Docstoc

PEL_TUGAS_GURU_PENGAWAS

Document Sample
PEL_TUGAS_GURU_PENGAWAS Powered By Docstoc
					  PELAKSANAAN
TUGAS GURU DAN
     PENGAWAS
        LATAR BELAKANG

   kedudukan guru sebagai tenaga profesional berfungsi
    untuk meningkatkan martabat dan peran guru sebagai
    agen pembelajaran berfungsi untuk meningkatkan mutu
    pendidikan nasional. UU No 14 Th 2005 tentang Guru dan
    Dosen
   guru memiliki beban kerja 24 s.d 40 jam tatap muka per
    minggu. PP No 74 Th 2008 tentang Guru
   belum semua guru mengajar paling sedikit 24 jam tatap
    muka / minggu .
   ekuivalensi beban kerja untuk memenuhi ketentuan bagi
    guru yang bertugas pada satuan pendidikan layanan
    khusus, berkeahlian khusus, dan atau dibutuhkan atas
    dasar pertimbangan kepentingan nasional di tetapkan
    oleh Mendiknas. PP 74 Pasal 53
         LATAR BELAKANG

   rasio minimal peserta didik : guru untuk mendapatkan
    tunjangan profesi (PP No 74 Th 2008 tentang Guru pasal
    17):
      untuk TK, RA, atau yang sederajat 15:1;
      untuk SD atau yang sederajat 20:1;
      untuk MI atau yang sederajat 15:1;
      untuk SMP atau yang sederajat 20:1;
      untuk MTs atau yang sederajat 15:1;
      untuk SMA atau yang sederajat 20:1;
      untuk MA atau yang sederajat 15:1;
      untuk SMK atau yang sederajat 15:1; dan
      untuk MAK atau yang sederajat 12:1.
         LATAR BELAKANG

   Data tahun 2009 menunjukkan bahwa rerata rasio guru
    terhadap peserta didik pada jenjang TK 1:11, SD 1:17,
    SMP 1:16, SMA 1:15, SMK 1:16, dan SLB 1:22. .
   Secara detail pada jenis guru tertentu di beberapa daerah
    terdapat kekurangan guru atau kelebihan guru.
   Sekolah dengan kelebihan guru menyebabkan guru tidak
    dapat memenuhi kewajiban mengajar 24 (dua puluh
    empat) jam tatap muka/minggu.
   Sekolah yang kekurangan guru menyebabkan beban
    kerja guru menjadi lebih tinggi dan proses pembelajaran
    menjadi tidak efektif.
       LANDASAN HUKUM
 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun
  2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional,
 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2005
  tentang Guru dan Dosen,
 Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 tahun
  2005 tentang Standar Nasional Pendidikan,
 Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 12 tahun
  2007 tentang Standar Pengawas Sekolah/Madrasah,
 Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 48 tahun
  2008 tentang Pendanaan Pendidikan,
 Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 74 tahun
  2008 tentang Guru,
 Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 39 Tahun
  2009 Tentang Pemenuhan Beban Kerja Guru dan
  Pengawas Satuan Pendidikan.
     TUJUAN

   menghitung beban kerja guru,
   menghitung beban kerja guru yang
    diangkat dalam jabatan pengawas,
   mengoptimalkan tugas guru di
    satuan pendidikan dan guru yang
    diangkat dalam jabatan pengawas.
     SASARAN

   Guru,
   Kepala sekolah/madrasah,
   Guru yang diangkat dalam jabatan
    pengawas,
   Penyelenggara pendidikan,
   Dinas pendidikan kabupaten/kota,
   Dinas pendidikan provinsi,
   Direktorat Jenderal PMPTK.
BEBAN KERJA
   GURU
Ruang Lingkup Kerja Guru
   mencakup kegiatan pokok yaitu
    merencanakan pembelajaran, melaksanakan
    pembelajaran, menilai hasil pembelajaran,
    membimbing dan melatih peserta didik, serta
    melaksanakan tugas tambahan yang
    melekat pada pelaksanaan tugas pokok.
    (Peraturan Pemerintah Nomor 74 tentang Guru Pasal 52 ayat (1))
   yang dimaksud dengan “tugas tambahan”,
    misalnya menjadi pembina pramuka, pembimbing
    kegiatan karya ilmiah remaja, dan guru piket.
     ( penjelasan Pasal 52 ayat (1) huruf (e), )
Jam Kerja

   paling sedikit 37,5 (tiga puluh tujuh koma
    lima) jam kerja (@ 60 menit) dalam 1 (satu)
    minggu
   paling sedikit 24 (dua puluh empat) jam tatap
    muka dan paling banyak 40 (empat puluh)
    jam tatap muka dalam 1 (satu) minggu pada
    satu atau lebih satuan pendidikan
Pengertian Tatap Muka

   istilah tatap muka berlaku untuk pelaksanaan
    beban kerja guru yang terkait dengan
    pelaksanaan pembelajaran.
   Dengan demikian yang dapat dihitung
    sebagai tatap muka guru adalah alokasi jam
    mata pelajaran dalam 1 (satu) minggu yang
    tercantum dalam struktur kurikulum sekolah/
    madrasah
    ( Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2008 tentang
    Guru, bagian penjelasan Pasal 52 ayat (2) )
        Uraian Tugas Guru
1. Guru Mata Pelajaran/Guru Kelas

