Docstoc

PTK 123

Document Sample
PTK 123 Powered By Docstoc
					                                  HOME
                                  PROFIL
                               PROGRAM
                              SILABUS-RPP
                                  PTK
                                 GALERI
                                  BARU
                                ARTIKEL
                              BERITA KINI
                             PENGUMUMAN
                              BERITA PGRI




Selasa, 12 Oktober 2010
CONTOH PROPOSAL PTK PKN SMP

A. JUDUL PENELITIAN
(253 Judul PTK disini)
”MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN
EXAMPLE       NON      EXAMPLE PADA   MATA     PELJARAN     PENDIDIKAN
KEWARGANEGARAAN DI KELAS .... SMP ...... SEMESTER .... TAHUN PELAJARAN
....... ”
B. BIDANG KAJIAN
Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan dan pemberian metode examples non examples.
C. LATAR BELAKANG MASALAH
Berdasarkan hasil pengamatan dan pengalaman selama ini, siswa kurang aktif dalam kegiatan
belajar-mengajar. Anak cenderung tidak begitu tertarik dengan pelajaran PKn, karena selama ini
pelajaran PKn dianggap sebagai pelajaran yang hanya mementingkan hafalan semata, kurang
menekankan aspek penalaran sehingga menyebabkan rendahnya minat belajar PKn siswa di
sekolah.
Kemampuan siswa dalam menguasai materi pembelajaran berpengaruh terhadap hasil belajar
atau ketuntasan belajar yang telah ditentukan kriteria ketuntasan minimalnya ( KKM ). Keaktifan
siswa rendah justru disebabkan oleh pembelajaran yang berpusat pada guru. Sebab guru hanya
menggunakan model pembelajaran yang bersifat konvensional dan banyak didominasi guru,
sehingga mengakibatkan keaktifan siswa rendah. Di samping itu, nilai rata rata ulangan harian
rendah yang dicapai siswa kelas VII D SMP......... yaitu rata-rata 60,50 dengan jumlah siswa
yang tuntas sebanyak 66 % padahal KKM di sekolah adalah 68. Hal ini belum mencapai KKM
yang telah ditetapkan dan belum tuntas secara klasikal minimal 85 %. Dari ketiga nilai , baik
aspek kognitif, nilai afektif, dan nilai psikomotorik yang ada, pada penelitian ini peneliti hanya
mengambil nilai kognitif saja. Oleh karena itu, diperlukan model pembelajaran yang dapat
meningkatkan kretivitas dan keaktifan siswa di dalam proses pembelajaran yang ditandai dengan
aktivitas siswa yang meningkat, sehingga ketuntasan belajar dapat tercapai. Model pembelajaran
tersebut adalah model example non example, Pembelajaran Example Non Example adalah suatu
proses belajar mengajar di dalam kelas dimana siswa diberikan contoh-contoh gambar yang
menarik dan berhubungan dengan materi pembelajaran. Kemudian siswa diminta untuk
mendiskusikan secara kelompok, tugas guru adalah merangsang untuk berfikir kritis dalam
memecahkan masalah yang ada. Tugas guru juga mengarahkan siswa untuk berani
menyampaikan pendapat,bertanya dan menjawab serta menyimpulkan permasalahan.

D.                                RUMUSAN                                      MASALAH
Berdasarkan uraian pada latar belakang masalah tersebut di atas, maka dapat dirumuskan
masalah penelitian sebagai berikut:. Apakah dengan menggunakan model Examples Non
Examples dapat meningkatkan hasil belajar PKn kelas VII D di SMP Islam Al-Hikmah Mayong
Jepara                                                                                   ?
E..                              PEMECAHAN                                     MASALAH
Dari rumusan masalah tersebut di atas , maka pemecahan masalah yang muncul adalah :
Nilai Pendidikan Kewarganegaraan (khususnya nilai kognitif) rendah. Model pembelajaran
selama ini yang dipakai adalah masih bersifat konvensional, maka pada penelitian ini perlu
menggunakan model pembelajaran yang lain yaitu model Examples non Examples.
Dengan menggunakan model pembelajaran yang menyenangkan dan menarik,anak akan lebih
bersemangat dalam mengikuti kegiatan belajar mengajar,sehingga hasil yang diharapkan dapat
tercapai.

