Documents
Resources
Learning Center
Upload
Plans & pricing Sign in
Sign Out

8.-Penulisan-Karya-Ilmiah

VIEWS: 42 PAGES: 36

									Pengertian
Karya tulis ilmiah sebuah tulisan yang berisi suatu
permasalahan yang diungkap dengan metode
ilmiah, artinya pengungkapan permasalahan
dalam karya ilmiah atas dasar fakta, bersifat
objektif, tidak bersifat emosional dan personal, dan
disusun secara sistematis dan logis.
    Ciri-ciri Karya Tulis Ilmiah
1. Mengungkapkan           masalah        dan
   pemecahannya secara ilmiah
Penyajian karya ilmiah harus berisi
pengetahuan yang dikemukakan secara
sistematis. Kesistematisan karya ilmiah
dilandasi oleh pola pikir yang logis dan fakta
terpercaya, serta analisis yang objektif.
2. Pengungkapan pendapat didukung fakta
Suatu karya ilmiah harus didukung oleh fakta atau
data yang akurat
    3. Bersifat tepat, lengkap, dan benar

Sebelum menulis karya ilmiah, seorang penulis
harus melakukan penelitian terhadap ketepatan
masalah yang akan dikemukakan, baik segi
permasalahan,   bidang    ilmiahnya,    maupun
audiennya. Semua hal yang berkaitan erat dengan
permasalahan harus dibicarakan secara lengkap
sehingga membentuk suatu tulisan utuh.
Permasalahan yang diungkap harus dapat diuji
kebenarannya, yakni kebenaran ilmiah.
4. Pengembangan secara sistematis dan
   logis
Suatu karya ilmiah ditulis dengan landasan
metode ilmiah. Oleh karena itu, penulisan karya
ilmiah perlu direncanakan secara sungguh-
sungguh dan teliti. Bagian-bagian karya ilmiah
disusun secara runtut, sistematis, dan logis
sehingga tulisan yang dihasilkannya membentuk
suatu   kesatuan    (kohesif)   dan   kepaduan
(koherensi)
5.   Bersifat tidak     memihak      dan    tidak
     emosional
Aspek yang harus dipertimbangkan dalam
penulisan karya ilmiah adalah pikiran dan
pengertian yang dikemukakan secara sistematis,
logis, dan objektif. Aspek pribadi dan emosional
sedapat mungkin dihindari. Oleh sebab itu, apabila
penulis dengan tujuan untuk kepentingan pribadi,
propaganda, mengungkapkan prasangka, dan
emosi, walaupun hal itu memiliki fakta, maka
hasilnya menjadi tulisan yang tidak ilmiah lagi.
           Jenis-jenis Karya Ilmiah
1. Laporan Hasil Kegiatan Ilmiah
Karya tulis yang berisi sajian hasil penelitian,
pengembangan atau evaluasi yang disajikan dengan
menggunakan kerangka isi, aturan, atau format tertentu.
2. Tulisan Ilmiah
Karya tulis yang merupakan ringkasan laporan hasil
kegiatan ilmiah atau ulasan ilmiah yang disajikan dengan
kerangka isi, aturan atau format tertentu, contohnya artikel
(yang dimuat di majalah, jurnal, surat kabar, atau makalah
yang disajikan dalam forum ilmiah. dll.
3. Buku
Karya tulis yang berisi bahan pelajaran yang digunakan
untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Buku dapat
berupa buku pelajaran, buku ajar, diktat, atau karya
terjemahan.
 Macam-macam makalah berdasarkan sifat
   dan jenis penalaran yang digunakan
1. Makalah deduktif
Makalah yang penulisannya didasarkan pada kajian teoritis
(pustaka) yang relevan dengan masalah yang dibahas.
(makalah yang paling banyak digunakan)
2. Makalah induktif
Makalah yang disusun berdasarkan data empirik yang
didapat dari lapangan yang relevan dengan masalah yang
dibahas.
3, Makalah campuran
Makalah yang disusun berdasarkan kajian teoretis
digabungkan dengan data empirik yang relevan dengan
masalah yang dibahas.