                                      Tatap   Bukan
   No.         Jenis Kerja Guru       Muka    Tatap
                                              Muka
    1    Merencanakan Pembelajaran              V
    2    Melaksanakan Pembelajaran     V
    3    Menilai Hasil Pembelajaran    V*      V**
    4    Membimbing dan Melatih       V***    V****
         Peserta Didik
    5    Melaksanakan Tugas                    V
         Tambahan
       Uraian Tugas Guru

   Merencanakan Pembelajaran
     membuat  Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)
     pada awal tahun atau awal semester, sesuai dengan
     rencana kerja sekolah/madrasah.
        Uraian Tugas Guru

   Melaksanakan Pembelajaran (1)
       merupakan kegiatan tatap muka sebagaimana
        dimaksud dalam PP Nomor 74 Tahun 2008 tentang
        Guru.
       penyampaian materi pelajaran, membimbing dan
        melatih peserta didik terkait dengan materi
        pelajaran,
       Menilai hasil belajar yang terintegrasi dalam proses
        pelaksanaan pembelajaran tatap muka,
       dapat dilakukan secara langsung atau termediasi
        dengan menggunakan media antara lain video,
        modul mandiri, kegiatan observasi/eksplorasi,
        Uraian Tugas Guru

   Melaksanakan Pembelajaran (2)
       dapat dilaksanakan antara lain di ruang teori/kelas,
        laboratorium, studio, bengkel atau di luar ruangan,
       sesuai dengan durasi waktu yang tercantum dalam
        struktur kurikulum sekolah/madrasah
       guru diharapkan melakukan persiapan, antara lain
        pengecekan dan /atau penyiapan fisik kelas/ruangan,
        bahan pelajaran, modul, media, dan perangkat
        administrasi.
       Uraian Tugas Guru

   Menilai Hasil Pembelajaran (1)
     merupakan serangkaian kegiatan untuk
      memperoleh, menganalisis, dan menafsirkan
      data tentang proses dan hasil belajar peserta
      didik
     dilakukan secara sistematis dan
      berkesinambungan.
     digunakan untuk meningkatkan proses
      pembelajaran berikutnya serta pengambilan
      keputusan lainnya.
          Uraian Tugas Guru

   Menilai Hasil Pembelajaran (2)
        Pelaksanaan:
          • terintegrasi dengan tatap muka seperti ulangan
            harian dan
          • dalam waktu tertentu seperti ujian tengah semester
            dan akhir semester.
        Pelaksanaan penilaian dilakukan dengan :
          • Penilaian dengan tes.
          • Penilaian nontes berupa pengamatan dan
            pengukuran sikap.
          • Penilaian nontes berupa penilaian hasil karya.
          Uraian Tugas Guru
   Menilai Hasil Pembelajaran (3)
        Penilaian dengan tes.
          • dilakukan secara tertulis atau lisan, dalam bentuk
            ulangan harian, tengah semester, dan ujian akhir
            semester. Tes ini dilaksanakan sesuai dengan
            kalender pendidikan atau jadwal yang telah
            ditentukan,
          • Tes tertulis dan lisan dilakukan di dalam kelas,
          • Pengolahan hasil tes dilakukan di luar jadwal
            pelaksanaan tes.
           Uraian Tugas Guru
   Menilai Hasil Pembelajaran (4)
        Penilaian nontes berupa pengamatan dan pengukuran
         sikap.
           • Pengamatan dan pengukuran sikap sebagai bagian
             tidak terpisahkan dari proses pendidikan,
             dilaksanakan oleh guru dengan tujuan untuk
             melihat hasil pendidikan yang tidak dapat diukur
             dengan tes tertulis atau lisan,
           • Pengamatan dan pengukuran sikap dapat
             dilakukan di dalam kelas menyatu dengan proses
             tatap muka, dan atau di luar kelas,
           • Pengamatan dan pengukuran sikap yang
             dilaksanakan di luar kelas merupakan kegiatan di
             luar jadwal tatap muka.
          Uraian Tugas Guru

   Menilai Hasil Pembelajaran (5)
        Penilaian nontes berupa penilaian hasil karya.
          • Penilaian hasil karya peserta didik dalam bentuk
            tugas, proyek fisik atau produk jasa, portofolio,
            atau bentuk lain dilakukan di luar jadwal tatap
            muka,
          • Adakalanya dalam penilaian ini, guru harus
            menghadirkan peserta didik agar untuk
            menghindari kesalahan pemahaman dari guru, jika
            informasi dari peserta didik belum sempurna,
         Uraian Tugas Guru


   Membimbing dan Melatih Peserta Didik
        Bimbingan dan latihan pada proses tatap muka
        Bimbingan dan latihan pada kegiatan intrakurikuler
        Bimbingan dan latihan dalam kegiatan
         ekstrakurikuler.
         Uraian Tugas Guru

   Bimbingan dan latihan pada proses tatap muka
      Bimbingan dan latihan pada kegiatan pembelajaran
       adalah bimbingan dan latihan yang dilakukan agar
       peserta didik dapat mencapai kompetensi yang telah
       ditetapkan,
          Uraian Tugas Guru