F.                              TUJUAN                                  PENELITIAN
1. Untuk mengetahui ada tidaknya peningkatan hasil belajar dengan model Examples non
Examples.

2. Menemukan dan mengatasi masalah yang muncul selam proses belajar mengajar berlangsung.
3.         Meningkatkan            profesionalisme           dan           kinerja         guru.

G.                   MANFAAT                      HASIL                   PENELITIAN
Penelitian Tindakan Kelas ( PTK ) terhadap perbaikan pembelajaran memberi manfaat yang
cukup signifikan , baik bagi siswa, guru, maupun institusi ( sekolah ).
1.                 Manfaat                  bagi                 siswa                :
a)      Membantu      siswa    meningkatkan      pemahaman      materi    pembelajaran.
b)            Meningkatkan          rasa           percaya           diri        siswa.
c) Mengaktifkan siswa dalam pembelajaran sehingga memperoleh hasil maksimal.

2.              Manfaat                 bagi               guru                  :
a)         Membantu             guru           memperpaiki          pembelajaran
b)      Membantu         guru         berkembang        secara       professional
c)        Menumbuhkan            rasa         percaya          diri          guru
d) Memungkinkan guru secara aktif mengembangkan pengetahuan dan ketrampilannya.

3.         Manfaat         bagi         Institusi       (         Sekolah        )         :
a)        Membantu         teman          sejawat       dapat        melakukan        PTK.
b) Meningkatkan kualitas hasil belajar siswa secara bertahap dan terus menerus
c) Membuka wawasan para guru dan Kepala sekolah, bahwa permasalahan pembelajaran dapat
diatasi                                     melalui                                   PTK.
d) Sebagai bahan rujukan peneliti lain dan bahan kajian untuk dapat memberikan kritik saran
yang                                                                            konstruktif.
e) Sebagai acuan dan perbandingan peneliti untuk mengambil tindakan dalam mengatasi masalah
yang            serupa           /             sama           dalam           pembelajaran.

H.                                     KAJIAN                                        PUSTAKA
A.                                        Landasan                                         Teori
1.                      Hakekat                       Pembelajaran                          PKn
a.                                      Pengertian                                        belajar
Belajar merupakan proses perubahan yang terjadi pada diri seseorang melalui penguatan
(reinforcement), sehingga terjadi perubahan yang bersifat permanen dan persisten pada dirinya
sebagai hasil pengalaman (Learning is a change of behaviour as a result of experience), demikian
pendapat John Dewey, salah seorang ahli pendidikan Amerika Serikat dari aliran Behavioural
Approach.
Perubahan yang dihasilkan oleh proses belajar bersifat progresif dan akumulatif, mengarah
kepada kesempurnaan, misalnya dari tidak mampu menjadi mampu, dari tidak mengerti menjadi
mengerti, baik mencakup aspek pengetahuan (cognitive domain), aspek afektif (afektive domain)
maupun aspek psikomotorik (psychomotoric domain). Belajar merupakan suatu proses usaha
yang dilakukan oleh individu untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara
keseluruhan sebagai hasil pengalaman individu itu sendiri dalam interaksi dengan lingkungan[4]
2. Ada empat pilar belajar yang dikemukakan oleh UNESCO, yaitu :
• Learning to Know, yaitu suatu proses pembelajaran yang memungkinkan siswa menguasai
tekhnik menemukan pengetahuan dan bukan semata-mata hanya memperoleh pengetahuan.
• Learning to do adalah pembelajaran untuk mencapai kemampuan untuk melaksanakan
Controlling, Monitoring, Maintening, Designing, Organizing. Belajar dengan melakukan sesuatu
dalam potensi yang kongkret tidak hanya terbatas pada kemampuan mekanistis, melainkan juga
meliputi kemampuan berkomunikasi, bekerjasama dengan orang lain serta mengelola dan
mengatasi                                                                                koflik
• Learning to live together adalah membekali kemampuan untuk hidup bersama dengan orang
lain yang berbeda dengan penuh toleransi, saling pengertia dan tanpa prasangka.
• Learning to be adalah keberhasilan pembelajaran yang untuk mencapai tingkatan ini diperlukan
dukungan keberhasilan dari pilar pertama, kedua dan ketiga. Tiga pilar tersebut ditujukan bagi
lahirnya siswa yang mampu mencari informasi dan menemukan ilmu pengetahua yang mampu
memecahkan masalah, bekerjasama, bertenggang rasa, dan toleransi terhadap perbedaan. Bila
ketiganya behasil dengan memuaskan akan menumbuhkan percaya diri pada siswa sehingga
menjadi manusia yang mampu mengenal dirinya, berkepribadian mantap dan mandiri, memiliki
kemantapan emosional dan intelektual, yang dapat mengendalikan dirinya dengan konsisten,
yang          disebut        emotional         intelegence        (kecerdasan          emosi).

