Docstoc

MAKALAH KARDIOMIOPATI

Document Sample
MAKALAH KARDIOMIOPATI Powered By Docstoc
					ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN
        KARDIOMIOPATI




             DISUSUN OLEH

   NURUL AYU CHOTIMAH           041011034

   PANGESTI SETIA RINI          041011035



          DOSEN PEMBIMBING

           LIDIAWATI S.Kep.Ns




           PRODI S1 KEPERAWATAN
  SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN HANGTUAH
              TANJUNGPINANG
         TAHUN AKADEMIK 2011/2011
                                                                              i



                           KATA PENGANTAR


      Puji dan Syukur Penulis sampaikan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa
karena berkat limpahan Rahmat dan Karunia-Nya sehingga penulis dapat
menyusun makalah ini tepat pada waktunya. Makalah ini membahas tentang
“Keperawatan Medikal Bedah Pada Klien Kardiomiopati”.



        Dalam penyusunan makalah ini, penulis banyak mendapatkan tantangan
dan hambatan akan tetapi dengan bantuan dari berbagai pihak tantangan itu bisa
teratasi. Oleh dari itu, penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya
kepada semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan makalah ini,
semoga bantuannya mendapat balasan yang setimpal dari Tuhan Yang Maha Esa.



       Penulis menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kesempurnaan baik
dari bentuk penyusunan maupun materinya. Kritik konstruktif dari pembaca
sangat penulis harapkan untuk penyempurnaan makalah selanjutnya.



         Akhir kata semoga makalah ini dapat memberikan manfaat kepada kita
semua.



                                     Tanjungpinang, 29 Maret 2012




                                            Kelompok 16
                                                                                                                    ii



                                            DAFTAR ISI
Kata pengantar                   ............................................................................. i

Daftar Isi                       ............................................................................. ii

BAB I

Tinjauan Teori                   ............................................................................. 1

     A.    Pengertian    ............................................................................ 1
     B.    Anatomi       .............................................................................1
     C.    Etiologi      ............................................................................ 3
     D.    Patofisiologi ............................................................................ 4
     E.    Manifestasi Klinik        ................................................................ 5
     F.    Pemeriksaan penunjang                 .................................................... 6
     G.    Penatalaksanaan medis                 .................................................... 7
     H.    Komplikasi ............................................................................ 7

BAB II

Konsep Dasar Asuhan Keperawatan .....................................................8

     A.    Pengkajian     .............................................................................8
     B.    Diagnosa keperawatan                   .....................................................10
     C.    Intervensi keperawatan                 .....................................................10
     D.    Implementasi keperawatan .....................................................10
     E.    Evaluasi       .............................................................................10

BAB III

Penutup               ........................................................................................11

Kesimpulan            ........................................................................................11

Saran                 ........................................................................................11

Daftar pustaka .........................................................................................iii
                                    BAB I

                          TINJAUAN TEORITIS

 A. Pengertian
        Kardiomiopati adalah kelainan fungsi otot jantung dengan penyebab
   yang tidak diketahui dan bukan diakibatkan oleh penyakit arteri koroner,
   kelainan jantung bawaan (congenital), hipertensi atau penyakit katup.
   Kardiomiopati yang secara harfiah berarti penyakit miokardium, atau otot
   jantung, ditandai dengan hilangnya kemampuan jantung untuk memompa
   darah dan berdenyut secara normal. Kondisi semacam ini cenderung mulai
   dengan gejala ringan, selanjutnya memburuk dengan cepat. Pada keadaan
   ini terjadi kerusakan atau gangguan miokardium, sehingga jantung tidak
   mampu berkontraksi secara normal. Sebagai kompensasi, otot jantung
   menebal atau hipertrofi dan rongga jantung membesar. Kebanyakan
   kardiomiopati terjadi sebagai akibat komplikasi penyakit arteri koroner
   yang menyebabkan tersumbatnya aliran darah ke otot jantung .

        Kardiomiopati hipertropi (KH) dikenal juga sebagai idiopathic
   hypertrophic subaortic stenosis atau asymmetric septal hypertrophy
   didefinisikan sebagai hipertropi dari miokardium dan penipisan septum
   interventrikular dibandingkan dengan dinding bebas dari ventrikel kiri
   (asimetris septal hipertropi) dengan ukuran ruangan ventrikel kiri yang
   normal atau sedikit mengecil tanpa adanya hipertensi maupun stenosis
   aorta.