   Bimbingan dan latihan pada kegiatan intrakurikuler
       Bimbingan dalam kegiatan intrakurikuler terdiri dari
        pembelajaran perbaikan (remedial teaching) dan
        pengayaan (enrichment) pada mata pelajaran yang
        diampu guru,
       Kegiatan pembelajaran perbaikan merupakan
        kegiatan bimbingan dan latihan kepada peserta didik
        yang belum menguasai kompetensi yang harus dicapai,
       Kegiatan pengayaan merupakan kegiatan bimbingan
        dan latihan kepada peserta didik yang telah menguasai
        kompetensi yang ditentukan lebih cepat dari alokasi
        waktu yang ditetapkan,
         Uraian Tugas Guru

   Bimbingan dan latihan dalam kegiatan ekstrakurikuler.
      Kegiatan ekstrakurikuler bersifat pilihan dan wajib
       diikuti peserta didik,
      Kegiatan ekstrakurikuler dilakukan sesuai jadwal yang
       telah ditentukan,
          Uraian Tugas Guru

   Jenis kegiatan ekstrakurikuler antara lain adalah:
       Pramuka,
       Olimpiade/Lomba Kompetensi Siswa,
       Olahraga,
       Kesenian
       Karya Ilmiah Remaja,
       Kerohanian,
       Paskibra,
       Pecinta Alam,
       Palang Merah Remaja (PMR),
       Jurnalistik,
       Unit Kesehatan Sekolah (UKS),
       Fotografi,
       Kegiatan lain yang menunjang pendidikan
         Uraian Tugas Guru

   Melaksanakan Tugas Tambahan (1)
     Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2008 tentang Guru Pasal 24
      ayat (7) menyatakan bahwa guru dapat diberi tugas tambahan
      sebagai
       • kepala satuan pendidikan,
       • wakil kepala satuan pendidikan,
       • ketua program keahlian satuan pendidikan,
       • pengawas satuan pendidikan,
       • kepala perpustakaan,
       • kepala laboratorium, bengkel, atau unit
         produksi.
          Uraian Tugas Guru

   Melaksanakan Tugas Tambahan (2)
      Pasal 52 ayat (1) huruf e, guru dapat diberi tugas tambahan

       yang melekat pada tugas pokok misalnya menjadi
        • pembina pramuka,
        • pembimbing kegiatan karya ilmiah
          remaja, dan
        • guru piket.
       Uraian Tugas Guru

2. Guru Bimbingan dan Konseling/Konselor

   Tugas guru bimbingan dan konseling/ konselor yaitu
    membantu peserta didik dalam:
       pengembangan kehidupan pribadi,
       pengembangan kehidupan sosial,.
       pengembangan kemampuan belajar,
       pengembangan karir,
        Uraian Tugas Guru

   Jenis layanan adalah sebagai berikut:
     Layanan orientasi,.
     Layanan informasi,.
     Layanan penempatan dan penyaluran,.
     Layanan penguasaan konten,.
     Layanan konseling perorangan,.
     Layanan bimbingan kelompok,.
     Layanan konseling kelompok,.
     Layanan konsultasi,
     Layanan mediasi,.
         Uraian Tugas Guru

   Kegiatan-kegiatan tersebut didukung oleh:
      Aplikasi instumentasi,.
      Himpunan data,.
      Konferensi kasus,.
      Kunjungan rumah,.
      Tampilan kepustakaan,.

      Alih tangan kasus,
       Beban Kerja Minimum
   Guru Kelas
      mengampu paling sedikit 1 (satu) rombel dalam 1
       (satu) minggu.
   Guru Mata Pelajaran
      24 s.d 40 jam tatap muka dalam 1 (satu) minggu
       pada satu atau lebih satuan pendidikan.
   Guru Bimbingan dan Konseling/Konselor
      mengampu 150 s.d 250 peserta didik per tahun
       pada satu atau lebih satuan pendidikan.
   Guru Pembimbing Khusus
      paling sedikit 6 jam tatap muka / minggu pada
       satuan pendidikan yang menyelenggarakan
       pendidikan inklusi atau pendidikan terpadu
        Beban Kerja Minimum
Guru Yang Diberi Tugas Tambahan sebagai:

   Kepala Sekolah/madrasah
       paling sedikit 6 jam/mg bagi yang berasal dari guru mp atau
       membimbing 40 (empat puluh) peserta didik bagi yang berasal dari
        guru BK,
   Wakil Kepala Sekolah/madrasah
       paling sedikit 12 jam /mg bagi yang berasal dari guru mp atau
       membimbing 80 (delapan puluh) peserta didik bagi yang berasal dari
        guru BK.
   Ketua Program Keahlian
       paling sedikit 12 (dua belas) jam / minggu.
   Kepala Perpustakaan
       paling sedikit 12 (dua belas) jam / minggu.
   Kepala Laboratorium, Bengkel, atau Unit Produksi, Pembimbing
    Praktek Kerja Industri
       paling sedikit 12 (dua belas) jam / minggu.
Tugas tambahan dapat diperhitungkan sebagai
   bagian beban kerja guru apabila tugas
 tambahan tersebut dilaksanakan di sekolah
  tempat guru tercatat sebagai guru tetap.
   kondisi yang harus dipenuhi oleh satuan
pendidikan untuk menetapkan jenis dan jumlah
   guru yang diberi tugas tambahan sesuai
        ketentuan lain yang mengatur
     Pemenuhan Kewajiban Jam
     Tatap Muka


