Docstoc

KTSP SMP N 2 Brebes

Document Sample
KTSP SMP N 2 Brebes Powered By Docstoc
					                KURIKULUM
   SMP N 2 BREBES
 RINTISAN SEKOLAH BERTARAF INTERNASIONAL
            Tahun Pelajaran 2012/2013




     PEMERINTAH KABUPATEN BREBES
           DINAS PENDIDIKAN
         SMP NEGERI 2 BREBES
RINTISAN SEKOLAH MENENGAH PERTAMA BERTARAF INTERNASIONAL
         Jalan Veteran 1 Brebes 52212 (0283) 671219 Fax. (0283) 6174279
       Website :http://www.smpn2brebes.sch.id Email:smp02brebes@plasa.com
             LEMBAR PENGESAHAN

                       KURIKULUM
                   SMP NEGERI 2 BREBES
RINTISAN SEKOLAH MENENGAH PERTAMA BERTARAF INTERNASIONAL
                          (RSBI)



             Telah diteliti dan disahkan penggunaannya pada
                   Tangggal 16 bulan Juli tahun 2012,
        dan dinyatakan berlaku mulai Tahun Pelajaran 2012/2013
             di kelas VII, VIII, dan IX SMP Negeri 2 Brebes


                                       Disahkan di       : Brebes
                                       Pada Tanggal      : 16 Juli 2012

 Menyetujui,                           Kepala Sekolah,
 Ketua Komite




 Drs. H. Edy Kusmartono, M.Si.         Drs. Taufiq, M.Pd
                                       NIP 19650606 199403 1 007




                            Mengetahui,
                       Kepala Dinas Pendidikan
                         Kabupaten Brebes




                     Dr. H. Angkatno, S.H., M. Pd.
                      NIP 19610812 198201 1 009




                                  ii
                          PEMERINTAH KABUPATEN BREBES
                                DINAS PENDIDIKAN
                              SMP NEGERI 2 BREBES
            RINTISAN SEKOLAH MENENGAH PERTAMA BERTARAF INTERNASIONAL
                   Jalan Veteran 1, Telp. ( 0283 ) 671219 Fax. (0283) 6174279
             Website :http://www.smpn2brebes.sch.id Email:smp02brebes@plasa.com


                                      KEPUTUSAN
                              KEPALA SMP NEGERI 2 BREBES
                                 Nomor : 800 /   / 2012
                                         tentang
                                    PEMBERLAKUAN
                             KURIKULUM SMP NEGERI 2 BREBES
                               TAHUN PELAJARAN 2012/2013
Mengingat : a.      Undang – Undang No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan
                    Nasional
              b.    Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional
                    Pendidikan;
              c.    Permendiknas Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi , Nomor 23
                    tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan dan Nomor 24 tahun
                    2006 tentang Pelaksanaan Permendiknas nomor 22 , 23.
              d.    Surat Edaran Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa
                    Tengah Nomor 780/3466 tanggal 24 Juli 2006 tentang Tindaklanjut
                    Implementasi Permendiknas Nomor 22 , 23 , 24 tahun 2006.
              e.    Permendiknas Nomor 78 Tahun 2009 tentang Penyelenggaraan Sekolah
                    Bertaraf Internasional pada Jenjang Pendidikan Dasar dan Menengah.
              f.    Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2010 tentang Pengelolaan dan
                    Penyelenggaraan Pendidikan
               g.     SK Mendiknas No. 002/U/1986 telah dirintis pengembangan sekolah standar
                     yang melayani penuntasan Wajib Belajar bagi anak berkebutuhan khusus.
             h.     Permendiknas Nomor 84 tahun 2008 tentang Pengarusutamaan Gender
                     dalam Bidang Pendidikan.
                                     MEMUTUSKAN :
Menetapkan:
Pertama : Bahwa Kurikulum SMP Negeri 2 Brebes berlaku mulai tahun pelajaran 2012–
          2013 dari kelas VII s.d. IX.
Kedua   : Segala biaya yang timbul akibat pelaksanaan keputusan ini, akan dibebankan
          pada anggaran yang sesuai.
Ketiga  : Apabila terdapat kekeliruan dalam keputusan ini akan dibetulkan sebagaimana
          mestinya.
Keempat : Keputusan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan
                                                 Ditetapkan di : Brebes
                                                 Pada Tanggal : 16 Juli 2012
                                                     Kepala Sekolah,

Tembusan Yth.                                        Drs. Taufiq, M.Pd
1. Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah      NIP 19650606 199403 1 007
2. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Brebes




                                              iii
                          PEMERINTAH KABUPATEN BREBES
                                DINAS PENDIDIKAN
                              SMP NEGERI 2 BREBES
             RINTISAN SEKOLAH MENENGAH PERTAMA BERTARAF INTERNASIONAL
                     Jalan Veteran 1, Telp. ( 0283 ) 671219 Fax. (0283) 6174279
               Website :http://www.smpn2brebes.sch.id Email:smp02brebes@plasa.com

                                      KEPUTUSAN
                              KEPALA SMP NEGERI 2 BREBES
                                   Nomor :    800 /         / 2012
                               tentang
                     TIM PENGEMBANG KURIKULUM
     RINTISAN SEKOLAH MENENGAH PERTAMA BERTARAF INTERNASIONAL
                               (RSBI)
                         SMP NEGERI 2 BREBES
                      TAHUN PELAJARAN 2012/ 2013

Menimbang : Bahwa dalam rangka mengimplementasikan Permendiknas Nomor 22, 23 dan 24
            tahun 2006 dan mewujudkan Kurikulum SMP Negeri 2 Brebes perlu membentuk
            Tim Pengembang Kurikulum.
Mengingat : a. Undang-Undang RI Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional
            b. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan
            c. Permendiknas Nomor 22 tahun 2006 tentang Standar Isi , Nomor 23 tahun 2006
               tentang Standar Kompetensi Lulusan dan Nomor 24 tahun 2006 tentang
               Pelaksanaan Permendiknas nomor 22 , 23
            d. Permendiknas Nomor 78 tahun 2009 tentang Penyelenggaraan Sekolah Bertaraf
               Internasional Pada Jenjang Pendidikan Dasar dan Menengah
            e. Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2010 tentang Pengelolaan dan
                 Penyelenggaraan Pendidikan
             f. SK Mendiknas No. 002/U/1986 telah dirintis pengembangan sekolah standar yang
                melayani penuntasan Wajib Belajar bagi berkebutuhan khusus.
             g. Permendiknas Nomor 84 tahun 2008 tentang Pengarusutamaan Gender dalam
                Bidang Pendidikan.
             h. Surat Edaran Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah
                Nomor 780/3466 tanggal 24 Juli 2006 tentang Tindaklanjut Implementasi
                Permendiknas Nomor 22 , 23 , 24 tahun 2006.
                                       MEMUTUSKAN :
Menetapkan:
Pertama : Tim Pengembang Kurikulum SMP Negeri 2 Brebes seperti tersebut dalam lampiran.
Kedua : Masing-masing anggota Tim Pengembang melaporkan pelaksanaan tugasnya kepada
          Kepala Sekolah.
Ketiga : Segala biaya yang timbul akibat pelaksanaan keputusan ini, akan dibebankan pada
          anggaran yang sesuai.
Keempat : Apabila terdapat kekeliruan dalam keputusan ini akan dibetulkan sebagaimana mestinya.
Kelima : Keputusan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan.
                                                  Ditetapkan di : Brebes
                                                  Pada Tanggal : 10 Juli 2012

                                                       Kepala Sekolah,

Tembusan Yth.                                          Drs. Taufiq, M.Pd
1. Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah        NIP 19650606 199403 1 007
2. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Brebes



                                                  iv
Lampiran          : Keputusan Kepala SMP N 2 Brebes
Tentang           : Tim Pengembang Kurikulum SMP Negeri 2 Brebes
Nomor            : 800 /    / 2012
Tanggal          : 10 Juli 2012

                 TIM PENGEMBANG KURIKULUM
 RINTISAN SEKOLAH MENENGAH PERTAMA BERTARAF INTERNASIONAL
                            (RSBI)
                     SMP NEGERI 2 BREBES
                   TAHUN PELAJARAN 2012/2013

                               GOL
NO            NAMA                         PANGKAT            JABATAN
                              RUAN                                             KETERANGAN
               NIP                     / DALAM KOMITE        DALAM TIM
                                G
1                 2             3             4                   5                   6
1    Drs. Taufiq, M.Pd.        IV/a        Pembina         Penanggung Jawab     Kepala Sekolah
     NIP 19650606 199403 1
     007
2    Drs. Dharma Suhaeri       III/d    Penata Tingkat I        Ketua               Wakasek
     NIP 19670318 199903 1                                                     Bid.Pengembangan
     001                                                                             SDM
3    Soleman , S.Pd.           IV/a        Pembina           Wakil Ketua        Wakasek Bid.
     NIP 19621112 198303 1                                                    Pengelolaan Sekolah
     014
4    Agus Safari , S.Pd        IV/a        Pembina            Sekretaris I    Kabid. Manajemen
     NIP 19710521 199702 1                                                          Mutu
     003
5    Elfia Nurohmah,M.Pd.      IV/a        Pembina           Sekertaris II     Kabid Kurikulum
     NIP 19711109 199903 2
     002
6    Drs. Rudiyanto            IV/a        Pembina             Anggota        Kepala Ur. Proses dan
     NIP 19700712 199803 1                                                          Penilaian
          013
7    Wachidin,S.Pd..           II/d        Pengatur            Anggota           Kepala Ur. Isi
     NIP 19681005 200701 1                                                        Kurikulum
     022
8    Muh. Djuhairi,S.Pd.I      IV/a        Pembina             Anggota         Kabid Kesiswaan
     NIP 19560427 198203 1
     008
9    Robiatul Adawiyah,        III/b   Penata Muda Tk.I        Anggota           Kepala Ur.
     S.Psi.M.Pd.                                                               Pembinaan Siswa
     NIP 19780801 200604 2
     038
10   Herkusnadi,S.Kom.         III/a     Penata Muda           Anggota            Kepala Ur.
     NIP 19800504 200904 1                                                        Bangdinsis
     002
11   Ruswanti, S.Pd.           IV/a        Pembina             Anggota              Kabid
     NIP 19650905 198810 2                                                    Pengembangan TP
     001                                                                           dan TK
12   Jumadi, A.Md.Pd.          IV/a        Pembina             Anggota              Kabid
     NIP 19630602 198702 1                                                      Pengembangan
     004                                                                       Sarana Prasarana
13   Edi Wuryanto, S.Pd.       III/d    Penata Tingkat I       Anggota        Kabid Humas dan
     NIP 19730929 199903 1                                                        Kerjasama
     005
15   Mukhidin, S.Pd.           III/a     Penata Muda           Anggota        Kepala Ur. Budaya
     NIP 19700913 200604 1                                                    dan Lingk. Sekolah
     009
16   Nur Kholis,S.Kom.         III/a     Penata Muda           Anggota            Kepala Ur.

                                           v
                                   GOL
NO             NAMA                           PANGKAT               JABATAN
                                  RUAN                                                  KETERANGAN
                NIP                       / DALAM KOMITE           DALAM TIM
                                    G
1                  2                3              4                     5                     6
     NIP 19760203 201001 1 011                                                          Penjaminan Mutu
                                                                                            Sekolah
17   Panti Udadi , S.Pd.          IV/a         Pembina                Anggota              Guru IPA
     NIP 19551212 197703 2
     010
18   Hj. Ani Anjaringsih, S. Pd   IV/a         Pembina                Anggota            Guru Bhs. Jawa
     NIP 19570622 197811 2
     002
19   Sri Asmonah , S.Pd.          IV/a         Pembina                Anggota          Guru Bhs. Indonesia
     NIP 19630812 198601 2
     004
20   Edi Pratondo, S.Pd.          IV/a         Pembina                Anggota              Guru PKn
     NIP 19570404 197803
     1011
21   Supriyadi Darmawan,S.Pd.       -              -                  Anggota             Guru Penjas
     NIP
22   Sri Ulis Setyaningsih ,      IV/a         Pembina                Anggota               Guru IPS
     S.Pd.
     NIP 19571115 198003 2
     009
23   Musniroh, S.Pd.              IV/a         Pembina                Anggota               Guru BK
     NIP 19650620 198608 2
     003
24   Darso, S.Pd.                 III/a      Penata Muda              Anggota           Guru Bhs. Inggris
     NIP 19810402 201001 1
     017
25   Sariah, S.Pd.                IV/a         Pembina                Anggota           Guru Matematika
     NIP 19700707 199501 2
     001
26   Drs. Muhajir                 III/a      Penata Muda              Anggota              Guru PAI
     NIP 19651008 200701 1 032
27   Furqon,S.Kom                 III/a      Penata Muda              Anggota              Guru TIK
     NIP 19800306 201001 1
     014
28   Yulia Widyarini,S.Pd.        III/a      Penata Muda              Anggota            Guru Seni Tari
     NIP 19750719 201001 2 004
29   Drs. H. Edy Kusmartono,                Ketua Komite              Anggota          Tokoh Masyarakat
     M.SI.

30   Rustamadji                           Wakil Ketua Komite          Anggota          Tokoh Masyarakat

31




                                                               Brebes , 10 Juli 2012
                                                               Kepala Sekolah




                                                               Drs. Taufiq, M.Pd
                                                               NIP 19650606 199403 1 007


                                              vi
                            KATA PENGANTAR

       Segala puji bagi Allah S.W.T., Tuhan seru sekalian alam, karena atas pertolongan
dan ridlo-Nyalah, kami Tim Pengembang Kurikulum SMP Negeri 2 Brebes dapat
menyelesaikan penyusunan Kurikulum SMP Negeri 2 Brebes Tahun Pelajaran 2012 – 2013.
Kurikulum ini merupakan program yang tidak dapat dipisahkan dalam kegiatan proses
pembelajaran sekolah.

      Sehubungan dengan itu, Kurikulum ini disusun berdasarkan pada Undang – Undang
Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional, Peraturan Pemerintah Nomor
19 Tahun 2005, dan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22, 23 dan 24 Tahun
2006, dan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 78 Tahun 2009, dengan
menerapkan prinsip – prinsip Pengembangan Kurikulum sebagai berikut :
   1. Berpusat pada potensi, perkembangan, kebutuhan dan kepentingan peserta didik dari
      lingkungannya.
   2. Beragam dan Terpadu.
   3. Tanggap terhadap perkembangan Ilmu Pengetahuan, Teknologi dan Seni.
   4. Relevan dengan kebutuhan kehidupan.
   5. Menyeluruh dan berkesinambungan.
   6. Belajar sepanjang hayat.
   7. Seimbang antara kepentingan Nasional dan kepentingan Daerah.

      Kurikulum ini terwujud karena adanya kerjasama yang baik antara anggota Tim
Pengembang dan pihak lain yang terlibat baik sebagai supervisor maupun sebagai nara
sumber. Untuk itu tidak berlebihan apabila kami menyampaikan ucapan terima kasih kepada
:
   1. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Brebes beserta jajarannya.
   2. Pengurus Komite SMP Negeri 2 Brebes.
   3. Para Pengawas SMP/Dikdas Dinas Pendidikan Kabupaten Brebes.
   4. Bapak Ibu Guru dan Staf TU SMP Negeri 2 Brebes sebagai Tim Pengembang
      Kurikulum.
   5. Semua pihak yang tidak dapat kami sebutkan satu per satu.

       Dengan iringan doa mudah – mudahan jerih payah dan sumbang sarannya mendapat
balasan dari Allah SWT, dan Kurikulum SMP Negeri 2 Brebes ini bermanfaat bagi kita
semua, sebagai upaya menyiapkan manusia Indonesia seutuhnya.


                                                 Brebes , Juli 2012
                                                 Tim Pengembang




                                          vii
                                                      DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL ...................................................................................................... i
LEMBAR PENGESAHAN ............................................................................................ ii
KEPUTUSAN KEPALA SMP NEGERI 2 BREBES TENTANG
PEMBERLAKUAN KURIKULUM ............................................................................                                iii
KEPUTUSAN KEPALA SMP NEGERI 2 BREBES TENTANG
TIM PENGEMBANG KURIKULUM ........................................................................ iv
KATA PENGANTAR .................................................................................................... vii
DAFTAR ISI ................................................................................................................... viii


BAB I PENDAHULUAN ..............................................................................................                    1
     A. Latar Belakang .....................................................................................................        1
     B. Rasional Kurikulum RSBI/SBI SMP Negeri 2 Brebes .......................................                                     2
     C. Prinsip Pengembangan Kurikulum ......................................................................                       4
     D. Landasan ...............................................................................................................    6
     E. Tujuan Penyusunan Kurikulum ............................................................................                    7
     F. Prinsip Pelaksanaan Kurikulum ...........................................................................                   8
     G.   Analisis SWOT Implementasi Permendiknas 22, 23 dan 24 Tahun 2006 di SMP
          Negeri 2 Brebes ....................................................................................................      9
BAB II TUJUAN ............................................................................................................          13
     A. Tujuan Pendidikan Dasar......................................................................................               13
     B. Tujuan Pendidikan Dasar/Institusional .................................................................                     13
     C. Visi Sekolah .........................................................................................................      13
     D. Misi Sekolah ........................................................................................................       14
     E. Standar Kompetensi Kelulusan ............................................................................                   15
     F. Tujuan Sekolah dalam 4 tahun ............................................................................                   16
     G. Tujuan Sekolah Tahun Pelajaran 2012/2013 ........................................................                           18


BAB III STRUKTUR DAN MUATAN KURIKULUM ..............................................                                                28
     A. Struktur Kurikulum...............................................................................................           28
     B. Muatan Kurikulum ...............................................................................................            29
          1.Mata Pelajaran....................................................................................................      29
          2.Muatan Lokal......................................................................................................      56
     C. Kurikulum Plus......................................................................................................        59

                                                                 viii
     D. Program Inklusi ....................................................................................................   62
     E. Pengembangan Diri ..............................................................................................       63
     F. Pengaturan Beban Belajar ....................................................................................          66
     G. Ketuntasan Belajar ................................................................................................    67
     H. Kegiatan Remedial ...............................................................................................      68
     I. Cara Menghitung Nilai LHB dan Kriteria Kenaikan Kelas .................................                                69
     J. Kriteria Kelulusan.................................................................................................    70
     K. Pendidikan Kecakapan Hidup ..............................................................................              71
     L. Pendidikan Berbasis Keunggulan Lokal dan Global ............................................                           72
     M. Penilaian Pengembangan diri ...............................................................................            73
          1. Penilaian Konseling ..........................................................................................    73
          2. Penilaian Kegiatan Ekstrakurikuler ..................................................................             73
          3. Penilaian Akhlaq Mulia ...................................................................................        75
          4. Penilaian Kepribadian.......................................................................................      76
          5. Mekanisme Pelaksanaan ...................................................................................         77
     N. Pendidikan Responsif Gender ........................................................................... ..             78
     O. Pengembangan Pendidikan Nasionalisme dan Pendidikan karakter Bangsa .......                                            79


BAB IV KALENDER PENDIDIKAN ..........................................................................                          84
     A.      Perhitungan Hari Belajar Sekolah Efektif, Penyerahan Buku
             Laporan Pernilaian Perkembangan/Buku Laporan Peniaian
             Hasil Belajar (Rapor), Hari Libur sekolah, Hari Libur Bulan
             Ramadhan/Hari Raya Idul Fitri, Peringatan Hari Nasional
             Dan Perkiraan Hari Libur Umum tahun Pelajaran 2012/2013 ..........................                                84
     B.      Kalender Pendidikan Dan Jumlah Jam Belajar Efektif Tahun
             Pelajaran 2012/2013 .........................................................................................     86


BAB V PENUTUP ..........................................................................................................       87




                                                                ix
                                         BAB I
                                 PENDAHULUAN


A. Latar Belakang
           Kurikulum merupakan seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan,
   isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan
   kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. Dalam pelaksanaan
   Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP), Kementrian Pendidikan dan
   Kebudayaan telah menetapkan kerangka dasar Standar Kompetensi ulusan (SKL),
   Standar Kompetensi (SK), dan Kompetensi Dasar (KD).
           KTSP merupakan kurikulum operasional yang disusun dan dilaksanakan oleh
   masing-masing satuan pendidikan. Pengembangannya harus berdasarkan satuan
   pendidikan, potensi daerah, atau karakteristik daerah, sosial budaya masyarakat
   setempat dan peserta didik.
           Pemberlakuan Undang-undang Republik Indonesia Nomor 32 tahun 2004
   tentang Pemerintah Daerah menuntut pelaksanaan otonomi daerah dan wawasan
   demokrasi dalam penyelenggaraan pendidikan. Pengelolaan pendidikan yang semula
   bersifat sentralistik berubah menjadi desentralistik. Desentralisasi pengelolaan
   pendidikan dengan diberikannya wewenang kepada satuan pendidikan untuk menyusun
   kurikulumnya mengacu pada Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem
   Pendidikan Nasional, yaitu Pasal 3 tentang fungsi dan tujuan pendidikan nasional dan
   Pasal 35 mengenai standar nasional pendidikan.
           Desentralisasi pengelolaan pendidikan yang diharapkan dapat memenuhi
   kebutuhan dan kondisi daerah harus segera dilaksanakan. Bentuk nyata desentralisasi
   pengelolaan pendidikan adalah diberikannya kewenangan kepada satuan pendidikan
   untuk mengambil keputusan berkenaan dengan pengelolaan pendidikan, seperti dalam
   pengelolaan kurikulum, baik dalam penyusunan maupun pelaksanaannya di satuan
   pendidikan.
           Pemerataan kesempatan belajar bagi       semua   peserta didik termasuk anak
   berkebutuhan khusus dilandasi pernyataan Salamannca tahun 1994. Pernyataan
   Salamanca     ini    merupakan   perluasan    tujuan   Education   Fol   All    dengan
   mempertimbangkan        pergeseran   kebijakan   mendasar   yang   diperlukan    untuk
   menggalakkan        pendekatan pendidikan inklusif. Melalui pendidikan inklusif ini



                                            1
   diharapkan SMP N 2 Brebes dapat melayani semua anak, terutama mereka yang
   memiliki kebutuhan pendidikan khusus. Di Indonesia melalui SK Mendiknas No.
   002/U/1986 telah dirintis pengembangan sekolah standar yang melayani penuntasan
   Wajib Belajar bagi berkebutuhan khusus.
              Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2000 tentang Pengarusutamaan Gender
   (PUG) Dalam Pembangunan Nasional menginstruksikan agar setiap institusi
   pemerintah termasuk SMP N 2 Brebes juga melaksanakan pengarusutamaan gender
   (PUG) dengan cara mengintegrasikan dimensi kesetaraan dan keadilan gender dalam
   seluruh tahapan kegiatan perencanaan, pelaksanaan, monitoring, dan evaluasi serta
   pelaporan pembangunan pendidikan.
              SMP N 2 Brebes merupakan salah satu satuan pendidikan sebagai pusat
   pengembangan budaya. kurikulum ini mengembangkan nilai-nilai budaya dan karakter
   bangsa sebagai satu kesatuan kegiatan pendidikan yang terjadi di sekolah. Nilai-nilai
   yang dimaksud di antaranya: religius, jujur, toleransi, disiplin, kerja keras, kreatif,
   mandiri, demokratis, rasa ingin tahu, semangat kebangsaan, cinta tanah air, menghargai
   prestasi, komunikatif, cinta damai, gemar membaca, peduli sosial dan lingkungan, serta
   tanggung jawab. Nilai-nilai melingkupi dan terintegrasi dalam seluruh kegiatan
   pendidikan sebagai budaya sekolah.
              Dalam upaya menumbuhkembangkan nilai-nilai dan semangat nasionalisme
   melalui jalur pendidikan salah satu strategi yang ditempuh adalah melalui
   pengintegrasian materi nasionalisme dalam mata pelajaran di satuan pendidikan SMP
   Strategi    ini   dilakukan   dengan   mempertimbangkan      efektivitas,   kesesuaian,
   kesinambungan serta memperhatikan tingkat perkembangan usia peserta didik.


B. Rasional Kurikulum RSBI SMP Negeri 2 Brebes
          Kurikulum Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI) SMP Negeri 2
   Brebes adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, bahan ajar dan
   metode yang digunakan sebagai          pedoman penyelenggaraan kegiatan proses
   pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan.
          Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI) merupakan sekolah yang
   diharapkan sudah memenuhi seluruh standar nasional pendidikan yang diperkaya dan
   dikembangkan dengan mengacu pada standar pendidikan lembaga internasional
   dan/atau negara maju sehingga memiliki daya saing di forum internasional.



                                           2
       Pengembangan Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI) dimaksudkan
untuk meningkatkan kemampuan dan daya saing bangsa Indonesia di forum
internasional. Pengembangan Kurikulum RSBI SMP Negeri 2 Brebes terdiri dari
standar nasional pendidikan yang diperkaya, diperkuat, diperluas, dan diperdalam
dengan mengadopsi kurikulum dari Direktorat PSMP berupa isi, standar kompetensi
lulusan , metode, proses dan penilaiannya.
       Pada hakikatnya, Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional merupakan sekolah
dengan standar yang lebih tinggi atau melampaui Standar Nasional Pendidikan yang
ditunjukkan dengan penyelenggaraan pendidikan beserta segala aspek pendukungnya
dengan lebih menekankan pada aspek intensitas dan kualitas layanan pendidikan yang
ditata secara efektif, profesional, dan khas guna mencapai keunggulan di forum
internasional.
       Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional memiliki beberapa karakteristik sebagai
berikut:
1.   Menggunakan bahasa pengantar dengan bahasa Indonesia dan bahasa Inggris atau
     bahasa asing lainnya secara aktif dalam pembelajaran;
2.   Menggunakan Information and Communication Technology (ICT) dalam
     pembelajaran;
3.   Menyiapkan peserta didik untuk melanjutkan sekolahnya ke sekolah Rintisan
     Sekolah Bertaraf Internasional atau ke Sekolah Bertaraf Internasional.
4.   Menggunakan kurikulum sekolah yang mengacu pada Standar isi dan Kompetensi
     lulusan yang diperkaya dengan kerangka kurikulum negara maju atau Negara
     OECD, bertaraf internasional, atau berbagai sumber lainnya;
5.   Melakukan inovasi-inovasi di bidang pengelolaan sekolah dan proses pembelajaran
     untuk menciptakan lulusan yang dapat bersaing secara global;
6.   Menerapkan prinsip-prinsip kepemimpinan sekolah yang visioner-transformatif
     yaitu kepemimpinan yang memiliki visi perubahan ke masa depan;
7.   Memiliki sumberdaya manusia yang profesional dan tangguh, baik guru maupun
     kepala sekolah dan tenaga pendukungnya;
8.   Didukung oleh sarana dan prasarana yang lengkap, edukatif, relevan, mutakhir,
     dan canggih yang bertaraf internasional;
9.   Mengakomodasi isu-isu internasional mengenai budaya sekolah, gender,
     lingkungan, multikultur, dan hak azasi manusia.



