Makalah Geografi Tentang Awan

Document Sample
Makalah Geografi Tentang Awan Powered By Docstoc
					                                               BAB I

                                              A W A N



1.1.   Pengertian Awan

                   Awan adalah suatu kumpulan partikel air atau es tampak di atmosfer.

       Kumpulan partikel tersebut termasuk partikel yang lebih besar, juga partikel kering

       seperti terdapat pada asap atau debu, juga terdapat di dalam awan (Susilo

       Prawirowardoyo, 1996).


                   Ketinggian yang dicapai sehingga udara manjadi jenuh Convektif

       Condensation Level (CCL). Jika suatu parcel udara lebih panas dari sekelilingnya,

       maka udara tersebut akan naik. Keadaan tersebut menyebabkan udara menjadi tidak

       homogen, sehingga berlaku persamaan hidrostatik yang dapat dinyatakan sebagai

       berikut :


                gZPdtdW−∂′∂′−=ρ1 (II.1)

       di mana :

       W = Kecepatan udara yang bergerak vertical (m/s).

       t = Waktu (s)
        ’                            3
       ρ = Rapat massa udara (kg/m ).


       g = Percepatan gravitasi bumi (m/s2)


       Z = Ketinggia parcel (m)

                                          2
       P’ = Tekanan parcel udara (N/m )


                   Sedangkan udara di sekitar parcel udara adalah homogen, sehingga,

       0=dtdW, yang berarti tidak ada perubahan kecepatan gerak vertikal udara, maka

       persamaan hidrostatik menjadi :


       gZP−∂∂−=ρ10

       Atau :

       gZP=∂∂−ρ1 (II.2)

       dimana :


                                                                                        1
                             2
P = Tekanan udara (N/m )

Z = Ketinggian lapisan uddara (m)

W = Kecepatan gerak vertical udara (m/s)
                                             3
ρ = Kerapatan massa udara (kg/m )
                                             2
g = Percepatan gravitasi bumi (m/s )

              Hubungan antara laju perubahan kecepatan parcel udara dengan laju

perubahan kecepatan udara disekitarnya dapat diperoleh dengan mensubtitusi

persamaan (II.2) kepersamaan (II.1), yaitu : ρρρ′′−=gdtdW (II.3)


              Bila   persamaan           (II.2)   dimasukkan   kepersamaan   (II.3)   diperoleh   :

)11(ρρ′−∂∂=ZPdtdW (II.4), dengan asumsi bahwa ZPZP∂′∂=∂∂, yang berarti gradien

tekanan parcel udara sama dengan gradien tekanan udara lingkungannya.


              Bila rumus di atas diubah dalam besaran thermis maka berlaku persamaan

umum gas ideal sebagai berikut :

          ’
Pα = RT (II.5)

Dengan α = 1/ρ, maka :
    ’
P = RρT (II.6)

Di mana
    ’                                    2
P = Tekanan parcel udara (N/m )
                                                  o
R = Konstanta gas umum = 8,314 J/m K)
    ’                                o
T = Temperatur parcel udara ( K)
’                                3
r = Rapat massa udara (kg/m )

untuk udara di sekitar parcel udara, Persamaan ideal gas ideal adalah :

Pa = RT (II.7)

Atau

P = RrT (II.8)

Dimana :
                                                           2
P = Tekanan udara disekeliling parcel udara (N/m )
                         o
T = Temperatur udara ( K)



                                                                                                  2
                                  o
R = Konstanta gas umum = 8,314 J/m K)
                           3
r = Rapat massa udara (kg/m )




                                        3
                                                BAB II

                                   JENIS – JENIS AWAN



A.   Menurut morfologinya (bentuknya)

                 Berdasatkan morfologinya, awan dibedakan menjadi tiga jenis, yaitu:


                 1. Awan Commulus yaitu awan yang bentuknya bergumpal-gumpal

                     (bunar-bundar) dan dasarnya horizontal.

                 2. Awan Stratus yaitu awan yang tipis dan tersebar luas sehingga dapat

                     menutupi langit secara merata. Dalam arti khusus awan stratus adalah

                     awan yang rendah dan luas.

                 3. Awan Cirrus yaitu awan yang berdiri sendiri yang halus dan berserat,

                     berbentuk seperti bulu burung. Sering terdapat kristal es tapi tidak

                     dapat menimbulkan hujan.

B.   Berdasarkan ketinggiannya

                 Berdasarkan ketinggiannya, awan dibedakan menjadi tiga jenis, yaitu:


                 1. Awan tinggi (lebih dari 6000 m – 9000 m), karena tingginya selalu terdiri

                     dari kristal-kristal es.

                     a.   Cirrus (Ci) : awan tipis seperti bulu burung.

                     b.   Cirro stratus (Ci-St) : awan putih merata seperti tabir.

                     c.   Cirro Cumulus (Ci-Cu) : seperti sisik ikan.

                     d.   Udara basah

                     e.   Udara Daerah kering

                     f.   Bayangan hujan



                 2. Awan sedang (2000 m – 6000 m)

                    a) Alto Comulus (A-Cu) : awan bergumpal gumpal tebal.

                    b) Alto Stratus (A- St) : awan berlapis-lapis tebal.

                 3. Awan rendah (di bawah 200 m)

                    a) Strato Comulus (St-Cu) : awan yang tebal luas dan bergumpalgumpal.

                    b) Stratus (St) : awan merata rendah dan berlapis-lapis.



                                                                                           4
  c) Nimbo Stratus (No-St) : lapisan awan yang luas, sebagian telah

    merupakan hujan.

4. Awan yang terjadi karena udara naik, terdapat pada ketinggian 500 m–

   1500 m

  a) Cummulus (Cu) : awan bergumpal-gumpal, dasarnya rata.

  b) Comulo Nimbus (Cu-Ni): awan yang bergumpal gumpal luas dan

    sebagian telah merupakan hujan, sering terjadi angin ribut.




                                                                      5

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Stats:
views:636
posted:10/10/2012
language:Malay
pages:5
Description: MAKALAH GEOGRAFI SMA TENTANG AWAN