Docstoc

LPK Arif

Document Sample
LPK Arif Powered By Docstoc
					LAPORAN PELAKSANAAN KEGIATAN (Individu) KULIAH KERJA NYATA MAHASISWA PEMBELAJARAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT UNIVERSITAS GADJAH MADA
TAHUN 2009
SUB UNIT UNIT KECAMATAN KABUPATEN PROPINSI : DUSUN PESAREN : DESA BINTET : BELINYU : BANGKA : KEPULAUAN BANGKA BELITUNG

Disusun oleh : Nama Mahasiswa : ARIF BAMBANG WIBOWO Nomor Mahasiswa : 06/198671/PT/05247

BIDANG PENGELOLAAN KKN-PPM DAN PENGEMBANGAN UMKM DAN PELAYANAN MASYARAKAT LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT UNIVERSITAS GADJAH MADA YOGYAKARTA

I. LAPORAN PELAKSANAAN KKN-PPM

Hasil Pelaksanaan KKN-PPM Program-program KKN PPM UGM yang telah dilaksanakan secara umum antara lain : 1. Penyemprotan Disinfektan untuk Membasmi Bakteri dan Virus pada Lingkungan dan Ternak Babi 2. Pembuatan dan Perbaikan Kandang Babi Induk (Betina) 3. Pembuatan dan Perbaikan Kandang Anak Babi 4. Pelatihan Penggunaan Penggunaan Tanaman Obat Alternatif pada Ternak Babi sebagai Pengganti Obat-Obat Kimia 5. Pemberian Vitamin dan Obat Cacing pada Ternak Babi Secara Teratur 6. Pelatihan Manajemen Pemeliharaan untuk Mempercepat Siklus Periode Bertelur Ayam dan Pembuatan Kandang Anak Ayam Sederhana dan Pemanas Sederhana Sebagai Pengganti Indukan.

Pembahasan Berikut adalah uraian pembahasan masing-masing program: 1. Penyemprotan Desinfektan untuk Membasmi bakteri dan Virus pada Lingkungan dan Ternak Babi Kode Sektor No Kode : 02.3.2.06 : A-T-27

Jenis Program : Agro (A) Sifat Program : Mono Disipliner Kegiatan pertama kali dilakukan adalah mensurvei tempat/lokasi dimana lokasi

kandang dan ternak babi berada. Lokasi kandang dan ternak babi tersebut berada pada wilayah yang masuk dalam lingkungan pemukiman penduduk. Berlokasi di Dusun Pesaren, ada banyak peternak komoditas babi salah satunya penduduk yang bernama Pak A Lay dan pak Bo Lin. Komoditas ternak babi yang dipelihara Pak A Lay lebih dari 50 ekor yang terdiri dari 7 induk, 1 pejantan, dan lebih dari 50 ekor anak babi, sedangkan Pak Bo Lin hanya memelihara 2 ekor induk dan 21 ekor anak babi. Cara pemeliharaan ternak babi masih di lepas secara bebas di halaman rumah dan tidak dikandangkan sehingga ternak babi bebas berkeliaran dan buang kotoran di

sembarangan tempat. Untuk itu dilakukan penyuluhan dan pelatihan mengenai sanitasi khususnya ternak babi dengan melakukan penyemprotan desinfektan pada ternak babi dan lingkungannya. Diajarkan kepada mereka tata cara memelihara kebersihan kandang dan ternak babi. Sebelumnya para masyarakat telah mengikuti penyuluhan tentang cara membuat cairan desinfektan sesuai dosis yang dianjurkan dan cara pengisian cairan desinfektan pada alat penyemprot desinfektan. Ditekankan kepada peternak babi untuk selalu melakukan penyemprotan desinfektan setiap hari minimal dua kali sehari yaitu diwaktu pagi dan sore. Penyemprotan desinfektan ini sangat penting untuk mencegah penularan penyakit dan menjaga kesehatan ternak dan manusia.

2. Pembuatan dan Perbaikan Kandang Babi Induk (Betina) Kode Sektor No. Kode Jenis Program Sifat Program : 02.3.4.02 : A-T-31 : Agro (A) : Inter Disipliner

Dalam survei lokasi dengan berkeliling di Dusun Pesaren, terihat banyak babi yang tidak dikandangkan. Bagi sebagian orang khususnya warga Dusun Pesaren, mereke tidak mempermasalahkan babi yang berkeliaran bebas di jalan-jalan. Akan tetapi bila Dusun Pesaren yang akan dijadikan obyek wisata mungkin akan mengganggu bagi para wisatawan. Ada seorang peternakan babi yang memiliki jumlah babi lebih dari 50 ekor yang terdiri dari induk, pejantan, dan anak babi. Seorang peternak babi yang bernama Pak A Lay ini salah seorang yang mengikuti penyuluhan dan menyetujui program yang ditawarkan ini. Sebagai seorang peternak di dalam kampung nelayan, kandang Pak A Lay menjadi percontohan dalam pembuatan kandang babi. Dengan jumlah komoditas ternak babi yang cukup besar diharapkan penduduk lain yang beternak babi yang masih skala kecil mau meniru usahanya. Dengan persiapan bahan pembuatan kandang selama satu hari, hanya terkendala masalah semen yang harus dibeli cukup jauh di dekat ibukota kecamatan. Sedang bahan yang lain seperti kayu diambil di hutan sehingga dapat mengurai biaya pembuatan kandang.