                                         3
   10. Memberikan pengalaman kepada peserta didik untuk dapat bermasyarakat secara
        internasional melalui berbagai macam kegiatan antara lain pertukaran pelajar dan
        home stay.
   11. Aset sekolah yang dominan adalah peserta didik dengan input rata-rata minimal
        80,00 Mereka memiliki prestasi akademis dan non akademis. Hal ini memerlukan
        pengelolaan dan pembinaan secara profesional dan maksimal sehingga
        kemampuan dan kecakapan mereka berkembang. Untuk itu SMP N 2 Brebes
        diharapkan mampu menjadi wadah yang dapat menampung siswa-siswi             yang
        memiliki bakat dan potensi yang tinggi. Untuk tenaga pendidik saat ini di SMP N 2
        Brebes lebih dari limapuluh persen guru memiliki kemampuan dalam pembelajaran
        secara bilingual dan penggunaan ICT untuk pembelajaran. Saat ini telah ada empat
        guru yang berkualifikasi S2 dan tiga orang guru yang sedang menempuh
        pendidikan S2. Diharapkan pada tahun pelajaran 2013/2014 mendatang duapuluh
        persen guru telah berpendidikan S2 untuk memenuhi syarat Sekolah Bertaraf
        Internasional sedangkan dalam hal sarana dan prasarana, SMP N 2 Brebes telah
        memiliki sarana standar untuk memenuhi kebutuhan pendidikan standar SMP.
   12. Standar yang melayani penuntasan Wajib Belajar bagi berkebutuhan khusus.
        yaituPemerataan kesempatan belajar bagi semua peserta didik termasuk anak
        berkebutuhan khusus dilandasi pernyataan Salamannca tahun 1994. Pernyataan
        Salamanca ini merupakan perluasan tujuan Education Fol All dengan
        mempertimbangkan pergeseran kebijakan mendasar yang diperlukan untuk
        menggalakkan pendekatan pendidikan inklusif. Melalui pendidikan inklusif ini
        diharapkan sekolah–sekolah standar dapat melayani semua anak, terutama mereka
        yang memiliki kebutuhan pendidikan khusus. Di Indonesia melalui SK Mendiknas
        No. 002/U/1986 telah dirintis pengembangan sekolah standar yang         melayani
        penuntasan Wajib Belajar bagi berkebutuhan khusus.


C. Prinsip Pengembangan Kurikulum RSBI SMP N 2 Brebes
   Prinsip-prinsip pengembangan kurikulum SMP RSBI/SBI adalah sebagai berikut.
   1.   Berpusat pada potensi, perkembangan, kebutuhan, dan kepentingan peserta
        didik dan lingkungannya
        Kurikulum dikembangkan berdasarkan prinsip bahwa peserta didik memiliki posisi
        sentral sebagai subyek belajar. Setiap anak memiliki karakteristik yang berbeda
        baik dari aspek fisik, psikologis, sosial, bakat dan minatnya. Pengembangan

                                           4
     kompetensi pesrta didik disesuaikan dengan potensinya agar menjadi manusia yang
     beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat,
     berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta
     bertanggung jawab.
2.   Mengakomodasi Kekhasan Kekayaan Alam dan Budaya Indonesia
     Indonesia memiliki lebih dari 17.000 pulau dengan lautan dan hutan hujan tropis
     yang luas dengan keanekaragam hayati yang sangat tinggi. Indonesia juga memiliki
     jumlah penduduk yang besar dan banyak suku dengan bahasa dan kultur budaya
     yang khas. Indonesia juga memiliki enam agama besar dengan ritual yang unik.
     Kekayaan alam dan kultur budaya tersebut hendaknya diakomodasikan di dalam
     pengembangan kurikulum, sehingga menimbulkan rasa bangga bagi peserta didik
     sebagai Bangsa Indonesia.
3.   Mengakomodasi keberagaman dan keterpaduan
     Kurikulum dikembangkan dengan memperhatikan keragaman karakteristik peserta
     didik, kondisi daerah, dan jenjang serta jenis pendidikan, tanpa membedakan
     agama, suku, budaya dan adat istiadat, serta status sosial ekonomi dan gender.
     Kurikulum meliputi substansi komponen muatan wajib kurikulum, muatan lokal,
     dan pengembangan diri secara terpadu, serta disusun dalam keterkaitan dan
     kesinambungan yang bermakna dan tepat antarsubstansi. serta menghargai dan
     tidak deskriminatif terhadap perbedaan agama, suku, budaya, adat istiadat, status
     sosial ekonomi dan gender secara global
4.   Tanggap terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni
     Kurikulum RSBI/SBI dikembangkan atas dasar ilmu pengetahuan, teknologi dan
     seni yang mutakhir dan berkembang secara dinamis; oleh karena itu semangat dan
     isi kurikulum mendorong peserta didik untuk mengikuti dan memanfaatkan secara
     tepat perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni.
5.   Relevan dengan kebutuhan kehidupan
     Pengembangan kurikulum RSBI/SBI dilakukan dengan            melibatkan pemangku
     kepentingan (stakeholders) untuk menjamin relevansi pendidikan dengan
     kebutuhan kehidupan, termasuk di dalamnya kehidupan kemasyarakatan, dunia
     usaha dan      dunia kerja. Oleh karena itu, pengembangan keterampilan pribadi,
     keterampilan       berpikir, keterampilan sosial, keterampilan akademik, dan
     keterampilan vokasional merupakan keniscayaan.



                                         5
   6.   Menyeluruh dan berkesinambungan
        Substansi kurikulum RSBI/SBI mencakup keseluruhan dimensi kompetensi, bidang
        kajian keilmuan dan mata pelajaran yang direncanakan dan disajikan secara
        berkesinambungan antarsemua jenjang pendidikan. Kurikulum SBI SMP mencakup
        konsep dasar makhluk hidup dan lingkungannya, bumi, dan antariksa.
   7.   Mendorong belajar sepanjang hayat
        Kurikulum      diarahkan     kepada     proses   pengembangan,     pembudayaan       dan
        pemberdayaan peserta didik yang berlangsung sepanjang hayat. Kurikulum
        mencerminkan keterkaitan antara unsur-unsur pendidikan formal, nonformal dan
        informal, dengan memperhatikan kondisi dan tuntutan lingkungan yang selalu
        berkembang serta arah pengembangan manusia seutuhnya. Pembelajaran
        mengembangkan kemampuan siswa menjadi pembelajar sepanjang hayat dengan
        memanfaatkan IT.
   8.   Seimbang antara kepentingan nasional dan kepentingan daerah
        Kurikulum dikembangkan dengan memperhatikan kepentingan nasional dan
        kepentingan daerah untuk membangun kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan
        bernegara. Kepentingan nasional dan kepentingan daerah harus saling mengisi dan
        memberdayakan sejalan dengan motto Bhineka Tunggal Ika dalam kerangka
        Negara Kesatuan Republik Indonesia.
   9.   Mengikuti kecenderungan global
        Kurikulum dikembangkan berdasarkan SNP dan diperkaya dengan standar isi,
        proses, bahan ajar, ICT, dan penilaian yang digunakan di negara-negara maju atau
        OECD. Di samping itu, kesepakatan global di bidang pendidikan, seperti world fit
        for children, the four pillars of global education,education for all, skills toward
        twenty first century, dan kepedulian terhadap pertumbuhan penduduk, penyakit
        menular, bencana alam dan mitigasinya            juga menjadi acuan pengembangan
        kurikulum.


D. Landasan
   1.   Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang                     Sistem
        Pendidikan Nasional.
        Ketentuan dalam UU 20/2003 yang mengatur KTS, adalah Pasal 1 ayat (19); Pasal
        17 ayat (1), (2), (3), (4); Pasal 35 ayet (2); Pasal 36 ayat (1), (2), (3), (4); Pasal 37
        ayat (1), (2), (3); Pasal 38 ayat (1), (2).

                                                6
   2.    Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar
         Nasional Pendidikan. Ketentuan di dalam PP 19/2005 yang mengatur KTSP, adalah
         Pasal 1 ayat (5), (13), (14), (15); Pasal 5 ayat (1), (2); pasat 6 ayat (6); Pasal 7 ayat
         (1), (2), (3), (4), (5), (6), (1), (8); Pasal 8 ayat (i), (2), {3}; Pasal 10 ayat (1), (2),
         (3); Pasal 11 ayat (1), (2), (3), (4); Pasal 13 ayat (1), (2), (3), (4); Pasal 14 ayat (1),
         (2), (3); Pasal 16 ayat (1), (2), (3), (4), (5); Pasal 17 ayat (1), (2); Pasal 18 ayat (1),
         (2), (3); Pasal 20.
    3.    SK Mendiknas No. 002/U/1986 telah dirintis pengembangan sekolah standar yang
          melayani penuntasan Wajib Belajar bagi berkebutuhan khusus.
    4.    Permendiknas Nomor 84 tahun 2008 tentang Pengarusutamaan Gender dalam
          Bidang Pendidikan.
    5.    Standar Isi
          SI mencakup Iingkup materi dan tingkat kompetensi untuk mencapai kompetensi
          lulusan pada jenjang dan jenis pendidikan tertentu. Termasuk dalam SI adalah :
          kerangka dasar dan struktur kurikulum, Standar Kompetensi (SK) dan
          Kompetensi Dasar (KD) setiap mata pelajaran pada setiap semester dari setiap
          jenis dan jenjang pendidikan dasar dan menengah. SI ditetapkan dengan
          Permendiknas No. 22 Tahun 2006.
    6.    Standar Kompetensi Lulusan
          Merupakan kualifikasi kemampuan lulusan yang mencakup sikap, pengetahuan
          dan keterampilan sebagaimana yang ditetapkan dengan Permendiknas No. 23
          Tahun 2006.
    7.    Permendiknas Nomor 78 Tahun 2009 tentang Penyelenggaraan Sekolah Bertaraf
          Internasional pada Jenjang Pendidikan Dasar dan Menengah.
    8.    Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2010 tentang Pengelolaan dan
          Penyelenggaraan Pendidikan .
    9.    Permendiknas Nomor 84 tahun 2008 tentang Pengarusutamaan Gender dalam
          Bidang Pendidikan.
    10. SK Mendiknas No. 002/U/1986 telah dirintis pengembangan sekolah standar yang
          melayani penuntasan Wajib Belajar bagi berkebutuhan khusus.


E. Tujuan Penyusunan Kurikulum
    1. Mempunyai dokumen Kurikulum RSBI/SBI SMP Negeri 2 Brebes
    2. Sebagai pedoman langkah-langkah untuk tercapainya tujuan pendidikan

                                                 7
    3. Sebagai pedoman penyelenggaraan proses belajar mengajar (PBM) di RSBI/SBI
       SMP Negeri 2 Brebes.
    4. Sebagai dasar pelaksanaan program kegiatan RSBI/SBI SMP Negeri 2 Brebes
    5. Sebagai pengembangan SI dan SKL, metode, proses, monev RSBI/SBI SMP
       Negeri 2 Brebes
    6. Meningkatkan pembelajaran berkeadilan untuk mendorong tumbuh kembangnya
       kesetaraan gender.

    7. Mengembangkan sikap dan perilaku yang demokratis berkeadilan serta tidak
       diskriminatif dengan menjunjung tinggi HAM

F. Prinsip-prinsip Pelaksanaan Kurikulum
   Dalam pelaksaan kurikulum di setiap satuan pendidikan menggunakan prinsip -prinsip
   sebagai berikut :
      1. Pelaksanaan kurikulum didasarkan pada potensi, perkembangan dan kondisi
         peserta didik untuk menguasai kompetensi yang berguna bagi dirinya. Dalam hal
         ini peserta didik harus mendapatkan pelayanan pendidikan yang bermutu, serta
         memperoleh kesempatan untuk mengekspresikan dirinya secara bebas, dinamis
         dan menyenangkan.
      2. Kurikulum dilaksanakan dengan menegakan kelima pilar belajar, yaitu:
         a. Belajar untuk beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa
         b. Belajar untuk memahami dang menghayati
         c. Belajar untuk mampu melaksanakan dan berbuat secara efektif
         d. Belajar untuk hidup bersama
         e. Belajar untuk membangun dan menemukan jati diri melalui proses belajar
             aktif, kreatif, efektif, dan menyenangkan
      3. Tanggap terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni
         Kurikulum dikembangkan atas dasar kesadaran bahwa ilmu pengetahuan,
         teknologi, dan seni berkembangan secara dinamis, dan oleh karena itu semangat
         dan isi kurikulum mendorong peserta didik untuk mengikuti dan memanfaatkan
         secara tepat perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni.
      4. Relevan dengan kebutuhan kehidupan
         Pengembangan kurikulum dilakukan dengan melibatkan pemangku kepentingan
         (stakeholders) untuk menjamin relevansi pendidikan dengan kebutuhan
         kehidupan, termasuk di dalamnya kehidupan masyarakat dan dunia kerja.

                                            8
            Oleh karena itu, pengembangan keterampilan pribadi, keterampilan berfikir,
            keterampilan sosial, keterampilan akademik, dan keterampilan vokasional
            merupakan keniscayaan.
      5. Menyeluruh dan berkesinambungan
            Substansi kurikulum mencakup keseluruhan dimensi kompetensi, bidang kajian
            keilmuan dan mata pelajaran yang direncanakan dan disajikan secara
            berkesinambungan antarsemua jenjang pendidikan.
      6. Belajar sepanjang hayat
            Kurikulum diarahkan kepada proses pengembangan, pembudayaan dan
            pemberdayaan peserta didik yang berlangsung sepanjang hayat. Kurikulum
            mencerminkan keterkaitan antara unsur-unsur pendidikan formal, informal dan
            non formal, dengan memperhatikan kondisi dan tuntutan lingkungan yang selalu
            berkembang serta arah pengembangan manusia seutuhnya.
      7. Seimbang antara kepentingan nasional dan kepentingan daerah
            Kurikulum dikembangakan dengan memperhatikan kepentingan nasional dan
            kepentingan daerah untuk membangun kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan
            bernegara. Kepentingan nasional dan kepentingan daerah harus saling mengisi
            dan memberdayakan sejalan dengan moto Bhineka Tunggal Ika dalam kerangka
            Negara Kesatuan Republik Indonesia.


G. Analisis SWOT Implementasi Permendiknas No. 22, 23, Dan 24 Tahun 2006 di
   SMP Negeri 2 Brebes
                                                                            Kesiapan
       No       Fungsi dan Faktor     Kondisi Ideal     Kondisi Nyata     Sia    Tidak
                                                                           p
        1     Fungsi Perencanaan
              Kurikulum
              1.   Faktor Internal
              1.1 Komite Sekolah      Mendukung        Mendukung          
              1.2 Pendidik            Mengajar         Mengajar sudah     
                                      sesuai dengan    sesuai dengan
                                      latar belakang   Pendidikan tapi
                                      pendidikan dan Belum semua



                                            9
                                                                   Kesiapan
No    Fungsi dan Faktor      Kondisi Ideal     Kondisi Nyata      Sia   Tidak
                                                                  p
                             jenjang S-1      guru
                                              berpendidikan S-1


     1.3 Tenaga              Berijasah        Belum terpenuhi            
          Kependidikan       sekurang-
                             kurangnya D-3




     1.4 Sarana dan          Lengkap dan      Dalam proses        
          Prasarana          memadai          lengkap dan
                                              memadai
                                                                  
     1.5 Biaya               Terpenuhi        Terpenuhi
     2.   Faktor Eksternal
     2.1 Dinas Pendidikan    Mendukung        Mendukung           
          Kabupaten.
     2.2 Dewan               Mendukung        Belum
                                                                  
          Pendidikan
     2.3 Assosiasi Profesi   Mendukung        mendukung
                                                                  
     2.4 Lingkungan                           secara optimal
          Masyarakat         Mendukung        Mendukung           
2    Fungsi Pelaksanaan
     Kurikulum
     1. Faktor Internal
     1.1 Komite Sekolah      Mendukung        Mendukung           
     1.2 Pendidik            Mengajar         Mengajar sudah      
                             sesuai dengan    sesuai dengan
                             latar belakang   latar belakang
                             pendidikan dan   pendidikannya
                             jenjang S-1      tetapi belum
                                              semua guru
                                              berpendidikan S-1

     1.3 Tenaga              Berijasah        Masih ada TK               
         Kependidikan        sekurang-        yang berijasah <
         (TK)                kurangnya D-3    D-3

                                  10
                                                                Kesiapan
No    Fungsi dan Faktor      Kondisi Ideal    Kondisi Nyata    Sia   Tidak
                                                               p




     1.4 Sarana dan          Lengkap dan     Dalam proses      
         Prasarana           memadai         lengkap dan
                                             memadai


     1.5 Biaya               Terpenuhi       Belum semuanya    
                                             terpenuhi
     2.   Faktor Eksternal
     2.1 Dinas Pendidikan    Mendukung       Mendukung         
         Kabupaten.
     2.2 Dewan               Mendukung       Belum             
         Pendidikan                          mendukung
                                             secara optimal
     2.3 Assosiasi Profesi   Mendukung                                

     2.4 Lingkungan          Mendukung       Mendukung         
         Masyarakat

3    Fungsi Evaluasi
     Pelaksanaan
     Kurikulum
     1. Faktor Internal
     1.1 Komite Sekolah      Mendukung       Mendukung         
     1.2 Pengawas            Mendukung       Mendukung         
         Sekolah                             Belum
     1.3 Sarana dan          Mendukung       Mendukung
         Prasarana                           secara optimal
                                                               

     1.4 Biaya               Terpenuhi       Belum terpenuhi   

     2. Faktor Eksternal
     2.1 Dinas Pendidikan    Mendukung       Mendukung         
         Kabupaten
     2.2 Dewan               Mendukung       Mendukung         
         Pendidikan
     2.3 Lingkungan          Mendukung       Mendukung
         Masyarakat                                            



                                 11
Berdasarkan analisis kondisi sekolah di atas, SMP Negeri 2 Brebes menyusun
Kurikulum RSBI untuk memberi kesempatan kepada peserta didik untuk :
a) beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, memahami dan
     menghayati, serta mengamalkan ajaran agamanya masing-masing.
b) meningkatkan pengembangan keragaman potensi, minat dan bakat, serta
     kecerdasan intelektual, emosional, spiritual dan kinestetik secara optimal sesuai
     dengan tingkat perkembangannya.
c) mampu menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi.
d) meningkatkan potensi fisik dan membudayakan sportifitas serta kesadaran hidup
     sehat.
e) meningkatkan kepekaan (sensitivitas), kemampuan mengekspresikan dan
     mengapresiasi keindahan dan keseimbangan (harmoni).
f)   hidup bermasyarakat, berguna untuk orang lain, dan membangun, menemukan
     jati diri melalui proses belajar yang aktif, kreatif, efektif, inovatif, dan
     menyenangkan.




                                      12
                                           BAB II
                                   TUJUAN PENDIDIKAN


A. Tujuan Pendidikan Nasional
    Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak
    serta peradaban bangsa, bertujuan untuk mengembangkan potensi peserta didik agar
    menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak
    mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang
    demokratis serta bertanggung jawab.


B. Tujuan Pendidikan Dasar/Institusional
   Meletakkan dasar kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, akhlak mulia, serta
   keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut


C. Visi
   Sekolah ini memiliki visi : Unggul dalam Prestasi Terpuji pada Jatidiri Berdaya
   Saing Internasional Responsif Gender
   Indikator Visi :
   1.     Terwujudnya lulusan dengan kompetensi bertaraf internasional.
   2.     Terwujudnya lulusan yang cerdas, kompetitif, cinta tanah air, beriman, dan
          bertakwa.
   3.     Terwujudnya Kurikulum bertaraf internasional.
   4.     Terwujudnya proses pembelajaran yang efektif, efisien, dan bertaraf internasional.
   5.     Terwujudnya standar tenaga pendidik dan kependidikan bertaraf internasional.
   6.     Terwujudnya standar prasarana dan sarana pendidikan yang relevan dan mutakhir
          serta bertaraf internasional.
   7.     Terwujudnya standar pengelolaan pendidikan bertaraf internasional.
   8.     Terwujudnya penggalangan biaya pendidikan yang memadai.
   9.     Terwujudnya standar penilaian pendidikan bertaraf internasional.
   10. Terwujudnya budaya mutu sekolah.
   11. Terwujudnya lingkungan sekolah yang nyaman, aman, rindang, asri, dan bersih.




                                              13
D. Misi Sekolah
   1.    Mewujudkan lulusan yang bertaraf internasional dalam kerangka karakter bangsa
   2.    Mewujudkan lulusan lulusan-lulusan yang unggul dan berkarakter.
   3.    Mewujudkan Kurikulum bertaraf internasional
   4.    Mewujudkan proses pembelajaran yang menyenangkan, komunikatif dan efektif
   5.    Mewujudkan       manajemen      berbasis   sekolah   yang tangguh   dan   bertaraf
         internasional.
   6.    Mewujudkan kegiatan intra kurikuler dan ekstra kurikuler yang unggul dan
         tangguh dan bertaraf internasional
   7.    Mewujudkan tenaga pendidik dan dan kependidikan yang andal, sopan, cakap dan
         kompeten di bidangnya
   8.    Mewujudkan sarana dan prasarana pendidikan yang lengkap, multi guna dan
         modern bertaraf internasional
   9.    Mewujudkan pengelolaan pendidikan berbasis iptek,imtak yang bertaraf
         internasional.
   10.   Mewujudkan biaya pendidikan yang memadai.
   11.   Mewujudkan penilaian pendidikan yang bertaraf internasional.
   12.   Mewujudkan budaya sekolah yang dinamis sebagai wujud wawasan wiyata
         mandala dengan berbasis sekolah sehat
   13.   Mewujudkan sekolah inovatif, kreatif, dinamis dan berwawasan internasional
   14.   Mewujudkan organisasi sekolah yang terus belajar(learning organization) sesuai
         perkembangan global
   15.   Mewujudkan sekolah sehat
   16.   Mewujudkan nilai-nilai agama dan nilai nilai solidaritas untuk membangun
         komunikasi yang sehat dan efektif.
   17.   Mewujudkan nilai-nilai solidaritas bagi kehidupan sekolah, masyarakat,
         berbangsa, dan dalam kancah dunia internasional.
   18.   Mewujudkan hubungan yang harmonis antarwarga sekolah dan menumbuhkan
   19.   Sikap individu yang berkarakter serta mampu menempatkan kesetaraan gender.
   20.   Mewujudkan kultur sekolah yang peka gender.
   21.   Mewujudkan nilai-nilai keadilan dan kesetaraan gender.
   22.   Pemberian layanan pendidikan pada Peserta Didik yang berkebutuhan khusus




                                              14
E. Standar Kompetensi Lulusan (SKL)
   Standar Kompetensi Lulusan yang terdapat pada Permendiknas Nomor 23 tahun 2006
   terdapat 22 butir. Ditambah 3 butir SKL untuk RSBI/SBI. Berikut butir butir SKL
   RSBI/SBI yang digunakan di SMP Negeri 2 Brebes :
   Kompetensi Kepribadian :
   1.   Mengamalkan ajaran agama yang dianut sesuai dengan tahap perkembangan remaja
   2.   Memahami hak dan kewajiban diri dan orang lain dalam pergaulan di masyarakat
   3.   Berkomunikasi dan berinteraksi secara efektif dan santun
   4.   Menunjukkan sikap percaya diri
   5.   Memiliki kegigihan, ketangguhan, kedisiplinan, ketelitian dan kecermatan dalam
        bekerja
   6.   Memahami dan menerima kekurangan dan kelebihan diri sendiri
   7.   Menerapkan hidup bersih, sehat, bugar, aman, dan memanfaatkan waktu luang
   8.   Memahami dan menghayati jiwa kewirausahaan
   Kompetensi Sosial:
   9.   Mematuhi aturan-aturan sosial yang berlaku dalam lingkungan yang lebih luas
   10. Menghargai keberagaman agama, budaya, suku, ras, dan golongan sosial ekonomi
        dalam lingkup nasional
   11. Menerapkan nilai nilai kebersamaan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa
        dan bernegara demi terwujudnya persatuan dalam Negara Kesatuan Republik
        Indonesia
   12. Menghargai adanya perbedaan pendapat
   Kompetensi Pengetahuan dan Teknologi:
   13. Mencari dan menerapkan informasi dari lingkungan sekitar dan sumber-sumber
        lain secara logis, kritis, dan kreatif
   14. Menunjukkan kemampuan berpikir logis, kritis, kreatif, dan inovatif
   15. Menunjukkan kemampuan belajar secara mandiri sesuai dengan potensi yang
        dimilikinya
   16. Menunjukkan kemampuan menganalisis dan memecahkan masalah dalam
        kehidupan sehari-hari
   17. Mendeskripsikan gejala alam dan sosial
   18. Memanfaatkan lingkungan secara bertanggung jawab
   19. Menghargai tugas pekerjaan dan memiliki kemampuan untuk berkarya



                                                 15
   20. Menunjukkan keterampilan menyimak, berbicara, membaca, dan menulis dalam
         bahasa Indonesia dan bahasa Inggris sederhana
   21. Memiliki pengetahuan dan keterampilan tentang ICT dan mampu memilih serta
         memanfaatkannya dalam kehidupan sehari-hari secara bijaksana (menguasai
         teknologi informasi dan komunikasi)
   22. Menunjukkan kegemaran membaca dan menulis naskah pendek sederhana
   23. Menguasai pengetahuan yang diperlukan untuk mengikuti pendidikan menengah
   Kompetensi Seni Budaya :
   24. Menghargai karya seni dan budaya nasional
   25. Menciptakan dan/atau menyajikan karya seni


F. Tujuan Sekolah Dalam 4 Tahun
   Dalam kurun waktu 4 tahun ke depan, tujuan yang diharapkan dapat tercapai adalah
   sebagai berikut :
    NO.          ASPEK                   TUJUAN SEKOLAH DALAM 4 TAHUN
    1.      STANDAR             o Sekolah mampu menyusun SKL yang bertaraf
            KOMPETENSI            internasional dan berlaku di sekolah
            LULUSAN             o Sekolah mampu mempertahankan dan meningkatkan
                                  prestasi akademik :
                                  - Rerata nilai Agama                    = 8,29
                                  - Rerata nilai PKn                      = 8,10
                                  - Rerata nilai B. Indonesia (UN)        = 8,81
                                  - Rerata nilai B. Inggris (UN)          = 7,07
                                  - Rerata nilai Matematika (UN)          = 7,54
                                  - Rerata nilai IPA (UN)                 = 7.50
                                  - Rerata nilai IPS                      = 8,38
                                  - Rerata nilai Seni Budaya              = 8,14
                                  - Rerata nilai PJOK                     = 8,15
                                  - Rerata nilai TIK                      = 8,52
                                  - Rerata nilai B. Jawa                  = 8,28
                                  - Rerata nilai Seni Tari                = 8,43
                                o Sekolah mampu menjuarai kejuaraan akademik / lomba
                                  olimpiade tk Nasional / internasional



