilan Mengelola Kelas dan Ketrampilan Menutup Pelajaran.
Berdasarkan pengelompokan delapan Ketrampilan Dasar Mengajar tersebut, yang penulis
rasakan masih menjadi permasalahan besar adalah Ketrampilan Mengadakan Variasi
dalam mengajar khususnya variasi dengan memanfaatkan sarana Teknologi Informasi
dan Komunikasi (TIK/ICT). Ketrampilan tersebut menjadi masalah bagi sebagian besar
tenaga pengajar di xxx khususnya Kabupaten xxxx, ini dikarenakan terbatasnya
Kompetensi guru dalam bidang TIK serta keterbatasan sarana dan prasarana pendukung
proses belajar yang berbasis IT.
Berdasarkan keluhan siswa saat mengikuti mata pelajaran Biologi di kelas, kendala utama
yang dirasakan dalam mengikuti proses pembelajaran Biologi di kelas adalah terlalu
monotonnya pelaksanaan proses pembelajaran, yaitu terutama dalam penggunaan metode
dan media serta evaluasi pembelajaran. Dimana menurut siswa metode yang dominan
digunakan hanya ceramah dan tanya jawab, sedangkan medianya hanya meliputi papan
tulis dan spidol sebagai alat tulis. Sementara pelaksanaan penilaian hanya konvensional
saja, yaitu mengandalkan pada ulangan tertulis.

Oleh karena itu demi mendorong siswa yang kurang termotivasi dalam mengikuti
pembelajaran Biologi, penulis dengan melibatkan siswa melalui kegiatan Penelitian ingin
mengkaji permasalahan Pemanfaatan Media Berbasis Teknologi Informasi dan
Komunikasi untuk Pembelajaran Sistem Pencernaan Makanan Manusia pada siswa Kelas
XI SMA Negeri 1
B. Rumusan Masalah
Dari latar belakang masalah di atas, maka dapat dirumuskan permasalahan sebagai
berikut :
(1). Apakah ada perbedaan hasil belajar biologi kompetensi dasar sistem pencernaan
makanan pada manusia siswa kelas XI SMA Negeri 1 yang pengajarannya menggunakan
media pembelajaran berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi dengan siswa yang
pengajarannya tidak menggunakan media pembelajaran berbasis Teknologi Informasi dan
Komunikasi.
(2). Seberapa jauh pengaruh Pembelajaran berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi
terhadap kemajuan belajar Biologi kompetensi dasar sistem pencernaan makanan pada
manusia siswa kelas XI SMA Negeri 1 ?

C. Tujuan Penelitian
Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :
(1). Untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan hasil belajar antara siswa yang dalam
pengajarannya menggunakan media pembelajaran berbasis teknologi informasi dan
komunikasi dengan siswa yang dalam pengajarannya tidak menggunakan media
pembelajaran berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi.
(2). Untuk mengetahui seberapa jauh pengaruh pembelajaran berbasis teknologi
informasi dan komunikasi terhadap kemajuan belajar biologi siswa kelas XI SMA Negeri
1
(3). Untuk turut menyumbangkan buah pikiran utamanya kepada rekan-rekan seprofesi
guna meningkatkan prestasi belajar siswa serta mutu pendidikan khususnya di SMA
Negeri 1

D. Manfaat Penelitian
(1). Hasil penelitian ini diharapkan dapat dijadikan dasar pedoman untuk memberikan
saran dalam melaksanakan pembelajaran berbasis teknologi informasi dan komunikasi
kepada rekan-rekan seprofesi sehingga mutu mengajar dan hasil belajar para siswa dapat
ditingkatkan
(2). Hasil penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai bahan informasi untuk
penelitian selanjutnya terutama yang menyangkut pembelajaran dengan menggunakan
media berbasis teknologi informasi dan komunikasi.

E. Perumusan Hipotesis
Berdasarkan permasalahan dan tujuan penelitian di atas, maka dapat dirumuskan
hipotesis (H1) sebagai berikut : “bahwa ada perbedaan hasil belajar antara siswa kelas XI
SMA Negeri 1 yang dalam pengajarannya menggunakan media berbasis Teknologi
Informasi dan Komunikasi dengan siswa kelas XI yang dalam pengajarannya tidak
menggunakan media Teknologi Informasi dan Komunikasi untuk mata pelajaran Biologi
kompetensi dasar sistem pencernaan makanan pada manusia”

F. Asumsi-asumsi dan keterbatasan
Dalam seluruh proses penelitian ini penulis menggunakan beberapa asumsi antara lain :
(1). Bakat dan minat siswa terhadap mata pelajaran biologi dianggap relatif sama
(2). Waktu dan Kesempatan belajar siswa di rumah untuk mata pelajaran biologi
dianggap relatif sama
(3). Sarana dan prasarana belajar siswa di rumah relatif sama sehingga kondisi belajar
dapat dianggap sama.
Selain asumsi-asumsi di atas penelitian ini juga memiliki keterbatasan antara lain :
(1). Hasil penelitian ini berlaku sepanjang asumsi-asumsi di atas dapat dipertahankan.
(2). Faktor-faktor lain yang mungkin juga berpengaruh terhadap hasil belajar siswa belum
sempat diteliti karena keterbatasan-keterbatasan dari penulis.

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Stats:
views:201
posted:10/25/2012
language:
pages:3