Docstoc

Makalah Geografi SMA Tata Surya

Document Sample
Makalah Geografi SMA Tata Surya Powered By Docstoc
					                                               BAB I

                                         PENDAHULUAN



           Ilmu pengetahuan tentang tata surya adalah ilmu yang mempelajari suatu sistem

dimana matahari adalah pusat dari sistem dan dikelilingi oleh planet-planet dan benda-benda

antarplanet seperti asteroid, komet, dan meteorid.


           Teori-teori tentang terbentuknya alam semesta ialah Teori Keadaan (Steady State

Theory) dan Teori Ledakan Besar (Big-Bang Theory). Teori Keadaan Tetap, menyatakan bahwa

tiap-tiap galaksi yang terbentuk tumbuh menjadi tua dan akhirnya mati. Jadi teori ini beranggapan

bahwa alam semesta itu tak terhingga besarnya dan juga tak terhingga tuanya (tanpa awal dan

akhir). Sedangkan Teori Ledakan Besar ialah meledaknya massa yang sangat besar dengan

dahsyat, karena adanya reaksi inti.


           Berdasarkan Hipotesis Fowler, galaksi berawal dari suatu kabut gas pijar dengan

massa yang sangat besar. Kabut ini kemudian mengadakan kontraksi dan kondensasi sambil terus

berputar pada sumbunya. Ada massa yang tertinggal, yakni pada bagian luar dari kabut pijar tadi.

Massa itu juga mengadakan kontraksi dan kondensasi maka terbentuklah gumpalan gas pijar yaitu

bintang-bintang. Bagi yang bermassa besar masih berupa kabut bintang. Dengan cara yang sama,

bagian luar bintang yang tertinggal juga mengadakan kondensasi sehingga terbentuklah planet.

Demikian juga bagian planet membentuk satelit bulan.


           Bima Sakti atau Milky Way, berbentuk seperti kue cucur. Matahari kita terletak kira-kira

pada jarak 2/3, dihitung dari pusat galaksi itu sampai ke tepiannya.


           Tata surya terdiri dari matahari sebagai pusat, benda-benda lain seperti planet, satelit,

meteor-meteor, komet-komet, debu dan gas antarplanet beredar mengelilinginya. Teori-teori yang

mendukung terbentuknya tata surya, antara lain Hipotesis Nebular, Hipotesis Planettesimal, Teori

Tidal, Teori Bintang Kembar, Teori Creatio Continua dan Teori G.P. Kuiper.




                                                                                                  1
                                              BAB II

                                          TATA SURYA


Bumi


           Berbagai upaya telah ditempuh untuk menentukan umur tata surya termasuk bumi.

Teori tentang itu antara lain Teori Sedimen, Teori Kadar Garam, Teori Geotermal dan Teori

Radioaktivitas. Teori yang terakhir inilah yang dianggap paling benar. Teori ini berlandaskan

perhitungan waktu paruh dari peluruhan zat radioaktif. Dengan mengetahui kadar zat radioaktif

dibandingkan dengan kadar zat luruhannya dapat diketahui kapan zat itu terbentuk. Berdasarkan

teori ini, kita dapat menghitung bahwa bumi berumur antara 5 sampai 7 ribu juta tahun.


           Bumi ternyata tidak sepenuhnya bulat, tetapi agak pipih di kedua kutubnya. Bergaris

tengah ekuatorial 7.923 mil sedangkan antarkutub 7.900 mil. BJnya 5,5 dan beratnya 6,6 x 1021

ton.


           Inti dalam bumi tebalnya 815 mil, inti luar 1.360 mil, mantel bumi 1.800 mil dan lapisan

lithosfer 20 mil. Lapisan bumi yang cair disebut hidrosfer yang menutupi 71% muka bumi dengan

kedalaman rata-rata 4.000 meter. Sedangkan lapisan yang berupa gas disebut atmosfer, terdiri

dari troposfer setebal 10 mil. Di sini terdapat segala kegiatan cuaca seperti awan, hujan, badai,

petir maupun lalu lintas udara. Sesudah troposfer ialah stratosfer dengan ketebalan mulai dari 10 –

50 mil. Pada lapisan ini terdapat lapisan ozon yang dapat menolak datangnya sinar ultra violet

berintensitas tinggi dari matahari yang dapat merusak lapisan ionosfer.


           Dikatakan demikian, karena segala senyawa berurai menjadi ion-ion pada temperatur

yang sangat rendah. Sekarang lapisan ozon ini telah robek/berlubang akibat pemakaian bahan

kimia jenis CFC. Lapisan ionosfer penting untuk dinding pemantul gelombang radio.

