Docstoc

Laporan Kimia Elektrolit

Document Sample
Laporan Kimia Elektrolit Powered By Docstoc
					       Laporan Kimia Elektrolit

I.     Judul Pratikum

       “Menguji Daya Hantar Listrik Larutan”



II.    Tujuan Pratikum

  Siswa dapat mengamati gejala-gejala hantaran listrik melalui larutan

  Siswa dapat membedakan larutan elektrolit dan non elektrolit

  Siswa dapat membedakan larutan yang termasuk elektrolit kuat dan elektrolit lemah



III.   Dasar Teori

            Larutan adalah campuran homogen (serba sama) antara dua zat atau lebih. Fasa/wujud larutan dapat

       berupa padat, cair, maupun gas. Contoh larutan:

       - Air garam (padat dalam cair)

       - Alkohol 20% (Cair dalam cair)

       - Kaca (padat dalam padat)

       - Udara (gas dalam gas)

               Larutan Elektrolit adalah larutan yang dapat menghantarkan listrik. Larutan elektrolit ada dua

       macam, yaitu:

      Larutan elektrolit kuat, adalah larutan yang dapat menghantarkan listrik dengan baik. Senyawa elektrolit

       kuat terbentuk dari ikatan ionik. Contoh: air aki (asam sulfat), asam klorida, air garam, dll.

      Larutan elektrolit lemah, adalah larutan yang dapat menghantarkan listrik dengan lemah. Senyawa

       elektrolit lemah terbentuk dari ikatan kovalen polar. Contoh: air cuka, amonium hidroksida, air, dan lain-lain.
          Larutan Non Elektrolit adalah larutan yang tidak dapat menhantarkan listrik sama sekali. Senyawa non

     elektrolit terbentuk dari ikatan kovalen non polar. Contoh: minyak goreng, bensin, oli, dll.

          Uji Elektrolit untuk membedakan larutan elektrolit kuat, elektrolit lemah, dan non elektrolit dapat

     dilakukan pengujian dengan electrolyte tester (alat uji elektrolit), dengan kriteria sebagai berikut:

 Larutan elektrolit kuat, lampu menyala dan muncul gelembung gas pada elektroda.

 Larutan elektrolit lemah, lampu redup atau tidak menyala dan muncul gelembung gas pada elektroda.

 Larutan non elektrolit, lampu tidak menyala dan tidak muncul gelembung gas pada elektroda.



V.   Alat dan Bahan

     Alat :

 Sumber arus DC

 Kebel

 Gelas kimia

 Bola lampu elektroda

 Saklar

     Bahan :

 Larutan garam dapu (NaCl) secukupnya

 Larutan asam cuka (CH3COOH) secukupnya

 Larutan asam klorida (HCl) secukupnya

 Larutan natrium hidroksida (NaOH) secukupnya

 Larutan gula (C12H22O11) secukupnya

 Alcohol secukupnya



VI. Cara Kerja
1.   Bersihkan semua peraltan yang akan digunakan dan keringkan.

2.   Masukkan Larutan garam dapur (NaCl)secukupnya ke dalam gelas kimia yang bersih dan kering.

3.   Ujilah daya hantar listriknya dengan menggunakan rangkaian alat penguji elektrolit dengan cara

     mencelupkan elektroda kedalam larutan.

4.   Amati perubahan yang terjadi dan apakah lampu menyala (catat dalam tabel pengamatan).

5.   Bersihkan dahulu elektroda dengan aquades dan keringkan.

6.   Dengan cara yang sama, ujilah daya hantar larutan lain yang tersedia.

     Catatan : setiap mengganti larutan, elektroda harus dibersihkan dengan aquades dan dikeringkan

     terlebih dahulu.



VII. Data Pengamatan

     No                 Larutan                            Nyala Lampu                     Gelembung Udara

                                                  (terang, redup, tidak menyala)      (ada, tidak, banyak, sedikit)

      1    Larutan garam dapu (NaCl)             Terang                               Ada, Banyak

      2    Larutan asam cuka (CH3COOH)           Redup                                Ada,Sedikit

      3    Larutan asam klorida (HCl)            Terang                               Ada, Banyak

      4    Larutan natrium hidroksida (NaOH)     Terang                               Ada, Banyak

      5    Larutan gula (C12H22O11)              Tidak Menyala                        Tidak ada

      6    Alkohol                               Tidak Menyala                        Tidak ada




VIII. Pembahasan
1.   Gejala apakah yang menandai hantaran listrik melalui larutan?

2.   Kelompokkan bahan-bahan yang di uji ke dalam larutan elektroloit dan non elektrolit!

3.   Kelompokkan bahan-bahan yang di uji ke dalam elektrolit kuat (lampu menyala) dan elektrolit lemah

     (lampu tidak menyala, tetapi menghasilkan sedikit gelembung)!

