Docstoc

Perkembangan Hubungan Sosial

Document Sample
Perkembangan Hubungan Sosial Powered By Docstoc
					                                   MAKALAH
                     PERKEMBANGAN HUBUNGAN SOSIAL




                            HUBUNGAN SOSIAL


A. Hubungan sosial adalah cara-cara individu bereaksi dengan orang-orang
    disekitarnya dan pengaruh hubungan terhadap dirinya. Hubungan sosial
    bermula dari lingkungan rumah,sekolah teman sebaya,dan masyarakat.Hal ini
    disebabkan karena lingkungan rumah lebih sering dijamah dari pada
    lingkungan lainnya.Selain itu juga lingkungan lainnya juga mendukung
    karena ini menjadi lingkungan selanjutnya yang sering ditempati setelah
    lingkungan – lingkungan ini.
B. Konformisme sosial semakin bertambah saat anak mencapai usia antara 7-10
    tahun,hal ini disebabkan karena pada usia usia ini seorang anak sudah ingin
    lebih mengenal bagaimana interaksi-interaksi yang terjadi pada orang lain
    terjadi pada dirinya.Dan konformisme mencapai puncak pada saat anak
    mencapai usia 9-15 tahun.Semakin tinggi usia         seseorang maka tingkat
    konformismenya juga akan semakin tinggi,tetapi setelah itu akan mengalami
    penurunan yang disebabkan oleh semakin berkurangnya tingkat kemampuan
    seseorang.
C. Interaksi adalah hal yang saling mempengaruhi antara 2 orang atau lebih saat
    mereka bersama yang menghasilkan satu sama lain,sehingga dapat
    disimpulkan interaksi sosial adalah suatu hubungan antar sesama manusia
    yang saling mempengaruhi satu sama lain baik itu dalam hubungan antar
    individu, antar kelompok maupun antar individu dan kelompok. Menurut
    Maryati dan Suryawati (2003) interaksi sosial dibagi menjadi tiga macam,
    yaitu (p. 23):
    1. Interaksi antara individu dan individu
       Dalam hubungan ini bisa terjadi interaksi positif ataupun negatif. Interaksi
       positif, jika jika hubungan yang terjadi saling menguntungkan. Interaksi
   negatif, jika hubungan timbal balik merugikan satu pihak atau keduanya
   (bermusuhan).
2. Interaksi antara individu dan kelompok.
   Interaksi ini pun dapat berlangsung secara positif maupun negatif. Bentuk
   interaksi sosial individu dan kelompok bermacam - macam sesuai situasi
   dan kondisinya.
3. Interaksi       sosial    antara      kelompok        dan        kelompok
   Interaksi sosial kelompok dan kelompok terjadi sebagai satu kesatuan
   bukan kehendak pribadi. Misalnya, kerja sama antara dua perusahaan
   untuk membicarakan suatu proyek.
   Dalam interaksi sosial juga dikategorikan dalam 2 bentuk yaitu
   a) Interaksi sosial yang bersifat asosiatif, yakni yang mengarah kepada
       bentuk - bentuk asosiasi (hubungan atau gabungan) seperti:
       1) Kerja sama
          Adalah suatu usaha bersama antara orang perorangan atau
          kelompok untuk mencapai tujuan bersama.
       2) Akomodasi
          Adalah suatu proses penyesuaian sosial dalam interaksi antara
          pribadi dan kelompok-kelompok manusia untuk meredakan
          pertentangan.
       3) Asimilasi
          Adalah proses sosial yang timbul bila ada kelompok masyarakat
          dengan latar belakang kebudayaan yang berbeda, saling bergaul
          secara intensif dalam jangka waktu lama, sehingga lambat laun
          kebudayaan asli mereka akan berubah sifat dan wujudnya
          membentuk kebudayaan baru sebagai kebudayaan campuran.
       4) Akulturasi
          Adalah proses sosial yang timbul, apabila suatu kelompok
          masyarakat manusia dengan suatu kebudayaan tertentu dihadapkan
          dengan unsur-unsur dari suatu kebudayaan asing sedemikian rupa
          sehingga lambat laun unsur-unsur kebudayaan asing itu diterima
      dan diolah ke dalam kebudayaan sendiri, tanpa menyebabkan
      hilangnya kepribadian dari kebudayaan itu sendiri.
b) Interaksi sosial yang bersifat disosiatif, yakni yang mengarah
   kepada       bentuk-bentuk    pertentangan     atau     konflik,   seperti:
   1) Persaingan
      Adalah suatu perjuangan yang dilakukan perorangan atau
      kelompok sosial tertentu, agar memperoleh kemenangan atau hasil
      secara kompetitif, tanpa menimbulkan ancaman atau benturan fisik
      di pihak lawannya.
   2) Kontravensi
      Adalah bentuk proses sosial yang berada di antara persaingan dan
      pertentangan atau konflik. Wujud kontravensi antara lain sikap
      tidak senang, baik secara tersembunyi maupun secara terang -
      terangan yang ditujukan terhadap perorangan atau kelompok atau
      terhadap unsur - unsur kebudayaan golongan tertentu. Sikap
      tersebut dapat berubah menjadi kebencian akan tetapi tidak sampai
      menjadi pertentangan atau konflik.
   3) Konflik
      Adalah proses sosial antar perorangan atau kelompok masyarakat
      tertentu, akibat adanya perbedaan paham dan kepentingan yang
      sangat mendasar, sehingga menimbulkan adanya semacam gap atau
      jurang pemisah yang mengganjal interaksi sosial di antara mereka
      yang bertikai tersebut.


