Docstoc

Data & Analisa Skripsi

Document Sample
Data & Analisa Skripsi Powered By Docstoc
					                                                                                     3

                                       BAB 2

                             DATA DAN ANALISA



2.1 Perolehan Data

Data dan Analisa diperoleh dari survei, buku-buku, Internet, dan artikel-artikel yang

membahas Budaya dan Tradisi Nusantara yaitu Cerita Rakyat.



Festival adalah sebuah event, sebuah fenomena sosial yang bertemu di dalam semua

kebudayaan manusia secara nyata (dikutip dari: Falassi, Alessandro. Time out of time.

Albuquerque. Univ. Of new Mexico Press,1987.11).



Festival adalah hari / musim untuk bersuka cita seperti Hari Raya Nasional yang terjadi

secara berkala (biasanya 1 tahun sekali) (dikutip dari: Homby, A.S (1987). Oxford

Advance Learner’s Dictionary of Current English. Oxford University Press, Oxford).



Pada zaman dahulu, anak-anak sering sekali mendengar cerita rakyat seperti Timun

Emas, Cindelaras, dan cerita rakyat lainnya. Biasanya diceritakan oleh orangtua sebagai

pengantar tidur mereka. Tetapi pada masa sekarang, orangtua sudah sangat jarang

berperan sebagai pendongeng untuk anak-anaknya karena orangtua sudah terlalu sibuk

mencari nafkah sehingga anak-anak mereka terabaikan. Maka cerita rakyat yang

merupakan Budaya dan Tradisi Nusantara ini terancam punah. Oleh karena itu salah satu

cara yang paling efektif untuk menjaga dan melestarikan kebudayaan ini dengan cara
                                                                                       4

diadakanlah Festival Mendongeng Anak Indonesia, yang bertujuan untuk melestarikan

Budaya dan Tradisi Nusantara yang unik ini.



2.1.1   Asal Usul Cerita Rakyat

Cerita Rakyat dituturkan secara lisan dari mulut ke mulut oleh nenek moyang kita.

Cerita rakyat ada dua jenis yaitu       puisi dan prosa. Cerita rakyat dalam bentuk prosa

terdiri dari Dongeng, Legenda, Mitos, dan Fabel. Dongeng adalah cerita rakyat yang

sifatnya khayal semata. Sedangkan Legenda adalah cerita rakyat yang ada kaitannya

dengan kebiasaan atau adat istiadat yang tetap berlangsung sampai sekarang. Fabel

adalah cerita tentang dunia binatang.



Menurut Dr. Anne Pellowski, pendongeng dan pustakawan anak lulusan Universitas

Columbia, Amerika Serikat ini mengatakan bahwa berdasarkan dari sejumlah sumber

tradisi mendongeng sudah ada sejak abad ke-enam sebelum masehi di India. Pada saat

itu pendongeng bercerita dengan menggunakan media gambar yang dituangkan dalam

lembaran daun palem, kulit kayu atau kain. Lalu setelah itu menyebar ke China, Jepang,

Mongolia, Persia dan Turki pada abad ke-sepuluh.



Urutan gambar dituangkan dalam gulungan perkamen horizontal atau kain persegi

dengan gambar yang diberi batas-batas, yang disebut dengan tesselation. Contohnya

cerita rakyat tentang Ramayana yang digambar dalam kain sekitar empat meter persegi.

Namun untuk menceritakannya sebutuhkan waktu sekitar empat jam.
                                                                                    5

2.1.2   Manfaat Cerita Rakyat

   • Menurut Psikolog anak dari Universitas Indonesia, Dini Daeng mendongengi

        anak sejak masa usia prasekolah sangat bermanfaat bagi perkembangan otak dan

        mental anak. Karena pada masa prasekolah perkembangan bahasa tumbuh sangat

        pesat, oleh karena mendengarkan dongeng menjadi stimulasi menjadi stimulasi

        yang sangat bermanfaat bagi perkembangan kemampuannya berbahasa (dikutip

        dari: Dongeng Nina Bobok yang Tak Meninabobokan, Kompas Cyber Media, 06

        Maret 2005).

