Docstoc

PTK Bahasa Arab MA Bab I-V

Document Sample
PTK Bahasa Arab MA Bab I-V Powered By Docstoc
					                                         BAB I

                                   PENDAHULUAN



A. Latar belakang Masalah

              Mata pelajaran Bahasa Arab merupakan suatu mata pelajaran yang

   diarahkan untuk mendorong, membimbing, mengembangkan, dan membina

   kemampuan serta menumbuhkan sikap positif terhadap Bahasa Arab, baik

   reseptif maupun produktif. Kemampuan berbahasa Arab serta sikap positif

   terhadap Bahasa Arab tersebut sangat penting dalam membantu memahami

   sumber ajaran Islam, yaitu al-Qur’an dan al-Hadits, serta kitab-kitab

   berbahasa Arab yang berkenaan dengan Islam bagi peserta didik. Kemampuan

   berbahasa yang dimaksud adalah keterampilan menyimak, berbicara,

   membaca, dan menulis. Keterampilan membaca di Madrasah Aliyah diajarkan

   secara seimbang dengan keterampilan berbahasa yang lain, dengan tetap

   menumbuhkan kesadaran tentang pentingnya Bahasa Arab sebagai salah stau

   bahasa asing untuk menjadi alat utama belajar khususnya dalam mengkaji

   sumber-sumber ajaran Islam.1

              Keterampilan membaca pemahaman dibagi menjadi empat aspek,

   yaitu: (1) membaca literal, adalah kemampuan memahami informasi secara

   eksplisit untuk mendapatkan makna kata, gagasan dan kalimat dalam konteks

   langsung; (2) membaca interpretatif yaitu melibatkan keterampilan berfikir

   untuk mengidentifikasi gagasan dan makna yang tidak eksplisit dinyatakan


     1
         Peraturan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2008, Lampiran Bab VIII

                                            1
                                                                                  2

   dalam suatu bacaan dengan membuat generalisasi, menentukan hubungan

   sebab akibat, membuat perbandingan, dan lain-lain; (3) membaca kreatif yaitu

   mencoba menerapkan gagasan yang telah ada dalam situasi baru; (4) membaca

   kritis, yaitu mampu menilai gagasan-gagasan penulis serta menilai

   kebenarannya.2

            Proses, kemajuan, dan perbaikan hasil dari proses pembelajaran

   Bahasa Arab, termasuk di dalamnya keterampilan membaca, selalu dipantau

   oleh pendidik dalam bentuk ulangan harian, ulangan tengah semester, ulangan

   akhir semester, dan ulangan kenaikan kelas. Penilaian dalam bentuk ulangan-

   ulangan tersebut nantinya digunakan untuk menilai pencapaian kompetensi

   peserta didik, bahan penyusunan laporan kemajuan hasil belajar, dan

   memperbaiki proses pembelajaran.3

            Namun, dari hasil observasi pendahuluan yang dilakukan peneliti

   terhadap dokumentasi nilai laporan kemajuan hasil belajar siswa pada

   semester ganjil kelas X-A MA Ma’arif Balong Ponorogo Tahun Pelajaran

   2010/2011 ditemukan ada 9 anak (31%) dari 29 siswa mendapatkan nilai di

   bawah Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM).

            Kenyataan tersebut haruslah segera dicarikan pemecahannya melalui

   tindakan yang efektif dan efisien karena beberapa alasan: (1) Bahasa Arab

   adalah mata pelajaran wajib bagi sekolah-sekolah yang berlabel madrasah;4

   (2) Keterampilan membaca merupakan aspek yang tidak dapat dipisahkan dari


      2
        Modul Bidang Studi Bahasa dan Sastra Indonesia, 2008. Hal. 30
      3
         Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar
Nasional Pendidikan, Pasal 64
      4
        Op. Cit.. Bab V
                                                                          3

aspek-aspek keterampilan berbahasa lainnya; (3) Hasil perolehan nilai pada

ulangan akhir semester ganjil merupakan tolok ukur penilaian pencapaian

kompetensi siswa dan usaha-usaha perbaikan terhadap proses pembelajaran,

khususnya mata pelajaran bahasa Arab.

        Masalah tersebut bisa muncul, berdasarkan pengamatan peneliti,

karena beberapa faktor, diantaranya: (1) Strategi pembelajaran yang

digunakan guru monoton; (2) Guru tidak memanfaatkan media pembelajaran

yang memadai, (3) Lingkungan belajar siswa kurang kondusif untuk

pembelajaran Bahasa Arab.

        Berdasarkan faktor-faktor yang menjadi sebab rendahnya prestasi

belajar siswa tersebut, peneliti mengajukan beberapa alternatif tindakan

pemecahan masalah yang dapat dilakukan, diantaranya adalah sebagai berikut:

(1) Guru menerapkan strategi Cooperative Integrated Reading and

Composition (CIRC); (2) Guru memanfaatkan media pembelajaran audio

visual yang memadai; (3) Guru menciptakan lingkungan belajar yang

kondusif, seperti menata ulang ruang belajar atau menghidupkan tradisi

diskusi di kalangan siswa.

        Diantara gagasan-gagasan pemecahan masalaah tersebut yang paling

efektif dan sangat mungkin untuk diterapkan adalah dengan menerapkan

strategi pembelajaran Cooperative Integrated Reading and Composition

(CIRC) karena beberapa alasan yang dapat peneliti sebutkan, sebagai berikut:

(1) Strategi Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC) amat

tepat untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal
                                                                                4

   pemecahan masalah; (2) Dominasi guru dalam pembelajaran berkurang;

   (3) Siswa termotivasi ada hasil secara teliti karena bekerja dalam kelompok;

   (4) Para siswa dapat memahami makna soal dan saling mengecek

   pekerjaannya; (5) Membantu siswa yang lemah; dan (6) Meningkatkan

   hasil       belajar   khususnya     soal    yang     berbentuk     pemecahan

   masalah.5

              Berdasarkan paparan latar belakang masalah di atas, maka peneliti

   ingin mengangkatnya kedalam sebuah penelitian tindakan kelas tentang upaya

   meningkatkan prestasi belajar bahasa Arab melalui strategi pembelajaran

   CIRC kelas X-A MA Ma’arif Balong Ponorogo semester genap tahun

   pelajaran 2010/2011.


B. Rumusan Masalah dan Cara Pemecahannya

              Berdasarkan latar belakang masalah di atas maka masalah-masalah

   dalam penelitian ini dapat peneliti rumuskan sebagai berikut:

   1. Apakah Strategi Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC)

          dapat meningkatkan kerja sama siswa dalam pembelajaran bahasa Arab di

          MA Ma’arif Balong Ponorogo kelas X-A semester genap Tahun Pelajaran

          2010/2011?

   2. Apakah Strategi Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC)

          dapat meningkatkan keaktifan siswa dalam pembelajaran bahasa Arab di




      5
        Amin Suyitno, Mengadopsi Pembelajaran CIRC dalam Meningkatkan Keterampilan
Siswa Menyelesaikan Soal Cerita; Seminar Nasional. F.MIPA UNNES, 2005, hal. 6
                                                                           5

      MA Ma’arif Balong Ponorogo kelas X-A semester genap Tahun Pelajaran

      2010/2011?

   3. Apakah Strategi Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC)

      dapat meningkatkan prestasi belajar siswa dalam pembelajaran bahasa

      Arab di MA Ma’arif Balong Ponorogo kelas X-A semester genap Tahun

      Pelajaran 2010/2011?



C. Tujuan Penelitian Tindakan Kelas

   Penelitian Tindakan Kelas ini bertujuan untuk:

   1. Untuk mengetahui ada tidaknya peningkatan kerja sama siswa dalam

      pembelajaran bahasa Arab melalui Strategi Cooperative Integrated

      Reading and Composition (CIRC) di MA Ma’arif Balong Ponorogo kelas

      X-A semester genap Tahun Pelajaran 2010/2011

   2. Untuk mengetahui ada tidaknya peningkatan keaktifan siswa dalam

      pembelajaran bahasa Arab melalui Strategi Cooperative Integrated

      Reading and Composition (CIRC) di MA Ma’arif Balong Ponorogo kelas

      X-A semester genap Tahun Pelajaran 2010/2011

   3. Untuk mengetahui ada tidaknya peningkatan perolehan nilai hasil belajar

      siswa dalam pembelajaran bahasa Arab melalui Strategi Cooperative

      Integrated Reading and Composition (CIRC) di MA Ma’arif Balong

      Ponorogo kelas X-A semester genap Tahun Pelajaran 2010/2011.
                                                                             6

D. Konstribusi Hasil Penelitian Tindakan Kelas

          Hasil penelitian tindakan kelas ini nantinya diharapkan memberikan

   kontribusi kepada beberapa pihak, baik secara teoritik maupun praktis.

   1. Teoritik

      a. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap

          pengembangan teori atau konsep prestasi dan hasil belajar siswa.

      b. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap

          pengembangan strategi pembelajaran Cooperative Integrated Reading

          and Composition (CIRC).