4.   Diantara larutan elektrolit itu, larutan manakah yang zat terlarutnya tergolong:

a.   Senyawa ion

b.   Senyawa kovalen

5.   Apakah penyebab larutan elektrolit dapat menghantarkan arus listrik?

6.   Tuliskan reaksi ionisasi dari larutan:

a.   NaCl

b.   CH3COOH

c.   HCl

d.   NaOH

IX. Jawaban Pertanyaan

     1.a.Terjadinya gelembung gas ketika elektroda dimasukkan ke dalam larutan.

     b. Lampu dapat menyala.Jika menyala terang termasuk dalam elektrolit kuat, jikaredup termasuk elektrolit

     lemah.

     2.Larutan Elektrolit : NaCl, HCl, NaOH, CH3COOH

     Larutan Non elektrolit : C12H22O11 dan Alkohol

     3.Elektrolit kuat : NaCl, HCl, NaOH

     Elektrolit lemah : CH3COOH

     4.a. NaCl dan NaOH

     b. HCl, CH3COOH, C12H22O11, Alkohol.
     5.Larutan elektrolit dapat menghantarkan listrik karena mengandung ion-ion yang dapat bergerak bebas.

      Larutan elektrolit dalam air terdisosiasi ke dalam partikel-partikel bermuatan listrik positif dan negatif yang

      disebut ion (ion positif dan ion negatif). Jumlah muatan ion positif akan sama dengan jumlah muatan ion

      negatif, sehingga muatan ion-ion dalam larutan netral. Ion-ion inilah yang bertugas mengahantarkan arus

      listrik.

      6.a. NaCl (aq) → Na+(aq) + Cl-(aq)

                 b. CH3COOH (aq) → CH3COO-(aq) + H+ (aq)

                 c. HCl (aq) → H+(aq) + Cl-(aq)

      d. NaOH (aq) → Na+(aq) + OH-(aq)



X.    Kesimpulan

      Dari rangkaian percobaan di atas dapat disimpulkan bahwa :

      1.         Larutan yang termasuk larutan elektrolit adalah larutan NaCl, HCl, NaOH, CH3COOH.

      2.         Berdasarkan kuat lemahnya daya hantar listrik maka larutan elektrolit dikelompokkan menjadi 2 yaitu

      larutan elektrolit kuat dan elektrolit lemah. Yang termasuk larutan elektrolit kuat adalah larutan basa kuat,

      garam, dan asam kuat, seperti NaCl, HCl, NaOH. Yang termasuk larutan elektrolit lemah adalah asam

      lemah, basa lemah, seperti CH3COOH.

      3.         Yang termasuk larutan non elektrolit adalah gula dan etanol

                  Jadi dapat disimpulkan bahwa larutan elektrolit kuat adalah larutan yang terionisasi sempurna,

      jumlah ion dalam larutan sangat banyak, menunujukkan daya hantar listrik yang kuat. Sedangkan

      larutan elektrolit lemah adalah larutan yang terionisasi sebagian, jumlah ion dalam larutan sedikit, dan

      menunjukkan daya hantar listrik yang lemah.
Makalah Elektrolit


                        LARUTAN ELEKTROLIT



            Diajukan untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah
                               Kimia Fisika




                                Disusun    :
                     Yoge Kevan Rahmat



                       JURUSAN FARMASI
           SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN
                     BAKTI TUNAS HUSADA
                          TASIKMALAYA
                                  2010


                         KATA PENGANTAR
       Puji dan syukur penulis curahkan kepada Allah SWT, karena atas izin-Nya penulis dapat

menyusun makalah ini yang menurut penulis bisa dimanfaatkan untuk hal pembelajaran dan ilmu

pengetahuan khusunya dalam ilmu kimia. Makalah ini penulis susun berdasarkan data dari

berbagai sumber yang penulis dapatkan dan penulis mencoba menyusun data-data itu hingga

menjadi sebuah karya tulis ilmiah sederhana yang berbentuk makalah.