                                           16
NO.      ASPEK                 TUJUAN SEKOLAH DALAM 4 TAHUN
                      o Sekolah mampu menjuarai kejuaraan non akademik (OR
                        dan kesenian) tk nasional / internasional
                      o Sekolah mampu meluluskan peserta didik 100 %
                      o Sekolah mampu meningkatkan jumlah yang melanjutkan
                        studi ke sekolah favorit dan bertaraf internasional.
2     STANDAR      ISI o Sekolah mampu memenuhi/menghasilkan Dokumen-1
      KURIKULUM         atau Buku-1 Kurikulum dengan lengkap dan bertaraf
                        internasional.
                      o Sekolah mampu memenuhi/menghasilkan silabus semua
                        mata pelajaran bertaraf internasional dan untuk semua
                        jenjang / kelas / tingkatan
                      o Sekolah mampu memenuhi / menghasilkan RPP semua
                        mata pelajaran bertaraf internasional dan untuk semua
                        tingkatan.
                      o Sekolah mampu memenuhi / menghasilkan bahan ajar,
                        modul, buku bertaraf internasional.
                      o Sekolah mampu memenuhi / menghasilkan media
                        pembelajaran berbasis ICT berstandar internasional.
                      o Sekolah mampu memenuhi / menghasilkan panduan
                        pembelajaran (referensi) bertaraf internasional.
                      o Sekolah mampu memenuhi / menghasilkan panduan
                        evaluasi hasil belajar bertaraf internasional.
                      o Sekolah mampu memenuhi / menghasilkan panduan
                        pembelajaran berbasis keunggulan lokal.
3     STANDAR         o Sekolah mampu / menghasilkan standar proses
      PROSES            pembelajaran bertaraf internasional meliputi : tercapai /
      PENDIDIKAN        telah dibuat / ditetapkan melaksanakan pembelajaran
                        dengan strategi / metode : penerapan bilingual, penerapan
                        CTL, PAIKEM, penerapan IT, penerapan pembelajaran
                        tuntas, penerapan IHT, insentif guru bilingual,
                        pendekatan pembelajaran individual secara lengkap
                        termasuk pembelajaran di luar kelas / sekolah



                                  17
NO.      ASPEK                  TUJUAN SEKOLAH DALAM 4 TAHUN
4     STANDAR          o Sekolah mampu memenuhi / menghasilkan standar
      TENAGA             pendidik dan tenaga kependidikan bertaraf internasional
      PENDIDIK DAN       meliputi : peningkatan kompetensi Bahasa Inggris,
      TENAGA             peningkatan kompetensi IT, peningkatan kompetensi
      KEPENDIDIKAN       bidang keahlian, peningkatan kompetensi paedagogik,
                         semua guru berkualifikasi minimal S1 dan 20 %
                         berpendidikan S2, telah mengikuti PTBK, mampu
                         menggunakan perangkat TIK
5     STANDAR          o Sekolah mampu memenuhi / menghasilkan standar
      SARANA     DAN     sarpras / fasilitas sekolah bertaraf internasional meliputi :
      PRASARANA          sarpras IKKM, sarpras IKKT, sarpras IT kelas SBI,
      PENDIDIKAN         pemenuhan sarpras laboratorium, pemenuhan sarpras
                         perpustakaan, pemenuhan sarpras multimedia,
                         pemenuhan luas tanah, pemenuhan sarpras pendukung
                         lainnya.
6     STANDAR          o Sekolah mampu memenuhi / menghasilkan standar
      PENGELOLAAN        pengelolaan sekolah bertaraf internasional meliputi :
      PENDIDIKAN         pencapaian standar pengelolaan, pembelajaran,
                         kurikulum, sarpras, SDM, kepesertadidikan, administrasi,
                         dll secara lengkap, berbasis TIK.
7     STANDAR          o Sekolah mampu menggalang biaya pendidikan yang
      PEMBIAYAAN         memadai.
      PENDIDIKAN
8     STANDAR          o Sekolah mampu memenuhi / menghasilkan standar
      PENILAIAN          penilaian pendidikan yang relevan dan bertaraf
      PENDIDIKAN         internasional
9     BUDAYA     DAN o Sekolah mampu memujudkan lingkungan sekolah dengan
      LINGKUNGAN         6 K secara lengkap.
      SEKOLAH




                                    18
G. Tujuan Sekolah Tahun Pelajaran 2012/ 2013
   1.    Tersedianya dokumen Kurikulum bertaraf internasional
   2.   Tersedianya dokumen Undang Undang Sistem Pendidikan Nasional, Peraturan
        Pemerintah, Permendiknas/Permendikbud, dan Peraturan-peraturan lainnya
   3.   Tersedianya dokumen program sekolah jangka pendek, menengah, panjang
   4.   Peserta didik lulus ujian 100%
   5.   Peningkatan rata-rata Nilai UN dari 7,73 menjadi 8,00
   6.   Ketuntasan belajar tiap-tiap mata pelajaran minimal 80
   7.   Terlaksananya penilaian ulangan harian, ulangan tengah Semester, ulangan akhir
        semester, ulangan kenaikan kelas, ujian sekolah dan ujian nasional
   8.   Terlaksananya penilaian ulangan akhir semester, ulangan Kenaikan Kelas dan
        Ujian Nasional mata pelajaran RSBI
   9.   Terlaksananya pelaporan nilai secara on line dan proses pembelajaran e-learning
   10. Peserta didik kelas RSBI aktif menggunakan Bahasa Inggris mencapai 80%
   11. Terlaksananya kegiatan upacara Berbahasa Inggris
   12. Terlaksananya pertukaran pelajar dengan sekolah dalam dan luar negeri
   13. Terlaksananya proses pembelajaran dengan menggunakan ICT 90%
   14. Terlaksananya klinik konsultasi mata pelajaran
   15. Terlaksananya klinik konsultasi kesehatan
   16. Terbentuknya satu tim tiap mata pelajaran yang siap mengikuti lomba
   17. Mencapai prestasi akademik dalam lomba nasional dan internasional
   18. Mencapai prestasi non akademik dalam lomba nasional dan internasional
   19. Terlaksananya program ekstrakurikuler 100%
   20. Peserta didik mengunjungi perpustakaan 85%
   21. Terlaksananya tata tertib peserta didik 95%
   22. Terlaksananya kegiatan Sholat wajib berjamaah tiap hari
   23. Terlaksananya kegiatan keagamaan islam dan non islam
   24. Terlaksananya pengiriman guru belajar di luar negeri
   25. Guru dan staf mempunyai dan aktif menggunakan e-mail 80%
   26. Ketersedian program pembelajaran guru 100%
   27. Terlaksananya kursus Bahasa Inggris (TOEFL dan TOEIC) bagi guru
   28. Terlaksananya pelatihan komputer dan multi media bagi guru dan staf
   29. Terlaksananya Sistem Informasi Manajemen Sekolah
   30. Terlaksananya Manajemen Sekolah berbasis ISO

                                           19
31. Terlaksananya kerjasama dengan berbagai pihak, baik secara individual,
32. kelompok/kolektif (lokal, nasional, regional, dan global)
33. Terlaksananya guru mengawali proses pembelajaran dengan bahasa Inggris
34. Terlaksananya guru mengakhiri proses pembelajaran dengan bahasa Inggris
35. Terlaksananya pembinaan guru-guru berprestasi
36. Terlaksananya program kegiatan humas 100%
37. Terlaksananya proses penyampaian informasi sekolah secara on line
38. Terlaksananya program 3S (Senyum, Sapa, Salam dalam bertemu, Sopan dalam
39. perilaku, Serasi dalam berpakaian)
40. Terlaksananya prosedur penerimaan tamu
41. Terjalinnya hubungan yang harmonis melalui arisan keluarga SMP Negeri 2 Brebes
42. Terlaksananya kegiatan sosial (kekeluargaan) guru dan pegawai
43. Terlaksananya kegiatan DIKMENSI (Pendidikan Mental Spiritual)
44. Terlaksananya program pengenalan profesi
45. Terciptanya lingkungan sekolah yang kondusif
46. Terpenuhinya program sarana prasarana sekolah
47. Terpenuhinya program sarana prasarana setiap ruang
48. Terlaksananya administrasi inventarisasi sarana prasarana berbasis ICT
49. Peningkatan layanan RSBI di kelas VII,VIII dan IX
50. Terlaksananya administrasi sarana prasarana berbasis ICT
51. Tertatanya penyimpanan dokumen sesuai klasifikasi di tata usaha berbasis ICT
52. Terlaksananya administrasi di setiap kegiatan
53. Terlaksananya administrasi di setiap ruang kegiatan
54. Terlaksananya administrasi perpustakaan dengan sistem komputerisasi
55. Terlaksananya tata tertib guru dan karyawan
56. Tersedianya dana dari APBN, APBD dan masyarakat peduli Pendidikan
57. Terlaksananya pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan Peserta Didik
58. Terlaksananya proses pembelajaran responsif gender




                                         20
Adapun tujuan masing-masing standar pada tahun pelajaran 2012/2013 tercantum
dalam tabel di bawah ini:
A.    ANALISIS PENDIDIKAN SEKOLAH SAAT INI:
 No                         Kondisi Pendidikan Saat Ini
  1   STANDAR KOMPETENSI LULUSAN BERTARAF INTERNASIONAL :
  a   Penyusunan SKL yang bertaraf internasional dan berlaku di Sekolah
       Tersusun dan berlaku di sekolah (80%)
  b   Bidang Akademik
       Rerata pencapaian KKM semua mapel 81,3
       Rerata pencapaian KKM Matematika 81
       Rerata pencapaian KKM IPA 80,3
       Rerata pencapaian KKM Bahasa Inggris 80,3
       Rerata pencapaian KKM TIK/PTD 81
       Rerata pencapaian NUN 7,73
       Peringkat 6 lomba LCC tingkat Provinsi Jawa Tengah
       Memperoleh medali Perunggu RSO bidang Biologi
       Lolos tingkat Nasional OSN mapel IPA Fisika

  c   Bidang Non Akademik
       Juara 2 Karate OOSN Provinsi Jawa Tengah
       Juara 3 Lomba paduan suara Nasionalisme tingkat Karisidenan
       Juara 2 ganda putri kejuaraan bulutangkis tingkat provinsi
         Jawa Tengah
       Juara 3 lomba menulis tingkat Nasional

  2   STANDAR ISI DAN DIMENSI KEINTERNASIONALAN
  a   Pengembangan buku-1 KTSP (dokumen-1 KTSP) bertaraf internasional
        tersusun rapi (100%)
  b   Pengembangan silabus bertaraf internasional
        Tersusun rapi (100%)
  c   Pengembangan RPP
        Tersusun rapi (100%)
  d   Pengembangan bahan ajar, modul, buku bertaraf internasional
        Pengadaan buku kerja siswa/buku pedoman guru mapel TIK/PTD
            - Kelas 7 (100%)
            - Kelas 8 ( 100%)
            - Kelas 9 ( 100%)
        Pengadaan bahan modul 1 dan alat TIK/PTD RSBI
            - Kelas 7 (100%)
            - Kelas 8 (100%)
            - Kelas 9 (100%)
        Pengadaan CD/DVD pembelajaran mapel MIPA, TIK/PTD, B.Inggris
            - Kelas 7 (100%)
            - Kelas 8 (100 %)
            - Kelas 9 (100 %)
        Buku referensi pembelajaran bilingual mapel MIPA, TIK/PTD, B. Inggris



                                    21
No                             Kondisi Pendidikan Saat Ini
             - Kelas 7 (100%)
             - Kelas 8 (100%)
             - Kelas 9 (100%)
e    Pengembangan panduan pembelajaran bertaraf internasional
        Kepemilikan panduan pembelajaran bertaraf internasional oleh guru
           (80%)
f    Pengembangan panduan evaluasi hasil belajar bertaraf internasional
        Kepemilikan panduan evaluasi hasil belajar bertaraf internasional oleh
           guru (80%)
3    STANDAR           PROSES        DAN     PEMBELAJARAN                BERTARAF
     INTERNASIONAL
a    Persiapan pembelajaran bertaraf internasional
        Kepemilikan silabus oleh guru : 100% memiliki
        Kepemilikan RPP oleh guru : 100% memiliki
        Kepemilikan sumber belajar / bahan ajar : 100%
        Pengembangan perangkat instrumen untuk pemahaman guru terhadap
           karakteristik siswa : 80%
b    Persyaratan pembelajaran
        Jumlah siswa per rombel : 26 anak
        Beban mengajar guru : 24 jam / minggu
        Ratio antara jumlah siswa dengan buku teks mapel 1 : 1
        Pengelolaan kelas : 80%
c    Pelaksanaan pembelajaran dan bertaraf internasional
        Cakupan pendahuluan dalam pembelajaran oleh guru di kelas : 80%
        Cakupan penerapan prinsip pembelajaran yang eksploratif, elaboratif, dan
           konformatif : 80%
        Penerapan CTL : 80%
        Penerapan pembelajaran tuntas : 80%
        Penerapan PAIKEM / PAKEM : 80%
        Penerapan pembelajaran di luar kelas / sekolah : 80%
        Penggunaan Bahasa Inggris dalam pembelajaran : 80%
        Pemanfaatan TIK dalam pembelajaran : 80%
        Cakupan pelaksanaan penutup dalam pembelajaran : 80%
d    Pelaksanaan penilaian pembelajaran :
        Pengembangan instrumen penilaian hasil belajar : 80%
        Variasi model pembelajaran : 5 model
        Pengolahan / analisis hasil penilaian : 2 jenis manual / digital
        Pemanfaatan / tindak lanjut hasil penilaian : 3 manfaat
e    Pengawasan proses pembelajaran
        Cakupan kegiatan pemantauan pembelajaran : 80%
        Cakupan kegiatan supervisi pembelajaran : 80%
        Cakupan kegiatan evaluasi pembelajaran : 80%
        Dokumen pelaporan hasil evaluasi pembelajaran : 80%
        Cakupan tindak lanjut hasil evaluasi : 80%
f    Perencanaan kegiatan pembelajaran
        Workshop guru mapel MIPA, TIK dan Bhs. Inggris Tk. Jateng (2x1th)
        Intensif beban tugas guru yang mengajar mapel MIPA,Bahasa Inggris dan
           TIK/PTD (60%)

                                    22
No                             Kondisi Pendidikan Saat Ini
        Intensif beban tugas guru pendampingan/pembimbingan/team teaching
          (mapel MIPA, Bhs. Inggris dan TIK/PTD) 60%
        Insentif beban tugas guru mapel non RSBI : 60%
g    Pendalaman materi pembelajaran bertaraf internasional
        Workshop/bintek guru mapel MIPA, TIK dan Bhs. Inggris : 100%
4    STANDAR TENAGA PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN
a    Kepala Sekolah
        Pelatihan Bahasa Inggris atau TOEFL > 450
        Pelatihan TIK : 3x
        Pelatihan kepemimpinan : 3x
        Pelatihan MBS : 3x
        Pelatihan kewirausahaan : belum ada
        Pelatihan supervisi, monitoring dan evaluasi sekolah : 3x
        Pelatihan administrasi persekolahan : 3x
        Pelatihan KTSP : 2x
b    Guru (bersifat rata-rata)
        Pelatihan CTL : 70%
        Pelatihan pembelajaran tuntas : 70%
        Pelatihan bahasa Inggris : 70%
        Pelatihan ICT : 70%
        Pelatihan TIK : 70%
        Pelatihan KTSP : 70%
        Pelatihan penelitian pendidikan : 70%
        Pelatihan kepribadian : 70%
        Pengabdian masyarakat : 70%
        Pelatihan PAIKEM/PAKEM : 60%
c    Tenaga TU, Laboran, Pustakawan
        Pelatihan TIK : 80%
        Pelatihan bahasa inggris : 60%
        Pelatihan dan pengadaan software perpustakaan : 75%
        Pelatihan manajemen sesuai bidangnya : 60%
d    Pembentukan kepengurusan MGMP mapel MIPA , B. Inggris, TIK/PTD
     tingkat Provinsi : 60%
e    Koordinasi MGMP antar wilayah (eks. Karsd. Pekalongan ) : 60%
5    STANDAR SARANA DAN PRASARANA PENDIDIKAN
a    Sarana dan Prasarana Minimal
        Ruang Kepala Sekolah : 48m2
        Ruang wakil kepala sekolah : tidak ada
        Ruang kelas : 22 standar RSBI
        Ruang perpustakaan : 1 unit
        Laboratorium IPA : 1 unit
        Ruang guru : tidak standar (< 4 m/guru)
        Ruang TU : 1 unit
        Gudang : tidak ada
        Ruang UKS : 1 unit
        Ruang BK : 1 unit
b    Sarana dan Prasarana lainnya


                                  23
No                            Kondisi Pendidikan Saat Ini
       Laboratorium bahasa : 1 unit
       Laboratorium komputer : 1unit
       Ruang multimedia : tidak ada
       Ruang akademik dan pengembangan SIM : 1 unit
       Ruang kantin : ada
       Laboratorium PTD : 1 unit (dalam proses)
       Laboratorium Matematika : 1 unit (dalam proses)
       Ruang ibadah : 1 unit
       Parkir kendaraan : ada
       Ruang Koperasi : 1 unit
       Ruang OSIS : 1 unit
       Ruang Pramuka : 1 unit
       Ruang POS jaga : 1 unit
      Ruang Lab. IPS: tidak ada
      Ruang Sirkulasi : tidak ada
      Lapangan Olah raga : ada
c    Fasilitas pembelajaran dan penilaian
       Daya listrik tinggi : 52.000 Watt
       Komputer :
             o Komputer ruang kepala sekolah : 1 unit
             o Komputer ruang wakil Kepala sekolah : tidak ada
             o Komputer ruang perpustakaan : 6 unit
             o Komputer ruang lab IPA : 1 unit
             o Komputer ruang Guru : 3 unit
             o Komputer ruang UKS : tidak ada
             o Komputer ruang Lab. Bahasa : 1 Unit
             o Komputer ruang Multimedia : tidak ada
             o Komputer ruang auditorium : tidak ada
             o Komputer ruang OSIS : 1 unit
             o Komputer ruang BP/BK : 1 unit
             o Komputer ruang TU : 3 unit
             o Komputer ruang SIM : 3 unit
             o Anjungan Komputer : 3 unit
       Laptop :
             o Laptop kepala sekolah : 1 unit
             o Laptop wakil kepala sekolah : 1 unit
             o Laptop Kesiswaan : 1 unit
             o Laptop Guru Matematika : 1 unit
             o Laptop Guru IPA : 2 unit
             o Laptop Guru IPS : 1 unit
             o Laptop guru Bahasa Inggris : 1 unit
             o Laptop Guru TIK : 1 Unit
             o Laptop Bahasa Indonesia: 1 unit
             o Laptop PKn : 1 unit
             o Laptop BK : 1 unit
             o Laptop Kepala TU : 1 unit
       LCD


                                    24
No                            Kondisi Pendidikan Saat Ini
            o LCD ruang kelas 7 : 8 unit
            o LCD ruang kelas 8 : 7 unit
            o LCD ruang kelas 9 : 7 unit
            o LCD Lab. IPA : 1 unit
            o LCD Lab. Bahasa : 1 unit
            o LCD Lab. Komputer : 1 unit
            o LCD pembelajaran Matematika : 1 unit
            o LCD pembelajaran IPA : 1 unit
            o LCD ruang guru : 1 unit
            o Moving LCD : 6 unit
        TV/DVD
            o Ruang Multimedia : tidak ada
            o Ruang auditorium : tidak ada
            o Kelas 7 : 8 unit
            o Kelas 8 : 7 unit
            o Kelas 9 : 2 unit
            o Lab IPA : 1 unit
            o Lab. Komputer : tidak ada
            o Lab. Bahasa : 1 unit
            o Perpustakaan :1 unit
             o Ruang guru : 1 unit
             o Ruang TU : 1 unit
        Hardware ICT Multimedia : tidak ada
        Sarana olahraga : 70%
        Sliding cabinet : tidak ada
        Pengadaan meja kursi : 100 unit
        Absensi sidik jari : 6 unit
        Pengadaan sambungan hunting telepon dan perlengkapannya : 1
        Pengadaan scane tes LJK : 1 unit
        Jaringan internet : 1
        Pembuatan website paket 1, 2, 3 : 1
        Pengadaan earphone : tidak ada
        Perawatan alat : tidak ada
        Pembuatan papan nama : 3
        Pengadaan white board : 22
        Pengadaan printer : 8 unit
        Pembuatan dan pemasangan tralis besi : ada
6.      Karpet kelas : tidak ada
a.      Vacum cleaner : 1
     STANDAR PENGELOLAAN DAN BERTARAF INTERNASIONAL
     Perangkat pedoman pelaksanaan rencana kerja / kegiatan :
        Dokumen RPS ( RKS dan RKAS ) : 100 %
        Dokumen PPDB : 100%
        Dokumen pedoman pembinaan kesiswaan : 100%
b.      Dokumen tata tertib sekolah : 100%
        Dokumen penugasan guru : 100%
     Struktur Organisasi dan mekanisme kerja


                                 25
No                           Kondisi Pendidikan Saat Ini
c.      Struktur organisasi : 100% lengkap
        Dokumen pembagian tugas / tupoksi : 100% lengkap
     Supervisi, Monitoring, Evaluasi dan akreditasi sekolah
        Ada tim khusus : 80%
        Ada instrumen : 80%
        Ada pelaporan : 80%
d.      Pendokumentasian : 80%
        Tindaklanjut : 60%
     Peran serta masyarakat dan kemitraan
        Dokumen keberadaan komite sekolah : 100%
        Dokumen program kerja komite sekolah : 100%
        Kepengurusan komite sekolah : 100%
e.      Perolehan kerjasama dengan pihak lain : 1 instansi
        Bantuan biaya pendidikan dari orang tua peserta didik : 150.000 / bln
        Kerjasama dengan RSBI lainnya : ada
f.   Pengembangan perangkat administrasi sekolah ( PAS)
        Belum terpasang PAS
     Pengembangan SIM Sekolah
g.    Terpasang SIMS
      SIM Perpustakaan (Simseko) : 1 unit
h.   Pengembangan standar ISO : 9001:2008
      Terlaksana Sistem Manajemen Mutu Sekolah
i.   Pengembangan kerjasama sekolah luar negeri
      Ada
j.   Pengembangan kerjasama perguruan tinggi
      ada
k.   Pengembangan kerjasama lembaga internasional
      Tidak ada
l.   Pengembangan kerjasama dunia usaha
      Ada
7.   Pemantapan kinerja kepala sekolah RSBI
a.    Ada
b.   STANDAR PEMBIAYAAN PENDIDIKAN
c.   Peningkatan sumber dana pendidikan (70%)
d.   Pengembangan pengalokasian dana (90%)
e.   Pengembangan penggunaan dana (70%)
f.   Peningkatan pelaporan penggunaan dana (90%)
8.   Peningkatan dokumen pendukung pelaporan penggunaan dana (90%)
a.   Pengembangan income generating unit usaha sekolah (70%)
b.   STANDAR PENILAIAN PENDIDIKAN
c.   Frekuensi ulangan harian oleh guru : 100%
d.   Ulangan tengah semester oleh guru : 100%
     Ulangan Akhir Semester
      Pembuatan naskah soal MIPA, B.Inggris dan TIK/PTD oleh
        Provinsi dan Direktorat = 100%
      Koreksi (100%)
     Ulangan Kenaikan Kelas


                                     26
No                           Kondisi Pendidikan Saat Ini
       Pembuatan naskah soal MIPA, B.Inggris dan TIK/PTD oleh
        Provinsi dan Direktorat = 100%
       Koreksi (100%)
       Teknik-teknik penilaian yang dipergunakan guru dalam pembelajaran =
 e.    80%
 f.   Instrumen yang dikembangkan guru untuk ulangan harian = 90%
 g.   Variasi instrumen yang dikembangkan sekolah untuk UAS = 80%
 h.   Variasi instrumen yang dikembangkan sekolah untuk UKK= 80%
 i.   Mekanisme dan prosedur penilaian pendidikan oleh guru : 80%
9.    Mekanisme dan prosedur penilaian pendidikan oleh sekolah = 80%
 a.   Membuat kumpulan soal mapel MIPA, TIK dan bahasa inggris = 100%
 b.   PENGEMBANGAN BUDAYA DAN LINGKUNGAN SEKOLAH
 c.   Pengembangan budaya bersih : 90%
 d.   Penciptaan lingkungan sehat dan tamanisasi : 80%
 e.   Pemenuhan sistem drainase / sanitasi : 80%
 f.   Penciptaan budaya tata krama “in action” : 80%
      Peningkatan kerjasama dengan lembanga lain relevan bidang 7K : 80%
      Pengembangan lomba-lomba kebersihan, kesehatan : 80%




                                       27
                                              BAB III
                   STRUKTUR DAN MUATAN KURIKULUM RSBI
                                   SMP NEGERI 2 BREBES


A. Struktur Kurikulum
            Struktur Kurikulum RSBI SMP Negeri 2 Brebes berisi sejumlah mata pelajaran
   yang harus disampaikan kepada peserta didik. Struktur kurikulum RSBI SMP Negeri 2
   Brebes merupakan pengembangan dari struktur kurikulum RSBI yang dikeluarkan oleh
   Direktorat Pembinaan SMP Kemendikbud.
            Beberapa mata pelajaran dikembangkan jumlah jam pelajaran perminggunya,
   yaitu bahasa Inggris dari 6 jam pelajaran menjadi 8 Jam pelajaran perminggu ( 2 jam
   SKL), Matematika dari 6 jam Pelajaran menjadi 8 Pelajaran perminggu (2 jam SKL),
   IPA dari 6 jam pelajaran menjadi 8 jam pelajaran perminggu (2 jam SKL), IPS dari 4
   Jam Pelajaran menjadi 5 Jam Pelajaran perminggu, TIK dari 2 jam Pelajaran menjadi 4
   Jam Pelajaran Perminggu hal ini dilakukan dalam rangka meningkatkan kompetensi
   perserta didik dan mempersiapkan peserta didik siap dalam menghadapi Ujian Nasional.
   Kurikulum SMP Negeri 2 Brebes dapat dilihat pada tabel berikut :

                STRUKTUR KURIKULUM SMP NEGERI 2 BREBES
                           TAHUN 2012 / 2013
                                                              Kelas dan Alokasi Waktu
                             Komponen
                                                             VII        VIII        IX
       A.    Mata Pelajaran
             1. Pendidikan Agama                              2          2          2
             2. PKn                                           2          2          2
             3. Bahasa Indonesia                              5          5          5
             4. Bahasa Inggris                                6          6          6
             5. Matematika                                    6          6          6
             6. Ilmu Pengetahuan Alam                         6          6          6
             7. Ilmu Pengetahuan Sosial                       5          5          5
             8. Seni Budaya                                   2          2          2
             9. Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan    2          2          2
             10. TIK dan PTD                                  4          4          4

       B.    Muatan Lokal
               1. Bahasa Jawa                                 2          2          2
               2. Seni Tari                                   2          2          2
       C.    Pengembangan Diri *)                             -          -          -
             1. Bimbingan Konseling                           1          1          1
             2. Ekstrakurikuler                               1          1          1
       D.    Kurikulum Plus
             1. English Conversation                         2          2          2
             2. Mathematics                                  2          2          2
             3. Science                                      2          2          2
             4. Life Skill/Pidato                            2          2          2
                                Jumlah                       54         54         54
      *) setara dengan 2 jam pelajaran


                                                  28
   a.   Muatan lokal merupakan kegiatan kurikuler untuk mengembangkan kompetensi
        yang disesuaikan dengan ciri khas dan potensi daerah, termasuk keunggulan daerah,
        yang materinya tidak dapat dikelompokan ke dalam mata pelajaran yang ada.
        Muatan lokal yang dikembangkan di SMP Negeri 2 Brebes yaitu Bahasa Jawa dan
        Seni tari. Bahasa Jawa dikembangkan berdasarkan SK Gubernur Jawa Tengah.
        Seni tari dikembangkan didasarkan pada kondisi yang ada yaitu tersedianya guru
        dan yang paling mungkin dilaksanakan.
        Pengembangan diri bukan merupakan mata pelajaran yang harus diasuh oleh guru.
        Pengembangan diri bertujuan memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk
        mengembangkan dan mengekspresikan diri sesuai dengan kebutuhan, bakat, dan
        minat setiap peserta didik sesuai dengan kondisi sekolah
        Kegiatan pengembangan diri difasilitasi dan atau dibimbing oleh konselor, guru,
        atau tenaga kependidikan yang dapat dilakukan dalam bentuk kegiatan
        ekstrakurikuler. Kegiatan pengembangan diri dilakukan melalui kegiatan
        pelayanan konseling yang berkenaan dengan masalah diri pribadi dan kehidupan
        sosial, belajar, dan pengembangan karir peserta didik.
   b.   Substansi mata pelajaran IPA dan IPS merupakan "IPA Terpadu" dan "IPS
        Terpadu”
   c.   Jam pembelajaran untuk setiap mata pelajaran dialokasikan sebagaimana tertera
        dalam struktur kurikulum.
   d.   Alokasi waktu satu jam pembelajaran adalah 40 menit.
   e.   Minggu efektif dalam satu tahun pelajaran (dua semester) adalah 34-38 minggu.

