LPK Putra

Document Sample
LPK Putra Powered By Docstoc
					LAPORAN PELAKSANAAN

KULIAH KERJA NYATA MAHASISWA UNIVERSITAS GADJAH MADA ANTAR SEMESTER TAHUN 2008/2009
SUB UNIT UNIT KECAMATAN KABUPATEN PROPINSI : PESAREN : BINTET : BELINYU : BANGKA : BANGKA-BELITUNG

Disusun oleh : Nama Mahasiswa : PUTRA ABU SANDRA Nomor Mahasiswa : 06/193919/TK/31715

LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG PENGELOLAAN KKN DAN PEMBERDAYAAN KKN UNIVERSITAS GADJAH MADA YOGYAKARTA 2009

I.

LAPORAN PELAKSANAAN KEGIATAN

A. Hasil Pelaksanaan KKN PPM

Syukur Alhamdulillah, segala puji hanya bagi Allah SWT atas segala limpahan rahmat, hidayah, dan pertolongan-Nya sehingga saya dapat menyelesaikan pelaksanaan programprogram kegiatan Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran dan Pemberdayaan Masyarakat (KKNPPM) periode antar semester tahun 2009 sampai selesai dan penyusunan laporan pelaksanaan dari program-program yang telah dilaksanakan. Kuliah Kerja Nyata (KKN) merupakan salah satu bentuk program yang memadukan ketiga unsur Tri Dharma Perguruan Tinggi yaitu pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Pelaksanaan program KKN-PPM UGM antar semester 2008 di Desa Bintet, Kecamatan Belinyu, Kabupaten Bangka yang mengambil tema “Pengembangan Pariwisata Pesisir Perdesaan Berbasis Lingkungan dan Pengembangan Masyarakat di Desa Bintet, Kecamatan Belinyu, Kabupaten Bangka”. Program yang direncanakan berdasarkan hasil observasi permasalahan yang ada di dua Dusun yaitu Dusun Bukit-Beting dan Dusun Pesaren. Dalam rentang waktu 1,5 bulan, kami mahasiswa KKN sub unit Bukit-Beting, unit Bintet, Kecamatan Belinyu, Kabupaten Bangka telah melaksanakan program-program KKN, baik yang telah direncanakan sebelumnya ataupun yang muncul ketika program–program KKN tengah berjalan. Program– program yang dilakukan tersebut merupakan hasil observasi langsung terhadap sumber daya alam dan sumber daya manusia yang ada di Dusun Pesaren secara khusus dan di Desa Bintet pada umumnya. Observasi dilakukan pada minggu pertama sejak mahasiswa KKN diterjunkan ke lokasi. Secara umum, kami berupaya mengoptimalkan sumber daya manusia dan sumber daya alam yang ada di wilayah Dusun Pesaren untuk penyelesaian permasalahan yang terjadi, khususnya terkait dengan pariwisata dan pemberdayaan masyarakat Dusun Pesaren. Berdasarkan hasil observasi, penulis menemukan setidaknya terdapat beberapa permasalahan yang dapat diangkat menjadi suatu rencana program. Setidaknya terdapat 14 rencana program yang ditawarkan, namun setelah dilakukan pengkajian kembali tentang keadaan masyarakat, ketersediaan dan keterjangkauan bahan, beberapa masukan dari masyarakat maupun dari temen mahasiswa KKN lainnya, penulis merencanakan untuk membuat 6 program. Keenam program kerja tersebut terdiri atas …. program pokok tema dan … program pokok non tema. Program-program KKN yang telah dilaksanakan yaitu : 1. Pemilihan Lokasi untuk Tripikon-S

2. Pembuatan papan penunjuk arah lokasi 3. Penempatan dan pembersihan lokasi Tempat sampah sub unit pesaren 4. Pembuatan skema model untuk tripikon-S dan Pembuatan papan nama untuk Tripikon-S 5. Pengecatan kapal kelompok nelayan 6. Penyuluhan pemanfaatan dan kelebihan dan maintainance Tripkon -S

Dalam pelaksanaannya, sub-unit Pesaren menemui beberapa faktor pendukung dan penghambat terlaksananya program KKN. Berikut faktor pendukung dan penghambat yang kami temui : A.1 Faktor Pendukung 1. Komunikasi yang terjalin baik antara mahasiswa dengan ketua RT sehingga memudahkan mahasiswa dalam mengenali kondisi masyarakat dan wilayah pada saat observasi dan pelaksanaan program. 2. Loyalitas warga pada ketua RT sangat tinggi sehingga jika membutuhkan pinjaman barang untuk program dengan mudah didapatkan. 3. Tingginya perhatian pamong desa, dalam hal ini pihak kelurahan, dalam mendukung pelaksanaan program KKN. 4. Adanya sikap terbuka warga masyarakat untuk menjelaskan sendiri permasalahan yang sedang terjadi di lingkungan sekitarnya. 5. Antusiasme masyarkat dalam mendengarkan dan mencermati pemaparan program ataupun penyuluhan cukup baik.