Teori Wegener mengungkapkan bahwa benua dan samudera bermula dari satu kontinen. Oleh

karena lapisan kulit bumi, pada awalnya goyah dan bumi bergerak mengadakan rotasi maka

lapisan tersebut retak dan secara perlahan serta terus menerus memisahkan diri menjadi benua-

benua. Pegunungan Himalaya dan Samudera Hindia (Indonesia) terbentuk karena kerutan

geoinklinal, sedangkan Atlantik karena pergeseran horizontal. Lithosfer, hidrosfer maupun

troposfer merupakan tempat tinggal berbagai makhluk hidup dan disebut biosfer.


           Harry Hess berpendapat bahwa di bumi ada enam lempengan utama sebagai berikut :


                                                                                                 2
           1. Lempengan Amerika, terdiri dari Amerika Utara dan Selatan serta 1/2 dasar bagian

                barat Samudera Atlantik;

           2. Lempengan Afrika, yang terdiri dari Afrika dan sebagian samudera sekitarnya;

           3. Lempengan Eurasia, terdiri dari Asia, Eropa, dan dasar laut sekitarnya;

           4. Lempengan India, yang meliputi anak benua itu dan dasar samudera sekitarnya;

           5. Lempengan Australia terdiri dari Australia dan samudera di sekitarnya;

           6. Lempengan Pasifik, yang mendasari samudera Pasifik


MATAHARI SEBAGAI TATA SURYA


           Matahari adalah proses tata surya yang dikelilingi oleh sembilan planet beserta benda

lainnya. Matahari merupakan salah satu bintang. Dikatakan bintang karena matahari dapat

memancarkan cahaya sendiri.


           Tata surya adalah susunan matahari dan benda-benda langit yang mengelilinginya

Matahari mempunyai gaya gravitasi yang besar karena sesuai dengan massanya yang juga besar

dibandingkan dengan benda-benda langit lainnya. Itulah sebabnya matahari sebagai pusat dan

benda-benda langit lainnya beredar mengelilingi matahari.


PLANET


           Planet adalah benda langit yang mengeliling matahari dan tidak memancarkan cahaya

sendiri. Planet ada 9 macam yaitu :


           1.   Merkurius

           2.   Mars

           3.   Bumi

           4.   Uranus

           5.   Venus

           6.   Saturnus

           7.   Jupiter

           8.   Neptunus

           9.   Pluto




                                                                                              3
KLASIFIKASI PLANET :


            1.    Berdasarkan bumi sebagai pembatas

                  -   Planet dalam : Merkurius dan Venus

                  -   Planet luar: Mars, Yupiter, Saturnus, Uranus, Neptunus, Pluto

            2.    Berdasarkan ukuran dan komposisi bahan penyusunnya

                  -   Planet terestrial

            3.    Karena ukuran dan komposisi penyusunnya sejenis yaitu batu-batuan (Merkurius,

                  Venus, Bumi, dan Mars)

            4.    Planet Raksasa (Jovian)

            5.    Karena ukurannya besar dan komposisi penyusunnya sebagian besar es dan

                  gas hidrogen (Yupiter, Saturnus, Uranus, Neptunus)


BENTUK GARIS EDAR (ORBIT) PLANET


            Planet-planet beredar mengelilingi matahari berbentuk elips.


            Titik perihelium adalah : Titik pada orbit dimana sebuah planet berada paling dekat

dengan matahari.


            Titik Aphelium adalah : Titik pada orbit dimana sebuah planet berada paling jauh

dengan matahari Gerak peredaran benda-benda langit mengelilingi matahari disebut Revolusi.,

sedangkan gerak berputar pada porosnya sendiri disebut Rotasi.


            Periode Revolusi adalah : Waktu yang diperlukan planet untuk satu kali beredar

mengelilingi matahari.


            Periode Rotasi adalah : Waktu yang diperlukan planet untuk bergerak satu kali

mengitari porosnya sendiri.


            Arah revolusi dan rotasi benda-benda langit berlawanan dengan arah jarum jam atau

dari arah barat ke timur.




                                                                                             4
NAMA MASSA


(x massa bumi)


Garis tengah (km) Jarak thd matahari Periode Revolusi Periode Rotasi Jumlah satelit.