Pembuatan kandang babi induk sekitar 3 hari dengan model pagar yang mengelilingi kandang tempat babi indukan berteduh sehingga babi indukan masih memiliki ruang untuk bergerak walaupun hanya di dalam pagar.

3. Pembuatan dan Perbaikan Kandang Anak Babi Nomor sektor : 02.3.4.02 No. Kode : A-T-35

Jenis Program : Agro (A) Sifat Program : Inter Disipliner

Dalam memelihara ternak babi, penduduk masih belum memisahkan anak babi dengan induknya sehingga membuat lama periode beranak induk babi. Ada sebuah rencana untuk memisahkan anak babi dengan induknya dengan cara membuat kandang khusus anak babi sebagai kandang percontohan di Dusun Pesaren. Melihat jumlah anak babi milik pak A Lay yang lebih dari 50 ekor, dibuat kandang percontohan untuk kandang anak babi di dekat lokasi kandang indukan percontohan. Dengan menggunakan sisa bahan pembuatan kandang indukan yang sudah lebih dahulu dibuat, persiapan alat dan bahan tidak memerlukan waktu yang lama dan kendala yang berarti. Pembuatan kandang percontohan ternak babi hanya memerlukan waktu lebih kurang 3 hari. Setelah kandang anak babi selesai, para penduduk memasukkan anak babi ke dalam kandang tersebut dengan cara menggiring satu per satu menuju ke dalam kandang. Kendala yang dihadapi adalah cukup susah menemukan anak babi karena bersembunyi di semaksemak dan di bawah rimbunnya pohon.

4. Pelatihan Penggunaan Tanaman Obat Alternatif pada Ternak Babi Sebagai Pengganti Obat-Obatan Kimia Nomor sektor : 02.3.2.06 No. Kode : A-T-39

Jenis Program : Agro (A) Sifat Program : Mono Disipliner

Saat melakukan survei, terlihat banyak pohon jambu merah ditanam di sepanjang jalan di dekat pantai. Penduduk belum memanfaatkan daunnya untuk mengobati ternak

mereka. Mereka belum mengetahui manfaat daun jambu merah yang sebetulnya bisa digunakan untuk mengobati penyakit cacingan pada ternak babi. Kemudian membuat ramuan obat alternatif dari daun jambu merah sebagai bahan yang kan digunakan untuk sosialisasi. Cara membuatnya cukup sederhana yakni hanya direbus kemudian airnya diberikan untuk air minim babi. Dalam sosialisasi ditampilkan obat alternatif dari daun jambu merah beserta fungsi dan efeknya pada ternak babi. Diharapkan masyarakat peka terhadap tanaman yang dapat dijadikan obat alternatif yang berada di sekeliling mereka.

5. Pemberian Vitamin dan Obat Cacing pada Ternak Babi Secara Teratur Nomor sektor : 02.3.2.07 No. Kode : A-T-43

Jenis Program : Agro (A) Sifat Program : Mono Disipliner

Dalam melakukan observasi, ditemukan uraian singkat penduduk yang beternak babi, mereka bercerita bahwa mereka tidak melakukan perlakuan khusus pada ternak babinya. Mereka hanya memberikan pakan pagi dan sore dan menjualnya saat ternak tersebut telah siap dipotong. Obat-obatan untuk ternak babi sungguh berbeda dengan ternak ayam. Baik dosis maupun jenis obatnya. Untuk itu diperlukan penyuluhan khusus mengenai penyakit yang biasa menyerang ternak babi. Dilakukan penyuluhan kepada penduduk dan mengajari cara pemberian vitamin dan pencegahan penyakit cacingan pada ternak dengan cara mencampurnya kedalam ransum pakan ternak. Setiap hari dilakukan pengawasan mengenai tata cara pembuatan ransum dan pemberian vitamin pada ternak babi.