   • Memancing daya imajinasi anak. Karena jika dongeng atau cerita dibangun

        hanya dengan bertutur memungkinkan anak berlatih membangun sendiri

        gambaran-gambaran di pikirannya berdasarkan gagasan-gagasan dalam cerita.

   • Menurut Ketua Komisi Nasional (Komnas) Anak Seto Mulyadi, dongeng bisa

        menjalin komunikasi yang akrab antara orangtua dan anak maupun antar guru

        dan murid karena dengan kegiatan mendongeng bisa mengembangkan imajinasi

        dan kreatifitas sehingga melambungnya anak ke dunia tanpa batas, seperti

        binatang yang bisa berbicara dan bertingkah laku seperti manusia, dan buah-

        buahan yang bisa memberikan nasihat (dikutip dari: Dongeng Jembatan

        Komunikasi dengan Anak, Kompas Cyber Media, 12 Juli 2005).

   • Melalui kisah-kisah dalam dongeng, orang dewasa, terutama orang tuanya,

        secara turun temurun dapat menanamkan budi pekerti dan nilai-nilai luhur

        kepada anaknya.

   • Menurut Sachiko Watanabe, Supervisor Ohanashi Caravan Center (grup

        pendongeng asal Jepang) mengatakan bahwa mendongeng bisa menjadi wahana
                                                                                     6

        membangun karakter anak dan melatih anak agar percaya diri (dikutip dari:

        Mendongeng Agar Anak Gemar Membaca, Kompas Cyber Media, 31 Juli 2005).

   • Menurut Suyadi alias Pak Raden mengatakan bahwa mendongeng dapat menjalin

        ikatan batin antara anak dengan orangtua (dikutip dari: Menjadi Pendongeng

        Terbaik, Kompas Cyber Media, 24 Januari 2004).

   • Menurut Wachidus Sururi yang mendirikan Lembaga Rumah Dongeng Indonesia

        di Yogyakarta ini mengatakan Dongeng berfungsi sebagai media pendidikan

        anak dan mendorong kreatifitas anak dalam mengapresiasikan lingkungan dan

        hidupnya. Mendongeng bisa dipandang sebagai wujud kasih sayang, selain itu

        bisa berfungsi untuk memberikan pendidikan mengenai nilai-nilai kehidupan dan

        pesan-pesan moral. Jadi bisa dikatakan dongeng lebih dari sekedar hiburan.

   • Menurut Ketua Kelompok Pecinta Bacaan Anak (KPBA), Dr. Murti Bunanta,

        SS; MA mengatakan bahwa mendongeng dapat membuat anak gemar membaca,

        apalagi jika materi dongeng yang disajikan itu menarik dan interaktif seperti

        mementaskan teater atau drama di panggung (dikutip dari: Mendongeng Agar

        Anak Gemar Membaca, Kompas Cyber Media, 31 Juli 2005).



2.1.3   Ancaman Keberadaan Cerita Rakyat

   • Tradisi mendongeng yang dilakukan oleh orangtua pada anaknya pada masa

        sekarang ini sudah sangat jarang karena orangtua sudah terlalu sibuk dengan

        pekerjaannya, padahal peran pendongeng yang sangat diinginkan oleh sang anak

        itu adalah orangtua mereka.
                                                                                      7

   • Kurangnya pengetahuan, wawasan serta penjiwaan melalui cerita-cerita yang

        dituturkan dalam mendongeng menyebabkan cerita tersebut jadi membosankan

        sehingga pesan-pesan yang ada di dalam cerita tersebut tidak dapat tersampaikan,

        dan juga dapat membuat anak atau pendengar merasa tidak tentram dalam

        mendengarkan cerita tersebut.