A.2 Faktor Penghambat 1. Jarak antara lokasi KKN dengan pondokan yang lumayan jauh mengakibatkan mahasiswa sedikit mengalami kesulitan dalam berinteraksi dengan warga masyarakat. 2. Belum adanya listrik yang masuk di Desa Bintet dan kesibukan sebagian masyarakat dalam mencari nafkah pada sore hari hingga pagi hari dan pereka harus istirahat dari pagi sampai siang hari sehingga pelaksanaan program KKN hanya efektif pada saat mereka sedang tidak melaut tetapi hari nya tidak pasti. 3. Untuk RT Pesaren sendiri yang mayoritas warganya adalah etnis Cina, mahasiswa mengalami kendala dalam bercakap-cakap karena mereka berbicara menggunakan bahasa Cina walaupun tidak semua.

4. Sulitnya warga jika di ajak untuk gotong royong karena di dusun ini tidak pernah di adakan kerja bakti dan juga belum ada kelompok-kelompok masyarakat ataupun kelompok-kelompok pemuda seperti karang taruna. 5. Jarak antara lokasi KKN dengan ibukota kabupaten yang sangat jauh mengakibatkan mahasiswa kesulitan memperoleh bantuan dari Dinas-Dinas terkait dan juga kesulitan jika harus membeli barang untuk kebutuhan program. 6. Banyaknya penyakit yang ada di dusun ini seperti malaria, cikungunyah, kaki gajah, dan penyakit kulit. Sehingga mahasiswa harus sangat berhati-hati baik waktu istirahat maupun di waktu melaksankan program.

B. Pembahasan 1. Pemilihan Lokasi untuk Tripikon-S Kode Sektor No Kode Jenis Program Sifat Program : 15.1.3.13 (Tematik) : ST-T 01 : ST-T : Monodisipliner

Adapun program pemilihan lokasi Tripikon-S ini dilakukan di tiga dusun di Desa Bintet yaitu Dusun Bintet, Dusun Bukit-Beting dan Dusun Pesaren serta pantai pesaren. Hasil observasi yang dilakukan selama sekitar satu minggu di Desa Bintet ini menunjukkan bahwa masih sedikit sekali pengelolaan limbah domestic secara benar. Terlihat dari ketiga dusun ini masih sedikit sekali warga yang mempunyai toilet dan juga pembuangan limbah rumah tangga seperti limbah dapur ataupun limbah sabun hanya dibuang kebelakang rumah tanpa adanya instalasi yang mengelola limbah-limbah tersebut. unyai toilet dan juga pembuangan limbah rumah tangga seperti limbah dapur

ataupun limbah sabun hanya dibuang kebelakang rumah tanpa adanya instalasi yang mengelola limbah-limbah tersebut. Dari hasil observsi ini, juga menunjukkan banyaknya lokasi-lokasi yang membutuhkan saluran pengelohan limbah domestik. Hasil observasi di dusun Pesaren menunjukkan bahwa dirumah-rumah warga masih sedikit sekali yang memiliki saluran penolahan limbah dapur sehingga tidak memungkinkan jika dibuat percontohan TripikonS di rumah warga didusun Pesaren karena dapat memicu kesenjangan sosial. Begitu juga dengan di dusun Buki-Beting, tidak dimungkinkan jika di buat percontohan di salah satu rumah warga. Dari hasil observasi ini ada dua tempat yang cukup memungkinkan untuk di bangun percontohan saluran pengolahan limbah domestik(Tripikon-S) yaitu di Tempat ibadah di Desa bintet yaitu di Masjid Bintet dan di Pantai pesaren yaitu di tempat pelelangan ikan. Di masjid Bintet sangat memungkinkan dibangun Tripikon-S karen limbah sabun dari toilet masjid bintet tidak dibuat saluran pengolahan limbah dan limbah sabun tersebut langsung diserapkan kedalam tanah sedangkan lokasi toilet dengan sumur sangat dekat yaitu kurang dari sepuluh meter. Untuk di pantai pesaren ditempat pelelangan ikan juga dibutuhkan Tripikon-S karena limbah ikan langsung dibuang di atas pasir-pasir pantai sehingga menimbulkan bau amis yang dapat mengganggu jika pantai tersebut mau dijadikan lokasi pariwisata. Di kedua lokasi ini sama-sama memungkin jika dalam hal kesenjangan sosial karena sama-sama tempat umum. Namun untuk di lokasi pantai pesaren setelah di telusuri lebih lanjut ternyata menjadi tidak dimungkinkan untuk dibangun Tripikon-S di tempat pelelangan ikan terebut karena di waktu pasang air laut bisa membanjiri lokasi tempat pelelangan ikan tersebut dan tentu saja jika di bangun Tripikon- juga akan terendam sehingga dapat mengganggu fungsi dari Tripikon- tersebut dan tentu saja kurang efektif. Setelah didiskusokan dengan perangkat desa maka di sepakati untuk dibangun percontohan Tripikon-S di Dusun Bintet tepatnya di Mjid Bintet.