   2. Praktis

      a. Bagi Guru

          Hasil penelitian ini diharapkan dapat dijadikan rujukan bagi guru

          dalam upayanya meningkatkan prestasi belajar siswa pada mata

          pelajaran bahasa Arab

      b. Bagi Siswa

          Hasil penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan prestasi belajar

          siswa dalam mata pelajaran bahasa Arab

      c. Bagi Kepala Sekolah

          Hasil penelitian ini diharapkan dapat dijadikan masukan bagi kepala

          sekolah untuk memutuskan kebijakan berkenaan dengan peningkatan

          prestasi belajar siswa.
                                                                                  7

      d. Bagi masyarakat pembaca

          Hasil    penelitian   ini   diharapkan   dapat    menambah      wawasan

          pengetahuan tentang strategi pembelajaran aktif dalam pembelajaran

          bahasa, khususnya bahasa Arab.



E. Sistematika Pembahasan

          Penelitian tindakan kelas ini akan terbagi kedalam lima bab yang

   masing-masing bab saling terkait dan mempunyai alur yang logis.

          Bab I, Pendahuluan. Bab ini adalah dasar dari penelitian tindakan kelas

   ini yang diawali dengan mengemukakan latar belakang masalah, identifikasi

   dan pembatasan masalah, rumusan masalah dan cara pemecahannya, tujuan

   penelitian tindakan kelas, kontribusi hasil penelitian tindakan kelas, dan

   sitematika pembahasan.

          Bab II merupakan kerangka teori yang menjadi landasan semua teori

   yang dipergunakan dalam pelaksanaan penelitian tindakan kelas, yang diawali

   dengan mengemukakan landasan teoritik. Dilanjutkan dengan telaah hasil

   penelitia terdahulu agar diketahui posisi peneliti diantara penelitian-penelitian

   sebelumnya. Kemudian dikemukakan pula kerangka berfikir dan pengajuan

   hipotesis tindakan.

          Bab III adalah metode penelitian yang akan menguraikan prosedur

   penelitian yang akan dilakukan, diawali dengan mengemukakan obyek

   tindakan kelas, setting penelitian dan karakteristik subyek penelitian tindakan
                                                                           8

kelas, variabel yang diamati, prosedur pelaksanaan, dan jadwal pelaksanaan

tindakan kelas.

       Bab IV adalah hasil penelitian tindakan kelas. Pada bab ini akan

diuraikan gambaran singkat tentang setting lokasi penelitian, penjelasan per-

siklus, proses analisis data per siklus, dan pembahasan.

       Bab V adalah penutup yang terdiri simpulan dan saran.
                                             BAB II

                LANDASAN TEORITIK, TELAAH HASIL PENELITIAN

                      TERDAHULU, KERANGKA BERFIKIR DAN

                          PENGAJUAN HIPOTESIS TINDAKAN



A. Landasan Teoritik

    1. Prestasi belajar

              a. Pengertian Prestasi Belajar

                         Prestasi belajar adalah hasil yang dicapai oleh seseorang

                 setelah ia melakukan perubahan belajar, baik di sekolah maupun di

                 luar sekolah. Di dalam Webster New International Dictionary

                 mengungkapkan tentang prestasi, yaitu: “Achievement test a

                 standardised test for measuring the skill or knowledge by person in one

                 more lines of work a study.”6

                         Menurut Drs. H. Abu Ahmadi, ia menjelaskan bahwa

                 pengertian prestasi belajar sebagai berikut:

                         Secara teori bila sesuatu kegiatan dapat memuaskan suatu

                 kebutuhan, maka ada kecenderungan besar untuk mengulanginya.

                 Sumber penguat belajar dapat secara ekstrinsik (nilai, pengakuan,

                 penghargaan)     dan    dapat   secara    intrinsik   (kegairahan    untum

                 menyelidiki, mengartikan situasi). Di samping itu siswa memerlukan

                 atau dan harus menerima umpan balik secara langsung derajat sukses

          6
              Webster Third New International Dictionary (Massachuset, Meriam-Webster, 1951),
hal. 20

                                                 9
                                                                                       10


              pelaksanaan tugas (nilai raport/ nilai test).7

                      Definisi di atas dapat disimpulkan bahwa pengertian prestasi

              belajar ialah hasil usaha bekerja atau belajar yang mewujudkan ukuran

              kecakapan yang dicapai dalam bentuk nilai. Sedangkan prestasi belajar

              hasil usaha belajar yang berupa nilai-nilai sebagai ukuran kecakapan

              dari usaha belajar yang telah dicapai seseorang, prestasi belajar

              ditunjukkan dengan jumlah nilai-nilai raport atau nilai-nilai test

              sumatif.

           b. Faktor yang Mempengaruhi Prestasi Belajar

                      Prestasi belajar yang dicapai seseorang individu merupakan

              hasil interaksi antara berbagai faktor yang mempengaruhinya, baik dari

              dalam diri (faktor internal) maupun dari luar diri (faktor eksternal)

              individu. Faktor yang mempengaruhi prestasi belajar, yaitu:

              1) Faktor-faktor Internal

                  Faktor internal adalah faktor-faktor yang berasal dari individu anak

                  itu sendiri yang meliputi :

                  a) Faktor Jasmaniah (fisiologis)

                      Yang termasuk faktor ini antara lain: penglihatan, pendengaran,

                      struktur tubuh dan sebagainya.

                  b) Faktor Psikologis

                      Yang termasuk faktor psikologis antara lain:




       7
           Abu Ahmadi, Widodo Supriyono, Psikologi Belajar (Jakarta: Rinneka Cipta, 2002),
hal. 151
                                                                                    11


                •    Intelektul (taraf intelegensi, kemampuan belajar, dan cara

                     belajar).

                •    Non Intelektual (motifasi belajar, sikap, perasaan, minat,

                     kondisi psikis, dan kondisi akibat keadaan sosiokultur).

                •    Faktor kondisi fisik.

        2) Faktor-faktor Eksternal

            Yang termasuk faktor eksternal antara lain:

            a) Faktor pengaturan belajar disekolah (kurikulum, disiplin

                 sekolah, guru, fasilitas belajar, dan pengelompokan siswa).

            b) Faktor sosial disekolah (sistem sosial, status sosial siswa, dan

                 interaksi guru dan siswa).

            c) Faktor situasional (keadaan politi ekonomi, keadaan waktu dan

                 tempat atau iklim).8

                Berdasarkan pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa pada

        dasarnya faktor-faktor yang mempengaruhi hasil belajar siswa dapat

        dibedakan menjadi dua golongan, yaitu faktor yang berasal dari dalam

        diri individu dan faktor yang berasal dari luar diri individu. Kedua

        faktor ini akan saling mendukung dan saling berinteraksi sehingga

        membuahkan sebuah hasil belajar.

    c. Tolok Ukur Prestasi Belajar

                Cara mengukur prestasi belajar yang selama ini digunakan

        adalah dengan mengukur tes-tes, yang biasa disebut dengan ulangan.


8
    W. S. Winkel, Psikologi Pengajaran (Bandung: Penerbit Grasindo, 1983) hal. 43
                                                                                         12


        Tes dibagi menjadi dua yaitu: tes formatif dan tes sumatif. Tes formatif

        adalah tes yang diadakan sebelum atau selama pelajaran berlangsung,

        sedangkan tes sumatif adalah tes yang diselenggarakan pada saat

        keseluruhan kegiatan belajar mengajar, tes sumatifmerupakan ujian

        akhir semester.

                 Menurut      Suharsimi     Arikunto      dalam     bukunya         Evaluasi

        Pendidikan (1986: 26) menyebutkan “Tes dibedakan menjadi tiga

        macam yaitu tes diagnostik, tes formatif, tes sumatif.”

        1. Tes diagnostik adalah tes yang digunakan untuk menentukan

            kelemahan dan kelebihan siswa dengan melihat gejala-gejalanya

            sehingga diketahui kelemahan dan kelebihan tersebut pada siswa

            dapat dilakukan perlakuan yang tepat.

        2. Tes formatif adalah untuk mengetahui sejauh mana siswa telah

            memahami suatu satuan pelajaran tertentu. Tes ini diberikan

            sebagai usaha memperbaiki proses belajar.

        3. Tes sumatif dapat digunakan pada ulangan umum yang biasanya

            dilaksanakan pada akhir catur wulan atau semester. Dari tes

            sumatif inilah prestasi belajar siswa diketahui. Dalam penelitian ini

            evaluasi yang digunakan adalah dalam jenis yang di titik beratkan

            pada evaluasi belajar siswa di sekolah yang dilaksanakan oleh guru

            untuk mengetahui prestasi belajar siswa.9




9
    Suharismi Arikunto, Evaluasi Pendidikan (Jakarta: Bumi Aksara, 2008), hal. 26
                                                                             13


             Sebagaimana yang telah diuraikan di atas bahwa tes ini

      dilaksanakan dengan berbagai tujuan. Khusus terkait dengan

      pembelajaran,    tes     ini   dapat   berguna    untuk    mendeskripsikan

      kemampuan belajar siswa, mengetahui tingkat keberhasilan PBM,

      menentukan      tindak     lanjut   hasil   penilaian,    dan   memberikan

      pertanggung jawaban (accountability).