    Komponen Utama Artikel Ilmiah Hasil
               Penelitian
• Judul
• Nama penulis
• Abstrak dan kata kunci
• Bodi (pendahuluan, metode, hasil, dan
  pembahasan)
• Simpulan
• Daftar rujukan
    Komponen Utama Artikel Ilmiah Hasil
                 non-Penelitian
•   Judul
•   Nama penulis
•   Abstrak dan kata kunci
•   Pendahuluan
•   Sub-subbagian dengan judul sesuai
    cakupan topik
•   Simpulan
•   Daftar rujukan
   Gaya selingkungan adalah
• Gaya khas suatu jurnal yang sifatnya
  konsisten dan tetap, seperti gaya
  penampilan dan penulisan yang tercantum
  dalam pedoman penulisan jurnal tersebut.
1. Judul
Judul adalah kepala karangan. Berdasarkan judul,
pembaca dapat mengetahui secara cepat ruang lingkup
kajian,dan masalah penulisan.
Yang perlu diperhatikan dalam menyusun judul:
a. Informatif mencerminkan isi artikel
b. Tidak terlalu pendek dan tidak terlalu panjang (5-14
    kata), tetapi berbetuk frase (bukan ka)
c. Memuat variabel/konsep yang dicakup
d. Tidak ada singkatan
e. Tidak menggunakan kata-kata klise.
f. Menurut Arifin (2003) penulisan judul dapat ditempuh
    dengan melontarkan pertanyaan masalah apa,
    mengapa, bagaimana, di mana, dan kapan.
• Peningkatan Kemampuan Membaca Komprehensi
  Siswa SMAN 1 Sleman Kelas XI IPA I dengan Teknik
  ECOLA Tahun Ajaran 2009/2010
• Hubungan Antara Sikap dan Minat Belajar dengan
  Hasil Belajar Bahasa Indonesia Siswa SMP di
  Kabupaten Sleman Tahun Ajaran 2009/2010
• Pengaruh      Pendekatan   Pembelajaran     dan
  Kemampuan Penalaran Terhadap Hasil Keterampilan
  Menulis Siswa SMA di Kabupaten Bantul Tahun
  Ajaran 2009/2010
2. Nama Penulis
• Penulisan artikel tidak disertai nama gelarnya.
  Hal itu dengan maksud menghindari bias
  terhadap senioritas dan wibawa penulisnya.
  Nama penulis artikel cukup disertai lembaga
  tempatnya bekerja dengan tujuan keperluan
  korespondensi.
3. Abstrak dan Kata Kunci
Abstrak berbentuk intisari isi artikel yang
menginformasikan:
• latar belakang (masalah/tujuan penelitian),
• prosedur/metode yang digunakan,
• ringkasan hasil penelitian,
• Simpulan
Abstrak lebih baiknya ditulis dengan bahasa
  Inggris (maksudnya mudah diakses)
4. Pendahuluan
• Berisi mengutarakan hal ihwal yang menjadi
   permasalahan sehubungan dengan penelitian.
• Pendahuluan memuat:
a. Latar belakang/konteks penelitian
b. Landasan teori
c. Hasil kajian pustaka yang menunjukkan adanya
   kesenjangan temuan penelitian
d. Wawasan rencana pemecahan masalah
e. Rumusan tujuan penelitian
5. Metode
Metode adalah suatu cara, jalan, petunjuk untuk
melakukan penelitian, yang meliputi rancangan/desain
penelitian,    sarana/target     penelitian,    penentuan
populasi/sampel, teknik pengumpulan data.
Cakupan metode penelitian
a. Desain penelitian
b. Populasi/sampel
c. Data/sumber data
d. Teknik pengumpulan data
e. Teknik analisis data
Metode dalam Penelitian Tindakan Kelas terdiri atas desain
penelitian, setting penelitian, subjek penelitian, teknik
pengumpulan data, validasi data, dan teknik analisis data.
6. Hasil Penelitian
• Hasil penelitian merupakan hasil bersih
  analisis data dan hasil pengujian hipotesis
7. Pembahasan
Bagian pembahasan berisi mendiskusikan
pertanyaan penelitian dan menunjukkan
bagaimana     termuan    tersebut    dapat
diperoleh. Hasil diskusi diinterpretasikan
dengan struktur pengetahuan.
              8. Simpulan
• Memuat     jawaban   atas   pertanyaan
  penelitian   dan   bentuk    substantif;
  berbentuk esai, bukan dalam bentuk
  numerikal, dan memuat implikasi temuan
  penelitian
          9. Daftar Pustaka
• Daftar referensi yang disebutkan dalam
  artikel/penelitian.
