Docstoc

SAP KAKI GAJAH

Document Sample
SAP KAKI GAJAH Powered By Docstoc
					← PTSD (Post Traumatic Stress Disorder)


SAP FILARIASIS
Posted on December 30, 2010

SATUAN ACARA PENGAJARAN

TOPIK BAHASAN                  : Pencegahan Penyakit Menular (P2M)

SASARAN & KRITERIA

Sasaran                         : Ibu-ibu Kader di RW.26 Desa Cinunuk Wilayah Kerja
Puskesmas Cinunuk

Kriteria Peserta Didik : Ibu-ibu Kader di RW.26 Desa Cinunuk Wilayah Kerja Puskesmas
Cinunuk

WAKTU : 23 Desember 2010, jam 13.00 s/d selesai

TUJUAN INSTRUKSIONAL UMUM ( TIU ) :

Setelah mengikuti penyuluhan ini, para peserta mampu menjelaskan tentang pengertian
filariasis, penyebab filariasis, tanda dan gejala filariasis, cara penularan filariasis, pencegahan
filariasis dan pengobatan filariasis.

TUJUAN INSTRUKSINAL KHUSUS ( TIK )

Setelah diberikan pendidikan kesehatan, peserta mampu :

a     Menjelaskan kembali mengenai pengertian filariasis dengan benar tanpa bantuan.

b     Menjelaskan kembali penyebab filariasis

c     Menjelaskan kembali tanda dan gejala filariasis

d    Menjelaskan kembali cara penularan filariasis

e     Menyebutkan kembali cara pencegahan filariasis.

f     Menyebutkan kembali cara pengobatan filariasis.

POKOK BAHASAN : Filariasis

SUB POKOK BAHASAN :
1.    Pengertian filariasis

2.    Penyebab filariasis

3.    Tanda dan gejala filariasis

4.    Cara penularan filariasis

5.    Cara pencegahan filariasis

6.    Cara pengobatan filariasis

MATERI : terlampir

ALOKASI WAKTU :

Pertemuan 1 kali selama 30 menit

-    Apersepsi /set                         : 5 menit

-    Penjelasan / uraian materi             : 20 menit

-    Penutup                             : 5 menit

STRATEGI INSTRUKSIONAL                  :

-    Menampilkan ice breaking berupa video berdurasi pendek.

-    Menggunakan media pengajaran untuk mempermudah pemahaman peserta

-    Memberikan kesempatan bertanya kepada peserta

-    Mengadakan Tanya jawab untuk mengetahui sejauh mana pemahaman peserta

-    Mengadakan posttest ( ujian untuk mengevaluasi )

PROSES BELAJAR MENGAJAR :

                                                         PESERTA
WAKTU KEGIATAN PEMBERI MATERI                                      METODE MEDIA
                                                         DIDIK
5 menit    Pra                     Menyiapkan
                                    Perlengkapan
                                   Set ruangan
                                   Menyiapakan
                                    daftar hadir
         Kegiatan   - Melakukan             Memperhatikan Ceramah
         pembuka    perkenalan

                    -   Apersepsi

                    - Menjelaskan tujuan
                    pembelajaran         Memperhatikan Ceramah          Poster

                    - Menjelaskan
                    cakupan materi yang
                    akan dibahas            Memperhatikan Ceramah




                                            Memperhatikan Ceramah       Powerpoint/

                                                                        Flipchart
20 menit Uraian     - Menjelaskan definisi Mengutarakan      Brain      Powerpoint/
         Materi      dan penyebab filariasis ide/ pendapat   storning
                                                                        Flipchart


                    - Menjelaskan tanda
                    dan gejala filariasis


                                            Memperhatikan CTJ
                                            dan                         Powerpoint/
                                            mengemukakan
                    - Menjelaskan cara      pendapat                    Flipchart
                    penularan filariasis


                                            Memperhatikan
                                            dan
                                            mengemukakan
                                            pertanyaan    CTJ
                                                                        Powerpoint/

                                                                        Flipchart
                    - Menjelaskan cara        Memperhatikan CTJ         Powerpoint/
                    pencegahan filariasis     dan
                                              mengemukakan              Flipchart
                                              pertanyaan



