Docstoc

SURAT PERJANJIAN SEWA PAKAI PRINTER

Document Sample
SURAT PERJANJIAN SEWA PAKAI PRINTER Powered By Docstoc
					                          SURAT PERJANJIAN SEWA PAKAI PRINTER
                                         Nomor : 002//QKIE PRINT/X/2012

     Pada Hari ini Rabu Tanggal 23 Mei Tahun 2012, yang bertanda tangan di bawah ini :

1.    Nama                   : Mawar Melati
     Jabatan                 : Direktur Utama PT. MAJU MUNDUR
     Alamat                  : Jl. Maju Mundur No 21 Samarinda

     Selanjutnya disebut PIHAK PERTAMA

2.    Nama                   : Anggrek Bulan
     Jabatan                 : Direktur PT. GAK JELAS
     Alamat                  : Jl. Kemerdekaan No 15 Samarinda

     Selanjutnya disebut PIHAK KEDUA.

     Kedua belah pihak telah sepakat untuk mengadakan perjanjian sewa pakai alat berat dengan ketentuan
     dan syarat yang diatur dalam pasal – pasal di bawah ini :

                                                     Pasal 1
                                     Jenis, Spesifikasi, Jumlah, Harga Sewa

1.   PIHAK PERTAMA bersedia menyewakan alat kepada PIHAK KEDUA dan PIHAK KEDUA setuju untuk
     menyewa printer kepada PIHAK PERTAMA dengan jenis alat sebagai berikut :
       No.           Jenis Alat Berat       Harga Sewa           Lama Sewa       Jumlah Biaya
                                              Alat/Jam                              Sewa
       1    1 Unit Greder Volvo G. 740          Rp. 355.000              100 Jam    Rp. 200000




                                                                   Total Biaya Sewa      Rp. 35.000.000
        Terbilang :
        # Tiga puluh lima juta rupiah rupiah#
2.  Harga sewa alat berat di atas sudah neet tanpa pemotongan pajak dan kedua belah pihak setuju bahwa
   taris sewa alat berat pada pasal I ini tidak akan berubah selama perjanjian belum berakhir.
3. Jangka watu penyewaan minimal 100 jam.
4. Lokasi kerja PIHAK KEDUA yaitu terletak di : Samarinda seberang




                                               Pasal 2
                            Tempat, Waktu dan Kondisi Penyerahan Alat Berat

1.   Alat diangkut sendiri oleh PIHAK KEDUA dari tempat PIHAK PERTAMA setelah PIHAK KEDUA
   menyelesaikan administrasi sewa menyewa.
2. Waktu penyerahan alat adalah pada saat penangatanganan perjanjian ini yaitu tanggal 23 Mei 2012.
3. Perkiraan waktu pencapaian 100 jam adalah sampai tanggal 04 Juni 2012 (kecuali jika ada kendala di
   lapangan seperti alat rusak, cuaca buruk), pengecekan waktu ini dilakukan oleh PIHAK PERTAMA dan
   PIHAK KEDUA secara bersama-sama dengan mengisi form time sheet penggunaan alat oleh perwakilan
   dilapangan dari kedua belah pihak.
4. Jika alat telah mencapai waktu yang telah ditentukan maka alat wajib segera dikembalikan oleh PIHAK
   KEDUA kepada PIHAK PERTAMA.

                                                 Pasal 3
                                    Biaya Mobilisasi dan Demobilisasi

1.  Biaya Mobilisasi dan Demobilisasi ditanggung oleh PIHAK KEDUA dari pengambilan alat hingga
   pengembalian alat dan harus disetujui oleh PIHAK PERTAMA.
2. Biaya Mobilisasi wajib dibayar dimuka oleh PIHAK KEDUA apabila pemakaian 100 jam dan biaya
   mobilisasi dianggap lunas apabila pekerjaan telah mencapai 100 jam dan bila jam kurang dari 100 jam
   maka biaya mobilisasi tidak akan dikurangi/sesuai permintaan PIHAK PERTAMA.
3. Apabila terdapat perpanjangan jam alat maka biaya mobilisasi akan diperhitungkan sesuai dengan
   kesepakatan kedua belah pihak.

                                                 Pasal 4
                        Biaya Operasi, Biaya Pemeliharaan dan Biaya Perbaikan Alat

1.    Selama masa penyewaan alat berat, keperluan olie, perbaikan kerusakan, penggantian sparepart dan
     Mekanik menjadi tanggung jawab PIHAK PERTAMA.
2.    Pemakaian BBM (Bahan Bakar Minyak) solar untuk keperluan operasi menjadi tanggung jawab PIHAK
     KEDUA, dan harus disiapkan sesuai dengan kerja alat seharinya, dan apabila tidak mencukupi maka
     PIHAK PERTAMA meminta diisi kembali sesuai permintaan yang wajar.
                                                 Pasal 5
                                      Operasi dan Helper Operator

     Operator dan Helper Operator menjadi tanggung jawab PIHAK PERTAMA, sedangkan kebutuhan operator
     dan helper seperti makan, minum, tempat tinggal dan transportasi menjadi tanggung jawab PIHAK KEDUA.