B. Anatomi
 1. Jantung

         Jantung merupakan organ muskular berongga yang bentuknya mirip
   piramid dan terletak di dalam perikardium di mediastinum. Jantung
   memiliki tiga permukaan : facies sternocostalis, diaphragmatica, dan basis
   cordis. Jantung dibagi oleh septa vertikal menjadi empat ruang: atrium
   dextrum, atrium sinistrum, ventriculus dexter, dan ventriculus sinister.




                                                                           2
1.1   Atrium dextra

            Atrium dextra terdiri atas rongga utama dan sebuah kantong kecil,
      auricula. Bagian atrium di anterior berdinding kasar atau trabekulasi oleh
      karena tersusun atas berkas serabut-serabut otot, musculi pectinati, yang
      berjalan melalui crista terminalis ke auricula dextra. Pada atrium dextrum
      bermuara vena cava superior et inferior, sinus coronarius, dan vena cordis
      minimae. Ostium atrioventriculare dextrum terletak anterior terhadap
      muara vena cava inferior dan dilindungi valva tricuspidalis. Pada atrium
      dextrum juga terdapat septum interatriale yang memisahkan kedua atrium.
      Pada septum inilah terdapat fossa ovalis yang merupakan obliterasi dari
      foramen ovale saat masih janin. (Snell, 2006)

1.2   Ventrikel dextra

            Ventriculus dextra berhubungan dengan atrium dextrum melalui
      ostium atrioventriculare dextrum dan dengan truncus pulmonalis melalui
      ostium trunci pulmonalis. Sewaktu mendekati trunci pulmonalis rongga
      berubah seperti corong yang dinamakan infundibulum. Dinding ventrikel
      dexter jauh lebih tebal dibangding atrium karena ada trabecula carnae.
      Trabecula ini terdiri atas tiga jenis: mm. papillares, trabecula
      septomarginalis (berisi bundle hiss), dan rigi yang menonjol. Mm.
      papillares dengan valva tricupidalis dihubungkan oleh tali fibrosa yang
      disebutchordatendinea.(Snell,2006)


                                                                              3
1.3      Atrium sinistra

                Atrium sinistra memiliki dinding yang paling tipis diantara seluruh
         jantung. Empat vena pulmonales, dua dari masing-masing paru bermuara
         pada dinding posterior dan tidak memiliki katup. Ostium atrioventricularis
         sinistrum dilindungi oleh valva mitralis. (Snell, 2006)

1.4      Ventrikel sinistra

               Ventriculus sinistra berhubungan dengan atrium sinistrum melalui
         ostium atrio-ventricularis yang dilindungi valva mitralis dan aorta melalui
         ostium aorta yang dilindungi valva semilunaris aorta. Dindingnya paling
         tebal diantara seluruh jantung. Terdapat trabecula carnae yang berkembang
         dengan baik, dua buah mm. papillares yang besar, tapi tidak terdapat
         trabecula septomarginalis. (Snell, 2006)

2.       Pembuluh Darah

                Ada tiga macam pembuluh darah: arteri, vena, dan kapiler. Arteri
         membawa darah dari jantung dan mendistribusikannya ke seluruh jaringan
         tubuh melalui cabang-cabangnya. Arteri yang kecil disebut arteriola,
         persatuan cabang-cabang disebut anastomosis. Vena adalah pembuluh
         yang membawa darah kembali ke jantung; banyak diantaranya yang
         mempunyai katup. Vena yang terkecil disebut venula, vena yang lebih
         besar atau muara-muaranya, bergabung membentuk vena yang lebih besar
         lagi, yang biasanya membentuk satu hubungan dengan yang lain menjadi
         plexus venosus. Vena yang keluar dari gastrointestinal tidak langsung
         menuju ke jantung tetapi bersatu membentuk vena porta. Kapiler adalah
         pembuluh yang sangat kecil dan menghubungkan arteriola dengan venula.
         (Snell, 2006)

C. Etiologi
               Tidak ada etiologi yang pasti dari kardiomiopati, tetapi
         kemungkinan ada hubungan dengan beberapa hal, yaitu:

      1. Primer yaitu penyakit otot jantung tanpa diketahui penyebabnya.
      2. Sekunder yaitu penyakit otot dengan adanya penyebab atau kemungkinan
          penyebab, seperti:
       2.1 Kelainan autoimun
       2.2 Hipertensi sistemik
       2.3 Proses infeksi

                                                                                  4
   2.4 Gangguan metabolik
   2.5 Kehamilan atau kelainan post partum
   2.6 Alkohol dan kemoterapi


D. Patofisiologi
         Miopati merupakan penyakit otot. Sedangkan kardiomiopati merupakan
   sekelompok penyakit yang mempengaruhi struktur dan fungsi miokardium.
   Kardiomiopati digolongkan berdasarkan patologi, fisiologi dan tanda
   klinisnya. Penyakitnya ini dikelompokkan menjadi tiga macam, yaitu:(1)
   kardiomiopati dilatasi atau kardiomiopati kongestif; (2) kardiomiopati
   hipertropik; (3) kardiomiopati restriktif.