2.1.4   Beberapa Hal Yang Harus Diperhatikan Dalam Mendongeng

   • Menurut Prof.Riris K Toha Sarumpaet Ph.D, pemilihan cerita dalam

        mendongeng harus diperhatikan agar dongeng tidak menjadi pengantar tidur

        yang sesat. Contohnya saja dongeng semacam cinderela, dongeng ini hanya akan

        membuat anak perempuan menjadi terobsesi dengan baju yang bagus dan

        kecantikan dan pangeran yang menjemput mereka. Sehingga tanpa sadar

        dongeng demikian hanya akan menyebabkan anak perempuan diajarkan merawat

        dirinya dari ujung kaki sampai ujung rambut supaya menarik dan tinggal

        dijemput oleh pangeran kaya dan tampan. Makanya ada saja perempuan yang

        mau suaminya kaya untuk hidup enak. Dan juga laki-laki selalu menjadi sosok

        pahlawan yang akrab dengan kekerasan (dikutip dari: Dongeng Nina Bobok yang

        Tak Meninabobokan, Kompas Cyber Media, 6 Maret 2005).

   • Menurut Prof Riris K Toha Sarumpaet Ph.D, pada masa sekarang sebaiknya

        cerita-cerita yang didongengkan mengandung harapan. Karena kehidupan pada

        masa yang akan datang adalah dunia milik anak-anak sekarang. Masa yang bisa

        jadi segala sesuatunya sudah demikian berubah, dimana anak akan semakin

        banyak menemui hal-hal yang kontradiksi dan jauh dari yang diidealkan dalam
                                                                                    8

        dongeng-dongeng yang pernah didengarkannya. Dunia orang dewasa tampak

        begitu mengerikan di mata anak-anak. bagaimanapun mereka akan merasakan

        dan mengetahui kengerian itu. Begitu banyak hal yang tidak ideal di dunia nyata.

        Dan anak harus disiapkan menghadapi itu. Harus ditekankan pada mereka bahwa

        harapan selalu ada untuk menghadapi keadaan yang semakin sulit, tidak

        menyerah dan apatis.

   • Dan juga dalam mendongeng harus diperhatikan juga adalah penggunaan bahasa

        yang baik. Karena bagi anak usia prasekolah anak-anak sangat mudah meniru

        apa saja yang mereka dengar dan lihat.

   • Dalam Mendongeng tidak sekedar membacakan cerita dari sebuah buku saja

        dengan datar. Melalui mimik dan intonasi kita saat bercerita, stimulasi melalui

        dongeng menjadi lebih kaya, dan tidak membosankan atau terkesan menggurui.

   • Menurut Dr. Murti Bunanta, SS; MA, pada saat mendongengi anak sebaiknya

        kita jangan terlalu banyak membebani anak dengan pesan-pesan moral atau

        malahan mungkin agak sedikit menakut-nakuti : ”kalau kamu nakal, Tuhan tidak

        sayang padamu”. Tanpa perlu memberi banyak nasehat, anak akan dapat

        mengambil inti sari ceritanya sendiri. Bila anda menyampaikan cerita dengan

        jelas, tanpa melakukan improvisasi yang berlebihan yang dapat mengganggu

        penyampaian isi cerita, maka anak akan dapat mengambil kesimpulannya sendiri

        (Buku, Mendongeng, dan Minat Baca, Pustaka Tangga).



2.1.5   Cerita Rakyat Indonesia

Beberapa contoh cerita rakyat yang ada di Indonesia sebagai berikut:
                                                                                    9

   • Keong Emas,

   • Cindelaras,

   • Dewi Sekelir,

   • Malin Kundang,

   • Sangkuriang, dan masih banyak cerita rakyat lainnya.



2.1.6   Pendongeng

Beberapa pendongeng di Indonesia:

   • Suyadi alias Pak Raden

        Suyadi alias Pak Raden termasuk salah seorang pendongeng di Indonesia. Beliau

        lulusan Institut Teknologi Bandung (ITB), jurusan seni. Beliau mempelajari

        kartun animasi di Paris, Perancis. Selain menulis dan menggambar buku anak-

        anak, ia juga melukis.

   • Poetri Soehendro

        Poetri Soehendro adalah satu-satunya perempuan pendongeng di Indonesia.

