5.TRANSAKSI DAN PENCATATAN DALAM JURNAL UMUM by noveln

VIEWS: 302 PAGES: 7

									Transaksi Dan Pencatatan Dalam Jurnal Umum


                                             BAB IV
               TRANSAKSI DAN PENCATATAN DALAM JURNAL UMUM
A. PENGERTIAN
   Traksaksi adalah situasi atau kejadian yang melibatkan unsur lingkungan dan mempengaruhi
posisi keuangan. Setiap transaksi harus dibuatkan keterangan tertulis seperti faktur atau nota
penjualan atau kwitansi dan disebut dengan Bukti Transaksi. Dalam akuntansi suatu transaksi
diukur dengan satuan mata uang. Oleh sebab itu transaksi-transaksi yang bernilai uang saja yang
dicatat dalam akuntansi. Jadi yang dimaksud transaksi dalam akuntansi dalam arti yang spesifik
yaitu transaksi yang mempengaruhi posisi keuangan. Karena hal tersebut yang disebut dokumen
transaksi dalam akuntansi adalah dokumen transaksi yang mempengaruhi posisi keuangan. Ini
adalah satu perbedaan sistem informasi akuntansi dengan sistem informasi manajemen, dimana
transaksi dalam sistem informasi manajemen adalah semua kejadian yang melibatkan unsur
lingkungan baik yang berpengaruh maupun tidak berpengaruh terhadap posisi keuangan.


   Pada perusahaan besar yang transaksinya dalam jumlah besar terutama pada transaksi
pembelian, perlu dilakukan pengawasan, pemeriksaan baik terahadap kwantitas maupun
kwalitas. Untuk setiap pembelian dibuatkan surat permintaan pembelian (Purchase Request)
selanjutnya Order pembelian (Purchase Order). Sampai disini belum ada transaksi yang
mempengaruhi posisi keuangan dengan demikian dua dokumen tersebut tersebut adalah
dokumen akuntansi yang tidak termasuk dalam bukti transaksi. Dokumen tersebut berfungsi
hanya sebagai dokumen referensi.


   Dalam proses penerimaan barang/jasa dibuatkan “Surat Bukti Penerimaan” atau apapun
nama nya sesuai dengan barang atau jasa yang diterima bisa juga “Berita Acara Penerimaan”
yang memuat informasi tentang kwantitas dan kwalitas serta menunjukan identifikasi dokumen
pengantar supplier dan identifikasi dokument pembelian. Surat bukti penerimaan menunjukan
pengaruhnya terhadap posisi keuangan, yaitu penambahan terhadap aset atau biaya. Surat bukti
penerimaan ini adalah dokumen akuntansi yang tergolong bukti transaksi.
Hal yang spesifik dalam membuat bukti transaksi adalah bahwa setiap membuat bukti transaksi
dengan sistem komputer, pada saat itu data tersimpan dalam sistem komputer. Data yang
tersimpan tersebut selanjutnya diolah oleh sistem komputer menjadi informasi yang berguna.
Akuntansi Dasar 1                                                                      Page 39
Transaksi Dan Pencatatan Dalam Jurnal Umum


Tidak demikian halnya dengan sistem akuntansi manual dimana data dicatat secara berulangkali
dari bukti transaksi sehingga menimbulkan kesan bahwa akuntansi itu sulit dan membuat jenuh.


B. MACAM-MACAM BUKTI TRANSAKSI
a. Kwitansi
Kwitansi adalah bukti transaksi penerimaan uang untuk pembayaran sesuatu. Dengan demikian,
kuitansi dibuat dan ditanda tangani oleh pihak yang menerima uang dan diserahkan kepada pihak
yang melakukan pembayaran. Bagi suatu perusahaan, kuitansi yang diterima dari pihak lain
merupakan bukti pembayaran kepada pihak yang bersangkutan, sedangkan kuitansi yang
diserahkan kepada pihak lain merupakan bukti penerimaan uang dari pihak yang bersangkutan.
b. Cek
Pada dasarnya cek merupakan surat perintah kepada bank dari orang yang menandatangani,
untuk membayarkan sejumlah uang yang tertulis dalam cek kepada pembawa atau orang
namanya disebut dalam cek.
c. Bilyet Giro
Bilyet Giro adalah surat perintah dari nasabah suatu bank kepada bank yang bersangkutan, untuk
memindah bukukan sejumlah uang dari rekeningnya ke rekening penerima yang namanya
disebut dalam bilyet giro, pada bank yang sama atau bank yang lain. Dengan demikian penerima
bilyet giro tidak bisa menukarkan dengan uang tunai kepada bank yang bersangkutan tetapi
menyetorkan bilyet giro kepada bank sebagai tambahan simpanan pada rekeningnya.
d. Faktur
Faktur adalah bukti transaksi pembelian atau penjualan dengan pembayaran secara kredit. Faktur
dibuat oleh pihak penjual dan diserahkan kepada pembeli bersama-sama dengan barang yang
dijual. Bagi pihak pembeli, faktur yang diterima merupakan faktur pembelian sementara bagi
pihak penjual disebut faktur penjualan.
e. Nota Kontan
Nota kontan dipergunakan sebagai bukti transaksi pembelian atau penjualan dengan pembayaran
secara tunai. Seperti halnya faktur, lembar pertama (asli) diserahkan kepada pembeli sementara
copynya disimpan dipihak penjual sebagai bukti transaksi penjualan tunai.