                    - Menjelaskan cara
                    pengobatan
                                              Memperhatikan
                                              dan
                                              mengemukakan
                                              pertanyaan    CTJ         Powerpoint/

                                                                        Flipchart




5 menit   Penutup   Menutup pertemuan         Memberikan    Tanya
                                              pertanyaan/   jawab
                    - Mengundang              komentar                  Leaflet
                    komentar atau             Memperhatikan
                    pertanyaan



                    - Menjawab
                    pertanyaan atau           Memperhatikan
                    komentar dengan jelas
                                                              Diskusi


                    - Menyimpulkan
                    materi pelajaran secara
                    singkat


                                              Memperhatikan
                    - Menutup pertemuan
                    dan menbagikan leaflet                    Ceramah
EVALUASI                         :

1.       Menjelaskan pengertian filariasis !

2.       Menyebutkan penyebab filariasis!

3.       Menyebutkan tanda dan gejala filariasis secara tepat !

4.       Menjelaskan kembali cara penularan filariasis!

5.       Menjelaskan cara pencegahan filariasis !

6.       Menyebutkan cara pengobatan filariasis!

Jawaban

1.    Filariasis adalah penyakit menular ( Penyakit Kaki Gajah ) yang disebabkan oleh cacing
Filaria yang ditularkan oleh berbagai jenis nyamuk

2.   Penyebab filariasis adalah tiga spesies cacing filarial yaitu; Wucheria bancrofti, Brugia
malayi dan Brugia timori

3.       Tanda dan gejala filariasis adalah

Gejala klinis Filariais Akut adalah berupa ;

         Demam berulang-ulang selama 3 – 5 hari, Demam dapat hilang bila istirahat dan muncul
          lagi setelah bekerja berat ;
         Pembengkakan kelenjar getah bening (tanpa ada luka) didaerah lipatan paha, ketiak
          (lymphadenitis) yang tampak kemerahan, panas dan sakit ;
         Radang saluran kelenjar getah bening yang terasa panas dan sakit yang menjalar dari
          pangkal kaki atau pangkal lengan kearah ujung (retrograde lymphangitis) ;
         Filarial abses akibat seringnya menderita pembengkakan kelenjar getah bening, dapat
          pecah dan mengeluarkan nanah serta darah ;
         Pembesaran tungkai, lengan, buah dada, buah zakar yang terlihat agak kemerahan dan
          terasa panas (early lymphodema).
Gejala klinis yang kronis adalah berupa ;

Pembesaran yang menetap (elephantiasis) pada tungkai, lengan, buah dada, buah zakar
(elephantiasis skroti).

4.       Cara penularan filariasis adalah

Seseorang dapat tertular atau terinfeksi penyakit kaki gajah apabila orang tersebut digigit
nyamuk yang infektif yaitu nyamuk yang mengandung larva stadium III (L3). Nyamuk tersebut
mendapat cacing filarial kecil ( mikrofilaria ) sewaktu menghisap darah penderita mengandung
microfilaria atau binatang reservoir yang mengandung microfilaria. Siklus Penularan penyakit
kaiki gajah ini melalui dua tahap, yaitu perkembangan dalam tubuh nyamuk ( vector ) dan tahap
kedua perkembangan dalam tubuh manusia (hospes) dan reservoair.

5.       Cara pencegahan filariasis adalah

         Berusaha menghindarkan diri dari gigitan nyamuk penular
         Membersihkan tanaman air pada rawa-rawa yang merupakan tempat perindukan nyamuk,
          menimbun, mengeringkan atau mengalirkan genangan air sebagai tempat perindukan
          nyamuk
         Membersihkan semak-semak disekitar rumah

         Dapat juga menggunakan tanaman yang dapat mengusir nyamuk.