          Penulisan Daftar Pustaka
1. Daftar Pustaka Berupa Buku
Nama penulis, tahun terbit. Judul. Kota: Nama penerbit
Keraf, Gorys. 2005. Komposisi. Flores: Nusa Indah.
2. Daftar Pustaka Berupa Buku Kumpulan Artikel
Nama penulis (Ed.). tahun terbit. Judul. Kota: Nama penrbit
Dick, Hartoko (Ed). 2004. Golongan Cendekiawan: Mereka yang
     Berumah di Angin. Jakarta: Gramedia.
3. Daftar Pustaka dengan Mengambil Satu Artikel dari Buku
Kumpulan Aritikel.
Nama penulis artikel ditulis di depan diikuti tahun pernerbitan,
judul artikel diapit tanda kutip tanipa huruf miring. Setelah itu
ditulis nama editor, judul buku kumpulan artikel, dan nomor
halaman.
Geert, Clifford. 2003. “Cendekiawan di Negera Berkembang”.
Dalam Kemala Sartika (Ed.), Menjelajah Cakrawala: Kumpulan
Karya Visioner Soedjatmoko. Jakarta: Gramedia
Lanjutan
4. Daftar Pustaka Berasal dari Artikel dalam Jurnal
Nama penulis artikel di tulis di depan diikuti tahun, judul
artikel, nama jurnal, tahun, dan nomor.
Hanafi, A. 1989. “Partisipasi dalam Siaran Pedesaan dan
   Pengadopsian Inovasi”. Forum Penelitian, tahun, 1 (1):
   33-47
5. Daftar Pustaka dari Artikel Majalah/Koran
Nama penulis ditulis dahulu dilanjutkan tanggal, bulan, dan
   tahun (jika ada). Nama majalah/koran dicetak miring
   diikuti nomor halaman.
6. Daftar Pustaka dari Koran Tanpa Penulis
Nama koran ditulis dahulu diikuti tanggal, bulan, tahun,
   judul, dan nomor halaman.
Kompas. 18 Maret 2005. “Rawan Pangan, Tanpa Basis
   Sumber Daya Lokal”, hal. 41
Lanjutan
7. Daftar Pustaka dari Karya Terjemahan
Nama penulis asli ditulis dahulu diilkuti tahun terbit asli,
judul terjemahan, nama penerjemah, tahun terjemahan,
tempat terbit dan nama penerbit.
Eangleton, Terry. 1988. Teori Sastra: Suatu Pengenalan.
Terjemahan oleh Mohammad Haji Saleh. 2004.
Kualalumpur: Dewan Bahasa dan Pustaka.
8. Daftar Pustaka dari Skripsi, Thesis, atau Disertasi
Nama penulis diikuti tahun yang ada di sampul, judul yang
diapit tanda kutip, diikuti jenis karya ilmiah, nama kota
tempat perguruan tinggi, nama fakultas, dan nama
perguruan tinggi.
Sulistiyono, Roni. 2006. “Analisis Mikrostruktural dan
Makrostruktural Novel Para Priyayi. Skripsi. Yogyakarta:
FKIP UAD
Lanjutan
9. Daftar Pustaka dari Internet
Nama penulis ditulis diikuti tahun, judul karya yang diapit
tanda kutip, diakhiri alamat sumber pustaka dan tanggal
akses.
Herusatoto. 2002. “Bioteknologi Pertanian” (online),
(http:/www.chang.jayaHeru.com/Biotekpertan04.         htm,
diunduh tanggal 12 Desember 2002)
                     Tata Cara Mengutip
a.   Kutipan Langsung (penulis menulis apa adanya teks yg dikutip)
1.   Kutipan apabila kurang dari empat baris
    •Disatukan dengan teks penulis
    •Jarak antarbaris dua spasi
    •Kutipan diapit tanda kutip (“…”)
    •Akhir kutipan diikuti tanda krg buka, nama singkat pengarang,tahun terbit,
     dan no hlm, krg tutup)
2. Kutipan lebih dari empat baris
   • Kutipan dipisahkan dengan teks dengan jarak 2,5 spasi
   • Jarak antarbaris 1 spasi
   • Kutipan boleh diapit tanda kutip
   • Akhir kutipan diikuti tanda krg buka, nama singkat pengarang,tahun terbit,
     dan no hlm, krg tutup)
b. Kutipan tidak langsung (penulis hanya menuliskan intisari dari pendapat
     yang akan dikutip). Kutipan diintegrasikan dengan teks jarak antarbaris
     dua spasi; tanpa tanda kutip; Akhir kutipan diikuti tanda krg buka, nama
     singkat pengarang,tahun terbit, dan no hlm, krg tutup)
Bahasa Baku dalam Karya Ilmiah
1. Adanya kemantapan dinamis. Kemantapan dinamis
   diwujudkan melalui kaidah dan aturan kebahasaan
   yang bersifat tetap. Bahasa baku masih memungkinkan
   adanya perubahan yang bersistem dan teratur di
   bidang kosa kata dan peristilahan serta mengizinkan
   perkembangan berjenis ragam yang diperlukan dalam
   kehidupan modern.
