Docstoc

komputer - DOC - DOC

Document Sample
komputer - DOC - DOC Powered By Docstoc
					1. Pendahuluan Statistik diartikan sebagai kegiatan untuk: Mengumpulkan data, meringkas atau menyajikan data, menganalisis data dengan metode tertentu, Menginterpretasikan hasil analisis tersebut. Di dalam bidang ilmu manajemen, Ilmu statistik berguna ntuk membantu dalam pengambilan keputusan atas masalah tertentu. Ilmu Statistik dapat dibagi dua yaitu: 1) Statistik Deskriptif adalah menjelaskan agaimana cara data dikumpulkan dan

diringkas terhadap hal-hal penting pada data. 2) 2) Statistik Inferensi adalah: setelah data dikumpulkan dan diinterpretasikan data dalam mengambil

menjadi statistik deskriptif maka statistik mengambil peran

keputusan (dengan kata lain statistik inferensi berperan dalam mengambil keputusan).

Dari sudut pandang statistik, analisis data bisa dibagi menjadi:

a. Data Kualitatif Data Kualitatif adalah sebuah data yang dinyatakan dalam bentuk bukan ngka. Sebagai contoh: jenis pekerjaan seseorang (bias petani, nelayan, pegawai, dan sebagainya), status pernikahan (belum menikah, menikah, duda, janda), gender (pria, wanita), kepuasan seseorang (tidak puas, cukup puas, sangat puas) dan sebagainya. Data jenis ini harus dikuantifikasi agar bisa diolah dengan statistik.

b. Data Kuantitatif Data Kuantitatif adalah data yang dinyatakan dalam bentuk angka. Sebagai contoh, usia seseorang, tinggi seseorang, penjualan dalam sebulan, jumlah bakteri dalam sebuah percobaan biologi tertentu dan sebagainya. Oleh karena data kualitatif harus dikuantifikasikan, atau diubah menjadi data kuantitatif. Pengubahan bisa dengan cara memberi skor tertentu (seperti Pria diberi skor 1, sementara Wanita diberi skor 2), memberi ranking (Tidak Puas 1, Puas 2 dan seterusnya) atau pendapat ( Tidak 1, Ya 2) dan sebagainya.

2. SPSS dan Komputer Statistik SPSS adalah software khusus statistik yang beredar sekarang, SPSS adalah yang paling populer dan paling banyak digunakan pemakai di seluruh dunia. SPSS banyak dipakai dalam berbagai riset pasar, pengendalian dan perbaikan mutu (qualitiy improvement) serta risetriset sains. Kepopuleran SPSS ini dijadikan sebagai alat untuk pengolahan data. SPSS adalah singkatan dari Statistical Package for the Social Sciences, sekarang diperluas untuk melayani berbagai jenis user, seperti untuk proses produksi dipabrik, riset ilmu-ilmu sains dan lainnya. Sekarang kepanjangan SPSS adalah

Statistical Product and Service Solutions. Hingga saat sekarang produk SPSS telah dipakai dalam berbagai bidang seperti ilmu keuangan, retail, telekomunikasi, farmasi, broadcasting, militer, database marketing, riset pemasaran, peramalan bisnis, penilaian kredit, customer relationship, penilaian kepuasan konsumen (customer satisfaction) dan sebagainya.

3. Membaca Analisis Data dengan SPSS Pada awalnya, sebelum diberi nama Statistical Service Product Solutions, aplikasi ini bernama Statistical Package for the Social Sciences yang dibuat pada tahun 1968 oleh Norman Nie, seorang mahasiswa lulusan fakultas ilmu politik dari Stanford University. SPSS sangat berguna bagi ilmu social di era tersebut, dan digunakan untuk analisis pasar, penelitian kesehatan, survey kesehatan, dan masih banyak lagi. Program SPSS bekerja dengan membandingkan suatu data kedalam suatu paket hasil analisis. Sehingga dalam pengolahan lebih mudah dalam penggunaan serta analisisnya dalam aplikasi permasalahan riset dan bisnis. SPSS dilengkapi kemampuan untuk akses data, persiapan dan manajemen data, analisis data, serta dalam laporan hasil olahan. Sedangkan perangkat lunak sekarang sangat banyak untuk penyelesaian pengolahan data statistic. Program aplikasi untuk pengolahan data yang beredara saat ini sudah banyak macamnya antara lain SHAZAM, Systant, Ecosim, Ecostat, Minitab, SAS, Statgraph, SPSS, Statistica, dan sebagianya. Dari berbagai perangkat pilihan lunak yang akan digunakan dalam pengolahan data SPSS merupakan yang paling popular. Mengapa SPSS, karena memiliki beberapa kelebihan yaitu terdapat banyak fasilitas yang dapat menangani berbagai persoalan statistika, memiliki tampilan user friendly, dan merupakan