1. Meningkatkan Jumlah Jam Tatap Muka di
   Sekolah/Madrasah
2. Mengajar pada sekolah/madrasah lain
3. Ekuivalensi kegiatan
       Pemenuhan Kewajiban Jam
       Tatap Muka
1. Meningkatkan Jumlah Jam Tatap Muka di
   Sekolah/Madrasah
     menata/merencanakan kembali jumlah peserta
      didik per rombongan belajar (Permendiknas Nomor
      41 tahun 2007 tentang Standar Proses):
       •   - SD/MI     : 28 peserta didik / kelas
       •   - SMP/MT    : 32 peserta didik / kelas
       •   - SMA/MA    : 32 peserta didik / kelas
       •   - SMK/MAK   : 32 peserta didik / kelas
      Angka tersebut digunakan sebagai jumlah peserta
       didik paling banyak per rombongan belajar.
    Pemenuhan Kewajiban Jam
    Tatap Muka
2. Mengajar pada sekolah/madrasah lain (1)
    dengan mengajar di sekolah/madrasah lain (N & S)
     sesuai dengan mata pelajaran yang diampu pada
     kabupaten/kota tempat sekolah/madrasah tersebut
     berada atau kabupaten/kota lain.
      • (1) guru bahasa Inggris di suatu SMK dapat mengajar
        bahasa Inggris di SMP/MTs, SMA/MA atau SMK/MAK
        lainnya,
      • (2) Guru Produktif SMK dapat mengajar
        keterampilan/ekstrakurikuler yang relevan dengan
        bidangnya di SMP/MTs atau SMA/MA.
         Pemenuhan Kewajiban Jam
         Tatap Muka
2. Mengajar pada sekolah/madrasah lain (2)
      dilaksanakan dengan ketentuan guru mengajar paling
       sedikit 6 (enam) jam tatap muka dalam 1 (satu)
       minggu pada sekolah/madrasah satminkalnya.
      Kepala sekolah/madrasah yang tidak mungkin untuk
       mengajar di satminkalnya, karena tidak ada mata
       pelajaran yang sesuai dengan sertifikat pendidiknya,
       dapat memenuhi kewajiban tatap muka di
       sekolah/madrasah lain sesuai dengan bidangnya.
      Guru yang memenuhi kekurangan jam tatap muka
       dengan mengajar di sekolah/madrasah pada
       kabupaten/kota lain, harus memiliki surat tugas yang
       diketahui oleh dinas pendidikan kabupaten/kota
       tempat sekolah/madrasah lain tersebut berada
      Pemenuhan Kewajiban Jam
      Tatap Muka
3. Ekuivalensi kegiatan (1)
     Ekuivalensi jam tatap muka hanya bagi guru:
       • satuan pendidikan layanan khusus,
       • berkeahlian khusus,
       • dibutuhkan atas dasar pertimbangan
         kepentingan nasional, dan
       • yang bertugas pada satuan pendidikan di suatu
         kabupaten/kota dengan kondisi kelebihan guru,
         Pemenuhan Kewajiban Jam
         Tatap Muka
 Ekuivalensi kegiatan (2)
       Usulan ekuivalensi tersebut harus dilengkapi dengan
        bukti tertulis yang dibuat oleh kepala
        sekolah/madrasah satminkal dan disahkan kepala
        dinas pendidikan kabupaten/kota tempat
        sekolah/madrasah berada. Untuk sekolah luar biasa
        pengesahannya dilakukan oleh kepala dinas
        pendidikan provinsi.
 Ekuivalensi bagi guru yang bertugas pada satuan
  pendidikan di kabupaten/kota dengan kondisi
  kelebihan guru hanya berlaku paling lama 2
  (dua) tahun sejak berlakunya Permendiknas
Nomor 39 Tahun 2009 tentang Pemenuhan Beban
Kerja Guru dan Pengawas Satuan Pendidikan, yaitu
             tanggal 30 Juli 2009.
       Tabel 2 Ekuivalensi Kegiatan Guru pada
               Pendidikan Layanan Khusus
No   Kegiatan              Uraian/Penjelasan Kegiatan         Ekuivalensi
1.   Mengajar mata         Mengajar mata pelajaran yang       Sesuai dengan alokasi
     pelajaran yang sama   sama atau mata pelajaran lain      jam pelajaran per
     atau mata pelajaran   dapat dilakukan di satminkal       minggu
     lain.                 guru yang bersangkutan atau di
                           sekolah/madrasah lain.
2.   Menjadi tutor Paket   Mengacu pada program yang          Sesuai dengan alokasi
     A, B,C; C Kejuruan,   dikelola oleh dinas pendidikan     jam pelajaran per
     atau program          setempat. Kegiatan harus           minggu
     pendidikan            terjadwal, surat keterangan dari
     keaksaraan            kepala dinas pendidikan
                           setempat untuk mata pelajaran
                           yang sama
3.   Menjadi guru bina     Surat keterangan dari kepala       Sesuai dengan alokasi
     pada sekolah          sekolah pelaksana sekolah          jam pelajaran per
     terbuka               terbuka                            minggu
4.   Menjadi guru          Surat keterangan dari kepala       2 jam pelajaran per
     pamong pada           sekolah pelaksana sekolah          minggu
     sekolah terbuka       terbuka
        Tabel 2