       Selama proses pembuatan makalah ini, banyak hal yang penulis dapatkan, termasuk ilmu

pengetahuan baru , tepatnya mengenal lebih dalam tentang salah satu dari berbagai macam

materi yaitu tentang Larutan Elektrolit.

       Larutan elektrolit ini adalah larutan yang dapat menghantarkan arus listrik. Larutan

elektrolit menghasilkan ion-ion yang dapat menghantarkan arus listriknya. Kejadian seperti ini

banyak dijumpai di dalam kehidupan sehari-hari.

       Penulis sangat berterima kasih kepada semua pihak yang telah membantu penulis dalam

menyusun makalah ini, ucapan itu penulis sampaikan kepada :

1. Bapak Dosen yang telah membimbing penulis dalam menyusun makalah yang benar.

2. Teman satu kelompok penulis yang membantu penulis mengumpulkan data.

       Semoga dengan tersusunnya makalah ini bisa menjadikan penulis menjadi orang yang

lebih baik dari sebelumnya dengan apa yang telah penulis dapatkan dan penulis pelajari dalam

makalah ini, penulis juga berharap semoga makalah ini bisa bermanfaat-bagi orang lain. Penulis

menyadari bahwa dalam pembuatan makalah ini sangat banyak kekurangannya, mungkin ini

pengetahuan penulis yang sangat terbatas, oleh karena itu segala kritik dan saran sangat penulis

harapkan agar penulis dapat memperbaiki kesalahan-kesalahan tersebut. Terima kasih.



                                                   Tasikmalaya, 28 Desember 2010
                                                                  Penulis



                                      DAFTAR ISI


                                                                                             Halaman
KATA PENGANTAR …………………………………………... i
DAFTAR ISI ……………………………………………………...                                                     iii
BAB 1   PENDAHULUAN
        1.1. Latar Belakang ………………………………….. 1
        1.2. Maksud dan Tujuan ……………………………... 2
BAB 2   PEMBAHASAN
        2.1. Tinjauan Pustaka .....................................................          3
        2.2. Sejarah Larutan Elektrolit dan Non Elektrolit ........                    3
        2.3. Pengertian Larutan ..................................................           4
        2.4. Pembagian Larutan ................................................. 5
              2.4.1. Larutan Elektrolit .......................................... 5
              2.4.2. Larutan Non Elektrolit .................................. 7
        2.5. Sifat Larutan Elektrolit dan Non Elektrolit .............                 7
              2.5.1. Elektrolit Kuat ...............................................         7
              2.5.2. Elektrolit Lemah ............................................           8
              2.5.3. Larutan Non Elektrolit ...................................              9
        2.6. Pengujian Larutan Elektrolit .................................... 9
BAB 3   PENUTUP
        3.1. Simpulan …………………………………………. 11
        3.2. Saran ………………………………………………                                                            11
DAFTAR PUSTAKA
                                                  BAB 1
                                          PENDAHULUAN

1.1.   Latar belakang
             Dalam kimia, larutan adalah campuran homogen yang terdiri dari dua atau lebih zat. Zat

       yang jumlahnya lebih sedikit di dalam larutan disebut (zat) terlarut atau solut, sedangkan zat

       yang jumlahnya lebih banyak daripada zat-zat lain dalam larutan disebut pelarut atau solven.

       Komposisi zat terlarut dan pelarut dalam larutan dinyatakan dalam konsentrasi larutan,

       sedangkan proses pencampuran zat terlarut dan pelarut membentuk larutan disebut pelarutan

       atau solvasi.

              Contoh larutan yang umum dijumpai adalah padatan yang dilarutkan dalam cairan,

       seperti garam atau gula dilarutkan dalam air. Gas juga dapat pula dilarutkan dalam cairan,

       misalnya karbon dioksida atau oksigen dalam air. Selain itu, cairan dapat pula larut dalam cairan

       lain, sementara gas larut dalam gas lain. Terdapat pula larutan padat, misalnya aloi (campuran

       logam) dan mineral tertentu.

