Hipertensi_ayuningsih

Document Sample
Hipertensi_ayuningsih Powered By Docstoc
					                                        BAB I
                                 KONSEP TEORI


1.1   Pengertian Hipertensi
             Gangguan hipertensi pada kehamilan mengacu pada berbagai keadaan, di
      mana terjadi peningkatan tekanan darah maternal disertai resiko yang
      berhubungan dengan kesehatan ibu dan janin. Hipertensi karena kehamilan
      merupakan peningkatan tekanan sistolik ≥140 mmHg dan diastolic ≥90 mmHg
      setelah minggu ke-20 kehamilan.
      Awalnya disebut toksemia karena peneliti menemukan adanya toksin dari
      berbagai jenis yang dilepaskan oleh tubuh wanita sebagai respon terhadap protein
      asing yang berasal dari janin dan menyebabkan gejala tertentu. Namun, penyebab
      penyakit ini sampai sekarang belum diketahui.
             Dari seluruh ibu yang mengalami hipertensi selama masa hamil, setengah
      sampai duapertiganya didiagnosis mengalami preeklampsia atau eklampsia.
                                                                  (Bobak, 2005 : 629)


             Hipertensi adalah tekanan darah (TD) lebih besar atau dengan 140/90 pada
      dua pemeriksaan terpisah sedikitnya masing-masing 6 jam. Peningkatan tekanan
      darah sistolik ≥ 30 mmHg melebihi nilai dasar ibu atau peningkatan TD diastolic
      ≥15 mmHg melebihi nilai dasarnya setelah gestasi minggu ke-20, serta tidak
      terdapat proteinuria.
                                                          (Linda V.Walsh ,2008 : 416)


             Peningkatan tekanan darah setelah 20 minggu kehamilan ≥140 mmHg
      untuk sistolik dan ≥90 mmHg untuk diastolic ( sebelumnya disebut hipertensi
      yang dipicu kehamilan tanpa proteinuria atau hasil evaluasi laboratorium yang
      abnormal selama kehamilan dan yang kembali normal 12 minggu pascapartum.
      Penentuan akhir antara hipertensi kehamilan atau preeklampsia hanya dapat
      dilakukan pada periode pascapartum.
                                                                 (Varney, 2007 : 645)

                                     1|Kehamilan Dengan Hipertensi
       Hipertensi merupakan suatu gangguan sistemik yang mempengaruhi
hampir seluruh organ, merupakan komplikasi kehamilan yang menyebabkan ibu
dan janin berada dalam kondisi yang sangat beresiko.
       Ini merupakan kondisi yang unik terjadi pada kehamilan, dan mencapai
5% sampai 10% kehamilan di Amerika Serikat.


             Klinis          Hipertensi    Hipertensi        Preeklamsi
                                 kronik         gestasi
    Munculnya HT           Kehamilan      Trimester        Kehamilan
                           <20 minggu     III              <20 minggu
    Derajat HT             Ringan-berat   Ringan           Ringan-berat
    Proteinuri             (-)            (-)              (+)
    Urat              >5,5 jarang         (-)              (+/-)
    mg/dL
                                                          (Linda V.Walsh ,2008 : 416)


   Hipertensi juga terjadi pada hari ke-10 sampai ke-14 setelah kelahiran,
meskipun kebanyakan hipertensi pascapartum terjadi pada 48 jam pertama setelah
kelahiran.
   Tekanan darah diastolic merupakan indicator dalam penanganan hipertensi
dalam kehamilan, oleh karena tekanan diastolic mengukur tahanan perifer dan
tidak tergantung keadaan emosional pasien.
Diagnosis hipertensi dibuat jika tekanan darah diastolic ≥90 mmHg pada 2
pengukuran berjarak 1 jam atau lebih.
                                                                   (Bobak, 2005 : 630)


   Prognosis janin buruk karena adanya hipoksia dan asidosis janin; jika janin
terpaksa dilahirkan sebelum cukup bulan, maka janin menghadapi resiko
ketidakmatangan (immature).




