LAPORAN PELAKSANAAN KEGIATAN (Individu)
KULIAH KERJA NYATA PEMBELAJARAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT UNIVERSITAS GADJAH MADA ANTAR SEMESTER TAHUN 2009
SUB UNIT UNIT KECAMATAN KABUPATEN PROVINSI
: PESAREN : BINTET : BELINYU : BANGKA : BANGKA BELITUNG
Disusun Oleh : Nama Mahasiswa : HENDY GITA WEDHATAMA Nomor Mahasiswa : 06/198035/GE/06072
BIDANG PENGELOLAAN KKN DAN PEMBERDAYAAN UKM LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT UNIVERSITAS GADJAH MADA YOGYAKARTA I. LAPORAN PELAKSANAAN KEGIATAN A. Pengecatan Sumur Untuk Cuci di Tepi Pantai Pesaren Sifat Program : Monodisipliner No. Sektor No. Kode : 15.1.2.17 : ST-T 75
Lokasi
: Dusun Pesaren
Program ini merupakan sebuah bentuk kegiatan yang didasarkan pada penciptaan keindahan pada fasilitas sarana prasarana untuk menunjang pariwisata agar dapat menarik minat wisatawan sehingga dapat memberikan pemasukan bagi masyarakat sekitar. Program ini dimulai dengan melakukan survei mengenai dimana sajakah lokasi-lokasi yang biasanya digunakan oleh pengunjung wisatawan untuk cuci setelah mereka melakukan aktifitas di pantai. Dimulai pada minggu pertama dimana sambil melakukan observasi dan pengenalan kepada masyarakat, bersama beberapa orang warga sebagai pendamping dilakukan pula proses survei dan pengambilan foto mengenai objek-objek yang berpotensi untuk menjadi objek yang akan diperindah. Objek yang akan diperindah tersebut, ditemukan di tepi pantai dengan kondisi yang sudah banyak berlumut dan tidak terawat padahal sumur tersebut banyak digunakan oleh para wisatawan yang berkunjung untuk cuci. Setelah menemukan objek yang dimaksud yakni sumur dengan ukuran 2 x 2 meter, maka selanjutnya ialah melakukan sosialisasi pada warga. Sosialisasi yang dilakukan disampaikan dalam bentuk lisan dengan dibantu oleh 6 warga. Wargapun banyak menyambut dengan sangat antusias karena sumur tersebut juga digunakan oleh warga yang sebagian besar nelayan untuk mencuci setelah mereka bekerja di laut. Namun satu hal yang mengganjal ialah pengadaan alat dan bahan seperti cat dan kuas yang tidak mudah untuk ditemui di Dusun Pesaren sehingga untuk memperolehnya, harus pergi ke daerah kecamatan dengan jarak 2,5 jam. Hal tersebut tentunya menghabiskan waktu yang lama untuk pengadaan alat dan bahan yang akan digunakan. Untuk melakukan pengecatan, sumur tersebut harus dibersihkan dahulu dari lumut dan kotoran yang menempel agar nantinya cat yang ada bisa tahan lama dan tidak cepat terkelupas. Pengecatan yang dilakukan pun harus hati-hati agar cat tidak menetes dan masuk mencemari air sumur yang ada. Warga Pesaren sangat antusias melakukan pengecatan dan banyak juga partisipasi warga dalam bentuk yang lain seperti kuas, konsumsi dan sebagainya. Setelah pengecatan selesai dilakukan, sumur tersebut pun diserahkan kepada Ketua RT Pesaren yang disaksikan oleh beberapa warga pada saat selesai pelaksanaan bersih pantai.