   • Drs. Soekanto SA (Almarhum)

        Seorang cerpenis dan pendongeng yang pernah mendongeng anak-anak di

        berbagai tempat. Beliau telah menulis sekitar 500 cerpen dan 30 buku cerita anak

        sebagai persembahan bagi anak-anak Indonesia. Pada tahun 1979 beliau

        memperkenalkan kembali seni mendongeng di Taman Ismail Marzuki, dan juga

        di televisi bersama Kak Seto.

   • Wachidus Sururi
                                                                                  10

      Wachidus Saruri lebih dikenal dengan Kak Wes. Dari kesenangannya

      mendongeng dan berimajinasi, beliau mendirikan Rumah Dongeng Indonesia

      yang berlokasi di Yogyakarta.

   • Dr. Murti Bunanta, SS; MA

      Seorang Pendongeng yang menjadi ketua Kelompok Pecinta Bacaan Anak

      (KPBA).

   • Bambang Bimo Suryono

      Seorang pendongeng asal Yogyakarta yang pernah menjadi juara I Lomba

      dongeng tingkat Nasional pada tahun 2002.

   • Agus A. Rahman

      Agus aktif dalam Kelompok Pecinta Bacaan Anak, dan kini mengajar di sekolah

      anak-anak luarbiasa di Jakarta. Agus kerap membaca dongeng bersama dengan

      para pendongeng dari Amerika Serikat, Singapura dan negara lainnya.

   • Rifki

      Rifky berasal dari Aceh. Pada saat ini dia berusia 14 tahun. pada waktu berumur

      12 tahun, yaitu pada saat musibah tsunami di Aceh. Rifky kehilangan

      keluarganya. Rifky menguasai puluhan cerita rakyat Aceh. Rifky pernah menjadi

      bintang dalam Festival Mendongeng International.



Beberapa pendongeng dari mancanegara yaitu :

   • Dr. Margaret Read MacDonald dan Dr. Anne Pellowski (Amerika Serikat),

   • Akiko Sueyoshi dan Sylvia Mihira (Jepang),

   • Kiran Shah dan Panna K (Singapura).
                                                                                    11



2.1.7   Festival yang Sudah Pernah Diselenggarakan

Festival Mendongeng yang pernah diadakan sebelumnya adalah Festival Mendongeng

VI, yaitu pada tanggal 23 juli – 26 juli 2005 berlokasi di Bentara Budaya Jakarta, Jl.

Palmerah Selatan No.17 Jakarta Selatan. Festival ini diadakan oleh Kelompok Pecinta

Bacaan Anak (KPBA) yang bertemakan 40 Dramatisasi Cerita Rakyat dari Anak untuk

Anak. Kelompok Pecinta Bacaan Anak (KPBA) ini sebelumnya sudah sering

mendongeng di sekolah-sekolah, desa-desa.



Pada Festival Mendongeng VI ini KPBA mengundang beberapa pendongeng-

pendongeng dari mancanegara yaitu Anne Pellowski dan Margaret Read MacDonald

(Amerika Serikat), Akiko Sueyoshi dan Sylvia Mihira (Jepang), Kiran Shah dan Panna

K (Singapura). Selain Festival Mendongeng juga disajikan acara menarik lainnya seperti

Teater Lensa, Teater Kidschat, Pelatihan Membuat Wayang Rumput, Permainan alat

musik Dol oleh sekelompok anak-anak luar biasa, dan juga Seminar Internasional yaitu

”From Page to Stage”, yang sebagai pembicaranya adalah Grup Ohanashi Caravan

Center, Anne Pellowski, dan Sujiwo tedjo.



Festival Mendongeng VI ini dihadiri oleh orang dewasa, anak-anak, dan juga orang-

orang yang menyukai budaya tersebut. Festival ini dipandu oleh Suyadi alias tokoh Pak

Raden dari serial Si Unyil. Dan peserta-peserta adalah perwakilan dari sekolah-sekolah

seperti TK IKKT, TK Regina Pacis, TK Barunawati, SD TBB Hanaeka, TK Rukun Ibu.