              Elektrolit adalah suatu zat yang larut atau terurai ke dalam bentuk ion-ion dan selanjutnya

       larutan menjadi konduktor elektrik, ion-ion merupakan atom-atom bermuatan elektrik. Elektrolit

       bisa berupa air, asam, basa atau berupa senyawa kimia lainnya. Elektrolit umumnya berbentuk

       asam, basa atau garam. Beberapa gas tertentu dapat berfungsi sebagai elektrolit pada kondisi

       tertentu misalnya pada suhu tinggi atau tekanan rendah. Elektrolit kuat identik dengan asam,

       basa, dan garam kuat. Elektrolit merupakan senyawa yang berikatan ion dan kovalen polar.

       Sebagian besar senyawa yang berikatan ion merupakan elektrolit sebagai contoh ikatan ion NaCl
       yang merupakan salah satu jenis garam yakni garam dapur. NaCl dapat menjadi elektrolit dalm

       bentuk larutan dan lelehan. atau bentuk liquid dan aqueous. sedangkan dalam bentuk solid atau

       padatan senyawa ion tidak dapat berfungsi sebagai elektrolit.

1.2.   Maksud dan Tujuan

              Makalah ini dimaksudkan agar mahasiswa dapat mengetahui tentang jenis larutan dan

       tidak hanya mengenal istilah larutan itu hanyalah air atau suatu zat cair. Larutan yang dapat

       menghantarkan arus listrik sangat perlu diketahui oleh mahasiswa dan bisa diterapkan dalam

       kehidupan sehari-hari seperti yang akan dijelaskan dalam makalah ini.




                                                        BAB 2

                                              PEMBAHASAN



2.1.   Tinjauan Pustaka

              Berdasarkan kemampuannya menghantarkan listrik, larutan dapat dibedakan sebagai

       larutan elektrolit dan larutan non-elektrolit. Larutan elektrolit mengandung zat elektrolit

       sehingga   dapat   menghantarkan      listrik,   sementara   larutan   non-elektrolit   tidak   dapat

       menghantarkan listrik, dalam makalah ini akan dibahas mengenai larutan elektrolit.



2.2.   Sejarah Larutan Elektrolit

              Pada tahun 1884, Svante Arrhenius, ahli kimia terkenal dari Swedia mengemukakan teori

       elektrolit yang sampai saat ini teori tersebut tetap bertahan padahal ia hampir saja tidak diberikan

       gelar doktornya di Universitas Upsala, Swedia, karena mengungkapkan teori ini. Menurut
      Arrhenius, larutan elektrolit dalam air terdisosiasi ke dalam partikel-partikel bermuatan listrik

      positif dan negatif yang disebut ion (ion positif dan ion negatif) Jumlah muatan ion positif akan

      sama dengan jumlah muatan ion negatif, sehingga muatan ion-ion dalam larutan netral. Ion-ion

      inilah yang bertugas mengahantarkan arus listrik. Larutan yang dapat menghantarkan arus listrik

      disebut larutan elektrolit.

              Larutan ini memberikan gejala berupa menyalanya lampu atau timbulnya gelembung gas

      dalam larutan. Larutan elektrolit mengandung partikel-partikel yang bermuatan (kation dan

      anion). Berdasarkan percobaan yang dilakukan oleh Michael Faraday, diketahui bahwa jika

      arus listrik dialirkan ke dalam larutan elektrolit akan terjadi proses elektrolisis yang

      menghasilkan gas. Gelembung gas ini terbentuk karena ion positif mengalami reaksi reduksi dan

      ion negatif mengalami oksidasi. Contoh, pada laruutan HCl terjadi reaksi elektrolisis yang

      menghasilkan gas hidrogen sebagai berikut.

      HCl(aq)→ H+(aq) + Cl-(aq)

      Reaksi reduksi : 2H+(aq) + 2e- → H2(g)

      Reaksi oksidasi : 2Cl-(aq) → Cl2(g) + 2e-



2.3       Pengertian Larutan

              Larutan merupakan campuran yang homogeny (serba sama) antara dua zat atau lebih.

      Larutan tersusun dari zat pelarut dan zat terlarut. Antara zat terlarut dan pelarut delam suatu

      larutan tidak dapat dibedakan lagi. Zat terlarut dalam larutan jumlahnya lebih sedikit daripada

      pelarutnya. Ketika larutan terbentuk, zat terlarut terurai dan bercampur sempurna dengan

      pelarutnya.
              Berdasarkan sifat daya hantar listriknya, larutan dibedakan menjadi dua, yaitu larutan

      elektrolit dan nonelektrolit. Larutan elektrolit adalah larutan yang dapat menghantarkan arus

      listrik, sedangkan larutan nonelektrolit adalah larutan yang tidak dapat menghantarkan arus

      listrik. Larutan elektrolit terdiri dari larutan elekrolit kuat dan larutan elektrolit lemah.