Akuntansi Dasar 1                                                                     Page 40
Transaksi Dan Pencatatan Dalam Jurnal Umum


f. Nota kredit atau Debit
Nota kredit (Credit Memorandum) adalah bukti transaksi penerimaan kembali barang yang telah
dijual, atau bukti persetujuan dari pihak penjual atas permohonan pembeli untuk pengurangan
harga barang, karena rusak atau tidak sesuai dengan pesanan. Dalam hal demikian nota kredit
dibuat oleh pihak penjual. Apabila barang yang diterima pembeli ternyata sebagian rusak atau
tidak sesuai dengan pesanan, dapat juga pihak pembeli menyampaikan sebuah nota kepada
penjual yang berisi informasi pengiriman kembali barang yang rusak atau permintaan
pengurangan harga. Nota ini disebut “Nota debit”. Dengan demikian nota debit dibuat oleh pihak
pembeli.
g. Bukti Memo
Bukti memo merupakan bukti transaksi internal, misalnya memo dari pejabat tertentu atau
pimpinan perusahaan kepada bagian akuntansi untuk melakuakan pencatatan. Misalnya bukti
memo untuk mencatat beban gaji yang masih harus dibayar, bukti memo untuk penarikan cek,
bukti memo untuk mencatat penyusutan harta tetap dan sebagainya.


3.2 General Journal (Jurnal Umum)
Bentuk standar jurnal dua kolom sering disebut jurnal umum.


Bukti jurnal
Adalah bukti khusus yang digunakan sebagai bukti pencatatan akuntansi yang dibuat oleh
perusahaan, untuk semua transaksi yang terjadi. Tanggal yang dicantumkan dalam bukti
jurnal harus sama dengan tanggal yang tercantum dalam kuitansi, tanggal dalam kuitansi
itu sendiri menunjukkan saat terjadinya transaksi. Jika saat pembuatan bukti jurnal berbeda
dengan terjadinya transaksi, bukti jurnal tetap diberi tanggal menurut tanggal kuitansi.
Bukti jurnal harus diberi nomor urut, sehingga memudahkan dalam penyimpanan dan
pencariannya di kemudian hari.


Proses pencatatan transaksi ke dalam jurnal disebut penjurnalan, prosedur yang diterapkan
untuk jurnal umum adalah sebagai berikut :
   a) Setiap halaman jurnal diberi nomor urut untuk referensi.


Akuntansi Dasar 1                                                                     Page 41
Transaksi Dan Pencatatan Dalam Jurnal Umum


   b) Tahun dicantumkan sekali saja pada baris paling atas dari kolom “Tanggal” di
       setiap halaman jurnal, kecuali bila dalam halaman tersebut tahunnya berubah.
   c) Bulan dicantumkan sekali saja pada garis pertama sesudah tahun dalam kolom
       tanggal disetiap halaman kecuali dalam halaman tersebut bulannya berubah.
   d) Tanggal dicantumkan sekali saja pada kolom tanggal untuk setiap hari, tanpa memandang
       jumlah transaksi yang ada pada hari itu. Tanggal yang dicatat adalah tanggal
       terjadinya transaksi, bukan tanggal dicatatnya transaksi dalam jurnal.
   e) Nama perkiraan yang didebet dicantumkan pada tepi paling kiri dalam kolom keterangan,
       nilai uangnya dicatat dalam kolom debet.
   f) Nama perkiraan yang dikredit dicantumkan dibawah agak ke kanan dari perkiraan
       yang didebet, nilai uangnya dicatat dikolom kredit Penjelasan singkat dapat dicatat
       dibawah agak ke kanan dari setiap ayat jurnal.
   g) Kolom     referensi    digunakan0020 untuk mencatat      nomor    kode    perkiraan yang
       bersangkutan dibuku besar, kolom ini diisi pada waktu pemindahbukuan/posting ke
       buku besar.
   h) Nomor bukti transaksi yang dijadikan dasar pencatatan dalam jurnal dicatat dalam
       kolom nomor bukti.