No   Kegiatan              Uraian/Penjelasan Kegiatan          Ekuivalensi
5.   Membina kegiatan      Bentuk kegiatan pelayanan           Paling banyak 2 jam
     pengembangan diri     disesuaikan dengan bakat, minat,    pelajaran per minggu
     dalam bentuk          kemampuan, sikap dan perilaku
     ekstrakurikuler       peserta didik dalam belajar serta
                           kehidupan pribadi, sosial dan
                           sebagainya.
                           Jenis kegiatan ditentukan oleh
                           sekolah/ madrasah
6.   Melaksanakan          Pembelajaran perbaikan harus        2 jam pelajaran per
     pembelajaran          dilaksanakan sesuai dengan          minggu
     perbaikan (remedial   ketentuan dalam pelaksanaan KTSP
     teaching)
7.   Mengelola Taman       TBM yang dimaksud dapat berupa      1 jam pelajaran per
     Bacaan Masyarakat     TBM milik pribadi, atau milik       minggu
     (TBM);                masyarakat. Kegiatan harus
                           terjadwal, surat keterangan dari
                           kepala desa/lurah setempat
         Tabel 2


No Kegiatan                 Uraian/Penjelasan Kegiatan         Ekuivalensi
8.     Menjadi Pengelola    Terjadwal, surat keterangan dari   1 jam pelajaran
       Kegiatan             kepala sekolah/madrasah atau       per minggu
       Keagamaan            desa/lurah setempat
9.     Mengelola Program    Mengacu pada program yang          1 jam pelajaran
       Nasional             dikelola oleh Menkokesra.          per minggu
       Pemberdayaan         Terjadwal, surat keterangan dari
       Masyarakat (PNPM)    desa/lurah setempat
       Mandiri;
10     Menjadi guru inti/   Guru harus menyusun dan            2 jam pelajaran
     . instruktor/ tutor/   melaksanakan program kerja yang    per minggu
       pemandu pada         mengacu pada program kegiatan
       KKG/ MGMP            KKG/MGMP
       Tabel 2


No Kegiatan               Uraian/Penjelasan Kegiatan            Ekuivalensi
11. Membina kegiatan      Kegiatan mandiri merupakan kegiatan   1 jam pelajaran per
    mandiri terstruktur   terstruktur yang dicantumkan dalam    minggu
    bagi peserta didik    kurikulum. Guru harus menyusun
                          rencana kerja dan membuat laporan
                          hasil kegiatan mandiri
12. Membina kegiatan      Misalnya kursus kecantikan, masak,    1 jam pelajaran per
    lain yang terkait     memotong rambut, menjahit, dsb.       minggu
    dengan pendidikan     Kegiatan harus terjadwal, surat
    masyarakat            keterangan dari kepala desa/lurah
                          setempat
13. Menjadi instruktur    Misalnya kursus kecantikan, masak,    2 jam pelajaran per
    kegiatan lain yang    memotong rambut, menjahit, dsb.       minggu
    terkait dengan        Kegiatan harus terjadwal, surat
    pendidikan            keterangan dari kepala desa/lurah
    masyarakat            setempat
      Tabel 3 Ekuivalensi Kegiatan Guru bagi Guru
              Berkeahlian Khusus
No   Kegiatan              Uraian/Penjelasan Kegiatan          Ekuivalensi
1.   Mengajar muatan       Mengampu sesuai dengan              2 (dua) jam
     lokal /               keahlian/sertifikat yang dimiliki   pelajaran per
     keterampilan/                                             rombel
     ekstrakurikuler di
     sekolah lain
2.   Menjadi instruktur    Kegiatan harus sesuai dengan        2 (dua) jam tatap
     keterampilan/         keahliannya dan terjadwal,          muka per minggu
     kursus pada           surat keterangan dari kepala        untuk setiap
     pendidikan non        sekolah yang disyahkan oleh         kelompok binaan
     formal                dinas pendidikan kab/kota.
3.   Ikut aktif dalam      Kegiatan sesuai dengan
     kegiatan konservasi   keahliannya, ada bukti dari
     seni                  instansi pemerintah yang            1 (satu) kegiatan
                           berwenang                           ekuivalen dengan 2
                                                               (dua) jam tatap
4.   Menjadi pengelola     Yang dikelola adalah sanggar        muka
     kegiatan seni di      seni/budaya yang memiliki ijin
     masyarakat            resmi
     Tabel 4. Ekuivalensi Kegiatan Guru Bagi
              Guru Mata Pelajaran di SILN

                          Uraian/Penjelasan
No   Kegiatan                                          Ekuivalensi
                             Kegiatan
1.   Mengajar mata        Mengampu mata pelajaran      Sesuai dengan
     pelajaran lain.      dengan pola multi-           alokasi jam
                          grade/multi-subject          pelajaran

2.   Membina kegiatan     Kegiatan harus terjadwal,    2 jam tatap
     ekstrakurikuler di   surat keterangan dari        muka per
     Sekolah              kepala sekolah               minggu