2. Strategi Pembelajaran CIRC

   a. Pengertian CIRC

             CIRC singkatan dari          Cooperative Integrated Reading and

      Compotition, termasuk salah satu model pembelajaran cooperative

      learning yang pada mulanya merupakan pengajaran kooperatif terpadu

      membaca dan menulis, yaitu sebuah program komprehensif atau luas

      dan lengkap untuk pengajaran membaca dan menulis untuk kelas-kelas

      tinggi sekolah dasar. Namun, CIRC telah berkembang bukan hanya

      dipakai pada pelajaran bahasa tetapi juga pelajaran eksak seperti

      pelajaran matematika.

             Dalam model pembelajaran CIRC, siswa ditempatkan dalam

      kelompok-kelompok kecil yang heterogen, yang terdiri atas 4 atau 5

      siswa. Dalam kelompok ini tidak dibedakan atas jenis kelamin,

      suku/bangsa, atau tingkat kecerdasan siswa. Jadi, dalam kelompok ini

      sebaiknya ada siswa yang pandai, sedang atau lemah, dan masing-

      masing siswa merasa cocok satu sama lain. Dengan pembelajaran
                                                                        14


        kooperatif, diharapkan para siswa dapat meningkatkan cara berfikir

        kritis, kreatif dan menumbuhkan rasa sosial yang tinggi.

 b. Kegiatan Pokok Pembelajaran CIRC

                Kegiatan pokok dalam CIRC untuk menyelesaikan soal

        pemecahan masalah meliputi rangkaian kegiatan bersama yang

        spesifik, yaitu:

        1) Salah satu anggota atau beberapa kelompok membaca soal,

        2) Membuat prediksi atau menafsirkan isi soal pemecahan masalah,

            termasuk menuliskan apa yang diketahui, apa yang ditanyakan dan

            memisalkan yang ditanyakan dengan suatu variabel,

        3) Saling membuat ikhtisar/rencana penyelesaian soal pemecahan

            masalah,

        4) Menuliskan penyelesaian soal pemecahan masalah secara urut, dan

        5) Saling merevisi dan mengedit pekerjaan/penyelesaian.10

 c. Kekuatan Model Pembelajaran CIRC

        Secara khusus, Slavin menyebutkan kelebihan model pembelajaran

        CIRC sebagai berikut:

        1) CIRC amat tepat untuk meningkatkan keterampilan siswa dalam

             menyelesaikan soal pemecahan masalah

        2) Dominasi guru dalam pembelajaran berkurang

        3) Siswa termotivasi pada hasil secara teliti, karena bekerja dalam

             kelompok


10
     Suyitno, Mengadopsi pembelajaran…., Op.Cit. hal. 4
                                                                             15


              4) Para siswa dapat memahami makna soal dan saling mengecek

                   pekerjaannya

              5) Membantu siswa yang lemah

              6) Meningkatkan hasil belajar khususnya dalam menyelesaikan soal

                   yang berbentuk pemecahan masalah.11



B. Telaah Hasil Penelitian Terdahulu

              Penerapan strategi pembelajaran Cooperative Integrated Reading and

   Composition sebagai gagasan pemecahan masalah pada penelitian tindakan

   kelas sudah banyak dilakukan seperti diantaranya sebagai berikut:

   1. Penelitian Tindakan Kelas berjudul Penggunaan Model Pembelajaran

      CIRC dalam Pembuatan Pola Dasar Badan Pria Siswa kelas IX SMP

      Negeri 22 Bandung yang ditulis oleh Titin Krisnyatiningsih, seorang guru

      Tata Busana di SMPN 22 Bandung, tahun 2006. PTK ini menggunakan

      metode kuantitatif dengan teknik observasi dan pemotoan pada sebuah

      proses belajar mengajar di kelas IX-E Semester V SMP Negeri 22

      Bandung Tahun Pelajaran 2006/2007 yang berjumlah 42 orang siswa. PTK

      dengan 2 siklus ini menemukan: (1) Perhatian siswa pada umumnya

      meningkat; (2) Timbulnya keberanian siswa dalam mengungkapkan

      (bertanya dan menjawab); dan (3) Siswa termotivasi untuk bersikap teliti,

      rapi, cepat, danbenar dalam menekuni pekerjaan.

   2. Penelitian Tindakan Kelas berjudul Penerapan Model Pembelajaran


     11
          Ibid., hal. 6
                                                                         16


   Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC) untuk

   Meningkatkan Aktivitas dan Hasil Belajar PKn Siswa Kelas VII SMP

   Negeri 7 Malang. PTK ini dilaksanakan oleh Havivi Hidayanti tahun 2010.

   PTK ini adalah skripsi Program Studi S1 Pendidikan Pancasila dan

   Kewarganegaraan,     Fakultas   Ilmu   Sosial,   Jurusan   Hukum     dan

   Kewarganegaraan, Universitas Negeri Malang. PTK yang mengangkat

   masalah minat dan prestasi belajar ini berlangsung 2 siklus dengan pokok

   bahasan Upaya Perlindungan HAM dan Upaya Penegakan HAM, dengan

   subyek penelitian siswa kelas VII-D SMP Negeri 7 Malang yang

   berjumlah 44 siswa, dengan teknik pengumpulan data observasi,

   wawancara, tes, angket, catatan lapangan, dan dokumentasi. PTK ini

   menemukan adanya peningkatan aktivitas belajar dan hasil belajar siswa

   cukup signifikan.

3. Penelitian Tindakan Kelas berjudul Penerapan Model Pembelajaran

   Cooperative Integrated Reading anf Composition untuk Meningkatkan

   Pemahaman Konsep Siswa SMA pada Materi Listrik Dinamis, ditulis oleh

   seorang guru Fisika di SMA Negeri 4 Kendari. Subyek penelitian PTK ini

   adalah siswa kelas X Semester II yang berjumlah 40 orang yang terdiri

   dari 3 siklus.

       Selain yang dapat peneliti sebutkan dimuka, sebenarnya masih ada

beberapa penelitian tindakan kelas yang tidak perlu disebutkan di sini, yang

menerapkan model pembelajaran CIRC sebagai hipotesis tindakannya.

Namun, peneliti belum menemukan Penelitian Tindakan Kelas yang
                                                                              17


   mengangkat model pembelajaran ini diterapkan dalam mata pelajaran Bahasa

   Arab pada Madrasah Aliyah.



C. Kerangka Berfikir

          Penelitian Tindakan Kelas ini berdasarkan kerangka berfikir sebagai

   berikut:

   1. Jika    strategi   pembelajaran    Cooperative   Integrated   Reading   and

      Composition (CIRC) diterapkan maka kerja sama siswa dalam

      pembelajaran Bahasa Arab di MA Ma’arif Balong Ponorogo kelas X-A

      semester genap Tahun Pelajaran 2010/2011 dapat ditingkatkan.

   2. Jika    strategi   pembelajaran    Cooperative   Integrated   Reading   and

      Composition (CIRC) diterapkan maka keaktifan siswa dalam pembelajaran

      Bahasa Arab di MA Ma’arif Balong Ponorogo kelas X-A semester genap

      Tahun Pelajaran 2010/2011 dapat ditingkatkan.

   3. Jika    strategi   pembelajaran    Cooperative   Integrated   Reading   and

      Composition (CIRC) diterapkan maka nilai perolehan hasil belajar siswa

      dalam pembelajaran Bahasa Arab di MA Ma’arif Balong Ponorogo kelas

      X-A semester genap Tahun Pelajaran 2010/2011 dapat ditingkatkan.



D. Pengajuan Hipotesis Tindakan

          Dalam Penelitian Tindakan Kelas ini, peneliti mengajukan beberapa

   hipotesis tindakan sebagai berikut:

   1. Penerapan strategi pembelajaran Cooperative Integrated Reading and
                                                                  18


   Composition (CIRC) dapat meningkatkan kerjasama siswa dalam

   pembelajaran Bahasa Arab di MA Ma’arif Balong Ponorogo kelas X-A

   semester genap Tahun Pelajaran 2010/2011.

2. Penerapan strategi pembelajaran Cooperative Integrated Reading and

   Composition (CIRC) dapat meningkatkan keaktifan siswa dalam

   pembelajaran Bahasa Arab di MA Ma’arif Balong Ponorogo kelas X-A

   semester genap Tahun Pelajaran 2010/2011.

3. Penerapan strategi pembelajaran Cooperative Integrated Reading and

   Composition (CIRC) dapat meningkatkan kerja sama siswa dalam

   pembelajaran Bahasa Arab di MA Ma’arif Balong Ponorogo kelas X-A

   semester genap Tahun Pelajaran 2010/2011.
                                   BAB III

                           METODE PENELITIAN



A. Objek Tindakan kelas

          Obyek tindakan pada Penelitian Tindakan Kelas ini adalah

   kemampuan membaca pemahaman literal terhadap teks wacana (bahan

   qiro’ah) siswa kelas X-A MA Ma’arif Balong Ponorogo semester genap

   Tahun Pelajaran 2010/2011.



B. Setting Penelitian dan Karakteristik Subyek Penelitian Tindakan Kelas

          Penelitian Tindakan Kelas ini akan dilakukan di dalam ruang kelas

   X-A MA Ma’arif Balong Ponorogo yang beralamat di Jln. Diponegoro No. 05

   Desa Jalen Kecamatan Balong Kabupaten Ponorogo.