Contoh pengisian jurnal umum :
Untuk memperjelas ikuti uraian berikut : Selama bulan Oktober 2008 dari perusahaan
“Binatu Baru” diperoleh keterangan seperti di bawah ini:
1 Okt 2008 Fadil memulai usaha binatu dengan modal berupa uang tunai sebesar Rp 20.000.000
3 Okt 2008 Membeli peralatan binatu secara kredit dari Toko Bintang Elect Rp 3.000.000
5 Okt 2008 Membeli peralatan secara tunai sebesar Rp 1.500.000
8 Okt 2008 Membayar sebagian utang pada Toko Bintang Elect Rp 1.200.000
21 Okt 2008 Menerima hasil cucian Rp 580.000,00 tunai dan Rp 400.000,00 merupakan
             tagihan kepada Ali
31 Okt 2008 Biaya-biaya untuk bulan Oktober antara lain
- Beban upah Rp 80.000
- Beban sewa Rp 100.000
- Beban listrik Rp 80.000,
Akuntansi Dasar 1                                                                      Page 42
Transaksi Dan Pencatatan Dalam Jurnal Umum


31 Okt 2008 Menerima pembayaran dari Ali Rp 400.000


Dari data di atas, dibuatlah ayat-ayat jurnal seperti berikut :




Saldo normal tiap-tiap rekening/perkiraan adalah sebagai berikut:

                     Perkiraan      Saldo Normal      Menambah    Mengurangi
                     Aktiva         Debet             Debet       Kredit
                     Hutang         Kredit            Kredit      Debet
                     Modal          Kredit            Kredit      Debet
                     Pendapatan     Kredit            Kredit      Debet
                     Beban          Debet             Debet       Kredit


Akuntansi Dasar 1                                                              Page 43
Transaksi Dan Pencatatan Dalam Jurnal Umum


Contoh 1 :
Catatlah transaksi di bawah ini dalam jurnal umum:
-     1 Maret Ramli memulai perusahaannya dengan menginvestasikan sebagai modal pertama Rp.
      7.500.000
-     5 Maret Dibayar sewa atas ruangan usaha sebesar Rp. 750.000
-     8 Maret Dibeli tunai dari Toko Sinar Perlengkapan kantor seharga Rp. 150.000 dan peralatan
      kantor seharga Rp. 650.000
-     10 Maret Dibeli dengan kredit tambahan peralatan kantor dari Toko Mulia Jakarta seharga
      Rp. 900.000
-     14 Maret Ramli mengambil uang tunai dari perusahaan untuk keperluan pribadinya sebesar
      Rp. 350.000
-     17 Maret dibayar gaji karyawan sebesar Rp. 275.000
-     19 Maret telah diselasaikan pekerjaan atas langganan dengan biaya penyelesaian sebesar Rp.
      750.000 jumlah tersebut dafakturkan untul ditagih.
-     21 Maret Dibayar beban serba-serbi usaha sebesar Rp. 150.000
-     23 Maret Diterima pendapatan usaha sebesar Rp. 300.000
-     25 Maret Dibayar angsuaran hutang sebesar Rp. 300.000 kepada Toko Mulia Jakarta
-     28 Maret Diterima angsuran pembayaran langganan atas pekerjaan yang telah selesai tanggal
      19 maret yang lalu sebesar Rp. 400.000
-     30 Maret Dibayar beban serba-serbi usaha sebesar Rp. 125.000


Jawaban :
Tanggal                 Keterangan / Perkiraan             reff        Debit              Kredit
1/3         Kas                                                      7.500.000
               Modal Ramli                                                              7.500.000
5/3         Beban Sewa                                                750.000
               Kas                                                                       750.000
8/3         Perlengkapan kantor                                       150.000
            peralatan kantor                                          650.000
               Kas                                                                       800.000


Akuntansi Dasar 1                                                                       Page 44
Transaksi Dan Pencatatan Dalam Jurnal Umum


10/3      peralatan kantor                    900.000
             Hutang                                        900.000
14/3      Prive Ramli                         350.000
             Kas                                           350.000
17/3      Beban Gaji                          275.000
             Kas                                           275.000
19/3      Piutang                             750.000
             Pendapatan usaha                              750.000
21/3      Beban serba-serbi                   150.000
            Kas                                            150.000
23/3      Kas                                 300.000
             Pendapatan usaha                              300.000
25/3      Hutang                              300.000
             Kas                                           300.000
28/3      Kas                                 400.000
             Piutang                                       400.000
30/3      Beban serba-serbi                   125.000      125.000
             Kas
                                             12.600.000   12.600.000




Akuntansi Dasar 1                                         Page 45

								
To top