6.       Cara pengobatan filariasis adalah

Secara massal dilakukan didaeah endemis dengan menggunakan obat Diethyl Carbamazine
Citrate (DEC) dikombinasikan dengan Albenzol sekali setahun selama 5 -10 tahun, untuk
mencegah reaksi samping seperti demam, diberikan Parasetamol ; dosis obat untuk sekali minum
adalah, DEC sesuai kelompok umur, Albenzol 400 mg albenzol (1 tablet )



KRITERIA EVALUASI                :

Baik bila mampu menjawab 5-6 pertanyaan

Cukup bila mampu menjawab 3-4 pertanyaan

Kurang bila hanya mampu menjawab < 3 pertanyaan

DAFTAR PUSTAKA                  :

____________,2010.Filariasis.http://images.robron.multiply.multiplycontent.com/attachment/0/
STfEjQoKCtsAAHTWYvM1/filariasis.pdf?nmid=141803184 (diakses tgl 4 Desember 2010)
Pohan, Herdiman T. 2007. Filariasis. Aru W. Sudoyo, Bambang Setiyohadi, Idrus Alwi,dkk.
Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam jilid III edisi IV. . Jakarta: Balai Penerbit FKUI.1767-1770.



Partono, Felix dan Agnes Kurniawan. 2006. Wuchereria bancrofti. Srisasi Gandahusada, Herry
D. Ilahude, dan Wita pribadi. Parasitologi Kedokteran edisi ke-3. Jakarta: Balai Penerbit
FKUI.35-44



Dinkes Kab. Bandung. 2010. Petunjuk Pengobatan Massal Filariasis. Bandung: Dinas Kesehatan
Pemerintah Kab. Bandung.



Kurniawan Liliana. Filariasis ± aspek klinis, diagnosis, pengobatan dan pemberantasannya.
Jakarta: Pusat Penelitian Penyakit Menular, Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan
Departemen Kesehatan RI



____________,2010.Makalah Filariasis.www.scribd.com/doc/43610482/makalah-
filariasis.(diakses tanggal 4 Desember 2010)




Lampiran Materi Penyuluhan

FILARIASIS

Filariasis adalah penyakit menular ( Penyakit Kaki Gajah ) disebabkan oleh cacing Filaria yang
ditularkan oleh berbagai jenis nyamuk. Penyakit ini bersifat menahun ( kronis ) dan bila tidak
mendapatkan pengobatan dapat menimbulkan cacat menetap berupa pembesaran kaki, lengan
dan alat kelamin baik perempuan maupun laki-laki. Akibatnya penderita tidak dapat bekerja
secara optimal bahkan hidupnya tergantung kepada orang lain sehingga memnjadi beban
keluarga, masyarakat dan negara. Di Indonesia penyakit Kaki Gajah tersebar luas hampir di
Seluruh propinsi. Berdasarkan laporan dari hasil survei pada tahun 2000 yang lalu tercatat
sebanyak 1553 desa di 647 Puskesmas tersebar di 231 Kabupaten 26 Propinsi sebagai lokasi
yang endemis, dengan jumlah kasus kronis 6233 orang. Hasil survai laboratorium, melalui
pemeriksaan darah jari, rata-rata Mikrofilaria rate (Mf rate) 3,1 %, berarti sekitar 6 juta orang
sudah terinfeksi cacing filaria dan sekitar 100 juta orang mempunyai resiko tinggi untuk
ketularan karena nyamuk penularnya tersebar luas. Untuk memberantas penyakit ini sampai
tuntas
WHO sudah menetapkan Kesepakatan Global ( The Global Goal of Elimination of Lymphatic
Filariasis as a Public Health problem by The Year 2020 (. Program eliminasi dilaksanakan
melalui pengobatan missal dengan DEC dan Albendazol setahun sekali selama 5 tahun dilokasi
yang endemis dan perawatan kasus klinis baik yang akut maupun kronis untuk mencegah
kecacatan dan mengurangi penderitanya. Indonesia akan melaksanakan eliminasi penyakit kaki
gajah secara bertahap dimulai pada tahun 2002 di 5 kabupaten percontohan. Perluasan wilayah
akan dilaksanakan setiap tahun.

Penyebab penyakit kaki gajah adalah tiga spesies cacing filarial yaitu; Wucheria bancrofti,
Brugia malayi dan Brugia timori. Vektor penular : Di Indonesia hingga saat ini telah diketahui
ada 23 spesies nyamuk dari genus Anopheles, Culex, Mansonia, Aedes & Armigeres yang dapat
berperan sebagai vector penular penyakit kaki gajah.




