Docstoc

Piece Of Hearts

Document Sample
Piece Of Hearts Powered By Docstoc
					Piece Of Hearts

Serpihan pecahan yang masih tersisa, ada tetapi tinggalah sisa, tersisa tapi masih ada. Serpihan
ini seperti butiran air hujan yang turun di musim panas. Kecil tetapi bisa terasa basahnya air.
Serpihan ini juga seperti cermin yang pecah. Serpihan cermin kecil yang terpisah tetapi masih
terlihat bayangan seseorang yang jane sukai. Walau seringkali avan menghancurkan cermin yang
bening itu menjadi serpihan. Tetapi tetap saja akan terdapat bayangan avan di serpihan kecil
cermin itu.

Jane, ia mulai bosan dengan semuanya, tapi Jane tidak bisa membayangkan. Apa jadinya jika
Jane tidak menyukai Avan lagi. Apa yang akan terjadi jika Jane yang dulu selalu menyukai Avan
sekarang mulai lelah. Sebenarnya Jane bukanlah lelah. Ia telah sadar .

Hanya saja Jane meragukan kesadaranya. Jane berpikir dia tidak sadar saat berpikir ia harus
pergi tinggalkan Avan. Jane ragu akan ini. Tapi waktu tunjukan apa yang harus berlalu. Waktu
yang terus berjalan dan Avan yang terus pecahkan cermin menjadi serpihan . Seakan
mengharuskan Jane untuk segera menyadari kesadaranya untuk pergi tinggalkan Avan.

Tidak perlu repot mengemasi koper atau memesan tiket ke luar angkasa. Jane hanya perlu
menghitung ulang berapa cermin yang telah Avan pecahkan. Akhirnya jane mengambil cermin
di kamarnya dan membatin.

 ‘Hatiku seperti cermin ini awalnya, utuh lalu bayanganmu datang Avan. Setelah datang
bayanganmu menjadi begitunyata!. Setelah kenyataan yang aku lihat dan rasakan ternyata
membuat hatiku pecah. Setelah pecah serpihanya masih menampilkan bayanganmu. Walau
bayanganmu kecil terlihat di serpihan. Lama aku menyukai kau Avan! Lama sekali. Dan
sekarang akan menjadi terlalu lama jika aku masih menunggumu. Bahkan saat menunggumu
hatiku telah menjadi abu!!.’

Janepun keluar dari kamarnya. Ia menuju taman kecil yang sepi. Setiap Jane ingin sendiri Jane
pasti ke tempat ini. Di perjalanan menuju taman jane bertemu Avan. Avan telah mengira Jane
akan menyapa atau tersenyum. Tapi nyatanya Jane berjalan lurus ke taman kecil itu. dengan
pandangan kosong Avan heran .

‘Ada apa dengan Jane?’

Angin berdesis menyapu rambut Avan. Avan berdiri mematung di tepi jalan yang baru saja di
lalui Jane. Avan merasa sangat tidak enak hati. Entah kenapa Avanpun menjadi bingung sendiri.
Ia merasa kejadian tadi begitu asing.

Dedaunan yang gugur bersamaan dengan langkah jane yang cepat menuju taman. Membuat
Avan semakin merasa Asing.
“Dedaunan ini gugur, aneh sekali padahal belum musimnya. Dan kenapa Jane melangkah begitu
cepat tadi?. Hah sudahlah.” Avan lagi-lagi menghiraukan segalanya!

Avan sebenarnya merasa asing dengan tingkah Jane barusan.Seasing dedaunan yang gugur saat
belum waktunya. Tetapi lagi-lagi keacuhanya menghiraukan segalanya.

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:4
posted:10/11/2012
language:Indonesian
pages:2