Festival ini dibagi menjadi 2 sesi yaitu pagi, pukul 09.30 sampai pukul 12.30 dan siang,

pukul 14.00 – pukul 16.30.
                                                                                  12



2.2 Data Festival Mendongeng Anak Indonesia



2.2.1   Gambaran Umum tentang Festival Mendongeng Anak Indonesia

Festival yang akan diadakan kali ini adalah Festival Mendongeng Anak Indonesia. Yang

diadakan pada tanggal 1 Juli 2008 Yang berlokasi di Bentara Budaya Jakarta, Jl.

Palmerah Selatan No.17 Jakarta Selatan ini   bertujuan untuk menyambut Hari Anak

Indonesia. Tema dari Festival ini adalah ”Dramatisasi Cerita Rakyat Anak Indonesia”.

Festival ini diadakan oleh KPBA (Kelompok Pecinta Bacaan Anak). Sebelum

penyelenggaraan festival ini, dilakukan pengunjungan dan mendongeng di beberapa

sekolah di Jakarta yang bertujuan agar dapat menarik perhatian masyarakat akan budaya

dan tradisi Nusantara ini.



Acara Festival ini akan diadakan selama 3 hari, dimulai dari hari selasa, 1 juli 2008

sampai dengan Jumat, 4 juli 2008. Festival ini mengajak beberapa sekolah di Jakarta

untuk berpatisipasi memelihara dan melestarikan Budaya dan Tradisi Nusantara

tersebut. Festival ini dipandu oleh Agus A. Rahman yaitu salah satu pendongeng yang

kini mengajar di sekolah luar biasa. Dan mengundang beberapa pendongeng dari manca

negara yaitu Anne Pellowski (Amerika Serikat), Margaret Read MacDonald (Amerika

Serikat), Panna K (Singapura), Kiran Shah (Singapura), Akiko Sueyoshi (Jepang),

Sylvia Mihira (Jepang), Grup Ohanashi Caravan Center (Jepang). Berbagai acara

disajikan di Festival ini seperti Lomba Mendongeng, Teater Anak, Seminar

Internasional.
                                                                                  13

2.2.2   Tujuan Festival Mendongeng Anak Indonesia

Tujuan diadakannya festival ini adalah memberikan wadah untuk anak berekspresi

dengan budaya dan bersentuhan serta berinteraksi dengan berbagai budaya. Dan juga

dengan diadakannya festival ini anak-anak dapat mengenal keragaman budaya dan dapat

menghormati keragaman budaya tersebut serta dapat melestarikan budaya Nusantara

yang unik ini. Karena anak-anak adalah penikmat budaya yang sangat toleran, antusias,

dan apresiasif.



2.2.3   Penyelenggara Festival

Festival Mendongeng Anak Indonesia ini diselenggarakan oleh KPBA (Kelompok

Pecinta Bacaan Anak).



2.2.4   Sponsor Festival

Sponsor dari Festival Mendongeng Anak Indonesia ini adalah Bobo.



2.2.5   Visi dan Misi

Visi: Melestarikan Budaya dan Tradisi Nusantara yaitu cerita rakyat agar dapat menjadi

nilai budaya yang bisa dibanggakan secara global.

Misi: Mengangkat kembali cerita rakyat yang sudah mulai ditinggalkan oleh sebagian

masyarakat Indonesia melalui sebuah acara festival yang mengajak dan mengundang

anak-anak untuk ikut berpatisipasi dalam memeriahkan acara festival tersebut.



2.2.6   Program Acara
                                                                                 14

Festival Mendongeng Anak Indonesia ini sebuah acara yang dirancang untuk

memberikan sarana hiburan yang sarat dengan unsur pendidikan kepada anak-anak

Indonesia, namun tidak menutup kemungkinan bagi orang dewasa untuk memeriahkan

acara ini. Acara ini selain untuk memelihara serta melestarikan kebudayaan Indonesia,

juga untuk menyambut Hari Anak Indonesia yang mengundang beberapa sekolah di

Jakarta untuk berpatisipasi menjadi peserta dalam Festival Mendongeng Anak

Indonesia.



2.2.6.1 Jenis Event

Sebuah acara yang bersifat khusus dengan lingkup nasional dan berlokasi di dalam

ruangan (indoor) dengan jangka waktu 3 hari.