                                     2|Kehamilan Dengan Hipertensi
1.2   Tanda dan gejala




             Kondisi ini diawali dengan gejala pembengkakan pada pergelangan kaki
      dan tangan akibat peningkatan cairan tubuh.
      -      Tekanan darah diastolis >120 mmHg

                                     3|Kehamilan Dengan Hipertensi
      -      Perdarahan intracranial
      -      Ensefalopati
      -      Gagal jantung kiri dengan edema paru
      -      Diseksi aorta (Dissecting aneurisma aorta)
      -      Eklampsi
      -      Gagal ginjal akut
      -      Hematuri
                                                            (Halim Mubin, 2010 : 181)


             Apabila hipertensi selama kehamilan muncul tanpa proteinuria, perlu
      dicurigai adanya preeklampsia seiring kemajuan kehamilan, jika muncul gejala
      nyeri kepala, gangguan penglihatan, nyeri pada abdomen, nilai trombosit rendah,
      dan kadar enzim ginjal abnormal.
                                                                  (Varney, 2007 : 645)


1.3   Patofisiologi
             Penyebab utama hipertensi karena kehamilan adalah hipertensi esensial
      dan penyakit ginjal.
             Hipertensi esensial disebabkan factor herediter atau factor lingkungan dan
      emosi yang labil. Yang banyak dijumpai adalah hipertensi esensial dengan
      tekanan darah antara 140/90 mmHg sampai 160/100 mmHg. Kehamilan dengan
      hipertensi essensial dapat berlangsung sampai aterm tanpa gejala menjadi pre-
      eklampsia tidak murni. Hanya sekitar 20% dapat menjadi pre-eklampsia-
      eklampsia tidak murni (superimposed) yang disertai gejala proteinuria, edema,
      dan terdapat keluhan nyeri epigastrium, sakit kepala, penglihatan kabur, dan mual
      serta muntah.


             Pada kasus ini, respon terhadap perubahan tekanan darah berkurang,
      menyebabkan vasokonstriksi dan peningkatan tekanan darah drastis.




                                       4|Kehamilan Dengan Hipertensi
              Suplai darah ke organ berkurang; diikuti hipoksia jaringan pada organ
       vital maternal menyebabkan perfusi plasenta yang buruk, dan kemungkinan
       berkurangnya suplai nutrisi serta oksigen ke janin.
              Apabila tekanan darahnya melebihi batas normal atau tiba-tiba
       menunjukkan tanda-tanda proteinuria, kondisi ini dapat dikatakan sebagai tanda
       preeklamsia atau penyakit ginjal.




                                            Pembuluh darah
                                                    ↓
                                           Penyakit/kelainan
                                                    ↓
                                      Pembuluh darah tidak elastis
                                                    ↓
                                     Kekurangan darah pada organ
                                                    ↓
                                   Kekurangan O2 dan sari makanan
                                                    ↓
                                                Stimulus
                                                    ↓
                                                  Otak
                                                   ↓
                                      Tekanan darah ditingkatkan




* Jalur alir penilaian klinik (Sarwono, 2008 : 207)


                                    Tekanan Darah




       Meningkat                                                     Normal
      (TD ≥140/90)
                                       5|Kehamilan Dengan Hipertensi
      Gejala/tanda lain                                                             Gejala/tanda lain




-nyeri kepala, dan/atau           -kejang                         -demam               -trismus     -nyeri kepala
-gangguan penglihatan, dan/atau   -riwayat kejang(+)              -nyeri kepala        -spasme      -gangguan
-hiperrefleksia, dan/atau         -demam(-)                       -kaku kuduk(+)       otot muka        penglihatan
-proteinuria, dan/atau            -kaku duduk(-)                  -disorientasi                     -muntah
-koma                                                                                               -riwayat
                                                                                                        gejala
                                                                                                        serupa


                                  Epilepsi                       -Malaria serebral Tetanus          Migraine
                                                                 -Meningitis
                                                                 -Ensefalitis