B. Muatan Kurikulum
   Muatan kurikulum RSBI SMP Negeri 2 Brebes meliputi : mata pelajaran, muatan lokal
   dan pengembangan diri.
   1.   Mata Pelajaran
        Berdasarkan standar isi, mata pelajaran merupakan materi bahan ajar sebagai
        landasan keilmuan yang akan diajarkan kepada peserta didik melalui multi metode
        dan berbagai macam pendekatan .
         a.   Mata Pelajaran Agama
              Meliputi :
              Agama Islam, Kristen, Katolik, Hindu dan Budha, sesuai kondisi sosial
              budaya masyarakat dilingkungan sekitar sekolah


                                            29
Di SMP Negeri 2 Brebes, peserta didik diberi kesempatan mengikuti
pembelajaran pendidikan agama menurut keyakinan agama yang dipeluknya.
Berdasarkan data administrasi mengenai pemeluk agama ada empat jenis
agama yang dianut para peserta didik yaitu Agama Islam, Agama Kristen,
Agama Katholik dan Agama Budha
Tujuan :
   1) Memberikan wawasan terhadap keberagaman agama di Indonesia.
   2) Berperilaku sesuai dengan ajara agama yang dianut sesuai dengan
       perkembangan remaja.
   3) Menghargai keberagaman agama, bangsa, suku, ras dan golongan
       sosial ekonomi dalam lingkup global.
   4) Meningkatkan keimanan dan ketaqwaan peserta didik sesuai
       keyakinan agamanya masing-masing.
Pendidikan agama dimaksudkan untuk membentuk peserta didik menjadi
manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan
berakhlak mulia serta peningkatan potensi spiritual. Akhlak mulia mencakup
etika, budi pekerti dan moral sebagai perwujudan dan pendidikan agama.
Peningkatan potensi spiritual mencakup pengenalan, pemahaman dan
penanaman nilai-nilai keagamaan, serta pengamalan nilai-nilai tersebut dalam
kehidupan indvidual ataupun kolektif kemasyarakatan. Peningkatan potensi
spiritual tersebut pada akhimya bertujuan pada optimalisasi berbagai potensi
yang dimiliki manusia yang aktualisasinya mencerminkan harkat dan
martabatnya sebagal makhluk Tuhan.
1) Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam
    Pendidikan Agama Islam yang diperuntukkan         bagi yang menganut
    agama Islam dimaksudkan untuk peningkatan potensi spiritual dan
    membentuk peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan
    bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia. Akhlak
    mulia mencakup etika, budi pekerti, dan moral sebagai perwujudan dari
    pendidikan Agama
    a) Tujuan Mata pelajaran Pendidikan Agama Islam
      1) menumbuhkembangkan akidah melalui pemberian, pemupukan,
           dan pengembangan pengetahuan, penghayatan, pengamalan,
           pembiasaan, serta pengalaman peserta didik tentang agama Islam

                             30
       sehingga menjadi manusia muslim yang terus berkembang
       keimanan dan ketakwaannya kepada Allah SWT;
  2) mewujudkan manusia Indonesia yang taat beragama                dan
       berakhlak mulia       yaitu manusia yang berpengetahuan, rajin
       beribadah, cerdas, produktif, jujur, adil, etis, berdisiplin,
       bertoleransi (tasamuh), menjaga keharmonisan secara personal
       dan sosial serta mengembangkan budaya agama dalam komunitas
       sekolah.
b) Indikator tujuan dari proses belajar mengajar mata pelajaran
  Pendidikan Agama Islam
  1) Menerapkan tata cara membaca Al-qur‟an menurut tajwid, mulai
       dari cara membaca “Al”- Syamsiyah dan “Al”- Qomariyah
       sampai kepada menerapkan hukum bacaan mad dan waqaf
  2) Meningkatkan pengenalan dan keyakinan terhadap aspek-aspek
       rukun iman mulai dari iman kepada Allah sampai kepada iman
       pada Qadha dan Qadar serta Asmaul Husna
  3) Menjelaskan dan membiasakan perilaku terpuji seperti qanaah
       dan tasawuh dan menjauhkan diri dari perilaku tercela seperti
       ananiah, hasad, ghadab dan namimah
  4) Menjelaskan tata cara mandi wajib dan shalat-shalat munfarid dan
       jamaah baik shalat wajib maupun shalat sunat
  5) Memahami dan meneladani sejarah Nabi Muhammad dan para
       shahabat serta menceritakan sejarah masuk dan berkembangnya
       Islam di nusantara


Pembelajaran
Pembelajaran      Agama     Islam   dilaksanakan   berdasarkan   prinsip
pembelajaran tuntas melaluiul jam effektif mata pelajaran maupun
kegiatan pengembangan diri dengan memanfaatkan semua faslitas dan
sumber belajar yang tersedla disekolah. Pembelajaran dikondisikan
berpusat pada peserta didik sedang guru lebih berperan sebagai
motivator, fasilitator dan pembimbing.




                            31
   Penilaian
   Penilaian   dilaksanakan    untuk   mengetahui   tingkat   ketercapaian
   kompetensi peserta didik melalui Indikatornya dan teknik penilaiannya
   berdasar pada aspek: pemahaman konsep dan penerapan
2) Mata Pelajaran Pendidikan Agama Kristen
   Pendidikan Agama Kristen yang diperuntukkan bagi yang menganut
   agama Kristen dimaksudkan untuk peningkatan potensi spritual dan
   membentuk peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan
   bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia. Akhlak
   mulia mencakup etika, budi pekerti yang luhur, dan moral sebagai
   perwujudan dari pendidikan agama.
   a. Tujuan Mata pelajaran Pendidikan Agama Kristen
      1) Memperkenalkan Allah Bapa, Anak dan Roh Kudus dan karya-
          karyanya agar peserta didik bertumbuh iman percayanya dan
          meneladani Allah Tritunggal dalam hidupnya
      2) Menanamkan pemahaman tentang Allah dan karya-Nya kepada
          peserta didik, sehingga mampu memahami dan menghayatinya
      3) Menghasilkan manusia Indonesia yang mampu menghayati
          imannya secara bertanggungjawab serta berakhlak mulia di
          tengah masyarakat yang pluralistik.
   b. Indikator tujuan dari proses belajar mengajar mata pelajaran
      Pendidikan Agama Kristen
       1) Menjelaskan karya Allah dan penyelamatan bagi manusia dan
           seluruh ciptaan
       2) Menginternalisasi nilai-nilai kristiani dengan menanggapinya
           secara nyata
       3) Bertanggung jawab terhadap diri dan sesamanya, masyarakat
           dan gereja sebagai orang yang sudah diselamatkan
   Pembelajaran:
   Proses pembelajaran Pendidikan Agama Kristen dilaksanakan melaluiui
   tatap muka dalam kelas dan di luar kelas dengan metode yang bervariasi
   mengutamakan prinsip keglatan belajar berpusat pada peserta didik.
   Untuk memudahkan pemahaman dan penghayatan materi ajar, setting
   pembelajaran diupayakan mencerminkan suasana kehidupan remaja

                              32
   dalam keseharian baik secara lndivdu maupun kehidupan kelompok di
   dalam keluarga atau kelompok sesama remaja setingkat peserta didik
   SMP sehingga terwujud pendekatan pembelajaran kontekstual.
   Penilaian:
   Untuk mengetahui hasil pembelajaran maka seiring proses pembelajaran
   berlangsung dilaksanakan penilaian yang berorientasi pada penilaian
   berbasis kelas melalui ulangan harian, ulangan tengah semester maupun
   ulangan akhir semester.
   Teknik penilaiannya dengan menggunakan 2 aspek pemahaman konsep
   dan penerapan, dapat berwujud tes lisan, tes tulis atau tes perbuatan.
   Tindak Lanjut
   Hasil penilaian tersebut melalui proses anailisis akan dapat diketahui
   tingkat ketercapaian kompetensi dasar. Dengan berpedoman pada
   Kriteria Ketuntasan Minimal maka akan dapat ditentukan langkah tindak
   lanjut bagi setiap peserta didik, apakah perlu tindakan pengayaan atau
   tindakan remidi.
3) Mata Pelajaran Pendidikan Agama Katholik
   Pendidikan Agama Katholik adalah upaya yang dilakukan secara
   terencana dan berkesinambungan dalam rangka mengembangkan
   kemampuan peserta didik untuk memperteguh iman dan ketakwaan
   terhadap Tuhan Yang Maha Esa sesuai dengan ajaran Gereja Katholik,
   dengan tetap memperhatikan penghormatan terhadap agama lain dalam
   hubungan kerukunan antar umat beragama dalam masyarakat untuk
   mewujudkan persatuan nasional.
   Ruang Lingkup
   Ruang lingkup pembelajaran dalam Pendidikan Agama Katholik di SMP
   mencakup empat aspek yang memiliki keterkaitan satu dengan yang lain
   dan merupakan kelanjutan pembelajaran pendidikan Agama Katholik di
   sekolah Dasar. Keempat aspek yang dibahas secara lebih mendalam
   sesuai dengan tingkat kemampuan pemahaman peserta didik adalah:
   1. Pribadi peserta didik: Aspek ini membahas tentang pemahaman diri
      sebagai pria dan wanita yang memiliki kemampuan dan keterbatasan,
      keletihan dan kekurangan dalam berelasi dengan sesama serta
      lingkungan sekitamya

                             33
2. Yesus Kristus: Aspek ini membahas tentang bagaimana meneladani
   pribadi Yesus Kristus yang mewartakan Allah Bapa dan Kerajaan
   Allah.
3. Gereja: Aspek ini membahas tentang makna Gereja, bagaimana
   mewujudkan kehidupan menggereja dalam realitas hidup sehart-hari
4. Kemasyarakatan: Aspek ini membahas secara mendalam tentang
   hidup bersama dalam masyarakat sesuai firman/ sabda Tuhan, ajaran
   Yesus Kristus dan ajaran Gereja.
Tujuan
Pendidikan Agama Katholik pada dasarnya bertujuan agar peserta didik
memiliki kemampuan untuk membangun hidup yang semakin beriman.
Membangun hidup beriman Kristiani berarti membangun kesetiaan pada
nilai Yesus Kristus, yang memiliki keprihatinan tunggal, yakni Kerajaan
Allah. Kerajaan Allah merupakan situasi dan penstiwa penyelamatan,
situasi dan perjuangan untuk perdamaian dan keadilan, kebahagiaan dan
kesejahteraan, persaudaraan dan kesetiaan, kelestarian lingkungan hidup
yang dirindukan oleh setiap orang dari berbagai agama dan kepercayaan.
Pembelajaran
Untuk mencapai tujuan Pendidikan Agama Katholik sesuai dengan
rumusan dl atas maka proses pembelajaran dilaksanakan dengan
berpedoman pada prinsip pembelajaran berpusat pada peserta didik,
sedang guru lebih berperan sebagal motivator dan fasilitator.
Metode yang bervariasi lebih diutamakan penggunaannya dengan
mengacu pada pendekatan belajar secara kontekstual memudahkan
peserta didik dalam pemahaman dan penghayatan mata pelajaran.


Penilaian
Kegiatan penilaian dilaksanakan seiring dengan berlangsungnya proses
pembelajaran menggunakan berbagai teknik yang mencerminkan
penilaian berbasis kelas yang mengatur ranah kognitif, afektif,    dan
psikomotor.
Kegiatannya dapat berupa ulangan harian, ulangan tengah semester dan
ulangan akhir semester dengan menggunakan berbagai teknik yang
relevan seperti tes tulis, tes lisan, dan tes perbuatan.

                            34
         Tindak Lanjut
         Gambaran tingkat ketercapaian kompetensi dasar dari tiap-tiap peserta
         didik dapat diketahui dari hasil penilaian setelah dilakukan anailisis hasil
         penilaian.
         Dengan berpedoman pada kriteria ketuntasan minimal yang telah
         ditetapkan sebelumnya dapat diketahui posisi ketercapaian Kompetensi
         Dasar dari seorang peserta didik. Dari hal itu juga langkah tindak lanjut
         dapat ditentukan oleh seorang guru terhadap peserta didik apakah perlu
         tindakan remidi atau pengayaan.


b.   Mata Pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan
     Mata Pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan merupakan mata pelajaran
     yang memfokuskan pada pembentukan warganegara yang memahami dan
     mampu     melaksanakan     hak-hak     dan   kewajibannya     untuk    menjadi
     warganegara Indonesia yang cerdas, terampil, dan berkarakter yang
     diamanatkan oleh Pancasila dan UUD 1945.
     1. Tujuan Mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKn)
        a) Berpikir secara kritis, rasional, dan kreatif dalam menanggapi isu
            kewarganegaraan
        b) Berpartisipasi secara aktif dan bertanggung jawab, dan bertindak
            secara cerdas dalam kegiatan bermasyarakat, berbangsa, dan
            bernegara, serta anti-korupsi
        c) Berkembang secara positif dan demokratis untuk membentuk diri
            berdasarkan karakter-karakter masyarakat Indonesia agar dapat hidup
            bersama dengan bangsa-bangsa lainnya
        d) Berinteraksi dengan bangsa-bangsa lain dalam percaturan dunia
            secara langsung atau tidak langsung dengan memanfaatkan teknologi
            informasi dan komunikasi.
     2. Indikator tujuan dari proses belajar mengajar mata pelajaran Pendidikan
        Kewarganegaraan (PKn)
        a) Memahami dan menunjukkan sikap positif terhadap norma-norma
            kebiasaan, adat istiadat, dan peraturan, dalam kehidupan berbangsa
            dan bernegara



                                   35
   b) Menjelaskan makna proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia
       sesuai dengan suasana kebatinan konstitusi pertama
   c) Menghargai perbedaan dan kemerdekaan dalam mengemukakan
       pendapat dengan bertanggung jawab
   d) Menampilkan perilaku yang baik sesuai dengan nilai-nilai Pancasila
       dan Undang-Undang Dasar 1945
   e) Menunjukkan        sikap    positif    terhadap    pelaksanaan    kehidupan
       demokrasi dan kedaulatan rakyat
   f) Menjelaskan     makna       otonomi      daerah,   dan      hubungan   antara
       pemerintahan pusat dan daerah
   g) Menunjukkan sikap kritis dan apresiatif terhadap dampak globalisasi
   h) Memahami       prestasi     diri      untuk   berprestasi    sesuai    dengan
       keindividuannya
Pelaksanaan Pembelajaran PKn
Dengan pendekatan kontekstual untuk mengembangkan dan meningkatkan
kecerdasan, keterampilan, dan karakter sebagai warga negara Indonesia.
Pendekatan belajar secara kontekstual dapat diwujudkan antara lain dengan
metode-metode: Kooperatif, Diskusi, Inkuiri, Interaktif, Eksploratif, Berfikir
kritis, Simulasi dan pemecahan masalah
Metode-metode tersebut dapat dilaksanakan secara bervariasi di dalam atau
di luar kelas dengan memperhatikan ketersediaan sumber-sumber belajar.
Untuk mendapatkan Informasi yang relevan dengan materi yang dibahas
dalam kegiatan pembelajaran, guru dengan persetujuan kepala sekolah dapat
mengajak peserta didik menemui tokoh masyarakat dan pejabat setempat
atau mengundang tokoh masyarakat atau pejabat setempat ke sekolah untuk
memberikan informasi tentang sesuatu hal yang terkait dengan pokok
bahasan.
Penilaian
Untuk mengukur pencapaian indikator hasil belajar digunakan model
penilaian berdasarkan perbuatan (Performance Based Assessment) atau
Penilaian Otentik (Autentic Assessment). Penilaian perbuatan atau Penilaian
otentik dapat menggunakan paduan beberapa teknik seperti : catatan
kegiatan, skala sikap, catatan tindakan, koreksi pekerjaan, tugas lndividu,
tugas kelompok/ kelas, diskusi, wawancara, pengamatan, port folio,

                                 36
     kuesioner, tes buatan guru, tes standar prestasi, tes standar psykologis,
     pengukuran sosiometik.
     Tindak Lanjut
     Untuk membantu peserta didik memahami teori kewarganegaraan melaiui
     pengalaman belajar praktik empirik sehingga peserta didik diberikan latihan
     untuk belajar secara kontekstual. Adapun praktik belajar Kewarganegaraan
     untuk kelas VII, VIII dan IX dilakukan dengan: mengidentiflkasi masalah,
     mengumpulkan dan mengevaluasi informasi berkaitan dengan masalah,
     menguji,   dan    mengevaluasi     pemecahan     masalah,   memilih    atau
     mengembangkan altenatif pemecahan masalah yang direkomendasikan,
     mengembangkan rencana tindakan dan mengevaluasi pelaksanaan tindakan.
     Hasil akhir dan praktik belajar kewarganegaraan adalah portfolio yang
     berupa rencana dan tindakan nyata yang dltayangkan oleh setiap individu
     atau kelompok dan dinilai secara periodik melalui suatu kompetisi interaktif
     argumentatif pada tingkat kelas, sekolah, daerah setempat dan nasional.
     Selanjutnya peserta didik diberikan sertifikat keberhasilan dalam mengikuti
     kegiatan praktik tersebut. Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi
     yaitu penggunaan berbagal media yang mempunyal potensi untuk menambah
     wawasan dan konteks belajar serta meraih hasil belajar. Media tersebut
     adalah Slide, film, radio, telepon dan komputer yang dilengkapi CD ROOM
     dan hubungan Internet yang dapat dimanfaatkan untuk mengakses berbagai
     informasi tentang isu-isu Intenaslonal dan aktivitas kewarganegaraan di
     negara-negara lain.


c.   Mata Pelajaran Bahasa Indonesia
     Pembelajaran bahasa Indonesia diarahkan untuk meningkatkan kemampuan
     peserta didik untuk berkomunikasi dalam bahasa Indonesia dengan baik dan
     benar, baik secara lisan maupun tulis, serta menumbuhkan apresiasi terhadap
     hasil karya kesastraan manusia Indonesia.
     1. Tujuan Mata pelajaran Bahasa Indonesia
        a) Berkomunikasi secara efektif dan efisien sesuai dengan etika yang
            berlaku, baik secara lisan maupun tulis
        b) Menghargai dan bangga menggunakan bahasa Indonesia sebagai
            bahasa persatuan dan bahasa negara

                                  37
   c) Memahami bahasa Indonesia dan menggunakannya dengan tepat dan
       kreatif untuk berbagai tujuan
   d) Menggunakan bahasa Indonesia untuk meningkatkan kemampuan
       intelektual, serta kematangan emosional dan sosial
   e) Menikmati dan memanfaatkan karya sastra untuk memperluas
       wawasan,     memperhalus        budi     pekerti,   serta   meningkatkan
       pengetahuan dan kemampuan berbahasa
   f) Menghargai dan membanggakan sastra Indonesia sebagai khazanah
       budaya dan intelektual manusia Indonesia.
2. Indikator tujuan dari proses belajar mengajar mata pelajaran Bahasa
   Indonesia
   a) Mendengarkan
       Memahami wacana lisan dalam kegiatan wawancara, pelaporan,
       penyampaian        berita    radio/TV,     dialog    interaktif,   pidato,
       khotbah/ceramah, dan pembacaan berbagai karya sastra berbentuk
       dongeng, puisi, drama, novel remaja, syair, kutipan, dan sinopsis
       novel
   b) Berbicara
       Menggunakan wacana lisan untuk mengungkapkan pikiran, perasaan,
       informasi, pengalaman, pendapat, dan komentar dalam kegiatan
       wawancara, presentasi laporan, diskusi, protokoler, dan pidato, serta
       dalam berbagai karya sastra berbentuk cerita pendek, novel remaja,
       puisi, dan drama
   c) Membaca
       Menggunakan berbagai jenis membaca untuk memahami berbagai
       bentuk wacana tulis, dan berbagai karya sastra berbentuk puisi, cerita
       pendek, drama, novel remaja, antologi puisi, novel dari berbagai
       angkatan
   d) Menulis
       Melakukan berbagai kegiatan menulis untuk mengungkapkan pikiran,
       perasaan, dan informasi dalam bentuk buku harian, surat pribadi,
       pesan singkat, laporan, surat dinas, petunjuk, rangkuman, teks berita,
       slogan, poster, iklan baris, resensi, karangan, karya ilmiah sederhana,



                               38
   pidato, surat pembaca, dan berbagai karya sastra berbentuk pantun,
   dongeng, puisi, drama, puisi, dan cerpen
Pembelajaran Bahasa Indonesia
Pembelajaran Bahasa Indonesia dikondisikan agar peserta didk menjadi
pusat pembelajaran sementara pendidik leblh banyak berperan sebagal
fasilitator, motivator dan pembimbing peserta didik dalam menemukan
serta mengkonstruksi sendiri pengetahuan yang akan dikuasai menuju
ketercapaian kompetensi sesuai dengan tingkat perkembangan usianya
serta kebutuhan untuk masa depannya. Semuanya dilaksanakan
menggunakan berbagai strategi, memanfaatkan sebanyak-banyaknya
sumber belajar, dan mengoptimalkan pemanfaatan semua fasilitas yang
tersedia.
Penilaian
Penilaian dalam proses pembelajaran merupakan upaya untuk menjaring
Informasi tentang hasil kegiatan pembelajaran yang telah dlcapai peserta
didik dan digunakan sebagal bahan analisis bagi pendidik untuk
mengambil keputusan terkait dengan upaya tindak lanjut yang akan
diambil oleh seorang pendidik dalam memberikan layanan pendidikan.
Penilaian pada mata pelajaran Bahasa Indonesia mencakup empat aspek
yaitu mendegarkan, berbicara, membaca dan menulis. Pelaksanaannya
menggunakan berbagai teknik yang ciptakan berdasarkan aspek yang
akan dinilai sesuai dengan konsep berberbasis kelas dan terpadu dengan
kegiatan pembelajaran sehingga hasil penilaian dapat benar benar
menggambarkan kemampuan peserta didik secara objektif.
Tindak lanjut
Upaya tindak lanjut yang akan dilakukan oleh seorang guru dalam proses
pembelajaran bergantung pada hasil anallsis hasil penilaian. Upaya yang
dapat dilakukan berupa tindakan remidial atau pengayaan dengan
berpedoman pada Kriteria Ketuntasan Minimal yang telah ditetap
sebelumnya. Tindakan remedial dilaksanakan jika ketuntasan belajar
yang dicapal peserta didik belum mencapal Kriteria Ketuntasan Minimal
sedang apabila seorang peserta didik dalam proses penilaian telah
mencapai ketuntasan belajar sama atau melebihi Kriteria Ketuntasan
Minimal maka tindakan yang perlu dilakukan adalah pengayaan.