2.2.6.2 Harga Tiket

Lomba Mendongeng : Rp 500.000/sekolah

Teater Anak : Rp 50.000/orang

Seminar Internasional : Rp 200.000/orang (mendapatkan sertifikat)

Tiket Umum :

Anak-anak : Rp 15.000/orang/hari (dibawah 15 tahun)

Dewasa : Rp 30.000/orang/hari



2.2.6.3 Tiket Box

•   TK Regina Pacis

•   TK Sang Timur
                                                                                     15

• TK Notredame

• TK Genesis

• Pojok Karcis

• Detik.com




2.2.6.4 Tempat / Hari

Bentara Budaya Jakarta, Jl. Palmerah Selatan No.17 Jakarta Selatan, Selasa 1 juli 2008 –

Kamis 4 juli 2008.



2.2.6.5 Waktu Acara

Acara dimulai pukul 09.30 – 16.30 WIB



2.2.6.6 Jadwal Acara

Selasa, 1 Juli 2008

pukul 09.00 – 12.30 WIB

Pembukaan Festival, khusus Undangan

pukul 14.00 – 18.00 WIB

1. Dongeng Keong Emas oleh TK Regina Pacis (Jakarta)

2. Naga dan Burung Hantu Mengantuk oleh Margaret Read MacDonald (A.S.)

3. Teater Anak (Jakarta)

4. Boneka Ajaib oleh Panna (Singapura)

5. Cindelaras oleh TK Barunawati(Jakarta)
                                                                        16



Rabu, 2 Juli 2008

pukul 09.00 – 12.30 WIB

1. Timun Emas oleh TK Sang Timur (Jakarta)

2. Wayang Rumput oleh S. Gundono (Solo)

3. Nasi Kepal yang berguling-guling oleh Akiko Sueyoshi (Jepang)

4. Dongeng Peri oleh Margaret Read MacDonald (A.S.)

5. Banyuwangi oleh Sanggar Mayang Sari (Bengkulu)

pukul 14.00 – 18.00 WIB

1. Kucing Kecil yang Manja oleh Grup Ohanashi Caravan Center (Jepang)

2. Kucing yang gemuk oleh Anne Pellowski (A.S.)

3. Burung Emas oleh Sylvia Mihira (Jepang)

4. Sangkuriang oleh Grup Ina Kreativa (Jakarta)

5. Si Janggut Biru oleh Margaret Read MacDonald (A.S.)

6. Malin Kundang oleh TK Rukun Ibu (Jakarta)



Kamis, 3 Juli 2008

pukul 09.30 – 12.30 WIB

1. Dewi sekelir oleh TK Genesis (Jakarta)

2. Putri Kemang oleh Sanggar Mayang Sari (Bengkulu)

3. Legenda Sendang Tawun oleh SD Abdi Siswa (Jakarta)

4. Si Tudung Merah oleh Akiko Sueyoshi (Jepang)

5. Jaka Tole Anak Berbakti oleh Grup Sujiwo Tedjo (Jakarta)

pukul 14.00 – 18.00 WIB
                                                                               17

1. Kulit Keledai oleh Grup Ohanashi Caravan Center (Jepang)

2. Tiga Raksasa oleh Sylvia Mihira (Jepang)

3. Cermin Penangkap Hantu oleh Panti Nugraha (Jakarta)

4. Teka Teki Manusia Salju oleh Anne Pellowski (A.S.)

5. Mata Air Pak Tua oleh TK Abdi Siswa (Jakarta)

6. Si Kuncung Riquet oleh Panna dan Kiran Shah (Singapura)



Jumat, 4 Juli 2008

pukul 09.30 – 12.30 WIB

1. Sebuah Tantangan oleh Grup Ohanashi Caravan Center (Jepang)

2. Cendana Cendani oleh TK Notredame (Jakarta)

3. Mawar Gunung Api oleh Grup Aceh

4. Si Made dan empat sahabat karib oleh Sylvia Mihira (Jepang)

5. Joko Kendil oleh Kiran Shah (Singapura)

6. Kak Agus DS Puppet Theatre (Jakarta)

pukul 14.00 – 18.00 WIB

Seminar International ”How to be a good Story Teller”,

Pembicara : Sachiko Watanabe dari Grup Ohanashi Caravan Center, Anne Pellowski,

dan Sujiwo Tedjo (Biaya Rp.200.000,-/peserta, mendapatkan sertifikat).



