Pertemuan 3 dan 4 (NF, Atm Effect, K, Terrain, Clearance,Fresnell Zone,ODU Configuration) by alifahnuha

VIEWS: 351 PAGES: 45

More Info
									Klasifikasi Link Microwave




              Alfin Hikmaturokhman, M T
02 Okt 2012       http://sinauonline.org   1
         Klasifikasi Link Microwave

   Komunikasi microwave pada sistem seluler digunakan
    pada jalur transmisi antara satu Mobile Switching
    Centre(MSC) dengan MSC yang lain dalam
    jaringannya, antara MSC dengan BSC, antara BSC
    dengan beberapa BTS maupun antar BTS, walaupun
    sebagai alternatifnya adalah jalur transmisi serat optik
    ataupun saluran sewa berbentuk wireline.
   Link microwave pada umumnya beroperasi antara
    frekuensi 2GHz-58GHz.
                         Alfin Hikmaturokhman, M T
       02 Okt 2012           http://sinauonline.org     2
                     Kategori Link Microwave Berdasarkan
                             Range frekuensinya

   Long Haul
    Frekuensi operasi link ini biasanya antara 2 GHz
    sampai 10 GHz. Pada kondisi iklim terbaik dan
    frekuensi operasi, jarak yang dapat dicakup
    oleh link ini dapat berkisar antara 45 km-80
    km. Link ini dipengaruhi multipath fading.


                              Alfin Hikmaturokhman, M T
       02 Okt 2012                http://sinauonline.org   3
         Frekuensi band 2 GHz

   Daya jangkau maksimal 80 km
   Multipath fading
   Diameter antena 370 cm dengan gain antena
    36 dBi
   Digunakan 2 polarisasi, vertikal dan horisontal



                       Alfin Hikmaturokhman, M T
       02 Okt 2012         http://sinauonline.org   4
                     Frekuensi Band 7 GHz


   Daya jangkau maksimal 50 km
   Multipath fading
   Diameter antena 370 cm dengan gain antena
    46,8 dBi
   Digunakan 2 polarisasi, vertikal dan horizontal



                        Alfin Hikmaturokhman, M T
       02 Okt 2012          http://sinauonline.org   5
                     Frekuensi Band 10 GHz


   Daya jangkau maksimal 45 km
   Multipath fading
   Diameter antena 60 cm-120 cm untuk gain 34
    dBi-40 dBi
   Digunakan 2 polarisasi, vertikal dan horizontal



                        Alfin Hikmaturokhman, M T
       02 Okt 2012          http://sinauonline.org   6
         Medium Haul
   Frekuensi operasi link ini biasanya antara 11
    GHz-20 GHz.
   Dipengaruhi oleh kondisi iklim dan frekuensi
    operasi.
   Panjang lintasan bervariasi antara 20 km-40
    km. Link ini juga dipengaruhi oleh multipath
    fading dan rain fading.

                     Alfin Hikmaturokhman, M T
       02 Okt 2012       http://sinauonline.org   7
   Frekuensi band 13 GHz
   Daya jangkau maksimal 40 km
   Multipath fading
   Diameter antena 60 cm-120 cm untuk gain antena
    berkisar 36,4 dBi-42,4 dBi
   Digunakan 2 polarisasi, vertikal dan horisontal

   Frekuensi band 15 GHz
   Daya jangkau maksimal 35 km
   Multipath fading
   Diameter antena 60 cm-120 cm dengan gain antena
    berkisar 38 dBi-44 dBi
                              vertikal M T
    Digunakan 2 polarisasi, Hikmaturokhman,dan horisontal
                         Alfin
       02 Okt 2012       http://sinauonline.org      8
          Frekuensi band 18 GHz

   Daya jangkau maksimal 20 km
   Multipath fading
   Diameter antena 60 cm-180 cm dengan gain 39 dBi-49 dBi
   Digunakan 2 polarisasi, vertikal dan horisontal.
   Atenuasi atmosfer 0,1 dB/km
   Atenuasi hujan sekitar 1 dB/km saat curah hujan 20 mm/h




                          Alfin Hikmaturokhman, M T
        02 Okt 2012           http://sinauonline.org          9
          Short Haul

   Link ini beroperasi pada frekuensi tinggi (23 GHz-58 GHz) dan
    dengan demikian menjangkau jarak yang lebih pendek, pada
    range frekuensi yang lebih rendah di band ini, link ini
    dipengaruhi oleh multipath dan rain fading.
   Pada frekuensi yang lebih tinggi saat panjang lintasan hanya
    beberapa kilometer, fenomena multipath tidak mempunyai
    dampak yang signifikan tetapi walau bagaimanapun, dampak
    hujan berpengaruh besar pada link jenis ini.