          Jumlah siswa dalam kelas ini adalah 29 siswa yang seluruhnya berjenis

   kelamin perempuan. Pengaturan rombongan belajar ini tidak berdasarkan

   placement test, sehingga tingkat kemampuan atau prestasi belajar siswa

   beragam. Pengaturan rombongan belajar dimaksud adalah berdasarkan jenis

   kelamin. Seluruh siswi dalam kelas ini berasal dari desa-desa sekitar sekolah,

   yang sebagian besar berlatang belakang sosial ekonomi menengah kebawah.



C. Variabel yang diamati

          Variabel yang diamati dalam Penelitian Tindakan Kelas ini adalah

   sebagai berikut:



                                      19
                                                                          20


   1. Variabel proses pembelajaran, yaitu kerjasama siswa dan keaktifan siswa

      dalam pembelajaran bahasa Arab.

   2. Variabel output, yaitu nilai perolehan hasil belajar siswa dalam

      pembelajaran bahasa Arab.



D. Prosedur Pelaksanaan Penelitian Tindakan Kelas

          Penelitian Tindakan Kelas ini dilaksanakan berdasarkan prosedur

   tahapan perencanaan, tindakan, pengamatan, dan refleksi yang perinciannya

   sebagai berikut:

   1. Perencanaan Pelaksanaan Tindakan Kelas Per-Siklus

              Dalam tahap perencanaan ini peneliti akan melaksanakan kegiatan

      perencanaan yang meliputi:

      a. Menyusun deskripsi Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)

          Berbasis Penelitian Tindakan Kelas, yang mencakup kegiatan awal,

          inti, dan akhir

      b. Menyiapkan sumber/bahan/alat yang digunakan dalam kegiatan

          pembelajaran

      c. Menyiapkan instrumen penilaian yang akan digunakan untuk

          mengukur pencapaian kompetensi

      d. Menyiapkan Kriteria ketuntasan minimal pencapaian kompetensi serta

          menyiapkan instrumen tolok ukur keberhasilan tindakan

      e. Menyiapkan lembar perekam proses pengumpulan data yang akan

          digunakan dalam kegiatan pembelajaran
                                                                       21


2. Pelaksanaan Tindakan Kelas

          Dalam tahap pelaksanaan tindakan kelas ini peneliti akan

   menerapkan langkah-langkah pembelajaran sebagai berikut:

   a. Guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai dengan metode

      ceramah.

   b. Guru membentuk kelompok-kelompok belajar siswa terdiri 4 orang

      siswa secara heterogen

   c. Guru membagikan handout yang berupa paragraf-paragraf hasil

      pemecahan materi bacaan tentang al-hiwâyât.

   d. Guru memberitahukan agar dalam setiap kelompok terjadi diskusi

      yang membahas tentang cara baca yang benar, makna kosa

      kata/mufrodat baru, menemukan tema atau kata kunci tiap paragraf dan

      pokok-pokok kandungan paragraf.

   e. Guru mengawasi kerja kelompok

   f. Ketua      kelompok      melaporkan     keberhasilan atau hambatan

      kelompoknya

   g. Ketua kelompok harus dapat memastikan bahwa setiap anggota telah

      memahami tugasnya masing-masing, yakni: ada yang membacakan

      paragraf, menuliskan prediksi jawaban hasil diskusi, dan sebagai

      penyaji.

   h. Guru meminta kepada perwakilan kelompok untuk menyajikan

      temuannya

   i. Guru bertindak sebagai nara sumber atau fasilitator
                                                                         22


   j. Guru membubarkan kelompok dan siswa kembali ke tempat duduknya

   k. Guru memberikan klarifikasi, penguatan, atau simpulan.

   l.   Penutup



3. Pengamatan Tindakan Kelas

           Selama pelaksanaan tindakan kelas, guru juga bertindak sekaligus

   sebagai peneliti, akan terus melakukan pengamatan sebagai berikut:

   a. Mengamati kemampuan masing-masing siswa dalam melakukan

        kerjasama, dalam kelompok masing-masing dengan memberikan

        contreng V pada lembar observasi terstruktur

   b. Mengamati keaktifan masing-masing siswa dalam mengikuti diskusi

        kelompok dengan memberikan contreng V pada lembar observasi

        terstruktur

   c. Mencatat nilai perolehan hasil belajar uji kompetensi penguasaan

        masing-masing siswa terhadap mata pelajaran Bahasa Arab

4. Refleksi

   Pada tahap ini peneliti merefleksikan hasil pengamatan kegiatan kerjasama

   siswa dalam kelompok, keaktifan siswa dalam mengikuti diskusi serta

   menganalisis nilai perolehan hasil belajar siswa, dengan menggunakan

   tolok ukur yang telah ditentukan untuk membuat keputusan apakah

   diperlukan siklus II atau tidak
                                                                               23


E. Instrumen Penelitian

            Dalam penelitian ini ada beberapa instrumen yang digunakan untuk

   menjaring data penelitian, yaitu: kuesioner, dokumen, dan catatan lapangan.

   Instrumen penelitian disusun secara fleksibel dengan harapan agar segala

   bentuk permasalahan yang mungkin timbul dapat dieliminir dan dapat

   dicarikan solusinya dengan cepat dan tepat.

        Instrumen penelitian dalam penelitian tindakan kelas ini berupa:

   1. Dokumentasi

                 Dokumentasi dilakukan untuk memperoleh data yang berupa

      nilai hasil belajar siswa. Hasil belajar ini hanya digunakan sebagai

      pelengkap dan sekaligus untuk mengetahui kemajuan hasil belajar siswa.

      Nilai hasil belajar selanjutnya disebut sebagai prestasi belajar siswa.

      Prestasi belajar siswa dijaring melalui evaluasi pada saat sebelum

      pelaksanaan tindakan, setelah siklus I, dan setelah siklus II.


   2. Wawancara

                 Untuk      melengkapi       informasi     tentang     pelaksanaan

      pembelajaran, partisipasi siswa, perlu dilakukan wawancara. Kegiatan

      wawancara digunakan sebagai triangulasi data, biasa disebut ‘cross check,’

      apabila terdapat hal-hal yang kurang jelas dalam proses pengamatan.

   3. Observasi Terstruktur

                 Pengamatan atau observasi adalah proses pengambilan data

      dalam penelitian di mana peneliti atau pengamat melihat situasi penelitian.

      Observasi digunakan peneliti karena sangat sesuai dengan penelitian yang
                                                                            24


      berhubungan dengan kondisi/interaksi belajar mengajar, tingkah laku, dan

      interaksi kelompok. Teknik observasi ini digunakan untuk memantau

      proses dan dampak pembelajaran yang diperlukan untuk dapat menata

      langkah-langkah perbaikan atas prakarsa sendiri.


F. Teknik Analisis Data

              Teknik analisis data menggunakan teknik analisis data interaktif.

   Secara garis besar kegiatan analisis data dilakukan dengan langkah-langkah

   sebagai berikut:

   1. Menelaah seluruh data yang dikumpulkan. Penelaahan dilakukan dengan

      cara menganalisis, mensintesis, memaknai, menerangkan, dan membuat

      kesimpulan. Kegiatan penelaahan pada prinsipnya dilaksanakan sejak awal

      penjaringan data.

   2. Mereduksi data yang didalamnya melibatkan kegiatan pengkategorian dan

      pengklasifikasian. Hasil yang diperoleh dapat berupa pola-pola dan

      kecenderungan-kecenderungan       yang     terjadi   dalam   pelaksanaan

      pembelajaran dengan metode ‘CIRC’.

                  Untuk mengukur bahwa siswa disebut memiliki prestasi belajar

      atau berhasil dalam proses kegiatan belajar mengajar apabila masing-

      masing siswa telah memperoleh nilai minimal 70. Sedangkan secara

      klasikal disebut berhasil atau tuntas belajar apabila minimal 75 % dari

      siswa telah memperoleh nilai minimal 70.
                                                                         25


                 Untuk mengetahui tingkat kemampuan siswa dalam melakukan

      kerjasama dalam kelompok secara klasikal menggunakan kriteria sebagai

      berikut:

                                        Tabel 3.1
                 Klasifikasi Penilaian Kemampuan Bekerjasama Siswa
                                    Dalam Kelompok

          No               Prosentase                      Klasifikasi
           1                  0 – 50            Sangat rendah
           2                 51 – 65            Rendah
           3                 66 – 85            Tinggi
           4                86 – 100            Sangat tinggi


                 Untuk mengetahui tingkat keaktifan siswa dalam pembelajaran

      secara klasikal menggunakan kriteria sebagai berikut:

                                        Tabel 3.2
                           Klasifikasi Penilaian Keaktifan
                                Dalam Pembelajaran

          No               Prosentase                      Klasifikasi
           1                  0 – 50            Sangat rendah
           2                 51 – 65            Rendah
           3                 66 – 85            Tinggi
           4                86 – 100            Sangat tinggi


   3. Menyusun keterkaitan atau pengaruh dari metode ‘CIRC’ dengan prestasi

      belajar siswa.

   4. Menyusun kesimpulan dari keterkaitan atau pengaruh yang ada.



G. Penyiapan Partisipan

               Agar pelaksanaan kegiatan pembelajaran dapat berjalan dengan

   lancar, maka perlu ada penyiapan terhadap partisipan. Metode ‘CIRC tidak
                                                                                   26


    akan dapat dilakukan secara efektif bila tidak melalui persiapan yang matang.