6. Pelatihan manajemen Pemeliharaan Untuk Mempercepat Siklus Periode Bertelur Ayam dan Pembuatan Kandang Anak Ayam Sederhana dan Pemanas Sederhana Sebagai Pengganti Indukkan Nomor sektor : 02.3.2.04 No. Kode : A-T-48

Jenis Program : Agro (A)

Sifat Program : Mono Disipliner

Sebelumnya disimpulkan bahwa kebanyakan ayam yang dipelihara di daerah pedesaan belum dilakukan pemisahan antara indukan dengan anak ayam sehingga siklus periode bertelur ayam cukup lama. Hal itu terjawab saat dilakukan survei lokasi di Dusun Pesaren, memang benar di dusun ini anak ayam dengan induknya tidak dipisahkan. Dilakukan penyuluhan kepada penduduk namun saya memilih penduduk yang saya perkirakan sudah mau terbuka dan berpikir modern dan dapat digunakan sebagai contoh bagi warga lainnya. Penulis menunjuk Kak Irwan yang notabene seorang guru di SD Sehati yang dapat dijadikan contoh bagi warga yang lain. Kak Irwan ditemani penduduk yang juga tertarik dengan penyuluhan yang dilakukan dimulai dengan pemisahan anak ayam ke dalam kandang yang terbuat dari kardus dan diberi penghangat dari lampu minyak sebagai pengganti lampu listrik karena daerah ini belum tersentuh listrik dari PLN. Kemudian ditiru oleh beberapa warga yang mengikuti pelatihan tersebut sendirisendiri di rumahnya masing-masing.

II.

KESIMPULAN Secara umum dapat ditarik kesimpulan bahwa semua kegiatan program KKN-PPM

UGM 2009 di Dusun Pesaren ini dapat terlaksana dengan baik dan lancar walaupun pada pelaksanaannya ditemui beberapa kendala. Tetapi terbukti dengan adanya partisipasi dari masyarakat setempat dalam bentuk aspirasi dan kehadiran masyarakat sehingga program program yang telah direncanakan dapat berjalan dengan lancar. Dukungan para perangkat desa, pamong desa dan masyarakat juga turut menjadi kunci sukses pelaksanaan program ini. Selain itu saran dan nasihat dari Kepala Dusun Pesaren, bapak Nen San sangat membantu kami sebagai mahasiswa KKN. Kekurangan yang ada umumnya terjadi karena keterbatasan pemikiran, waktu, dan tenaga.

III.

SARAN

1. Masih banyak penduduk yang memiliki ternak babi yang belum sadar tentang pentingnya menjaga kebersihan ternak dan lingkungan ternak maka perlu tindak lanjut dan keberlanjutan program disinfektanisasi untuk mencegah terjadinya penularan penyakit baik pada ternak maupun manusia.

2. Dusun Pesaren masih banyak terdapat babi yang berkeliaran bebas, diharapkan pemilik babi yang masih berkeliaran meniru percontohan kandang yang sudah ada karena degan dikandangkan maka pertumbuhan akan optimal dan tidak menngagu lingkungan. 3. Banyak terdapat tumbuh- tumbuhan atau daun- daunan yang bias dimanfaatkan untuk obat alternative yang bias digunakan untuk mengobti ternak yang sakit atau pencegahan sehingga masih dibutuhkan keberlanjutan penyuluhan tentang obat- obatan tradisional untuk ternak. 4. Masih banyak babi yang pertumbuhannya terlambat akibat cacingan dan kekurangan vitamin, maka diperlukan pemberian vitamin dan obat cacing secara teratur untuk mencegah pertumbuhan yang idak optimal. 5. Manajemen pemeliharaan anak ayam yang masih dibiarkan dipelihara indukanya sehingga hasil yang didapatkan tidak optimal karena siklus periode bertelur menjadi semakin lama maka diharapkan penduduk banyak meniru manajemen pemeliharaan anak ayam yang benar lewat percontohan yang sudah ada. 6. Bagi mahasiswa KKN yang selanjutnya hendaknya meneruskan dan mengembangkan program-program yang telah dilaksanakan pada KKM PPM UGM Periode Antar Semester 2009. 7. Saran dari Bapak RT Mursafa (A Shang) dan kami selaku mahasiswa KKN PPM UGM 2009, agar selalu memulai kegiatan tepat waktu dan pergunakan waktu semakimal mungkin. 8. Saran untuk DPL/ Korkab Dosen Pembimbing Lapangan hendaknya memberikan bimbingan dan arahan secara lebih intensif sehingga mahasiswa KKN dapat mengoptimalkan kegiatan pembelajaran dan pemberdayaan masyarakat dan tidak terlalu bingung ketika menghadapi hambatan. Untuk Korkab hendaknya menjalankan fungsinya dengan baik mengingat sampai saat ini tidak pernah memonitoring dan berkunjung ke tempat KKN PPM UGM.


				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:1268
posted:10/19/2009
language:Indonesian
pages:7
Description: Arif : Laporan Pelaksanaan Kegiatan KKN PPM Bangka 2009