              Jika larutan dalam alat penguji elektrolit mengakibatkan terbentuknya gelembung dan

      lampu menyala terang, maka larutan itu adalah elektrolit kuat. Sementara itu, jika menimbulkan

      gelembung – gelembung dan lampu menyala redup bahkan tidak menyala, maka larutan itu

      adalah elektrolit lemah.



2.4       Pembagian Larutan

      Larutan dibagi menjadi dua : Larutan Elektrolit dan Larutan Non Elektrolit




                                    2.4.1    Larutan Elektrolit

                                            Larutan elektrolit adalah larutan yang dapat memberikan

                                            lampu terang dan timbul gelembung gas. Larutan elektroloit
ini terbagi lagi menjadi 2 yang di bagi menurut jenis kekuatan menghasilkan aliran listriknya,

yaitu larutan elektrolit kuat dan lemah. Pada larutan elektrolit kuat, seluruh molekulnya terurai

menjadi ion-ion (terionisasi sempurna). Karena banyak ion yang dapat menghantarkan arus

listrik, maka daya hantarnya kuat. pada persamaan reaksi, ionisasi elektrolit kuat ditandai dengan

anak panah satu arah ke kanan.



Contoh :

NaCl(s) → Na+ (aq) + Cl- (aq)


                         Contoh larutan elektrolit kuat :

                        Asam, contohnya asam sulfat (H2SO4), asam nitrat (HNO3), asam

                        klorida (HCl)

                        Basa, contohnya natrium hidroksida (NaOH), kalium hidroksida (KOH),

                        barium hidroksida (Ba(OH)2)

Larutan elektrolit lemah adalah larutan yang dapat memberikan nyala redup ataupun tidak

menyala, tetapi masih terdapat gelembung gas pada elektrodanya. Hal ini disebabkan tidak

semua terurai menjadi ion-ion (ionisasi tidak sempurna) sehingga dalam larutan hanya ada

sedikit ion-ion yang dapat menghantarkan arus listrik. Dalam persamaan reaksi, ionisasi

elektrolit    lemah       ditandai      dengan       panah      dua       arah      (bolak-balik).

Contoh                                                                                           :

CH3COOH(aq) ↔ CH3COO- (aq) + H+ (aq)

Contoh senyawa yang termasuk elektrolit lemah :
CH3COOH, HCOOH, HF, H2CO3, dan NH4OH
   2.5      Sifat Larutan Elektrolit

2.5.1    Elektrolit Kuat
        Terionisasi sempurna

        Menghantarkan listrik

        Lampu menyala terang

        Terdapat gelembung – gelembung gas

                                                       Contoh: NaCl, HCl,NaOH, dan H2SO4




         Lampu menyala terang




         Contoh senyawa NaCl terionisasi sempurna



2.5.2    Elektrolit Lemah

        Terionisasi sebagian
        Menghantarkan arus listrik
        Lampu menyala redup
   Terdapat gelembung gas
      Contoh: CH3COOH, NH3,dan H2S




      Lampu menyala redup




                             2.6       Pengujian Larutan Elektrolit
                                           Setelah mendapat pengetahuan mengenai definisi dan

                                   sifat – sifat larutan elektrolit dan non elektrolit, kini akan dibahas

                                   mengenai cara menguji daya hantar larutan dengan alat penguji

                                   elektrolit.

                                   Keterangan gambar :

      1.   Baterai
      2.   Kabel
      3.   Lampu
      4.   Elektroda
      5.   Elektroda
    6. Larutan
    7. Gelas kimia

Dengan menggunakan rangkaian alat penguji elektrolit di atas, kita dapat menunjukkan daya

hantar listrik melalui larutan dan juga dapat menentukan suatu senyawa tergolong larutan

elektrolit atau non elektrolitdengan menggunakan indikator sifat – sifat larutan elektrolit dan non

elektrolit.