Massa jenis (Ton / m3)


KECEPATAN GRAFITASI (M/S2)


           -   Matahari : 333.400 1.500.000 - - 25 hari - - -

           -   Merkurius : 0,053 4.897 58 juta km 88 hari 59 hari - 5.4 3,6

           -   Venus : 0,007 12.104 108 juta km 224,7 hari 249 hari - 5,25 0,87

           -   Bumi : 1 12.743 150 juta km 365,3 hari 24 jam 1 5,51 9,8

           -   Mars : 0,106 6.787 228 juta km 687 hari 24,6 jam 2 3,95 3,7

           -   Jupiter : 318 141.700 778 juta km 11,9 thn 9,9 jam 16 1,34 25,9

           -   Saturnus : 94,1 120.000 1.426 juta km 29,5 thn 10,4 jam 19 0,7 11,3

           -   Uranus : 14,4 50.800 2.872 juta km 84 thn 10,8 jam 5 1,58 10,4

           -   Neptunus : 17,1 48.000 4.490 juta km 164,8 thn 15,7 jam 2 2,3 14

           -   Pluto : 0,9 4.500 5.910 juta km 284,4 thn 6,4 hari 1 2 -


SATELIT


           Satelit adalah benda kecil yang mengitari planet sebagai pengiringnya. Satelit ada dua

macam :


   1. Satelit Alamiah,


       Satelit alamiah adalah satelit yang sudah ada dalam tata surya kita.


   2. Satelit buatan


       Satelit buatan adalah satelit yang dibuat oleh manusia.


ASTEROID (PLANELOID)


           Asteroid adalah benda-benda angkasa yang menyerupai planet yang terdapat dalam

daerah orbit antara Mars dan Jupiter.




                                                                                               5
Contoh asteroid:


          -     Ceres, merupakan asteroid yang terbesar dengan diameter ± 750 km.

          -     Icarus, adalah ateroid yang pernah mendekati bumi

          -     Pallas, Juno, dan Vesta, merupakan asteroid besar dengan diameter antara 200

                km s/d 700 km.


ROTASI BUMI


           Periode rotasi bumi = 23 jam 56 menit (24 jam = 1 hari)

           Arah rotasi bumi dari barat ke timur

           Akibat dari rotasi bumi adalah :


           1.      Gerak semu harian benda langit perputaran bumi pada porosnya menyebabkan

                   benda-benda di langit tampak bergerak dari timur ke barat.

           2.      Adanya perbedaan waktu;

                   Satu kali rotasi membentuk sudut 360o dan periode rotasi 24 jam. Sehingga

                   setiap 1 jam mempunyai beda bujur 360o/24 = 15o.

           3.      Adanya pergantian siang dan malam;


                   Permukaan bumi yang terkena sinar matahari mengalami siang hari dan

                   permukaan bumi yang tidak terkena sinar matahari mengalami malam hari


           4.      Adanya perubahan/pembelokan arah angin di sekitar katulistiwa

           5.      Penggembungan katulistiwa bumi dan pemepatan kutup-kutub bumi.


REVOLUSI BUMI


           Periode revolusi bumi = 365,25 hari (1 tahun). Arah gerak revolusi bumi berlawanan

dengan arah jarum jam. Dalam geraknya sumbu bumi miring dengan arah yang sama, kemiringan

itu besarnya 66,5o terhadap ekliptika dan 23,5o terhadap garis yang lurus terhadap ekliptika.

Ekliptika adalah bidang edar bumi mengililingi matahari. Selama berevolusi arah kemiringan bumi

tetap. Karena kemiringan bumi , seolah-olah selama setengah tahun matahari bergerak ke utara

dan setengah tahun bergerak ke selatan . Akibat-akibat dari revolusi bumi adalah terjadinya

pergantian musim. Pergantian musim hanya terjadi di daerah yang terletak 23,5o LU/LS – 66,5o

LU/LS.


                                                                                             6
           Nomor Tanggal Posisi Bumi Belahan Bumi Utara Belahan Bumi Selatan :


           1.      21 Maret s/d 21 Juni Kutub Utara makin miring ke arah matahari Siang hari

                   lebih panjang dari malam hari

                   -   Musim semi

                   -   Malam hari lebih panjang dari siang hari

                   -   Musim gugur

           2.      21 Juni s/d 23 September Kutub Selatan makin condong ke arah matahari

                   Siang hari lebih panjang dari malam hari

                   -    Musim panas

                   -   Malam hari lebih panjang dari siang hari

                   -   Musim dingin

           3.      23 Sept s/d 22 Desember Kutub Selatan makin condong ke arah matahari

                   Malam hari lebih panjang dari siang hari

                   -   Musim gugur

                   -   Siang hari lebih panjang dari malam hari

                   -   Musim semi

           4.      22 Des s/d 21 maret Kutub Utara makin condong ke arah matahari Malam hari

                   lebih panjang dari siang hari

                   -   Musim dingin

                   -   Siang hari lebih panjang dari malam hari

                   -   Musim panas


BULAN SEBAGAI SATELIT BUMI


           Bulan adalah benda-benda langit berbentuk bulat (bola) yang beredar mengelilingi

bumi, massa bulan : 1/18 massa bumi, diameter bulan : ¼ diameter bumi, gaya gravitasi bulan :

1/6 gravitasi bumi, Jarak bulan terhadap bumi : 384.403 km, Masa jenis bulan : 3,5 gr/cm3.