    Konsep dan kondisi siswa harus benar-benar sudah siap. Penjelasan tentang

    tugas masing-masing siswa dalam kegiatan belajar mengajar harus jelas.

                Dengan kondisi yang benar-benar sudah siap, diharapkan kegiatan

    belajar mengajar dapat secara efektif mencapai tujuan pembelajaran yang

    diharapkan, yaitu dapat meningkatkan prestasi belajar siswa.



B. Jadwal Pelaksanaan Tindakan Kelas

             Pelaksanaan Penelitian Tindakan Kelas ini akan dilaksanakan sesuai

      jadwal yang telah peneliti susun sebagai berikut:

                                             Tabel 3.3.

                         Jadwal Pelaksanaan Penelitian Tindakan Kelas

No.                 Jenis Kegiatan                  Pelaksanaan       Keterangan
1       Pra-PTK
        a. Pengamatan 1                           Senin, 31-1-2011   Peneliti
        b. Pengamatan 2                           Senin, 7-2-2011    Peneliti
2       Perencanaan
        a. Penyusunan RPP berbasis PTK            Senin, 14-2-2011   Peneliti
        b. Pembuatan media/alat pembelajaran      Rabu, 16-2-2011    Peneliti
        c. Penyusunan instrumen penelitian          Kamis, 17-2-     Peneliti
                                                        2011
        d. Penyusun proposal PTK                  Sabtu, 19-2-2011   Peneliti
3       Pelaksanaan PTK Siklus 1                  Senin, 28-2-2011   Peneliti+Siswa
4       Pengumpulan dan analisis hasil siklus 1     Selasa, 29-2-    Peneliti
                                                        2011
5       Pelaksanaan PTK Siklus 2                  Senin, 21-3-2011   Peneliti+Siswa
6       Pengumpulan dan analisis siklus 2           Selasa, 22-3-    Peneliti
                                                        2011
7       Penyusunan Laporan PTK                    Sabtu, 26-3-2011   Peneliti
                                      BAB IV

                 HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN



A. Hasil Penelitian

              Hasil penelitian dalam penelitian tindakan kelas ini dibedakan

   dalam tiga kegiatan, yaitu (1) pra tindakan, (2) siklus I, dan (3) siklus II


   1. Pra Tindakan

                  Kegiatan pra tindakan yang dilakukan pada siswa kelas X-A

      MA Ma’arif Balong menemukan permasalahan yaitu prestasi belajar siswa

      rendah, sebagaimana ditunjukkan dalam rekapitulasi nilai hasil belajar

      belajar siswa berikut ini (lihat lampiran 3) :

                                     Tabel 4.1

               Rekapitulasi Nilai Hasil Belajar Siswa Kelas X-A
                             Pada Pra Tindakan

 No              Nama                Nilai    Penguasaan            Keterangan
  1   Aulia Miftahul Hidayah          69      Belum Tuntas      11 Siswa belum
  2   Dewi Pratamaningtyas            73         Tuntas         tuntas, dan 18
  3   Eka Nurcahyanti                 72         Tuntas         siswa tuntas
  4   Eka Wulandari                   72         Tuntas
  5   Endang Setiya Anita             72         Tuntas
  6   Erna Safitri                    66      Belum Tuntas
  7   Fatqul Janah                    71         Tuntas
  8   Ida Erlina                      67      Belum Tuntas
  9   Kristyan Widiarti               82         Tuntas
 10   Lilis Resti Fauzi               66      Belum Tuntas
 11   Mariatul Chiftiyah              78         Tuntas
 12   Maya Meilista                   77         Tuntas
 13   Miftahus Sa'adah                72         Tuntas
 14   Nur Khalimah                    75         Tuntas


                                         27
                                                                             28


15   Reni                          68     Belum Tuntas
16   Ria Rusita Dewi               60     Belum Tuntas
17   Ririn Susanti                 64     Belum Tuntas
18   Siti Munawaroh                76        Tuntas
19   Siti Qomariyah                74        Tuntas
20   Srinatun                      68     Belum Tuntas
21   Sulis Setiyana                68     Belum Tuntas
22   Sunarsih                      69     Belum Tuntas
23   Umi Roihatul Muzayanah        73        Tuntas
24   Wafi Uli Zurny Hana           72        Tuntas
25   Wahid Hatul Fitriyanah        72        Tuntas
26   Wiwik Yuliasih                72        Tuntas
27   Yuliani                       71        Tuntas
28   Yulika Eka Retnasari          69     Belum Tuntas
29   Muna Mardiyah                 84        Tuntas


                Berdasarkan hasil tersebut, masih banyak siswa yang belum

     tuntas dalam belajar atau yang mendapatkan nilai kurang dari 70, yaitu

     sebesar 11 siswa atau 37,93%. Sedangkan yang tuntas adalah sebanyak 18

     siswa atau 62%. Prosentase ketuntasan tersebut masih di bawah ketuntasan

     klasikal yang ditetapkan, yakni 75%, sehingga perlu untuk diberi tindakan.



2. Pelaksanaan Tindakan Siklus I

                Pelaksanaan tindakan yang dilakukan pada siklus I terdiri dari 1

     (satu) kali pertemuan atau 3 (tiga) jam pelajaran dan setara dengan 135

     menit.

     a. Perencanaan

                 Secara garis besar, rencana tindakan yang akan disajikan

        dalam siklus I sebagai berikut:
                                                                       29


                           Tabel 4.2
              Rangkuman Rencana Pelaksanaan Siklus I

No     Komponen      Waktu                     Kegiatan
1     Kegiatan awal 10 menit • Guru mengadakan presensi kelas
                             • Guru menyampaikan kompetensi yang
                               ingin dicapai dengan metode ceramah.
                             • Guru menjelaskan metode mengajar yang
                               digunakan
2     Kegiatan inti 90 menit • Guru membentuk kelompok-kelompok
                               belajar siswa terdiri 4 orang siswa secara
                               heterogen
                             • Guru membagikan handout yang berupa
                               paragraf-paragraf hasil pemecahan materi
                               bacaan tentang al-hiwâyât.
                             • Guru memberitahukan agar dalam setiap
                               kelompok terjadi diskusi yang membahas
                               tentang cara baca yang benar, makna
                               kosa kata/mufrodat baru, menemukan
                               tema atau kata kunci tiap paragraf dan
                               pokok-pokok kandungan paragraf.
                             • Guru mengawasi dan mengamati kerja
                               kelompok
                             • Ketua        kelompok          melaporkan
                               keberhasilan atau hambatan kelompoknya
                             • Ketua kelompok harus dapat memastikan
                               bahwa setiap anggota telah memahami
                               tugasnya masing-masing, yakni: ada yang
                               membacakan        paragraf,    menuliskan
                               prediksi jawaban hasil diskusi, dan
                               sebagai penyaji.
                             • Guru meminta kepada perwakilan
                               kelompok untuk menyajikan temuannya
                             • Guru bertindak sebagai nara sumber atau
                               fasilitator
3     Kegiatan      15 menit • Guru membubarkan kelompok dan siswa
      akhir                    kembali ke tempat duduknya
                             • Guru memberikan klarifikasi, penguatan,
                               atau simpulan.
4     Evaluasi      20 menit • Guru melaksanakan evaluasi




     b. Pelaksanaan/Implementasi
                                                                  30


Pelaksanaan tindakan dalam siklus I dapat diuraikan sebagai berikut:

1) Kegiatan awal (10 menit)

   • Guru mengadakan presensi kelas

   • Guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai dengan

     metode ceramah.

2) Guru melaksanakan metode mengajar yang digunakan Kegiatan

   Inti (90 menit)

   • Guru membentuk kelompok-kelompok belajar siswa terdiri 4

     orang siswa secara heterogen

   • Guru membagikan handout yang berupa paragraf-paragraf hasil

     pemecahan materi bacaan tentang al-hiwâyât.

   • Guru memberitahukan agar dalam setiap kelompok terjadi

     diskusi yang membahas tentang cara baca yang benar, makna

     kosa kata/mufrodat baru, menemukan tema atau kata kunci tiap

     paragraf dan pokok-pokok kandungan paragraf.

   • Guru mengawasi dan mengamati kerja kelompok

   • Ketua    kelompok     melaporkan   keberhasilan atau hambatan

     kelompoknya

   • Ketua kelompok harus dapat memastikan bahwa setiap anggota

     telah memahami tugasnya masing-masing, yakni: ada yang

     membacakan paragraf, menuliskan prediksi jawaban hasil

     diskusi, dan sebagai penyaji.
                                                                    31


     • Guru meminta kepada perwakilan kelompok untuk menyajikan

        temuannya

  3) Guru bertindak sebagai nara sumber atau fasilitator Kegiatan akhir

     (15 menit)

         Bersama-sama dengan siswa, guru membuat kesimpulan dari

         kegiatan yang telah dilakukan.