Cara Penularan :

Seseorang dapat tertular atau terinfeksi penyakit kaki gajah apabila orang tersebut digigit
nyamuk yang infektif yaitu nyamuk yang mengandung larva stadium III ( L3 ). Nyamuk tersebut
mendapat cacing filarial kecil ( mikrofilaria ) sewaktu menghisap darah penderita mengandung
microfilaria atau binatang reservoir yang mengandung microfilaria. Siklus Penularan penyakit
kaiki gajah ini melalui dua tahap, yaitu perkembangan dalam tubuh nyamuk ( vector ) dan tahap
kedua perkembangan dalam tubuh manusia (hospes) dan reservoair.



Gejala :

Gejala klinis Filariais Akut adalah berupa ; Demam berulang-ulang selama 3 – 5 hari, Demam
dapat hilang bila istirahat dan muncul lagi setelah bekerja berat ; pembengkakan kelenjar getah
bening (tanpa ada luka) didaerah lipatan paha, ketiap (lymphadenitis) yang tampak kemerahan,
panas dan sakit ; radang saluran kelenjar getah bening yang terasa panas dan sakit yang menjalar
dari pangkal kaki atau pangkal lengan kearah ujung (retrograde lymphangitis) ; filarial abses
akibat seringnya menderita pembengkakan kelenjar getah bening, dapat pecah dan mengeluarkan
nanah serta darah ; pembesaran tungkai, lengan, buah dada, buah zakar yang terlihat agak
kemerahan dan terasa panas (early lymphodema). Gejal klinis yang kronis ; berupa pembesaran
yang menetap (elephantiasis) pada tungkai, lengan, buah dada, buah zakar (elephantiasis skroti).

Diagnosis
Filariasis dapat ditegakkan secara Klinis ; yaitu bila seseorang tersangka Filariasis ditemukan
tanda-tanda dan gejala akut ataupun kronis ; dengan pemeriksaan darah jari yang dilakukan
mulai pukul 20.00 malam waktu setempat, seseorang dinyatakan sebagai penderita Filariasis,
apabila dalam sediaan darah tebal ditemukan mikrofilaria. Pencegahan ; adalah dengan berusaha
menghindarkan diri dari gigitan nyamuk vector ( mengurangi kontak dengan vector) misalnya
dengan menggunakan kelambu bula akan sewaktu tidur, menutup ventilasi rumah dengan kasa
nyamuk, menggunakan obat nyamuk semprot atau obat nyamuk baker, mengoles kulit dengan
obat anti nyamuk, atau dengan cara memberantas nyamuk ; dengan membersihkan tanaman air
pada rawa-rawa yang merupakan tempat perindukan nyamuk, menimbun, mengeringkan atau
mengalirkan genangan air sebagai tempat perindukan nyamuk ; membersihkan semak-semak
disekitar rumah.



Pengobatan :

Secara massal dilakukan didaeah endemis dengan menggunakan obat Diethyl Carbamazine
Citrate (DEC) dikombinasikan dengan Albenzol sekali setahun selama 5-10 tahun, untuk
mencegah reaksi samping seperti demam, diberikan Parasetamol ; dosis obat untuk sekali minum
adalah :

Kelompok Umur         DEC (100 mg)           Albendazol             Paracetamol

(Tahun)               (Tablet)               (400 mg)               (500 mg)

                                             (Tablet)               (Tablet)
2-5                  1                       1                      0.25
6-14                 2                       1                      0.5
> 14                 3                       1                      1
Sumber : Dinkes Kab. Bandung



Pengobatan missal dihentikan apabila Mf rate sudah mencapai < 1 % ; secara individual /
selektif; dilakukan pada kasus klinis, baik stadium dini maupun stadium lanjut, jenis dan obat
tergantung dari keadaan kasus.