2. Pembuatan papan penunjuk arah lokasi Kode Sektor No. Kode Jenis Program Sifat Program : 15.1.2.07 (Tematik) : ST-T 08 : ST-T : Monodisipliner

Dalam program pembuatan papan penunjuka arah lokasi ini pertama-tama dilakukan observasi yang sebenarnya telah secara tidak langsung saya survei bersamaan dengan

pemilihan lokasi Tripikon-S(program yang pertama). Namun dalam memastikan lokasi mana saja yang sngat penting dan dilakukan diskusi dengan warga serta perangkat desa dilakukan dihari yang berbeda dengan penentuan lokasi Tripikon-S agar tidak membingungkan dan agar lebih fokus. Dari hasil survei lokasi menunjukkan bahwa belum adanya papan penunjuk arah di semua lokasi di desa Bintet. Baik di susun Pesaren, Dusun Bukit-Beting maupun di Dusun Bintet. Setelah didiskusikan dengan warga dan perangkat desa ternyata mereka sangat mendukung untuk pembuatan papan peunjuk arak lokasi ini apalagi jika desa ini akan dijadikan desa wisata. Dan setelah itu di sepakati lokasi-lokasi yang akan dibuat penunjuk arahnya tentu saja hanya dilokasi-lokasi penting saja dan sebagai percontohan dan jika di lain hari di anggap masih ada lokai yang perlu dibuat penunjuk arah maka warga akan membuat sendiri. Dalam pembuatan papan penunjuk arah lokasi ini di peroleh sedikit bantuan dari pemda bangka. Dalam pembelian alat dan bahan untuk pembuatan papan penunjuk arah lokasi ini sedikit mengalami kendala yaitu kendala transportasi karena jarak yang cukup jauh untuk kekota serta akses jalan yang berlubang. Namun kendala ini dapat teratasi dengan mudah hanya saja memakan waktu dalam persiapan alat dan bahan. Dalam pembuatan papan penunjuk arah lokais ini di lakukan sesederhana mungkin mengingat tenaga, waktu dan dana yang terbatas. Adapun untuk bahan dasar digunakan papan lalu di cat. Dan dilakukan penyablonan dengan menggunakan cat semprot atau disebut juga cat pilog. Dan bahan sablonan dibuat manual dengan di print di kertas huruf-huruf yang akan disablon lalu di potong sehingga dapat digunakan untuk penyablonan. Dalam pelaksanaan pembutan papan penunjuk arah lokasi ini tidak ada kendala karena dibantu oleh teman-teman yang bersemangat tinggi dan sudah biasa serta berpengalaman dalam acara dekorasi. Setelah di cat bahan dasar papan dan di sablon, papan tersebut di jemur hingga kering dan tidak lengket lagi cat nya. Setelah selesai dibuat lalu dilakukan pemsangan atau penempatan papan penunjuk arah lokasi ini ditempat yang telah di tentukan. Pada saat pemasangan papan penunjuk arah lokasi ini, warga sangat antusias sekali dalam membantu dan pak RT bukit pun juga ikut turun kelapangan pada saat pemasangan papan penunjuk arah lokasi ini.