b.                Pengertian                 Pendidikan                Kewarganegaraan
Pendidikan kewarganegaraan adalah sebagai wahana untuk mengembangkan kemampuan, watak
dan     karakter   warganegara      yang    demokratis    dan    bertanggung    jawab.

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pelajaran PKn dalam rangka “nation and
character                                         building”                                       :
1) Pertama : PKn merupakan bidang kajian kewarganegaraan yang ditopang berbagai disiplin
ilmu yang releven, yaitu: ilmu politik, hukum, sosiologi, antropologi, psokoliogi dan disiplin
ilmu lainnya yang digunakan sebagai landasan untuk melakukan kajian-kajian terhadap proses
pengembangan         konsep,       nilai      dan       perilaku      demokrasi      warganegara.
2) Kedua : PKn mengembangkan daya nalar (state of mind) bagi para peserta didik.
Pengembangan karakter bangsa merupakan proses pengembangan warganegara yang cerdas dan
berdaya nalar tinggi. PKn memusatkan perhatiannya pada pengembangan kecerdasan warga
negara (civic intelegence) sebagai landasan pengembangan nilai dan perilaku demokrasi.
3) Ketiga : PKn sebagai suatu proses pencerdasan, maka pendekatan pembelajaran yang
digunakan adalah yang lebih inspiratif dan partisipatif dengan menekankan pelatihan
penggunaan logika dan pealaran. Untuk menfasilitasi pembelajaran PKn yang efektif
dikembangkan bahan pembelajaran yang interaktif yang dikemas dalam berbagai paket seperti
bahan belajar tercetak, terekam, tersiar, elektronik, dan bahan belajar yang digali dari ligkungan
masyarakat        sebagai      pengalaman          langsung        (hand      of      experience).
4) Keempat: kelas PKn sebagai laboratorium demokrasi. Melalui PKn, pemahaman sikap dan
perilaku demokratis dikembangkan bukan semata-mata melalui ‘mengajar demokrasi” (teaching
democracy), tetapi melalui model pembelajaran yang secara langsung menerapkan cara hidup
secara demokrasi (doing democracy). Penilaian bukan semata-mata dimaksudkan sebagai alat
kedali mutu tetapi juga sebagai alat untuk memberikan bantuan belajar bagi siswa sehingga lebih
dapat berhasil dimasa depan. Evaluasi dilakukan secara menyeluruh termasuk portofolio siswa
dan          evaluasi          diri           yang           lebih         berbasis          kelas.