Pencegahan dapat dilakukan dengan:

      Berusaha menghindarkan diri dari gigitan nyamuk penular
      Membersihkan tanaman air pada rawa-rawa yang merupakan tempat perindukan nyamuk,
       menimbun, mengeringkan atau mengalirkan genangan air sebagai tempat perindukan
       nyamuk
      Membersihkan semak-semak disekitar rumah
      Dapat juga menggunakan tanaman yang dapat mengusir nyamuk.
      Untuk pencegahan penyakit yang ditularkan oleh nyamuk disini.
← PTSD (Post Traumatic Stress Disorder)


SAP FILARIASIS
Posted on December 30, 2010

SATUAN ACARA PENGAJARAN

TOPIK BAHASAN                  : Pencegahan Penyakit Menular (P2M)

SASARAN & KRITERIA

Sasaran                         : Ibu-ibu Kader di RW.26 Desa Cinunuk Wilayah Kerja
Puskesmas Cinunuk

Kriteria Peserta Didik : Ibu-ibu Kader di RW.26 Desa Cinunuk Wilayah Kerja Puskesmas
Cinunuk

WAKTU : 23 Desember 2010, jam 13.00 s/d selesai

TUJUAN INSTRUKSIONAL UMUM ( TIU ) :

Setelah mengikuti penyuluhan ini, para peserta mampu menjelaskan tentang pengertian
filariasis, penyebab filariasis, tanda dan gejala filariasis, cara penularan filariasis, pencegahan
filariasis dan pengobatan filariasis.

TUJUAN INSTRUKSINAL KHUSUS ( TIK )

Setelah diberikan pendidikan kesehatan, peserta mampu :

a     Menjelaskan kembali mengenai pengertian filariasis dengan benar tanpa bantuan.

b     Menjelaskan kembali penyebab filariasis

c     Menjelaskan kembali tanda dan gejala filariasis

d    Menjelaskan kembali cara penularan filariasis

e     Menyebutkan kembali cara pencegahan filariasis.

f     Menyebutkan kembali cara pengobatan filariasis.

POKOK BAHASAN : Filariasis
SUB POKOK BAHASAN :

1.    Pengertian filariasis

2.    Penyebab filariasis

3.    Tanda dan gejala filariasis

4.    Cara penularan filariasis

5.    Cara pencegahan filariasis

6.    Cara pengobatan filariasis

MATERI : terlampir

ALOKASI WAKTU :

Pertemuan 1 kali selama 30 menit

-    Apersepsi /set                         : 5 menit

-    Penjelasan / uraian materi             : 20 menit

-    Penutup                             : 5 menit

STRATEGI INSTRUKSIONAL                  :

-    Menampilkan ice breaking berupa video berdurasi pendek.

-    Menggunakan media pengajaran untuk mempermudah pemahaman peserta

-    Memberikan kesempatan bertanya kepada peserta

-    Mengadakan Tanya jawab untuk mengetahui sejauh mana pemahaman peserta

-    Mengadakan posttest ( ujian untuk mengevaluasi )

PROSES BELAJAR MENGAJAR :

                                                         PESERTA
WAKTU KEGIATAN PEMBERI MATERI                                      METODE MEDIA
                                                         DIDIK
5 menit    Pra                     Menyiapkan
                                    Perlengkapan
                                   Set ruangan
                                   Menyiapakan
                           daftar hadir


         Kegiatan   - Melakukan             Memperhatikan Ceramah
         pembuka    perkenalan

                    -   Apersepsi

                    - Menjelaskan tujuan
                    pembelajaran         Memperhatikan Ceramah          Poster

                    - Menjelaskan
                    cakupan materi yang
                    akan dibahas            Memperhatikan Ceramah




                                            Memperhatikan Ceramah       Powerpoint/

                                                                        Flipchart
20 menit Uraian     - Menjelaskan definisi Mengutarakan      Brain      Powerpoint/
         Materi      dan penyebab filariasis ide/ pendapat   storning
                                                                        Flipchart


                    - Menjelaskan tanda
                    dan gejala filariasis


                                            Memperhatikan CTJ
                                            dan                         Powerpoint/
                                            mengemukakan
                    - Menjelaskan cara      pendapat                    Flipchart
                    penularan filariasis


                                            Memperhatikan
                                            dan
                                            mengemukakan
                                            pertanyaan    CTJ
                                                                        Powerpoint/
                                                                        Flipchart


                    - Menjelaskan cara        Memperhatikan CTJ         Powerpoint/
                    pencegahan filariasis     dan
                                              mengemukakan              Flipchart
                                              pertanyaan



                    - Menjelaskan cara
                    pengobatan
                                              Memperhatikan
                                              dan
                                              mengemukakan
                                              pertanyaan    CTJ         Powerpoint/