                           Alfin Hikmaturokhman, M T
        02 Okt 2012            http://sinauonline.org       10
Frekuensi band 23 GHz
  Daya jangkau maksimal 18 km
  Multipath fading dan rain fading
  Diameter antena 30 cm-120 cm untuk gain berkisar 35,5 dBi-47,3 dBi
  Digunakan 2 polarisasi, vertikal dan horisontal
  Atenuasi atmosfer hujan sekitar 3 dB/km saat curah hujan 20 mm/h

Frekuensi band 26 GHz dan 27 GHz
  Daya jangkau maksimal 15 km
   Rain fading
   Diameter antena 30 cm-60 cm
   Digunakan 2 polarisasi, vertikal dan horisontal
   Atenuasi atmosfer 0,1 dB/km
   Atenuasi karena hujan sekitar 3 dB/km saat curah hujan 20 mm/h




                               Alfin Hikmaturokhman, M T
        02 Okt 2012                http://sinauonline.org               11
        Komponen Link Microwave

   Terdapat dua komponen utama dalam link
    microwave yaitu Indoor Unit (IU) dan Outdoor
    unit (OU) serta terdapat multiplexer dan
    combiner sebagai komponen pendukungnya:




                     Alfin Hikmaturokhman, M T
      02 Okt 2012        http://sinauonline.org   12
         Outdoor Unit (OU)

   Outdoor Unit sering disebut dengan ODU.
   ODU berfungsi untuk mengkonversi sinyal digital
    berfrekuensi  rendah   (Intermediate   Frequency)
    menjadi sinyal radio berfrekuensi tinggi (Radio
    Frequency).
   ODU berisi perangkat Radio Frequency pengirim dan
    penerima.
   Dengan fitur ini, ODU juga disebut sebagai radio
    transceiver.
                       Alfin Hikmaturokhman, M T
       02 Okt 2012         http://sinauonline.org   13
         Contd ..
   Ketika sinyal diterima dari antena, sinyal biasanya
    dilewatkan ke Low Noise Amplifier (LNA) untuk
    menguatkan sinyal yang diterima.
   Kemudian dilewatkan ke Automatic Gain Control (AGC)
    untuk memastikan besar sinyal saat memasuki radio
    penerima.
   ODU mendapatkan catuan listrik dan sinyal
    termodulasi berfrekuensi rendah dari IDU melalui
    kabel koaksial.
                       Alfin Hikmaturokhman, M T
       02 Okt 2012         http://sinauonline.org   14
         Terdapat tiga konfigurasi yang sering digunakan
         pada ODU, yaitu :

   Konfigurasi 1+0 yaitu, memiliki satu radio ODU dan
    satu antena microwave di setiap BTS.
   Apabila ODU mengalami kerusakan maka secara
    otomatis link akan putus.




                        Alfin Hikmaturokhman, M T
       02 Okt 2012          http://sinauonline.org   15
                     Konfigurasi 1+1 Hot Standby
   Memiliki satu antena microwave dan dua radio ODU
    pada setiap BTS. Radio ODU ini dua-duanya aktif,
    hanya saja ODU yang kedua bersifat standby.
   Hal ini dilakukan untuk menjaga apabila main radio
    ODU mengalami kerusakan maka secara otomatis
    akan di backup oleh ODU yang kedua.




                           Alfin Hikmaturokhman, M T
       02 Okt 2012             http://sinauonline.org   16
                     Konfigurasi 1+1 Space Diversity
   Memiliki dua antena microwave dan dua radio ODU.




                             Alfin Hikmaturokhman, M T
       02 Okt 2012               http://sinauonline.org   17
        Combiner

   Combiner        (hybrid) berfungsi    untuk
    menggabungkan      kedua     sinyal   untuk
    meminimalkan    distorsi   atau     pemecah
    frekuensi dengan cara menghubungkan dua
    radio.