3. Penempatan dan pembersihan lokasi Tempat sampah sub unit pesaren Nomor sektor No. Kode Jenis Program : 15.1.3.06 (Tematik) : ST-T 16 : ST-T

Sifat Program

: Interdisipliner

Program ini adalah program inter disipliner yang akan bejerja sama dengan temanteman dari jurusan peternakan. Setelah bersama-sama membersihkan lokasi tempat sampah, sampah yang kita kumpulkan khususnya sampah organik di manfaatkan oleh teman-teman dari jurusan peternakan untuk dijadikan kompos. Program ini juga melibatkan banyak pihak dan warga setempat baik dalam persiapan seperti peminjaman alat dan juga dalam pelaksanaan. Pada saat persiapan dibutuhkan peralatan yang cukup banyak karena lokasi yang harus dibersihkan ada dua lokasi yaitu di dekat pantai dan di halaman pemukiman warga tepatnya di halamn depan rumah ketua RT pesaren. Dalam persiapan ini tidak ada masalah karena banyak warga yang bersedia berswadaya unutk meminjamkan peralatannya mulai dari pacul, parang, sapu lidi dan juga air minum. Setiap barang yang dipinjam kami tulis dan kami catat agar mudah dalam pengembaliannya. Pada pelaksanaan pembersihan lokasi dilakukan secara bergantian. Lokasi pertama yang dibersihkan adalah lokasi yang didekat pantai dan setelah itu dilakukan pembersihan dilokasi pemukiman warga. Warga cukup antusias dalam melakukan pebersihan ini meskipun di awal pembersihan hanya sedikit orang namun setelah berjalan sekitar setengah jam cukup banyak warga yang membantu. Setelah dilakukankan pembersihan didua lokasi ini semua peralatan yang dipinjam langsung di kembalikan. Setelah lokasi cukup bersih dan telah di siapkan tempat untuk meletakkan kotak sampah, barulah dilakukan pengangkutan kotak sampah. Dalam pengangkutan kotak sampah ini ada sedikit kendla karena lokasi agak jauh dari tempat pembuatan kotak sampah sedangkan kendaraan sangat terbatas. Namun pengangkutan dilakukan secara bertahap dan bisa terangkut dengan baik meskipun cukup banyak menghabiskan waktu. Setelah kotak sampah diletakkan, kami langsung meletakkan sampah sesuai dengan jenisnya ke masing-masing kotak sampah.

4. Pembuatan skema model untuk tripikon-S dan Pembuatan papan nama untuk Tripikon-S Nomor sektor No. Kode Jenis Program Sifat Program : 15.1.2.07 (Tematik) : ST-T 24 : ST-T : Monodisipliner

Program pembuatan skema model untuk Tripikon-S dan Papan nama Tripikon-S ini dilakukan untuk mempermudah jika nanti ada warga yang ingin tahu mengenai pembuatan Tripikon-S. Dalam program pembuatan skema model untuk tripikon-S dan papan nama Tripikon-S ini tidak mengalami kendala yang berarti. Hanya saja partisipasi warga hanya sedikit karena memang program ini memang tidak terlalu banyak menyerap tenaga. Pada saat persiapan alat dan bahan untuk program ini cukup mengalami kendala dalam hal transportasi karena peralatan yang harus dibeli belum tersedia di Desa steempat seperti kertas untuk sablon, triplex dan beberapa peralatan lainnya sementara jarak antara Desa Bintet ke kota cukup jauh yaitu memakan waktu satu setengah jam sehingga untuk pulang perginya saja sedah menghabiskan waktu setengah hari. Meskipun begitu kendala tersebut dapa teratasi dengan baik. Setelah peralatan lengkap barulah dilakukan pencetakan sablon dan dibuat disain skema Tripikon-S. Pada saat pemotongan sablon dan pengecatan dasar papan nama Tripikon-S ada beberapa orang warga yang ikut membantu. Untuk pengecatan papan nama cuaca cukup mendukung sehingga pengeringan papan untuk di sablon cukup dalam satu hari saja. Setelah warna dasar papan tripikon-S dan warna dasar papan untuk skema tripikon-S kering mka dilakukan penyablonon untuk papan nama tripikon-S dan penempelan hasil disain untuk skema tripikon-S. Pada pembuatan skema tripikon-S didisain dengan menggunakan corel draw dan ada sedikit kendala pada saat membuat disain nya yaitu kendala pada listrik karena dilokasi KKN belum ada jaringan PLN sehingga harus bergantian melakukan pengisian baterai laptop dan juga bergantian pada saat melakukan pencetakan. Setelah selesai dibuat papan nama tripikon-S dan desain skema model tripikon-S, lalu dilakukan pemasangan. Pada saat pemasangan ada beberapa warga yang membantu dan dapat dilakukan dengan lancar tanpa kendala yang berarti.