         Kardiomiopati yang sering terjadi adalah kardiomiopati kongestif.
   Penyakit ini ditandai dengan adanya dilatasi atau pembesaran rongga
   ventrikel bersama dengan penipisan dinding otot, pembesaran atrium kiri, dan
   statis darah dalam ventrikel. Pada pemeriksaan mikroskopis otot
   memperlihatkan berkurangnya jumlah elemen kontratil serat otot. Penyebab
   kardiomiopati jenis ini adalah konsumsi alkohol yang berlebihan.

        Kardiomiopati hipertropi jarang terjadi. Pada kardiomiopati ini, masa
   otot jantung bertambah berat, terutama sepanjang septum. Terjadi
   peningkatan ukuran septum yang dapat menghambat aliran darah dari atrium
   ke ventrikel. Kategori ini dapat dibagi menjadi jenis obstruktif dan
   nonobstruktif.

         Kardiomiopati restriktif adalah jenis terakhir dan kategori yang paling
   jarang terjadi. Bentuk ditandai dengan gangguan regangan ventrikel dan
   volumenya. Kelainan ini dapat dihubungkan dengan amiloidosis(amiloid
   suatu protein tertimbun dalam sel) dan penyakit infiltratif lain.
   Tanpa memperhatikan perbedaanya masing-masing, fisiologi kardiomiopati
   merupakan urutan kejadian yang progresif yang diakhiri dengan terjadinya
   gangguan pemompaan ventrikel kiri. Karena volume sekuncup makin lama
   makin berkurang, maka terjadi stimulasi syaraf simpatis yang mengakibatkan
   peningkatan tahanan vasular sistemik. Seperti patofisiologi pada gagal
   jantung dengan berbagai penyebabnya, ventrikel kiri akan membesar untuk
   mengakomodasi kebutuhan yang kemudian juga akan mengalami kegagalan.
   Biasanya yang menyertai proses ini adalah kegagalan ventrikel kiri.



                                                                              5
E. Manifestasi Klinik
         Beberapa penderita mungkin tidak mengalami gejala atau tanda
   kardiomiopati pada tahap awal penyakit kardiomiopati. Tetapi sejalan dengan
   berkembangnya penyakit kardiomiopati, gejala kardiomiopati dan tanda
   biasanyamuncul.

   Tanda atau gejala kardiomiopati biasanya meliputi:

   a.   Kehabisan nafas sewaktu mengerahkan tenaga atau bahkan sewaktu
        istirahat.
   b.   Pembengkakan pada kaki dan pergelangan kaki.
   c.   Perut kembung berisi air.
   d.   Merasa lelah.
   e.   Detak jantung tidak beraturan yang dirasakan cepat, bergetar dan berdebar.
   f.   Pusing, kepala ringan dan pingsan.

         Kardiomiopati jenis apapun bila tidak diobati, gejalanya akan
   memburuk. Pada penderita tertentu tanda dan gejala kardiomiopati cepat
   sekali memburuk, sedangkan yang lain tidak memburuk dangan waktu yang
   lama.




                                                                                6
F.      Pemeriksaan Penunjang

     1. Radiologi

          Pada foto rontgen dada, terlihat adanya kardiomegali, terutama
        ventrikel kiri. Juga ditemukan adanya bendungan paru dan efusi pleura.

     2. Elektrokardiografi

           Pada pemeriksaan elektrokardiografi ditemukan sinus takikardia,
     aritmia atrial dan ventrikel, kelainan segmen ST dan gelombang T dan
     gangguan konduksi intraventrikular. Kadang-kadang ditemukan voltase QRS
     yang mudah, atau gelombang Q patologis, akibat fibrosis miokard.