    Ciri-Ciri Interaksi Sosial
    Ada empat ciri - ciri interaksi sosial, antara lain:
      a. Jumlah pelakunya lebih dari satu orang
      b. Terjadinya komunikasi di antara pelaku melalui kontak sosial\
      c. Mempunyai maksud atau tujuan yang jelas
      d. Dilaksanakan melalui suatu pola sistem sosial tertentu
                Syarat - Syarat Terjadinya Interaksi Sosial
                Interaksi sosial dapat berlangsung jika memenuhi dua syarat di
                bawah ini, yaitu :
                1. Kontak sosial
                    Adalah hubungan antara satu pihak dengan pihak lain yang
                    merupakan awal terjadinya interaksi sosial, dan masing - masing
                    pihak saling bereaksi antara satu dengan yang lain meski tidak
                    harus bersentuhan secara fisik.
                2. Komunikasi
                    Artinya berhubungan atau bergaul dengan orang lain.


D. Dilihat dari sudut komunikasi maka interaksi dapat dibedakan menjadi 3 yaitu
    interaksi verbal,interaksi fisik dan interaksi emosional.
          Intraksi Verbal merupakan interaksi yang terjadi antara orang ke orang
           atau yang terjadi antara 2 orang atau lebih.Misalnya antara guru dan
           murid.
          Interaksi fisik terjadi dimana 2 orang atau lebih melakukan kontak dengan
           menggunakan       bahasa     tubuh.Misalnya   ekspresi   wajah,gerak   gerik
           tubuh,kontak mata dll.
          Interaksi Emosional terjadi dimana individu melakukan kontak satu sama
           lain dengan melakukan curahan perasaan.Misalnya mengeluarkan air mata
           sebagai tanda sedih,haru,atau bahkan terlalu bahagia.


E. Berdasarkan banyaknya individu dalam proses interaksi serta pola interaksi
    yang terjadi.dan atas dasar itu pula maka dapat disimpulkan lagi ada 2 jenis
    interaksi yaitu :
           Interaksi dyadic terjadi ketika hanya ada 2 orang yang terlibat
            didalamnya atau lebih dari 2 orang tetapi arah interaksinya hanya terjadi
            2 arah,Misal : terjadi interaksi antara percakapan 2 orang di dalam
            telepon.
           Interaksi tryadic terjadi ketika individu yang terlibat hanya terdapat 2
            orang      dan   pola     interaksi   menyebar   kesemua   individu   yang
        terlibat.Misalnya: Interaksi antara ayah,ibu,dan anak.Interaksinya terjadi
        pada mereka semua.