3.   Mengelola/terlibat   Kegiatan bisa pada tingkat   1 (satu)
     aktif dalam          sekolah atau tingkat         kegiatan
     kegiatan             perwakilan negara            ekuivalen
     pengembangan         Indonesia                    dengan 2 jam
     pendidikan dan                                    tatap muka
     seni
          Tabel 5. Ekuivalensi Kegiatan Bagi Guru yang
                   Bertugas pada Satuan Pendidikan di
                   Kabupaten/Kota dengan Kondisi Kelebihan
                   Guru,
No   Kegiatan                  Uraian/Penjelasan Kegiatan                    Ekuivalensi
1.   Mengajar mata pelajaran   Mengajar mata pelajaran yang sama atau
     yang sama atau mata       mata pelajaran lain dapat dilakukan di        Sesuai dengan
     pelajaran lain.           satminkal guru yang bersangkutan atau di      alokasi jam pelajaran
                               sekolah lain.
2.   Menjadi tutor Paket A,    Mengacu pada program yang dikelola oleh
     B,C; C Kejuruan, atau     dinas pendidikan setempat. Kegiatan harus
                                                                             Sesuai dengan
     program pendidikan        terjadwal, surat keterangan dari kepala dinas
                                                                             alokasi jam pelajaran
     keaksaraan                pendidikan setempat untuk mata pelajaran
                               yang sama
3.   Menjadi guru bina pada    Surat keterangan dari kepala sekolah          Sesuai dengan
     sekolah terbuka           pelaksanan sekolah terbuka                    alokasi jam pelajaran
4.   Menjadi guru inti/        Guru harus menyusun dan melaksanakan          Paling banyak 2 jam
     instruktur/ tutor/        program kerja yang mengacu pada program       pelajaran per minggu
     pemandu pada KKG/         kegiatan KKG/MGMP
     MGMP
           Tabel 5.


No   Kegiatan                   Uraian/Penjelasan Kegiatan                   Ekuivalensi
5.   Membina kegiatan           Kegiatan mandiri merupakan kegiatan          Paling banyak 2 jam
     mandiri terstruktur bagi   terstruktur yang dicantumkan dalam           pelajaran per minggu
     peserta didik              kurikulum. Guru harus menyusun rencana
                                kerja dan membuat laporan hasil kegiatan
                                mandiri
6.   Membina kegiatan           Jenis kegiatan ditentukan oleh sekolah dan   Paling banyak 2 jam
     ekstrakurikuler            harus terjadwal setiap minggu                pelajaran per minggu
7.   Melaksanakan               Pembelajaran bertim dapat dilakukan
                                                                             Sesuai dengan
     pembelajaran bertim        apabila kurikulum memang menuntut
                                                                             alokasi jam pelajaran
     (team-teaching)            pelaksanaan pembelajaran bertim setuiap
                                                                             bertim
                                minggu
8.   Melaksanakan               Pembelajaran perbaikan harus dilaksanakan    Sesuai dengan
     pembelajaran perbaikan     sesuai dengan ketentuan dalam                alokasi jam pelajaran
     (remedial teaching)        pelaksanaan KTSP dan dilakukan per           remedial
                                minggu
       Perhitungan Jumlah Tatap
       Muka Guru
1. Jumlah Tatap Muka Per Mata Pelajaran
     Jumlah tatap muka tiap mata pelajaran untuk satu
      sekolah/madrasah diperoleh dengan cara
      menjumlahkan alokasi jam mata pelajaran per
      minggu per tingkat dikalikan dengan jumlah rombel
      per tingkat.
     Perhitungan tatap muka dapat menggunakan teknik
      tabulasi atau uraian.
          Perhitungan Jumlah Tatap
          Muka Guru
   Teknik Uraian
       tatap muka guru Agama (2 jam pelajaran per minggu)
         • = (jml jam pel x rombel kelas 1) + (jml jam pel x rombel kelas 2)
           + (jml jam pel x rombel kelas 3)
         • = (2 x 5) + (2 x 5) + (2 x 5) = 30 jam per minggu
       tatap muka guru Bahasa Indonesia (4 jam pelajaran
        per minggu)
         • = (jml jam pel x rombel kelas 1) + (jml jam pel x rombel kelas 2)
           + (jml jam pel x rombel kelas 3)
         • = (4 x 5) + (4 x 5) + (4 x 5) = 60 jam per minggu
        Perhitungan Jumlah Tatap
        Muka Guru
   Teknik Tabulasi
      Teknik tabulasi menggunakan format struktur
       kurikulum yang selanjutnya dikembangkan
       menjadi format penghitungan tatap muka.
      Format struktur kurikulum ditambah dengan
       kolom rencana jumlah rombongan belajar per
       tingkat (RBP) per mata pelajaran dan kolom
       untuk menghitung jumlah tatap muka (Jml
       TM).
        Perhitungan Jumlah Tatap
        Muka Guru
   Contoh SMP dengan 5 rombel
      Perhitungan Jumlah Tatap
      Muka Guru
2. Pendistribusian Beban Kerja Tatap Muka
     Beban tatap muka didistribusikan kepada guru yang
      ada di sekolah/madrasah. (contoh untuk pelajaran
      agama di dengan jumlah tatap muka 30 (tiga puluh)
      jam per minggu):
      • hanya ada 1 (satu) guru, maka guru agama mengajar 30
        jam /mg
      • ada 2 (dua) guru (A dan B), A akan mengajar 24
        jam/mg dan guru B hanya 6 jam/mg. Guru B harus
        mengajar di sekolah/madrasah lain untuk memenuhi 24,
      • apabila guru A mendapat tugas tambahan sebagai
        kepala sekolah/madrasah, dia hanya mengajar 6 (enam)
        jam/mg, B bisa mendapat jatah mengajar 24 /mg
       Perhitungan Jumlah Tatap
       Muka Guru
3. SK Kepala Sekolah/Madrasah Tentang Tugas
   Mengajar Guru
    SK tugas mengajar guru yang diterbitkan oleh kepala
      sekolah/madrasah pada awal tahun ajaran dibuat
      sesuai dengan ketentuan yang berlaku di
      sekolah/madrasah dan kabupaten/kota tempat
      sekolah/madrasah berada.
    Dalam SK harus dicantumkan jenis dan jumlah jam
      tatap muka serta tugas tambahan guru apabila ada.
      Diagram 1 Alur Distribusi Beban Mengajar
PERENCANAAN
    GURU
                     TUGAS
                   TAMBAHAN
   JUMLAH
                     GURU
 KEBUTUHAN
    GURU