                        Alfin Hikmaturokhman, M T
      02 Okt 2012           http://sinauonline.org   18
         Multiplexer
   Multiplexer      merupakan     perangkat   pemilihan
    beberapa jalur data kedalam satu jalur data untuk
    dikirim ke titik lainnya dan mempunyai dua jalur atau
    lebih sinyal digital sebagai masukan dan kontrol
    untuk pemilih data (selector).
   Dimana multiplexer dalam pembangunan link
    transmisi radio digunakan untuk menghubungkan ke
    bagian IDU.

                        Alfin Hikmaturokhman, M T
       02 Okt 2012          http://sinauonline.org    19
                 Efek Atmosfer dan
         Fading Pada Komunikasi Microwave


   Efek Atmosfer
   Komunikasi microwave banyak diterapkan
    pada komunikasi terrestrial. Pada komunikasi
    ini banyak faktor-faktor yang sangat
    mempengaruhi kinerja sistem yang berkaitan
    dengan efek dari atmosfer antara lain[2]:


                    Alfin Hikmaturokhman, M T
     02 Okt 2012        http://sinauonline.org   20
            Pengaruh Atmosphere


   Butir-butir hujan memberikan redaman terhadap gelombang elektromagnetik yang melintas.
    Semakin lebat hujan maka redaman tersebut semakin besar. (Gideon Jonatan)
   Besar redaman hujan merupakan fungsi dari:
-   Besar curah hujan (R dengan satuan mm/hr).
    Curah hujan didefinisikan dengan : kenaikan permukaan air dalam satu jam di sebuah wadah
    yang terletak bebas di lapangan karena hujan yang turun.
- Bentuk butiran air hujan.
- Besar frekuensi yang digunakan.
- Polarisasi gelombang yang digunakan (horizontal/vertikal).
- Jarak yang ditempuh, distribusi hujan sepanjang lintasan gelombang


                                       Alfin Hikmaturokhman, M T
          02 Okt 2012                      http://sinauonline.org                    21
         Contd..
   Adapun pembagian daerah hujan untuk setiap area
    yang sangat berpengaruh pada metode ITU-RP.530-
    7/8 yaitu pembagian daerah hujan menurut ITU-R
    Pn.837-1 dan pembagian curah hujan daerah
    menurut ITU-R Pn.837-1
   Ditinjau dari data tersebut, Indonesia termasuk
    golongan daerah hujan P dimana intensitas hujan
    termasuk besar.

                      Alfin Hikmaturokhman, M T
       02 Okt 2012        http://sinauonline.org   22
              Alfin Hikmaturokhman, M T
02 Okt 2012       http://sinauonline.org   23
  Pembagian Curah Hujan DaerahMenurut ITU-R Pn.837-1                                 [5]



                                                        Region (mm/h)
      Procentage of
        time (%)
                      A    B    C    D    E    F    G       H      J    K     L     M      N     P


           1          -    1    -    3    1    2    -       -      -     2     -     4      5    12


           0.3        1    2    3    5    3    4    7       4     13     6     7    11     15    34


           0.1        2    3    5    8    6    8    12      10    20    12    15    22     35    65


          0.03        5    6    9    15   12   15   20      18    28    23    33    40     65    105


          0.01        8    12   15   28   22   28   30      32    35    42    60    63     95    145


         0.003        14   21   26   54   41   54   45      55    45    70    105   95     140   200


         0.001        22   32   42   78   70   78   65      83    55    100   150   120    180   250



                                     Alfin Hikmaturokhman, M T
02 Okt 2012                              http://sinauonline.org                                        24
Curah hujan adalah besaran yang menyatakan tingginya kenaikan air hujan dalam suatu wadah (yang luas
permukaannya sampai ke dasarnya sama) dalam satu jam 1).
Besarnya redaman karena curah hujan dapat dinyatakan dengan rumus:
(Roger L. Freeman, Telecomunication Transmission Handbook, New York, 1981. )


                                                                       …………….1



                                                                       …………….2



                                                                       …………….3
                                          Alfin Hikmaturokhman, M T
          02 Okt 2012                         http://sinauonline.org                            25
              Alfin Hikmaturokhman, M T
02 Okt 2012       http://sinauonline.org   26
    Koefisien Regresi dari Fungsi Frekuensi dan Polarisasi
    (Sumber: Roger L. Freeman, 1987)




                          Alfin Hikmaturokhman, M T
02 Okt 2012                   http://sinauonline.org         27
Untuk mengatasi redaman hujan ini, maka daya pancar harus dinaikkan sebesar redaman tersebut.

