Menulis Bisa Menjadi Lahan Pencahariaan

Document Sample
Menulis Bisa Menjadi Lahan Pencahariaan Powered By Docstoc
					       Menulis kerap menjadi momok bagi anak-anak sekolah. Mereka mengaku
tidak bisa menulis. Padahal kegiatan ini lekat dengan keseharian mereka. Bila
mereka diberi tugas membuat tulisan, baik itu berbentuk fiksi atau non fiksi,
selalu mengeluh. Tak jarang yang akhirnya meminta orang lain mengerjakannya.
Bahkan banyak terjadi pembuatan skripsi oleh para mahasiswa kita dilakukan
dengan cara plagiat atau memakai joki!

      Kenyataan ini sungguh memprihatinkan. Apakah hal ini berhubungan
dengan rendahnya mutu sumber daya manusia kita, sehingga kalah bersaing
dengan bangsa lain? Boleh jadi! Sebab, menulis adalah pekerjaan intelektual.
Menulis memerlukan kecerdasan, wawasan luas, pengetahuan, dan ketrampilan.
Dengan kemampuan menulis manusia mampu berpikir terstruktur dan sistematis.
Menulis menjadikan manusia memahami nilai-nilai dan norma, yang artinya
berbudaya.

       Kegiatan menulis berkaitan dengan kegiatan membaca. Siapa yang mampu
menulis tentu juga suka membaca. Dengan membaca akan membuka kunci-kunci
pengetahuan, menyibak cakrawala wawasan, mengarungi samudera hikmah, dan
menyelami kedalaman makna yang tersurat. Kita tidak akan buta terhadap
perkembangan jaman, tidak akan tersesat mengarungi jalan kehidupan, dan
memahami nilai-nilai hidup.

        Alhasil, menulis dan membaca dua sisi mata uang. Keduanya saling
melengkapi. Budaya membaca menghasilkan budaya menulis. Jika orang
membudayakan hidup dengan banyak membaca, maka kegiatan menulis pun
merupakan keniscayaan. Kebutuhan akan bacaan makin meningkat dan hal ini
berimbas terbukanya peluang bagi para penulis. Kegiatan menulis menjadi sebuah
industri tersendiri. Sayang, masih belum banyak orang terjun ke dunia ini.

        Padahal tak sedikit mereka yang menekuni kerja sebagai penulis
menangguk kesuksesan, baik dari segi materi atau ketenaran. Sudah banyak
contoh penulis yang berjaya dengan hasil tulisannya berupa buku atau novel. Di
luar negeri tak sedikit penulis/pengarang menduduki rangking orang terkaya
sejagat. Di Indonesia beberapa penulis muda menangguk kejayaan seperti
Habiburrahman el Sirazhy, Andrea Hirata, Ahmad Fuadi, Fira Basuki, dan lain-
lain. Dari hasil royalty bisa untuk mencukupi kebutuhan hidup.

       Maka, tak berlebihan bila saya mengatakan: JADILAH PENULIS. Di
tengah ketatnya persaingan memperebutkan lahan pekerjaan dan sempitnya
lapangan pekerjaan, masih terbuka kesempatan mencari penghidupan dari
kegiatan menulis. Masih terbentang peluang mendapatkan penghasilan dari
menulis. Tumbuh suburnya industri penerbitan dan maraknya media-media cetak
maupun elektronik memerlukan kontributor penulis.

       Jumlah penduduk Indonesia yang menembus ratusan juta merupakan pasar
potensial bagi industri penerbitan. Seiring meningkatnya tingkat pendidikan dan
kesejahteraan penduduk menumbuhkan budaya membaca, kebutuhan akan bacaan
pun meningkat. Kondisi ini merupakan kabar baik bagi mereka yang menekuni
kegiatan menulis. Berbagai tema dan bentuk tulisan bisa digarap. Tulisan
berbentuk fiksi seperti; novel, kumpulan puisi, kumpulan cerpen, skenario, drama,
dan cerita anak. Tulisan berbentuk non fiksi; buku pendidikan, buku motivasi,
buku panduan, dll.

       Menjadi penulis tak membutuhkan banyak modal, karena modal pokok
bagi penulis hanyalah kemampuan menulis. Dan kemampuan menulis ini bisa
diasah dengan banyak membaca. Selain itu kreativitas dan imajinasi juga
memainkan peran penting. Kreativitas dalam arti ketrampilan merangkai kalimat
atau bahasa. Ketrampilan merangkai bahasa ini akan memunculkan gaya
penulisan (style) atau corak tulisan, dan masing-masing penulis bebas
mengembangkannya sesuai kemampuan/kreatifitas.

        Di luar negeri, khususnya di Amerika dan Eropa, profesi penulis
mendapatkan tempat terhormat di tengah masyarakat. Bahkan dari kegiatan
menulis seorang penulis mampu menempatkan dirinya sebagai miliyuner. Seperti
J.K Rowling dengan karya fenomenal Harry Potter. Perempuan yang hanya
berstatus ibu rumah tangga itu kini ditahbiskan sebagai salah satu orang terkaya di
dunia. Jadi, tidak ada alasan bagi anda menekuni dunia menulis. Siapa tahu, anda
akan menjadi milioner seperti J.K Rowling!

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Stats:
views:55
posted:10/24/2012
language:Malay
pages:2
Description: artikel motivasi