Lintasan bulan mempunyai kemiringan terhadap ekliptika sebesar 5o.


           Rupa bulan dibagi menjadi 5 macam :


          -     Laut/Maria




                                                                                           7
               Yaitu deretan yang kering dan halus permukaannya dan agak gelap.


           -   Pegunungan

           -   Kawah

           -   Sinar

           -   Lembah


           Bulan tidak memiliki atmosfer, Gravitasi bulan yang sangat kecil, yaitu 1/6 kali gravitasi

bumi menyebabkan gaya tarik tidak mampu mengikat atmosfir.


           Tidak adanya atmosfer dibulan menyebabkan hal-hal sebagai berikut:


           -   Suhu dipermukaan bulan berubah dengan cepat

           -   Suhu bagian yang terkena sinar matahari mencapai 110 oC

           -   Suhu bagian yang tidak terkena sinar matahari mencapai -173 oC


           Bunyi tidak dapat merambat dibulan, dan dibulan tidak ada zat perantara sehingga

bunyi dibulan tidak terdengar. Di bulan tidak ada atmosfir sehingga tidak terjadi penyebaran

cahaya yang menyebabkan langit tampak hitam.Di bulan tidak ada siklus air. Atmosfir berfungsi

mengatur siklus air, karena di bulan tidak ada atmosfir sehingga dibulan tidak ada siklus air.


           Bulan melakukan tiga geraka yaitu :


           -   Rotasi, yaitu gerak bulan mengitari porosnya sendiri

           -   Revolusi, yaitu gerak bulan mengitari bumi

           -   Gerak bulan bersama-sama dengan bumi mengitari matahari


           Periode revolusi bulan sama dengan periode rotasinya yaitu 29,5 hari (1 bulan) yang

menyebabkan muka bulan yang menghadap ke bumi tetap (sama), artinya muka bulan yang

tampak dari bumi hanya sebagian dan sebagian lagi tidak pernah nampak ke bumi.


           Periode peredaran bulan ada 2 jenis yaitu:


           -   Periode Sideris


               Yaitu waktu yang diperlukan      bulan untuk mengelilingi    bumi satu kali revolusi

               sebesar 360o. periode bulan sideris besarnya 27 1/3 hari




                                                                                                   8
          -   Periode Sinodis


              Yaitu waktu yang diperlukan bulan untuk mengelilingi bumi dari bulan baru sampai

              kembali ke bulan baru lagi


          -   Periode bulan sinodis : 29 ½ hari


Fase / Bentuk Bulan


           Karena revolusi bulan separoh bulan yang menghadap ke bumi dan terkena sinar

matahari berbeda-beda, akibatnya kita dibumi melihat bentuk bulan yang berbeda-beda. Bagian-

bagian yang berbeda-beda dari bulan yang kita lihat disebut fase bulan.


           Ada 4 fase bulan, yaitu:


          -   Bulan baru / bulan mati

          -   Bulan diantara matahari dan bumi

          -   Kuartir pertama (bulan separoh)

          -   Bulan telah beredar ke arah perempatan yang pertama

          -   Bulan Purnama (kuartir kedua)

          -   Bulan berada di belakang bumi. Kedudukan matahari – bumi – bulan segaris

          -   Kuartir ketiga

          -   Peredaran bulan sampai pada perempatan ketiga

          -   Palapa C2 diluncurkan pada tahun 1996




                                                                                            9
                                         BAB 3
                                        PENUTUP

3.1.   Kesimpulan

              Ilmu Pengetahuan tentang Tata Surya merupakan Ilmu yang sangat penting untuk
       dipelajari demi perkembangan dunia Ilmu pengetahuan dan teknologi nantinya, terutama
       bagi generasi penerus bangsa.

              Studi mengenai tahapan Tata Surya ini akan sangat berguna dalam mempelajari
       gejala – gejala alam.




                                                                                        10

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Stats:
views:1572
posted:10/10/2012
language:Indonesian
pages:10
Description: MAKALAH GEOGRAFI TENTANG TATA SURYA