Dari permasalahan yang ada pada diketahui bahwa curah hujan setempat adalah 50 mm/jam,
panjang lintasan sejauh 39 km, frekuensi yang digunakan sebesar 6 GHz dan polarisasi yang
digunakan adalah polarisasi horizontal. Dari polarisasi ini dapat dicari faktor regresi fungsi dari
frekuensi dan polarisasi berdasarkan tabel pada slide sebelumnya. Dari tabel akan didapatkan
nilai a sebesar 0.00175 dan nilai b sebesar 1.308. Untuk mencari besarnya redaman karena hujan
dapat dicari dengan cara sebagai berikut:

Untuk mencari redaman curah hujan, langkah pertama adalah mencari besarnya redaman, dengan
menggunakan rumus pada slide sebelumnya akan didapatkan hasil sebagai berikut:
A = a x Rb
A = 0.00175 x 50 1.308
A = 0.29 dB/km                       Alfin Hikmaturokhman, M T
          02 Okt 2012                     http://sinauonline.org                           28
Langkah kedua, mencari faktor reduksi dengan rumus 2 dan akan didapatkan hasil sebagai
berikut:




Langkah terakhir, mencari besarnya redaman efektif karena hujan sepanjang 39 km, dengan
rumus sebelumnya dan didapatkan hasil sebagai berikut:
Aeff = A x D x r
Aeff = 0.29 x 39 x 0.37
Aeff = 4.18 dB
                                     Alfin Hikmaturokhman, M T
         02 Okt 2012                     http://sinauonline.org                          29
1. Absorption
Dari penelitian yang telah dilakukan, oksigen di atmosphere menyerap beberapa energi dari
gelombang microwave dan untungnya pelemahan yang diberikan kecil pengaruhnya. Pelemahan
yang didapat sekitar 0.01 dB/Km pada frekuensi 2 Ghz dan naik ke 0.02 dB/km pada frekuensi
26 Ghz.




                                    Alfin Hikmaturokhman, M T
         02 Okt 2012                    http://sinauonline.org                     30
Curah hujan juga berpengaruh pada transmisi GM terutama diatas frekuensi 10 Ghz.
Sebagai contoh pada 12 Ghz pelemahan yang dicapai hampir 10 dB/km.
Dan hujan yang sangat deras juga bisa mengakibatkan jatuhnya link (break transmition )
2. Refraction (Pembiasan)
Refraction adalah belokan dari gelombang radio yang disebabkan salah satunya oleh karena
perubahan karakteristik dari atmosphere. Efek dari refraction menyebabkan arah dari tembakan
microwave menyimpang dari jalur line of sight (LOS) nya.
Padahal dalam komunikasi yang diinginkan adalah propagasi garis pandang atau LOS

Rata-rata kondisi atmosphere menyebabkan jalur propagasi mempunyai radius lengkungan atau
belokan sebesar 1.33 kali radius bumi yang sebenarnya.
Secara praktisnya menyebabkan panjang dari jalur propagasi bertambah rata-rata 15% lebih
panjang dibanding jalur LOS nya.
                                      Alfin Hikmaturokhman, M T
         02 Okt 2012                      http://sinauonline.org                         31
    Untuk     memudahkan   analisis,    lintasan
     gelombang radio dimanipulasi jari-jari bumi
     seperti pada Gambar




                                Microwave Path: Equivalent Earth[5]
Microwave Path: Real Earth
                         Alfin Hikmaturokhman, M T
      02 Okt 2012            http://sinauonline.org          32
Perubahan dari belokan bumi yang disebabkan oleh refraction dinyatakan dengan k-factor,
yang didefinisikan sebagai perbandingan antara radius effective dari bumi dengan radius bumi
yang sebenarnya. Radius Bumi yang sebenarnya adalah (Ref 6370 km dalam RADIO PROPA
GATION TUTORIAL Copyright : © 1997 TALTEL SISTEMI Via Tempesta 2, Milano, Italy,
Luigi Moreno Radio Engineering Services)

k = effective earth radius/ true earth radius
Pada kondisi atmosfir normal, dalam perhitungan radius bumi ekuivalen
biasanya digunakan k = 4/3
Kondisi k-faktor lainnya :
k < 4/ 3 Sub- refractive Atm. Jalur dari gelombang radio teralu dekat dengan permukaan bumi.
Nilai k yang terlalu rendah berhubungan dengan tingginya probabilitas gelombang radio terhalangi
oleh permukaan tanah.
                                      Alfin Hikmaturokhman, M T
         02 Okt 2012                      http://sinauonline.org                        33
k > 4/ 3 Super- refractive Atm. Jalur dari gelombang radio teralu jauh dari permukaan bumi
dan bisa memperluas interferensi yang tidak diinginkan.