         Hamil <20 minggu                                        Hamil >20 minggu




                                            kejang(-)                                               kejang(+)
Hipertensi        superimposed
kronik            preeclampsia


                                  Hipertensi            preeklampsia        preeklampsia           Eklampsia
                                                        ringan              berat




1.4       Faktor predisposisi
                  Preeklampsia-eklampsia bisa mempredisposisi ibu mengalami komplikasi
          yang lebih letal, seperti solusio plasenta, DIC, perdarahan otak, dan gagal ginjal
          akut.
                                                                                          (Bobak, 2005 : 629)




                                               6|Kehamilan Dengan Hipertensi
1.5   Faktor penyebab
      Factor pencetus : trauma, uremi, tumor abdomen, tumor endokrin.
                                                             (Halim Mubin, 2010 : 181)
               Tekanan darah tinggi dipicu oleh berbagai hal seperti stress, kecapekan,
      atau makanan bersodium tinggi.
      Garam menyebabkan retensi atau tertahannya air secara berlebihan di dalam
      tubuh.
                                                                 (M.T. Indiarti, 2007 : )


1.6   Komplikasi pada ibu dan bayi
               Penyakit hipertensi pada kehamilan berperan besar dalam morbiditas dan
      mortalitas maternal dan perinatal.
               Komplikasi tergantung dari:
      -        Umur kehamilan saat muncul preeklampsi
      -        Ada tidaknya komplikasi lain
      -        Beratnya preeklampsi
      -        Kualitas penanganan terhadap pasien
                                                             (Halim Mubin, 2008 : 418)


               Komplikasi yang umum terjadi pada ibu adalah abrupsio plasenta,
      Disseminated Intravascular Coagulation (DIC), perdarahan otak, gagal hati,
      gagal ginjal akut, kejang, edema paru, dan kematian.
      Sedangkan pada janin mempunyai resiko IUGR, premature dan kematian.
                                                                  (Varney, 2007 : 645)


      Komplikasi
      -        Iskemi uteroplasenta (pada janin)
                     Pertumbuhan janin terhambat
                     Kematian janin
                     Persalinan premature
                     Solusio plasenta

                                         7|Kehamilan Dengan Hipertensi
           -       Spasme arteriolar (pada ibu)
                          Perdarahan serebral
                          Gagal jantung, ginjal, hati
                          Ablasio retina
                          Tromboembolisme
                          Gangguan pembekuan darah
           -       Kejang dan koma
                          Trauma karena kejang
                          Aspirasi cairan, darah, muntahan, dengan akibat gangguan
                           pernafasan
           -       Penanganan tidak tepat
                          Pneumonia
                          Infeksi saluran kemih
                          Kelebihan cairan
                          Komplikasi anestesi atau tindakan obstetric
                                                                           (Sarwono, 2008 : )


1.7        Penatalaksanaan
      a.       Terapi umum
                  Istirahat
                   -       Di rawat di ruangan gawat darurat
                   -       Tensi diukur setiap 10-30 menit
                   -       Rata-rata tekanan darah diturunkan 25% dalam beberapa menit-2
                           jam(hipertensi darurat) atau dalam 24-28 jam (hipertensi gawat).


                  Diet
                   -       Pantang garam
                                                               (Halim Mubin, 2010 : 182-183)


                  Medikamentosa


                                              8|Kehamilan Dengan Hipertensi
                          Antihipertensi dimulai bila tensi ≥170/110 mmHg atau ≥140/90
                   mmHg. Pada hipertensi berat segera mulai terapi.
                   Kontraindikasi : ACE(kaptopril)  lahir mati, fetal anuri


                   Obat alternative :
                   -   Peroral
                        Nipedipine 10 mg oral


                   -   Intravena
                        Hidralizin IV 5 mg bolus diulangi setiap 20 menit sampai dosis
                          total 20 mg. ada yang tidak mau menggunakan obat ini, takut
                          gawat janin.
                        Labetolol 20 mg IV


      b.      Terapi komplikasi
                                                              (Halim Mubin, 2008 : 418-419)