                     ANALISIS                              GURU
JUMLAH GURU
              PENDIDISTRIBUSIAN JAM                   TIDAK MEMENUHI
  YANG ADA
                   TATAP MUKA                        24 JAM TATAP MUKA




                     GURU
                                                MENGAJAR DI
              MEMENUHI 24 JAM TATAP
                                                SEKOLAH LAIN
                     MUKA


                                                                     EKUIVALENSI
                                                                      KEGIATAN

                                                 Diusulkan oleh dinas pendidikan
                                                 kabupaten/kota


                  SK KEPALA                                           PERSETUJUAN
                   SEKOLAH                                             MENDIKNAS
                                      melalui dinas pendidkan
                                               kabupaten/kota
BEBAN KERJA
 PENGAWAS
        Jenis Pengawas

   Permendiknas No. 12 tahun 2007 tentang Standar
    Pengawas Sekolah/Madrasah,
    1) Pengawas Taman Kanak-Kanak/Raudatul Athfal (TK/RA)
       dan Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah (SD/MI),
    2) Pengawas Sekolah Menengah Pertama/Madrasah
       Tsanawiyah (SMP/MTs) dan Pengawas Sekolah
       Menengah Atas/Madrasah Aliyah (SMA/MA) dalam
       Rumpun Mata Pelajaran yang Relevan (MIPA dan TIK,
       IPS, Bahasa, Olahraga Kesehatan, atau Seni Budaya),
    3) Pengawas Sekolah Menengah Kejuruan/Madrasah Aliyah
       Kejuruan (SMK/MAK) dalam Rumpun Mata Pelajaran
       yang Relevan (MIPA dan TIK, IPS, Bahasa, Olahraga
       Kesehatan, Seni Budaya, Teknik dan Industri, Pertanian
       dan Kehutanan, Bisnis dan Manajemen, Pariwisata,
       Kesejahteraan Masyarakat, atau Seni dan Kerajinan).
        Jenis Pengawas

   Peraturan Pemerintah No. 74 Tahun 2008 Tentang Guru
    Pasal 54 ayat (8) menyatakan bahwa pengawas terdiri
    dari:
       pengawas satuan pendidikan,
       pengawas mata pelajaran, atau
       pengawas kelompok mata pelajaran.
      Jam Kerja Pengawas

   Lingkup kerja pengawas untuk melaksanakan
    tugas yang ekuivalen dengan paling sedikit 24
    (dua puluh empat) jam tatap muka dalam 1
    (satu) minggu sesuai Peraturan Pemerintah No.
    74 tentang Guru Pasal 54 ayat (8) merupakan
    bagian dari jam kerja sebagai pegawai yang
    secara keseluruhan paling sedikit 37,5 (tiga
    puluh tujuh koma lima) jam kerja dalam 1 (satu)
    minggu
       Penugasan Pengawas Satuan Pendidikan
       Menurut Permendiknas Nomor 12
       Tahun 2007