B.                                   Kerangka                                     Berpikir
1. Meningkatkan hasil belajar PKn melalui metode Examples Non Examples
Hasil belajar adalah segala kemampuan yang dapat dicapai siswa melalui proses belajar yang
berupa pemahaman dan penerapan pengetahuan dan keterampilan yang berguna bagi siswa
dalam kehidupannya sehari-hari serta sikap dan cara berpikir kritis dan kreatif dalam rangka
mewujudkan manusia yang berkualitas, bertanggung jawab bagi diri sendir, masyarakat, bangsa
dan      negara    serta     bertanggung    jawab     kepada     Tuhan     Yang    Maha      Esa.
2. Hasil belajar PKn adalah hasil belajar yang dicapai siswa setelah mengikuti proses
pembelajara PKn berupa seperangkat pengetahuan, sikap, dan keterampilan dasar yang berguna
bagi siswa untuk kehidupan sosialnya baik untuk masa kini maupun masa yang akan datang yang
meliputi: keragaman suku bangsa dan budaya Indonesia, keragaman keyakinan (agama dan
golongan) serta keragaman tingkat kemampuan intelektual dan emosional. Hasil belajar didapat
baik dari hasil tes (formatif, subsumatif dan sumatif), unjuk kerja (performance), penugasan
(Proyek),      hasil     kerja    (produk),    portofolio,    sikap    serta    penilaian     diri.
Untuk meningkatkan hasil belajar PKn, dalam pembelajarannya harus menarik sehingga siswa
termotivasi untuk belajar. Diperlukan model pembelajara interaktif dimana guru lebih banyak
memberikan peran kepada siswa sebagai subjek belajar, guru mengutamakan proses daripada
hasil. Guru merancang proses belajar mengajar yang melibatkan siswa secara integratif dan
komprehensif pada aspek kognitif, afektif dan psikomotorik sehingga tercapai hasil belajar. Agar
hasil belajar PKn meningkat diperlukan situasi, cara dan strategi pembelajaran yang tepat untuk
melibatkan siswa secara aktif baik pikiran, pendengaran, penglihatan, dan psikomotor dalam
proses belajar mengajar. Adapun pembelajaran yang tepat untuk melibatkan siswa secara
totalitas adalah pembelajaran dengan metode Examples Non Examples. Pembelajaran dengan
metode Examples Non Examples adalah suatu model pembelajaran dimana sebelum proses
belajar mengajar didalam kelas dimulai, siswa terlebih dahulu diberi contoh gambar-gambar
yang menarik yang berhubungan dengan materi pelajaran. Kemudian siswa diminta untuk
mendiskusikan secara kelompok permasalahan dan mencari pemecahan masalah dari
permasalahan tersebut. Setelah itu, tugas guru adalah merangsang untuk berpikir kritis dan
kreatif dalam memecahkan masalah yang ada serta mengarahkan siswa untuk berani
menyampaikan pendapat,bertanya dan mendengarkan pendapat yang berbeda diantara mereka.
3. Pendekatan dan penerapan metode Examples Non Examples dalam mata pelajaran PKn.
Bentuk kegiatan siswa bekerja dan mengalami, menemukan dan mendiskusikan .Pembelajaran
metode Examples Non Examples berlangung secara alamiah dalam masalah serta mencari
pemecahan masalah, bukan transfer pengetahuan dari guru ke siswa. Siswa megerti apa makna
belajar, apa manfaatnya. Mereka sadar bahwa yang mereka pelajari berguna bagi hidupnya nanti.
Siswa terbiasa memecahkan masalah, menemukan sesuatu yang berguna bagi dirinya dan
bergumul                                       dengan                                     ide-ide.
Dalam pembelajaran metode Examples Non Examples,guru mengatur strategi belajar serta
memfasilitasi belajar siswa. Anak harus tahu makna belajar dan menggunakan pengetahuan dan
ketrampilannya           untuk        memecahkan           masalah       yang        dihadapinya.
Dari pembahasan di atas dapat diduga bahwa pembelajaran dengan metode Examples Non
Examples dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam belajar efektif dan kreatif, dimana siswa
dapat membangun sendiri pengetahuannya, menemukan pengetahuan dan keterampilannya
sendiri melalui proses bertanya dan kerja kelompok. Peningkatan hasil belajar yang didapatkan
tidak hanya sekedar hasil menghapal materi belaka, tetapi lebih pada kegiatan nyata (pemecahan
kasus-kasus) yang dikerjakan siswa pada saat melakukan proses pembelajaran (diskusi kelompok
dan                                          diskusi                                        kelas)

J.                                                                                    HIPOTESIS
Dengan demikian dapat diduga bahwa: Pembelajaran dengan metode Examples Non Examples
dapat meningkatkan hasil belajar mata pelajaran PKn siswa kelas VII D SMP Islam Al-Hikmah
Mayong                                                                                  .