  4) Evaluasi (20 menit)

         Guru mengadakan evaluasi untuk mengetahui kemajuan belajar

         siswa pada akhir siklus I.


c. Pengamatan

           Kegiatan pengamatan pada siklus I dilakukan terhadap 3

  (tiga) variabel, yaitu keaktifan, kerjasama kelompok, dan nilai

  perolehan hasil belajar (tes) yang masing-masing secara rinci dapat

  diuraikan sebagai berikut :

           Untuk pengamatan terhadap kemampuan siswa dalam

  melakukan kerjasama dalam kelompok selama pembelajaran dapat

  digambarkan dengan tabel berikut ini:

                                   Tabel 4.3
            Rekapitulasi Hasil Pengamatan Kemampuan Kerjasama
                   Siswa dalam Kelompok Siklus I

                                                          Tidak
   No                Nama                  Mampu          Mampu
    1    Aulia Miftahul Hidayah              V
    2    Dewi Pratamaningtyas                                V
    3    Eka Nurcahyanti                                     V
    4    Eka Wulandari                        V
                                                              32


                                                     Tidak
 No                Nama                Mampu         Mampu
  5   Endang Setiya Anita                V
  6   Erna Safitri                                      V
  7   Fatqul Janah                           V
  8   Ida Erlina                                        V
  9   Kristyan Widiarti                      V
 10   Lilis Resti Fauzi                      V
 11   Mariatul Chiftiyah                     V
 12   Maya Meilista                          V
 13   Miftahus Sa'adah                       V
 14   Nur Khalimah                           V
 15   Reni                                              V
 16   Ria Rusita Dewi                                   V
 17   Ririn Susanti                                     V
 18   Siti Munawaroh                         V
 19   Siti Qomariyah                         V
 20   Srinatun                                          V
 21   Sulis Setiyana                         V
 22   Sunarsih                                          V
 23   Umi Roihatul Muzayanah                 V
 24   Wafi Uli Zurny Hana                               V
 25   Wahid Hatul Fitriyanah                            V
 26   Wiwik Yuliasih                                    V
 27   Yuliani                             V
 28   Yulika Eka Retnasari                V
 29   Muna Mardiyah                       V
      Jumlah                             17            12
      Prosentase                        58.62         41.38


        Dari rekapitulasi hasil pengamatan terhadap kemampuan

siswa dalam melakukan kerjasama dalam kelompok di atas, diketahui

siswa yang mampu bekerjasama dalam mengikuti pembelajaran

sebesar 17 siswa atau 58.62%, sedangkan yang tidak mampu

bekerjasama sebanyak 12 siswa atau 41.38%.
                                                                   33


         Adapun untuk pengamatan terhadap keaktifan siswa dalam

pembelajaran dapat digambarkan dengan tabel berikut ini:

                                  Tabel 4.4

         Rekapitulasi Hasil Pengamatan terhadap Keaktifan Siswa
                  dalam Pembelajaran Siklus I

 No                Nama                  Aktif       Tidak Aktif
  1   Aulia Miftahul Hidayah              v
  2   Dewi Pratamaningtyas                v
  3   Eka Nurcahyanti                                       V
  4   Eka Wulandari                           v
  5   Endang Setiya Anita                     v
  6   Erna Safitri                                          V
  7   Fatqul Janah                            v
  8   Ida Erlina                              v
  9   Kristyan Widiarti                       v
 10   Lilis Resti Fauzi                       v
 11   Mariatul Chiftiyah                      v
 12   Maya Meilista                           v
 13   Miftahus Sa'adah                        v
 14   Nur Khalimah                            v
 15   Reni                                                  v
 16   Ria Rusita Dewi                         v
 17   Ririn Susanti                                         v
 18   Siti Munawaroh                          v
 19   Siti Qomariyah                          v
 20   Srinatun                                              v
 21   Sulis Setiyana                          v
 22   Sunarsih                                              v
 23   Umi Roihatul Muzayanah                  v
 24   Wafi Uli Zurny Hana                                   v
 25   Wahid Hatul Fitriyanah                                v
 26   Wiwik Yuliasih                       v
 27   Yuliani                              v
 28   Yulika Eka Retnasari                 v
 29   Muna Mardiyah                        v
      Jumlah                              21                 8
      Prosentase                         72.41             27.59
                                                                             34




                  Dari rekapitulasi hasil pengamatan terhadap keaktifan siswa

         dalam pembelajaran di atas, diketahui siswa yang mampu aktif dalam

         pembelajaran sebesar 21 siswa atau 72,41%, sedangkan yang tidak

         mampu bekerjasama sebanyak 8 siswa atau 27,59%.

                  Sedangkan untuk hasil pengamatan terhadap nilai perolehan

         hasil belajar siswa dapat digambarkan dengan tabel berikut ini:

                                            Tabel 4.5

                      Daftar Nilai Perolehan Hasil Belajar Siswa setelah
                                  Tindakan Siklus I


No               Nama               Nilai   Penguasaan        Keterangan
 1   Aulia Miftahul Hidayah          72        Tuntas       8 Siswa belum
 2   Dewi Pratamaningtyas            75        Tuntas       tuntas, dan 21
 3   Eka Nurcahyanti                 75        Tuntas       siswa tuntas
 4   Eka Wulandari                   75        Tuntas
 5   Endang Setiya Anita             75        Tuntas
 6   Erna Safitri                    68     Belum Tuntas
 7   Fatqul Janah                    74        Tuntas
 8   Ida Erlina                      69     Belum Tuntas
 9   Kristyan Widiarti               85        Tuntas
10   Lilis Resti Fauzi               69     Belum Tuntas
11   Mariatul Chiftiyah              80        Tuntas
12   Maya Meilista                   80        Tuntas
13   Miftahus Sa'adah                74        Tuntas
14   Nur Khalimah                    78        Tuntas
15   Reni                            69     Belum Tuntas
16   Ria Rusita Dewi                 68     Belum Tuntas
17   Ririn Susanti                   69     Belum Tuntas
18   Siti Munawaroh                  79        Tuntas
19   Siti Qomariyah                  77        Tuntas
20   Srinatun                        69     Belum Tuntas
21   Sulis Setiyana                  69     Belum Tuntas
22   Sunarsih                        73        Tuntas
                                                                             35


23   Umi Roihatul Muzayanah          76       Tuntas
24   Wafi Uli Zurny Hana             74       Tuntas
25   Wahid Hatul Fitriyanah          75       Tuntas
26   Wiwik Yuliasih                  75       Tuntas
27   Yuliani                         74       Tuntas
28   Yulika Eka Retnasari            72       Tuntas
29   Muna Mardiyah                   85       Tuntas


               Berdasarkan hasil tersebut, masih banyak siswa yang belum

     tuntas dalam belajar atau yang mendapatkan nilai kurang dari 70, yaitu

     sebesar 8 siswa atau 27,59%%. Sedangkan yang tuntas adalah sebanyak 21

     siswa atau 72,41%.


     d. Refleksi

                   Berdasarkan hasil observasi terstruktur dan hasil evaluasi

        dalam siklus I sebagaimana disajikan sebelumnya, maka kegiatan

        pembelajaran dapat direfleksikan sebagai berikut:

            Kondisi kelas sudah kondusif, sehingga perlu terus dijaga bahkan

            ditingkatkan lebih baik lagi.

            Pembuatan rangkuman sudah didominasi oleh siswa, sehingga guru

            cukup menjadi fasilitator.

            Prosentase siswa yang mampu bekerjasama dalam mengikuti

            pembelajaran sebesar 17 siswa atau 58.62% masih tergolong dalam

            kategori rendah.

            Prosentase siswa yang aktif dalam pembelajaran sebesar 21 siswa

            atau 72,41% sudah tergolong tinggi,             tetapi   perlu untuk

            ditingkatkan.
                                                                             36


              Secara klasikal kegiatan pembelajaran belum tuntas, karena hanya

              21 siswa (72,41%) yang telah memperoleh nilai 70 atau lebih.

              Namun sudah ada peningkatan jika dibandingkan dengan hasil

              evaluasi pada pra tindakan.


3. Pelaksanaan Tindakan Siklus II

                 Pelaksanaan tindakan yang dilakukan pada siklus II terdiri dari

     1 (satu) kali pertemuan atau 3 (tiga) jam pelajaran dan setara dengan 135

     menit.

     a. Perencanaan

                   Secara garis besar, rencana tindakan yang akan disajikan

        dalam siklus II sebagai berikut:

                                   Tabel 4.6

                Rangkuman Rencana Pelaksanaan Siklus II

No      Komponen      Waktu                     Kegiatan
 1     Kegiatan awal 10 menit • Guru mengadakan presensi kelas
                              • Guru menyampaikan kompetensi yang
                                ingin dicapai dengan metode ceramah.
                              • Guru menjelaskan metode mengajar yang
                                digunakan
2      Kegiatan inti 90 menit • Guru membentuk kelompok-kelompok
                                belajar siswa terdiri 4 orang siswa secara
                                heterogen
                              • Guru membagikan handout yang berupa
                                paragraf-paragraf hasil pemecahan materi
                                bacaan tentang al-hiwâyât.
                              • Guru memberitahukan agar dalam setiap
                                kelompok terjadi diskusi yang membahas
                                tentang cara baca yang benar, makna
                                kosa kata/mufrodat baru, menemukan
                                tema atau kata kunci tiap paragraf dan
                                pokok-pokok kandungan paragraf.
                              • Guru mengawasi dan mengamati kerja
                                                                         37


                                kelompok
                              • Ketua        kelompok        melaporkan
                                keberhasilan atau hambatan kelompoknya
                              • Ketua kelompok harus dapat memastikan
                                bahwa setiap anggota telah memahami
                                tugasnya masing-masing, yakni: ada yang
                                membacakan       paragraf,   menuliskan
                                prediksi jawaban hasil diskusi, dan
                                sebagai penyaji.
                              • Guru meminta kepada perwakilan
                                kelompok untuk menyajikan temuannya
                              • Guru bertindak sebagai nara sumber atau
                                fasilitator
3    Kegiatan        15 menit • Guru membubarkan kelompok dan siswa
     akhir                      kembali ke tempat duduknya
                              • Guru memberikan klarifikasi, penguatan,
                                atau simpulan.
4    Evaluasi        20 menit • Guru melaksanakan evaluasi


    b. Pelaksanaan/Implementasi

       Pelaksanaan tindakan dalam siklus I dapat diuraikan sebagai berikut:

       1) Kegiatan awal (10 menit)

          • Guru mengadakan presensi kelas

          • Guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai dengan

            metode ceramah.