2. Sifat Kecendikiannya. Sifat ini dapat terwujud melalui
   penyusunan kalimat, paragraf, dan kesatuan bahasa
   yang lebih besar yang menunjukkan penalaran dan
   pemikiran yang logis, teratur, dan masuk akal.
3. Sifat penyeragaman kaidah. Ada kaidah-kaidah yang
   bersifat tetap, berlaku resmi untuk kepentingan resmi,
   dan dipahami oleh pengguna bahasa baku.
     Secara singkat bahasa dalam karya
                ilmiah harus:
1.   kelugasan,
2.   keobjektifan,
3.   ketertiban berpikir,
4.   penjauhan emosi,
5.   kebakuan,
6.   lagamnya tidak meluap-luap, dan
7.   penggunaan kalimat yang ekonomis/efektif.
       Tahap Penyusunan Karya Ilmiah
               (Arifin, 2003: 7)
1.   Tahap Persiapan
2.   Tahap Pengumpulan Data
3.   Tahap Pengorganisasian
4.   Tahap Penyuntingan Konsep
5.   Tahap Penyajian
1. Tahap Persiapan
Tahap ini, penulis harus mempersiapkan topik. Kriteria
pemilihan topik:
a. Topik harus memiliki manfaat dan layak. Manfaat
   maksudnya penelitian ini memberikan sumbangan bagi
   ilmu tertentu. Layak maksudnya layak dibahas sesuai
   bidang ilmu yang ditekuni penulis.
b. Topik menarik bagi penulis
c. Topik dikenal oleh penulis
d. Bahan yang diperlukan dapat diperoleh dan cukup
   memadai
e. Topik tidak terlalu luas/sempit.
Setelah topik ditentukan maka langkah selanjutnya
   menentukan judul.
2. Tahap Pengumpulan Data
Pengumpulan data dapat dilakukan dengan
wawancara informan, mencari informasi
melalui pencatatan dokumen dalam kartu
data, melakukan eksperimen, melakukan
rekaman audio visual/audio saja, dan
catatan lapangan.
         Cara Pengumpulan Data

1. Tes
Judul-judul   berkaitan   dengan    kemampuan,
keterampilan, prestasi, kecakapan, pengetahuan,
penguasaan, kompetensi, pemahaman, bakat
2. Nontes
Angket, membercek (daftar cek), observasi, dan
wawancara. Judul-judul berkaitan dengan angket
adalah     minat,    motivasi, persepsi, sikap,
kedisiplinan belajar
3. Tahap Pengonsepan
Jika data telah terkumpul, peneliti harus
menyeleksi data. Peneliti menggolongkan data
berdasar sifat, jenis, atau bentuk. Peneliti
menentukan pula data yang akan digunakan
dalam penelitian selanjutunya dan menyimpan
data lain yang mungkin diperlukan dalam tahap
berikutnya. Setelah tahap reduksi data dirasa
cukup, maka peneliti melakukan analisis data
sesuai permasalahan
4. Tahap Penyuntingan
• Sebelum mengetik konsep, peneliti harus
  memeriksa data analisis tersebut. Hal-hal yang
  tidak koheren/penjelasan yang berbelit-belit
  dapat diedit. Apabila peneliti merasa kurang,
  maka bagian itu dapat dilengkapi dengan
  tambahan informasi. Tahap ini juga termasuk
  tahap perbaikan.
5. Tahap Penyajian
• Peneliti menyusun karya ilmiah. Penataan,
  teknis, dan materi harus diperhatikan
  dengan cermat oleh peneliti. Oleh karena
  itu, berkaitan dengan kebahasaan penting
  diperhatikan.

								
To top