2.2.7   Target Audience

Target Promosi untuk acara Festival Mendongeng Anak Indonesia adalah para orangtua

yang mempunyai anak (pria / wanita) yang berusia 25 – 35 tahun, dengan pendidikan
                                                                                  18

minimal Sekolah Menengah Umum (SMU). Yang berdomisili di Jakarta dengan kelas

sosial A dan B.

Target Promosi juga difokuskan kepada anak-anak (laki-laki / perempuan) yang berusia

4 – 9 tahun.



2.3 Tentang KPBA (Kelompok Pecinta Bacaan Anak)

Pencetus gagasan dan pendiri KPBA adalah Dr. Murti Bunanta, SS; MA yang

menuangkan pikiran, gagasan dan keprihatinannya terhadap dunia bacaan anak di

Indonesia dalam sebuah tulisannya, yang dimuat dalam harian Kompas, 22 September

1987, berjudul ”kalau belum terlambat, mengapa tidak sekarang? kita butuh Kelompok

Pecinta Bacaan Anak”. Tulisan ini menarik minat sekelompok pendukung gagasan dan

simpatisan yang menaruh perhatian pada bacaan anak dan mencintai anak-anak, yang

secara rutin bertemu sebulan sekali untuk memantapkan gagasan sambil mengadakan

kegiatan mendongeng untuk anak-anak.

Pada tahun 1988 dibentuk kepengurusan yang bergabung dalam wadah bernama :

Kelompok Pecinta Bacaan Anak (Society For The Advancement of Children’s

Literature). Organisasi ini bersifat independen, non profit dan pengurus serta

anggotanya bekerja atas dasar sukarela. Pameran dengan tema Anak, Bacaan dan

Mainan yang diadakan dalam rangka menyambut hari anak nasional juli 1989 adalah

tonggak sejarah kegiatan KPBA selanjutnya, baik secara nasional maupun internasional.

Kegiatan KPBA yang intens dalam memajukan mutu bacaan anak Indonesia menarik

perhatian dunia internasional. April 1990, KPBA resmi menjadi seksi nasional suatu

organisasi dunia yang bernama International Board on Books for Young People (IBBY)

sebagai seksi nasional ke 51.
                                                                                  19



Pada tahun 2006, untuk meluaskan kerja KPBA, maka seksi nasional tersebut yang

bernama Indonesian Board on Books for Young People (INABBY) dipisahkan menjadi

organisasi tersendiri dan bekerjasama dengan erat dengan KPBA.



2.3.1   Tujuan

Tujuan dari KPBA (Kelompok Pecinta Bacaan Anak) adalah mengembangkan dan

membina bacaan anak di Indonesia sebagai partisipasi bagi usaha mencerdaskan bangsa.

2.3.2   Kegiatan

Kegiatan yang dilakukan oleh KPBA (Kelompok Pecinta Bacaan Anak) adalah :

   • Memberi penyuluhan, bimbingan, pembinaan dan pelayanan atas masalah bacaan

        anak, baik kepada masyarakat luas maupun kepada masyarakat perbukuan.

   • Menyelenggarakan lokakarya, penataran, pelatihan, diskusi, seminar, simposium,

        pameran, lomba dan kegiatan lainnya.

   • Melakukan berbagai usaha untuk memajukan mutu bacaan anak Indonesia dan

        mempromosikan buku anak yang baik dan bermutu secara nasional dan

        internasional.

   • Mengadakan berbagai usaha untuk menggugah semangat para penulis dan

        ilustrator untuk memantapkan dan meningkatkan dedikasi serta karya.

   • Mengadakan berbagai kegiatan untuk anak-anak dalam upaya meningkatkan

        minat baca serta kemampuan apresiasi dan seleksi terhadap berbagai jenis

        bacaan.
                                                                                   20

   • Mengadakan kerjasama dengan perorangan dan lembaga-lembaga serta instansi-

        instansi, baik swasta maupun pemerintah, dalam dan luar negeri.