       2) Guru melaksanakan metode mengajar yang digunakan Kegiatan

          Inti (90 menit)

          • Guru membentuk kelompok-kelompok belajar siswa terdiri 4

            orang siswa secara heterogen

          • Guru membagikan handout yang berupa paragraf-paragraf hasil

            pemecahan materi bacaan tentang al-hiwâyât.
                                                                    38


     • Guru memberitahukan agar dalam setiap kelompok terjadi

       diskusi yang membahas tentang cara baca yang benar, makna

       kosa kata/mufrodat baru, menemukan tema atau kata kunci tiap

       paragraf dan pokok-pokok kandungan paragraf.

     • Guru mengawasi dan mengamati kerja kelompok

     • Ketua      kelompok   melaporkan   keberhasilan atau hambatan

       kelompoknya

     • Ketua kelompok harus dapat memastikan bahwa setiap anggota

       telah memahami tugasnya masing-masing, yakni: ada yang

       membacakan paragraf, menuliskan prediksi jawaban hasil

       diskusi, dan sebagai penyaji.

     • Guru meminta kepada perwakilan kelompok untuk menyajikan

       temuannya

  3) Guru bertindak sebagai nara sumber atau fasilitator Kegiatan akhir

     (15 menit)

         Bersama-sama dengan siswa, guru membuat kesimpulan dari

         kegiatan yang telah dilakukan.

  4) Evaluasi (20 menit)

         Guru mengadakan evaluasi untuk mengetahui kemajuan belajar

         siswa pada akhir siklus I.


c. Pengamatan

           Kegiatan pengamatan pada siklus II dilakukan terhadap 3

  (tiga) variabel, yaitu kerjasama kelompok, keaktifan dan nilai
                                                                    39


perolehan hasil belajar (tes) yang masing-masing secara rinci dapat

diuraikan sebagai berikut :

         Untuk pengamatan terhadap kemampuan siswa dalam

melakukan kerjasama dalam kelompok selama pembelajaran pada

siklus II ini dapat digambarkan dengan tabel berikut ini:

                                    Tabel 4.7

          Rekapitulasi Hasil Pengamatan Kemampuan Kerjasama
                 Siswa dalam Kelompok Siklus II

                                                            Tidak
 No                 Nama                   Mampu            Mampu
  1    Aulia Miftahul Hidayah                v
  2    Dewi Pratamaningtyas                  v
  3    Eka Nurcahyanti                       v
  4    Eka Wulandari                         v
  5    Endang Setiya Anita                   v
  6    Erna Safitri                                           v
  7    Fatqul Janah                             v
  8    Ida Erlina                               v
  9    Kristyan Widiarti                        v
 10    Lilis Resti Fauzi                        v
 11    Mariatul Chiftiyah                       v
 12    Maya Meilista                            v
 13    Miftahus Sa'adah                         v
 14    Nur Khalimah                             v
 15    Reni                                     v
 16    Ria Rusita Dewi                          v
 17    Ririn Susanti                            v
 18    Siti Munawaroh                           v
 19    Siti Qomariyah                           v
 20    Srinatun                                              V
 21    Sulis Setiyana                           v
 22    Sunarsih                                 v
 23    Umi Roihatul Muzayanah                   v
 24    Wafi Uli Zurny Hana                      v
 25    Wahid Hatul Fitriyanah                   v
                                                                 40


                                                     Tidak
 No               Nama                 Mampu         Mampu
 26    Wiwik Yuliasih                     v
 27    Yuliani                            v
 28    Yulika Eka Retnasari               v
 29    Muna Mardiyah                      v
       Jumlah                            27              2
       Prosentase                       93.10          6.90


          Dari rekapitulasi hasil pengamatan terhadap kemampuan

siswa dalam melakukan kerjasama dalam kelompok di atas, diketahui

siswa yang mampu bekerjasama dalam mengikuti pembelajaran

sebesar 27 siswa atau 93,10%, sedangkan yang tidak mampu

bekerjasama sebanyak 2 siswa atau 6,90%.

          Adapun untuk pengamatan terhadap keaktifan siswa dalam

pembelajaran pada siklus II ini dapat digambarkan dengan tabel

berikut ini:

                                Tabel 4.8

          Rekapitulasi Hasil Pengamatan terhadap Keaktifan Siswa
                        dalam Pembelajaran

 No                 Nama                   Aktif   Tidak Aktif
  1    Aulia Miftahul Hidayah               V
  2    Dewi Pratamaningtyas                 V
  3    Eka Nurcahyanti                      V
  4    Eka Wulandari                        V
  5    Endang Setiya Anita                  V
  6    Erna Safitri                         V
  7    Fatqul Janah                         V
  8    Ida Erlina                           V
  9    Kristyan Widiarti                    V
 10    Lilis Resti Fauzi                    V
 11    Mariatul Chiftiyah                   V
                                                                  41


 12    Maya Meilista                        V
 13    Miftahus Sa'adah                     V
 14    Nur Khalimah                         V
 15    Reni                                 V
 16    Ria Rusita Dewi                                     v
 17    Ririn Susanti                        V
 18    Siti Munawaroh                       V
 19    Siti Qomariyah                       V
 20    Srinatun                             V
 21    Sulis Setiyana                       V
 22    Sunarsih                             V
 23    Umi Roihatul Muzayanah               V
 24    Wafi Uli Zurny Hana                  V
 25    Wahid Hatul Fitriyanah               V
 26    Wiwik Yuliasih                       V
 27    Yuliani                              V
 28    Yulika Eka Retnasari                 V
 29    Muna Mardiyah                        V
       Jumlah                              28             1
       Prosentase                         96.55          3.45


          Dari rekapitulasi hasil pengamatan terhadap keaktifan siswa

dalam pembelajaran di atas, diketahui siswa yang mampu aktif dalam

pembelajaran sebesar 28 siswa atau 96,55%, sedangkan yang tidak

mampu bekerjasama sebanyak 1 siswa atau 3,45%.

          Sedangkan untuk hasil pengamatan terhadap nilai perolehan

hasil belajar siswa pada siklus II dapat digambarkan dengan tabel

berikut ini:
                                                                          42


                                         Tabel 4.9

                     Daftar Nilai Perolehan Hasil Belajar Siswa setelah
                                 Tindakan Siklus I

No            Nama               Nilai   Penguasaan      Keterangan
 1   Aulia Miftahul Hidayah       75        Tuntas      2 siswa belum
 2   Dewi Pratamaningtyas         76        Tuntas      tuntas, dan 27
 3   Eka Nurcahyanti              78        Tuntas       siswa tuntas
 4   Eka Wulandari                77        Tuntas
 5   Endang Setiya Anita          76        Tuntas
 6   Erna Safitri                 68     Belum Tuntas
 7   Fatqul Janah                 80        Tuntas
 8   Ida Erlina                   77        Tuntas
 9   Kristyan Widiarti            86        Tuntas
10   Lilis Resti Fauzi            72        Tuntas
11   Mariatul Chiftiyah           84        Tuntas
12   Maya Meilista                85        Tuntas
13   Miftahus Sa'adah             76        Tuntas
14   Nur Khalimah                 80        Tuntas
15   Reni                         71        Tuntas
16   Ria Rusita Dewi              69     Belum Tuntas
17   Ririn Susanti                70        Tuntas
18   Siti Munawaroh               79        Tuntas
19   Siti Qomariyah               77        Tuntas
20   Srinatun                     71        Tuntas
21   Sulis Setiyana               71        Tuntas
22   Sunarsih                     73        Tuntas
23   Umi Roihatul Muzayanah       78        Tuntas
24   Wafi Uli Zurny Hana          77        Tuntas
25   Wahid Hatul Fitriyanah       76        Tuntas
26   Wiwik Yuliasih               80        Tuntas
27   Yuliani                      76        Tuntas
28   Yulika Eka Retnasari         76        Tuntas
29   Muna Mardiyah                87        Tuntas


               Berdasarkan hasil tersebut, masih banyak siswa yang belum

     tuntas dalam belajar atau yang mendapatkan nilai kurang dari 70, yaitu
                                                                            43


     sebesar 2 siswa atau 6,90%. Sedangkan yang tuntas adalah sebanyak 27

     siswa atau 93,10%.



     a. Refleksi

                   Berdasarkan hasil pengamatan, pengisian angket, dan hasil

         evaluasi dalam siklus II, maka kegiatan pembelajaran dapat

         direfleksikan sebagai berikut:

             Kondisi siswa sudah dapat menyesuaikan dengan metode yang

             digunakan.