1. Ruang Lingkup:


      melaksanakan supervisi manajerial
       dan
      supervisi akademik.
       Penugasan Pengawas Satuan Pendidikan
       Menurut Permendiknas Nomor 12
       Tahun 2007
2.Uraian Tugas
     Ekuivalensi terhadap 24 jam tatap muka
      menggunakan pendekatan jumlah sekolah dan guru
      yang dibina.
     Jumlah sekolah yang harus dibina 10 s.d 15
      sekolah,
     Jumlah guru yang harus dibina 40 s.d 60 guru,
     Tugas pengawas satuan pendidikan meliputi
      penyusunan program pengawasan satuan
      pendidikan, melaksanakan pembinaan, pemantauan
      dan penilaian, menyusun laporan pelaksanaan
      program pengawasan.
        Penugasan Pengawas Menurut
        PP 74 Tahun 2008
1. Ruang Lingkup
      Berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 74 tentang Guru
       Pasal 54 ayat (8) dan (9) pengawas terdiri dari
       pengawas satuan pendidikan, pengawas mata pelajaran,
       atau pengawas kelompok mata pelajaran.
      Ruang lingkup tugas pengawas adalah melakukan
       pembimbingan dan pelatihan profesional guru dan
       pengawasan yang ekuivalensinya dengan 24 (dua puluh
       empat) jam pembelajaran tatap muka dalam 1 (satu)
       minggu yang ditetapkan oleh Menteri Pendidikan
       Nasional
         Penugasan Pengawas Menurut
         PP 74 Tahun 2008
   Tugas pokok pengawas satuan pendidikan
      melakukan pengawasan manajerial terdiri dari
       pembinaan, pemantauan (standar pengelolaan, standar
       pembiayaan, standar sarana dan prasarana, standar
       pendidik & tenaga kependidikan) dan penilaian kinerja
       sekolah pada satuan pendidikan yang menjadi
       binaannya.
   Tugas pokok pengawas mata pelajaran atau kelompok
    mata pelajaran
      melaksanakan pengawasan akademik meliputi
       pembinaan, pemantauan pelaksanaan Standar Nasional
       Pendidikan (standar isi, standar proses, standar
       penilaian, standar kompetensi lulusan) pada guru mata
       pelajaran di sejumlah satuan pendidikan yang
       ditetapkan.
         Penugasan Pengawas Menurut
         PP 74 Tahun 2008
   Tugas pokok pengawas bimbingan dan konseling
      meliputi pembinaan, pemantauan pelaksanaan
       bimbingan dan konseling pada sejumlah satuan
       pendidikan yang ditetapkan.
   Tugas pokok pengawas SLB
      melaksanakan pengawasan akademik meliputi
       pembinaan, pemantauan pelaksanaan Standar Nasional
       Pendidikan pada sejumlah SLB kabupaten/kota.
      Penugasan Pengawas Menurut
      PP 74 Tahun 2008
Semua pengawas akan terlibat dalam penyusunan
program pengawasan satuan pendidikan meliputi:
    program tahunan kepengawasan,
    program semester kepengawasan,
    rencana kepengawasan manajerial,
    rencana kepengawasan akademik,
    rencana kepengawasan bimbingan dan konseling,
    melaksanakan pembimbingan dan pelatihan
     profesional guru, dan tenaga kependidikan serta
    menyusun laporan pelaksanaan program
     kepengawasan
      Penugasan Pengawas Menurut
      PP 74 Tahun 2008
2. Uraian Tugas Pengawas (1)
     Pengawas Satuan Pendidikan

      • Ekuivalensi terhadap 24 jam tatap muka menggunakan
        pendekatan jml sekolah yang dibina:
         • Pengawas TK 10 s.d 15 sekolah,
         • Pengawas SD 10 s.d 15 sekolah,
         • Pengawas SMP 7 s.d 15 sekolah,
         • Pengawas SMA 5 s.d 10 sekolah,
         • Pengawas SMK 5 s.d 10 sekolah,
         • Pengawas SLB 5 s.d 10 sekolah,
         • Pengawas daerah khusus paling sedikit 5 sekolah
        Penugasan Pengawas Menurut
        PP 74 Tahun 2008
   Uraian Tugas Pengawas (2)
     Pengawas Mata Pelajaran Atau Pengawas
      Kelompok Mata Pelajaran
       • Ekuivalensi terhadap 24 (jam tatap muka menggunakan
         pendekatan jumlah guru:
          • Pengawas Guru TK             60 s.d 75 guru TK,
          • Pengawas Guru SD             60 s.d 75 guru SD,
          • Pengawas MP pada SMP 40 s.d 60 guru SMP,
          • Pengawas MP pada SMA 40 s.d 60 guru SMA,
          • Pengawas MP pada SMK 40 s.d 60 guru SMK,
          • Pengawas SLB                 40 s.d 60 guru mapel LB
         Penugasan Pengawas Menurut
         PP 74 Tahun 2008
   Uraian Tugas Pengawas (3)
       Pengawas Bimbingan dan Konseling
        • Ekuivalensi 24 (dua puluh empat) jam tatap muka
          menggunakan pendekatan jumlah guru:
        • pengawas BK semua jenjang 40 s.d 60 guru BK,
      Pemenuhan Kewajiban Jam
      Tata Muka Pengawas
   Mendapatkan tugas tambahan menjadi pengawas
    satuan pendidikan pada jenjang yang berbeda,
    misalkan pengawas TK merangkap menjadi
    pengawas SMP,
   Mendapatkan tugas tambahan bukan
    kepengawasan dari kepala dinas pendidikan,
   Khusus bagi pengawas satuan pendidikan yang
    berkedudukan di Provinsi dapat melaksanakan
    tugas di sekolah binaan pada beberapa
    kabupaten/kota.
SEKIAN TERIMA
KASIH

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Stats:
views:87
posted:10/15/2012
language:Malay
pages:71
suhardi munir suhardi munir Teacher
About I'm a teacher at SMA SDI Silungkang, Silungkang Tigo, Kota Sawahlunto, Sumatera Barat, Indonesia