     3. Ekokardiografi

           Pada pemeriksaan ekokardiografi terlihat ventrikel kiri membesar,
     disfungsi ventrikel kiri, dan kelainan pergerakan katub mitral waktu diastolic,
     akibat    compliance       dan     tekanan    pengisian    yang     abnormal.
     Bila terdapat insufisiensi trikuspid, pergerakan septum menjadi paradoksal.
     Volume akhir diastolic dan akhir sistolik membesar dan parameter fungsi
     pompa ventrikel, fraksi ejeksi (EF) mengurang. Penutupan katup mitral
     terlambat dan panutupan katub aorta bisa terjadi lebih dini dari normal.
     Trombus ventrikel kiri dapat ditemukan dengan pemeriksaan 2D-
     ekokardiografi, juga aneurisma ventrikel kiri dapat disingkirkan dengan
     pemeriksaan ini.

     4. Pemeriksaan Radionuklear

          Pada pemeriksaan radionuklear tampak ventrikel kiri disertai fungsinya
     yang berkurang.

     5. Sadapan Jantung

           Pada sadapan jantung akan ditemukan ventrikel kiri membesar serta
     fungsinya berkurang, regurgitasi mitral atau tricuspid, curah jantung
     berkurang dan tekanan intraventrikular meninggi dan tekanan atrium kiri
     meningkat.
     Bila terdapat pula gagal ventrikel kanan, tekanan akhir diastolic ventrikel
     kanan, atrium kanan dan desakan vena sentralis akan tinggi. Dengan
     angiografi ventrikel kiri dapat disingkirkan aneurisma ventrikel sebagai
     penyebab gagal jantung.



                                                                                  7
G.   Penatalaksanaan Medis
            Penatalaksanaan medis ditunjukkan untuk mengoreksi gagal
     jantung. Apabila volume jantung telah berkembang sampai titik dimana
     penatalaksanaan medis sudah tidak efektif lagi, maka satu-satunya harapan
     agar pasien bisa bertahan hanyalah transplantasi jantung. Pada beberapa
     kasus alat bantu ventrikel mungkin diperlukan untuk mendukung
     kegagalan jantung sampai ditemukan donor yang sesuai.

H.   Komplikasi
       Menurut Brunner & Suddarth, komplikasi yang mungkin terjadi
     meliputi:

     1.     Gagal jantung.
     2.     Syok kardiogenik.
     3.     Disritmia.




                                                                            8
                                  BAB II

        KONSEP DASAR ASUHAN KEPERAWATAN


A.   Pengkajian

1.   Riwayat Kesehatan
        Umumnya klien datang dengan keluhan adanya sesak. Sesak yang
     dirasakan bertambah bila dilakukan aktivitas dan tidur terlentang dan
     berkurang bila diistirahatkan dan memakai 2-3 bantal. Sesak dirasakan
     pada daerah dada dan seperti tertindih benda berat. Skala sesak 0-4 dan
     dirasakan sering pada siang dan malam hari.

2.   Riwayat Penyakit Dahulu

        Kaji adanya Kelainan autoimun, Hipertensi sistemik, Autoantibodi
     yaitu antimyocardial antibodies, Proses infeksi (infeksi bakteri/virus),
     Gangguan metabolik (defisiensi thiamine dan scurvy), gangguan imunitas
     (leukimia), Kehamilan dan kelainan post partum, toxic proses (alkohol dan
     chemoterapi), proses infiltrasi (amyloidosis dan kanker)

3.   Riwayat kesehatan keluarga

       Kaji adanya anggota keluarga atau lingkungan yang mempunyai
     penyakit menular infeksi seperti TB dan hepatitis. Kaji adanya riwayat
     penyakit hipertensi, jantung dan diabetes melitus di keluarga.

4.   Riwayat Psikososial

        Dapatkan informasi tentang aspek-aspek psikososial klien yang
     mencangkup lingkungan, pekerjaan, kebiasaan, pola olahraga dan nutrisi.
     Identifikasi semua agens lingkungan yang mungkin mempengaruhi kondisi
     klien, lingkungan kerja dan hobi.

5.   Pola Aktivitas Sehari-hari

        Nutrisi klien dikaji adanya konsumsi garam, lemak, gula dan kafein dan
     jenis makanan. Klien mungkin akan merasa haus dan minum berlebihan
     (4000-5000 ml) akibat sekresi aldosteron. Adanya penurunan aktivitas dan
     aktivitas sehari-harinya (ADL) akibat adanya lemah, letih dan adanya
     dispneu. Istirahat terganggu akibat dispneu dan sering terbangun pada
     malam hari untuk eliminasi BAK.