                         39
d.   Mata Pelajaran bahasa Inggris
             Pembelajaran bahasa Inggris SMP RSBI/SBI adalah Communicative
     Approach (CA) dan contextual Teaching and Learning (CTL) adalah model
     pendekatan yang sering digunakan dalam pengajaran bahasa Inggris serta
     joyful learning mengajak peserta didik      untuk lebih aktif ,kreatif dan
     menyenangkan.
     Pemanfaatan media dan sumber belajar yang beragam serta penggunaan multi
     Strategi akan memungkinkan terciptanya suasana belajar yang menyenangkan
     dan menantang bagi tumbuhnya semangat belajar di kalangan peserta didik.
     Pembelajaran bahasa Inggris SMP RSBI/SBI meliputi :
     a) Mendengarkan
                Memahami makna dalam wacana lisan dalam bentuk tegur sapa
       dan percakapan pendek sederhana dalam situasi formal dan informal.
                Memahami makna dalam wacana lisan pendek sederhana dalam
       bentuk recount, narrative, procedure, descriptive, report, exposition,
       explanation, news items, poems, songs, dan teks fungsional pendek
       (advertisements, notices, announcements, etc.) dalam konteks kehidupan
       sehari-hari dan yang terkait dengan matematika, sains, dan teknologi.
     b) Berbicara
                Pengungkapan makna untuk tujuan tegur sapa dan bercakap-
       cakap dan menanggapi tegur sapa dan percakapan dalam situasi formal
       dan informal.
                Pengungkapan makna dalam wacana lisan pendek sederhana
       dalam bentuk recount, narrative, procedure, descriptive, report,
       exposition, explanation, news items, poems, songs, dan teks fungsional
       pendek (advertisements, notices, announcements, etc.) dalam konteks
       kehidupan sehari-hari dan yang terkait     dengan matematika, sains, dan
       teknologi.
                Menanggapi makna dalam wacana lisan pendek sederhana dalam
       bentuk recount, narrative, procedure, descriptive, report, exposition,
       explanation, news items, poems, songs, dan teks fungsional pendek
       (advertisements, notices, announcements, etc.) dalam konteks kehidupan
       sehari-hari dan yang terkait dengan matematika, sains, dan teknologi



                                  40
     c) Membaca
                   Memahami makna ungkapan tegur sapa dan percakapan dalam
        situasi formal dan informal yang disajikan secara tertulis.
        Memahami makna dalam wacana tertulis pendek sederhana dalam bentuk
        recount,    narrative,   procedure,    descriptive,   report,    exposition,
        explanation, news items, poems, songs, dan teks           fungsional pendek
        (advertisements, notices, announcements, etc.) dalam konteks kehidupan
        sehari-hari dan yang terkait dengan matematika, sains, dan teknologi.
     d) Menulis
                   Mengungkapkan makna dalam wacana tertulis pendek sederhana
        dalam bentuk recount, narrative, procedure, escriptive, report, exposition,
        explanation, news items, poems, songs, dan teks fungsional pendek
        (advertisements, notices, announcements, letters, etc.) dalam konteks
        kehidupan sehari-hari dan yang terkait dengan matematika, sains, dan
        teknologi. Menanggapi makna dalam wacana tertulis pendek sederhana
        dalam bentuk        recount, narrative, procedure, descriptive, report,
        exposition, explanation, news items, poems, songs, dan teks fungsional
        pendek (advertisements, notices, announcements, letters, etc.) dalam
        konteks kehidupan sehari-hari dan yang terkait dengan matematika, sains,
        dan teknologi.bentuk recount, narrative, procedure, descriptive, dan report,
        dalam konteks kehidupan sehari-hari


e.   Mata Pelajaran Matematika
     Pembelajaran Matematika SMP RSBI/SBI adalah:
            Kegiatan pembelajaran dirancang untuk memberikan pengalaman
     belajar yang melibatkan proses mental dan fisik melalui Interaksi antar
     peserta didik, peserta didik dengan guru, lingkungan dan sumber belajar
     lalnnya dalam rangka pencapaian kompetensi dasar.
            Pengalaman      belajar   yang    dimaksud    dapat   terwujud    melalui
     penggunaan pendekatan pembelajaran yang bervariasi dan berpusat pada
     peserta didik. Pengalaman belajar memuat kecakapan hidup yang perlu
     dikuasai oleh peserta didik.
            Perencanaan proses pembelajaran metiputi Silabus dan Rencana
     Pelaksanaan Pembelajaran yang memuat                sekurang-kurangnya    tujuan

                                      41
pembelajaran, materi ajar metode pembelajaran, sumber belajar dan penilaian
hasil belajar.
        Proses pembelajaran matemalika diselenggarakan secara interaktif,
inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik untuk
berpartisipasi aktif serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa,
kreatifitas dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan
fisik serta psikologis peserta didik dan memberikan keteladanan.
        Prinsip pengembangan kurikulum SMP RSBI/SBI Mata Pelajaran
Matematika adalah sebagai berikut:
a) Matematika sebagai Pemecahan Masalah
                 Kurikulum     Matematika       sebagai    pemecahan      masalah
    dikembangkan berdasarkan pada peristiwa sehari-hari yang konkrit
    sifatnya untuk menuju suatu konsep matematika yang bersifat abstrak.
    Sebagai pemecahan masalah, kurikulum matematika dikembangkan
    selain memungkinkan adanya keterkaitan antar suatu konsep dengan
    konsep lain, juga dimungkinkan mengkaitkan matematika dengan
    disiplin ilmu lainnya.
                 Dengan demikian, matematika dapat menjembatani apa yang
    dipelajari di sekolah dan apa yang terjadi di masyarakat serta
    menjembatani suatu disiplin dengan disiplin lainnya.
b) Matematika sebagai Bahasa Universal
                 Kurikulum Matematika sebagai bahasa universal dikembangkan
    dengan mempertimbangkan pembelajaran matematika sekolah di
    berbagai       negara    maju,    seperti   ruang   lingkup   dan   urutannya.
    Pengembangan seperti ini akan membuat peserta didik kita mendapat
    pengalaman pembelajaran sebagaimana yang dialami oleh peserta didik
    di negara lain.
                 Dengan demikian, lulusan SMP RSBI/SBI dapat bersaing
    dengan bukan hanya di tingkat nasional tetapi juga di tingkat
    internasional.




                                 42
f.   Mata Pelajaran IPA
     a) Pembelajaran IPA SMP RSBI/SBI adalah:
               Dilaksanakan secara inkuiri ilmiah (scientific inquiry) untuk
       menumbuhkan kemampuan berpikir, bekerja dan bersikap ilmiah serta
       mengkomunikasikannya sebagai aspek yang sangat penting bagi peserta
       didik yang merupakan bagian dari pembekalan kecakapan hidup. Oleh
       karena itu pembelajaran IPA menekankan pada pemberian pengalaman
       belajar secara langsung melalui penggunaan dan pengembangan
       keterampilan proses dan sikap ilmiah.
       Tujuan Pendidikan dalam Mata Pelajaran IPA SMP RSBI/SBI adalah
       Peserta Didik mampu melakukan hal-hal berikut:
       1.   Mengembangkan rasa ingin tahu dan ketertarikan untuk mempelajari
            berbagai gejala benda dan peristiwa di alam.
       2.   Memahami dan menggunakan metode ilmiah untuk menyelediki dan
            menyelesaikan masalah dalam kehidupan sehari-hari;
       3.   Mengembangkan berbagai keterampilan proses ilmiah melalui
            kegiatan investigasi, eksperimen, dan refleksi.
       4.   Menumbuhkan sikap dan etika ilmiah dan penerapannya dalam
            kehidupan sehari-hari.
       5.   Memiliki kesadaran akan pentingnya prosedur operasi standar dan
            keselamatan kerja.
       6.   Mengembangkan pemahaman tentang berbagai macam gejala alam,
            konsep dan prinsip IPA dan penerapannya dalam kehidupan sehari-
            hari
       7.   Mengembangkan kesadaran terhadap hubungan saling mempengaruhi
            antara IPA, lingkungan, teknologi, dan masyarakat.
       8.   Meningkatkan kesadaran untuk berperanserta dalam memelihara,
            menjaga, dan melestarikan lingkungan serta sumber daya alam.
       9.   Meningkatkan pengetahuan, konsep, dan keterampilan IPA sebagai
            dasar untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang selanjutnya.
       10. Menggunakan IT         secara   benar sebagai      alat mengumpulkan,
            menganalisis data dan meng-komunikasikannya.
       11. Menyiapkan warga negara Indonesia yang nasionalis, berkarakter,
            melek Iptek dan memahami kemajuan jaman.

                                     43
       12. Meningkatkan keyakinan terhadap kebesaran Tuhan Yang Maha Esa
            berdasarkan keberadaan, keteraturan dan keindahan alam ciptaanNya
     b) Ruang Lingkup Mata Pelajaran IPA SMP RSBI/SBI
       Bahan kajian IPA untuk SMP RSBI/SBI merupakan kelanjutan meliputi
       aspek-aspek sebagai berikut:
       1.   Makhluk Hidup dan Proses Kehidupan
       2.   Materi dan Sifatnya
       3.   Energi dan Perubahannya
       4.   Bumi dan Alam Semesta


g.   Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial
     Mata pelajaran IPS disusun secara sistematis, komprehensif, dan terpadu
     dalam proses pembelajaran menuju kedewasaan dan keberhasilan dalam
     kehidupan di masyarakat. Dengan pendekatan tersebut diharapkan peserta
     didik akan memperoleh pemahaman yang lebih luas dan mendalam pada
     bidang ilmu yang berkaitan.
     1. Tujuan Mata pelajaran IPS
        a) Mengenal       konsep-konsep yang berkaitan dengan kehidupan
            masyarakat dan lingkungannya
        b) Memiliki kemampuan dasar untuk berpikir logis dan kritis, rasa ingin
            tahu,     inkuiri, memecahkan masalah, dan keterampilan dalam
            kehidupan sosial
        c) Memiliki komitmen dan kesadaran terhadap nilai-nilai sosial dan
            kemanusiaan
        d) Memiliki kemampuan berkomunikasi, bekerjasama dan berkompetisi
            dalam masyarakat yang majemuk, di tingkat lokal, nasional, dan
            global.
     2. Indikator tujuan dari proses belajar mengajar mata pelajaran IPS
        a) Mendeskripsikan keanekaragaman bentuk muka bumi, proses
            pembentukan, dan dampaknya terhadap kehidupan
        b) Memahami proses interaksi dan sosialisasi dalam pembentukan
            kepribadian manusia
        c) Membuat sketsa dan peta wilayah serta menggunakan peta, atlas, dan
            globe untuk mendapatkan informasi keruangan

                                   44
   d) Mendeskripsikan gejala-gejala yang terjadi di geosfer dan dampaknya
       terhadap kehidupan
   e) Mendeskripsikan       perkembangan       masyarakat,   kebudayaan,   dan
       pemerintahan sejak Pra-Aksara, Hindu Budha, sampai masa Kolonial
       Eropa
   f) Mengidentifikasikan            upaya    penanggulangan     permasalahan
       kependudukan      dan     lingkungan     hidup   dalam    pembangunan
       berkelanjutan
   g) Memahami         proses    kebangkitan     nasional,   usaha   persiapan
       kemerdekaan, mempertahankan kemerdekaan, dan mempertahankan
       Negara Kesatuan Republik Indonesia
   h) Mendeskripsikan perubahan sosial-budaya dan tipe-tipe perilaku
       masyarakat dalam menyikapi perubahan, serta mengidentifikasi
       berbagai penyakit sosial sebagai akibat penyimpangan sosial dalam
       masyarakat, dan upaya pencegahannya
   i) Mengidentifikasi region-region di permukaan bumi berkenaan dengan
       pembagian permukaan bumi atas benua dan samudera, keterkaitan
       unsur-unsur geografi dan penduduk, serta ciri-ciri negara maju dan
       berkembang
   j) Mendeskripsikan perkembangan lembaga internasional, kerja sama
       internasional dan peran Indonesia dalam kerja sama dan perdagangan
       internasional, serta dampaknya terhadap perekonomian Indonesia
   k) Mendeskripsikan manusia sebagai makhluk sosial dan ekonomi serta
       mengidentifikasi tindakan ekonomi berdasarkan motif dan prinsip
       ekonomi dalam memenuhi kebutuhannya
   l) Mengungkapkan gagasan kreatif dalam tindakan ekonomi berupa
       kegiatan konsumsi, produksi, dan distribusi barang/jasa untuk
       mencapai kemandirian dan kesejahteraan
Pembelajaran
Proses pembelajaran diupayakan leblh banyak melibatkan peserta didik :
sebagai subyek pembelajaran yang dibimbing dan dipandu oleh tenaga
pendidik selaku motivator dan fasilitator. Agar pembelajaran dapat
berlangsung secara efisien dan effektif maka optimalisasi penggunaan media
belajar, sumber belajar yang beragam dan fasilitas pendukung lainnya menjad

                                45
     prioritas yang didahulukan dalam kerangka pembelajaran tematik sebagal
     konsekwensi dan konsep IPS Terpadu.
     Penilaian
     Upaya untuk mendapatkan informasi tentang hasil atau kemajuan belajar
     peserta didik dilakukan melalui serentetan proses penilaian terpadu dengan
     proses pembelajaran. Penilaian semacam ini lazim disebut penilaian berbasis
     kelas yang dilakukan oleh tenaga pendidik. Tekniknya menyesuaikan dengan
     karakter indikator pencapatan kompetensi. Hasilnya diharapkan objektif dan
     secara nyata menggambarkan hasil belajar peserta didik yang kemudian
     digunakan oleh pendidik sebagai bahan acuan untuk menentukan langkah
     tindak lanjut.
     Tindak lanjut
     Setelah menganalisis hasil penilaian, pendidik akan mendapatkan Informasi
     bahwa peserta didik telah mencapai ketuntasan belajar atau belum
     berdasarkan Kriteria Ketuntasan Minimal yang telah dltetapkan sebelumnya.
     Maka langkah berikutnya mengambil tindakan berupa kegiatan remidial bagi
     peserta yang belum mencapai ketuntasan sampai tercapai ketuntasan pada
     pencapaian Kompetensi Dasar yang direncanakan atau melakukan kegiatan
     pengayaan bagi peserta didik yang telah mencapai ketuntasan. Seluruhnya
     akan disajikan dalam bentuk laporan hasil belajar.
h.   Mata Pelajaran Seni Budaya
     Pendidikan Seni Budaya dan Keterampilan memiliki peranan dalam
     pembentukan pribadi peserta didik yang harmonis dengan memperhatikan
     kebutuhan perkembangan anak dalam mencapai multikecerdasan yang terdiri
     atas kecerdasan intrapersonal,      interpersonal, visual spasial, musikal,
     linguistik, logik matematik, naturalis serta kecerdasan adversitas, kecerdasan
     kreativitas, kecerdasan spiritual dan moral, dan kecerdasan emosional.
     1. Tujuan Mata pelajaran Seni Budaya
        a) Memahami konsep dan pentingnya seni budaya
        b) Menampilkan sikap apresiasi terhadap seni budaya
        c) Menampilkan kreativitas melalui seni budaya
        d) Menampilkan peran serta dalam seni budaya dalam tingkat lokal,
            regional, maupun global.
     2. Indikator tujuan dari proses belajar mengajar mata pelajaran Seni Budaya

                                   46
   a) Seni Rupa
       1) Mengapresiasi dan mengekspresikan karya seni rupa terapan
          melalui gambar bentuk obyek tiga dimensi yang ada di daerah
          setempat
       2) Mengapresiasi dan mengekspresikan karya seni rupa terapan
          melalui gambar/ lukis, karya seni grafis dan kriya tekstil batik
          daerah Nusantara
       3) Mengapresiasi dan mengekspresikan karya seni rupa murni yang
          dikembangkan dari beragam unsur seni rupa Nusantara dan
          mancanegara.
   b) Seni Musik
       1) Mengapresiasi dan mengekspresikan karya seni musik lagu daerah
          setempat secara perseorangan dan berkelompok.
       2) Mengapresiasi dan mengekspresikan karya seni musik lagu
          tradisional nusantara secara perseorangan dan kelompok
       3) Mengapresiasi dan mengekspresikan karya seni musik lagu
          mancanegara secara perseorangan dan kelompok
Pembelajaran
Untuk mencapai tujuan pendidikan Seni Budaya, proses pembelajarannya
diprioritaskan pada kegiatan praktek merujuk pada konsep pembelajaran
learning by doing dengan harapan agar peserta didik dapat terlibat langsung
secara phisik dan mental dalam proses olah cipta, olah rasa dan olah karsa
untuk mengasah kepekaan (sensitifitas) cita rasa keindahannya sehingga
dalam pribadinya terbentuk keseimbangan antara perkembangan logika,
etika, estetika maupun perkembangan jasmani dan aspek psikomotornya.
Pada pembelajaran Seni Budaya pemahaman konsep melalui kepekaan rasa
keindahan lebih diutamakan untuk bisa menumbuhkan daya kreasi dan daya
apresiasi. Melalui pembelajaran praktek tersebut peserta didik diharapkan
mampu menggali sendiri pengetahuan/wawasannya tentang seni budaya dan
mengkonstruksi didalam pribadinya sehingga terbentuk kemampuan apresiasi
seni sekaligus kemampuan berkreasi dan keberanian berekspresi. Agar
tumbuh dan berkembang rasa cinta dan bangga terhadap keluhuran seni
budaya nasional maka sajian materi seni budaya daerah dan seni budaya
Nusantara menjadi target menu yang lebih diutamakan Semuanya dikemas


                             47
     dan dikondisikan sedemikian rupa sehinga dl dalam proses pembelajarannya
     terdapat suasana yang menyenangkan dan menantang dengan peserta didik
     sebagai pusat pembelajarannya dan berorientasi pada pencapian standar
     kompetensi yang telah dttetapkan. Dengan pemberian pengalaman belajar
     semacam ini dlharapkan dapat memberikan kesan yang bermakna bagi
     peserta didik.
     Penilaian
     Sesuai dengan karakter mata pelajaran Seni Budaya dan untuk mendapatkan
     hasil penilaian yang otentik maka penilaian hasil belajar lebih dominan
     menggunakan teknik penugasan, tes unjuk kerja dan observasi meskipun tes
     tulis dan tes lisan juga digunakan terutama untuk mengukur pemahaman
     konsep dan apresiasi. Sesuai dengan Standar Kompetensi Lulusan maka
     aspek penilaian pada mata pelajaran Seni Budaya adalah apresiasi dan
     ekspresi. Proses penilaian dilaksanakan seiring dengan berlangsungnya
     proses pembelajaran sehingga dapat diketahui terjadinya perubahan sikap dan
     perilaku selama proses pembelajaran.
     Tindak lanjut
     Dari hasil penilaian akan dapat diketahui ketercapaian ketuntasan tiap
     Kompetensi       Dasar   dan   masing-masing   peserta   didik.   Setanjutnya
     dilaksanakan tindakan remidial sampai mencapai ketuntasan bagi yang belum
     memenuhi Kriteria Ketuntasan Minimal atau tindakan pengayaan bagi yang
     telah mencapai ketuntasan. Hasil penilaian dilaporkan sesuai ketentuan yang
     telah ditetapkan.
i.   Mata Pelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan
     Pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan merupakan media untuk
     mendorong pertumbuhan fisik, perkembangan psikis, keterampilan motorik,
     pengetahuan dan penalaran, penghayatan nilai-nilai (sikap-mental-emosional-
     sportivitas-spiritual-sosial), serta pembiasaan pola hidup sehat yang bermuara
     untuk merangsang pertumbuhan dan perkembangan kualitas fisik dan psikis
     yang seimbang.
     1. Tujuan Mata pelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan
        a) Mengembangkan keterampilan pengelolaan diri dalam upaya
            pengembangan dan pemeliharaan kebugaran jasmani serta pola hidup
            sehat melalui berbagai aktivitas jasmani dan olahraga yang terpilih


                                    48
   b) Meningkatkan pertumbuhan fisik dan pengembangan psikis yang
       lebih baik.
   c) Meningkatkan kemampuan dan keterampilan gerak dasar
   d) Meletakkan landasan karakter moral yang kuat melalui internalisasi
       nilai-nilai yang terkandung di dalam pendidikan jasmani, olahraga
       dan kesehatan
   e) Mengembangkan sikap sportif, jujur, disiplin, bertanggungjawab,
       kerjasama, percaya diri dan demokratis
   f) Mengembangkan keterampilan untuk menjaga keselamatan diri
       sendiri, orang lain dan lingkungan
   g) Memahami konsep aktivitas jasmani dan olahraga di lingkungan yang
       bersih sebagai informasi untuk mencapai pertumbuhan fisik yang
       sempurna, pola hidup sehat dan kebugaran, terampil, serta memiliki
       sikap yang positif


2. Indikator tujuan dari proses belajar mengajar mata pelajaran
   a) Mempraktekkan variasi dan kombinasi teknik dasar permainan,
       olahraga serta atletik dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya
   b) Mempraktekkan senam lantai dan irama dengan alat dan tanpa alat
   c) Mempraktekkan teknik renang dengan gaya dada, gaya bebas, dan
       gaya punggung
   d) Mempraktekkan teknik kebugaran dengan jenis latihan beban
       menggunakan alat sederhana
   e) Mempraktekkan kegiatan-kegiatan di luar kelas seperti melakukan
       perkemahan, penjelajahan alam sekitar dan piknik
   f) Memahami budaya hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari seperti
       perawatan tubuh serta lingkungan, mengenal berbagai penyakit dan
       cara pencegahannya serta menjauhi narkoba
Pembelajaran
Pembelajaran Pendidikan jasmani, olah raga dan kesehatan dilaksanakan
menggunakan berbagai strategi melaluipembelajaran intra dan ekstra
kurikuler, baik didalam kelas atau diluar kelas secara teori maupun praktek
dengan memperhatikan tujuan pembelajaran, kondisl dan kebutuhan



                             49
     peserta didik, ketersediaan tenaga pendidik, ketersediaan fasiiltas dan sarana
     pendukung kegiatan yang bermuara pada tercapainya mutu layanan
     pendidikan.
     Penilaian
     Kegiatan penilaian pada pendidikan jasmani, olah raga dan kesehatan
     berorlentasi pada penilaian berbasis kelas dengan mengacu tiga ranah,
     psikomotor, affektif dan kognitif yang secara implisit tercakup di dalam
     aspek penilaian yang akan menggambarkan ketercapalan kompetensi dasar
     melaluiul indikatornya.
j.   Mata Pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi / Pengetahuan
     Teknologi Dasar (TIK/PTD)
     a.   Standar Kompetensi Lulusan (SKL) TIK-PTD

                 Pendidikan Teknologi Dasar (PTD) pada SMP secara substantif
          memberikan bimbingan pembelajaran kepada peserta didik dalam
          membahas bahan kajian dan pembelajaran tentang teknologi yang
          bertujuan meningkatkan kecakapan hidup peserta didik dalam berpikir
          logis, kritis dan inovatif, mengemukakan dan menerima pendapat secara
          argumentatif, bertindak kreatif dan sistematis, bekerjasama dalam tim,
          dan berani mengambil keputusan dalam mengkaji hubungan teknologi
          dan masyarakat, menggunakan produk teknologi dan sistem, merancang
          dan membuat karya teknologi yang berguna untuk memecahkan
          permasalahan dalam kehidupan dan lingkungannya sehari-hari serta
          membentuk dasar bagi pendidikan selanjutnya.
                 Selain itu, dengan berpusat pada konteks nyata (kontekstual),
          PTD di dalam kurikulum dapat membuat pendidikan menjadi lebih
          sesuai, lebih bermanfaat, lebih responsif terhadap tuntutan kehidupan di
          masyarakat. Hal ini dapat membuat kurikulum lebih menarik serta lebih
          menggugah minat para peserta didik , karena mereka dapat langsung dan
          lebih mudah menerapkan apa yang telah mereka ketahui dalam
          kehidupan sehari-hari. Dengan demikian PTD secara tidak langsung
          dapat menurunkan angka „dropout‟ yang tinggi, dimana hal ini masih
          merupakan masalah yang mendesak di berbagai sistem pendidikan,
          termasuk Indonesia. Pendidikan Teknologi Dasar juga diselenggarakan


                                   50
dengan berorientasi pada pembudayaan, pemberdayaan, pembentukan
akhlak mulia, budi perkerti luhur, dan watak, kepribadian, atau karakter
unggul, serta berbagai kecakapan hidup (life skills).
         Standar Kompetensi TIK-PTD merupakan kecakapan untuk
belajar sepanjang hayat sebagai akumulasi kompetensi setelah peserta
didik mencapai berbagai kompetensi dasar yang dirumuskan pada mata
pelajaranTIK-PTD.     Pembelajaran     TIK-PTD      memiliki   18   target
pencapaian hasil belajar (standar kompetensi lulusan) yang mencakup 3
(tiga) domain: Teknologi dan Masyarakat, Produk Teknologi dan Sistem,
Perancangan dan Pembuatan Karya Teknologi.
Domain A : Teknologi dan Masyarakat
         Domain Teknologi dan Masyarakat meliputi 4 (empat) fokus
bahan kajian dan pelajaran yaitu: 1). Kehidupan Sehari-hari, yaitu:
melakukan analisis dan menginterpretasikan hubungan timbal balik
antara perkembangan teknologi dan perubahan dalam masyarakat; 2).
Industri dan Perdagangan, yaitu: menggambarkan karakteristik dan
tahapan produksi pada suatu Industri, Menggambarkan karakteristik
dunia bisnis dan sistem pemasarannya; 3). Profesi, yaitu: Menunjukkan
hubungan timbal balik antara profesi dan perangkat teknologi sebagai
hasil perkembangan teknologi itu sendiri; dan 4). Lingkungan Hidup,
yaitu: menganalisis dampak         pengembangan teknologi dan proses
produksi terhadap lingkungan
Domain B : Produk Teknologi dan Sistem
         Domain Produk Teknologi dan Sistrm meliputi tiga (tiga) fokus
bahan kajian dan pelajaran yaitu: 1) Bahan, yaitu: membedakan
karakteristik jenis bahan dan hubungannya dengan fungsi, manufaktur
dan perancangan suatu produk teknologi, membedakan sistem dan sifat
persambungan berdasarkan kegunaan dan bahan yang digunakan dalam
perancangan suatu konstruksi; 2) Energi, yaitu: Menganalisis prinsip-
prinsip konversi, transmisi, pemanfaatan dan pengelolaan energi serta
menggambarkan model sistemnya, merancang bangun model konversi
dan transmisi energi; dan          3) Informasi, yaitu: menggambarkan
karakteristik sistem komunikasi informasi, menggambarkan karakteristik
sistem    pengendalian    siklus      informasi    (Input-Process-Output),

                          51
menggambarkan sistem analog dan sistem digital dalam memproses
informasi, menyelidiki karakteristik teknis suatu sistem komunikasi dan
pengendalian     informasi,     menerapkan      sistem    komunikasi   dan
pengendalian informasi dalam sistem teknologi.
Domain C : Perancangan dan Pembuatan Karya Teknologi
       Domain Perancangan dan pembuatan karya teknologi berbasis
PGBU (Pikir Gambar Buat Uji) meliputi empat (empat) fokus bahan
kajian dan pelajaran yaitu : 1). Pemecahan masalah teknologi, yaitu:
menemukan gagasan inovasi untuk memecahkan masalah teknologi
sesuai dengan kebutuhan masyarakat; 2). Perancangan, yaitu: membuat
rancangan suatu produk teknologi; 3). Pembuatan, yaitu: mampu
merealisasikan rancangannya pada bahan yang akan digunakan,
melakukan pekerjaan sesuai aturan keselamatan dan kesehatan kerja
(K3), membuat produk teknologi sesuai rancangan yang ditetapkan; dan
4). Penggunaan perencanaan ulang, yaitu: mengevaluasi proses dan
produk teknologi berdasarkan kriteria tertentu
       Setiap fokus dari ketiga domain tersebut diuraikan menjadi target-
target pencapaian hasil belajar program TIK-PTD yang selanjutnya akan
dijabarkan ke dalam standar kompetensi dan kompetensi dasar TIK-PTD
yang meliputi enam area teknologi, yaitu: teknologi informasi dan
komunikasi, teknologi produksi, teknologi konstruksi, teknologi energi,
teknologi transportasi dan logistik, , serta teknologi bio.
Mengacu pada penjelasan di atas, standar kompetensi lulusan TIK-PTD
RSBI/SBI SMP secara singkat dapat dikemukakan sebagai berikut.
1.   Memahami penggunaan teknologi informasi dan komunikasi, dan
     prospeknya di masa datang.
2.   Menguasai dasar-dasar ketrampilan komputer sesuai dengan kaidah-
     kaidah keselamatan kerja
3.   Menggunakan perangkat pengolah kata untuk menyunting dan
     menyajikan naskah dengan berbagai macam format dokumen.
4.   Menggunakan pengolah angka untuk mengolah data dan menyajikan
     dalam bentuk tabel dan grafik.




