Docstoc

Percabangan pada Java

Document Sample
Percabangan pada Java Powered By Docstoc
					                       Disusun Oleh :
          Ulfia N.R.          (125150200111045)
          Dewi Maida S.       (125150200111050)
          Az Zahra Rahma (125150200111064)
          Fina Af Idatul H    (125150200111072)




             PROGRAM STUDI INFORMATIKA
PROGRAM TEKNOLOGI INFORMASI dan ILMU KOMPUTER (PTIIK)
                UNIVERSITAS BRAWIJAYA
                          MALANG
                             2012
1. Percabangan if
   Merupakan salah satu bentuk untuk membuat keputusan terhadap suatu kemungkinan.
   Bentuk pernyataan if berupa :
   If (kondisi) {
            // yang akan dijalankan
   }

   Dibawah ini adalah contoh penggunaan percabangan if :




   Maka hasilnya akan muncul :




2. Percabangan if-else
   Merupakan percabangan yang mirip dengan if. Bedanya jika di If-else kondisi yang kedua
   berupa pernyataan, namun pada if kondisi yang kedua kosong.
   Bentuk pernyataan if-else berupa:
   If (kondisi){
            //yang akan dijalankan jika true
   }Else{
            //yang akan dijalankan jika false
   }
   Di bawah ini adalah contoh penggunaan percabangan if-else




   Maka hasilnya akan muncul




   Karena nilai tinggi badan yang diinput adalah 160, sedangkan untuk mencapai tinggi badan
   ideal nilai minimalnya adalah 171, maka kondisi tersbut bernilai salah.
   Namun jika nilai tinggi badan yang diinput lebih dari atau sama dengan 171 maka hasilnya
   akan bernilai benar.

3. Percabangan if - else if - else if
   Bentuk percabangan ini merupakan bentuk percabangan yang merupakan gabungan dari
   beberapa if.
   Bentuk pernyataan if - else if - else if dapat dinyatakn sebagai berikut.
   If (kondisi 1){
             //perintah terhadap kondisi 1
   }else if (kondisi 2){
             //perintah terhadap kondisi 2
   }else if (kondisi 3){
             //perintah terhadap kondisi 3
   }else{
           //perintah jika dari ketiga kondisi tidak ada yang benar
   }
   Contoh penggunaan percabangan if - else if - else if




   Maka hasilnya




   Karena nilai yang diinput adalah 160, maka 160 berada pada kisaran >=151, maka nilai yang
   muncul adalah tinggi badan kurang ideal.

4. STRUKTUR KONTROL SWITCH

   Selain menggunakan struktur kontrol berupa if. Dalam pemrograman java kita juga dapat
   menggunakan perintah switch sebagai suatu struktur kontrol. Ada sedikit yang membedakan
   penggunaan antara penggunaan switch dan if. Dalam penggunaan if seperti yang kita bahas
   sebelumnya parameter yang di gunakan sebagai acuan berupa perbandingan atau range
   tertentu. Berbeda dengan penggunaan switch case ini, parameter yang digunakan berupa
   nilai yang tepat. Berikut adalah flowchart switch case.
Dari flowchart di atas dapat kita identifikasi beberapa bagian dari struktur kontrol switch
antara lain adalah sebagai berikut.

a. Parameter  variabel yang menampung nilai-nilai yang akan menentukan case selector
   mana yang akan di jalankan.
b. Case selector  filter yang akan menentukan aksi apa yang selanjutnya akan di lakukan
   sesuai dengan nilai dari parameter.
c. Block statements  perintah-perintah yang selanjutnya akan dieksekusi ketika nilai
   pada parameter memenuhi nilai pada case selector.
d. Default block statements  perintah yang akan dieksekusi apabila nilai pada parameter
   tidak memenuhi semua case statements.
e. Break         berfungsi untuk menghentikan suatu perintah dalam suatu case atau
   keluar dari case tertentu.

Berikut adalah layout atau badan dari script struktur kontrol switch dalam bahasa Java.
Dimana switch_expression adalah prasyaratan integer atau character dan case_selector
adalah konstanta nilai integer yang unik. Ketika statement switch ditemukan, pertama kali
Java memeriksa switch_expression dan meloncat ke case dan mencocokan nilai yang sama
dengan persyaratannya. Program mengeksekusi statement sari awal sampai menemui
statement break, dan melewati statement yang lain sampai akhir struktur switch.

Jika tidak ditemui case yang cocok maka program akan mengeksekusi blok defult seperti
yang sudah di jelaskan sebelumnya. Blok default sendiri sifatnya adalah optional artinya
sebuah statement switch bisa tidak memiliki blok default.

Berikut contoh program penggunaan struktur kontrol switch.




Hasil running program di atas adalah sebagai berikut.
Seperti terlihat pada gambar diatas. Ketika kita memasukan angka 1 maka outputnya adalah
“Angka yang Anda masukkan adalah angka 1”. Perintah menampilkan output tersebut ada di
case 1. Jika kita memasukan angka 3 maka outputnya adalah “Angka yang Anda masukkan
adalah angka 3”. Perintah menampilkan output tersebut ada di case 3. Sedangkan jika kita
memasukan angka bukan antara 1 sampai 3 maka output yang keluar adalah “Angka yang
dimasukkan bukan angka 1, 2 atau 3.”. Perintah menampilkan output tersebut ada dalam
default statement yang dieksekusi ketika kita memasukan angka selain angka 1, angka 2 dan
angka 3.
                             DAFTAR PUSTAKA
Khannedy, Eko K. 2011. Belajar Java.Bandung:StripBandunk.

Adie,2012.Penggunaan Percabangan di Java.
http://mazadie.wordpress.com/2012/06/05/penggunaan-percabangan-di-java/ . 20
Sept 2012

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Stats:
views:129
posted:10/15/2012
language:
pages:9