F. Pola interaksi Remaja dan Orang tua


   Pola interaksi antara remaja dan orang tua memiliki kikhasan tersendiri,
interaksi ini dapat digambarkan sebagai drama tiga tindakan (three-act-drama)
      Drama tindakan pertama(the first act drama),interaksi remaja degan orang
       tua berlangsung sebagaimana yang terjadi pada antara masa kanak-
       kanakdengan orang tua.Mereka memiliki ketergantungan pada orang tua
       dan sangat dipengaruhi oleh orang tua.Namun pada masa remaja sudah
       mulai menyadari akan keberadaannya.
      Drama tindakan kedua (the second act drama),disebut dengan istilah
       “perjuangan emansipasi”.Pada masa ini remaja juga memiliki perjuangan
       yang kuat untuk membebaskan diri dari ketergantungan pada orang tua
       sebagai pada masa kanak-kanak untuk mencapai status dewasa.Dengan
       demikian remaja berusaha meninggalkan kemanjaan dirinya dan semakin
       bertanggung jawab pada dirinya.Akibatnya sering terjadi pergolakan dan
       konflik ketika terjadi interaksi dengan prang tuanya.
      Drama ketiga (the third act drama), remaja berusaha menempatkan dirinya
       berteman dengan orang dewasa dan berinteraksi secara lancar dengan
       mereka. Namun remaja sering kali memperoleh hambatan yang di
       sebabkan pengaruh dari orang tua yang masih belum bisa melepaskan
       remaja secara penuh. Akibatnya remaja sering menentang gagasan dan
       sikap orang tuanya.