                           52
5.   Menggunakan pengolah basis data untuk merancang dan mengolah
     data, kemudian menyajikannya menjadi suatu informasi yang
     bermanfaat.
6.   Menggunakan pengolah grafis untuk menyajikan data visual sesuai
     dengan kaidah-kaidah aspek desain visual.
7.   Menggunakan pengolah animasi untuk menghasilkan karya animasi.
8.   Membuat program aplikasi untuk komputasi atau pengolahan data
     berdasarkan algoritma yang telah dirancang .
9.   Mengunakan program pengolah video untuk menghasilkan karya
     video dengan menggunakan kaidah-kaidah pengolahan video.
10. Mengunakan program desain web untuk menyajikan informasi
     berbasis web.
11. Memahami prinsip dasar internet/intranet dan menggunakannya
     untuk memperoleh informasi dan menyajikan informasi dengan
     memperhatikan etika dan undang-undang yang berlaku;
12. Memahami prinsip-prinsip teknologi dasar, yang terdiri dari
     hubungan teknologi dan masyarakat, penanganan produk teknologi
     serta perancangan dan pembuatan produk teknologi;
13. Menunjukkan kemampuan berpikir kritis, kreatif, dan inovatif dalam
     menganalisis dan memecahkan masalah yang dihadapi dalam
     kehidupan sehari-hari dengan menggunakan teknologi sesuai dengan
     kemampuan;
14. Memahami bekerja secara tim dan menghargai perbedaan pendapat
     serta selalu mencari solusi yang terbaik dan bijaksana;
15. Meningkatkan pengetahuan dan kemampuan literasi teknologi;
16. Mampu menggunakan dan menganalisis sistem pada produk
     teknologi dengan cara yang benar, aman, dan berwawasan
     lingkungan;
17. Mampu merancang, menggambar, membuat dan menguji produk
     teknologi yang berkaitan dengan kebutuhan manusia;
18. Memiliki kemampuan-kemampuan dasar non teknis yang berguna
     untuk memperkuat kemampuan teknis seperti mengambil keputusan,
     berfikir alternatif, menilai hasil karya, mengenal dan memecahkan
     masalah.

                          53
Mata pelajaran ini perlu diperkenalkan, dipraktikkan dan dikuasai peserta
didik sedini mungkin agar mereka memiliki bekal untuk menyesuaikan
diri dalam kehidupan global yang ditandai       dengan perubahan yang
sangat cepat. Untuk menghadapi perubahan tersebut diperlukan
kemampuan dan kemauan belajar sepanjang hayat dengan cepat dan
cerdas. Hasil-hasil teknologi informasi dan komunikasi banyak
membantu manusia untuk dapat belajar secara cepat. Dengan demikian
selain sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari, teknologi informasi
dan komunikasi dapat dimanfaatkan untuk merevitalisasi proses belajar
yang pada akhirnya dapat mengadaptasikan peserta didik dengan
lingkungan dan dunia kerja.
1.   Tujuan Mata pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi /
     Pengetahuan Teknologi Dasar (TIK/PTD)
     a) Memahami perkembangan teknologi dasar
     b) Memahami teknologi informasi dan komunikasi
     c) Mengembangkan keterampilan untuk memanfaatkan teknologi
          informasi dan komunikasi
     d) Mengembangkan sikap kritis, kreatif, apresiatif dan mandiri
          dalam penggunaan Teknologi informasi dan komunikasi
     e) Menghargai karya cipta di bidang teknologi informasi dan
          komunikasi.
     f)   Memahami jiwa kewirausahaan


2.   Indikator tujuan dari proses belajar mengajar mata pelajaran
     Teknologi Informasi dan Komunikasi/Pengetahuan Teknologi Dasar
     (TIK/PTD)
     a) Memahami prinsip-prinsip teknologi dasar, yang terdiri dari
          hubungan teknologi dan masyarakat, penanganan produk
          teknologi serta perancangan dan pembuatan produk teknologi
     b) Memahami penggunaan teknologi informasi dan komunikasi,
          dan prospeknya di masa datang
     c) Menguasai dasar-dasar ketrampilan komputer
     d) Menggunakan perangkat pengolah kata dan pengolah angka
          untuk menghasilkan dokumen sederhana

                          54
          e) Memahami prinsip dasar internet/intranet dan menggunakannya
              untuk memperoleh informasi
Kegiatan Pembelajaran Mata Pelajaran TIK/PTD
Kegiatan pembelajaran TIK/PTD dirancang untuk memberikan pengalaman
belajar yang melibatkan proses mental dan fisik melalui lnteraksi-interaksi
antar peserta didik, peserta didik dengan guru, lingkungan, dan sumber
belajar lainnya dalam rangka pencapaian kompetensi dasar secara optimal.
Pengalaman belajar yang dimaksud dapat terwujud melalui penggunaan
pendekatan pembelajaran yang bervariasi dan berpusat pada peserta didik
(student centered). Kegiatan pembelajaran TIK/PTD ini juga didesain adanya
muatan kecakapan hidup yang perlu dikuasai peserta didik.
Kriteria pengembangan kegiatan pembelajaran TIK dapat diberikan sebagai
berikut
a. Kegiatan pembelajaran disusun bertujuan untuk memberikan bantuan
   kepada para pendidik, khususnya guru, agar mereka dapat bekerja dan
   melaksanakan proses pembelajaran secara profesional sesuai dengan
   tuntutan kurikulum.
b. Kegiatan     pembelajaran    disusun    berdasarkan   atas   satu   tuntutan
   kompetensi dasar secara utuh.
c. Pengalaman belajar memuat rangkaian kegiatan yang perlu dilakukan
   oleh peserta didik secara berurutan untuk mencapal kompetensi dasar.
d. Kegiatan pembelajaran berpusat pada peserta didik (student centered).
   Guru harus selalu berpikir untuk menawarkan altenatif-altemntif kegiatan
   pembelajaran yang dapat dilakukan agar peserta didik memiliki
   kompetensi yang telah ditetapkan.
e. Materi kegiatan pembelajaran dapat berupa pengetahuan, sikap, dan
   keterampilan.
f. Perumusan kegiatan pembelajaran harus jelas memuat materi yang harus
   dikuasai untuk mencapai kompetensi dasar.
g. Penentuan urutan langkah pembelajaran sangat penting artinya bagi KD-
   KD yang memerlukan prasyarat tertentu.
h. Pembelajaran     bersifat    spiral    (terjadi   pengulangan-pengulangan
   pembelajaran materi tertentu.



                               55
       i. Rumusan peryataan dalam kegiatan pembelajaran minimal mengandung
          dua      unsur   penciri   yang   mencerminkan     pengelolaan       kegiatan
          pembelajaran peserta didik, yaitu kegiatan dan objek belajar.
       Pemilihan kegiatan peserta didik mempertimbangkan hal-hal sebagal berikut.
       a. memberikan peluang bagi peserta didik untuk mencari, mengolah, dan
          menemukan sendiri pengetahuan, di bawah bimbingan guru;
       b. mencerminkan ciri khas dalam pegembangan kemampuan mata pelajaran;
       c. disesuaikan dengan kemampuan peserta didik, sumber belajar, dan
          sarana-prasarana, serta fasilitas pendidikan lainnya yang tersedia
       d. bervariasi dengan mengombinasikan kegiatan individu/perorangan,
          berpasangan, kelompok, dan klasikal.
       Memperhatikan pelayanan terhadap perbedaan Individual peserta didik
       seperti: bakat, minat, kemampuan, latar belakang keluarga, sosial-ekomomi,
       dan budaya, serta masalah khusus yang dihadapi peserta didik yang
       bersangkutan.
       Penilaian
       Peniliaian merupakan serangkaian kegiatan untuk memperoleh, menganalisis,
       dan menafsirkan gambaran proses dan hasil belajar peserta didik yang
       dilakukan secara sistematis dan berkesinambungan. Hal ini dilakukan
       sedemikian rupa sehingga menjadi Informasi yang bermakna dalam
       pengambilan keputusan untuk menentukan tingkat keberhasilan pencapaian
       kompetensi peserta didik yang telah ditentukan dalam standar ketuntasan
       minimal.
       Penilaian pencapaian kompetensi dasar mata pelajaran TIK/PTD yang
       dialami peserta didik dilakukan berdasarkan indikator indikator sebagaimana
       yang telah dipilih dan dirumuskan di dalam silabus. Di dalam implementasi
       kegiatan penilaian ini terdapat tiga komponen penting yang perlu
       memperoleh perhatian sungguh-sungguh para pendidik dan peserta didik,
       yaitu: (a) teknik penilaian, (b) bentuk instrumen penilaian, dan (c) contoh
       instrumen penialian.
2. Muatan Lokal
  Muatan lokal (mulok) merupakan kegiatan kurikuler untuk mengembangkan
  kompetensi yang disesuaikan dengan ciri khas dan potensi daerah, termasuk



                                      56
keunggulan daerah, yang materinya tidak sesuai untuk menjadi bagian dari mata
pelajaran lain atau terlalu banyak sehingga harus menjadi mata pelajaran tersendiri.
   a.     Bahasa Daerah (Jawa) sebagai upaya mempertahankan nilai-nilai budaya
         (Jawa) masyarakat setempat dalarn wujud komunikasi dan apresiasi
         sastra.
   b.     Seni tari sebagai upaya melestarikan kebudayaan Indonesia
a. Bahasa Jawa
    1. Pengertian Bahasa Jawa
        Bahasa adalah media komunikasi yang akan dan selalu ada pada setiap
        geliat budaya masyarakat dimanapun. Jadi bahasa Jawa adalah bahasa
        yang di pergunakan oleh masyarakat Jawa dan sekitarnya dengan
        menggunakan undha-usuk bahasa Jawa. Berdasarkan asumsi tersebut
        selayaknya pembelajaran bahasa Jawa kembali di tekankan pada setiap
        sekolah maupun masyarakat, yang dalam penyebarannya di sampaikan
        secara garis besar seperti di bawah ini:
           a) Pengenalan tentang bagaimana sejarah bahasa dan sastra Jawa.
           b) Pengenalan tentang bagaimana sejarah, aksara Jawa, dan pedoman
               penulisan yang ada.
           c) Pemahaman tentang adanya sistem undha-usuk bahasa.
           d) Penyampaian yang sistematis dalam kaitannya dengan pembelajaran
               bahasa. Setidaknya mengetahui sistem paramasastra secara utuh dan
               berkesinambunggan.
           e) Pengayaan terhadap materi yang berkaitan erat dengan penggunaan
               bahasa dan sastra Jawa dalam kehidupan masyarakat Jawa.
    2. Pentingnya Bahasa Jawa
        Peserta didik sebagai peserta didik dalam pembelajaran bahasa Jawa
        secara makro hampir serupa dengan pembelajaran bahasa lain yaitu
        menguasai setidaknya tata bahasa yang di jabarkan dalam kemampuan
        membaca, menulis, mendengarkan, dan berbicara. Dengan menguasai
        bahasa Jawa yang baik akan membuka titik-titik akses yang dikehendaki
        sesuai dengan tujuan akhir dari di berikannya sebuah mata pelajaran
        bahasa Jawa kepada peserta didik.
    3. Manfaat Belajar Bahasa Jawa



                                     57
        Adapun beberapa manfaat yang relevan dengan adanya proses
        pembelajaran bahasa jawa terhadap masyarakat dan lingkungan sekitar
        adalah:
        a. Menciptakan sebuah mekanisme dimana peserta didik mengalami
            proses pentrasferan ilmu dari kearifan lokal masyarakat setempat.
        b. Menciptakan media tukar informasi etika dan tata norma masyarakat
            dalam scope masyarakat yang berlatar belakang bahasa Jawa.
   4. Ruang Lingkup Pembelajaran Bahasa Jawa
        Ruang lingkup pembelajaran Bahasa Jawa meliputi komponen berbahasa
        dan kemampuan bersastra yang meliputi aspek-aspek membaca, menulis,
        mendengarkan, dan berbicara.
   5. Fungsi Bahasa Jawa
        Bahasa Jawa mempunyai beberapa fungsi antara lain:
        a. Bahasa Jawa sebagai lambang kebanggaan daerah
        b. Bahasa Jawa sebagai lambang identitas daerah
        c. Bahasa Jawa sebagai alat penghubung di dalam keluarga dan
           masyarakat.
        d. Bahasa Jawa sebagai sarana pendukung kebudayaan daerah.
        e. Bahasa Jawa sebagai pendukung bahasa dan sastra daerah.
b. Seni Tari
   1.   Pengertian Seni Tari
        Seni budaya merupakan suatu keahlian mengekspresikan ide-ide dan
        pemikiran estetika , termasuk mewujudkan kemampuan serta imajinasi
        penciptaan benda, suasana, atau karya yang menimbulkan rasa indah.
        Untuk itu seni budaya sebagai suatu ilmu memberikan kesempatan
        kepada peserta didik untuk terlibat di dalam berbagai pengalaman
        apresiasi maupun pengalaman berkreasi untuk menghasilkan suatu karya
        seni yang bermanfaat langsung bagi kehidupan peserta didik.
        “Tari     adalah bentuk gerak yang indah dan lahir dari tubuh yang
        bergerak, berirama, dan berjiwa sesuai dengan maksud dan tujuan tari.
        Tari sebagai ekspresi seni menciptakan imajinasi gerak yang membuat
        kita menjadi lebih sensitive terhadap realitas, dengan menari merupakan
        pengalaman yang berguna untuk lebih memperkaya peranan dan
        pertumbuhan seseorang baik sebagai penari maupun sebagai penikmat.”

                                  58
           2.   Pentingnya Belajar Seni Tari
                Peserta Didik sebagai calon pelaku kehidupan bermasyarakat perlu
                memiliki bekal kepekaan estetis atau sense of art dalam menyikapi
                lingkungannya. Untuk memiliki kepekaan estetis, Peserta Didik perlu
                melakukan praktik-praktik langsung pada pengalaman berkesenian.
                Berdasarkan hal tersebut maka Peserta Didik perlu diperkenalkan dan
                diajarkan dasar-dasar seni dan praktik berkesenian.

           3.   Manfaat Belajar Seni Tari
                a. Mengembangkan minat dan bakat peserta didik di bidang seni tari
                b. Memberikan motivasi dan menumbuhkan rasa percaya diri
                c. Memupuk rasa kebersamaan
                d. Memiliki wawasan budaya, sekaligus diharapkan supaya mencintai
                    dan dapat melestarikan kesenian daerah setempat
                e. Membentuk pribadi yang tangguh, tertib, jujur, dan memiliki daya
                    kreatifitas yang tinggi
                f. Dapat berkreasi dengan cara mencurahkan seluruh ide, pikiran, dan
                    perasaan sehingga menghasilkan suatu karya seni yang indah, yang
                    akhirnya akan memperkaya khazanah kebudayaan.
                g. Mempromosikan sekolah

            4. Ruang Lingkup Pembelajaran Seni Tari
                Ruang lingkup pembelajaran tari meliputi teori dan praktek, materi
                disesuaikan dengan lingkungan daerah setempat.        Materi meliputi
                kemampuan kinestetis berdasarkan olah tubuh dengan atau tanpa
                rangsang bunyi serta apresiasi gerak tari.
C. Kurikulum Plus
   Kurikulum Plus SMP Negeri 2 Brebes meliputi:
   1. English Conversation
            Bahasa Inggris merupakan bahasa internasional dan bahasa pengetahuan
     maka SMP Negeri 2 Brebes berupaya mengembangan bahasa Inggris sebagai bahasa
     pergaulan pendidikan di sekolah dengan program English Conversation




                                              59
         Tujuan dari English Conversation       agar tercapai   kompetensi yang tinggi
  dalam percakapan, keterampilan berbahasa Inggris yang lancar dan akurat,
  baik dari segi tata bahasa dan ucapan.
2. Mathematics
  Standar Kompetensi Lulusan Mathematics meliputi:
  a) Memahami konsep bilangan real, operasi hitung dan estimasinya serta sifat-
       sifatnya (komutatif, asosiatif, distributif), barisan bilangan sederhana (barisan
       aritmetika dan sifat-sifatnya), serta penggunaannya dalam pemecahan masalah
  b) Memahami konsep aljabar meliputi: bentuk aljabar dan unsur-unsurnya,
       persamaan dan pertidaksamaan linear serta penyelesaiannya, himpunan dan
       operasinya, relasi, fungsi dan grafiknya, sistem persamaan linear dan
       penyelesaiannya, persamaan dan fungsi kuadrat dan penyelesaiannya, serta
       menggunakannya dalam pemecahan masalah
  c) Memahami bangun-bangun geometri, unsur-unsur dan sifat-sifatnya, ukuran dan
       pengukurannya, meliputi: hubungan antar garis, sudut (melukis sudut dan
       membagi sudut), jurusan tiga angka, segitiga (termasuk melukis segitiga) dan
       segi empat, transformasi, teorema Pythagoras, lingkaran (garis singgung sekutu,
       lingkaran luar dan lingkaran dalam segitiga dan melukisnya), kubus, balok,
       prisma, limas dan jaring-jaringnya, kesebangunan dan kongruensi, tabung,
       kerucut,   bola,   trigonometri,   jaringan   (pendahuluan   teori   graf),   serta
       menggunakannya dalam pemecahan masalah
  d) Memahami konsep data, pengumpulan dan penyajian data (dengan tabel,
       gambar, diagram, grafik), rerata hitung, modus dan median, rentangan/sebaran
       data untuk data tunggal atau kelompok, serta menerapkannya dalam pemecahan
       masalah
  e) Memahami konsep ruang sampel dan peluang kejadian, serta memanfaatkan
       dalam pemecahan masalah
  f)   Memiliki sikap menghargai matematika dan kegunaannya dalam kehidupan
  g) Memiliki kemampuan berpikir logis, analitis, sistematis, kritis, dan kreatif, serta
       mempunyai kemampuan bekerja sama
  h) Memiliki kemampuan menggali dan mengkomunikasikan ide-ide matematis
       secara tertulis maupun lisan
  i)   Memiliki kemampuan matematika dengan menggunakan ICT



                                          60
  j)   Memiliki kemampuan menggunakan berbagai strategi untuk memecahkan
       masalah matematika
  k) Memiliki         kemampuan   refleksi     terhadap   kemampuan   atau   pemikiran
       matematikanya
3. Science
  Standar Kompetensi Lulusan Science sebagai berikut:
  a) Melakukan pengamatan dengan peralatan yang sesuai, melaksanakan percobaan
       sesuai prosedur, mencatat hasil pengamatan. dan pengukuran dalam tabel dan
       grafik yang sesuai, membuat kesimpulan sehingga diperoleh pemahaman
       tentang hal-hal berikut.
  b) Keanekaragaman hayati, klasifikasi keragamannya berdasarkan ciri, cara-cara
       pelestariannya, serta saling ketergantungan antar makhluk hidup di dalam
       ekosistem.
  c) Sistem organ pada manusia dan kelangsungan makhluk hidup.
  d) Konsep partikel materi; berbagai bentuk, sifat, dan wujud zat; larutan; perubahan
       materi; serta kegunaan bahan kimia dalam kehidupan sehari-hari.
  e) Konsep gaya, usaha, energi, getaran, gelombang, optik, listrik, magnet dan
       penerapannya dalam kehidupan sehari-hari serta memiliki kreativitas dalam
       mengembangkan teknologi sederhana.
  f)   Sistem tata surya, proses dan pengaruh yang terjadi di dalamnya.
  g) Mengkomunikasikan pemahamannya secara lisan dan tertulis sesuai dengan
       bukti yang diperoleh.
  h) Menerapkan pemahamannya dalam memecahkan permasalahan kehidupan
       sehari-hari.
  i)   Mengembangkan sikap, etika, dan perilaku yang baik terhadap lingkungan dan
       masyarakat berdasarkan hasil pemahamannya.
4. Pembelajaran Life Skill (Keterampilan)
          Pembelajaran Life Skill (Keterampilan) diharapkan dapat membantu peserta
  didik dalam meningkatkan sumber daya, pengembangan ekonomi kreatif dan jiwa
  kewirausahaan serta kreativitas imajinatif
  Tujuan Pembelajaran Life Skill (Keterampilan) adalah sebagai berikut:
  a) Peserta didik mendapat bekal keterampilan untuk meningkatkan kemampuan
       intelektual dan sosial.



                                        61
        b) Peserta didik mampu menghayati dan memanfaatkan segala kemampuan untuk
               meningkatkan sumber dayanya.
        c) Peserta didik mendapat pengalaman sehingga dapat mandiri dengan bekal
               keterampilan di masa yang akan datang.
        d) Peserta didik dapat mengembangkan kegiatan ekonomi kreatif
        e) Peserta didik dapat mengembangkan semangat dan jiwa kewirausahaan
        f)     Peserta didik dapat mengembangkan pendidikan berbasis keunggulan lokal


D. Program khusus Inklusi
                Tujuan program khusus ini adalah memberikan layanan pendidikan yang lebih
      bersifat kompensatif. Artinya progam ini diberikan untuk mengurangi dampak negatif
      langsung sebagai akibat kelainannya serta mengkompensasikan potensi lain guna
      menutup kekurangan yang ada pada peserta didik dengan kebutuhan khusus.

 NO          JENIS ABK         MATERI KHUSUS                 DESKRIPSI

 1        a. Lamban            Penambahan Jam Pelajaran     Peserta didik yang tidak
          Belajar                                           memenuhi      KKM      diberi
                                                            tambahan jam Pelajaran sesuai
                                                            dengan kebutuhan peserta
                                                            didik    sehingga    mampu
                                                            mengikuti              proses
                                                            pembelajaran dengan baik
 2        b. Bakat             Pelatihan Bola Basket,       Peserta Didik dapat
          Istimewa             Sepak Bola, Silat, Renang,   mengembangkan bakatnya
                               Atletik, Vokal Group dan     agar dapat berprestasi secara
                               Band dari guru pembimbing    optimal dalam kejuaraan Bola
                               khusus                       Basket, Sepak Bola, Silat,
                                                            Renang, Atletik, Vokal Group
                                                            dan Band baik tingkat provinsi
                                                            ataupun Nasional.
 3        Tuna Netra           Orientasi dan Mobilitas       Peserta Didik mampu
          Ringan                                             mengikuti proses
                                                             pembelajaran secara efektif
                                                             dan nyaman pada posisi
                                                             tempat sehingga tidak
                                                             tergantung pada orang lain
                                                             dan pelayanan dengan
                                                             memberikan kaca mata
 6.          Disgravia         Pembimbingan cara menulis     Peserta Didik mampu
                                                             menulis sesuai dengan usia
                                                             dan tahap perkembangannya


                                               62
E. Pengembangan Diri
             Pengembangan diri adalah kegiatan yang bertujuan memberikan kesempatan
   kepada peserta didik untuk mengembangkan dan mengekspresikan diri sesuai dengan
   kebutuhan, bakat, minat, setiap peserta didik sesuai dengan kondisi sekolah. Kegiatan
   pengembangan diri di bawah bimbingan konselor, guru, atau tenaga kependidikan yang
   dapat dilakukan dalam bentuk kegiatan ekstrakurikuler.
             Kegiatan pengembangan diri dapat dilakukan antara lain melalui kegiatan
   pelayanan konseling yang berkenaan dengan masalah diri pribadi dan kehidupan sosial,
   belajar, dan pengembangan karier peserta didik serta kegiatan ekstrakurikuler, seperti
   kepramukaan, kepemimpinan, kelompok seni-budaya, kelompok tim olahraga, dan
   kelompok ilmiah remaja. Pengembangan Diri di SMP Negeri 2 Brebes meliputi :
   Kegiatan terprogram yang terdiri dari 3 komponen, yaitu
   a.   Layanan Bimbingan Konseling
        Kegiatan Bimbingan konseling dilakukan di lingkungan sekolah dan menggunakan
        jadwal kunjung ruang bimbingan          konseling dan pembelajaran Layanan dan
        bimbingan . Adapun layanan yang diberikan adalah :
           1) Orientasi
                  Oriantasi umum sekolah
                  Orientasi kelas/ semester baru
                  Orientasi Ujian Nasional dan Ujian Sekolah serta Ijazah
           2) Informasi
                  Informasi pengembangan pribadi
                  Informasi kurikulum dan Pembelajaran
                  Informasi SLTA
                  Informasi Jabatan
                  Informasi lingkungan (kehidupan keluarga sosial kemasyarakatan,
                   keberagaman sosial budaya dan lain-lain
           3) Penempatan/Penyaluran
                  Penempatan dalam kelas
                  Penempatan/penyaluran di dalam kelompok belajar
                  Penempatan/penyaluran
           4) Pembelajaran
                  Pengembangan motivasi, sikap dan kegiatan belajar


                                           63
      Pengembangan keterampilan belajar membaca, mencatat/menilai
       bertanya dan menjawab, mengerjakan tugas
      Pembelajaran perbaikan
      Program pengayaan
5) Konseling perorangan
   Semua masalah dalam semua bidang bimbingan
6) Bimbingan kelompok
      Pemahaman dan pemantapan kehidupan keberagaman dan hidup sehat
      Pemahaman dan penerimaan diri dan orang lain (termasuk perbedaan
       individu, sosial budaya, serta permasalahannya)
      Pemahaman tentang emosi prasangka konflikdan peristiwa yang terjadi
       di masyarakat dan pengendalian/pemecahannya.
      Pengaturan dan penggunaan waktu
      Pemahaman       tentang        alternatif   pengabilan   keputusan   dan
       konsekuensinya.
      Pengembangan sikap dan kebiasaan belajar, keberhasilan dan kegagalan
       belajar dan penangulangannya.
      Pengembangan hubungna sosial yang efektif dan produktif
      Pemahaman tentang dunia kerja, pilihan karir, dan perencanaanmasa
       depan
      Pilihan dan persiapan memasuki SLTA
      Program pengayaan
7) Konseling kelompok
   Semua masalah dalam bidang bimbingan .
Bidang bimbingan :
1) Bimbingan pribadi
   a) Penyesuaian diri dengan lingkungan belajar yang baru
   b) Mengenal minat, bakat dan kemampuan
   c) Pengaruh kegiatan waktu luang terhadap kegiatan fisik dan mental
2) Bimbingan sosial
   a) Tata tertib sekolah
   b) Kemampuan berkomunikasi atau berpendapat




                                 64
            c) Pergaulan dengan teman sebaya didalam dan di luar sekolah serta
               masyarakat
       3) Bimbingan belajar
            a) Konsentrasi dalam belajar
            b) Pengaruh teman sebaya
            c) Pengembangan disiplin dan berlatih baik secara mandiri maupun
               kelompok
       4) Bimbingan karir
            a) Persiapan fisik dan mental dalam meraih cita-cita
            b) Orientasi dan informasi pendidikan yang lebih tinggi
            c) Pengenalan jenis-jenis pekerjaan


b. Ekstrakurikuler
   Kegiatan pengembangan diri ini merupakan kegiatan pengembangan bakat, minat
   dan potensi peserta didik untuk berkreativitas dalam rangka mengembangkan olah
   hati, olah otak, olah raga, dan olah seni untuk bersikap positif dan berprestasi.
   Pengembangan diri ini dikembangan berdasarkan perkembangan individu.
   Setiap peserta didik boleh memilih kegiatan ekstrakurikuler maksimal 2 jenis
   kegiatan pengembangan diri pililhan          dengan perjanjian kesepakatan untuk
   mengikuti kegiatan tersebut.
   Untuk mencapai tujuan tersebut, kegiatan ekstrakurikuler yang ditawarkan meliputi
   4 (empat) kelompok (unit), yaitu :
       1.    Unit Kelimuan, meliputi :
             KIR, English Club, Sains Club, Rohani Islam, Majalah Media Peserta
             didik,
       2.    Unit Keterampilan, meliputi :
             PMR/KRR, Paskibra/PKS, Pramuka
       3.    Unit Kesenian, meliputi :
             Paduan Suara, Seni Tari, Seni Rupa, Band
       4.    Unit Keolahragaan, meliputi :
             Karate, Silat, Basket, Sepak Bola, Bulutangkis, Atletik, Renang, Bola
             Voli. Dll.