                                      Alfin Hikmaturokhman, M T
         02 Okt 2012                      http://sinauonline.org                       34
              Alfin Hikmaturokhman, M T
02 Okt 2012       http://sinauonline.org   35
           3. Ducting


   Ducting adalah peristiwa dimana terperangkapnya gelombang mikro dalam sebuah
    atmosphere waveguide.
   Ini biasa terjadi pada ketinggian yang rendah dengan lapisan atmosphere yang
    sangat padat dan terjadi didekat atau diatas permukaan air
 Ada 2 macam ducting :
1. Surface Ducts : jika batas terendah dari duct adalah permukaan bumi.
2. Elevated Ducts : jika batas terendah dari duct adalah diatas permukaan bumi.




                                  Alfin Hikmaturokhman, M T
         02 Okt 2012                  http://sinauonline.org                  36
             TERRAIN EFFECTS
Effect yang diakibatkan dari penghalang seperti pohon dan bangunan.
Dalam propagasi gelombang mikro sangat diharapkan terjadinya suatu propagasi garis pandang
yang Line Of Sight (LOS) tanpa adanya penghalang.
Untuk mengingat kembali sebuah rumus yang sudah sangat terkenal tentang Free Space
Propagations (Propagasi ruang bebas), yaitu :

FSL (Free Space Loss) = 32,45 + 20 log f (MHz) + 20 log d (km)
Dimana R dalam Km dan f dalam MHz

FSL (Free Space Loss) = 92,5 + 20 log f (GHz) + 20 log d (km)
Dimana R dalam Km dan f dalam Ghz
Hubungan antara Frekuensi, jarak dan FSL

                                         Alfin Hikmaturokhman, M T
           02 Okt 2012                       http://sinauonline.org                37
                  Terrain Effect

Tapi pada prakteknya akan sangat banyak penghalang pada sebuah komunikasi gelombang
mikro.Disini akan dibahas efek apa saja yang terjadi karena adanya penghalang dalam propagasi
gelombang mikro.
   a. Fresnel Zone
           Daerah Fresnel pertama merupakan hal yang perlu diperhatikan dalam lintasan
gelombang mikro line of sight. Daerah ini diutamakan harus bebas dari halangan pandangan (free
of sight obstruction) karena bila tidak, akan menambah redaman lintasan.




                               d1                       d2
                                      Alfin Hikmaturokhman, M T
         02 Okt 2012                      http://sinauonline.org                       38
Gambar di slide menunjukkan dua berkas lintasan propagasi gelombang radio dari pemancar (Tx)
ke penerima (Rx), yaitu berkas lintasan langsung (direct ray) dan berkas lintasan pantulan
(reflected ray). Jika berkas lintasan pantulan mempunyai panjang setengah kali lebih panjang
dari berkas lintasan langsung, dan bumi dianggap pemantul yang sempurna (koefisien pantul = -1,
yang berarti gelombang datang dan gelombang pantul berbeda fase 180o), maka pada saat tiba di
penerima akan mempunyai fase yang berbeda dengan gelombang langsung. Hal tersebut akan
mengakibatkan terjadinya intensitas kedua gelombang pada saat mencapai antena penerima akan
saling melemahkan. Batas daerah Fresnel dapat dicari dengan rumus sebagai berikut:
(Roger L. Freeman, Radio System Design for Telecomunications (1-100 GHz),New York, 1987.)