B. Bersih Pantai di Dusun Pesaren Sifat Program : Interdisipliner dengan A-T 36 dan ST-T 17 No. Sektor No. Kode : 13.1.3.01 : ST-T-76
Lokasi
: Dusun Pesaren
Program ini merupakan program yang menginginkan adanya keberlanjutan pada masyarakat agar masyarakat sadar akan kebersihan terutama pada kebersihan pantai yang ada. Selama ini Pantai Pesaren terlihat kotor dimana banyak orang membuang sampah sembarangan tanpa mempedulikan kebersihan pantai yang ada. Hal ini membuat adanya ketidaknyamanan pengunjung yang datang ke Pantai Pesaren. Dalam melakukan bersih pantai ini, sampah yang ada dipisahkan menjadi 3 bagian berdasarkan bentuk sampah tersebut yakni sampah organik seperti daun-daunan, makanan dan sebagainya, sampah kaca, dan sampah plastik. Program ini bersifat interdisipliner dimana melibatkan 3 kluster sekaligus yakni pembuatan tempat sampah pada kluster Sains – Teknologi dan pengolahan sampah organik menjadi pupuk kompos pada kluster Agro. Pada pelaksanaan program ini, masyarakat sangat antusias sekali dimana banyak masyarakat yang terlibat baik anak-anak, ibu-ibu, maupun pemuda dan bapak-bapak. Selain itu pelaksanaan bersih pantai ini melibatkan peran sekolah yakni pada anak-anak SD Sehati dan SD/ SMP satu atap Bintet, agar sejak dini anak-anak dapat ditanamkan jiwa kebersihannya. Pelaksanaan Bersih Pantai ini menjadi rutinitas mingguan selama masa KKN yakni 4 kali dalam 1 bulan. Teknis pelaksanaan bersih pantai ini ialah sampah-sampah yang ada dibuang pada kantong plastik sementara dan sudah dipisahkan menjadi organik, kaca dan plastik. Setelah plastik penuh sampah maka sampah yang ada dibuang pada tempat sampah sesuai bentuk sampah yang ada. Pada sampah organik, dibuat menjadi pupuk kompos, untuk sampah kaca dan plastik dibuang karena belum ada pengolahan lanjutan pada kedua jenis sampah tersebut.
C. Pengecatan dan Perbaikan 5 Kapal F, G, H, I, dan J untuk Menunjang Pariwisata di Dusun Pesaren Sifat Program : Monodisipliner No. Sektor No. Kode Lokasi : 08.1.1.02 : ST - T 77 : Dusun Pesaren
Program pengecatan dan perbaikan kapal dilakukan karena kapal-kapal yang ada banyak mengalami pengelupasan pada cat dan kapal banyak juga yang rusak. Kapal-kapal tersebut juga banyak ditumbuhi oleh tritip yakni semacam karang dan apabila tidak segera dibersihkan maka kapal ini bisa bocor. Cat kapal sangat berfungsi untuk melindungi kapal
dari kebocoran air laut dan juga agar kapal tidak mudah rusak dan lapuk. Kapal yang digunakan oleh nelayan ini, sehari-hari digunakan untuk mencari ikan yang merupakan mata pencaharian utama dari seluruh penduduk Dusun Pesaren. Selain itu kapal ini juga berfungsi untuk menunjang pariwisata di Dusun Pesaren yakni digunakan untuk mengantar para wisatawan yang akan berkunjung ke Pulau Mengkudu, jalan-jalan melihat laut bahkan hingga untuk mengantar wisatawan yang ingin wisata memancing di laut. Masyarakat menggantungkan hidupnya dari kapal-kapal ini dimana pendapatan mereka rata-rata per hari mencapai Rp. 300.000. Oleh karena itu apabila kapal-kapal ini tidak segera diperbaiki, maka penduduk juga tidak dapat bekerja dan pariwisata juga akan terganggu karena wisatawan tidak dapat menikmati panorama laut dengan menggunakan kapal. Masyarakat Dusun Pesaren sangat antusias menyambut program pengecatan kapal ini, karena program ini langsung mengenai masyarakat dan memiliki manfaat yang nyata bagi para nelayan. Program ini dilakukan dengan diawali survei pada kapal-kapal yang sudah dianggap tidak layak pakai. Dari hasil survei, ditemukan 5 kapal yang dianggap memiliki kualitas yang rendah dan perlu dilakukan pengecatan serta perbaikan yakni kapal F, G, H, I dan J. Pada kapal-kapal tersebut akhirnya disosialisasikan pada masyarakat jika akan diadakan pengecatan dan perbaikan kapal. Program ini menggunakan dana dari masyarakat karena masyarakat sadar akan pentingnya program tersebut dan sangat terbantukan dengan adanya program ini sehingga program ini dapat berjalan dengan baik dan lancar. Sebelum dilakukan pengecatan, kapal-kapal tersebut harus dibersihkan terlebih dahulu dari kotoran, pasir serta tritip yang ada agar cat dapat tahan lama dan tidak cepat mengelupas sehingga kapal tidak cepat bocor. Setelah dibersihkan, barulah kapal-kapal tersebut dicat bersama dengan penduduk. Pengecatan kapal tidak boleh dilakukan saat kapal terkena sinar matahari secara langsung agar cat tidak mudah rusak sehingga pengecatan biasanya dilakukan pada pagi hari dan sore hari.