             Guru dapat melakukan kegiatan lebih baik.

             Pembuatan rangkuman sudah didominasi siswa.

             Prosentase siswa yang mampu bekerjasama dalam mengikuti

             pembelajaran sebesar 27 siswa atau 93,10% sudah tergolong sangat

             tinggi.

             Prosentase siswa yang aktif dalam pembelajaran sebesar 28 siswa

             atau 96,55% sudah tergolong sangat tinggi.

             Secara klasikal kegiatan pembelajaran sudah tuntas, karena 27

             siswa (93,10%) yang telah memperoleh nilai 70 atau lebih.



B. Pembahasan

             Berdasarkan hasil observasi dan hasil tes yang dilakukan pada pra

  tindakan, siklus I dan siklus II, maka dapat diuraikan sebagai berikut:
                                                                          44


1. Kemampuan Kerjasama dalam Kelompok

             Berdasarkan hasil observasi terstruktur tentang kemampuan

   siswa dalam kerjasama dalam kelompok yang dilakukan pada pra

   tindakan, siklus I dan siklus II , maka dapat diketahui sebagaimana dalam

   tabel berikut ini:

                                 Tabel 4.10

Perbandingan Kemampuan Siswa dalam Bekerjasama dalam Kelompok
                  Pada Siklus I dan Siklus II

                                         Siklus I       Siklus II
      No           Kualifikasi
                                        Jml    %      Jml     %
       1    Mampu bekerja sama           17   58,62    27    93,10
       2    Tidak mampu                 12    41,38     2     6,90
            bekerjasama


             Kemampuan siswa dalam kerjasama kelompok berdasarkan tabel

   di atas dapat diuraikan bahwa yang menyebutkan siswa tidak mampu

   bekerjasama mengalami penurunan dari 12 siswa (41,38 %) pada siklus I,

   menjadi 2 siswa (6,90%) pada siklus II. Kualifikasi yang menyebutkan

   siswa mampu bekerjasama dalam kelompok mengalami kenaikan 17 siswa

   (58,62%) pada siklus I menjadi 27 siswa (93,10%) pada siklus II.



2. Keaktifan Siswa

             Berdasarkan hasil observasi terstruktur tentang sikap siswa yang

   dilakukan pada pra tidakan, siklus I, dan siklus II (lihat lampiran 4,

   lampiran 7 dan lampiran 10), maka dapat diketahui sebagaimana dalam

   tabel berikut ini:
                                                                            45


                                     Tabel 4.11

              Perbandingan Hasil Observasi Keaktifan Siswa
                      Pada Siklus I, dan Siklus II

                                             Siklus I        Siklus II
        No             Kualifikasi
                                            Jml      %      Jml    %
         1    Aktif                          21     72,41    28   96,55
         2    Tidak Aktif                    8      27,59    1     3,45



               Keaktifan siswa dalam pembelajaran yang diperoleh dari

     observasi menunjukkan bahwa kualifikasi yang menyatakan tidak aktif

     mengalami penurunan dari 8 siswa (27,58%) pada siklus I menjadi 1 siswa

     (3,45%) pada siklus II. Kualifikasi yang menunjukkan aktif menunjukkan

     kenaikan dari 21 siswa (72,41%) pada siklus I menjadi 28 siswa (96,55%)

     pada siklus II.


 3. Hasil Evaluasi

               Berdasarkan hasil evaluasi yang dilakukan pada pra tindakan,

     siklus I, dan siklus II, maka dapat diketahui sebagaimana dalam tabel

     berikut ini:

                                     Tabel 4.12

                          Perbandingan Hasil Evaluasi

                                                     Tuntas       Belum Tuntas
No               Kegiatan                         Jml      %      Jml      %
1     Pra Tindakan                                 18    62,07     11    37,93
2     Siklus I                                     21    72,41      8    27,59
3     Siklus II                                    27    93,10      2     6,90
                                                                   46


         Hasil evaluasi menunjukkan terdapat kenaikan yang tuntas

belajar dari 18 siswa (62,07%) pada pra tindakan menjadi 21 siswa

(72,41%) pada siklus I, dan menjadi 27 siswa (93,10%) pada siklus II.

Sedangkan yang belum tuntas belajar mengalami penurunan dari 11 siswa

(37,93%) pada pra tindakan menjadi 8 siswa (27,59%) pada siklus I, dan

menjadi 2 siswa (6,90%) pada siklus II.
                                                                              47




                                   BAB V

                                 PENUTUP



A. Kesimpulan

           Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan hasil penelitian

  dalam bab terdahulu dapat disimpulkan bahwa motivasi belajar Fikih pada

  siswa kelas X-A MA Ma’arif Balong, dapat meningkat dengan penerapan

  metode ‘Tatas’. Peningkatan motivasi belajar siswa, yang terdiri atas

  kemandirian belajar siswa dan sikap siswa, dapat dijelaskan sebagai berikut :



  1. Kemampuan Kerjasama Siswa

             Siswa   yang mampu        untuk   bekerjasama    dalam    kelompok

     mengalami kenaikan dari 17 siswa (58,62%) pada siklus I, menjadi 27

     siswa (93,10%) pada siklus II. Sedangkan siswa yang tidak mampu untuk

     bekerjasama dalam kelompok mengalami penurunan dari 12 siswa

     (41,38%) pada siklus I, menjadi 2 siswa (6,90%) pada siklus II.
                                                                        48




2. Keaktifan Siswa

        Siswa yang aktif mengalami kenaikan dari 21 siswa (72,41%) pada

   Siklus I, menjadi 28 siswa (96,55%) pada siklus II. Sedangkan siswa yang

   tidak aktif mengalami penurunan dari 8 siswa (27,59%) pada Siklus I,

   menjadi 1 siswa (3,45%) pada siklus II.

3. Hasil Evaluasi

            Hasil evaluasi menunjukkan terdapat kenaikkan yang tuntas

   belajar dari 18 siswa (62,07%) pada pra tindakan, menjadi 21 siswa

   (72,41%) pada siklus I, dan menjadi 27 siswa (93,10%) pada siklus II.

   Sedangkan yang belum tuntas belajar mengalami penurunan dari 11 siswa

   (37,93%) pada pra tindakan menjadi 8 siswa (27,59%) pada siklus I, dan

   menjadi 2 siswa (6,90%) pada siklus II.



4. Uji Hipotesis

            Berdasarkan hasil analisis penelitian sebagaimana dijelaskan di

   atas, maka hipotesis tindakan yang menyatakan bahwa “Penerapan strategi

   pembelajaran Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC)

   dapat meningkatkan prestasi belajar siswa dalam pembelajaran Bahasa

   Arab di MA Ma’arif Balong Ponorogo kelas X-A semester genap Tahun

   Pelajaran 2010/2011” dapat diterima.
                                                                           49




B. Saran

           Berdasarkan hasil kesimpulan di atas, dapat disampaikan saran-saran

  sebagai berikut :

  1. Bagi Guru

               Dengan kondisi tertentu, maka penggunan metode ‘CIRC dapat

     meningkatkan prestasi belajar siswa. Kepada para guru diharapkan

     memiliki kemauan dalam mengembangkan kegiatan belajar mengajar agar

     dapat meningkatkan prestasi belajar siswa.

  2. Bagi Sekolah dan Kepala Sekolah

               Kepala Sekolah hendaknya dapat mengambil kebijakan tentang

     perlunya melaksanakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) bagi setiap guru,

     agar prestasi belajar siswa semakin meningkat. Selain itu Kepala Sekolah

     hendaknya dapat mengusahakan agar ketersediaan sarana bagi para guru

     dalam melaksanakan PTK terus ditingkatkan.

  3. Bagi Siswa

               Dengan melaksanakan penelitian tindakan kelas (PTK), dapat

     mendorong siswa dalam kegiatan belajar. Sehingga hasil yang diperoleh

     juga semakin meningkat. Kepada peserta didik hendaknya selalu

     mempersiapkan diri dalam mengikuti kegiatan belajar mengajar agar

     prestasi belajarnya semakin meningkat.
                                                                        50




                            DAFTAR PUSTAKA



Ahmadi, Abu. Supriyono, Widodo, 2004. Psikologi Belajar. Jakarta: Rinneka
        Cipta

Arikunto, Suharsimi, 2008. Evaluasi Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara

Modul Bidang Studi Bahasa dan Sastra Indonesia, 2008.

Peraturan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2008, Lampiran
         Bab VIII

Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar
         Nasional Pendidikan

Suyitno, Amin, 2005. Mengadopsi Pembelajaran CIRC dalam Meningkatkan
         Keterampilan Siswa Menyelesaikan Soal Cerita. F. MIPA Universitas
         Negeri Semarang

Webster’s Third New International Dictionary, 1951. Massachusstes: Merriam-
        Webster

Winkel, W.S. 1996. Psikologi Pengajaran. Bandung: Grassindo

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags: Bahasa, Arab
Stats:
views:709
posted:10/24/2012
language:Malay
pages:50