5. Pengecatan kapal kelompok nelayan Nomor sektor No. Kode Jenis Program Sifat Program : 15.1.2.18 (Tematik) : ST-T 32 : ST : Monodisipliner

Program pengecatan kapal ini adalah program yang belum direncanakan pada saat survei sebelum KKN. Program ini dilakukan dalam rangka pemberdayaan dan

peningkatan mutu kapal dan semangat para nelayan. Pada saat observasi awal ada beberapa nelayan yang membutuhkan bantuan dan masukan dalam mengecat kapal mereka. Setelah dilakukan pengecatan satu buah kapal ternyata banyak nelayan yang juga tertarik untuk melakukan pengecatan kapal. Namun pada pengecatan kapal ini tidak dilakukan secara serentak karena tenaga yang terbatas dan menyesuaikan kondisi cuaca setempat. Pada setiap pengecatan kapal dilakukan bersama beberapa orang nelayan dan semua dana untuk persiapan pengecatan kapal di dapat dari swadaya para nelayan itu sendiri. Pada saat pengecatan kapal pertama dapat dilakukan dengan lancar karena cuaca yang mendukung. Namun pada saat pengecatan kapal yang kedua ada sedikit kendala yaitu cuaca mendung. Cuaca menjadi kendala karena sistem pengecatan dilakukan dua tahap agar bisa didapat hasil pengecatan yang maksimal. Sehingga setelah pengecatan tahap pertama kita harus menunggu hasil pengecatan kering lalu baru dilakukan pengecatan tahap kedua. Dan untuk pengecatan kapal ketiga dan kapal keempat dapat dilakukan dengan baik walaupun kadang juga ada sedikit kendala yaitu masalah cuaca namun hasil yang didapat cukup maksimal. Pada program pengecatan kapal ini cukup banyak kapal yang di cat dan di bagi-bagi dalam beberapa tim pengecatan kapal. Dan yang diambil sebagai program disesuaikan tim yang kita terlibat didalamnya masing-masing dan ada empat kapal yang saya terlibat dalam pengecatan kapal tersebut sehingga yang di masukkan kedalam program hanya sampai pada pengecatan kapal ke empat. Secara keseluruhan program pengecatan kapal ini terlaksana dengan baik dan di sambut dengan sangat antusias oleh para nelayan. Namun teknologi dalam pengecatan kapal ini masih sangat sederhana yaitu hanya dengan menggunakan kuas belum menggunkan mesin kompresor yang dapat dilakukan dengan cepat. Dan program pengecatan kapal ini juga berdampak positif dalam menjaga kekompakan para nelayan. 6. Penyuluhan pemanfaatan dan kelebihan dan maintainance Tripkon –S di Pesaren. Nomor sektor No. Kode Jenis Program Sifat Program : 15.1.4.17 (Tematik) : ST-T 40 : ST-T : Monodisipliner

Program penyuluhan tripikon-S ini dilakukan di sub unit pesaren dengan tujuan agar masyarakat mengetahui pentingnya pengolahan ataupun penyaluran limbah rumah tangga agar lingkungan menjadi sehat dan tidak tercemar. Lebih lanjut lagi pada program penyuluhan ini diharapkan agar warga memahami apa manfaat , kelebihan dan juga cara perawatan tripikon-S. Dan selain itu juga warga diharapkan untuk membuat instalasi pengolahan limbah rumah tangga di rumah masing-masing. Baik dibuat seperti tripikon-S yang telah dibuat sebagai percontohan ataupun di buat dalam jenis lain. Pada persiapan penyuluhan tripikon-S ini ada beberapa kendala yaitu kendala ruangan tidak kondusif meskipun ruangan yang digunakan adalah ruang kelas di SD sehati. Penyuluhan dilakukan disesuaikan dengan jam kerja warga setempat. Sehingga pelaksanaan penyuluhan hanya bisa dilakukan pad a siang hari yaitu pukul 13.00 – pukul 15.00 WIB. Penyuluhan dilakukan pada jam seperti itu karena para nelayan mulai melaut pada sore hari dan pulang dipagi hari dan para nelayan harus istirahat hingga pukul12.00 WIB. Pada awal penyuluhan warga yang datang sangat sedikit namun setelah sekitar lima belas menit acara berjalan warga mulai berdatangan hingga akhirnya ruangan dipenuhi oleh warga. Pada saat penyampaian materi penyuluhan juga cukup mengalami kendala yaitu kendala pada bahasa karena banyak warga yang tidak begitu paham berbahasa Indonesia. Sehingga dalam penyampaian materi dilakukan dengan sedikit berbahasa daerah dan disampaikan dengan pelan-pelan . jika ada beberapa yang tidak mengerti maka mereka juga dipersilahkan untuk mengobrol dengan warga yang mengerti. Adapun materi yang disampaikan pada saat penyuluhan tentang tripikon-S ini adalah berkisar tentang tujuan pembuatan tripikon-S, manfaat dan kegunaan tripikon-S dan cara pembuatan serta cara perawatan tripikon-S. Adapun manfaat dibuatnya tripikon-S ini adlah agar limbah rumah tangga dn limbah sabun tidak mencemari air tanah dan tidak menimbulkan bau amis pada lingkungan. Dan disini juga di jelaskan bahwa pembuatan tripikon-S ini mudah dan hanya memerlukan dana yang sedikit. Selain itu yang tidak kalah penting agar hasil yang di dapatkan dapat maksimal maka perawatan tripikon-S juga sangat penting dan telah disampaikan pada saat penyuluhan ini. Secara keseluruhan program penyuluhan tripikon-S ini dapat terlaksana dengan baik. Dan warga juga cukup antusias dalam mengikuti penyuluhan ini. Meskipun ada sediki kendala pada penyuluhan ini seperti kendala karena tidak ada nya pengeras suara yang memadai namun penyuluhan tetap terlaksana.