                                             BAB 3

                                  SIMPULAN DAN SARAN
3.1.     Simpulan

                 Berdasarkan dari pembahasan yang telah dijelaskan sebelumnya, penulis dapat

         memberikan simpulan sebagai berikut :

    1. Larutan elektrolit adalah larutan yang dapat menghantarkan arus listrik, sedangkan larutan non

         elektrolit tidak dapat menghantarkan arus listrik.

    2. Semua senyawa yang mengandung ion-ion dalam larutannya bersifat elektrolit.

    3. Zat-zat yang berbentuk molekul di dalamnya bersifat non elektrolit

    4. Larutan elektrolit berdasarkan daya hantarnya dibagi menjadi 2, yaitu larutan elektrolit kuat dan

         larutan elektrolit lemah.



3.2.     Saran

                 Harapan penulis dari simpulan tersebut yaitu, penulis dapat merumuskan beberapa saran,

         diantaranya :

    1. Hendaknya kita mengetahui tidak hanya jenis larutan yang hanya berbentuk air, diharapkan lebih

         spesifik beserta penggunaannya.

    2. Dalam setiap larutan atau cairan yang kita konsumsi pasti mengandung larutan elektrolit ataupun

         tidak, dan lebih baik mengkonsumsi larutan yang mengandung ion (Elektrolit).

    3.   Hendaknya tidak puas dengan ilmu pengetahuan yang telah di dapat dari makalah ini tentang

         suatu larutan untuk diterapkan dalam kehidupan.



                                               DAFTAR PUSTAKA


         http://www.chem-is-try.org/materi_kimia/kimia-smk/kelas_x/koloid/
         http://id.wikipedia.org/wiki/Sistem_koloid
         http://sistemkoloid.tripod.com/sifat.htm
         http://www.scribd.com/doc/34446217/Koloid
VI. Analisa :
Keelektrolitan suatu larutan dapat diketahui dengan alat uji elektrolit. Beikut hasil analisa dari
percobaan yang sudah dilakukan.

Larutan-larutan tersebut ada yang bisa menyalakan lampu ada pula yang tidak, ada yang
menghasilkan gelembung ada pula yang tidak. Larutan yang menimbulkan gelembung adalah
larutan elektrolit, sedangkan yang tidak adalah larutan non-elektrolit.

Larutan yang dapat menghantarkan listrik dengan baik (ditunjukkan dengan lampu yang menyala
terang) karena dapat terionisasi dengan baik (ditunjukkan dengan adanya gelembung-
gelembung) merupakan larutan elektrolit kuat.

Larutan yang dapat menghantarkan listrik dengan buruk (ditunjukkan dengan lampu yang
menyala redup atau tidak menyala sama sekali) karena tidak dapat terionisasi dengan baik
(ditunjukkan dengan masih adanya gelembung-gelembung) merupakan larutan elektrolit lemah.

Larutan yang tidak dapat menghantarkan listrik sama sekali (ditunjukkan dengan lampu yang
sama sekali tidak menyala) karena tidak dapat terionisasi sama sekali (ditunjukkan dengan tidak
adanya gelembung-gelembung) merupakan larutan non-elektrolit.

VII. Kesimpulan :
Dari percobaan ini, dapat disimpulkan bahwa:

      yang termasuk larutan elektrolit kuat adalah H2SO4, HCl, NaOH, NaCl, MgSO4, dan
       Mg(OH)2, dengan ciri lampu yang menyala terang dan memiliki gelembung.
      yang termasuk larutan elektrolit lemah adalah NH4OH dan CH3COOH, dengan ciri
       lampu yang tidak menyala tetapi memiliki gelembung.
      yang termasuk larutan non-elektrolit adalah gula pasir, alkohol dan aquadest, dengan ciri
       lampu yang tidak menyala dan tak adanya gelembung
Tambahan : Semakin banyak jumlah ion yang terdapat dalam larutan, nyala lampu pun semakin
terang dan menimbulkan gelembung-gelembung gas. Larutan CH3COOH jika diuji
menggunakan alat uji elektrolit hanya dapat menyalakan lampu dengan redup. Hal ini karena
larutan CH3COOH tidak mengalami ionisasi sempurna dan hanya sedikit menghasilkan ion
CH3COO- dan H+. Akibatnya jumlah ion yang terdapat dalam larutan tidak banyak dan
menyebabkan nyala lampu menjadi redup.


DA

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:2436
posted:10/16/2012
language:Unknown
pages:19