                                       Alfin Hikmaturokhman, M T
          02 Okt 2012                      http://sinauonline.org                       39
                                  F1 = radius daerah Fresnel pertama (m)
                 d1d 2            f = frekuensi kerja (GHz)
F1     17 ,3                      d1 = jarak antara Tx dengan halangan (km)
               f d1 d 2
                                  d2 = jarak antara Rx dengan halangan (km)
                                         d = d1+ d2 = jarak antara Tx dan Rx (km)

 Sedangkan untuk radius daerah Fresnel kedua (second Fresnel radius region),dan
 seterusnya dapat dinyatakan dengan rumusan berikut


              n d1d 2
Fn     17 ,3
             f d1 d 2


                               Alfin Hikmaturokhman, M T
     02 Okt 2012                   http://sinauonline.org                         40
Contoh
Temukanlah radius Fresnel Pertama pada microwave link yang berjarak 25 km dan terdapat
penghalang berupa sebuah pohon pada jarak 10 km jika frekuensi yang digunakan 6Ghz.

                 d1d 2          d1 = 10 km
 F1    17 ,3
               f d1 d 2         d2 = 25 km – 10 km = 15 km
                                     f = 6 Ghz



               10 x15
 F1 17,3                 17,3   meter
               6 X 25


                                     Alfin Hikmaturokhman, M T
         02 Okt 2012                     http://sinauonline.org                      41
  B. Clearance
   Lintasan sinyal yang ditransmisikan pada sistem line of sight harus mempunyai daerah bebas
hambatan yang disebut clearance.
Daerah clearance ditentukan untuk menghindari pengaruh dari jalur jamak terutama karena
pantulan tanah. Clearance minimum adalah 0.6 dari daerah Fresnel pertama (0.6 F1).

Dalam analisa profil lintasan digunakan peta permukaan bumi datar maka diperlukan faktor
koreksi terhadap ketinggian titik penghalang (obstacle) yang nilainya sama dengan kelengkungan
bumi (earth bulge ). Nilai faktor koreksi dapat dicari dengan rumus berikut
(Roger L. Freeman, Telecomunication Transmission Handbook, New York)




                                      Alfin Hikmaturokhman, M T
         02 Okt 2012                      http://sinauonline.org                        42
                  0,079 .d1 .d 2
      hkoreksi
                       k
sehingga nilai clearance dengan pengaruh faktor koreksi menjadi:

Clearance = 0,6 F1 + hkoreksi


Keterangan:
         hkoreksi : faktor koreksi ketinggian titik penghalang (m)
         F1 : daerah fresnel pertama (m)
         d1,d2 : jarak antara pengirim dan penerima ke titik penghalang (km)

          k = faktor kelengkungan bumi, dimana

                                       Alfin Hikmaturokhman, M T
          02 Okt 2012                      http://sinauonline.org              43
        Fading
Fading adalah fenomena fluktuasi daya sinyal terima akibat adanya proses propagasi gelombang
radio yang mengakibatkan turunnya daya terima dan rusaknya kualitas transmisi. Ada beberapa
macam fading yang dikenal dalam transmisi gelombang mikro antara lain adalah sebagai
berikut
          PT. Telkom, Gelombang Mikro Digital Modul 2 System Propagasi, Purwokerto, 1994.

a. Fading type K
Fading yang disebabkan oleh pantulan dan halangan yang disebabkan oleh perubahan faktor K.
Fading tipe K kadang terjadi pada lintasan dengan LOS (line of sight) yang cukup. Ketika hal
tersebut terjadi, akan mempengaruhi semua kanal secara simultan.


                                     Alfin Hikmaturokhman, M T
         02 Okt 2012                     http://sinauonline.org                       44
          b. Fading karena Duct
          Fading yang disebabkan karena pembelokan gelombang radio ke atas atau ke bawah
yang mengakibatkan daerah kantong sehingga gelombang tidak dapat diterima. Apabila salah
satu antena pemancar atau antena penerima diletakkan di dalam jalur dan yang lain
          diletakkan di luar jalur, maka pancaran gelombang akan mengalami fading jenis
redaman yang sangat keras.
          c. Multipath Fading
          Fading yang disebabkan karena diterimanya banyak gelombang yang merambat
melalui jalan yang berbeda, sehingga terjadi saling interefensi. Multipath fading tergantung pada
frekuensi, jarak dan keadaan kekasaran bumi. Sinyal terima, pada kenyataanya adalah
penjumlahan dari sinar langsung dan satu atau lebih sinar tidak langsung. Total sinyal yang
diterima bisa berubah secara konstan dan akan mengalami fading dengan cepat dalam kasus ini.
Fading ini akan jauh lebih buruk jika fading jenis lain menekan sinyal tersebut.
                                       Alfin Hikmaturokhman, M T
          02 Okt 2012                      http://sinauonline.org                          45

								
To top