II. KESIMPULAN
Secara garis besar dapat ditarik kesimpulan bahwa semua kegiatan program KKNPPM UGM 2009 di dusun Pesaren Desa Bintet ini dapat terlaksana dengan baik dan lancar walaupun pada pelaksanaannya ditemui beberapa kendala. Terbukti dengan adanya partisipasi dari masyarakat setempat dalam bentuk aspirasi dan kehadiran masyarakat dalam program-program yang telah direncanakan dapat berjalan dengan lancar. Dukungan para dinas-dinas terkait, perangkat desa, pamong desa dan masyarakat juga turut menjadi kunci sukses pelaksanaan program ini. Selain itu saran dan nasihat dari ketua RT , ketua BPD dan warga pesaren juga sangat membantu kami mahasiswa KKN. Kekurangan yang ada umumnya terjadi karena keterbatasan waktu, tenaga dan dana. Adapun jumlah program saya yang dapat terlaksana adalah sebanyak enam program. Dari keenam program tersebut memang ada yang mengalami kendala tetapi masih dapat terselesaikan dan dilaksanakan dengan baik.

III.

SARAN-

1. Desa Bintet adalah desa yang berpenghasilan umumnya dengan melaut (nelayan) di dusun Pesaen dan Tambang timah untk dusun Bintet dan dusun Bukit-Beting, karena ini merupakan pekerjaan yang membutuhkan fisik yang sangat prima maka di sarankan agar warga memperhatikan juga masalah lingkungan dan kesehatan, dalam hal ini memperhatikan limbah rumah tangga untuk di salurkan dengan baik. 2. Di sarankan juga kepada warga untuk membuat sumur-sumur pengolahan limbah seperti yang telah dicontohkan dimasjid Bintet. Dan disarankan untuk dibuat dirumah masing-maisng, mengingat biaya yang dibutuhkan hanya sedikit dan mudah dilakukan. 3. Bagi mahasiswa KKN yang selanjutnya hendaknya meneruskan dan mengembangkan program-program yang telah dilaksanakan pada KKN PPM UGM Periode Antar Semester 2009. Terkhusus lagi adalah masalah plangisasi diharapkan dibuat dengan tiga bahasa yaitu dengan bahasa inggris dan bahasa cina apalagi jika desa ini berhasil menjadi desa wisata. 4. Sebagian besar warga dusun Pesaren adalah para nelayan untuk itu diharapkan pemeintah memperhatikan dan memberikan bantuan kapal penangkapan ikan yang lebih canggih dan juga member penyuluhan tentang penjagaan lingkungan.

5. Pada saat awal KKN, warga pesaren mendapati masalah khususnya bagi para nelayan karena adanya penambang timah yang mencoba memasuki wiayah pantai pesaren. Sehingga di awal KKN program-program mengalami sedikit kendala. Untuk itu disarankan agar pemerintah dpat membantu warga pesaren dalam menyelesaikan permaslahan ini.


				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:521
posted:10/19/2009
language:Indonesian
pages:13
Description: Putra : Laporan Pelaksanaan Kegiatan KKN PPM Bangka 2009