D. Pembentukan dan Pendampingan Kelompok Karang Taruna di Dusun Pesaren Sifat Program : Monodisipliner
No. Sektor No. Kode Lokasi
: 11.4.1.01 : ST - T 78 : Dusun Pesaren
Program Pembentukan dan pendampingan kelompok karang taruna di Dusun Pesaren didasari dengan tidak adanya organisasi kepemudaan yang kuat dan terstruktur pada Dusun Pesaren. Padahal Dusun Pesaren memiliki banyak sekali pemuda dan pemudi yang bisa diandalkan. Organisasi kepemudaan karang taruna ini nantinya dapat berfungsi ketika Dusun Pesaren mengadakan kegiatan dimana saat ini pemuda dan pemudi menjadi kunci utama dalam pembangunan. Selain itu dengan adanya organisasi kepemudaan karang taruna ini, pemuda dan pemudi yang ada di Dusun Pesaren dapat menyalurkan berbagai kegiatan yang positif dan menjadi wadah perkumpulan pemuda yang dapat mempererat persahabatan dan komunikasi yang ada. Organisasi ini dibentuk pada salah satu rumah warga yang merupakan anggota BPD yakni A kiun dan dihadiri oleh 25 orang pemuda dan tokoh masyarakat yang ada. Pemilihan ketua karang taruna berlangsung lama karena banyak sekali kendala yang dihadapi oleh calon ketua. Hingga akhirnya berdasarkan hasil keputusan bersama dari pemuda dan tokoh masyarakat yang ada, dipilihlah Yong Ku sebagai ketua karang taruna Dusun Pesaren. Untuk menindaklanjuti hasil dari pembentukan kelompok struktur karang taruna, maka kegiatan awal yang dilakukan ialah perlombaan untuk memperingati HUT-RI yang ke 64 pada tanggal 16 Agustus 2009. Dalam hal ini pemuda mengadakan perlombaan-perlombaan baik untuk anak-anak, ibu-ibu hingga pemuda dan bapak-bapak. Warga yang mengikuti perlombaanpun sangat antusias karena jarang sekali diadakan perlombaan untuk ibu-ibu dan bapak-bapak sehingga untuk tahun ini terasa berbeda sekali. Lomba yang diadakan ialah lomba kelereng untuk anak SD, lomba makan kerupuk untuk anak TK, lomba tarik tambang untuk anak-anak, pemuda, bapak-bapak dan ibu-ibu serta lomba memasukkan benang dalam jarum untuk ibu-ibu. Hadiah dari acara perlombaan ini akan diberikan pada waktu sembhayang rebut yang dilakukan oleh Masyarakat Dusun Pesaren pada tanggal 3 September 2009. Hasil evalusai yang dilakukan, kegiatan perlombaan ini berlangsung seperti yang diharapkan dan peran karang taruna sudah dapat berjalan walaupun masih butuh waktu untuk menyesuaikan kebiasaan dari pemuda dan pemudi untuk semakin banyak mengadakan kegiatan.
E. Pembuatan dan Pengeditan Peta Wisata Kabupaten Bangka
Sifat Program : Monodisipliner No. Sektor No. Kode Lokasi : 08.1.1.02 : ST-T 79 : Desa Bintet
Program ini merupakan pembuatan peta yang berisikan lokasi yang merupakan objek wisata, sebagai penunjang sarana pariwisata. Pembuatan peta ini bertujuan agar wisatawan dapat melihat objek-objek pariwisata yang ada d Kabupaten Bangka secara administratif sehingga dapat menarik minat wisatawan untuk mencoba berbagai objek wisata yang ditawarkan. Sebenarnya peta wisata Kabupaten Bangka sudah dibuat oleh Dinas Pariwisata Kabupaten Bangka, namun ada beberapa objek wisata yang belum ditampilkan disana sehingga perlu adanya revisi dari peta wisata tersebut dan dibuat ulang. Hal ini ditujukan agar nantinya peta wisata yang dibuat dapat menunjang pariwisata yang ada di Desa Bintet. Program ini diawali dengan sosialisasi objek wisata yang dirasa cukup berpotensi untuk ditampilkan dalam peta wisata tersebut dan kemudian dibicarkan kepada warga untuk sekadar persetujuan dan penjabaran informasi mengenai lokasi tersebut. Setelah lokasinya pasti, dilakukan turun ke lapangan bersama beberapa warga untuk melakukan pemotretan dan tracking lokasi dengan GPS untuk kemudian dipastikan batas lokasinya di peta. Proses pembuatan peta potensi wisata ini dilakukan dengan menambahkan elemenelemen tertentu dari peta administrasi Kabupaten Bangka yang sebelumnya sudah dibuat dan diberi simbol yang menyerupai dengan objek wisata tersebut.