                                                                        Flipchart




5 menit   Penutup   Menutup pertemuan         Memberikan    Tanya
                                              pertanyaan/   jawab
                    - Mengundang              komentar                  Leaflet
                    komentar atau             Memperhatikan
                    pertanyaan



                    - Menjawab
                    pertanyaan atau           Memperhatikan
                    komentar dengan jelas
                                                              Diskusi


                    - Menyimpulkan
                    materi pelajaran secara
                    singkat


                                              Memperhatikan
                    - Menutup pertemuan
                    dan menbagikan leaflet
                                                                    Ceramah




EVALUASI                         :

1.       Menjelaskan pengertian filariasis !

2.       Menyebutkan penyebab filariasis!

3.       Menyebutkan tanda dan gejala filariasis secara tepat !

4.       Menjelaskan kembali cara penularan filariasis!

5.       Menjelaskan cara pencegahan filariasis !

6.       Menyebutkan cara pengobatan filariasis!

Jawaban

1.    Filariasis adalah penyakit menular ( Penyakit Kaki Gajah ) yang disebabkan oleh cacing
Filaria yang ditularkan oleh berbagai jenis nyamuk

2.   Penyebab filariasis adalah tiga spesies cacing filarial yaitu; Wucheria bancrofti, Brugia
malayi dan Brugia timori

3.       Tanda dan gejala filariasis adalah

Gejala klinis Filariais Akut adalah berupa ;

         Demam berulang-ulang selama 3 – 5 hari, Demam dapat hilang bila istirahat dan muncul
          lagi setelah bekerja berat ;
         Pembengkakan kelenjar getah bening (tanpa ada luka) didaerah lipatan paha, ketiak
          (lymphadenitis) yang tampak kemerahan, panas dan sakit ;
         Radang saluran kelenjar getah bening yang terasa panas dan sakit yang menjalar dari
          pangkal kaki atau pangkal lengan kearah ujung (retrograde lymphangitis) ;
         Filarial abses akibat seringnya menderita pembengkakan kelenjar getah bening, dapat
          pecah dan mengeluarkan nanah serta darah ;
         Pembesaran tungkai, lengan, buah dada, buah zakar yang terlihat agak kemerahan dan
          terasa panas (early lymphodema).

Gejala klinis yang kronis adalah berupa ;

Pembesaran yang menetap (elephantiasis) pada tungkai, lengan, buah dada, buah zakar
(elephantiasis skroti).

4.       Cara penularan filariasis adalah

Seseorang dapat tertular atau terinfeksi penyakit kaki gajah apabila orang tersebut digigit
nyamuk yang infektif yaitu nyamuk yang mengandung larva stadium III (L3). Nyamuk tersebut
mendapat cacing filarial kecil ( mikrofilaria ) sewaktu menghisap darah penderita mengandung
microfilaria atau binatang reservoir yang mengandung microfilaria. Siklus Penularan penyakit
kaiki gajah ini melalui dua tahap, yaitu perkembangan dalam tubuh nyamuk ( vector ) dan tahap
kedua perkembangan dalam tubuh manusia (hospes) dan reservoair.

5.       Cara pencegahan filariasis adalah

         Berusaha menghindarkan diri dari gigitan nyamuk penular
         Membersihkan tanaman air pada rawa-rawa yang merupakan tempat perindukan nyamuk,
          menimbun, mengeringkan atau mengalirkan genangan air sebagai tempat perindukan
          nyamuk
         Membersihkan semak-semak disekitar rumah

         Dapat juga menggunakan tanaman yang dapat mengusir nyamuk.