K.                               PERENCANAAN                                        PENELITIAN

1.                                        Desain                                       penelitian
Penelitian ini merupakan pengembangan metode dan strategi pembelajaran. Metode dalam
penelitian ini adalah metode penelitian tindakan kelas (Class Action Research) yaitu suatu
penelitian yang dikembangkan bersama sama untuk peneliti dan decision maker tentang variable
yang      dimanipulasikan     dan      dapat    digunakan     untuk    melakukan      perbaikan.
Alat pengumpul data yang dipakai dalam penelitian ini antara lain : catatan guru, catatan siswa,
rekaman tape recorder, wawancara, angket dan berbagai dokumen yang terkait dengan siswa.
Prosedur penelitian terdiri dari 4 tahap, yakni perencanaan, melakukan tindakan, observasi,dan
evaluasi. Refleksi dalam tahap siklus dan akan berulang kembali pada siklus-siklus berikutnya.
Aspek yang diamati dalam setiap siklusnya adalah kegiatan atau aktifitas siswa saat mata
pelajaran PKn dengan metode Examples Non Examples untuk melihat perubahan tingkah laku
siswa, untuk mengetahui tingkat kemajuan belajarnya yang akan berpengaruh terhadap hasil
belajar     dengan      alat    pengumpul       data    yang     sudah     disebutkan     diatas.
Data yang diambil adalah data kuantitatif dari hasil tes, nilai tugas seta data kualitatif yang
menggambarkan keaktifan siswa, antusias siswa, partisipasi dan kerjasama dalam diskusi,
kemampuan           atau      keberanian         siswa       dalam      melaporkan         hasil.
Instrument yang dipakai berbentuk : soal tes, observasi, catatan lapangan. Data yang terkumpul
dianalisis    untuk     mengukur      indikator    keberhasilan   yang    sudah     dirumuskan.

2.                                                                                         Tempat

Penelitian ini dilakukan di SMP ..............., dengan jumlah siswa 35 orang, yang terdiri dari 16
orang laki-laki dan 22 orang perempuan. Penelitian dilaksanakan pada saat mata pelajaran
pendidikan kewarganegaraan berlangsung dengan pokok bahasan “ Menampilkan sikap positif
terhadap              perlindungan                  dan            penegakkan               HAM”.

3.                                       Waktu                                          Penelitian

Penelitian direncanakan selama 2 (dua) minggu dilaksanakan pada pertengahan bulan Maret
2010.

4.                                      Prosedur                                        Penelitian

Siklus                                                                                I
A.                                                                         Perencanaan
Identifikasi   masalah    dan      penetapan     alternative   pemecahan       masalah.
Merencanakan pembelajaran yang akan diterapkan dalam proses belajar mengajar.
Menetapkan standar kompetensi dan kompetensi dasar. Memilih bahan pelajaran yang sesuai
Menentukan scenario pembelajaran dengan model Examples non Examples.
Mempersiapkan sumber, bahan, dan alat bantu yang dibutuhkan. Menyusun lembar kerja siswa.
Mengembangkan format evaluasi. Mengembangkan format observasi pembelajaran.

B.                                                                                   Tindakan
Guru     mempersiapkan       gambar-gambar       sesuai    dengan    tujuan     pembelajaran..
Guru menempelkan gambar di papan tulis atau ditayangkan melalui LCD..
Guru memberi petunjuk dan memberi kesempatan pada siswa untuk memperhatikan /
menganalisa                                                                           gambar.
Melalui disjusi kelompok 2 – 3 orang siswa, hasil diskusi dari analisa gambar tersebut dicatat
pada                                                                                   kertas..
Tiap      kelompok       diberi       kesempatan        membacakan       hasil     diskusinya.
Mulai dari komentar / hasil diskusi siswa, guru mulai menjelaskan materi sesuai dengan tujuan
yang                                       ingin                                      dicapai..

C.                                                                            Pengamatan
Melakukan observasi dengan memakai format observasi yang sudah disiapkan yaitu dengan alat
perekam,        catatan       anekdot          untuk         mengumpulkan            data.
Menilai hasil tindakan dengan menggunakan format yang telah disediakan.

D.                                                                                Refleksi
Melakukan evaluasi tindakan yang telah dilakukan meliputi evaluasi mutu, jumlah dan waktu
dari                     setiap                     macam                        tindakan.
Melakukan pertemuan untuk membahas hasil evalusi tentang scenario pembelajaran dan lembar
kerja                                                                               siswa.
Memperbaiki pelaksanaan tindakan sesuai hasil evaluasi, untuk digunakan pada siklus
berikutnya.


Siklus                                                                                   II
A.                                                                            Perencanaan
Identifikasi masalah yang muncul pada siklus I dan belum teratasi dan penetapan alternatif
pemecahan       masalah.    Menentukan      indikator   pencapaian      hasil      belajar.
Pengembangan                     program                   tindakan                     II.

B.                                                                                     Tindakan
Pelaksanaan program tindakan II yang mengacu pada identifikasi masalah yang muncul pada
siklus I, sesuai dengan alternatif pemecahan masalah yang sudah ditentukan, antara lain melalui:
Guru       mempersiapkan       gambar-gambar     sesuai    dengan     tujuan     pembelajaran..
Guru menempelkan gambar di papan tulis atau ditayangkan melalui LCD..
Guru memberi petunjuk dan memberi kesempatan pada siswa untuk memperhatikan /
menganalisa                                                                             gambar.