                                                 Pasal 6
                                     Laporan Operasi Alat (Time Sheet)

1.  Laporan harian operasi alat diisi oleh operator dan ditandatangani oleh Pengawas Kerja dari PIHAK
   KEDUA atau atas nama penyewa alat.
2. Apabila ata standby (tidak bekerja) disebabkan karena lokasi becek, tidak ada solar ataupun libur maka
   akan tetap di charge minimum 4 jam perhari.hari
3. Apabila alat telah bekerja maksimal 6 jam kemudian berhenti karena hujan maka akan dihitung 8 jam kerja
   perharinya.

                                                 Pasal 7
                                             Pembayaran Sewa

1.  PIHAK KEDUA berkewajiban menyelesaikan pembayaran sewa dimuka sebesar 100 jam/ unitnya serta
   ditambah dana mobilisasi/unit PP terkecuali ada kesepakatan bersama.
2. Jika pekerjaan sudah hampir mencapai nilai dari dana masuk/100 jam dan PIHAK KEDUA masih akan
   memperpanjang masa sewa maka harus memberitahukan kepada PIHAK PERTAMA minimal dua (2) hari
   sebelumnya dan peambayaran akan dibicarakan kembali oleh kedua belah pihak.
3. Apabila dalam waktu dua (2) hari tidak ada kejelasan sewa dari PIHAK KEDUA maka PIHAK PERTAMA
   berhak menarik kembali alatnya dari lokasi kerja PIHAK KEDUA dengan biaya yang ditanggung oleh
   PIHAK KEDUA.

                                                 Pasal 8
                                            Keamanan Alat Berat

1.  PIHAK KEDUA wajib menyediakan security untuk menjaga keamanan alat di lokasi kerja.
2.  PIHAK KEDUA wajib membayar ganti rugi terhadap unit kerja jika terjadi pencurian dan perusakan dalam
   bentuk apapun juga yang dilakukan secara sengaja maupun tidak sengaja oleh pihak ketiga.
3. Apabila alat tenggelam/mengalami kecelakaan pada saat dilokasi kerja maka biaya yang timbul akibat hal
   tersebut akan menjadi tanggungan PIHAK KEDUA.
                                                   Pasal 9
                                                Masa Perjanjian

1.  Perjanjian ini berlaku sejak ditandatangani oleh kedua belah pihak hingga alat selesai bekerja sesuai dana
   diterima/100 jam kerja.
2. Perjanjian sewa akan diperpanjang kembali jika ada kesepakatan oleh kedua belah pihak baik
   pembayaran maupun hal lainnya.
3. Perjanjian kontrak lama tetap berlaku apabila ada tambahan perpanjangan jam alat terkecuali ada item
   yang akan berubah dengan sendirinya seperti masalah mobilisasi alat.
4. Jika pekerjaan telah selesai sebelum jangka waktu 100 jam maka biaya mobilisasi yang ditagihkan tetap
   100 jam oleh PIHAK PERTAMA.




                                               Pasal 10
                              Pemindahan, Pengambilan dan Penggunaan Alat.

1.  Alat tidak boleh dipindahkan oleh PIHAK KEDUA sebelum masa jam perjanjian habis terkecuali ada
   persetujuan dari PIHAK PERTAMA.
2. Apabila PIHAK KEDUA akan menggunakan alat keluar lokasi yang telah ditentukan dalam perjanjian ini
   sementara jam sewa belum habis maka PIHAK KEDUA wajib memberitahukan kepada PIHAK PERTAMA
   sebelumnya.
3. Apabila PIHAK PERTAMA memerlukan alat untuk dipakai kelokasi lain diluar dari lokasi perjanjian maka
   semua biaya dan jam kerja menjadi tanggung jawab PIHAK PERTAMA, sebelumnya PIHAK PERTAMA
   mengajukan permintaan tertulis kepada PIHAK KEDUA mengenai hal tersebut.
4. Tidak dibenarkan apabila PIHAK KEDUA merentalkan kembali alat PIHAK PERTAMA kepada pihak lain
   dan apabila terjadi maka perjanjian akan putus dengan sendirinya dan semua biaya menjadi tanggung
   jawab PIHAK KEDUA kepada pihak pemakai dan PIHAK PERTAMA akan menarik alat dari lokasi PIHAK
   KEDUA tanpa pemberitahuan apapun dan semua pembayaran tidak dapat ditarik kembali oleh PIHAK
   KEDUA dari PIHAK PERTAMA.

                                                    Pasal 11
                                                  Perselisihan

1.  Jika timbul perselisihan antara PIHAK PERTAMA dengan PIHAK KEDUA maka sebisa mungkin akan
   diselesaikan secara musyawarah dan kekeluargaan.
2. Apabila perselisihan tidak bisa diselesaikan secara musyawarah maka kedua belah pihak sepakat untuk
   menyelesaikan masalah tersebut sesuai hukum yang berlaku.
                                             Pasal 12
                                             Penutup

Demikian surat perjanjian sewa pakai alat berat ini dibuat dan ditandatangani oleh kedua belah pihak
daram rangkap dua (2) bermatrai cukup dan berkekuatan hokum yang sama dan dibuat tanpa paksaan
serta tanpa paksaan dari pihak manapun.

Barong Tongkok, 23 Mei 2012

                                            Mengetahui,


PIHAK PERTAMA                                                PIHAK KEDUA

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:119
posted:10/19/2012
language:Malay
pages:5