6.       Cara pengobatan filariasis adalah

Secara massal dilakukan didaeah endemis dengan menggunakan obat Diethyl Carbamazine
Citrate (DEC) dikombinasikan dengan Albenzol sekali setahun selama 5 -10 tahun, untuk
mencegah reaksi samping seperti demam, diberikan Parasetamol ; dosis obat untuk sekali minum
adalah, DEC sesuai kelompok umur, Albenzol 400 mg albenzol (1 tablet )



KRITERIA EVALUASI                :

Baik bila mampu menjawab 5-6 pertanyaan

Cukup bila mampu menjawab 3-4 pertanyaan

Kurang bila hanya mampu menjawab < 3 pertanyaan

DAFTAR PUSTAKA                  :
____________,2010.Filariasis.http://images.robron.multiply.multiplycontent.com/attachment/0/
STfEjQoKCtsAAHTWYvM1/filariasis.pdf?nmid=141803184 (diakses tgl 4 Desember 2010)

Pohan, Herdiman T. 2007. Filariasis. Aru W. Sudoyo, Bambang Setiyohadi, Idrus Alwi,dkk.
Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam jilid III edisi IV. . Jakarta: Balai Penerbit FKUI.1767-1770.



Partono, Felix dan Agnes Kurniawan. 2006. Wuchereria bancrofti. Srisasi Gandahusada, Herry
D. Ilahude, dan Wita pribadi. Parasitologi Kedokteran edisi ke-3. Jakarta: Balai Penerbit
FKUI.35-44



Dinkes Kab. Bandung. 2010. Petunjuk Pengobatan Massal Filariasis. Bandung: Dinas Kesehatan
Pemerintah Kab. Bandung.



Kurniawan Liliana. Filariasis ± aspek klinis, diagnosis, pengobatan dan pemberantasannya.
Jakarta: Pusat Penelitian Penyakit Menular, Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan
Departemen Kesehatan RI



____________,2010.Makalah Filariasis.www.scribd.com/doc/43610482/makalah-
filariasis.(diakses tanggal 4 Desember 2010)




Lampiran Materi Penyuluhan

FILARIASIS

Filariasis adalah penyakit menular ( Penyakit Kaki Gajah ) disebabkan oleh cacing Filaria yang
ditularkan oleh berbagai jenis nyamuk. Penyakit ini bersifat menahun ( kronis ) dan bila tidak
mendapatkan pengobatan dapat menimbulkan cacat menetap berupa pembesaran kaki, lengan
dan alat kelamin baik perempuan maupun laki-laki. Akibatnya penderita tidak dapat bekerja
secara optimal bahkan hidupnya tergantung kepada orang lain sehingga memnjadi beban
keluarga, masyarakat dan negara. Di Indonesia penyakit Kaki Gajah tersebar luas hampir di
Seluruh propinsi. Berdasarkan laporan dari hasil survei pada tahun 2000 yang lalu tercatat
sebanyak 1553 desa di 647 Puskesmas tersebar di 231 Kabupaten 26 Propinsi sebagai lokasi
yang endemis, dengan jumlah kasus kronis 6233 orang. Hasil survai laboratorium, melalui
pemeriksaan darah jari, rata-rata Mikrofilaria rate (Mf rate) 3,1 %, berarti sekitar 6 juta orang
sudah terinfeksi cacing filaria dan sekitar 100 juta orang mempunyai resiko tinggi untuk
ketularan karena nyamuk penularnya tersebar luas. Untuk memberantas penyakit ini sampai
tuntas

WHO sudah menetapkan Kesepakatan Global ( The Global Goal of Elimination of Lymphatic
Filariasis as a Public Health problem by The Year 2020 (. Program eliminasi dilaksanakan
melalui pengobatan missal dengan DEC dan Albendazol setahun sekali selama 5 tahun dilokasi
yang endemis dan perawatan kasus klinis baik yang akut maupun kronis untuk mencegah
kecacatan dan mengurangi penderitanya. Indonesia akan melaksanakan eliminasi penyakit kaki
gajah secara bertahap dimulai pada tahun 2002 di 5 kabupaten percontohan. Perluasan wilayah
akan dilaksanakan setiap tahun.

Penyebab penyakit kaki gajah adalah tiga spesies cacing filarial yaitu; Wucheria bancrofti,
Brugia malayi dan Brugia timori. Vektor penular : Di Indonesia hingga saat ini telah diketahui
ada 23 spesies nyamuk dari genus Anopheles, Culex, Mansonia, Aedes & Armigeres yang dapat
berperan sebagai vector penular penyakit kaki gajah.