Melalui disjusi kelompok 2 – 3 orang siswa, hasil diskusi dari analisa gambar tersebut dicatat
pada kertas.. Tiap kelompok diberi kesempatan membacakan hasil diskusinya.
Mulai dari komentar / hasil diskusi siswa, guru mulai menjelaskan materi sesuai dengan tujuan
yang                                       ingin                                     dicapai..

C.                                 Pengamatan                                 (Observasi)
Melakukan observasi sesuai dengan format yang sudah disiapkan dan mencatat semua hal-hal
yang    diperlukan     yang   terjadi   selama    pelaksanaan    tindakan   berlangsung.
Menilai   hasil    tindakan  sesuai    dengan   format    yang    sudah   dikembangkan.

D.                                                                                  Refleksi
Melakukan evaluasi terhadap tindakan pada siklus II berdasarkan data yang terkumpul.
Membahas      hasil    evaluasi      tentang scenario    pembelajaran   pada    siklus    II.
Memperbaiki pelaksanaan tindakan sesuai dengan hasil evaluasi untuk digunakan pada siklus III
Evaluasi                                      tindakan                                     II
Indikator keberhasilan yang dicapai pada siklus ini diharapkan mengalami kemajuan minimal
10%                             dari                        siklus                         I.

Siklus                         III                         (bila                         diperlukan).

Kriteria keberhasilan penelitian ini dari sisi proses dan hasil. Sisi proses yaitu dengan berhasilnya
siswa memecahkan masalah melalui ” Pembelajaran berbasis masalah ” dengan mengadakan
diskusi kelompok belajar, dimana para siswa dilatih untuk berani mengeluarkan pendapat dan /
atau       berbeda       pendapat        tentang       masalah         Hak       Asasi      Manusia.
Belajar PKn serasa lebih menyenangkan, meningkatkan motivasi / minat siswa, kerjasama dan
partisipasi                     siswa                       semakin                        meningkat.
Hal ini dapat diketahui melalui hasil pengamatan yang terekam dalam catatan anekdot dan jurnal
harian, serta melalui wawancara tentang sikap siswa terhadap PKn. Bila 70% siswa telah berhasil
, permasalahan HAM, melalui metode Examples Non Examples, maka tindakan tersebut
diasumsikan                                        sudah                                     berhasil.
Kriteria hasil penelitian tentang penguasaan materi ” Perlindungan dan Penegakan HAM ” dan
aktivitas            siswa            ditetapkan              sebagai              berikut           :

Table       1.     Kriteria      nilai      penguasaan       materi       /     masalah        HAM.
(buat                                                                                         sendiri)

L.                                        BIAYA                                       PENELITIAN
M.                                       PERSONALIA                                     PENELITI

N.                                        DAFTAR                                          PUSTAKA


     1. Ahmad, Rohani. 1993. Pengelolaan Pengajaran. Jakarta : Rineka Cipta.
     2. Arikunto, Suharsimi. 2002. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta : Asbi
        Mahastya.
     3. Asikin, Moh. 2009. Cara Cepat & Cerdas Menguasai Penelitian Tindakan Kelas ( PTK )
        Bagi Guru. Semarang : Manunggal Karso.
   4. Hadi, Sutrisno. 1990. Metodologi Research Jilid II. Yogyakarta: Yayasan Penerbit
      Fakultas Psikologi UGM.
   5. Nana, Sudjana. 1991. Dasar – dasar Proses Belajar Mengajar. Bandung: Rosdakarya.
   6. Sardiman, 1986. Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. Jakarta: CV. Rajawali Pers
   7. Selverius, Suke. 1993. Evaluasi hasil Belajar dan Umpan Balik. Jakarta: PT Gramedia..
   8. Uzer, Usman. 1992. Menjadi Guru Profesional. Bandung: Rosdakarya.

Diposkan oleh Tetuko J Pamungkas di 01:20
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi ke TwitterBerbagi ke Facebook
Label: contoh proposal ptk, judul PTK, Proposal

				
DOCUMENT INFO
Categories:
Tags:
Stats:
views:13
posted:10/10/2012
language:Unknown
pages:9