                                         65
   c.   Kegiatan Pembiasaan
        (1) Rutin         :      Upacara Bendera, Ibadah khusus keagamaan bersama,
                                 senam, tertib dan teratur, pemeliharaan kebersihan dan
                                 kesehatan diri.
        (2) Spontan       :      memberi      salam,        salim,   membuang   sampah   pada
                                 tempatnya,        antri,       mengatasi   silang   pedapat
                                 (pertengkaran).
        (3) Keteladanan   :      tidak merokok, berpakaian rapih, berbahasa yang baik,
                                 menghargai        hak orang lain, rajin membaca, memuji
                                 kebaikan, dan atau keberhasilan orang lain, datang tepat
                                 waktu.


F. Pengaturan Beban Belajar
   a.    Beban belajar yang digunakan adalah sistem paket dengan kategori mandiri
   b.    Jam pembelajaran untuk setiap mata pelajaran dialokasikan sebagaimana tertera
         dalam struktur kurikulum. Pengaturan alokasi waktu untuk setiap mata pelajaran
         yang terdapat pada semester ganjil dan genap dalam satu tahun pelajaran
         dilakukan secara fleksibel dengan jumlah beban belajar yang tetap. Pemanfaatan
         jam pembelajaran tambahan mempertimbangkan kebutuhan peserta didik dalam
         mencapai kompetensi, di samping dimanfaatkan untuk mata pelajaran lain yang
         dianggap penting dan tidak terdapat di dalam struktur kurikulum yang tercantum
         di dalam Standar Isi.
   c.    Beban belajar dalam bentuk satuan waktu untuk mengikuti program pembelajaran
         malalui tatap muka, penugasan terstruktur, dan kegiatan mandiri tidak terstruktur.
         Penugasan terstruktur dengan cara penugasan pekerjaan rumah, maksimal 3 kali
         penugasan terstruktur dalam satu semester, itupun jika dipandang perlu apabila
         dalam pembelajaran kompetensinya sulit dicapai oleh peserta didik. Sedang untuk
         penugasan mandiri tidak terstruktur maksimal 2 penugasan dapat berupa
         penugasan proyek, portofolio dsb.
   d.    Alokasi waktu untuk penugasan terstruktur dan kegiatan mandiri tidak terstruktur
         50% dari waktu kegiatan tatap muka mata pelajaran yang bersangkutan.
         Pemanfaatan alokasi waktu tersebut mempertimbangkan potensi dan kebutuhan
         peserta didik dalam mencapai kompetensi.



                                              66
     e.     Alokasi waktu untuk praktik, dua jam kegiatan praktik di sekolah setara dengan
            satu jam tatap muka. Empat jam praktik di luar sekolah setara dengan satu jam
            tatap muka.
     f.     Perhitungan beban belajaran
                                                                                Jml
                        Satu jam                      Minggu     Jml jam
                                         Jml jam                              Jam Per
                        pelajaran                     efektif    pembelaj
               Kls                      pelajaran                              tahun
                       tatap muka                    per tahun     aran
                                       perminggu                                *)60
                        per menit                    pelajaran   per tahun
                                                                               menit
               VII            40           50           34         1224         816
               VIII           40           50           34         1224          816
               IX             40           50           34         1224          816


            Semua itu dimaksudkan untuk mencapai standar kompetensi lulusan dengan
            memperhatikan tingkat perkembangan peserta didik.


G.        Ketuntasan Belajar
                    Ketuntasan belajar setiap indikator yang telah ditetapkan dalam suatu
          kompetensi dasar berkisar antara 0-100%. Kriteria ketuntasan untuk masing-masing
          kompetensi dasar minimal 80% dengan mempertimbangkan tingkat kemampuan
          rata-rata peserta didik serta kemampuan sumber daya pendukung dalam
          penyelenggaraan pembelajaran. Peningkatan kriteria ketuntasan belajar secara terus
          menerus untuk mencapai kriteria ketuntasan maksimal . Setiap mata pelajaran
          menetapkan kriteria yang berbeda-beda akan tetapi harus diatas atau sama dengan
          kriteria minimal.
                    Untuk mencapai ketuntasan yang sesuai dengan ketuntasan minimal dan
          pencapaian ketuntasan yang maksimal, maka diadakananya program remedial dan
          pengayaan. Hal ini dilakukan dalam bentuk pembelajaran, pengujian, dan penugasan
          yang kesemuanya itu mengacu kepada kompetensi yang akan dicapai.
          Di SMP Negeri 2 Brebes, dalam menentukan KKM mempertimbangkan
          kompleksitas kompetensi dasar, tingkat kemampuan rata-rata peserta didik, serta
          kemampuan sumber daya pendukung dalam penyelenggaraan pembelajaran. SMP
          Negeri 2 Brebes          secara bertahap dan berkelanjutan selalu mengusahakan
          peningkatan Kriteria Ketuntasan Minimal        (KKM) untuk mencapai kriteria
          ketuntasan ideal.


                                                67
         Berikut ini tabel nilai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) di SMP Negeri 2
         Brebes tahun pelajaran 2012/2013,
                                                 TP. 2011/2012         TP. 2012 / 2013
    NO             Mata Pelajaran
                                                 7      8      9       7      8      9
     1     Pendidikan Agama                     78     78     80      82     82     84
     2     Pendidikan Kewarganegaraan           78     78     80      82     82     84
     3     Bahasa Indonesia                     77     77     77      81     81     81
     4     Bahasa Inggris                       76     77     77      80     81     81
     5     Matematika                           76     77     78      80     81     82
     6     Ilmu Pengetahuan Alam                76     77     77      80     81     81
     7     Ilmu Pengetahuan Sosial              76     77     78      80     81     82
     8     Seni Budaya                          77     77     78      81     81     82
     9     PJOK                                 76     77     77      80     81     81
    10     TIK/PTD                              76     77     78      80     81     82
           Muatan Lokal
    11     Bahasa Jawa                          77      77       77   81    81     81
    12     PKK                                  77
    13     Seni Tari                                    78       78   81    82     82

H. Kegiatan Remedial
   Kegiatan remedial diberikan kepada peserta didik          yang belum memenuhi Kriteria
   Ketuntasan Minimal. Oleh karena itu kepada peserta didik yang bersangkutan wajib
   diberikan remedi maksimal sampai dengan 2 kali penilaian.
   Pelaksanaan remedi dapat dilakukan melalui beberapa cara berikut :
   a) Dari hasil Ulangan Harian, peserta didik yang belum tuntas dianalisa indikator
         yang mana atau soal nomor berapa yang belum tuntas dari suatu KD, kepadanya
         diberikan pembelajaran sesuai dengan materi yang belum tuntas, kemudian
         dinilai/dites kembali hingga mencapai ketuntasan. Jika dari hasil tes masih belum
         memenuhi KKM, kegiatan remedi bisa dilakukan lagi sampai maksimal 2 (dua)
         kali.
   b) Kepada peserta didik yang belum mencapai ketuntasan ditugaskan untuk belajar
         kembali KD yang belum tuntas nilai UH-nya, kemudian pada waktu yang telah
         ditentukan dites/dinilai kembali hingga mencapai ketuntasan minimal. Jika dengan
         cara ke 2 (dua) ini hasil tesnya belum mencapai KKM kegiatan remidi melalui cara
         ini bias dilakukan lagi sampai maksimal 3(tiga) kali.
   c) Jika telah diremidi dengan cara 1 (satu) atau cara 2 (dua) hingga 3 (tiga) kali juga
         belum mencapai KKM, penuntasannya bisa dilakukan dengan cara peserta didik
         yang bersangkutan diberi tugas tertentu sesuai dengan KD yang belum tuntas,
         kemudian dinilai sehingga mencapai ketuntasan

                                             68
     d) Nilai maksimal yang diberikan guru kepada peserta didik yang mengikuti remedi
          sesuai dengan batas KKM.
     e) Semua peserta didik dapat menggunakan ketuntasan yang sama, termasuk
          peserta didik dengan kurikulum tidak standar (PPI). Semua peserta didik
          dapat        mencapai     tingkat    ketuntasan      yang     sama     sesuai     dengan
          kemampuannya sekalipun berbeda dalam kualitas dan kuantitasnya.


I.   Cara menghitung Nilai LHB dan Kriteria Kenaikan Kelas
     a.    Cara menghitung Nilai LHB
           Rata-rata Ulangan Harian (UH), Ulangan Tengah Semester (UTS), dan Ulangan
           Semester (US) bobotnya adalah 60 %, 20 % dan 20 %.
           Nilai LHB = (60% x rerata UH + 20%x rerata UTS + 20% US) = ........
     b.    Kriteria kenaikan kelas
           a.     Nilai Akademik :
                  1)    Peserta didik dinyatakan naik kelas apabila:
                        a)   Jumlah nilai di bawah KKM mapel maksimal 2 mapel.
                        b)   Memiliki nilai kepribadian minimal baik,
                        c)   Memiliki nilai pengembangan diri minimal cukup (C),
                        d)   Jumlah ketidakhadiran tanpa keterangan maksimal 12 hari dalam
                             satu tahun pelajaran

                  2)    Peserta didik dinyatakan tidak naik apabila:
                        a)   Jumlah nilai dibawah KKM Mapel lebih dari 2 mapel
                        b)   Kepribadian kurang baik/tidak baik,
                        c)   Memiliki nilai pengembangan diri Kurang (D) atau Nol (0).
                        d)   Jumlah ketidakhadiran tanpa keterangan lebih dari 12 hari dalam
                             satu tahun pelajaran

                  Penjelasan
                  Penetapan kenaikan kelas dihitung dari hasil semester 1 dan 2.
                      Jika nilai semester 1 dan 2 tidak tuntas/tidak tercapai, maka peserta didik
                       yang mengikuti mata pelajaran itu dinyatakan tidak tuntas/tidak tercapai.
                      Jika salah satu dari nilai semester 1 atau 2 tidak tuntas/tidak tercapai,
                       maka harus dilakukan perhitungan berikut:
                      Jika nilai rata-rata semester 1 dan 2 sama atau lebih dari rata-rata Kriteria
                       Ketuntasan/Ketercapaian, maka        peserta didik   yang mengikuti mata
                       pelajaran tersebut dinyatakan tuntas/tercapai.

                                                  69
                    Jika nilai rata-rata semester 1 dan 2 kurang dari rata-rata Kriteria
                     Ketuntasan/Ketercapaian, maka peserta didik yang mengikuti mata
                     pelajaran tersebut dinyatakan tidak tuntas/tidak tercapai.
                    Bagi siswa yang tidak naik kelas maka siswa yang bersangkutan pindah
                     ke sekolah Reguler/SSN
          b.    Nilai akhlak mulia dan kepribadian
                Untuk nilai akhlak mulia dan kepribadian yang terdiri :
                a)    Sikap dan perilaku beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha
                      Esa
                b)    Kelakuan
                c)    Kerajinan/Kedisiplinan
                d)    Kerapian
                e)    Kebersihan

          Peserta didik dinyatakan naik kelas jika sekurang - kurangnya memiliki nilai B di
          setiap aspek akhlak mulia dan kepribadian pada LHB pada semester genap.
          1.    Persentase kehadiran :
                Peserta didik dinyatakan naik kelas jika jumlah ketidakhadiran tanpa
                keterangan maksimal 12 hari dalam satu tahun pelajaran.


J.   Kriteria Kelulusan
     Berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 19 Tahun 2005 pasal 72 ayat 1 dan
     Permendikbud No. 59 tahun 2011 peserta didik dinyatakan lulus apabila :
         a. Menyelesaikan seluruh program pembelajaran
         b. Memperoleh nilai minimal baik pada penilaian akhir untuk seluruh mata
               kelompok mata pelajaran :
               1. Agama dan akhlak mulia
               2. Kewarganegaraan dan Kepribadian
               3. Estetika
               4. Jasmani, Olahraga dan Kesehatan
         c. Lulus Ujian Sekolah
         d. Lulus Ujian Nasional
         e. Lulus Nilai Akhir




                                               70
K. Pendidikan Kecakapan Hidup
               Pendidikan kecakapan hidup, yang mencakup kecakapan pribadi, kecakapan
   sosial, kecakapan akademik dan/atau kecakapan vokasional dapat merupakan bagian
   integral dari pendidikan semua mata pelajaran, jenis kegiatan pengembangan diri,
   dan/atau berupa         paket/modul   yang direncanakan secara    khusus pada jenis
   pengembangan diri tertentu atau pada mata pelajaran mulok (mulok kerajinan) tertentu.
               Dalam setiap pembelajaran peserta didik dituntut harus melakukan sesuatu
   (mempraktikan) yang diharapkan dari tuntutan kompetensinya, dengan memperhatikan
   kompetensi pribadi misalnya ketaqwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa, keiklasan,
   kejujurun, kedisplinan dan . Melakukan interaksi sosial dengan saling bekerjasama,
   menghargai, saling hormat menghormati dengan sesama selama pembelajaran.
               Pendidikan Kecakapan Hidup meliputi kecakapan personal, kecakapan sosial,
   kecakapan akademik, kecakapan vokasional.
   Di SMP Negeri 2 Brebes pelaksanaan life skill mencakup :
       a. Kecakapan hidup personal meliputi :
               terampil membaca dan menulis Al Qur‟an,
               rajin beribadah
                (terintegrasi pada mata pelajaran agama)
               jujur
               disiplin
               kerja keras
                (terintegrasi pada semua mata pelajaran)
       b. Kecakapan Sosial meliuti
               Terampil memecahkan masalah di lingkungannya
               Memiliki sikap sportif
               Membiasakan hidup sehat
               Sanggup bekerjasama
                (terintegrasi pada semua mata pelajaran)
               Sanggup berkomunikasi lisan dan tertulis
               Terampil menjadi pewara (MC)
                (terintegrasi pada mata pelajaran Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris)




                                             71
           c. Kecakapan Akademik meliputi
                  Terampil dalam penelitian ilmiah seperti merencanakan dan melakukan
                   penelitian dengan merumuskan hipotesis, mengidentifikasi variabel, dan
                   membuktikan variabel
                  Terampil menerapkan teknologi sederhana
                   (terintegrasi pada kelompok mata pelajaran iptek)
                  Kecakapan berpikir rasional (terintegrasi pada semua mata pelajaran)
           d. Kecakapan vokasional
                  Terampil berkomunikasi dalam bahasa Inggris
                  Terampil mengoperasikan komputer
                  Terampil membawakan acara
                  Terampil menulis karangan ilmiah/populer
                  Kecakapan vokasional diintegrasikan dengan mata pelajaran Bahasa
                   Inggris, TIK/PTD, dan Bahasa Indonesia
L. Pendidikan Berbasis Keunggulan Lokal dan Global
   a. Pendidikan Berbasis Keunggulan Lokal (PBKL)
                  Wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia kaya dan terdiri dari beraneka
      ragam budaya. suku. agama, adat istiadat, bahasa daerah, dan secara geografis terdiri
      dari berbagai pulau.
                  Kondisi yang beraneka ragam dalam bhinneka tunggal ika, melahirkan
      kondisi kehidupan yang beraneka ragam juga. Sehubungan dengan itu RSBI/SBI
      perlu mengembangkan Pendidikan Berbasis Keunggulan Lokal (PBKL) dengan
      memperhatikan :
      1.     Keragaman potensi
      2.     Potensi lokal
      3.     Karakteristik umum keunggulan
      4.     Potensi keunggulan lokal.
   b. Pendidikan Berbasis Keunggulan Global (PBKG)
                   Pendidikan Berbasis Keunggulan Global (PBKG) adalah suatu bentuk
      pendidikan dengan muatan - muatan yang didasarkan atas keunggulan-keunggulan
      tertentu dan bersifat internasional (global).




                                               72
                 Suatu muatan atau potensi disebut memiliki keunggulan global antara lain
        bercirikan :
        1.   Berguna untuk kehidupan ditingkat internasional
        2.   Semua negara memiliki potensi tersebut
        3.   Dapat dikompetisikan tingkat internasional
        4.   Berlaku universal.
                 Perkembangan dunia pendidikan tidak terlepas dari perkembangan
        teknologi informasi dan komunikasi, maka banyak negara maju dan sekolah maju
        menerapkan pendidikan berbasis teknologi informasi dan komunikasi (TIK).
                 Hal ini yang menjadikan SMP Negeri 2 Brebes berupaya untuk
        memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi sebagai sumber pembelajaran di
        sekolah dengan cara fasilitas TIK (khususnya layanan internet) yang tersedia dapat
        dimanfaatkan sepenuhnya sebagai sumber belajar bagi peserta didik. Selain dari
        pada itu bahasa Inggris yang merupakan bahasa internasional dan bahasa
        pengetahuan maka SMP Negeri 2 Brebes berupaya mengembangan bahasa Inggris
        sebagai bahasa pergaulan pendidikan di sekolah dengan konsep “English
        Community”
M. Penilaian Pengembangan Diri
   Penilaian pengembangan diri terdiri :
   1.    Penilaian Konseling
                 Penilaian Konseling dilakukan kepada peserta didik berdasarkan keaktifan
         peserta didik dalam mengikuti kegiatan layanan Bimbingan Konseling. Proses
         layanan Bimbingan        Konseling bertujuan membantu peserta didik mencapai
         perkembangan diri yang positif dalam berbagai bidang (Pribadi, Sosial, Belajar,
         Karier dan Akhlaq Mulia)
   2.    Penilaian Kegiatan Ekstrakurikuler
                 Penilaian kegiatan ekstrakurikuler diberikan pada peserta didik yang
         mengikuti kegiatan belajar yang dilakukan di luar jam pelajaran, tatap muka di
         lakukan di sekolah atau di luar sekolah. Untuk memperluas wawasan atau
         kemampuan, peningkatan dan penerapan pengetahuan yang telah dipelajari dari
         berbagai mata pelajaran.




                                              73
Format Penilaian :
                                      Nilai
    Kegiatan           Jenis                                 Keterangan
                                   Keterangan
                  1. Pelayanan                  Peserta Didik aktif dan antusias dalam
                     Konseling                  proses pelayanan konseling dan telah
                                         A
                                                mencapai hasil perkembangan diri yang
                                                positif
                                                Peserta Didik       mengikuti kegiatan
                                                pelayanan konseling dengan baik dan
                                         B      hasil perkembang diri akan lebih
Pengembangan                                    optimal, jika peserta didik aktif dan
     Diri                                       antusias
                                                Peserta Didik mengikuti kegiatan
                                                Pelayanan Konseling dengan baik dan
                                                hasil perkembangan diri akan lebih
                                                optimal,     apabila   peserta     didik
                                     B(PK)
                                                meningkatkan………                (tuliskan
                                                kebalikan perilaku negative
                                                Peserta didik yang memerlukan
                                                perhatian khusus)
                  2. Tuliskan                   Peserta didik rajin mengikuti kegiatan
                     semua jenis                dan      mencapai     prestasi      yang
                                         A
                     kegiatan                   memuaskan, sehingga perkembangan
                     Ekstra yang                diri optimal
                     diikuti                    Peserta didik mengikuti kegiatan
                     peserta                    dengan baik dan akan lebih baik lagi
                                         B
                     didik                      hasilnya jika peserta didik lebih rajin
                                                dan serius
                  3. Kegiatan                   Peserta didik menunjukan pembiasaan
                     yang tidak          A      berperilaku yang baik dan bertanggung
                     terprogram                 jawab
                                                Peserta        didik       menunjukan
                                                kecenderungan pembiasaan berperilaku
                                                baik dan akan lebih baik lagi jika
                                         B      peserta didik meningkatkan ………..
                                                (tuliskan perilaku pembiasaan yang
                                                harus dimiliki, seperti : kedisiplinan,
                                                tanggungjawab, dll)


Petunjuk Pengisian
Jenis kegiatan isi :
    Kegiatan pelayanan konseling
    Kegiatan Ekstrakurikuler
    Kegiatan pengembangan diri yang tidak terprogram
     Nilai       : nilai dalam bentuk kualitatif
     Keterangan : narasi dalam bentuk deskripsi yang menggambarkan proses
                    kegiatan dan ketercapaian tugas perkembangan peserta didik
                    sebagai penjelasan nilai yang diberikan




                                    74
3.    Penilaian Akhlaq Mulia
                 Berdasarkan Permendiknas No. 20 Tahun 2007, Penilaian akhlak mulia
     merupakan aspek afektif dari kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia,
     sebagai perwujudan sikap dan perilaku beriman dan bertakwa kepada Tuhan YME,
     dilakukan oleh guru agama dengan memanfaatkan informasi dari pendidik mata
     pelajaran lain dan sumber lain yang relevan.
                 Kompetensi yang dikembangkan dalam akhlak mulia terfokus pada aspek
     kognitif atau pengetahuan dan aspek afektif atau perilaku. Penilaian hasil belajar
     untuk kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia dilakukan melalui:
     a.       Pengamatan      terhadap   perubahan   perilaku   dan     sikap   untuk   menilai
              perkembangan afeksi dan kepribadian peserta didik;
     b.       Ujian, ulangan, dan/atau penugasan untuk mengukur aspek kognitif peserta
              didik.
                 Dalam rangka menilai akhlak peserta didik, guru agama dan guru mata
     pelajaran lain melakukan pengamatan terhadap perilaku peserta didik, baik di dalam
     maupun di luar kelas.
                 Pengamatan ini dimaksudkan untuk menilai perilaku peserta didik yang
     menyangkut pengamalan agamanya seperti kedisiplinan, kebersihan, tanggung
     jawab, sopan santun, hubungan sosial, kejujuran, dan pelaksanaan ibadah ritual.
     Tabel berikut menampilkan dimensi dan indikator penilaian akhlak mulia. Dimensi
     dan indikator sebagai rambu-rambu penilaian akhlak mulia.

      No                Dimensi                             Indikator
                                     Berbicara dengan sopan
                                     Bersikap hormat pada orang lain
          1     Sopan Santun
                                     Berpakaian sopan
                                     Berposisi duduk yang sopan
                                     Menjalin hubungan baik dengan guru
                                     Menjalin hubungan baik dengan sesama teman
          2     Hubungan Sosial
                                     Menolong teman
                                     Mau bekerjasama dalam kegiatan yang positif
                                     Menyampaikan pesan apa adanya
          3     Jujur                Mengatakan apa adanya
                                     Tidak berlaku curang


                                               75
                                Melaksanakan sembahyang
            Pelaksanaan
      4                         Menunaikan ibadah puasa
            ibadah ritual
                                Berdoa


     Prosedur penilaian melaporkan hasil penilaian akhlak kepada guru Pendidikan
     Agama dan hasil penilaian kepribadian kepada guru Pendidikan Kewarganegaraan
     sebagai informasi untuk menentukan nilai akhir semester akhlak dan kepribadian
     peserta didik dengan kategori sangat baik, baik, atau kurang baik. (A/B/C)

4.    Penilaian Kepribadian
                 Penilaian kepribadian, yang merupakan perwujudan kesadaran dan
      tanggung jawab sebagai warga masyarakat dan warganegara yang baik sesuai
      dengan norma dan nilai-nilai luhur yang berlaku dalam kehidupan bermasyarakat
      dan berbangsa, adalah bagian dari penilaian kelompok mata pelajaran
      kewarganegaraan dan kepribadian oleh guru pendidikan kewarganegaraan dengan
      memanfaatkan informasi dari pendidik mata pelajaran lain dan sumber lain yang
      relevan.
                 Kompetensi yang dikembangkan dalam penilaian kepribadian terfokus
      pada aspek afektif atau perilaku yaitu berbagai bentuk perilaku sebagai
      penerjemahan dimilikinya ciri-ciri kepribadian warga negara Indonesia.
                 Seperti kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia, penilaian
      kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian dilakukan melalui:
       a.   Pengamatan terhadap perubahan perilaku dan sikap untuk menilai
            perkembangan afeksi dan kepribadian peserta didik;
       b.   Ujian, ulangan, dan/atau penugasan untuk mengukur aspek kognitif peserta
            didik.
                  Dalam rangka menilai kepribadian, guru Pendidikan Kewarganegaraan
       dan guru mata pelajaran lain melakukan pengamatan terhadap perilaku peserta
       didik, baik di dalam maupun di luar kelas.
                  Pengamatan ini dimaksudkan untuk menilai perilaku peserta didik yang
       menyangkut kepribadiannya seperti kelakuan, kerajinan/kedisiplinan, kerapian
       dan kebersihan.