terobosan baru berkaitan dengan perkembangan teknologi infromasi, khususnya EBusiness. Dalam hal ini SPSS telah dilengkapi dengan fasilitas OLAP (Online Analytical processing) yang akan memudahkan dalam pemecahan pengolahan data. Selain itu, kelebihan SPSS adalah dapat digunakan untuk mengakses data dari berbagai perangkat lunak yang lain selanjutnya diolah dan kemudian dianalisis Pada tahun 1968, Norman H.Nie, C.Hadlai (Tex) Hull dan Dale H.Bent, tiga orang pemuda dari latar belakang professional berbeda, mengembangkan sistem perangkat lunak yang berdasarkan gagasan statistika menggunakan untuk mengubah data mentah menjadi informasi essensial untuk membuat keputusan. Sistem perangkat lunak statistic revolusioner ini disebut SPSS, yang menjadi calon Statistical Package untuk Ilmu Pengetahuan Sosial. Ketiga pemuda tersebut membangun SPSS dari keperluan untuk dengan cepat menganalisa volume data ilmu pengetahuan social yang dikumpulkan lewat berbagai metode penelitian. Dilakukan kerja pertama SPSS di Stanford University dengan maksud untuk membuatnya tersedia hanya untuk dikonsumsi local dan tak ada distribusi internasional. Nie, seorang ilmuwan social dan Stanford doctoral calon, mengambil target sasaran dan menetapkan kebutuhan; Bent calon doctor Stanford university pada penelitian pelaksanaan, mempunyai keahlian analisa dan mendesain struktur berkas sistem SPSS, dan Hull, yang baru tamat dari Stanfor dengan gelar MBAnya , memprogram SPSS.

SPSS mempunyai beberapa kelebihan dalam menganalisa data statistic yaitu: 1. SPSS mampu mengakses data dari berbagai macam format data yang tersedia seperti dBase, Lotus, Access, text file, spreadsheet, bahkan dapat mengakses database melalui ODBC (Open Data Base Connectivity) sehingga data yang sudah ada, dalam berbagai format, bisa langsung dibaca SPSS untuk dianalisis. 2. SPSS memberi tampilan data yang lebih informative, yaitu menampilkan data sesuai nilainya (menampilkan label data dalam kata-kata) meskipun sebetulnya kita sedang bekerja menggunakan angka-angka (kode data). 3. SPSS memberikan informasi lebih akurat dengan memperlakukan missing data secara tepat, yaitu dengan member kode alasan mengapa terjadi missing data. Misalnya

karena pernyataan tidak relevan dengan kondisi responden, pertanyaan tidak dijawab, atau karena memang pertanyaannya yang harus dilompati. 4. SPSS melakukan analisis yang sama untuk kelompok-kelompok pengamatan yang berbeda secar sekaligus hanya dalam beberapa mouse klik saja. Misalnya mengetahui nilai minimum, maksimum dan rata-rata penjualan per kuartal wilayah penjualan secara bersamaan pada masing-masing kelompok produk, mengetahui hal-hal yang signifikan berpengaruh terhadap volume penjualan (apakah kelompok umur konsumen, tingkat pendidikan, jenis kelamin, besar pengeluran per bulan,dll) pada masing-masing wilayah penjualan. 5. SPSS mampu merangkum data dalam format tabel multidimensi, yaitu beberapa field ditabulasikan secara bersamaan. Contohnya tabel persentase jumlah responden dari beberapa kelompok umur terhadap beberapa kategori produk perawatan rambut, tabel persentase jumlah responden dari beberapa tingkat pendidikan terhadap beberapa partai politik pilihan menurut beberapa wilayah pemilihan umum.