G. Karakteristik Perkembangan Sosial Remaja
Ada sejumlah karakteristik menonjol dari perkembangan sosial remaja yaitu,
      Berkembangnya kesadaran akan kesunyian dan dorongan akan pergaulan
       Kesadaran akan kesunyian menyebabkan remaja berusaha mencari
       kompensasi dengan mencari hubungan dengan orang lain atau berusaha
       mencari pergaulan. Penghayatan kesadaran akan kesunyian yang
    mendalam dari remaja merupakan dorongan pergaulan untuk menemukan
    pernyataan diri akan kemampuan kemandiriannya.
   Adanya upaya memilih nilai-nilai sosial
    Ada dua kemungkinan yang ditempuh oleh remaja ketika berhadapan
    dengan nilai-nilai sosial, yaitu menyesuaikan diri dengan nilai-nilai
    tersebut atau tetap pada pendirian dengan segala akibatnya. Ini berarti
    bahwa reaksi terhadap keadaan tertentu akan berlangsung menurut norma-
    norma tertentu pula.
   Meningkatnya karakteristik lawan jenis
    Remaja sangat sadar akan dirinya tenteng bagaimana pandangan lawan
    jenis mengenai dirinya. Meskipun kesadaran akan lawan jenis ini
    berhubungan dengan perkembangan jasmani, tetepi yang sesungguhnya
    yang berkembang secara dominan bukanlah kesadaran jasmani yang
    berlainan, melainkan tumbuhnya ketertarikan terhadap jenis kelamin yang
    lain.
   Mulai cenderung memilih karier tertentu
    Karakteristik yang menonjol dalam perkembangan hubungan sosial remaja
    antara lain, sebagai berikut
    a.   Berkebangnya kesadaran akan kesunyian dan dorongna pergaulan. Ini
         sering kali menyebabkan remaja memiliki solidaritas yang amat tinggi
         dan kuat dengan kelompok sebayanya.
    b.   Adanya upaya memilih nilai-nilai sosial. Ini menyebabkan remaja
         senantiasa mencari nilai-nilai yang dapat menjadikan pegangan.
    c.   Meningkatnya ketertarikan pada lawan jenis. Ini menyebabkan remaja
         pada umumnya berusaha keras memiliki teman dekat dari lawan
         jenisnya atau pacaran.
    d.   Mulai tampak kecenderungannya untuk memilih karier tertentu,
         meskipun sebenarnya perkembangan karier remaja masih berada pada
         taraf pencarian karier.
H. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Perkembangan Hubungan Sosial
   Perkembangan sosial terjadi di tiga lingkungan utama, yaitu lingkungan
   keluarga, lingkungan sekolah, dan lingkungan masyarakat. Berikut ini
   didiskusikan pengaruh lingkungan keluarga, sekolah , masyarakat terhadap
   perkembangan sosial:
   a. Lingkungan keluarga
     Ada sejumlah faktor dari dalam keluarga yang sangat dibutuhkan oleh
     anak dalam proses perkembangan sosialnya, yaitu kebutuhan akan rasa
     aman, dihargai, disayangi, diterima, dan kebebasan akan menyatakan diri.
     Rasa aman meliputi perasaan aman secara material dan mental.
     Sebagai orang dewasa normal, senantiasa membutuhkan penghargaan atau
     dihargai oleh orang lain. Menyatakan kasih sayang kepada anak sampai
     menyadari bahwa dirinya disayang orang tuanya adalah sesuatu yang
     sangat penting.
     Dengan kata lain, kehidupan keluarga itu mempunyai tiga unsur:
     1.   Karakteristik khas internal keluarga yang berbeda dari keluarga
          lainnya
     2.   Karakteristik khas itu dapat mempengaruhi perilaku individu dalam
          keluarga itu (termasuk remaja)
     3.   Unsur kepemimpinan dan keteladanan kepala keluarga, sikap, dan
          harapan individu dalam keluarga tersebut.
   b. Lingkungan sekolah
     Kehadiran di sekolah merupakan perluasan lingkungan sosialnya dalam
     proses sosialisasinya dan sekaligus merupakan faktor lingkungan baru
     yang sangat menantang atau bahkan mencemaskan dirinya.
     Ada empat tahap proses penyesuaian diri yang harus dilalui oleh anak
     selama membangun hubungan sosialnya, yaitu sebagai berikut:
     1.   anak dituntut agar tidak merugikan orang lain serta menghargai dan
          menghormati hak orang lain
     2.   anak dididik untuk menaati peraturan-perutaran dan menyesuaikan
          diri dengan norma-norma kelompok
  3.   anak dituntun untuk lebih dewasa di dalam melakukan interaksi sosial
       berdasarkan asas saling memberikan dan menerima
  4.   anak dituntut untuk memahami orang lain.
c. Lingkungan masyarakat
  Salah satu masalah yang sering dialami oleh remaja dalam proses
  sosialisasainya adalah bahwa tidak jarang masyarakat bersikap tidak
  konsisten terhadap remaja.Untuk masalah-masalah yang dianggap penting
  dan menentukan,remaja remaja masih dianggap anak kecil atau [aling
  tidak dioangggap belum mampu sehingga sering nenimbulkan kekecewaan
  pada remaja.Keadaan seperti ini sering menghambat perkembangan
  hubungan dosial remaja.
  Sebagaimana dalam lingkungan keluarga dan sekolah maka iklim
  kehidupan dalam masyarkat yang kondusif juga sangat diharapkan.
  Toengoel P. Siagian menegaskan bahwa “Masa remaja adalah masa untuk
  menentikan identitas dan menentukan arah,tetapi masa yang sulit ini
  menjadi tambah sulit oleh adanya kontradiksi pada masyarakat .Justru
  dalam periode remaja diperlukan norma pegangan yang jelas dan
  sederhana”.

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Stats:
views:155
posted:10/16/2012
language:Indonesian
pages:8