F. Pembuatan Peta Potensi Wisata Desa Bintet Sifat Program : Monodisipliner No. Sektor No. Kode Lokasi : 08.1.1.02 : ST-T 80 : Desa Bintet
Program ini merupakan pembuatan peta yang berisikan lokasi yang berpotensi sebagai objek wisata, sebagai penunjang dan sarana terbentuknya embrio desa wisata Bintet. Awal progam ini dimulai dengan melakukan survei menjelajahi Desa Bintet untuk mencari lokasi manakah yang berpotensi untuk menjadi objek wisata selain Pantai Pesaren dan Pulau Mengkudu. Didapatkan lokasi kebun kelapa yang memiliki pemandangan alam indah dan luas di tepi pantai. Selain itu terdapat objek air panas yang panasnya lebih dari 50°
serta kebun rosela yang bunganya dapat dijadikan minuman menyegarkan sehingga cocok untuk dijadikan agrowisata. Desa Bintet juga memiliki pusat oleh-oleh sendiri yang dapat dijadikan oleh-oleh khas dari Desa Bintet. Selanjutnya dari lokasi yang dirasa cukup berpotensi tersebut dibicarkan kepada warga untuk sekadar persetujuan dan penjabaran informasi mengenai lokasi tersebut bersama warga setempat dan Kepala Desa serta kelompok sadar wisata yang telah dibentuk untuk membahas objek-objek yang menjadi potensi wisata. Setelah lokasinya pasti, dilakukan turun ke lapangan bersama warga untuk melakukan pemotretan dan tracking lokasi dengan GPS untuk kemudian dipastikan batas lokasinya di peta. Untuk potensi wisata jamu tradisional dilakukan pendeleniasian bersama warga pada citra Proses pembuatan peta potensi wisata ini dilakukan dengan menambahkan elemenelemen tertentu dari peta administrasi Desa Bintet yang sebelumnya sudah dibuat seperti deskripsi singkat dan foto-foto dari lokasi tersebut yang ditampilkan pada lieflet yang akan dibuat.
II. KESIMPULAN Secara garis besar program yang direncanakan dapat berjalan sesuai yang diharapkan, walau tidak dapat dipungkiri masih terdapat kekurangan-kekurangan yang ada. Namun program tersebut sudah dilaksanakan secara optimal sebatas kemampuan. 1. Program direncanakan untuk dilaksanakan disesuaikan dengan potensi wilayah dan kondisi masyarakat 2. Bersemangat dalam berpartisipasi membantu berjalannya program 3. Partisipasi masyarakat berperan besar dalam suskesnya program, peran serta mereka dan bantuan mereka adalah salah satu kunci berjalannya program.
III. SARAN 1. Kedepannya supaya KKN ini dapat berjalan lebih lancar alokasi dana untuk pelaksanaan program sebaiknya diberikan lebih banyak, walaupun sudah ada namun terasa kurang 2. Pelaksanaan program sebaiknya yang bersifat partisipatif dengan melibatkan banyak warga sehingga mereka tidak hanya sebagai penonton dan penerima saja
3. Sebaiknya program yang dilakukan dapat menggugah jiwa kewirausahaan masyarakat, dikarenakan kondisi perekonomian masyarakat yang semakin terpuruk dan juga susah untuk mencari pekerjaan 4. Harapan untuk masyarakat kedepannya supaya program yang sudah ada dapat terus bermanfaat dengan pengelolaan yang baik.