a. Uji-t (T-test) Uji-t (t-test) merupakan statistik uji yang sering kali ditemui dalam masalahmasalah praktis statistika. Uji-t termasuk dalam golongan statistika parametrik. Statistik uji ini digunakan dalam pengujian hipotesis. Uji-t digunakan ketika informasi mengenai nilai variance (ragam) populasi tidak diketahui. Uji-t dapat dibagi menjadi 2, yaitu uji-t yang digunakan untuk pengujian hipotesis 1-sampel dan uji-t yang digunakan untuk pengujian hipotesis 2-sampel. Bila dihubungkan dengan kebebasan (independency) sampel yang digunakan (khusus bagi uji-t dengan 2sampel), maka uji-t dibagi lagi menjadi 2, yaitu uji-t untuk sampel bebas (independent) dan uji-t untuk sampel berpasangan (paired).

b. T-test 1 sampel 1-sample t-test atau biasa diterjemahkan sebagai uji-t 1 sampel, merupakan statistik uji yang digunakan untuk menguji hipotesis mengenai rata-rata suatu populasi. Statistik uji ini termasuk ke dalam metode statistika parametrik, oleh karena itu, statistik uji ini mengasumsikan bahwa data memiliki distribusi normal. Selain itu, statistik uji ini tidak

mensyaratkan pengetahuan mengenai ragam (variance) populasi, sehingga statistik uji ini lebih banyak dipakai daripada uji-z. Seperti yang kita ketahui bahwa uji-z mensyaratkan pengetahuan akan ragam (variance) dari populasi yang sedang diamati (dan dianalisis).

Contoh Kasus Seorang pelatih olah raga, ingin mengetahui apakah dugaannya bahwa rata-rata tinggi atlit yang dilatihnya adalah 175 cm. Kemudian seorang peneliti ingin mengetahui apakah data yang dikatakan pelatih itu benar atau tidak. Untuk itu peneliti mengumpulkan data sampel ( n = 25 ) atlit. Data tersaji sebagai berikut: 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 DEVI SEPTIANA ENDANG JELLY RAHAYU AMELIA DEWI KARTIKA ALYA ISWAHYUDI ARIF RAHMAN HAKIM HARIMAN PANCA HANIFA RAJAF LABIBAH HERU VICKY PIPIK AYUK RIFKY RIDWAN MUSLIM 170 165 162 167 150 180 168 170 164 164 171 176 182 179 180 173 168 159 181 176 177 163 154 171 172

Setelah dianalisa benarkah dugaan pelatih tersebut bahwa atlitnya memiliki rata-rata tinggi badan 175 cm.

Analisis

Jadi, dari hasil nalisis ini dapat disimpulkan bahwa dugaan pelatih bahwa atlit yang dia latih tidak memiliki tinggi badan rata-rata 175. dari hasil yang didapat adalah rata-rata tinggi badan atlit 168,68 dengan p-value <0,05. dengan demikian Tolak Ho.

c. T-test 2 sampel Uji-t 2 sampel terbagi dua bagian analisis yaitu: 1. Paired samples t-test (uji-t berpasangan) Uji-t berpasangan (paired t-test) adalah salah satu metode pengujian hipotesis dimana data yang digunakan tidak bebas (berpasangan). Ciri-ciri yang paling sering ditemui pada kasus yang berpasangan adalah satu individu (objek penelitian) dikenai 2 buah perlakuan yang berbeda. Walaupun menggunakan individu yang sama, peneliti tetap memperoleh 2 macam data sampel, yaitu data dari perlakuan pertama dan data dari perlakuan kedua. Perlakuan pertama mungkin saja berupa kontrol, yaitu tidak memberikan perlakuan sama sekali terhadap objek penelitian. Misal pada penelitian mengenai efektivitas suatu obat tertentu, perlakuan pertama, peneliti menerapkan kontrol, sedangkan pada perlakuan kedua, barulah objek penelitian dikenai suatu tindakan tertentu, misal pemberian obat. Dengan demikian, performance obat dapat diketahui

dengan cara membandingkan kondisi objek penelitian sebelum dan sesudah diberikan obat. Contoh kasus: Suatu obat baru yang dapat membantu masalah gangguan tidur (soporific drug) telah ditemukan. Untuk mengetahui efektivitas obat tersebut, penelitian yang melibatkan 10 pasien kemudian diadakan. Lamanya waktu tidur (dalam jam) pasien sebelum dan sesudah diberikan obat disajikan pada tabel di bawah ini:

Analisis:

2. Independent samples t-test (uji-t tidak berpasangan/bebas) Uji-t 2 sampel independen (bebas) adalah metode yang digunakan untuk menguji kesamaan rata-rata dari 2 populasi yang bersifat independen, dimana peneliti tidak memiliki informasi mengenai ragam populasi. Independen maksudnya adalah bahwa populasi yang satu tidak dipengaruhi atau tidak berhubungan dengan populasi yang lain. Barangkali, kondisi dimana peneliti idak memiliki informasi mengenai ragam populasi adalah kondisi yang paling sering dijumpai di kehidupan nyata. Uji-t sampel independen memiliki dua asumsi yang berbeda dimana asumsi ini memiliki cara kerja dan rumus yang berbeda pula yaitu: Independent samples t-test dengan asumsi ragam kedua populasi tidak homogen Independent samples t-test dengan asumsi ragam kedua populasi homogen

Contoh kasus: Sebuah perusahaan penghasil bahan bakar mobil hendak memilih satu dari 2 ramuan kimia yang akan dijadikan campuran di dalam produknya. Ramuan tersebut adalah RDX dan DLL. Untuk memutuskannya, departement riset perusahaan tersebut mengadakan penelitian untuk menguji efisiensi penggunaan bahan bakar setelah diberi kedua campuran tersebut. Dalam penelitian ini, digunakan 20 buah mobil yang memiliki karakteristik yang homogen. Dari 20 mobil, sepuluh diantaranya diberi bahan bakar dengan campuran RDX dan sepuluh mobil sisanya diberi bahan bakar dengan campuran DLL. Keduapuluh mobil kemudian dijalankan oleh 20 orang pengemudi dengan kemampuan mengemudi yang homogen pada suatu lintasan tertentu. Dengan memberikan 1 liter bahan bakar untuk setiap mobil, jarak tempuh 10 mobil yang diberi bahan bakar bercampur RDX dan 10 mobil dengan bahan bakar bercampur DLL

kemudian dicatat. Data jarak tempuh (dalam kilometer) disajikan pada tabel berikut:

RDX 5.21 5.31 5.32 5.12 5.16 5.4 5.29 5.2 5.14 5.23

DLL 5.6 5.21 5.43 5.34 5.41 5.26 5.24 5.42 5.31 5.15

Hasil Analisis

Output di atas menunjukkan bahwa tidak terdapat cukup bukti yang menyatakan bahwa rata-rata jarak tempuh mobil yang menggunakan bahan bakar bercampur RDX dan DLL berbeda. Dengan kata lain, rata-rata jarak tempuh mobil berbahan bakar RDX dan DLL tidak berbeda nyata pada taraf nyata 5%. Perbedaan nilai rata-rata jarak tempuh mobil yang berbahan bakar RDX (5.238) dan DLL (5.332) hanyalah bersifat kebetulan semata. Sehingga, perusahaan dapat memilih salah satu dari ramuan RDX ataupun DLL karena keduanya memiliki performance yang sama.

4. Penutup Metode statistika dapat dibedakan menjadi dua bagian utama, yaitu: a. Statistika parametric: analisis yang didasarkan atas asumsi bahwa data memiliki sebaran tertentu (diskrit atau kontinu, normal atau tidak normal) dengan parameter yang belum diketahui. Fungsi metode statistika adalah untuk meramal parameter, melakukan uji parameter, atau semata-semata melakukan eskplorasi berdasarkan informasi yagn ada pada data. b. Statistika nonparametric: analisis yang tidak didasarkan atas asumsi distribusi pada data.Umumnya teknik ini dipakai untuk data dengan ukuran kecil sehingga tidak cukup kuat untuk mengasumsikan distrbusi tertentu pada data.

DAFTAR PUSTAKA Deny Kurniawan. 2008. Uji T Berpasangan (Paired T-Test). didapat dari: http://ineddeni.wordpress.com/ Uji T Berpasangan.pdf: (tanggal akses 15 September 2009) http://Indiana.State.University.com/office.of.information.teknologi.pdf : (tanggal akses15 September 2009)


				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:2652
posted:10/17/2009
language:Indonesian
pages:11