           Jika kehamilan <37 minggu, tangani secara rawat jalan:
                  Pantau tekanan darah, proteinuria, dan kondisi janin setiap minggu.
                  Jika tekanan darah meningkat, tangani sebagai preeklampsia
                  Jika kondisi janin memburuk, atau terjadi pertumbuhan janin terhambat,
                   rawat dan pertimbangkan terminasi kehamilan.
                                                                       (Sarwono, 2008 : 211)




1.8        Manajemen Kebidanan (SOAP)
           1.8.1   Subjektif
                   -      Nyeri kepala
                   -      Gangguan penglihatan
                   -      Nyeri pada abdomen
                   -      Gejala pembengkakan pada pergelangan kaki dan tangan



                                           9|Kehamilan Dengan Hipertensi
1.8.2   Objektif
        -        Tekanan darah diastolis >120 mmhg
        -        Perdarahan intracranial
        -        Ensefalopati
        -        Gagal jantung kiri dengan edema paru
        -        Diseksi aorta (Dissecting aneurisma aorta)
        -        Eklampsi
        -        Gagal ginjal akut
        -        Hematuri
        -        Nilai trombosit rendah
        -        Kadar enzim ginjal abnormal.


1.8.3   Assesment
        Kehamilan dengan Hipertensi


1.8.4   Planning
            a.   Terapi umum
                       Istirahat
                        -         Di rawat di ruangan gawat darurat
                        -         Tensi diukur setiap 10-30 menit
                        -         Rata-rata tekanan darah diturunkan 25% dalam
                                  beberapa menit-2          jam(hipertensi darurat) atau
                                  dalam 24-28 jam (hipertensi gawat).
                       Diet
                        -         Pantang garam
                       Medikamentosa
                                  Antihipertensi dimulai bila tensi ≥170/110 mmHg
                        atau ≥140/90 mmHg. Pada hipertensi berat segera mulai
                        terapi.
                        Kontraindikasi : ACE(kaptopril)  lahir mati, fetal anuri



                                    10 | K e h a m i l a n D e n g a n H i p e r t e n s i
            Obat alternative :
            -      Peroral
                            Nipedipine 10 mg oral


            -      Intravena
                            Hidralizin IV 5 mg bolus diulangi setiap 20
                             menit sampai dosis total 20 mg. ada yang
                             tidak mau menggunakan obat ini, takut
                             gawat janin.
                            Labetolol 20 mg IV
b.   Terapi komplikasi : -




                    11 | K e h a m i l a n D e n g a n H i p e r t e n s i
                               DAFTAR PUSTAKA


Billington, Mary.2010.Kegawatan Dalam Kehamilan Dan Kehamilan.Jakarta:EGC


Bobak, dkk. 2005. Keperawatan Maternitas. Jakarta : EGC

Indiarti, M.T. 2007. Panduan Lengkap kehamilan, Persalinan dan Perawatan bayi.

Jogjakarta : Diglossia Media


Mubin, Halim.2010.Kedaruratan Penyakit Dalam.Jakarta:EGC


Mubin, Halim.2008.Ilmu Penyakit Dalam.Jakarta:EGC


Sarwono, 2008. Buku Acuan Nasional Pelayanan Kesehatan Maternal dan Neonatal.
Jakarta : YBP-SP


Tapan, Erik.2008.Penyakit Ginjal Dan Hipertensi.Jakarta:Elex Media


Varney, Helen,dkk.2007.Asuhan Kenidanan.Jakarta:EGC


Walsh, Linda. 2008. Buku Ajar Kebidanan Komunitas. Jakarta : EGC




                                12 | K e h a m i l a n D e n g a n H i p e r t e n s i

				
DOCUMENT INFO
Categories:
Tags:
Stats:
views:58
posted:10/18/2012
language:Malay
pages:12