                                                                               9
6. Pemeriksaan Fisik

   6.1 Sistem Pernafasan

          Dispneu saat beraktivitas, Paroksimal Nokturnal Dispneu, tidur
       sambil duduk atau dengan beberapa bantal, Batuk dengan atau tanpa
       pembentukan sputum, riwayat paru kronis, penggunaan bantuan
       pernafasan (oksigen dan medikasi), nafas dangkal, takipneu,
       penggunaan otot aksesori pernafasan. Bunyi nafas mungkin tidak
       terdengar, dengan krakels basilar.

   6.2 Sistem Kardiovaskular

          Distensi vena jugularis, pembesaran jantung, adanya nyeri dada,
       suara s3 dan s4 pada auskultasi jantung ,tekanan darah normal/turun,
       takikardi, disritmia (fibril atrium, blok jantung dll) nadi perifer
       mungkin berkurang, perubahan denyutan dapat terjadi, nadi sentral
       mungkin kuat, punggung kuku pucat atau sianotik dengan pengisian
       kapiler lambat.

   6.3 Sistem Pencernaan

          Kaji adanya peningkatan berat badan secara signifikan, mual dan
       muntah, anorexia, adanya nyeri abdomen kanan atas, hepatomegali
       dan asites.

   6.4 Sistem Muskuloskeletal

          Kelelahan, kelemahan,     sakit   pada   otot   dan   kehilangan
       kekuatan/tonus otot.

   6.5 Sistem Persyarafan

          Kaji adanya rasa pening, perubahan prilaku, penurunana kesadaran
       dan disorientasi.

   6.6 Sistem Perkemihan

          Kaji adanya nokturia dan penurunanan berkemih, urine berwarna
       gelap, penggunaan dan keadaan kateterisasi .

   6.7 Sistem Integumen

          Pitting edema pada bagian tubuh bawah, dan kulit teraba dingin,
       adanya kebiruan, pucat, abu-abu dan sianotik, dan adanya kulit yang
       lecet.

                                                                        10
B. Diagnosa Keperawatan

  1. Penurunan curah jantung berhubungan dengan perubahan kontraktilitas
     miokardial/perubahan inotropik, perubahan frekuensi,irama dan
     konduksi listrik, perubahan structural ( mis kelainan katup, aneurisme
     ventricular ).

  2. Aktivitas intoleran berhubungan dengan ketidakseimbangan antara
     suplai oksigen atau kebutuhan, kelemahan umum, tirah baring lama
     atau immobilisasi

D.Implementasi Keperawatan

          Tindakan keperawatan dilaksanakan berdasarkan rencana tindakan
  keperawatan yang telah dibuat. Tindakan keperawatan dilaksanakan
  bersama-sama dengan klien beserta keluarganya berdasarkan rencana yang
  telah disusun.

E. Evaluasi

         Evaluasi merupakan tahap akhir dalam proses keperawatan, yang
  mana tahap ini dilakukan penilaian apakah tindakan yang telah
  dilaksanakan berhasil memenuhi kebutuhan klien berdasarkan respon klien
  dan keluarga.




                                                                        11
                            BAB III

                           PENUTUP


A. Kesimpulan

     Kardiomiopati adalah penyakit yang melemahkan jantung otot dan
  jantung menebal atau kaku. Kelainan fungsi otot jantung yang tidak
  diketahui dan bukan diakibatkan oleh arteri koroner, kelainan jantung
  bawaan, hipertensi.

     Sehingga jantung tidak mampu berkontraksi secara normal.
  Kebanyakan kardiomiopati terjadi sebagai akibat komplikasi penyakit
  arteri koroner yang menyebabkan tersumbatnya aliran darah ke otot
  jantung.


B. Saran

     Setelah membaca makalah ini penulis memberikan beberapa saran yang
  kiranya berguna untuk perbaikan di masa yang akan datang. Untuk
  melaksanakan asuhan keperawatan pada klien kardiomiopati hendaknya
  perawat terlebih dahulu mengetahui konsep dasar penyakit dan
  keperawatan.
                                                                          iii

                          DAFTAR PUSTAKA



Brunner & Suddarth. 2002. Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah vol. 2. EGC,
Jakarta.

Doenges Marilynn E, dkk. 2000.Rencana Asuhan Keperawatn. EGC, Jakarta.

Dorland. 2000. Kamus Kedokteran Dorland. EGC, Jakarta

Syafruddin. 1997. Anatomi Fisiologi Untuk Siswa Perawat. Jakarta : EGC.

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Stats:
views:719
posted:10/15/2012
language:
pages:15