Cara Penularan :

Seseorang dapat tertular atau terinfeksi penyakit kaki gajah apabila orang tersebut digigit
nyamuk yang infektif yaitu nyamuk yang mengandung larva stadium III ( L3 ). Nyamuk tersebut
mendapat cacing filarial kecil ( mikrofilaria ) sewaktu menghisap darah penderita mengandung
microfilaria atau binatang reservoir yang mengandung microfilaria. Siklus Penularan penyakit
kaiki gajah ini melalui dua tahap, yaitu perkembangan dalam tubuh nyamuk ( vector ) dan tahap
kedua perkembangan dalam tubuh manusia (hospes) dan reservoair.



Gejala :

Gejala klinis Filariais Akut adalah berupa ; Demam berulang-ulang selama 3 – 5 hari, Demam
dapat hilang bila istirahat dan muncul lagi setelah bekerja berat ; pembengkakan kelenjar getah
bening (tanpa ada luka) didaerah lipatan paha, ketiap (lymphadenitis) yang tampak kemerahan,
panas dan sakit ; radang saluran kelenjar getah bening yang terasa panas dan sakit yang menjalar
dari pangkal kaki atau pangkal lengan kearah ujung (retrograde lymphangitis) ; filarial abses
akibat seringnya menderita pembengkakan kelenjar getah bening, dapat pecah dan mengeluarkan
nanah serta darah ; pembesaran tungkai, lengan, buah dada, buah zakar yang terlihat agak
kemerahan dan terasa panas (early lymphodema). Gejal klinis yang kronis ; berupa pembesaran
yang menetap (elephantiasis) pada tungkai, lengan, buah dada, buah zakar (elephantiasis skroti).

Diagnosis
Filariasis dapat ditegakkan secara Klinis ; yaitu bila seseorang tersangka Filariasis ditemukan
tanda-tanda dan gejala akut ataupun kronis ; dengan pemeriksaan darah jari yang dilakukan
mulai pukul 20.00 malam waktu setempat, seseorang dinyatakan sebagai penderita Filariasis,
apabila dalam sediaan darah tebal ditemukan mikrofilaria. Pencegahan ; adalah dengan berusaha
menghindarkan diri dari gigitan nyamuk vector ( mengurangi kontak dengan vector) misalnya
dengan menggunakan kelambu bula akan sewaktu tidur, menutup ventilasi rumah dengan kasa
nyamuk, menggunakan obat nyamuk semprot atau obat nyamuk baker, mengoles kulit dengan
obat anti nyamuk, atau dengan cara memberantas nyamuk ; dengan membersihkan tanaman air
pada rawa-rawa yang merupakan tempat perindukan nyamuk, menimbun, mengeringkan atau
mengalirkan genangan air sebagai tempat perindukan nyamuk ; membersihkan semak-semak
disekitar rumah.



Pengobatan :

Secara massal dilakukan didaeah endemis dengan menggunakan obat Diethyl Carbamazine
Citrate (DEC) dikombinasikan dengan Albenzol sekali setahun selama 5-10 tahun, untuk
mencegah reaksi samping seperti demam, diberikan Parasetamol ; dosis obat untuk sekali minum
adalah :

Kelompok Umur         DEC (100 mg)           Albendazol             Paracetamol

(Tahun)               (Tablet)               (400 mg)               (500 mg)

                                             (Tablet)               (Tablet)
2-5                  1                       1                      0.25
6-14                 2                       1                      0.5
> 14                 3                       1                      1
Sumber : Dinkes Kab. Bandung



Pengobatan missal dihentikan apabila Mf rate sudah mencapai < 1 % ; secara individual /
selektif; dilakukan pada kasus klinis, baik stadium dini maupun stadium lanjut, jenis dan obat
tergantung dari keadaan kasus.



Pencegahan dapat dilakukan dengan:

      Berusaha menghindarkan diri dari gigitan nyamuk penular
      Membersihkan tanaman air pada rawa-rawa yang merupakan tempat perindukan nyamuk,
       menimbun, mengeringkan atau mengalirkan genangan air sebagai tempat perindukan
       nyamuk
      Membersihkan semak-semak disekitar rumah
      Dapat juga menggunakan tanaman yang dapat mengusir nyamuk.
   Untuk pencegahan penyakit yang ditularkan oleh nyamuk disini.

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:145
posted:10/12/2012
language:Unknown
pages:19