                                          76
     Penilaian terhadap aspek kepribadian peserta didik

       ASPEK KEPRIBADIAN                     INDIKATOR PERILAKU
      Kelakuan                           a. Berperilaku sopan kepada orang yang
                                            lebih tua maupun pada yang lebih muda
                                         b. Percaya diri dalam mengikuti kegiatan
                                            pembelajaran dan dalam berperilaku
                                         c. Menghargai orang lain baik dalam
                                            kekurangan maupun kelebihannya
                                         d. Dapat bekerjasama dalam hal positif
                                            dengan baik
                                         e. Berani bersaing dan menunjukan
                                            semangat berprestasi
                                         f. Berusaha ingin lebih maju dan memiliki
                                            keinginan untuk tahu
                                         g. Berani menanggung resiko
      Kerajinan/ Kedisiplinan            a. Datang dan pulang sekolah tepat waktu
                                         b. Mengikuti kegiatan dengan tertib
                                         c. Selalu aktif mengikuti kegiatan
                                            pembelajaran di sekolah
                                         d. Tidak membolos sekolah
                                         e. Mentaati tata tertib dan memelihara
                                            fasilitas sekolah
                                         f. Melaksanakan tugas dan kewajiban
                                            dengan baik
      Kerajinan                          a. Menggunakan baju yang rapi sesuai
                                            dengan tata tertib
                                         b. Potongan rambut rapi dan sopan
                                         c. Memelihara alat alat tulis dan buku
                                            pelajaran dengan rapi
      Kebersihan                         a. Menjaga kebersihan diri dan lingkungan
                                         b. Membersihkan kelas sesuai dengan
                                            jadwal piket
                                         c. Membuang sampah pasa tempatnya
                                         d. Mencuci tangan sebelum makan


5. Mekanisme Pelaksanaan
  a) Kegiatan Pengembangan Diri diberikan di luar jam pembelajaran
      (ekstrakurikuler) dibina oIeh guru-guru yang memiliki kualifikasi yang
      baik berdasarkan surat keputusan Kepala Sekolah.




                                    77
        b) Jadwal Kegiatan
             NO         NAMA KEGIATAN               HARI             WAKTU
              1 Kegiatan pelayanan konseling      Senin - Sabtu 07. 30 – 14. 00
              2 Kegiatan Kepramukaan                  Jumat       14. 30 – 16. 30
              3 Kegiatan Palang Merah Remaja    Rabu              15. 00 – 17. 00
                Kegiatan Kelompok Ilmiah
              4                                 Kamis             11. 30 – 14. 00
                Remaja
                Kegiatan Olah Raga dan Seni
              5                              Senin - Sabtu        15. 00 – 17. 00
                Budaya
              6 Kegiatan Paskibra                Sabtu            14. 30 – 16. 30
              7 Sains Club / Potensi Akademik Senin - Sabtu 13. 00 – 14. 30

           c) Alokasi Waktu
               Diberikan 2 jam pelajaran (ekuivalen 2 x 40 menit)
           d) Penilaian :
               Kegiatan pengembangan diri dinilai dan dilaporkan secara kerkala kepada
               sekolah dan orang tua dalam bentuk kualitatif :


                         Kategori                   Keterangan
                            A                       Sangat Baik
                            B                          Baik
                            C                         Cukup
                            D                         Kurang




N. Pendidikan Responsif Gender
            Gender adalah semua manusia (baik laki-laki maupun perempuan) bebas
   mengembangkan kemampuan personal mereka dan membuat pilihan-pilihan tanpa
   dibatasi oleh stereotype, peran gender yang kaku.       Hal ini bukan berarti bahwa
   perempuan dan laki-laki harus selalu sama, tetapi hak, tanggung jawab dan
   kesempatannya tidak dipengaruhi oleh apakah mereka dilahirkan sebagai laki-laki atau
   perempuan) (Unesco, 2002).
   Pengrusutamaan Gender
          Suatu strategi untuk mencapai kesetaraan dan keadilan gender (KKG) melalui
   kebijakan dan program yang memperhatikan pengalaman, aspirasi, kebutuhan, dan
   permasalahan perempuan dan laki-laki ke dalam proses perencanaan, pelaksanaan,



                                          78
   pemantauan, dan evaluasi atas seluruh kebijakan dan program di berbagai bidang
   kehidupan dan sektor pembangunan
   MDGs (Milenium Development Goals) dalam pendidikan adalah:
   Goal 2 : yaitu mencapai pendidikan dasar bagi semua dengan tujuan bahwa pada
             tahun 2015 semua anak baik laki-laki maupun perempuan dapat mengenyam
             pendidikan dasar
   Goal 3 : yaitu mempromosikan kesetaraan dan pemberdayaan perempuan dengan
             tujuan untuk menghapuskan segala bentuk disparitas gender dalam
             pendidikan dasar dan menengah paling lambat pada tahun 2015.
   Karakteristik Manajemen Berbasis Sekolah yang responsif Gender yaitu:
      Memiliki visi dan misi yang berperspektif gender
      Kepala sekolah memiliki karakteristik yang profesional dan sensitif gender
      Karakteristik guru yang profesional dan sensitif gender
      Kurikulum yang seimbang dan responsif gender
      Lingkungan sekolah yang sensitif gender
      Lingkungan fisik dan pembelajaran yang ramah terhadap perbedaan gender
      Manajemen sekolah yang responsif gender
      Ada upaya mewujudkan komite sekolah responsif gender


O. Pengembangan Pendidikan Nasionalisme dan Karakter Bangsa
              Pada prinsipnya, pengembangan pendidikan karakter tidak dimasukkan
   sebagai pokok bahasan tetapi terintegrasi ke dalam mata pelajaran, pengembangan diri
   dan budaya sekolah. Guru dan sekolah perlu mengintegrasikan nilai-nilai yang
   dikembangkan dalam pendidikan karakter ke dalam KTSP, silabus dan RPP yang sudah
   ada. Indikator nilai-nilai budaya dan karakter bangsa ada dua jenis yaitu (1) indikator
   sekolah dan kelas, dan (2) indikator untuk mata pelajaran.
              Indikator sekolah dan kelas adalah penanda yang digunakan oleh kepala
   sekolah, guru dan personalia sekolah dalam merencanakan, melaksanakan, dan
   mengevaluasi sekolah sebagai lembaga pelaksana pendidikan karakter. Indikator ini
   berkenaan juga dengan kegiatan sekolah yang diprogramkan dan kegiatan sekolah
   sehari-hari (rutin). Indikator mata pelajaran menggambarkan perilaku afektif seorang
   peserta didik berkenaan dengan mata pelajaran tertentu. Perilaku yang dikembangkan
   dalam indikator pendidikan karakter bersifat progresif, artinya, perilaku tersebut
   berkembang semakin komplek antara satu jenjang kelas dengan jenjang kelas di

                                           79
atasnya, bahkan dalam jenjang kelas yang sama. Guru memiliki kebebasan dalam
menentukan berapa lama suatu perilaku harus dikembangkan sebelum ditingkatkan ke
perilaku yang lebih kompleks.
            Pembelajaran pendidikan karakter menggunakan pendekatan proses belajar
aktif dan berpusat pada anak, dilakukan melalui berbagai kegiatan di kelas, sekolah, dan
masyarakat. Di kelas dikembangkan melalui kegiatan belajar yang biasa dilakukan guru
dengan cara integrasi. Di sekolah dikembangkan dengan upaya pengkondisian atau
perencanaan sejak awal tahun pelajaran, dan dimasukkan ke Kalender Akademik dan
yang dilakukan sehari-hari sebagai bagian dari budaya sekolah sehingga peserta didik
memiliki kesempatan untuk memunculkan perilaku yang menunjukkan nilai-nilai
budaya dan karakter bangsa. Di masyarakat dikembangkan melalui kegiatan ekstra
kurikuler dengan melakukan kunjungan ke tempat-tempat yang menumbuhkan rasa
cinta tanah air dan melakukan pengabdian masyarakat untuk menumbuhkan kepedulian
dan kesetiakawanan sosial.
            Adapun penilaian dilakukan secara terus menerus oleh guru dengan
mengacu pada indikator pencapaian nilai-nilai budaya dan karakter, melalui
pengamatan guru ketika seorang peserta didik melakukan suatu tindakan di sekolah,
model anecdotal record (catatan yang dibuat guru ketika melihat adanya perilaku yang
berkenaan dengan nilai yang dikembangkan), maupun memberikan tugas yang berisikan
suatu persoalan atau kejadian yang memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk
menunjukkan nilai yang dimilikinya.
            Dari hasil pengamatan, catatan anekdotal, tugas, laporan, dan sebagainya
guru dapat memberikan kesimpulannya/pertimbangan yang dinyatakan dalam
pernyataan kualitatif sebagai berikut ini.
BT :   Belum Terlihat (apabila peserta didik belum memperlihatkan tanda- tanda awal
       perilaku yang dinyatakan dalam indikator).
MT : Mulai Terlihat (apabila peserta didik sudah mulai memperlihatkan adanya tanda-
       tanda awal perilaku yang dinyatakan dalam indikator tetapi belum konsisten)
MB : Mulai Berkembang (apabila peserta didik sudah memperlihatkan berbagai tanda
       perilaku yang dinyatakan dalam indikator dan mulai konsisten)
MK : Membudaya (apabila peserta didik terus menerus memperlihatkan perilaku yang
       dinyatakan dalam indikator secara konsisten)




                                             80
a.   Pengembangan Karakter
     Selain mengembangkan kompetensi, RSBI/SBI juga mengembangkan karakter
     peserta didik. Di antara karakter yang dikembangkan adalah religius, patuh
     terhadap aturan, menghargai keberagaman, dan berpikir logis. Karakter minimal
     yang dikembangkan di RSBI/SBI adalah sebagai berikut.
     Tabel 1. Karakter Peserta Didik RSBI/SBI

              Karakter                            Characters
      1.   Religius                               1.    Religious/religiosity
      2.   Percaya diri                           2.    Confident/confidence
      3.   Patuh pada aturan-aturan sosial        3.    Complying social rules/social
      4.   Menghargai keberagaman                       compliance
                                                  4.    Appreciating diversity/appreciation
                                                        of diversity
      5.   Berpikir logis, kritis, kreatif, dan   5.    Thinking logically, critically,
           inovatif                                     creatively, and innovatively
      6.   Mandiri                                6.    Autonomous/autonomy
      7.   Nasionalis                             7.    Patriotic/patriotism/national pride
      8.   Menghargai karya dan prestasi          8.    Appreciative of works and
           orang lain                                   achievements of
                                                        others/appreciation of …
      9. Bertanggung jawab                        9.    Responsible/responsibility
      10. Bergaya hidup sehat                     10.   Having healthy lifestyle/healthy
                                                        lifestyle
      11. Santun                                  11.   Courteous/courtesy
      12. Sadar akan hak dan kewajiban diri       12.   Aware of rights and obligations of
          dan orang lain                                self and others/awareness of..
      13. Jujur                                   13.   Honest/honesty
      14. Disiplin                                14.   Disciplined/discipline
      15. Kerja keras                             15.   Industrious /industriousness
      16. Demokratis                              16.   Democratic/democracy
      17. Peduli sosial dan lingkungan            17.   Caring about social matters and
                                                        environment/social and
                                                        environmental care
      18. Ingin tahu                              18.   Curious/curiosity
      19. Cinta ilmu                              19.   Passionate about learning/passion
                                                        for learning
      20. Berjiwa wirausaha                       20.   Having entrepreneurial spirit/
                                                        entrepreneurship
      21. Konasi (kemauan untuk                   21.   Willingness to act
          bertindak)
      22. Cermat dan teliti                       22.   Precision, accurate
      23. Sederhana                               23.   Parsimoy, simple
      24. Objektif                                24.   Objective, factual
      25. Tekun                                   25.   Perserverence
      26. Skeptis                                 26.   Scepticism
      27. Terbuka                                 27.   Open minded


                                            81
    28.    Mampu bekerjasama                   28. Cooperative
    29.    Empati                              29. Empathy
    30.    Empiris                             30. Empirism
    31.    Peduli terhadap keselamatan kerja   31. Work safety
           laboratorium

b. Pengembangan Nasionalisme
                 Nasionalisme adalah Paham yang menciptakan dan mempertahankan
   kedaulatan sebuah negara dengan mewujudkan satu konsep identitas bersama untuk
   sekelompok manusia
   Ruang Lingkup Materi
                 Ruang lingkup materi Pembinaan Nasionalisme melalui Jalur
   Pendidikan yang diintegrasikan pada mata pelajaran yang relevan sebagai
   berikut.
   1. Kesadaran Berbangsa dan Bernegara
          a. Kesadaran sebagai bangsa Indonesia.
          b. Cita-cita dan tujuan hidup bangsa Indonesia.
          c. Hak dan kewajiban sebagai warga negara.
          d. Hakikat negara Indonesia sebagai Negara Kesatuan Republik
               Indonesia.
          e. Harkat, martabat, dan derajat bangsa Indonesia.
          f.   Peraturan perundang-undangan yang berlaku.
          g. Kebhineka tunggal ikaan bangsa dan kebudayaan Indonesia.
          h. Sejarah perjuangan bangsa Indonesia, serta
          i.   Simbol-simbol negara (Lambang Negara Garuda Pancasila, Bendera
               Kebangsaan Indonesia Sang Saka Merah Putih, Lagu Kebangsaan
               Indonesia Raya, dan Bahasa Persatuan Bahasa Indonesia, serta
               Lembaga - Lembaga Negara)
   2. Kecintaan Terhadap Tanah Air
          a. Lagu-lagu perjuangan dan/ atau lagu yang bertemakan nasionalisme.
          b. Menjaga dan merawat lingkungan.
          c. Kebanggaan atas potensi sumber daya yang dimiliki bangsa Indonesia
               serta berupaya merawat, mengolah, dan menjaganya.



                                        82
   d. Menjunjung tinggi harkat dan martabat bangsa melalui prestasi baik di
       sekolah maupun di masyarakat, serta
   e. Ikut serta menjaga dan memelihara kelestarian lingkungan hidup.
3. Keyakinan pada Pancasila Sebagai Ideologi, Dasar, dan Falsafah Negara
   a. Pancasila sebagai pandangan hidup, dasar negara, dan ideologi
       negara.
   b. Lagu kebangsaan Indonesia Raya.
   c. Hari-hari besar agama dan nasional.
   d. Nilai-nilai kepahlawanan.
   e. UUD 1945 dan peraturan perundang-undangan yang berlaku
4. Kerelaan Berkorban untuk Bangsa dan Negara
   a. Kesetiakawanan sosial dan solidaritas nasional.
   b. Kejujuran, keadilan, dan rasa tanggung jawab.
   c. Pola hidup sederhana.
   d. Menjaga fasilitas umum dan milik negara.
   e. Menghormati kepentingan umum.
5. Kemampuan Awal Bela Negara
   a. Hidup bersih dan sehat
   b. Kesamaptaan jasmani
   c. Kedisiplinan dan ketertiban
   d. Keuletan, tahan uji, dan pantang menyerah.
   e. Rajin belajar dan giat bekerja.




                                 83
                                        BAB IV
                             KALENDER PENDIDIKAN


Kalender pendidikan adalah pengaturan waktu untuk kegiatan pembelajaran peserta didik
selama satu tahun pelajaran yang mencakup :
A.   Perhitungan Hari Belajar Sekolah Efektif, Penyerahan Buku Laporan Pernilaian
     Perkembangan/Buku Laporan Penilaian Hasil Belajar (Rapor), Hari Libur sekolah,
     Hari Libur Bulan Ramadhan/Hari Raya Idul Fitri, Peringatan Hari Nasional Dan
     Perkiraan Hari Libur Umum tahun Pelajaran 2012/2013, Hari-Hari Pertama Masuk
     Sekolah, Kegiatan Tengah Semester, Ulangan Umum, Ujian Sekolah/Ujian Nasional,
     Penyerahan Buku Laporan Penilaian Perkembangan/Buku Laporan Penilaian Hasil
     Belajar (Rapor), Mengikuti Upacara Hari Nasional, Libur Sekolah, Perkiraan Hari
     Libur Umum, Libur Bulan Ramadhan/Hari Raya dan Permulaan Tahun Pelajaran
     2013/2014.

       No                 Tanggal                                      Kegiatan
       1     Tanggal 16 – 18 Juli 2012             MOS/Hari – hari pertama masuk sekolah
       2     Tanggal 19 Juli 2012                  Pengajian menyambut bulan suci ramadlan
        3    Tanggal 20 – 21 Juli 2012             Libur Awal Puasa
        4    Tanggal 6 – 11 Agustus 2012           Kegiatan pesantren kilat
        5    Tanggal 14 Agustus 2012               Hari Pramuka
       6     Tanggal 17 Agustus 2012               Upacara Peringatan Proklamasi Kemerdekaan RI
       7     Tanggal 13 – 18 Agustus 2012          Libur Menjelang Hari Raya Idul Fitri
       8     Tanggal 19 – 20 Agustus 2012          Libur Hari Raya Idul Fitri
       9     Tanggal 21 – 25 Agustus 2012          Libur Sesudah Hari Raya Idul Fitri
       10    Tanggal 26 Agustus 2012               Halal Bil Halal Keluarga SMP N 2 Brebes
       11    Tanggal 9 – 11 September 2012         Kemah HUT Pramuka
       12    Tanggal 18 September 2012             Gladian Pengurus OSIS
       13    Tanggal 30 September 2012             Pemilihan Ketua OSIS
       14    Tanggal 28 – 30 September 2012        LDKS
                                                   Upacara Mengenang Tragedi Nasional
       15    Tanggal 1 Oktober 2012                Pengkhianatan terhadap Pancasila ( Kesaktian
                                                   Pancasila)
       16    Tanggal 8 - 12 Oktober 2012           Ulangan Tengah Semester 1
       17    Tanggal 15 - 17 Oktober 2012          Widya Wisata
       18    Tanggal 26 Oktober 2012               Hari Raya Idul Adha
       19    Tanggal 28 Oktober 2012               Upacara Hari Sumpah Pemuda
       20    Tanggal 10 November 2012              Upacara Hari Pahlawan
       21    Tanggal 15 November 2012              Libur Tahun baru Hijriyah 1434
       22    Tanggal 26 – 29 November 2012         Perkiraan UAS mapel RSBI
       23    Tanggal 3 - 8 Desember 2012           Ulangan Umum Semester 1
       24    Tanggal 10 – 14 Desember 2012         Class Meeting/Susulan/Remidial
                                                   Penyerahan Buku Laporan Penilaian Hasil Belajar
       25    Tanggal 15 Desember 2012
                                                   (Rapor) Semester 1

                                              84
No                Tanggal                                      Kegiatan
26   Tanggal 25 Desember 2012              Libur Hari Natal
27   Tanggal 16 – 31 Desember 2012         Libur Akhir Semester 1
28   Tanggal 1 Januari 2013                Libur Umum Tahun Baru 2013
29   Tanggal 2 Januari 2013                Masuk Semester 2
30   Tanggal 24 Januari 2013               Libur Umum Maulid Nabi Muhammad SAW
31   Tanggal 10 Februari 2013              Libur Tahun Baru Imlek
32   Tanggal 4 – 14 Maret 2013             Ujian Praktik Kelas 9
33   Tanggal 18 – 22 Maret 2013            Ulangan Tengah Semester 2
34   Tanggal 12 Maret 2013                 Libur Umum Hari Raya Nyepi
35   Tanggal 29 Maret 2013                 Libur Umum Wafat Isa Al-Masih
36   Tanggal 1 – 6 April 2013              Ujian Sekolah
37   Tanggal 22 – 25 April 2013            UN Utama
38   Tanggal 29 – 30 April 2013            UN Susulan
39   Tanggal 1 dan 3 Mei 2013              UN Susulan
40   Tanggal 2 Mei 2013                    Upacara Hari Pendidikan Nasional
41   Tanggal 9 Mei 2013                    Libur Kenaikan Isa Al-Masih
42   Tanggal 20 Mei 2013                   Upacara Hari Kebangkitan Nasional
43   Tanggal 13- 15 Mei 2013               Perkiraan Evaluasi Tahap Akhir RSBI
44   Tanggal 25 Mei 2013                   Libur Umum Hari Raya Waisak tahun 2557
45   Tanggal 27 – 30 Mei 2013              Perkiraan UKK mapel RSBI
46   Tanggal 5 Juni 2013                   Libur Umum Isra Mi‟raj Nabi Muhamad SAW
47   Tanggal 10 – 15 Juni 2013             Ulangan Kenaikan Kelas
48   Tanggal 17 – 21 Juni 2013             Class Meeting/Susulan/Remidial
                                           Penyerahan Buku Laporan Penilaian Hasil Belajar
49   Tanggal 22 Juni 2013
                                           (Rapor) Semester 2
                                           Libur Akhir Semester 2 / Libur Tahun Pelajaran
50   Tanggal 23 Juni – 14 Juli 2013
                                           2012/2013
51   Tanggal 15 Juli 2013                  Permulaan Tahun Pelajaran 2013/2014




                                      85
    B. Kalender Pendidikan dan Jumlah Jam Belajar Efektif Tahun Pelajaran 2012/2013 SMP NEGERI 2 BREBES
                  JULI 2012                        AGUSRUS 2012                           SEPTEMBER 2012                           OKTOBER 2012                                NOPEMBER 2012                                    DESEMBER 2012
HARI                                   HARI                               HARI                                   HARI                                        HARI                                            HARI
                     9                                 15                                       24                                     21                                           24                                                1
M     1   8      15 22 29              M          5 12 19 26              M             2    9  16 23 30         M                7 14 21 28                 M                4 11 18 25                 M                    2   9  16 23 30
S     2   9      16 23 30              S          6 13 20 27              S             3 10 17 24               S       1        8 15 22 29                 S                5 12 19 26                 S                    3 10 17 24 31
S     3   10     17    24      31      S          7     14   21   28      S             4    11    18   25       S       2       9     16    23    30        S                6    13    20   27         S                    4    11      18    25
R     4   11     18    25              R      1   8     15   22   29      R             5    12    19   26       R       3       10    17    24    31        R                7    14    21   28         R                    5    12      19    26
K     5   12     19    26              K      2   9     16   23   30      K             6    13    20   27       K       4       11    18    25              K       1       8     15    22   29         K                    6    13      20    27
J     6   13     20    27              J      3   10    17   24   31      J             7    14    21   28       J       5       12    19    26              J       2        9    16    23   30         J                    7    14      21    28
S     7   14     21    28              S      4   11    18   25           S     1       8    15    22   29       S       6       13    20    27              S       3       10    17    24              S            1       8    15      22    29


                JANUARI 2013                          FEBRUARI 2013                         MARET 2013                                APRIL 2013                                   MEI 2013                                            JUNI 2013
HARI                                   HARI                              HARI                                HARI                                        HARI                                            HARI
                    25                                     24                                  20                                        20                                          21                                                   6
          8      13 20 27                         3          17 24                  3 10 17 24                               7        14 21 28                           5        12 19 26                                2 9            16 23 29
S         7      14    21       28     S          4    11    18   25     S          4       11    18    25   S       1       8        15    22     29    S               6        13    20    27         S                3       10     17     24    30
S     1   8      15    22       29     S          5    12    19   26     S          5       12    19    26   S       2       9        16    23     30    S               7        14    21    28         S                4       11     18     25
R     2   9      16    23       30     R          6    13    20   27     R          6       13    20    27   R       3       10       17    24           R       1       8        15    22    29         R                5       12     19     26
K     3   10     17    24      31      K          7    14    21   28     K          7       14    21    28   K       4       11       18    25           K       2       9        16    23    30         K                6       13     20     27
J     4   11     18    25              J      1   8    15    22          J    1     8       15    22    29   J       5       12       19    26           J       3       10       17    24    31         J                7       14     21     28
S     5   12     19    26              S      2   9    16    23          S          9       16    23    30   S       6       13       20    27           S       4       11       18    25               S        1       8       15     22     29

    Keterangan :
                                                                                                                                                                                                         HARI                      JULI 2013

              Tahun pelajaran 2011 / 2012                              Hari Raya Idul Fitri/Idhul Adha                                UN Utama                                                       M                    7       14     21     28
              Hari –Hari Pertama Masuk Satuan Pendidikan               Libur Hari Besar keagamaan/Libur Umum                          UN Susulan                                                     S        1           8       15     22     29
                                                                       Halal Bil Halal Keluarga Besar SMPN 2                                                                                         S        2           9       16     23     30
              Libur hari Minggu                                                                                                       Penyerahan LHB
                                                                       Brebes                                                                                                                        R        3           10      17     24     31
              Mengikuti Upacara Hari Besar Nasional                    UTS/ Tes Akhir Semester/UKK                                    Ujian Praktek                                                  K        4           11      18     25
              Libur Nasional                                           LDKS                                                           Ujian Sekolah                                                  J        5           12      19     26
              Libur Ramadhan dan Idul Fitri                            Kegiatan Widya Wisata                                          Evaluasi Tahap Akhir RSBI                                      S        6           13      20     27
              Pelaksanaan ESQ                                          Libur Ulangan Semester/ Kenaikan Kelas                         Kemah memperingati hari jadi Pramuka
                                                                                                                                                                                                   Brebes, 16 Juli 2013
              Class Meating/Remidial                                   Kegiatan Pesantren Kilat                                       Hari Pertama TA. 2013/2014                                   Kepala Sekolah,
           Pengajian Akbar menyambut bulan Ramadhan                    UAS RSBI                                                       UKK RSBI



                                                                                                                                                                                                   Drs. Taufiq, M.Pd.
                                                                                                                                                                                                   NIP 19650606 199403 1 007
                                        BAB V
                                       PENUTUP


          Kurikulum RSBI SMP Negeri 2 Brebes terdiri dari beberapa bagian yaitu :
Pendahuluan, Tujuan Pendidikan, Visi Misi, Struktur dan Muatan Kurikulum ditambah
dengan kegiatan inklusi, pengarusutamaan gender serta nasionalisme dan karakter bangsa
serta kalender pendidikan.
          Kurikulum RSBI SMP Negeri 2 Brebes disusun melalui beberapa tahapan
dengan metode diskusi, rapat kerja, workshop, kerja kelompok untuk memberikan
masukan, saran, pendapat, kritik dalam memperkaya , memperdalam, dan memperkuat
tersusunnya hasil yang maksimal.
          Sumber yang digunakan dalam penyusunan Kurikulum RSBI SMP Negeri 2
Brebes terdiri dari hasil perpaduan dari Kurikulum Direktorat PSMP, Kurikulum Puskur
Kemendikbud dan sumber lain yang relevan. Sumber daya yang terlibat dalam penyusunan
kurikulum ini adalah Tim Kurikulum SMP Negeri 2 Brebes, Guru, Pegawai dan komite
Sekolah serta Stakeholder yang lain.
          Dengan tersusunnya Kurikulum RSBI SMP Negeri 2 Brebes untuk digunakan
sebagai panduan dalam melaksanakan jalannya seluruh kegiatan Intrakurikuler,
Pembiasaan dan Ekstra Kurikuler serta kegiatan lainnya di SMP Negeri 2 Brebes.
          Semoga Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa selalu melimpahkan Rahmat,
Taufiq dan Hidayah-Nya kepada kita sekalian. Amin.




                                                       Brebes, 16 Juli 2012
                                                       Kepala Sekolah,




                                                       Drs. Taufiq, M.Pd.
                                                       NIP 19650606 199403 1 007




                                          87

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Stats:
views:419
posted:10/24/2012
language:
pages:96