   • Sejak tahun 2001 KPBA (Kelompok Pecinta Bacaan Anak) menggalang

        kerjasama dengan para donatur untuk menerbitkan buku anak bermutu.

   • KPBA (Kelompok Pecinta Bacaan Anak) adalah inisiator dalam pengadaan

        perpustakaan motor keliling di Indonesia dan menjadi contoh dunia Internasional

        (2006).




2.3.3     Struktur Organisasi

Ketua :

Dr. Murti Bunanta, SS; MA



Wakil Ketua :

Ir. Tety Elida, MM



Sekretaris :

Dra. Nina Martini, M.Lib

Ir. Ari Raharjo, MBA



Bendahara :

Erikawati
                                                                       21

Dra. Dinar Utami Prasidono



Pembantu Umum :

Agus A.Rahman

Rika E. Triyani, SS

Yasinta Sabarani

Devina Erlita, S.Hum



2.3.4   Kantor Pusat

KPBA (Kelompok Bacaan Anak)

ITC Permata Hijau

Rukan Diamond No. 22-23

Jl. Arteri Permata Hijau

Jakarta 12210

Telp (021) 53664109

Fax (021) 53664109



2.4 Analisa SWOT

Kekuatan / strenght :

   • Yang mengadakan Festival sejenis sudah sangat jarang.

   • Lokasi tempat pengadaan mudah diketahui.

   • Selain lomba, juga menyajikan acara-acara yang menarik lainnya.

   • Sangat disukai oleh anak-anak.
                                                                                 22

   • Melalui lomba yang diadakan, anak-anak dapat berekspresi, dan mempunyai

      prestasi sehingga dapat menarik perhatian orangtua untuk mengikutsertakan

      anaknya ke dalam perlombaan tersebut.

   • Cerita rakyat adalah bagian dari Kebudayaan dan Tradisi Nusantara yang dapat

      kita asosialisasikan, aktualkan, dan dayagunakan untuk memperkenalkan tradisi

      dan budaya Nusantara pada ana anak-anak masa kini, dan pendatang.



Kelemahan / weakness :

   • Hanya segelintir orang saja yang mengetahui manfaat dari mendongeng tersebut.

   • Festival hanya diadakan di Jakarta sehingga bagi masyarakat yang keadaan

      ekonominya kurang baik tetapi ingin menghadiri festival tersebut pada akhirnya

      tidak dapat menghadirinya.

   • Pada masa sekarang para orangtua terlalu sibuk mencari nafkah sehingga anak-

      anak mereka terabaikan.



Kesempatan / opportunities :

   • Dengan diadakannya festival ini, masyarakat menjadi tahu dan menyadari

      kelebihan dari budaya dan tradisi Nusantara yang unik tersebut.

   • Dengan menyajikan berbagai macam acara dapat menarik perhatian masyarakat

      untuk mengikuti atau menghadiri festival tersebut.

   • Dengan adanya sponsor-sponsor yang mendukung festival tersebut, maka festival

      tersebut memiliki nilai tambah di mata masyarakat.
                                                                              1

   • Sudah ada beberapa orang yang telah memulai untuk memelihara serta

      melestarikan kebudayaan tersebut.



Ancaman / threat :

   • Promosi yang kurang mendukung menambah hambatan bagi penyelenggaraan

      festival tersebut.

   • Kurangnya minat masyarakat akan festival tersebut.

   • Kurangnya partisipasi masyarakat dalam melestarikan budaya dan tradisi

      Nusantara tersebut.

   • Keadaan ekonomi Indonesia yang sedang tidak begitu baik sehingga masyarakat

      lebih terfokus untuk memikirkan masalah-masalah pribadi mereka dan kurang

      memperdulikan masalah-masalah sosial.

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags: Cerita, Rakyat
Stats:
views:33
posted:10/23/2012
language:Malay
pages:21
Description: Cerita Rakya & Hal2 Yang Harus Diperhatikan Dalam Mendongeng